Sign in to follow this  
rianifitria

Info tentang Chiang Mai

37 posts in this topic

Atas anjuran @deffa, saya membuat topik mengenai Chiang Mai. Awalnya saya cuma sharing pengalaman jalan2 di Chiang Mai 4-hari.

Sekilas Info:
Chiang Mai adalah kota yang disebut sebagai 'pusat kebudayaan Thailand Utara'. Dulunya terkenal sebagai tempat penghasil opium terbesar di Asia Tenggara, sekarang menjadi daerah wisata. Letaknya dekat dengan Sungai Mekong; yang menjadi perbatasan 3 negara, juga sebagai salah satu jalur transportasi utama di 3 negara ini, China dan Vietnam, maka daerah ini kaya akan kebudayaan dari berbagai suku 'pedalaman' (baca: jauh dari ibu kota) dan turis2.

 

Datang ke Chiang Mai:
Ada berbagai cara untuk datang ke Chiang Mai.

Yang paling mudah dan cepat adalah pesawat. Tidak ada direct flight dari Jakarta, jadi perlu transit.

Dari Bangkok ke Chiang Mai one way itu sekitar THB 1000-1300. Kalau PP, paling murah itu THB 1800. Jam terbang 1.5 jam.

Selain pesawat, bisa juga naik kereta dan bus dari Bangkok.
Kereta Bangkok-Chiang Mai sekitar THB 300-1350, jam perjalanan 13-15 jam.
Bus dari Bangkok-Chiang Mai sekitar THB 200-500, jam perjalanan 11-14 jam.

Dari Chiang Rai, bisa naik bus ke Chiang Mai. Kira2 3 jam perjalanan dan harga tiketnya THB 185-288 sekali jalan.

 

Transportasi di Chiang Mai:
Di Chiang Mai sendiri ada beberapa cara untuk jalan2. Dan karena kota ini kota turis, para supir2 kendaraan umum bisa membawa para turis ke objek2 wisata, lengkap dengan membawa brosurnya di mobil mereka buat referensi dan juga bisa disewa untuk jalan2 seharian.

  • Taxi:
    Tidak pake argo, jadi perlu nawar juga. Biasanya gak mau jalan kalau jarak dekat, minimal jalan THB 100 ke atas. Juga jarang bisa nemu taxi di pinggir jalan, biasanya harus telpon dulu. Muat 4 orang dan ber-AC (penting kalau musim panas).
     
  • Song Thaew:
    Ini sejenis angkot, tanpa AC. Jurusannya tergantung warna:

    Merah: Kota Tua + Sekitar Kota Tua. Biasanya hampir semua objek wisata bisa didatangi pake yg merah.

    Warna2 lain biasanya mulai berangkatnya dari terminal bus Chang Puak:
    Oranye : Ke arah Utara, daerah Fang
    Putih : Ke arah Timur, daerah San Kampaeng (biasa ngetem di daerah pasar Warorot)
    Kuning : Ke arah Utara, daerah Mae Rim dan Hang Dong
    Biru : Ke arah Selatan, daerah Sarapi dan Lamphun
    Hijau : Ke arah Timur Laut, daerah Mae Jo

    Bisa dipanggil dari pinggir jalan, dan tanya arah dan harga sebelum naik. Karena mereka tidak punya jalur dan harga pasti.
    1 song thaew muat sekitar 10 penumpang, jadi kadang2 mereka cari penumpang sebelum jalan.
    Biasanya kalau di daerah dalam Kota tua kemana2 THB 20 per orang. Keluar Kota Tua THB 40 per orang.
    Bisa juga disewa khusus, jadi gak nyari penumpang, biasanya sekitar THB 200-400 total, tergantung jarak.
     
  • Tuk tuk:
    Seperti bajaj, cuma lebih gak nyaman dibandingkan bajaj.
    Harus nanya dan nawar juga dan bisa muat sampai 4 orang (3 dibelakang 1 di sebelah supir). Kalau di dalam Kota Tua sekitar THB 60 dan Kota Tua sampai ke arah Pasar2 malam (Warorot/Anusarn) kira2 THB 100-150.
     

Akomodasi:
Banyak macamnya. Bisa mulai dari THB 150 ke atas, kelas asrama, sampai Four Season penthouse THB 80000.

Saya tinggal di Hotel M Chiang Mai, $60/malam, double bed. Ada orang lain yg tinggal di Funky Monkey Guest House, $12/malam, double bed (kamarnya luas). Pas jalan sepanjang Tha Phae road itu ada papan yg menawarkan kamar THB 350/malam.

Sebenarnya tidak masalah tinggal di Kota Tua maupun di daerah Pasar Malam (Chang Klan Road), tergantung acaranya saja. Karena jarak antara Kota Tua ke Pasar Malam itu sekitar 20-30 menit jalan kaki, atau 5-10 menit naik kendaraan umum. Jelasnya sih daerah Kota Tua lebih sepi kalau malam.

Tips: cari tempatnya yg dekat dgn landmark yg dikenal orang lokal untuk mempermudah jalan pakai angkot. Misalnya 'Tha Phae', 'Anusarn', 'Warorot' dll. 

 

Makanan:

Harga2:

  • 1 tusuk sate sosis/sate bakso : THB 5
  • Sosis thailand : > THB 10
  • Roti : >THB 20
  • Glutinous rice and manggo (ketan dan mangga) : THB 30 (1 mangga dan porsinya besar)
  • Mie dari gerobak pinggir jalan: THB 35-50
  • Makanan dari food court: THB 35-90
  • Minuman: THB 7-35 (THB 7 air, jus buah THB 20, Smoothie buah segar THB 30)
  • Fast food : THB 130-195 per set (lain2: sunday THB 19, kopi THB 49, nugget THB 89)
  • Es krim : Haagen Dazs > THB 240, magnum THB 40 (7-11)-50 (tempat lain), es krim instan >THB 50 (tips: pesan dari menu harga THB 50an keatas, bukan dari pajangan di rak kaca yg THB 200an)

Daftar makanan khas:

  • kôw soy - mie khas Chiang Mai
  • Sai Oua - sosis khas dari daerah Utara Thailand
  • Miang Kham - snack dibungkus daun
  • Aeb Pla - pepes ikan
  • Kaeng Khanun - gulai nangka muda
  • Gaeng Ho - bihun goreng

Khantoke Dinner:

  • Khantoke Dinner and a Cultural Show di Old Chiangmai Cultural Center, Wua Lai road - THB 650 (termasuk antar jemput dari Hotel Lobby)
  • Khum Khantokem, Sai Na alley - THB 500-600
  • Kantoke Palace, Chang Klan road - THB 400-500

Chiang Mai Cabaret Show at Anusarn Market - THB 200 (termasuk 1 minum)

Makan di Vegetarian society - donasi sesuka hati - dekat Central Airport Plaza
Makan di Devi Mandir Chiang Mai di Utara, Thanon Ratanakosin - donasi sesuka hati - termasuk upacara, mulai jam 6

Nimmanhaemin - daerah yg mulai dikembangkan sebagai pusat hipster cafes dan restaurants. Di luar Kota Tua, arah barat dari Suan Dok Gate.


Extra Tips:
- Biasanya harga2 murah (tips dan naik angkot) itu kelipatan THB 20.
- Tips untuk para pemain Cabaret minimal THB 20 per orang, kalau berfoto dgn mereka setelah acara selesai

 

Edited by rianifitria

Share this post


Link to post
Share on other sites

Bagian ke 2: Tours dan Atraksi Wisata

Hargar2 yg tercantum ini harga perorangan

Atraksi Wisata:

Kuil2:

Karena terlalu banyak (120++), jadi saya singkat saja jadi kuil2 yg terkenal dan yg berada di sekitar daerah kota tua (dibawah).

