Sign in to follow this  
rianifitria

Jalan2 Ke Chiang Mai

24 posts in this topic

Belum lama ini saya dan teman2 pergi ke Chiang Mai, Thailand. Ini tempat terjauh yg pernah saya kunjungi sampai sekarang (biasanya turis lokal di Jawa saja), pertama kalinya jalan dengan teman2 sekolah dulu dan pertama kalinya menjejakkan kaki di luar rumah tanpa tujuan yang jelas.
 
Ini juga awalnya adalah budget holiday, tapi akhirnya gak budget sama sekali karena sebab2 tertentu.Emoticon%20Terharu2.gif
 
Kami tinggal di Chiang Mai selama 4D 3N sebelum pergi ke Bangkok 1N1D, karena teman saya maksa mau shopping di Terminal 21. Ini adalah ide yg buruk karena harga tiket pesawat-pun melambung. Direct flight ke Chiang Mai PP sekitar $240; ditambah transit ke Bangkok pas pulang jadi $400. Transit di Bangkok PP sekitar $280, tetapi jam-nya gak bagus.
 
Kami tinggal di M Hotel Chiang Mai, semalamnya sekitar $60. Hotelnya bagus dan lokasinya juga lumayan strategis. Dan yang paling penting, di sebelah hotel ada Burger King 24 jam (kebetulan yg akan membantu banget nantinya). Juga karena lokasinya persis di sebelah Tha Phae Gate, gampang buat ngasih arah ke para supir2 tuk tuk, taxi, tour dll.
 
Hari 1: Chiang Mai
 
Mendarat di Chiang Mai jam 2 siang. Teman perlu makan, jadi makan mie di Bandara, THB 175. Taxi dari Bandara ke Hotel, THB 150.
 
Mulai jam 4 keluar Hotel untuk mencari Travel Agent untuk menyelesaikan itinerary hari2 berikutnya.
 
Tadinya saya mencoba membuat itinerary yg ala backpackers, tetapi karena permintaan teman2 agak berat, jadi agak susah juga jalan2 murah meriah. Selain itu ternyata diskon Travel Agent lokal itu lumayan banget. Misalnya, Jungle Flight, kalau dibook online mintanya THB 2100, kalau pakai Travel Agent lokal bisa cuma sekitar THB1800an.
 
Kami memakai TravelHub yg kantornya persis di sebrang Tha Phae Gate.
 
Dari TravelHub kami jalan sampai daerah pasar malam. Dari Tha Phae gate tinggal jalan lurus terus dan belok di jalan sebelum sungai. Intinya, kami mengikuti jalur hijau dari peta dibawah ini, dimulai dari no.18 (Tha Phae gate) ke no.23 (Anusarn Night Market).
 
11416165_10206200676632420_3369542377625644735_o.jpg
 
Sepanjang jalan ada 4 kuil yg bisa dikunjungi (Wat Mahawan, Wat Chetawan, Wat Bupparam dan Wat Saen Fang).

 

11393168_10206200725393639_3440795308327248835_n.jpg

 

Pasar malamnya ada di sepanjang jalan Chang Klang Road (garis vertikal hijau di peta). Melewati Kalare Night Market/Bazaar/Food Centre, yang menurut saya barang2nya lumayan menarik dan beda. Sedikit lebih mahal dari Sunday Night Market, tapi ada beberapa kios yg bener2 unik dan gak bisa ditemukan di tempat2 lain. Night Bazaar Trade Centre ini kaya Pasar Seni, banyak hasil2 kerajinan dan para pelukis yang bekerja langsung di tempat, kayaknya lebih ke export-import bukan suvenir masuk ransel. 

 

Lalu sampai ke perempatan penting buat orientasi arah karena ada Le Meridian, McDonald, Burger King dan Starbuck, jadi mudah diingat. Lanjut menuju ke Anusarn Night Market yg berada di bawah tenda putih. Ada satu atau dua kios yang menarik, tapi kebanyakan barang2nya rata2 suvenir biasa.

 

11401224_10206200770394764_400069071628149513_n.jpg

 

Di dalam Anusarn Night market ini juga ada Ladyboy Cabaret Show. Harganya THB 200 perorang dan dapet 1 minuman gratis. Mulai acaranya jam 9 malem. Kalau mau dapet tempat duduk yg enak di depan (dan bakalan diganggu sama penari), datang sekitar jam 8.30an.

 

Biasanya gampang dicari karena para artis-nya ada di depan daerah panggung manggilin penonton. Teman saya lumayan terpesona oleh mereka. Setelah acara (2 jam) bisa foto dengan para artis di luar daerah panggung. Setelah foto perlu mengetip seorangnya THB 20 (mereka bakalan mengingatkan).

 

11111624_10206200687432690_7725480415611252086_n.jpg

 

Hari 2: Chiang Rai

 

Bangun jam 5 pagi, sarapan jam 6, dijemput mobil untuk tur ke Chiang Rai jam 7.

 

Jam 6an itu toko2 belum pada buka, dan satu2nya yg jualan makan pagi jam 6 di sekitar Hotel M cuma Burger King. Ada Subway 24 jam di belakang hotel, cuma mereka baru mulai jualan jam 7 pagi. Saya rasa ada banyak penjual makanan di pinggir jalan yg jual sarapan jam segitu, cuma gak nemu di sekitar hotel, jadi terpaksa BK (sekitar THB 175-195).

 

Tur 1 hari ke Chiang Rai ini THB 1000 perorang, dari jam 7 dijemput di Hotel dan dibalikin ke Hotel jam 9 malem.

 

Acaranya dalam tur:

  • Visit Mae Khajan hot springs : Sebenernya cuma tempat peristirahatan yg ada semburan air alami.
  • Wat Rong Khun (White Temple) : Bagus, disini cuma 50 menit, gak cukup waktu buat foto2 semua.
  • Have lunch : Buffet, lumayan enak.
  • Visit Golden Triangle : Sungai lebar dan gak ada apa2nya, paling cuma patung Buddha menandakan Thailand.
  • Boat trip on the Mekong to Laos Island (nambah THB 300) : Kecil dan isinya tas2 palsu dari China dan arak ular.
  • Visit border market at Mae Sai : Mae Sai itu perbatasan dan disini banyak batu2 untuk para pecinta batu.
  • Visit Yao hill tribe village : Satu daerah, ini bagian depan.
  • Visit Akha hill tribe village : Satu daerah, ini bagian belakang.
     


10171720_10206200978999979_5194953538620282095_n.jpg

Pulangnya kami minta diturunkan di Warorot Night Market untuk cari makan. Disini banyak penjual makanan ringan, tidak ada tempat duduk untuk makan. Harganya berkisar THB 5 (sate sosis dan sate bakso), THB 10-40 (serangga), THB 20 (smoothie buah, roti, cake), THB 30 (ketan dan mangga). Selain itu isinya penjual2 barang2 untuk kebutuhan lokal, seperti pasar biasa atau Mangga Dua.

 

Pulang dari Warorot ke Hotel M naik seong thaew (mikrolet merah), THB 20 perorang.

 

Hari 3: Chiang Mai

 

Hari ini tidak ada tur, jadi kami bangun agak lebih siang, jam 9an. Sarapannya di rumah makan kecil di sepanjang jalan sekitar hotel (Mun Mueang Road), disebelahnya The An Teak hotel. Kho Soy, Nasi goreng dan Kwetiauw harganya sekitar THB 70-85, minuman (es teh, kopi dll) sekitar THB 45-50.

 

Dari sini naik seong thaew ke kuil Doi Suthep yang ada di atas gunung, THB 100 per orang. Di Doi Suthep bayar tourist fee THB 30 per orang.

