deffa

Cara Membuat Visa Schengen Eropa

30 posts in this topic

Hola Deffa Here !!!

Cara Membuat Visa Schengen, pasti banyak yang mempunyai impian jalan2 keluar negeri demi menambah wawasan dunia ataupun sekedar mengunjungi teman atau mungkin ingin bekerja dan sekolah di sana. Salah satu tujuan favorit itu adalah Eropa. Karena memang Uni-Eropa dengan banyak negara tergabung di dalam nya menawarkan banyak sekali wisata yang lengkap dari Darat, Laut bahkan Udara.

Negara-negara di Eropa yang mulai di satukan di bawah naungan Uni-Eropa dan mulai awal 1999 menggunakan mata uang yang sama yaitu EURO (Kecuali Inggris), mempermudah para wisatawan dari negara manapun untuk mengunjungi negara-negara yang berada pada benua tersebut. 

Bagi WNI (Warga Negara indonesia) kita membutuhkan Passport dan Visa untuk mengunjungi benua Eropa yang di sebut Visa Schengen. Visa Schengen ini bagi WNI bisa di gunakan untuk memasuki sebagian besar Negara-Negara di Uni-Eropa kecuali Inggris. Karena Inggris sebagai mata uang dengan nilai tertinggi di dunia Poundsterling, mempunyai Visa sendiri.

Dengan total 25 negara (mungkin akan bertambah) dalam list Visa Schengen, adapun list Negara Uni-Eropa yang bisa di kunjungi oleh WNI dengan menggunakan Visa Schengen adalah :

  1. Austria
  2. Belgia
  3. Republik Ceko
  4. Denmark
  5. Estonia
  6. Finlandia
  7. Perancis
  8. Jerman
  9. Yunani
  10. Hungaria
  11. Islandia
  12. Italia
  13. Latvia
  14. Lithuania
  15. Luxemburg
  16. Malta
  17. Belanda
  18. Norwegia
  19. Polandia
  20. Portugal
  21. Slovakia
  22. Slovenia
  23. Spanyol
  24. Swedia
  25. Swiss

Untuk Jenis Visa Schengen nya sendiri pun di bagi lagi menjadi 3 jenis Visa Schengen berdasarkan keperluan dan tujuan kunjungan nya :

  1. Uniform Schengen Visa (USV) : Untuk transit / tinggal dalam waktu tertentu maksimal hingga 90 hari, selama 6 bulan masa berlaku Visa, dimulai sejak pertama kali masuk wilayah Schengen
  2. Limited Territorial Validity Visa : Hanya dapat digunakan di negara tempat mengurus Visa atau negara Schengen yang disebutkan secara spesifik ketika sedang apply visa schengen.
  3. National Visa : Visa yang diperuntukkan khusus bagi yang bertujuan untuk Belajar, Bekerja dan berencana untuk tinggal menetap di wilayah Schengen

Adapun biaya yang di perlukan untuk Apply Visa Schengen juga di bagi 2 jenis lagi, dibedakan atas waktu kunjungan :

  1. Airport Transit Visa / Short Visa : Visa dengan lama kunjungan di bawah 60 hari, besaran biayanya adalah 60 Euro
  2. Long Visa : Visa dengan lama kunjungan di atas 90 hari, besaran biayanya adalah 99 Euro
  3. Untuk anak 6 - 12 tahun : biaya nya 35 Euro

Note : Selain biaya administrasi Visa, di wajibkan juga mempunyai Asuransi Perjalanan yang bernilai minimal 30.000 Euro, bisa menggunakan Asuransi yang sudah ada di Indonesia seperti AXA, Prudential dll

Syarat pengajuan Visa Schengen hampir sama dengan syarat pengajuan Visa negara-negara lain pada umum nya yaitu :

  1. Copy Akte Kelahiran / Kartu Keluarga / Surat Nikah
  2. Passport masih berlaku minim 6 bulan dan masih mempunyai 2 halaman kosong
  3. Pas Foto 3.5 x 4.5
  4. Formulir Pengurusan Visa yang bisa di unduh dari salah satu web Embassy salah satu nya KLIK
  5. Bukti Asuransi Perjalanan dari penyedia jasa Asuransi seperti Axa, Prudential dll
  6. Undangan Formal atau Sponsor dari kerabat atau kenalan di area Schengen, jika tidak ada lihat no. 7
  7. Tiket Pesawat Pulang Pergi serta Bukti Reservasi Penginapan selama di area Schengen
  8. Bukti Saldo Rekening selama 3 bulan terakhir atau disebut nya Rekening Koran minimal 30 - 50 juta (tergantung berapa lama kunjungan)
  9. Visa Schengen yang terdahulu jika sudah pernah punya

Untuk pengurusan Visa Schengen bisa di beberapa Kedutaan negara-negara Uni-Eropa yang ada di Indonesia khususnya Jakarta, tapi saran dari beberapa sumber dan orang yang pernah bikin sendiri. Lebih mudah pengurusan melalu Kedutaan Belanda karena keterkaitan sejarah yang cukup lama jadi WNI di permudah dalam hal pengurusan Visa Schengen. Berikut beberapa alamat Kedutaan Besar Uni-Eropa untuk mengurus Visa Schengen :

  1. Kedutaan Belanda : Jalan HR Rasuna Said Kav S-3, Jakarta, 12950. Telepon 021 5248200. Website KLIK
  2. Kedutaan Italia : Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, 10310. Telepon 021 31937445. Website KLIK
  3. Kedutaan Jerman : Jalan Mh Thamrin 1, Menteng, Jakarta Pusat, 10310. Telepon 021 39855000. Website KLIK

Silahkan bagi yang mau coba pergi ke Eropa apply Visa Schengen, bisa di ajukan 3 bulan sebelum berangkat ke salah satu kedutaan tersebut, dan lama pembuatan Visa Schengen di kedutaan hanya sekitar 4 jam saja :)

large.Mengurus_visa_schengen_eropa_(1).j

 

 
  9 hours ago, Deanindhita said:

halooo salam kenal!

Kebetulan saya biasa mengurus org yg mau apply visa. Untuk schengen sendiri jika mau buat biasanya buat visanya ditujukan untuk negara pertama atau negara terlama yg dikunjungi. Misalnya jika tujuan utamanya jerman, lo beli tiket dengan rute jkt-frankfurt-jkt misalnya tp lo mau ke spanyol juga dengan jumlah stay di masing2 negara sama, maka lo bisa buat visa schengen di kedutaan jerman. Atau misalnya peswatnya jkt-ams-jkt tp sebetulnya di belanda cuma 3 hari dan lebih lama di itali, nah lo harus bikin schengen itali.

Mengurus_visa_schengen_eropa.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Helen Hutagaol

setau saya memang harus tiket penerbangan berangkat nya ke Belanda dulu atau istilah nya nginjak kaki ke Belanda dlo untuk Visa Schengen belanda, begitu juga dengan Visa Schengen di kedutaan negara uni-eropa lainnya. Tapi kalau pulang nya boleh tidak di Belanda. Begitu mungkin info yang saya dapat :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Helen Hutagaol 

ya kalo temennya udah kayak gitu harus nya bisa seh, karena ya kan kedutaan belanda melihat kamu ada tiket ke Belanda, cuma mereka gak tau kalo itu tiket transit. Inti nya seh mungkin yang penting ada tiket pergi ke belanda nya :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

sejarahnya yang cukup lama ya itu doang soalnya.. hehe..

tapi lumayan lah jadi dipermudah..

ya bisa jadi seh

tapi menurut teman yang kuliah di belanda, di pelajaran sejarah sekolah Belanda tidak ditulis Menjajah Indonesia, tapi Berdagang dengan Kerajaan di Indonesia melalui VOC. Jadi persepsi mereka berbeda tentang sejarah :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

ya bisa jadi seh

tapi menurut teman yang kuliah di belanda, di pelajaran sejarah sekolah Belanda tidak ditulis Menjajah Indonesia, tapi Berdagang dengan Kerajaan di Indonesia melalui VOC. Jadi persepsi mereka berbeda tentang sejarah :)

ooooh diperhalus ya

jadi kepikiran. di sejarah jepang, anggapannya apa ya?

