baihaki1985

Aktivitas Scam yang Perlu Diwaspadai saat di Kuala Lumpur Malaysia

8 posts in this topic

Bagi seorang traveler, waspada merupakan sebuah keharusan. Kalau tidak, bisa jadi sasaran empuk para pelaku scam atau penipuan. Bisa-bisa uang yang mestinya dijadikan sebagai uang saku selama perjalanan, ternyata harus berpindah tangan ke orang yang tak bertanggung jawab. 

kuala_lumpur.thumb.jpg.4a7d514ff7867844f

(kredit: telegraph.co.uk)

Risiko terjadinya aksi scam selama di tempat wisata pun sangat tinggi. Bahkan di negara seperti Malaysia sekalipun yang notabene tingkat perekonomian warganya cukup tinggi ya. Terlebih dibandingkan dengan negara kita yang perekonomiannya sangat tidak merata atau negara seperti Vietnam, Laos dan Kamboja. 

Beberapa aktivitas scam pun cukup sering terjadi dan dialami oleh para wisatawan di Malaysia. Secara utama sih terjadi di kota Kuala Lumpur yang merupakan destinasi wisata paling populer di negara Malaysia. 

Scam taksi

Aksi scam yang dilakukan oleh para pengemudi taksi menjadi hal yang cukup sering terjadi di kota Kuala Lumpur. Para sopir taksi tersebut enggan menyalakan argo. Alhasil mereka pun meminta tarif flat yang terkadang dan bahkan sering overprice. 

taksi_kuala_lumpur.thumb.jpg.f1ccf1762a8

Taksi di Kuala Lumpur (kredit: kualalumpurtaxi)

Tak jarang sopir pelaku scam di Kuala Lumpur ini juga bersikap acuh tak acuh. Bahkan ketika diminta untuk menyalakan argo, tak jarang sopir tersebut pun melakukan penolakan secara langsung. Ditambah lagi, mereka juga akan memilih jalan memutar atau jalur yang terkenal sibuk dan rawan macet. 

Untuk mengatasi scam yang satu ini sebenarnya cukup mudah ya. Asal bersabar dan hanya mau menumpang di taksi yang argonya dinyalakan. Atau pilihan lainnya adalah dengan membeli kupon taksi yang bisa dijumpai di berbagai tempat seperti di bandara, stasiun kereta ataupun counter taksi lainnya. 

Solusi lainnya untuk mengatasi scam ini juga bisa membekali diri dengan peta. Opsi lainnya juga bisa memanfaatkan aplikasi peta yang bisa dipakai pada smartphone. Pembekalan ini paling tidak dilakukan untuk berjaga-jaga kalau-kalau sopir bertindak nakal. 

Pencopet

Aksi kejahatan yang satu ini hampir terjadi di manapun. Tak terkecuali di kota Kuala Lumpur yang dikenal mempunyai risiko kejahatan rendah. Cukup banyak wisatawan yang menjadi korban penjambretan pada saat berkunjung ke ibukota negara Malaysia ini. Jadi, perlu hati-hati pada saat membawa barang. 

Pickpocket-580x386.jpg

(sumber: bisamagic)

Selain itu pada saat traveling juga diusahakan untuk tidak berpenampilan yang mencolok. Tampil tetap cantik dan ganteng sih perlu ya. Tapi asal tidak berlebihan yang ujung-ujungnya malah menarik perhatian para pelaku kejahatan. 

Biksu palsu meminta-minta

Kalau di Indonesia sangat banyak ya pengemis yang berpura-pura meminta belas kasihan agar diberi uang. Nah kalau di Kuala Lumpur ada pula aktivitas serupa. Bedanya, mereka mempunyai penampilan yang lebih elegan. Tak mau tampil jelek seperti pengemis di Indonesia, mereka memilih penampilan seperti seorang biksu. 

Tujuannya pun sama, biar memperoleh uang dari orang lain, secara utama adalah para traveler. Mestinya bisa dibedakan dengan mudah sih mana biksu yang asli mana biksu palsu. Seorang biksu tidak akan berkeliaran di tengah kota dan berusaha untuk meminta sumbangan. Biasanya mereka berpura-pura untuk meminta donasi bagi kuil atau untuk membeli sekedar roti. 

Anak kecil penjual bunga

Nah scam berikutnya adalah berusaha untuk menarik rasa kasihan dari orang lain. Caranya adalah dengan memanfaatkan anak berusia sekolah dasar untuk menjual bunga dengan harga yang cukup mahal. Anak-anak itu akan secara khusus mendatangi pasangan muda-mudi yang tengah berkeliaran pada malam hari. 

