• 0
Sign in to follow this  
Anita Dwi Mulyati

Cari Teman trip Turkey-Santorini 22 Maret-2April 2016

Question

Hai Aku mau trip ke Turkey-Santorini dari tanggal 22 Maret-2 April 2015. Bagi yang ngantor perlu cuti 8 hari kerja. Kemarin aku dah beli tiket promo dari SQ. Sampai saat ini aku masih solo trip. Ada yang berminat sudah mulai contact sekitar 2 orang tapi belum execute tiket. Semuanya wanita.

Itinerary aku kurang lbh spt ini ( Mungkin Athens di skip karena ingin menikmati Santorini lebih lama)
22 flight jkt-istanbul ataturk
23-24 explore istanbul
25 pagi flight to Cappadocia Goreme
25-26  Explore Cappadocia. Air hot baloon is a must d epend on nice weather hopefully :)
26  malam overnight bus to Pamukkale
27  Explore Hierapolis, hot spring and Cleopatra bath
28  pagi move to Kusadasi/Selcuk to explore Ephesus in half day
28  malam overnight bus to Istanbul
29  sore flight to Santorini (klo flight pagi takut bus dari Kusadasi gak ngejar skejul flight)
30-31 Explore Santorini
31 sore/01 pagi flight to Athens ( perlu cek skejul flight dulu sama kynya Athens cm mau ke Panthenon komplek)
01 sore flight to Istanbul. Skejul flight 19.40-20.30 
02 flight back to Jakarta at 13.30 pm
 
PM me klo berminat email:   [email protected]
 
 
 

Share this post


Link to post
Share on other sites

5 answers to this question

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By norma sofisa
       

       
      Pulau Santorini adalah salah satu destinasi wisata yang populer bagi traveler di seluruh penjuru dunia. Terletak di Laut Aegean, berjarak kurang lebih 200 km dari di selatan  Yunani daratan. Sebelumnya, Pulau Santorini disebut Thera atau Thira (sumber: Wikipedia). Menurut sensus yang dilakukan tahun 2011, Santorini memiliki luas daratan sebesar 90.623 km2 dengan jumlah penduduk permanen sebesar 15.550 jiwa (sumber: www.thira.gov.gr). Dengan ukuran pulau yang cukup luas, perkiraan saya sedikit meleset. Tadinya, saya membayangkan bisa mengelilingi pulau ini dengan naik dokar atau menyewa sepeda.
      Penerbangan ke Santorini, khususnya dari Eropa barat, biasanya melalui transit di Bandara Athena. Sewaktu berkunjung kesana pada Juli, musim panas lalu, kami memang mengunjungi beberapa tempat dahulu sebelumnya, termasuk Athena. Dari Athena, kami naik pesawat tengah malam dan sampai dini hari di Bandara Thira.
      Perlu dipertimbangkan pula, jika bepergian saat musim panas, rate penerbangan biasanya melonjak naik secara signifikan. Sebagai contoh, dari Amsterdam - Santorini pada Juli kemarin bisa mencapai lebih dari 200an Euro pulang pergi. Anggaplah 1 Euro setara dengan Rp 15000, biaya pesawat saja dapat menyentuh angka lebih dari 3 juta rupiah. Cukup mahal juga untuk ukuran backpaker seperti saya.
      Dikarenakan niat dan tekad kami begitu kuat pengin mencicipi keindahan Santorini, kami pun memutar otak. Akhirnya, setelah mempertimbangkan plus minusnya, kami memutuskan rute terbang Roma-Athena-Santorini. Tentu saja, dengan rute tersebut kami menghabiskan biaya pesawat yang kurang lebih sama, namun kami dapat sekaligus berkunjung ke kedua kota lainnya.
      Ada beberapa landmark terkenal yang wajib dikunjungi disini. Fira dan Oia, dua "kota" yang terkenal dengan rumah-rumah bercat putih biru di atas tebingnya. Di tempat ini, keindahan dan orisinilitas Santorini banyak diekploitasi oleh fotografer baik amatir maupun professional. Tak ketinggalan, selebriti tanah air dan internasional beberapa kali mengabadikan momen spesial mereka seperti foto pre-wedding atau saat berbulan madu di spot-spot cantik yang ada di Fira maupun Oia sehingga menginspirasi banyak orang untuk datang.
      Di bawah tebing Fira, terdapat Old Port Fira yang sayang juga dilewatkan. Jika kamu cukup kuat, kamu bisa menuruni tangga langsung menuju kesana. Namun jika ingin merasakan sensasi yang berbeda, kamu bisa menyewa keledai yang banyak dijajakan di pinggiran tangga. Tarif untuk naik keledai cukup fluktuatif. Jika sepi, kamu bisa mendapatkan harga yang cukup murah sekitaran 7.5 Euro pulang pergi. Alternatif lainnya yang cukup menarik adalah dengan naik cable car. Tarif menaiki wahana ini sekitar 5 Euro sekali jalan. Kami awalnya mencoba untuk turun ke bawah dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit (kadang berhenti sejenak  karena panas dan lelah), setelah menghabiskan waktu beberapa saat di tepi pelabuhan, kami kembali ke atas dengan cable car.

      Di Oia, jangan sampai absen untuk menikmati indahnya matahari yang terbenam. Satu tempat ideal untuk memotret sunset ada di semacam bukit kecil yang dekat dengan laut. Pada saat kami berada disana, ribuan orang berusaha mengabadikan momen sehingga cukup sulit untuk menuju ke tempat tersebut. Akhirnya, sehari setelahnya kami memutuskan untuk mengejar sunset di Fira. Yang jelas, pemandangannya tak kalah luar biasa.

