Sign in to follow this  
theobrian

[INFO] Travel WB Trans, Karawang-UKI Jakarta

8 posts in this topic

Dari jalan Tuparev Karawang naik angkot 01. Turun di perempatan ByPass (deket Suzuki). Dekat situ ada mobil travel WB Trans. Biaya per 15 Juni 2015 sebesar Rp 18.000
Dari pengalaman, saya berangkat jam 14.50an, sampe UKI Jakarta jam 16.30an. Jadi sekitar 1 sampai 2 jam perjalanan

 

sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Tak semua orang suka mengenakan koper saat bepergian. Sebagian lainnya lebih suka mengenakan tas punggung (backpack) dengan berbagai alasan, salah satunya adalah untuk alasan kepraktisan. Dibanding menyeret-nyeret koper dan berpotensi akan mengalami kesulitan saat menembus kerumunan orang, tas punggung jauh lebih ringkas dan praktis karena bisa langsung dibawa kemanapun kita berpindah tempat, selama tas tersebut menempel di punggung kita. Sayangnya, tas punggung mungkin kurang ramah bagi beberapa orang, misalnya saja yang memiliki masalah tulang punggung seperti saya.
       
      Jika pada thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/15612-panduan-memilih-koper-yang-akan-digunakan-untuk-berwisata/

         
      Beberapa kriteria yang dapat dipertimbangkan sebelum membeli tas punggung
       
      Ukuran
      Untuk menjawab pertanyaan berapa ukuran ideal tas punggung yang harus saya beli?, pertimbangkan dulu hal-hal berikut ini:
      - Durasi waktu bepergian. Semakin lama kalian bepergian, tentu saja kapasitas tas punggung yang dibutuhkan akan semakin besar. Minimal, mengaculah pada rata-rata waktu wisata yang kalian habiskan. Apakah kalian termasuk wisatawan yang kerap pergi dalam waktu singkat (1-2 hari), saat akhir pekan (2-3 hari), atau lebih dari itu. Diagram berikut ini bisa menjadi panduan ukuran ideal sebuah tas punggung berdasarkan durasi waktu bepergian.
       
      - Ukuran tubuh. Menentukan ukuran tas punggung berdasarkan durasi waktu bepergian memang penting, namun itu bukan harga mati. Bisa saja ada yang suka bepergian dalam jangka panjang, namun tak membutuhkan tas ukuran besar karena tidak suka membawa banyak barang. Yang terpenting adalah, pertimbangkan apakah ukuran tas tersebut proporsional dengan ukuran tubuh atau tidak. Yang dimaksud disini bukanlah masalah tinggi badan, melainkan ukuran panjang punggung. Memilih tas yang terlalu besar dan tidak proporsional terhadap panjang punggung, selain akan menyulitkan pergerakan, juga akan membuat kalian seperti tengah digencet oleh tas tersebut dan membuat tulang punggung tidak nyaman. Berikut perbandingan ukuran tas punggung yang ideal jika dibandingkan dengan panjang punggung.
       
       
      Fitur
      - Internal Frame vs External Frame. Pilih backpack yang memiliki frame untuk membantu mendistribusikan beban pada punggung. Dewasa ini terdapat 2 jenis frame pada backpack, yaitu external frame dan internal frame. External frame merupakan tipe frame yang terlihat dari luar, sementara internal frame merupakan tipe frame yang disembunyikan dalam kantong khusus sehingga tidak terlihat dari luar.
       

       
      (kiri) External frame, (kanan) internal frame. Foto: hikinglady 
       
      Masing-masing tipe tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. External frame dapat menahan beban yang berat (>20 kg) dan dapat mendistribusikan beban dengan baik. Namun external frame dianggap berat, memiliki bentuk yang terlalu kaku, kuno, dan bagi beberapa orang, berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan karena dengan adanya external frame punggung tak langsung bersentuhan dengan tas. Sedangkan internal frame dianggap lebih seksi karena bentuknya yang tersembunyi dan memiliki tingkat stabilitas yang lebih baik karena menempel langsung pada punggung. Kelemahannya, internal frame tidak dapat menyangga berat sebesar external frame, tidak memiliki ventilasi di punggung (karena tas langsung menempel pada punggung), dan biasanya dirancang minim kompartemen sehingga menyulitkan saat loading. Namun jika waktu wisata super singkat, backpack tipe frameless bisa menjadi salah satu opsi. Pilih yang paling sesuai untuk kalian.
       
      - Strap bahu. Pilih strap bahu yang dapat di adjust panjang-pendeknya, dilapisi dengan busa agar tidak menyakiti bahu, dan pilih yang paling nyaman untuk kalian.
       
      - Tali pinggang. Sebagian berat dari tas punggung akan menekan bagian pinggang dan pinggul. Jadi, pilihlah tas yang memiliki tali di pinggang untuk membantu pinggang/pinggul dalam menahan beban dari tas. Jangan lupa pilih yang mudah untuk di adjust.
       
      - Ventilasi. Pilih tas yang memiliki bagian punggung berkontur. Selain membantu mendistribusikan beban pada punggung, juga memberikan ruang kecil diantara punggung dan tas sehingga udara dapat masuk kesela-selanya untuk mendinginkan punggung.
       
      - Kompartemen. Tas yang bagus seharusnya memiliki banyak kompartemen. Tujuannya untuk memudahkan penggunanya dalam menempatkan barang-barangnya, dan juga memudahkan akses untuk pencarian. Jika kalian berencana untuk membawa kantong tidur, pilih tas yang memiliki sleeping bag compartment.
       
