Sign in to follow this  
rianifitria

Jalan2 Ke Chiang Mai

23 posts in this topic

Belum lama ini saya dan teman2 pergi ke Chiang Mai, Thailand. Ini tempat terjauh yg pernah saya kunjungi sampai sekarang (biasanya turis lokal di Jawa saja), pertama kalinya jalan dengan teman2 sekolah dulu dan pertama kalinya menjejakkan kaki di luar rumah tanpa tujuan yang jelas.
 
Ini juga awalnya adalah budget holiday, tapi akhirnya gak budget sama sekali karena sebab2 tertentu.Emoticon%20Terharu2.gif
 
Kami tinggal di Chiang Mai selama 4D 3N sebelum pergi ke Bangkok 1N1D, karena teman saya maksa mau shopping di Terminal 21. Ini adalah ide yg buruk karena harga tiket pesawat-pun melambung. Direct flight ke Chiang Mai PP sekitar $240; ditambah transit ke Bangkok pas pulang jadi $400. Transit di Bangkok PP sekitar $280, tetapi jam-nya gak bagus.
 
Kami tinggal di M Hotel Chiang Mai, semalamnya sekitar $60. Hotelnya bagus dan lokasinya juga lumayan strategis. Dan yang paling penting, di sebelah hotel ada Burger King 24 jam (kebetulan yg akan membantu banget nantinya). Juga karena lokasinya persis di sebelah Tha Phae Gate, gampang buat ngasih arah ke para supir2 tuk tuk, taxi, tour dll.
 
Hari 1: Chiang Mai
 
Mendarat di Chiang Mai jam 2 siang. Teman perlu makan, jadi makan mie di Bandara, THB 175. Taxi dari Bandara ke Hotel, THB 150.
 
Mulai jam 4 keluar Hotel untuk mencari Travel Agent untuk menyelesaikan itinerary hari2 berikutnya.
 
Tadinya saya mencoba membuat itinerary yg ala backpackers, tetapi karena permintaan teman2 agak berat, jadi agak susah juga jalan2 murah meriah. Selain itu ternyata diskon Travel Agent lokal itu lumayan banget. Misalnya, Jungle Flight, kalau dibook online mintanya THB 2100, kalau pakai Travel Agent lokal bisa cuma sekitar THB1800an.
 
Kami memakai TravelHub yg kantornya persis di sebrang Tha Phae Gate.
 
Dari TravelHub kami jalan sampai daerah pasar malam. Dari Tha Phae gate tinggal jalan lurus terus dan belok di jalan sebelum sungai. Intinya, kami mengikuti jalur hijau dari peta dibawah ini, dimulai dari no.18 (Tha Phae gate) ke no.23 (Anusarn Night Market).
 
11416165_10206200676632420_3369542377625644735_o.jpg
 
Sepanjang jalan ada 4 kuil yg bisa dikunjungi (Wat Mahawan, Wat Chetawan, Wat Bupparam dan Wat Saen Fang).

 

11393168_10206200725393639_3440795308327248835_n.jpg

 

Pasar malamnya ada di sepanjang jalan Chang Klang Road (garis vertikal hijau di peta). Melewati Kalare Night Market/Bazaar/Food Centre, yang menurut saya barang2nya lumayan menarik dan beda. Sedikit lebih mahal dari Sunday Night Market, tapi ada beberapa kios yg bener2 unik dan gak bisa ditemukan di tempat2 lain. Night Bazaar Trade Centre ini kaya Pasar Seni, banyak hasil2 kerajinan dan para pelukis yang bekerja langsung di tempat, kayaknya lebih ke export-import bukan suvenir masuk ransel. 

 

Lalu sampai ke perempatan penting buat orientasi arah karena ada Le Meridian, McDonald, Burger King dan Starbuck, jadi mudah diingat. Lanjut menuju ke Anusarn Night Market yg berada di bawah tenda putih. Ada satu atau dua kios yang menarik, tapi kebanyakan barang2nya rata2 suvenir biasa.

 

11401224_10206200770394764_400069071628149513_n.jpg

 

Di dalam Anusarn Night market ini juga ada Ladyboy Cabaret Show. Harganya THB 200 perorang dan dapet 1 minuman gratis. Mulai acaranya jam 9 malem. Kalau mau dapet tempat duduk yg enak di depan (dan bakalan diganggu sama penari), datang sekitar jam 8.30an.

 

Biasanya gampang dicari karena para artis-nya ada di depan daerah panggung manggilin penonton. Teman saya lumayan terpesona oleh mereka. Setelah acara (2 jam) bisa foto dengan para artis di luar daerah panggung. Setelah foto perlu mengetip seorangnya THB 20 (mereka bakalan mengingatkan).

 

11111624_10206200687432690_7725480415611252086_n.jpg

 

Hari 2: Chiang Rai

 

Bangun jam 5 pagi, sarapan jam 6, dijemput mobil untuk tur ke Chiang Rai jam 7.

 

Jam 6an itu toko2 belum pada buka, dan satu2nya yg jualan makan pagi jam 6 di sekitar Hotel M cuma Burger King. Ada Subway 24 jam di belakang hotel, cuma mereka baru mulai jualan jam 7 pagi. Saya rasa ada banyak penjual makanan di pinggir jalan yg jual sarapan jam segitu, cuma gak nemu di sekitar hotel, jadi terpaksa BK (sekitar THB 175-195).

 

Tur 1 hari ke Chiang Rai ini THB 1000 perorang, dari jam 7 dijemput di Hotel dan dibalikin ke Hotel jam 9 malem.

