Hasdevi Agrippina Dradjat

Waktunya Kamu untuk Menjelajahi Kota Antwerpen di Belgia dan Menikmati Kecantikannya

6 posts in this topic

 

 

 

          Kota Antwerpen adalah kota pelabuhan terbesar kedua di Eropa, setelah Rotterdam dan juga merupakan kota mode di Belgium. Arsitektur di kota ini sebagian besar berasal dari abad ke 16, dan mampu membuatmu kagum karena keindahannya.

 

          Banyak hal yang dapat di tawarkan dari kota ini agar dapat menarik para wisatawan mancanegara untuk datang berkunjung ke kota ini. Nah, yang paling terkenal adalah berlian. Kota Antwerpen ini terkenal sebagai pusat berlian di dunia. Khususnya bagi kaum hawa, kota Antwerpen ini tidak pernah terlupakan jikalau mereka mengunjungi Negara Belgia.

 

          Kota Antwerpen adalah sebuah kota yang berbatasan dengan kekaisaran Romawi Suci, sehingga kota ini menjadi salah satu pusat perdagangan di Eropa. Hingga saat ini, Antwerpen merupakan kota dengan pendapatan daerah yang cukup besar.

 

          Jumlah total penduduk di Kota Antwerpen sendiri mencapai lebih dari 455.000 jiwa. Nah, apakah kamu penasaran dengan Antwerpen si Kota Berlian ini? Berikut ini kita akan membahasnya dalam waktunya kamu untuk menjelajahi Kota Antwerpen di Belgia dan menikmati kecantikannya.

 

 

 

Transportasi Menuju Kota Antwerpen

airport.thumb.jpg.23fbccb0feece4f48a3d6e

Memasuki Antwerpen Melalui Brussels International Airport via http://destinasian.co.id/wp-content/uploads/1081655_44418026.jpg

 

 

 

          Kamu dapat mulai menyusun rencana dan memilih transportasi terbaik untuk mencapai Kota Antwerpen. Salah satu rute yang dapat kamu tempuh adalah menaiki pesawat dengan rute Jakarta menuju Kota Brussels, kemudian dilanjutkan dengan menaiki kereta.

 

          Saat ini terdapat beberapa maskapai penerbangan yang akan mengantarkanmu dari Jakarta menuju Brussels. Lama waktu tempuh yang kamu butuhkan untuk perjalanan ini adalah sekitar 21 jam 11 menit. Biaya yang kamu keluarkan untuk perjalanan ini adalah sekitar Rp 5.500.000,00 hingga Rp 8.500.000,00 untuk sekali jalan.

 

          Selanjutnya, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan menaiki kereta dari Brussels menuju Borgerhouts. Lama waktu tempuh yang kamu butuhkan untuk perjalanan ini adalah sekitar 35 menit.

 

antwerp-station03.thumb.jpg.a1cd6f41af7b

Menikmati Indahnya Stasiun Kereta Api di Antwerpen via http://pegipegi.bisnisonlinez.com/wp-content/uploads/2013/11/Antwerpen-station03.jpg

 

 

 

          Kamu dapat mencoba untuk menaiki kereta api jika mengunjungi Antwerpen. Di Antwerpen Centraal ada sekitar 15 kali keberangkatan setiap jamnya, termasuk antar kota, atau antar negara bagian di Eropa. Jarak stasiun ke pusat  kota di Antwerpen ini hanya sekita 7 km dan dapat dicapai dengan bus 14 dengan harga tiket bus sekitar Euro 2.

 

          Stasiun kereta api Grandiose adalah stasiun kereta api yang di resmikan pada tahun 1905. Arsitekturnya hampir menyerupai gereja katedral yang megah. Stasiun ini merupakan hasil karya dari Louis Delacenserie, sehingga stasiun ini adalah salah satu stasiun kereta terindah di dunia.

 

Jika kamu berkunjung ke kota Antwerpen, tidak ada salahnya kamu merasakan bertransportasi dengan kereta api, baik dari Amsterdam maupun dari Brussels. Dengan menggunakan transportasi kereta api, kamu dapat melihat dari dekat keindahan salah satu stasiun terindah di dunia ini.

 

 

 

Mengenal Lebih Dekat Kota Antwerpen

 

tokoberlian.thumb.jpg.18aac621f0661f6f8f

Toko Berlian di Antwerpen via

 

 

 

          Inilah dia yang menyebabkan Antwerpen sangat terkenal, yaitu berlian. Konon, sejak zaman Perang Dunia II, Antwerpen memang sudah sangat terkenal sebagai pusat perdagangan berlian di dunia.

 

          Sampai dengan sekarang, jikalau kita berkunjung ke kota Antwerpen, banyak sekali toko berlian pemiliknya adalah orang Yahudi. Orang Yahudi mempunyai hari besar bagi mereka adalah hari Sabtu, sama seperti dengan orang Muslim hari besarnya adalah hari Jumat dan orang Kristiani hari besarnya adalah hari Minggu.

 

Sehingga, tidak aneh rasanya jika kamu berkunjung ke kota Antwerpen pada hari Sabtu dan menemukan fakta bahwa banyak sekali toko tutup sehingga kegiatan berlangsung tidak optimal. Saking banyaknya orang di kota Antwerpen tersebut berdagang berlian sehingga kamu akan dapat dengan mudah menemukan berlian di kota ini.

 

 

 

Memilih Penginapan di Kota Antwerpen

          Selama kamu berada di Kota Antwerpen, kamu dapat memilih untuk menginap di penginapan dengan jenis hostel, guest house maupun hotel. Nah, jenis penginapan ini sendiri tentunya dapat kamu sesuaikan dengan budget, jadwal serta partner-mu selama traveling ke sana.

 

          Jika kamu ingin menginap di penginapan dengan jenis hostel, kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis mixed dormitory room. Biaya yang kamu keluarkan untuk menginap di kamar dengan jenis ini adalah sekitar 28 Euro per malam.

 

          Fasilitas yang kamu dapatkan selama kamu menginap di kamar ini adalah pemandangan kota, pemanas ruangan, shower, toilet, kamar mandi pribadi. Selain itu, fasilitas wifi juga tersedia di seluruh ruangan.

 

          Selain menginap di penginapan dengan jenis hostel, kamu juga memiliki alternative lain untuk menginap di penginapan dengan jenis guest house. Jika kamu menginap di penginapan dengan jenis guest house, kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis double room.

 

          Biaya yang kamu keluarkan jika kamu ingin menginap di penginapan dengan jenis ini adalah sekitar 70 Euro per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan di tempat ini adalah pemandangan landmark, TV kabel, pemanas ruangan, lemari, kamar mandi serta free wifi.

