Sign in to follow this  
ndundupan

Siap Menjelajahi Blitar

7 posts in this topic

Blitar, sebuah secara administratif terdiri dari Kota dan Kabupaten. Sebuah daerah kecil di lereng gunung kelud yang tidak begitu populer di dunia traveling. Namun siapa sangka, kalau ternyata Blitar punya beragam keindahan yang cukup memikat. 

 

Saya sudah 6 bulan ini kembali tinggal di Blitar, setelah merantau sejak 2004. Di Blitar saya coba untuk keliling tempat-tempat menarik untuk dunia traveling. Akhirnya muncullah sebuah situs yang saya kelola sendiri secara mandiri untuk memetakan destinasi wisata di Blitar, baik yang sudah terurus maupun yang enggak terurus.

 

Mungkin situ saya bisa dijadikan referensi buat teman-teman KJJ yang pengen menjelajahi Blitar. Ada banyak destinasi menarik mulai dari Gunung, Goa, Candi, Air Terjun, dan masih banyak lagi. Saya juga masih terus keliling untuk menuliskan destinasi menarik lainnya.

 

Buat yang tertarik bisa coba kunjungi situs mblitar.net

 

post-36709-0-73778900-1434161032_thumb.j

 

Pantai Umbul waru yang letaknya agak jauh dari pemukiman punya pemandangan luar biasa dengan ombak yang luar biasa juga. Terdapat air terjun yang langung ke laut seperti pantai yang dimiliki oleh Pacitan dan Malang. Ternyata Blitar juga punya pantai semacam ini. Tapi cuma bisa dinikmati ketika ombak sedang surut :D.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Agus Bolang Setiawan
      Awalnya penasaran, saat berkunjung ke makam bung karno blitar. saya melihat papan petunjuk wisata omah djadoel. saking penasaranya tak perlu banyak berfikir, saya langsung menuju kesana. dengan mengikuti petunjuk akhirnya ketemulah omah djadoel yang berada di Jl.Borobudur 101, Desa Bendogerit – Kota Blitar. tempatnya tak jauh kok dari makam bung karno. Omah Djadoel dikelolah oleh ibu Ida Suhardja, ibu dengan usia 65 tahun ini sangat gemar mengoleksi benda benda antik. memang awalnya kolesi koleksinya merupakan warisan keluarga, tetapi karena kegemaranya itu ibu ida juga mencari atau mengumpulkan barang barang antik dari tempat tempat lain. semua yang ada di Omah Djadoel merupakan koleksi pribadi yang di pamerkan dalam satu rumah. kolesinya hampir ribuan benda benda antik, yang bukan hanya berasal dari indonesia saja, tetapi ada juga yang dari cina, belanda dan jepang.   Untuk Masuk ke omah djadoel ini hanya cukup membayar 10rb saja, pemiliknya sangat ramah. banyak menjelaskan tentang sejarah benda benda yang ada disana. bahkan di tunjukan beberapa benda benda yang unik, misakan guci yang bisa berbunyi, cawan air yang bisa bergetar, dan guci gentong yang di dalamnya terdengar suara gamelan. dan benda benda bersejarah lainnya.   Semangat ibu ida tak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi dengan di bukanya omah Djadoel ini ibu ida mengajak kepada Generasi Muda untuk lebih mencintai budaya dan sejarah. dengan semboyan
      “Dari Omah Djadoel Indonesia di Kota Blitar mengenalkan Gerakan Jas Merah yakni 5 langkah menuju Nasionalisme, yaitu Mengenali, Menghargai, Menyelamatkan, Merawat dan Melestarikan maha karya lelulur bangsa" memang tidak mudah mengajak generasi muda sekarang untuk memahami arti benda bersejarah, tetapi dengan semangat yang kuat pasti bisa untuk memahaminya, dengan begitu maka timbulah rasa cinta dan akan medorong kita untuk mengenali sejarah. bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai budayanya. begitu alasan ibu ida mendirikan museum omah djadoel.   berikut beberapa penampakan koleksi di Omah Djadoel :                     
    • By ndundupan
      Siapa tahu ada yang mau main ke Blitar dalam waktu dekat. Silakan lihat jadwal kegiatan event yang ada di Kota Blitar dalam rangka menyambut ulang tahun Blitar ke 109. Siapa tahu ada yang menarik dan pas ada di daerah Blitar bisa ikut meramaikan. Karena gak bisa posting tabel, langsung posting gambarnya aja  

       
      Kalau kurang jelas bisa langsung buka kalender event hut Blitar ke 109
    • By imam17stat

