Hasdevi Agrippina Dradjat

Waktunya Kamu untuk Menjelajahi Kota Antwerpen di Belgia dan Menikmati Kecantikannya

6 posts in this topic

 

 

 

          Kota Antwerpen adalah kota pelabuhan terbesar kedua di Eropa, setelah Rotterdam dan juga merupakan kota mode di Belgium. Arsitektur di kota ini sebagian besar berasal dari abad ke 16, dan mampu membuatmu kagum karena keindahannya.

 

          Banyak hal yang dapat di tawarkan dari kota ini agar dapat menarik para wisatawan mancanegara untuk datang berkunjung ke kota ini. Nah, yang paling terkenal adalah berlian. Kota Antwerpen ini terkenal sebagai pusat berlian di dunia. Khususnya bagi kaum hawa, kota Antwerpen ini tidak pernah terlupakan jikalau mereka mengunjungi Negara Belgia.

 

          Kota Antwerpen adalah sebuah kota yang berbatasan dengan kekaisaran Romawi Suci, sehingga kota ini menjadi salah satu pusat perdagangan di Eropa. Hingga saat ini, Antwerpen merupakan kota dengan pendapatan daerah yang cukup besar.

 

          Jumlah total penduduk di Kota Antwerpen sendiri mencapai lebih dari 455.000 jiwa. Nah, apakah kamu penasaran dengan Antwerpen si Kota Berlian ini? Berikut ini kita akan membahasnya dalam waktunya kamu untuk menjelajahi Kota Antwerpen di Belgia dan menikmati kecantikannya.

 

 

 

Transportasi Menuju Kota Antwerpen

airport.thumb.jpg.23fbccb0feece4f48a3d6e

Memasuki Antwerpen Melalui Brussels International Airport via http://destinasian.co.id/wp-content/uploads/1081655_44418026.jpg

 

 

 

          Kamu dapat mulai menyusun rencana dan memilih transportasi terbaik untuk mencapai Kota Antwerpen. Salah satu rute yang dapat kamu tempuh adalah menaiki pesawat dengan rute Jakarta menuju Kota Brussels, kemudian dilanjutkan dengan menaiki kereta.

 

          Saat ini terdapat beberapa maskapai penerbangan yang akan mengantarkanmu dari Jakarta menuju Brussels. Lama waktu tempuh yang kamu butuhkan untuk perjalanan ini adalah sekitar 21 jam 11 menit. Biaya yang kamu keluarkan untuk perjalanan ini adalah sekitar Rp 5.500.000,00 hingga Rp 8.500.000,00 untuk sekali jalan.

 

          Selanjutnya, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan menaiki kereta dari Brussels menuju Borgerhouts. Lama waktu tempuh yang kamu butuhkan untuk perjalanan ini adalah sekitar 35 menit.

 

antwerp-station03.thumb.jpg.a1cd6f41af7b

Menikmati Indahnya Stasiun Kereta Api di Antwerpen via http://pegipegi.bisnisonlinez.com/wp-content/uploads/2013/11/Antwerpen-station03.jpg

 

 

 

          Kamu dapat mencoba untuk menaiki kereta api jika mengunjungi Antwerpen. Di Antwerpen Centraal ada sekitar 15 kali keberangkatan setiap jamnya, termasuk antar kota, atau antar negara bagian di Eropa. Jarak stasiun ke pusat  kota di Antwerpen ini hanya sekita 7 km dan dapat dicapai dengan bus 14 dengan harga tiket bus sekitar Euro 2.

 

          Stasiun kereta api Grandiose adalah stasiun kereta api yang di resmikan pada tahun 1905. Arsitekturnya hampir menyerupai gereja katedral yang megah. Stasiun ini merupakan hasil karya dari Louis Delacenserie, sehingga stasiun ini adalah salah satu stasiun kereta terindah di dunia.

 

Jika kamu berkunjung ke kota Antwerpen, tidak ada salahnya kamu merasakan bertransportasi dengan kereta api, baik dari Amsterdam maupun dari Brussels. Dengan menggunakan transportasi kereta api, kamu dapat melihat dari dekat keindahan salah satu stasiun terindah di dunia ini.

 

 

 

Mengenal Lebih Dekat Kota Antwerpen

 

tokoberlian.thumb.jpg.18aac621f0661f6f8f

Toko Berlian di Antwerpen via

 

 

 

          Inilah dia yang menyebabkan Antwerpen sangat terkenal, yaitu berlian. Konon, sejak zaman Perang Dunia II, Antwerpen memang sudah sangat terkenal sebagai pusat perdagangan berlian di dunia.

 

          Sampai dengan sekarang, jikalau kita berkunjung ke kota Antwerpen, banyak sekali toko berlian pemiliknya adalah orang Yahudi. Orang Yahudi mempunyai hari besar bagi mereka adalah hari Sabtu, sama seperti dengan orang Muslim hari besarnya adalah hari Jumat dan orang Kristiani hari besarnya adalah hari Minggu.

 

Sehingga, tidak aneh rasanya jika kamu berkunjung ke kota Antwerpen pada hari Sabtu dan menemukan fakta bahwa banyak sekali toko tutup sehingga kegiatan berlangsung tidak optimal. Saking banyaknya orang di kota Antwerpen tersebut berdagang berlian sehingga kamu akan dapat dengan mudah menemukan berlian di kota ini.

 

 

 

Memilih Penginapan di Kota Antwerpen

          Selama kamu berada di Kota Antwerpen, kamu dapat memilih untuk menginap di penginapan dengan jenis hostel, guest house maupun hotel. Nah, jenis penginapan ini sendiri tentunya dapat kamu sesuaikan dengan budget, jadwal serta partner-mu selama traveling ke sana.

 

          Jika kamu ingin menginap di penginapan dengan jenis hostel, kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis mixed dormitory room. Biaya yang kamu keluarkan untuk menginap di kamar dengan jenis ini adalah sekitar 28 Euro per malam.

 

          Fasilitas yang kamu dapatkan selama kamu menginap di kamar ini adalah pemandangan kota, pemanas ruangan, shower, toilet, kamar mandi pribadi. Selain itu, fasilitas wifi juga tersedia di seluruh ruangan.

 

          Selain menginap di penginapan dengan jenis hostel, kamu juga memiliki alternative lain untuk menginap di penginapan dengan jenis guest house. Jika kamu menginap di penginapan dengan jenis guest house, kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis double room.

 

          Biaya yang kamu keluarkan jika kamu ingin menginap di penginapan dengan jenis ini adalah sekitar 70 Euro per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan di tempat ini adalah pemandangan landmark, TV kabel, pemanas ruangan, lemari, kamar mandi serta free wifi.

 

          Selain menginap di penginapan dengan jenis hostel dan guest house, kamu juga memiliki pilihan lain untuk menginap di penginapan dengan jenis hotel. Jika kamu memilih untuk menginap di penginapan dengan jenis hotel, kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis twin atau double room.

 

          Biaya yang kamu keluarkan untuk menginap di penginapan dengan jenis ini adalah sekitar 116 Euro per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan jika kamu menginap di sini adalah brankas, AC, shower, bathtub, kamar mandi pribadi, TV serta free wifi.