Polisi Turis

Ini scam yang juga terjadi di Kuala Lumpur dan juga kawasan lainnya di Malaysia. Pelaku scam akan mengaku sebagai seorang petugas kepolisian. Dia pun akan meminta untuk memeriksa barang yang dibawa oleh seorang traveler. Penampilan polisi palsu ini pun cukup meyakinkan, lengkap dengan atribut yang biasa dijumpai. 

polis_malaysia.thumb.jpg.a569330853bef13Polis Malaysia (kredit: Flickr/rivarix)

Setelah mereka berhasil memeriksa barang, di sinilah awal mula penipuan terjadi. Mereka selanjutnya akan menuduh traveler telah melakukan tindakan kejahatan. Tuduhan tersebut pun bakal semakin nyata ketika mereka menemukan barang terlarang ataupun barang curian di tas milik traveler. 

Dan yang terjadi selanjutnya, polisi gadungan tersebut akan meminta uang damai atau istilahnya dalam bahasa Malaysia adalah duit kopi agar tak ada proses hukum yang berikutnya. Untuk menakut-nakuti para traveler, mereka biasanya akan mengancam akan menahan paspor. 

Pelaku scam polisi turis ini pun biasanya menimpa para wisatawan yang datang ke Malaysia. Terlebih kalau traveler tersebut terlihat mempunyai penampilan yang wah. Dengan ancaman penahanan paspor, tentunya cukup membuat nyali ciut kan? 

Kalau kata bang napi yang sering muncul di televisi sih, “Kejahatan bisa terjadi bukan saja karena ada niat si pelaku, tapi kejahatan juga bisa terjadi karena ada kesempatan. Waspadalah.... waspadalah...

Edited by baihaki1985

Share this post


Link to post
Share on other sites

ya scam taksi itu memang standar seh di indonesia juga ada, tapi kalo yang polisi turis itu memang harus hati2. kalo kejadian dankita gak salah memang lebih baik ajak aja ke kantor polisi nya, gak usah mau uang damai

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By baihaki1985
      Asia Tenggara, kawasan di mana Indonesia berada menjadi salah satu lokasi yang menarik untuk dikunjungi. Beberapa negara bahkan menjadi lokasi paling menarik bagi para backpacker. Termasuk adalah Indonesia yang di dalamnya memiliki banyak lokasi indah dan terutama adalah biaya hidup yang murah.
       
      Selain Indonesia, ada pula negara tetangga Thailand dan Kamboja yang juga menjadi dua negara yang sangat terkenal di telinga para traveler. Khususnya adalah Thailand, negara yang bisa dibilang menjadi lokasi tujuan wajib para backpacker dari seluruh dunia. Hal ini karena Thailand menyimpan berbagai tempat yang sangat menarik.
       

      Gambar via Terryambrose.com
       
      Terlepas dari hal tersebut, Asia Tenggara juga menyimpan sisi gelapnya tersendiri. Sisi gelap yang saya maksud adalah praktek penipuan atau scam yang biasa terjadi Dan sayangnya, tak sedikit pula aksi penipuan yang kerap dilakukan dan menyasar para traveler. Hal ini pun tentunya kurang mengenakkan, dan bisa berdampak buruk bagi citra sebuah negara.
       
      Dan bagi seorang traveler sendiri, menjadi korban scam atau penipuan tentunya hal yang harus dihindari sejauh-jauhnya. Tentunya tak mau dong pengalaman yang menarik harus dirusak hanya gara-gara seorang penipu yang tertarik dengan uang yang kita bawa? Enggak banget dah pokoknya.
       
      Lalu, praktek scamming seperti apa yang kerap terjadi di beberapa negara di Asia Tenggara? Berikut ini adalah beberapa di antaranya. Dan mungkin ada yang bisa menambahkan.
       
      1. Penipuan saat pembelian produk elektronik
       
      Kasus yang satu ini cukup ramai beberapa waktu lalu, menimpa seorang traveler asal Vietnam yang ingin membeli barang elektronik di Singapura, tepatnya iPhone 6 yang niatnya akan diberikan sebagai hadiah untuk kekasihnya.. Sayangnya, dia ditipu mentah-mentah oleh pemilik sebuah toko di Singapura yang memintanya untuk menandatangani surat perjanjian untuk membayar biaya garansi sebesar 1.500 dolar Singapura.
       