      Perissa dengan pantai pasir hitam dan airnya yang jernih tidak boleh untuk dilewatkan. Kami mengunjungi tempat ini pada hari terakhir. Laut Aegean sangat tenang, airnya jernih dan segar. Pada musim panas, banyak sekali turis yang berenang atau sekedar main air. Tidak mau bermain air karena hitam tapi tetap ingin nongkrong di Pantai? Bisa juga! Seperti saya yang saat itu lupa membawa baju renang yang sudah dipersiapkan di hotel. Di sepanjang Pantai Perissa terdapat banyak restoran yang menyediakan payung payung beratapkan daun rumbia dan dilengkapi dengan kursi panjang di bawahnya, sehingga kamu bisa berlama-lama disana tanpa takut kepanasan. Dengan biaya sewanya 6 Euro saja, kamu bisa bersantai, tidur, membaca buku, maupun berfoto rio sepanjang hari disitu. Saat itu, kami sengaja berlama - lama di tempat ini sambil menunggu waktu pergi ke Bandara di sore hari.
      Kawasan wisata lainnya yang bisa masuk list kamu adalah Pyrgos dan Emporio. Di desa yang masuk kawasan Traditional area ini, cukup populer dengan rumah rumah kunonya. Pyrgos letaknya dekat dengan Fira, sedang Emporio berada beberapa kilometer sebelum Pantai Perissa. Jika kamu menggunakan bus untuk berkeliling Santorini, dua desa ini masuk dalam rute bus, sehingga cukup mudah dijangkau.
      Red beach, Black beach, Hot Spring Volcano, dan Wine Tasting juga bisa kamu agendakan lho saat kemari. Menurut pengalaman kami, jika kamu tidak mau repot merencanakan, kamu bisa ikut tur yang diselenggarakan para agen travel lokal. Biasanya tur dimulai pagi hari, sekitar pukul 8.00 dan kamu juga bisa memilih tempat wisata mana saja yang ingin kami kunjungi. Saat itu kami berencana mengikuti tur Hot Spring Volcano. Dengan fasilitas antar jemput dan juga sewa kapal ke sumber mata air panas, biaya yang harus dikeluarkan sekitar 30 Euro. Tentu saja, harga bisa sedikit bervariasi antar agen travel. Namun karena kami terlambat mendaftar dan waktu yang mepet dengan jadwal pulang, akhirnya kami pun mengurungkan niat.

      Pengalaman saya dan rekan di Santorini bisa dibilang seperti nano nano yang rame rasanya. Tentu saja, fasilitas dan kehidupan di pulau amat berbeda dengan Eropa daratan. Untuk lebih mengerti situasi kondisi saat berwisata ke pulau ini, berikut tips yang perlu diketahui:

      1. MEMILIH HOTEL
      Saat peak season di Bulan Juli hingga akhir Agustus, rate hotel di Santorini melonjak tajam. Jika di Bulan Mei, hotel pinggir pantai Perissa berkisar 25 Eur per malam, pada periode ini bisa naik sampai 100 hingga 200 Eur per malam. Jikalau ingin dekat dengan pusat keramaian dan landmark populer, sebaiknya memilih hotel atau penginapan di sekitar Fira atau Oia. Namun yang jelas ratenya pasti akan lebih mahal daripada penginapan di Emporio atau jalan besar menuju Perissa. Kami kebetulan menginap di daerah dekat Emporio yang kira - kira membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke Fira dengan bus. Hotel yang kami tinggali tergolong lumayan. Fasilitasnya pun cukup oke, terdapat pula kolam renang di belakang hotel yang bebas digunakan oleh tamu hotel. Untuk kamar dengan double single beds, kamar mandi privat, handuk, dan dapur kecil, kami menghabiskan kira-kira 40 Eur per malam.

       
      2. TRANSPORTASI
      Perlu digarisbawahi, pusat keramaian Santorini berada di Fira, sehingga jalur transportasi publik seperti bus lokal dan taksi, terpusat disana. Rute semua bus lokal adalah dari dan ke Fira, berangkat setiap 15 hingga 30 menit sekali dengan tarif 1.8-2.4 Euro satu kali jalan. Beberapa desa dan tempat yang dijangkau oleh bus adalah Perissa, Kamari, Oia, Red Beach, dan Airport. Perlu diketahui bahwa bus di Pulau ini mirip dengan Bus Mira Ekonomi AC, yang selama kelihatannya ada tempat, penumpang boleh masuk. Jadi jangan kaget jika bus dengan rute dari Fira ke Oia biasanya penuh hingga berdesak-desakkan. Malangnya, saya termasuk gampang mabuk darat. Karena jalanan dari Fira ke Oia penuh liku -liku naik dan turun,  saya selalu berusaha mencari waktu - waktu tertentu dimana bus sedang tidak terlalu padat sehingga saya bisa mendapatkan tempat duduk.
      Pilihan lainnya yang lebih mudah dan easy going adalah menyewa mobil, motor, atau ATV per hari. Hal ini banyak dilakukan oleh turis karena memang mobilitas di Pulau akan cukup tinggi. Dengan kendaraan sewa, wisatawan dapat lebih fleksibel dan santai.
      Saat disini, kami menggunakan bus lokal karena kami lupa membawa SIM Internasional. Jadi bagi yang ingin menyewa kendaraan jangan lupakan SIM Internasional dan juga CREDIT CARD. Saya tidak terlalu paham aturan pada penyewaan mobil lokal, namun untuk rental mobil yang cukup bonafit seperti SIXT memberlakukan aturan, pengemudi wajib memiliki SIM dan Credit Card. Jadi harus dipastikan bahwa pengemudi memiliki SIM dan credit card dengan nama yang sama sebagai penjamin.

