baihaki1985

Pemandangan Eksotis di Puncak Kahyangan Gunung Huangshan Cina

2 posts in this topic

Dalam cerita film Cina, kerap diperlihatkan mengenai betapa indahnya dunia kahyangan yang menjadi tempat tinggal para dewa. Namun siapa sangka kalau pemandangan ala kahyangan ternyata bisa juga dilihat secara langsung oleh para wisatawatan? Salah satu tempat yang mempunyai keindahan bak negeri kahyangan adalah pemandangan di Gunung Huangshan yang berada di negara Cina. 

Gunung Huangshan ini juga dikenal dengan Yellow Mountain dan mempunyai peran yang sangat penting dalam dunia artistik Cina. Hal ini karena gunung tersebut merupakan objek yang kerap muncul dalam berbagai lukisan tradisional Cina. Tak heran karena pemandangan gunung ini memang sangat cantik.

lukisan_cina_kuno_huangshan.thumb.jpg.19

Lukisan Cina kuno dengan objek Gunung Huangshan (kredit: Wikipedia)

Tak hanya itu, berbagai legenda pun diceritakan terkait keindahan tempat ini. Menurut mitos warga setempat, Kaisar Kuning yang merupakan tokoh dewa masyarakat Cina membuat pil keabadian di pegunungan ini. Dan sebagai salah satu bentuk penghormatan, maka nama pegunungan ini pun menggunakan nama Kaisar Kuning (Huang Di). 

huangshan.thumb.jpg.e14f382a5fb0ff32fa0e

Gunung Huangshan (kredit: Wikipedia)

Tak hanya indah, gunung ini juga dikenal mempunyai banyak puncak, beberapa di antaranya punya ketinggian lebih dari 1000 meter. Total puncak yang dimilikinya adalah sebanyak 36 puncak. Dari sekian banyak puncak tersebut, tiga di antaranya yang sangat terkenal adalah Lotus Peak (1.864 meter) Bright Summit Peak (1.840 meter) dan Celestial Peak (1.829 meter).  

Beberapa spot terkenal lainnya pun bisa dijumpai sepanjang jalur di Gunung Huangshan ini. Misalnya adalah Welcome Pine, yakni sebuah pohon pinus yang dikabarkan mempunyai usia lebih dari 1500 tahun. Selain itu, ada pula fenomena yang disebut dengan nama Cahaya Buddha yang terjadi pada saat matahari terbit. Namun fenomena menarik ini hanya terjadi beberapa kali setiap bulannya. Sebagai tambahan, di sini juga terdapat beberapa sumber air panas. Dan air panas di sini mempunyai suhu mencapai 42 derajat Celcius serta kabarnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. 

5596c820be459_fenomena_buddhas_light.thu

Fenomena Buddha's Light di Gunung Huangshan (kredit: absolutechinatours)

UNESCO pun mengakui keindahan alam di Gunung Huangshan ini. Terbukti mereka melabeli tempat ini sebagai salah satu situs warisan dunia pada tahun 1990. Ditambah lagi, tempat ini juga dikenal sebagai lokasi pengambilan gambar film Crouching Tiger Hidden Dragon. Bagi yang suka film, terutama film laga tentu tahu judul film ini yak. 

Gunung Huangshan ini pun mempunyai struktur batuan yang sudah sangat tua. Diperkirakan, gunung ini terbentuk sejak 100 juta tahun lalu. Tak hanya itu, tempat ini juga dikenal memiliki variasi tumbuhan yang tinggi. Dan tentunya, di setiap ketinggian jenis tumbuhan yang dijumpai pun bakal berbeda. 

gunung_huangshan.thumb.jpg.26c42fd8887e9

Pemandangan di Gunung Huangshan (kredit: Pixgrove)

Pada saat berkunjung ke tempat ini, para wisatawan pun bakal berasa berada di kahyangan. Dari ketinggian, bisa dilihat awan yang menyelubungi puncak-puncak di gunung ini. Dan tentunya, seperti halnya di gunung-gunung lain, pemandangan terindah yang bisa didapatkan di sini tak lain adalah pemandangan matahari terbit

Untuk bisa menikmati keindahan alam di gunung ini, yang harus dipersiapkan tentu adalah masalah fisik. Dengan kondisi fisik yang prima, wisatawan pun bisa menikmati keindahan pemandangan di Gunung Huangshan secara menyeluruh. Terlebih tempat ini terkenal karena keberadaan tangga batu yang jumlahnya mencapai 60 ribu. Tak ada informasi pasti sih mengenai awal mula keberadaan tangga-tangga tersebut. Namun konon tangga batu itu sudah ada sejak 1500 tahun lalu. 