 


1476569_10206201107763198_1239006371058102712_n.jpg

 

Dari Doi Suthep pergi menjemput teman di Airport, melewati daerah Nimman (Nimmanhamin) yg baru dikembangkan dan mendapatkan reputasi sebagai pusat hipster cafe dan digemari para bule. Ini jalan memakai seong thaew lagi, THB 100 per orang, dan terjebak macet berat karena Raja lagi datang jadi banyak jalan yg ditutup.

 

Dari Airport, belanja snack dulu di supermarket Top di Airport Plaza. Lumayan buat oleh2, harganya 1 snack sekitar THB 20-30 dan banyak pilihannya, termasuk serangga goreng. Sayangnya makan tempat banget di koper, karena packnya kaya potato chips. Naik taxi dari airport ke airport plaza THB 100.

 

Dari Airport plaza, balik ke Hotel buat nurunin belanjaan, terus berangkat ke pusatnya kota tua: The 3 Kings Monument. Ini alun2 kota tua dengan 2 museum kebudayaan di depan dan belakang alun2, Wat Sadeau Muang (kuil tonggak fondasi pertama Chiang Mai), Lana Historical Centre, penjara Wanita, dan (yg paling penting untuk teman saya) Naraya cabang Chiang Mai. Naik tuk tuk dari Hotel THB 60.

1795674_10206201196325412_6766427146256619158_n.jpg

 

Malamnya kami pergi ke Khantoke dinner di Old Cultural Centre, Wua Lai. Makanan khas Chiang Mai (free refill) sambil menonton tarian2 tradisional Thailand. Harganya THB 620 per orang, diantar jemput dari Hotel. Tadinya berencana pergi ke Wua Lai Saturday Night Market yg ada di dekat situ, tapi karena besok bangun pagi gak jadi.

 

1476453_10206201227526192_5953324533915325656_n.jpg

 

Hari 4: Chiang Mai

 

Sarapan jam 6 di BK lagi. Jam 7 dijemput di Hotel untuk pergi ke Jungle Flight, yaity Flying Fox di tengah hutan. Harganya THB 1800 per orang.

 

Lumayan seru juga. Hehe. Ini foto2 teman segrup.

 

 

10955167_10206201307888201_4741172652145845024_n.jpg

 

 

Dibalikin ke Hotel jam 2an. Dari Hotel kami jalan ke Wat Chedi Luang yang strategis dekat dengan Sunday Night Market naik tuk tuk. Dari Wat Chedi Luang kami jalan pelan2 balik ke Hotel sambil melihat2 Sunday Night Market sepanjang Rachadamnoen Road. Dari peta diatas ada di jalur hijau dari no.15 ke no.18.

 

 

11427799_10206201391650295_3014883671443869029_n.jpg

 

Dari Hotel kami langsung menuju airport untuk menuju ke Bangkok.

 

Hari 5: Bangkok

 

Di Bangkok kami tinggal di Wellness Residence, harganya 1 malam $38, persis di seberang Terminal 21.

 

Di Terminal 21, makanannya di Food Court ternyata murah. Harganya sekitar THB 30-50, minum sekitar THB 15-25, air THB 7.

 

Harga barang2 lainnya gak murah, cuma variasinya lumayan banyak dan lumayan berbeda dari tempat2 lainnya (seperti Platinum Mall). Ada beberapa toko yang hanya bisa ditemukan disini (menurut teman2) seperti Merimies dll (sudah lupa yg lainnya).

 

11401060_10206201399570493_6547325754414936504_n.jpg

 

Dan begitulah perjalanan saya dan temen2 ke Chiang Mai dan Bangkok.

 

Beberapa pesan:

- Jangan lupa bawa obat2an, terutama Tolak Angin, obat diare dan handy-plast (plus antimo kalo perlu).

- Cuacanya di bulan Apr-Jun itu panas terik luar biasa. Pas kami datang itu suhunya rata2 34 derajat, seminggu sebelumnya suhunya mencapai 42 derajat.

- Rajin2 makan dan minum. Karena panas banget jadi setiap kali jalan penginnya minum saja, malas makan. Ini jangan diikuti, paksakan makan biarpun sedikit.

- Nancy Chandler map berguna banget. Soalnya ada tanda2 buat restoran vegetarian dan halal. Kalau perlu bisa PM saya, saya punya scan-nya.

- Es krim magnum di 7-11 THB 40, di tempat lain (warung dll) THB 50.

- Pakai celana panjang atau bawa sarung/syal kalau jalan. Soalnya banyak kuil2 di jalan, jadi bisa keluar masuk tanpa ribet minjem kain dari kuil. Juga supaya gak kebakar sinar matahari.

- Bawa traveller adapter/colokan listrik berbagai kepala dan steker tambahan (min 5 lubang). Hotel M stekernya banyak, tapi Wellness Residence cuma 2.

 

:melambai

Cheers,

Riani

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah nampaknya seru.Thank you sharing nya ^^

Btw perginya ber-berapa ya? Krn saya mo ke Chiangmai juga November nanti. Masih bingung sempet/tdk nginep ke Chiangrai.

Kalo pergi pake tour begitu biasanya lbh murah kalo banyakan pastinya.

Nanti saya PM minta scan map nya ya :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hi @Gulali56,

 

Sama2 ^^

 

Kemaren itu kami berempat yg jalan ke Chiang Mai. November itu menurut guide saya kemaren adalah waktu yg enak dan adem karena musim 'dingin', juga masa2nya tourist season (kayaknya pada tahu kalau musim panas itu panas bangetzzzz!).

 

Dilihat dari itinerary tour kemaren sih, emang kayaknya lebih baik kalo nginep semalem di daerah Chiang Rai kalau mau lihat2 lebih lagi. Karena kemaren itu bener2 cuma sekelibat saja dan yg lama nyetirnya; 3.5 jam dari Chiang Mai ke Chiang Rai.

 

Bisa di cek sama travel agent-nya, mungkin bisa dapet harga lebih murah kalau satu grup besar. Van-nya yg kemaren itu muat 10 orang + 1 guide + 1 supir. Alternatif lainnya adalah rental mobil, sekitar THB 3000an sehari (24 jam), gak termasuk supir dan bensin. Nyetirnya pake GPS. Kemaren emang mikir mau rental mobil gitu, sayangnya gak ada yg bisa nyetir dengan aman (yg ugal2-an banyak), jadi gak jadi.

 

Sip, sip, nanti ku-email petanya

 

Cheers,

Riani

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hi @deffa,

 

Iya, akhirnya jadi ke Chiang Mai dan ke Chiang Rai. Ini bener2 gak ada rencana ke Chiang Rai sebelumnya, spontan pas di travel agency-nya temen minta ke Chiang Rai. Ya akhirnya berangkatlah kita. Lumayan deket, kaya Jakarta-Bandung lah, 3.5 jam perjalanan satu arah.

 

Ah, paket turnya:

Chiang Rai 1 day tour: THB 1000 per orang + THB 300 per orang buat naik perahu di Mekong River. Bisa gak naik perahu, cuma ya duduk2 di dermaga sekitar 1.5 jam nungguin mereka balik sebelum berangkat ke tempat berikutnya.

Jungle Flight: THB 1800 per orang

 

Kedua tur tersebut join-in gitu.

 

Ada juga tur2 lainnya yg kemaren kita sempat pertimbangkan tapi gak jadi.

Elephant riding & bathing tour:

Paling murah THB 700 per orang, ini pake mandiin tapi gak naik. Kalau pake naik + THB 800 per gajah (naik 2 orang). Ini sebenernya karena ada temen satu yg pengen mandiin tapi gak mau naik gajah.

Biking tour ke Mae Ngat Dam: THB 3500 per orang

Biking & Kayaking tour ke Mae Ngat Dam: THB 1950 per orang

 

Cheers,

Riani

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hi @deffa,

 

Sip, sip, semoga kesampaian.