      3. MAKANAN
      Feta cheese dan Greek Yogurt adalah ikon makanan dari Yunani yang telah mendunia. Karena aromanya yang tidak terlalu kuat, Feta biasanya dihidangkan sebagai toping dalam salad sayur. Yang jadi favorit saya selama disana adalah Frozen Greek Yogurt! Rasanya 'nyess' banget apalagi jika dinikmati saat udara sedang panas-panasnya. Saat membeli yogurt di kafe biasanya kamu dihadapkan pada dua pilihan rasa yaitu plain yogurt alias yogurt tawar atau yogurt yang sudah diberi perisa buah. Favorit saya rasa mangga dengan toping buah-buahan. Pilihan toping lainnya juga tidak kalah seru seperti bubbles, jelly, hingga selai cokelat atau stroberi. Harganya bervariasi mulai 2.5 Euro ke atas tergantung banyaknya yogurt  dan jumlah serta variasi topingnya (dihitung dalam gram).
      Untuk main dishes atau makanan besar khas Yunani biasanya berbahan dasar ikan atau daging. Menurut saya pribadi, masakan disini bukan yang terbaik. Ada beberapa makanan yang terasa kurang cocok di lidah seperti sajian ayam dengan madu, atau ikan bakar yang terkesan terlalu kering. Kurangnya menu sayur di dalam komposisi makanan khas Yunani adalah salah satu hal yang "membuat kurang pas di hati. Mungkin karena saya suka juga masakan yang menyajikan banyak sayur di dalamnya. Namun jika ingin merasakan makanan lokal, ada baiknya mencari restoran yang agak masuk ke dalam dan tidak terlalu dekat dengan pusat keramaian.

       
      4. PAKAIAN
      Bagi pengunjung yang merencanakan datang saat musim panas atau Summer, siap siap menghadapi cuaca panas ekstrem dengan suhu berkisar antara 30 - 40 derajat celcius. Berbeda dengan udara di Indonesia, panas dan kering khas Mediterrania sangat mendominasi udara pada sekitar Bulan Juni hingga Agustus akhir. Saya sendiri tidak cukup tahan dengan panas yang menyengat ini. Mulai pukul 8 pagi, matahari sudah tinggi dan badan sudah berkeringat. Di musim panas, hampir semua turis mengenakan pakaian dengan bahan kaus yang tipis dan menyerap keringat. Topi dan kacamata hitam adalah asesoris wajib yang harus dikenakan untuk perlindungan, bukan hanya sekedar gaya.
      Jika kebetulan kamu tidak membawa baju yang tepat, jangan khawatir! Salah satu komoditi yang terkenal dari Yunani adalah katun. Nah, di Santorini banyak toko yang menjual baju - baju katun baik katun murni 100% maupun campuran. Yang spesial di Santorini, kamu bisa dengan mudah menemukan baju - baju dan gaun berwarna putih. Toko - toko pakaian yang dimiliki pengusaha lokal akan banyak kamu temukan di Fira. Harga yang dipatok untuk sehelai atasan atau gaun mulai 20 Euro hingga 100 Euro. Hal ini tentu saja dikarenakan kualitas kain dan presentasi katun yang dimiliki.

       
      5. TIPS BONUS...
      Santorini adalah salah satu tempat ini sangat romantis yang pernah saya kunjungi. Saran saya, ajak pasangan masing - masing untuk mengunjungi tempat ini, menikmati Froyo sembari berburu pemandangan saat matahari tenggelam. Syahdu sekali pastinya! Untuk saya, ini adalah salah satu mimpi yang masih tertunda (curcol :D).
      Demikian, beberapa tips dan informasi yang semoga dapat bermanfaat bagi kamu yang akan atau sedang merencanakan liburan ke Santorini.
      Satu hal yang kurang saya sukai dari Santorini adalah hampir semua spot strategis di Fira dan Oia telah dikomersialisasi menjadi restoran, resort, atau apartement sehingga wisatawan yang tidak menginap atau tidak ingin makan disana tidak bisa mengaksesnya. Hal ini tentu saja memiliki imbas dalam memilih makanan dan juga keleluasaan saat mengambil foto. Jika kita ingin duduk di tempat strategis untuk menikmati sunset yang masuk dalam area restoran, otomatis kita harus membeli makanan yang tentunya dipatok dengan harga yang kurang rasional. Begitu juga dengan spot berfoto. Sebagai contoh, Three Bells Fira berada satu area dengan sebuah hotel sehingga akses masuk kesana hanya diperuntukkan bagi tamu hotel. Yang melanggar tidak akan segan - segan untuk diusir keluar.
      Bagi kamu yang sudah pernah berkunjung ke Santorini, bisa share juga pengalamannya di bagian komentar di bawah ya!
      Kamu juga bisa baca artikel ini di link berikut: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/11/santorini-dreams-tips-and-things-you-should-know/
      Terima kasih dan sampai bertemu di artikel selanjutnya
       
    • By Nanda Hartoph Rio
      Hello fellow.
      Trip : 25 - 28 Desember 2017
      Cost : 1.950.000 inc. Kapal Xpress Sorong - Misool PP,  Boat 2 Hari , Makan & Minum.
      Metting Point : Pelabuhan Rakyat Sorong
      Pendaftaran akhir : 25 November 2017
      Contact : 082199225007
      Untuk Tahun ini acara kumpul backpacker di misool bulan desember, acara ini dibuat khusus untuk backpacker yang ingin mengunjungi Raja Ampat dengan Cost yang minim. jadi jika kalian traveler elite jangan gabung deh. Nah Trip ini saya buat sebagai ajang ngumpul dan silatuhrahmi, dan disini di bagi 2 kelompok yaitu kelompok 1 tinggal di basecamp dan kelompok 2 Camping di pulau tak berpenghuni. 
      Np. untuk yang ingin masuk di kelompok Camping disarankan membawa Alat camping masing masing.
       
      Itinerary & Detail

      Hari Pertama.
      Kita akan kumpul di meeting point yang nanti akan ditentukan, dan apabila semua telah berkumpul pada pukul 11.00 Wit maka kita akan berangkat pada pukul 12.00 Wit menggunakan Kapal Xprees Marina. Dan apabila peserta belum terkumpul pada pukul 11.00 wit maka kita akan menggunakan Kapal Fajar Indah Pukul 24.00 Wit.
      - Kapal Xpress Marina akan menempuh waktu 3 – 4 Jam (tergantung kondisi) menuju misool. Setelah sampai di misool kita akan menuju basecamp yang telah kami sediakan.
      - Kapal Fajar Indah akan Berangkat Pukul 24.00 Wit menempuh waktu 10 jam menuju misool (kamp. Fafanlap) .

