Sign in to follow this  
travellinglover

Apa rasanya ketemu Reog di Malaysia?

7 posts in this topic

beberapa waktu lalu, saya kaget, dapet telpon dari temen yang baru pulang dari malaysia.

yang pertama yang buat saya kaget, dia bilang malaysia itu kaya indonesia. nah loh? gimana bisa? kayanya malaysia lebih rapi, lebih tertata. kalo mukanya mirip, ya iyalah, wong sama sama satu rumpun. kalo bahasanya mirip, ya iyalah, wong sama sama di kawasan melayu.

trus dia ngebantah, dan ini yang buat saya kaget. dia bilang "iya, mirip banget sama indonesia, ada batik juga, ada rendang, ada wayang". whatzzzzz? *kok gak nyambung sama judulnya? ya kan judulunya nanya bo, hehe*

ini mah bukan mirip, ini mah ngaku ngaku. ini kan yang sering diributin dari indonesia

wayang-kulit24.jpg

sebelumnya, saya mikir, itu cuma oknum oknum tertentu yang bilang malaysia jahat, malaysia mencuri budaya indonesia dan lain lain. tapi kalo ada saksi hidupnya gini, dia bilang jalan jalan di malaysia sama kaya jalan di indonesia, lah trus saya harus bilang wow gitu?

inforesep_rendang-daging.jpg

nah, gimana kalo mas sama mbak disini, jalan jalan ke malaysia, niatnya liburan, niatnya berwisata, eh yang ditemuin wisata wisata kaya di indonesia? padahal iklan malaysia is trully asia kan gak gitu, banyak tempat tempat yang bagus? ayo ayo gimana?

Share this post


Link to post
Share on other sites

hhhmmm....

jujur saja. kita sendiri sering kali merasa minder kan ama budaya kita sendiri?

seperti contohnya, anak muda jaman sekarang masih mendengarkan keroncong pasti pada malu.

tapi, giliran keroncong ada yang mengakui malah marah2x.

hahahaha...

betul tidak?

jadi, sebelum pada marah2x dulu, ada baiknya kita benar2x mencintai dan memahami kebudayaan kita sendiri dulu.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Malaysia emang sering bikin gatal kuping orang2 Indonesia, dari masalah yang ngga perlu sampe ke masalah kedaulatan RI.

Kalo boleh disamain dengan artis ya, Malaysia tuh haus popularitas biar ngga dilupain/ditinggal sama penggemar dan yang paling ampuh tuh yang ngrecokin Indonesia...hehehe...emang Indonesia "SESUATU" banget.

Tapi mo gimana lagi wong yang menduplikat reog di Malaysia itu juga orang2 Indonesia yang udh jd WN Malaysia, trus dia bilang itu budaya nenek moyangnya. Masalahnya dia ngga jujur kalo nenek moyangnya ada di Ponorogo (Indonesia atuh) hehehe...

Share this post


Link to post
Share on other sites

hahaa... bner kata yg di atas sebelumnya... pemuda kita blm spenuhnya cinta budaya..msh kurang walaupun belakangan ud mulai bngkit lagi "cinta indonesia banget"nya.. smoga kita bisa makin cinta, makin giat promosiin jd biar pateennn ;)

Share this post


Link to post
Share on other sites

hhhmmm....

jujur saja. kita sendiri sering kali merasa minder kan ama budaya kita sendiri?

seperti contohnya, anak muda jaman sekarang masih mendengarkan keroncong pasti pada malu.

tapi, giliran keroncong ada yang mengakui malah marah2x.

hahahaha...

betul tidak?

jadi, sebelum pada marah2x dulu, ada baiknya kita benar2x mencintai dan memahami kebudayaan kita sendiri dulu.

iyap, bener sekali. gak keroncong doang, wayang juga, disuru nonton wayang gak mau, bener kan? tapi ya saya sih mikirnya, ngapain ke malaysia kalo gitu coba? kalo yang dilihat sama aja kaya yang dilihat di indonesia, bener gak?

ya kasih aja lagu Boys N Rot - Ngaku Ngaku :P

haha, lagu band sendiri ni ya bos? boleh juga, sekalian numpang promosi ya ini? hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

Malaysia emang sering bikin gatal kuping orang2 Indonesia, dari masalah yang ngga perlu sampe ke masalah kedaulatan RI.

