Sign in to follow this  
JUNASIKPARK

Kok ga bisa ubah profil di website utama Jalan2.com

4 posts in this topic

Halo ADMIN Jalan2 :) tadi kebetulan saya masuk ke jalan2.com trus saya coba login, seminggu yg lalu saya sudah signup akun, tp password saya salah terus, jd saya pilih forgot password aja, abis tu dapet password baru, akhirnya bisa login ke Jalan2.com

Setelah itu saya mau ubah password saya supaya mudah diinget, tapi kok ngga ada option sama sekali utk ubah password, dan ga bisa ubah settingan profil, ga bisa masukin foto jg, Ngomong2 ini masih beta version ya? saya tadinya bermaksud utk komen2 iseng aja, tapi hrs signup dg akun baru, apakah ga sebaiknya memakai akun yg sama saja dg yg di forum ya?

thx atas atensi nya :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Halo ADMIN Jalan2 :) tadi kebetulan saya masuk ke jalan2.com trus saya coba login, seminggu yg lalu saya sudah signup akun, tp password saya salah terus, jd saya pilih forgot password aja, abis tu dapet password baru, akhirnya bisa login ke Jalan2.com

Setelah itu saya mau ubah password saya supaya mudah diinget, tapi kok ngga ada option sama sekali utk ubah password, dan ga bisa ubah settingan profil, ga bisa masukin foto jg, Ngomong2 ini masih beta version ya? saya tadinya bermaksud utk komen2 iseng aja, tapi hrs signup dg akun baru, apakah ga sebaiknya memakai akun yg sama saja dg yg di forum ya?

thx atas atensi nya :)

saya setuju mas di bikin akun yang sama.

Share this post


Link to post
Share on other sites

link forgot password ya, ok nanti kita buat.

kalo untuk forum & website depan memang beda system nya, jadi harus separate login. rada rumit untuk gabung, untuk skrg nanti dulu rasanya. mungkin di future :) thanks atas masukan bermanfaatnya =)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Alfa Dolfin
       
      Bromo...wah jangan di tanya lagi keindahan dan eksotiknya. Sudah sedemikian terkenal dan sangat di minati baik pelancong dalam negeri maupun bule-bule, para mata sipit kulit kuning dari daratan China, Taiwan, Jepang, Korea. Bahkan ada yang mengatakan cukup dramatis...”jangan mati sebelum menikmati 3B”. Salah satu yang dimaksud adalah BROMO.
      Yang paling rame ke Bromo adalah saat sunrise, matahari terbit. Wah cakep bener...Suer cakep banget.... Aku aja 2 kali menikmati sunrise ngga puas...saking indahnya. Tetapi ada cara lain menikmati pesona Bromo dari ketinggian 33.000 feet, atau 10 ribu meter lebih di langit biru. Nah lho...ngga normal khan...? biasanya dari bukit Penanjakan atau dari bukit Kingkong. Kali ini dari “sudut” yang beda.
      Ya...aku pun tidak pernah menyangka bisa mendapat pengalaman yang sangat berkesan. Bermula bulan November 2007. Ceritanya akan kembali liburan dari Bali ke Jakarta. Aku menggunakan penerbangan pagi yang jam 7 take off dari Ngurah Rai. Memilih tempat duduk deretan kiri, jendela, 3 baris dari belakang. Sengaja milih ini karena ingin moto view dari udara. Barangkali bisa dapat view cakep ya. Siapa tahu....
      Sekitar 30 menit penerbangan, saat memperhatikan di bawah...wah...aku surprise, itukah Bromo...? sempat ragu-ragu. Mau tanya penumpang di sebelah, mereka lagi asyik tidur. Dalam hitungan detik aku meyakinkan diri itu benar Bromo. Segera aku on khan kamera....menggunakan fasilitas zoom meski kamera poket...crek...crek..bunyi suara tombol shutter. Beruntung...beruntun g banget cuaca cerah jadi terlihat jelas. Momen ini sangat singkat. Cuma sekitar 3 menit. Setelah itu berlalu.. Inilah perjumpaan perdana dengan Bromo dari ketinggian 33.000 feet kurang lebih. Surprise...senang...sudah pasti.