       
      Konsep makan All You Can Eat menjadi salah satu daya tarik untuk menggaet pecinta kuliner. Biasanya konsep tersebut disediakan oleh resto atau cafe di kota-kota besar. Namun bagaimana bila konsep All You Can Eat diterapkan di warung makan di daerah. Ada salah satu warung makan di daerah yang menerapkan konsep tersebut, tepatnya di kota tempat Bung Karno disemayamkan, Blitar, yang bernama warung makan Mak Ti. Di warung tersebut disuguhkan berbagai macam pilihan lauk yang bebas dipilih dan bebas diambil sesuka hati tanpa perlu panik akan tagihan. Menu yang disedikan sangat sederhana, berbagai macam ikan goreng, sayur, dan lalapan. Orang yang berdompet tebal maupun menderita penyakit kanker (kantong kering) pun dijamin bisa makan sepuas hati. Di rumah makan Mak Ti, satu porsi makan dibanderol hanya 10 ribu rupiah, tanpa melihat seberapa banyak lauk yang diambil dan itupun sudah termasuk minum, teh atau kopi hitam (bukan kopi sachet). Coba anda bayangkan, bisa ambil bebas tapi hanya 10 ribu, ini mau jualan apa mau sedekah. Itu juga ada dalam pikiran saya. Pada kesempatan kunjungan di minggu kemarin, saya coba bertanya langsung pada Mak Ti.
       
      “mboten rugi to sadean 10 ewu?†(tidak rugi kah jualan 10 ribu?)
      sambil tersenyum, Mak Ti pun menjawab dengan ringan,
      “nek rugi nggih sampun bangkrut dari dulu, mas†(kalau rugi ya sudah bangkrut dari dulu, mas)
       

      (berbagai menu 1)
       

      (berbagai menu 2)
       

      (self service)
       

      (ambil sesuka hati, berapapun tidak masalah)
       

      (Ini dia Mak Ti, habis makan jangan lupa bayar di emak yang satu ini)
       
       
      Bagi anda pecinta kuliner, berikut cara menuju lokasi warung Mak Ti:
       
      1. Bila anda sudah ada di kota Blitar, paling mudah menuju warung Mak Ti adalah dengan menuju ke RSUD Mardi Waluyo terlebih dahulu. Kemudian berkendaralah menuju selatan hingga bertemu perempatan. Setelah sampai perempatan, lurus saja hingga melewati Yonif 511 Blitar. Yonif ini paling mudah dilihat karena ada patung badaknya.

      (patung badak di Yonif 511)
       
      2. Kembali berkendara lurus terus hingga melihat gapura masuk desa Jatinom. Setelah memasuki desa Jatinom, lokasi warung Mak Ti akan lebih mudah ditemukan karena ada sekitar 4 petunjuk jalan yang berwarna merah.

      (gapura masuk desa jatinom)
       
      3. Kembali berjalan lurus saja melintasi desa Jatinom hingga melihat SD Jatinom disebelah kiri jalan. Pas setelah SD ada gang kecil, beloklah ke kiri dan anda akan melihat petunjuk pertama lokasi warung Mak Ti.

      (SD N jatinom, siap-siap belok kiri)
       
      4. Lanjutkan perjalan anda hingga melewati jembatan.

      (jembatan setelah melewati SD Jatinom)
       
      5. Pada perempatan pertama setelah melewati jembatan, ada petunjuk merah kedua yang meminta anda untuk belok ke kanan.

      (petunjuk jalan kedua)
       
      6. Dari sini lokasi sudah cukup dekat dan anda akan melalui persawahan dan rumah-rumah warga selama perjalanan.

      (persawahan setelah petunjuk jalan kedua)
       

      (banyak pepohonan, menunjukkan sudah dekat dengan petunjuk jalan ketiga)
       
      7. Ikuti saja jalan yang ada hingga anda menemukan petunjuk ketiga dan terakhir/keempat.

      (petunjuk jalan ketiga, belok lah ke kanan)
       

      (petunjuk jalan keempat/terakhir, belok ke kanan lagi)
       

      (area parkir mobil ada di sebelah kiri)
       

      (dan sampailah di warung Mak Ti)
       
      Meskipun sederhana, plat merah maupun hitam sering berkunjung di warung Mak Ti. Sederhana tapi menyenangkan sekaligus mengenyangkan. Selamat Berburu Makanan :-)

      (banyak yang datang terutama saat makan siang)
       
       
       
    • By imam17stat

       
      Awalnya saya kira uceng itu ikan “gatul†(entah daerah lain menyebutnya apa), tapi kata penjualnya “uceng ya ucengâ€. Ukuran ikan ini sekitar 2 – 3 cm, hampir sama dengan teri tapi soal rasa mirip dengan ikan wader karena ikan ini juga termasuk ikan air tawar.
       