Share this post


Link to post
Share on other sites

ooooh diperhalus ya

jadi kepikiran. di sejarah jepang, anggapannya apa ya?

nah kurang tau kalo itu, tapi karena jepang menjajah cuma bentar istilah nya cuma numpang parkir doank mungkin gak di sebut ya, karena sejarah jepang lebih terkenal kekalahan mereka lawan sekutu

Share this post


Link to post
Share on other sites

Mo nanya nie, klo buatnya lbh gampang di kedutaan belanda misalnya kt bkn mo k belanda gmna??

halooo salam kenal!

Kebetulan saya biasa mengurus org yg mau apply visa. Untuk schengen sendiri jika mau buat biasanya buat visanya ditujukan untuk negara pertama atau negara terlama yg dikunjungi. Misalnya jika tujuan utamanya jerman, lo beli tiket dengan rute jkt-frankfurt-jkt misalnya tp lo mau ke spanyol juga dengan jumlah stay di masing2 negara sama, maka lo bisa buat visa schengen di kedutaan jerman. Atau misalnya peswatnya jkt-ams-jkt tp sebetulnya di belanda cuma 3 hari dan lebih lama di itali, nah lo harus bikin schengen itali.

Yang biasa gw lakukan sih gitu.. cmiiw

Boleh koreksi juga ga? Sepengalaman gw sih pasapor berlaku minimal 7 bulan, bukan 3 bulan. Dan setau gw juga kalau mau keluar negeri selain negara schengen aja passpor minimal 6 bulan masa berlaku. Soalnya tamu gw pernah ga bisa terbang ke singapore karna passpor berlakunya kurang dari 6 bulan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

halooo salam kenal!

Kebetulan saya biasa mengurus org yg mau apply visa. Untuk schengen sendiri jika mau buat biasanya buat visanya ditujukan untuk negara pertama atau negara terlama yg dikunjungi. Misalnya jika tujuan utamanya jerman, lo beli tiket dengan rute jkt-frankfurt-jkt misalnya tp lo mau ke spanyol juga dengan jumlah stay di masing2 negara sama, maka lo bisa buat visa schengen di kedutaan jerman. Atau misalnya peswatnya jkt-ams-jkt tp sebetulnya di belanda cuma 3 hari dan lebih lama di itali, nah lo harus bikin schengen itali.

Yang biasa gw lakukan sih gitu.. cmiiw

Boleh koreksi juga ga? Sepengalaman gw sih pasapor berlaku minimal 7 bulan, bukan 3 bulan. Dan setau gw juga kalau mau keluar negeri selain negara schengen aja passpor minimal 6 bulan masa berlaku. Soalnya tamu gw pernah ga bisa terbang ke singapore karna passpor berlakunya kurang dari 6 bulan.

halo dea thx u tambahan info nya

untuk pembuatan visa schengen nya saya tambahkan di atas ya

 

Untuk passport ya betul sekarang sudah maksimal 6 bulan masa berlaku harus di perpanjang :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

mau tanya dong.. ada yang pernah gak penerbangan yang di pake buat apply visa beda sama penerbangan pas sebenarnya berangkat?

misal:

- bikin visa schengen belanda pas apply pake maskapai A (jakarta - amsterdam - jakarta) tapi pas pergi sebenernya pake maskapai B (jakarta - roma - jakarta) 

atau

-  bikin visa schengen belanda pas apply pake maskapai A (jakarta - amsterdam - jakarta) tapi pas pergi sebenernya pake maskapai B (jakarta - amsterdam) dan maskapai C (paris - jakarta)

 

sama mau tanya klo pas di interview bikin visa interview nya pake bahasa apaan yah? apa sesuai bahasa negara yang di apply?

makasih 

cc : @deffa

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 hours ago, AL-Akbar said:

mau tanya dong.. ada yang pernah gak penerbangan yang di pake buat apply visa beda sama penerbangan pas sebenarnya berangkat?

misal:

- bikin visa schengen belanda pas apply pake maskapai A (jakarta - amsterdam - jakarta) tapi pas pergi sebenernya pake maskapai B (jakarta - roma - jakarta) 

atau

-  bikin visa schengen belanda pas apply pake maskapai A (jakarta - amsterdam - jakarta) tapi pas pergi sebenernya pake maskapai B (jakarta - amsterdam) dan maskapai C (paris - jakarta)

 

sama mau tanya klo pas di interview bikin visa interview nya pake bahasa apaan yah? apa sesuai bahasa negara yang di apply?

makasih 

cc : @deffa

Kayak nya banyak yang begini namanya Dummy Ticket dan memang banyak yang nyaranin begitu, soal bahasa pernah ada yang nulis di interview di VFS Global nya pake Bahasa Inggris @AL-Akbar

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 hours ago, deffa said:

Kayak nya banyak yang begini namanya Dummy Ticket dan memang banyak yang nyaranin begitu, soal bahasa pernah ada yang nulis di interview di VFS Global nya pake Bahasa Inggris @AL-Akbar

gak bakal jadi masalah kah pas pemeriksaan di imigrasi kedatangan negara bersangkutan? mungkin ada yg pernah punya pengalaman mohon di share dong hehe

@deffa

Share this post


Link to post
Share on other sites
21 minutes ago, AL-Akbar said:

gak bakal jadi masalah kah pas pemeriksaan di imigrasi kedatangan negara bersangkutan? mungkin ada yg pernah punya pengalaman mohon di share dong hehe

@deffa

Saya banyak baca di grup Backpacker International gak ada masalah pake Dummy Ticket gitu untuk Visa Schengen, yang masalah kalau untuk apply Visa Jepang :)

@AL-Akbar

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By norma sofisa
       

       
      Pulau Santorini adalah salah satu destinasi wisata yang populer bagi traveler di seluruh penjuru dunia. Terletak di Laut Aegean, berjarak kurang lebih 200 km dari di selatan  Yunani daratan. Sebelumnya, Pulau Santorini disebut Thera atau Thira (sumber: Wikipedia). Menurut sensus yang dilakukan tahun 2011, Santorini memiliki luas daratan sebesar 90.623 km2 dengan jumlah penduduk permanen sebesar 15.550 jiwa (sumber: www.thira.gov.gr). Dengan ukuran pulau yang cukup luas, perkiraan saya sedikit meleset. Tadinya, saya membayangkan bisa mengelilingi pulau ini dengan naik dokar atau menyewa sepeda.
      Penerbangan ke Santorini, khususnya dari Eropa barat, biasanya melalui transit di Bandara Athena. Sewaktu berkunjung kesana pada Juli, musim panas lalu, kami memang mengunjungi beberapa tempat dahulu sebelumnya, termasuk Athena. Dari Athena, kami naik pesawat tengah malam dan sampai dini hari di Bandara Thira.
      Perlu dipertimbangkan pula, jika bepergian saat musim panas, rate penerbangan biasanya melonjak naik secara signifikan. Sebagai contoh, dari Amsterdam - Santorini pada Juli kemarin bisa mencapai lebih dari 200an Euro pulang pergi. Anggaplah 1 Euro setara dengan Rp 15000, biaya pesawat saja dapat menyentuh angka lebih dari 3 juta rupiah. Cukup mahal juga untuk ukuran backpaker seperti saya.
      Dikarenakan niat dan tekad kami begitu kuat pengin mencicipi keindahan Santorini, kami pun memutar otak. Akhirnya, setelah mempertimbangkan plus minusnya, kami memutuskan rute terbang Roma-Athena-Santorini. Tentu saja, dengan rute tersebut kami menghabiskan biaya pesawat yang kurang lebih sama, namun kami dapat sekaligus berkunjung ke kedua kota lainnya.
      Ada beberapa landmark terkenal yang wajib dikunjungi disini. Fira dan Oia, dua "kota" yang terkenal dengan rumah-rumah bercat putih biru di atas tebingnya. Di tempat ini, keindahan dan orisinilitas Santorini banyak diekploitasi oleh fotografer baik amatir maupun professional. Tak ketinggalan, selebriti tanah air dan internasional beberapa kali mengabadikan momen spesial mereka seperti foto pre-wedding atau saat berbulan madu di spot-spot cantik yang ada di Fira maupun Oia sehingga menginspirasi banyak orang untuk datang.
      Di bawah tebing Fira, terdapat Old Port Fira yang sayang juga dilewatkan. Jika kamu cukup kuat, kamu bisa menuruni tangga langsung menuju kesana. Namun jika ingin merasakan sensasi yang berbeda, kamu bisa menyewa keledai yang banyak dijajakan di pinggiran tangga. Tarif untuk naik keledai cukup fluktuatif. Jika sepi, kamu bisa mendapatkan harga yang cukup murah sekitaran 7.5 Euro pulang pergi. Alternatif lainnya yang cukup menarik adalah dengan naik cable car. Tarif menaiki wahana ini sekitar 5 Euro sekali jalan. Kami awalnya mencoba untuk turun ke bawah dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit (kadang berhenti sejenak  karena panas dan lelah), setelah menghabiskan waktu beberapa saat di tepi pelabuhan, kami kembali ke atas dengan cable car.