Kalo boleh disamain dengan artis ya, Malaysia tuh haus popularitas biar ngga dilupain/ditinggal sama penggemar dan yang paling ampuh tuh yang ngrecokin Indonesia...hehehe...emang Indonesia "SESUATU" banget.

Tapi mo gimana lagi wong yang menduplikat reog di Malaysia itu juga orang2 Indonesia yang udh jd WN Malaysia, trus dia bilang itu budaya nenek moyangnya. Masalahnya dia ngga jujur kalo nenek moyangnya ada di Ponorogo (Indonesia atuh) hehehe...

haha, emang sih. tapi yang saya fokusin disini bukan ngambil nya sih. bisa aja waktu itu cuma kebetulan lagi ada pementasan di malaysia. hehe. karena kan malaysia is trully asia, jadi semua budaya ditampilin disana.

wah, yang itu saya baru tau tu mbak. beneran gitu ya? pemuda indonesia sendiri yang bawa budaya kita ke tanah air orang? wah wah, pasti karena gak ngerasa dihargai di tanah sendiri tu

hahaa... bner kata yg di atas sebelumnya... pemuda kita blm spenuhnya cinta budaya..msh kurang walaupun belakangan ud mulai bngkit lagi "cinta indonesia banget"nya.. smoga kita bisa makin cinta, makin giat promosiin jd biar pateennn ;)

iya, harus emang selalu diingetin sama cinta indonesia nya ni mbak, biar rame, biar tetep memegang teguh tanah air :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By petrus.sitepu
      Pada saat anda mengunjungi sebuah kota yang belum pernah anda datangi, alangkah baiknya apabila anda mencari makanan dari kota khas tersebut. Seperti penulis lakukan ketika mendatangi kota cirebon, penulis mulai mencari makan khas dari kota Cirebon. Sebut saja tahu gejrot, nasi leko, dochang, dan tentu nasi jamblang. Pasti akan menjadi salah satu pilihan anda ketika wisata kuliner ke kota cirebon. 
      1. Dochang
      Makan asli cirebon ini merupakan perpaduan dari lontong, toge daun singkong, kerupuk yang dicampur dengan sayur oncom doge. Waktu yang tempat untuk makan docang adalah pagi hari, dan lokasi yang direkomendasi untuk makan docang di depan pasar keraton kanoman. Harga seporsi untuk docang seharga Rp 15,000.
      2 Nasi Leko
      Sego lengko merupakan sebutan untuk nasi leko oleh masyarakat cirebon. Nasi leko merupakan percampuran tempe, tahu, tauge, potongan timun yang ditaruh diatas nasi dan disiram dengan bumbu rujak dan kecap. Harga untuk satu porsi nasi leko seharga Rp 15,000.
      3. Nasi Jamblang
      Ketika makan nasi jamblangan rasanya sama ketika makan di rumah makan padang yaitu penuh dengan lauk. Satu bungkus nasi yang dibungkus dengan daun jamblang bisa menggunakan 3-4 lauk yang disediakan tentunya dengan porsi lauk yang tidak terlalu banyak. Hampir 15 lauk disediakan penjual dari tahu dan tempe bacem sampai dengan sate telor puyuh. Harga untuk satu porsi nasi jamblang dengan 2-3 jenis lauk seharga Rp 30,000 – Rp 40,000 tergatung pilihan lauk.
      Keunggulan dari nasi jamblang yaitu daun pebungkus nasinya yang menggunakan daun jamblang.
      4. Tahu Genjrot
      Tahu gejrot sendiri banyak ditemukan dikota kota besar di Indonesia, seperti di Jakarta. Satu set tahu gejrot terdiri dari 2-3 tahu yang diiris sedang yang disiramkan dengan kuah yang sudah dicampur dengan bumbu antara lain cabe, bawang putih, bawang merah dan gula merah. Rasa yang ditimbulkan ketika anda memakan tahu gejrot yaitu semangat untuk mengeliligi kota cirebon. Harga untuk satu porsi tahu gejrot seharga Rp 10,000
      Jadi makanan apa yang pernah anda coba? selain tahu gejrot? Selamat menikmati wisata kuliner cirebon.
    • By Tarmizi Arl
      PANDUAN WISATA DI KUCHING, MALAYSIA VIA PONTIANAK
      Hai Traveler...
      Pasti semua tau dengan Kucing kan? Hewan pemalas tapi menggemaskan. Nah, ternyata hewan yang sudah jadi sahabat manusia sejak zaman Mesir kuno ini menjadi inspirasi nama kota di negara bagian Sarawak, Malaysia. Kuching (dengan ‘h’ ditengah kata) adalah ibukota Sarawak, Malaysia. Banyak versi tentang asal nama Kuching, seperti karena dahulu banyaknya Kucing di wilayah ini, sampai versi yang katanya Kuching berakar dari bahasa mandarin yang berarti pelabuhan. Apapun itu, yang pasti memang kota ini menjadkan hewan Kucing menjadi maskotnya.
       
