• ×   Pasted as rich text.   Paste as plain text instead

      Only 75 emoticons maximum are allowed.

    ×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

    ×   Your previous content has been restored.   Clear editor

    ×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

  • Similar Content

    • By rianifitria
      Bulan kemaren saya dan temen saya pergi ke Kamboja (Siem Reap dan Phnom Penh). Berikut catatannya.   Hari 1 : Jakarta - Siem Reap
      Penerbangan Jakarta ke Siem Reap, transit di Bangkok. Mendarat sekitar jam 21.00.   Tips: Pas masuk ke Bandara, sebelum imigrasi, rombongan turis akan langsung pergi ke 'Visa On Arrival'. Jangan ikut2an, soalnya Indonesia bebas Visa. Tapi harus ngambil 'Arrival/Departure Card' sebelum di cap di imigrasi. Kemaren pas saya kesini kertas 'Arrival/Departure Card' itu dipegang sama petugas yg jaga2 meja free visa dan harus nanyain mereka sebelom dapet. Kira2 disini (kotak merah 'petugas free visa'):   Seharusnya kami dijemput sama penginapan, tapi karena gak ada orangnya (salah ngasih jam), jadi kami naik mobil resmi dari Bandara. Mobil ini juga bisa disewa untuk tur Angkor Wat seharga $40 per hari.     Hari 2: Siem Reap Pagi dan siang kami jalan2 seputar daerah turis di Siem Reap, di daerah Pub Street dan Psar Chas/Old Market. Kami juga mampir ke Wat Damnak yg memiliki perpustakaan regional.
      Jam 16.00 kami berangkat ke loket tiket Angkor Wat untuk membeli tiket Angkor Wat untuk hari berikutnya. Tiketnya US$37 per orang. Kalau beli diatas jam 17.00, maka tiketnya berlaku untuk hari berikutnya. Dan memakai tiket ini kami bisa juga masuk kompleks Angkor Wat di hari yg sama. Jadi kami berangkat ke Phnom Bakheng untuk melihat Sunset.
      Malamnya kami menonton Apsara Dance and dinner di Apsara Theatre Restaurant. Harganya sekitar US$29++ per orang. Tadinya mau menonton Apsara Dance aja, gak pake dinner; tapi ternyata sanggar yg ini udah tutup.
          Hari 3: Siem Reap - tour de Angkor Hari ini dimulai dari pagi buta; jam 4.30 kami berangkat mengejar Sunrise di Angkor Wat. Tips: dari kolam tempat nonton sunrise, cepat2 masuk ke Angkor Wat dan pergi naik ke Bakan sebelum mulai ngantri.
      Dari Angkor Wat kami berjalan menuju Angkor Thom, melalui gerbang selatannya yg terkenal. Di dalam kompleks Angkor Thom kami pergi ke The Terrace of the Elephants, kuil Baphuon, kuil Bayon dan ke kuil Ta Phrom (Tomb Raider).
      Dari Ta Phrom kami pergi ke kuil Banteay Srei, yg berada sekitar 24 km di Utara kompleks Angkor Wat. Sekitar 45 menit perjalanan naik tuk tuk.
      Dari Banteay Srei kami balik ke kompleks Angkor Wat, melihat kuil Preah Khan sebelum kembalik ke Kota.
      Malamnya kami makan di Bugs Cafe yg hidangannya kebanyakan adalah serangga (ada yg bukan serangga kok di menu).
          Hari 4: Siem Reap - Gunung Phnom Kulen Kami berangkat jam 7.30 menuju bukit Phnom Kulen. Perjalannya sekitar 2 jam dari Kota. Tuk tuk hanya boleh dipergunakan sampai di kaki bukit saja. Dari tempat parkir tuk tuk kami naik sepeda motor ke atas. Kami dikenai biaya extra US$10, ini juga karena kurang negosiasi sama supir tuktuk.
      Rencananya sih pengen hiking, tapi ternyata ini lebih tempat piknik untuk orang lokal daripada tempat hiking. Kami sempat berenang di air terjun, selama sekitar satu jam. Karena perjalanan menuju puncak berdebu banget (baju, tas dan kulit sampai ganti warna), saya sarankan untuk naik mobil ke atas kalau memang ada niat main ke sini. 
      Di sana kami juga makan siang (banyak penjual makanan) sebelum naik ke Preah Ang Thom (kuil Buddha tidur). Dan kami berjalan2 di sekitar sini dan telah melewati beberapa 'kuil' kecil2 yg dibangun di tengah2 alam liar. Turun dari gunung kami mampir ke Kbal Spean (Site of Thousand Linga) yg sebenernya gak terlalu bisa kelihatan karena ada di tengah2 sungai dan pinggiran sungai dibatasi oleh tali2.
      Dari Phnom Kulen kami kebali ke kota untuk ganti sebelum berjalan-jalan menikmati ke Night Market.
          Hari 5: Siem Reap Hari ini kamu berleha2 dan jalan2 di sekitar kota lagi. Melewati Royal Residence dan kuil2 di dekatnya, ke Angkor National Museum. Kemudian kembali ke arah penginapan melalui Wat Preah Prom Rath dan Psar Chas untuk belanja oleh2.