 

          Selain menginap di penginapan dengan jenis hostel dan guest house, kamu juga memiliki pilihan lain untuk menginap di penginapan dengan jenis hotel. Jika kamu memilih untuk menginap di penginapan dengan jenis hotel, kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis twin atau double room.

 

          Biaya yang kamu keluarkan untuk menginap di penginapan dengan jenis ini adalah sekitar 116 Euro per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan jika kamu menginap di sini adalah brankas, AC, shower, bathtub, kamar mandi pribadi, TV serta free wifi.

 

 

 

Hari Pertama

Awali Kegiatan Wisatamu dengan Mengunjungi Tempat-Tempat Terbaik Selama Berada di Antwerpen

 

aandestorm.thumb.jpg.cf532dec320ac2c9e7c

Mengunjungi Museum Aan De Stoorm via

 

 

 

          Untuk mengawali perjalanan hari pertamamu di Kota Antwerpen, kamu dapat memulainya dengan mengunjungi Museum Aan De Stoorm. Museum ini merupakan sebuah museum yang terletak di sepanjang Sungai Scheldt di kota Antwerpen.

 

          Ya, kota Antwerpen selain terkenal dengan pusat berlian dunia, juga terkenal dengan museum budaya yang di beri nama Museum Aan de Stroom atau dengan singkatan MAS yang terletak di antara pusat kota dan pelabuhan.

 

          Di dalam museum tersebut terdapat kebudayaan dari masa lalu, masa kini hingga prediksi masa depan warga Antwerpen. Jadi, di museum tersebut terdapat beragam kebudayaan dengan latar belakang yang berbeda. Ciri khas dari MAS adalah arsitekturnya yang sangat menarik, sehingga kamu tidak akan dapat melupakan keindahan dari bentuk bangunan tersebut.

 

          Di dalam museum ini, terdapat beragam foto-foto tentang kehidupan banga Belgia dari masa ke masa. Dahulunya negara Belgia ini pernah di jadikan sebagai sarana atau benteng pertahanan untuk menyerang bangsa Inggris oleh Bapoleon Bonaparte.

 

Museum Aan de Stroom ini (MAS) terdiri dari 10 lantai berbentuk segi empat, dimana dari masing-masing sisinya kita dapat melihat pelabuhan Antwerpen dan pusat kota Antwerpen.

 

 

 

antwerp_zoo.thumb.jpg.00309173111106c6da

Mengunjungi Antwerp Zoo via

 

 

 

          Tidak jauh dari Stasiun Kota Antwerpen, kamu dapat menemukan Antwerp Zoo. Antwerp Zoo terletak persis di sebelah stasiun tersebut sehingga kamu dapat mencapainya dengan mudah.

 

          Di Antwerp Zoo, kamu dapat melihat reef aquarium dalam bentuk yang sangat besar. Selain itu, pada bagian Flemish Garden, kamu dapat menyaksikan koala. Baru-baru ini Antwerp Zoo juga mendapatkan dua ekor bayi tapir sehingga menambah panjang binatang yang terdapat di kebun binatang ini.

 

Kebun binatang ini adalah kebun binatang tertua yang terdapat di kota Antwerpen. Antwerpen ini memiliki koleksi berjumlah hampir seribu spesies hewan dan sekitar 5000 ekor binatang yang hidup secara damai di dalam kebun binatang tersebut.

 

Di kebun binatang ini banyak sekali binatang-binatang langka di pelihara dengan kondisi habitat yang sangat dijaga. Selain itu, terdapat juga akuarium berisi penguin yang dapat kamu temui di tempat ini. Antwerp Zoo ini sendiri merupakan salah satu kebun binatang tertua di dunia, yang didirikan tanggal 21 Juli 1843.

 

 

 

rubenhuis_belgium_original.thumb.jpg.aca

Mengunjungi Rubenshuis via

 

 

 

          Rubenshuis adalah sebuah museum yang dahulunya digunakan sebagai rumah dari Peter Paul Rubens. Beliau adalah seorang pelukis Baroque. Tempat ini sekarang dijadikan sebagai museum untuk memamerkan karya-karya lukisannya.

 

          Biaya yang kamu keluarkan jika kamu ingin memasuki Rubenshuis adalah sekitar 8 Euro. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sejarah Rubenshuis, kamu menggunakan fasilitas audio guide. Tidak ada biaya yang dikeluarkan jika kamu ingin menggunakan fasilitas ini.

 

          Kamu dapat memastikan agar membawa earphone ketika menggunakan audio guide ini. Kamu juga dapat mencoba untuk mengikuti tur Rubens Prive agar dapat mengetahui kehidupan personal dari Peter Paul Rubens ini.

 

          Meskipun tergolong padat dan ramai, namun kamu tidak perlu khawatir karena antrian yang terjadi di tempat ini juga tergolong tidak begitu ramai.

 

 

 

Hari Kedua

Lanjutkan Kegiatan Wisatamu di Kota Antwerpen dengan Mengunjungi Tempat-Tempat Menarik Lainnya di Kota Ini

 

tokoberlian.thumb.jpg.18aac621f0661f6f8f

Membeli Berlian di Antwerpen via https://chemistryofray.files.wordpress.com/2015/05/p_20150510_130327.jpg

 

 

 

          Sudah menjadi rahasia umum dimana Kota Antwerpen sendiri terkenal dengan berliannya. Untuk mengawali perjalanan hari keduamu di Kota Antwerpen, kamu dapat memulainya dengan membeli berlian jika kamu berminat. Karena itu, kamu akan dapat menemukan toko berlian dengan mudah di kota ini. Bahkan, di stasiun pun kamu dapat menemukan toko berlian. Seru sekali, bukan?

 

          Beberapa tips yang dapat coba kamu aplikasikan jika kamu berminat membeli berlian di Antwerpen adalah kamu harus mengetahui harga pasaran berlian saat ini. Caranya bisa dengan mencari tahu terlebih dahulu melalui internet atau bertanya langsung pada toko berlian setempat.

 

         Kemudian, jangan terlalu percaya dengan diskon besar-besaran yang diberikan oleh toko berlian. Sebab bisa jadi, harga diskon tersebut malah tergolong lebih mahal jika dibandingkan dengan harga pasaran.

 

         Selain itu, kamu juga sebaiknya jangan terlalu percaya dengan harga yang tertera di price tag. Sebab, dalam beberapa kasus harga tersebut masih dapat ditawar namun tentu saja sebaiknya kamu mengetahui harga pasaran berlian terlebih dahulu.

 

          Untuk menambah seru perjalananmu di Kota Antwerpen, jangan lupa untuk mengaplikasikan tips-tips tersebut ketika kamu memiliki keinginan untuk membeli berlian di kota ini.

