• 0
Sign in to follow this  
AB. Harta

Pertanian, keren apa kampungan?

Question

sebagai negara agraris, tentunya Indonesia memiliki banyak sekali komoditas unggulan. Beras yang kita makan pun berasal dari pertanian. Menurut FAO , salah satu cara agar negara keluar dari krisis adalah dengan mengindustrialisasikan pertanian, benarkah?

Pertanian saat ini dipandang sebagai sesuatu kegiatan di kampung, berocok tanam, berpeluh dan berkeringat, serta identik dengan petani yang bodoh dan berpendapatan rendah, begitulah adanya. namun tahukah? kontribusi pertanian untuk PDB negara kita sekarang ini hampir 40 persen?

Komoditas-komoditas yang kita hasilkan didunia sebenarnya memiliki keunggulan-keunggulan komparatif, artinya negara kita bisa bersaing dengan produk negara lain. contohnya adalah kopi. Kopi gayo adalah kopi yang dihasilkan oleh provinsi aceh, hampir 80 persen produk starbuck untuk arabika mengimpor dari aceh, harganya dari petani sekitar 15ribu per kg, sedangkan kopi yang diminum di starbuck 50rb per gelas! contoh lainnya adalah coklat, produk coklat Lindt yang berasal dari swis tersebut megnambil kakao dari brazil dan sulawesi, nasibnya sama seperti kopi gayo aceh. keren kan, produk kita dipakai merek2 terkenal.

di negara orang, pertanian adalah pekerjaan terhormat, di amerika saja insentif untuk petani yang mengelola minimal 10Acre lahan pertanian nilainya hampir US$800.000 PER TAHUN, belum lagi pendapatan pokok dari petani tersebut.

Perusahaan pertanian sendiri ternyata masuk 4 besar top company in the world, Cargill, Monsanto, BASF adalah perusahaan pertanian yang masuk 10 besar perusahaan dengan aset terbesar di dunia, mengalahkan chevron dan astra.

Produk pertanian sendiri memiliki kegunaan yang sangat besar untuk keseharian kita, dan kita tidak akan lepas dari hal tersebut. sebagai contoh, minyak sawit yang berguna hampir di semua consumer goods yang kita pakai, unilever adalah salah satu perusahaan yang akan lumpuh bila negara kita tidak memproduksi minyak sawit.

jadi, pertanian keren apa ngga?? ditunggu pendapatnya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

20 answers to this question

  • 0

saya rasa semua pekerjaan sama mulia nya kalo tujuan yang ingin dicapai juga mulia dan halal :D

setuju sekali dengan pendapat mas deffa ini.

semua pekerjaan itu mulia kok.

dari tukang sampah hingga direktur.

lalu, untuk masalah ini, menurut saya pertanian itu keren banget.

coba kalo semua orang minder jadi petani.

kita mau makan beras dan tumbuh2xan darimana hasilnya?

betul tidak..?

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

Sebnernya keren sih ...

Cuma sayangnya..

Orang2 indonesia itu hanya bisa menanam saja..

TANPA bisa memelihara...

Dan kecenderungan bagi orang yang berduit, ngga akan inves di tanaman kakao...

Mereka lebih milih inves di pertanian kelapa sawit..

Karena ROInya menggiurkan...

Ditambah, kalapa sawit ngga terlalu ribet ngurusnya...

+ jangan ngebandingin beras kita dengan tanaman komoditas kita ynag lain..

Ngga bisa dibandingin bro...

Dan juga negera kita kan ngga bisa ngolahnya...

Berbanding terbalik ama negara lain, yang pandai mengolahnya...

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

Sebnernya keren sih ...

Cuma sayangnya..

Orang2 indonesia itu hanya bisa menanam saja..

TANPA bisa memelihara...

Dan kecenderungan bagi orang yang berduit, ngga akan inves di tanaman kakao...

Mereka lebih milih inves di pertanian kelapa sawit..

Karena ROInya menggiurkan...

Ditambah, kalapa sawit ngga terlalu ribet ngurusnya...

