Sign in to follow this  
Followers 0

Festival Lembah Baliem


8 posts in this topic

Posted

ayo ayo, siapa yang pernah ke papua? kalo pernah, pernah ke wamena? kalo pernah, pernah liat festival budaya lembah baliem a.k.a. FBLB?

Festival ini adalah salah satu festival yang ada di papua yang selalu diadakan tiap tahun sejak 1991. tempat diadakannya ada di lembah baliem (pernah disinggung sama mas royal di threadnya yang ini). lebah baliem sendiri terletak di desa wosi, distrik wosilimo, kabupaten jayawijaya, wamena, papua.

lembah-baliem.jpg

tiap tahun, festival ini selalu diikuti 40 distrik di kabupaten jayawijaya, dan terbuka untuk wisatawan untuk turut serta dalam festival ini. jadi yang mau ngerasain pake koteka dan ikut nari adat bersama suku Dani yang tinggal di lembah tersebut tinggal dateng trus ikut.

selain nari, wisatawan juga bisa ikut melempar tombak dan lainnya yang bener bener khas. kaya karapan babi *bukan karapan sapi doang ya yang ada* , bakar batu, lomba memanah, dan lain lain.

Bal%20fest%20news.JPG

nah, terakhir, FBLB bukan festival biasa, festival ini selalu penuh arti. kenapa penuh arti? karena festival ini digunakan untuk melestarikan buadaya yang ada di papua, khususnya suku dani.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

menarik juga ya, hahaha....lucu juga kalo misalkan ke sana pas festival lembah baliem 'mau coba pakai koteka :lol: '

tapi kok ngak semua pria memakai koteka ya Bro, apa ada perbedaannya ya?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

wah kalo kesana saya belom pernah...tapi temen saya ada yang pernah jadi dokter tugas disana dan doi pernah cerita soal festival ini

ya karna dia orang baru takjub aja

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

wah, unik juga...

tapi sayang sekali, saya belom pernah ke papua.

tapi, saya suka sekali loh ama suku adat yang terbuka terhadap pendatang. :lol:

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

klo ada yg udah pernah trus nyoba pake koteka seru bgt nih buat denger cerita lngsungna ;)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

menarik juga ya, hahaha....lucu juga kalo misalkan ke sana pas festival lembah baliem 'mau coba pakai koteka :lol: '

tapi kok ngak semua pria memakai koteka ya Bro, apa ada perbedaannya ya?

oh, itu beda event bro.. yang kalo pake koteka kayanya yang festival di lapangan, pas yang nombak, pas yang manah gitu, nah sedangkan, yang gak pake koteka itu pas yang nari narinya *apa kebalik ya?* *ya pokoknya gitu* :D

wah kalo kesana saya belom pernah...tapi temen saya ada yang pernah jadi dokter tugas disana dan doi pernah cerita soal festival ini

ya karna dia orang baru takjub aja

takjub gimana om? sampe kaget kaget gitu? dia ngikutin acaranya gak om?

wah, unik juga...

tapi sayang sekali, saya belom pernah ke papua.

tapi, saya suka sekali loh ama suku adat yang terbuka terhadap pendatang. :lol:

iya, jadi malah nambah pengetahuan kita, bener gak om? jadi pas banget kan kalo dateng ke papua?

klo ada yg udah pernah trus nyoba pake koteka seru bgt nih buat denger cerita lngsungna ;)

wakakaka, makanya saya nanya ke om deffa itu om, temennya ngikut juga apa gak. kalo ngikut, pasti taulah rasanya pake koteka, ya kan? :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

wah, bagus banget kayaknya festivalnya.

cuma, agak malu aja kalo harus make koteka.

hahahaha...

apa lagi bekas dipake ama orang laen. hahahaha.....

buat yang cowok, pasti kepikiran deh...

hahahaha....

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

wah, bagus banget kayaknya festivalnya.

cuma, agak malu aja kalo harus make koteka.

hahahaha...

apa lagi bekas dipake ama orang laen. hahahaha.....

buat yang cowok, pasti kepikiran deh...

hahahaha....

kayanya kotekanya bisa dibuat sendiri deh om. khusus, jadi gak bekas orang lain. kalo bekas orang lain pasti males juga lah. mungkin dibuat sendiri, biar bisa disesuaikan juga. ntar kalo kebesaran atau kekecilan kotekanya kan bisa berabe om :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • Obon Festival Dan Secuil Kisah Tentang Tradisi Mudik Di Jepang
      By vie asano

      Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H buat Jalan2ers yang merayakan! Taqoballahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, minal aidzin wal faidzin… Mohon maaf lahir dan bathin jika selama ini ada salah-salah kata, baik yang disengaja maupun tidak.