      Hari Kedua
      Setelah serapan pagi berkemas dan melanjutkan tour keliling pulau di bagian misool selatan antaranya ;
      Puncak Harfat Jaya – Yapap – Pulau Bannos – Sunmalelen ( lukisan artefak ) .
       
       
      Setelah sore hari kembali menuju basecamp.

      Hari Ketiga
      Setelah sarapan pagi berkemas dan melanjutkan tour keliling pulau diantaranya ;
      Pulau Balbullol – Pulau Dhamu – Puncak love  - Danau ubur –ubur.
            
       
      Setelah sore hari kembali menuju basecamp.

      Hari Keempat.
      Setelah sarapan pagi kita berkemas dan menuju pelabuhan pukul 07.00 Wit menggunakan kapal Express Marina dengan jarak tempuh 3 – 4 jam ( tergantung kondisi ) dan setelah sampai di pelabuhan sorong trip selesai.
    • By RiRin Muchni
      Aku ada rencana ke turki bulan januari ato februari tapi msh sendiri nih, kalo ada yg mau ke turki juga bareng dong
      Itenary ke bursa uludag, istanbul
      Wa : 081366392521
    • By mika1997
      Hai gan,
      Perkenalkan nama saya Mikaela Clarissa seorang mahasiswi Telkom University jurusan Desain Komunikasi Visual konsentrasi Advertising. Saat ini saya sedang masa penyusunan Tugas Akhir. 
      Ini adalah survey pertama saya yang betujuan untuk meneliti suka dan duka menggunakan OTA (Online Travel Agent).
      Saya meminta teman- teman untuk mengisi kuesioner saya.
      https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdGHB6blP-ny65u7L51wo7b4h_xG1m4Buf15ourmnb_6P1XAQ/viewform?c=0&w=1
      Terima kasih gan sudah menyempatkan dan meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner ini.
       
    • By epinami
      Hai,

      sebenernya trip ini udah sejak April kemarin, tapi karena tugas negara dan gw harus berpindah-pindah tempat beberapa bulan terakhir, jadi baru sempat bikin field report-nya.
      Langsung aja kali yaaa... Berikut adalah highlight itinerary kemarin (Part 1 - Selcuk, Pamukkale, Cappadocia, nanti yang Istanbul akan dibahas di Part 2):
      Day 0  21 April 2017 CGK-KUL
      Day 1  22 April 2017 KUL-IST
                                           IST-ADB (Izmir)
                                           Izmir-Selcuk (Urkmez Hotel)
      Day 2  23 April 2017 Ephesus Archeological Museum
                                           Celsus Library
                                           Sirince
                                           Isa Bey Mosque
                                           St. John's Basilica
                                           Selcuk Pidecisi (makan pide)
      Day 3  24 April 2017 Selcuk-Denizli
                                           Denizli-Pamukkale
                                           Pamukkale Traverten
                                           Denizli-Goreme
      Day 4 25 April 2017 Goreme Otobus terminal-Cozy Villa Cappadocia
                                          Uchisar Castle
                                          Huzur Pide Salonu (makan pide)
      Day 5 26 April 2017 Hot Air Ballon
                                          Red Tour Cappadocia
                                          Sunset
       
      21 April 2017
      Gw berangkat dari Bandara Soetta (bareng Mba Nesa) pakai AA ke KLIA2 (lagi-lagi dapat gate E4) pukul 18.55. Awalnya sempat takut delay, karena flight sebelumnya yang ke Singapore kena delay hampir 2 jam, kan berabe kalo kita yang ke KL ikutan delay. Bayangan ribetnya ambil bagasi yang biasanya lama, pindah dari KLIA2 ke Main Terminal (KLIA1), belum antrian imigrasinya. Tapi alhamdulillah semuanya lancar. Sampai di KLIA2 pukul 22.00 waktu setempat, imigrasi lancar, antriannya pendek kok (mungkin karena memang sudah malam), bagasi juga cepet. Setelah ambil bagasi kita langsung cari stasiun kereta untuk transfer ke KLIA1, letaknya setelah dari baggage claim ke arah luar ikutin jalan aja terus, kemudian belok kanan (perhatikan baik-baik papan petunjuk, nggak susah kok nemunya) nanti gate dan loket tiketnya ada di situ. Setelah bayar RM2, kita masuk dan turun pakai eskalator. Di bawah akan ada dua jalur (KLIA Transit dan KLIA Ekspres), karena kita cuma mau ke KLIA1 naik yang mana aja sama. Jarak tempuh antar dua terminal ini nggak sampai 5 menit.
      ==================================================================================================================================
      22 April 2017

      Dari Main Terminal, kami lanjut check-in di counter Etihad. Semua lancar, paling diledek bapak2 petugas counter karena kami pakai E-visa. Nggak kebanyakan ba-bi-bu, kami langsung masuk imigrasi dan nunggu pesawat di boarding room.
       
      Perjalanan ke Atarurk total flight-nya sekitar 12 jam (7 jam Kuala Lumpu-Abu Dhabi, dan 5 jam Abu Dhabi-Istanbul), ditambah 3 jam transit.




      Kita sampai di bandara Ataturk tengah hari dengan mata ngantuk.