 

 

 

plantin-moretus-museum.thumb.jpg.89d0720

Mengunjungi Plantin Moretus Museum via http://www.planetware.com/photos-large/B/plantin-moretus-museum.jpg

 

 

 

          Setelah puas berbelanja berlian, selanjutnya kamu dapat melanjutkan kegiatan wisatamu dengan mengunjungi Plantin Moretus Museum. Plantin Moretus Museum adalah sebuah museum di Kota Antwerp yang dibangun dengan bertujuan untuk menghormati Christophe Plantin dan Jan Moretus.

 

         Tempat ini berlokasi di dekat Plantin Press, tidak jauh dari Friday Market. Museum ini sangat terkenal karena dedikasinya dalam bidang printing. Hal ini menyebabkan museum ini menjadi salah satu museum printing terbesar di dunia.

 

          Tempat ini juga memiliki koleksi dari banyak buku-buku penting. Museum ini juga berperan penting dalam menyebarkan informasi mengenai printing ke seluruh dunia. Itulah sebabnya museum ini masuk dalam UNESCO World Heritage List pada tahun 2005.

 

          Untuk melengkapi kegiatan perjalananmu dalam menjelajahi Kota Antwerpen, kunjungan ke Plantin Moretus ini sebaiknya masuk dalam daftarmu.

 

 

 

Old-Market-Square-3.thumb.jpg.43c9874541

Mengunjungi Great Markt Square di Antwerpen via

 

 

 

          Setelah puas mengunjungi Plantin Moretus Museum, selanjutnya kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Great Markt Square di Antwerpen. Tempat ini merupakan salah satu tempat bersejarah yang terdapat di Kota Antwerpen.

 

          Markt Square ini dikelilingi oleh rumah-rumah dengan gaya medieval. Tidak jauh dari tempat ini kamu juga dapat menemukan City Hall Kota Antwerpen.

 

          City Hall Antwerpen sendiri didesain dengan gaya arsitektur kombinasi antara Gothic dan Renaissance. Gaya arsitektur bangunan ini tergolong eksklusif dan dapat ditemukan di daerah ini di Eropa.

 

       Di tempat ini kamu juga dapat menemukan Brabo fountain. Brabo fountain sendiri merupakan sebuah fountain dengan patung yang didesain oleh Jef Lambeaux. Fountain ini menggambarkan legenda Kota Antwerpen.

 

          Di sekitar Markt Square ini, kamu dapat menemukan berbagai kafe dan restoran. Selain itu, pada waktu musim dingin, tempat ini biasanya dijadikan sebagai Chrismas Market dan ice rink.

 

 

 

Hari Ketiga

Rasakan Serunya Menjelajahi Kota Antwerpen

het_steen.thumb.jpg.9fd57633df9394488147

Mengawali Perjalanan Hari Ketigamu dengan Mengunjungi Het Steen via

 

 

 

          Untuk mengawali perjalanan hari ketigamu di Kota Antwerpen, kamu dapat memulainya dengan mengunjungi Het Steen. Het Steen sendiri merupakan sebuah benteng tua yang terletak di pusat Kota Antwerpen.

 

          Het Steen adalah sebuah benteng yang memiliki gaya arsitektur medieval. Het Steen konon juga merupakan gedung tertua yang terdapat di Kota Antwerpen. Het Steen ini dibangun pada abad pertengahan.

 

          Het Steen terletak tidak begitu jauh dari Sungai Schelde. Sampai saat ini, Het Steen difungsikan sebagai museum dan hanya beberapa bagiannya saja yang dapat dilihat dan dikunjungi.

 

          Tempat ini juga pernah digunakan sebagai penjara sekitar tahun 1303 hingga 1827. Het Steen sendiri jika diterjemahkan dalam bahasa Inggris berarti House of Stone. Untuk merasa lebih dekat dengan Kota Antwerpen di masa lalu, kamu dapat mengunjungi Het Steen yang satu ini.

 

 

 

meir.thumb.jpg.da77823b500c230b9a1c45797

Mengunjungi Meir via

 

 

 

          Bagi kamu yang menyukai kegiatan berbelanja, setelah puas mengunjungi Het Steen, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Meir. Meir sendiri merupakan salah satu tempat perbelanjaan yang paling populer di Kota Antwerpen.

 

          Tempat ini berawal dari Keyserlei (di dekat Central Station) hingga mencapai Groenplaats. Ketika mengunjungi tempat ini, jangan lupa untuk datang dan mengunjungi  Stadsfeestzaal yang merupakan sebuah mall di sini.

 

           Stadsfeestzaal sendiri rupanya dibangun pada tahun 2007, setelah hampir 10 tahun rusak karena mengalami kebakaran hebat. Ya, untuk melengkapi perjalanan wisatamu ketika mengunjungi Meir, jangan lupa datang dan berkunjung ke tempat ini.

 

 

 

          Itulah dia pembahasan mengenai waktunya kamu untuk menjelajahi Kota Antwerpen di Belgia dan menikmati kecantikannya. Antwerpen memiliki berbagai tempat terbaik yang dapat kamu kunjungi pada kesempatan liburanmu selanjutnya.

 

          Happy traveling!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Setuju, Antwerpen memang bagus. Kalo naik kereta dari Belanda (pengalaman kami dari Delft / Rotterdam) ke Brussels, pasti akan lewat Antwerp. Jadi mendingan singgah saja sebentar, toh bayar karcisnya sama saja mau turun di Antwerp atau tidak.  

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 7/16/2015 at 7:29 PM, pasangantraveling said:

Setuju, Antwerpen memang bagus. Kalo naik kereta dari Belanda (pengalaman kami dari Delft / Rotterdam) ke Brussels, pasti akan lewat Antwerp. Jadi mendingan singgah saja sebentar, toh bayar karcisnya sama saja mau turun di Antwerp atau tidak.  

oo gitu ya mba info berguna :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Baroness
      Hi All,

      Saya ada plan untuk backpack ke wilayah balkan en sekitarnya bulan april/mei 2019,
      Tampat yang mau dikunjungi : Dubrovnik, Kotor, Mostar,Lake Bled,Hallstaat,Innsbruck,Cinque Terre,Pompeii,Siena/Verona dan Malta waktunya kurleb 2,5 minggu.
      Tiket belum beli masih nunggu tiket promo, masih cari temen sekitar max 2-3 lg.
      Budget kurleb 28jt include tiket.
      Kalau berminat bisa kontak ke:countesscecil@gmail.com ya (serious only)
    • By Ahook_
      Tanggal 18 April 2018
      Setelah melewati imigrasi Belanda dengan hati yang sangat lega, bisa baca disini, kenapa? Selanjutnya adalah ambil ranselnya ahok, yang beratnya tidak ketulungan. Padahal yang dibawa cuma sedikit loh, tapi beratnya 18 kg. Bongkok deh yang ada. Untuk itu, kepada teman- teman yang baik hati dan sangat perhatian, terima kasih banget untuk tidak dimintain titipan beli ini- itu, karena untuk membopong ransel yang isinya cuma pakaian seharian saja, aku kewalahan, apalagi mau tambah titipan belanjaan kamu. Mending, begitu belanja langsung pulang, ini mau keliling, hadeh... KASIHANILAH AKU... AKU TIDAK OPEN PO... 