 

Acaranya dalam tur:

  • Visit Mae Khajan hot springs : Sebenernya cuma tempat peristirahatan yg ada semburan air alami.
  • Wat Rong Khun (White Temple) : Bagus, disini cuma 50 menit, gak cukup waktu buat foto2 semua.
  • Have lunch : Buffet, lumayan enak.
  • Visit Golden Triangle : Sungai lebar dan gak ada apa2nya, paling cuma patung Buddha menandakan Thailand.
  • Boat trip on the Mekong to Laos Island (nambah THB 300) : Kecil dan isinya tas2 palsu dari China dan arak ular.
  • Visit border market at Mae Sai : Mae Sai itu perbatasan dan disini banyak batu2 untuk para pecinta batu.
  • Visit Yao hill tribe village : Satu daerah, ini bagian depan.
  • Visit Akha hill tribe village : Satu daerah, ini bagian belakang.
     


10171720_10206200978999979_5194953538620282095_n.jpg

Pulangnya kami minta diturunkan di Warorot Night Market untuk cari makan. Disini banyak penjual makanan ringan, tidak ada tempat duduk untuk makan. Harganya berkisar THB 5 (sate sosis dan sate bakso), THB 10-40 (serangga), THB 20 (smoothie buah, roti, cake), THB 30 (ketan dan mangga). Selain itu isinya penjual2 barang2 untuk kebutuhan lokal, seperti pasar biasa atau Mangga Dua.

 

Pulang dari Warorot ke Hotel M naik seong thaew (mikrolet merah), THB 20 perorang.

 

Hari 3: Chiang Mai

 

Hari ini tidak ada tur, jadi kami bangun agak lebih siang, jam 9an. Sarapannya di rumah makan kecil di sepanjang jalan sekitar hotel (Mun Mueang Road), disebelahnya The An Teak hotel. Kho Soy, Nasi goreng dan Kwetiauw harganya sekitar THB 70-85, minuman (es teh, kopi dll) sekitar THB 45-50.

 

Dari sini naik seong thaew ke kuil Doi Suthep yang ada di atas gunung, THB 100 per orang. Di Doi Suthep bayar tourist fee THB 30 per orang.

 


1476569_10206201107763198_1239006371058102712_n.jpg

 

Dari Doi Suthep pergi menjemput teman di Airport, melewati daerah Nimman (Nimmanhamin) yg baru dikembangkan dan mendapatkan reputasi sebagai pusat hipster cafe dan digemari para bule. Ini jalan memakai seong thaew lagi, THB 100 per orang, dan terjebak macet berat karena Raja lagi datang jadi banyak jalan yg ditutup.

 

Dari Airport, belanja snack dulu di supermarket Top di Airport Plaza. Lumayan buat oleh2, harganya 1 snack sekitar THB 20-30 dan banyak pilihannya, termasuk serangga goreng. Sayangnya makan tempat banget di koper, karena packnya kaya potato chips. Naik taxi dari airport ke airport plaza THB 100.

 

Dari Airport plaza, balik ke Hotel buat nurunin belanjaan, terus berangkat ke pusatnya kota tua: The 3 Kings Monument. Ini alun2 kota tua dengan 2 museum kebudayaan di depan dan belakang alun2, Wat Sadeau Muang (kuil tonggak fondasi pertama Chiang Mai), Lana Historical Centre, penjara Wanita, dan (yg paling penting untuk teman saya) Naraya cabang Chiang Mai. Naik tuk tuk dari Hotel THB 60.

1795674_10206201196325412_6766427146256619158_n.jpg

 

Malamnya kami pergi ke Khantoke dinner di Old Cultural Centre, Wua Lai. Makanan khas Chiang Mai (free refill) sambil menonton tarian2 tradisional Thailand. Harganya THB 620 per orang, diantar jemput dari Hotel. Tadinya berencana pergi ke Wua Lai Saturday Night Market yg ada di dekat situ, tapi karena besok bangun pagi gak jadi.

 

1476453_10206201227526192_5953324533915325656_n.jpg

 

Hari 4: Chiang Mai

 

Sarapan jam 6 di BK lagi. Jam 7 dijemput di Hotel untuk pergi ke Jungle Flight, yaity Flying Fox di tengah hutan. Harganya THB 1800 per orang.

 

Lumayan seru juga. Hehe. Ini foto2 teman segrup.

 

 

10955167_10206201307888201_4741172652145845024_n.jpg

 

 

Dibalikin ke Hotel jam 2an. Dari Hotel kami jalan ke Wat Chedi Luang yang strategis dekat dengan Sunday Night Market naik tuk tuk. Dari Wat Chedi Luang kami jalan pelan2 balik ke Hotel sambil melihat2 Sunday Night Market sepanjang Rachadamnoen Road. Dari peta diatas ada di jalur hijau dari no.15 ke no.18.

 

 

11427799_10206201391650295_3014883671443869029_n.jpg

 

Dari Hotel kami langsung menuju airport untuk menuju ke Bangkok.

 

Hari 5: Bangkok

 

Di Bangkok kami tinggal di Wellness Residence, harganya 1 malam $38, persis di seberang Terminal 21.

 

Di Terminal 21, makanannya di Food Court ternyata murah. Harganya sekitar THB 30-50, minum sekitar THB 15-25, air THB 7.

 

Harga barang2 lainnya gak murah, cuma variasinya lumayan banyak dan lumayan berbeda dari tempat2 lainnya (seperti Platinum Mall). Ada beberapa toko yang hanya bisa ditemukan disini (menurut teman2) seperti Merimies dll (sudah lupa yg lainnya).

 

11401060_10206201399570493_6547325754414936504_n.jpg

 

Dan begitulah perjalanan saya dan temen2 ke Chiang Mai dan Bangkok.

 

Beberapa pesan:

- Jangan lupa bawa obat2an, terutama Tolak Angin, obat diare dan handy-plast (plus antimo kalo perlu).

- Cuacanya di bulan Apr-Jun itu panas terik luar biasa. Pas kami datang itu suhunya rata2 34 derajat, seminggu sebelumnya suhunya mencapai 42 derajat.

- Rajin2 makan dan minum. Karena panas banget jadi setiap kali jalan penginnya minum saja, malas makan. Ini jangan diikuti, paksakan makan biarpun sedikit.

- Nancy Chandler map berguna banget. Soalnya ada tanda2 buat restoran vegetarian dan halal. Kalau perlu bisa PM saya, saya punya scan-nya.