      Setelah beberapa hari absen menulis karena mudik, saya kangen sharing-sharing info lagi di blog sederhana ini. Berhubung masih dalam suasana mudik, kali ini saya ingin sharing info festival khas Jepang yang melibatkan tradisi mudik. Eits, jangan salah. Di Jepang juga ada tradisi mudik lho. Jika di Korea tradisi mudik biasa dilakukan saat perayaan Chuseok (bisa dibaca disini: Mengenal Chuseok, Thanksgiving ala Korea Selatan) dan Seollal (Lunar New Year), maka di Jepang tradisi mudik biasa dilakukan menjelang perayaan Obon atau Obon Festival. Apakah Obon Festival itu?

      Sekilas tentang Obon Festival

      Obon Festival, biasa disebut Obon atau Bon saja, merupakan salah satu festival khas agama Budha yang bertujuan untuk menghormati arwah leluhur. Perayaan ini diangkat dari kisah Maha Maudgalyayana (Mokuren), salah seorang murid Budha yang telah kehilangan ibunya untuk selamanya. Mokuren memiliki penglihatan jika arwah sang ibu menderita, dan dia pun akhirnya bertanya pada Budha bagaimana caranya menolong sang ibu. Budha kemudian memerintahkannya melakukan beberapa ritual melalui pendeta Budha yang telah selesai menjalankan retret musim panas mereka. Mokuren menuruti perintah tersebut, dan dia lalu melihat arwah ibunya kini jauh lebih bahagia. Ritual tersebut kemudian disebarluaskan dan dilakukan oleh banyak orang, dan dikenal dengan nama Obon.

      Kapan perayaan Obon itu?

      Obon dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda di seluruh Jepang, walau biasanya berkisar antara bulan Juli dan Agustus. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya perubahan sistem penanggalan Jepang. Semula Jepang menganut kalender Bulan, namun pada periode Meiji berganti mengikuti kalender Gregorian. Akibatnya, perayaan Obon yang biasanya jatuh pada bulan ke-7 mengalami pergeseran tanggal. Ada yang tetap merayakan Obon pada tanggal ke-15 pada bulan ke-7 berdasarkan kalender bulan (disebut Kyu Bon); ada yang merayakan pada tanggal ke-15 bulan ke-7 pada kalender Matahari (disebut Shichigatsu Bon); dan ada juga yang merayakan berdasarkan pada kalender Bulan, namun perayaannya mengambil waktu tanggal 15 Agustus (disebut Hachigatsu Bon). Bon yang terakhir ini yang banyak dirayakan di seluruh Jepang, sementara Kyu Bon masih dirayakan di daerah tertentu seperti wilayah Utara area Kanto, Shikoku, Chugoku, dan Okinawa.

      Apa yang dilakukan saat perayaan Obon?

      Inti dari perayaan Obon adalah menghormati arwah leluhur. Secara singkatnya sih orang Jepang percaya jika arwah leluhur akan mengunjungi mereka pada periode perayaan Obon. Karenanya, pada perayaan Obon orang-orang akan menggantungkan lentera di depan rumah mereka untuk memandu arwah leluhur agar bisa menemukan jalan kembali ke rumah.

      424px-Shin-bon-paper_lantern%2Cshin-bon-cyochin%2Ckatori-city%2Cjapan.jpg

      Foto 01:

      Lentera di depan rumah saat perayaan Obon [foto: Katorisi/wikimedia]

      Selain menggantungkan lentera, orang Jepang juga akan mempersembahkan makanan bagi para leluhur tersebut. Makanan persembahan tersebut akan disajikan di altar rumah, maupun di kuil. Ritual lainnya adalah mengunjungi makam para leluhur untuk berdoa dan membersihkan makam. Selain itu, mereka akan menarikan bon odori (lihat pada bagian “tentang bon odoriâ€). Barulah pada akhir periode Obon lentera-lentera tersebut akan dihanyutkan di sungai untuk menuntun kembali para arwah kembali ke alamnya.