      Sampai di imigrasi...amburadul
      Antrian ga jelas, tapi ada petugas yang ngatur kita masuk loket berapa. Tapi imigrasi di Ataturk ini relatif lancar kok.
      Dan tiba-tiba ada yang manggil kita sambil nanya "Orang Indonesia ya?" 
      Ternyata itu Mba Ika yang janjian sama kita untuk ketemu di Istanbul. Katanya karena kita keliatan beda di antara yang lain makanya dia langsung ngenalin kita. Hahaha...
      Setelah ambil bagasi, kita cari ATM, karena sesungguhnya gw ga bawa uang cash Lira sepeser pun! Susah nyari money changer di Jakarta yang punya Lira. Ternyata bisa kok, dengan rate yang fair dari bank provider ATM kita dan biaya tarik tunai debit 25,000 IDR untuk sekali tarik. Gw sendiri pakai BNI, Mba Nesa dan Mba Ika pakai Mandiri.
      Lanjuuut kita keluar International Terminal, gw langsung ambil wi-fi pocket dari All Day Wifi (60USD untuk 10hari), bisa dipesan di mari: https://alldaywifi.com
      Kemudian kita lurus ke Domestic Terminal (keluar pintu belok kiri) untuk langsung melanjutkan perjalanan ke Izmir. Dipikir-pikir capek juga itu, hampir 24 jam sejak meninggalkan Jakarta.
      Dari Istanbul ke Izmir, kita pakai Pegasus Airlines (web-nya bisa di-cek di sini https://www.flypgs.com/en/). Sebenarnya banyak pilihan maskapai lain juga, tapi yang harganya terjangkau menurut gw bisa pilih antara Pegasus Airlines ini atau Onu Air. Dari Istanbul ke Izmir kita dapat harga 13GBP atau sekitar 190,000IDR (muraaah banget kaaan). Pesawat kita pun on time, take off pukul 16.40 dan landing 17.45 di bandara Adnan Menderes, Izmir. 


       

       
      Dari bandara (atau dalam bahasa Turki: havalimani), kita lanjut naik kereta menuju Selcuk. Stasiun kereta letaknya ada di seberang bandara, kita beli tiket kereta ke Selcuk seharga 5TYR dengan lama perjalanan sekitar 45menit.


      Awalnya kita bingung harus naik kereta yang mana, sampai akhirnya ada kakek-kakek yang kayaknya kasihan liat kita kebingungan dan kebetulan tujuan kita sama, jadi beliau nemenin kita sampai kereta tujuan akhir Denizli (kereta ini yang lewat Selcuk Gari; Gari artinya stasiun) ini lewat. Di dalam kereta ternyata cukup penuh, jadi kita duduk misah-misah.

      Gw sendiri duduk di sebelah bapak-bapak sama anaknya. Terharu banget waktu di tengah jalan si anak cowok yang masih balita ini ngasi kuenya.

      Sampai di stasiun Selcuk, hari mulai gelap (sekitar pukul 20.00 waktu itu), si kakek bahkan nganterin kita ke pintu hostel yang untungnya gak sampai 5menit jalan kaki dari stasiun. Kita menginap di Urkmez Hostel, dan disambut abang-abang resepsionis yang gantengnya ga sopan (maap ga berani ambil fotonya, belakangan kita baru tahu kalau ternyata dia masih SMA dan lagi magang di situ).
      Kita dapat kamar di lantai 3, dan ternyata hostel kita persis di depan bangunan Selcuk Efes Kent Bellegi dan semacam alun-alun pusat kotanya.



      Kita udah ga kuat ngapa-ngapain, setelah mandi dan bongkar bawaan masing-masing, kita bertiga langsung ambruk di kasur.
      ==================================================================================================================================
      23 April 2017
      Paginya, selain disuguhi sarapan, kita juga disuguhi pemandangan luar biasa dari ruang makan hostel yang terletak di lantai 6. Dari segala macam makanan yang disediakan, gw cuma berani makan kentang, keju, telur, dan buah-buahannya.



      Perut kenyang, kita langsung ke resepsionis untuk menanyakan taksi ke Celsus Library, karena dari hasil riset untuk sampai di pintu masuk yang di atas (supaya nggak bolak balik), lebih baik berangkat pakai taksi, pulangnya baru naik dolmus (sejenis angkot di sana) saat keluar pintu yang di bawah. Ternyata di resepsionis ada tiga mahasiswa asal Taiwan yang kuliah di Turki, juga sedang menunggu taksi ke arah Celsus Library. Akhirnya, kita bertiga nebeng mereka deh, lumayan biaya taksi 20TYR jadi bisa dibagi 6. Perjalanan dari pusat kota ke Ephesus paling cuma 10 menit.

      Di pintu masuk kita disambut deretan toko souvernir dan... puluhan kucing. Banyak banget kucing mondar-mandir di sini. Gw pun ngantri tiket untuk kita bertiga, sementara Mba Ika dan Mba Nesa foto-foto di pintu masuk. Harga tiket masuk Ephesus Archeological Site ini (termasuk si Celsus Library adalah 40TYR). Satu lagi yang gw sendiri kesel dan bingung: pelayanan di loket pembelian tiket ini lamanyaaaaa minta ampun (loket di tempat wisata di mana pun di Turki lho, tadinya gw kira di Ephesus ini aja, tapi bahkan nantinya di Istanbul juga begitu). Tapi mau beli Museum Pass pun masih lebih mahal dari ngeteng (kalau untuk area Ephesus dan sekitarnya), jadi yasudahlah.


      Setelah masuk gate, kita langsung disambut reruntuhan (yang mana gw sendiri nggak bisa bedain, ini lebih ke Yunani atau Romawi), dan...amphitheater. Kita foto-foto di sini, bahkan ketemu rombongan keluarga dari Indonesia yang sedang mengunjungi saudaranya yang menetap di Turki.



      Dari amphitheater ini bisa kelihatan jalan ke bawah yang ujungnya adalah Celsus Library. Jadi, setengah jam di sekitar amphitheater, kita melanjutkan foto di sepanjang 100meter jalanan yang masih juga diisi reruntuhan, dan berakhir di Celsus Library. Kita benar-benar takjub dengan arsitekturnya dan pemandangan bukit-bukit hijau di sekelilingnya juga nggak kalah bikin melongo. Jadi, sebelum kita keluar lewat jalan yang dikeliling pohon-pohon rindang, ternyata di sana ada dua amphitheater (yang di dekat pintu keluar bawah, amphitheater-nya lebih besar).









      Sebelum tengah hari kita harus kembali ke pusat kota, karena ingin mengunjungi Sirince. Rencana naik dolmus kembali ke kota pun gagal karena kita bingung naik dolmus yang mana, akhirnya kita putuskan naik taksi lagi ke terminal Selcuk (Selcuk Otogari), tarifnya sama: 20TYR.