 

 

 

Hari Pertama

Awali Kegiatan Wisatamu dengan Mengunjungi Tempat-Tempat Terbaik Selama Berada di Antwerpen

 

aandestorm.thumb.jpg.cf532dec320ac2c9e7c

Mengunjungi Museum Aan De Stoorm via

 

 

 

          Untuk mengawali perjalanan hari pertamamu di Kota Antwerpen, kamu dapat memulainya dengan mengunjungi Museum Aan De Stoorm. Museum ini merupakan sebuah museum yang terletak di sepanjang Sungai Scheldt di kota Antwerpen.

 

          Ya, kota Antwerpen selain terkenal dengan pusat berlian dunia, juga terkenal dengan museum budaya yang di beri nama Museum Aan de Stroom atau dengan singkatan MAS yang terletak di antara pusat kota dan pelabuhan.

 

          Di dalam museum tersebut terdapat kebudayaan dari masa lalu, masa kini hingga prediksi masa depan warga Antwerpen. Jadi, di museum tersebut terdapat beragam kebudayaan dengan latar belakang yang berbeda. Ciri khas dari MAS adalah arsitekturnya yang sangat menarik, sehingga kamu tidak akan dapat melupakan keindahan dari bentuk bangunan tersebut.

 

          Di dalam museum ini, terdapat beragam foto-foto tentang kehidupan banga Belgia dari masa ke masa. Dahulunya negara Belgia ini pernah di jadikan sebagai sarana atau benteng pertahanan untuk menyerang bangsa Inggris oleh Bapoleon Bonaparte.

 

Museum Aan de Stroom ini (MAS) terdiri dari 10 lantai berbentuk segi empat, dimana dari masing-masing sisinya kita dapat melihat pelabuhan Antwerpen dan pusat kota Antwerpen.

 

 

 

antwerp_zoo.thumb.jpg.00309173111106c6da

Mengunjungi Antwerp Zoo via

 

 

 

          Tidak jauh dari Stasiun Kota Antwerpen, kamu dapat menemukan Antwerp Zoo. Antwerp Zoo terletak persis di sebelah stasiun tersebut sehingga kamu dapat mencapainya dengan mudah.

 

          Di Antwerp Zoo, kamu dapat melihat reef aquarium dalam bentuk yang sangat besar. Selain itu, pada bagian Flemish Garden, kamu dapat menyaksikan koala. Baru-baru ini Antwerp Zoo juga mendapatkan dua ekor bayi tapir sehingga menambah panjang binatang yang terdapat di kebun binatang ini.

 

Kebun binatang ini adalah kebun binatang tertua yang terdapat di kota Antwerpen. Antwerpen ini memiliki koleksi berjumlah hampir seribu spesies hewan dan sekitar 5000 ekor binatang yang hidup secara damai di dalam kebun binatang tersebut.

 

Di kebun binatang ini banyak sekali binatang-binatang langka di pelihara dengan kondisi habitat yang sangat dijaga. Selain itu, terdapat juga akuarium berisi penguin yang dapat kamu temui di tempat ini. Antwerp Zoo ini sendiri merupakan salah satu kebun binatang tertua di dunia, yang didirikan tanggal 21 Juli 1843.

 

 

 

rubenhuis_belgium_original.thumb.jpg.aca

Mengunjungi Rubenshuis via

 

 

 

          Rubenshuis adalah sebuah museum yang dahulunya digunakan sebagai rumah dari Peter Paul Rubens. Beliau adalah seorang pelukis Baroque. Tempat ini sekarang dijadikan sebagai museum untuk memamerkan karya-karya lukisannya.

 

          Biaya yang kamu keluarkan jika kamu ingin memasuki Rubenshuis adalah sekitar 8 Euro. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sejarah Rubenshuis, kamu menggunakan fasilitas audio guide. Tidak ada biaya yang dikeluarkan jika kamu ingin menggunakan fasilitas ini.

 

          Kamu dapat memastikan agar membawa earphone ketika menggunakan audio guide ini. Kamu juga dapat mencoba untuk mengikuti tur Rubens Prive agar dapat mengetahui kehidupan personal dari Peter Paul Rubens ini.

 

          Meskipun tergolong padat dan ramai, namun kamu tidak perlu khawatir karena antrian yang terjadi di tempat ini juga tergolong tidak begitu ramai.

 

 

 

Hari Kedua

Lanjutkan Kegiatan Wisatamu di Kota Antwerpen dengan Mengunjungi Tempat-Tempat Menarik Lainnya di Kota Ini

 

tokoberlian.thumb.jpg.18aac621f0661f6f8f

Membeli Berlian di Antwerpen via https://chemistryofray.files.wordpress.com/2015/05/p_20150510_130327.jpg

 

 

 

          Sudah menjadi rahasia umum dimana Kota Antwerpen sendiri terkenal dengan berliannya. Untuk mengawali perjalanan hari keduamu di Kota Antwerpen, kamu dapat memulainya dengan membeli berlian jika kamu berminat. Karena itu, kamu akan dapat menemukan toko berlian dengan mudah di kota ini. Bahkan, di stasiun pun kamu dapat menemukan toko berlian. Seru sekali, bukan?

 

          Beberapa tips yang dapat coba kamu aplikasikan jika kamu berminat membeli berlian di Antwerpen adalah kamu harus mengetahui harga pasaran berlian saat ini. Caranya bisa dengan mencari tahu terlebih dahulu melalui internet atau bertanya langsung pada toko berlian setempat.

 

         Kemudian, jangan terlalu percaya dengan diskon besar-besaran yang diberikan oleh toko berlian. Sebab bisa jadi, harga diskon tersebut malah tergolong lebih mahal jika dibandingkan dengan harga pasaran.

 

         Selain itu, kamu juga sebaiknya jangan terlalu percaya dengan harga yang tertera di price tag. Sebab, dalam beberapa kasus harga tersebut masih dapat ditawar namun tentu saja sebaiknya kamu mengetahui harga pasaran berlian terlebih dahulu.

 

          Untuk menambah seru perjalananmu di Kota Antwerpen, jangan lupa untuk mengaplikasikan tips-tips tersebut ketika kamu memiliki keinginan untuk membeli berlian di kota ini.

 

 

 

plantin-moretus-museum.thumb.jpg.89d0720

Mengunjungi Plantin Moretus Museum via http://www.planetware.com/photos-large/B/plantin-moretus-museum.jpg

 

 

 

          Setelah puas berbelanja berlian, selanjutnya kamu dapat melanjutkan kegiatan wisatamu dengan mengunjungi Plantin Moretus Museum. Plantin Moretus Museum adalah sebuah museum di Kota Antwerp yang dibangun dengan bertujuan untuk menghormati Christophe Plantin dan Jan Moretus.

 

         Tempat ini berlokasi di dekat Plantin Press, tidak jauh dari Friday Market. Museum ini sangat terkenal karena dedikasinya dalam bidang printing. Hal ini menyebabkan museum ini menjadi salah satu museum printing terbesar di dunia.

 

          Tempat ini juga memiliki koleksi dari banyak buku-buku penting. Museum ini juga berperan penting dalam menyebarkan informasi mengenai printing ke seluruh dunia. Itulah sebabnya museum ini masuk dalam UNESCO World Heritage List pada tahun 2005.

