deffa

Cara Membuat Visa Amerika

18 posts in this topic

Hola Deffa Here !!!

Cara Membuat Visa Amerika, kali ini share tulisan tentang pengurusan Visa Amerika Serikat, yang mana biasanya orang akan menggunakan jasa travel agent untuk membuat visa ini karena memang terkenal agak susah dalam pengurusannya. Tapi disini saya akan coba kasih info cara mengurus sendiri Visa Amerika ini,

Hubungan bilateral Indonesia - Amerika Serikat sudah terjalin sejak lama, bahkan makin erat dengan terpilih nya Presiden Obama, yang dahulu nya pernah tinggal di Indonesia semasa kecil nya dan juga karena Nilai Tukar Rupiah yang semakin kecil terhadap Dollar Amerika (USD).

Tapi walaupun begitu minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Negeri Paman Sam atau Land of Freedom ini masih cukup banyak, walaupun membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Di karenakan juga berjamur nya Film Box Office di Indonesia, makin membuat penasaran untuk di kunjungi. Sebut saja Hollywood, Las Vegas, California, Miami dll. Adalah beberapa nama daerah di Amerika Serikat, yang sudah terbiasa di dengan warga Indonesia melalu Film Box Office nya.

Nah sekarang bagaimana cara pengurusan Visa Amerika Serikat bagi WNI secara pribadi tanpa menggunakan jasa Travel Agent ? Jawabannya ada beberapa tahap yang akan di lalui dan juga membutuhkan proses Wawancara, berikut detil nya.

01. Jenis Visa

Visa Amerika terbagi atas dua jenis yaitu :

  1. Visa Non-Imigran : digunakan hanya oleh wisatawan, pebisnis, pelajar, atau pekerja khusus yang ingin tinggal selama periode waktu tertentu di AS demi mencapai tujuan tertentu. 
  2. Visa Imigran : untuk orang-orang yang berencana tinggal secara permanen di AS. Visa imigran memperbolehkan pemohon visa untuk masuk ke AS sebagai Penduduk Tetap yang Sah secara Hukum dan merupakan langkah yang potensial untuk memperoleh kewarganegaraan AS.

Nah untuk kunjungan Wisata di gunakan lah Visa Non-Imigran yang di bagi lagi menjadi 9 jenis Visa :

  1. Visa Bisnis = B1
  2. Visa Wisatawan (Turis) = B2
  3. Visa Kerja
  4. Visa Pelajar
  5. Visa Pertukaran Pengunjung
  6. Visa Transit dan Crew Kapal
  7. Visa Agama Pekerja
  8. Visa Pekerja Domestik
  9. Visa Wartawan dan Media

Karena tema nya adalah kunjungan Wisata dan Rekreasi, jadi menggunakan Visa Wisatawan atau B1

 

02. Membayar Biaya Pengurusan Visa

Nah untuk Visa Amerika ini, kita di wajibkan untuk membayar biaya pengurusan Visa terlebih dahulu sebelum masuk ke langkah selanjut nya

Biaya untuk Visa Turis B2 adalah 160 USD dan di bayarkan melalui bank yang sudah di tunjuk oleh Kedutaan Amerika yaitu :

  1. Bank Permata
  2. Standard Chartered Bank

Dan simpan Bukti Pembayarannya karena akan di gunakan untuk Pengajuan Visa nya

 

03. Melakukan Pendaftaran Online

Setelah melakukan pembayaran kita lanjutkan melakukan Pendaftaran secara online dan mengunggah Foto yang di wajibkan. Untuk pendaftaran secara online ke web berikut KLIK

Lalu pilih lokasi Wawancara yang akan dilakukan terdapat dua pilihan Kedutaan Besar Amerika Serikat yaitu Jakarta dan Surabaya

Berikut Data yang wajib di isi ke di Formulir Online tersebut :

  1. Data Personal
  2. Alamat dan Kontak
  3. Data Passport 
  4. Itinerary Perjalanan
  5. Data Teman Perjalanan
  6. Pengalaman Ke Amerika (Jika Pernah)
  7. Alamat dan Data Keluarga
  8. Pendidikan dan Pekerjaan
  9. Keterlibatan Kriminal (Jika Pernah)

Lalu akan di arahkan ke pada kolom untuk memilih Tanggal Wawancara. Minimal Jadwal Wawancara paling cepat 2 Hari setelah mendaftar Online untuk Visa Amerika. Lokasi nya di Kedutaan Amerika Serikat baik Jakarta atau Surabaya

 

04. Dokumen Yang Harus Di Siapkan

Adapun dokumen-dokumen yang harus di siapkan ketika datang Wawancara ke Kedutaan Amerika Serikat yaitu :

  1. Passport Asli Masa Berlaku minimal 6 bulan
  2. Bukti Pembayaran Bank (Langkah 01)
  3. Pas Foto Terbaru dengan latar belakang Putih ukuran 5 x 5
  4. Formulir konfirmasi pengisian Aplikasi Visa Elektronik Non-Imigran (DS-160) Ber-Barcode
  5. Formulir Appointment Confirmation
  6. Surat Sponsor atau Undangan dari Kerabat, Teman atau Keluarga di Amerika Serikat (Jika Ada)
  7. Surat Pengangat dari Kantor tempat kalian bekerja dan Bukti Slip Gaji
  8. Rekening Koran Saldo 3 bulan terakhir, usahakan minimal 30 juta ke atas tergantung lama kunjungan
  9. Fotokopi Kartu Keluarga dan Rincian Itinerary (Termasuk Tiket Pesawat PP dan Booking Penginapan)

Note : Semenjak 2014 untuk jumlah Saldo, info terbaru hampir sama dengan Visa Jepang tidak ada batasan minimal dan maksimal, yang dilihat adalah perhitungan itinerary,. makan, transportasi, penginapan dll. Jadi di sana akan di kalkulasi berapa keperluan dana yang di perlukan. Info Lengkap nya KLIK

 

05. Proses Wawancara

Datanglah tepat waktu sesuai jadwal yang di setujui dan jika bisa lebih cepat. Untuk bahasa yang di gunakan ketika Wawancara usahakan menunggu dari pewawancara, jika dia menggunakan English berarti kita menjawab dengan English, jika di menggunakan Bahasa Indonesi, jawab juga dengan Bahasa Indonesia. Hampir mirip dengan Wawancara Kerja di mana Attitude akan di nilai.

Setelah Wawancara akan mendapatkan hasil tes yang berupa Kertas Berwarna yang menunjukkan beberapa hal :

  1. Kertas Putih : Disetujui dan akan ada keterangan mengenai proses selanjutnya
  2. Kertas Hijau : Diharuskan datang kembali untuk melengkapi Info Tambahan
  3. Kertas Kuning : Harus mengikuti proses administrasi tambahan
  4. Kertas Merah : Ditolak karena belum memenuhi syarat pengajuan Visa Amerika
  5. Kertas Biru : Aplikasi tidak lengkap dan harus mengulang lagi

Demikianlah proses pengurusan VIsa Amerika secara sendiri, memang kalau di perhatikan agak ribet ya, tapi disini lah nilai nya kalian akan mendapatkan pengalaman lebih, dan akan lebih menghargai perjalanan wisata kalian. Karena dari awal kalian sudah berjuang untuk mendapatkan Visa. Jadi perjuangan itu akan berbuah manis ketika kalian sudah berada di Amerika dengan Visa yang kalian buat sendiri.

Silahkan dicoba :)

Mengurus_Visa_Amerika.thumb.jpg.fd2a0f51

Edited by deffa

Share this post


Link to post
Share on other sites

Dear Deffa,

Saya bulan Feb 2016, mengajukan visa USA, tapi di tolak, mohon saran Deffa, kapan ya baiknya mengajukan visa lagi? passport saya sdh pernah ke eropa, japan, china, australia, tapi heran kenapa bisa di tolak visa USA nya?