Iya, kemaren itu saya banyak riset tour dan backpacker guide ke Chiang Mai. Jadi kalau perlu nanya2 lagi boleh, biar gak sia2 risetnya. :santai Hehe

 

Cheers,

Riani

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hi @Octobrian Panjaitan,

 

$400 per orang PP. :terharu Ini berangkat direct ke Chiang Mai, pulang transit Bangkok, jadi intinya beli 3 tiket one-way.

 

Kalau direct PP ke Chiang Mai kemaren itu sekitar $185-$240 (tergantung waktu beli dan tax).

Transit di Bangkok PP: $280an

 

Cheers,

Riani

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hi @samsamudro,

 

Iya, orang2 Thailand bikin kuilnya gak main2. Setiap sisik, setiap titik itu di kerjain pake tangan satu persatu. Bahkan yg kemaren saya liat ngecat dindingnya itu pake suntikan, bukan kuas lagi, supaya detailnya pas banget.

 

Dan hampir di tiap kuil itu gambar di dindingnya itu beda cerita. Misalnya di Wat Doi Suthep, itu cerita mengenai hidupnya Buddha. Di Wat Chetawan itu mengenai legenda Chiang Mai. Di White Temple itu modern art termasuk  Harry Potter, Alien vs Predator, the matrix, Minions dari Despicable me etc.

 

Selain itu detail 'sesajen'-nya agar permintaan dikabulkan beda2. Misalnya di White Temple, kita nggantung daun dari aluminium dgn tulisan permintaan kita; di Wat Doi Suthep nggantung lonceng dan nulis permintaan di genteng; di Wat Chedi Luang nggantung kertas dgn gambar shio2; di Wat Pan Tao nggantung uang dll.

 

Di pintunya ukirannya juga menarik. Karena pengaruh Hindunya kuat, jadi selain Buddha, biasanya diapit Kinara dan Kinari, Hanuman dll gitu. Juga ada unsur kebudayaan China dari patung anjing penjaga pintu seperti yg biasa ada di klenteng.

 

Cheers,

Riani

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya betul kadang kalo jadi unofficial guide kita harus lebih tau biar temen2 ga bosen ... padahal kita juga belajar sendiri ya hhaha

ditunggu cerita seru lainnyaa @rianifitria  :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Titi Setianingsih
      Saya tidak bisa berenang, dan paling takut jika melakukan wisata air. Baik itu berupa naik perahu keliling pinggiran laut, diatas danau ataupun sungai, rasanya ngeri membayangkan jika perahunya mengalami kecelakaan, maka saya yang tidak bisa berenang akan klelep dan,,,,,,,,tidak berani membayangkan kejadian pahit itu.
       
      Namun tidak diduga sama sekali, mengapa tiba2 saya berani melakukan rafting ? Yang pertama karena selalu disemangati oleh sahabat saya yang sama2 punya hobby travelling. Kedua, kebetulan mendapat guide yang bisa meyakinkan saya untuk bisa melakukan rafting, bahkan dengan bahasa sederhananya “Ibu nanti di perahu diam saja, pegangan, dan menurut apa kata pemandu, In Sya Allah bisaâ€. Dan ternyata, pemadunya juga mudah dalam menyampaikan petunjuk rafting, hanya dengan 3 macam aba2 yang mudah diingat dan dilaksanakan. Bismillah,,,,,saya siap ber-rafting,,,!!!
       
      Dan,,,,,Songa rafting menjadi pilhan kami, karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal sahabat saya. Okeeyyy,,,,sesudah memakai peralatan berrafting berupa helm, baju pelampung dan dayung, kami naik ke mobil pick up untuk menuju Sungai Pekalen, kami mengambil tracking untuk pemula. Kurang lebih 30 menit kami sampai ke lokasi, debu jalanan menuju sungai Pekalen beterbangan seiring dengan hembusan angin yang kencang, karena saat itu musim kemarau. Air sungaipun tidak terlalu deras, maklum kami pemula, jadi belum berani mengambil kelas advance dimana di kelas tersebut banyak sekali jeram2nya bahkan ada air terjun yang siap diarungi.
       
      Kami satu perahu ber 6 termasuk pemandunya, hanya berdua yang tidak bisa berenang, yaaaaa harus dicoba karena itu sudah menjadi chalenge kami. Sebentar2 kami berteriak histeris jika mendapati jeram yang cukup deras. Masing2 jeram ada namanya tergantung deras / tidaknya air sungai dan macam bebatuan yang ada di sungai itu. Jika kami temui air sungai yang tenang dan tidak berbatu, peserta dipersilahkan turun untuk bermain-main air sungai dan berenang disitu. Sesudah puas berbasah2an perjalanan dilanjutkan lagi hingga sampai ke tempat persinggahan. Di sini para pserta dipersilahkan turun dari perahu, dan istirahat di rumah bambu untuk menikmati ubi rebus dan air kepala muda. Nikmatnya luar biasa.......sesudah itu melanjutkan perjalanan yang masih separohnya.
       
      Petualangan terakhir mengambil tracking yang agak berat, sungainya banyak bebatuan dan jeramnya lumayan kencang, agak panik ketika itu, karena kulihat pemandu agak kesulitan mengendalikan jalannya perahu. Oh ya, kami diiringi oleh satu perahu lagi yang memuat tim penolong /rescue team kurang lebih ada  4 (empat) orang.
      Dan, kami menjadi paham mengapa dalam rafting ini diperlukan adanya rescue team, karena kita tidak menyangka bakal terjadi kendala dalam tracking ini. Seperti ketika kami melewati jeram terakhir itu, batu besar menghadang perahu kami, dan perahu tersangkut di bebatuan, kami pada berjatuhan ke sungai, masing-masing menyelamatkan diri. Tentu saja, saya yang tidak bisa berenang paling lama dalam berjuang menyelamatkan diri. Dan karena tubuh saya yang terlampau besar, maka pemandu agak kesulitan mengangkat tubuh saya, begitupun saya tidak bisa berusaha mengangkat tubuh saya sendiri ke atas perahu,,,,,,,,,
       
      Di tengah perjuangan saya ini, terlihat teman2 saya yang sudah berhasil naik ke perahu tidak menyia-nyiakan waktu untuk berselfie ria, berpose heboh seperti layaknya tidak terjadi musibah kecil barusan,,,,,inilah salah satu kegembiraan berrafting hahahaha (kata mereka).
      Daaaan,,,dengan susah payah akhirnya saya bisa naik perahu, alhamdulillah...dan teman2 sayapun bersorak gembira melihat saya sudah bisa didalam perahu bersama mereka kembali,,,,,foto2 selfie pun dilanjutkan kembali,,,,,,amaziiing,,,terima kasih teman2ku, terima kasih pemanduku,,,berkat kalian saya bisa menikmati rekreasi yang menantang ini,,,,,,,,SUBHANALLAH,,,!!!!
       
      So, jangan takut wahai para pemula perafting, walau tidak bisa berenang buktinya saya bisa menikmati nya. Ayoooo jangan tunda lagi,,,cobalah, tidak terlalu mahal kok bayarnya, ketika itu Agustus 2014 tarifnya masih Rp. 210.000 untuk pemula.  Fasilitas yang didapat berupa minuman selamat datang (welcome drink), peralatan standar (helm, dayung, pelampung, perahu karet), air mineral bekal pengarungan, transportasi lokal (shuttle service), guide, rescue team, snack dan kelapa muda, makan siang, asuransi, rafting trip 10 km
       
      Dari manapun keberangkatan kalian, tujulah Surabaya terlebih dahulu, dari Surabaya bisa menggunakan bus jurusan Probolinggo, tiket bus tidak mencapai  Rp. 50.000,-
      Selamat mencoba berrafting yaaaaa,,,,,!!! Salam Jalan2,,,,,,

    • By hildaveronica
      hallo semua, salam kenaaaaal. masih nyubi disini tp mau share cerita tentang trip ke Lampung kmaren. muehhehee
       