      Pertama kali mendapat view Bromo tahun 2007, November. Menggunakan kamera pocket Canon A-630. Bisa dilihat dari data EXIF-nya. Penebangan Denpasar Jakarta
      Aku bertanya, apakah bisa aku berjumpa Bromo lagi dari udara...? apakah ini momen yang kebetulan  semata? Apalagi aku bukan pilot. setelah pelajari, bertanya, jawabannya bisa. Bisa dipersiapkan. Caranya...? Pertama tergantung dari rute pesawat. Misalnya dari Jakarta ke Bali atau sebaliknya. Jakarta Lombok atau sebaliknya. Rekan ku seorang pilot kasih gambaran begini. Ambil peta Misalnya dari Jakarta ke Bali. Di peta itu tarik garis lurus antara Jakarta dan Bali. Itulah rute pesawat secara umum. Bisa di tebak kira-kira pesawat akan melintas apa saja. Setelah aku praktekan, eee...memang benar. Beberapa kali aku bisa jumpa Bromo.

      Bromo & Gunung Semeru, penerbangan Jakarta Denpasar
      Cara kedua. Pilih lah seat di jendela yang jangan kehalang sayap pesawat. Penumpang bisa milih kog. Sudah ku buktikan. Jika akan terbang misalnya dari Jakarta ke Bali atau Lombok selalu pilih seaat 5 baris dari belakang dan di segelah KANAN, JENDELA. Terserah nomornya berapa. Pokoknya kondisinya begitu. Setelah take off tunggu sekitar 40 menit. Jangan tidur. Lalu perhatikan ke arah kanan. Jika cuaca cerah pasti akan kelihatan Bromo.

      Close up Bromo
      Cari ketiga. Pilih penerbangan yang kira-kira cuaca bagus. Biasanya pagi. Aku biasa pilih flight pagi ke Bali atau Lombok, yang take off-nya jam 5.30. Memang harus berkorban bangun pagi. Tapi positifnya terhindar macet dan ya itu tadi...tujuan moto Bromo atau obyek lebih berpeluang tercapai jika cuaca cerah.
      Cara keempat. Siapkan kamera yang punya fasilitas zoom.Biasanya aku siapkan lensa zoom. Ngga perlu yang mahal-mahal lensanya. Atau pocket yang bisa di zoom. Khan banyak tuch jenis dan ragamnya. Bagaimana jika pake Smartphone?sekarang khan banyak yang pake. Nah yang satu ini aku ngga bisa komen. Berhubung jarang malah hampir tidak pernah pake smartphone tuk moto dari udara. 

      Sekalian close up Gn Semeru....
      Bagaimana dengan peluang keberhasilan...?pernah juga aku gagal. Beberapa kali. Waktu itu milih penerbangan dari Bali ke Jakarta siang sekitar jam 2 siang atau sore. Eee...ternyata cuaca berawan di lokasi yang aku perkirakan letak Bromo. Pernah juga aku ngga ngotot pilih seat, di kasih persis di pintu darurat. Ya gagal lah. Tapi aku ngga kecewa. Karena koleksi poto Bromo sudah banyak.
      Tertarik...? silahkan mencoba....semoga berhasil...mendapatkan view Bromo nun dari angkasa.

      Senyum puas setelah berhasil mengcapture Bromo dari 33.000 feet.
      Foto-foto lain aku sharing di Galeri ya.
       
      Cheers
    • By Alfa Dolfin
      Salah aktivitas yang aku suka saat bepergian naik pesawat bukan melirik pramugari yang cakep-cakep... Ngga kog. Moto, tepatnya. Lebih tepatnya lagi moto view. Momen landing, take off, biasanya momen bagus untuk ambil gambar. Salah satu yang momen yang bagus saat jelang landing di Manado. Selama kita duduk di seat kiri n tidak terhalang pesawat, akan mendapat suguhan...:

      Ini labh Gunung Manado Tua yang tampil cantik dan megah, serta pulau Bunaken di sebelah kanan yang terkenal keindahan bawah lautnya.

      Momen yang cepat berlalu, segera aku shoot pulau Bunaken, latar belakangnya kalau tidak salah Pulau Nain.

      Setelah itu kita akan segera landing di Bandara Sam Ratulangi. Di kalangan pilot, landing disini termasuk sulit dan berisiko. 
      salam
       
    • By PrinceJuju
      Haloww Jalan2ners, mimin dan momod,.....
       
