Sign in to follow this  
Mulyati Asih

Menyusuri Jejak Sejarah dan Kebudayaan Melayu di Pulau Penyengat

19 posts in this topic

Pulau Penyengat adalah salah satu pulau yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, pulau ini menjadi  salah satu objek wisata sejarah andalan di Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini dapat ditempuh selama 15 menit dari kota Tanjung Pinang dengan menggunakan perahu motor kecil atau yang biasa disebut dengan pompong, dengan tarif Rp. 5.000 per orang  atau Rp. 80.000 per perahu jika Anda ingin menyewanya dengan sekali jalan. Jika dari Batam berarti harus nyebrang dulu ke Tanjung Pinang (pulau Bintan), dari Jakarta ada penerbangan langsung menuju Tanjung Pinang.

Sesampai di Pulau Penyengat Anda bisa langsung melihat bangunan unik berwarna kuning, inilah Masjid Raya Sultan Riau. Konon  Masjid ini dibangun dengan tidak menggunakan semen sama sekali sebagai bahan perekatnya, hanya menggunakan campuran telur, kapur dan tanah. Di depan pintu utama masjid  pengunjung akan melihat kitab suci Al Quran tulisan tangan yang diletakkan di dalam peti kaca (ada larangan untuk mengambil foto Al Quran ini), Al Quran ini ditulis oleh Abdurrahman Stambul Sultan Kerajaan Riau pada tahun 1867 M. Ia adalah salah seorang Putra Riau yang dikirim Kerajaan Riau-Lingga untuk menuntut ilmu di Istambul Turki, Al Quran bergaya Istambul ini ditulisnya disela-sela kegiatannya mengajar agama Islam di Pulau Penyengat.

3Gerbang_Masjid_Raya_Sultan_Riau.thumb.J

 

Puas melihat-lihat Masjid Raya Sultan Riau Anda bisa mengelilingi Pulau Penyengat dengan berjalan kaki atau jika malas berjalan kaki Anda bisa naik Becak Motor (Bentor) dari depan Masjid dengan tarif Rp. 25.000. Becak Motor ini akan mengantarkan Anda ke tempat-tempat bersejarah berikutnya. Sepanjang jalan Anda akan menikmati suasana Pulau Penyengat yang sepi, tidak ada suara mobil hanya ada beberapa motor yang lalu-lalang, penduduknya pun lebih memilih diam di dalam rumah.

Terdapat beberapa Kompleks Makam Bangsawan di Pulau ini salah satunya adalah kompleks makam Raja  Hamidah (Engku Puteri) pemegang Religa Kerajaan (alat-alat kebesaran kerajaan). Raja Hamidah adalah permaisuri Sultan Mahmud Syah III (1760-1812). 

8Makam_Raja_Hamidah.thumb.JPG.804f994d01

Sultan Mahmud Syah III adalah keturunan Sultan Riau IV dengan gelarnya Raja Haji Fisabilillah yang merupakan pahlawan nasional dalam membela tanah melayu dalam peperangan melawan Belanda. Pulau ini milik Raja Hamidah yang diberikan oleh Sultan Mahmud Syah III sebagai mahar atau mas kawin.

Terdapat pula makam Raja Ali Haji (1808-1873), seorang pahlawan nasional dalam bidang sastra dan bahasa Indonesia, pujangga terkenal dengan hasil karyanya Gurindam 12, 12 pasal syair melayu yang berisikan nasihat-nasihat. Selain itu ada makam Raja Ahmad seorang penasehat kerajaan. Raja Haji Abdullah yang Dipertuan Muda Riau-Lingga IX (1855-1858) serta Permaisurinya Tengku Aisyah.

 

 10Kompleks%2BMakam.JPG

 

12Syair%2BGurindam%2BPasal%2BSembilan.JP

 

Tak jauh dari Kompleks Makam Raja Hamidah terdapat pula Kompleks Makam Raja Jafar yang Dipertuan Muda Riau-Lingga VI (1806-1831) dan Raja Ali yang Dipertuan Muda Riau-Lingga VIII (1844-1855) anak dari Raja Jafar beserta keturunannya. Hampir seluruh keturunan Raja Riau-Lingga dimakamkan di Pulau Penyengat.