      Kami sempat makan di restoran Marum. Restoran ini adalah tempat pelatihan murid2 sekolah pramusaji dan juga charity organisation. Makanan-nya mengarah ke fushion and yg terkenal adalah tumis daging sapi dengan semut rangrang.
      Malamnya kami pergi ke Art Centre Night Market yg ada di seberang sungai. Dan jam 23.00 kami berangkat ke agen bus Olongpich untuk menaiki bus tengah malam menuju Phnom Penh.
      Tips: Beli tiket bus mendingan langsung di Siem Reap aja. Bukan hanya lebih murah (saya beli online US$10 dan penawaran di dekat hostel US$7), tapi agen bus ini agak susah ngurus tiket yg saya beli online. Si agen bus gak bisa buka daftar penumpang dari BookMeBus.com, jadi siangnya kami sempat panik karena pas ditelpon katanya nama kami gak ada di daftar penumpang. Sepertinya beli secara manual lebih efektif disini. 
          Hari 6: Phnom Penh Kami sampai di Phnom Penh jam 6.00. Setelah menaruh tas di penginapan, kami berjalan kaki mengelilingi pusat kota Phnom Penh.
      Rutenya dari penginapan kami jalan menuju Central Market untuk sarapan. Ternyata jam 7 pagi itu pasar belom buka, cuma sedikit yg buka di bagian pasar basah dan makanan. 
      Dari Central Market kami jalan menuju Wat Phnom dan National Library. Dari Wat Phnom kami mengarah ke sungai untuk membeli tiket Sunset Cruise di sungai Tonle Sap. Dari tempat tiket kami berjalan menyusuri sungai ke Royal Palace.
      Dari Royal Palace kami terus berjalan sampai Independence Monument sebelum kembali ke arah Royal Palace. Melewati Pagoda Botumvatey dan sampai ke National Museum of Cambodia. Harga tiketnya US$10, tapi lumayan menarik isinya.
      Dari National Museum kami kembali ke penginapan untuk check-in sebelum mulai jalan lagi ke dermaga untuk Sunset Cruise. Dari Sunset Cruise kami jalan balik ke hostel, melewati Night Market.
          Hari 7: Phnom Penh Hari ini saya pergi ke Royal Palace, harga tiketnya US$10 untuk orang asing. Di dalamnya agak mirip Royal Palace di Thailand dan di tempat utamanya (Royal Palace dan Silver Temple) gak boleh ngambil foto. Jadi foto2nya gedungnya aja. 
      Dari sana saya pergi ke Central Market (naik tuk2 dari Royal Palace sekitar US$2) dan Pagoda Saravoan Techo yg berada di dekat hostel. Setelah itu kami berangkat menuju airport untuk kembali ke Jakarta, naik tuktuk sekitar 1 jam dan US$6.
            Total pengeluaran (oleh2, tiket pesawat dan akomodasi tidak termasuk): US$ 217 per orang
      Akomodasi: Siem Reap US$ 11 per kamar (2 orang) per malam. Phnom penh US$22 per kamar (2 orang) per malam.
      Harga makanan: di pinggir jalan 1 porsi US$1-2. di restoran sekitar US$5-9/porsi. 
      Tuk tuk: Siem Reap, perhari sekitar US$40 (bisa turun lebih jauh lagi, soalnya ini peak season dan temen saya gak nawar ). Phnom Penh, dalam daerah 'kota' sekitar US$1-2. Menuju bandara US$6.
      Bus malam: US$10 (kalau beli langsung di tempat bisa US$7)
      US$ 1 = Riel 4000   Tips super extra: Credit Card Credit card lumayan tidak berguna di Kamboja. Saya cuma bisa pake karta saya pas makan di Marum (yg jelas ada di bawah naungan charity organisation international) dan saat beli tiket Angkor Wat. Lainnya, lupakanlah. Kemaren saya mau pake Master Card di toko souvenir yg lumayan mahal gak bias karena ada tanda 'Maestro' and 'Cirrus'. Jadi bawa cash. Dan kalau bisa paksa money changer untuk ngasih pecahan US$1 karena hampir semua makanan dan minuman US$1.   Cuaca Tanahnya daerah Siem Reap itu Tanah terracotta yg halus. Jadi kalau musim panas dan terik kaya pas kemaren saya pergi itu, maka jalanan berdebu. Debunya lengket, halus dan warnanya kuning-merah. Nempel banget di kulit, baju dan rambut. Dan kalau musim hujan jadinya Tanah lempung yg nempel di sepatu dan licin. Saran saya, bawa masker kalau berangkat di musim panas, dan jangan pakai baju putih. Bagusnya pas musim hujan, volume turis turun, jadi bias ngeliat kuil2 tanpa rombongan manusia.   Kalau teman2 ada yg perlu informasi lebih detail lagi atau mau minta itinerary/budget, boleh PM saya.     
    • By anna22