      Sekitaran Grand Palace.
      Selanjutnya, harus tunggu datangnya pagi, tunggu Flix Bus jam 6.10 pagi tujuan Brussels, Belgium. Sesuai arahan yang di-email dari pihak bus, aku diminta untuk tunggu bus di line C, tapi tidak ada plang yang menunjukkan flix busnya berada. Plangak- plongok dipagi buta yang dingin, aku menunggu dengan tidak pasti, busnya mana? Khawatir akan ketinggalan bus, karena waktu itu, sudah 6.05, bus belum datang juga. Apakah aku menunggu di tempat yang salah? Kemudian ketemu 3 orang asal Russia, yang juga menunggu bus yang sama dan sama- sama bingung. 

      Urban City Hostel.
      Busnya tidak tepat waktu. Busnya datang lewat dari jadwal. Yang pasti, pagi itu, Flixbus membawaku ke Brussels dengan menempuh 2 jam perjalanan. Harga bus dari Bandara Schiphol ke Brussels, aku bayar Rp 193.333,- atau 11,24 Euro. Bus berhenti di Brussels North Train Station, yang mana jauh banget dari hostel. Hahaha.. Salah perkiraan. Waktu pesan hostel, lihat jarak dari google maps, sih dekat. Hahaa, setelah dijalani, amsiong coy...  Ya tergantung juga sih kamu tinggalnya dimana. 

      Urban City Hostel
      Aku sih nginap di Urban City Hostel, yang mana sebenarnya lebih dekat ke South Train Station, lebih dekatnya juga beda 10 menit doang. Hikss.. Oh ya, Flix Bus dari Bandara Schiphol itu kalau ke Brussels memang berhenti di North Station. Jadi, intinya, pilih penginapan terdekat dengan station-lah. Tapi entah juga, buat kamu yang biasa naik taxi, jarak bukanlah kendala. 

      Urban City Hostel.
      Aku 3 malam di Brussels. Artinya nginap di hostel ini 3 malam. Aku bayar 65 Euro untuk 3 malam, bayar ditempat, booking via Agoda. Tidak ada sarapan. Wifi gratis, tanpa buffering. Living room sih nyaman. Akses keluar masuk pakai key card. Bersih. Ada outdoor juga buat duduk- duduk santai. 
      Urban City Hostel bagian dari Hotel BRXXL5. Receptionist-nya ada di Hotel. Kamu tidurnya di bagian hostel. Hahaha.. Untuk fasilitas, harusnya hotel lebih baguslah. Naik turun pakai lift. Walaupun begitu, yang nginap di hostel, boleh pakai living room-nya juga. 

      Urban City Hostel
      Kamar sih okey. Lega. Ada loker. Bawa gembok sendiri ya. Kamar mandi bersih. Air panas tersedia dengan shower. Yang buat mampus adalah tangganya, terutama yang kebagian kamar lantai 4. Kalau kata mereka, itu sih tangga jahanam. Anjritt... menjulang naik ke atas, tanpa basa- basi, total 81 anak yang harus kamu injak jika kamu mau sampai di lantai 4. Bawa diri saja sih enteng. Bopong ransel depan belakang, ngap coy, rasanya nafas tinggal sehembus. 
      Oh ya, yang kupingnya tahan sama berisiknya orang- orang Brussels lagi ngumpul, kamu sih bisa nginap disini. Kalau tidak, sebaiknya, cari tempat lain. Yups, tepat diseberang hostel ini, banyak restaurant gitu. Ada yang sudah mulai gelar kursi dari pagi ke pagi. Ada yang baru gelar kursi setelah jam 6 sore sampai ke pagi. Bayangkan, mereka ngobrol, ketawa terbahak- bahak dan sebagainya. Aku sendiri, tidak pernah ada masalah terkait ini. Tidur ya tidur saja, pulas sampai pagi. 
      Dari hostel, mau kemana- mana sih gampang dan tidak terlalu jauh dari pusat keramaian. Situs wisata seperti Grand Palace bisa dicapai dengan jalan kaki. Lagian, menurutku sih, Brussels itu ya seputaran sana saja. Aku, seperti biasanya, bukan yang tipe, buat itinerary khusus untuk setiap traveling. Aku hanya jalan kaki, jalan sesampainya kaki dimana berhenti. 

      Grand Palace.
      Keliling Brussels, pengalamanku sih okey - okey saja. Bersih. Tidak terlalu banyak mobil. Kebetulan, beberapa ruas jalan utam sedang diperbaiki. Begitupun, masih bersih dan tidak amburadul. Sebagaimana seperti kota- kota lainnya di Eropa, arsitektur bangunan Brussels ya seperti itu. 

      Sudut kota Brussels.
      Aku didekatin 3 kali oleh 3 orang yang berbeda, dengan akting pura- pura mabuk, sok mau bantuin dan mau tanya jalan. Aku cuekin saja. Entah-lah, katanya itu yang harus kamu lakukan, cuekin saja jika ada orang aneh seperti mendekatimu. Alasannya, keselamatan jiwa dan raga. Lebay ya...
      Aku tidak banyak mendatangi situs- situs yang katanya wajib didatangi kalau sudah ke Brussels. Aku lebih banyak jalan menyusuri lorong- lorong yang tidak ada orangnya. Setelah sadar, baru putar balik. Aku sendiri tidak bisa membedakan, mana asli orang Belgia, mana yang bukan? Hahaha.. Bahasa yang sering aku dengar, kalau tidak Jerman, ya Perancis. Walau, aku sendiri tidak mengerti, mereka lagi ngomongin apa, termasuk tetamu hostel dan hotel. 

      Snack Brussels.
      Tentu, mata uang yang bisa dipakai Euro. Aku keseringan makan crossant selama di Belgia. Memang sudah doyan crossant dari sananya. Jadi tidak terlalu ribet kalau mau makan. Udaranya, masih tergolong dingin, sejuk dan ber-angin. Masih dibawah 20 derajat. Panas matahari sih menyengat, tapi tidak buat badan kamu kepanasan, apalagi sampai bau matahari, kayak macam naik motor di Jakarta 1 jam saja. Hahahaha... Katanya, kudu cobain snack semacam waffle gitu. Oke-lah rasanya.