Wat Suan Dok - Tempat pusaka yg legendanya dibawa gajah sampai Doi Suthep
Wat Sri Suphan - kuil perak - dekat Wua Lai street
Wat Jed Yod - Kuil 7 puncak dgn arsitektur India - km 4 tol Chiang Mai-Lampang
Wat Ku Tao - Pagodanya bulat2 - dekat Chiang Mai stadium di Utara
Wat Phrathat Doi Kham - Kuil dgn lukisan2 Buddha dan kata legenda pernah didatangi Buddha. Keluar di km 9 di jalan menuju Hang Dong
Wat Umong Mahatherachan - 3.5 km ke Barat Kota Tua, enak buat meditasi karena banyak pohon

 

Gajah:

Tanpa naik gajah:

Dengan naik gajah + mandiin, agak lebih murah:

Paling murah, show + mandiin:

 


Objek wisata di Doi Suthep–Pui National Park:

Taman Negara Doi Suthep adalah daerah pegunungan dgn 3 puncak : Doi Suthep, Doi Buak Ha, Doi Pui
Ini adalah tempat rekreasi yg paling terkenal di Chiang Mai, karena adanya kuil Doi Suthep dan berbagai objek wisata lainnya.

  • Chiang Mai Zoo and Aquarium - di kaki Doi Suthep - THB 100
  • Doi Ithanon - puncak gunung tertinggi di Thailand 2565 m (di atas Doi Suthep) - THB 500
  • Bhubing Palace - Istana musim dingin, 4km setelah kuil Doi Suthep - THB 50
  • Monumen biksu Khru Ba Si Wichai
  • Kew Mae Pan Nature Trail - di Doi Ithanon National Park
  • Wat Palat - Kuil kecil sekitar 5km dari kuil Doi Suthep
  • Banyak air terjun yg bisa dilihat juga disini.

Wat Phra That Doi Suthep - Kuil di atas bukit Doi Suthep yg terkenal sekali. Ada legenda gajah+pusaka sebelum kuil ini dibangun, dan bisa melihat panorama kota Chiang Mai.

Cara pergi murah: Naik song thaew merah ke Chiang Mai zoo (THB 40/orang), dilanjutkan dgn naik song thaew merah lagi ke kuil (THB 40/org). Bisa juga sewa song thaew dari kota sampai kuil dgn harga sekitar THB 300/mobil.

 

Taman2:

  • Ratchaphruek Garden : Royal Flora for His Majesty the King - di Hang Dong - THB 20
     
  • Doi Ang Khang - di distrik Fang
    Ang Khang Royal Project - tempat eksperimentasi pertanian - THB 50/mobil + THB 30/org
     
  • Mon Jam - Daerah piknik diatas bukit (mirip Puncak) -masuk gratis
     
  • Orchid and Butterfly Farms - di Mae Rim
  • Queen Sirikit Botanical Garden - di Mae Rim - THB 40
     
  • Doi Luang Chiang Dao - Taman Nasional dan perlu ijin untuk masuk, biasanya tempat perkemahan, ada di Chiang Dao
     
  • Bann Phor Liang Meun Terra Cotta Arts - Taman terakota, ada di Kota Tua dekat tembok selatan - gratis
  • Taman kota Suan Buak Haad - Taman kota tempat Flower Festival, di barat daya Kota Tua - gratis
     
  • Sri Lanna National Park - Ada Mae Ngat Dam yg terkenal dgn restoran dan penginapan terapung dan air terjun Bua Tong Namthok yg bisa dipanjat - masuk THB 20/org
     
  • Khun Chang Kian - Hmong village dan sakura di Jan-feb
  • Baan Tong Luang Hilltribe village - Maerim-Samoeng Road - THB 500

 

Museum2:

Ada banyak Museum di Chiang Mai, saya hanya menuliskan beberapa saja disini:

  • Di tengah kota tua ada 3 museum, persis disekitar patung 3 Raja:
    Chiang Mai City Arts & Culture Centre, Lanna Folklife Museum, dan Chiang Mai Historical Centre
    Satunya harga tiketnya THB 100, kalau beli tiket untuk 3 THB 180. Buka jam 8.30-17.00
     
  • Ban Roi An Phan Yang Museum - Museum seni peninggalan kerajaan Lanna, 15km dari Kota Tua di Hang Dong - THB 100
  • Art in Paradise, Chiang Mai 3D Art Museum - museum ilusi - THB 300 (jam: 9.00-21.00)
  • Insects museum  - jam: 9.00-17.00
     
  • Lanna Architecture centre - free
  • Documentary Arts Asia - Menayangkan dokumentari gratis tiap Kamis, 18.30, di Wua Lai road
  • Chiang Mai University Art Museum – dekat Thanon Suthep dan Thanon Klorng Chonprath - gratis


Pasar
Pasar Malam:

  • Chang Klan Street - disepanjang pinggir jalan Chang Klan, lumayan tapi agak lebih mahal dari Sunday market
  • Anusarn Market - Banyak suvenir2
  • Kalare Night Market
  • Warorot Market - Kayak Mangga Dua untuk penduduk lokal, banyak jajanan
  • Wua Lai (Saturday Night Market) - Sabtu malam, barang2nya mirip2 Sunday Night Market
  • Sunday Night Market (Rachadamnoen Road) - Minggu malam, besar dan rame, mulai jualan jam 5 sore.
  • Student Market - dekat pintu gerbang Chiang Mai University ada beberapa pasar (Kad Na Mor market, Namaw market, Rincome Market, CMU Front Gate Market, Kad Sum Mur market, Malin Plaza dll)

Pasar lain2:

  • JJ market - pasar barang bekas dan barang antik di Atsadathon Road
  • Thippanet Market - pasar jimat di Thippanet Road
  • Muang Mai - Pasar pagi di Barat Wang Singkam Road, dekat sungai
  • Pasar Bunga - Ton Lamyai (di belakang Warorot Market), Khamtieng Market (dekat JJ market)
  • Pasar lokal - Sompet Market (Moon Muang Road), Muang Mai market (dekat Warorot), Chang Puak Market (Chang Puak Gate), San Pakhoy Market (dekat stasiun), Ton Payom Market (Nimmanhaemin)

Tips: Cari bumbu2 masakan dan kerupuk2an buat oleh2 di pasar lokal. Pasar lokal juga biasanya banyak penjual makanan.

Adventure:
Flying Fox:

Ke Mae Ngat Dam:

Helicopter ride: > THB 25000++

Microlight flying: THB 8800 

Balon Udara: THB 8800 

Kursus pilot pesawat kecil: Nok Aviation

kursus hang-glide dan paragliding:

Tour paramotor1 minggu THB 38000 

Muay Thai Boxing:
Lanna Muay Thai Club & Muay Thai Sangha Club - pertandingan tiap Jumat malam di Kawila Boxing Stadium

 

Lain2:

  • Chiang Mai Night Safari - di Hang Dong - THB 800 (day + night safari)
  • Mae Sa Snake Farm - di daerah Mae Rim - THB 200
  • San Kamphaeng Hot Spring - THB 30
  • Wiang Kum Kam - Kota peninggalan sejarah di arah Tenggara Kota Tua, dekat Sungai (arah ke Lamphun, daerah Saraphi). Ada beberapa kuil disini. - THB 20
     
  • Bo Sang Umbrella Village - payung2 kertas dan tempat Bo Sang Umbrella Festival
  • San Kamphaeng Handicrafts Highway - keramik, kertas saa, lacquerware, payung kertas dan sutra
  • Baan Tawai Wood carving village - ukiran2 kayu

 

Tour2 Lain:
Chiang Mai Street Food tours - THB 750 

 

Budget tours link:

 

Tips: Book tour-nya kalau sudah di Chiang Mai saja, bisa lebih murah THB 200-400.

 

Edited by rianifitria

Share this post


Link to post
Share on other sites

Festival:

Jan:
Bo Sarn Umbrella Festival
Jalanan dari Doi Suthep ke Bo Sarn akan ditutup selama 3 hari untuk festival, dari jam 3-10 malam. Ada pawai, bazaar, kontes kecantikan di hari terakhir, dan PAYUNG!