      Di Oia, jangan sampai absen untuk menikmati indahnya matahari yang terbenam. Satu tempat ideal untuk memotret sunset ada di semacam bukit kecil yang dekat dengan laut. Pada saat kami berada disana, ribuan orang berusaha mengabadikan momen sehingga cukup sulit untuk menuju ke tempat tersebut. Akhirnya, sehari setelahnya kami memutuskan untuk mengejar sunset di Fira. Yang jelas, pemandangannya tak kalah luar biasa.

      Perissa dengan pantai pasir hitam dan airnya yang jernih tidak boleh untuk dilewatkan. Kami mengunjungi tempat ini pada hari terakhir. Laut Aegean sangat tenang, airnya jernih dan segar. Pada musim panas, banyak sekali turis yang berenang atau sekedar main air. Tidak mau bermain air karena hitam tapi tetap ingin nongkrong di Pantai? Bisa juga! Seperti saya yang saat itu lupa membawa baju renang yang sudah dipersiapkan di hotel. Di sepanjang Pantai Perissa terdapat banyak restoran yang menyediakan payung payung beratapkan daun rumbia dan dilengkapi dengan kursi panjang di bawahnya, sehingga kamu bisa berlama-lama disana tanpa takut kepanasan. Dengan biaya sewanya 6 Euro saja, kamu bisa bersantai, tidur, membaca buku, maupun berfoto rio sepanjang hari disitu. Saat itu, kami sengaja berlama - lama di tempat ini sambil menunggu waktu pergi ke Bandara di sore hari.
      Kawasan wisata lainnya yang bisa masuk list kamu adalah Pyrgos dan Emporio. Di desa yang masuk kawasan Traditional area ini, cukup populer dengan rumah rumah kunonya. Pyrgos letaknya dekat dengan Fira, sedang Emporio berada beberapa kilometer sebelum Pantai Perissa. Jika kamu menggunakan bus untuk berkeliling Santorini, dua desa ini masuk dalam rute bus, sehingga cukup mudah dijangkau.
      Red beach, Black beach, Hot Spring Volcano, dan Wine Tasting juga bisa kamu agendakan lho saat kemari. Menurut pengalaman kami, jika kamu tidak mau repot merencanakan, kamu bisa ikut tur yang diselenggarakan para agen travel lokal. Biasanya tur dimulai pagi hari, sekitar pukul 8.00 dan kamu juga bisa memilih tempat wisata mana saja yang ingin kami kunjungi. Saat itu kami berencana mengikuti tur Hot Spring Volcano. Dengan fasilitas antar jemput dan juga sewa kapal ke sumber mata air panas, biaya yang harus dikeluarkan sekitar 30 Euro. Tentu saja, harga bisa sedikit bervariasi antar agen travel. Namun karena kami terlambat mendaftar dan waktu yang mepet dengan jadwal pulang, akhirnya kami pun mengurungkan niat.

      Pengalaman saya dan rekan di Santorini bisa dibilang seperti nano nano yang rame rasanya. Tentu saja, fasilitas dan kehidupan di pulau amat berbeda dengan Eropa daratan. Untuk lebih mengerti situasi kondisi saat berwisata ke pulau ini, berikut tips yang perlu diketahui:

      1. MEMILIH HOTEL
      Saat peak season di Bulan Juli hingga akhir Agustus, rate hotel di Santorini melonjak tajam. Jika di Bulan Mei, hotel pinggir pantai Perissa berkisar 25 Eur per malam, pada periode ini bisa naik sampai 100 hingga 200 Eur per malam. Jikalau ingin dekat dengan pusat keramaian dan landmark populer, sebaiknya memilih hotel atau penginapan di sekitar Fira atau Oia. Namun yang jelas ratenya pasti akan lebih mahal daripada penginapan di Emporio atau jalan besar menuju Perissa. Kami kebetulan menginap di daerah dekat Emporio yang kira - kira membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke Fira dengan bus. Hotel yang kami tinggali tergolong lumayan. Fasilitasnya pun cukup oke, terdapat pula kolam renang di belakang hotel yang bebas digunakan oleh tamu hotel. Untuk kamar dengan double single beds, kamar mandi privat, handuk, dan dapur kecil, kami menghabiskan kira-kira 40 Eur per malam.

       
      2. TRANSPORTASI
      Perlu digarisbawahi, pusat keramaian Santorini berada di Fira, sehingga jalur transportasi publik seperti bus lokal dan taksi, terpusat disana. Rute semua bus lokal adalah dari dan ke Fira, berangkat setiap 15 hingga 30 menit sekali dengan tarif 1.8-2.4 Euro satu kali jalan. Beberapa desa dan tempat yang dijangkau oleh bus adalah Perissa, Kamari, Oia, Red Beach, dan Airport. Perlu diketahui bahwa bus di Pulau ini mirip dengan Bus Mira Ekonomi AC, yang selama kelihatannya ada tempat, penumpang boleh masuk. Jadi jangan kaget jika bus dengan rute dari Fira ke Oia biasanya penuh hingga berdesak-desakkan. Malangnya, saya termasuk gampang mabuk darat. Karena jalanan dari Fira ke Oia penuh liku -liku naik dan turun,  saya selalu berusaha mencari waktu - waktu tertentu dimana bus sedang tidak terlalu padat sehingga saya bisa mendapatkan tempat duduk.
      Pilihan lainnya yang lebih mudah dan easy going adalah menyewa mobil, motor, atau ATV per hari. Hal ini banyak dilakukan oleh turis karena memang mobilitas di Pulau akan cukup tinggi. Dengan kendaraan sewa, wisatawan dapat lebih fleksibel dan santai.
      Saat disini, kami menggunakan bus lokal karena kami lupa membawa SIM Internasional. Jadi bagi yang ingin menyewa kendaraan jangan lupakan SIM Internasional dan juga CREDIT CARD. Saya tidak terlalu paham aturan pada penyewaan mobil lokal, namun untuk rental mobil yang cukup bonafit seperti SIXT memberlakukan aturan, pengemudi wajib memiliki SIM dan Credit Card. Jadi harus dipastikan bahwa pengemudi memiliki SIM dan credit card dengan nama yang sama sebagai penjamin.