      Buat kalian yang berencana mencari alternatif perjalanan baru di Malaysia, maka Kota Kuching dapat menjadi tujuan wisata kalian. Karena di Kota yang dilalui sungai Sarawak ini, menyediakan beragam objek wisata andalan yang sangat menarik. Tahun lalu (tepatnya April 2014) saya berkesempatan datang ke Kota ini. Namun, perjalanan yang saya pilih ialah dengan singgah sejenak di Pontianak, Kalbar. Tentunya kalian dapat menikmati sejenak Sang Kota Khatuliswa, sebelum berlanjut ke Kuching.
       
      Mari kita berangkat !
       
      Hari 1
       
      Pilih lah perjalan sepagi mungkin dari kota kalian menuju Pontianak. Tentu saja agar lebih puas berkeliling Pontianak. Harga tiket promo jika kalian menggunakan pesawat dari jakarta ialah sekitar Rp450.000-Rp700.000.
      Pukul 09.00 pagi kami sampai di Bandara Supadio, Pontianak. Sebelum hari makin siang, langsung saja menuju agen Bus Damri untuk membeli tiket Bus Malam Pontianak-Kuching. Agen penjualan tiketnya sendiri berada di Jl.Pahlawan No.226/3 (0561-744859) atau di Jl.Sultan Hamid (0561-7076849). Dari stasiun kalian bisa naik taksi untuk menuju kota yang berjarak sekitar 15 km dari bandara.
      Sesampainya di Agen Damri, silahkan langsung membeli tiket Bus Malam ke Kuching dengan biaya Rp200.000,- . Jadwal keberangkatan ialah jam 9 malam. Dan biasanya di kantor agen ini juga banyak taksi yang menawarkan diri untuk mengantar kalian ke Terminal nanti malam. Ya, karena Terminal sendiri berada pinggir kota, jadi akan sulit jika tidak menggunakan jasa mobil taksi seperti ini. Tarif yang mereka tawarkan sekitar Rp150.000/mobil dan silahkan tawar menawar  untuk mendapat kesepakatan harga. Taksi akan menjemput kita di agen ini sekitar jam 7 malam atau sesuai kesepakatan saja dimana bertemunya.
      Setelah tiket aman, kalian bisa mencoba mencoba mendatangi beberapa tempat wisata di Pontianak seperti Tugu Khatulistiwa dan Keraton Kadriah.
       
       
      Tugu Khatulistiwa (kiri) dan Keraton Kadriah (kanan)
      (sumber gambar : www.flickr.com dan www.haikudeck.com)
       
      Tugu Khatulistiwa sendiri berada di Jl. Khatuliswa. Disini terdapat museum khatulistiwa yang banyak membahas tentang garis imajiner bumi. Termasuk sejarah tugu khatulistiwa ini sendiri. Sekedar info, waktu terbaik datang kesini kabarnya ialah pada 21-23 maret atau 21-23 september, karena saat itu matahari tepat lurus diatas khatulistiwa alias tak ada bayangan di sini.
      Sedangkan Keraton Kadriah berada di jalan Tritura. Sekitar 9 km dari Tugu. Keraton ini menjadi saksi keberadaan kesultanan Pontianak dengan aristektur khas rumah adat Pontianak.
       