Meski begitu, bukan berarti mereka yang mempunyai kondisi fisik kurang begitu prima tak bisa menikmati pemandangan di tempat ini ya. Pemerintah Cina pun nampaknya memberikan fasilitas yang mendukung bagi wisatawan di Gunung Huangshan ini. Tak heran kalau mereka memberikan akses berupa cable car yang bisa membawa wisatawan menuju ke puncak. 

Bahkan di gunung ini tak hanya tersedia cable car. Kalau ingin menginap di puncak gunung, di Huangshan ini juga terdapat hotel yang bisa digunakan lho. Bukan hotel yang ada di lereng gunung, tapi hotel yang secara literal berada di puncak gunung. Hotel ini pun menjadi akomodasi bagi mereka yang ingin menginap dan menikmati pemandangan matahari terbit pada pagi harinya. 

hotel_huangshan.thumb.jpg.4c3d279206bc5d

Hotel di puncak Gunung Huangshan (kredit: Wikipedia)

Lalu bagaimana dengan persediaan makanan dan lainnya? Tenang saja. Tentu semuanya sudah dipersiapkan oleh pihak hotel. Mereka pun menggunakan jasa porter yang bertugas untuk membawa persediaan sehari-hari. Barang-barang kebutuhan tersebut dibawa oleh porter dengan cara berjalan kaki menggunakan tangga. Hmmm.... 

Bagi yang ingin melakukan aktivitas hiking dan enggan memakai layanan cable car, terdapat dua jalur yang bisa dilalui. Jalur tersebut adalah jalur barat dan timur. Jalur timur dikenal mempunyai rute yang lebih dekat, yakni 7,5 kilometer. Sementara itu jalur barat lebih panjang, mencapai 15 kilometer. Dan kedua jalur hiking ini sama-sama bermula dari Tangkou. 

Sementara itu kalau ingin menggunakan cable car, terdapat tiga cable car yang bisa digunakan. Dua cable car lokasinya berada di Tangkou. Sementara satu cable car lainnya berada di Taiping. Atau kalau mau, bisa juga menggunakan jasa porter untuk mengangkat Anda naik ke puncak gunung. Jadi bakal berasa seperti para pejabat Cina masa lalu.  

porter_kursi.thumb.jpg.86895185a5efb6144

Berasa jadi pejabat kan? (kredit: Flickr/Tim Stelzer)

Edited by baihaki1985

Share this post


Link to post
Share on other sites

Desa Kuno yang Bertahan 900 Tahun, Hongcun dan Xidi

Selagi berkunjung menikmati keindahan alam Gunung Huangshan, ada pula tempat menarik lain di sekitar Huangshan yang bisa disinggahi. Tempat tersebut adalah desa kuno bernama Hongcun yang sanggup bertahan melawan terjangan zaman selama lebih dari 900 tahun. 

jalan_masuk_hongcun.thumb.jpg.ea5d88af78J

alan masuk ke Desa Hongcun (kredit: luminous-landscape)

Desa ini didirikan sekitar pada tahun 1100 Masehi dan bahkan telah dilabeli sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO. Dan popularitas desa kuno ini pun mengalami peningkatan drastis sejak pengambilan gambar film kungfu Crouching Tiger Hidden Dragon yang juga dilakukan di tempat ini. 