      800px-Matsue_Lake.jpg

      Foto 02:

      Menghanyutkan lentera pada akhir perayaan Obon [foto: JamesAlexanderJack/wikimedia]

      Tentang Bon Odori

      Perayaan Obon tak bisa dipisahkan dari Bon Odori, alias Bon Dance. Tarian ini juga relatif populer ditampilkan di berbagai matsuri yang ada di Indonesia lho. Biasanya sih salah satu lagu favorit untuk mengiringi Bon Odori ini adalah soundtrack-nya anime Chibi Maruko-chan (lupa judulnya apa). Tentunya itu untuk Bon Odori versi Indonesia yah.

      800px-Bon_odori_in_Tobu_World_Square.jpg

      Foto 03:

      Bon Odori [foto: Jiang Dong-Qin/wikimedia]

      Bagi yang masih bingung, Bon Odori merupakan tarian yang ditampilkan pada perayaan Obon. Tarian ini terinspirasi dari luapan kegembiraan yang ditunjukkan oleh Mokuren saat mengetahui jika arwah sang ibu sudah terbebas dari penderitaan. Koreografi dan lagu yang biasa digunakan saat Bon Odori berbeda untuk setiap daerah di Jepang, namun tipikalnya tarian ini dilakukan sambil mengitari sebuah pusat (biasanya yang menjadi pusat adalah yagura/panggung kayu khusus untuk festival). Para penari (biasanya pengunjung yang akan diajak berpartisipasi) akan melakukan serangkaian gerakan sambil bergerak mengitari pusat tersebut.

      Dampak perayaan Obon bagi pariwisata Jepang

      Sampai disini mungkin ada yang bingung yah. Katanya Obon berhubungan dengan mudik? Trus mana nih bagian mudiknya?

      Nah, info ini salah satu yang wajib diketahui oleh wisatawan yang akan berkunjung ke Jepang pada periode Obon (kira-kira 13-15 Agustus). Periode Obon merupakan salah satu periode liburan populer di Jepang. Pada perayaan Obon, orang-orang akan kembali pulang ke kampung halaman untuk ikut menyambut arwah leluhur, maupun sekedar meluangkan waktu untuk kumpul bersama keluarga besar. Bahasa Indonesia-nya sih, mudik!

      Lalu apa dampaknya aktifitas mudik tersebut pada pariwisata Jepang? Tentu saja ada, karena pada masa liburan Obon dianggap sebagai peak season. Harga tiket dan akomodasi akan jauh lebih mahal dibanding low season. Dan tak heran juga jika pada masa tersebut berbagai tempat wisata akan penuh sesak, toko banyak yang tutup, dan jalanan juga lebih ramai dari biasanya. Jadi, jika ingin lebih menikmati suasana liburan, hindari pergi ke Jepang pada periode Obon yah! Sebagai penutup, untuk tahun 2014 ini traffic di Jepang diperkirakan akan mulai meningkat pada tanggal 9 Agustus (saat orang-orang mulai meninggalkan kota besar untuk kembali ke kampung halaman) dan baru berakhir pada tanggal 16-17 Agustus (saat pemudik kembali pulang ke kota besar). Namun jika sudah terlanjur ada rencana liburan ke Jepang saat periode Obon, sekalian saja nikmati suasana festival. Berkunjunglah ke berbagai kuil karena selalu ada kemeriahan pada periode Obon.

      Semoga informasinya bermanfaat!

      ***

      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

    • Winter In Korea: Kalender Festival Januari + Februari
      By vie asano

      Tadinya saya bermaksud memisahkan daftar festival di bulan Januari dan bulan Februari. Hanya saja, ternyata jumlah festival populer di bulan Februari ternyata nggak sebanyak bulan lainnya. Supaya afdol, festival di bulan Januari dan Februari ini akan saya tulis sekaligus saja yah. Seperti biasa, tanggal festivalnya sangat tentatif. Pelaksanaannya bisa berubah sewaktu-waktu, jadi monggo di cek dan ricek dulu sebelum datang ke aneka festival berikut ini.

      JANUARI

      3-26 Januari

      Jaraseom Sing Sing Winter Festival

      Lokasi: Gyeonggi-do Gapyeong-gun, Gapyeongcheon Stream area

      Alamat: San 7, Daljeon-ri, Gapyeong-eup, Gapyeong-gun, Gyeonggi-do

      Akses: dari Stasiun Yongsan, naik kereta ITX ke Stasiun Gapyeong

      Harga tiket: bervariasi, tergantung event yang akan diikuti

      Festival ini disebut-sebut sebagai festival musim dingin terbesar dan terpopuler di daerah metropolitan. Klaim tersebut tak mengada-ada, karena di festival ini memang terdapat banyak sekali acara seru mulai dari memancing ikan, berseluncur di es, dan berkreasi menggunakan bahan es. Itu belum termasuk show lainnya seperti aneka parade, yang membuat festival ini kental sekali dengan atmosfir khas musim dingin.