      Lain-lain
      - Pilih tas punggung dengan material yang kedap air. Minimal, pilihlah tas dengan bahan yang semi-waterproof sehingga air tidak mudah menembus ke bagian dalam tas. Dan, pastikan juga jika bahan tersebut cukup cepat kering.
       
      - Ada sedikit perbedaan tipe tas punggung untuk pria dan wanita yang perlu dijadikan bahan pertimbangan. Wanita umumnya memiliki ukuran bahu yang lebih kecil dibanding pria, begitu juga dengan ukuran pinggul. Jadi bagi wanita, pilihlah tas punggung yang khusus dirancang untuk wanita (jangan memilih model unisex), dan pilih yang memiliki penahan dada yang posisinya agak ke atas (agar tidak menekan dada).
       
      - Umumnya, ada 2 model tas punggung: top loading (bukaan atas), dan side panel/zippered front panel (bukaan samping). Model top loading merupakan model yang paling standar, yaitu tas hanya bisa dibuka dari atas. Sementara side panel/zippered front panel memiliki bukaan di samping (seperti koper). Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, jadi pilih saja mana yang paling sesuai untuk kalian.
       

       
      Top loading backpack (kiri) dan front loading backpack (kanan). Foto: thewittywanderer 
       
      - Memilih tas punggung sama saja dengan memilih baju maupun sepatu. Kalian tidak tahu apakah sebuah tas cocok untuk kalian atau tidak sebelum mencobanya. Jadi jangan malas untuk mencoba saat berada di toko, dan jika perlu, isi tas dengan beberapa barang agar kalian dapat membayangkan berat dari tas yang sesungguhnya.
       
      Semoga bermanfaat!
       
    • By vie asano
      Bagi yang kerap main ke forum traveling, rasanya bunyi pengumuman seperti ini cukup familiar:
       
      Dicari, teman seperjalanan untuk pergi ke [isi dengan nama tempat favorit kalian] untuk tanggal [isi dengan tanggal yang kalian inginkan].
       
      Pengumuman seperti itu mungkin akan membuat sebagian traveller mengeryitkan sebelah mata, walau pastinya banyak yang menganggap hal tersebut sangat wajar. Yah, akui saja, nggak semua orang suka bepergian dengan orang yang nggak dikenal karena bermacam alasan. Salah satunya adalah adanya kekhawatiran nggak cocok dengan partner traveling yang akhirnya malah membuat rencana wisata jadi berantakan. Kekhawatiran itu cukup beralasan karena ternyata cukup banyak juga yang pernah mendapat “pengalaman unik†saat wisata bareng orang yang betul-betul baru. Berikut ini beberapa pengalaman dari unik dari para traveller bersama dengan partner travelling-nya yang bisa ditemukan di internet. Apakah kalian pernah mengalami hal-hal berikut ini?
       
       
      1: Bertemu Travel Partner yang Super Irit dan Super Kikir
       

      Ilustrasi facepalm, via gooverseas 
       
      Seorang traveller, yang menyebut dirinya sebagai hardcore-budget traveller, mengaku pernah berwisata dengan seorang partner yang ternyata jauh lebih kikir dari dirinya. Sang partner hampir selalu “lupa†membayar makanan yang telah dipesan, betah berlama-lama di tempat makan hanya dengan bersenjatakan minuman sebotol air mineral (sementara teman lainnya makan), nggak malu mengambil menu sarapan dari hotel untuk bekal makan seharian, dan tak sungkan untuk mencomot makanan dari partner lainnya dengan alasan “icip-icipâ€. Dia selalu mencari obyek wisata gratisan, dan menolak untuk naik kendaraan jika jarak tempuh ke sebuah obyek belum lebih dari 10 kilometer! Benar-benar partner travelling yang sukses bikin tepok jidat deh!
       
      Pesan moral:
      Memilih partner traveling itu wajib jika tak ingin mendapat partner yang “ajib†punya. Panduan untuk memilih partner travelling pernah dibagikan dalam thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/15696-jangan-asal-memilih-teman-sebagai-partner-travelling/
       
      2: Travel Partner yang Dipilih Ternyata Seorang Penipu
       

      Ilustrasi kecewa saat travelling, via squaremouth 
       
      Ini mungkin termasuk salah satu partner travelling yang paling membuat trauma. Saat kita mencari pasangan untuk travelling, salah satu tujuannya adalah untuk mencari teman berbagi pengeluaran (share cost). Namun bagaimana jika sang partner nyaris tidak membayar biaya pengeluaran apapun padahal telah menikmati fasilitas tersebut, dan yang lebih buruk, dia kabur tanpa membayar bagiannya. Seorang traveller pernah membagikan pengalamannya dalam sebuah forum, dan akhirnya disimpulkan jika hal tersebut terjadi karena tidak adanya kesepakatan di awal tentang biaya yang akan dikeluarkan dan juga karena biaya tidak dikumpulkan di awal.
       
      Pesan moral:
      Rincilah semua perkiraan biaya yang dibutuhkan dalam sebuah perjalanan bersama partner travelling, dan jika memungkinkan, biaya patungan untuk keperluan bersama (seperti sewa mobil maupun sewa alat) sebaiknya dikumpulkan di awal.
       
