baihaki1985

Surga Wisata Kuliner itu Bernama Guangzhou di China

15 posts in this topic

Kalau berbicara tentang masakan, maka masakan dari Cina tak bisa dilewatkan begitu saja. Masakan dari negeri tirai bambu ini telah mendunia. Terlebih hampir di setiap negara terdapat pecinan atau chinatown yang mau tidak mau memberi popularitas lebih bagi masakan Cina. Dan mayoritas masakan Cina yang populer di berbagai belahan dunia tak lain adalah masakan Kanton. 

Nah, kalau ingin mencicipi kuliner masakan Kanton yang otentik, maka tempat yang bisa dijadikan rujukan adalah kota Guangzhou yang merupakan ibukota dari Provinsi Guangdong. Kota ini merupakan kota terbesar ketiga di negara Cina setelah Shanghai dan Beijing. Selain itu, Guangzhou layak untuk disebut sebagai surga kuliner Cina karena kota Guangzhou memperoleh pemasukan perkapita sektor kuliner tertinggi di negara Cina. 

Masakan Kanton yang ada di Guangzhou ataupun Provinsi Guangdong pun menggunakan berbagai jenis bahan baku utama. Di antaranya adalah daging sapi, daging babi, ayam, ceker ayam, lidah bebek, bekicot dan bahkan ular sekalipun. Namun untuk daging kambing ataupun domba cukup jarang dipakai sebagai bahan baku utama. 

Dim sum kanton

Dim sum memang menjadi makanan yang banyak dijumpai di seluruh negara Cina. Namun dim sum dari Kanton banyak dianggap sebagai dim sum terbaik di seantero negara Cina. Dan tempat yang banyak disarankan untuk bisa menikmati sajian dim sum kanton di kota Guangzhou adalah Restoran Panxi. 

8574377708_5bcd2bb408.jpg proDXVd7Z.gif

Dim sum berbentuk kelinci di Restoran Panxi (kredit: letstalkfoodandetc)

 

Yuntun Mian atau mie pangsit

Kalau ingin mencari mie pangsit otentik di Guangzhou, tempat terbaik yang bisa dituju adalah di jalan Xihua Lu dan Renmin Lu. Di kedua jalan ini, terdapat berbagai tempat makan yang terkenal dengan sajian mie pangsitnya. Selain itu, ada pula restoran bernama Restoran Ouchengji yang terkenal dengan sajian mie pangsitnya. Restoran ini terletak di alamat 127 Dishipu Lu dan sudah berdiri sejak tahun 1940an. 

Restoran ini beralamat di No. 151 Longin West Road, Liwan, Guangzhou Guangdong. Restoran Panxi ini terkenal karena mereka menyajikan varian dim sum yang beragam. Bagaimana tidak, di sini terdapat 1000 jenis dim sum. Namun nampaknya kemungkinan kecil ya kalau 1000 jenis dim sum tersebut disajikan setiap hari. 

Jidi Zhou

Kuliner lain yang juga terkenal di kota Guangzhou adalah Jidi Zhou atau bubur Jidi. Restoran yang terkenal dengan bubur ini adalah Restoran Wuzhanji yang berlokasi di Wenchang Xiang. Restoran ini pun terkeanl sudak sejak awal tahun 1900an. Bahkan Jidi Zhou dari Restoran Wuzhanji ini memperoleh gelar sebagai Chinese Famous Food pada tahun 1997. 

Namun sepertinya tak semua orang bakal cocok dengan bubur ini. Terlebih untuk para traveler muslim yang ingin menjaga makanan dari makanan yang haram. Tak lain karena bubur ini menggunakan bahan baku babi. Baik itu potongan hati babi, usus babi dan lain-lain.  

Chang Fen atau Streamed vermicelli roll

Kalau berbicara tentang makanan yang populer di Guangzhou, maka kuliner yang tak bisa dilepaskan adalah Chang Fen. Kuliner yang satu ini pun bahkan hampir bisa dijumpai di semua teahouse ataupun night market yang ada di kota Guangzhou. 

RiceCrepe.jpg

Chang fen (kredit: Wikipedia)

Chang fen ini sendiri dikenal sebagai salah satu kuliner Kanton dari Cina bagian selatan. Selain dijumpai di Guangzhou, kuliner ini juga dapat ditemukan di Hong Kong. Chang Fen ini pun bisa disajikan sebagai snack atau terkadang juga disajikan sebagai varian dari dim sum. Chang fen ini pun mempunyai variasi isi. Bisa diisi dengan udang, daging babi, daging sapi, sayuran ataupun bahan-bahan lain.