+ jangan ngebandingin beras kita dengan tanaman komoditas kita ynag lain..

Ngga bisa dibandingin bro...

Dan juga negera kita kan ngga bisa ngolahnya...

Berbanding terbalik ama negara lain, yang pandai mengolahnya...

jadi apa yang harus kita lakukan demi kemajuan pertanian negara kita ini bro?

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

jadi apa yang harus kita lakukan demi kemajuan pertanian negara kita ini bro?

Jawabannya: ya harus mulai dengan membenahi sistemnya dulu...

Mental "cuma bisa ngebangun doank" harus dibuang...

Disamping ngebangun, ya harus bisa memelihara... Apa pun itu...

Trus birokrasi pemerintahan kita juga harus dibenahi...

Saya ambil contoh..

PAsti tau lah, Lembang sebagai salah satu sentra penghasil strawberry di bandung.

PAs awal2 booming "petik strawberry sendiri", strawberry yang dihasilkan adalah kualitas prima.

Buahnya besar2 dan rasanya pun manis.

Coba sekarang kesono..

Buahnya kecil2 dan rasanya pun asam.

Mengapa? Ya karena hanya bisa membangun doank tanpa bisa memelihara..

Tanaman strawberry yang ada, hanya dibiakan begitu saja tanpa adanya penggantian bibit tanaman...

Dengan hanya membiakkan dari tanaman yang ada, kualitasnya juga pasti akan "terbagi."

Kalo sistemnya udah bagus, pastinya kedepannya juga bagus...

Contoh yah lain:

Beberapa tahun yang lalu, ada peneliti yang berhasil mengembangkan tanaman padi tanpa tanah..

CMIIW...

Sekarang masih kedengaran gitu beritanya?

Udah tenggelem tuh..

Lagi2... ya birokrasi pemerintahan kita...

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

Jawabannya: ya harus mulai dengan membenahi sistemnya dulu...

Mental "cuma bisa ngebangun doank" harus dibuang...

Disamping ngebangun, ya harus bisa memelihara... Apa pun itu...

Trus birokrasi pemerintahan kita juga harus dibenahi...

Saya ambil contoh..

PAsti tau lah, Lembang sebagai salah satu sentra penghasil strawberry di bandung.

PAs awal2 booming "petik strawberry sendiri", strawberry yang dihasilkan adalah kualitas prima.

Buahnya besar2 dan rasanya pun manis.

Coba sekarang kesono..

Buahnya kecil2 dan rasanya pun asam.

Mengapa? Ya karena hanya bisa membangun doank tanpa bisa memelihara..

Tanaman strawberry yang ada, hanya dibiakan begitu saja tanpa adanya penggantian bibit tanaman...

Dengan hanya membiakkan dari tanaman yang ada, kualitasnya juga pasti akan "terbagi."

Kalo sistemnya udah bagus, pastinya kedepannya juga bagus...

Contoh yah lain:

Beberapa tahun yang lalu, ada peneliti yang berhasil mengembangkan tanaman padi tanpa tanah..

CMIIW...

Sekarang masih kedengaran gitu beritanya?

Udah tenggelem tuh..

Lagi2... ya birokrasi pemerintahan kita...

si agan ini kayanya jurusan pertanian bukan gan? hehehe

tapi ane setuju, pemerintah kita sebaiknya fokus sama satu bidang dan sustain di bidang apapun.

kalo ane pribadi sih, sistem kelembagaan dulu kayanya dibenahi terus menerus, soalnya indonesia mah itu yang jadi masalah, kata ane pribadi sih

CMIWW apa tuh gan?

update terbaru nih dari bidang pertanian:

Pemerintah kita menaikant tarif ekspor untuk kelapa sawit. padahal komoditas itu yang sekarang jadi unggulan kita gan. hem, makin ga ngarti deh ane sama maunya pemerintah. impor lagii....impor lagiii..