      Turun di depan terminal Selcuk, kita ditawari para supir untuk naik dolmus ke berbagai macam jurusan. Pas gw bilang "Selcuk" salah satu dari mereka langsung menggiring kita untuk naik ke dolmus dengan tulisan Sirince di kaca depannya. Tarif dolmus dari Selcuk ke Sirince: 3.5TYR/orang. Nantinya kita akan diturunkan di tengah-tengah pasar di Sirince ini.



      Gw sendiri kurang tahu sebenernya Sirince ini seluas apa, karena kita cuma jalan-jalan di pasarnya aja. Jualannya macam-macam, dari souvernir, buah-buahan, sayuran, bunga, baju, sabun, body lotion, dan berbagai macam kafe.


      Kita bertiga ngiler waktu lihat ada yang jual buah strawberry yang gedhe-gedhe, jadilah kita patungan beli sekilo dan harganya cuma 6TYR (24rebu rupiah!!! strawberry? sekilo? manis dan gedhe-gedhe banget pula?!).

      Buat oleh-oleh gw pun beli beberapa sabun handmade dan body lotion yang terbuat dari extract buah zaitun (zaitun ini ga pernah ketinggalan kalo kita makan di manapun di Turki). Harganya per buah cuma 2TYR, borooong dah!
      Puas foto-foto dan belanja, kita naik dolmus untuk kembali ke Selcuk. Kali ini isi dolmusnya cuma kita bertiga, jadi gw sama mba Nesa pede aja makan bekal nasi pake lauk gepuk daging sapi di dalam dolmus. Sampai saat itu, kita masih menyimpan uangnya buat makan malam aja, makan siang gausah keluar duit dulu.

      Tujuan kita selanjutnya adalah Ephesus Archeological Museum, dengan harga tiket masuk 10TYR. Isi museum ini sebagian besar adalah pindahan dari Ephesus Archeological Site (mungkin diamankan biar ga diambil atau dirusak orang). Di dekat museum ini ada deretan restoran yang menjual Pide (pizza ala Turki) dan sederet toko souvernir. Gw sempat beli gelang (harganya 3TYR) dan beberapa bookmar (1TYR/pcs).




      Kemudian kita lanjut jalan kaki ke Isa Bey Mosque.
      Di Isa Bey Mosque ini masih berfungsi sebagai masjid. Tadinya Mba Nesa mau nyoba sholat di situ, tapi karena gw sama Mba Ika gak mau ikutan (abis ribet tepat wudlu-nya, dan gw ngerasa awkward diliatin orang-orang), akhirnya dia gajadi. Setelah cuma numpang foto-foto sebentar di sini, kita lanjut ke St John's Basilica yang nggak terlalu jauh dari situ.






      Tiket masuk St John's Basilica: 10TYR. Suasananya masih mirip kayak di Celsus Library, tapi jauh lebih sepi. Sepiii bangetttt.





      Gw memutuskan buat naik sampai ke atas, ke dekat benteng-bentengnya, tapi Mba Nesa dan Mba Ika ngeluh capek jadi mereka milih nunggu di bawah. Ternyata memang bikin megap-megap buat nyampe ke atas, tapi dibayar lunas sama pemandangannya. Terus tiba-tiba Mba Ika nongol, ternyata dia pengen liat juga pemandangan kota Selcuk dari atas.

      Pas kita turun, ternyata Mba Nesa udah dapet kenalan cowok lokal (gw lupa namanya), mungkin dia kesepian ditinggal gw sama Mba Ika naik sampai ke atas. Kita berdua cuma sempat ngobrol sebentar sebelum kembali ke hostel berjalan kaki.



      Gw suka banget sama tata kota Selcuk ini, rapiii banget. Nyaman deh buat jalan kaki, apalagi dengan pemandangan di sekelilingnya.
      Kita memutuskan buat istirahat di hotel sebentar sebelum malamnya kita berencana makan pide di restoran dekat museum yang gw sebut tadi, namanya Selcuk Pidecisi (gw dapet info dari tripadvisor). Dan review-nya benar; harganya murah, pide-nya enak, pelayanannya ramah banget, bahkan kita dikasih bonus semacam kue kacang (kalau gw bilang, rasanya mirip ting-ting khas kita). Sejujurnya gw benci banget sama makanan yang namanya pizza, tapi buat pide ini pengecualian deh. Ini enak banget, karena adonannya lebih mirip tortilla, jadi bukan roti tebel kayak pizza gitu.

      Total 2 pide daging ukuran besar (harusnya cukup buat 4 orang), teh, kopi, air mineral: 28TYR
      Kita pun balik ke hostel setengah lari-lari karena kedinginan, kemudian re-packing untuk besoknya lanjut ke Pamukkale, Denizli.
      ==================================================================================================================================
      24 April 2017
      Pukul 08.00 kita udah mulai sarapan karena ngejar kereta jam 09.00. Catatan: kereta api di sini masih kayak di Indonesia, ngaret. Dari stasiun Selcuk harusnya kita berangkat jam 09.10, tapi kereta baru datang sekitan 09.30. Ditambah waktu tempuh ke Denizli 3 jam, kita sampai pukul 12.30. Harga tiket kereta Selcuk-Denizli: 16.5TYR/orang.



      Dari stasiun Denizli ke terminal Denizli, kita harus nyebrang dulu dan jalan kaki sekitar 300meter.




       
      Di terminal ini, pertama kita taruh koper di tempat penitipan barang dengan tarif 5TYR/bag. Tempat penitipan koper ini ada di lower ground, satu lantai dengan terminal dolmus (terminal bus besar ada di lantai ground). Enteng sudah bawaan kita, dan bersiap lanjut naik dolmus ke Pamukkale.

      Dari terminal Denizli ini kita naik dolmus ke North Entrance (bilang aja ke supirnya) dengan tarif 4TYR.