Feb:
Flower Festival
- Di taman kota (barat daya) Kota Tua, taman Suan Buak Haad, akan ada pameran bunga
- Pawai dimulai dari jembatan Narawat, ke Tha Phae Gate, dan mengikuti parit ke Suan Buak Haad. Biasanya di hari sabtu.
- Miss Chiang Mai Flower Festival

April:
Songkran
Tahun baru dengan melempar2 air, termasuk pawai patung Buddha Phra Sihing dari Wat Phra Singh (Temple of the Lion Buddha). Menuang air melambangkan 'mencuci bersih' dosa dan kesialan. Biasanya total 5 hari main air dan yg paling puncaknya pada 3 hari libur nasional Songkran.

November:
Ada 4 acara yg berbeda, semuanya di tanggal2 yg berdekatan. Biasanya festival ini terjadi selama 3 hari bulan purnama di bulan November dengan 2 hari extra sebelum dan sesudahnya.

Yee Ping Festival
Menandakan dimulainya musim dingin. Dirayakan dengan menggantungkan lentera2 di rumah2 dan toko2 untuk keberuntungan dan dengan menerbangkan lentera.

Loi Krathong Festival
Sebenarnya bukan festival asli Chiang Mai, tapi pada jaman dahulu salah seorang Ratu Thailand merayakan Loi Krathong di sungai Ping dan sejak saat itu mulai berkembang. Awalnya adalah festival Hindu (menyalakan lilin untuk berdoa) dan akhirnya digabungkan dengan 'mencuci' dosa, maka di festival ini orang2 akan mengapungkan lilin2 (krathong) yg dinyalakan di badan air (biasanya sungai yg mengalir).

Lanna Khatina Ceremony (aka Mae Jo "local" event)
Upacara buddha yg diadakan di Tudongkasatan Lanna (pusat meditasi) di belakang Universitas Mae Jo dan diakhiri dengan menerbangkan ribuan lentera (khom loi). Dipercaya bisa membuang kesialan, apalagi bila lentera menghilang dari jarak pandang dgn api masih menyala. Juga ada kebiasaan menuliskan alamat di lentera, penemu lentera bisa meminta uang dari penerbang lentera untuk berbagi berkah.

Yee Ping Lanna (aka Mae Jo "tourist" event atau The Mae Jo/Sansai lantern release)
Versi turisnya Lanna Khatina, perlu membeli tiket sekitar THB 2000an untuk berpartisipasi.

Edited by rianifitria

Share this post


Link to post
Share on other sites

Daerah Kota Tua + daerah pasar malam:

Peta jalan2 Kota Tua:

11416165_10206200676632420_3369542377625644735_o.jpg

Dari peta diatas:

Dalam Kota Tua (garis batas biru)


1 :
Three King's Monument, dan dibelakangnya ada Chiang Mai City Arts & Culture Centre, diseberangnya ada Lanna Folklife Museum
Sebelahnya 1 : Wat Sadeau Muang - Kuil tonggak fondasi kota Chiang Mai pertama

2 : Sekolah Buddhism Yuparaj Wittayalai Prep School
Kanan dari 3 : Wat Lam Chang - Kuil kandang gajahnya Raja Mengrai
3 : Wat Chiang Man - Kuil tertua, katanya Raja Mengrai tinggal disini dulu
4 : Wat Saen Muang Ma Luang

5 : Gerbang Chang Puak (Gajah Putih)
Kanan atas dari 5 : Wat Chiang Yuen
Kiri dari 5 : Wat Mor Khum Thwong

6 : Wat Kun Kha Ma - Kuil dgn patung kuda
7 : Wat Monthian / Wat Ratchamontian - Kuil dgn Buddha yg duduk di luar

8 : Wat Lok Molee - S/d 1397 ini adalah Istana dan ada abu raja dan ratu
Sebrang 8 : Workshop pembuatan patung Buddha dan ada kuil Hindu kecil

9 : Janghuarinnakorn House - Mansion bergaya Eropa
10 : Tembok Hualin - bagian tembok yg bisa dinaiki

Atas kiri 11 : Wat Pra Sart
Atas 11 : Wat Pra Pong
11 : Wat Phra Singh (Temple of the Lion Buddha) - Patung Buddha paling penting dan paling suci: The Buddha Phra Sihing yg dipawaikan ketika Songkran

Kiri 12 : Wat Sri Kerd
12 : Wat Tung Yu - Patung2 lilin biksu2
Antara 12 - 13 : Patung polisi sebagai simbol melayani
13 : Wat Chaiprakiat - Kuil dgn 3 Bahasa (Burmese, Mon dan Thai) mengenai kerajaan Lanna

14 : Wat Pan Tao - Kuil utama dari kayu jati dan 'pabrik' patung Buddha
15 : Wat Chedi Luang - Kuil terbesar di kerajaan Lanna pada abad 15 dan biasanya ada program 'Monk Chat' untuk para turis supaya bisa bercakap2 dgn para biksu

Kanan atas 16 : Wat Sum Pow
16 : Pujasera di lapangan terbuka

17 : Wat Phan On - dgn 4 payung di sudut
Kanan atas 17 : Wat Muen Lan

18 : Gerbang Tha Phae


Grup di kanan bawah kota tua:
Wat Pha Kaw, Wat Zaimoon (Phama), Wat Sai Moon, Wat Changtem, Wat Muentoon, Wat Chedin

 

Yang ada di luar Kota Tua:

19 : Wat Mahawan - Stupa gaya Myanmar
20 : Wat Chetawan - 3 stupa dgn ukiran hindu
21 : Wat Bupparam - Tempat Raja Chao Kawila mengambil alih Chiang Mai balik dari Myanmar
22 : Wat Saen Fang - Ada stupa besar dikelilingi stupa2 kecil

23 : Daerah pasar malam, sepanjang Chang Klan road
24 : Tempat naik tuk tuk balik ke Kota Tua
25 : Reggae bar
26 : Cocktail car bar
27 : Rose Bar & Restaurant

 

Untuk peta yg lebih besar dan detail:

Super extra: Peta Bangkok dan Peta Khao San Road, Bangkok

Untuk informasi mengenai Chiang Rai bias dibaca di Sedikit Info tentang Chiang Rai  

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Jalan2 : Thanks! :tersipu merasa gak enak, soalnya bener2 infodump gitu. Tapi kalau bisa berguna, syukurlah :D

Yup, tadi sudah FB PM Mas deffa. 

Ya yg penting bisa bantu travellers disini :), kalo ada info bagus lg jgn ragu2 share2 disini ya heheh...

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Sari Suwito

aku dah beli neh ke chiang mai

tapi ke vietnam dlo hehe timeline nya 8 agustus 2016 Jakarta - KL - Ho Chi Min City, 9 agustus 2016 Ho Chi Min City - Bangkok, 10 agustus 2016 Bangkok - Chiang Mai

tapi belom beli tiket pulang heheh

 

@Nonik Ayen

ayo kalo mau bareng itu tanggal saya udah di sebut di atas

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

Jadi : Jakarta - KL - Ho Chi Minh (Ho Chi Minh 1 Night) ; Ho Chi Minh - Bangkok (Bangkok 1 night) ; Bangkok - Chiang Mai (Chiang Mai ?? Night) ; Chiang Mai - Bangkok (Bangkok 2 Night); Bangkok - Jakarta

Wow.... udah kaya daftar nama kota gitu. Salut. :backpacking

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Sari Suwito
      Holaa…Sawadee Kha...Sari here
       
      Melanjutkan FR sebelumnya kali ini saya akan berbagi cerita selama di Bangkok.
       