      Selepas berkeliling Pontianak, malam hari segeralah menuju Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) yang berada di Jl.Trans kalimantan.
       

      Terminal Bus Antar negara, Pontianak
       
      Sesampainya di terminal ini mungkin kalian sedikit kaget karena Terminalnya cukup besar untuk ukuran terminal, bahkan sudah mirip bandara. Fasilitasnya juga lengkap ditambah dengan kondisi yang tidak begitu crowded membuat kita cukup nyaman berada di terminal internasional ini.
       
      Pukul 21.00 bus pun berangkat, dan kalian bisa menikmati perjalanan malam ini dengan cara terbaik yaitu istirahat.
       
      Hari 2
       
      Ketika azan Subuh Berkumandang, kami sampai di Entikong yang menjadi Perbatasan Indonesia-Malaysia. Disini kalian akan diminta untuk turun dari bus dan mengantri di loket buat Cap Paspor. Ya... sedikit memakan waktu sih, karena antrian ternyata cukup panjang.
      Pukul 06.00 Bus kembali berangkat, dan langsung menuju Ke Kuching selama 2,5 jam kedepan.
      Sesampainya di Kuching, kalian akan di drop di Kuching Sentral. Terminal ini juga terkesan sangat modern. Disini kalian bisa bebersih karena toiletnya yang laik guna. Diterminal ini ada beragam loket Armada Bus jika kalian hendak melanjutkan perjalanan ke berbagai kota di serawak, termasuk hingga ke Brunei. Dan ada juga money changer jika kebetulan belum sempat tukar uang ringgit dari indonesia.
       

      Kuching Sentral
       
      Keluar dari terminal, kalian akan menemui sebuah loket Taksi resmi. Pembayaran taksi semua diatur langsung di loket, jadi kalian tinggal sebutkan tujuan lengkap dan akan keluar tarif yang ada. Kebetulan kami menginap di Hostel Saramo di Jl.Abell, dan kami kena biaya RM30 (sekitar Rp105.000) untuk menuju hostelnya.
      Hostel ini kami pilih karena tarifnya yang murah dan dekat dengan Kuching waterfront. Untuk kamar double bed hanya seharga RM50/hari (sekitar Rp175.000,-), dengan fasilitas AC,TV, dan Wifi.
       

      Fasilitas di dalam kamar Hostel
       
      Setelah istirahat sejenak di Hostel, Pukul 13.00 Kami keluar untuk berkeliling kuching. Tujuan utama kami ialah Monumen Kuching / Cat Statue.
       
      1. Monumen Kuching
       
      Selama di Kuching, kalian akan menemui banyak kucing, namun hanya berupa patung-patung yang menghiasi sudut kota.
      Monumen Kuching yang berada di persimpangan Jalan Tunku Abdul Rahman menjadi Statue utama yang menjadi landmark kota ini. Lokasinya cukup dekat dari hostel kami. Monumen ini seperti melambangkan satu keluarga Kucing. Ayah, ibu, dan anak-anaknya. Nampak seperti keluarga bahagia. Namun mereka tidak ikut program KB kerana anaknya ada 7 (kalo gaksalah itung).
       

      Monument Kuching
      (sumber gambar : www.cuti.my)
       
      Lanjut kembali ke tujuan berikutnya. Kami lakukan semua trip hari ini dengan berjalan kaki, karena memang lokasinya tidak begitu berjauhan dan tentunya kalian dapat lebih menikmati beragam atraksi wisata disini.
       
      2. Pink Mosqe / Kuching City Mosque
       
      Kuching City Mosque ini merupakan masjid besar di Kuching, dan juga terkenal dengan sebutan Pink Mosque karena warna utama nya ialah merah muda. Sangat eyecatching dari kejauhan. Masjid yang didepannya ada pemakaman ini, berada di Jalan market. Untuk kalian yang Muslim, jangan sia-siakan untuk sholat di sini.
       