      3: Dikerjai oleh Travel Partner
       

      Ilustrasi minuman dengan obat bius, via thouthcatalog 
       
      Pengalaman ini dibagikan oleh seorang solo traveller, sebut saja si A, saat bepergian ke suatu wilayah di Eropa. Saat tengah berada di stasiun, dia didekati oleh traveller lain. Setelah berbincang sejenak, mereka memutuskan untuk travelling bersama-sama. Sayangnya, ternyata “partner†baru tersebut ternyata berniat buruk. Dia mencampur minuman si A dengan obat bius, dan mengambil barang-barang berharga yang dimiliki oleh A. Wah, semoga ini tidak terjadi pada traveller lain ya!
       
      Pesan moral:
      Travelling bersama partner baru memang membutuhkan kepercayaan, namun jangan sampai mengendurkan kewaspadaan kalian.
       
      4: Travel Partner Nggak Open-mind
       
      Resiko saat pergi bersama orang yang betul-betul tidak dikenal adalah adanya kemungkinan kita akan bertemu dengan orang baru yang memiliki karakter ajaib. Seorang traveller pernah berbagi pengalamannya saat bepergian bersama partner baru ke sebuah negara dimana bahasa Inggris bukan merupakan bahasa pertama mereka. Dan coba tebak, sang partner selalu mengeluhkan setiap perbedaan budaya yang mereka hadapi. Yang lebih parah, dia pernah menyerang seseorang yang tak mengerti maksud perkataannya dan menyalahkan orang tersebut karena tak bisa berbahasa Inggris!
       
      Pesan moral:
      Sekali lagi, menyeleksi partner travelling itu wajib dilakukan.
       
      5: Ribetnya Traveling Bersama Traveller Kuper, Kudet, dan yang Lebih Parah, Tukang Curhat
       

      Ilustrasi sedih, via neclintit 
       
      Seorang traveller berbagi pengalamannya saat jalan dengan partner baru (wanita). Sang partner tersebut sepertinya jarang bepergian dan tampaknya nggak terlalu mengerti tentang seluk beluk traveling. Yang lebih parah, ternyata dia selalu mellow dan membawa problem rumahnya dalam acara wisata. Mau nggak mau traveller itu pun terpaksa bertindak juga sebagai konsultan pribadi selama momen wisata alias jadi pendengar setia setiap curhatnya!
       
      6: Hygiene Freak dan Ribet
       
      Satu lagi pengalaman dari seorang traveler yang membuktikan jika menyeleksi partner travelling itu penting. Seorang traveller wanita berbagi kisahnya saat menginap dengan partner baru di sebuah hotel. Diluar dugaan, partner tersebut ternyata super higienis. Saat dia tak sengaja menggunakan handuk milik sang partner, kehebohan pun terjadi karena sang partner mendadak murka dan mempermasalahkan tentang higienitas.
       
      Masih kisah tentang partner yang sama, ternyata sang partner pun punya kebiasaan yang unik. Tak hanya freak mengenai higienitas, namun dia juga termasuk jenis nocturnal alias selalu tidur sangat larut malam (alias menjelang dini hari). Akibatnya, waktu istirahat jadi terganggu karena sang partner kerap melakukan aktifitas hingga selepas tengah malam. Dia juga termasuk ribet dengan barang bawaan. Intinya, dia seorang partner yang super ribet deh!
       
      7: Terlalu Freak dengan Itinerary
       

      Berpatokan dengan itinerary itu penting, tapi kalau terlalu freak jelas mengganggu, via danaeavia 
       
      Kadang, ada saja traveller yang terlalu terpaku dengan itinerary. Dalam batasan tertentu, berpatokan pada itinerary memang penting untuk menjaga agar jadwal berlangsung seperti yang direncanakan. Tapi jika terus menerus memastikan itinerary hingga berulang kali (padahal dia sudah mengetahui itinerary tersebut), lama kelamaan itu akan membuat traveller lain yang pergi bersamanya menjadi gerah. Hal tersebut pernah dialami oleh seorang traveller yang lantas membagikan pengalamannya dalam website pribadinya.
       
      Itu hanya sebagian saja pengalaman unik yang pernah dialami bersama partner yang betul-betul belum dikenal. Pengalaman lainnya yang cukup sering dibagikan oleh traveller adalah bertemu dengan partner yang ternyata party goers, partner yang terlalu ingin menempel di setiap aktifitas, serta partner yang mudah histeris. Namun dari semua traveller yang pernah berbagi pengalaman menyebalkan bersama partner baru, hampir semuanya mengaku nggak kapok bepergian dengan orang yang betul-betul asing dan justru menganggap pengalaman-pengalaman buruk tersebut sebagai sebuah momen yang berkesan.
       