      18/8/2017  Flight Malam Jkt-KL. Karena kami menggunakan Lion Air, mendarat di KLIA 1, padahal besoknya kami ada flight dengan AA dari KLIA 2. Beruntungnya ada shuttle bus gratis antara KLIA 1 ke KLIA 2 yang beroperasi 24 jam. Begitu sampai di KLIA 2, kami mencari tempat untuk mengisi baterai HP sambil selonjoran.    19/8/20  Flight pagi jam 6 kami sudah check in jam 4 dan melewati imigrasi lalu menuju gate yang tertera di boarding pass. Saya dan salah satu teman yang muslim juga menuju musholla untuk melaksanakan solat Subuh sekitar jam 5. Ternyata kami baru sadar ada perbedaan waktu sehingga waktu solat Subuh baru sekitar jam 6. Tepat ketika adzan subuh berkumandang, salah satu teman menyusul dan mengatakan bahwa kami harus pindah gate. Kami pun buru-buru solat dan langsung berusaha berlari karena waktu boarding tinggal 10 menit lagi. Sedangkan kepindahan gate itu dari ujung ke ujung (paraaaah jauhnya). Gara-gara inilah, salah satu teman kami yang memang dari awal keberangkatan sedang tidak enak badan, mendadak drop begitu sampai Hanoi. Beruntungnya kami sampai tepat waktu di gate sehingga masih bisa naik pesawat walaupun ngos2an...   Sampai Hanoi Airport sekitar jam 9 (tidak ada perbedaan waktu dengan Indonesia). Begitu sampai, kami membagi tugas, ada yang membeli simcard (12 usd/7 hr utk paket data internet saja) dan mengambil uang di atm (ya, kami memang tidak menukar rupiah ke vnd di Indonesia, biaya tarik tunai sekitar 20rb rupiah). Sebelumnya saya sudah membaca kalau ada express bus dan public bus dari airport ke pusat kota. Tapi begitu kami tanya ke pusat informasi (yang anehnya, tidak ada satupun pusat informasi resmi, artinya pusat informasi yang tersebar di arrival hall adalah kepunyaan tour&travel, taxi/car rental, dan perusahaan simcard), mereka malah nawarin naik taxi. Karena kami ingin ngirit apalagi baru di awal-awal perjalanan, kami pun mencoba browsing lagi.  Ada bus no. 7 dan 17 dengan biaya 5000 vnd (sekitar Rp. 3000). Bus ini akan berhenti di setiap halte sehingga dipastikan memakan waktu lebih lama. Nah dari pintu keluar Kedatangan, kamu jalan ke arah kiri paling ujung nanti akan ketemu semacam terminal bus umum.    Pilihan lainnya adalah Express Bus 86 dengan biaya 30.000 vnd (sekitar Rp. 15.000). Dinamakan express bus dan lebih mahal karena hanya berhenti di beberapa halte di pusat kota Hanoi. Nah kalau penginapan kamu di sekitar Old Quarter, bisa pilih bus ini. Begitu keluar pintu kedatangan, ke arah kiri juga kemudian nyebrang dan ketika kamu berjalan, kamu akan ditawarkan untuk naik taxi, bilang saja dengan sopan kalau kamu mau naik bus 86. Mereka dengan senang hati akan menunjukkan kamu ke arah petugasnya. Bayarnya pas di bus aja, nanti kondekturnya akan nanya mau berhenti di halte apa. Sebelum berhenti, dia bakal ngasih tau kamu untuk segera siap-siap turun. Ternyata salah satu teman, sebut aja M, kondisi tubuhnya makin drop dan memutuskan untuk mencari klinik atau rumah sakit. Ceritanya cukup panjang, yang intinya adalah sore dan malam ini kami berputar-putar mencari klinik, rumah sakit, dan apotek. Untungnya ada Grab di Hanoi sehingga memudahkan mobilisasi kami. Terus bagaimana komunikasinya secara hampir sebagian besar driver kurang bisa berbahasa inggris? Kami selalu menyebutkan posisi melalui pesan dan menghafal jenis mobil serta plat nomornya. Kadang jika driver mengirim pesan dengan bahasa vietnam, kami menggunakan google translate untuk mengartikan dan membuat balasan (hahahaha). Ada kejadian lucu, salah satu teman saya sering disangka orang lokal karena penampilannya yang mirip, jadilah suka diajak ngobrol bahasa vietnam. Dan alhasil temen saya cuman bengong sambil bilang “I’m not vietnamnese”.
      Hari pun sudah menjelang malam dan kami lapar. Karena saya punya pantangan dalam makan dan beruntungnya saya punya teman yang pengertian, kami memutuskan mencari vegan restaurant terdekat. Ketemulah Loving Hut (ini sepertinya ada di mana-mana deh) yang menyediakan makanan khas vietnam dengan menu vegan. Dengan 3 jenis lauk dengan 4 nasi dan 4 minuman hanya habis skeitar 200.000 vnd (atau Rp. 100.000). Kenyang parah tapi ngerasa sehat (ya iyalah vegan food).   Setelah dari RS dan mengantarkan teman kami yang sakit ke GH untuk istirahat, sekitar jam 9 malam, kami bertiga memutuskan keluar menuju Old Quarter karena hari itu adalah malam minggu sehingga kawasan pinggir Hoan Kiem Lake ditutup untuk kendaraan (car free day). Niatnya mau mencoba egg coffee yang terkenal di Hanoi tapi cafe yang kami incar sudah tutup sehingga kami jalan kaki sambil melihat aktivitas warga lokal di malam minggu. Begitu sampai Old Quarter, kami menemukan sebuah cafe yang masih buka dan ada menu egg coffee. Penasaran kami memesan 1 cup (77.000 vnd inc.tax), sampai si pelayan bingung karena kami hanya memesan 1 cup kecil untuk bertiga.
      Karena sudah jam 11 malam, dan besok pagi ada halong bay tour, kami memutuskan kembali ke GH. Oiya kami memesan 1 day Halong Bay Tour dengan harga 42 USD/orang melalui staf GH saat kedatangan. Teman kami yang sakit memutuskan tidak jadi ikut karena dalam masa recovery. Karena pemberitahuannya mendadak, biaya hanya dikembalikan setengahnya.    20/8/2017 Tepat jam 7.30 pagi, guide datang menjempat kami di GH. Ada sekitar 21 peserta hari itu dari berbagai negara. Ternyata kami bertemu 4 kakak beradik asal Aceh. Perjalanan menuju Halong Bay cukup panjang sekitar 4 jam dengan berhenti 1 kali di tempat penjualan souvenir. Tenang aja toiletnya gratis dan cukup bersih kok dan kalian tidak diharuskan membeli souvenirnya. Sekitar jam 12 siang kami sampai pelabuhan. Sebelumnya di bus, guide kami membagi peserta ke beberapa meja di kapal. Kami kebagian meja 3 bareng sepasang turis asal Italia (yang ramah dan baik). Begitu duduk di kapal, awal kapal langsung menyuguhkan makan siang (kebanyakan seafood dan sayuran). Nah untuk minum tidak disediakan alias beli kalau gak bawa. Kapal pun berlayar sambil kami menikmati makan siang. Rasanya pun lumayan cocoklah dan porsinya banyak. Itinerary 1 day tour ini adalah menuju Surprise Cave dan Ti Top Island.    Untuk bisa mengikuti rangkaian kegiatan tour ini diperlukan stamina yang baik dan cukup minum karena harus menaiki anak tangga yang cukup banyak. Kami saja sampai kekurangan minum dan membeli disana (walaupun lebih mahal sih). Selain itu juga panas banget. Saya yg kurang cocok dgn cuaca panas bbrp kali harus berhenti saat menaiki tangga  ke puncak Ti top island. Bahkan setelah 3/4 perjalanan, saya menyerah dan memilih duduk istirahat. Sedangkan 2 teman saya lanjut. Setelah merasa cukup pulih, saya pun lanjut naik ke atas krn mikir2 sayang juga kalo ga sampai atas. 