      Kuliner uceng yang paling top di Kota Blitar ada di Kecamatan Wlingi dan salah satu warung uceng yang terkenal adalah warung Sukaria. Warung ini punya tiga cabang, warung pertama ada di Babadan Wlingi, warung kedua ada di sebelah utara Tugu Rante Srengat, dan warung ketiga ada di sebelah timur Perempatan Kendalrejo.  Saking terkenalnya, warung ini pernah diliput media televisi swasta milik CT.
       
      Kuliner uceng disajikan dengan cara digoreng kering dengan tepung ditambah sambal dan disajikan dengan nasi panas beserta lalapan. Di warung sukaria ada beberapa pilihan menu uceng, ada uceng sayur, uceng lalapan dan uceng mix lalapan. Kemarin saya coba pilihan menu yang terakhir uceng mix lalapan. Ternyata maksudnya mix dalam menu tersebut adanya tambahan ikan lain selain uceng, yakni wader dan udang air.
       

       
      Harga tidak jadi masalah, pas di kantong. Kemarin saya pesan uceng mix lalapan, ikan mujair (isinya bukan cuma satu tapi tiga,meskipun seukuran tiga jari), dan sayur asem ditambah minum hanya kena dua puluh lima ribu rupiah. Untuk anda yang ingin membawanya sebagai oleh-oleh, tersedia juga dalam bentuk kemasan plastik, satu bungkus harganya dua puluh ribu rupiah.
       

       
      Selamat Makan :)
    • By imam17stat
      Berkunjung ke satu kota, tak lengkap bila tak mencicipi kulinernya. Di kota tempat persemayaman bung Karno, Blitar, terdapat kuliner yang sudah familiar di semua warganya, pecel Mbok Bari. Bersumber dari informasi dunia maya, pecel Mbok Bari terletak di dekat area makam bung Karno dan sekarang sudah buka beberapa cabang. Kemarin saya berkesempatan mengunjungi salah satu cabanganya di jalan A.Yani, cabang ke-3.

      Apa keistimewaan pecel Mbok Bari?

      Secara penampilan, pecel Mbok Bari hampir sama dengan pecel lainnya. Berisi berbagai sayuran seperti daun singkong, kacang panjang, tauge dan disiram kuah kacang serta peyek sebagai pelengkap. Sayuran yang disajikan benar-benar menggoda mata, nampak hijau dan segar. Sambal kacangnya juga istimewa, rasanya pas di lidah. Kacangnya berasa dan tak terlalu pedas. Sebagai pendamping, tersedia bermacam-macam lauk yang di pajang di etalase kaca. Berbagai macam pilihan lauk goreng seperti tahu, tempe, telur, ampela, dan lain-lain.

      Harga tidak jadi masalah. Kemarin dari perhitungan ibu penjual, dua pecel terlihat di layar kalkulator 11.000, jadi satu pecel bisa dinikmati hanya 5.500 rupiah saja. Ditambah lauk dua tempe, satu tahu, satu telor, dan ampela serta minum teh tawar ternyata berdua hanya habis 17 ribu rupiah saja. Murah bukan.

      Meski terletak di pinggir jalan, kebersihan selalu dijaga. Bila ada sampah segera di bersihkan, dan makanannya juga selalu dijaga dari debu jalanan. Ini lah yang jadi kunci kenapa pecel Mbok Bari tak pernah sepi dari pengunjung.
        Selamat Pagi dan Selamat Beraktifitas  
    • By Agung Jelajah Nesia
      Ada yang menarik di Museum Bung Karno di Kota Blitar - Jawa Timur.
       
      Di antara benda-benda koleksi yang bersejarah, ada sebuah lukisan tentang Bung Karno yang menarik perhatian banyak pengunjung.
       
      Konon lukisan itu " HIDUP " karena bisa bergerak pada bagian dadanya sehingga menampakkan degup jantungnya. Ada pula yang mengatakan tatapan mata Bung Karno itu senantiasa bergerak mengikuti arah orang yang melihatnya.
       
      Benarkah lukisan itu memang " Hidup " atau adakah suatu hal lain yang menggerakkannya?
       
      Simak artikel selengkapnya di link ini, ya :
       
      http://jelajah-nesia2.blogspot.com/2013/11/misteri-lukisan-bergerak-bung-karno-di.html

    • By Agung Jelajah Nesia
      Ada banyak relief yang menarik di Candi Penataran , Blitar - Jawa timur. Beberapa diantaranya menampilkan relief yang tampak erotis.
      Entah apa maksud dibuatnya relief yang erotis itu dyang menghiasi dinding candi ini pada masa lampau.
       
      Baca artikelnya selengkapnya di :
       
      http://log.viva.co.id/news/read/367222-relief-yang-erotis-di-candi-penataran