 

ditunggu info baiknya dari Deffa, thank you :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Yohana Rudy

tergantung di tolak nya berdasarkan apa mba, karena kalo gak salah ada alasan dan jadi pertimbangan mereka

jika cuma berkas biasanya 1-3 bulan. Kalo soal ini lebih baik di tanyakan langsung ke Konjen Visa USA nya karena berkaitan alasan penolakan awal :) 

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya tiket nya hangus, sebenarnya lbh ikhlas uang tiket & visa buat sedekah panti asuhan.

saya sdh ke eropa, aussie dll mas deffa :) passport lumayan penuh sebelum ajukan ke amerika, tp kagak efek :terharu

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Yohana Rudy

ya biasanya gitu seh walaupun udah pernah visa satu negara dan negara lain itu gak ngaruh, kemarin ngobrol ama Konsulat Korea Selatan juga gitu bahkan walaupun udah pernah masuk negara visa itu juga gak ngaruh juga tetap di hitung nya sama :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 minutes ago, Yohana Rudy said:

iya mas deffa, kita bahas tempat2 wisata seluruh dunia biar kagak sakit hati inget visa amrik ketolak, lol

yup ayo di tulis cerita pengalaman nya ke tempat2 tadi mba lumayan bisa berbagi informasi :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By vie asano
      Lanjut lagi soal aneka tips untuk muslim traveller yang akan pergi ke Korea Selatan. Bagi yang ingin kenalan dengan Islam di Korea Selatan dan Jepang, serta aneka Tips dan Info Penting untuk Muslim Traveller ke Korea Selatan, bisa langsung klik hyperlink-nya yah.
      Panduan mencari makanan halal di Korea Selatan
      Di antara berbagai tips untuk muslim traveller, saya rasa masalah mencari makanan halal termasuk salah satu yang paling ribet. Apalagi jika bepergian ke negara lain dimana Islam menjadi agama minoritas, dan lebih yahud lagi, negara tersebut memiliki huruf tradisional non-alphabetical yang membuat kita seolah-olah sedang melihat rangkaian bahasa sandi. Contohnya seperti Korea Selatan maupun Jepang. Saya pun pernah mengalami masalah yang sama saat berwisata ke Jepang 2 tahun lalu. Walau sudah berusaha menghindari produk makanan non-halal (yang paling mudah, cari yang nggak memasang kanji babi maupun alkohol), pada satu kesempatan tetap saja nggak sengaja memakan makanan instan yang ternyata mengandung perasa babi.
      Ada beberapa tips untuk mencari makanan halal saat berwisata ke Korea Selatan. Beberapa tips ini bisa diterapkan juga untuk negara lain seperti Jepang, Belanda, dan lainnya. Tips yang paling pertama, adalah dengan meminimalkan kemungkinan mengkonsumsi produk makanan non-halal. Caranya bagaimana?
      1.Mencari restoran/tempat makan yang memasang logo halal.
      Biasanya resto-restoran halal tersebut dikelola oleh muslim dari negara lain (seperti Pakistan dan Malaysia), atau minimal memiliki koki seorang muslim. Namun perlu diketahui dan diwaspadai, tidak semua restoran yang mengusung label halal ternyata betul-betul 100% halal. Misalnya saja, ada restoran yang tetap menjual minuman beralkohol namun menyediakan menu halal (biasanya alasannya agar bisnis bisa terus berjalan). Ada juga restoran yang menyediakan makanan halal dan non-halal sekaligus. Mengingat keterbatasan luas dapur (dan juga ketelitian dalam pencucian alat-alat), belum tentu makanan halal dan non-halal dimasak menggunakan alat yang berbeda. Di Jepang juga pernah dilaporkan ada restoran halal namun menampilkan hiburan non-halal seperti tari perut. Jadi intinya, memilih restoran berlabel halal menjadi salah satu solusi paling oke, namun tetap harus ekstra waspada terhadap konten lain di restoran tersebut.
      2.Mencari restoran vegetarian, minimal restoran yang vegetarian-friendly.
      Restoran vegetarian jelas hanya akan menyediakan menu-menu non-daging, dan jelas tidak akan menggunakan bumbu-bumbu berbahan dasar daging. Jadi restoran vegetarian relatif aman bagi muslim traveller. Namun jika tidak menemukan restoran vegetarian, minimal usahakan untuk mencari restoran yang vegetarian-friendly, yaitu resto biasa yang memiliki opsi menu vegetarian ataupun seafood.
      3.Makan di restoran seafood
      Bingung mencari restoran halal? Nggak ketemu sama restoran vegetarian maupun vegetarian-friendly? Ke resto seafood saja, karena seafood sudah pasti halal untuk di konsumsi.
      Begitu pendapat umum tentang seafood. Well, sebetulnya nggak sesederhana itu lho. Seafood-nya sih memang halal, tapi bumbu-bumbunya belum tentu lho, karena sudah jadi rahasia umum dalam masakan oriental pasti ada saja bumbu yang berasal dari sesuatu non-halal (seperti daging babi, darah, maupun alkohol). Berhubung nggak mungkin mewawancarai koki untuk bertanya tentang bumbu masakan setiap kali makan seafood, saya akan memberikan daftar menu seafood yang relatif aman (catat: relatif aman, bukan 100% aman yah) untuk dikonsumsi jika dilihat dari resepnya. Saya juga nggak menjamin menu-menu ini pasti halal, jadi feel free kalau mau kasih koreksi. Eh iya, daftarnya langsung dalam bentuk foto yah. Berikut foto-fotonya:
      Foto 01:
      (a.) Maeuntang (Spicy Fish Stew) [foto: Junho Jung/wikimedia], (b.) Sundubu Jjigae (Hot and Spicy Soft Tofu Stew) [foto: Avlxyz/wikimedia], (c.) Doenjang Jjigae (Vegetable and Seafood Stew) [foto: Koralex90/wikimedia], (d.) Saengseon Gui (Grilled Fish) [foto: Karendotcom127/wikimedia]
      Foto 02:
      (a.) Saengseon Jeon (Pan-fried Fish Fillets) [foto: å—å®®åšå£«/wikimedia], (b.) Tuna Kimbap (Tuna Roll Sushi) [foto: Jqn/wikimedia], (c.) Haemul Pajeon (Seafood Pancake) [foto: <==manji==>/wikimedia], (d.) Jjampong (Spicy Seafood Noodles) [foto: Alfpooh/wikimedia]
      Tambahan info, berikut beberapa menu lain (non-seafood) yang juga relatif aman untuk dikonsumsi:
      Foto 03:
      (a.) Bibimbap (mixed rice with vegetable and meat) [foto: Agnes Ly/wikimedia], (b.) Tteokbokki (rice cake) [foto: Adonis Chen/wikimedia], (c.) Kalguksu [foto: Jslander/wikimedia], (d.) Hobakjuk (Pumpkin Porridge) [foto: Nicole Cho/wikimedia]
      Itu sebagian menu yang bisa saya kumpulkan. Sebetulnya masih banyak sih, tapi sengaja nggak ditulis semuanya, soalnya tadi siang (waktu nulis ini) tiba-tiba jadi laparrrr (puasa, puasa..) haha..
      4.Makan di restoran fastfood
      Lho, kok resto fastfood? Bukannya menu daging di resto fastfood belum tentu halal? Maksudnya, belum tentu disembelih dengan cara yang halal. Yaps, memang betul menu daging di resto fastfood belum tentu disembelih dengan cara yang halal. Namun resto fastfood juga nggak melulu berisi daging, kan? Ada kentang goreng, burger non-daging, salad, dan banyak lagi. Jadi jika ragu dengan dagingnya, bisa memesan menu non-daging.
      Bagi yang masih meragukan kehalalan makanan di tempat-tempat yang sudah saya singgung di atas (biasanya mempertanyakan apakah dagingnya disembelih dengan cara halal, apakah peralatan makannya betul-betul bebas dari bahan non-halal, dan sejenisnya), ada tips kedua yang bisa dicoba, yaitu dengan memasak sendiri makanan yang akan disantap. Untuk memastikan kehalalan makanan, bisa membeli bahan makanan di toko halal, yaitu toko yang hanya menjual produk mentah yang halal. Misalnya saja, mie instan, roti, daging, dan sebagainya. Memang sih lebih repot karena harus menyiapkan sendiri makanan Anda, namun soal kehalalannya insya Allah lebih terjamin. Jika Seoul jadi salah satu kota tujuan wisata selama di Korea Selatan, daerah Itaewon bisa dilirik karena di area tersebut banyak terdapat restoran halal dan beberapa toko bahan makanan halal.
      Trus gimana kalau nggak yakin sama restoran halal, nggak nemu resto vegetarian/vegetarian friendly, nggak suka seafood, dan nggak bisa nyiapin makanan halal sendiri? Ada tips terakhir. Bawa saja makanan halal dari Indonesia, seperti mie instan, roti, nasi instan, dan lain-lain. Tapiiiiiii saya pribadi berpendapat kalau travelling nggak melulu soal menikmati obyek wisata, namun juga menikmati budaya setempat yang berarti juga menikmati produk kulinernya. Demi pengalaman wisata yang lebih lengkap, menurut saya nggak masalah jika harus repot-repot sedikit menyeleksi makanan halal. Masa sudah jauh-jauh pergi ke Korea Selatan, eh ujung-ujungnya makan Ind*mie juga? Hehe..
      Sebagai penutup, beberapa daftar kuliner halal di Korea Selatan bisa dilihat disini. Untuk informasi lebih lengkap tentang panduan makanan halal di Korea Selatan, bisa lihat ini.
      Semoga infonya bermanfaat yah!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano

      Kelanjutan dari tulisan sebelumnya tentang tips berkemas untuk wisata keluarga.
      Tips berkemas secara umum, termasuk untuk orang tua
      - Berapa idealnya jumlah baju yang harus dibawa? Teorinya, siapkan 1 baju kasual/hari + 1 baju pergi/hari + 1 baju tidur/hari. Namun jika malas membawa banyak baju dan waktu pergi lebih dari 5 hari, bawalah baju untuk 2-3 hari saja. Resikonya, harus mau repot nyuci dan nyetrika di tengah waktu wisata. Saya pribadi sih lebih suka mengandalkan laundri kiloan yang bisa selesai dalam 1-2 hari. Cukup bayar sedikit, baju sudah bersih+wangi+rapi di setrika tanpa harus jadi Cinderella. Tips tambahan untuk poin ini: sebaiknya pilih baju yang berbahan cepat kering.
      - Untuk baju anak-anak, teori di atas belum tentu berlaku. Sebaiknya, perhatikan kebiasaan dari anak Anda karena tiap anak bisa berbeda-beda. Contohnya, anak sulung saya (usia hampir 5 tahun) dulu cukup sering masuk angin hingga muntah-muntah di waktu malam. Resikonya, saya harus bawa ekstra 1-2 potong baju tidur untuk cadangan (untuk baju harian tidak masalah). Saat usianya lebih dari 4 tahun, saya harus bawa ekstra celana (untuk jaga-jaga jika mengompol). Sedangkan si bungsu (4,5 bulan) termasuk jarang muntah di malam hari. Namun karena gampang berkeringat, baju harian dan baju perginya harus lebih banyak dari baju tidur.
      - Cek lagi itinerary wisata. Destinasi wisata menentukan item tambahan yang harus dibawa. Jika berencana pergi ke daerah pantai atau ada rencana berenang, jangan lupa menyiapkan perlengkapan seperti baju renang, sun block, topi pantai, maupun kaca mata hitam. Sebaliknya, jika pergi ke gunung, bawalah jaket dan selimut ekstra.
      - Pisahkan pakaian anak-anak dan pakaian orang tua agar lebih mudah diambil jika sewaktu-waktu harus ganti baju. Malas bawa banyak koper? Jika si kecil sudah berusia minimal sekolah dasar, tak masalah jika dia diminta untuk membawa tas punggungnya sendiri (bisa menggunakan tas sekolah).
      - Agar lebih hemat ruang, jelilah dalam menyusun barang dalam koper. Saya biasanya mengemas pakaian dalam bentuk gulungan kecil, dan biasanya ruang yang tersisa jauh lebih banyak dibanding menumpuk pakaian.
      - Sebaiknya, barang yang kira-kira akan sering digunakan (seperti peralatan elektronik, dompet, tisu, dan sebagainya) jangan ditempatkan dalam koper. Tempatkan dalam tas terpisah yang bisa ditenteng, sehingga mudah untuk diambil sewaktu-waktu.
      - Berencana untuk wisata selama beberapa hari ke kota lain, namun ada beberapa barang berukuran besar (seperti kereta dorong bayi) yang sulit dibawa di mobil atau kendaraan umum? Pertimbangkan untuk memaketkan barang-barang itu ke kota tujuan. Memang sih pasti ada ongkos ekstra yang harus dikeluarkan, tapi jauh lebih praktis dibanding membawa gunungan barang di atas mobil.
      - Ingat selalu bahwa keselamatan anak itu nomor 1. Jadi jika membawa balita bepergian, sebaiknya siapkan beberapa perlengkapan pengaman ekstra yang biasa ada di rumah, seperti penutup stop kontak dan pelindung ujung meja.
      Daftar perlengkapan P3K yang wajib dibawa jika wisata bersama anak-anak.
      - Plester. Ingat, anak-anak mudah terluka. Jadi sediakan selalu plester di tas yang terpisah dari koper.
      - Kompres instan dan obat demam untuk anak. Kita tak pernah tahu kapan bayi atau anak-anak akan terkena demam, kan?
      - Obat penahan rasa sakit.
      - Obat-obatan lain sesuai dengan gejala yang sering dialami, seperti obat maag, obat sakit kepala, dan sebagainya.
      Daftar perlengkapan elektronik yang wajib disiapkan
      - Jika tetap harus bekerja selama liburan, jangan lupa membawa laptop dan charger-nya.
      - Handphone dan charger-nya.
      - Stop kontak multi.
      - Hairdryer ukuran travel (jaga-jaga jika hotel tidak memiliki hairdryer).
      - Kipas angin mini. Jangan salah, ini penting lho jika akan berwisata ke daerah yang cukup panas. Minimal bermanfaat saat mengalami perjalanan outdoor, terutama karena bayi dan anak-anak biasanya gampang merasa kegerahan.
      - Jika perlu, bawa juga aneka permainan elektronik. Namun sebaiknya gunakan hanya saat keadaan darurat saja (seperti saat anak merasa ekstra bosan), karena esensi dari wisata keluarga kan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga (dan bukannya malah sibuk dengan mainan masing-masing).
      Daftar toiletries yang wajib disiapkan (untuk dewasa). Untuk bayi dan anak-anak, silahkan susun daftar dari artikel sebelumnya.
      - Perlengkapan mandi: sabun, shampo, sikat gigi, pasta gigi, sabun cuci muka. Semuanya dalam ukuran travel. Saran saya, jika memang hobi bepergian, sebaiknya siapkan satu kantong khusus untuk peralatan mandi ukuran travel. Jadi nggak perlu repot mengemas alat mandi saat akan bepergian.
      - Perlengkapan make up, mulai dari bedak hingga parfum.
      - Perawatan badan, seperti body lotion (ukuran kecil). Jika berencana pergi ke pantai (atau minimal akan berenang di tempat wisata), bawa juga krim setelah berjemur.
      Last but not least
      - Aneka dokumen penting yang berhubungan dengan perjalanan, seperti passport (jika pergi ke luar negeri), kartu identitas, bukti booking hotel, tiket, kartu kredit, kartu ATM, peta daerah setempat.
      - Daftar alamat hotel (terutama jika menginap lebih di 1 tempat). Sebaiknya dicatat dalam buku catatan, dan lengkapi dengan petunjuk arah. Oya, jangan lupa juga membuat copy informasi nomor kontak Anda untuk diselipkan di baju anak-anak setiap kali akan bepergian, untuk berjaga-jaga seandainya anak terpisah dari orang tua.
      - Laundry bag. Kalau nggak punya, kantong kresek juga cukup. Biasanya saya menyiapkan 2 jenis kantong plastik: untuk baju kotor, dan untuk sampah selama menginap di tempat wisata (jika menginap bukan di hotel dan tidak tersedia tempat sampah). Untuk jumlahnya, tergantung dari durasi waktu pergi itu sendiri.
      ***
      Kira-kira itulah barang-barang yang harus dibawa saat akan berwisata bersama keluarga. Saya sengaja tidak menulis tentang tips berkemas untuk remaja, karena remaja (seharusnya) sudah bisa berkemas sendiri. Remaja juga lebih fleksibel mengenai tempat wisata dan sudah tahu bagaimana cara terbaik untuk menghindari kebosanan saat di perjalanan.
      Jika ada yang ingin menambahkan, monggo tinggalkan jejak di bagian komentar. Semoga infonya bermanfaat.
    • By vie asano