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

temen saya yang datang dari rantauan.

orang tua nya dari pertanian dan kaya kaya :D

saya mah setuju, soalnya kalo mau kaya di Indonesia itu cuma dari 2 gan, kalo gak tambang, ya pertanian/perkebunan.

hayo ah kita back to nature.

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

si agan ini kayanya jurusan pertanian bukan gan? hehehe

tapi ane setuju, pemerintah kita sebaiknya fokus sama satu bidang dan sustain di bidang apapun.

kalo ane pribadi sih, sistem kelembagaan dulu kayanya dibenahi terus menerus, soalnya indonesia mah itu yang jadi masalah, kata ane pribadi sih

CMIWW apa tuh gan?

update terbaru nih dari bidang pertanian:

Pemerintah kita menaikant tarif ekspor untuk kelapa sawit. padahal komoditas itu yang sekarang jadi unggulan kita gan. hem, makin ga ngarti deh ane sama maunya pemerintah. impor lagii....impor lagiii..

Correct Me If I'm Wrong

saya mah setuju, soalnya kalo mau kaya di Indonesia itu cuma dari 2 gan, kalo gak tambang, ya pertanian/perkebunan.

hayo ah kita back to nature.

Semua sektor industri pasti ada sisi positif dan negatifnya..

Tapi yang saya tekankan sisi negatifnya...

Tambang

Industri ini musuh bebuyutan ama yang namanya lingkungan lho...

Manusia hanya bisa "menggali" apa yang ada di dalam tanah..

Tapi ngga bisa menghasilkan kembali apa yang sudah digali...

Walaupun sekarang2 sih udah cukup kedengeran yang namanya "alternative energy" aka energi yang terbarukan...

Pertanian juga sama.. Ngerusak lingkungan..

Berapa banyak hutan lindung yang dibabat abis hanya untuk pertanian skala guuuueeeddeeee....

Modalnya juga harus gede pisan...

Kalo skala kecil, ya cuma dipake maen ama tengkulak nantinya..

Walaupun kalo dari segi owner, ya memang paling menjanjikan...

Tapi inget...

Kategorinya bisnis kotor lho, kalo udah terjun ke dalemnya..

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

Correct Me If I'm Wrong

Semua sektor industri pasti ada sisi positif dan negatifnya..

Tapi yang saya tekankan sisi negatifnya...

Tambang

Industri ini musuh bebuyutan ama yang namanya lingkungan lho...

Manusia hanya bisa "menggali" apa yang ada di dalam tanah..

Tapi ngga bisa menghasilkan kembali apa yang sudah digali...

Walaupun sekarang2 sih udah cukup kedengeran yang namanya "alternative energy" aka energi yang terbarukan...

Pertanian juga sama.. Ngerusak lingkungan..

Berapa banyak hutan lindung yang dibabat abis hanya untuk pertanian skala guuuueeeddeeee....

Modalnya juga harus gede pisan...

Kalo skala kecil, ya cuma dipake maen ama tengkulak nantinya..

Walaupun kalo dari segi owner, ya memang paling menjanjikan...

Tapi inget...

Kategorinya bisnis kotor lho, kalo udah terjun ke dalemnya..

sebagai mahasiswa di kampus yang khusus banget pertanian (IPB), saya ga setuju sih soal perusakan lingkungan pembabatan hutan. kita punya yang namanya hutan tanaman industri, disitu emang si hutan sengaja ditanam untuk di tebang, untuk sawit sendiri isu perusakan lingkungan( termasuk isu pembunuhan orangutan itu) ga sepenuhnya benar ada black campaign biar image nya jelek, malah kan sekarang udah ada SOP buat sawit, udah ada RSPO buat ngatur pembangunan sawit.

kotor atau ngga ya tergantung orangnya sih, kalo duitnya hasil korupsi ya kotor, tapi kalo emang hasil jerih payah yah ga bisa begitu, siapa sih orang yang gak mau kaya, balik lagi ke orangnya sih. namanya investasi, pasti menggeliat, terus orang suka bikin isue ga jelas atas kekayaannya.

terus soal update si agan yang mengenai pemberlakuan trade barrier itu.... itu mah udah lama gan. Update terbarunya malah mengenai Black Campaign perusahaan sawit sekarang mah.