Guiling Gao

Kuliner berikutnya yang kerap menjadi santapan warga Guangzhou adalah guiling gao. Makanan yang satu ini biasanya dijadikan makanan penutup. Guiling gao ini merupakan sebuah jelly yang bahan baku utamanya terbuat dari seekor kura-kura. Biasanya kura-kura yang dipakai adalah kura-kura Cuora trifasciata. 

gui-ling-gao.jpg

Guiling gao (kredit: Tripadvisor)

Namun yang perlu diperhatikan, kura-kura ini ternyata adalah hewan endemik di wilayah Cina bagian selatan dan Vietnam bagian utara. Dan karena spesies kura-kura ini adalah hewan endemik seperti halnya anoa di Indonesia, kura-kura ini pun menjadi salah satu hewan yang dilindungi. Terlebih lagi saat ini statusnya terancam punah. 

Menurut masyarakat Cina sendiri, guiling gao merupakan salah satu makanan untuk kesehatan tubuh. Masyarakat Cina percaya kalau guiling gao ini bisa menyembuhkan panas dalam tubuh yang berlebih. Bahkan kalau guiling gao terasa semakin pahit, maka dianggap mempunyai khasiat yang lebih baik. 

White Cut Chicken atau baiqie chicken

Makanan yang satu ini merupakan masakan yang sangat sederhana dan cukup gampang dibuat. White cut chicken ini bisa dibuat hanya menggunakan air mendidih tanpa perlu tambahan bumbu. Jadi rasa ayam ini pun bakal terasa orisinil. 

9f29d77b4371cb6f8349ab5422ba1181.jpg

White cut chicken (kredit: absolutechinatours)

Namun ayam yang dipakai untuk membuat masakan ini haruslah ayam lokal yang mempunyai bobot kurang dari 1 kg. Untuk memasaknya pun hanya perlu waktu 15 menit dalam air yang mendidih. Dalam penyajiannya, white cut chicken ini kerap disajikan dengan cocolan jahe, daun bawang serta minyak kacang. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

 

 

Dinghu Shangsu

Seperti diketahui, tak semua makanan yang saya cantumkan pada tulisan di atas biasa dikonsumsi oleh semua orang. Sebagai contohnya adalah para traveler muslim atau mereka yang membiasakan diri untuk menyantap makanan vegetarian. Nah, sebagai kota yang menyuguhkan kuliner terbaik, Guangzhou pun mempunyai beberapa kuliner serta tempat yang bisa dinikmati oleh para pecinta makanan vegetarian.

Kuliner vegetarian pertama yang bisa dinikmati pada saat berkunjung ke Guangzhou adalah Dinghu Shangsu. Kuliner yang satu ini merupakan makanan tradisional di Kuil Qingyun yang berlokasi di Zhaoqing City. Zhaoqing City ini lokasinya berada di bagian barat Provinsi Guangdong.

Kuliner tradisional vegetarian ini pun bahkan sudah bertahan hingga 100 tahun lebih. Dan karena dinghu shangsu ini adalah makanan yang menggunakan bahan-bahan nabati, maka nutrisinya pun tinggi dan memang ditujukan untuk gaya hidup yang sehat.

Huangpu Egg

Kuliner berikutnya yang bisa dicoba pada saat di Guangzhou adalah Huangpu Egg. Huangpu pada nama masakan ini merujuk pada sebuah distrik bernama Huangpu yang merupakan salah satu dari 10 distrik yang ada di kota Guangzhou. Dan huangpu egg ini memang berasal dari distrik Huangpu. Kabarnya, huangpu egg ini diciptakan oleh seorang keluarga nelayan yang tinggal di Yuzhu, Huangpu pada sekitar tahun 1930an.

 

 126317744573168_2.jpg

Huangpu egg (kredit: lifeofguangzhou)

Huangpu egg ini terkenal mempunyai kombinasi rasa yang menarik. Tesktur telur pada huangpu egg ini terasa lembut dan halus. Selain itu, huangpu egg ini juga memiliki rasa manis yang bercampur dengan bau wangi. Konon keluarga nelayan yang menciptakan menu masakan ini memakai telur yang berasal dari ayam yang hidup di atas kapal. Ayam-ayam tersebut pun hanya diberi makan berupa ikan kecil serta udang.

Snake Banquet

Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, masyarakat Guangzhou hampir memanfaatkan apapun sebagai bahan makanannya. Terlebih seekor ular yang memang cukup umum dijadikan sebagai bahan makanan di negara Cina. Dan oleh masyarakat Guangzhou, ular pun disajikan dalam berbagai bentuk, termasuk di antaranya dalam bentuk penyajian banquet.

Sedikit cerita menarik tentang kuliner berbahan ular di Guangzhou. Pada masa lalu, konon terdapat seorang penangkap ular legendaris bernama Wuman yang mempunyai peran penting dalam mempopulerkan kuliner ular ke tanah Guangzhou. Pria yang berjuluk Snake King Man itupun menangkap ratusan ular dan kemudian membawanya ke Guangzhou. Alhasil, pada tahun 1885, restoran ular pertama di Guangzhou pun didirikan. Dan saat ini terdapat banyak tempat makan di Guangzhou yang mengikuti langkah tersebut.