      Mau tanya nih cara penggunaan spoiler agar foto yg di sisipkan di topic lebih rapi dan tidak langsung nongol fotonya.
      atau mungkin ada fitur lainnya..
       
      mohon bantuannya ya..
       
      makasihh all...
       
       
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
                Ketika sedang melakukan perjalanan wisata ke suatu tempat, jangan lupa untuk juga mengabadikan kegiatan wisatamu di tempat tersebut. Nah, kamu bisa merekam perjalanan wisatamu dengan foto, video maupun tulisan agar suatu saat kamu dapat mengenang kembali perjalanan wisatamu ke suatu tempat.

                Tentu saja pendokumentasian kegiatan wisata ini dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan serta keinginanmu. Nah, agar perjalanan wisatamu dapat terdokumentasikan dengan baik maka terdapat pula banyak tips yang dapat kamu terapkan.

                Nah, apakah kamu penasaran dan ingin mengetahui berbagai tips yang dapat diterapkan agar kegiatan pendokumentasian kegiatan wisatamu dapat berjalan dengan baik? Pada kali ini, kita akan membahasnya dalam abadikan perjalanan wisatamu dengan foto, video atau tulisan agar perjalananmu semakin bermakna.

       

       
      MENDOKUMENTASIKAN KEGIATAN WISATA DENGAN FOTO

                Bagi kamu yang menyukai fotografi atau ingin mendokumentasikan kegiatan wisata dengan cara yang paling sederhana, kamu dapat memilih untuk mendokumentasikan kegiatan wisatamu dengan foto.

                Salah satu keuntungan yang akan kamu dapatkan jika kamu memilih untuk mendokumentasikan kegiatan wisata dengan foto adalah kamu dapat langsung mengunggahnya di media sosial, seperti instagram. Berikut ini adalah tips mendokumentasikan kegiatan wisata dengan foto.

       

       
      1. Memanfaatkan Garis Horizon


      Memanfaatkan Garis Horizon via images.google.com

       

       
                Salah satu hal yang sebaiknya sangat kamu perhatikan jika kamu ingin mendokumentasikan kegiatan wisatamu dengan foto adalah memanfaatkan garis horizon.

                Tidak mengambil foto yang miring ketika kamu sedang mengambil foto kegiatan wisatamu adalah tantangan tersendiri yang harus kamu taklukan. Ya, cobalah perhatikan garis horizon lurus untuk mendapatkan foto yang baik.

                Salah satu cara yang dapat kamu terapkan adalah menggunakan aplikasi garis atau grid. Kamu dapat mendapatkan settingan grid ini dengan menggunakan sosial media Instagram atau mengaktifkan grid pada settingan kameramu.

                Dengan mengaktifkan settingan grid, kamu dapat memiliki foto dengan garis horizontal yang baik dan seimbang. Dengan ini, foto kegiatan wisatamu juga dapat menjadi semakin indah dan bagus.

       

       
      2. Mengunggah Foto


      Mengunggah Foto via

       

       
                Kegiatan lain yang dapat kamu terapkan untuk mendapatkan foto yang keren ketika sedang melakukan kegiatan traveling adalah mengunggah foto.

                Ya, ketika kamu sudah mendapatkan foto yang terbaik, lanjutkan kegiatanmu dengan mengunggah foto-foto tersebut ke dalam sosial mediamu. Sebelum memutuskan untuk mengunggah foto tersebut, pastikan sinyal yang kamu dapat juga baik.

                Nah, jika ternyata tempat yang kamu datangi tidak memiliki sinyal yang cukup baik, kamu dapat mencoba untuk menyimpan sejenak fotomu dan mengunggahnya nanti ketika kamu sudah mendapatkan sinyal yang baik.

       

       
      3. Memperhatikan Baterai


      Memperhatikan Baterai via

       

       
                Setelah memperhatikan garis horizon dan juga mengunggah foto, kamu juga sebaiknya memperhatikan baterai kamera atau smartphone yang kamu gunakan.

                Baterai merupakan kunci utama yang harus sangat kamu perhatikan. Ya, jangan sampai baterai kamera atau smartphone-mu habis karena hal tersebut tentu saja akan mengganggu produktivitasmu.

                Kamu dapat membawa powerbank untuk menjaga agar kamera atau smartphonemu tetap memiliki baterai yang penuh. Selain itu, kamu juga dapat mengaktifkan mode airplane mode. Dengan demikian, hal ini akan berguna untuk menghemat bateraimu agar tidak mudah habis.