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

^

Justru yang harus ditanya: asal mulanya hutan tanaman industri itu darimana?

Semua pihak bisa aja nge-klaim ladangnya usahanya adalah ladang yang berstatus hutan tanaman industri dengan menunjukkan surat2nya....

Isu tentang pembunuhan orangutan?

Itu fakta kali...

Bukan isu lagi...

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

ya harusnya kita bangga dengan kekayaan sumber daya alam kita :)

menjaga serta melestarikannya, jangan untuk kepentingan diri sendiri atau golongannya saja..

kalo saya sihh, pertanian itu keren banget :)

identitas indonesia yang harus dipertahankan. .

jangan sampai org yang berkuasa dan punya uang main ngambil2 aja :(

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

Menurut saya jelas pertanian itu penting banget, cm justru di Indo yang negara agraris, malah org-orgnya jadi pada pindah ke kota karena ngerasa kalau di kampung engga menghasilkan, padahal kl dijalanin dan diatur dengan baik, duit juga tuh.

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

pertanian kita mnrt saya emang hrs diperhatikan spnuhnya ama pmrintah tmasuk kesejahteraan petaninya. dan emang untuk ptanian skala kecil.. ptani di desa skrg ud bnyk yg cuma ngegarap doang.. lahannya ya punya org lain lagi. dtmbh bnyk lahan kita baik sawah dan kekayaan alam lainnya yg diprivatisasi.. ga ngerti juga ama pmrintah kita.. pnya bnyk org pnter kok ya ga PD buat ngelola sndiri...

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

pertanian dan pertambangan emang salah satu sektor yang membuat negara lain bilanng kita kaya.

tapi sayang belum bisa diberdayakan, apalagi minyak bumi, itu msh perlu bantuan luar negri.

kalau ada tenaga ahli pasti negara lebih berkembang.

Untuk yang perkebunan emang ada beberapa oknum sih yang suka nebang pohon sebarangan. itu perusahaannya yang pernah diprotes sama green peace.

kayana sekarang masih

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

^

Justru yang harus ditanya: asal mulanya hutan tanaman industri itu darimana?

Semua pihak bisa aja nge-klaim ladangnya usahanya adalah ladang yang berstatus hutan tanaman industri dengan menunjukkan surat2nya....

Isu tentang pembunuhan orangutan?

Itu fakta kali...

Bukan isu lagi...

ikut nimbrung yah mas ganteng.

mas jadi pengennya hutan di negara kita dibiarin aja gitu? ato gimana?

menurut saya sih, kalo hutan kita di manfaatkan dengan sebagaimana mestinya( eksploitasi sewajarnya) ya ga masalah yah. namanya juga buat nambah kontribusi ke PDB kita ini. tapinya, kalo perusakan hutan saya ga setuju. saya ga tahu nih kalo isi undang2 tatausaha industri kehutanan sudah mengatur dengan baik apa belum sda yang di ekspoitasi itu.

saya sih sebagai orang lapangan emang agak miris yah soal pembalakan liar sampe ilegal loging, berapa oportunity cost nya kalo diolah dahulu sebelum dijual ke negara orang.

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

ikut nimbrung yah mas ganteng.

mas jadi pengennya hutan di negara kita dibiarin aja gitu? ato gimana?

menurut saya sih, kalo hutan kita di manfaatkan dengan sebagaimana mestinya( eksploitasi sewajarnya) ya ga masalah yah. namanya juga buat nambah kontribusi ke PDB kita ini. tapinya, kalo perusakan hutan saya ga setuju. saya ga tahu nih kalo isi undang2 tatausaha industri kehutanan sudah mengatur dengan baik apa belum sda yang di ekspoitasi itu.

saya sih sebagai orang lapangan emang agak miris yah soal pembalakan liar sampe ilegal loging, berapa oportunity cost nya kalo diolah dahulu sebelum dijual ke negara orang.