      Day 1
      Pesawat kami mendarat di Bandara Don Muaeng Bangkok sekitar pukul 4 sore. Selesai proses imigrasi dan mengambil bagasi, kami keluar menuju pintu arrival untuk menunggu mobil jemputan yang sudah dipesan sebelumnya. Daaan.. nomer HP driver yang dikasih dari kantor rental ketika di telpon nomer itu malah maki-maki pakai Bahasa ga sopan. Dan begitu telpon ke kantor rentalnya susah dihubungi pula. Haduuuh…jadi dag dig dug deh…mana para peserta sudah capek dan ga sabar nunggu mobil jemputan datang.
       

       
       
      Akhirnya setelah mencoba dan mencoba hubungi nomer telpon kantor rental akhirnya tersambung juga dengan managernya, daaaan…rupanya nomer HP driver yang dikasihkan itu salah. Bukan salah 1 atau 2 digit…tapi totally salah. Pantesan ajaa…
      Mobil jemputan akhirnya datang juga, mobil dengan 14 seat cukup untuk kami ber-sebelas. Dalam perjalanan menuju hotel, tour guide kami di Chiang Mai telpon menanyakan keadaan kami, dan memberitahu bahwa di Bangkok mulai diberlakukan “jam malam†jadi semua orang harus berhati-hati. Tour leader kami meyakinkan tour guide bahwa kami menginap di daerah Ramkhamhaeng dan kami akan berkunjung ke area yang jauh dari pusat demo. Jadi sepertinya kami akan baik-baik saja.
       
      Rupanya jumat sore di Bangkok hampir sama seperti di Jakarta, jalanan super macet, bahkan jalan tol pun padat merayap tanpa ampun. Lebih dari satu jam perjalanan kami dari bandara menuju hotel yang berada di Ramkhamhaeng.
      Oh ya, dalam perjalanan menuju hotel (di Jalan Ramkhamhaeng) saya melihat hal yang unik lho, patut dicontoh oleh warga Indonesia nich. Jadi karena jalanan macet, dan mulai diberlakukan jam malam, toko-toko tutup lebih awal, jadi karyawan dan pelajar harus cepat-cepat pulang ke rumah dan dalam keadaan macet ini songtoew dan bus terjebak macet juga. Akhirnya ojek motor merupakan salah satu alternative untuk bisa cepat pulang ke rumah. Nah, para calon penumpang ojek ini kan banyak banget…mereka mau antri sampe panjaaang gitu lho, nunggu tukang ojek berdatangan.
       

       
      Sekitar jam 8 malam kami sampai di hotel Regent Park yang berada di Soi 22 Jl. Ramkhamhaeng. Setelah selesai proses check in dan menyimpan barang di kamar, kami segera turun untuk makan malam di restaurant hotel dikarenakan tidak memungkinkan untuk makan malam di luar. Tanggal 22 malam merupakan awal berlakunya jam malam di Bangkok, pasti restaurant pun akan tutup lebih awal belum lagi jalanan pasti masih macet. Bahkan semua stasiun televisi Thailand berhenti bersiaran. Hanya channel luar negeri saja yang tetap tayang, dan RCTI ternyata eksis lho di saluran tv di hotel ini.
       
      Day 2
      Setelah sarapan pagi di hotel kami berangkat untuk mengunjungi acara THAIFEX (Thailand Food Expo) yang berlokasi di Impact, Muang Thong Thani, Bangkok. Pagi itu hari jumat, jalanan di Bangkok juga mirip di Jakarta, kemacetan lalu lintas sudah mengular sejak kami keluar dari hotel.
      Sekitar satu jam perjalanan akhirnya sampailah kami di lokasi pameran, tempat pameran ini rupanya sangat besar, mirip JCC kalau di Jakarta. Setiap pengunjung diwajibkan untuk mengisi form registrasi untuk mendapatkan tag visitor/buyer. Proses registrasi sangat cepat, tanpa antrian yang panjang karena masih lumayan pagi.
       

       
      Setelah mendapatkan tag visitor kami langsung berpencar, menuju ke ruang pameran, kebetulan pameran berada di Challenger 1 sampai 3, dan saya masuk mulai dari challenger 1.
       
      Begitu masuk ruang pameran, saya terkagum-kagum dengan aneka produk yang di pamerkan. Berkeliling di Thaifex expo ini sungguh memanjakan mata dan lidah, karena bisa icip-icip aneka makanan dari berbagai negara asia dan eropa. Bahkan disini dipamerkan packaging, mesin dan peralatan untuk industry kecil juga lho.
       

       

       
      Beberapa pengunjung menganti es krim di booth Korea.
       

       
      Saya juga sempatkan untuk melihat pavilion Indonesia, dan saya agak sedikit heran. Dalam kesempatan besar ini Indonesia mengirimkan produk yang saya rasa kurang greget di bandingkan negara-negara lain yang membawa produk unggulan negara masing-masing. Bahkan beberapa negara mengambil lebih dari satu pavilion.Melihat geliat produk thailand yang sekarang berkembang pesat, bahkan salah satu visi Thailand adalah menjadi pusat produk halal terbesar di dunia, maka rasanya dengan diberlakukannya Asean Economic Community dimana produk-produk dari negara lain bebas masuk ke Indonesia.
       

       
      Di ruang Challenger 3 memamerkan produk peralatan industri kecil. Ada juga pameran jenis-jenis kendaraan untuk promosi, seperti moving trailer yang desain dan motifnya unik.
       

       
       

       
      Disini juga berlangsung beberapa lomba diantaranya Thailand Ultimate Chef Challenge, fruit crafting, dan roaster's choice award.
       

       

       
      Sekitar jam 12 saya sudah merasa capek berjalan berkeliling, akhirnya saya memilih untuk beristirahat di food court sekalian makan siang. Selesai makan siang, saya kembali ke meeting point barangkali ada peserta lain yang sudah berkumpul. Rupanya belum ada satupun peserta yang berkumpul jadi saya lanjutkan untuk melihat-lihat hall arena, yang tesambung dengan bangunan impact. Pusat pameran ini terintegrasi dengan tempat makan, tempat belanja dan hotel Novotel.
       

       
      Jam 2 siang akhirnya semua peserta sudah berkumpul dan bersiap untuk meninggalkan expo untuk makan di restaurant yang tak jauh dari gedung Impact. Dan, saya pun ikut makan lagiii…hihihi… Setelah selesai makan siang kami melanjutkan kunjungan ke Agro Exchange.
      Dalam perjalanan kami melewati Kementrian Dalam Negeri Thailand, terkait dengan kudeta di Thailand, para pendemo ternyata membangun tenda di jalan raya di depan kementiran Dalam Negeri. Hari ini rupanya para pendemo sudah mulai membongkar tenda-tenda yang dipakai untuk berdemo, mungkin mereka akan berpindah lokasi demo kali ya. Secara pusat demo terbesar di Bangkok adalah di kawasan Victory Monument, National stadium, dan kawasan lain di pusat kota Bangkok. Bahkan menurut penjaga pavilion provinsi Hatyai di Thaifex toko-toko di kawasan pratunam pun tutup karena takut kalau akan terjadi kerusuhan di kawasan itu.
       
      Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya kami sampai di Agro exchange. Agro exchange merupakan pusat pasar induk sayuran dan buah-buahan terbesar di Bangkok, yang dikelola oleh perusahaan swasta. Begitu sampai di lokasi, kami dibuat terkagum-kagum melihat luasnya kawasan dan lengkapnya fasilitas di kawasan ini. Ada bank, showroom mobil, showroom motor, pusat penjualan aneka sayuran dan buah buahan dalam skala besar seperti ini, belum pernah saya lihat di Indonesia. Sungguh luar biasa industry pertanian Thailand ini.
       

       

       

       
      Puas berkeliling di agro exchange kami istirahat di food stall untuk minum dan sekaligus makan durian. Wow…kita pesta durian. Rupanya durian yang sudah dibeli tak habis dimakan, akhirnya kami bawa kembali ke hotel dan dibagikan ke staff front office hotel. 
       