      Sampai di North Entrance, lanjut aja ke dalam terus nanti akan ketemu loket penjualan tiket masuk). Harga tiket masuk: 35TYR.






      Setelah beli tiket, kita masuk gate dan kemudian di situ ada dolmus lagi (ini shuttle buat yang males jalan jauh ke travertine-nya, itu lho si Cotton Castle yang tersohor itu). Sayangnya nggak gratis, tarifnya 3TYR. Shuttle ini akan berhenti di depan Ancient Pool.


      Kita bertiga memutuskan buat makan siang dulu di dalam Ancient Pool ini. Harganya lumayan, gw menghabiskan 19TYR untuk burger+french fries, yang gw makan sambil nontonin  bule-bule berenang.


      Perut kenyang, semangat deh kita jalan ke Travertenleri. Gw langsung melongo waktu ngeliat pemandangan serba putih dari kejauhan. Kita harus copot sepatu kalau mau turun ke traverten ini. Awalnya ragu-ragu takut kepleset, tapi ternyata permukaannya keset (tips: dasar yang warna putih teksturnya keset, jadi nggak akan kepleset; justru hindari dasar yang warna cokelat, itu licin, kayaknya si itu lumut)

      Kayaknya ada satu jam kita di situ, bener-bener terpesona oleh si Cotton Castle. Tapi di sini mataharinya terik banget, jangan lupa pakai sunblock. Rasanya terik (matahari), tapi dingin (angin), tapi anget (waktu kaki kita berendam di kolamnya), campur-campur deh...
      Sudah puas, kita kembali ke terminal Denizli dengan rute yang sama dengan saat berangkat. Gw nggak berani bereksperimen nyari jalan lain, karena kita udah punya tiket bus ke terminal Goreme (Cappadocia), kan nggak lucu kalau sampai ketinggalan. Dan untung banget kita masih agak sore sampai di terminal Denizli lagi, jadi gw sama Mba Ika memutuskan buat jalan-jalan di sekitar terminal (Mba Nesa nggak mau ikut, capek katanya).

      Malamnya, kita menunggu bus ke Goreme di peron 14. Bus-nya sendiri kita pakai dari agen Suha, harga tiketnya 60TYR (bisa cek di mari: http://www.suhaturizm.com.tr/). Banyak kok pilihan bus menuju Goreme (ada Metro, Kamilkoc, Pamukkale, dll). Di perjalanan, kita diberi snack berupa kue bolu dan ditawari minum 2x (malam saat mulai berangkat, dan pagi saat hampir sampai). Waktu tempuh Denizli-Goreme ini hampir 10jam, lumayan bikin pantat tepos.



      ==================================================================================================================================
      25 April 2017
      Jadi, kita sampai di terminal Goreme pukul 08.00 dan langsung disambut oleh Yasar, si empunya guesthouse yang akan kita tempati selama 2 malam di Cappadocia. Kaget juga si Yasar ini lumayan lancar bahasa Indonesia, yang ternyata dia pernah kuliah setahun di Jakarta. Kita dijemput dari terminal pakai mobil pribadi dia, gratissss (ya ampuuuun, baik bangettttt). 
      Sampai di rumahnya (yang awalnya gw heran, kok kayak rumah-rumah di drama korea, padahal ini kan di Turki), kamar belum siap (karena kita memang kepagian), jadi kita istirahat dulu di living room yang cozy banget. Dan muncul deh bininya Yasar, namanya Eva yang ternyata orang Korea. Ooookeeee, terjawab sudah kenapa ini rumah interior & eskteriornya kayak di drakor-drakor yang sering ditonton temen-temen kantor.


      Namanya guest house-nya: Cozy Villa Cappadocia. Di booking.com ada kok, atau mau hubungi langsung si Yasar bisa ke nomer WA berikut: +905437681309, dia akan meladeni dengan sangaaaaatttt ramah.

      Kita bertiga dapat dua kamar, Mba Ika+Mba Nesa satu kamar, gw sendirian dapat kamar loteng yang lucu banget macem di film-film (meskipun kamar mandinya di luar), tapi pengalaman tidur di kamar loteng gitu bener-bener unik.


      Setelah istirahat dan bongkar barang bawaan, kita bertiga berangkat ke Uchisar Castle yang masih seperjalanan kaki. Kawasan Uchisar ini nggak seramai Selcuk. Jalanannya lebih lebar tapi jarang ada mobil lewat .

      Kita foto-foto aja di sekitar Uchisar, dan cuma gw yang masuk ke dalam castle-nya dan naik sampai ke atas (yang lain ga mau, capek katanya). Emang megap-megap si pas sampai di puncak. Harga tiket masuknya 7TYR.


      Mba Ika & Mba Nesa menunggu gw dengan setia di bawah. Setelah gw turun, kita beli oleh-oleh tempelan kulkas di sekitar castle. Kemudian kita makan pide (lagi, ini jadi favorit gw banget selama di sana) di restoran yang namanya Huzur Pide Salonu. Kita diantar pake mobilnya si Yasar (di mobil ada anaknya, namanya Cinar, ngguanteng banget campuran Turki+Korea gitu), dia pun bilang ke yang punya resto kalo kita saudaranya, mungkin biar dilayani dengan baik atau dikasih diskon kali ya?


      Untuk 2 porsi besar pide dan 3 jenis minuman totalnya 38TYR. 
      Sisa hari kita habiskan dengan tiduuuuurrr, siap-siap besok subuh naik balon.
      ==================================================================================================================================
      26 April 2017
      Gw udah bangun dari pukul 3 pagi. Mandi dan siap-siap segala macem, tinggal nunggu subuh dan dijemput.

      Dan gilaaak luar biasa itu dinginnya subuh-subuh gitu. Gw gabisa diem waktu di tanah terbuka nunggu naik balon, kalau diem bawaannya menggigil. Si Yasar sampai meminjamkan syal-nya ke Mba Nesa, karena dia yang paling kedinginan (bener2 full service deh ni tuan rumah)
      Di lokasi disediakan easy breakfast macam kopi, teh, dan berbagai macam roti. Kita juga bayar tiket naik hot air balloon-nya di situ sebesar 80EUR dan akan dikasih bon tanda terima gitu.