Mangga atuh eneng nu geulis...

:wub:

Hmmmmmm....

IMO

karena ane bukan pelaku bisnis di bidangnya dan bukan orang pemerintah juga, ya ane sih cuma bisa ngeliat aja tanpa bisa berbuat apa2...

Kadang2 trenyuh juga ngeliatin hutan hujan tropis kita dibabat untuk membangun suatu industri...

Walaupun yang masih agak lebat itu di sulawesi + daerah papua..

Yang paling kerasa sih, kalo di bandung, ya Kawasan Bandung Utara (KBU)...

Dulu daerah itu dingin banget...

Sekarang, udah panas...

Karena, ya pembabatan hutannya...

Dampaknya juga udah keliatan... Banjir dan longsor..

Kalo banjir sih, KBU masih aman karena emang daerahnya masih diatas... daerah selatan yang kena dampaknya...

Tapi KBU rawan banget ama longsor...

Yaaaaaa, mo gimana lagi...

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

Mangga atuh eneng nu geulis...

:wub:

Hmmmmmm....

IMO

karena ane bukan pelaku bisnis di bidangnya dan bukan orang pemerintah juga, ya ane sih cuma bisa ngeliat aja tanpa bisa berbuat apa2...

Kadang2 trenyuh juga ngeliatin hutan hujan tropis kita dibabat untuk membangun suatu industri...

Walaupun yang masih agak lebat itu di sulawesi + daerah papua..

Yang paling kerasa sih, kalo di bandung, ya Kawasan Bandung Utara (KBU)...

Dulu daerah itu dingin banget...

Sekarang, udah panas...

Karena, ya pembabatan hutannya...

Dampaknya juga udah keliatan... Banjir dan longsor..

Kalo banjir sih, KBU masih aman karena emang daerahnya masih diatas... daerah selatan yang kena dampaknya...

Tapi KBU rawan banget ama longsor...

Yaaaaaa, mo gimana lagi...

pemfaatan hutan itu emang di perbolehkan, soalnya kebutuhan manusia juga semakin meningkat. hutan tanaman industri itu memang hutan bikinan untuk memenuhi kebutuhan kita, karena tujuannya emang sengaja mengamankan 'natural forest ' kita. kawasan bandung utara itu merupakan salah satu natural forest, statusnya hutang lindung setau ane gan. memang sekarang sudah semakin sempi karena dibabat untuk dijadikan tempat tinggal, bisa lihat daerah dago-lembang yang arah maribaya, udah banyak pemukiman, lagi2 karena kebutuhan tempat tinggal manusia. pilihannya agan punya rumah tapi ga punya hutan, atau sebaliknya.

kalo masalah banjir sih mungkin bukan cuma pembabatan hutan aja sih yang disalahkan, tapi juga bantaran kali yang semakin sempit, agan lihat deh daerah sukasari dipatiukur, aturannya 5 meter ke kiri dan ke kanan seharusnya tidak boleh ada rumah, tapi ini mah di atas kali dibikin warteg, dijadiin tempat tinggal, soalnya harga sewanya murah, kumaha atuh kebutuhan ekonomi terdesak( walaupun sudah tersedia rumah subsidi yaitu "rumah sangat sempit sekali selonjoran susah" tipenya 3x5 harganya 50 juta cicilan 10 tahun harga lokasinya di gede bage). oh iya, yang banjir itu daerah gede bage soalnya daerah resapannya dijadikan perumahan2 nyadar ga sih gan cipamokolan sekarang perumahan semua? terus daerah pasteur juga sama soalnya selokannya kurang gede.

kalo agan tertarik sama pertanian, cari di bandung utara namanya wangun harja.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By ameryudha
      Eh Negara kita surplus loh produksi berasnya, tapi masih impor.  Siapa yang salah?
       