      Kasus ini pun sangat ramai di jejaring sosial. Dan pada akhirnya, pemilik toko dibully habis-habisan. Dampaknya pun bisa dirasakan oleh pemilik toko tersebut secara langsung. Hal ini karena data-data pribadinya diunggah secara bebas di internet. Toko miliknya pun sempat tutup beberapa hari.
       
      2. Perhiasan dan permata palsu
       
      Penipuan yang satu ini cukup banyak dilakukan, yakni ada orang yang berpura-pura sedang membutuhkan uang dalam waktu singkat dan menjual perhiasannya dengan harga murah. Mereka pun akan mengatakan kalau perhiasan tersebut nilainya sangat tinggi dan mereka terpaksa menjualnya karena mungkin ada anggota keluarga yang sakit dan harus dioperasi sesegera mungkin.
       
      3. Biaya taksi yang sangat mahal
       
      Menggunakan transportasi seperti taksi pada saat traveling rasanya kurang begitu bijak. Alangkah baiknya kalau Anda memilih transportasi umum seperti bus yang notabene lebih aman dari tindakan penipuan. Tak jarang banyak pengendara taksi yang mematok harga lebih tinggi jika dia mengetahui kalau penumpangnya adalah seorang traveler.
       
      Contoh gampangnya saja, di Batam. Anda akan mendapati banyak pengendara taksi di sana yang mengatakan kalau argo-nya rusak. Dan mereka bakal mematok harga yang cukup tinggi. Anda pun mungkin akan kurang begitu mengetahui apakah harga yang dipatok tersebut wajar atau tidak, terlebih ketika tak begitu tahu seberapa jauh jarak yang Anda tempuh untuk sampai di sebuah lokasi tujuan. Jadi, kalau terpaksa naik taksi, usahakan selalu menawar.
       
      4. Pengemis palsu
       
      Memberikan uang kepada para pengemis yang ada di sepanjang jalan juga bukanlah hal yang bijak. Tak semua pengemis tersebut membutuhkan uang. Selain itu, sering pula ada orang yang berpura-pura sebagai perwakilan dari sebuah lembaga amal. Hal yang satu ini juga sangat banyak dijumpai di berbagai kota di Indonesia.
       
      5. Korupsi
       
      Tak hanya di Indonesia, korupsi juga mewabah hampir di sebagian besar negara di Asia Tenggara. Pada saat melintasi perbatasan, tak jarang Anda akan diminta untuk membayar uang yang melebihi tarif yang telah ditentukan. Tak jarang, Anda juga bakal dikenakan biaya lain-lain yagn dianggap sebagai biaya administrasi. Dan kalau tak membayar biaya tersebut, maka proses melewati perbatasan pun akan dipersulit.
       
      6. Lokasi wisata ditutup
       
      Aksi penipuan seperti ini juga kerap terjadi. Biasanya, seorang pengemudi taksi akan mengatakan kepada penumpang kalau lokasi wisata yang dituju tengah ditutup. Aksi tersebut pun diperkuat ketika ada orang lain yang nampaknya adalah seorang petugas dari tempat wisata tersebut yang mengatakan hal serupa. Selanjutnya, Anda pun akan disarankan untuk menuju ke tempat lain sembari menunggu tempat tersebut buka. Tempat lain tersebut biasanya adalah sebuah toko suvenir dan semacamnya.
       
      7. Permainan kartu
       
      Di negara seperti Thailand, Vietnam ataupun Kamboja, Anda akan cukup banyak menemukan aksi penipuan yang memanfaatkan permainan kartu. Penipuan ini biasanya dilakukan dengan adanya seorang masyarakat lokal yang bersikap sangat ramah kepada Anda. Selanjutnya, dia pun mengajak Anda untuk berkunjung ke rumahnya sembari menawarkan makan. Setelah dirasa cukup, dia pun akan menunjukkan rahasia untuk memainkan sebuah permainan kartu.
       
      Dari sini, Anda pun sudah bisa menebaknya. Anda tiba-tiba akan bertemu dengan seorang yang nampaknya kaya dan menawarkan Anda untuk bermain kartu. Dan ‘teman’ masyarakat lokal yang sebelumnya bersikap ramah itu pun mendorong Anda untuk memenuhi permintaan tersebut. Terlebih setelah Anda memperoleh ilmu rahasia darinya, yang tentu saja abal-abal.