       

       
       

       
      4. Memperhatikan Perlengkapan Tambahan


      Memperhatikan Perlengkapan Tambahan via

       

       
                Jika kamu berencana untuk membawa banyak perlengkapan tambahan, kamu dapat memperhatikan pula perlengkapan tambahanmu. Beberapa rekomendasi peralatan kamera yang dapat kamu bawa, antara lain adalah lensa, tripod dan tongsis.

                Dengan memanfaatkan lensa, kamu akan dapat mendapatkan efek-efek tertentu yang berbeda. Sebagai contoh, jika kamu memanfaatkan lensa wide, kamu dapat mendapatkan foto dengan pemandangan yang lebar.

       

       
       

       
       

       
      5. Menguasai Kamera

                Salah satu hal yang penting untuk kamu miliki agar dapat mendokumentasikan kegiatan wisatamu dengan foto adalah penguasaan kamera. Tidak terlalu penting apakah kamu memiliki kamera dengan jenis pocket, DSLR, mirrorless dan lain-lain, namun yang paling penting adalah kamu harus menguasai kameramu tersebut.

                Ya, pastikan kamu mengetahui seluk beluk kameramu itu. Hal ini akan berguna agar kamu dapat menghasilkan foto perjalanan yang indah dan menawan.

                Sebagai rekomendasi, kamu juga bisa mempelajari manual book yang berisi petunjuk penggunaan kamera yang akan kamu gunakan tersebut. Pastikan kamu telah mengetahui trik-trik terbaik untuk menggunakan kameramu.

       

       
      6. Melakukan Riset Sederhana

                Hal lain yang harus kamu lakukan adalah melakukan riset sederhana sebelum mengunjungi suatu tempat. Cobalah untuk mencari referensi mengenai tempat-tempat yang akan kamu kunjungi.

                Ya, lakukanlah riset-riset kecil tentang lokasi mana saja yang terbaik untuk kamu foto. Dengan melakukan riset sederhana ini, kamu dapat mendapatkan referensi foto-foto terbaik ketika mengunjungi suatu tempat. Pastikan hal ini akan dapat mempercantik kegiatan dokumentasimu.

       

       
      7. Membuat Catatan Kecil


      Membuat Catatan Kecil via

       

       
                Nah, kamu juga sebaiknya menambah catatan kecil dalam setiap foto-foto yang kamu ambil ketika kamu melakukan perjalanan wisata. Catatan kecil tersebut dapat berisi tentang informasi penting, serta kesan tentang momen yang kamu dapat ketika kamu melakukan perjalanan wisata.

                Kamu dapat menambahkan catatan kecilmu itu ke dalam setiap foto yang kamu ambil ketika kamu melakukan perjalanan wisata. Catatan kecil ini mampu menambah “hidup” foto-fotomu yang sedang melakukan perjalanan wisata.

       

       
      8. Mencari Tahu Momen Terbaik

                Ketika kamu sedang pergi ke suatu tempat dan berencana untuk mendapatkan foto terbaik, penting bagimu untuk mencari tahu momen yang paling sesuai untuk membidik kameramu.

                Dengan mengetahui momen terbaik untuk mengambil foto, kamu juga dapat memiliki koleksi foto yang memukau. Sebagai contoh, jika kamu ingin mendapatkan foto sunrise yang baik, kamu sebaiknya menyempatkan diri untuk datang pada waktu pagi hari.

       

       
      9. Mengambil Gambar Berurutan

                Hal lain yang dapat kamu lakukan untuk mendokumentasikan foto terbaik adalah dengan mengambil gambar secara berurutan. Dengan teknik ini, kamu dapat mengambil momen secara lebih detail. Gambar-gambar tersebut juga dapat kamu manfaatkan untuk menjadi narasi atau cerita selama perjalanan.

       

       
      10. Mengambil Foto Natural


      Mengambil Foto Natural via

       

       
                Jangan lupa untuk mengambil foto secara natural, terutama jika kamu ingin mengabadikan suasana destinasi wisatamu tersebut. Untuk mendapatkan foto yang natural, cobalah untuk pergi ke tempat yang penuh dengan keramaian dan memiliki banyak aktivitas.

                Cobalah untuk mengambil foto sebanyak-banyaknya secara natural atau candid. Kamu akan mendapatkan cerita sebenarnya tentang foto-foto tersebut. Memori yang akan kamu dapatkan tentang tempat di foto-foto tersebut juga akan terasa lebih alami.