      Hari Minggu kmaren baru banget pulang dari Lampung. Tujuan utamanya sih sebenernya liat sunrise di atas Gunung Anak Krakatau tp iten lainnya nemu pantaaaaaaaaaaaiiiiii.
      Berangkat dr Bandung jam 3 sore nyampe Merak jam 11 malem dan langsung naik kapal Ferry sekitar 3jam-an lamanya.Rasanya rontok badan bangeet! Tp perjuangan belum selesai masih harus naik angkot lg menuju Dermaga Canti sekitar 1 jam dengan posisi duduk yg disenderin bule besar . begitu sampai Dermaga Canti hilang sudah penderitaan 14 jam perjalanan panjang tersebut. Disini deh bangganya punya Indonesia #iyainajaa   dari Dermaga Canti langsung naik kapal menuju pulau Sebuku Kecil.    sesi pertama dimulai. Gk banyak penghuni laut yg bisa diliat disini tp viewnya ituloooh emmm bangeet. Abis dr situ berangkat menuju penginapan 2jam naik kapal ke Pulau Sebesi, beres" terus berangkat lagi   sesi 2 ke Cemara Satu. Karena sore hari disini ombaknya mulai besar saya punya cerita memalukan disini, pas nyemplung sih aman" aja tiduran diatas air dan gk sadar kalo udah jauh dr kapal. mau balik gk bisa, tenaganya gk cukup buat lawan ombak hahhaa dan minta tolong sama mas" gatau siapa buat di tarik ke kapal ahhhhahhaa abis dari situ menuju Pulau Umang-Umang buat ngejar sunset. pulaunya kreeeeeen bangeeeeeeeeeeeeeet!!! pasir putih dan ahh pokonya bagus bangeet pokonya. dr situ pulang ke penginapan 2jam kapal"an again.*hari esoknya*  Iten selanjutnya mari ke Gunung Anak Krakatau demi sang sunrise, subuh" jam 3 udah naik kapal aja, sampe dan trekingnya sih gk sepanjang si kunir di Dieng, tp disini pasir semua jd agak susah naiknya dan begitu sampai puncak, Tuhaaan bagus bangeet hahhaa foto" dan turun lalu   sesi 3 menuju Lagoon Cabe.nah disini nih penghuni laut numpuk. banyaak banget dan ombaknya gk terlalu besar soalnya masih siang muehehhe. selesai snorkling sesi 3 kaki kena cium karang tercinta huhu. kaki kaya abis kdrt abis itu menuju penginapan *2jam lg* packing dan pulaaaang kembali menikmati perjalanan super panjaaaang menuju Bandung. *foto narsisnya nyelip bolehlahyaa* muehhe
       

    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018 : Santorini Day 1
      Hari 7, 11 Mei 2018
      Hari kedua yaitu hari terakhir di Santorini kami mengambil paket Day Tour yang telah disediakan oleh penginapan. Dengan harga 35 euro/pax, kami berkeliling dari barat ke timur, dari selatan ke utara.
      Sebelum mengikuti Day Tour yang dimulai pukul 10.30 kami pergi dulu ke Oia menggunakan Local Bus. Memang, sunset di Oia juga termasuk dalam paket Day Tour tetapi tentu berbeda antara suasana pagi dengan sore hari.
       
      1. Oia

      Dari Terminal Bus Fira kami menggunakan Local Bus ke Oia. Kemudian dari Main Bus Stop & Parking Lot kami berjalan menuju Oia Castle melewati large church at Nikolaou Nomikou square.

      Dari Halte Bus Utama & Tempat Parkir, berjalan kaki ke selatan 120 meter ke gereja besar di Nikolaou Nomikou square. Pergi ke barat di “jalan utama” sebagai ditunjukkan dalam peta ini. Oia Castle / Fortress memiliki pemandangan yang spektakuler.

      Kemudian kami kembali ke penginapan menggunakan Local Bus ke Terminal Bus Fira.
      2. Profitis Ilias Monastery

      Ini adalah tujuan pertama Day Tour kami yaitu Profitis Ilias Monastery yang merupakan puncak tertinggi di Santorini.

      3. Santo Wines

      Ini adalah tujuan kami yang kedua yaitu Santo Wines. Santo Wines adalah tempat dimana kita bisa mencoba semua Santorini wine, baik red wine maupun white wine. Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Jika kita tidak ingin menikmati wine, kita bisa menikmati pemandangan dan hanya sekedar berfoto-foto disana.

      4. Light House

      Ini adalah tujuan kami yang ketiga yaitu Light House. Light House berada di ujung paling selatan Santorini.

      5. Red Beach

      Ini adalah tujuan kami yang keempat yaitu Red Beach. Dinamakan Red Beach karena memiliki tebing yang berwarna merah yang merupakan hasil dari lava vulkanik.
      Pantai merah ini bisa dibilang salah satu pantai paling terkenal dan indah dari Santorini. Terletak hanya beberapa langkah dari situs kuno Akrotiri. Ukuran pantai yang kecil menciptakan suasana yang ramai dan kami memilih untuk tidak sampai ke pantai dan mengagumi pemandangan unik dari batuan vulkanik merah dan hitam dari tanjung.

      6. Perissa

      Ini adalah tujuan kami yang kelima yaitu Perissa. Perissa adalah pantai dengan pasir hitam yang ada di Santorini. Banyak orang yang berenang, berjemur atau hanya sekedar makan siang di restaurant pingggir pantai sambil menikmati suasana laut.

      7. Firostefani

      Ini adalah tujuan kami yang keenam yaitu Firostefani. Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini. Dan ini adalah kali kedua kami mengunjungi Firostefani.

      8. Oia

      Ini adalah ending dari perjalanan Day Tour kami yaitu menikmati Sunset di Oia. Kali ini kami memulai perjalanan kami dari Bus Stop pertama.

      Tentu berbeda dengan suasana pagi hari, karena lebih banyak orang yang ingin menikmati Sunset di sini. Jika kita membawa pasangan tentu akan terasa lebih romantis, bukan.

       
      Santorini adalah tempat yang indah dengan pemandangan Kaldera dan Laut biru Aegea. Siapapun yang kesana pasti akan dibuatnya takjub dengan segala keindahan pemandangan dan budayanya yang khas. Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi kami.
      Ciao, Santorini!
       
    • By PrinceJuju
      Secuil Surga tersembunyi itu bernama Air Terjun Sumber Pitu