Dan meski telah berusia lebih dari 900 tahun, kondisi bangunan di desa ini masih terjaga dengan baik. Bahkan sekitar 150 bangunan yang ada di desa ini masih mempunyai desain arsitektur bergaya Dinasti Ming dan Qing. Dan salah satu bangunan yakni Chenzhi Hall saat ini difungsikan sebagai sebuah museum. 

hongcun.thumb.jpg.f710f9222fea969dac8ab2Desa Hongcun (kredit: Devianart/DawnRoseCreation)

Desa ini terbilang mempunyai ukuran yang tak besar, hanya seluas 28 hektar. Penghuninya diperkirakan mencapai 1500 orang. Meskipun begitu, baik para wisatawan ataupun masyarakat lokal pun cukup nyaman berada di sini. Terlebih Desa Hongcun ini berada di lereng Gunung Huangshan dan mempunyai pemandangan cantik. 

Tempat ini pun menjadi daerah yang sangat diminati oleh para fotografer. Tak mengherankan, karena tak semua tempat mempunyai suasana seperti di desa ini. Di mana suasananya tenang serta di mana-mana terdapat bangunan kuno bergaya Qing dan Ming.

Lalu kapan waktu untuk berkunjung ke tempat ini? Sebenarnya bebas saja sih waktu kunjungan yang bisa dilakukan ke desa kuno ini. Namun agar tidak menganggu aktivitas warga setempat, ada baiknya kalau kunjungan dilakukan dalam rentang waktu antara pukul 7:30 hingga 17:30. 

Untuk menjelajahi desa ini, wisatawan diharuskan untuk membayar tiket masuk sebesar 104 RMB. Selain itu, kunjungan akan lebih bagus dilakukan pad bulan Maret dan April, di mana pemandangan bakal terlihat lebih berwarna karena pada saat itu bunga-bunga mulai bermekaran. 

Waktu lainnya yang bisa dipilih untuk berkunjung ke desa ini adalah pada bulan November. Pada saat itu, desa ini akan memberikan aura tersendiri karena tengah dalam musim gugur. 

Di sini, para wisatawan juga bisa menikmati berbagai makanan lokal yang disajikan di restoran milik warga sekitar. Namun jangan kaget kalau harganya cukup mahal ditambah lagi opsi makanannya juga bakal sangat terbatas. Dan kalau ingin menginap, di tempat ini juga tersedia hotel yang memang diperuntukkan bagi para wisatawan. 

Desa Xidi

Tak hanya desa Hongcun yang dikenal sebagai desa kuno penuh sejarah yang ada di Huangshan. Di area yang sama juga bisa dijumpai desa kuno lainnya bernama Desa Xidi yang berdiri pada masa Dinasti Song pada saat dipimpin oleh Kaisar Renzong (tahun 1049 - 1053). 

xidi_village.thumb.jpg.6942d1d4efc9df50c

Desa Xidi (kredit: china.cn)

Seperti halnya Desa Hongcun, Desa Xidi ini pun merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO. Kedua desa ini sama-sama memperoleh gelar situs warisan dunia itu pada tahun 2000. Dan seperti halnya Desa Hongcun, di tempat ini pun banyak terdapat bangunan kuno yang masih bertahan meski berusia ratusan tahun. 


Pada awal pendiriannya, Desa Xidi ini dikenal sebagai desa para pedagang. Namun pada abad ke 17, peran desa ini berubah tak lagi menjadi wilayah yang punya peran penting dalam perdagangan, melainkan juga dalam bidang politik. Dan abad ke 18 serta 19 merupakan puncak kejayaan desa ini, dengan jumlah bangunan mencapai 600 unit. 

Namun kondisi desa ini tentu sudah tak seperti dulu lagi. Saat ini terdapat sebanyak 124 bangunan kayu bergaya Qing dan Ming yang bisa ditemukan di Desa Xidi. Meski begitu, rumah-rumah tersebut masih terjaga dengan cukup baik. Dan banyak rumah-rumah penduduk yang ada di desa ini pun bisa diakses oleh publik. 

