baihaki1985

Destinasi Penuh Pesona Wisata di Malaka, Malaysia

10 posts in this topic

Banyak tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi di negara tetangga Malaysia. Kuala Lumpur kerap menjadi destinasi wisata yang banyak didatangi oleh para wisatawan. Tak hanya dari Indonesia, namun juga dari berbagai negara lain. Namun satu tempat di Malaysia yang tak kalah menariknya kalau dibandingkan dengan Kuala Lumpur tak lain adalah Malaka. 

sungai_malaka.thumb.JPG.5b87c2f3f5c177b0

Sungai Malaka (kredit: Wikipedia)

Malaka merupakan salah satu kota yang berusia sangat tua di negara Malaysia. Kota Malaka merupakan ibukota dari negara bagian Malaka. Kota ini pun merupakan sebuah kota yang kaya akan peninggalan budaya dan sejarah. Terlebih kota ini pernah dipimpin oleh tiga negara penjajah, yakni Portugis, Belanda serta Inggris. 

Kota multi etnis

Dengan kondisi seperti itu, Malaka pun mempunyai kultur budaya yang unik dan berbeda kalau dibandingkan dengan suasana di kota di negara Malaysia lainnya. Tentunya lingkungan serta budaya yang unik di Malaka pun menjadi destinasi wisata yang sangat menarik bagi para wisatawan dari seluruh dunia. 

Sejak dahulu, Malaka dikenal sebagai kota perdagangan internasional. Kota ini pun pertama kali didirikan pada abad ke 14. Sejak saat itu, Malaka berkembang pesat menjadi pusat perdagangan di Asia Tenggara. Laksamana Cheng Ho dari Cina pun sempat menginjakkan kakinya di tempat ini. 

Tak hanya bangsa Cina, bangsa Portugis juga menginjakkan kakinya pertama kali ke Malaka pada tahun 1509. Sempat diterima masyarakat lokal, namun akhirnya mereka diusir. Selang dua tahun, Portugis kembali datang ke Malaka dan berhasil menguasai kota perdagangan ini. 

kampung_portugis.thumb.jpg.b8cdbea250ad1

Kampung Portugis di Malaka (kredit: shopify)

Negara berikutnya yang datang ke Malaka adalah Belanda. Bekerjasama dengan Kesultanan Johor Bahru, Belanda berhasil mengalahkan Portugis. Belanda pun bahkan menguasai Malaka hingga mencapai 150 tahun. Baru setelah itu mereka dikalahkan oleh Prancis yang selanjutnya menyerahkan kepemimpinan Malaka ke tangan Inggris. 

Dengan latar belakang sejarah seperti itu, tak heran kalau kondisi di Malaka ini pun sangat unik. Bahkan saat ini Malaka dikenal sebagai pusat budaya Peranakan. Tidak hanya para Peranakan yang merupakan keturunan antara orang-orang dari Cina dengan masyarakat lokal, Malaka juga menjadi tempat tinggal para keturunan orang-orang Portugis yang biasa berkomunikasi dengan bahasa mereka sendiri, disebut dengan bahasa Kristang atau Cristao.  Selain itu, masyarakat di kota ini juga menggunakan bahasa Melayu, Inggris, Mandarin serta Tamil dalam kehidupan sehari-hari. 

Kota Pariwisata

Masyarakat kota Malaka pun menggantungkan mata pencahariannya dari bisnis pariwisata. Kota ini pun mempunyai slogan "Melawat Melaka Bererti Melawati Malaysia". Hampir tak jauh berbeda dengan slogan pariwisata nasional Malaysia yak, "Malaysia Truly Asia". Dan menariknya, warga Singapura pun kerap menjadikan Malaka sebagai destinasi wisata saat menghabiskan akhir pekan. Terlebih jaraknya dekat pula ya. 

Lalu bagaimana dengan wisatawan dari Indonesia? Menurut data pada tahun 2011, jumlah wisatawan Indonesia yang datang ke Malaka menempati posisi terbesar ketiga setelah Cina dan Singapura. Jumlah wisatawan Indonesia yang datang ke Malaka di tahun 2011 itupun mencapai angka 168 ribu jiwa. 

Landmark Malaka

Malaka secara khusus memang mempunyai berbagai landmark bangunan tua peninggalan masa lalu. Terlebih kota ini menjadi tempat tinggal orang-orang keturunan, yang tentunya memiliki budaya berbeda jika dibandingkan dengan masyarakat lokal. Beberapa landmark yang menjadi ciri khas kota Malaka antara lain adalah: 

Christ Church

Gereja yang satu ini merupakan gereja Kristen Protestan tertua yang ada di negara Malaysia. Gereja ini dibangun dalam rentang antara tahun 1741 hingga 1753. Menariknya, batu bata yang digunakan untuk membangun gereja ini dibawa secara langsung dari negeri Belanda. Tidak heran kalau masa pembangunannya pun sangat lama, mencapai 12 tahun. Dan meski telah berusia sangat tua, gereja ini hingga kini masih digunakan oleh penganut agama Kristen Protestan di Malaka. 