                Dengan mengambil foto yang secara lebih natural, kamu juga akan terkejut karena mengetahui hasilnya justru lebih baik daripada ekspresi foto yang dipersiapkan. Ya, untuk melengkapi koleksi dokumentasi perjalanan wisatamu, pastikan kamu juga menangkap ekspresi natural penduduk di tempat tersebut.

       

       
      11. Memperhatikan Latar Belakang

                Ketika sedang pergi mengunjungi suatu destinasi wisata, pastikanlah kamu juga memperhatikan latar belakang dari foto-foto yang akan kamu bidik. Sebagai rekomendasi, cobalah untuk mencari latar belakang yang tidak terlalu mencolok.

                Kamu dapat mencoba untuk mencari posisi pencahayaan yang cerah namun memiliki latar belakang yang gelap. Tentu saja, latar belakang ini juga sangat cocok jika kamu ingin mengambil gambar wajah.

                Ya, pada intinya jangan sampai kamu memfoto sebuah objek dengan latar belakang yang terlalu ramai karena hal ini dapat membuat foto-fotomu menjadi kurang begitu focus.
       


       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
      Cara Foto Ketika Solo Traveling, pasti pernah walaupun mungkin sekali dimana kita jalan2 itu sendiri, gak harus Solo Traveling atau jalan2 yang jauh, bahkan ke Mall pun mungkin ada kala nya kita jalan sendiri kan. Kemanapun itu bagi yang punya "ego" di bidang foto-foto pasti lah gak kan melupakan satu hal ini yaitu Kamera ataupun Smartphone.
      Istilah nya Uang boleh gak punya, Sim boleh ketinggalan, Pacar boleh lupa, tapi Selfie WAJIB ADA.
      Nah walaupun kalian traveling sendiri ingin tetap exist di Social Media dengan mem posting poto jalan2 kalian, jangan khawatir banyak cara kok untuk bisa tetap foto-foto dengan cara-cara berikut :
      01. Selfie Kamera Depan : Tiap smartphone sekarang sudah jelas pasti ada kamera depan, dengan berbagai macam kualitas nya. Dan biasanya kamera depan ini sangat bagus untuk foto selfie karena bisa mengambil angle yang kita inginkan dan langsung terlihat hasilnya. Tips yang baik untuk Selfie kamera depan, cobalah posisikan Smartphone agak ke atas dan membentuk kemiringan sekitar 45 derajat, karena itu posisi yang sangat bagus.
      02. Gunakan Tripod dan Self Timer : Bagi kalian yang menggunakan Pocket Kamera atau bahkan DSLR pasti lah sangat hapal dengan guna dari Self Timer, dimana kita bisa menentukan kapan waktu kamera akan mengambil gambar. Self timer ini cocok bagi kalian yang membawa Tripod atau juga kamer bisa di taruh di Meja atau alas yang tinggi nya sesuai badan kita. Posisikan kamera agar mampu mendapatkan semua Background yang ada selain diri kita tentu nya.
      03. Foto Di Depan Cermin : Nah yang satu ini juga sering dilakukan para foto holic, dan biasanya sering di lakukan di area Mall yang memang banyak sekali terdapat kaca atau cermin, tinggal kita arahkan kamera ke arah cermin dan jangan gunakan Blitz karena akan memantulkan cahaya, jadi hasil nya kurang bagus
      04. Tongsis : aka Tolong Donk Sis (Bercanda) hahah, ini sudah jamak karena bukan hanya untuk Solo Traveler tapi sudah menjadi kewajiban bagi Foto Holic untuk punya satu aksesoris foto ini. Biasanya ada yang di lengkapi dengan tombol bluetooth shutter yang memudahkan untuk foto, namun kebiasaan hasil gambar lebih bagus ketika di padukan dengan Self Timer yang ada di Smartphone atau Kamera loh.
      05. Minta Tolong Orang Lain : Kalau yang ini sudah jelas dari jaman dahulu sudah digunakan, karena paling gampang itu ya minta tolong orang yang sedang lewat. Walaupun kita tidak bisa mendapatkan banyak foto yang kita inginkan paling tidak kita sudah ada foto jejak di tempat tersebut. Dan tips jika kalian merasa malu untuk minta tolong foto ke orang lain, cobalah untuk berakting kalau anda itu seorang Turis yang baru datang di tempat tersebut, jadi orang akan menyangka ini adalah kunjungan wisata, dan pasti banyak yang akan dengan senang hati membantu
      Dan beberapa hal lagi yang bisa kalian coba cek ke Infografis berikut happy foto holic :