Suasana khas pedesaan pun bisa dirasakan pada saat berada di tempat ini. Hal ini karena di sini tidak akan dijumpai mobil yang berseliweran ataupun kondisi jalanan yang ramai. Menariknya lagi, restoran kecil yang ada di sini juga memperbolehkan pengunjungnya untuk melihat langsung ke dapur. Bahkan tak jarang pengujung juga bisa memilih bahan-bahan yang digunakan untuk pesanan makanannya. Sebagai jaga-jaga sih, sebaiknya tanya dulu masalah harga sebelum nanti kaget pada saat menerima tagihan. 

Seperti halnya di Hongcun, di Desa Xidi ini juga terdapat hotel yang bisa digunakan. Meski tentu hotel di desa ini tidak semewah seperti hotel yang ada di pusat kota ya. 

Akses transportasi antara Xidi dan Hongcun bisa dilakukan dengan menggunakan taksi. Sementara itu kalau dari Hongcun ingin menuju ke Tangkou yang merupakan starting point dari area pendakian menuju ke Gunung Huangshan, maka traveler perlu menyewa kendaraan. 

Edited by baihaki1985

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By ko Acong
      Yuk Kita lanjutkan Cerita perjalanan ke shanghai Huangshan via Hangzhou Tunxi
       
      H.1
      Pagi  jam  7.30 September 2012  waktu Peking  turun ke lobby hotel untuk cek out tak Lupa beli Mie cup Rasa…. +2 telur pindang  di vacuum packagingnya.
       
      Dari  Nan he Yan (Depan Hotel) Naik Taxi Ke Nan Chan (Stasiun Kereta api – entan sel/utara  Pokoke Bilang  nan chan). Bayar 30 RMB  -/+ 20 menit Diturun kan di Arival Gate Masuk
       
      Di periksa bagasi Di bandara, Keadaan Stasiun sangat megah Toilet nya bersih (China per Juni 2012 Menerapkan Seluruh Area Publik /  Tempat Wisata Toiletnya Tidak Boleh Ada Lalat, Bila kedapatan ada Lalat Jajaran mentri bersangkutan di pecat). Tidak serperti bulan Januari 2012 AA masih mendarat Di Tianjin Toilet nya waw Sadis
       
      Papan keberangkatan Sangat jelas mandarin dan Inggris. Tiket Ko Acong  Beijing- Shanghai gate 19 Beli Di hotel 585 RMB
      Sesuai dengan petunjuknya ko Acong Tunggu Di area bording Sama dengan di bandara. Jam 10.45 Pintu Di buka  para penumpang di periksa tiket dan di persilahkan turun ke CRH. Langsung ko Acong cari Gerbong No 6 masuk Cari bangku no 19 Bagasi ditaro di area pintu masuk. Duduk Di kursi yang nyaman seperti Kursi Garuda, Ada colokan listrik, Toilet Yang bersih Terus Menerus Diperiksa (Karena kebiasaan local masih ada yang seenaknya). Pramugari  yang  Mey li Putih asli Full senyum Interior yang mewah Ac Dinginnnn.
       
      Jam 11.00 On time CRH  Berangkat  langsung melesat  dengan  lembut Tak ada goncangan. Jam 15.45 CRH masuk Stasiun Hongqiao, keluar Stasiun Cari Loket Subway, Beli Tiket Tujuan People Square -/+ 6 Rmb 15 Menit sampai. Keluar menuju Guangzhou Road  tujuan Ya'an Road FX hotel  ? lupa Lagi,  mencari lokasi Hotel 10 menit. Sampai ke hotel Cek in Bayar 132 RMB + Deposit  kamar lumayan gede  bersih. Area Hotel Banyak restoran Murah dan Mahal, ke The Bund (Way tan) / Nanjing Road (Nanjing lu) 15 Menit. Setelah Istirahat dan segar kembali.
       