      Berawal dari batalnya Trip ke Air terjun Madakaripura, maka terpilihlah Air terjun Sumber Pitu, Pujon Kidul Kab. Malang sebagai destinasi trip tgl 13 September 2015.
      Air terjun Sumber Pitu yang terletak di Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
      Ajakan pergi beramai-ramai dengan teman-teman kadang sulit di realisasikan karena masing-masing punya kepentingan, sehingga trip kali cukup menghubungi teman ane yg mau berangkat saja. Akhirnya fix 6 orang berangkat termasuk ane. Personel kali ini 5 cewek dan 1 cowok yakni ane sendiri. Hihihihihi….
      Untuk trip touring kali ini kami menggunakan 3 sepeda motor.
      Ditentukan meeting point jam 6.00 pagi di depan Apotek Pleret daerah Pleret, Pasuruan.
      13 September 2015
      Jam 05.45 pagi ane meluncur menuju Meeting point dan ternyata teman-teman ane sudah menunggu disana, dan 2 teman ane yg lain menunggu di Alun-alun kota Batu. Its Ok lah…
      Jam 06.00 kami berempat meluncur menuju alun-alun kota Batu menemui 2 teman ane di sana. Perjalanan pagi ini cukup dingin karena beberapa hari terakhir angin cukup kencang jadi kami tidak terlalu cepat memacu laju motor kami cukup 60-70 km/j. hehehee..
      Berkendara kurleb 45 menit kami tiba di pertigaan karanglo, kami arahkan motor menuju arah Batu. Tidak jauh dari pertigaan kami mampir warung makan untuk mengisi perut dulu. Warung ini cukup murah untuk seporsi rawon dan teh hangat hanya membayar 13rb rupiah saja. Ada bermacam-macam lauk tambahan seperti tempe tepung, dadar jagung dll pokoknya mantappphhh. Ane lupa nama warungnya, lokasi depan pertigaan mau ke kampus 2 ITN, maju dikit kanan jalan persis pojok gang.
      Setelah puas makan dan kenyang, lanjutttttttt go to Alun alun Batu….
      Jam 08.00 tepat ane udah ketemu 2 teman ane yg sudah menunggu sedari tadi, oke maaf temansss membuat kalian menunggu.. hiks.. hiks… hiks…
      Perjalanan kami lanjutkan menuju dusun Tulungrejo, Pujon kidul. Kami arahkan motor melewati Wisata Payung Batu dengan di suguhi pemandangan khas perbukitan dan café-café kecil yg biasa berjualan jagung bakar, kopi dan makanan minuman lainnya.
      Akhirnya ketemu patung sapi, kalau ke kiri menuju Wana Wisata Coban Rondo, kami terus mengikuti jalan besar kira-kira 50 meter ada pertigaan dan pangkalan ojek di kiri jalan kami belok kiri dan mengikuti jalan aspal tersebut kira-kira 3 km setelah tanjakan ada pertigaan kecil dan petunjuk arah Sumber Pitu belok kiri mengikuti jalan cor-coran.
      Dari pertigaan tersebut kurleb 500 meter ketemu loket/pos registrasi tiket masuk yg di kelola komunitas Capung Alas. Dengan membayar 10rb tiap orang, kami lanjutkan perjalanan menuju pos parkir terakhir melewati jalanan makadam dan tanah yg berdebu ** maklum musim kemarau ** perjalanan kurleb 3 km kami lalui dengan susah payah karena seharusnya menggunakan sepeda trail namun kami menggunakan sepeda motor biasa. Mobil pun bisa masuk hingga parkiran atas, dengan catatan bukan musim hujan ya...  Saran dari ane mobil dgn bemper rendah seperti sedan sebaiknya jgn di bawah ke parkiran atas, mobil seperti avanza, xenia its okelah... Bagi rombongan yg menggunakan elf long bisa jg parkir di pos registrasi / loket... Hihihihi…
      ** Sekedar info jika musim penghujan maka batas parkir terakhir adalah loket registrasi dan selanjutnya di tempuh jalan kaki. Karena jalanan licin dan lumpur berbahaya jika di paksakan naik motor / mobil ke parkiran atas. ada jasa ojek trail menuju parkiran atas kog.
      Tiba di parkiran atas, kami tempatkan motor parkir rapi tentu sebelumnya bayar parkir 5rb tiap motor. Perjalanan masih di lanjutkan dengan berjalan kaki yg menurut info 1-2 jam. Wowwww…. Cukup lama juga ya.
      Awal perjalanan melalui trek cukup datar namun setelah 100 meter, trek mulai menanjak miring 30-45 derajat di tambah kondisi jalan tanah yg berdebu, apabila kita melangkah debu mulai berterbangan. Apalagi berpapasan dengan rombongan lain dapat di pastikan debu bertambah parah ditambah orang lain yg kadang menginjak tanah dengan keras entah sengaja atau tidak semakin menambah polusi debu. Hiks.. hikss.. saran ane musti bawa masker jika kesana saat musim kemarau.
      Melewati ladang penduduk sampailah di kondisi jalan agak datar terus melangkah hingga menemukan jalanan turun lumayan ekstrim karena untuk turun tidak bisa jalan seperti biasanya musti pelan dan berpegangan akar pohon agar tidak terpeleset jatuh. Sudah mulai terdengar gemericik suara air terjun, dan setelah turunan tersebut ada air terjun tunggal yg di namai Coban Tunggal. Kami istirahat sejenak di tempat ini sembari bernarsis ria. Hehehehee…
      Setelah energi terkumpul kembali kami ambil arah kiri dari Coban Tunggal menuju tujuan kami yg sebenarnya yakni Sumber Pitu. Akses kali ini benar-benar ektrims karena jalan sempit menanjak di bantu oleh tali tambang agar tidak terjatuh. Di sarankan tidak buru-buru saat melewati medan tanjakan ini, cukup di nikmati pelan-pelan. Kurleb 15 menitan sampai di Air terjun Sumberpitu. Total lama perjalanan dari parkiran atas +- 1,5 jam jalan santai.
      Sungguh indah sekali karya Tuhan semesta alam, ane cuma bisa terdiam tidak mampu berkata-kata menikmati anugrah pemandangan sangat indah ini. Benar-benar amazingggggg…
      Pemandangan indah yg harus kita jaga dan lestarikan salah satu caranya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan.
      Mengapa dinamakan air terjun Sumber pitu karena adanya aliran air sumber dari dinding tebing sejumlah 7, sebenarnya ada 9 namun entah mengapa di namakan Sumber Pitu seharusnya Sumber Songo.. hahahahaa
      Dari Air terjun Sumberpitu masih ada 1 air terjun lagi yakni Sumber Papat. Akses dari sumber pitu ke arah kanan menanjak kurleb 100 meter, medan kali ini tanpa tali dengan kemiringan lebih dari 45 derajat jadi harus sangat berhati-hati karena salah langkah bisa terpeleset dan jatuh ke bawah.
      Dari atas pemandangan air terjun Sumber pitu sangat indah sekali cocok buat narsis / selfie /wefie dll, namun tetap berhati-hati jika berfoto ria yg penting tetap jaga keselamatan.
      Tidak lama dari spot foto-foto tadi ketemu air terjun Sumber Papat / Coban Papat, sama seperti Sumber pitu aliran air berasal dari tebing tinggi namun jumlahnya hanya 4, dan aliran air ini mengarah ke Coban Tunggal yg tadi.
       
      Setelah puas menikmati karya Tuhan yg luar biasa ini kami memutuskan turun dan balik, jalanan turun lebih susah di banding naik, karena harus pelan dan sedikit ngerem agar tidak kebablasan, di tambah jika berpapasan dengan orang lain yg hendak naik ke Sumber pitu harus ada yg mengalah minggir agar tidak terjatuh.
      Selepas dari Coban Tunggal ke arah parkiran jalan sedikit tidak berat karena turunan, namun tetap saja debu mengganggu perjalanan ke parkiran. Hehehhee…
      Perjalanan kembali ke parkiran lebih cepat dari pada berangkatnya tadi. Sampai di parkiran jam 13.30 kami putuskan istirahat di warung sekitar dan mengisi perut yg mulai keroncongan dengan Indomie seleraku.. hihihihi…. Kami diskusi untuk rute selanjutnya, mestinya kami akan menuju Omah Kayu di kawasan Paralayang namun karena fisik dan kaki sudah gempor alias capek kami putuskan menuju alun alun Batu saja. Mungkin di lain waktu kami akan mengunjungi Omah Kayu.
       