      3. MAKANAN
      Feta cheese dan Greek Yogurt adalah ikon makanan dari Yunani yang telah mendunia. Karena aromanya yang tidak terlalu kuat, Feta biasanya dihidangkan sebagai toping dalam salad sayur. Yang jadi favorit saya selama disana adalah Frozen Greek Yogurt! Rasanya 'nyess' banget apalagi jika dinikmati saat udara sedang panas-panasnya. Saat membeli yogurt di kafe biasanya kamu dihadapkan pada dua pilihan rasa yaitu plain yogurt alias yogurt tawar atau yogurt yang sudah diberi perisa buah. Favorit saya rasa mangga dengan toping buah-buahan. Pilihan toping lainnya juga tidak kalah seru seperti bubbles, jelly, hingga selai cokelat atau stroberi. Harganya bervariasi mulai 2.5 Euro ke atas tergantung banyaknya yogurt  dan jumlah serta variasi topingnya (dihitung dalam gram).
      Untuk main dishes atau makanan besar khas Yunani biasanya berbahan dasar ikan atau daging. Menurut saya pribadi, masakan disini bukan yang terbaik. Ada beberapa makanan yang terasa kurang cocok di lidah seperti sajian ayam dengan madu, atau ikan bakar yang terkesan terlalu kering. Kurangnya menu sayur di dalam komposisi makanan khas Yunani adalah salah satu hal yang "membuat kurang pas di hati. Mungkin karena saya suka juga masakan yang menyajikan banyak sayur di dalamnya. Namun jika ingin merasakan makanan lokal, ada baiknya mencari restoran yang agak masuk ke dalam dan tidak terlalu dekat dengan pusat keramaian.

       
      4. PAKAIAN
      Bagi pengunjung yang merencanakan datang saat musim panas atau Summer, siap siap menghadapi cuaca panas ekstrem dengan suhu berkisar antara 30 - 40 derajat celcius. Berbeda dengan udara di Indonesia, panas dan kering khas Mediterrania sangat mendominasi udara pada sekitar Bulan Juni hingga Agustus akhir. Saya sendiri tidak cukup tahan dengan panas yang menyengat ini. Mulai pukul 8 pagi, matahari sudah tinggi dan badan sudah berkeringat. Di musim panas, hampir semua turis mengenakan pakaian dengan bahan kaus yang tipis dan menyerap keringat. Topi dan kacamata hitam adalah asesoris wajib yang harus dikenakan untuk perlindungan, bukan hanya sekedar gaya.
      Jika kebetulan kamu tidak membawa baju yang tepat, jangan khawatir! Salah satu komoditi yang terkenal dari Yunani adalah katun. Nah, di Santorini banyak toko yang menjual baju - baju katun baik katun murni 100% maupun campuran. Yang spesial di Santorini, kamu bisa dengan mudah menemukan baju - baju dan gaun berwarna putih. Toko - toko pakaian yang dimiliki pengusaha lokal akan banyak kamu temukan di Fira. Harga yang dipatok untuk sehelai atasan atau gaun mulai 20 Euro hingga 100 Euro. Hal ini tentu saja dikarenakan kualitas kain dan presentasi katun yang dimiliki.

       
      5. TIPS BONUS...
      Santorini adalah salah satu tempat ini sangat romantis yang pernah saya kunjungi. Saran saya, ajak pasangan masing - masing untuk mengunjungi tempat ini, menikmati Froyo sembari berburu pemandangan saat matahari tenggelam. Syahdu sekali pastinya! Untuk saya, ini adalah salah satu mimpi yang masih tertunda (curcol :D).
      Demikian, beberapa tips dan informasi yang semoga dapat bermanfaat bagi kamu yang akan atau sedang merencanakan liburan ke Santorini.
      Satu hal yang kurang saya sukai dari Santorini adalah hampir semua spot strategis di Fira dan Oia telah dikomersialisasi menjadi restoran, resort, atau apartement sehingga wisatawan yang tidak menginap atau tidak ingin makan disana tidak bisa mengaksesnya. Hal ini tentu saja memiliki imbas dalam memilih makanan dan juga keleluasaan saat mengambil foto. Jika kita ingin duduk di tempat strategis untuk menikmati sunset yang masuk dalam area restoran, otomatis kita harus membeli makanan yang tentunya dipatok dengan harga yang kurang rasional. Begitu juga dengan spot berfoto. Sebagai contoh, Three Bells Fira berada satu area dengan sebuah hotel sehingga akses masuk kesana hanya diperuntukkan bagi tamu hotel. Yang melanggar tidak akan segan - segan untuk diusir keluar.
      Bagi kamu yang sudah pernah berkunjung ke Santorini, bisa share juga pengalamannya di bagian komentar di bawah ya!
      Kamu juga bisa baca artikel ini di link berikut: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/11/santorini-dreams-tips-and-things-you-should-know/
      Terima kasih dan sampai bertemu di artikel selanjutnya
       
    • By norma sofisa
      Halo Jalanerss,
      Ini lanjutan cerita saya kemarin di Polandia. Monggo disimak!
      Pernahkah kalian menginap di hostel?
      Pengalaman pertama tidur di hostel saya alami sewaktu mengunjungi Kraków.
      Sebagai traveler pemula, saya mempersilahkan Kim untuk memilih penginapan selama di Polandia. Tentu saja selanjutnya, kami akan mengecek bersama dan memutuskan apakah tempat itu cukup oke dari segi lokasi, fasilitas, dan harga.
      Hostel tersebut hanya memiliki dua atau tiga kamar yang masing - masing diisi 4 hingga 8 orang atau 2 sampai 4 tempat tidur bertingkat per kamar. Kami sampai pada pukul 11 malam dan ternyata seluruh tempat tidur terisi. Semua penghuni kamar ada yang sudah tidur dan posisi saat itu, lampu telah dimatikan. Saya dan Kim hampir tidak bisa melihat apapun karena beberapa orang keberatan jika kami harus menyalakan lampu.

      Bagian terlucu sekaligus terparah adalah sepanjang malam saya hampir tidak tidur karena masing - masing penghuni kamar (selain kami lho ya!) mulai mendengkur bersahut-sahutan hingga pagi. Menurut rencana awal kami akan menginap di hostel ini selama 2 malam, namun saat sarapan kami bertekad untuk pindah hostel. Kim menemukan sebuah hostel dengan fasilitas kamar pribadi untuk 2 orang dan dekat sekali dengan pusat kota di kawasan Old Town dengan tarif 20 Euro per malam. Saya dengan mantap mengiyakan karena lelah dengan suara orkes tenggorokan tanpa jeda sepanjang malam itu. Tak lupa kami pamit dengan penjaga hostel sebelum pergi. Agak percuma sebenarnya, karena dia tidak lancar juga berbahasa Inggris. Kelak, pengalaman hostel ini akan menjadi joke yang tidak akan tergantikan sepanjang masa antara Kim dan saya.