      3 Januari – 3 Februari

      Daegwallyeong Snow Festival

      Lokasi: Hoenggye-ri area

      Alamat: 661-123, Hoenggye 5-ri, Daegwanryeong-myeon, Pyeongchang-gun, Gangwon-do

      Akses: dari Dong Seoul Bus Terminal, naik intercity bs ke Heonggye. Dari sana, bisa jalan kaki maupun naik taksi menuju lokasi festival.

      Festival ini pertama diadakan pada tahun 1993, dan masih rutin diadakan hingga saat ini (hanya tanggalnya saja yang bisa berubah setiap tahunnya). Ada banyak kemeriahan dalam festival yang disebut-sebut festival musim dingin terbesar di Korea Selatan ini, mulai dari diadakannya aneka lomba (lomba menyanyi, menulis, maraton setengah -ehm- telanjang, dan lain-lain), hingga aneka aktifitas yang mengarah pada permainan.

      3 Januari – 16 Februari

      Korea Grand Sale

      Lokasi: bervariasi

      Alamat: bervariasi

      Suka belanja? Jangan lewatkan event Korea Grand Sale yang berlangsung kurang lebih 45 hari ini. Event diskon besar-besaran ini melibatkan puluhan perusahaan dan puluhan ribu outlet, mulai dari convinience store, department store, hingga hotel.

      4-26 Januari

      Hwacheon Sancheoneo (Mount Trout) Ice Festival

      Lokasi: Hwacheon Stream dan 5 desa di daerah Hwacheon

      Alamat: Hwacheon-eup, Hwacheon-gun, Gangwon-do

      Akses: dari Dong Seoul Bus Terminal, naik intercity bus ke Hwacheon, dilanjutkan dengan jalan kaki 10 menit ke lokasi festival

      Daerah Hwacheon ini termasuk salah satu area yang pertama kali merasakan musim dingin di Korea Selatan. Jadi nggak heran jika di kawasan ini suhu udaranya lebih dingin dibanding daerah lainnya, dan memiliki sungai-sungai berlapis es yang tebal. Suasana tersebut kemudian dimanfaatkan dengan mengadakan festival es yang mengajak wisatawan untuk bersenang-senang di es, seperti membuat patung dari es, berseluncur di es, dan lain-lain. Tentu saja ada aktifitas seru lainnya seperti memancing di es, menangkap ikan dengan tangan kosong, dan banyak lagi.

      blogentry-843-0-02215200-1401707319_thum blogentry-843-0-07589000-1401707337_thum blogentry-843-0-09700900-1401707350_thum blogentry-843-0-86239400-1401707356_thum

      Foto 01 (a-d):

      Hwacheon Ice Festival [foto: Friar’s Balsam/flickr]

      17-26 Januari

      Taebaeksan Mountain Snow Festival

      Lokasi: Taebaeksan Provincial Park

      Alamat: 4834-31, Taebaeksan-ro, Taebaek-si, Gangwon-do

      Akses: dari Dong Seoul Bus Terminal, naik intercity bus ke Taebaek. Dari Taebaek Bus Terminal, naik bus menuju Danggol.

      Di festival ini pengunjung dapat melihat berbagai bentuk patung salju, dan aneka kreasi lain yang bertema salju. Tentu saja ada aneka hiburan lainnya seperti pameran patung es, light & ice festival (di danau Hwangji), bermain di lorong salju, naik kereta seluncur salju, dan banyak hal seru lainnya.

      18-26 Januari

      Inje Icefish Festival

      Lokasi: Injedaegyo Bridge area

      Alamat: Nam-myeon, Inje-gun, Gangwon-do

      Akses: dari Dong Seoul Bus Terminal, naik intercity bus ke Inje Bus Terminal. Dari sana, naik taksi atau shuttle bus ke lokasi festival.

      Walau mengusung tema “icefishâ€, festival ini nggak hanya mengajak pengunjung untuk memancing di es saja lho. Ada banyak aktifitas menarik lainnya yang bisa dicoba, seperti main bowling manusia di atas es, kompetisi tarik tambang, sepak bola es, hingga kompetisi memakan ikan hasil memancing di es.