      Pink Mosque
      (sumber  gambar : www.slowtrav.com)
       
      Selepas ashar, kami melanjutkan perjalanan kaki kami kembali ke arah timur yaitu untuk menikmati Kuching waterfront. Ya... tentu saja untuk menikmati berjalan di pinggiran sungai seperti ini, sore hingga malam hari adalah waktu yang tepat.
       
      3. Kuching Waterfront
       
      Kuching waterfront layaknya seperti pusat wisata di sini. Bagaimana tidak, sepanjang sekitar 1 km pinggir sungai sarawak ini dijadikan jalur wisata yang tertata dengan baik. Terdapat pedagang seperti pedagang kaki lima di indonesia namun dalam versi rapi dan tertata. Mereka menjual beragam aksesoris untuk cindramata, pakaian, bahkan makanan/minuman. Mereka umumnya baru membuka lapak saat sore hingga tengah malam.
       
       
      waterfront
       
      Suasana waterfront ini semakin indah karena tepat disisi sebrangnya, terdapat bangunan Gedung Dewan Sarawak. Gedung berwarna emas ini menjadi latar yang sangat indah ketika kita bersantai di waterfront.
       

      Gedung dewan sarawak
       
      Lampu-lampu jalan dan bangunan mulai menyala, yang artinya malam menjemput. Suasana waterfront pun akan semakin semarak dengan lampu-lampu nya dan mulai ramai dengan pengunjung. Begitupun Gedung Dewan Serawak yang terang menyala semakin menambah semarak suasana malam Kota Kuching.
       

       
      Suasana Malam waterfront
      (sumber  gambar : isadora)
       
      Untuk makan malam, kami memilih untuk meyebrangi sungai Sarawak ke Foodcourt yang ada di sebrang waterfront. Untuk menyebrang, kalian cukup membayar 5 sen saja untuk naik perahu per sekali jalan. Dalam waktu satu menit kita sudah sampai di sisi lain tepi sungai sarawak.
       

      Perahu Sungai sarawak
       
      4. Foodcourt Tepi Sungai
       
      Foodcourt ini pun menjadi penunjang konsep waterfront Kota kuching, karea lokasinya juga persis di tepi sungai. Dari sini, kalian bisa melihat pemandangan gedung-gedung bertingkat di Pusat kota Kuching.
       
      Di foodcourt ini, kalian akan menemui beragam counter makanan yang menjual beragam jenis makanan. Dari yang khas malaysia, hingga menu-menu dari bermacam negara, termasuk indonesia seperti mie kocok bandung.
      Harganya pun standar seperti harga foodcourt di mal mal indonesia, jadi jangan khawatir dengan biaya makan disini.

      Food court
      (sumber gambar : www.syarliz.blogspot.com)
       
      Sudah puas dan kenyang, kami pun kembali naik perahu dan berjalan kaki lagi menuju Hostel untuk beristirahat.
       
      Hari 3
       
                  Hari ketiga dapat kalian manfaatkan untuk menjelajahi kuching lebih dalam. Tujuan wisata utama kami di hari ketiga ini ialah Cat Museum. Tapi, ssebelum menuju sana, kami manfaatkan untuk singgah dulu ke Fort Margherita.
       
      Menuju Fort Magherita pukul 09.00, kami kembali menyebrang dengan perahu, karena benteng ini memang berada disisi utara Sungai sarawak. Selepas dari perahu, kalian akan berjalan kaki kearah barat sekitar setengah jam melalui jalan-jalan kecil perumahan.
       
      5. Fort Margherita
       
      Benteng yang dibangun tahun 1879 ini berada persis di timur Gedung Dewan. Lokasinya yang cukup terpencil, menjadikan benteng ini tidak banyak dikunjungi wisatawan. Selain itu memang benteng ini tidak begitu besar, dan tidak begitu banyak aktivitas yang bisa dilakukan selain untuk memuaskan hasrat berfoto ria.
       