      Nah, diantara teman-teman yang pernah pergi bersama orang yang sama sekali asing, adakah pengalaman unik yang pernah didapat? Ayo bagi ceritanya dong
       
       
    • By Julia Intan Rohmana Putri

      Berada di Negara yang memiliki dua musim yakni musim panas dan musim dingin, membuat seluruh masyarakat di Indonesia harus pandai memilah-memilih jenis bahan pakaian apa yang cocok dikenakan pada saat musimnya. Ketika musim hujan tiba mungkin kalian sudah mengerti pakaian apa yang cocok dikenakan agar nyaman seperti (Jaket, Sweater, kaos tebal, kaos lengan panjang, syal, sarung tangan, kaos kaki dll). Tapi tidak saat musim panas tiba. Benar tidak ?
      Salah penggunaan jenis bahan pakaian, membuat tubuh terasa lengket, gatal-gatal, ruam dikulit hingga gerah berkepanjangan. Bahkan niat hati ingin tampil rapih, bersih, enak dipandang justru kurang sedap dipandang mata. Mengetahui jenis bahan pakaian yang tidak boleh disarankan saat cuaca panas itu perlu yah ! Untuk itu, sebagai menambah wawasan teman-teman semua, inilah sebagai berikut jenis pakaian/ kaos yang tidak boleh dikenakan saat musim panas tiba :
      Bahan Nilon
      Apapun jenis pakaian, baik kaos polos, kaos main, kaos bergambar, jilbab dengan berbahan dasar nilon, lebih baiknya kalian hindari saat musim panas tiba. Jenis bahan nilon tidak mudah menyerap keringat sehingga saat cuaca panas pengguna akan merasa semakin gerah / panas. Selain itu jenis pakaian yang berbahan nilon juga bisa menyebabkan pakaian menjadi berubah warna menjadi kekuning-kuningan.
      Bahan Polyester
      Saat musim panas tiba, hindari penggunaan pakaian berbahan dasar polyester karena kurang maksimal dalam menyerap keringat, khususnya untuk kalian yang memiliki keringat berlebih / banyak.
      Bahan Sifon
      Tidak disarankan untuk teman-teman karena bahan jenis sifon ini memiliki texture yang tipis. Dan suatu ketika musim panas tiba, pakaian berbahan sifon akan cepat kusam, panas dan tidak bisa menyerap keringat.
      Bahan jeans/ denim
      Ketika cuaca panas hindari penggunaan rompi, jaket ataupun celana panjang dengan berbahan dasar jeans/ denim. Karena bahannya yang berat, tebal, kuat ini terkadang membuat panas dikulit, gerak tubuh terasa sulit dan warna nya pun mudah kusam ketika terpapar sinar matahari secara langsung.
      Saran pemakaian, hindari mengenakan pakaian / kaos berwarna gelap (abu-abu, hitam, navy dll), pakaian ketat, jeans yah teman-teman ..! Pakailah jenis kaos yang berbahan katun dan memiliki texture yang bisa menyerap keringat dengan baik, tidak panas saat dikenakan semisalnya kaos polos bahan cotton combed, cotton carded ataupun cotton bamboo. Terimakasih semoga bermanfaat bagi pembaca.
    • By Jhonykumincir
      Setelah menikah, Anda pasti ingin merasakan manisnya hari-hari menjadi pengantin baru dengan berlibur berdua. Namun, sudahkah Anda menentukan destinasi bulan madu Anda dan pasangan?  Jika belum, Anda bisa mendatangi Pulau Lombok dan merasakan indahnya bulan madu di pantai berpasir putih yang ada di sana. Namun, ada satu hal yang harus Anda persiapkan sebelum Anda berbulan madu ke pulau ini. Di manakah Anda dan pasangan akan menginap? Ya, memilih hotel memang merupakan hal yang sangat penting agar bulan madu Anda terasa lebih nyaman. Di pulau ini, tentunya ada beberapa hotel terbaik yang memberikan Anda pemandangan cantik yang cocok dijadikan tempat bulan madu Anda dan pasangan.
      merupakan pilihan Anda yang ingin menghabiskan masa bulan madu di tempat yang indah dan sangat cantik. Sesuai dengan namanya, Mahamaya yang berarti surga terindah ini memang sangat indah untuk bulan madu, lho! Keindahan hotel yang didominasi warna putih ini membuat siapa saja yang menginap akan merasa tengah berada di surga pribadi. Di sana, ada dua pilihan tempat menginap, yakni villa dan suite. Dijamin, dengan dua pilihan tersebut, Anda bisa merasakan indahnya bulan madu yang sangat asyik dan romantis tanpa gangguan. Uniknya, bangunan Mahamaya sendiri dibuat dari bahan yang ramah lingkngan, lho. Villa yang ditawarkan pun sangat nyaman dengan kamar mandi outdoor. Lombok Resorts Mahamaya yang ada di
       
      juga menjadi pilihan bagi Anda yang menginginkan liburan dalam rangka bulan madu yang sangat romantic. Resort yang didesain dengan model yang sangat cantik dan asri ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin merasakan atmosfer romantis bersama pasangan. Lampu-lampu kekuningan yang menghiasi setiap sudut ruangan hotel pun membuat suasana hangat yang nyaman bagi Anda dan pasangan Anda. Ada hal unik yang bisa Anda lakukan bersama pasangan selagi Anda menginap di sini, yakni mengikuti kelas dansa! Ya, pemilik resort ini memang merupakan juara dansa dunia yang sangat baik hati dan ramah kepada pengunjung. Berenang di sini pun memiliki keindahan yang sangat menarik hati dimana air kolam dan air laut nampak menyatu.Lombok Resort Puri Mas Boutique and Spa di
       
      Anda ingin merasakan keindahan bulan madu yang sepi, sunyi dan tak terganggu oleh siapa pun? Jeeva Beloam Beach Resort dapat menjadi solusi bagi pasangan yang bosan dengan bangunan hotel yang terkesan biasa saja. Resort ini mengadopsi bentuk rumah suku Sasak yang terbuat dari bambu. Selain itu, yang jelas Anda akan merasakan privasi yang sangat terjamin karena resort ini berada di tengah alam Lombok. Di pagi hari, Anda akan terbangun karena deburan ombak dan langsung berhadapan dengan pantai yang jernih. Tenang, Anda pun akan merasakan lezatnya makanan segar yang ada di sana karena di sana terdapat sebuah tenda restoran yang menawarkan makanan lezat setiap hari. Bagaimana, rasanya semakin ingin merasakan bulan madu di pulau ini, bukan? Segera akses Indonesia Travel sekarang juga!
       