- Es krim magnum di 7-11 THB 40, di tempat lain (warung dll) THB 50.

- Pakai celana panjang atau bawa sarung/syal kalau jalan. Soalnya banyak kuil2 di jalan, jadi bisa keluar masuk tanpa ribet minjem kain dari kuil. Juga supaya gak kebakar sinar matahari.

- Bawa traveller adapter/colokan listrik berbagai kepala dan steker tambahan (min 5 lubang). Hotel M stekernya banyak, tapi Wellness Residence cuma 2.

 

:melambai

Cheers,

Riani

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah nampaknya seru.Thank you sharing nya ^^

Btw perginya ber-berapa ya? Krn saya mo ke Chiangmai juga November nanti. Masih bingung sempet/tdk nginep ke Chiangrai.

Kalo pergi pake tour begitu biasanya lbh murah kalo banyakan pastinya.

Nanti saya PM minta scan map nya ya :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hi @Gulali56,

 

Sama2 ^^

 

Kemaren itu kami berempat yg jalan ke Chiang Mai. November itu menurut guide saya kemaren adalah waktu yg enak dan adem karena musim 'dingin', juga masa2nya tourist season (kayaknya pada tahu kalau musim panas itu panas bangetzzzz!).

 

Dilihat dari itinerary tour kemaren sih, emang kayaknya lebih baik kalo nginep semalem di daerah Chiang Rai kalau mau lihat2 lebih lagi. Karena kemaren itu bener2 cuma sekelibat saja dan yg lama nyetirnya; 3.5 jam dari Chiang Mai ke Chiang Rai.

 

Bisa di cek sama travel agent-nya, mungkin bisa dapet harga lebih murah kalau satu grup besar. Van-nya yg kemaren itu muat 10 orang + 1 guide + 1 supir. Alternatif lainnya adalah rental mobil, sekitar THB 3000an sehari (24 jam), gak termasuk supir dan bensin. Nyetirnya pake GPS. Kemaren emang mikir mau rental mobil gitu, sayangnya gak ada yg bisa nyetir dengan aman (yg ugal2-an banyak), jadi gak jadi.

 

Sip, sip, nanti ku-email petanya

 

Cheers,

Riani

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hi @deffa,

 

Iya, akhirnya jadi ke Chiang Mai dan ke Chiang Rai. Ini bener2 gak ada rencana ke Chiang Rai sebelumnya, spontan pas di travel agency-nya temen minta ke Chiang Rai. Ya akhirnya berangkatlah kita. Lumayan deket, kaya Jakarta-Bandung lah, 3.5 jam perjalanan satu arah.

 

Ah, paket turnya:

Chiang Rai 1 day tour: THB 1000 per orang + THB 300 per orang buat naik perahu di Mekong River. Bisa gak naik perahu, cuma ya duduk2 di dermaga sekitar 1.5 jam nungguin mereka balik sebelum berangkat ke tempat berikutnya.

Jungle Flight: THB 1800 per orang

 

Kedua tur tersebut join-in gitu.

 

Ada juga tur2 lainnya yg kemaren kita sempat pertimbangkan tapi gak jadi.

Elephant riding & bathing tour:

Paling murah THB 700 per orang, ini pake mandiin tapi gak naik. Kalau pake naik + THB 800 per gajah (naik 2 orang). Ini sebenernya karena ada temen satu yg pengen mandiin tapi gak mau naik gajah.

Biking tour ke Mae Ngat Dam: THB 3500 per orang

Biking & Kayaking tour ke Mae Ngat Dam: THB 1950 per orang

 

Cheers,

Riani

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hi @deffa,

 

Sip, sip, semoga kesampaian.

Iya, kemaren itu saya banyak riset tour dan backpacker guide ke Chiang Mai. Jadi kalau perlu nanya2 lagi boleh, biar gak sia2 risetnya. :santai Hehe

 

Cheers,

Riani

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hi @Octobrian Panjaitan,

 

$400 per orang PP. :terharu Ini berangkat direct ke Chiang Mai, pulang transit Bangkok, jadi intinya beli 3 tiket one-way.

 

Kalau direct PP ke Chiang Mai kemaren itu sekitar $185-$240 (tergantung waktu beli dan tax).

Transit di Bangkok PP: $280an

 

Cheers,

Riani

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hi @samsamudro,

 

Iya, orang2 Thailand bikin kuilnya gak main2. Setiap sisik, setiap titik itu di kerjain pake tangan satu persatu. Bahkan yg kemaren saya liat ngecat dindingnya itu pake suntikan, bukan kuas lagi, supaya detailnya pas banget.

 

Dan hampir di tiap kuil itu gambar di dindingnya itu beda cerita. Misalnya di Wat Doi Suthep, itu cerita mengenai hidupnya Buddha. Di Wat Chetawan itu mengenai legenda Chiang Mai. Di White Temple itu modern art termasuk  Harry Potter, Alien vs Predator, the matrix, Minions dari Despicable me etc.

 

Selain itu detail 'sesajen'-nya agar permintaan dikabulkan beda2. Misalnya di White Temple, kita nggantung daun dari aluminium dgn tulisan permintaan kita; di Wat Doi Suthep nggantung lonceng dan nulis permintaan di genteng; di Wat Chedi Luang nggantung kertas dgn gambar shio2; di Wat Pan Tao nggantung uang dll.

 

Di pintunya ukirannya juga menarik. Karena pengaruh Hindunya kuat, jadi selain Buddha, biasanya diapit Kinara dan Kinari, Hanuman dll gitu. Juga ada unsur kebudayaan China dari patung anjing penjaga pintu seperti yg biasa ada di klenteng.