      FEBRUARI

      14-16 Februari

      Samcheok Jeongwol Daeboreum Festival

      Lokasi: Expo Square

      Alamat: 45, Expo-ru, Samcheok-si, Gangwon-do

      Akses: dari Dong Seoul Bus Terminal, naik express bus menuju Samcheok Bus Terminal. Lanjutkan dengan berjalan kaki menuju Samwon Tower (di seberang terminal bus), dan teruskan berjalan 450 meter menuju Samcheok Expo Square.

      Diantara festival musim dingin yang sudah saya tulis sebelumnya, festival ini terbilang unik karena menggabungkan permainan lokal di Samcheok dengan aneka ritual keagamaan. Karenanya, jangan heran jika di festival ini ada beberapa aktifitas ritual yang ditonjolkan, seperti ritual untuk menghormati penguasa gunung, daratan, langit, dan laut; sambil tetap mempromosikan budaya setempat melalui aneka event dan permainan seperti tarik tambang dan aneka permainan tradisional khas Korea lainnya.

      15 Februari – 31 Mei

      Yangpyeong Strawberry Festival

      Lokasi: Boritgogae Village, Ssanggyeori Village, Ongdalsaem Ggotnureum Village, Jilul Goraesil Village, Sumi Village, Ddungddanji Village, Garumae Village, Moggoji Village, Yeomulri Village, Arirang Sanchon Village, Organic (Yuginong) Village, Sancheon Janchi Village, Gwasu Village

      Alamat: San 48-1, Hwajeon-ri, Yongmun-myeon, Yangpyeong-gun, Gyeonggi-do

      Akses: dari Exit 1 di Stasiun Yongmun (via Gyeonggi Subway Jungang Line), jalan kaki 300-400 meter menuju lokasi festival.

      Harga tiket: KRW20000*-25000*

      Disini saya pernah menulis jika Nonsan adalah daerah penghasil stroberi terbesar di Korea Selatan. Namun tak hanya Nonsan yang populer dengan stroberi, karena daerah Yangpyeong yang dikelilingi oleh pegunungan ini juga populer dengan stroberi-nya. Selama periode festival (yang durasinya cukup panjang) pengunjung bisa mencoba merasakan bagaimana memetik stroberi dan juga berpartisipasi dalam berbagai program dan aktifitas yang diselenggarakan di masing-masing desa.

      ***

      * Harga sewaktu-waktu dapat berubah.

      ** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

      ***

      Baca juga:

      Winter in Korea: Apa, Kenapa, dan Bagaimana

      Winter in Korea: Kalender Festival Desember

      Winter in Korea: Sunrise Festival

      Winter in Korea: Kalender Festival Januari + Februari

      Winter in Korea, Saatnya Main Salju!

      Winter in Korea dan Serunya Wisata Hot Spring

      Winter in Korea, Kulineran Yuk!

    • Festival Thaipusam, Ritual Ekstrim Umat Hindu Di Malaysia
      By Sari Suwito

      Thaipusam1.jpg

      Hari ini Jumat 17 Januari merupakan puncak acara Festival Thaipusam di Malaysia, rangkaian acara akan berlangsung hingga tanggal 20 jadi rangkaian perayaan sekitar 1 minggu. Jutaan umat Hindu berduyun duyun datang ke Batu Caves untuk merayakan Thaipusam. Bahkan sejak beberapa hari lalu jalan-jalan di area Batu Caves mulai dipadati oleh umat Hindu yang akan mengadakan perayaan Thaipusam dan ini masih akan berlangsung hingga hari senin mendatang.

      Hari Thaipusam di rayakan oleh umat Hindu di seluruh dunia untuk menghormati dewa Hindu, Dewa Murugan atau juga dikenali sebagai Dewa Subramaniam.Thaipusam dirayakan pada bulan 'Thai' bulan kesepuluh dalam kalendar Tamil. Pada hari Thaipusam, bulan penuh melintasi bintang terang, Pusam dalam zodiak Cancer.

      Hari Thaipusam merupakan hari menunaikan nazar dan menebus dosa atau memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan selama ini. Tetapi tidak semua penganut Hindu akan menunaikan nazar. Nazar ialah memohon sesuatu hajat kepada Dewa Murugan dan jika permohonan dikabulkan, maka satu acara tertentu diadakan sebagai tanda syukur.

      batu-caves-thaipusam-festival.jpg

      16-million-converged-on-batu-caves-for-thaipusam-festival_1753846.jpg

      Pada hari itu mereka akan membawa susu yang berwarna putih kerana susu itu dianggap paling suci . Susu ini diisikan dalam belanga/semacam kendi tembikar atau kini dalam belanga aluminium. Belanga berisi susu ini akan dihias dengan berbagai corak , warna , daun dan benang. Belanga ini akan dijunjung di atas kepala dari luar kuil hinggalah ke dalam kuil. Tidak semua penganut Hindu membawa belanga berisi susu ini.