      Town Square
      Untuk urusan perut, ada McD, terus banyak yang jualan kebab dan sejenisnya. Gampang cari makanan kayak dari Turki gitu. Harusnya tuh halal kali ya. Buat yang wajib makan nasi, di restoran Turki, ada pilihan nasi. ( Tapi, aku gak tahu pasti deh, itu restoran Turki atau bukan ya, maksud aku sih makanan asal Timur Tengah atau semacamnya.. ).
      Entah turis apa orang lokal, yang pasti bule gitu perawakannya, mereka suka banget ya ngumpul- ngumpul di town square dekat McD. Duduk- duduk sambil jemuran begitu. Matahari sih memang terik, tapi ya itu, tidak buat kepanasan. Di Grand Palace juga sama, pada duduk- duduk sembari menikmati hidup.
      Oh ya, didekat Grand Palace, ada sebuah patung, yang nempel ke dinding, patung seorang wanita sedang tiduran. Nah, semua turis pasti ngantri, selain buat foto dengan patung tersebut, para turis juga mengeluskan tangannya dari ujung kepala sampai ke ujung kaki patung itu.
      Kalau sudah bosan foto- foto di Grand Palace, jalan- jalan santai-lah, keluar masuk toko souvenir. Untuk kamu yang suka nongkrong sambil ngebeer, atau sekedar ngopi, kayaknya, cocok deh. Tinggal pilih mau nongkrong di cafe yang mana. Duduk, kemudian nikmati hidupmu. Sederhana... 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
       
    • By denorra
      Halo temen temen semuanyaaaa....apa kabaaar?
      Setelah berhibenasi cukup lama dari forum ini, gue mau share perjalanan gue ke salah satu kota yg menurut orang2 salah satu yg tercantik di jagat raya, Yep, u got it rite! it's Prague, permatanya Benua Biru. Perjalana gue ke Praha sebenernya masih nyambung cerita shortcourse gue ke Wageningen taon lalu (njiiir lama bener, hahaha). Gue emang udah bertekad extend biar bisa ke Praha. Setelah brosing2, ternyata kalau naek kereta tu bisa 16 jam, yaolo, gempor lah ya. Akhirnya gue memutuskan naik pesawat. Dari Schipol gue mesti transit ke Muenchen. Bandara Jerman caem! bersih, modern, lux. Anywaaaaay...mau caem kek apaan juga, gue tetep lari2 nyari counter check in karena ternyata jaohnya ya ampuuuuuuun:((. Hampir semua penumpang sampe di konter cek in dengan kondisi terengah engah, hahahahha. Dari Muenchen akhirnya sampelah gue ke Prahaaa, woohoooo. Tapiiii, excitement gue msti ternoda dengan a bit of culture shock. Bener kata temen2 gue, orang2 Eropa Timur memang 'terasa' lebih 'kasar' daripada Eropa Barat. udahlah gausah gue critain gimana gue smpe bengong n syok nanggepin orang2 di bandara, terminal maupun stasiun ekreta yang sumpah ga helpful banget (menurut gue ya). Saking betenya, gue mutusin baik taksi aja dr bandara ke hotel (abis abis dah duit).
      Sampai di hotel, ya ampuuuun hotel gue luaaaaaaaas. gue padahal milih yg sekamar ber8, hahahaha. jangan dibandingin sama bekpek hostel di spore, hahahha. Intinya gue puas sm hostel gue. mana penghuninyua ramah ramah:). Mulailah gue jalan2 menyusuri kota Praha. besoknya gue ke Cesky krumlov naik kereta. menurut gue Cesky ni kek miniaturnya Praha.  Gue dateng pas wiken lebih dikit, jd kebayang ga betapa ramenya Prahaaaaa? seseeeeeeeeeeek:)).
      Jadi, gimana Praha? Cantiiik luar biasaaaaaaaaa..setiap sudut tu kek artistik banget. Saking cantiknya gue ampe engap! hahahah. Even ke Cesky, smuanya potret-able banget. Ampe bingung gue:)). Oiya gue mau kasi tips.
      1. kalau kelian tipe kek gue yg males ribet (brosing segala informasi smpe detil), siapin duit aja, hahah. praha relatif murah, tiket bis jg paketan bisa dipake seharian gitu
      2. gue termasuk yg ga ngoyo harus ke semua PoI semua destinasi wisata, gue maunya mah woles, enjoy. Nah jangan kek gue pergi pas wiken, amit2. Kalau kelian pernah ke Ams pas wiken, kek gitu persis. malesin!. apalagi kl cuaca panas.
      3. Kota kek Praha gitu harus dinikmati bareng, mau sm pasangan atau temen2, sendirian mnurt gue kurang asik
      4. siapin kamera yg caem, jangan kek gue, hahahha
      Udahlah gitu aja, capek ngetik panjang2:p









    • By norma sofisa
      Holiday season is coming!
      Tanggal 25 Desember lalu, sebagian besar penduduk dunia merayakan Natal yang didefinisikan sebagai hari kelahiran Yesus atau Nabi Isa Al Masih. Dengan segala kontroversi dan silang pendapat yang mulai familiar terdengar di telinga para netizen maupun masyarakat Indonesia setiap Bulan Desember tiba, mari kita rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia maya dan monggo dapat menyimak pengalaman saya selama di Eropa menjelang Hari Natal.

       
      Hari Natal adalah hari libur nasional bukan hanya hari besar keagamaan.
      Tidak seperti Indonesia, hanya rekan - rekan Kristiani yang merayakan Natal. Pengalaman saya tahun pertama di Belanda diundang salah satu teman sekelas untuk melewatkan Hari Natal bersama. Awal Desember, kami mengadakan makan malam bersama dalam rangka menyambut liburan, dan ia menanyakan akan kemanakah saya saat Natal. Tentu saja, saya yang masih Indonesian minded menjawab dengan mantap bahwa saya akan melewatkan Natal di rumah saja. Ia tampak khawatir dan kemudian mengundang saya untuk brunch di hari kedua Natal pada tanggal 26 Desember.
      Saat saya menyambangi kediamannya, saya disambut dengan sangat baik. Ia menghias meja makan dengan hiasan khas Natal berwarna merah serta bunga pohon pinus. Saya cukup terkesan dengan hal tersebut. Ia pun bertanya bagaimana saya merayakan Natal di Indonesia dan mengapa saya tidak kembali ke Indonesia saat Hari Natal.
      Saya berusaha menjelaskan bahwa Natal adalah hari besar umat Kristiani di Indonesia. Kami, yang muslim, tidak merayakan Natal secara khusus meskipun pada Hari Natal seluruh masyarakat Indonesia diliburkan. Di sisi lain, karena kami Muslim, kami memiliki hari besar yang kami rayakan yaitu Hari Raya Idul Fitri yang menjadi penutup Bulan Ramadhan dan juga Hari Raya Idul Adha, yang menjadi penutup musim haji.
      Teman saya surprise dengan cerita yang saya sampaikan. Selama ini ia mengira bahwa Natal adalah hari libur bagi semua orang di dunia. Dan tiap orang yang ia kenal juga berpikir demikian. Kebetulan, ia tidak terlalu terafiliasi dengan agama tertentu. Di Belanda, baik orang yang masih mempraktekkan ajaran agama Kristen maupun tidak, selalu merayakan Natal. Natal identik dengan hari libur bersama yang wajib dihabiskan bersama dengan keluarga. Agenda ke gereja hanya dilakukan bagi mereka yang masih teguh menjalankan ibadah.
       