 

          Untuk melengkapi kegiatan perjalananmu dalam menjelajahi Kota Antwerpen, kunjungan ke Plantin Moretus ini sebaiknya masuk dalam daftarmu.

 

 

 

Old-Market-Square-3.thumb.jpg.43c9874541

Mengunjungi Great Markt Square di Antwerpen via

 

 

 

          Setelah puas mengunjungi Plantin Moretus Museum, selanjutnya kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Great Markt Square di Antwerpen. Tempat ini merupakan salah satu tempat bersejarah yang terdapat di Kota Antwerpen.

 

          Markt Square ini dikelilingi oleh rumah-rumah dengan gaya medieval. Tidak jauh dari tempat ini kamu juga dapat menemukan City Hall Kota Antwerpen.

 

          City Hall Antwerpen sendiri didesain dengan gaya arsitektur kombinasi antara Gothic dan Renaissance. Gaya arsitektur bangunan ini tergolong eksklusif dan dapat ditemukan di daerah ini di Eropa.

 

       Di tempat ini kamu juga dapat menemukan Brabo fountain. Brabo fountain sendiri merupakan sebuah fountain dengan patung yang didesain oleh Jef Lambeaux. Fountain ini menggambarkan legenda Kota Antwerpen.

 

          Di sekitar Markt Square ini, kamu dapat menemukan berbagai kafe dan restoran. Selain itu, pada waktu musim dingin, tempat ini biasanya dijadikan sebagai Chrismas Market dan ice rink.

 

 

 

Hari Ketiga

Rasakan Serunya Menjelajahi Kota Antwerpen

het_steen.thumb.jpg.9fd57633df9394488147

Mengawali Perjalanan Hari Ketigamu dengan Mengunjungi Het Steen via

 

 

 

          Untuk mengawali perjalanan hari ketigamu di Kota Antwerpen, kamu dapat memulainya dengan mengunjungi Het Steen. Het Steen sendiri merupakan sebuah benteng tua yang terletak di pusat Kota Antwerpen.

 

          Het Steen adalah sebuah benteng yang memiliki gaya arsitektur medieval. Het Steen konon juga merupakan gedung tertua yang terdapat di Kota Antwerpen. Het Steen ini dibangun pada abad pertengahan.

 

          Het Steen terletak tidak begitu jauh dari Sungai Schelde. Sampai saat ini, Het Steen difungsikan sebagai museum dan hanya beberapa bagiannya saja yang dapat dilihat dan dikunjungi.

 

          Tempat ini juga pernah digunakan sebagai penjara sekitar tahun 1303 hingga 1827. Het Steen sendiri jika diterjemahkan dalam bahasa Inggris berarti House of Stone. Untuk merasa lebih dekat dengan Kota Antwerpen di masa lalu, kamu dapat mengunjungi Het Steen yang satu ini.

 

 

 

meir.thumb.jpg.da77823b500c230b9a1c45797

Mengunjungi Meir via

 

 

 

          Bagi kamu yang menyukai kegiatan berbelanja, setelah puas mengunjungi Het Steen, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Meir. Meir sendiri merupakan salah satu tempat perbelanjaan yang paling populer di Kota Antwerpen.

 

          Tempat ini berawal dari Keyserlei (di dekat Central Station) hingga mencapai Groenplaats. Ketika mengunjungi tempat ini, jangan lupa untuk datang dan mengunjungi  Stadsfeestzaal yang merupakan sebuah mall di sini.

 

           Stadsfeestzaal sendiri rupanya dibangun pada tahun 2007, setelah hampir 10 tahun rusak karena mengalami kebakaran hebat. Ya, untuk melengkapi perjalanan wisatamu ketika mengunjungi Meir, jangan lupa datang dan berkunjung ke tempat ini.

 

 

 

          Itulah dia pembahasan mengenai waktunya kamu untuk menjelajahi Kota Antwerpen di Belgia dan menikmati kecantikannya. Antwerpen memiliki berbagai tempat terbaik yang dapat kamu kunjungi pada kesempatan liburanmu selanjutnya.

 

          Happy traveling!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Setuju, Antwerpen memang bagus. Kalo naik kereta dari Belanda (pengalaman kami dari Delft / Rotterdam) ke Brussels, pasti akan lewat Antwerp. Jadi mendingan singgah saja sebentar, toh bayar karcisnya sama saja mau turun di Antwerp atau tidak.  

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 7/16/2015 at 7:29 PM, pasangantraveling said:

Setuju, Antwerpen memang bagus. Kalo naik kereta dari Belanda (pengalaman kami dari Delft / Rotterdam) ke Brussels, pasti akan lewat Antwerp. Jadi mendingan singgah saja sebentar, toh bayar karcisnya sama saja mau turun di Antwerp atau tidak.  

oo gitu ya mba info berguna :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Fauzan Ammary
      Saya waktu itu mengakhiri Xmas trip saya ketika singgah terakhir di Brussels, kenapa pilih Brussels? Karena balik dari Budapest menuju Valencia cukup murah dibandingkan terbang langsung dari Budapest ke Barcelona lalu harus naik kereta menuju Castellon (tempat saya tinggal).
      Namanya jalan solo trip selama 21 hari, pasti capek. Itu yang saya mulai rasakan, saya tiba di Brussels pada hari ke 19 trip Xmas saya. Terbang dari Budapest yang bersalju dengan suhu -15 membuat saya serasa ingin segera pulang ke Spanyol yang hangat. Tetapi ketika tiba di Brussels ternyata suhunya hanya 5 derajat, seketika tubuh saya merasa shock karna perbedaan suhu yang mencapai 20 derajat dalam waktu satu jam, waktu itu saya merasa seperti anak kecil yang lagi masuk ke summer, yeay no more coat ahaha.
      Setelah menuju pusat kota, saya langsung menuju hostel, di dalam stasiun MRT saya sempat di datangi tentara yang berjaga dengan senjata lengkap untuk memeriksa identitas saya, waktu itu memang kejadiannya setelah serangan di Paris itu, kapan2 saya buat field report Paris. Tiba di hostel, receptionistnya dengan ramah menyambut saya walaupun dia nggk percaya saya orang Indonesia ahaha. Tiba di kamar saya ketemu hostelmate saya, ada yang dari Polandia, Prancis, dan Belanda. Yang aneh si Polish nggk tau Indonesia sama sekali walaupun dia pernah ke Bali dan dua tahun tinggal di Australia, mengejutkan banget. Malam itu saya habiskan ke bar bersama hostelmate, ini enaknya nginap di hostel, bisa ketemu orang baru, obrolan yang keduga dan sebagainya.
      Singkatnya, besok saya mulai jalan2, karena kebetulan saya tinggal dekat Grand Place, jadi tinggal jalan kaki menuju sana. Tempat yang paling pertama saya tuju ialah Mannekin Piss, yang terkenal banget itu... Ternyataaaaa pas sampai sana patungnya hanya seuprit, saya kira setinggi saya ahaha

      Dan cuman di corner gitu, tapi sejarahnya sih ini tempat ngambil air warga jaman dulu
      Saya lanjutin jalan2 saya, saya ke Grand Place semacam alun2nya Brussels, karena waktu itu sedang suasana Natal, jadi ada pasar Natal. Ini umum banget di Eropa, kalo di Indo kayak pas bulan puasa orang jualan kue gitu, tapi ini jualan coklat, champagne dan lain2. 