      Jam 6.00 sore, turun Makan Kebetulan Pas Sebrang Hotel Ada restoran Yang selalu ramai dilihat dari tadi dan betul mau makan harus antri meja, selama antri Ko Acong lihat Sekeliling yang Makan (berhubung tidak bisa Baca Inggris / mandarin) setelah dapat meja Ko Acong
      Pesan (Hau siang), Seperti Sambil tunjuk Meja no 6 (Liu hao Te) he. He. He…. Fu u Yen (pramusaji) ngerti juga. Fu u yen Nyerocos, Ya pokoe ngerti Ko Acong Pake Kode 2 jari untuk 2 orang, Mereka bengong, Oh tak ngerti langsung ko Acong tunjuk teman dan sendiri  baru ngerti
       
      Menu 2 Paket
      2 porsi Woonton kuah, Pangsit isi 8 buah, Wah kenyang
      1 porsi Burung dara, Goreng Pake saus, Plus  Makanan lembut, 3 Slice terbuat dari ketan.   Emh Enak
      1 Porsi Siaw Loong pao  isi 2 buah, Di sobek diatas sendok, diseruput cairannya ooy wenaaknya
      1 mangkuk bubur Ketan hitam untuk Cuci Mulut mantab 
      Teh 1 Poci berdua
      Ternyata gak salah pesan Menu Andalannya, Ternyata itu delicious restoran
      Yang Tau Nama2 Menu TSB Tolong Terjemahkan Pin yin nya
      Harga/ Paket 32 Rmb Nett
       
      Setelah Keeeenyang  Maklum porsi sono, Lanjut Keliling Shanghai. Menuju Nanjing Road Sampai Ujung, Tidak Belanja apa2 hanya cuci mata lihat toko2 mewah gedung2 jadul tapi mewah  dll. Kembalinya naik odong2 nya sono  20 Rmb/ Org, sampai Ujung Langsung Menuju The Bund, wah Indah nya  lebih indah dari Star Avenue HK Tak Terasa udah jam 10 malam, pulang menuju hotel dari The Bund sambil cuci mata wah ….sanghai Genuine
       
      Pengeluaran H.1 .  724 Rmb
       
      H 2
      Pagi Jam 7.00, Kliling2 Nanjing Road Toko2 Maih tutup Yang Ada banyak jualan makanan. Beli Siaw long Pao Kecil dan Besar @ 2 Rmb, 6 Buah Tetep Enak Rasanya, Duduk2 di bangku batu berada tengal jalan sambil Sarapan dan lihat sekeliling. Melihat bapa / ibu berdansa di pagi hari ada yang menari/taichi/main suling dll.
       
      Jam 9.00 pulang menuju hotel siap cek out, Sebenar nya masih banyak yang bisa di explore di shanghai, Tapi berhubung waktu harus ke tunxi Huanshan MT. Jam 10.00 Cek out  ke People Square station, Menuju Hongqiou Train Station Lagi 6 Rmb/org. Setiba nya langsung Cari Loket CRh untuk Tujuan Hangzhou Lihat di papan Bar Code/Tgl /Jam Keberangkatan, Tulis di Kertas trus Cari Loket Foreign Beres deh 2 Lembar tiket  yang 85 Rmb/Orang, Mungkin kls 2 langsung cari platform yang tertera, dapat yang jam 11.00 mendekati platform tunggu boarding 10.50 pintu masuk dibuka, selesai pemeriksaan langsung cari gerbongnya masuk, taro bagasi cari tempat duduk, pas jam 11.00 kereta meluncur s/d kecepatan 240 km-280 km/jam
       
      Jam 11.50 Masuk stasion Hangzhou keluar cari taksi gelap minta killing kota hangzhou + makan ayam pengemis dll 40 RMB, lanjut ke west lake kira 30 menitan total pesan waktu 3 jam seharga 120 Rmb Biasa. Baru 2 jam lebih udah di buru2 laaangsung di antar ke stasiun bis barat Hangzhou (Xi zhan). Masuk ke loket terpadu  tulis tunxi huangsan  pake passport 2 tiket tertera 170 Rmb. Dapat yang jam 2.40 Cari platform yang tertera menunggu Boarding sambil Makan mie cup Rasa…. Biasa tambah 2 telur semacam pindang masing2 12 rmb.
      Ditempuh 4 jam perjalanan dengan menembus hujan badai jadi lama
       
      Jam 6.30 sampai Terminal bus tunxi perlihatkan ke supir taksi gelap nama hotel (huruf mandarin). Hanya minta 15 RMB gak jadi nawar ok aja Diantar turun di luar area ancient Old Street (mobil/motor dilarang masuk), didampingi Oleh Sopir sampai hotel malah masuk ke hotelnya oh ternyata minta Fee Ke hotel, sebetul nya hanya jarak 300 meteran dari terminal, Tapi Tetap merasa di bantu
      Cek in untuk 2 Malam 330 RMB + fee sopir 10 Rmb  biasa + deposit sekalian  tranportasi ke Huangsan Mt, 80 RMb PP/org  bayar di mobil.
       