 

Cheers,

Riani

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya betul kadang kalo jadi unofficial guide kita harus lebih tau biar temen2 ga bosen ... padahal kita juga belajar sendiri ya hhaha

ditunggu cerita seru lainnyaa @rianifitria  :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Gulali56
      Berhubung sudah byk FR tentang Jepang, saya mau cerita tentang supermarket SEIYU saja hasil trip saya ke Tokyo mid November 2017 lalu.
      SEIYU ini adalah supermarket 24jam yang terletak di Basement floor di ASAKUSA ROX, plaza kecil yang seberang2an sama DON QUIJOTE di area ASAKUSA.
      Kebetulan berdasarkan saran temen2 saya yang bolak balik Tokyo, area Asakusa ini memang favorite mrk krn semua ada disini.
      Review hostel tempat saya menginap di Asakusa bisa di cek disini:
       
      Oke balik lagi ke SEIYU, supermarket ini unlike rata2 supermarket di Jepang, isi jualannya sama kyk supermarket di Indo, alias ada toiletries, snack2, onigiri, sushi, kue2, bhn2 mentah, dll.
      Kalau yang pernah baca2 , supermarket di Jepang itu rata2 jualannya aslik food groceries, jadi mo cari oleh2 coklat , shampoo, sabun mandi ya gak ada disitu. Nah makanya saya excited bgt nemu SEIYU ini. Walau buka 24jam, hrg2 nya bersaing dari DON QUIJOTE yang cuma sbrang gedung dan gak perlu ribet2 ngejar 5,000 yen biar dpt tax refund. Krn hrg after tax pun udh murmer. 
      Buat yang menginap di Asakusa dan di hostel nya ada dapur lengkap en mau irit. Saya sarankan belanja disini dulu buat stock makan irit kalian.
      Berikut hasil foto2 hasil kalap belanja di SEIYU:

      Sayur buat numis2... or nge sop? Adaa....                                                                                                      Buah2an memang mahal ya bok di Jpn

      Ayam fillet nya mayan nih buat 2-3x masak 400-an yen                                     Ini penting buat yg gak bawa rice cooker, ini nasi instan, masukin ke microwave bbrp menit lgsg jadi nasi pulen bisa isi 3 ataupun 5


      baik yg males motong sayur ataupun maunya makan salad tp murah, versi plastikan ini murmer dan bisa beli bumbu sachetan nya juga
       
      Jepang tuh negara yg serba inovatif dan instan, dari miso soup dan soup2 instan lainnya, dan tentunya berbagai macam mie instan cup kecil gede ada... jauh lbh murah dari minimarket 24jam kayak Lawson , 711 dll
       

      Dari roti, puding, churros , goreng2an sampai snack khas jepang dengan hrg lbh murah dari food stall dijalan2...  (rasa entah yak)
       
       
      Katanya belum afdol di Jepang, kalau blm ngerasain onigiri di supermarket2... yg ini lbh murah dari minimarket yg rata2 diatas 100yen. Yang donburi jauh lbh murah dari makan di resto2 kyk Matsuya maupun Yoshinoya..

      Yang bilang air mineral di Jpn mahal, ini isi 2literan.. cuman 68 yen or kurang dari 10rb                     Yang ini teh susu tp warna nya kyk air putih.. ajaibb.. (norakk)

        
      Dari nge bir, nge jus, nge yogurt, sampai minum kopi ataupun susu ..... yang foto kanan bawah, warna ijo (rak ke-3). Ini Green tea latte sehrg 95 yen,  enaaaakk bgt, endess...
      Nah foto2 yang dibawah ini kesukaan semua org buat oleh2, atao mo buat PO buat jastip dll? Yg suka beli oleh2 coklat, snack2 di Daiso maupun Don Quijote, cek sini dulu deh hrg nya..
       
      Buat yg suka beli KITKAT saya sarankan beli yg model bungkusan kyk gini isi 16pcs yg dlm nya  mini KITKAT yg diwrap satu2, cocok buat oleh2 grosiran buat temen2 kntr . Hrgnya 248 yen , kalo beli 2 bks malah jadi 470yen. Kalo udh model kotak kyk di jual di airport, dengan jml isi hampir sama, harganya bisa 600-800yen.
       
       

      Yang coklat2 ataupun permen2 dibwh 100 yen ini , biasa di jual di Daiso 100 yen plus tax ..

      nah kalo yg diatas ini mahal... kalo nemu di Daiso , produk sejenis dan pastinya beda merek.. mending beli di Daiso yg cuma 100yen
      Di SEIYU ini ada 2sistem cashier... ada yg self service cashier.. biasa org yg kemari krn belanjanya dikit biar cepet aja scan hrg sendiri, terus masukin uang pembayaran ke mesin. Berhubung eike org indo asli yg doyan dilayani, dan males mikir cara2 nya, ya antri yg ada mbak2 cashier nya.
           
      Disini plastik kecil free, tp yg size gedean byr 2 yen or cuma 250perak.

      Dan ini hasil belanja saya... plus tax 8% gak sampai 3,000 yen , buat makan 2hari dan oleh2 buat selusin org kntr yg ribet kalo saya kebanyakan tinggal cuti....
      Oiya keranjang kuning ini artinya saya udh bayar belanjaan saya, tinggal packing ke plastik sendiri.. no wonder org Jpn di indo pd betah.. diladenin mulukkk... 