      Setelah dari sini, saya menuju ke landmark Belgia yaitu Atomium, tempatnya agak di pinggiran dikit, tapi ada metro yang langsung menuju kesana, pokoknya di Eropa rata2 ibukota negara punya jalur kereta bawah tanah, kecuali Bratislava ya ahahah

      Nah ini Atomium, fotonya agar blur karena minta tolong foto sm orang, maklum solo traveler ehehe. Mau minta fotoin lagi orangnya udah pergi. Ternyata walaupun ini landmark tetapi yang berkunjung kesini cukup sedikit, terbukti dengan saya menunggu orang lewat untuk minta tolong fotoin, skitar hampir sejam saya nunggu orang lewat, kalaupun ada yang lewat, pasti orang tua gitu, sempat mau minta tolong tentara fotoin, tapi tentaranya nggk mau ahaha 
      Dari Atomium saya kembali ke pusat kota, berjalan kaki melihat2 kota, kurang lebih sight seeingnya seperti ini
      Setelah itu saya menuju sebuah tempat yang nggk mungkin saya lewatkan sebagai anak Hubungan Internasional ehehe 

      Ini diaaaaa, kantor pusat European Union a.k.a Uni Eropa, sebagai anak HI kalo udh sampai sini tingkat sombongnya bisa beda ahahaha.. gimana menurut bang @deffa ?  Di foto ini saya minta tolong orang Russia buat motoin, yang ujungnya kita ngobrol soal kondisi ekonomi Russia ahaha
      Setau saya deket sini ada satu lagi tempat iconic tapi saya nggk tau namanya, yaudah saya jalan kaki kesana, ini tempatnya 

      Selesai dari sini, saya penasaran pengen ngeliat atomium pas malam, akhirnya saya balik deh ke kawasan Atomium
       
      Dan ternyata bagus pas malam. Saya lanjutin balik ke daerah Grand Place biar sekalian pulang

      Maaf ya kalo gambarnya rada blur ehehe
      Disini saya mau nyobain French Fries Belgia yang terkenal itu, harganya 3 euro ato 5 euro, saya lupa. Siangnya saya udah nyobain Waffle, nah ini agak tricky, biasanya di depan di tulis 1 euro, pas masuk kedalam, ternyata waffle 1 euro itu tanpa topping apapun, jadi kalau make topping harus nambah, dan kisarannya 3-10 euro tergantung toppingnya..
      Balik ke Hotel saya packing buat siap2 flight back to Spain besoknya.
      Besoknya di bandara ada cerita lucu, setelah saya check in, security check, passport check dan segala macam, saya sampai di ruang tunggu sesuai gate saya. Tiba panggilan naik pesawat, saya mulai menganteri, tiba giliran untuk di check boarding pass dan passport, saya ngerasa si petugas memangil saya karena waktu sedang memakai headset, ketika saya membuka headset, dia langsung bilang "orang Indonesia ya?" dengan ngucapin itu make bahasa Indonesia, saya langsung kaget dan reflek saya menjawab "iya kok tau?" dia langsung menjawab "iya saya juga ehehe" lah ternyata petunias Ryan Air-nya orang Indonesia ahahaha.. ngobrol2 ternyata dia udah di Belgia dari lulus SMA, bener2 di luar dugaan ahahah
      setelah itu saya pamit menuju pesawat, sesampai di dalam pesawat seneng banget denger orang make bahasa Spanyol, serasa lagi mau pulang kampung. Gimana nggk senang? bahasanya saya ngerti ahahah... Jalan2 3 minggu bahasanya saya nggk ngerti semua ahaha.. Mulai Prancis, Jerman, Slovak, Hungary, sampe Belanda.
      Pas di Brussels saya pengen banget ke Pura Hindu Bali terbesar di Eropa, tapi tempatnya mayan dari Brussels, bisa abis waktu nanti, jadi akhirnya nggk kesitu.
      Overall, Brussels itu standar banget kalau di bandingin kota lain di Eropa, nggk ada apa2nya, kebetulan aja flight murah jadi saya kesini.. Kota ini emang penting di Eropa tapi kalau mau wisata mendingan ke Bruge atau Antwerp. Oiya temen saya yang dari Belgia waktu saya bilang mau ke Brussel dia langsung bilang "why you want to go to that shity place?" ahahaha bisa di bayangkan kan tanggapan orang Belgia sendiri? Btw Brussels mayan mahal buat kantong cheap traveller tapi kalo ibu2 pejabat sih udah pasti nggk ahaha.  
    • By Fauzan Ammary
      Slovakia, ada yang pernah denger? pasti ada, tapi waktu masih bareng Ceko. 
      Slovakia secara geografi berada di Eropa Timur, di antara Austria dan Hungaria. Ibu kota dari Slovakia, adalah Bratislava, sebuah nama yang sangat asing jika di bandingkan dengan Vienna/Wina dan Budapest. Dua kota yang saya sebutkan barusan merupakan destinasi yang sangat populer, walaupun di bandingkan dengan Paris atau London masih kalah jauh, tetapi soal keindahan, jangan di tanya, saya lebih memilih Budapest di banding Paris, soal kecantikan tentu saja Paris kalah jauh. 
      Back to Bratislava, saya menuju kota ini saat sedang Christmas break, jadi sekttaran bulan desember, suhunya waktu itu skitar minus 12 dan diselimuti salju. Saya menuju kota ini melalui Vienna, naik bus dari Vienna harganya cukup murah, hanya 4 euro malah kadang kalau promo hanya 1 euro atau kalo di Indonesiakan harganya sekitar 15 tribu rupiah. Jarak tempuh dari Vienna hanya 1 jam saja.  

      Setibanya di Bratislava, saya dan teman saya langsung menuju hostel, karna udara yang cukup dingin. Setelah menemukan hostel kami, kami lalu sedikit istirahat lalu mandi dan siap2 menuju tempat makan, saya lupa remesan makanan apa tapi yang pasti bentukannya bisa diliat di gambar berikut.

      Setelah makan kami berjalan kaki menuju sisi sungai Danube, oh ya sungai ini melintasi 4 ibu kota di Eropa, yaitu Vienna, Bratislava, Budapest, dan Belgrade. dari sini kita bisa melihat landmark kota Bratislava yang berada di atas bukit (gambar 3)

      keesokan harinya, saya balik ke sisi sungai ini untuk mengambil foto siang hari (gambar 4) kali ini saya muncul muka saya nggk papa ya ehehehe. Bratislava sendiri tidak banyak yang bisa dilihat, tapi cukup buat merasa keunikannya. Mengapa saya katakan unik, karena ini sebuah ibu kota negara anggota Uni Eropa tapi tidak terasa seperti salah satu anggotanya. Sayangnya saya tak bisa banyak mengunjungi penjuru kota, di karenakan harus segara ke Budapest di sore hari. 