      Akhirnya jam 15.30, kami sampai di alun alun kota Batu, setelah berunding sejenak maka di putuskan kami berpisah di sini karena teman ane ada keperluan dan ane juga ada keperluan ke rumah kakak ane di Batu.
      Jam 17.30 ane meluncur balik menuju Pasuruan. Seperti biasa setiap weekend arah Surabaya selalu padat cenderung macet mulai Karanglo – Singosari – Lawang, selepas itu lancar.
      Tepat jam 20.00 ane tiba di Pasuruan dengan selamatttt…
      Oke kawansssss… terima kasih buat touringnya… lanjuttt touring lain waktu yaaaaaa…..
      Ane banyak menemukan pelajaran baru dari trip kali ini, selain berkenalan dengan teman baru asal Tulungagung. Sharing-sharing sedikit pengalaman rupanya mereka bener-bener seorang traveler Sejati dan hanya berdua saja dalam mengunjungi lokasi lokasi wisata di berbagai tempat.
      Memang benar pergi beramai-ramai itu asyik dan seru namun identik dengan ruwet karena ada yg tiba-tiba batal hingga akhirnya batal semua, saling tunggu siapa pesertanya dan lain sebagainya. Namun jika benar ingin mengunjungi suatu tempat entah solo travelling atau berdua saja tetap akan di jalani, dan banyak sekali solo travelling di luar sana yg menginspirasi karena kita di tuntut benar benar mandiri, berinteraksi dengan alam budaya yg berbeda dan masih banyak lagi.
      So.. sederhana sekali, intinya ingin pergi kemana ya pergi saja… karena pengalaman dan pelajaran yg di dapat selama travelling tidak dapat di nilai dengan mata uang.
      Enjoy Yours Travelling
      Rincian pengeluaran :
      Bensin : 20.000,- ( jika berboncengan bisa di bagi berdua )
      Parkir Sumberpitu : 5.000,-
      Tiket Masuk  : 10.000,-
      Makan Pagi : 13.000,-
      Makan mie instan dan jajan di parkiran : 8.000,-
      Makan Malam : 18.000,-
      Total : 74.000,-
      ** total pengeluaran bisa lebih hemat jika bawa bekal makanan atau makan nasi bungkus
      Akses menuju Sumberpitu, Pujon Kidul:
      - Dari Surabaya : Surabaya – Pandaan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
         Kendaraan umum ( ada 2 alternatif ) :
      Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun. Naik bus jurusan Jombang, turun terminal jombang, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Malang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun - Dari Pasuruan : Pasuruan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      - Dari Malang : Malang – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : naik angkutan menuju terminal landungsari ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      Tips berkunjung ke Air terjun Sumber Pitu :
      1. Kondisi Fisik Prima ( wajib )
      2. Bawa Baju Ganti + Celana Pendek atau Celana ¾
      3. Pakai sandal gunung / sandal khusus / sepatu khusus yg tidak licin. ( jangan pake sandal yg licin seperti crocs / sandal jepit)
      4. Bawa Minum Air mineral karena jalan menanjak dan ekstrim
      5. Bawa Masker dan Sunblock. ( jalan berdebu saat musim kemarau )
      6. Bawa Tongsis / tripod agar maksimal untuk hunting foto.
      7. Bawa kembali sampah kita dan jangan buang sampah sembarangan.
      8. Jika naik kendaraan sendiri pastikan kendaraan anda dalam kondisi fit, Mesin, Oli, tekanan Ban, Rantai motor dll.
      9. Bawa duit tunai secukupnya.
       
    • By ko Acong
      Selamat Pagi Indonesia
      Kali ini Sibocah tua nakal akan berbagi informasi untuk siapapun tentang rute Trip Silk Road. Kali ini saya mengajak rekan2 traveller lainnya nya Di berbagai komunitas Backpacker dengan Cara Share Cost murni tanpa ada embel tersembunyi, beneran terang benderang kita saling kerja sama saling berbagi suka maupun susahnya. Alhasil semuanya happy dengan Budget seperempat dari harga tur umum nya, bahkan bisa pulang Via Beijing dengan jarak Urumqi ke Beijing 4000an km. Yup kita mulai rute nya.

      Hari 01
      Kita semua menuju bandara masing masing dan berkumpul di KLIA2. Sorenya kita Terbang menuju Xian dan tiba pukul 00.05, namun di imigrasinya wow 2 jam. Keluar imigrasi biasa ngudud mencari lokasi strategis dan mengincar seseorang supaya mengantar ke Hotel kami. Tertuju lah inceran saya ke satu orang dan mulai nego harga disepakati 150 RMB 1 mobil dengan jarak 40 km menuju kota Kalo nggak salah, kami perorang bayar 45 RMB. Sekalian dalam perjalanan kami nego untuk sewa mobil seharian anter makan piknik pulang ke hotel lagi 1200 RMB pake super Van.
      Hari 02.
      Kami piknik penuh Suka ria (namun tetap ada kekecewaan sedikit namun kami berterima kasih terhadap driver), karena telah dibantu informasi yang tidak kami sadari sampali last time, yang mana bakal merugikan waktu kami yaitu tentang STASIUN KERETA API!! Ya, kami nginap di hostel Xian lupa namanya namun ini tempat sangat ok buat Backpackers, per kepala Kurang lebih 140 RMB untuk 2 malam.
      TOTAL UANG KELUAR Di Xian: 40 RMB + 140 Hostel +120 van +150 Teracota 54 RMB = 504 RMB
      Hari 03.
      Pagi 05.00 kami bergegas ke Stasiun Fast train!! Ya, pastikan nama stasiunnya, by taxi kurang lebih argo 40 RMB /mobil, perkepala 13 RMB, tiket kereta 320 RMB, fast train Xian - Zhangye paling pagi. 7 jam kemudian diatas 2000 km kami telah berpindah propinsi dari Xianyang ke Chanye.
      Setelah tiba di stasiun Fast Zhangye Xi, strategi ngudud diulang sampai ketemu orang yang Sreg dan disepakati harga anter kami ke Danxia Rainbow Mount 80 RMB, lanjut anter makan dan pulang ke hotel, cekin seharga 260 RMB, permobil 3 mobil 720 RMB jadi per kepala 72 RMB dengan di antar 3 driver Cewek tangguh.
      Nego untuk ekplor Pinshan Hu / Phinshan Canyon seharga 1500 RMB 3 mobil, perorang kena 150 RMB. Tiket Masuk Pinshan Hu 328 RMB dan ke Hanging Temple Matisi.
      Total Uang keluar: Tiket Fastrain 320 RMB + Taxi 72 RMB + 80 RMB Tiket masuk + Hotel 196 RMB 2 malam = 356 RMB
      Hari 04.
      Pagi Dijemput untuk menuju Phinshan Canyon. Catatan: Danxia platform bisa pake Bus umum namun perlu waktu ekstra dan kejar waktu, harga tidak jauh dengan sewa taxi bila isi 4 orang. Begitupun bila mau ke Phinsanhu, harus sewa taxi umum, belum ada jarak. Tur kurang lebih 270 KM, 2 tempat dengan Hanging Temple Matisi. Jadi kami sewa taxi perorang kena 150 RMB (pelayanan dan harga sebanding bintang 5). Tempat destinasi yang ditawarkan sesuai gambar “kami buta hurup dan gagu terpaksa tiket masuk pinshan canyon 328 rmb.
      Total uang keluar:  150 RMB +328 Rmb + 30 Rmb = 218 RMB
      Hari 05.
      Disilah kami sebut Mereka pejuang rumah tangga tangguh. Membawa kita ke Destinasi Cresent Lake, mobil per orang Dari Zhangye anter Ke Jiayuguan Pass dan Dunhuang City ditunggu wisata Ke Cresent Lake dan dianter ke Stasiun untuk menuju Turpan.
      Total uang keluar: 200 RMB tiket masuk cresent lake + 120 yuan naik onta 100 yuan + 200 mobil = 420 RMB
       
      Nah saya cukupkan dulu Trip Silk Road sampai dengan propinsi Gansu, perbatasan Gurun Goby ini ya dan nantikan Silk Road edisi selanjutnya
      Jumlah uang keluar: 504 + 218 + 356 +420 = 1598 RMB
      Estimasi untuk makan minum sehari 65 yuan/hari
      Rate terkini 1 RMB Rp. 2160
      Jadi Kalo Menuju Danxia Rainbow Mauntain bisa di perkirakan biayanya bila jalur Silk roadnya middle. Semoga berguna buat teman-teman traveler, dengan rute saya ini ada gambaran spot-spot yang pentingnya.
      Mohon maaf ya saya tidak ngerti cara menulis yang baik namun niat saya hanya Untuk berbagi.