       
       
      Kembali ke pelabuhan sekitar jam 5 sore dan sampai lagi di Hanoi jam 9 malam. Hari itu kami merasa lelah sekali sehingga tidak sanggup utk jalan2 malam lagi. Mana besoknya harus siap-siap ke airport untuk flight ke Ho Chi Minh.    21/8/2017 Penerbangan Hanoi-Ho chi minh dengan Jetstar jam 10 pagi. Kami sempat sarapan dulu. Seperti biasa pakai grabcar menuju airport. Baru kali ini di airport (domestic) kami harus melepas alas kaki saat pemeriksaan masuk ruang tunggu. Saya kira hanya khusus bagi warga asing tapi ternyata warga lokal pun membuka alas kakinya walau hanya menggunakan sendal jepit...   Sampailah di Ho chi minh airport jam 12 siang. Lgsg pesan uber menuju penginapan. Kali ini kami pesan Supe Homestay yg harganya 650rb/2 malam 4 bed dorm room. Kalau melihay review dan photo, hostel ini cukup bagus. Tapi ternyata kami kecewa karena kenyataannya berbeda. Begitu sampai, kami terkejut ketika staf mengatakan bahwa kamar penuh. Nah lhooo??? Tapi ternyata Supe ini punya cabang lain yg jaraknya 5 menit berkendara. Kenapa ga dikasih tau di awal..kan bisa email ato bgmn gitu ya..yg kedua begitu kami sampai, kayaknya ini penginapan jadi gudang barang2 jualan krn begitu banyak barang berserakan di lobi. Kamarnya pun berdebu seperti sudah tidak ditinggali lama. Kamar mandinya pun kurang bersih. Kecewa deh pokoknya.    Oke cukup curhatnya. Setelah check in, kami keluar mencari makan siang. Kami cari yg dekat bisa jalan kaki, cek2 di google, ketemulah resto india halal di daerah Bui Vien. Setelah makan dan kenyang, kami menuju Konsulat Indonesia. Wah ada apa yaa? Ternyata teman saya yg sakit itu belum puas dgn dokter di rs hanoi, jadi dia ingin meminta saran dan rujukan dari pihak konsulat yg mungkin lebih paham dgn kota ho chi minh. Yaaa jadi lagi2 hari ini dihabiskan dengan pencarian klinik dan rs. Beruntungnya ada Klinik international yg menerima turis dan berbahasa inggris di dekat konsulat. Setelah menunggu, periksa, tebus obat, sekitar jam 6 sore.    Hasil konsultasi dgn dokter, teman saya memutuskan utk lgsg ke bangkok (kebetulan ada temannya disana) tanpa ikut kami ke siem reap agar cepat pulih. Malam itu kami pun lgsg berembuk memesan tiket2 yg belum terbeli. Kami pun memutuskan utk ke cafe sekalian mencicip kopi vietnam. Cari2 di google yg reviewnya oke yaitu Bang Khuang Cafe. Dan ini adalah keputusan yg tepat, selain menu kopinya bervariasi, tempatnya juga nyaman dan cantik. Urusan memesan tiket bus ho chi minch-siem reap, tiket sleeper train bangkok-penang, dan tiket pesawat Ho Chi Minh-bangkok pun beres. Sedangkan utk tiket bus siem reap-bangkok rencananya akan kami pesan on the spot.    22/8/2017 Hari ini kami hanya keliling kota saja. Awalnya ingin ke cu chi tunnel tapi krn kondisi teman saya yg masih sakit, rasanya tidak mungkin pergi jauh2. Pertama kami ke Ben Tanh Market utk cari oleh2 dan brunch (krn disini banyak jual makanan). Setelah kenyang dan beli bbrp oleh2, kami menuju kantor pos, gereja, museum dan taman yg bisa dikelilingi dgn berjalan kaki. Karena lelah, kami kembali ke penginapan utk istirahat (yaa lagi2 kami tidur siang hahaha) kemudian malamnya keluar lagi utk cari makan. Ada 1 makanan yg khas vietnam tapi saya mau cari yg halal. Eh ketemulah Pho Muslim. Rasanya enak dan agak beda dengan pho yg pernah saya coba di jakarta. Rempah2 dan kaldu dagingnya lebih berasa plus terdapat potongan bakso homemade (hasil nanya2 yg punya). Warung Pho ini baru buka sore menjelang malam ya...
        Yaaaa sekian cerita edisi vietnam dari rangkaian 12 hari trip negara Asean. Masih ada 3 negara lagi...enjoy and happy reading!!!
    • By Nicole Sacha
      Vietnam adalah salah satu destinasi yang tidak pernah masuk ke dalam bucketlist saya, singkat cerita, pada waktu itu dikomporin sama teman satu Genk's. Salah duanya adalah si @bebem & si @indah uthe dan walaupun agak telat, akhirnya saya putuskan untuk membeli tiket ke Vietnam, tepatnya Ho Chi Minh, dengan transit PP KL.
      Huehehe, kitamah anaknya irit, jarang beli tiket direct kalo perjalanannya ga lebih dari 5 jam eim.