      Saya berbagi gambar aja ya :)
      Gambar ke 5, kedubes United Kingdom untuk Slovakia. Unik kan? bisa di bomb nih kalo ada yang jengkel ahaha

      Gambar ke 6, gedung opera Bratislava, jangan bayangin yg fancy kayak punya Paris ya ehehe 

      Gambar ke 7, Bratislava dari dilihat dari atas Castle yang sy tunjukan sebelumnya

      Gambar ke 8, Ditunggu kunjungan ke Bratislava guys  

       

       
       
       
       
       
       
       
    • By Baroness
      Hi Friend,
      Saya ada planning backpack ke Mediterania (Yunani, Spanyol, Portugal)+Moroko di Mei/Jun 2017.
      Sejauh ini ada teman yang sudah bergabung, tp karena waktunya masih lama kita belum buat Itin secara lebih detail (akan dibuat sept). Barangkali ada yang mau gabung karena pengalaman sebelumnya kalau min 6 org bisa kena harga group kereta.
      Untuk tiket kita akan mulai hunting mulai September (kemaren dapat tiket promo KLM di bln november buat mei 2016). Target ngajuin visa Maret 2017.
      Waktunya 3 minggu (efektif explore days 19-20 hari) dan budgetnya (including pesawat, akomodasi, etc) kurleb 32-35 jt.
      Kota2 yang dituju (fix):
      Athena, Santorini, Barcelona, Granada, Cordoba, Sevilla, Madrid, Santiago de Compostella, Marrakech, Ait ben Hadou, Lisbon, Sintra.
      Jika berminat bisa email ke: countesscecil@gmail.com (serious only)
      Group wa masih belum ada akan dicreate sekitar dec/jan 2017.
      Group wa akan ditutup untuk org baru akhir feb sblm maju visa.
    • By Devio
      Hi everyone Aku Udah daftar Paket tour ke Europe untuk 2 org, Aku lagi cari temen yang mau traveling Sama Aku. Please yang tertarik Bisa what'spp Aku 082144881375 . I need urgent cause bulan April Sudah buat proses visa.
      Perginya tgl 27 mei 2016 Sampai 9 June 2016
      West Europe : Paris, Brussels , Amsterdam , Frankfurt , titisee, Zurich , Mt.Titlis Swiss , Venice, Rome, Pisa and Milan 
      thanks 
    • By Baroness
      Hi All,
      Saya lagi mencari 2 orang travelmates untuk backpack ke east europe 1-14 may 2016. Rutenya munich-salzburg-vienna-budapest-krakow-prague. 
      Biayanya all in kira2 28 juta (include ticket dan visa), saya sudah beli tiket dr KLM 791 usd (JKT Munich Prague JKT transit Amsterdam)
      Saya dan 2 teman saya sudah beli tiket,  karena kereta di germany and austria ada grup saver sampe 70% utk traveler min 6 org, maka dr itu saya lagi cari tambahan travelmates biar min pas 6.
      Highlight:
      Germany:
      Allianz Arena
      Neuwaschtein Castle (sleeping beauty castle)
      BMW Museum
      Austria:
      Hellbrunn Castle (lokasi syuting sound of music)
      Schönbrunn Palace (tempat lahir marie antoinette)
      St Stephen Cathedral
      Hungary:
      Buda Castle
      Szechenyibath
      Poland:
      Wieliczka salt mine
      Auschwitz
      Ceko:
      Old town square, Astonomical clock
      Prague Castle
      jika minat gabung bs message saya di forum ini (serious only)
    • By Nightrain
      Gara-gara kemaren-kemaren iseng liat itinerary tur Greece-southern Italy yang ciamik dan bikin ngiler, ingatan langsung balik lagi ke tur Eropa 4 tahun silam. Saya mau share bagian pertama selama travelling 2 mingguan ke 5 negara tahun 2009 yang lalu yaitu 4 kota di Italy, dan nanti pelan-pelan dilanjut sampai berakhir di Denhaag awal Januari 2010, mudah2an berguna untuk yang ada rencana kesana. Enjoy!
       
      ***
       

      peta jalur yang kita lalui selama 4 hari di Italy
       
      ROMA
      Setelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta ke Roma dengan waktu tempuh total sekitar 18 jam termasuk dua kali transit, kita pun tiba di airport Fiumicino sekitar jam 2 siang waktu lokal dimana waktu di sana lebih lambat 6 jam dari Jakarta. Dengan kondisi badan masih belum fit, sore itu kita langsung dijejali dengan agenda ketat untuk mengunjungi berbagai destinasi yaitu Vatican, dilanjutkan dengan Colosseum dan kemudian berakhir di Trevi Fountain.

      Sambil menunggu bagasi, saya melihat di dekat situ ada outlet yang menjual berbagai roti isi, dan dengan semangat 45, langsung aja saya pilih beberapa potong yang tampilannya paling menarik, dan sayangnya, gigitan pertama sudah sangat mengecewakan, selain rotinya keras, kejunya super salty, dan dagingnya dingin seperti baru keluar dari kulkas. Suasana di airport siang itu sangat sibuk dan interior agak kusam, ngga kalah bersaing dengan Soekarno-Hatta Terminal lawas dan jelas bukan pemandangan bagus setelah asik bersantai di airport mewah Changi dan Dubai.

      Dari airport, kita langsung menuju Vatican yang merupakan pusat pemerintahan Katholik sekaligus juga negara independen dari Italy. Berbeda dengan Singapore atau negara lainnya dimana menjelang Christmas, suasana di jalan, tempat rekreasi, maupun shopping mall sudah ramai dengan nuansa natal, di Roma tidak ada dekorasi seperti itu, bahkan tidak terlihat satu pun pohon yang dihias sepanjang perjalanan dari airport.

      Untuk menghemat waktu, kita turun dari bus dan jalan kaki melewati tunnel agar tidak terjebak macet. Di sepanjang tunnel banyak orang Afrika yang berjualan barang-barang knock-off atau barang branded KW. Sepertinya banyak yang datang secara ilegal dari Maroko dan Algeria, dan Paus pun seringkali leluasa memberikan ijin untuk menampung mereka di sana, dan saran saya, sebaiknya jangan hiraukan atau coba-coba menyentuh barang yang mereka tawarkan,orang2 ini termasuk penjual preman yang suka main paksa beli.
       

       
      St.Peter's Square
       
      Hujan turun tepat saat kami tiba di St. Peter's Square yg merupakan 'halaman' dari St. Peter's Basilica yang terkenal itu. Di area ini Anda bisa mendapati sebuah obelisk menjulang tinggi, yang katanya sengaja dibawa Caligula dari Mesir. Sayangnya tanggal 24 Desember sore itu St. Peter's Basilica sudah ditutup untuk persiapan misa malam Natal. Gereja sudah ditutup sejak jam 3 sore dan kita tiba di sana pukul 4. Padahal jelas Basilica yg terkenal dengan keindahan interiornya ini adalah salah satu highlight destinasi yg sudah kita tunggu2. Ini alasan utama kenapa kita ingin kembali ke Roma satu hari nanti.
       

      ini dia interior Basilica
      Sesi jepret-jepret pun tidak optimal karena hujan namun kita cukup puas mengitari Vatican dan setelah itu, perjalanan pun dilanjutkan menuju Colosseum dengan melewati beberapa spot historis termasuk Roman Forum, ada yang masih terawat dengan bagus namun ada juga yang sebagian sudah hancur, maklum saja ini kota bisa dibilang sudah berumur 2500 tahun. Tiba di Colosseum, hujan sudah berhenti, namun karena sudah winter, matahari tenggelam lebih cepat, jadi sebelum gelap, kita sempat explore sebentar namun tidak sampai masuk ke dalam. Bangunan Colosseum ini sendiri juga separuh sudah rusak karena gempa dan ada juga yang suka nyolong batunya, tapi masih oke untuk ukuran bangunan berumur 2000 tahun.
       