      Natal adalah saat seluruh keluarga berkumpul dan berbagi hadiah
      Ya! Seperti yang mungkin teman - teman sering lihat di televisi, film Natal sering menggambarkan adegan seluruh keluarga saling menaruh kado di bawah pohon Natal dan begitu bersemangat saat membukanya.
      Saya mempunyai pengalaman yang cukup unik di tahun pertama saya di Belanda. Waktu itu saya tinggal dengan 2 orang roomates di apartemen. Pada tanggal 24 malam, salah satu roomate yang tidak pulang kampung, mengetuk pintu kamar. Ia menyodorkan bungkusan kecil sambil mengatakan bahwa ia memiliki kado kecil untuk saya. Saya mendadak terharu namun juga malu. Saya sama sekali tidak terpikir bahwa ia akan memberikan saya hadiah meski ia tahu saya tidak merayakan Natal. Saya sedikit malu karena saya tidak memiliki apapun untuk membalas hadiah yang diberikannya. Ia kemudian meminta saya untuk turun dan bergabung dengan teman - temannya untuk makan malam bersama. Sungguh saat itu adalah salah satu momen yang menarik karena diantara kami semua, hanya ia yang merayakan Natal. Teman - teman yang lain sengaja membuat acara makan malam karena ia tidak dapat pulang ke negaranya dan merayakan Natal bersama keluarga dekat.
      Sehari setelahnya, saya dan dua sahabat saya dari Indonesia bertemu dan makan siang bersama setelah mereka selesai misa di gereja. Bahkan saya sempat memenuhi undangan teman saya yang mengadakan konser dalam rangka Natal. Sungguh hari yang sibuk namun menyenangkan dan membuka wawasan baru saya tentang Natal.

       
      Tidak semua yang merayakan Natal memasang pohon Natal di rumah
      Pohon Natal yang setiap akhir November sudah ramai terpasang di berbagai tempat publik awalnya bukanlah bagian dari ritual keagamaan Natal. Meskipun awal sejarahnya masih sering diperdebatkan, Pohon Natal telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu oleh Kaum Pagan sebagai penanda festival musim dingin (sumber: https://www.whychristmas.com/customs/trees.shtml). Tradisi itu terus berlanjut hingga kaum Kristiani di Skandinavia pun memasang pohon Natal yang dikatakan awalnya sebagai simbol penolak bala dan tempat burung burung singgah saat Natal tiba (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Christmas_tree).
      Karena berbagai alasan itulah, teman - teman dekat saya kebanyakan tidak memasang pohon dan hiasan Natal di rumah mereka. Satu teman dekat memiliki pohon Natal di rumah pun karena keponakannya yang masih balita sangat ingin sekali menaruh kado-kado di bawah pohon Natal, seperti dalam film. Di sisi lain, beberapa pohon Natal yang memakai pohon cerama asli biasanya dipasang di depan stasiun besar Rotterdam dan di depan Rumah Sakit Anak Erasmus MC Sophia. Namun tidak seperti di tempat lain kebanyakan, pohon Natal tersebut dihias dengan sederhana dan bahkan tidak menyertakan simbol keagamaan.

       
      Santa Klaus datang di hari yang berbeda - beda tergantung negara
      Tentu sebagian besar dari kita familiar dengan seorang kakek tua berbadan tambun, berjanggut putih tebal, berbaju merah hangat, dan setiap melangkahkan kaki ke dalam rumah di malam Natal memiliki tawa khas, ho..ho..ho!
      Dialah Santa Klaus! Yang sejak tahun 1931, digambarkan berwajah lucu nan ramah dan berbaju tebal merah khas Coca Cola (sumber: Coca Cola). Awalnya, Santa Klaus diklaim sebagai Saint Nicholas, legenda Kristen dari Barat yang menurut cerita selalu menaruh hadiah di rumah anak - anak yang baik pada malam tanggal 24 Desember hingga 25 Desember dini hari. Perkembangan selanjutnya, Santa Klaus modern dikembangkan berdasarkan  gabungan antara legenda dari Saint Nicholas, tokoh Father Christmas dari Inggris, serta Sinterklaas dari Belanda (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus). Seperti Saint Nicholas, Santa Claus di berbagai negara juga dipercaya "lewat" dan menghantarkan hadiah di malam Natal tanggal 24 November .
      Uniknya, tiap - tiap negara di Eropa memiliki cerita sendiri tentang kakek baik hati yang selalu berbagi kado tiap menjelang Natal ini. Di Belanda, Sinterklaas sebutannya, dipercaya datang setiap tanggal 5 Desember. Bukan dari Finlandia maupun Kutub Utara, Sinterklaas di Belanda datang dari Spanyol dan bermukim di Madrid . Ia hadir bersama dengan Piet Hitam atau Zwarte Piet yang biasanya bertugas untuk menakut-nakuti anak - anak yang nakal (sumber: https://www.whychristmas.com/cultures/holland.shtml). Sedang di Perancis, Santa Klaus disebut Père Noël atau Papa Noël. Teman Perancis saya mengucapkan Selamat Natal pada hari tanggal 24 Desember. Ia menjelaskan karena di malam harinya Papa Noël akan datang dan membagikan kado, sehingga tanggal 24 Desember sudah masuk Natal. Selain itu di Perancis ada tradisi memakan beberapa dessert dan snack wajib saat Natal. Jadi selalu siapkan perut kosong ya, saat bertandang ke rumah teman di Perancis saat Natal.
      Beberapa daerah di Indonesia juga memiliki tradisi ini lho! Sebagai contoh saat saya bertugas di Ambon, beberapa Sinterklaas dan sekawanan Piet Hitam berkeliling ke desa - desa terutama yang berpenduduk Kristen dimulai dari 4 minggu sebelum Natal untuk membagi - bagikan hadiah. Bapak yang menyopiri mobil sewaan kami selama di Ambon bercerita, dahulu ia pernah ditangkap oleh Piet Hitam dan hampir dimasukkan ke dalam karung karena ia dianggap sebagai anak yang nakal. Tentu saja ini hanyalah canda agar menyemarakkan acara. Yang jelas, seluruh anak - anak selalu menantikan momen Natal karena mereka akan mendapatkan hadian dari Sinterklaas.