      Judulnya boleh bahasa Inggris. Tapi kalem, isinya tetap dalam bahasa Indonesia kok. Pemilihan judul di atas hanya supaya catchy aja karena ada rima antara tips dan trips. Nggak penting? Biarin. Yang penting kan isi tulisannya (ngeles.com).
      Jadi, pada tulisan sebelumnya saya sudah mengulas tentang aneka tips umum agar liburan bersama keluarga bisa berjalan seru. Setidaknya bisa meminimalisir munculnya berbagai hal yang membuat liburan seru menjadi suram. Untuk melengkapi tips tersebut, kali ini saya ingin berbagi tips untuk salah satu aspek penting dalam liburan, yaitu tips berkemas untuk liburan keluarga.
      Saya rasa, setiap keluarga yang memiliki anak-anak pastilah pernah mengalami ribetnya berkemas saat akan pergi liburan, setidaknya sekali dalam seumur hidup. Yang pernah mengalami pusingnya berkemas, ngacung! (dan saya pun ngacung duluan). Ya, sudah jadi rahasia umum jika orang tua akan menjadi pihak yang paling pusing, mulai dari menyiapkan keperluan si kecil (dan tetek bengeknya yang daftarnya bisa lebih panjang dari daftar belanja bulanan), menyiapkan keperluan pribadi dan pasangan, menyiapkan berbagai pernak-pernik lainnya (seperti dokumen penting maupun P3K), dan lain sebagainya. Bagian yang paling menyebalkan adalah jika ternyata tetap saja ada barang yang ketinggalan (dan baru mengetahuinya setelah sampai di tempat tujuan). Wah, bisa-bisa mood liburan langsung turun ke titik nol.
      Bagi yang selalu merasa ribet berkemas saat akan liburan keluarga, saya ingin berbagi sedikit tips. Berhubung mayoritas dari pengalaman pribadi, silahkan jika ingin menambahkan tips-tips lain yang mungkin belum disebut disini. Because sharing is caring, right? Dan voila, inilah tips berkemas untuk liburan keluarga:
      Tips packing untuk keperluan bayi
      - Suka bingung apa saja perlengkapan si kecil yang harus dibawa? Berikut beberapa item yang selalu masuk dalam list saya:
      Tisu basah. Pilih ukuran travel yang mudah dibuka-tutup. Sebaiknya pilih juga yang mengandung formula anti bakteri. Bedak bayi. Agar lebih praktis, biasanya saya membawa botol bedak ukuran kecil+puff+plastik (nggak perlu repot bawa kotak bedak). Sabun dan shampo. Khusus untuk travelling, saya lebih suka menggunakan sabun sekaligus shampo (2 in 1) dalam ukuran kecil. Minyak telon. Untuk perlindungan ekstra, pilih yang sekaligus anti nyamuk. Perlengkapan lainnya: baby cream, washlap, hair lotion, parfum, dsb. Semuanya dalam ukuran kecil. - Untuk popok, jika daerah tujuan wisata kemungkinan memiliki mini market maupun supermarket, sebaiknya jangan terlalu banyak membawa popok bayi (dalam hal ini maksudnya pospak, alias popok sekali pakai). Dari pada berbekal pospak sekarung, lebih baik bawa pospak untuk 1-2 hari dan membeli sisanya di kota tujuan. Kecuali jika si bayi seperti bayi saya yang hanya bisa menggunakan merk tertentu yang sulit dicari di mini market. Apa boleh buat, terpaksa harus bawa pospak ekstra jika perginya ke daerah yang melipir sedikit dari kota. Cara menghitung kebutuhan pospak cukup mudah. Kalikan saja rata-rata pemakaian pospak dalam 1 hari x durasi waktu wisata.
      - Jika si kecil masih harus mandi di bak mandi (misalnya karena belum bisa duduk), sebaiknya bawa bak mandi untuk bepergian (berbentuk pelampung yang bisa dikempeskan). Tapi pernah juga sih saya memanfaatkan wastafel hotel karena lupa membawa bak mandi (dan lebih praktis karena nggak perlu repot-repot merebus air hangat karena tinggal buka keran saja).
      - Si kecil minum susu formula? Jangan lupa bawa susu formula, botol, termos ukuran kecil, dan perlengkapan untuk mencuci (sikat+sabun cuci). Jika sudah di tahap makan makanan tambahan, bawalah juga alat-alat untuk menyiapkan makanan tersebut (piring bayi, sendok makan, atau saringan buah).
      - Perlengkapan bayi lainnya yang tidak boleh lupa dibawa: selimut bayi, handuk, topi bayi, slabber, perlak ukuran kecil, dan nursing cover (untuk menutupi jika si kecil perlu ASI di tempat umum).
      - Jika bepergian menggunakan mobil, jangan lupa membawa perlengkapan pelengkap lainnya seperti car seat.
      Tips packing untuk keperluan anak-anak (mulai 2 tahun-usia SD)
      - Untuk perlengkapan anak-anak, biasanya inilah yang tak pernah lupa saya bawa:
      Tisu basah (ukuran travel) dan hand sanitizer. Benda ini biasanya saya pisahkan dalam tas kecil terpisah agar lebih mudah diambil, mengingat anak-anak suka sekali memegang bermacam benda. Perlengkapan mandi: shampo+sabun (2 in 1, supaya praktis), sikat gigi+pasta gigi. Perlengkapan lainnya: bedak, parfum anak, minyak kayu putih, lip balm, krim anti nyamuk, sisir. Untuk detail seputar perlengkapan P3K, saya masukkan dalam daftar item P3K untuk keluarga. - Salah satu kendala terbesar saat bepergian membawa anak-anak adalah masa-masa di perjalanan. Mengingat anak kecil cepat merasa bosan, bawa barang-barang yang bisa menyibukkannya selama di perjalanan seperti perangkat pemutar musik portable, DVD portable, dan perlengkapan elektronik lainnya seperti Ipad. Jangan lupa juga membawa snack dan minuman kesukaan si kecil sebagai teman di perjalanan.
      - Agar si kecil tak cepat bosan saat di tempat tujuan wisata, bawa juga beberapa benda kesukaannya seperti buku cerita, buku mewarnai, maupun mainan favoritnya. Board game (ular tangga, monopoli, dan sebagainya) bisa jadi pilihan menarik dibanding membawa alat permainan elektronik, karena melibatkan partisipasi dari anggota keluarga lainnya. Tips tambahan, jika rencana wisatanya lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, bawa juga perlengkapan penunjang aktifitas outdoor seperti google.
      - Nah, ini yang kadang-kadang saya suka lupa. Selain membawa sepatu pergi, jangan lupa bawa juga sandal rumah. Walau di hotel disediakan sandal, tapi ukurannya terlalu besar untuk kaki si kecil; sedangkan si kecil pastilah suka jika diajak untuk mengelilingi hotel (misalnya ke lobby maupun ke kolam renang). Kenapa nggak pakai sepatu saja? Simple, karena sandal jauh lebih praktis dibanding pakai sepatu.
      Wah, ternyata tips-nya sedikit lebih banyak dari yang saya duga. Supaya nggak pusing, tips packing untuk family trips lainnya (termasuk tips dalam menentukan jumlah baju yang harus dibawa dan alat P3K yang harus disiapkan) dilanjutkan dalam tulisan berikutnya. Mudah-mudahan bisa sekaligus dilengkapi dengan list barang lain yang harus dibawa.
    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
      Tips Menulis Itinerary Untuk Syarat Apply Visa Jepang, karena baru-baru ini saya teringat akan sebuah pertanyaan di Facebook saya. Waktu itu seperti ini :
      A : Kang Deffa, nanya itu kalau Itinerary untuk Apply Visa Jepang nya di tulis lengkap gak ya ? 
      B : Gak perlu kok, yang penting inti nya saja
      A : Terus kan saya malam pertama nginap di Bandara Haneda, itu ditulis juga di bagian Tempat Tinggal ?
      B : Ya, di tulis saja tidak jadi masalah kok itu, asalkan di Malam berikut nya di tulis penginapan Fix dan alamat yang lengkap nya
      A : Ok, kang Hatur Nuhun
      B : Sami2
      Ya sedikit perbincangan tersebut membuat saya tercetus ide untuk menulis Panduan Menulis Itinerary untuk Apply Visa Jepang ini. Karena pasti bagi yang pertama kali ke Jepang masih agak bingung ya. Saya juga mengalami hal itu kok dulu pas pertama kali apply visa jepang, jadi sudah selayak nya saya bagikan tips-tips nya
      Tapi sebelum nya kalian harus tahu dulu syarat untuk Apply Visa Jepang ya.
      Dokumen-dokumen yang perlu dilengkapi dalam mengajukan permohonan Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri    
      Paspor maksimal 6 bulan sebelum masa berlaku habis Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram) Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili) Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa) Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang) Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang) Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu) Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan: Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya * Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya). Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 - 8 sebelum diserahkan di loket.
      Bagi yang termasuk dalam kategori berikut, maka Pemohon maupun anggota keluarga (suami/istri dan anak) tidak perlu melampirkan bukti keuangan (tercantum pada nomor 8). (Bila diperlukan, dokumen tambahan akan diminta untuk melengkapi atau membuktikan hal tersebut).
      Pemohon adalah karyawan perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia. Pemohon adalah karyawan BUMN. Pemohon adalah karyawan dari perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang. Pemohon adalah karyawan dari perusahaan joint venture Indonesia - Jepang, atau anak perusahaan Jepang, atau cabang dari perusahaan Jepang. Pemohon adalah karyawan dari instansi pemerintah. Pemohon adalah budayawan/ seniman yang sudah go-international; atlit yang sudah diakui ; dekan, profesor, asisten profesor dari universitas; pimpinan museum, atau lembaga penelitian pemerintah maupun swasta. *Bila aplikan ingin mengajukan permohonan visa untuk kunjungan berkali-kali (Multiple Visa), maka harus melampirkan surat penjelasan alasan keperluan kunjungan berkali-kali ke Jepang atau surat penjelasan dari pihak Pengundang.
      *Untuk visa kunjungan berkali-kali, harap melihat persyaratan visa untuk kunjungan berkali-kali.
      *Biaya Pembuatan Visa :
      Single Entry = Rp. 330.000 Multiple Entry = Rp. 660.000 Info Lengkap kunjungi Website Embassy Jepang berikut KLIK
      Panduan Penulisan Itinerary Pada Formulir Jadwal Perjalanan Pengajuan Visa Jepang
      Di syarat Dokumen yang harus di siapkan di atas pada point no. 6 terdapat syarat "Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)"
      Ini berarti kita harus menuliskan semua rute wisata yang akan kita tempuh selama kunjungan kita di Jepang, lengkap beserta Alamat tempat kita Tinggal atau Menginap. Contoh Formulir nya yang telah di download dari link di atas adalah berupa File Microsoft Word seperti ini