      Katanya Indonesia itu Negara agraris,  terus ceritanya nih pemerintah mengagung- agungkan bahwa Negara kita itu surplus berasnya , tapi untuk memenuhi pangan pokok rakyatnya masih Impor beras. Ko bisa ya ? penting ga sih buat kamu mikirin hal itu ? kalo ga tertarik ga usah lanjut baca deh.
       
      Intermezzo dikit ah…. Beras penting ga sih ?
      Dibalik kekacauan negeri ini, ada hal penting yang harus kita sadari semua. Apa yang paling penting bagi umat manusia di kehidupan nyata ? buat TS sih Makan.  Kalo kamu nanya kenapa TS jawabannya makan, TS punya pemikiran sendiri akan hal itu karena menurut TS salah satu surga dunia itu adalah makan, kalo manusia kehilangan surge tentunya kenikmatannya berkurang dong.
       
      Oke lah jawaban TS mungkin menurut kamu ga masuk, tp kamu pikir deh  kalo air siklusnya udah jelas  dan kita ga kekurangan ,  ya walopun agak keruh dan kotor tapi jarang banget ada orang mati kehausan, ada juga mati kelaparan.
       
      Kalo makanan ? oh yajelas dong orang mah kalo ga makan ngeluh , jelas kan yang harus kita pikirkan itu adalah kekurangan makan.  Nah Negara kita itu rakyatnya makan beras, jadi kalo makan itu penting tentu beras juga penting. SETUBUH???!!!
       
      Berapa sih produksi beras kita ?
      TS mah ga akan bahas secara ilmiah soalnya TS tahu ga akan menarik, tapi menurut Badan Pusat Statistik (BPS) sih mereka memperkirakan produksi padi tahun 2012 mencapai 69,05 juta ton gabah kering giling (GKG),  dimana jumlah itu naik 3,29 juta ton atau 5 persen dibandingkan produksi padi 2011 sebesar 65,76 juta ton GKG.
       
      Oke Stop, Indonesia tahun 2012 itu produksi sekitar 69 Juta Ton beras.  Banyak ga sih ? iya dong, dimasukin rumah ente juga keknya ga muat deuh ya kecuali emang ente orang tajir banget ga butuh rumah sampe rumahnya mau dijadiin gudang beras Indonesia.
       
       
      Lalu Impornya Berapa ?
      Berdasarkan data BPS, sejak tahun 2008 produksi beras nasional selalu surplus. Tetapi sejak tahun 2008 hingga kini, Impor beras terus dilakukan. Sampai Juli 2011, Pemerintah telah melakukan pengadaan beras melalui impor sebanyak 1,57 juta ton.
       
       Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), beras impor tersebut paling banyak berasal dari Vietnam yaitu 892,9 ribu ton dengan nilai US$ 452,2 juta.
       
      Sementara beras impor Thailand, telah masuk sebanyak 665,8 ribu ton dengan nilai US$ 364,1 juta hingga Juli. Selain dari Vietnam dan Thailand, pemerintah juga mengimpor beras dari Cina, India, Pakistan, dan beberapa negara lainnya
       
      Terus emang kita makan sebanyak apa sih ?
      Masih lieur juga ? gini sih, kalo gabah kering itu 69 juta ton ( perkiraan yang bisa dimakan sih setengahnya )terus penduduk kita 200 juta , jadi satu penduduk itu konsumsi 150 kg per tahun ya.
       
      Ente ngerasa ga ente konsumsi segitu? Nah loh, ga salah kan kalo ente makin ndut dari hari ke hari, edan gila konsumsi 1,5 kintal setaun. ( sori, data ini ga bisa jadi patokan hanya gambaran saja)
       
      Mau bandingan ga ? konsumsi beras nasional merupakan konsumsi tertinggi di Asia. Konsumsi beras di Korea mencapai 40 kg per kapita pertahun, Jepang 50 kg per tahun, Malaysia 80 kg per tahun, Thailand 70 kg per tahun.
       
       
      "Indonesia pernah mencapai konsumsi beras di angka 139 kg per kapitaâ€
       
      Nah , harusnya tercukupi dong kebutuhan beras kita ?
       