      Sekitar pukul 5 akhirnya kita naik balon. Gw sempet deg-degan karena sejujurnya gw orang yang takut ketinggian (banget, biasanya kaki gemeteran dan bawaannya kayak ada hasrat pengen loncat kalo pas lagi di ketinggian gitu, entah kenapa).

      Tapi gw juga nggak tau kenapa, rasanya biasa aja pas balon-nya mulai take off. Beneran deh, take off-nya smooth banget, pas udah di atas juga gw ngerasa biasa aja, terpesona sama pemandangannya kali ya...
      Oh iya, di dalem balon dibagi 4 sekat, satu sekat isi 4 orang, jadi total 16 orang dalam satu balon. 



      Dalam satu balon ini kita ketemu dua orang Indonesia lain, namanya Rere dan Eka. Jadi pede dong minta-minta difotoin 
      Total penerbangan 1-1.5jam, dan ketika mendarat (justru ternyata proses landing ini yg bikin deg-degan), kita dikasih celebration (sok-sokan buka botol wine gitu deeh) dan dikasih medali.

      Pulang dari naik balon, kita lanjut ikut tour. Karena di Cappadocia ini hampir nggak ada kendaraan umum, jadi pilihannya ya sewa mobil atau ikut tour.
      Kita bertiga memilih ikut Red Tour (selain itu ada Green, Blue, dan Yellow yang biasanya dimulai dari pukul 09.00-09.30 sampai sore). Red Tour ini sendiri itinerary-nya adalah sebagai berikut: Uchisar Panorama, Goreme Open Air Museum, Cavusin Village, Avanos, Pasabag Monks Valley, Devrent Valley, Urgup Fairy Chimney, dan Avanos Pottery Workshop.
      Jeleknya gw adalah kurang memperhatikan apa yg dikasih tahu sama tour guide kalo lagi ikut tour gini, jadiii gw sendiri lupa foto ini lagi di spot yang mana...gomeeen

      Mba Nesa dan Mba Ika pun tergeletak di kamar usai tour (iyalah, udah bangun dari jam 4). Tapi entah dapat energi dari mana, gw pengen ikut rombongan 14 orang dari Indonesia yang baru datang sore itu. Mereka mau liat sunset katanya. 
      Hajarr bleeh!!! (modal SKSD, tapi yang namanya sama-sama jauh dari rumah, ketemu sodara setanah air biarpun baru kenal rasanya kok kayak udah kenal lama ya?)

      ==================================================================================================================================
      27 April 2017
      Hari ini kita akan balik ke Istanbul (kali ini ke Sabiha Gokcen) pake Pegasus lagi, penerbangan pukul 13.05. Jadi kita minta shuttle yang 10.00 untuk diantar ke bandara Nevsehir (karena letak bandara militer ini cukup jauh, jadinya nggak mungkin kita minta tolong Yasar untuk anterin lagi). Tarif shuttle ke bandara Nevsehir adal TYR25/orang.
      Tapi sebelumnya kita diantar Eva untuk beli oleh2 khas Cappadocia di toko langganan dia. Lumayan ngeborong juga kita di sana.


      Sediiih banget waktu mau pisah sama Yasar & Eva ini  
      Pengen gituuu sebulan lagi numpang di rumah mereka #ngareppppp

      Yak, lanjutan Part 2 yang Istanbul nanti gw share di lain kesempatan ya
      Owari...
    • By wesellcs
      Hi, travelers!
      Mau liburan dan bingung mau kemana? Kami punya penawaran menarik nih untuk kamu!
       
      ✈️ BACKPACKING FOR BEGINNER (15 Sept - 21 Sept 2017)Thailand, Cambodia, Vietnam -> Rp. 4.450.000,-
      ✈️ AUTUMN SOUTH KOREA (31 Okt - 4 Nov 2017)Menjelajahi Korea Selatan -> Rp. 9.900.000,- siapa tau nanti ketemu Song Jong Ki atau So Hye Ko hehe
      ✈️ TOUR TO NEPAL (1 Nov - 6 Nov 2017 atau 1 Nov - 11 Nov 2017)Untuk trip ini spesial banget karena kamu akan ditemani oleh Ramon Y TungkaKathmandu - Pokhara -> Rp. 8.650.000,-Kathmandu - Pokhara - Annapurna Trecking -> Rp. 9.750.000,-
      ✈️ UMROH + ISTANBUL TURKI (20 Nov 2017 - 10days)Mengunjungi Baitullah adalah impian setiap umat islam, kali ini kamu bisa Umroh sekaligus jalan-jalan ke Turki selama 10hari dengan harga paket sebesar Rp. 24.500.000,-
      ✈️ RUSSIA AURORA TRIP (6 Feb - 14 Feb 2017)Menikmati indahnya aurora di russia pasti akan jadi pengalam traveling terindahmu nih! Ayo ke Russia bersama kami dengan paket sebesar Rp. 18.750.000,-
       
      Psss.... Paket liburan diatas bisa dicicil lho. Jadi, lebih memudahkan kamu yang mau liburan nih!
      Mau destinasi lain? Bisa banget lho, kamu bisa request liburan ala kamu sendiri.
       
      Untuk informasi lebih lanjut mengenai Itinerary dan lainnya, silahkan hubungi kami melalui:
      LINE: @oap9119y (PAKAI @)
      EMAIL: [email protected]
       
       
       
       
    • By kimilord
      cari temen bareng buat nge trip ke macau brkt tgl 21 Agustus 2017 balik tanggal 27 agustus 2017 via jakarta, saya berangkat dari surabaya
      boleh nebeng nginep yang penting bantuin foto wkwkwkw, maks 2 orang prefer cew 
      trip saya rencana dari macau - hongkong - shenzen - guangzhou - chongwa - macau
      yang nebeng bisa ane bisa share kamar hotel
      kalo serius bisa WA di 08563208885