      Setelah Segar keluar Cari Makanan, masuk restoran yang rame ternyata sambil makan ada pertunjukan Model Jadul jadi ko Acong makan kaya pendekar gitulah kaya di film silat berisiknya, biasa pesan makanan pake jurus hao siang (seperti) sambil tunjuk meja orang lain makanannya sayur mayur. Woonton Makanan utamanya, Cuci Mulut bubur ketan hitam + Kacang Merah Enak Juga, ada yang cocok ada yang tidak + bir huangsan 4 btl total 140 Rmb tapi tak terasa 1 jam di acara makan.
       
      Berarti Ok Juga beli Suasana, langsung killing Area, Wow ternyata Keren Skeliling area toko2nya rumah jadul seperti setting film silat, Banyak jualan batu permata /sutra/ cemilan /aksesoris indah dll pokonya indah indah kalo teman ko Acong ngerti Batu, Berani Dia beli Yang Harga 200 RMB Keatas ternyata untuk jual lagi di Indonesia jutaan lakunya.  Oh Ya Teman Perjalanan Ko Acong Namanya Abah Toto.
      Keliling2 S/d jam 9.00, Tiba2 seluruh Jalan lampunya dimatikan dan toko2 langsung tutup. Kaget juga dikira ada panglima Lalim pake kuda mau lewat ternyata waktunya tutup toko, didalam masih boleh melayani sampai beres begitu keluar toko, Wuih Serem ngelewati bangunan Tua tak ada penerangan, tapi Ada Cahaya di kejauhan, Sangat Ok Suasananya Pulang Menuju Hotel. Kalo Didalam hotel terang benderang Ada café /billiard Nama hotelnya  Anciet Youth Hotel. Siap2 menjaga kebugaran tubuh untuk Besok                                             
       
      Pengeluaran  H2 . 602 RMB
       
      H.3 
      Jam 6.00 Pagi Dijemput Travel Di anter Ke Tangkou Bus terminal (milik Pengelola Huangsan)
       
      Perjanjian dengan Travel 2 Opsi :
      1. Tujuan Midle hill 6 dijemput sore jam 3  Harga 90 Rmb
      2. Top hill  Nginap Di Puncak pulang esok hari      120 RMB
       
      Berhubung Faktor U Ko Acong pilih Middle, Teman Ko Acong pilih K.O dan bisik2. Jadi ke Huangshan MT hanya Ko Acong sendirian  Janjian Ketemuan diterminal. Langsung beli tiket bus 13 RMB, Jangan Sampai Hilang tiketnya, Berguna waktu beli tiket pulang, menuju Terminal bus tadi 12 RMB, Bayar waktu turun sampai Di Base Station Cable Car, trus Beli Karcis masuk + cable car 280 RMB 1X Jalan
      Untuk Turun Nanti beli lagi 80 RMB.
       
      Urusan tiket beres nengok keatas wah indahnya gunung, tak terkata Jadi bengong sendiri. Selanjutnya naik cable car sama semuanya panik, foto banyak bergumam amazing, Beautiful, Piow liang, Indah dsb, pokoe top. Oh ya Huangshan Mt adalah salah satu gunung yang di akui UNESCO.
       