    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
       
      Fotografi, atau foto-foto sudah jamak sekarang ya, apalagi di dunia traveling, makin berkembang nya teknologi dan kebutuhan manusia akan berinteraksi melalui Social Media dan mendapatkan pengakuan di dunia itu. Foto menjadi suatu kewajiban sebagai penanda atau bukti otentik suatu perjalanan.
       
      Beragam kebutuhan akan foto terutama gadget nya diproduksi, dan di nikmati oleh kita untuk kebutuhan traveling. Jaman sekarang tanpa foto kayak nya Jalan2 nya gak pas ya. Karena tanpa di tanya "Mana foto jalan2 nya ?" Kita suda lebih dulu untuk me publikasikan hasil poto itu di Social Media.
       
      Karena sekarang sudah banyak gadget untuk fotografi, bagi kalian yang sering traveling pasti punya pilihan gadget yang pas buat menemani jalan2 kalian kan beberapa di antara nya :
       
      DSLR, tipe kamera Profesional yang sering digunakan Fotografer Profesional juga dalam bekerja tidak hanya dalam dunia traveling, tapi segala jenis hal yang bersifat komersial. Kelebihan dari kamera ini hasil poto kalian yang sangat bagus. Namun kekurangan nya adalah untuk Traveler karena ukurannya yang cukup besar di tunjang dengan peralatan seperti Tripod nya yang memakan tempat jadi agak tidak fleksibel untuk bepergian.
       
      Action Cam, yang lagi booming jaman sekarang yaitu tipe kamera aktifitas, karena bentuk nya yang relatif kecil dan gampang di bawa jadi salah satu pilihan traveler untuk foto-foto, dan juga kamera jenis ini ditunjang dengan aksesoris yang cukup mumpuni, seperti casing anti air sehingga kalian bisa tetap berfoto ketika diving dan snorkeling sekalipun. Kekurangan nya adalah kualitas foto yang di bawah DSLR pasti nya.
       
      Smartphone, yang satu ini pasti hampir semua orang punya, bahkan ada quote "Don't leave home without your smartphone". Yup gadget satu ini memang sudah jadi kebutuhan Pokok yang mungkin sudah bisa bersanding dengan Sandang, Pangan dan Papan. Keuntungan nya yang pasti multi fungsi karena selain kalian bisa ber foto, penggunaan smartphone masih banyak seperti internet, social media, telepon dll. Dan dengan aksesoris tambahan seperti Tongsis (Tolong Donk Sis ) / Tongkat Narsis, selfie jadi andalan kalian dalam berfoto. Namun kekurangannya adalah Kualitas Foto dan Video nya yang masih jauh di bawah DSLR dan Action Camera ditambah untuk mendapatkan hasil Foto yang bagus di perlukan Smartphone yang bagus juga dan biasanya yang bagus itu relatif Mahal.
       
      Jenis fotografer lainnya bisa di cek berikut :
       


    • By vie asano
      Saya penasaran aja nih. Teman-teman, khususnya para ladies, ada yang pernah mengalami momen seperti ini nggak?
       
      " Saat sedang berwisata, kita happy berat dan akhirnya foto sana sini, lengkap dengan memotret diri sendiri sebagai ‘bukti hadir’ di obyek wisata tersebut. Namun setelah foto-foto tersebut dilihat ulang, kok ternyata hasilnya nggak sebagus yang diharapkan. Entah wajah yang terlihat lusuh, kusam, dan capek (apalagi jika aktifitas foto-foto dilakukan pada obyek wisata terakhir dari lusinan obyek wisata yang dikunjungi pada hari itu); bad hair day, pose yang canggung, postur tubuh yang lebih ‘bervolume’ saat di foto, dan lain sebagainya. Ujung-ujungnya, kita malah nggak pede memamerkan foto diri dan hanya memamerkan foto-foto yang tidak memasang foto sendiri. "
       

       
      Foto 01:
      Cita-cita semua cewek traveler: ingin tampil keren dan oke di setiap foto traveling. Yaah, kira-kira seperti foto ini lah [foto: SUMBER]
       