      Kami harus setengah berlari ke stasiun agar tidak terlambat mengejar kereta ke Auschwitz. Saya melirik tiket saya, menurut jadwal kereta akan berangkat pada pukul 09.10 pagi. Tepat pukul 9 kami sampai ke stasiun. Cobaan kedua kembali menghampiri karena tidak terdapat papan yang memuat tulisan nomer peron. Hanya ada list kereta dengan nama tujuan dan jam keberangkatan. Herannya, kami tidak menemukan kereta yang akan diberangkatkan pada pukul 09.10 di layar. Lagi - lagi tidak ada satu pun petugas yang bisa ditanya.
      Dengan langkah tergesa-gesa, saya memutuskan untuk naik ke salah satu peron dan mengecek kereta mana yang sekiranya siap berangkat. Saya melihat ada satu kereta di peron seberang. Spontan saya berkata kepada Kim untuk menuju ke arah kereta tersebut. Kemungkinan besar ini adalah kereta kami, meskipun jam keberangkatan yang tertera tidaklah cocok. Selain itu, ada beberapa petugas di dekat kereta yang bisa ditanya, pikir saya.
      Kami pun menghampiri kereta, berusaha untuk bertanya apakah kereta ini menuju ke Auschwitz. Petugas ini, sekali lagi tidak bisa berbahasa Inggris. Kami sudah cukup putus asa, bayangan ketinggalan kereta sudah pasti menjadi kenyataan, hingga akhirnya muncul seorang petugas perempuan yang meminta kami masuk ke kereta tersebut. Kami mengikutinya dan di dalam gerbong itu ada empat orang lainnya yang telah duduk disana.
      Petugas itu berbicara dengan  salah seorang penumpang perempuan berambut pirang. Perempuan ini ternyata orang Polandia juga yang puji syukur alhamdulillah, bisa berbahasa Inggris.
      "Kereta ini tidak menuju Auschwitz. Entah bagaimana, kereta Auschwitz yang terjadwal pada pukul 09.10 itu sebenarnya tidak ada. Ada kesalahan di bagian online sepertinya."
      Kim dan saya mengerutkan kening seketika. Kalau ini terjadi di Belanda, pasti kantor NS (perusahaan kereta di Belanda) sudah pasti bakal didemo seluruh penumpang.
      "Jadi nanti kita akan diturunkan di sebuah stasiun dan kereta yang menuju Auschwitz akan menunggu kita disana.", tambahnya lagi. Sejurus kemudian, kereta pun mulai bergerak menjauhi peron. Dalam hati saya berkata, "Keren banget nih! Baru kali ini kereta yang menunggu penumpang." Langsung saya merasa seperti orang penting.
      Sepanjang perjalanan, kami berkenalan dengan 4 orang penumpang lainnya, yang kebetulan sama-sama terjebak kereta fiktif ke Auschwitz. Perempuan pirang tadi sebut saja Amy. Ia asli dari Polandia. Dan di sebelahnya sang pacar, sebut saja Adam, lelaki berkulit cokelat berkewarganegaraan Jerman. Dua orang lainnya, panggil saja Josh dan Tom, dua remaja dari Amerika yang sedang melakukan perjalanan keliling Eropa. Entah dari mana mereka sebelumnya, keduanya membawa tas ransel besar dan papan besar seperti papan snowboarding. 
      Sepanjang perjalanan kami lebih banyak mengobrol dengan Amy dan Adam. Mereka bercerita baru saja pindah ke Singapura dikarenakan Amy mendapatkan promosi dari kantornya. Selain itu, Amy juga banyak berkisah tentang cerita -cerita perang dunia kedua, yang banyak berhubungan dengan Auschwitz.
      Kamp komsentrasi di desa Auschwitz adalah kamp konsentrasi NAZI yang terbesar saat perang dunia kedua. Saat perang dunia kedua berlangsung, NAZI melancarkan propaganda anti semit (anti yahudi) besar - besaran di hampir seluruh daratan Eropa. Tiap-tiap Yahudi diwajibkan untuk memasang simbol Bintang David di lengan mereka. Setelah itu, mereka merelokasi tempat tinggal orang Yahudi ke daerah tertentu yang dikenal dengan sebutan Ghetto. Para tentara NAZI kemudian memaksa orang Yahudi untuk keluar dari negara mereka. Dengan dalih akan dikembalikan ke negeri asal mereka, tentara NAZI memberangkatkan ribuan orang dengan puluhan kereta, tak lain dan tak bukan menuju kamp-kamp konsentrasi, salah satunya di Auschwitz. Orang - orang Yahudi tersebut tidak sadar bahwa perjalanan ini bisa jadi merupakan akhir dari kehidupan mereka. Mayoritas anak - anak, wanita, dan lansia akan langsung dibunuh secara massal di kamp ini dengan beberapa cara. Sementara pria yang masih kuat akan dijadikan budak, anak -anak kembar dan ratusan lainnya akan dijadikan kelinci percobaan para dokter NAZI. Peristiwa pemusnahan orang - orang Yahudi pada masa ini  disebut Holocaust.
      Saat mendengar cerita Amy, saya hampir menitikkan air mata. Saya tidak terlalu mengetahui detil peristiwa Holocaust. Ingatan saya kemudian terbang ke masa- masa SMP dan SMA. Buku sejarah hanya menyebutkan kata ini dalam satu kalimat. Tidak ada cerita lanjutan setelah itu. Mungkin ada alasan tertentu, mengapa topik ini tidak terlalu dimunculkan dalam buku sejarah sekolah saat itu.
      Pandangan saya kemudian kembali lagi ke pasangan di depan saya ini. Jika kami masih berada dalam masa perang, tidak mungkin seorang dari Polandia dan seorang dari Jerman bisa bersanding mesra di tempat umum begini. Saya berpikir bahwa perang tidak hanya memisahkan banyak orang namun juga mengikis rasa kemanusiaan.
      Saat sedang merenung, kereta mendadak berderit panjang sebelum berhenti. Petugas tadi datang lagi dan memberi tanda agar kami turun. Saatnya ganti kereta.
      Di peron sepi tak beratap itu seorang petugas menyambut kami. Dari bahasa tubuhnya ia menyuruh kami berlari. Saya penasaran dimana posisi kereta Auschwitz, sampai Amy menginstruksikan kami untuk melompat ke peron sebelah dan menerobos melalui pagar kawat berduri di bawahnya.
      "Oh really?!", batin saya. Saya merasa seperti preman. Terakhir saya menerobos pagar kawat itu sewaktu acara kemah SMP di belakang Candi Prambanan. Saya menoleh ke arah Kim dan kami tertawa geli.
      "Okay, everything could be happened here!", katanya sambil geleng-geleng kepala. Segala sesuatu bisa terjadi di tempat ini.
      Petugas kembali meminta kami untuk bergerak lebih cepat. Lewat Walkie Talkie miliknya, sayup sayup saya mendengar kata tourist. Mungkin ia meminta masinis kereta agar sedikit maklum karena kami ini turis.
      Setelah outbond tipis- tipis tadi, kami akhirnya naik ke kereta. Tanpa menunggu lama, kereta langsung berangkat. Menyisakan petugas yang melambaikan tangan dari jauh. Waktu perjalanan kami masih satu setengah jam lagi menuju Auschwitz.