      Perjalanan Menyusuri Mekong River
       
      Untuk harga, pada waktu itu kebetulan lumayan murah, mengingat harga tiket yang fluktuatif tiap tahunnya.
      Mungkin ada yang bertanya tanya, apasih yang menarik dari sungai Mekong?
      Well, berikut cerita perjalanan saya ke Mekong.
      Mekong adalah salah satu sungai utama di dunia selain Nil, Amazon, Yangtze dan masih ada beberapa Sungai lain yang tersebar di seluruh dunia. Untuk mencapai Mekong, waktu itu saya ikut One Day Tour yang ditawarkan oleh petugas Hostel tempat saya menginap di Ho Chi Minh. Starting dari Hostel, kami dijemput menggunakan ELF, diantar sampai Terminal 23/9 Park untuk berganti kendaraan dengan Bus Tour yang lebih besar ukurannya dan tentu saja bergabung dengan turis-turis lainnya (Yuhuuu, berasa Turis banget emang kalo di negeri orang, haha)
       
      Setelah berganti kendaraan, meluncurlah kami ke Mekong, sepanjang perjalanan, kami disuguhkan dengan pemandangan jalan di Vietnam yang mengingatkan saya ketika menempuh perjalanan ke Dermaga Ketapang - Pahawang dari Bandar Lampung. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 Jam, sampailah kami di Dermaga Mekong. Disini kami naik kapal kayu untuk menyusuri Mekong menuju Desa masyarakat untuk melihat pembuatan Coconut Candy, Madu Lebah hasil Desa Setempat, dan menikmati suguhan musik khas Vietnam.

      Cruising Mekong River

      Madu Limau
       

      Proses Pembuatan Coconut Candy Khas Mekong
      Setelah menikmati Madu Limau & melihat proses pembuatan Coconut Candy, kami disuguhkan cemilan sambil menikmati alunan musik tradisional Vietnam yang dimainkan oleh bapak-bapak yang sudah lumayan berumur, informasi dari Tour Guide, dulunya mereka adalah bekas tentara Vietnam yang ikut berjuang melawan penjajah.
       

      Sajian Musik Tradisional
       

      Suguhan dari Masyarakat
       
      Warga desa disini beberapa ada yang bisa bahasa melayu juga lho, mungkin karena masih satu rumpun ya.
      Habis santai-santai, tour berlanjut dengan menyusuri pedesaan menuju sungai kecil yang sudah disediakan perahu - perahu kecil untuk membawa kita kembali ke kapal. Satu perahu bisa diisi 3-4 orang dan dikemudikan oleh wanita - wanita paruh baya yang sangat strong, yaiyalah, ngedayung perahu yang isinya 4 orang bok.
       

      Si Ibu Strong
      Sepanjang sungai diapit oleh pepohonan yang membentuk lorong, pemandangan tersebut membuat kita sedikit menghiraukan air sungai yang warnanya cokelat banget, mirip sama air sungai di Jakarta.
      Faktanya, sungai Mekong adalah Golden Triangle yang merupakan perbatasan dari Thailand, Laos dan Myanmar. Mekong adalah sumber air yang harus dilindungi karena Kehidupan sekitar 60 juta warga ASEAN khususnya yang berada di Laos, Thailand, Kamboja dan Vietnam bergantung padanya. Berita lebih lengkap bisa dibaca disini https://www.antaranews.com/berita/655204/asean-harus-lindungi-sumber-air-sungai-mekong
       
      Sedikit catatan kalau mau ke Mekong :
      - Disarankan untuk ikut One Day Tour, setiap penginapan (hostel, losmen, hotel) biasanya sudah bekerja sama dengan Travel, selain lebih hemat, bisa menghemat waktu juga.
      - Pakai baju yang nyaman (karena udara disana lembab)
      - Bawa lotion anti nyamuk

      Mekong dari Lensa Gopro Hero 4
      Sekian postingan saya tentang pengalaman menyusuri Mekong. Semoga bermanfaat.