       
      Foto 02:
      Tapi kadang-kadang, hasilnya terlalu ancur untuk diperlihatkan ke teman-teman dan bikin bete [foto: SUMBER]
       
      Saya termasuk salah satu yang sering banget mengalami masalah tersebut saat di foto, khususnya saat berfoto di obyek wisata yang letaknya ada di negeri antah berantah (baca: susah di akses). Dan setelah saya mengunjungi beberapa forum, ternyata nggak sedikit juga yang mengeluhkan masalah yang sama. Mayoritas tentu saja berasal dari kaum hawa, karena cowok rata-rata cuek walau hasil fotonya menyerupai foto calon korban Sadako dari film the Ring (baca: absurd). Nah, berhubung dalam waktu beberapa bulan ke depan Insya Allah saya ada rencana untuk traveling bersama keluarga, sejak kini saya rajin mengumpulkan berbagai tips agar tetap terlihat keren saat berfoto wisata. Tips-tips tersebut saya dapat dari berbagai sumber dan akan saya sarikan lalu bagikan dalam thread ini. Sebagai tambahan, ada beberapa tips ‘nyeleneh’ yang saya dapat berdasarkan pengalaman pribadi.
       
      Note:
      Saya bukan ahli fotografi. Tips ini saya kumpulkan dan sarikan dari berbagai sumber. Kalau ada master fotgrafi mau menambahkan tips-nya, monggo bangettttt….
       
      Make-up
       
      Rata-rata cewek suka mengenakan make-up. Namun jika teman-teman ingin terlihat keren dalam foto traveling, hindari menggunakan make-up super tebal. Ini wisata, bukan kondangan. Memakai make-up terlalu tebal, sekalipun make-up tersebut di klaim waterproof, tetap saja ada kemungkinan akan luntur karena terkena keringat. Kebayang nggak sih gimana bete-nya kalau pas lagi mau ambil foto traveling, eh ternyata wajah jadi belang-belang karena foundation luntur gara-gara wajah berminyak, atau maskara/eyeliner ternyata belepotan terkena keringat dan meninggalkan jejak mata panda.
       

       
      Foto 03:
      Kenakan makeup tipis, natural look, dan sweat proof saat traveling untuk meminimalisir makeup malfunction [foto: SUMBER]
       
      Ada beberapa solusi yang bisa dicoba. Pertama, kenakan make-up secukupnya saja saat berwisata. Yang terpenting, produknya awet lama di wajah dan juga terbukti betul-betul waterproof. Kedua, selalu berbekal cermin kecil untuk memastikan apakah si cantik telah berubah jadi panda setelah beberapa jam berada di luar ruangan. Ketiga, jangan sungkan untuk melakukan retouch make-up jika diperlukan. Namun, berhubung kita sedang membicarakan foto wisata dan bukannya foto studio, sebaiknya batasi peralatan retouch cukup sebatas bedak dan eyeliner waterproof saja.
       

       
      Foto 04:
      Jangan lupa sesekali me-retouch makeup saat berwisata [foto: SUMBER]
       
      Pakaian
       
      O yeah, ini penting banget! Kalau nggak mau terlihat seperti karung beras nan montok saat sedang berfoto wisata, kenakan pakaian yang nyaman dan memberikan siluet merampingkan untuk tubuh. Dan, hindari memilih pakaian yang berpotensi tinggi menyebabkan wardrobe malfunction.
       

       
      Foto 05:
      Kenakan pakaian yang nyaman dan relatif aman dari wardrobe malfunction [foto: SUMBER]
       
      Saya pernah mengalami kejadian menyebalkan gara-gara pakaian. Ceritanya, saya mengenakan pakaian model loose dengan bagian leher yang longgar. Pas foto-foto sih rasanya biasa saja. Namun setelah di cek ulang, ternyata di beberapa foto, pakaian tersebut membentuk lipatan-lipatan di beberapa bagian yang akhirnya membuat badan (yang nggak bisa dibilang kurus) jadi ekstra berlipat-lipat. Duh!
       
      Lighting
       
      Mengambil foto obyek wisata saat matahari bersinar terang benderang memang menyenangkan, karena setiap bagian dari tempat wisata dapat terlihat dengan jelas. Namun jika kita di foto di tengah teriknya sinar matahari, kira-kira bisa dibayangkan hasilnya bagaimana? Mulai dari mata terpicing karena silau, hingga body yang terlihat lebih mengembang dari biasanya. Jadi, intinya adalah, pandai-pandailah dalam memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber cahaya alami.
       