       

    • By Klepon Latif Muchyidin
      Kami menawarkan wisata karimunjawa untuk para traveler maupun backpaker jalan jalan ke karimun untuk menikmati indahnya wisata di bawah laut.
      Untuk informasi bisa chek di website kami www.thekarimunjawa.com
      Tentukan pilihan hargamu
       
      http://thekarimunjawa.com/paket-homestay-karimunjawa-3h2m-kmp-siginjai-pp/
      http://thekarimunjawa.com/paket-hotel-karimunjawa-3h2m-express-bahari-pp/
    • By norma sofisa
       

       
      Pulau Santorini adalah salah satu destinasi wisata yang populer bagi traveler di seluruh penjuru dunia. Terletak di Laut Aegean, berjarak kurang lebih 200 km dari di selatan  Yunani daratan. Sebelumnya, Pulau Santorini disebut Thera atau Thira (sumber: Wikipedia). Menurut sensus yang dilakukan tahun 2011, Santorini memiliki luas daratan sebesar 90.623 km2 dengan jumlah penduduk permanen sebesar 15.550 jiwa (sumber: www.thira.gov.gr). Dengan ukuran pulau yang cukup luas, perkiraan saya sedikit meleset. Tadinya, saya membayangkan bisa mengelilingi pulau ini dengan naik dokar atau menyewa sepeda.
      Penerbangan ke Santorini, khususnya dari Eropa barat, biasanya melalui transit di Bandara Athena. Sewaktu berkunjung kesana pada Juli, musim panas lalu, kami memang mengunjungi beberapa tempat dahulu sebelumnya, termasuk Athena. Dari Athena, kami naik pesawat tengah malam dan sampai dini hari di Bandara Thira.
      Perlu dipertimbangkan pula, jika bepergian saat musim panas, rate penerbangan biasanya melonjak naik secara signifikan. Sebagai contoh, dari Amsterdam - Santorini pada Juli kemarin bisa mencapai lebih dari 200an Euro pulang pergi. Anggaplah 1 Euro setara dengan Rp 15000, biaya pesawat saja dapat menyentuh angka lebih dari 3 juta rupiah. Cukup mahal juga untuk ukuran backpaker seperti saya.
      Dikarenakan niat dan tekad kami begitu kuat pengin mencicipi keindahan Santorini, kami pun memutar otak. Akhirnya, setelah mempertimbangkan plus minusnya, kami memutuskan rute terbang Roma-Athena-Santorini. Tentu saja, dengan rute tersebut kami menghabiskan biaya pesawat yang kurang lebih sama, namun kami dapat sekaligus berkunjung ke kedua kota lainnya.
      Ada beberapa landmark terkenal yang wajib dikunjungi disini. Fira dan Oia, dua "kota" yang terkenal dengan rumah-rumah bercat putih biru di atas tebingnya. Di tempat ini, keindahan dan orisinilitas Santorini banyak diekploitasi oleh fotografer baik amatir maupun professional. Tak ketinggalan, selebriti tanah air dan internasional beberapa kali mengabadikan momen spesial mereka seperti foto pre-wedding atau saat berbulan madu di spot-spot cantik yang ada di Fira maupun Oia sehingga menginspirasi banyak orang untuk datang.
      Di bawah tebing Fira, terdapat Old Port Fira yang sayang juga dilewatkan. Jika kamu cukup kuat, kamu bisa menuruni tangga langsung menuju kesana. Namun jika ingin merasakan sensasi yang berbeda, kamu bisa menyewa keledai yang banyak dijajakan di pinggiran tangga. Tarif untuk naik keledai cukup fluktuatif. Jika sepi, kamu bisa mendapatkan harga yang cukup murah sekitaran 7.5 Euro pulang pergi. Alternatif lainnya yang cukup menarik adalah dengan naik cable car. Tarif menaiki wahana ini sekitar 5 Euro sekali jalan. Kami awalnya mencoba untuk turun ke bawah dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit (kadang berhenti sejenak  karena panas dan lelah), setelah menghabiskan waktu beberapa saat di tepi pelabuhan, kami kembali ke atas dengan cable car.

      Di Oia, jangan sampai absen untuk menikmati indahnya matahari yang terbenam. Satu tempat ideal untuk memotret sunset ada di semacam bukit kecil yang dekat dengan laut. Pada saat kami berada disana, ribuan orang berusaha mengabadikan momen sehingga cukup sulit untuk menuju ke tempat tersebut. Akhirnya, sehari setelahnya kami memutuskan untuk mengejar sunset di Fira. Yang jelas, pemandangannya tak kalah luar biasa.