    • By Nanda Hartoph Rio
      Haloo Freak
      Mumpung ada waktu senggang gue mau kasih info buat traveler yang berkunjung di raja ampat bagian utara. karna kemarin kita uda bahas ya tentang raja ampat bagian selatan. nih dia tempat yang bisa lo kunjungi kalo dah di kota waisai tapi ga semua yaaa,Cekidooooot.!
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
      Masih banyak yang pengen gue share tempat tapi waktu senggang dah abis neeh.

    • By ferlyriran
      Yeaah Maret akhirnya dateng juga... Berasa lama banget nunggu ini bulan dateng
       
      Ini bener2 pengalaman pertama solo backpacking saya. Sempet deg2an juga si emak (maklum lah ya anak cewe pergi sendirian, pikiran udah kemana-mana aja si emak ). Penantian 1th buat ke Komodo akhirnya terealisasi, anak kuliahan gak bisa express nabungnya hihi.. Disini saya akan share rincian biaya dan juga akses untuk menuju lokasi.
       
      Dapet tiket 'lumayan' murah dari Jakarta untuk menuju Lombok menggunakan Garuda Indonesia (720k) dan untuk pulangnya Labuan Bajo-Denpasar (700k) nyicipin pesawat baru nya Garuda Indonesia, Denapasar-Jakarta (500k) Air Asia.
      Tepat tanggal 1 Maret saya berangkat menuju Lombok, dan pesawat delay 15 menit euwwh Garuda kok tumben delay -__-" Perjalanan cukup lancar dan berhasil mendarat mulus di Lombok Praya International Airport. LOMBOOOKKK kangen banget sama tempat ini. Saya sengaja berangkat 1 hari sebelum hari berangkat saya pake travel menuju komodo, alasannya mau jalan2 sebentar di Lombok dan juga supaya gak buru2. Pas di pesawat saya dapet kenalan, doi mau meeting di Lombok tapi blm dapet penginapan dan akhirnya saya rekomendasiin hotel tempat saya nginep di Sendok Hotel Lombok, dan dia sreg dengan tempat yang saya rekomendasiin (walaupun blm liat langsung lokasinya). Doi langsung booking kamar via tlp pas nyampe di Bandara sehrga 250k untuk junior room, sedangkan saya dapet harga 200k krn udah booking sebelumnya di tiket.com (waktu itu dapet potongan 100k krn tiket.com lagi ada promo).
       
      Pas lagi nunggu di Bandara tiba2 ada notif email dari Kencana Adventure (travel yg saya pake untuk sailing trip), baca judul nya kok bikin was-was tapi saya tetep berpikir positif, pas buka TARAAAA kejutan datang bro.. mereka ngabarin kalau boat yang akan di pake untuk sailing trip hari senin nanti mesin nya kemasukan air laut sehingga gak bisa digunakan.. WHAT?! udah semerawut aja nih isi kepala, akhirnya saya hubungin langsung adminnya dan dia nawarin untuk refund 100% atau tetep berangkat tapi akan di transfer perjalanan darat. Saya tetep pilih berangkat dan gak mau di cancel, dalam hati bilang "gile gue udah nyampe lombok masa iya gak jadi berangkat". Walaupun ada kendala tapi Kencana Adventure ini cukup recomended sbg pilihan sailing trip, rencana awal kalau kapal nya baik2 aja saya akan singgah di Moyo, Satonda, Gili Laba, Pink Beach, P.Komdo, Rinca, Kelor dan berakhir di Labuan Bajo. Tapi berhubung jadwal jadi buyar akhirnya saya dan rombongan di transfer darat dan di lanjut dengan rute Labuan Bajo - Manta Point - Pink Beach - Pulau Kalong - Pulau Komodo - Rinca - Pulau Kelor - Labuan Bajo. FYI harga sailing trip 4H4M itu 1,750k (deck class).
       
      Review untuk Sendok Hotel : Junior room nya bersih dan lokasi juga tenang, gak mengecewakan lah dan sebanding dengan harga. Deket juga sama senggigi sekitar 10 menitan jalan, makanan di restaurant nya juga enak, staff nya ramah, samping hotel persis ada indomaret dan juga tempat makan.
      Di Lombok saya di temenin muter sama Gan @Dimaz dari forum jalan2.com , thank you gan udah mau anter ke Kuta dan Tanjung Ann, di anterin pula ke tempat nginep daerah senggigi. Thnks berat lah pokok nya
       

       
       

       
       
      Perjalanan darat menuju Labuan Bajo dimulai dari penjemputan saya di Hotel, dan ke 3 orang partner trip saya. Mereka bule semua dan gak ada orang lokal nya hikss sempet bingung juga krn bhs inggris saya gak bagus2 amat
      kita menuju kantor kencana adventure untuk dapet pengarahan perjalanan nya, habis itu kita di anter ke terminal mataram untuk melanjutkan perjalanan. Kita dipesenin Bus Dunia Mas untuk menuju Pelabuhan Sape, untuk tarif bus nya saya lupa nanya krn smua udah di urus sama travel. kita berangkat jam 3 sore dari Mataram dan sampe di pelabuhan pertama (lupa nama nya) untuk menuju ke Sumbawa, lama nyebrang nya kira2 itu 2 jam. Lumayan deh dapet pemandangan bagus selama penyebrangan.
       
       

       
       
      Lanjut perjalanan ke terimal lagi untuk transfer bus kecil. Sempet kesel banget pas transfer bus untuk melanjutkan ke pelabuhan Sape, krn mereka yang ngaku nya 'penjaga tas' di bus minta bayaran, berhubung saya bawa bule jadi si calo itu ngomong ke saya kalau minta fee krn udah taruh bawaan kita di atas bus. WTH! mau marah tapi gimana, akhirnya saya kasih 50rb untuk kami ber 5 ( kami ketemu 1 bule filipina di bis dan akhirnya bareng) awalnya mereka minta 100rb dan ga saya kasih. Yaudahlah pengalaman, next time kalau kesana ga akan kena tipu lagi.. hati2 ya guys kalo mau menuju kesana.
       
      FINALLY sampe juga di Pelabuhan Sape, tapi perjalanan masih panjang broo.. sekitar 7 jam perjalanan supaya bisa sampai Labuan Bajo, kapal fery nya nyaman banget sih untungnya, kami istirahat di ruang ber AC dan baru bisa tidur nyenyak. Gak terasa 7 jam perjalanan udah mau nyampe aja, sepanjang perjalanan pemandangannya LUAR BIASA INDAH BANGET. Ada hikmah nya juga mesin kapal kemasukan air WELCOME TO LABUAN BAJO lah pokoknya
       

       
       
      Kita dapet free peginapan di travel nya, dan baru melanjutkan perjalanan besok paginya jam 9. Nah hari yang ditunggu dateng juga, sblm berangkat kita dibagiin snorkel set dan juga fin untuk snorkeling selama tour, tapi saya sudah bawa perlatan sendiri jadi gak ambil drsana.. Oh iya kami 1 kapal hanya ber 6 loh (ketemu temen 1 lagi di fery dan akhirnya gabung), di bikin private trip sama travel nya untuk nebus kesalahan krn kapal mereka bermasalah, awalnya kami sempat pikir akan digabung dengan peserta lain dr Labuan Bajo, ternyata enggak Tempat pertama yang kami singgahi Manta Point. Pemandangan bawah lautnya AJIB bro, bening nya ga usah di raguin lagi.. Kita juga sudah di sedain makan siang sama ABK nya, masakan nya enak bangettt!! bule2 pada ketagihan buat nambah.