Lalu mengenai restoran yang bisa dituju untuk bisa menikmati sajian tradisional Kanton yang ada di Guangzhou cukup beragam. Namun dari sekian banyak, terdapat beberapa restoran yang mempunyai reputasi sangat terkenal. Berikut ini adalah lima restoran yang reputasinya terkenal mampu menghadirkan kuliner khas Guangzhou berkualitas.

Restoran Panxi

Restoran yang satu ini banyak dianggap sebagai restoran yang menyajikan kuliner khas Kanton yang berkualitas. Restoran ini pun mempunyai sejarah yang panjang, didirikan pada tahun 1947. Selain itu, restoran ini juga mempunyai desain seperti taman-taman klasik Cina. Ditambah lagi, lokasi pendirian restoran ini dulunya merupakan taman istana dari Dinasti Southern Han.

panxi-restaurant.jpg

Suasana di dalam Restoran Panxi (kredit: GZ Hotel)

Beberapa kuliner khas Kanton pun bisa dinikmati di restoran ini. Baiqie Chicken yang disajikan oleh restoran ini pun terkenal sebagai yang terlezat di seantero Guangzhou. Selain itu, sajian dim sum di tempat ini juga terkenal, bahkan varian dim sum yang mereka sajikan mencapai 1000.

panxi-restaurant.jpg

Menu dim sum di Restoran Panxi (kredit:Tripadvisor)

Sebagai tambahan, Restoran Panxi ini juga mempunyai houseboat yang memberikan suasana makan malam romantis. Untuk lokasinya sendiri, Restoran Panxi ini beralamat di 151 Longjin West Road, Liwan Park, Guangzhou.

Suchengzhai Vegetarian Hall

Dilihat dari namanya tentu sudah jelas terlihat kalau restoran yang satu ini ditujukan untuk para penikmat kuliner vegetarian. Suchengzhai ini pun dikenal sebagai salah satu restoran vegetarian yang mahal di kota Guangzhou. Namun sebagai gantinya, sajian yang dibawakan pun mempunyai kualitas tinggi dan diakui sebagai salah satu yang terlezat di Guangzhou.

Restoran Tao Tao Ju

Sebuah restoran yang berusia sangat tua tentunya kualitasnya bisa lebih dibanggakan jika dibandingkan dengan restoran yang baru berdiri. Di kota Guangzhou, salah satu restoran yang berusia ratusan tahun salah satunya adalah Tao Tao Ju Restaurant yang didirikan pada tahun 1880.

taotaoju.thumb.JPG.08555a0228a9f43dd916a

Restoran Tao Tao Ju (kredit: Wikipedia)

Sebagai restoran yang mempunyai usia lebih dari 100 tahun, Restoran Tao Tao Ju ini pun menyediakan kuliner otentik khas Kanton. Mereka pun mempunyai lebih dari 200 menu yang disajikan setiap hari. Dan karena usianya yang sudah tua, Tao Tao Ju pun mempunyai warisan sejarah yang sangat banyak. Baik terkait masakan ataupun tidak.

Edited by baihaki1985

Share this post


Link to post
Share on other sites

baihaki 1985

Phak Cham Keh Kesukaan saya+ irisan cabe rawit saos kecap asin

min 1 bulan sekali tuk Cia po  'toniq stamina' paling bermanfaat/ ato baru sembuh dari sakit

Kuah rebusan bisa untuk bihun/mie kuah + baso / ato bikin sop

Bisa tuk tambahan Menu lebaran Original HALLAL

eeem hao che sen cin ping deh

Share this post


Link to post
Share on other sites

Maksud saya Original halal masak sendiri gampang dan bermanfaat tuk sekeluarga pasti

kalo ayamnya mah tuk makan enak  ...tapi air rebusannya banyak manfaat dan menyehatkan 

apalagi udah bosen menu lebaran trus masak ayam rebus +beli baso sapi +bihun/mie pasti rebutan                                                                                                          jangan lupa pake Garam rebus ayam nya

Share this post


Link to post
Share on other sites

baihaki 1985

Phak Cham Keh Kesukaan saya+ irisan cabe rawit saos kecap asin

min 1 bulan sekali tuk Cia po  'toniq stamina' paling bermanfaat/ ato baru sembuh dari sakit

Kuah rebusan bisa untuk bihun/mie kuah + baso / ato bikin sop

Bisa tuk tambahan Menu lebaran Original HALLAL

eeem hao che sen cin ping deh

waaah keren koh :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Gabriella Vania Wijaya
      Hi all! 
       