      [kiri] Colosseum | [kanan] Arch of Constantine
      Di samping Colosseum juga berdiri Arch of Constantine yang dibangun oleh Roman Senate untuk memperingati kemenangan Constantine ketika melawan Maxentius pada tahun 312. Arch ini juga barangkali menginspirasi Arc de Triomphe yang dibangun di Paris untuk memperingati berbagai kemenangan Napoleon. Di dekat situ juga ada artis jalanan yang mencoba mengais rejeki dengan mengajak turis berfoto dengan kostum gladiator jaman dulu.
       

      para gladiator gadungan, tapi harus berhati2 karena banyak tukang tipu
       
      Matahari sudah terbenam ketika kita kembali ke bus untuk destinasi terakhir yaitu Trevi Fountain. Fontana di Trevi, demikian sebutan bahasa Italia untuk air mancur terbesar di kota itu dan juga salah satu yang paling terkenal di dunia, terletak tidak terlalu jauh dari Colosseum, hanya sekitar 15-20 menit dengan bus dan setelah turun, kita akan berjalan kaki menyusuri gang kecil yang dipenuhi dengan restoran, kafe, toko souvenir, dan hotel, dan disesaki oleh berbagai turis untuk sekedar berfoto, bersantai, dan ada juga yang melempar koin. Menurut info, setiap hari bisa terkumpul sekitar 3000 Euro dari koin-koin yang dilempar turis dan ada aja yang iseng suka nyolong, niat banget!
       

      [kiri] latar belakang Trevi Fountain | [kanan] street artist di Trevi
       
      Di salah satu toko souvenir juga menjual es krim Italia atau yang disebut gelato, harganya murah tapi rasanya betul-betul nikmat, wajib dicoba apabila lagi disana atau pas lagi ke Trevi. Walaupun cuaca tidak terlalu bersahabat karena hujan gerimis perlahan turun dan membuat suhu semakin dingin tetap tidak mengurungkan niat kita untuk menikmati gelato. Malam itu sangat ramai dan memang fountain yang dihiasi dengan lampu memberikan kesan mewah dan elegan, serta menjadi latar belakang yang cantik untuk berfoto.
       

      [kiri] gang menuju Trevi | [kanan] gelato yang nikmat!
       
      Kira-kira jam 7 malam, kita beranjak kembali ke bus untuk dinner di salah satu restoran Chinese, dan lucunya terjadi sedikit kesalahpahaman antara pihak restoran dan tour kita. Dia pikir kita book untuk besok, jadi begitu sampai di restoran malah tutup, mungkin karena malam natal, tapi setelah melalui pembicaraan yang alot di telepon, akhirnya restoran dibuka juga, dan para karyawannya langsung sigap mulai memasak dan akhirnya makanan siap dalam waktu 20 menit. Soal rasa memang kurang, nasi yang rasanya kurang mateng, sup yang agak hambar, dan entah ayam apa yang disajikan, tapi rupanya kita baru tau kalau orang Italia sendiri selera Chinese food-nya agak berbeda dengan kita orang Asia, dan nasi yang masih separuh keras itu katanya sih memang favorit orang sana, weleh

      Setelah selesai makan, kita lanjut ke hotel yang terletak agak sedikit diluar kota Roma dan agenda besok harinya kita akan menuju ke Pisa. Sepanjang perjalanan kita melihat cukup banyak fountain dan pahatan patung, dan baru tau juga ternyata Roma ini punya sekitar 2000 fountain jadi wajar aja kiri kanan nemunya air mancur.
       
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
       
       
                Mengunjungi Italia belum lengkap rasanya jika kamu belum menyempatkan waktumu untuk mengunjungi Kota Roma. Roma rupanya juga merupakan kota terpadat di Italia. Di dalam Roma juga terdapat Kota Vatican yang juga merupakan negara. Untuk itulah terkadang Roma terkenal dengan sebutan Capital of Two States.
       
       
       
                Terlepas dari sejarah, legenda dan mitos, Roma masih mampu menyajikan keindahan panorama wisata yang menakjubkan. Banyak tempat sejarah di Roma yang menjadi situs warisan dunia UNESCO.
       
       
                Roma memiliki banyak istana yang indah, gereja tua, monument menawan, patung-patung dan fountain. Roma termasuk kota yang memiliki kekayaan di bidang warisan sejarah dan menyatu dengan atmosfir cosmopolitan, menjadikannya salah satu kota di Eropa yang terkenal dan paling sering dikunjungi.
       
       
                Pada tahun 2011, Roma menjadi kota yang paling sering dikunjungi nomor 18 di dunia. Kota ini juga merupakan kota yang paling sering dikunjungi nomor 3 di daratan Eropa. Selain itu, Roma juga dinbatkan sebagai kota dengan atraksi wisata terpopuler di Italia.
       
       
                Nah, apakah kamu penasaran dan ingin segera menjelajahi keindahan kota Roma? Pada pembahasan kali ini, kita akan membahasnya dalam Roma, pesona wisata Ibukota Italia yang sebaiknya kamu kunjungi pada waktu liburanmu selanjutnya. Jika ingin melihat pembahasan mengenai pengurusan visa Schengen di Kedutaan Italia, kamu dapat melihatnya di sini.
       
       
       
       
      Transportasi Menuju Roma
       

       

      Memasuki Roma Melalui Fiumicino Airport via http://en.bookiraj.com/wp-content/uploads/2015/02/Rome-Fiumicino-Airport.jpg
       
       
                Setelah puas mengurus masalah visa, selanjutnya kamu dapat melanjutkan persiapan keberangkatanmu dengan mempersiapkan tiket penerbangan dengan rute Jakarta menuju Roma. Saat ini telah terdapat beberapa maskapai penerbangan yang akan melayani penerbanganmu dengan rute Jakarta menuju Roma.
       
       
       
                Lama waktu yang akan kamu tempuh untuk perjalanan Jakarta menuju Roma adalah sekitar 15 jam 15 menit hingga 19 jam dengan rata-rata satu kali transit. Kota yang mungkin menjadi tempat transitmu adalah Singapura, Abu Dhabi, Bangkok, Dubai, Amsterdam, Doha, dan Istanbul.
       
       
                Biaya yang kamu keluarkan untuk menempuh perjalanan ini adalah sekitar 420 hingga 750 Euro untuk sekali jalan. Selanjutnya, dari bandara menuju pusat kota Roma dapat kamu tempuh dengan menaiki kereta. Lama waktu yang kamu butuhkan untuk perjalanan ini adalah sekitar 32 menit dengan biaya mencapai 13 Euro.
       