      Perissa dengan pantai pasir hitam dan airnya yang jernih tidak boleh untuk dilewatkan. Kami mengunjungi tempat ini pada hari terakhir. Laut Aegean sangat tenang, airnya jernih dan segar. Pada musim panas, banyak sekali turis yang berenang atau sekedar main air. Tidak mau bermain air karena hitam tapi tetap ingin nongkrong di Pantai? Bisa juga! Seperti saya yang saat itu lupa membawa baju renang yang sudah dipersiapkan di hotel. Di sepanjang Pantai Perissa terdapat banyak restoran yang menyediakan payung payung beratapkan daun rumbia dan dilengkapi dengan kursi panjang di bawahnya, sehingga kamu bisa berlama-lama disana tanpa takut kepanasan. Dengan biaya sewanya 6 Euro saja, kamu bisa bersantai, tidur, membaca buku, maupun berfoto rio sepanjang hari disitu. Saat itu, kami sengaja berlama - lama di tempat ini sambil menunggu waktu pergi ke Bandara di sore hari.
      Kawasan wisata lainnya yang bisa masuk list kamu adalah Pyrgos dan Emporio. Di desa yang masuk kawasan Traditional area ini, cukup populer dengan rumah rumah kunonya. Pyrgos letaknya dekat dengan Fira, sedang Emporio berada beberapa kilometer sebelum Pantai Perissa. Jika kamu menggunakan bus untuk berkeliling Santorini, dua desa ini masuk dalam rute bus, sehingga cukup mudah dijangkau.
      Red beach, Black beach, Hot Spring Volcano, dan Wine Tasting juga bisa kamu agendakan lho saat kemari. Menurut pengalaman kami, jika kamu tidak mau repot merencanakan, kamu bisa ikut tur yang diselenggarakan para agen travel lokal. Biasanya tur dimulai pagi hari, sekitar pukul 8.00 dan kamu juga bisa memilih tempat wisata mana saja yang ingin kami kunjungi. Saat itu kami berencana mengikuti tur Hot Spring Volcano. Dengan fasilitas antar jemput dan juga sewa kapal ke sumber mata air panas, biaya yang harus dikeluarkan sekitar 30 Euro. Tentu saja, harga bisa sedikit bervariasi antar agen travel. Namun karena kami terlambat mendaftar dan waktu yang mepet dengan jadwal pulang, akhirnya kami pun mengurungkan niat.

      Pengalaman saya dan rekan di Santorini bisa dibilang seperti nano nano yang rame rasanya. Tentu saja, fasilitas dan kehidupan di pulau amat berbeda dengan Eropa daratan. Untuk lebih mengerti situasi kondisi saat berwisata ke pulau ini, berikut tips yang perlu diketahui:

      1. MEMILIH HOTEL
      Saat peak season di Bulan Juli hingga akhir Agustus, rate hotel di Santorini melonjak tajam. Jika di Bulan Mei, hotel pinggir pantai Perissa berkisar 25 Eur per malam, pada periode ini bisa naik sampai 100 hingga 200 Eur per malam. Jikalau ingin dekat dengan pusat keramaian dan landmark populer, sebaiknya memilih hotel atau penginapan di sekitar Fira atau Oia. Namun yang jelas ratenya pasti akan lebih mahal daripada penginapan di Emporio atau jalan besar menuju Perissa. Kami kebetulan menginap di daerah dekat Emporio yang kira - kira membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke Fira dengan bus. Hotel yang kami tinggali tergolong lumayan. Fasilitasnya pun cukup oke, terdapat pula kolam renang di belakang hotel yang bebas digunakan oleh tamu hotel. Untuk kamar dengan double single beds, kamar mandi privat, handuk, dan dapur kecil, kami menghabiskan kira-kira 40 Eur per malam.

       
      2. TRANSPORTASI
      Perlu digarisbawahi, pusat keramaian Santorini berada di Fira, sehingga jalur transportasi publik seperti bus lokal dan taksi, terpusat disana. Rute semua bus lokal adalah dari dan ke Fira, berangkat setiap 15 hingga 30 menit sekali dengan tarif 1.8-2.4 Euro satu kali jalan. Beberapa desa dan tempat yang dijangkau oleh bus adalah Perissa, Kamari, Oia, Red Beach, dan Airport. Perlu diketahui bahwa bus di Pulau ini mirip dengan Bus Mira Ekonomi AC, yang selama kelihatannya ada tempat, penumpang boleh masuk. Jadi jangan kaget jika bus dengan rute dari Fira ke Oia biasanya penuh hingga berdesak-desakkan. Malangnya, saya termasuk gampang mabuk darat. Karena jalanan dari Fira ke Oia penuh liku -liku naik dan turun,  saya selalu berusaha mencari waktu - waktu tertentu dimana bus sedang tidak terlalu padat sehingga saya bisa mendapatkan tempat duduk.
      Pilihan lainnya yang lebih mudah dan easy going adalah menyewa mobil, motor, atau ATV per hari. Hal ini banyak dilakukan oleh turis karena memang mobilitas di Pulau akan cukup tinggi. Dengan kendaraan sewa, wisatawan dapat lebih fleksibel dan santai.
      Saat disini, kami menggunakan bus lokal karena kami lupa membawa SIM Internasional. Jadi bagi yang ingin menyewa kendaraan jangan lupakan SIM Internasional dan juga CREDIT CARD. Saya tidak terlalu paham aturan pada penyewaan mobil lokal, namun untuk rental mobil yang cukup bonafit seperti SIXT memberlakukan aturan, pengemudi wajib memiliki SIM dan Credit Card. Jadi harus dipastikan bahwa pengemudi memiliki SIM dan credit card dengan nama yang sama sebagai penjamin.