      Selamat berbelanja di Supermarket Jepang 
       
      ROX Asakusa
      Address: 1 Chome-25-15 Asakusa, Taito, Tokyo 111-0032, Japan

       
    • By AL-Akbar
      Dimulai perjalanan dari Jakarta menuju Kendari, Kemudian kami sudah di jemput oleh orang dari penginapan 
      perjalanan dari Bandara menuju Dermaga tempat Speed Boat kami hanyak 40 Menit. orang biasa menyebut dengan lokasi By Pass Kendari
      setelah itu melanjutkan perjalanan laut sekitar 2 Jam dan sampailah kami di resort "Labengki Nirwana Resort" tempat menginap (kami mengambil paket tour full board All-in yang disediakan pihak ressort)
      Mejeng Dulu Depan Kamar:
      Setelah Istirahat Sejenak dan Makan siang kami langsung diajak Menuju "Blue Lagoon".. sekitar 15 Menit Menggunakan Speed Boat dari Resort
      setibanya di Blue Lagoon pemandangan nya sangat bagus pantai yang di kelilingi bukit dan tebing kars kars.. tapi masih bingung di mana posisi blue lagoon nya..
      Pantai Menuju Blue Lagoon:
      ternyata oh ternyata kami diajak menaiki lebih tepatnya memanjat karena terjal, belum ada jalan yang dibuat, benar benar alami manjat di bebatuan kars yang tajam (harus pakai sepatu karet, atau sandal gunung) sepatu saat itu kami di pinjamkan dari pihak resort, setelah sekitar 15-20 menit panjat memanjat akhirnya tiba juga di blue laggon
      blue lagoon:
      pagi hari berikutnya jam 5 pagi kami sudah bersiap di restorant resort untuk treking "Labengki Lovers Walk" untuk melihat Sekitar Resort dan "Teluk Cinta" teluk cinta ini unik karena pantai nya terlihat seperti bentuk Hati.
      Teluk Cinta:
      Pemandangan Dari Puncak Labengki:
      Treking ini dimulai dari bawah resto resort - puncak labengki - nyebrang kepulau sebrang itu naik kepuncak nya kemudian turun lagi dan pulang nya di jemput nyebrang menggunakan sampan
      keseluruhan sekitar 1 jam. (untuk labengki lovers walk hanya dapat dilakukan oleh tamu yang menginap di resort, bagi pengunjung umum hanya bisa naik kepuncak untuk melihat teluk cinta melalu sisi sebelah lain bukit tersebut)
      okeh setelah treking kami siap siap berangkat menuju kepulauan Sombori, (Sombori sudah memasukin Sulawesi Tengah, sedangkan Labengki di Sulawesi Tenggara) jadi antar propinsi hahah..
      perjalanan laut sekitar 1 jam naik speedboat, tiba di sombori diharuskan melapor dahulu dan membayar biaya retribusi kemudian meminta guide local untuk mendampingi selama di kepulauan sombori (gak tau berapa bayarnya karena paket kami sudah All-in)
      kantor Pemerintahan Sombori:
      setelah pelaporan selesai langsung nyebur untuk snorkling tepat di sekitar kantor ini.. kondisi peraian di labengki dan sombori landai tapi tiba-tiba langsung dalam seperti palung laut dari sekitar 1 meter bisa langsung ke puluhan meter..
      setelah puas snorkling kamu berangkat ke spot pertama yaitu "Puncak Khayangan".. 10 menit dari tempat tadi sampai lah di puncak khayangan, dari tempat kapal bersandar harus treking dengan jalur yang masih alami dan terjal sekitar 15 - 20 menit sampailah di puncak khayangan
      Puncak Khayangan:
      lanjut menuju spot ke 2 yaitu goa kristal.. sekitar 15 menit perjalanan dari sini, menuju sebuat goa yang dalamnya apabila di sorot dengan cahaya menyala mengkilat seperti kristal, sayangnya susah sekali tertangkap camera hanya bisa di nikmati dengan mata secara langsung.
      goa kristal:
      lanjut menuju spot ke-3 yaitu "Pantai Air Kiri" disebut begitu karena di pantainya ada sumber air tawar yang hanya bisa di ambil dengan tangan kiri. sekitar 15 menit perjalanan dari goa kristal. melewati perairan yang sekelilingnya perbukitan dan batuan kars serta pantai pantai dan pulau pulau kecil berpasir putih. akhirnya sampai dan pemandangan yang supeeer.. Pantai nya diapit oleh dua Lautan yang airnya bening seperti kaca.
      Pantai Air Kiri:
      lanjut menuju spot 4 yaitu goa berair, 10 menit saja perjalan dari pantai air kiri, menuju goa yang ada dimasuki oleh air laut, banyak terumbu karang besar disini, dan juga banyak sekali bintang laut
      goa berair:
      kemudian searah dengan perjalanan kembali ke resort kita mampir di spot ke-5 yaitu pantai "pasir panjang".. ini merupakan spot snorkling terbaik menurut saya karena banyak sekali jenis ikan dan terumbu karang nya dan juga di pasir panjang ada spot yang menjadi icon yaitu dua buah pohon kelapa yang sejajar dan bengkok, seperti pohon kembar. menikmati pantai di hamock yang dipasang di pohon iconic jadi hal yang harus disini heheh
      pasir panjang:
      selain menuju spot spot diatas banyak kegiatan yang dapat di lakukan di labengki, misalnya seperti Canoing, Flying Fox,  Snorking, Floating-Floating, Tidur di Hamock menikmati Suasana sampai main loncat loncat, di sini U can Snorkling Every Where keluar kamar langsung snorkling pun bisa, di peraian sekitar resort akan di jumpai Kima (kerang raksasa) karena disana adalah habitat species Kima
      Kegiatan lain:
      Sekian Sedikit cerita dari Labengki dan Sombori.. mohon maaf kalo berantakan heheh
      Note:
      * Asumsi Waktu Perjalanan diatas kami memakai Speed Boat 200pk (Kendari - Labengki - Sombori -  Kendari maupun Island Hooping)
       
    • By Azharchai
      Salam kenal semuanya,,,
      Saya Azhar, ada rencana jelajah Thailand 25 Nov - 30 Nov 2017
      itin Kasar:
      1. Bangkok -- hanya Ancient Siam + Asiatique the waterfront
      2. Ayutthaya
      3. Lopburi -- Sunflower farm
      4. Khao Yai -- Primo Piazza, Palio Village, Vineyard , Khao Yai national Park (kalo sempet)
       
      bagi yang minat bisa DM yaa..
       
      terima kasih :*
       
    • By Yulianayuchan
      Hi, sesuai dengan judul diatas, adakah yang ke Thailand bulan Januari 2018? Mungkin ada yang jadwalnya yang sama dengan itinerary Saya?
      Jan 13 -> CGK - Bangkok
      Jan 14 -> Lop buri dan (kalau sempat) Khao Yai
      Jan 15 -> Bangkok half day, move to Chiang Rai
      Jan 16 -> Chiang Rai
      Jan 17 -18 -> Chiang Mai
      Jan 19 - 21 -> Explore Bangkok
       
      Bila berminat, please send me a DM atau kirim email ke yuliana.yuchan@gmail.com 
      Yuk meet up dan nyasar bareng!  
       