      Jam 19.30 kami berangkat makan malam, dan ternyata jumat malam di Jalan Ramkhamhaeng macetnya minta ampun, jarak yang harusnya bisa ditempuh dalam waktu 20 menit terpaksa memakan waktu hampir 1 jam. Malam mini kami makan all you can eat steamboat  halal di Shintorn Restaurant. Disini tersedia banyak menu yang dapat dipilih, antara lain: nasi campur, nasi biryani, aneka sayuran, aneka potongan daging ayam dan sapi. Untuk dessertnya tersedia aneka buah potong, salad buah dan sayur, serta es campur. Oh ya, steamboat disini ga pakai kompor listrik ataupun gas. Tetapi dari bara api yang dipasang dalam tungku kecil diatas meja makan.
       

       

       
      Di samping restaurant ini juga terdapat toko makanan halal, toko perhiasan dan toko pakaian. Jadi selesai makan bisa belanja-belanja juga hehehe…
      Jam 20.30 semua peserta selesai makan, kami lanjutkan untuk jalan-jalan di pasar malam, mobil drop kami di dekat sport stadium, dan kami lanjutkan berjalan kaki melihat-lihat pasar malam di sepanjang jalan Ramkhamhaeng. Dan rupanya jam 20.30 para pedagang sudah mulai berkemas-kemas karena masih diberlakukan jam malam, yaitu mulai jam 22 sampai jam 5 pagi. Bahkan saya yang berniat membeli sepatu pesanan teman-teman saya harus berlari-larian untuk menuju toko sepatu tetapi begitu sampai tokonya sudah tutup. Duuuuh…kecewa bin dongkol dech. Akhirnya saya kembali ke hotel untuk istirahat dan berharap besok pagi masih sempat untuk kembali ke toko sepatu sebelum berangkat ke airport.
       
      Pagi hari setelah selesai sarapan saya kembali berjalan-jalan dan ternyata saya tunggu sampai jam 9 toko sepatu belum buka juga. Padahal kami harus berangkat ke airport jam 9.30. Dengan lunglai saya kembali ke hotel untuk check out dan kemudian bersiap untuk berangkat ke airport. Misi belanja saya kali ini gagal….hiks.
       
      Hari sabtu pagi, jalanan di Bangkok lumayan lancar, akhirnya sekitar jam 10.30 kami sampai di Don Muang airport untuk terbang menuju Kuala Lumpur dan melanjutkan ke Jakarta.
       
      Selamat tinggal Bangkok, semoga saya akan kembali kesini dalam situasi yang lebih aman.     
       
       
    • Guest
      By Guest
      Hallo...Sawadee Khrup 
      Saya ingin menceritakan perjalanan saya ke 2 dalam trip ke Luar Negeri, ini kunjungan pertama saya ke bangkok. Sekian lama menanti hari ini pun tiba saat nya saya explore beberapa kota di bangkok. Trip kali ini saya sekitar 10 ( 16-25 April ) hari dengan agenda sih mau merasakan yang nama nya SONGKRAN festival, awalnya sih gak kepikiran buat songkran karena setelah lihat kalender Thailand nya acara berlangsung 12/13 - 16 april sedangkan saya baru otw ke bangkok tanggal 16 april sore hari dan sampai di bandara don mueang 16 malam. 
       
      Hari pertama 16 April 
      Gak banyak yang bisa saya ceritakan di hari pertama, start dari jakarta ke bangkok jam 16.30 sore karena parno takut kelebihan kabin  jadi jam 12 an dah masuk ke ruang tunggu. Sempat was2 karena ada timbangan pas masuk ke bagian ruang tunggu, akhirnya ama petugas cm di angkat saja dan lolos lah akhir nya 8 Kg koper saya. Mungkin next time lbh bawa sedikit aja jadi gak parno lagi . Akhir nya saya pun ngebangke di ruang tunggu +- 4 jam, sudah di siapin sih amunisi nya mulai dari buku, games portable n Mp3 + wifi ( ini yang paling ampuh sih ).  untung aja di bandara ada wifi free dan lumayan kencang akhir nya saya pun nonton youtube acara reality show RUNNING MAN buat usir ke bosanan. Dan jam pun menunjukkan jam 4 lewat mulai pengumuman untuk masuk ke dalam pesawat, it's time to fly  sambil mendengarkan lagu nya OFFICIAL AIR ASIA pitbull " Time Of Our Lives ". 
      3,5 jam di dalam pesawat dan akhir nya saya pun tiba di bandara don mueang Bangkok untuk pertama x nya, dan semua pun berjalan lancar sampai ke bagian imigrasi. Di sini semua petugas gak berpakain resmi karena masih merayakan songkran jadi bajunya warna warni semua alias cerah2 ( bebas tp sopan ). Setelah itu saya memutuskan naik TAXI saja ke daerah Khaosan Road untuk menginap semalam di sana. Taxi dari bandara ke daerah Khaosan Road +- 1 jam jadi kena agro nya 190 THB +- 70an rb lah. Sesampainya di sana saya pun cari Hotel yang dekat ama daerah kawasan sana lalu cari makan malam, jalan2 sebentar dan pulang ke hotel untuk istirahat, dan ternyata pemirsa saya gak bisa tidur karena terllau berisik nya suasana malam di sana. disko2 terus semalaman  padahal dah capek banget. Tapi pertama x sih oklah inap di sana n merasakan dunia malam nya bangkok. Istirahat karena besok pagi2 mau lanjut ke wisata Grand Palace, Wat Pho dan Wat Arun.
       
      Hari ke dua 17 April
      Hari ini rencana akan di lanjutkan ke Grand palace, Wat Pho n Wat Arun, ternyata jalan kaki dari hotel ke Grand palace lumayan jauh juga ya?banyak yang bilang dekat tp lumayan juga jalan + matahari begitu menyengat. Sesampainya di Grand Palace masih belum buka karena buka jam 8.30 kalau gak salah jadi cari sarapan di sevel aja yang murah meriah. Jam 8 aja di luar sudah penuh dengar para turis dari china, ada mungkin sekitar 60 an orang udah antri di depan pintu gerbang nya. Dari luar saja bangunan Grand Palace megah sekali setalah masuk ke dalam wah..wah..wah... keren banget deh karena baru pertama x nya ke sini tapi harga tiket nya OMG 500 THB / 200rb untuk foto2 aja di sana.
       
      Setalah puas di sana akhir nya keluar untuk menuju ke Wat Pho or Wat Arun saya lupa mana dulu an...hehehe...si Wat Pho n Wat Arun gak mahal2 tiket nya cm masih standar sesuai blog2 / artikel yang saya baca, cuma 1 aja di bangkok sunggung panas sekali ampe saya harus cari oasis AC yaitu 7-11. Ntah kenapa di bangkok AC nya itu dingin2 ya?jadi sekali masuk OMG serasa surga nya di sana...hahahaa. Udah puas buat keliling2 akhir nya saya pun pulang ke hotel buat check out dan melanjutkan naik van ke PATTAYA, dari khaosan banyak yang jual cm kayak nya mahal2 dari pada ke VIC. Monument cm karena males bawa koper lagi jadi sekalian aja di jemput di depan hotel nya. Harga nya 350 THB dan jam 12 pun di jemput ama supir, ketemu orang jakarta juga suami istri di mobil cuma beda t4 duduk nya, selama di mobil cm bisa istirahat aja dan tau2 sampai di WALKING STREET bangkok.
       
      Oh ya lupa ternyata di PATTAYA itu masih berlangsung songkran nya, yipee 13-19 April, jadi acara puncak di adakan di central Plaza mall gitu dekat Walking Street nya. Di sini lah rasa cemas,takut dan gembira nya karena pas lagi di jalan udah cakep2 di sembor air..OMG gak ke bayang rasa nya itu...hahhahaa. hari pertama n ke 2 saya gak booking hotel di agoda jadi on the spot aja, jadi sampai nya di sana saya cari lah hotel yang gak terlalu ribut karena dengar ini tempat sama kayak khaosan road. Saya lupa untuk foto nama hotel nya karena ini masuk gang jadi malam itu gak terlalu berisik. Pelayanan di hotel ini lumayan ramah dan dekat sevel dari pintu masuk nya walking street. Sampai di hotel saya istirahat bentar ampe sore dan mandi lalu jalan2 sekitaran sana aja n jadi anak MALL.
       