      Banyak juga lelaki Hindu yang mencukur rambut pada hari tersebut dan menyapukan campuran serbuk cendana dan air di atas kepala. Jasa menggunting rambut ini ada disediakan di luar kuil dengan membayar jumlah tertentu. Ini merupakan salah satu bentuk melepaskan atau membayar nazar.

      Thaipusam_Murugan-kavadi.jpgThaipusam_idols.jpg

      Bagi yang memohon ampun agar dosa mereka diampuni, kavadi akan dibawa atau dijunjung di atas bahu atau di atas kepala. Kavadi ini dibuat dari beberapa batang besi atau kayu yang di atasnya terletak patung dewa Murugan dengan berbagai ukuran dan bentuk. Hiasan utama kavadi ialah bulu burung merak dan bunga-bungaan. Pembawa kavadi ini terdiri dari lelaki , perempuan, tua, muda dan kanak-kanak. Berat dan ukuran kavadi ini bergantung kepada kemampuan seseorang. Selain itu pembawa kavadi akan diiringi oleh beberapa orang pembantu khusus dari tempat masing-masing. Ada yang diiringi dengan iringan musik, mangkuk dupa kemenyan dan lain-lain. Selama acara berlangsung, pembawa kavadi akan berhenti sebentar di tangga-tangga tertentu untuk istirahat dan diberi minum.

      thaipusam3.gif thaipusam.jpg

      Berbagai cara menyiksa diri untuk menunjukkan mereka memohon ampun. Antaralain berjalan di atas sepatu berpaku. Mereka melangkah perlahan-lahan mendaki tangga-tangga kuil hingga tiba ke sisi patung Dewa Murugan di dalam gua Batu Caves. Ada juga yang menusuk panah besi pada lidah dan pipi dari kiri ke kanan dengan panah pendek dan panjang. Yang lain ada pula yang menusuk punggung mereka dengan puluhan mata pancing yang berukuran 10 cm. Mata pancing itu disangkutkan dengan buah jeruk nipis yang tentu rasanya pedih banget. Ada juga mata pancing itu bertali dan ditarik oleh para peserta yang lain. Bisa dibilang semua atraksi ini dilakukan dalam keadaan setengah sadar. Mirip-mirip debus gitu kali ya.

      Lokasi perayaan Thaipusam di Malaysia

      Thaipusam merupakan satu perayaan yang dilakukan secara besar-besaran dan meriah di Malaysia.

      • Kuil Sri Subramaniyar, Batu Caves, Selangor merupakan kuil tujuan utama penganut India di Malaysia. Upacara perayaan Thaipusam dimulai dengan mengarak arca Dewa Murugan dan dua isterinya Dewi Valli serta Devi Theivanai di atas pedati perak setinggi 7 meter dari Kuil Mahamariaman di Jalan Tun Hs Lee.
      • Di George Town, Pulau Pinang, Thaipusam dirayakan di Kuil Arulmigu Balathandayuthabani.
      • Di Ipoh, negeri Perak, perayaan Thaipusam dirayakan di Kuil Sri Subramaniar Gunung Cheroh. Ini diawali dengan perarakan pedati termasuk pedati mini mini ratham untuk Dewa Murugan dari Kuil Maha Mahamariaman di Buntong, Ipoh.
      • Di Kuching , Sarawak dirayakan di Kuil Nivasagar , Kota Kuching.
      • Di Johor, dirayakan di Kuil Sri Muniswarar di Tampoi serta Kuil Sri Subramaniar di Jalan Kolam Air dan Kuil Arulmigu Thandayuthabani di Jalan Kuel.

      Di Malaysia, hari Thaipusam merupakan hari libur umum di beberapa negeri seperti di Selangor, Negeri Sembilan, Johor, Perak dan Pulau Pinang. Pada 20 Januari 2008, Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi telah mengumumkan Wilayah Persekutuan Putrajaya dan Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur juga diliburkan dalam rangka hari Thaipusam. Sedangkan Negeri Pahang, Perlis, Kedah, Kelantan, Terengganu, Sabah, Sarawak dan Melaka belum menjadikan Thaipusam sebagau libur umum.

      So, bagi JJers yang kira-kira punya nyali untuk nonton Festival ini bisa datang berkunjung tahun depan :)