      01. Tulis tanggal dari awal mendarat (menginjakkan kaki) di Bandara (wilayah Jepang) lainnya
      02. Untuk bagian Tempat yang akan di kunjungi cukup Tulis Inti nya Saja misal : Tokyo : Tokyo Disneyland, Tokyo Tower.
      03. Untuk bagian Tempat Menginap, tulis lah nama Penginapan sesuai dengan Bukti Booking penginapan tersebut beserta Alamat Lengkap.
      04. Jika selama beberapa hari menginap di Penginapan yang sama, di hari berikut nya cukup tulis nama Penginapan nya saja
      05. Jika malam pertama Menginap di Bandara. Tulis Bandara tempat Menginap. Misal : Haneda Airport atau Kansai International Airport
      06. Di bagian akhir paling bawah, isi lengkap Tanggal dan Tanda Tangan Pemohon Visa
      07. Saran walaupun kalian mengisi Itinerary nya hanya Garis Besar saja, namun untuk Tempat Menginap WAJIB SESUAI dengan Bukti Booking yang diserahkan untuk Apply Visa. Note: AirBNB sekarang sudah resmi di perbolehkan di Jepang, jadi kalian boleh menyertakan booking AirBNB sebagai syarat apply visa.
      08. Jangan Dummy Booking Tiket Pesawat! Bukti Booking Tiket Pesawat Jangan Dummy Booking, karena beberapa waktu lalu, ada kasus Apply Visa Jepang dengan mengajukan syarat Bukti Pembelian Tiket Pesawat dengan Dummy Booking. Visa nya Approved. Namun ketika di imigrasi Jepang. Bermasalah, karena Bukti Booking yang diserahkan ke Embassy Jepang ketika Apply Visa, berbeda dengan Tiket yang mereka pegang (Dummy Booking menggunakan Garuda, Tiket asli menggunakan Air Asia). Akhirnya mereka di DEPORTASI.
       
      Contoh Penulisan Itinerary Formulir Jadwal Perjalanan Pengajuan Visa Jepang

       
      Demikianlah semoga berguna untuk teman-teman sekalian, walaupun sepele tapi kadang bikin bingung dan bertanya-tanya. Silahkan di share jika berkenan  
       