      Tadi nya mau sih malam nonton Alcazar Show cuma gak beli online mahal banget jadi nonton yang lokal aja deh sekitaran walking street banyak banget..hahahha . Akhir nya semalaman cm di mall aja sambil liat2 suasana baru di sana, besok pagi akan di lanjutkan ke beberapa t4 wisata di pattaya. 
       
       












    • By Ahmad Andi Affandi
      Halo Jalan2ers ...jangan bosan sama saya ya ... , Kali ini mau cari teman nonton MotoGP di Chang International Circuit Buriram Thailand
      MotoGP Thailand berlangsung dari tanggal 5-7 Oktober 2018. Rencananya saya hanya menonton Sesi Race hari Minggu nya tgl 7 Oktober 2018.
      Saat ini kebetulan baru hanya punya Ticket Early Bird Side Stand seharga 1776.1 THB. Rencana Trip dari Sabtu 6-9 Oktober 2018. Itin Sementara sudah ada.
      So buat Jalan2ers yang hobi nonton MotoGP dan ada niat nonton disana boleh kontak ya.
       
      Day 1 Jakarta – Bangkok, Sabtu, 6 Oktober’18
      11:00               Check In at Soekarno Hata Int Airport
      13:10               Take off To Bangkok Don Mueang by Thai Lion SL 119
      17.00               Landed at Bangkok Don Mueang
      23.45 – 04.35  Bangkok to Buriram by Bus Nakhon Chai Air Gold Class (VIP)
      Day 2,Minggu, 7 Oktober’ 18
       Check In & Drop Bag at Fueang Fha Palace Hotel, Buri Ram     
      240/9 Jira Rd, Nai Muang, Buri Ram, 31000 Thailand
                              Go to Buriram United International Circuit
                              MotoGP Race ( 20 laps)
      Day 3 Senin, 8 Oktober’ 18
                               Check In at QOO Hotel, 54/56 Thani road, Buriram City Center, Buriram,
      Day 4  Selasa 9 Oktober’ 18
                             To Buri Ram Airport
      07:30               Check In at Buri Ram Airport (BFV)
      09:15               Take off To Bangkok Don Mueang by Air Asia FD 3523
      10.20               Landing at Bangkok Don Mueang (DMK)
                              At Siam Bangkok
      19:05               Take off To Soekarno Hata Int Airport by Thai Lion SL 118
      22.35               Landing at Soekarno Hata Int Airport
       
      Terima Kasih 
      Andy WA : 08111698889

    • By deffa

      Hola Deffa Here!
      Wow, udah bulan April lagi, bagi kalian yang belum tahu, bulan April adalah salah satu bulan festival di Thailand, karena terdapat salah satu festival terbesar di Thailand bernama Songkran Festival. Songkran Festival merupakan perayaan Tahun Baru Thailand, yang biasanya berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 13-15 April setiap tahun.
      Biasanya ketika Songkran ini di isi dengan perang air atau bermain air di jalanan. Bisa dengan pistol air atau balon yang di isi air dan di lemparkan ke siapa saja yang lewat dan gak boleh marah ya, karena makna nya adalah air sebagai sumber kemakmuran. Songkran Festival ini dirayakan bersamaan hampir diseluruh Thailand. Beberapa kota favorit untuk Songkran adalah Bangkok, Pattaya, Phuket dan Koh Samui.
      Nah, bagi kalian yang mungkin baru pertama kali mengikuti Songkran ada beberapa tips yang perlu kalian tahu, sebagai berikut:
      01. Bersiap Untuk Basah!
      Bayangkan saja, kalian terjun ke area perang air, ya jelas kan basah. Pakailah baju yang cepat menyerap air. Kalau punya, pakailah Wet Suit untuk berenang, agar gak masuk angin. 
      02. Jangan Salah Kostum!
      Setahu saya, belum pernah ada yang mengikuti Songkran menggunakan Formal Attire seperti Dress dan Jas. Jadi, jangan sampai salah kostum ya. Lebih baik menggunakan Kaos dan Celana Pendek baik pria dan wanita, bisa juga menggunakan celana jeans panjang. Biasanya penduduk lokal menggunakan baju Hawaiian Style yang bercorak warna-warni, mungkin kalian juga bisa memakai nya, banyak di jual kok.
      03. Jangan Lupa Waterproof Bag!
      Jika kalian akan membawa barang-barang seperti Handphone, Dompet atau Passport, maka harus punya Waterproof Bag. Karena, sudah jelas kalian tidak akan mau barang-barang tersebut basah dan berakibat rusak (handphone terutama). Tapi, di sarankan tidak perlu membawa Passport, cukup tinggalkan di tas dalam Hotel saja.
      04. Kacamata Renang Juga Perlu Loh
      Percaya deh, kacamata renang sangat berguna sekali ketika Songkran. Karena, kebiasaan para peserta Songkran itu menembak kan air nya ke muka, jadi terkadang bisa kena mata juga. Walaupun, mungkin tidak berbahaya tapi bisa sedikit mengganggu penglihatan, jadi ya kacamata renang ini sangat berguna.
      05. Jangan Mudah Tersinggung Ya
      Anggap lah ini permainan, jangan mudah tersinggung jika kalian tiba-tiba di tembak di muka atau di lemparin balon air dari rombongan yang menggunakan mobil. Karena, itulah esensi dari festival ini, kalian harusnya juga menembak kan air ke setiap orang yang ditemui jadi jangan bengong aja ya. 
      06. Beli lah Pistol Air Yang Besar
      Ya, kalian tetap harus membeli pistol air nya karena tidak ada penyewaan untuk Pistol Air. Biasanya harganya dari 150-800 baht. Biar tambah seru beli yang Super Soaker (paling besar), agar lebih berasa Songkran-nya.
      07. Jangan Beli Air!
      Maksudnya, air untuk refill pistol nya ya bukan untuk air minum (kalau air minum kalian tetap harus beli). Pemerintah setempat biasanya sudah menempatkan di beberapa titik Tanki Air khusus untuk me-refill Pistol Air kalian. Karena, memang ada beberapa warga yang membuka stand untuk me-refill pistol air dan itu bayar.
      08. Bertemanlah Dengan Warga Lokal!
      Ya paling asik kan kalau berkunjung ke negara lain bisa dapat teman baru, apalagi warga setempat. Nah, ketika Songkran ini, berteman dengan warga lokal bisa banyak untungnya seperti cari jalan pintas untuk menyerang kerumunan dari belakang, cari tempat refill pistol air yang terdekat dan juga cari makanan murah saat lagi perang air ini. Warga Thailand cukup open minded loh, apalagi pada waktu festival ini mereka akan sangat suka di sapa dan berkenalan dengan wisatawan.
      Demikian lah 8 Tips untuk mengikuti Songkran Festival yang akan berlangsung di tanggal 13-15 April nanti. Jika kalian belum mendapatkan penginapan untuk Songkran-an di Bangkok, coba cek artikel di bawah ini ada beberapa referensi yang bagus, apalagi untuk backpackers:

      Ini Dia Aneka Hotel di Bangkok yang Bakalan Bikin Backpackers dan Instagrammer Happy Berat!
       
      Bagi kalian yang akan bersiap kesana, have fun and "gun" ya.  
    • By Pingkan
      Tiket yang sudah setahun lalu dibeli akhirnya akan digunakan juga..
      Segala persiapan untuk mengunjungi wilayah di sekitar Andaman sudah disusun dari 3 bulan sebelum keberangkatan.
      Dan sayangnya, perjalanan kali ini harus dilakukan sendiri. Hwiih.. My dream 2 years ago became true, being a solo traveller.
       