      Setelah beberapa kali tanya itinerary, sempet galau mau kemana akhirnya memutuskan untuk memberanikan diri buat ke China. Ngga cuma mampir gitu ke Shenzhen & Guangzhou yang relatif dekat dengan Hong Kong, tapi juga ke Guilin. #harusberani
       
      Jadi kurang lebih itinerary nya seperti ini hehe
      tapi ini masih belum lengkap, jadi tolong suggestionnya yaa 
      masih ada tapi lagi hahaha 
      note : no Disneyland or Ocean Park 
       
      jadi itinerarynya kayak gini
       
      14 Jan - flight dari Surabaya menuju Hong Kong, stay di Stanford Hotel di daerah Mong Kok. (to be honest, mahal2 ye hotel di Hong Kong.) Dinner ke Tim Ho Wan terdekat, terus jalan2 daerah Ladies Market (sekalian jalan pulang ke hotel)
      15 Jan - breakfast ke Australia Dairy Company, and I dont know mau ngapain lagi hahaha
      16 Jan - masih clueless mau ngapain
      17 Jan - check out, menuju ke Shenzhen, dan stay di One39 (this is super deal sih di China, kamar super luas harga terjangkau hehe); masih belum ada gambaran mau kemana sorenya
      18 Jan - Window of the World, Splendid China and Folk Culture Village, any suggestion breakfast & dinner dimana?
      19 Jan - no idea kemana hahaha mungkin hari ini belanja (?)
      20 Jan - Check out, lalu naik train ke Guilin. minta dijemput sama hotel hahaha I stay at Aroma Tea house (ini super super deal sih, 5stars murah banget hahhaa)
      21 Jan - Li River Cruise, malem nonton lightshow, all minta tolong pihak hotel untuk bantu arrange dgn local tour disana
      22 Jan - Day tour to reed flute cave, seven star park, fubo hill, elephant trunk hill - ngambil day tour dari travelchinaguide hehe
      23 Jan - Check out dari guilin ke guangzhou, entah juga mau ngapain di guangzhou hehe nginep di PengmanA-mall Apartment hehe super deal juga loh hahaha
      24 Jan - Baiyun Mountain, trus entah kemana
      25 Jan - masih clueless mau kemana di guangzhou
      26 Jan - guangzhou balik ke hong kong stay di best wester harbour view
      27 Jan - ke Ngong ping mungkin hehe
      28 Jan - Balik surabaya haha, besok kelas haha
       
      sekian kurang lebih itinerarynya ..
      tolong dibantu 
       
      Thank youuu happy planning hehe
    • By Gabriella Vania Wijaya
      Hi all 
      Kemarin sempet tanya buat trip ke China ... tapi karena beberapa pertimbangan, jadi harus dirombak lagi itinerarynya.
      jd bakalan berangkat di bulan January, which is winter gitu  #nekat #gakapok 
      foto bisa cek di www.instagram.com/mlle.gabriella
      ini few posts yg lalu hehe
       
       
       
      kurang lebih maunya kayak gini
       
      14D1. sub-hk-shenzhen
      15D2. day trip to guangzhou (enaknya ngapain ya disana?)
      16D3. shenzhen
      17D4. shenzhen - hk - Osaka
      18D5. Osaka
      19D6. day trip to Nara
      20D7. Day trip to Kobe
      21D8. Day trip to Kyoto
      22D9.Osaka
      23D10. tokyo
      24D11. tokyo
      25D12. tokyo
      26D13. tokyo
      27D14. tokyo - HK
      28D14. HK - SUB
       
      #Note : I've been to Japan before, jd mostly uda pernah pergi. any suggestion enaknya kemana lg? 
      apa ya yang perlu di coba makan sama visit? 
      (ini uda pernah ya hahaha Hakone, Sapporo, Otaru, Shirakawago)
      thank youuu 
       
       
    • By baihaki1985
      Guangzhou memang terkenal dengan wisata kulinernya. Namun bukan berarti selain kuliner, tempat ini tak mempunyai destinasi wisata yang menarik. Jangan lupa, Guangzhou merupakan kota terbesar ketiga di negara Cina setelah Shanghai dan Beijing. Dengan statusnya tersebut, tentu kota ini pun mempunyai destinasi wisata yang tak kalah dibandingkan dengan kota lain. 
      Ada cukup banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi pada saat ke Guangzhou. Meski memang sih, popularitas tempat-tempat wisata di Guangzhou sangat kalah jauh kalau dibandingkan dengan wisata di Beijing, Hong Kong ataupun Shanghai. Meski begitu akan sangat rugi dong kalau ke Guangzhou hanya untuk menikmati kulinernya?
      Pulau Shamian
      Pulau Shamian ini merupakan sebuah pulau yang menyimpan peninggalan sejarah zaman kolonial di negara Cina. Pulau ini pun ukurannya sangat kecil, hanya seluas 0,3 kilometer persegi. Shamian ini berbatasan dengan Pearl River di bagian selatan serta dipisahkan oleh sebuah kanal dengan daratan utama. 
      Bangunan-bangunan tua ala Eropa di Shamian (kredit: Wikipedia)
      Pada abad 18 dan 19, Pulau Shamian ini merupakan lokasi perdagangan luar negeri yang sangat penting di kota Guangzhou. Para orang bule yang berbisnis di Guangzhou pun banyak yang bertempat tinggal di pulau ini. Bahkan terdapat deretan rumah di Shamian yang dikenal dengan nama Thirteen Factories. 
      Pulau ini pun sempat terbagi dua menjadi konsesi Inggris dan Prancis. Dengan kondisi tersebut, tidak heran kalau di pulau ini banyak dijumpai bangunan-bangunan kuno bergaya barat. Bahkan total terdapat 150 bangunan tua bergaya Eropa yang berdiri di pulau ini. 
      Selain itu, Pulau ini juga dikenal sempat menjadi lokasi berdirinya gedung konsulat negara-negara Dunia. Beberapa negara yang sempat mendirikan gedung konsulat di Shamian antara lain adalah Cekoslovakia, Perancis, Jerman, Jepang, Norwegia, Inggris, Uni Soviet, Portugal serta Amerika Serikat. Bangunan-bangunan tersebut mayoritas berada di Shamian Main Street. 