    • By Ahook_
      Tanggal 18 April 2018.
      Drama penggantian paspor baru benar- benar berakhir begitu dikasih senyum manis sama petugas imigrasi Belanda. Hati langsung plong. Kenapa? Permasalahannya dimulai dari paspor yang masa berlakunya baru akan habis 2 tahun lagi, tapi halaman kosongnya sisa 1. Kemudian, tahun ini, berancana ke Cina lagi, daripada visa ditolak, karena tidak ada halaman untuk tempelan kertas visa, akupun memutuskan untuk perpanjang paspor saja. Hitung- hitung, aku sekalian tambah nama keluarga, yang mana, selama ini, paspor yang ada, cuma single name. 
      Okey, buat kamu punya single name dipaspor seperti aku, apalagi yang namanya umum dan banyak orang punya nama yang sama, harusnya punya pengalaman bagaimana harus menghadapi bawelnya petugas imigrasi dari beberapa negara. Jika tidak pernah, syukurlah.. Kalau pernah, berarti kamu akan mengerti. 
      Tidak menakutkan sih. Bukan juga sampai ditahan seperti apa. Mereka cuma memastikan nama kamu doang sesuai dengan data diri kamu. Pasalnya, banyaknya nama yang sama, mungkin buat mereka kesulitan, yang mana ya yang kamu? Atau dengan alasan lainnya, seperti kena random check, ketatnya imigrasi dan sebagainya. 
      Yang pasti, karena memang berencana mau perpanjang paspor. Aku mengambil kesempatan ini untuk menambah nama keluargaku. Aku tidak mengurusnya sendiri. Aku pakai jasa travel agent. Cukup mahal. Sama seperti paspor sebelumnya, paspor baru ini aku applied yang epassport. Dengan kondisi,  belum pernah ada penambahan nama keluarga di halaman endorsment. 
      Jadi, yang pertama dikerjakan adalah, daftarkan dulu nama keluarga dihalaman endorsment. Proses ini, katanya memakan waktu sekitar 3 hari. Setelah BAP kelar atau dihalaman endorsment sudah tertera nama kamu beserta nama keluarga kamu, selanjutnya, baru bisa proses pengajuan pembuatan paspor. Karena aku mau, dipaspor baru, halaman depan sudah langsung tercetak nama keluargaku. Jika tidak demikian, aku harus menunggu sampai kamu mengganti paspor baru lagi, nama keluarga baru bisa muncul dihalaman depan. 
      Maksudnya begini, nama di paspor yang masih berlaku Andy. Ingin menambahkan nama keluarga Lau. Jadi Andy Lau. Harus buat BAP dihalaman endorsment terlebih dahulu. Dihalaman 4 tersebut akan tertulis Andy Lau, sedangkan dihalaman depan, tetap Andy. Saat penggantian paspor, Andy Lau akan secara otomatis dipindahkan ke halaman depan.  Jika tidak urus halaman endorsment, maka, saat pengurusan perpanjangan paspor, Andy Lau cuma muncul di halaman 4 dan baru akan muncul di halaman depan, saat penggantian paspor berikutnya lagi. 
      Proses pengurusan paspor, aku butuh 20 hari. Dari urus BAP halaman 4, tunggu jadwal foto sampai paspor diterima. Itupun drama yang tidak terhindarkan saat proses pengambilan foto. Petugas imigrasinya bilang paspor aku tetap 1 suku kata saja seperti paspor lama. Baru bisa pindahkan nama dengan nama keluarga di paspor berikutnya. Aku ngotot dong, aku kan sudah buat BAP, halaman endorsment sudah jelas, sudah tertera ada nama keluarga. Bolak- balik keluar masuk kantor. Aku tetap ngotot dan sampai akhirnya, aku pulang. Kalau tidak, masa aku nginap? 
      Sampai pada akhirnya, setelah 20 hari paspor ditangan juga.
      Tapi drama selanjutnya dimulai, dengan paspor baru, yang sudah ada nama keluarga, berarti wajib merubah tiket- tiket yang sudah dibeli sebelumnya pakai paspor lama. Airasia, gampang banget, mau langsung ke kantornya, email atau via call center, urusan beres. Aku sih langsung ke kantornya, seketika itu, tiket- tiketku, berubah sesuai dengan identitas di paspor baru tanpa ada pertanyaan, tanpa biaya.

      Luxemburg City, negara mungil yang kece banget.
      Pernah beli tiket via Expedia. Haduh, yang ini, minta ampun, berminggu- minggu. Dari email yang tidak ada responnya sama sekali, telepon ke kantornya, di oper ke maskapai terkait. Dari maskapai minta harus urus ke Expedia, karena penggantian nama, penambahan nama harus ke tempat kamu beli tiketnya.  Email lagi, telepon lagi. Berkali- kali sampai akhirnya, ada email masuk, setelah sekian lama menunggunya. 
      Katanya dalam email itu, aku diminta tunggu, mereka akan konfirmasi dulu ke pihak maskapai, apakah bisa penambahan nama atau tidak? Oh ya, saat aku email ke pihak Expedia, aku lampirkan  paspor lama, paspor baru dan halaman endorsment. Proses menunggu keputusan ini saja butuh 2 minggu. Memang, setelah ada responded dari pihak Expedia, aku akui, pelayanan mereka bagus.
      Setiap 2 hari sekali telepon, kalaupun tidak, mereka email, hanya untuk memberitahu kalau masih menunggu kabar dari pihak maskapai. Dan entah sudah berapa banyak biaya pulsa yang aku habiskan, hahahaha.. jelas, aku tidak tunggu diam saja, aku telepon balik ke kantornya yang ternyata berpusat di Amerika sana, terus di email, minta telepon ke pihak kantor cabang di Malaysia. Mungkin, kasus ini ditangani langsung dari kantor pusat, pihak Malaysia cuma hah, heh, tambah kesel. Terus telepon balik lagi ke kantor pusat, email lagi. Hati ini sungguh, lelah. 
      Keputusannya, tiketku bisa diganti sesuai dengan permintaan karena penambahan nama keluarga. Ada biaya perubahan nama di tiket, dengan kode booking yang tetap sama. Katanya, ini adalah aturan pihak maskapai. Pihak Expedia tidak menarik satu sen pun. Ya sudahlah... Yang penting, satu urusan kelar.

      Bisa bersantai tenang sarapan di salah satu sudut kota Brussels, Belgium.
      Terkait VISA....
      Erhmmm...buat jantungan. Visa yang ditangan yang masih berlaku adalah Australia dan Schengen. Terus bagaimana? Okey... tarik nafas... hembuskan pelan- pelan... Setiap urusan, dikerjakan, pasti beres. Ikutin saja aturannya. 
      Untuk Visa Australia, seorang teman, sebut saja namanya Cindy, punya pengalaman yang hampir sama. Kalau dia, ganti paspor baru, nama tetap sama, tapi nomor paspor berbeda. Jadi, untuk Visa Australia, wajib lapor ke mereka. Begitu aturan tertulis yang aku baca. Berbekal arahan dari Cindy, terus petunjuk dari website resminya. Aku isi form permohonan perubahan/ penambahan nama keluarga di Visa. Aku sih pakai download, kemudian tulis tangan. Isi saja sesuai dengan petunjuknya. Gampang banget. Lengkapi dengan data- data yang diminta, upload terus email. Aku sendiri, kurang dari 24 jam ( hitungan aku ), sudah dapat email balasan beserta Visa perubahan sesuai dengan data baru yang aku submit. Bisa klik link disini untuk permintaan perubahan nama.
      Untuk Visa Schengen, aku dag- dig-dugnya entah sudah seperti apa. Hahaha.. Tanya pengalaman teman- teman yang sudah bolak- balik Eropa, macam pulang kampung saja, dia bilang tidak akan ada masalah. Tidak perlu apply visa baru. Tidak perlu lapor. Visanya masih berlaku kok, yang penting, masa berlaku visa yang ada masih ada. 
      Okey, begini, Visa Schengen yang masih berlaku dan tertempel di paspor lama adalah single name dengan nomor paspor lama. Sedangkan, paspor baru, sudah ada nama keluarga, yang mana, di Visa Schengen tidak ada nama keluarga. Ini yang buat aku jantungan. 
      Kenapa repot? Ya, tunggu saja, masa berlakunya habis. Buat baru... Pasalnya, lagi ingin keliling Eropa selagi Visa Schengen masih valid. Sayang dong. 
      Sangking repotnya, aku datangi kantor Kedutaan Perancis. Mereka bilang, tidak ada masalah. Kamu boleh saja traveling ke Eropa. Tapi, ini versi Perancis, karena setiap negara punya kebijakan masing- masing. Ada baiknya kamu tanya ke negara yang mau kamu datangi. Begitu kalimat tambahannya. Kan buat bingung kan ya. Dia bilang, asal bawa paspor baru dan paspor lama yang ada Visa Schengen-nya. 
      Kemudian pindah ke Kedutaan Belanda. Aku tidak tahu aturannya, ternyata harus buat janji dulu. Aku pulang tanpa hasil apapun.