      Sampai Di Stasiun sebrang, nah dimulai Hiking betapa bersih nya tu gunung tak ada secuil pun sampah. Dengan batu Batu Purba Pohon2 Yang khas yang biasa ko Acong lihat Dilukisan2 Chinese, Dengan jurang Di pinggiran kita berdiri diselingi Awan tebal melewati tubuh kita bak berada di negri dongeng. Negri  awan  Yuen Ting (genting Di Kl mah) Ko Acong Tak Terasa menangis sendiri, Terpana  oleh keindahan dan kebesaran THIEN / Tuhan Yang Maha Esa. Trek Perjalan kombinasi Datar Menurun Menanjak Dan Jalur Extreme, melewati dak beton dengan dibawah jurang yang curam tak Terlihat dasarnya. Tidak terasa 2 jam sudah terlewati, dengan diam di spot2 Terindah sambil curi Dengar keterangan tur Leader  yang bisa dimengerti
       
      Kebisaan jelek timbul pengen merokok Cari tempat sunyi  Baru 3 sedotan Datang petugas marah besar. Pokoe Ngerti Mau di denda apa tidak bisa baca dan terus nyerocos harus di padamkan di tangan dan pastikan sudah dingin disuruh masukan ke kantong ko Acong Kapok Deh mana kuku panas mana malu dilihat orang padahal tadi yakin tempat sepi tidak ada orang, hebat tu petugas tau aja gerak orang mau meroko Rasain Ko  Acong !!!
       
      Hasil Pencurian keterangan  ternyata Gunung  huangsan punya legenda konon Sun Go kong, Dipenjara selama 500 tahun di tindih oleh gunung huangsan. Memang Ada sebentuk batu menerupai kepala monyet dan Di Sebrang nya ada penampakan Dewi Kwan im Yang katanya  waktu membebaskan Sun Go Kong Dengan syarat.
       
      Dilanjut sambil mengikuti kelompok tur yang lain untuk curi dengar keterangan, Sampai lah di suatu jembatan yang kedalamanya tak terlihat dengan lilitan rantai dan gembok cintanya, Ko Acong tidak Ngerti penjelasan tur leader jepang pokok nyamah, so sweet   Prettt ah, Nanti mah Boro2. Dan Maju sedikit Baru ketemu yang jualan Telur Rebus, eit  tunggu dulu Telur rebus tersebut Di olah dengan air seni  boy  balita  direndam 1 hari 1 malam, lalu direbus pake daun teh Huangsan, yang terkenal di dunia, Yah telur pindanglah 10 RMb + 1 pisang tapi Enak dan berkasiat katanya, biar sugesti ternyata ko Acong tidak merasa cape Di bandingkan orang lain jalan kakinya mulai ngangkang (mungkin salah alas kaki).
       
      Dan sampah makanan kita wajib di bawalagi sampai Bawah Ada tempat sampah. Setelah sampai di persimpangan antara middle dan top hill Baru ambil arah pulang mencari arah cable Car. Bagi yang ingin lihat sunrise harus nginap di puncak dengan harga kamar di atas RP 1 juta. Tak terasa waktu menunjukan jam 1.00 siang Tiba di Stasiun cable Car Dengan senangnya melihat orang jalan sambil ngangkang. he he jahat nya ko Acong merasa menang (Ya Tidak gitu bercanda). Dan ada pula pulang pake tandu bayar Rp 1 .2 Jt Padahal hanya 500 meter jauhnya saya Tanya Ke orangnya. Karena lecet kakinya sudah tidak bisa di ajak kompromi. Jadi Kalo Naik gunung Penting Jangan Salah Alas kaki.
       
      Singkat cerita Sudah sampai terminal Bus di  Tangkou jam 2 Siang ko Acong Cari Mobil tadi pagi Dan ketemu tapi teman ko Acong  tidak Ada Betapa Paniknya ko Acong Bak Kabayan Cari Iteung, Nggak Nyambung Bahasanya untung Ada Turis Dari Malaisia yang bisa ngebantu
      Kata supir tenang teman anda ada di kami, nah disinilah arti Bisik2 dengan Driver Tadi pagi, setelah kumpul semua mobil berangkat dengan tanpa teman ko Acong  yang selajutnya di jemput di losmen Para Supir Biasa Ketempat shopping dulu (Produk  Olahan Bambu) Dan ko Acong menyesal tidak Beli Banyak Ternyata handuk kecil nya sangat berguna Untuk Baby lembut sekali.
       