       
      White Christmas yang belum pernah menjadi kenyataan
      Tahun pertama saya di Rotterdam, saya membayangkan akan melewatkan Hari Natal seperti di film - film Hollywood yang pernah saya tonton. Toko - toko yang memajang hiasan Natal dan lampu yang gemerlap serta satu hal yang mempercantik jalanan, yaitu boneka salju putih besar dan danau yang membeku karena udara yang sangat dingin.
      Kenyataannya, semua itu saya lihat kecuali salju!
      Sebelum saya tinggal di Rotterdam, saya tidak pernah mencari tahu bahwa beberapa tahun terakhir, salju jarang menyapa Rotterdam. Jika pun turun salju, itu hanyalah wet snow atau salju basah yang begitu menapak bumi langsung hilang berubah menjadi air. Pada dasarnya, musim dingin di Belanda sebagian besar dilewatkan tanpa salju. Hanya daerah - daerah tertentu yang berbatasan dengan Jerman terutama yang masih sering disambangi bulir - bulir putih itu. Lalu bagaimana jika kalian ingin sekali melewatkan Hari Natal dengan nuansa putih karena salju?
      Pilihannya adalah pergi ke daerah pengunungan seperti di Alps yang memiliki salju abadi di beberapa puncaknya. Alternatif lainnya adalah mengunjungi daerah Eropa Utara seperti Islandia, Finlandia utara, dan daerah - daerah utara Skandinavia. Satu cerita menarik dari keponakan teman dekat saya yang masih balita di Perancis. Saat Hari Natal tiba, ia menyeret kursi kecilnya ke dekat jendela sambil berkata salju sebentar lagi akan turun dan Papa Noël akan segera datang. Kami hanya terkekeh geli dengan imajinasinya dan menyadari bahwa salju tidak akan turun pada suhu 8 derajat.

      BONUS: Strategi Christmas Sale
      Satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah diskon besar - besaran saat Natal!
      Di Belanda, beberapa toko telah mempromosikan diskon besar -besar mulai dari awal Desember. Menurut pengalaman saya selama 2 tahun di Belanda, diskon yang lebih besar biasanya datang setelah Natal dan puncaknya setelah Tahun Baru. Di Belanda, diskon panjang hadir dari awal Desember hingga awal Februari. Untuk di Perancis, cokelat - cokelat dan camilan manis biasanya didiskon besar - besaran juga terutama setelah Tahun Baru. Jadi bagi kamu yang mempunyai rencana berbelanja, persiapkan jiwa, raga, serta dana di sekitar waktu - waktu tersebut.
      Demikian, beberapa pengalaman dan trivia Natal yang saya temui selama berada di Eropa. Kalau kamu, bagaimana pengalaman melewatkan Natal? Share ceritamu di kolom komentar ya..
      Artikel ini bisa juga dibaca melalui link https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/27/my-christmas-experiences-in-europe/
      Terima kasih dan semoga bermanfaat.
    • By denorra
      Halo jalan-jalaners!
      Iseng-iseng membunuh waktu, gue share pengalaman awal taon (telat bener, hihi) ke Luxemburg.
      Jadi karena alhamdulillah aplikasi beasiswa shortcourse gue ke Belanda diterima, gue uda siap2 sejak di Jakarta puasa senin kemis biar ga kebanyakan jajan. demi apah? iyap! demi jalan jalan bentaran:D
      shorcourse gue di kampung bernama Wageningen, nah kebetulan gue ada temen yg lg sekolah disitu. Ngobrol2 dan tercetuslah niatan ke luxemburg. Mayoritas temen2 gue yg sekolah ke belanda ngga rekomendasiin Lux sebagai tujuan. Setelah brosing2 baru tau, jadwal ke Lux tu ga 'semudah' ke negara lain. Dengan waktu yg cukup longgar di akhir pekan, gue sm temen2 mesti punya rencana yg matang. Satu2nya jadwal yg akomodatif adalah naik kereta ke Eindhoven jumat malem lanjut naik bis ke Lux. Kami sampe di Lux sekitaran jam 4 pagi. Gue tau sih Lux adalah salah satu negara terkaya dg tingkat kriminalitas yg rendah, tapi tetep aja ya booooo sampe ke engara orang pagi2 buta dan ngliat orang mabok jalan2 gitu serem juga. Anywaaaaaay..naiklah kami ke bus. Syok lagi karena di bus penuh sodara2! anak remaja remaji dress up abis mau ajojing, semntara gue dan temen2 kucel nahan kantuk, hahaha.
      Singkat cerita, bis di Lux kl wiken gratiiiis (asiiik). Trs di brosur2 tu tourism point-nya buanyak buanget. Uda kebayang ga mungkin kesampean semuanya kan ya. Ealah ternyata itu seputeran kota smuaa, hahahha. Jalan ampe gempor dr jam 10 pagi sampe jam 10 malem ngubengin tu kota. Trus suka ga sm Lux? suka bangeeeeeeeeeet. yg di atas tebing itu sepiii...kek kastil2, asiiik..di kota jg seruuu, national museumnya jg jooos. bangunan2 'modern' kelas dunia kek mengimbangi cultural/historical buildingnya gitu.
      langsung foto yaaaaaaaaaa:D













    • By Baroness
      Hi,
       
      Barangkali ada yang mau bareng trip sekitar maret/april 2018.
      Itinnya : Dubrovnik (Croatia), Kotor  (Montenegro), Lake Bled (Slovenia), Innbruck (Austria), Verona/Florence,Cinque Terre, Pompeii (Italy) and Malta.
      Waktunya 2 minggu, budget 25-27 juta all in.
      Kalo berminat bisa kontak wa:085880002870 (Serius Only)
      Thanks
       