46424450.jpg

Stadthuys bersebelahan dengan Christ Church (kredit: Panoramio)

Gereja ini mempunyai bentuk yang sangat mudah dikenali oleh para wisatawan. Tak lain karena warna merah bangunan yang sangat mencolok. Selain itu bangunan gereja hadir dengan desain arsitektur bergaya Kolonial Belanda. Mempunyai bentuk persegi 25 meter x 13 meter dengan ketinggian mencapai 12 meter. Lantai bangunan gereja ini menggunakan granit yang biasanya dipakai sebagai bahan pemberat dalam kapal pedagang. 

Para wisatawan pun bisa masuk ke dalam gereja. Gereja ini buka setiap hari dari hari Minggu hingga hari Sabtu dari mulai pukul 8:30 hingga pukul 17:00. Gratis tidak ada pungutan biaya apapun. Namun yang perlu diperhatikan, para pengunjung tidak diperbolehkan mengambil gambar pada saat berada di dalam bangunan. 

Stadthuys atau Red Square

Stadthuys merupakan bahasa Belanda yang artinya city hall. Stadthuys ini dikenal sebagai bangunan bersejarah yang berlokasi di jantung kota Malaka. Bangunan ini didirikan oleh Belanda pada tahun 1650. Pada saat itu, Stadthuys ini berfungsi sebagai kantor Gubernur serta Deputi Gubernur. Bangunan ini pun kemungkinan merupakan bangunan tertua peninggalan penjajah Belanda di Benua Asia. 

Lokasi Stadthuys ini berada di Laksamana Road dan bersebelahan dengan Christ Church. Dan karena gedung Stadthuys ini pula lah, Christ Church yang semual warnanya adalah putih diganti menjadi warna merah pada tahun 1911. Mungkin biar selaras kali ya, terlebih kedua bangunan ini sama-sama tuanya. 

Edited by baihaki1985

Share this post


Link to post
Share on other sites

Berburu Kuliner Khas Malaka di Jonker Walk

Sebagai wilayah yang didiami oleh masyarakat dengan berbagai jenis suku bangsa, budaya di kota Malaka memang sangat unik. Termasuk tentu saja adalah kuliner yang ada di kota perdagangan kuno tersebut. Di tempat ini, terdapat satu lokasi yang memang dikenal sebagai tempat paling pas untuk berburu kuliner Malaka. Tempat tersebut adalah Jonker Street.

Jonker Walk atau Jalan Hang Jebat adalah area jalan yang sangat dikenal bagi kalangan traveler serta backpacker yang berkunjung ke Malaka. Jonker Walk ini berada di kawasan Chinatown di Malaka yang dipenuhi dengan bangunan-bangunan tua. Secara khusus, area di sini juga menjadi lokasi berburu yang populer di mata para wisatawan. 

Berbagai jenis makanan pun bisa dijumpai di sini. Jadi, alangkah baiknya kalau sebelum berkunjung ke Jonker Walk, perut dikosongkan terlebih dulu. Jadi bisa makan hingga sepuasnya begitu :D. Dan jangan heran meski Malaka merupakan kota di luar negeri, namun kuliner di sini cita rasanya tak jauh berbeda dengan kuliner nusantara. Bahkan malah akan ada banyak kesamaan. 

jonker_walk.thumb.jpg.b6118d443b85201379Jonker Walk di malam hari (kredit: Flickr/Arup)

Lalu makanan apa saja sih yang bisa dijumpai selama di Malaka? Terutama di kawasan Jonker Walk. 

Onde-onde

Hmmm... kalau dengar kata onde-onde, tentu yang terlintas adalah jajanan pasar berbentuk bulat yang ditutupi dengan wijen. Di dalamnya terdapat kacang hijau. Namun onde-onde yang ada di Malaka ternyata tidak sama dengan onde-onde di tanah air. Alih-alih onde-onde tersebut ternyata punya kesamaan bentuk dan bahkan rasa dengan kue klepon. 

onde-onde.thumb.jpg.7fb784d3728d62862217Onde-onde alias klepon (kredit: burpappetit)

Kalau menyebut klepon dengan nama onde-onde, jadi teringat salah satu film Dono Kasino Indro pas waktu ada karakter Boneng jadi tokoh satpam. Di situ disebutkan pula kue klepon yang dipanggil dengan nama onde-onde. Apa mungkin di beberapa tempat di tanah air ada juga ya yang menyebut klepon dengan nama onde-onde? 