      Our Lady of Lourdes Chapel di Pulau Shamian (kredit: Wikipedia)
      Ada pula bangunan lain yang terkenal di tempat ini, yakni Our Lady of Lourdes Chapel. Bangunan ini merupakan sebuah gereja Katolik yang dibangun oleh Pemerintah Prancis pada tahun 1982. Bangunan ini pun mempunyai desain arsitektur yang menarik. Dan hingga saat ini, gereja tersebut pun masih digunakan oleh para penganut agama Katolik di Guangzhou.  
      Pearl River
      Tempat menarik berikutnya yang bisa di Sungai Pearl yang merupakan sungai terbesar ketiga di negara Cina dengan panjang mencapai 2.214 kilometer. Nama sungai ini memang cukup menarik, hal ini karena sungai tersebut dianggap mempunyai penampilan yang mirip dengan sebuah permata raksasa. 
      Suasana Pearl River di Malam Hari (kredit: Wikipedia)
      Tidak hanya mempunyai ukuran yang panjang, Pearl River di Guangzhou ini terkenal karena pemandangannya yang sangat indah. Di sepanjang pinggir sungai terdapat berbagai bangunan bersejarah yang mempunyai desain arsitektur unik. Termasuk di antaranya adalah bangunan kuno yang ada di Pulau Shamian. 
      Pemandangan di Sungai Pearl ini pun bakal lebih cantik lagi kalau dinikmati pada malam hari. Tak heran kalau banyak wisatawan di Guangzhou yang ingin menikmati pengalaman layanan cruise ship menjelajahi Pearl River yang berlangsung selama dua jam. 
      Sun Yat-sen Memorial Hall
      Di Guangzhou juga ada bangunan Sun Yat-sen Memorial Hall. Bangunan ini tentu saja ditujukan untuk mengenang jasa Sun Yat-sen. Bangunan ini dibangun pada tahun 1929 dan diselesaikan pada tahun 1931. Sun Yat-sen Memorial Hall ini merupakan sebuah bangunan berbentuk oktagon dengan tinggi mencapai 71 meter. Menariknya, bangunan ini tidak menggunakan pilar satu pun. Dan 
      Tower Kanton

      Tower Kanton di siang hari (kredit: Flickr/ohmytrip)
      Bangunan yang satu ini merupakan salah satu ciri khas dari kota Guangzhou. Tower Kanton yang pembangunannya selesai pada tahun 2010 ini mempunyai tinggi mencapai 600 meter. Sempat menjadi bangunan tertinggi dunia sebelum dikalahkan oleh Tokyo Skytree. Sempat pula menjadi bangunan tertinggi di Cina setelah dilampaui oleh Tower Shanghai. 

      Tower Kanton malam hari (kredit: Wikipedia)
      Selain megah, bangunan Tower Kanton ini juga mempunyai bentuk yang unik. Arsitektur bangunan ini sengaja dibentuk seperti spiral. Dan pada malam hari, bangunan Tower Kanton ini pun bakal menjadi pemandangan yang sangat menarik berkat kerlip lampu yang mewarnainya. 
      Gunung Baiyun
      Kalau ingin menyaksikan keindahan alami yang ada di kota Guangzhou, maka lokasi yang bisa dituju adalah Gunung Baiyun. Gunung ini tidak terlalu tinggi, yakni hanya 382 meter di atas permukaan laut. Ditambah lagi, gunung ini juga dilengkapi dengan cable car yang tentu saja memudahkan proses pendakian. 
      Gunung Baiyun (kredit: kredit: China.cn)
      Di gunung ini terdapat enam area yang terkenal dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Enam tempat tersebut adalah Mingzhu Tower, Maoxing Ridge, Santai Ridge, Mingchun Valley, Fei'e Ridge serta Luhu Lake. Transportasi menggunakan cable car bisa membawa pengunjung secara langsung hingga menuju ke Maoxing Ridge dengan biaya sebesar 25 RMB. 
    • By baihaki1985
      Sebagai kota surganya kuliner, tentu Guangzhou menyediakan berbagai jenis makanan lokal yang bisa dikonsumsi oleh siapapun. Termasuk tentunya bagi traveler muslim yang tentu tidak diperbolehkan untuk makan makanan tertentu. Para traveler muslim pun dalam kesehariannya harus mengkonsumsi makanan halal. Dan untungnya, sebagai salah satu kota terbesar di Cina, Guangzhou mempunyai fasilitas untuk para traveler muslim. 
      Restoran Muslim Xinyue
      Restoran yang satu ini merupakan salah satu tempat makan halal yang popularitasnya tinggi di kota Guangzhou. Namun Restoran Muslim Xinyue ini tidak menyediakan kuliner khas Kanton. Restoran ini pun biasanya menyediakan menu dari suku Xinjiang yang dikenal sebagai suku dengan mayoritas masyarakatnya beragama Islam. 