      XOXO
      ANS
       
       
      (PS : Semua foto adalah dokumentasi pribadi milik penulis)
       
       
    • By ko Acong
       
       SIBOCAH TUA NAKAL KLILING  Di KiLING FieL  dan Saigon City
      Sibo ngubek2 SAIGON city ingin ketemu Dewi ular yang Cantik
      dengan modal 2 USD @100
      LOW Gadget
      Low/ min Bhs Ingris
      Menurut Pengamatan Dan Menurut penglitan saya dengan perasaan yang real
      Awal pertama saya mendarat di Tan son nath Airport sudah Mulai Panic  Dipalak Petugas Imigrasi  minta Siao chien Sio vey (tip) Diselipkan 5 lbr @1 ringgit Cop cop cop
      Setelah Keluar Bandara Saya Arahkan Kaki  belok Kanan dengan senjata Senyum dan Xie xie Kepada Para Calo pemangsa Yang Nengok kiri dan kanan
      Beruntung Saya Sudah Hapal dikepala Dengan Masukan Info Ter Up Date 
      Salah satu nya Di Bandara Tan Son nath 
      Al tempat Tukar Uang / beli Simcar
      dan Terpenting info yellow Bus  Beroprasi Dari jam 00.03 S/ D 00.01
       
       
      Bohong Kalo Dibilang Bus Malam Tidak Ada  (Bus Hijau)
      Seperti KataKomentator Traveller “Katanya Katanya”  “Konon Menurut Cerita Temen saya” 
      Itu Info Dah Kadaluarsa 5 ato 7 Tahun lalu  Bahkan Copet pun Mati kutu sekarang
       
       
      Lanjut 
      Tentang Shutle Bus Ada Yellow Bus To Down town Harga 12000 VND stara Rp 7200 Setelah bus Berjalan Kenektur Dengan Sabar Menanyakan Tujuan Hotel kita dan Saya Sebutkan Beng than Area  Dan di Halteu bakal sampe diberitahukan unkle next stop bus Ok
      H2 Setelah Pulih Dari Penatnya Perjalanan BD KL Ho chi Minh City
      Setelah Semalam Pesan Trip Mekong River
       
      Dengan 2 tempat Kunjungan  utama Delta River Dan sampan dan Kunjungan
      Wajib Coconout King serta Big Budha  
      dengan Plus Makan Siang Paket Harga 600.000 VND hasil Nawar beli Di Hotel
       
      * Sebenarnya Masih Bisa Mendapatkan Yang Lebih Murah Namun bisa bisa Jadi Mahal Bila nga
      Punya Waktu Karena + Sewa Taxi tuk ngejar Bus Atao Tanpa Paket Makan
       
      Ato Seperti Share2 Yang Dulu Katanya Pake Bus Umum itu Sangat Tidak Disarankan
       
      1 Terminal bus Masih Jauh dari Distrik 1 Masih Jauh ke Delta mewkongnya
      Dan Jarang sekali Keberangkatannya…. Belum Pulangnya kita Kehabisan Last Bus To City
       
      Harus Sewa Ojek or Taxi Ke Pelabuhanya dan Ke lokasi Chuchi Tunel
      Belum susah Kita Mendapatkan Boat nya Harus Tunggu Sampe Kuota Penuh Baru Shae River Boat Dimulai
       
      Inilah Yang Bisa menjadi Mahal; Di waktu  /  Mahal Ke Harga berpotensi kena Scam jauh Diluar Pengawasan Petugas Turism
       
      Bule Kere Saja Nga Mau Pusing mereka Pake Tur local juga
       
      Perjalanan Mekong river cuise semua Menyenangkan dengan Dihibur Tur Guide Yang Humories
       
      Jadi Pengamatyan saya Kita Ke Saigon Sebaiknya Ambil 2 Sesi tur Lokal Mekong tur 1 day fuul
      antara 500000 sd 600000 VNd
      Chuchi Tunel Half day Tur 300 sd 400 vnd
       Total Rate Tengah 900.000 Vnd x0.6 =Rp 540.000.-
       
       
      Untuk City Tur Kita Pake Grab
      Missal tujuan ke Remand Warmen Yang Paling Jauh 40.000sd 50.000 VND
       Atao Setelah Pulang Dari Chu chi Tunel minta Turun Di tengah Jalan tujuan Reamen War museum langsung ekplor jl Kaki Durai 2 Jam
                                                                                                         
      Total Pengeluaran Saya Selama 4 H 3 malam Di Saigon
      Sbb Rinciannya
       
      15 jam · Berawal Tukar 2 lbr @100 USD rate 2.290.000
                              
      Bayar Hotel Plus 2 Item Tur ( 1 Mekong Fullday + Chuchi Half Day ) 1.858.000 VND
       
       
      12 x Kopi@ 12000vnd + Duren 1x  210000Vnd 
      Total Habis Pengeluaran 1.488.000 Bandara
      Jadi Rincian selama Saya Di Saigon sbb
      Mendarat Tukar USD jatah 200
      Beli Simcar 190.000
      Tiket Bus 24.000
      Hotel Bill Cek out
      Tur Mekong + chuci Tunel 1.858.000 VND.
      Jatah Makan 20000 x 3d 600.000 VND  
      Kopi sepuasnya 12000x//// tambah Duren Total 210.000 VND
      _____________________________________________________
      Total Estimasi .2882.000 VND D
      Setara RP 1.729.000.-
       
       

       
       
       













































    • By silvia_win
      Day 1 Jakarta-Kuala Lumpur
      Hari ini kami cuma jalan2 di KLIA2, nginap di Tune Hotel KLIA2
       