Cendol

Pernah dengar kabar mengenai klaim negara Malaysia terhadap es cendol? Nah di Jonker Walk juga tersedia es cendol. Kita tidak ngomongin perihal rebutan klaim es cendol lho ya. Soalnya bisa jadi juga sih kalau es cendol sudah ada cukup lama di Malaysia. Secara kan dulu sebagian wilayah Malaysia dikuasai oleh Majapahit dan Sriwijaya yang notabene pusat pemerintahannya ada di Indonesia. 

cendol.thumb.JPG.7c64767ff21b6a61712a6ad

(kredit: ruanganhendra)

Penampilan es cendol ala Malaysia yang bisa dijumpai di Jonker Walk ini pun tidak jauh berbeda dengan es cendol di Indonesia. Biasanya cendol dicampur dengan santan kalapa, es parut serta menggunakan gula merah. Rasanya tentu saja menyegarkan dan manis. Bisa dijadikan desert saat menikmati makanan. 

Pai Tee

pai_tee.thumb.jpg.efc2fed7c27ad36c5e00df

Pai tee (kredit: foodspotting)

Pai Tee dikenal sebagai kuliner khas peranakan di Malaka. Jajanan yang satu ini mempunyai semacam mangkok yang bisa dimakan dan terasa renyah. Dan pai tee atau pie tee ini tentunya bukan makanan yang punya kemiripan dengan kuliner tanah air. 

Fried oyster omelet

Kuliner yang satu ini merupakan salah satu makanan yang cukup populer di Malaysia. Bukan asli Malaysia sih ya, tapi kuliner ini nampaknya dibawa oleh orang-orang Cina yang menetap di negara tersebut. Seperti namanya, omelet ini dibuat dengan bahan utama berupa kerang. Di Malaka, akan ada banyak food court yang menyediakan kuliner satu ini. 

Sate celup

Kalau makan sate mungkin sudah biasa ya. Tapi bagaimana dengan sate celup? Tapi untuk lokasi yang terkenal dengan kuliner sate celupnya bukan berada di Jonker Walk. Tempat makan yang bisa dituju untuk bisa merasakan sate celup paling enak di Malaka adalah Capitol Satay Celup. 

satay_celup.thumb.JPG.b14e9f445a8526165d

Sate celup (kredit: homestaybandarwarisan)

Capitol Satay Celup yang berlokasi di Lorong Bukit Cina ini merupakan pioneer bisnis kuliner sate celup di Malaka. Bahkan setiap harinya banyak orang yang rela antre di tempat ini. Variasi sate celup yang disajikan di tempat ini pun bejibun. Total lebih dari 80 jenis sate celup bisa dijumpai di restoran ini. Baik sate ayam, udang, ikan, jamur dan lain-lain. 

Nyonya laksa

Satu lagi kuliner khas yang merupakan percampuran antara budaya lokal Melayu dengan bangsa Cina. Makanan yang menggunakan bumbu laksa, tak hanya di Malaysia namun juga bisa dijumpai di negara Asia Tenggara lain. Termasuk di antaranya adalah Indonesia. Kalau di Malaysia, makanan laksa yang terkenal adalah nyonya laksa. 

nyonya_laksa.thumb.jpg.0b309eec9c0069bf0

Nyonya laksa (kredit: vkeong)

Nasil lemak

Nasi lemak tentunya kuliner yang sudah cukup familier di lidah masyarakat Indonesia. Nasi lemak merupakan nasi pemasakannya dicampur dengan menggunakan santan serta daun pandan. Di negara Malaysia sendiri, nasi lemak dianggap sebagai salah satu kuliner nasional. Kuliner ini juga bisa dijumpai di beberapa wilayah Indonesia, seperti Riau contohnya. Dan kalau di tempat lain, kayaknya nasi lemak mirip dengan nasi uduk. Bener apa nggak ya?

Edited by baihaki1985

Share this post


Link to post
Share on other sites

Halo, tanya dunks

1. Kalau dari KL sentral ke Melaka naik bus apa yah ?

2. Berapa cost-nya yah ?

3. Kalau tidak menginap (PP), bus malamnya sampai jam berapa yah ?

Soalnya tertarik dengan ulasan ke Melaka yang dibuat :melambai

Share this post


Link to post
Share on other sites

@YuliaTaslim

halo yulia welcome saya coba bantu ya

01. Bus KL - Melaka cukup banyak tapi bukan dari KL Sentral tapi dari Terminal Bersepadu Selatan di Bandar Tasik Selatan. Atau bisa dari bandara KLIA2. Busnya ada Transnasional, Konsortium Bas Express dll

02. Harganya dari 12.20 - 13.00 RM

03. Info lengkap rutenya bisa cek ke SINI

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now