       
    • By Fauzan Ammary
      Saya waktu itu mengakhiri Xmas trip saya ketika singgah terakhir di Brussels, kenapa pilih Brussels? Karena balik dari Budapest menuju Valencia cukup murah dibandingkan terbang langsung dari Budapest ke Barcelona lalu harus naik kereta menuju Castellon (tempat saya tinggal).
      Namanya jalan solo trip selama 21 hari, pasti capek. Itu yang saya mulai rasakan, saya tiba di Brussels pada hari ke 19 trip Xmas saya. Terbang dari Budapest yang bersalju dengan suhu -15 membuat saya serasa ingin segera pulang ke Spanyol yang hangat. Tetapi ketika tiba di Brussels ternyata suhunya hanya 5 derajat, seketika tubuh saya merasa shock karna perbedaan suhu yang mencapai 20 derajat dalam waktu satu jam, waktu itu saya merasa seperti anak kecil yang lagi masuk ke summer, yeay no more coat ahaha.
      Setelah menuju pusat kota, saya langsung menuju hostel, di dalam stasiun MRT saya sempat di datangi tentara yang berjaga dengan senjata lengkap untuk memeriksa identitas saya, waktu itu memang kejadiannya setelah serangan di Paris itu, kapan2 saya buat field report Paris. Tiba di hostel, receptionistnya dengan ramah menyambut saya walaupun dia nggk percaya saya orang Indonesia ahaha. Tiba di kamar saya ketemu hostelmate saya, ada yang dari Polandia, Prancis, dan Belanda. Yang aneh si Polish nggk tau Indonesia sama sekali walaupun dia pernah ke Bali dan dua tahun tinggal di Australia, mengejutkan banget. Malam itu saya habiskan ke bar bersama hostelmate, ini enaknya nginap di hostel, bisa ketemu orang baru, obrolan yang keduga dan sebagainya.
      Singkatnya, besok saya mulai jalan2, karena kebetulan saya tinggal dekat Grand Place, jadi tinggal jalan kaki menuju sana. Tempat yang paling pertama saya tuju ialah Mannekin Piss, yang terkenal banget itu... Ternyataaaaa pas sampai sana patungnya hanya seuprit, saya kira setinggi saya ahaha

      Dan cuman di corner gitu, tapi sejarahnya sih ini tempat ngambil air warga jaman dulu
      Saya lanjutin jalan2 saya, saya ke Grand Place semacam alun2nya Brussels, karena waktu itu sedang suasana Natal, jadi ada pasar Natal. Ini umum banget di Eropa, kalo di Indo kayak pas bulan puasa orang jualan kue gitu, tapi ini jualan coklat, champagne dan lain2. 

      Setelah dari sini, saya menuju ke landmark Belgia yaitu Atomium, tempatnya agak di pinggiran dikit, tapi ada metro yang langsung menuju kesana, pokoknya di Eropa rata2 ibukota negara punya jalur kereta bawah tanah, kecuali Bratislava ya ahahah

      Nah ini Atomium, fotonya agar blur karena minta tolong foto sm orang, maklum solo traveler ehehe. Mau minta fotoin lagi orangnya udah pergi. Ternyata walaupun ini landmark tetapi yang berkunjung kesini cukup sedikit, terbukti dengan saya menunggu orang lewat untuk minta tolong fotoin, skitar hampir sejam saya nunggu orang lewat, kalaupun ada yang lewat, pasti orang tua gitu, sempat mau minta tolong tentara fotoin, tapi tentaranya nggk mau ahaha 
      Dari Atomium saya kembali ke pusat kota, berjalan kaki melihat2 kota, kurang lebih sight seeingnya seperti ini
      Setelah itu saya menuju sebuah tempat yang nggk mungkin saya lewatkan sebagai anak Hubungan Internasional ehehe 

      Ini diaaaaa, kantor pusat European Union a.k.a Uni Eropa, sebagai anak HI kalo udh sampai sini tingkat sombongnya bisa beda ahahaha.. gimana menurut bang @deffa ?  Di foto ini saya minta tolong orang Russia buat motoin, yang ujungnya kita ngobrol soal kondisi ekonomi Russia ahaha
      Setau saya deket sini ada satu lagi tempat iconic tapi saya nggk tau namanya, yaudah saya jalan kaki kesana, ini tempatnya 

      Selesai dari sini, saya penasaran pengen ngeliat atomium pas malam, akhirnya saya balik deh ke kawasan Atomium
       
      Dan ternyata bagus pas malam. Saya lanjutin balik ke daerah Grand Place biar sekalian pulang

      Maaf ya kalo gambarnya rada blur ehehe
      Disini saya mau nyobain French Fries Belgia yang terkenal itu, harganya 3 euro ato 5 euro, saya lupa. Siangnya saya udah nyobain Waffle, nah ini agak tricky, biasanya di depan di tulis 1 euro, pas masuk kedalam, ternyata waffle 1 euro itu tanpa topping apapun, jadi kalau make topping harus nambah, dan kisarannya 3-10 euro tergantung toppingnya..
      Balik ke Hotel saya packing buat siap2 flight back to Spain besoknya.
      Besoknya di bandara ada cerita lucu, setelah saya check in, security check, passport check dan segala macam, saya sampai di ruang tunggu sesuai gate saya. Tiba panggilan naik pesawat, saya mulai menganteri, tiba giliran untuk di check boarding pass dan passport, saya ngerasa si petugas memangil saya karena waktu sedang memakai headset, ketika saya membuka headset, dia langsung bilang "orang Indonesia ya?" dengan ngucapin itu make bahasa Indonesia, saya langsung kaget dan reflek saya menjawab "iya kok tau?" dia langsung menjawab "iya saya juga ehehe" lah ternyata petunias Ryan Air-nya orang Indonesia ahahaha.. ngobrol2 ternyata dia udah di Belgia dari lulus SMA, bener2 di luar dugaan ahahah
      setelah itu saya pamit menuju pesawat, sesampai di dalam pesawat seneng banget denger orang make bahasa Spanyol, serasa lagi mau pulang kampung. Gimana nggk senang? bahasanya saya ngerti ahahah... Jalan2 3 minggu bahasanya saya nggk ngerti semua ahaha.. Mulai Prancis, Jerman, Slovak, Hungary, sampe Belanda.
      Pas di Brussels saya pengen banget ke Pura Hindu Bali terbesar di Eropa, tapi tempatnya mayan dari Brussels, bisa abis waktu nanti, jadi akhirnya nggk kesitu.
      Overall, Brussels itu standar banget kalau di bandingin kota lain di Eropa, nggk ada apa2nya, kebetulan aja flight murah jadi saya kesini.. Kota ini emang penting di Eropa tapi kalau mau wisata mendingan ke Bruge atau Antwerp. Oiya temen saya yang dari Belgia waktu saya bilang mau ke Brussel dia langsung bilang "why you want to go to that shity place?" ahahaha bisa di bayangkan kan tanggapan orang Belgia sendiri? Btw Brussels mayan mahal buat kantong cheap traveller tapi kalo ibu2 pejabat sih udah pasti nggk ahaha.