       
      Foto 06:
      Manfaatkan cahaya untuk menghasilkan foto yang bagus, dan bukannya malah membuat foto jadi hancur [foto: SUMBER]
       
      Pose
       
      Sepertinya saran ini cukup sering dilontarkan oleh Tyra Banks, yaitu “kenali sudutmuâ€.  Untuk meminimalkan potensi ‘gagal foto’ saat wisata, nggak ada salahnya kok teman-teman berlatih mencari sudut yang tepat yang dapat menampilkan sisi terbaik kalian saat di foto. Namun ingat, carilah beberapa pose ya, karena nggak seru juga kalau di semua foto traveling gaya kalian itu-itu saja.
       

       
      Foto 07:
      Pose yang tepat bisa membuat para ladies terlihat lebih kurus (dan membuat foto traveling jadi lebih menarik) [foto: SUMBER]
       
      Aksesoris
       
      Jangan alergi mengenakan aksesoris saat berwisata! Sebuah bando maupun scarf dapat menyembunyikan rambut saat bad hair day.
       

       
      Foto 08:
      Headband bisa membantu mengatasi bad hair day yang sering dialami saat traveling [foto: SUMBER]
       
      Posisi
       
      Inilah hukum yang berlaku paling dasar dalam bidang fotografi. Benda yang posisinya lebih dekat akan terlihat lebih besar. Begitu juga dalam berfoto saat wisata. Semakin kalian dekat ke arah kamera, maka kalian akan terlihat lebih besar dari seharusnya. Jadi, jangan lupa atur jarak saat berfoto, terutama jika kalian merasa memiliki masalah dengan ukuran tubuh.
       

       
      Foto 09:
      Mau terlihat lebih kurus atau lebih berisi, tinggal atur saja jarak kalian terhadap kamera ya! [foto: SUMBER]
       
      Tambahan dari saya
       
      Saya termasuk tipe orang yang suka difoto sambil setengah sembunyi. Misalnya, hanya menampakkan bagian kepala (badannya ngumpet dibalik sesuatu), maupun hanya menampakkan setengah badan. Trik ini lumayan sedikit bisa mengakali agar kalian bisa tampil lebih keren saat di foto, khususnya bagi yang memiliki problem mirip-mirip dengan saya: nggak pede kalau di foto seluruh badan.
       
      Solusi lainnya, saya suka banget berfoto dengan sesuatu yang lebih besar (makin besar makin baik). Biasanya sih saya akan mencari patung maupun hal-hal besarrrr lainnya. Kenapa? Karena jika kita disandingkan dengan sesuatu yang lebih besar, otomatis kita akan terlihat lebih kecil (baca: kurus), dan itu bagus! Siapa sih cewek yang suka dibilang ndut? Hehe..
       

       
      Foto 10:
      Berpose dengan sesuatu yang besar akan membantu memberikan efek “mengecilkan†[foto: SUMBER]
       
      Last but not least, jika seluruh cara di atas sudah diterapkan namun tak berhasil juga, ijinkan saya memperkenalkan sebuah tips yang paling jitu; paling mutakhir; dan paling manjur untuk menghasilkan sebuah foto diri saat berwisata yang super keren. Tips tersebut, tak lain dan tak bukan adalah …
       
      … Photoshop.
       
      Ya, sekarang jaman sudah canggih. Dengan menggunakan photoshop, kalian bisa mengedit warna kulit yang mungkin terlihat kucel dan kusam, membuat lengan dan perut (uhuk!) sedikit lebih ramping. Photoshop juga dapat menghilangkan orang aneh yang terpotret bersama dengan kalian, membuat jerawat di wajah menghilang, dan banyak lagi. Namun ingat, mengedit foto = memanipulasi foto. Begitu ketahuan, bisa jadi kalian malah akan diragukan pernah berada di tempat wisata tersebut. Jadi, jangan mengedit foto menggunakan photoshop dan software sejenis lainnya kecuali jika sangat terpaksa (dan jika kalian betul-betul ahli dengan photoshop).
       

       
      Foto 11:
      The magic of photoshop [foto: SUMBER]
       
      Semoga bermanfaat!