       
      Day 2 Kuala Lumpur - Hanoi
      Bangun pagi2 dan bersiap untuk terbang dengan Air Asia berhubung tidak ada bagasi check in, kami langsung masuk imigrasi menuju ruang tunggu boarding.
      Sampai di Hanoi dijemput airport transfer dari hotel, yg jemput bawa mobil sedan sedan kami 6 orang, sopir menunggu kami menunggu, dia telepon temannya. Kemudian datang movel van dan kami di antar ke Bodega hotel.
      Sampai di hotel kami check in dan tanya2 info tentang tour.
      Kamar hotel Bodega cukup luas, bangunannya agak tua, cukup bersih. Hotelnya tidak besar model hotel dari berapa ruko.
      Tour halong bay @usd28 (naik bus sedang) or @usd25(naik bus besar)
      Kalau 2d1n @usd70 (sekamar ber3) @usd80(sekamar ber2)
      Kami juga tanya info tour ke tempat lain untuk hari berikutnya.
      Setelah diskusi kami memesan tour halong bay @usd 28, juga tour bai dinh-trang an @usd28 untuk hari berikutnya.
       Total pengeluaran perorang usd 89 untuk hotel(termasuk sarapan) +tour+airport transfer:
      1.       Hotel  usd 9 x 3 hari
      2.       Airport transfer pp usd 3 x 2
      3.        Tour 2 hari usd 28 x 2
      Semua biaya di bayar ke hotel pada hari ke 4 saat check out. (senangnya, baru pertama kali mengalami pembayaran saat checkout, untuk pembayaran kartu kredit kena charge 3%)
      Berhubung kami tidak bawa banyak VND (vietnam dong) jadi ingin tukar uang, di depan hotel ada bank kecil (Baca bank), bank ini hanya menerima note usd yang baru, ternyata di hotel ada melayani penukaran uang juga, bahkan bisa menerima usd note lama dgn rate usd 1 = vnd 22.000.
       
       
      Kami meminta peta dari hotel, lalu menanyakan tempat makan dan wisata di sekitar hotel. Dengan bekal peta dari hotel kami mulai mengitar kota Hanoi, pertama jalan kaki mencari resto Quan an ngon yg di rekomendasikan staf hotel (walau sedang turun hujan, tapi semuanya semangat mencari resto). Resto ini menyediakan makanan traditional vietnam seperti pho dan seafood. Total harga makan kami vnd 550.000.
      Dari sini kami stop taxi (taxi di Vietnam ada yg 7 seats cocok buat kami ber6) ke Ho Chi Minh Mausoleum dan one pillar pagoda (bersebelahan). Kami melewati temple of Literature.
      Kami berfoto2 di lapangan  Ho Chi Minh Mausoleum karena mausoleumnya tidak buka, lalu melihat2 ke one pillar pagoda.
      Dari sini berpatokan pada peta dari hotel yg sudah dilingkari tempat wisatanya, kami ingin ke Hoan Kiem Lake, namum begitu taxi sampai ke danau ini berhubung cuaca masih agak panas, kami lagi malas jalan minta taxi membawa kami ke Vincom mall saja, mall di sini cuma mall yang kecil, kami makan di pizza hut dan belanja di supermarket vinmart. Di mall ini juga ada bank BIDV, sekalian tukar valas, bank ini bisa tukar SGD.
      Lokasi wisata di atas tidak terlalu jauh dari hotel. Naik taxi sekitar vnd 50.000-100.000.
      Pulang ke hotel istirahat, malam jalan kaki ke Hoan Kiam Lake yang tidak terlalu jauh dari hotel, di tepi danau banyak orang duduk menikmati pemandangan danau yang dihiasi lampu. Kami makan lagi di KFC di seberang danau lalu jalan kaki pulang hotel sambil melihat2 toko2 kecil sepanjang jalan.

       

      Day 3 one day tour ke Halong Bay
      Sarapan di hotel dengan menu nasi goreng, mie goreng, roti, telur dan buah.
      Travel APT menjemput kami dengan bus ukuran sedang, terdapat 2 group dan 2 tour guide dalam bus (1 group 1 day tour, 1 group 2 days tour). Dalam perjalanan tour guide menerangkan sekilas ttg kota Hanoi. Perjalanan ke Halong Bay sekitar 3.5 jam, dan kami singgah sekali di toko di rest area yang merupakan toko yang menjual seni batu pahat, seni kain sulam dan juga menjual baju dan aneka souvenir.
      Sampai di Halong Bay kami check in masuk kapal White Tiger.
      Kapal mulai berlayar mengarungi halong bay dan makanan mulai di hidangkan, semeja ber6 dengan 10 menu makanan yg lezat yg kebanyakan adalah seafood.
      Sepanjang perjalanan terhampar pemandangan batu karst yg indah, cuaca cukup bagus, kami naik ke bagian atas kapal melihat pemandangan, tour guide menerangkan berbagai bentuk dari batu karst.
      Stop 1 floating village, villagenya tidak banyak dari kapal2/rumh2 yang terapung. Di sini peserta tour turun ke dermaga, boleh naik perahu kecil yang didayung tukang perahu atau kayaking. Pemandangan di teluk ini sangat indah sayang naik perahunya hanya sebentar.
      Stop 2 gua istana surga kami mengikuti tour guide yang membawa kami naik tangga ke sebuah gua stalagtit, dan stalagmit yang indah dengan lampu warna warni, tour guide menerangkan aneka bentuk dari batu2an yg ada.
      Setelah itu kapal membawa kami kembali ke demarga dan kami naik bus kembali ke Hanoi.
       