      3. MAKANAN
      Feta cheese dan Greek Yogurt adalah ikon makanan dari Yunani yang telah mendunia. Karena aromanya yang tidak terlalu kuat, Feta biasanya dihidangkan sebagai toping dalam salad sayur. Yang jadi favorit saya selama disana adalah Frozen Greek Yogurt! Rasanya 'nyess' banget apalagi jika dinikmati saat udara sedang panas-panasnya. Saat membeli yogurt di kafe biasanya kamu dihadapkan pada dua pilihan rasa yaitu plain yogurt alias yogurt tawar atau yogurt yang sudah diberi perisa buah. Favorit saya rasa mangga dengan toping buah-buahan. Pilihan toping lainnya juga tidak kalah seru seperti bubbles, jelly, hingga selai cokelat atau stroberi. Harganya bervariasi mulai 2.5 Euro ke atas tergantung banyaknya yogurt  dan jumlah serta variasi topingnya (dihitung dalam gram).
      Untuk main dishes atau makanan besar khas Yunani biasanya berbahan dasar ikan atau daging. Menurut saya pribadi, masakan disini bukan yang terbaik. Ada beberapa makanan yang terasa kurang cocok di lidah seperti sajian ayam dengan madu, atau ikan bakar yang terkesan terlalu kering. Kurangnya menu sayur di dalam komposisi makanan khas Yunani adalah salah satu hal yang "membuat kurang pas di hati. Mungkin karena saya suka juga masakan yang menyajikan banyak sayur di dalamnya. Namun jika ingin merasakan makanan lokal, ada baiknya mencari restoran yang agak masuk ke dalam dan tidak terlalu dekat dengan pusat keramaian.

       
      4. PAKAIAN
      Bagi pengunjung yang merencanakan datang saat musim panas atau Summer, siap siap menghadapi cuaca panas ekstrem dengan suhu berkisar antara 30 - 40 derajat celcius. Berbeda dengan udara di Indonesia, panas dan kering khas Mediterrania sangat mendominasi udara pada sekitar Bulan Juni hingga Agustus akhir. Saya sendiri tidak cukup tahan dengan panas yang menyengat ini. Mulai pukul 8 pagi, matahari sudah tinggi dan badan sudah berkeringat. Di musim panas, hampir semua turis mengenakan pakaian dengan bahan kaus yang tipis dan menyerap keringat. Topi dan kacamata hitam adalah asesoris wajib yang harus dikenakan untuk perlindungan, bukan hanya sekedar gaya.
      Jika kebetulan kamu tidak membawa baju yang tepat, jangan khawatir! Salah satu komoditi yang terkenal dari Yunani adalah katun. Nah, di Santorini banyak toko yang menjual baju - baju katun baik katun murni 100% maupun campuran. Yang spesial di Santorini, kamu bisa dengan mudah menemukan baju - baju dan gaun berwarna putih. Toko - toko pakaian yang dimiliki pengusaha lokal akan banyak kamu temukan di Fira. Harga yang dipatok untuk sehelai atasan atau gaun mulai 20 Euro hingga 100 Euro. Hal ini tentu saja dikarenakan kualitas kain dan presentasi katun yang dimiliki.

       
      5. TIPS BONUS...
      Santorini adalah salah satu tempat ini sangat romantis yang pernah saya kunjungi. Saran saya, ajak pasangan masing - masing untuk mengunjungi tempat ini, menikmati Froyo sembari berburu pemandangan saat matahari tenggelam. Syahdu sekali pastinya! Untuk saya, ini adalah salah satu mimpi yang masih tertunda (curcol :D).
      Demikian, beberapa tips dan informasi yang semoga dapat bermanfaat bagi kamu yang akan atau sedang merencanakan liburan ke Santorini.
      Satu hal yang kurang saya sukai dari Santorini adalah hampir semua spot strategis di Fira dan Oia telah dikomersialisasi menjadi restoran, resort, atau apartement sehingga wisatawan yang tidak menginap atau tidak ingin makan disana tidak bisa mengaksesnya. Hal ini tentu saja memiliki imbas dalam memilih makanan dan juga keleluasaan saat mengambil foto. Jika kita ingin duduk di tempat strategis untuk menikmati sunset yang masuk dalam area restoran, otomatis kita harus membeli makanan yang tentunya dipatok dengan harga yang kurang rasional. Begitu juga dengan spot berfoto. Sebagai contoh, Three Bells Fira berada satu area dengan sebuah hotel sehingga akses masuk kesana hanya diperuntukkan bagi tamu hotel. Yang melanggar tidak akan segan - segan untuk diusir keluar.
      Bagi kamu yang sudah pernah berkunjung ke Santorini, bisa share juga pengalamannya di bagian komentar di bawah ya!
      Kamu juga bisa baca artikel ini di link berikut: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/11/santorini-dreams-tips-and-things-you-should-know/
      Terima kasih dan sampai bertemu di artikel selanjutnya
       