      Perut yang kenyang setelah sebelumnya melahap beberapa potong roti membuat saya lama kelamaan mengantuk. Selesai mengobrol Kim tentang film yang menceritakan kisah seorang pianis pada masa perang dunia kedua, The Pianist, saya pun terlelap.
      Suara rem kereta yang kasar membangunkan saya. Seketika pandangan saya gelap. Apa yang terjadi dengan penerangan keretanya? Bagaimana mungkin di siang hari saya tidak bisa melihat apapun? Sedetik kemudian, saya merasakan udara dingin yang menusuk tulang, sesak, seakan tidak bisa bernapas, dan kelaparan yang amat sangat. Saya semakin panik berusaha meraba-raba sekitar. Seseorang kemudian membuka pintu dari luar. Di hadapan saya kemudian terhampar pemandangan puluhan orang, tua, muda, anak-anak yang menangis. Orang yang membuka pintu tadi berteriak dengan kencang, entah mengapa saya mengerti apa yang dikatakannya. Mereka menyuruh kami turun. Bagai berada di tengah-tengah konser musik, luapan manusia yang berebut turun keluar kereta membuat saya semakin terhimpit. Semakin sesak dan gelap. Kereta kemudian berderit panjang lagi.
      Saya terbangun. Kali ini Kim ada di samping saya, tertidur. Amy dan Adam juga tampak lelap. Dua pemuda dari Amerika terlihat meringkuk di kursi dengan sweater tebal mereka. Oh, saya kembali dari mimpi buruk! Ya, saya yakin, baru saja bermimpi tentang situasi saat orang-orang dibawa ke kamp konsentrasi Auschwitz kala itu.
      Jantung saya masih berdebar - debar jika mengingatnya. Mimpi tadi terasa begitu nyata. Meskipun begitu, saya mengurungkan niat untuk memberitahu Kim tentang mimpi barusan. Sambil menghela napas, saya melirik ke arah jam tangan. Kurang dari 30 menit kami akan sampai ke Auschwitz.
      Apa saja yang kami kunjungi di Aushwitz dan bagaimana kelanjutan perjalanan kami di Kraków? Sampai ketemu minggu depan ya!
      Bisa juga baca dari link berikut ini: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/04/poland-and-a-once-in-a-lifetime-experience-auschwitz-2/
      Terima kasih dan semoga bermanfaat serta menginspirasi :)
    • By norma sofisa
      Halo semuanya,
      Pernahkah kalian mendengar Polandia?
      Yup, Polandia adalah salah satu negara yang terletak di daratan Eropa sebelah timur. Polandia memang tidak sepopuler Belanda, Inggris, Perancis, atau Italia namun para penggemar sejarah perang dunia pasti tidak asing lagi dengan negara ini. Tidak lain karena awal dari perang dunia kedua dimulai dari Polandia.
      Desember 2015 lalu, saya dan sahabat saya, Kim, mempertaruhkan liburan musim dingin kami dengan bertandang kesana. Kenapa mempertaruhkan? Berbekal tiket pesawat pp 17 Euro saja, kami memutuskan untuk mendarat di sebuah kota bernama Katowice yang sebelumnya bahkan belum pernah kami dengar.
      Kim menyusun rencana dan tempat-tempat apa saja yang akan kami kunjungi, termasuk hostel dan penginapan di Polandia. Salah satu kota yang akan kami kunjungi adalah Kraków, yang merupakan kota kedua terbesar dan pusat kebudayaan tertua di Polandia. Tak heran jika beberapa lokasi historis di Kraków seperti Old Town, Kazimiers (Area Yahudi), dan Kastil Wawel masuk dalam list UNESCO World Heritage Sites pada tahun 1978 (sumber: Wikipedia).
      Pengalaman kami di kota ini merupakan salah satu yang tidak akan terlupakan dalam hidup. Selain karena ini adalah kali pertama saya bepergian jauh keluar Belanda, cerita dan orang - orang yang kami temui selama perjalanan membuat saya terkesan.
       

      Beberapa menit setelah mendarat di Bandara Katowice, kami berdua kebingungan. Dalam bayangan kami, transportasi dari Bandara ke pusat kota dapat dijangkau dengan mudah dan terorganisir dengan baik. Ternyata, bahkan petugas bandara pun main lempar dan tidak dapat menjelaskan dengan baik. Kami pun baru sadar, penduduk di Polandia mayoritas tidak dapat berbahasa Inggris dengan baik. Lebih lagi, pelafalan nama kota atau wilayah di Polandia tidak sama dengan tulisannya karena ditulis dalam Polish Alphabet. Setelah bertanya kesana kemari dengan pemuda pemudi desa yang lewat, dengan Bahasa Inggris seadanya, akhirnya kami dapat melalui cobaan yang pertama dan menemukan tempat menunggu bus.
      Perjalanan ke pusat kota Katowice ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam. Kami sempat tidur di perjalanan hingga bus yang kami tumpangi berhenti di stasiun kereta. Dari sini kami langsung membeli tiket kereta menuju Kraków. Kami memilih kereta yang biasa dengan estimasi perjalanan 2,5 jam dengan pertimbangan harga yang lebih murah. Dan mulailah petualangan kami ke Kraków.

      Kereta yang kami naiki ternyata sedikit ajaib. Gerbongnya terlihat cukup tua dan banyak coretan di sebagian besar dindingnya. Hari itu sudah gelap dan lampu di kereta tidak berfungsi dengan baik. Byar pet, kalau kata orang Jawa. Saat kami sedang duduk, tiba-tiba lewat seorang pria dengan sebotol besar minuman beralkohol di tangannya. Wajah saya pun terlihat agak panik, namun Kim berusaha menenangkan. Tidak ada tanda-tanda petugas kereta yang lalu lalang, untungnya pria tadi juga tidak bereaksi apa-apa. Ia duduk agak jauh dari kami. Saya perhatikan, dia hanya memeluk botol itu dan tidak meminumnya. Kami pun lega saat ia turun di stasiun sebelum Kraków.
      Sepanjang perjalanan saat memperhatikan, stasiun - stasiun yang kami lewati membuat bergidik. Tak jarang tidak ada lampu penerangan maupun tempat duduk di stasiun. Peronnya pun sangat kecil dan kelihatan kumuh. Satu pelajaran yang saya dapatkan adalah jangan menganggap seluruh negara di daratan Eropa itu seragam tingkat ekonomi dan sosialnya. Jika boleh membandingkan, kereta api di Polandia kalah jauh dari kereta api yang ada di Indonesia. Bravo PT KAI!
      Tepat pukul 10 malam, kami sampai di Kraków. Kami memutuskan untuk membeli tiket ke Auschwitz dulu sebelum menuju hostel. Sempat agak bingung menemukan loket yang tepat, kami berusaha bertanya pada sekuriti di stasiun. Ternyata sodara -sodara, bapak sekuriti ini tidak bisa berbahasa Inggris. Lucunya, dia masih saja berusaha menjelaskan dengan memperkeras suaranya tapi tetap dalam Bahasa Polandia.
      Sedikit gemas, pengen tertawa, campur sebal sih! Tapi tidak bisa disalahkan juga niat baik seseorang. Dalam suasana kegamangan itulah, tiba-tiba muncul seorang pemuda berkacamata yang menjawil si Bapak. Sejurus kemudian, dia bertanya pada kami dengan Bahasa Inggris. Raut wajah kami langsung sumringah mendengarnya. Pemuda yang baik itu kemudian menjelaskan dimana letak loket untuk membeli tiket. Akhirnya tiket terbeli dan kami pun menuju keluar stasiun dan berjalan ke arah hostel kami. Kami berdua sudah sangat kelelahan dan berharap untuk segera mendarat di kasur. Petualangan esok pagi sangat kami nantikan.
      Penasaran dengan pengalaman tak terlupakan di Auschwitz? Sabar ya, akan disambung minggu depan!
      Bisa juga baca disini: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/01/poland-and-a-once-in-a-lifetime-experience-auschwitz-1/
      Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi.
      Terima kasih.
      Salam,
      Sofie
    • By Devi Partamihardja
      Hai,
      Perkenalkan saya Devi, Female 31yo, Anggota Baru di web ini. Amaze banget liat tulisan-tulisan para traveller disini, Thank You untuk Info2nya :)
      Btw, Berhubung punya mimpi yang belum terwujud untuk Traveling ke London dan Beberapa negara di Eropa, Rencana (kemungkinan) saya akan ke Eropa bulan November 2017 ini, yap 2-3 bulan lagi mendadak disko. Belum Urus Visa dan masih cari tiket, Total kira-kira 15-25 hari, mau make sure kira-kira ada temen bertualang kah? secara nyali masih ciut kalo solo travelling ke Eropa. Kalo masih Asia mah oke-oke aja. Kalo sampe ga ada temen (kayanya musti nunda) hehe...
      Tipe Travellingnya Pesawat Kelas Ekonomi (cari yang termurah dari Jakarta atau KL atau Spore), Bisa dibilang bukan backpacker karna akan bawa koper, nginep di Airbnb/Hostel/cheap Hotel, Transportasi umum & murah, Travelling Santai, Quality time di setiap spot, Disney Paris or amusement park dan spot2 Random is one of my Top List, Syukur2 Kalo dapet temen Traveller sesama Perempuan biar ada temen hunting pernak pernik unik hehe.. Don't Hesitate to contact me by email ya [email protected]
      (bila ada keseriusan kita contact2an by whatsapp).
       