      Oke ini adalah gambaran perjalanan saya untuk solo trip kali ini, 
      1. Kamis, 05 May 2016 : Bandung - Kuala Lumpur (Batal)
      2. Kamis, 05 May 2016 : Kuala Lumpur - Langkawi (Batal)
      3. Sabtu, 07 May 2016 : Langkawi - Penang (Batal)
      4. Sabtu, 07 May 2016 : Penang - Kuala Lumpur (Batal)
      5. Sabtu, 07 May 2016 : Jakarta - Kuala Lumpur
      6. Sabtu, 07 May 2016 : Kuala Lumpur - Phuket
      7. Selasa, 10 May 2016 : Phuket - Kuala Lumpur
      8. Rabu, 11 May 2016 : Kuala Lumpur - Jakarta
      Hmm... Banyak yang tiket untuk perjalanan kali ini, ini semua karena promo air asia. Dan karena awalnya kami hanya berencana berkunjung ke Langkawi & KL, tapi di tengah perjalanan muncullah ide untuk melanjutkan tiket ke Phuket. Tapiiiii... berhubung bertepatan dengan libur panjang dan saya harus berusaha dari Jakarta ke Bandung dengan kondisi tol yang stuck, maka perjalanan ke Langkawi sukses batal. Tapi saya tetap melanjutkan perjalanan ke Phuket & Kuala Lumpur dengan membeli tiket yang baru.
      1. Kamis, 05 May 2016 .. Bandung - Kuala Lumpur - Langkawi
      Yaaa.. karena missed dengan jadwal booking travel dari Jakarta - Bandung, akhirnya saya dapat travel pk 04.45, yang ternyata baru jalan pk 05.00. Tepat di KM 4 mobil kami terhenti lumayan lama karena ada truck isi bawaannya terhambur di jalanan. Dan keadaan tidak berakhir bahkan sampai kami sampai di sekitaran wilayah Karawang, dan itu artinya pesawat yang harusnya saya tumpangi sudah take off ke Kuala Lumpur. 7 Jam dalam perjalanan Jakarta - Bandung benar-benar menjadi percuma, karena saya pun tidak bisa pindah flight, karena seluruh jadwal penerbangan penuh sampai dengan hari Jumat sore. Akhirnya saya kembali ke Jakarta dengan hati yang sangat kecewa.
      2. Sabtu, 07 May 2016 .. Jakarta - Kuala Lumpur - Phuket
      Akhirnya saya membeli tiket baru dari Jakarta menuju Kuala Lumpur, karena tiket Kuala Lumpur - Phuket sudah saya siapkan. Perjalanan kali ini berlangsung tanpa halangan. Dan akhirnya sukses mendarat di KLIA (Lion Air), lalu saya naik KL Express ke KLIA 2 (Air Asia) dan sorenya sampai di Phuket Int Airport. Dari Airport saya akan menuju ke daerah Patong dimana saya sudah memesan hotel di daerah sana. Tidak perlu khawatir bagi para solo traveler, dari airport ada mini van yang isinya kurang lebih 10 org untuk menuju ke area Patong, cukup membayar 180Bath (Flat rate), ditengah jalan kami berhenti di kantor operator bus untuk ditanyai mengenai tujuan kita, agar sie driver dapat langsung menghantar kita menuju ke tempat tujuan. Perjalanan cukup jauh dari airport ke daerah Patong, sekitar 1.5 jam kemudian saya sudah tiba di jalan hotel saya. Saya menginap di Casa Jip Hotel, tempatnya sangat bersih, ruangan luas, dekat dengan Jungceylon Mall. Dan malam ini saya habiskan untuk berjalan disekitaran hotel, melihat Bangla Road yang suasananya seperti di Bali, dengan berbagai bar dan kafe full dengan musik hingar bingar dan juga atraksi-atraksi dewasa. Jangan khawatir apabila kita belum memesan paket trip, sepanjang jalan terdapat berbagai macam toko yang menawarkan paket-paket trip. Dan karena saya besok akan menyebrang ke Phi Phi Island, maka saya mencari informasi mengenai ferry dan jasa penjemputan van, yang pada akhirnya dapat dengan harga 700 Bath (masi agak mahal..!). Malam semakin larut dan saya berusaha mencari Banzaan Market, yang setelah saya bolak - balik ternyata letaknya tepaaaaaat dibelakang Jungceylon Mall (fiiiuh...!!!). Malam itu saya menikmati manggo sticky rice (50 Bath) dan Pad Thai (30 Bath) plus coconut ice cream (60 Bath). Pulang dengan perut super kenyang, waktu nya untuk beres-beres dan beristirahat.
       
      3. Minggu, 08 May 2016 .. Phuket - Phi Phi Island
      Jam 7.15 saya sudah duduk manis di hotel bersama dengan 3 orang turis lainnya menunggu van yang akan menjemput kami menuju Rassada Pier. 5 Menit kemudian akhirnya kami dijemput dan dengan segera kami menuju Rassada Pier yang letaknya lumayan jauh kurang lebih 1 jam perjalanan dari area Patong. Kami naik Ferry yang cukup besar dan penuh dengan pengunjung hari itu. Sekitar 2 jam kemudian akhirnya kami sampai di Tonsai Pier, sebelum memasuki area pulau kami harus membayar retribusi sebesar 20 Bath. Selama di Phi Phi Island saya akan tinggal di Phi Phi Cozy Seafront. Hotel yang saya pilih sangat susah dicari, karena ternyata letaknya di balik Tonsai Pier dan letaknya sudah diujung pulau. Dengan backpack 65 lt yang saya bawa, perjalanan mencari dan kesasar amat sangat membuat stress. Dan sayangnya semenjak saya datang sampai check out, saya tidak pernah terhubung dengan wifi. Yaaah.. walaupun pemandangan dari sekitaran hotel sangat bagus, tapi untuk letak dan fasilitas, saya rasa ada banyak tempat di sekitaran Phi Phi yang bisa menawarkan dengan harga yang lumayan. Jangan khawatir apabila kita datang tanpa memiliki hotel, disana banyak sekali pilihan untuk berbagai pilihan fasilitas dan area.
      Setelah saya meletakkan seluruh barang-barang bawaan, waktunya untuk mencari paket tour untuk mengunjungi Maya Bay. Jangan juga khawatir, di Phi Phi Island ini ada banyak sekali operator tour, tempat makan, gift shop dan mini market. Akhirnya saya mengambil paket tour seharga 300 Bath untuk half day trip yang dimulai dari Pk 14.00 - 18.30. Bersamaan dengan turis lainnya kami mengunjungi Maya Bay yang untuk masuk kedalamnya kami harus membayar 200 Bath (tidak termasuk harga paket), lalu mengunjungi monkey bay, pirates bay dan menikmati sunset. Malam nya saya menghabiskan waktu berjalan di sekitaran Loh Dalum By menikmati sunset yang baru indah-indahnya sekitar pk 18.30, lalu mencari makan malam di restoran yang memiliki wifi sambil memesan chicken fried rice dan Thai tea (-/+ 175 Bath). Kalau kita makan di restoran yang tidak memiliki wifi, makanan nya jauh lebih murah kurang lebih sekitar 60 Bath dengan harga juice buah segar -/+ 40 Bath. Malam belum selesai ternyata di pulau ini, hiruk pikuk dentuman suara dan tawa dari para turis masi mewarnai malam di sekitaran Loh Dalum Bay yang memiliki banyak kafe-kafe.
       