      Restoran Muslim Xinyue (kredit: thatsmags)
      Restoran Xinyue pun tak hanya berdiri di kota Guangzhou. Restoran ini juga bisa dijumapi di kota lain seperti Foshan, Shenzhen, Zhuhai, Zhongshan serta Nanhai. Menu yang disajikan di restoran ini sepenuhnya adalah makanan halal. Untuk alamatnya, restoran ini berada di Lantai tiga Xinjiang Mansion, 76 Tianhe North Road, Tianhe District. 
      Restoran Nur Bostan
      Masih berada di Distrik Tianhe, tepatnya di alamat Unit 7, Lantai 1 Tianhehui, 160 Tianhe Straight Street adalah Restoran Nur Bostan. Seperti halnya Xinyue, Restoran Nur Bostan ini juga tidak menyediakan makanan Kanton. Namun tempat ini menyediakan makanan ala Arab dan Xinjiang. 

      Restoran Nur Bostan (kredit: Nur Bostan)
      Selain menyajikan menu makanan halal, restoran ini juga menghadirkan suasana ala Timur Tengah. Desain interior ruangan pun dibentuk dengan dekorasi ala Turki. Selain itu, tempat ini juga memberikan hiburan berupa musik Arab yang diadakan setiap malam. 
      Restoran Bogda Paradise
      Restoran Bogda Paradise ini terkenal dengan olahan makanan daging kambingnya. Masakan yang disajikan di tempat ini pun merupakan masakan ala Xinjiang. Untuk alamatnya, restoran ini berada di Lantai 2 Xinjiang Mansion, 76 Tianhe North Road, Distrik Tianhe. 
      Restoran ini lokasinya strategis berseberangan dengan Masjid Hua Sheng yang merupakan salah satu masjid tertua di dunia berusia lebih dari 1300 tahun. 

      Restoran Brother Muslim
      Tempat ini mempunyai sajian utama berupa kambing guling serta sajian ayam ala Xinjiangnya. Selain itu, Restoran Brother Muslim ini juga dikenal mempunyai sajian yogurt yang enak. Lokasi restoran ini berada di Unite 65  Dongdu Big World Office Building, 475 Huanshi East Road, Yuexiu District.
      Restoran Huimin Fandian
      Huimin Fandian atau juga dikenal dengan nama Restoran Muslim. Restoran ini pun dikenal sebagai tempat makan yang mempunyai banderol tidak terlalu mahal serta opsi makan malam yang cukup banyak. Dan di kota Guangzhou, Huimin Fandian ini dikenal sebagai salah satu restoran halal yang sangat populer. Bahkan tempat ini kerap dijadikan lokasi berkumpulnya komunitas muslim di kota Guangzhou.

      Restoran Huimin Fandian (kredit: Canyin88)
      Restoran ini pun mempunyai sejarah yang cukup panjang dan telah berdiri selama lebih dari 45 tahun. Berbagai sajian makanan pun bisa diperoleh di sini. Tak hanya berbagai jenis sajian daging sapi, Restoran Humin Fandian ini juga menyediakan menu seafood serta makanan Kanton. Untuk alamatnya, Huimin Fandian ini berlokasi di alamat 325 Zhongshan Liu Lu. 
      Selain restoran halal, tentunya informasi yang dibutuhkan kala berada di Guangzhou adalah tentang restoran untuk para vegetarian. Kurang begitu tahu sih apakah makanan yang disajikan di restoran vegetarian mesti adalah makanan yang halal. Secara sih bahan-bahan yang digunakan mestinya adalah bahan nabati yang saya rasa semuanya halal deh. Tapi harus ada informasi lebih lanjut tentunya mengenai halal atau tidaknya makanan di restoran vegetarian. 
      Keberadaan restoran vegetarian di Guangzhou pun cukup banyak, lebih banyak dibandingkan dengan restoran halal. Secara khusus sih, Jinghui Lu menjadi lokasi pusatnya kuliner vegetarian di kota Guangzhou. Berikut ini adalah beberapa restoran vegetarian yang ada di kota surganya wisata kuliner Cina tersebut:
      Shui Yun Tian
      Restoran vegetarian yang satu ini merupakan salah satu tempat makan yang terkenal di Jinghui Lu. Dan di sini, para pengunjung pun bisa menikmati sajian makanan vegetarian yang dibentuk sehingga mirip dengan daging. Sebagai tambahan, restoran ini tak menggunakan bahan telur ataupun susu. Jadi pure vegetarian. Alamatnya, restoran ini berada di 38-42 Jinghui Lu, Yuexiu District Guangzhou.
      Ci Sheng
      Sama halnya seperti Shui Yun Tian, restoran ini berada di Jinghui Lu, tepatnya di alamat 76 Jinghui Lu. Dari luar, restoran ini akan nampak seperti sebuah guest house. Harga makanan di tempat ini pun cukup murah, berkisar dari 8 RMB hingga 46 RMB. 
      Big Buddha Temple Vegetarian Restaurant
      Seperti namanya, restoran ini merupakan tempat makan yang mengambil tema Buddha. Bahkan pada saat pelayan memberikan daftar menu, mereka akan melakukannya dengan disertai ucapan 'amitabha'. Sebagai pelengkap, pelayan yang ada di restoran ini berpenampilan layaknya seorang biksu yang ada di kuil. Tentu dengan kepala plontos serta atribut pakaiannya. 