      Grand Palace, Brussels, Belgium.
      Daripada repot, aku email Kedutaan Belanda, Italia, Hungaria dan Jerman. Sistem kerja yang sangat cepat. Malah, aku langsung ditelepon dari Jerman. Petugasnya bilang, harusnya tidak akan ada masalah. Asal bawa kedua paspor. Tapi, nah ini-nih.. ada tapinya, terkadang kita tidak tahu, oknum di lapangan. Mungkin saja, kamu bisa tidak diizinkan masuk. Kalau kamu tetap mau, silahkan saja. 
      Sedangkan yang dari Belanda dan Italy membalas emailku dengan kalimat yang buat hati senang. Aku bisa keliling Eropa dengan menggunakan kedua paspor itu. Itulah, kenapa aku terbang ke Eropa, memilih masuk dari Belanda dan keluar dari Italy. Aku sudah ada jaminan dari email itu. Aku print out buktinya dong. Hahahaha...
      Aku juga baca review dan pembahasan dari para traveler yang terangkum di google. Baca dari forum yang ada dengan kasus yang hampir sama. Mereka, rata- rata bilang, tidak ada masalah. Ini adalah hal yang wajar. Karena, bagaimana seorang perempuang kemudian menikah terus pakai nama keluarga suaminya. Dan berbagai contoh kasus lainnya. 
      Walaupun begitu, benar adanya kata pihak Jerman, bisa saja oknum di lapangan, mungkin kurang peka terhadap kasus beginian. Akhirnya jadi bermasalahan.

      Sudut kota Brussels, Belgium.
      Dan akupun, deg- deg- an saat antri imigrasi saat mendarat di Belanda 3 jam lalu. Semakin mendekat ke meja petugas, deg- deg- an makin kencang. Aku bawa print-an , bukti email tadi, tiket pulang, siapkan jawaban yang mungkin ditanya.
      TERUS......
      Ketika tiba giliranku... 
      Aku cuma ditanya, mau ngapain disini? Berapa hari? Sendiri? Total berapa lama di Eropa? Sudah.. itu saja. Dengan senyum manis, dia stempel pasporku, ceklek... yihaa... Kekhawatiranku yang berlebihan itu langsung sirna.... Plong... 
      Sekarang, duduk manis di Starbucks bandara Schipol, sambil menahan kantuk, aku buat artikel ini. Setelah terbang dari Kuala Lumpur dan ngemper semalaman di Dubai. Akupun, benar- benar plong...
      Karena itu, soal dokumen, surat- surat, akte- akte, persiapkanlah dengan baik, untuk segala kemungkinan. Sehingga tidak perlu repot- repot konfirmasi sana- sini. Buat pusing, khawatir, deg- deg-an. Dari awal, sebisa mungkin, tidak ada perubahan apapun. Kita, yang sudah terlanjur dari orangtua kita, ya sudah. Tapi untuk anak- anakmu, persiapkan dengan baik. Karena kita tidak pernah apa yang akan terjadi

      Frankfurt, Germany.
      Ya intinya, khawatir berlebihan saja sih...  Lagian, ada kan sudah data biometrik untuk Visa Schengen.   Karena beginilah hidup, kadang kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kan tidak lucu, sudah mendarat di Belanda, terus tidak masuk karena masalah nama paspor berbeda dengan Visa yang ada, terus dipulangkan. Lebih baik pastikan dulu, kalau memang tidak bisa, ya lebih baik tidak berangkat. Capek, naik pesawatnya...
       
      Artikel ini di publish di Frankfurt, Germany. 
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
       
       
       
       
       
    • By vie asano
      Apa moda transportasi paling murah di Jepang?
      Wisatawan asing yang belum pernah pergi ke Jepang pun mungkin sudah tahu jika jawabannya adalah kereta api. Tak hanya murah, kereta api juga menjadi moda transportasi paling praktis karena jaringannya telah menjangkau berbagai sudut kota dan menghubungkan berbagai kota di seluruh Jepang. Tak heran jika kereta api menjadi moda yang paling banyak digunakan baik oleh warga Jepang dan juga wisatawan asing.
      Bicara tentang kereta api di Jepang, selalu ada banyak hal yang bisa dibahas. Mulai dari hal-hal teknis seperti jalurnya yang rumit (konon jaringan kereta api di Tokyo termasuk yang terumit di dunia), cara pembelian tiket, dan banyak lagi. Biasanya, wisatawan yang baru pertama pergi ke Jepang yang paling banyak mencari informasi seputar hal-hal teknis. Maklum, perbedaan sistem pastilah akan membuat wisatawan asing sedikit bingung dan mungkin juga terkena culture shock melihat bagaimana kereta api menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan orang Jepang. Namun diluar hal-hal teknis tersebut, sebetulnya ada hal lain yang tak kalah penting untuk diketahui oleh pengguna kereta api, yaitu etika dalam berkereta api.
      (1) Kereta di Jepang [foto: Tiseb], (2) Tipikal interior kereta di Jepang [foto: Hitachiota]
      Seberapa penting sih mengetahui etika berkereta api di Jepang? Penting banget. Saking pentingnya, beberapa common sense pun seringkali ditempel dalam bentuk poster himbauan yang mudah ditemukan di berbagai sudut stasiun maupun di dalam kereta. Wajar saja, mengingat kereta api merupakan moda transportasi favorit, masalah kenyamanan bersama merupakan hal yang tak bisa ditawar lagi. Lalu apa yang akan di dapat jika melanggar aturan maupun etika tersebut? Memang sih di Jepang tak ada sanksi maupun denda yang akan dikenakan. Paling-paling Anda akan dipelototi maupun ditegur oleh penumpang lainnya. Namun jika ingin sama-sama nyaman dalam menggunakan kereta api, tak ada salahnya kan mengetahui apa sih yang boleh dan tak boleh dilakukan di kereta api di Jepang?
      (3)(4) Contoh poster himbauan [foto: Tenaciousme]
      Bagi traveller yang ingin tahu tentang etika berkereta api di Jepang, berikut sebagian etika yang diambil dari berbagai poster di stasiun maupun kereta. Sebagian besar sebetulnya termasuk common sense yang juga berlaku di Indonesia. Bagi yang ingin mengetahui hal-hal teknis seputar kereta api, sebagian bisa dibaca disini ya.. (1) (2) (3)
      Umum
      -Ini aturan paling dasar yang wajib dipatuhi oleh semua pengguna moda transportasi masal baik di Jepang maupun di Indonesia: antrilah sebelum masuk ke dalam kereta api. Konsep antri di stasiun kereta Jepang terbilang baik karena memiliki garis antrian yang jelas. Nekat menyerobot? Siap-siap di tegur oleh penumpang lain ya!
      -Dahulukan kenyamanan bersama. Jangan melakukan hal-hal yang dapat mengganggu orang lain (baik di dalam kereta maupun di area stasiun), seperti makan makanan yang beraroma menyengat, bergerombol di area pintu kereta dan menghalangi penumpang lain, mengayunkan payung seperti bermain golf, maupun tidur bersandar di bahu orang lain.
      -Jika membawa anak-anak, pastikan anak Anda tidak melakukan aktifitas yang mengganggu orang lain seperti: berisik, menangis, menaikkan kaki ke kursi, menyalakan mainan yang berbunyi kencang, tidak membiarkan anaknya berkeliaran dalam kereta, dan sebagainya.
      -Jangan berdandan dalam kereta. Maksud dari berdandan disini bukan sekedar memakai bedak dan menggunakan lipstik, tapi berdandan lengkap mulai dai menggunakan foundation hingga blush on (biasanya dilakukan oleh gadis-gadis muda yang terlambat bangun). Hindari juga aktifitas yang mungkin mengganggu orang lain, seperti membersihkan cat kuku dengan cairan pembersih.
      -Jangan membuang sampah sembarangan di dalam kereta.
      -Dilarang merokok selama perjalanan.
      -Sakit batuk atau pilek? Gunakan masker agar virus tak menyebar pada orang lain.
      -Jangan menerobos kereta yang akan berangkat (biasanya dilakukan oleh karyawan yang terlambat mengejar kereta pagi).
      (5) Antrian sebelum naik kereta [foto: ShunEndoPhotos], (6) Tidur di bahu penumpang lain [foto: MShades]
      Seputar penggunaan alat elektronik dan masalah suara
      -Jangan menerima maupun mengangkat telepon di dalam kereta. Browsing maupun membuka email masih dimaklumi.
      -Sebaiknya ubah telepon ke silent mode sebelum masuk ke dalam kereta. Lebih baik lagi jika dimatikan, karena khawatir akan mengganggu penumpang lain yang mungkin saja menggunakan alat pacu jantung.
      -Boleh-boleh saja menggunakan earphone dan mendengarkan musik dalam kereta. Namun pastikan suara musik tidak bocor atau siap-siap diomeli pengguna kereta lainnya. Yaa, minimal dipelototi atau sekedar ditegur.
      -Jangan bicara dengan suara terlalu keras. Jika hendak mengobrol, lakukan dengan suara sepelan mungkin.
      Suasana di dalam kereta api yang relatif tenang 
      Tentang tempat duduk
      -Kereta di Jepang biasanya memiliki 2 jenis tempat duduk: tempat duduk biasa dan priority seat. Priority seat ditujukan untuk orang-orang berikut ini: ibu hamil, orang yang membawa anak kecil, penyandang cacat, orang sakit, dan orang tua. Jadi jangan duduk di priority seat kecuali terpaksa, dan dahulukan tempat duduk untuk mereka yang membutuhkan sekalipun tidak duduk di priority seat.
      -Di kereta, jangan membuka kaki terlalu lebar karena bisa mengganggu kenyamanan pengguna lainnya.
      -Duduklah di tempat duduk yang telah disediakan. Jangan duduk di lantai. Himbauan ini muncul karena banyaknya anak muda yang sengaja santai duduk di lantai kereta.
      -Jika bermaksud membaca koran dalam kereta, jangan membuka koran terlalu lebar.
      -Jangan menghabiskan area kursi penumpang untuk tidur. Biasanya ini dilakukan oleh penumpang yang pulang terlalu larut, atau bahkan sedang mabuk.
      Priority seat [foto: Ffg]
      Masalah barang bawaan
      -Jika membawa barang bawaan, letakkan di atas rak yang tersedia sekalipun Anda berdiri sepanjang perjalanan. Dengan meletakkan barang bawaan di rak, akan tersedia tempat yang lebih luas untuk pengunjung lain.
      -Seandainya barang terlalu besar untuk dinaikkan ke rak, setidaknya usahakan agar posisi barang bawaan tidak menghalangi pergerakan orang lain (terutama ke arah pintu keluar).
      Tak sulit kan mengingat do dan don't dalam berkereta api di Jepang? Gunakan saja insting Anda. Selama tidak melakukan hal-hal yang berpotensi mengganggu orang lain, biasanya semuanya akan baik-baik saja. Oya, sebetulnya masih ada lagi etika lainnya, yaitu jangan menggoda maupun memandangi orang lain terlalu lama. Dan bagi penumpang pria, hati-hati dengan tangan Anda. Jangan sampai menyentuh apalagi memegang bagian tubuh penumpang lain (khususnya wanita). Salah-salah Anda akan dianggap melakukan chikan, atau pelecehan seksual. Bagi traveller wanita yang merasa dilecehkan, Anda bisa berteriak chikan untuk menarik perhatian orang lain, atau mengadukannya pada petugas. Bisa juga menghindari chikan dengan naik gerbong khusus wanita yang hanya berlaku pada jam tertentu.
      Gerbong khusus wanita [foto: Chris_eden]
    • By Gulali56