       
       
       

       
       
      Setelah Puas di Manta Point kita langsung menuju Pink Beach, disini kapal berenti agak ditengah dan banyak kapal kecil yg nyamperin untuk nawarin anter ke pinggir pantai tarifnya 20k. Tapi saya coba untuk snorkeling dr tengah ke pinggir pantai, dan pilihan saya tepat krn BEST SPOT FOR SNORKELING, bagus banget bawah lautnya. Lebih banyak ikan dan lebih berwarna juga. Tapi ditempat ini pula ada insiden, handphone yang udah saya kasih case, saya bawa snorkeling sampai ke pinggir laut dan awal nya baik2 aja bisa menghasilkan foto.. Pas mau balik ke kapal, tiba2 case underwater saya malah kemasukan air dan handphone udh gak bisa ketolong haha.. oleh2 dari pink beach handphone RUSAK -__-" bener2 amazing lah solo trip kali ini, LENGKAP
       

       
       
      Yasudahlah lupakan hape rusak, yang penting perjalanan happy~ Selesai di Pink Beach kita langsung ke P.Kalong untuk liat sunset sekaligus bermalam di sini, bermalem nya tetep tidur di kapal.. pengalaman pertama banget nih
      Populasi kalong disini udah gak sebanyak dlu, krn banyak diganggu supaya wisatawan bisa liat populasi mereka, jadinya mereka cari tempat lain untuk dijadiin tempat tinggal. Bermalam disini menyenangkan juga kita habisin waktu dengan ngobrol dan juga main supaya gak boring dan diakhiri dengan pembagian matras tidur.. Untungnya bawa sleeping bag jadinya bisa agak lebih empuk pas tidur hehe..
       

       
      Nah pagi2 banget kita langsung menuju lokasi utama yaitu Pulau Komodo.. nikmatin pagi di pulau tuh emang ajib banget, kerjaan sepanjang perjalanan pegang kamera dan ga mau lewatin satu momen pun hihi.. dan baru inget 1 hal, gak bawa sunblock
       

       
      Jam 7 pagi kita udah nyampe di Pulau Komodo, dan kita menajadi pengunjung pertama yang akan mulai treking.. sebelumnya kita harus bayar untuk masuk ke Taman Nasional Komodo ini, untuk wisatawan sekitar 250an dan lokal 112rb (total sama tiket masuk Rinca).. kita ditemenin sama 2 ranger krn jumlah kita 6, jadi biar ga misah.. Ranger disini bener2 ramah dan ngebantu kita.. itu sih kelebihan dateng pagi, jadi pada masih seger hhe.. kita sepakat untuk ambil yang long track supaya bisa ketemu komodo lebih banyak.. Rombongan kita termasuk yang beruntung karena bisa liat 1 komodo lagi berjemur.. dan beruntung bisa foto bareng doi
       

       
       

       
      rombongan kita~
       

       
      tracking +/- 2 jam membuat kulit jadi menghitam drastis, karena gak pake sunblock juga sih.. yang penting ketemu si komodo dan rombongan kita bene2 beruntung, krn yang lain gak ketemu komodo selain di dapur umum.. umum nya komodo pasti ada di dapur umum.. YES beruntung~~ seneng
      Setelah selesai dari sini kita langsung ke Rinca untuk liat Komodo lagi. Komodo disini lebih liar dan ekstra hati2.. tapi kita pisah jadi 2 team.. bule2 pada pilih longtrack sedangkan saya dan lili (bule filipina) ambil yang medium track.. karena kaki udah ga kuat lagi dan panas nya gak bisa kompromi.. disini kita lumayan banyak nemu komodo nya.. dan yang paling penting view dari atas itu INDAH BANGEEEET..
       

       

       
      Menuju destinasi akhir yaitu P.Kelor.. disini juga spot untuk snorkeling nya bagus.. arus nya gak kenceng dan juga dangkal banget.. saking dangkal nya takut buat nginjek terumbu karang yang ada disana.. pemandangannya sih ga usah di raguin lagi ya, udah pasti bagus
       

       
       
      YAHHHH UDAH MAU SELESAI TRIP? hikss saat nya balik ke labuan bajo nih.. berhubung kita balik nya sore jadi gelombang laut udh mulai tinggi.. jarak dari P.Kelor ke labuan bajo sekitar 1 jam.. dan kapal kita menepi dengan baik di labuan bajo.
      Sebelum berangkat trip saya sudah booking penginapan untuk di Labuan Bajo. Selesai trip saya langsung menuju penginapan dan kebetulan Lili dari filipina mau share room bareng saya krn dia belum dapet penginapan.. oh ya Craig juga ternyata memesan hotel yang sama dengan saya, akhirnya kita jalan bareng menuju ke penginapan. Nama hotelnya Blue Marlin Dive Komodo, rate per malam nya saya dapat 475k  melalui booking.com :) secara keseluruhan disini terlalu mahal untuk fasilitas yang biasa aja, kelebihannya view balkon langsung ke pelabuhan dan juga hanya 10 menit jalan dari pelabuhan. Staff hotel sekitar jam 9 sudah ga ada satupun, yang tersisa cuma satpam.. sehingga menyulitkan kami kalo butuh sesuatu. TV yang disediakan juga gak ada saluran nya deuh - - gimana bisa nonton.. tapi yaudahlah yang penting bisa istirahat.
      Makan malam kami sepakat untuk ketemu kembali ber 6 dan nyobain ikan segar di pasar ikan.. biaya makan disini sekitar 45k untuk menu lengkap dengan sayur dan sambal.. bule2 seneng banget diajak makan disini apalagi pas nyoba sambal yang luar biasa pedes nya, bikin kita ketawa semua krn liat ekspresi masing2 yang lucu karena kepedesan.. ah gak kerasa besok udah pisah sama mereka..
       
      Keesokan harinya, saya menuju bandara jam 12.00 padahal pesawat masih jam 17.00 , gapapa lah sekalian jalan2 cari oleh2.. saya dibantu pihak hotel untuk menuju ke bandara menggunakan ojek, tarif nya 20k dan cuma 15 menitan dari hotel, tapi saya minta berhenti di toko oleh2 nama nya Exotic Komodo, persis di depan bandara.. harga yang di bandrol disini lumayan sih.. terutama untuk kain tenun ikat nya.. kalau untuk kaos2 komodo nya cukup recomended krn harga nya pas dan bahan kaos nya adem.
      Pukul 15.00 baru deh masuk bandara untuk nunggu.. dan Garuda delay lagi sekitar 30 menit.. setelah nyampe di Denpasar saya stay 2 hari sebelum kembali ke jakarta.. dapet tebengan penginapan karena ada temen disana..
       
      SELESAII YEAAH berhasil juga solo trip ke Komodo.. walaupun ga tau ini disebut flashpacker atau apapun.. karena dibuat nyaman aja dengan fasilitas yang dipilih.. Semoga bisa lanjutin perjalanan yang lebih seru..
       
      Inti perjalanan nya bener2 nemu temen baru, beda budaya, beda bahasa, tapi tetep seru dan pengalaman yang ga akan di lupain. Orang sana juga sangat friendly dan lebih welcome sama orang 'lokal'. Banyak banget yang ngebantu selama perjalanan mulai dari berangkat sampai nyampe rumah lagi
       
      Rincian biaya :
      - tiket jkt - lombok 720k
      - airport tax soetta 40k
      - Damri bandara - senggigi 35k (kemarin krn di jemput jadi gak pake damri)
      - penginapan di Sendok Hotel Senggigi 200k
      - Makan malem di hotel 45k
      - Travel ke komodo termasuk biaya jalur darat+laut 1,750k (www.kencanaadventure.com)
      - penginapan di Blue Marlin Dive Komodo 475 : 2 = 237k
      - makan malem di labuan bajo 45k
      - ojek ke bandara komodo 20k
      - airport tax lupa pokoknya gak lebih dari 15k
      - tiket labuan bajo - denpasar 700k
      - tiket denpasar - jakarta 500k
      - airport tax bandara denpasar 75k
      - fee liar di terminal 10k
      - fee lain2 untuk ABK dan ranger di rinca sekitar 140k (pribadi)
      - tiket masuk rinca + komodo 112k
       
      TOTAL semua 4,699k
       
      Happy traveling, mungkin biaya ini bisa lebih hemat lagi :)