      Thank You :)
    • By Endar
      Flixbus dari Paris parkir dengan sempurna di area Sihlquai, dekat Zurich Central Station. Pagi itu udara masih dingin. Bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis, udara dingin di Carparkplatz Sihlquai tetap menusuk tulang walaupun sudah memakai jaket tebal. Padahal sudah bulan Mei.
      Zurich, kota terbesar di Swiss yang berada di tepi danau Zurich dan dekat dengan pegunungan Alpen menjadikan Zurich kota yang memiliki panorama yang menakjubkan. Tidak heran dengan kondisi ekonomi, geografi dan tentunya fasilitas yang ada, Zurich dinobatkan menjadi kota dengan kualitas hidup terbaik di dunia tahun 2006 dan 2007.
      Satu hari di Zurich tidak menyurutkan semangat untuk menjelajah kota ini. Dengan waktu yang sempit maka hal yang dapat dilakukan adalah city tour. Banyak paket yang ditawarkan dengan berbagai variasi waktu, fasilitas dan tujuan. Transportasi yang digunakan untuk city tour adalah trolley wisata dengan design klasik ditunjang dengan audio dalam delapan bahasa. Ada Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Portugis, Rusia dan Spanyol.  Dalam waktu kurang lebih dua jam dengan biaya 35 – 40 franc, trolley akan melewati area bisnis, Bahnhofstrasse yang menjadi museum penting di Zurich, sudut kota tua Zurich, Fraumunster Church yang konon mulai dibangun tahun 1100 namun baru terlihat di abad 15 dan area perkotaan lainnya.
       

      Perjalanan city tour berhenti dua kali. Biasanya berhenti di area tepi danau Zurich di kawassan dermaga publik. Kedua di jalan Stadthausquai. Terdapat fasilitas toilet umum di setiap tempat pemberhentian, tempat makan atau penjualan souvenir. Di seberang jalan Stadthausquai dengan melewati jembatan di atas sungai Limmat terdapat jalan Limmatuquai yang banyak menjual souvernir di kios-kios kecil. Kawasan ini juga merupakan pusat bisnis dengan banyak bank, toko-toko eksklusif, restaurant dan pusat perbelanjaan.
      Bila tidak puas dengan city tour, terdapat tour dengan kapal pesiar yang akan berlayar di danau Zurich. Dengan kecantikannya, danau Zurich begitu menjadi daya pikat tersendiri. Tata kota dan pemanfaatan danau yang baik menambah nilai plus untuk kota Zurich. Di seputaran danau banyak terdapat pemukian yang menjadikan danau Zurich lebih hidup.  Pemanfaatan danau Zurich sebagai tempat berolahraga air seperti perahu layar, kano  didukung fasilitas yang memadai.
       

      Transportasi di Zurich sangatlah mudah. Banyak kereta dan trem yang menjangkau hampir seluruh sudut kota. Bagi yang tinggal di Zurich dalam waktu yang singkat terdapat ZurichCARD yang merupakan paket transportasi trem, bus, kapal, kereta api dan sarana transportasi lainnya. Terdapat juga potongan harga atau bahkan tiket gratis bagi yang memiliki ZurichCARD. Namun perlu diketahui  di Zurich berlaku zona tariff sehingga tidak perlu membeli paket pada zona yang tidak dilalui. Stasiun Hauptbahnhof  (Zurich HB) menjadi pintu gerbang jika kita menggunakan kereta. Stasiun terbesar di Swiss yang juga menjadi salah satu stasiun tersibuk di dunia ini sangat lengkap. Sudah seperti pusat perbelanjaan, hampir semua kebutuhan dapat ditemukan disini. Pada waktu tertentu sering diadakan bazar makanan yang menual street food dengan harga miring.
       

      Biaya hidup di Zurich termasuk tinggi dibanding kota-kota besar lainnya di Eropa. Dengan mata uang Franc yang memiliki nilai berbeda dengan Euro, harga-harga makanan di Zurich bisa 1.5 kali lipat jika di rupiahkan. Untuk akomodasi juga termasuk tinggi, harga penginapan super standar berkisar IDR 500.000 belum termasuk sarapan.
      Perlu kejelian dalam menyusun itinerary jika memasuki Zurich ke salah satu kota tujuan. Yang menyukai wisata kota dengan suasana yang sepi dan nyaman, Zurich dapat menjadi pilihan. Namun bagi yang menyukai suasana alam, Zurich dapat menjadi trip satu hari yang berkesan.
       



    • By akmalbahtiar
      Berikut ini adalah tips untuk mengurangi dan menyembuhkan sakit kepala:
      1. Upaya memulihkan sakit kepala dengan meneguk air putih
      Salah satu penyebab sakit kepala adalah karena kekurangan cairan di tubuh. Dan kita juga tentu telah memahami bahwa air ialah asupan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. olehnya itu, misalnya anda terserang sakit kepala, lekaslah mengonsumsi air putih. Setelah itu rutinlah mengonsumsi air putih 8 - 10 gelas per harinya agar anda bebas dari sakit kepala.
      2. Mengatasi sakit kepala dengan mengonsumsi kentang
      Selain diakibatkan oleh kekurangan cairan, sakit kepala juga dapat diakibatkan oleh hilangnya kandungan elektrolit semacam kalium. Nah, untuk menanganinya tentu kita wajib meningkatkan mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan kalium yakni salah satunya kentang. Sebaiknya kentang yang akan dikonsumsi, dimasak lewat cara dibakar pada kulitnya, atau direbus (bukan digoreng).
      3. Menyembuhkan sakit kepala lewat buah pisang
      Buah pisang mempunyai banyak khasiat, untuk mengetahui apa saja khasiat buah pisang silahkan baca artikel "17 Manfaat Buah Pisang Bagi Kesehatan Kita". Selain kaya akan potasium ternyata pisang juga memiliki kandungan magnesium yang mampu memiliki khasiat meredakan migrain. Nah, kalau sakit kepala menimpa, anda dapat memakan buah pisang untuk mengurangi rasa sakit di kepala.
      4. Mengatasi sakit kepala dengan es batu
      Tahukan anda, ternyata es batu juga dapat kita dimanfaatkan untuk mengobati rasa sakit pada kepala. Caranya praktis, kita hanya butuh mengkompreskan es batu dengan perlahan di atas kepala anda yang dirasa nyeri. Es batu bisa menyebabkan mati rasa pada area kepala yang terasa sakit, sehingga also known as mengurangi rasa sakit kepala.
      5. Mengatasi sakit kepala lewat makanan/minuman yang mengandung mint
      Nah, ini lebih cocok jika sakit kepala yang anda alami dikarenakan oleh maag karena melewatkan makan mengakibatkan perut menjadi mual dan sakit kepala. Metode Dianjurkan untuk mengobatinya yaitu dengan mengkonsumsi makanan/minuman yang memiliki kandungan mint di antaranya teh pappermint dsb.
      6. Mengatasi sakit kepala dengan Kopi
      Masih ingatkah Anda dengan ungkapan "sesuatu yang berlebihan itu tidak baik?" nah, begitu juga dengan kopi, kalau kita menyeruput kopi dengan jumlah wajar (tidak lebih dari 2-3 cangkir/hari), ternyata kopi juga dapat jadi obat ketika anda merasakan sakit kepala. Sebab kandungan kafein di dalam kopi 40 % lebih efektif dalam mengatasi sakit kepala. Tapi ingat, berlebihan minum kopi juga bisa menjadi penyebab sakit kepala lagi, jadi konsumsilah kopi tidak lebih dari 2-3 cangkir each harinya.
      7. Mengurangi sakit kepala dengan biji wijen
      Kandungan vitamin E pada biji wijen dapat membantu menormalkan estrogen pada tubuh, sehingga dapat mencegah migrain. Selain itu. biji wijen juga banyak mengandung magneisum yang juga mampu mencegah sakit kepala. Selain biji wijen, makanan seperti kacang-kacangan, minyak zaitun, dandelion, gandum, dan kentang manis, juga banyak memiliki kandungan magnesium.
      8. Mengatasi sakit kepala lewat memakan Ikan
      Mengkonsumsi ikan pun dapat membantu mengobati sakit kepala terutama untuk ikan yang beemak misalnya ikan salmon, makarel atau tuna yang kaya akan omega -3 dan lemak esensial yang bisa mencegah rasa neyeri yang dapat menimbulkan migrain.
      9. Meringankan sakit kepala melalui buah semangka
      Semangka merupakan jenis buah-buahan yang kaya akan air, jadi dapat anda gunakan buat mengatasi sakit kepala yang diakibatkan oleh dehidrasi.
      10. Mengobati sakit kepala dengan streching
      Streching merupakan gerakan peregangan (senam). Sakit kepala mampu disebabkan oleh otot-otot yang tegang, jadi kalau anda sakit kepala, cobalah untuk melakukan olahraga senam, atau bisa juga dengan melakukan yoga.
      11. Menghilangkan sakit kepala dengan tidur secara rutin
      Apakah Anda tahu bahwa terlalu banyak tidur adalah salah, walaupun tidak cukup tidur juga tidak baik, karena tidur itu harus normal. Orang tidak bisa produktif selama seharian penuh, karena manusia bukan robot. Usahakan anda mendapatkan waktu tidur yang cukup misal 7-8 jam agar anda terhindar dari yang namanya sakit kepala.
      12. Hindari dalam keadaan tertekan
      Seringkali sakit kepala juga diakibatkan oleh otot-otot atau urat syaraf yang tegang, dalam salah satu penyebabnya sebab terbebani fikiran yang akhirnya mengakibatkan kondisi psikis tertekan dan sakit kepala. Jadi disarankan, jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan. Luangkan waktu anda buat rileks dan bersantai.
      13. Meringankan sakit kepala dengan biji alpukat
      kalau yang mengakibatkan sakit kepala Anda diakibatkan oleh demam, Anda bisa membuat pengompres alami dari biji alpukat. Caranya siapkan dua biji buah alpukat kemudian parut. Setelah itu campur dengan sedikit air, lalu tempel di dahi selama sekitar 1-2 jam atau setiap Anda tidur di malam hari.
      SUMBER
    • By gustavo