      Fort Marghareta
      (sumber gambar : www.placeandsee.com)
       
       
      Perjalanan pun kami lanjutkan dengan harapan segera bertemu dengan jalan raya untuk mencari taksi. Namun ternyata cukup jauh jika berjalan kaki dari benteng ke jalan raya, sekitar 1,5 km. Jadi jika kalian tidak berminat berjalan kaki seperti kami, maka saya sarankan untuk menelpon taksi terlebih dahulu agar dijemput di Fort Margherita.
       
      Hampir setengah jam berjalan, sampailah kami di Sarawak State Government. Disini kami minta bantuan security untuk menelponkan kami taksi. Untungnya securitynya juga baik hati dan dengan senang hati mencarikan kami taksi.
      Setelah menanti,  taksi pun datang, dan membawaka kami ke Cat Museum dengan kesepekatan harga hanya RM20, cukup murah apalagi karena bisa share biaya sama teman trip.
       
      6. Cat Museum
       
      Muzium Kucing berada di atas perbukitan, sehingga kalian bisa melihat lanskap kota dari atas museum ini.
       

      Gedung Cat Museum
      (sumber gambar : www.comesarawak.blogspot.com)
       
      Tiket masuk nya GRATIS.. yakin? Hm... ternyata gak juga sih, karena jika kita bawa kamera hp kedalam maka kita kena biaya RM2, Camdig RM3, dan RM5 buat SLR . jadi ya tetep bayar itungannya karena kan sayang banget kalo masuk tapi gak foto-foto.
       
      Didalam Cat Museum ini jangan bayangkan ada kucing hidup kayak di pet shop. Museum ini berisi beragam hal tentang kucing seperti patung, lukisan, pernak pernik, dan beragam kisah dan sejarah kucing. Emang menarik? Bagi saya museum ini cukup menarik karena banyak hal baru yang akan kalian temui tentang kucing, apalagi setiap sisi dapat kalian manfaatkan untuk berselfie ria.
       

      Salah satu ruang di Museum Kucing
      (sumber gambar : www.sarawak.attractionmalaysia.com)
       
       
      Tak terasa, ternyata hampir 2 jam kami keliling museum ini. Selepas membeli oleh-oleh baju dan pernak pernik kucing yang dijual di museum ini, kami pun kembali ke Pusat kota. Lagi-lagi minta tolong security untuk menelpon taksi. Dan tujuan kami berikutnya ialah kawasan China Town
       
      7. China Town
       
      Selalu ada China town di kota-kota besar, termasuk Kuching yang multietnis ini. China Town di kota ini tidak begitu besar, namun cukup menjadi daya tarik wisata jika kalian berkesempatan datang ke Kuching.
       

      China Town
       
      Siang hari, kami putuskan untuk berkeliling Kuching dengan berjalan kaki kembali untuk menikmati bangunan-bangunan khas disini. Kotanya yang  kecil dan nyaman membuat kalian tak akan begitu lelah untuk berjalan kaki, apalagi objek wisata nya cukup berdekatan, seperti Klenteng Tua pek kong dan Chinesse History Museum.
       

      klenteng Tua pek kong
      (sumber gambar : www.sarawaktourism.com)
       
      8. Main Bazar
       
      Menjelang sore, kami sempatkan untuk mengunjungi Main bazar yang berada di sebrang jalan dari waterfront. Disini kalian bisa berbelanja souvenir khas sarawak. Selain itu terdapat juga kue khas Kek Lapis, atau kita biasa kenal dengan kue lapis.
       

      Main bazar
      (sumber gambar : www.airasia.com)
                 
      Malam hari terakhir di Kuching kami mencari tempat makan. Salah satu yang cukup terkenal ialah Top Spot Foodcourt. Foodcourt yang berada di atas gedung bertingkat ini, menjual beragam seafood yang menjadi andalannya. Namun dari segi biaya, dapat dikatakan cukup memasang harga yang tinggi disini. Jadi tidak disarankan untuk kalian yang mau berhemat. Tapi jangan khawatir, sebagaimana ibukota, untuk urusan makan malam, kalian tidak akan sulit mencarinya. Cobalah berkeliling main bazar dan sekitarnya, maka kalian tingal pilih rumah makan yang sesuai selera dan budget pastinya.
       