      Sudah banyak memang yang menulis bahwa apply visa China itu gampang . Tetapi yang namanya sudah beli tiket pesawat pulang pergi , apply visa selalu membuat saya was was.
      Ini kali kedua saya apply visa, setelah sebelumnya apply visa Taiwan 2 tahun yang lalu. Yang bikin kuatir mungkin karena salah satunya adalah saya baru memperpanjang paspor pertengahan tahun ini.So far dengan paspor yang baru cuma ada cap Negara Singapura 2x dan Malaysia 1x.
      Untuk apply visa China sekarang tidak lagi di kedutaan RRC melainkan agen khusus yang ditunjuk yaitu di Chinese Visa Application Service Center di The East Mega Kuningan. Padahal Kedutaan RRC cuma 3 menit jalan kaki dari kantor saya. Sedangkan ke The East itu justru 10menitan.
      Pertama-tama saya mendownload form di https://www.visaforchina.org/ sebenarnya bisa sekalian isi online terus tinggal print tapi karena teman saya tidak ada internet akhirnya saya download saja dan isi manual tulisan tangan.
      Pertanyaannya tidak terlalu ribet, mungkin yang agak ‘tricky’ karena ada kolom itinerary tapi cuma dikasi jatah 5baris. Akhirnya saya tulis tanggal saya sampai di Beijing dan tanggal keluar dari Beijing.Haha.. asli culun. Maksud saya toh memang mau menyertakan itinerary di lembar terpisah.Ternyata pas di loket, dikembaliin tuh lembar itinerary yang di ketik bagus-bagus.Yang culun di aplikasi justru tak masalah.
      Jadi yang dibutuhkan untuk apply visa China itu adalah sbb:
      Form aplikasi yang sudah diisi lengkap dan di ttd. Oiya pake ukuran kertas A4 ya print nya. Foto 4x4.5cm latar belakang putih 1 lembar. Kalau saya ambil foto di Mal Ambassador lt.1,15-20menit saja harga Rp 40,000.Cukup bilang foto buat visa China ya.Orgnya sudah biasa bgt ngelayanin pembuatan foto buat visa jadi gak pake tanya ukuran foto.Iyalah daerah kuningan gudangnya kedutaan dan agen pembuat visa. Paspor asli dgn masa berlaku lbh dari 6bln dari tgl keberangkatan. Copy paspor, copy KTP Copy Ticket pesawat Copy booking hotel Saya datang jam 11.30 langsung diarahkan naik tangga ke lantai 2 pas di depan pintu masuk The East. Di lantai 2 ketemu satpam,ditanya mau ambil jalur regular atau express.Berhubung santai ya kita pakai jasa regular. Dikasi nomer urut.Baru duduk 2 menit sudah dipanggil nomer saya, karena memang saat itu kosong banget disana.
      Di loket langsung dicek kelengkapan dokumen, ternyata temen saya lupa copy passport nya untung mba petugasnya baik. Diterima
      aja tanpa embel-embel harus bayar fotocopy lagi. Langsung dikasi form pengambilan visa

      Saya submit aplikasi di hari selasa, visa bisa diambil di hari jumatnya. Yang paling oke lagi. Bayar nya pas visa jadi dan bisa pakai credit card.
      Akhirnya berhasil juga dapat visa China, padahal pas ambil pas sampai sana jam 4kurang 2menit.hehehe..
      Cuman lagi mikir aja. Betapa enaknya itu agen service visa yang di kasi hak exclusive itu. Harga single entry (reguler) yang Rp 300,000 jadi Rp 540,000. Ckckck..Kaya banget tuh agen.
      The East Building, Unit 6, 2nd Floor,
      Jl, DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E 3.2
      no.1 South Jakarta 12950, Indonesia.
      Office Hours:
      Monday – Friday
      Application Submission: 9:00AM to 3:00PM
      Payment and Passport Collection: 9:00AM-4:00PM
      The Center is closed on Saturdays, Sundays and Indonesian public holidays.
      Biaya Visa + Processing Fee
      Single Entry:
      Reguler(4hari) : 300,000 + 240,000
      Express (3hari): 300,000 + 200,000(extra fee) + 400,000
      Urgent (2hari): 300,000 + 300,000(extra fee) + 500,000
      Nah kebayang deh jadi berapa total biaya untuk entry dibawah ini.
      Double entry : Rp 450,000
      Multiple entry /6bulan : Rp 600,000
      Multiple entry/1thn: Rp 900,000