      kredit: dafosi.org
      Mengenai makanannya, tentu saja menu di sini disesuaikan dengan selera para vegetarian. Bahkan ada yang menyebutkan, meski menunya vegetarian namun rasanya hampir mirip dengan rasa daging ataupun ikan. Namun kekurangannya, makanan di sini cukup berminyak. Oh iya, untuk alamatnya, Big Buddha Temple Vegetarian Restaurant ini berada di  Floor 3 of the Big Buddha Temple, 27 Xihu Road, Yuexiu District.
    • By seyakasamira
      Halo-halo   mau sharing pengalaman saya nih Liburan Tahun baru kemaren,
       
      Kebetulan saat itu masih punya banyak cuti dari kantor hingga dipenghujung tahun, langsunglah saya browsing2 liat tiket yang paling murah tujuan ke China. Karena nyarinya juga 1 bulan sebelum berangkat, ternyata yang paling murah itu ke Guangzhou  , padahal awalnya sih pengen ber-salju ria  ke Beijing  . Yasudahlah lah mungkin Tuhan berkehendak lain hehehhe..
      Anyway, Saya kesana naik budget airlines (Airasia) PP dari Jkt-guangzhou-Jkt sekitar 4,2 jt (sudah termasuk bagasi 20 kg). lalu urus Visa sendiri biayanya  575ribu. Btw, ngurus visa china gampang bgt lho, tinggal lengkapin dokumen : isi form visa, kk, ktp, pas foto 2 buah, bukti booking tiket pesawat dan bukti booking hotel, tunggu 3 hari dan voilaaa visa sudah ditangan..  enaknya visa China ga ada persyaratan hrs melampirkan print-out jumlah minimum rekening di bank, jadi hrsnya sih kalo dokumen lengkap pasti visa bakal di approve.
       
      Jadi selama di Guangzhou, saya pergi ke tempat2 berikut :
      1. Beijing Lu  atau Beijing Road : ini pusatnya tempat belanja di Guangzhou  . Sepanjang jalan dan dari kios kaki 5, butik hingga mall ada disini. Kebanyakan sih toko2nya menjual pakaian, tas, sepatu, kosmetik, sampai makanan.   di Beijing lu ini banyak banget makanan2 yg patut dicoba semacam yakitori, kaya sate2 chicken wing ukuran jumbo, sate cumi2 jumbo, atau tahu yang dikasih nori  hmmm yummyy   
      2. Shangxiaju Pedestrian Street : Pernah ke pasar baroe yg di jakarta pusat? nah ini tempatnya mirip seperti itu. Jalan memanjang yang dikiri dan kanannya penuh toko2 berjejer, namun area ini jauh lebih luas dari pada Pasar baroe dan dijamin kaki gempor kalo nelusurin dari ujung ke ujung.   Mostly isi tokonya kaya model2 di ITC, bisa ditawar sampe hingga 1/2 harga lho..
       
      3. One Link Plaza di Haizhu Square : Duh di mall ini saya sampe berkali2 dateng karena barangnya lucu2 dan murah2 bgt. Kalo mau belanja oleh2 atau mau beli barang buat di jual lagi sepertinya harus ke Mall ini deh. Jadi Mall / Gedung full AC berlantai 7 ini menjual berbagai barang secara eceran dan grosir. Tiap lantai menjual barang yang berbeda seperti aksesoris, pernak pernik interior design, mainan anak-anak, elektronik, tas, dan lainnya mulai dari harga recehan sampai yang mahal. Sama seperti tempat-tempat lain, belanja disini juga harus pintar menawar. Pertokoan sepertinya tutup sekitar jam 7 malam. 
       