    • By norma sofisa
      Halo semuanya,
      Pernahkah kalian mendengar Polandia?
      Yup, Polandia adalah salah satu negara yang terletak di daratan Eropa sebelah timur. Polandia memang tidak sepopuler Belanda, Inggris, Perancis, atau Italia namun para penggemar sejarah perang dunia pasti tidak asing lagi dengan negara ini. Tidak lain karena awal dari perang dunia kedua dimulai dari Polandia.
      Desember 2015 lalu, saya dan sahabat saya, Kim, mempertaruhkan liburan musim dingin kami dengan bertandang kesana. Kenapa mempertaruhkan? Berbekal tiket pesawat pp 17 Euro saja, kami memutuskan untuk mendarat di sebuah kota bernama Katowice yang sebelumnya bahkan belum pernah kami dengar.
      Kim menyusun rencana dan tempat-tempat apa saja yang akan kami kunjungi, termasuk hostel dan penginapan di Polandia. Salah satu kota yang akan kami kunjungi adalah Kraków, yang merupakan kota kedua terbesar dan pusat kebudayaan tertua di Polandia. Tak heran jika beberapa lokasi historis di Kraków seperti Old Town, Kazimiers (Area Yahudi), dan Kastil Wawel masuk dalam list UNESCO World Heritage Sites pada tahun 1978 (sumber: Wikipedia).
      Pengalaman kami di kota ini merupakan salah satu yang tidak akan terlupakan dalam hidup. Selain karena ini adalah kali pertama saya bepergian jauh keluar Belanda, cerita dan orang - orang yang kami temui selama perjalanan membuat saya terkesan.
       

      Beberapa menit setelah mendarat di Bandara Katowice, kami berdua kebingungan. Dalam bayangan kami, transportasi dari Bandara ke pusat kota dapat dijangkau dengan mudah dan terorganisir dengan baik. Ternyata, bahkan petugas bandara pun main lempar dan tidak dapat menjelaskan dengan baik. Kami pun baru sadar, penduduk di Polandia mayoritas tidak dapat berbahasa Inggris dengan baik. Lebih lagi, pelafalan nama kota atau wilayah di Polandia tidak sama dengan tulisannya karena ditulis dalam Polish Alphabet. Setelah bertanya kesana kemari dengan pemuda pemudi desa yang lewat, dengan Bahasa Inggris seadanya, akhirnya kami dapat melalui cobaan yang pertama dan menemukan tempat menunggu bus.
      Perjalanan ke pusat kota Katowice ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam. Kami sempat tidur di perjalanan hingga bus yang kami tumpangi berhenti di stasiun kereta. Dari sini kami langsung membeli tiket kereta menuju Kraków. Kami memilih kereta yang biasa dengan estimasi perjalanan 2,5 jam dengan pertimbangan harga yang lebih murah. Dan mulailah petualangan kami ke Kraków.

      Kereta yang kami naiki ternyata sedikit ajaib. Gerbongnya terlihat cukup tua dan banyak coretan di sebagian besar dindingnya. Hari itu sudah gelap dan lampu di kereta tidak berfungsi dengan baik. Byar pet, kalau kata orang Jawa. Saat kami sedang duduk, tiba-tiba lewat seorang pria dengan sebotol besar minuman beralkohol di tangannya. Wajah saya pun terlihat agak panik, namun Kim berusaha menenangkan. Tidak ada tanda-tanda petugas kereta yang lalu lalang, untungnya pria tadi juga tidak bereaksi apa-apa. Ia duduk agak jauh dari kami. Saya perhatikan, dia hanya memeluk botol itu dan tidak meminumnya. Kami pun lega saat ia turun di stasiun sebelum Kraków.
      Sepanjang perjalanan saat memperhatikan, stasiun - stasiun yang kami lewati membuat bergidik. Tak jarang tidak ada lampu penerangan maupun tempat duduk di stasiun. Peronnya pun sangat kecil dan kelihatan kumuh. Satu pelajaran yang saya dapatkan adalah jangan menganggap seluruh negara di daratan Eropa itu seragam tingkat ekonomi dan sosialnya. Jika boleh membandingkan, kereta api di Polandia kalah jauh dari kereta api yang ada di Indonesia. Bravo PT KAI!
      Tepat pukul 10 malam, kami sampai di Kraków. Kami memutuskan untuk membeli tiket ke Auschwitz dulu sebelum menuju hostel. Sempat agak bingung menemukan loket yang tepat, kami berusaha bertanya pada sekuriti di stasiun. Ternyata sodara -sodara, bapak sekuriti ini tidak bisa berbahasa Inggris. Lucunya, dia masih saja berusaha menjelaskan dengan memperkeras suaranya tapi tetap dalam Bahasa Polandia.
      Sedikit gemas, pengen tertawa, campur sebal sih! Tapi tidak bisa disalahkan juga niat baik seseorang. Dalam suasana kegamangan itulah, tiba-tiba muncul seorang pemuda berkacamata yang menjawil si Bapak. Sejurus kemudian, dia bertanya pada kami dengan Bahasa Inggris. Raut wajah kami langsung sumringah mendengarnya. Pemuda yang baik itu kemudian menjelaskan dimana letak loket untuk membeli tiket. Akhirnya tiket terbeli dan kami pun menuju keluar stasiun dan berjalan ke arah hostel kami. Kami berdua sudah sangat kelelahan dan berharap untuk segera mendarat di kasur. Petualangan esok pagi sangat kami nantikan.
      Penasaran dengan pengalaman tak terlupakan di Auschwitz? Sabar ya, akan disambung minggu depan!
      Bisa juga baca disini: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/01/poland-and-a-once-in-a-lifetime-experience-auschwitz-1/
      Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi.
      Terima kasih.
      Salam,
      Sofie