       
       
    • By Yones deliyandra
      Mengunjungi mahkota bumi ini! Himalaya!
      Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Amazing Landscape to ABC Aku selalu bermimpi dan membayangkan untuk bisa datang melihat agungnya pegunungan ini, membayangkan setiap langkah melalui jalan-jalan setapak naik dan turun gunung, menyinggahi setiap desa-desa kuno, menyelami mistisnya Himalaya dan bersatu bersama kesunyian alam.
      Selama ini itu semua ada dibayanganku, setiap kali membaca buku-buku tentang perjalanan orang-orang dalam mencari tujuannya masing-masing ke tempat ini selalu membuatku merinding dan penasaran. Mereka selalu menggambarkan betapa indahnya jalur pendakian ini, betapa indahnya suara deru angina malam ketika udara dingin dan salju menghantam, betapa indahknya melihat gunung-gunung tertinggi dunia yang berselimut salju putih. Dan 23 April 2017 aku benar-benar melakukan perjalanan ini. Perjalanan yang semula hanya sebuah mimpi dan impian. Perjalanan yang rata-rata bagi kebanyakan orang di Indonesia, adalah perjalanan yang beresiko dan sedikit nekat, atau malah terlalu nekat. Kadang aku masih tidak percaya kalau akan melakukan ini. Tapi ya disinilah aku sekarang, aku telah melakukannya. Pada tulisan pertama ini, aku akan menjelaskan secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya. Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Annapurna Base Camp (ABC) 4.130 mdpl adalah salah satu jalur treking yang sangat populer bagi kebanyakan turis yang datang untuk menikmati keindahan Himalaya Nepal. Annapurna Base Camp sering menjadi tujuan para turis, selain banyak lagi jalur treking lainnya seperti Everest Base Camp (EBC), Annapurna Sircuit dan masih banyak lainnya. Annapurna Base Camp ini bisa ditempuh dalam 7-8 hari perjalanan naik dan turun, dan bisa ditempuh  secara independen yaitu tanpa menggunakan jasa tour travel ataupun guide. Aku dan temanku melakukan perjalanan treking ini secara independen ini, tanpa tour, guide dan porter. Tour adalah pihak yang menjual paket treking ini, biasanya lengkap dengan guide dan porter. Guide adalah pemandu atau penunjuk arah selama treking ini, guide bisa didapat bersamaan dengan tour atau bisa di sewa secara independen. Porter adalah pihak yang menjual jasanya untuk membawakan semua barang-barang kita selama treking. Biaya untuk guide dan porter berbeda-beda, tergantung negosiasi yang kita lakukan. Nah, berikut ringkasan perjalanan kami selama 15 hari di Nepal, termasuk treking mandiri ke Annapurna Base Camp.
        Day 1,  23 April 2017 Jakarta - Kathmandu Berangkat dari Jakarta dengan maskapai Malindo Air, kebetulan kami dapat harga promo 2.8 juta Rupiah untuk Pulang-Pergi Jakarta-Kathmandu, murah kan… hehe   Namaste Nepal dan VISA Setelah delay sekitar 2 jam, akhirnya pesawat kami berangkat dan sampai di Kathmandu pukul 11 malam. Sesampai di bandara Kathmandu kami lansung mengurus Visa, imigrasi dan bagasi. Beruntung kami sudah melakukan registrasi untuk Visa ini secara online di web imigrasi Nepal (https://www.nepalimmigration.gov.np/). Jadi kami hanya membawa kertas printout bukti kita sudah apply online, langsung melakukan pembayaran sebesar $25 USD tanpa lagi mengisi form. Setelah dapat bukti bayar, langsung ke imigrasi gate untuk mendapatkan striker Visa, dan Namaste.... Welcome to Nepal, have a nice trip, ucap petugas imigrasinya. Visa Nepal     Menuju Thamel Dari bandara menuju daerah Thamel kami menggunakan taxi dengan ongkos 500RN, harus nego dulu ya, karena biasanya mereka menawarkan sampai 800RN   Penginapan di Thamel. Karena kami sampai di Kathmandu sudah tengah malam, jadi penginapan di Thamel sudah pada tutup. Setelah menggedor salah satu pintu hostel, dapatlah kami kamar yg lumayan nyaman dengan membayar 1000Rn. Hotel Sun Way Inn di Thamel Kathmandu Day 2,  24 April 2017 Menuju Pokhara Treking Annapurna Base Camp ini di mulai di kota Pokhara, itu sekitar 8 jam perjalanan dengan bus dari Kathmandu. Kami naik bus tourist dari Thamel dengan ongkos 700Rn, bus berada di sepanjang jalan Kantipath, dan semua bus akan berangkat jam 7 pagi. Tidak masalah kita beli tiket lansung di tempat, karena kami beli tiket lansung di tempat. Tourist Bus   Interior Tourist Bus Permit ACAP dan TIMS Ini adalah izin yang wajib dimiliki oleh setiap treker, kedua Permit ini bisa di urus di Kathmandu atau Pokhara, kebetulan kami mengurusnya di Pokhara yaitu di Pokhara Tourist Service Center. Kantornya tidak jauh dari terminal bus dekat dengan kantor polisi. Jika bingung, bisa tanyakan dengan supir taxi, dan mereka akan lansung mengantarkan kita ke kantor ini.   Jenis Permit Biaya Syarat TIMS 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar ACAP 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar     Pokhara Tourist Service Center   Pokhara Tourist Service Center TIMS & ACAP permit for treking advice     Menginap di Pokhara Malam ini sebelum treking esok hari, kami istirahat dan menginap di daerah Lakeside. Disini juga kami memilah barang bawaan yang akan dibawa. Barang-barang yang tidak diperlukan, kami titipkan di hotel. Ini sangat penting, karena treking mandiri tanpa guide or porter itu, artinya kita akan membawa barang kita sendiri selama pendakian, jadi jangan sampai ini menyusahkan diri sendiri. Bawalah barang seminim mungkin dan cukup untung mendukung selama pendakian.   Day 3 - 9,  25 April 2017 – 1 May 2017 7 days Treking to Annapurna Base Camp Annapurna Base Camp Treking Map Tanggal Jalur Treking Day 1. 25 April 2017 Nayapul – Kimmrong Day 2. 26 April 2017 Kimmrong – Chommrong Day 3. 27 April 2017 Chommrong – Himalaya Day 4. 28 April 2017 Himalaya – MBC Day 5. 29 April 2017 MBC – ABC – Deurali Day 6. 30 April 2017 Deurali – Chommrong Day 7. 1 May 2017 Chommrong – Siwai   Untuk lama treking ini sebenarnya tergantung kecepatan trek yaa, jadi bisa saja lebih cepat atau lebih lama. Itu adalah trek yang kami yang lalui menyesuikan dengan kondisi dan semangat per harinya, jadi ada yang lumayan jauh, tapi ada juga yang tidak begitu jauh. Treking day 1. Nayapul – Kimmrong Dari Pokhara ke Nayapul bisa menggunakan taxi, lama perjalanan sekitar 1,5 jam dengan ongkos 1600Rn (tergantung nego yaa). Dari Nayapul ke Gandruk, info dari teman bisa menggunakan local bus atau jeeb/taxi. Rencana kami menggunakan bus, tapi karena jadwal nya tidak tentu, akhirnya kami memutuskan untuk naik jeep. Sebenarnya treking sudah bisa dimulai dari sini, tapi demi menghemat waktu dan energy, kami memilih untuk menggunakan jeep. Lama menggunakan jeep dari Nayapul ke Gandruk 1,5 jam dengan hasil tawar menawar ongkos 1300RN untuk 2 orang. 
      Disini nanti akan ada pengecekan untuk permit yang sudah kita buat.  TIMS Check Post   ACAP Check Post Dari Grandruk kami mulai treking, lumayan cape hari pertama ini, dan kami memutuskan untuk menginap di penginapan pertama di daerah Kimmrong     Treking day 2. Kimmrong – Chommrong Kimmrong menuju Chommrong jalurnya terlihat seperti jalur trekking Gunung-gunung di Indonesia, hutan-hutan dan jalan yang naik turun bukit. Tapi view nya indah banget. Hari ke dua ini bagiku sangat melelahkan walaupun sebenarnya kami bisa lebih jauh lagi, tapi karena kondisi fisik yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya kami menginap di tempat ini Chommrong.     Treking day 3. Chommrong – Himalaya
      Chommrong sudah cukup dingin, bahkan sore hari sudah turun hujan es disini. Pemandangan dari lodge kami sangat indah dan kereeen. Pegunungan Himalaya bersalju tampak luar biasa dari jendela kaca jendela kamar. Di Chommrong kami meninggalkan beberapa barang lagi, karena menurutku ransel carrier kami makin berat ajaaa. Chomrong ke Himalaya dengan jalur yang terus naik dan sudah sering hujan, jas hujan sangaat membantu.
        Treking day 4. Himalaya – MBC Dingin bangeeet. Jalur ini sudah berhadapan dengan jurang-jurang salju curam membuat kita harus extra hati-hati. Jalur sedikit landai dan naik lagi dan terus naik. Berjalan berdampingan dengan sungai deras dan gunung bersalju menbuat aku diam seribu bahasa, hanya ada pandangan takjub, suara nafas terengah-engah dan deru sungai, sesekali suara burung gagak.    