      4. Senin, 09 May 2016 .. Phi Phi Island - Patong 
      Bangun pagi-pagi sekitaran jam 7 pagi, saya memutuskan untuk mengunjungi Phi Phi View Point yang ternyata perlu usaha yang luar biasa karena harus menaiki tangga hampir 3 KM untuk sampai ke titik teratas, sebaiknya beli minum untuk bekal di perjalanan. Walaupun tidak perlu khawatir karena di atas akan ada warung yang menawarkan banyak pilihan makanan dan minuman. Owya, sebaiknya mengunjungi Phi Phi View Point ini pagi-pagi, karena masi sangat sepi. Jadi kita punya kesempatan seluas-luasnya untuk berselfie ria. Siangnya, saya memutuskan kembali ke area Patong, dengan ferry dari Tonsai Pier. Sesampainya di Rassada Pier sudah ada supr-supir van yang membawa nama hotel, dan karena saya memesan untuk antar - jemput maka saya tinggal menghampiri supirnya dan melihat nama saya di list mereka. Maka akhirnya saya kembali ke Patong dan tinggal di Red Planet Hotel, kali ini hotel yang saya pesan terletak sebelum Jungceylon Mall, tapi dekat dengan Patong Beach. Setelah meletakkan barang-barang, saya dengan sesegera mungkin menuju pantai. Karena saat itu sudah pukul 6 sore, artinya saya hanya memiliki 30 menit untuk menikmati sunset di Patong. Pantai Patong ini panjaaaang sekali, dan berpasir putih. Banyak hal yang bisa dilakukan disekitar sini, water sport, berenang di laut atau hanya seperti saya menikmati hilir mudik orang sambil menikmati hangatnya matahari yang akan tenggelam.
      Malamnya kembali ke area Jungceylon Mall untuk mencari informasi mengenai bus untuk ke airport, tapi akhirnya harus pulang dengan tangan kosong, karena tidak ada satu pun orang yang mengerti tentang ini. Yah walaupun katanya ada bus di sekitar belakang jungceylon, ato bahkan ticket counter di depan sbux jungceylon. Yah intinya saya tidak ketemu itu semua. 
      5. Selasa, 10 May 2016 .. Phuket - Kuala Lumpur
      Pagi-pagi kembali saya bangun untuk ke pantai, menikmati indah dan bersihnya pantai Patong. Pagi ini sekitaran pantai banyak diisi dengan aktivitas orang untuk berolahraga. Tidak lama menghabiskan waktu di sekitaran sini, akhirnya saya kembali ke hotel dan berkemas. Sambil coba bertanya ke teman-teman yang baru saja pulang dari Phuket, diusulkan untuk menuju ke Phuket Town, dengan menaiki Songteuw dari depan Patong Beach. Sampai jam 11 kurang bus yang saya tunggu tidak kunjung datang, akhirnya saya mencoba bertanya pada supir taxi meter, yang akhirnya disepakati 450 Bath untuk menuju ke airport. Kurang lebih 1 jam-an saya sampai di Phuket Int Airport, disebelah bangunan yang saya masuki sepertinya sedang bersiap gedung airport yang baru, yang lebih megah dari bangunan yang ada sekarang. Yah saya rasa sudah sepantasnya mereka berbenah, karena ada banyak sekali turis dari mancanegara yang berkunjung ke daerah itu.
      Perjalanan hampir 2 jam dengan Air Asia akhirnya menghantar saya untuk bisa sampai ke Kuala Lumpur. Saya memutuskan untuk naik sky bus dari KLIA 2 ke KL Sentral, sambil menuju ke level 1 saya menuju ticket counter dan membayar 11 RMY. Dan kali ini saya akan menginap di sekitaran Bukit Bintang, Hotel Melange adalah hotel pilihan saya yang letaknya sangat dekat dengan pusat makanan malam JL. Alor. Naik monorail saya harus menuju area yang berbeda dengan area KTM, wlpn masi di sekitaran Nu Sentral Mall, saya harus membayara 2.60 RMY untuk menuju ke stasiun Air Asia Bukit Bintang.
      Setelah meletakkan barang bawaan saya, saya langsung berkeliling ke sekitaran Bukit Bintang melihat-lihat area mall, seperti Sungei Wang, Lot 10, Fahrenheit dan Pavilion. Lalu saya menuju ke Suria KLCC untuk melihat twin tower. Akses ke Twin Tower bisa melalui jembatan di dalam mall Pavilion, jembatan khusus ini cukuuuuuup panjang, saya butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke Suria KLCC. Malam itu menikmati pertunjukan air mancur yang warna-warni dan tentunya sang Twin Tower yang berdiri tegak.
      6. Rabu, 11 May 2016 - Kuala Lumpur - Jakarta
      Hari terakhir saya bersolo traveling, dan karena sudah melalui perjalanan yang cukup melelahkan. Hari ini sebelum saya kembali ke Indonesia, saya memutuskan hanya akan mengunjungi Batu Cave. Dari KL Sentral saya terlebih dahulu menitipkan barang saya di loker yang letaknya ada di bagian pojok, dengan deretan-deretan loker berbagai ukuran, akhirnya saya memasukkan backpack 65 lt saya ke loker dengan membayar 20 RMY. Lalu membeli tiket KTM sebesar 3 RMY untuk menuju Batu Caves.
      Batu Cave adalah stasiun terkahir, jadi jangan khawatir kita akan kelewatan stasiun. Setelah turun, maka kita akan menemui area yang luas yang berisikan kuil-kuil. Dan tentunya beratus anak tangga yang perlu dinaiki untuk menuju kuil teratas. 
      Akhirnya setelah puas explore Batu Cave maka saya kembali ke KL Sentral dan dengan sky bus akhirnya saya kembali ke airport untuk menunggu penerbangan saya kembali ke Indonesia.
       
      Sekalipun banyak hal yang perlu diperhatiakn, tapi ternyata bersolo trip itu cukup membuat ketagihan. Walaupun tetap harus memperhatikan daerah yang kita kunjungi. Esp kalau anda adalah seorang perempuan.
       
       
      I'm not lucky, coz I'm blessed
      -Pingkan-
      IG @lets.go.again_pink
       
       
       






       
       

       
    • By Parkdaeok

      Entah apa yg membuat kami betah dan lengket dengan kasur.
      Morning call kami hiraukan...
      Sampai jam 7 kami terburu2 mandi dan sarapan.
      Masih dengan makanan ala westren campur ala2 thailand.
      Sebelum chek out saya sempatkan foto di depan hotel dengan baju yg kemarin saya beli di wat arun
       
      Kali ini kami akan kemana ya ???
      Lets see...

      Pattaya beach..
      Ini tempat yg indah banget, sayang nya karena kita harus mengejar waktu untuk kembali ke bangkok lagi. Kita hanya singgah sebentar untuk foto2.
       
      Entah apa yg membuat kami betah dan lengket dengan kasur.
      Morning call kami hiraukan...
      Sampai jam 7 kami terburu2 mandi dan sarapan.
      Masih dengan makanan ala westren campur ala2 thailand.
      Sebelum chek out saya sempatkan foto di depan hotel dengan baju yg kemarin saya beli di wat arun
       
      Kali ini kami akan kemana ya ???
      Lets see...
      Pattaya beach..
      Ini tempat yg indah banget, sayang nya karena kita harus mengejar waktu untuk kembali ke bangkok lagi. Kita hanya singgah sebentar untuk foto2.
      BeautyPlus_video_20160416092124.mp4

    • By Parkdaeok
      Hai...
      Welcome to pattaya.
      Jam 15.00 kami sampai di pattaya, udara panas membuat kami tertidur di mobil ber ac.
      Kita sampai di peternakan madu thepprasit.

      Disini kami ajarkan mengenal lebah dan madu yg dihasilkan nya, selain senang2 kami juga di edukasi mengenal madu asli dan palsu loh.
      Di tempat ini kalian juga bisa beli madu.
      Ok banget deh tempat ini.

      Lalu... kemana kita akan pergi ???
      Coba tebak...

      Taaaaaaaadddddaaaa.....
      Shopping again..
      Kesukaan kami perempuan keceh...
      Ini adalah pattaya floating market, memang pasar ini bukan asli pasar apung. Pasar ini buatan, kios2 di bangun di atas danau buatan supaya memudahkan pengunjung.
      Yg menyedihkan disini, aku kena semprot air dalam festival songkran.