      4. Shamian Island : Kalau suka arsitektur/ bangunan gothik dan neoklasik tempo doeloe, wajib kesini, Sepenggal sejarah Cina bisa kita lihat di pulau Shamian. Pada tahun 1853, wilayah ini konsensi yakni 4/5 bagiannya untuk Inggris dan 1/5 lainnya untuk Perancis. Tak heran jika sejak dulu kala infrastruktur Shamian sangat lengkap seperti jalan-jalan yang bagus, drainase dan bangunan megah yang menjadi hunian warga barat pada masa itu. Kita tidak akan merasa lelahjln2 disini karena Shamian hanya membentang sepanjang 900 meter dari timur ke barat dan 300 meter dari selatan ke utara.  Udara pulau ini juga masih sangat bersih alias bebas dari polusi. Beberapa sudut Shamian terdapat taman yang asri. Bar dan cafe berjajar rapi dan dalam kawasan sini ada starbucksnya lho, starbucks dgn bangunan tempoe doloe, atmosphere tenang, santai, teduh membuat ga mau beranjak dari shamian island.   
       
      5. Sun Yet Sen memorial : Bangunan ini dibangun untuk mengenang seorang revolusioner China dan juga merupakan Presiden pertama di R.OC (Republik Of China) yang bernama Dr Sun Yet Sen. Diluar bangunan ini terdapat kolam ikan koi yang begitu besar dan juga ikannya banyak tentunya menarik sekali jika dilihat. Tak hanya itu didalam bangunan ini pula terdapat patung Dr Sun Yet Sen yang bisa kita lihat 
       
      6. Yue xiu Park : taman di atas bukit yang luaaas banget, posisinya ada di atas utaranya Sun Yet Sen Memorial, dan kita bisa melihat ujung dari taman ini dari Sun Yet Sen memorial (sila lihat 3 pohon seperti cemara dibagian atas) 
      Kebetulan ketika saya ke taman ini sekitar jam 8 pagi, dan pemandangannya adalah banyak lansia yang jogging atau jalan mengelilingi taman ini. Aselik bisa seharian kalau mau mengelilingi taman ini, karena Yue xiu park ini merupakan kombinasi dari berbagai relic kebudayaan sekaligus tempat wisata alam. Karena ada 3 danau di dalamnya, lembah berbukitan dengan beribu pohon. Ketika kita memasuki Yue xiu park, kita akan lupa, bahwa lokasinya adalah tepat di kota Guangzhou yang penuh dengan gedung pencakar langit. Kita seperti berada di tempat alam yang jauh dari hiruk pikuk kendaraan.   
       
      7. Pearl River Night Cruise : ini salah satu the most recommended activity ketika ke Guangzhou, yaitu melihat kota Guanzhou di malam hari +/- selama 1-1,5 jam. 
      Harga naik kapal ini menyesuaikan dari fasilitas yang di dapat, tergantung dari paket apa yg kita ambil, apakah termasuk snack coffee&tea atau tambah dinner. untuk tipe kapal, fasilitas dan harga bisa dilihat disini --> http://www.chinatourguide.com/guangzhou/pearl_river_night_cruise.html Kebetulan saya menikmati new year eve di kapal ini, jadi harga segitu masih masuk dalam budget, karena beruntungnya selain melihat pemandangan kota juga disuguhi beberapa atraksi seperti sulap, fireworks, dll.
       
      Oia, saya menginap di Grand Continental Apartment di Beijing Lu, hotel dengan konsep apartment. Ini hotel recommended bgt lokasinya karena pas banget ada di pusat perbelanjaan, jadi keluar hotel langsung bisa belanja di kiri dan kanan jalan  , dan senangnya pula di depan hotel persis ada stasiun kereta metro (MRT) jadi akses transportasinya gampang.
      Harganya pun masih reasonable, kalo ga salah inget saya 5 malam itu 5 juta dengan tipe kamar triple room (pas banget buat saya yg pergi ber 4). Ruangan cukup luas, ada kitchen set layaknya apartment aja, dan kamar mandinya luas juga. Oia, ada comment buat hotel ini, kasurnya rada keras
       
      Intinya sih Guangzhou menyenangkan banget buat belanja selain Hongkong atau Senchen ya. hehehehehe..
       
       
    • By hobijalan2poto2
      mo tanya nih buat jalan2ers yang udah pernah ke china.. apalagi udah pernah ke guangzhou.
       
      buta banget2 nih sama yang namanya jalan ke china. ya karena belum pernah kesana sih hehehe
       
      kira2 gimana ya jalan2ers biar aku bisa ke guangzhou dengan low budget??
      dari jakarta naik pesawat apa ya sebaiknya??
      terus tujuannya ke mana? ke bejing aja terus ke guangzhou via perjalanan darat,
      atau di guang zhou ada bandara yaaa?
       
      terus kira2 apa ya yg harus dipersiapkan?
       
      mohon info buat do n dont yaaa....
       
    • By Rone
      Lohaaa anyone... Bingung nih mw k GZ for 1st time