            Treking day 5. MBC – ABC – Deurali Amazing Landscape to ABC Today is big day. Hari ini aku akan sampai di peraduan mu Annapurna Base Camp. Setelah sarapan yang cukup kami bergegas untuk segera naik menuju ABC. Jalur ini benar-benar jalur terindah dan luar biasa bagi ku, seakan tak percaya aku disini sekarang. Begitu dekat dikelilingi gunung-gunung Himalaya putih bersalju, langit biru yang benar-benar bersih dilengkapi dengan cahaya matahari pagi yang menghangatkan tubuh. Allahuakbar, tak ada yang seindah ini. Terus naik perlahan, bertemu teman-teman sependakian yang bergerak turun, sementara kami terus naik naik. Semangat dari mereka terus menyemangati ku.   Aku sampai… ya aku sampai… impian aku sudah menjadi nyataa.. Berdiri disini.  Annapurna Base Camp 4.130 mdpl   Annapurna Mountain  
      Setelah puas di ABC kami mulai berjalan turun, target 2 desa di bawah untuk menginap malam ini. Cuaca di atas  jam 11 sudah mulai tidak bagus, hujan badai menemani perjalanan turun kami.   Treking day 6. Deurali – Chommrong Deurali – Himalaya – Dovan – Bamboo – Sinuwa – Chommrong. Hari ini benar-benar menguras energi bagi ku. Di Chommrong kami menginap di lodge yang sama dengan waktu kami naik. Treking day 7. Chommrong – siwai Chommrong – Jhinu – New Bridge – Kymi – Siwai. Siwai – Phokara bisa menggunakan jeep atau local bus.   Day 10, 2 May 2017 Phokara. Setelah pendakian beberapa hari, hari ini kami habiskan untuk istirahat dan membersihkan barang-barang selama pendakian.   Day 11, 3 May 2017 Phokara, disini kita menghabiskan waktu untuk jalan-jalan explore Phokara   Day 12, 4 May 2017 Phokara - Kathmandu   Day 13, 5 May 2017 Explore Kathmandu   Day 14, 6 May 2017 Explore Kathmandu   Day 15, 7 May 2017 Kathmandu - Jakarta

      Begitulah penjelasanku secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya ya.