       
       
      Memilih Penginapan Selama Berada di Roma
       
       
               Selama berada di Roma, kamu dapat memilih untuk menginap di pusat Kota Roma. Hal ini dipilih karena pusat kota Roma tergolong sangat strategis dan mampu membawamu mencapai banyak tempat di Kota Roma. Selain itu, kamu juga dapat mendapatkan banyak pilihan untuk menginap selama berada di Roma.
       
       
                Kamu dapat memilih untuk menginap di penginapan dengan jenis hostel, guest house maupun hotel ketika memiliki kesempatan untuk menginap di Kota Roma. Pemilihan terhadap jenis penginapan sendiri dapat kamu sesuaikan dengan jadwal, budget serta partner-mu.
       
       
                Jika kamu memilih untuk menginap di penginapan dengan jenis hostel, kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis mixed dormitory room. Biaya yang kamu keluarkan jika kamu menginap di tempat ini adalah sekitar 30 Euro per malam.
       
       
                Fasilitas yang kamu dapatkan jika kamu menginap di tempat ini adalah AC, meja kerja, lemari, pengering rambut, shared toilet dan shared bathroom. Selain itu, fasilitas wifi juga tersedia di kamar yang kamu pilih ini.
       
       
                Selain menginap di penginapan dengan jenis hostel, kamu juga mendapatkan kesempatan untuk menginap di penginapan dengan jenis guest house. Biaya yang kamu keluarkan jika kamu menginap di penginapan dengan jenis guest house adalah 129,2 Euro per malam.
       
       
                Fasilitas yang kamu dapatkan jika kamu menginap di guest house adalah AC, toilet, kamar mandi pribadi, TV, serta free wifi yang tersedia di seluruh ruangan. Selain menginap di penginapan dengan jenis hostel dan guest house, kamu juga mendapatkan kesempatan untuk menginap di penginapan dengan jenis hotel.
       
       
                Jika kamu memilih untuk menginap di penginapan dengan jenis hotel, kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis double room. Biaya yang kamu keluarkan jika kamu menginap di hotel ini adalah sekitar 150 Euro per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan jika menginap di tempat ini adalah brankas, AC, pemanas ruangan, shower, pengering rambut, peralatan mandi, toilet, telepon serta TV satelit. Fasilitas wifi juga tersedia di dalam kamar ini.
       
       
      Hari Pertama
       
      Awali Perjalanan Wisatamu di Kota Roma dengan Mengunjungi Tempat-Tempat Terbaik Selama Berada di Sini
       
       

       
      Mengunjungi Trastevere via http://images-resrc.staticlp.com/S=W748/O=75/http://www.lonelyplanet.com/travel-blog/tip-article/wordpress_uploads/2013/04/trastevere2_cs.jpg
       
                Untuk mengawali perjalanan hari pertamamu di Kota Roma, kamu dapat memulainya dengan mengunjungi Trastevere District. Trastevere District adalah sebuah pemukiman cantik dengan arsitektur bergaya medieval. Bagi kamu yang ingin sedikit menjauh dari keriuhan dan kepenatan yang diciptakan oleh Kota Roma, kamu dapat mencoba untuk mendatangi Trastevere ini.
       
       
                Kamu dapat memulai harimu dengan mencicipi cappuccino di Friends Art Café di Piazza Trilussa di Trastevere ini. Selanjutnya, lanjutkan perjalananmu untuk mengeksplor Via del Moro. Di tempat ini kamu dapat menemukan banyak kafe dan juga toko yang dapat kamu sambangi.
       
       
                Selama mengeksplor Trastevere District, kamu juga dapat menemukan berbagai faded paintworks dan graffiti. Kamu akan merasakan melebur dengan seni di tengah kota Roma. Nah, ketika mengunjungi piazza, pastikan kamu juga berbaur dengan warga lokal kota Roma agar dapat merasa lebih dekat dengan kehidupan lokal warga Kota Roma.
       
       
              Selanjutnya, jika kamu ingin mencicipi sepotong pizza yang lezat dan juga kue yang enak, kamu dapat mencicipinya di Dolce e Salato. Namun, jika kamu ingin merasakan pengalaman mencicipi makanan dengan suasana khas tradisional Roma, kamu dapat mencoba untuk mencicipi makanan di  Da Lucia on Vicolo del Mattonato.
       
       

       
       
       
      Mengunjungi Vila Varnesina via
       
       
       
                Setelah puas mengunjungi Trastevere District ini, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Vila Varnesina. Vila Varnesina adalah sebuah vila dengan gaya arsitektur khas Renaissance yang masih juga terletak di Trastevere District, di tengah kota Roma.
       
       
       
                Vila Varnesina ini dibangun oleh Agostino Chigi, seorang banker kaya yang juga merupakan bendahara Paus Julius II. Karena masih terletak di kawasan yang sama, kamu dapat berjalan kaki untuk mencapai tempat ini.
       
       
                Di tempat ini, kamu dapat menyaksikan pemandangan panorama taman yang cantik. Taman tersebut tersusun dengan indah dan bergaya English garden dengan bentuk seperti maze. Elemen utama yang menjadi penyusun dari taman itu adalah topiary yang berjumlah cukup banyak.
       
       
                Selanjutnya, bagi kamu yang mencintai seni, tempat ini juga merupakan salah satu tempat yang sebaiknya kamu kunjungi pada saat kamu mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Roma. Kamu dapat melihat berbagai lukisan indah yang menggantung di dinding vila ini.
       
       
                Jangan lupa untuk mengabadikan setiap momen ketika kamu mengunjungi vila ini dengan menggunakan kamera.
       
       
       

      Melanjutkan Perjalanan dengan Mengunjungi Trevi Fountain via
       
                Setelah puas mengunjungi Vila Varnesina, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Trevi Fountain. Trevi Fountain memang merupakan salah satu icon kota Roma yang sebaiknya kamu sambangi pada kesempatan mengunjungi Roma.
       
       
       
                Trevi Fountain adalah sebuah fountain yang terletak di Roma, Italia. Fountain ini didesain oleh seorang arsitek asal Italia yang bernama Nicola Salvi dan diselesaikan oleh Pietro Bracci. Fountain ini memiliki gaya arsitektur khas Baroque dan merupakan salah satu fountain bergaya Baroque yang paling populer di dunia.
       
       
                Fountain ini juga tergolong fountain paling cantik di dunia. Ada legenda tradisional yang menyatakan bahwa jika kamu melemparkan koin ke arah Trevi Fountain atau Fontana di Trevi ini, kamu akan mendapatkan kesempatan untuk datang kembali mengunjungi Roma di masa yang akan datang.
       
       
                Untuk itu, jika kamu memiliki kesempatan untuk mengunjungi Roma khususnya Fontana di Trevi, jangan lewatkan kesempatan untuk melempar koin di sini. Ketika melempar koin, pastikan kamu melempar dengan menggunakan tangan kanan dan melewati bahu kirimu. Jangan lupa untuk berbalik terlebih dahulu.
       
       
                Untuk melihat perbedaan pada siang dan malam hari, kamu dapat bebas untuk mengunjungi tempat ini pada siang dan malam hari. Ketika malam hari, kamu dapat melihat suasana yang lebih tenang dan sepi jika dibandingkan dengan siang hari.
       