       

       
       
      Day 4 one day tour Bai Dinh, Trang An
      Tour hari ini ke 2 tempat, pagi hari kami berkunjung ke Bai Dinh Pagoda yang merupakan salah satu vihara terbesar di Vietnam, siang kami berkunjung ke Trang An untuk wisata naik perahu kecil yang didayung pedayung yg semuanya wanita yang menelusuri gua-gua, kalau di halong bay naik perahu kecil yg didayung tidak cukup puas karena cuma sebentar, di sini cukup puas karena cukup lama dan melewati beberapa gua.
      Malam saat kembali dari one day tour, kami minta di drop di weekend night market. Setelah berkeliling di night market dan makan ala lokal vietnam (duduk di kursi rendah) kami kembali jalan kaki ke hotel karena night market tidak terlalu jauh dari hotel (dekat danau Hoan Kiam).
      Konfirmasi ke hotel untuk antar bandara besok.

       
       
       


      Day 5 Hanoi-Ho Chi Minh
      Setelah sarapan, check out hotel lalu diantar ke bandara untuk penerbangan Vietnam Airlines Hanoi ke Ho Chi Minh.
      Di bandara Ho Chi Minh kami naik mobil yang di kounter bandara ke hotel vnd 220.000 (sebelumnya ada minta airport pickup dari hotel tapi tidak ada tanggapan ya sudahlah)
      Setelah check in hotel Phan Lan, kami tanya info tour. Kami memilih tour ke floating market @usd15 untuk keesokkan harinya. Tidak seperti di Hanoi di sini mesti bayar dulu bukan bayar saat check out.
      Setelah itu kami naik taxi ke post office dan katedral yang bersebelahan. Setelah melihat2 dan berfoto kami lanjut ke Ben Thanh market mulai deh acara belanja2.
       
       
       Day 5 one day tour Mekong Delta Floating market
      Kami dijemput tour guide dibawa jalan kaki ke terminal yang tidak jauh dari hotel lalu di bagi ke bus berdasarkan rute tujuan wisata, tour yang ini memakai bus besar.
      Karena ingin melihat delta sungai mekong, maka kami memilih tour ini.
      Kami dibawa naik perahu berkeliling sungai Mekong, floating marketnya ternyata hanya beberapa perahu yang menjual sayuran, kata tour guidenya sih ramainya pagi hari. Sungai mekong airnya berwarna kecoklatan, di sisi sungai ada bangunan penduduk, pemandangannya biasa2 saja.
      Kami berhenti di tempat pembuatan makanan traditional dan tempat penjualan madu.
      Siang kami berhenti di darat lalu mengikuti tour guide yang menyediakan sepeda bagi yang mau bersepeda ke resto makan siang yg katanya jalan lurus ke depan, atau boleh naik ojek motor yg dipanggil oleh tour guide.
      Setelah makan siang dan beristirahat sebentar, tour guide mebawa kami jalan kaki ke sebuah sungai kecil untuk naik perahu kecil yg didayung tukang perahu, dari sungai kecil ini perahu yang didayung menuju ke sungai besar, tempat perahu yang membawa kami berkeliling sungai Mekong berlabuh, kami pun naik ke perahu besar dari perahu kecil.
      Sebenarnya wisata sungai kali ini biasa2 saja tidak sebagus pemandangan wisata sungai di Hanoi.
      Pulang dari tour kami minta di drop ke Ben Thanh market, tapi tour guidenya bilang bus hanya berhenti 2 tempat yaitu terminal dan tempat yg dekat dengan Ben Thanh market.
      Kami berhenti di dekat Ben Thanh market jalan kaki ke Ben Thanh market yang sudah tutup, tapi malam hari di depan pasar ada night market dan banyak tempat makan.
      Setelah melihat2, makan dan belanja kami jalan kaki pulang hotel.
       


      Day 6 Ho Chi Minh-Kuala Lumpur
      Pagi hari mampir ke pasar dekat hotel di seberang terminal bus, ternyata pasar lokal yang penjualnya tidak bisa bahasa Inggris seperti di Ben Thanh market, tapi harga di pasar ini jauh lebih murah daripada Ben Thanh market yang menyasar turis asing.
      Setelah dari pasar, naik taxi ke mall yang ternyata mall di Vietnam memang tidak besar, kami belanja di supermarket lalu pulang makan siang dan check out hotel, naik mobil antar bandara dari hotel ke bandara.
       
       
      Note : lebih baik menukar vnd dengan usd di Vietnam, karena selisih harga kurs yg cukup besar jika tukar di Indo. Rp 800.000 = Vnd 1.000.000, sedang tukar valas di vietnam kurs sekitar Rp 600.000 = Vnd 1.000.000. Kartu kredit bisa di pakai di hotel, resto setempat. Bandara di Vietnam cukup sepi dan jalanan tidak macet, tidak perlu datang sangat awal seperti kebiasaan kalau mau ke bandara soetta.
       
    • By Marilyn Dewi
      Cari teman jalan yang mau ke antara vietnam/thailand cuma bisa 21-23 juli 2017 (jumat-minggu) *belum pesen tiket
      Gak terlalu ribet soal makanan n hotel. 
      Kalo ada yang mau pergi ke salah 1 negara tsb pas tggl yang sama bisa contact line marinrinrinn ^^
    • By chacha11
      Hei...hei...
      Mo nanya penginapan yang rekomen di Vietnam, Siem Reap sama KL donk...
      Yang di KL yang deket sama KL Sentral ya...
      Makasih