       Kata BULOG sih ngga… denger- denger sih  bulog mengklaim bahwa mereka mengimpor dengan tujuan mengamankan stok beras dalam negeri. Bulog berargumen bahwa data produksi oleh BPS tidak bisa dijadikan pijakan sepenuhnya ( ini yang survey siapa sih sebenernya, terus kalo ga akan dipake kenapa harus survey ? langsung aja mendingan Bulog yang survey kalo ga percaya lembaga lain)
       
      NB :  Perhitungan produksi beras yang merupakan kerjasama antara BPS dan Kementrian Pertanian ini masih diragukan keakuratannya, terutama metode perhitungan luas panen yang dilakukan oleh Dinas Pertanian yang megandalkan metode pandangan mata.
       
      Lah yang salah siapa… Lieur ah…sok mending komen terus cari gih data-data yang akurat. TS mah males da, soalnya TS ga makan nasi sih.
      </
    • By AB. Harta
      7.Kayu
      kayu meruapakan salah satu penyumbang pdb dari sektor non migas terbesar. tahun 1990-an sempat menjadi primadona, hampir 40 persen PDB kita disumbang sama kayu, tapi sekarang cuma 3 persen aja

      6. Teh
      Produksi teh kita melimpah dan berkualitas, sayangnya ga ada merek lokal kita yang mendunia seperti lipton, bahkan teh sosro pun belum bisa seperti itu. sariwangi yang lucu, dia produk lokal asalnya, namun dibeli sm orang, jadi brand luar sekarang ini. pendapatan masuk ke negara orang jadinya.

      5. Beras
      produksi beras indonesia itu ke 1 di dunia, sudah jelas jadi unggulan prang no 1. tapi kalo terus2an konsumsi beras, kita bakal ketergantungan ekspor. negara kita produksi pangan no 1 , tapi beras juga diimpor... tanya kenapa...

      4. Kakao/Coklat
      ini sudah jelas, produk unggulan yang lagi sangan sama brazil. coklat yang pake coklat indo contohnya Lindt

      3. Kopi
      starbuck itu green bean nya dari indonesia, saingan kita brazil. asalnya dari aceh kecuali spesiality kopi. dan kita punya kopi luwak, produk asli indonesia.

      2. Tembakau
      walaupun buka ekspor, tapi indoensia merupakan pasar yang sangat bisa menjadi potensial.

      1. Sawit
      ah gak perlu ditanya lagi. banyak masalah juga. lieur bahas ini mah.
    • By bangchangkyu
      Kalo jalan2 ke daerah di Indonesia, temen2 pasti suka bawa oleh2. Beberapa oleh2 khas daerah ada lho yang berupa buah. Berikut ini beberapa buah yang punya embel2 nama daerah di Indonesia:
      Apel Malang: apel malang ini punya 2 jenis, ada apel Rome Beauty dan Apel Manalgi. Warnanya kulitnya ada yang hijau dengan semburat garis merah ada juga yang kuning kehijauan. Kalo ke Malang, nyobain apel malang ini...manis dan wangii :)

      Mangga Indramayu: Ini mangga yang manis dengan tekstur yang legit, empuk. Siapa yang ga kenal mangga ini. Bukan cuma di Indramayu, di banyak tempat kita juga bisa nemuin mangga ini. Rasa manis mangga indramayu di support ama cuaca yang kering. Makanya kalo lagi kemarau, petani mangga di indramayu makin untung

      Belimbing Depok: budidaya belimbing belakangan ini semakin diperhatikan ama pemerintah depok. Belimbing depok ini buahnya besar dan manis. Bahkan pernah dapet pujian dari Jepang sampai perwakilan jepang mengunjungi tempat pembudidayaan belimbing ini. Saat ini, belimbing jadi ikon Kota Depok lho...
      Kualitas buah2 di Indonesia itu ga kalah sama yang imporan... kalopun harganya lebih mahal, ya support produk lokal lah, petani kita kesejahteraannya juga perlu ditingkatkan
      Ada yang maun nambahin lagi??