      Setelah perut terisi, kalian dapat manfaatkan sisa perjalanan dengan mengeskplor suasana malam Kota Kuching. Bangunan-bangunan tua disepanjang jalan dapat menjadi objek foto yang menarik karena sudah di tata dengan pencahayaan yang menarik.
       

      Old Court House
      (sumber gambar : isadora)
       
       
      Hari 4
       
                  Dihari terakhir di Kota Kuching ini, ada beberapa pilihan untuk kalian kembali ke tanah air. Seperti yang kami lakukan adalah mengambil penerbangan pagi tapi tidak langsung ke jakarta, melainkan ke Kuala Lumpur terlebih dahulu. Penerbangan ke Jakarta memang harus transit ke KLIA, dan untuk itulah kami memilih untuk memisahkan penerbangan. Penerbangan pagi jam 7 kami ambil agar jam 9 sudah sampai ke KL dan bisa berkeliling di KL hingga malam. Dan malam kalian bisa kembali ke Jakarta.
      Alternatif lain ialah kembali menggunakan bus pagi ke Pontianak. Atau jika memang tidak memiliki waktu, silahkan pilih penerbangan ke Jakarta dengan transit singkat di KLIA.
       

      Kuching Int Airport
      (sumber gambar : www.etawau.com)
       
       
      Begitulah Field report saya selama di Kuching, sebuah Kota yang sangat sesuai untuk kalian yang ingin menenangkan pikiran dari keriuhan kota besar seperti Jakarta.
      Happy Traveling !
    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       