       
       
      Hari Kedua
       
      Lanjutkan Perjalananmu dengan Mengunjungi Tempat-Tempat Menarik Lainnya di Kota Roma
       
       
       

      Awali Perjalananmu dengan Mengunjungi Piazza della Repubblica via
       
       
                Untuk mengawali perjalanan hari keduamu selama berada di Roma, kamu dapat memulainya dengan mengunjungi Piazza della Repubblica. Piazza della Repubblica adalah sebuah piazza yang terletak di Virminal Hill, di dekat Termini Station.
       
       
       
                Di tempat ini, kamu juga dapat menemukan Fountain of the Naiads. Sebelumnya, fountain ini juga terkenal dengan sebutan sebutan Acqua Pia. Fountain ini selesai dibangun pada tahun 1888. Sebelumnya, fountain ini terdiri dari empat ekor singa yang didesain oleh Alessandro Guerrieri.
       
       
                Kemudian, desain tersebut digantikan dengan Fountain of the Naiads yang didesain oleh Mario Rutelli dari Palermo. The Naiads merepresentasikan Bidadari Danau (terlihat dari angsa yang sedang ia pegang), Bidadari Sungai (terlihat dari ia yang berbaring di atas monster sungai), Bidadari Laut (terlihat dari ia yang menunggang kuda) dan Bidadari Bawah Laut (berdekatan dengan naga misterius).
       
       
                Piazza ini juga merupakan salah satu piazza terbesar yang terdapat di Kota Roma. Letaknya juga tergolong strategis karena terletak di pusat Kota Roma.
       
       
       

      Mengunjungi Colosseum via http://famouswonders.com/wp-content/gallery/colosseum-of-rome/colosseum-of-rome-at-night.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Piazza della Repubblica, sekarang kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Colosseum. Jika mengunjungi Paris belum lengkap rasanya tanpa mengunjungi Menara Eiffel, maka begitu pun rasanya dimana belum terasa lengkap mengunjungi Roma jika kamu belum datang mengunjungi Colosseum.
       
       
       
                Colosseum adalah sebuah peninggalan sejarah di Kota Roma yang terkenal juga dengan sebutan Flavian Amphitheatre. Colosseum ini berbentuk seperti arena gladiator, yang juga merupakan salah satu dari Enam Puluh Sembilan Keajaiban Dunia pada Abad Pertengahan.
       
       
                Situs ini dibangun oleh walikota Vespasian pada masa Domitianus dan diselesaikan oleh anaknya, Titus. Colosseum kemudian menjadi salah satu karya terbesar dari arsitektur Kerajaan Romawi yang pernah dibangun. Colosseum dirancang untuk dapat membangun sekitar 50.000 hingga 80.0000 orang penonton.
       
       
                Untuk menghindari antrian yang cukup panjang, kamu dapat mencoba untuk mendatangi Colosseum pada waktu yang lebih pagi. Di Colosseum, kamu dapat merasakan bagaimana rasanya merasa lebih dekat lagi dengan sejarah di masa lalu.
       
       
                Colosseum dibangun dengan tujuan untuk sebagai arena gladiator, dimana manusia akan berhadapan dengan binatang. Pada masa medieval, Colosseum ini digunakan dengan tujuan untuk hiburan.
       
       
                Meskipun demikian, pada masa selanjutnya, Colosseum dibangun dengan tujuan untuk workshop, keperluan keagamaan, serta benteng. Meskipun sempat mengalami kerusakan karena gempa bumi, Colosseum tercatat menjadi salah satu simbol iconic dari masa Imperial Roma. 
       
      Colosseum terletak di Piazza del Colosseo, 1, 00184 Roma, Italia. Tempat ini dibuka setiap hari dari pukul 08.30 hingga 18.15.
       
       
       

      Mengunjungi Piazza del Campidoglio via
       
                Setelah puas mengunjungi Colosseum, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Piazza del Campidoglio. Piazza del Campidoglio adalah salah satu public square yang tercantik di Kota Roma.
       
       
       
                Piazza del Campidoglio adalah sebuah piazza yang didesain oleh Michaelangelo. Tempat ini juga terletak berdekatan dengan Capitone Hill, yang dipergunakan sebagai balai kota dan untuk keperluan politik hingga saat ini.
       
       
       
      Hari Ketiga
       
      Lanjutkan Perjalananmu dengan Mengunjungi Mengeksplor Tempat-Tempat Lainnya di Kota Roma
       
       

       
      Mengunjungi Villa Borghese Park via
       
                Untuk mengawali perjalanan wisata pada hari ketigamu di Kota Roma, kamu dapat memulainya dengan mengunjungi Villa Borghese Park. Villa Borghese Park adalah sebuah taman dengan gaya lanskap khas English Garden.
       
       
       
                Tempat ini merupakan taman public terbesar ketiga di Kota Roma, setelah Villa Doria Pamphili dan Villa Ada. Tempat ini juga memiliki banyak gedung, museum dan atraksi wisata. Luas dari Villa Borghese Park sendiri adalah sekitar 80 hektar.
       
       
                Taman ini didesain oleh seorang arsitek yang bernama Flaminio Ponzio. Pada awalnya taman ini digunakan sebagai taman suburban, party villa dan untuk mengoleksi semua koleksi seninya. Taman ini didesain kembali pada awal abad ke 19.
       
       
       

      Mengunjungi Pantheon via
       
                Setelah puas mengunjungi Villa Borghese Park, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Pantheon. Pantheon adalah sebuah bangunan yang dikonstruksi pada tahun 27 SM, sebagai kuil berbentuk bulat di pusat kota Roma.
       
       
       
                Pembangunan kuil ini diselesaikan pada masa pemerintahan Kaisar Handrian (118 SM hingga 28 SM) pada tahun 126 SM. Pantheon sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti Rumah Semua Dewa.
       
       
      Kuil ini digunakan sebagai gereja dari tahun 609 sampai 1885 dan kemudian menjadi gereja dan tempat pemakaman bagi pahlawan nasional Italia. Gaya arsitektur yang ditonjolkan pada bangunan ini adalah arsitektur Romawi Kuno.
       
       
      Tinggi dari Pantheon sendiri mencapai sekitar 46 meter. Pantheon dibuka setiap hari dari pukul 08.30 hingga 19.30. Pantheon secara spesifik terletak di  Piazza della Rotonda, 00186 Roma, Italia. Salah satu bangunan iconic di Kota Roma ini didesain oleh arsitek bernama Apollodorus of Damascus. 
       
      Untuk melengkapi perjalanan wisatamu ketika mengunjungi Kota Roma, pastikan kamu menyempatkan diri untuk mengunjungi Pantheon ini.
       
       
      Nah, itulah dia ulasan lengkap mengenai Roma, pesona wisata Ibukota Italia yang sebaiknya kamu kunjungi pada waktu liburanmu selanjutnya. Wah, ternyata Roma memiliki banyak pesona wisata yang dapat mengisi daftar liburanmu pada kunjungan wisata selanjutnya ya.
       
       
      Semoga artikel ini dapat membantumu dalam menyusun liburan terbaik ketika mengunjungi Kota Roma.
       
       
      Happy traveling!