      Salam semuanya..salam jalanjalan...
      Sorry nih masih newbe. Saya mau berbagi tentang tips berlibur di Universal Studio Singapore. Karena kalau kita awam disini bisa sangat merugikan dan membuat waktu berlibur kita tidak efektif dan efisien. (hahahaha..liburan aja pake bahasa birokrasi...)
      Pertama-tama yang harus diketahui adalah how to get there.
      Universal Studio ini letaknya di sebuah pulau yang terpisah dari Singapore. Namanya Sentosa Island. Yang dibangun khusus untuk tempat berlibur warga Singapore. Sekedar informasi manajemen Sentosa Island ini sama dengan yang mengelola Genting High Land di Malaysia.
      Untuk ke USS, pastinya harus nyebrang. Caranya? Ada 3 jenis. pertama bisa dengan monorail biaya 3 SGD. Dengan Kereta Gantung. Ini agak mahal biayanya. Atau jalan kaki lebih tepatnya dengan travelator bayar 1SGD. Waktu itu saya milih naik monorail. Selain cepat juga cukup murah karena itu biaya pulang pergi.
      Nah setelah sampai di Sentosa tepatnya di pemberhentian kereta pertama langsung deh turun menuju area Universal Studio. Berikut tipsnya agar liburan kalian di Universal Studio lebih maksimal.
      1. Sediakan waktu satu hari full untuk di Universal Studio. Bisa dibilang arenanya sangat luas dengan berbagai atraksi yang rasanya tidak mungkin habis disambangi dalam waktu satu hari. Buka dari jam 10 dan ditutp dengan pesta kembang api pada jam 8 malam.
      2. Beli tiket online. ada kebijakan di USS untuk membatasi jumlah pengunjung di hari libur agar tidak terlalu ramai. Jadi gak usah khawatir berdesak-desakan seperti ancol. Nah rugi kan udah jauh-jauh ke sana eh..gak kebagian tiket karena udah full.
      3. datang lebih pagi. Selain bagi kalian yang belum membeli tiket online juga untuk menghindari antrean. meskipun bukanya jam 10, tapi orang sudah mengantre di pintu masuk dari jam 9. Dan panjangnya gak main-main meskipun pintu masuknya sangat banyak.
      4. Siapkan peta USS. Karena peta ini sangat berguna untuk mengetahui lokasi wahana plus mengetahui jadwal pertunjukan. Di beberapa wahana memang ada jadwal pertunjukannya. Bahkan ada waktu untuk jumpa fans segala. Misalnya jumpa optimus prime. Ini orang yang make kostum optimus tapi kayak beneran. Bisa juga ketemu replikanya marilyn monroe.
      5. Kunjungi wahana paling favorit terlebih dahulu. Hal ini penting untuk menghindari antrean yang panjang. Wahana paling diminati di USS tentu saja Transformer the Raid. Begitu gerbang dibuka langsung ngibrit ke arena ini. Karena dijamin semua orang akan mengarah ke sana. Wuiiih pokoknya kayak huru hara deh begitu gerbang dibuka. Soalnya kalau terlambat sedikit siap-siap anter selama 2 jam..hehehehehe. Begitu masuk ke transformer the raid pilih tempat duduk paling depan. Karena itu tempat duduk paling asyik untuk menikmati petualangan. Untuk roler costernya gak usah ngantre karena gak banyak yang punya nyali buat wahana ini...hahahaha( saya coba keduanya).
      6. Siapkan satu botol minuman kosong. Bisa dibawa dari rumah bisa juga beli satu minuman botol di USS tapi jangan dibuang botolnya. Karena dijamin mengelilingi USS akan membuat kalian kehausan. Kalau haus tinggal ke toilet karena di depan toilet di USS ada tap water gratis...segeeeerrrr. Kalau mau bawa payung juga boleh. meskipun beberapa wahana dilarang membawa tas nanti boleh dititip di locker (bayar).
      7. Tiket jangan dibuang. Karena kalau kalian bosan atau kepingin nyari makan di luar USS kalian bisa keluar dari USS dan balik lagi dengan menunjukkan tiketnya. Tapi kayaknya gak bakal keluar deh karena di sana sudah ada food center-nya. makanannya enak dan tidak terlalu mahal.
      8. Bawa uang secukupnya. Ini penting buat kalian yang mau icip icip makanan khas USS seperti Turkey Leg yang legendaris itu. Wajib dicoba nih meskipun agak mahal (12 SGD).
      9. Jaga stamina. Karena dipastikan kalian akan sangat capek berkeliling dan mencoba seluruh wahana yang ada.
      10. Jangan takut untuk mencoba seluruh wahana yang ada. AKan sangat rugi kalau kita sudah masuk ke USS tapi cuma nyoba beberapa wahana doang. Roler costernya meskipun tampak mengerikan tapi gak aslinya gak begitu seram. Tips-nya pertama naik yang biru...setelah itu naik apapun dijamin pasti berani....hehehehe
      Nah itu aja tips-nya..nanti kalau ada yang nanya-nanya ditambah lagi...
      Selamat merencanakan liburan ya...
      Salam JalanJalan
      Gustavo