    • By Desyzulfiani
      Saya akan ke kl awal bln nov ini ada yg mau pergi juga,,, yuk sama2.. kami berangkat dr kota medan.
    • By Desyzulfiani
      https://kakechynulis.blogspot.co.id/
      Disini saya jelaskan semua secara detail atas pengalaman saya sewaktu ke penang dari kota. Medan di bagian postingan penang. 
    • By elizato
      Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, mulai dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Papua, yang terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil, yang terhubung oleh selat dan laut. Menurut data Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 2010 sebanyak 17.504 pulau. 7.870 dari mereka memiliki nama, sementara 9.634 tidak memiliki nama.
      Luas wilayah lautan Indonesia lebih luas dari luas daratannya, yaitu luas daratan 1,91 juta km2, sedangkan luas samudra 6.279 juta km2. Dengan meluasnya Indonesia membuat banyak sumber daya alam di darat dan di bawah laut itu indah. Tak heran jika Indonesia memiliki banyak tempat indah terutama di sektor pantai. Karena letak geografis Indonesia sendiri yang berada di bagian khatulistiwa. Di antara sekian banyak pantai, ada beberapa pantai di Indonesia yang dikategorikan sebagai pantai terindah di dunia. Antara lain Pantai Senggigi di Lombok, Pantai Kuta di Bali, Pantai Bunaken di Manado, dan banyak pantai indah lainnya.
      Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat indah. Karena keindahan alamnya, Indonesia telah menjadi tujuan wisata yang banyak didambakan oleh pelancong lokal maupun internasional dari seluruh dunia. Panorama di Indonesia tentu tidak kalah dengan negara lain. Untuk itu tak ada salahnya jika kita berlibur untuk menikmati berbagai keindahan alam yang ada di Indonesia dan menjadikannya sebagai tujuan wisata.
      Tidak hanya itu, Indonesia juga kaya akan budaya, berbagai suku yang tinggal di Indonesia dengan harmoni dan damai, masing-masing suku memiliki ciri khas tersendiri yang membuat keragaman budaya di Indonesia, disamping Indonesia juga memiliki kuliner khas di masing-masing wilayah.
      Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam luar biasa. Padahal, seluruh dunia adalah obyek wisata yang terkenal di sini. Indonesia memiliki ratusan Taman Nasional yang harus dikunjungi. Salah satunya adalah Taman Nasional Komodo merupakan habitat tunggal Komodo di dunia. Selain itu, ada juga yang favorit pendaki internasional Carstensz Pyramid dimana gunung ini diselimuti salju abadi. Memang, kekayaan atraksi alam Indonesia tak terhitung jumlahnya. Untuk membuktikannya, silakan kunjungi Indonesia sebagai tempat tujuan wisata yang direkomendasikan dengan menghadirkan kekayaan alam terlengkap di bumi.
      Inilah 7 Tempat wisata di Indonesia yang direkomendasikan untuk dikunjungi:
      Gunung Bromo
      Gunung Bromo, merupakan tujuan paling populer di Indonesia yang selalu dikunjungi baik lokal maupun mancanegara. Gunung ini juga termasuk dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Gunung Bromo merupakan gunung vulkanik aktif yang berada di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pada 2.329 meter (7.641 kaki), ini bukan puncak tertinggi, tapi gunung yang paling terkenal.
      Bawean Treasure Island
      Pulau Bawean merupakan salah satu pulau indah di Indonesia, tepatnya di wilayah provinsi Jawa Timur. Pulau ini memiliki banyak destinasi wisata yang tidak kalah dengan tujuan wisata lainnya di Indonesia. Selain wisata bahari, danau dan wisata air terjun, para pengunjung juga bisa menikmati budaya masyarakat adat di Pulau Bawean.
      Orangutan DI Pulau Kalimantan dan Sumatera
      Orangutan adalah kera besar yang hidup di Asia Tenggara dan termasuk dalam kelompok hewan omnivora (di pulau Kalimantan dan Sumatera). Kera ini kebanyakan tinggal di pohon (mereka arboreal) dan berayun dari cabang ke cabang menggunakan lengan mereka. Ada banyak agen perjalanan wisata di Indonesia yang dengan senang hati membimbing Anda untuk mengunjungi tujuan Orangutan. Di situs ini, hadir untuk memberi Anda beberapa informasi tentang bagaimana Anda bisa mendapatkan tujuan Orangutan. Sebagian besar, gambar dan informasi di sini adalah tentang tur orangutan di pulau Kalimantan (Kalimantan), tepatnya berada di Taman Nasional Tanjung Puting Di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah - Indonesia.
      Pulau Komodo
      Taman Nasional Komodo juga memiliki kehidupan bawah laut yang menakjubkan. Penyelam menyatakan bahwa Pulau Komodo adalah salah satu tempat penyelaman terbaik di dunia. Dengan pemandangan dasar laut yang menakjubkan terdapat 385 spesies karang, mangrove dan rumput laut yang indah, serta rumah bagi ribuan ikan, 70 spesies spons, 10 spesies lumba-lumba, 6 jenis paus, penyu hijau, dan berbagai jenis hiu. dan ikan pari. Kombinasi berbagai vegetasi di taman memberikan lingkungan yang baik untuk berbagai jenis hewan di wilayah ini
      Wisata Sumatera Selatan
      Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad-abad lalu juga dikenal sebagai 'Bumi Sriwijaya'. Pada abad ke-7 sampai abad ke-12 Masehi, kawasan ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga dikenal sebagai kerajaan maritim terbesar dan terkuat di nusantara. Gema dan pengaruhnya bahkan ke Madagaskar di Afrika.
      Perkebunan Kopi Jampit
      Perkebunan kopi Jampit, merupakan agrowisata di Bondowoso yang dikelola oleh PTP Nusantara Kalista Jampit VII. Perkebunan ini terletak 74 km ke timur kabupaten Bondowoso. Perkebunan ini memiliki luas 4000 hektar dan terletak pada ketinggian 900 M dpl.
      Kawah Ijen
      Kawah Ijen adalah kompleks kawasan vulkanik, yang ada kawah Ijen dan dataran tingginya, yang tingginya mencapai 2.600 M dan 8.660 M. Kawah Ijen terletak di tiga bagian kabupaten, yaitu di Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi, Jawa Timur. Kawasan vulkanik ini menjadi daerah vulkanik paling menakjubkan dan surealis yang memiliki danau kawah turquois raksasa di Jawa Timur.