      Jam 5 Sore Sampai Dianter Di Depan Area Ancient Old City. Setelah segar kembali cari makan malam  ternyata 3 toko Dari Hotel Ada Anak muda buka restoran dengan menu pake melayu mandarin Ko Acong  minta Cao Fan Dan lainnya minta yang enak. Keluarlah nasi goreng plus Sayuran yang Cocok Dilidah kita 80 RMB / 2 + 2 Btl bir.
       
      Setelah beres makan keliling2 old city dengan pemandangan Rumah2 Kuno, belanja sutra murah untuk Oleh2 pelanggan, beli 30 potong hanya 450 RMB, Ukuran Kerudung Wanita Bagus2 Asli Sutra Suzhou. Oh Ya rata2 perempuan disana dikala tidak ada pembeli ditangan tidak lepas ngerjakan sulaman Sutra. Oh indahnya
       
      juga ada Cerita  nakal ko Acong Melewati Salah Satu Kios ada tawaran SBB
      Lao pan Nin You Pu Yao Wo Cao Tay ni Hao Siang Huang ti  Wo Cao tai nin Chim Cha Liu She Quay
      Ya Ngertilah kurang lebih (Bos anda mau kami melayani anda seperti raja dan kami menuangkan teh hanya 60 Rmb)
      Trus melirik Ke Dalam tempatnya terang benderang ada lesehan dengan meja mini. Ok Cobalah.
       
      Singkat Cerita Disuruh duduk Di lantai yang nyaman, Lantas Fu U yen Datang membawa perlengkapan jamuan teh. Nah Disinilah Merasa bak Raja dilayani oleh dayang cantik harum dengan baju sutra. Eitt tunggu dulu jangan terlalu ngeres pikirannya, Lanjut Pramusaji melakukan ritual masak teh, Setelah matang disilah maksud melayani dengan muka tunduk  tangan menjepit Cawan teh diangkat sejajar keningnya sambil berkata ching dan ko Acong Menerima sambil curi pandang  betapa indahnya dan harumnya sewaktu tangan terangkat dengan pikiran tersanjung ko Acong minum sedikit2 Sambil Teralun music petik. ow Entah apa yang harus di ceritakan singkat kata Selesailah perjamuan teh
       
      Dia Tanya ……. Kao sing Mah ( Gembira kah)  Ru kwo Nin Kao sing Blab bla Maksudya  minta tip terselubung
      Trus Ko Acong Bayar pake 100 Rmb  Jadi Bukan 60     he.he.he  Nggak nakal kan Ko Acong
      Trus pulang Ke Hotel Persiapan besok.
       
      Pengeluaran H3.  485 RMB diluar oleh2 dan teh
       
       
      H4.
      ke Bandara Siao san / Hangzhou via terminal bus Barat 90 Rmb, Bus  airport Shuttle bus 25 RMB dan lanjut ke  KL via  Sin  - BDO Untuk Cerita kl- Sin Seperti  JJ,Ers Yang Lain +/. Sama
       
      Mudah2an Tidak Bosen  baca ceritanya terima kasih perhatiannya. Ada salah Kata Atau spelan Pinyin Ala ko Acong Ato Tidak dimengerti Mohon Dimaklumi  Masih Belajar  tapi pengen bisa
       
      Keluarga Di Rumah sangat senang Ko Acong  gabung di jalan2com Jadi ada kegiatan Dan semua ini Ko Acong yang nyusun dan ngetiknya. Mereka Hanya senyum Melihatnya  Baru Minta Bantuan Soal  Yang Ga Bisa
      Top Jalan2 com Sangat bermanfaat
       
      Terima kasih  Dari Ko Acong
      Salam Dari Ci Ci  Dan Anak2  
       
      Pengeluaran H.4 Mendarat di Kl 115 RMB
       
      Total 1926 RMB         Rate  2012 Rp 1350.-
      Rate Des 2014 Rp.1980.-
       
      Berangkat dari Beijing Ke huangshan MT
      Bandung Awal desember 2014
      Salam  Aku Cinta INDONESIA