      Bersambung...
      Silakan berkunjung di blog aku juga https://yonesfd.blogspot.co.id/2017/11/nepal-dream-come-true.html hehehehe
    • By devi admaja
      Tak terasa sudah waktunya kantor kami outing lagi , awalnya saya selaku koordinator mengajukan untuk ke luar kota Lampung dan bermaksud ke Bogor , setelah cari info kanan kiri pimpinan setuju , apa daya budget ga masuk , akhirnya kami kongkow dan beberapa dari kami (termasuk saya) belum pernah ke dufan akhirnya saya maju lagi dan setelah pjg lebar pimpinan setuju , dan budget-pun setelah dihitung bisa direalisasikan , saatnya pengajuan ke kantor pusat kami , dan setelah perjuangan , revisi , revisi & negosiasi alot dgn kepala bagian saya di pusat berhasil & begitu sampai di meja direksi , proposal saya kandas seperti kapal karam . dikarenakan dateline proposal 1 minggu lagi maka saya harus gerak cepat memutuskan mau kemana , cari info kesana kemari resort yang punya vendor outbound di Lampung , pada awalnya saya tertarik dengan Suak Sumatra , salah 1 resort baru , saya hubgi marketing officer-nya , dikarenakan jumlah ruangan yg terbatas , harga yg masih lumayan mahal (1,4jt per org per malam) dan tidak adanya vendor team building (kami harus bawa sendiri dari luar) , maka ga jadi ke Suak. Okey hari makin mepet akhirnya saya hubgi Grand Elty (LAGI) , kami sudah bekerjasama selama 3 thn berturut2 ini dan kalo cuma di seputaran resort-nya saja mungkin bisa bosan yah hahahaha. Dan dikarenakan pimpinan saya berjiwa petualang , beliau tanya kalo mw sebrang pulau bisa tdk , dan pihak BISA. Ada 2 pilihan , ke sebuku dengan durasi perjalanan 1,5jam or liat2 Gunung Anak Krakatu durasi 3jam (cuma LIAT2 doang , karena sekarang sudah tdk boleh di explore lagi , iyalah lama2 hancur diinjak2 terus). Okey setelah nego menego harga akhirnya disepakati kami akan outbound ke sebuku & snorkling disana. 
       
      Hari H-pun tiba (28102017) berangkat dari Bd.Lampung jam 7 teng teng menuju elty perjalanan 1,5jam. Sampai di elty kami drop barang2 kami. Jam 9 pagi kami berangkat menuju sebuku , perjalanan 1,5jam naik kapal. Beginilah penampakan kapalnya. 
      Kami menyew2 kapal , kapasitas kapal katanya 30 org , jumlah kami 38 org , terus terang saya juga mabok naik kapal ini , memang saat meeting dgn pihak elty sudah diberitahukan bahwa akan naik wooden  boat , tapi dlm benak saya bukan wooden boat begini hahaha , banyak teman2 yg akhirnya muntah dalam perjalanan (kondisi cuaca cerah , tapi memang ombak & angin agak besar) , saya-pun ikutan mabok jg walopun tdk sampai muntah , saya hanya kentut melulu hahahahaaa. . . selaku panitia mesti keliatan tegar gt
      Voilla...akhirnya hampir sampai...berikut penampakannya : 

       

      Berhubung mayoritas saya  mengambil view-nya pakai video maka saya  screenshot saja yah. 
      Tampak pasir putih membentang , memang pulau tak berpenghuniii, untung bawa makanan byk banget kuatir ga bisa balik karena ombak (maklum emak2 jd kuatirnya byk)  

       

      Yuk...bongkaran

       
      Namanya pulau tak berpenghuni , jangan harap ketemu cowo2 ganteng or cewe2 cantik , ketemu nenek2 aja uda syukur huehehehe... Oiya awalnya dikasi tau kalo ga ada toilet , wah mikirnya nti kencing dimana , katanya langsung aja nonkrong di laut (wah langsung mikir pantesan air laut asin) wahahahaa... Tapiii..rupanya ada kok toilet daruratnya , dan dibutuhkan usaha dlm ngambil airnya , kita mesti NIMBA dari sumur , untung aja dulu pernah belajar nimba hehehhee... Ini penampakan muka toiletnya (rumahnya yah bukan kapalnya)

      Oiya suasana-nya makin sore makin serem , uda gt air laut makin naik , dan ada beberapa temen bilang kok ada bau bangkai gt (saya tdk merasakan bau sih) , oh mungkin empu-nya pulau sudah tidak berkenan kami lama2 disitu , ya sudah akhirnya kami putuskan untuk lanjut ke spot untuk snorkling , perjalanan cuma 10 menit karena kapal cuma berbelok aja , mayoritas dari kami tdk snorkling (termasuk  saya)

      Okey setelah snorkling , kita balik lagi ke dermaga grand elty , perjalanan pulang seperti biasa lebih baik dari perjalanan pergi , yang mabok sudah tidak gitu mabok lagi , oiya beberapa dari kami dapat kelapa dugan dari penduduk asli sana (makasih yah pak :) ) , daging kelapa dugannya tuebel banget tapi lembut (sumpe nyesel ga bawa sendok pamungkas hhuhuhu). Balik k elty uda sore , dan sejauh mata memandang kami berada di laut lepas 

      Sesampai di elty kita check-in hotel 


      Dan setelah sampai kami semua istirahat untuk acara kebersamaan kami di malam hari :) 
      Sekian cerita ke pulau sebuku , bagi saya selama tinggal di Lampung semua pulau yang disebrangi pemandangannya kurleb sama , dengan hamparan pasir putih yang panjang , pepohonan hijau , terumbu karang dan air jernih berwarna hijau biru. . . Tuhan menciptakan alam dan seisinya begitu indah sampai keindahannya tiada habisnya , dari pulau 1 ke pulau yg lain. Sampai jumpa di cerita berikutnya. Thanks