16Kompleks%2BMakam%2BRaja%2BJafar%2Bdan% 

Kompleks Makam Raja Jafar

17Makam%2BRaja%2BJafar%2B%26%2BRaja%2BAl

Makam Raja Jafar dan Raja Ali

Satu lagi peninggalan sejarah yang dapat Anda kunjungi adalah Balai Adat Melayu Indera Perkasa. Balai Adat adalah tempat penyimpanan perkakas-perkakas Raja dan Tuan Putri. Terdapat pelaminan pengantin di dalam Balai Adat ini. Selain itu di bawah bangunan Balai Adat Melayu Indera Perkasa terdapat sumur yang konon merupakan sumber mata air pertama di Pulau Penyengat.

18Balai%2BAdat%2Bmelayu%2BIndera%2BPekas

Balai Adat Melayu Indera Perkasa

19Pelaminan%2Bdi%2BBalai%2BAdat%2BIndera

Pelaminan di Balai Adat Indera Perkasa

Jika Anda sedang berada di kota Tanjung Pinang atau Batam, sempatkanlah berkunjung ke Pulau Penyengat di Kepulauan Riau.


Foto-foto lainnya:

5Kapal%2BMotor%2BKecil%2Batau%2BPompong.

Perahu Motor atau Pompong transportasi menuju Pulau Penyengat

4Becak%2BMotor.JPG

Becak Motor untuk berkeliling Pulau Penyengat

7Wajah%2Bpulau%2Bpenyengat.JPG

Wajah Pulau Penyengat

Pantai%2Bdi%2BPulau%2BPenyengat.JPG

Pantai di Pulau Penyengat

 
Edited by deffa

Share this post


Link to post
Share on other sites

Pulau Penyengat adalah salah satu pulau yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, pulau ini menjadi  salah satu objek wisata sejarah andalan di Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini dapat ditempuh selama 15 menit dari kota Tanjung Pinang dengan menggunakan perahu motor kecil atau yang biasa disebut dengan pompong, dengan tarif Rp. 5.000 per orang  atau Rp. 80.000 per perahu jika Anda ingin menyewanya dengan sekali jalan. Jika dari Batam berarti harus nyebrang dulu ke Tanjung Pinang (pulau Bintan), dari Jakarta ada penerbangan langsung menuju Tanjung Pinang.

Sesampai di Pulau Penyengat Anda bisa langsung melihat bangunan unik berwarna kuning, inilah Masjid Raya Sultan Riau. Konon  Masjid ini dibangun dengan tidak menggunakan semen sama sekali sebagai bahan perekatnya, hanya menggunakan campuran telur, kapur dan tanah. Di depan pintu utama masjid  pengunjung akan melihat kitab suci Al Quran tulisan tangan yang diletakkan di dalam peti kaca (ada larangan untuk mengambil foto Al Quran ini), Al Quran ini ditulis oleh Abdurrahman Stambul Sultan Kerajaan Riau pada tahun 1867 M. Ia adalah salah seorang Putra Riau yang dikirim Kerajaan Riau-Lingga untuk menuntut ilmu di Istambul Turki, Al Quran bergaya Istambul ini ditulisnya disela-sela kegiatannya mengajar agama Islam di Pulau Penyengat.

3Gerbang_Masjid_Raya_Sultan_Riau.thumb.J

 

Puas melihat-lihat Masjid Raya Sultan Riau Anda bisa mengelilingi Pulau Penyengat dengan berjalan kaki atau jika malas berjalan kaki Anda bisa naik Becak Motor (Bentor) dari depan Masjid dengan tarif Rp. 25.000. Becak Motor ini akan mengantarkan Anda ke tempat-tempat bersejarah berikutnya. Sepanjang jalan Anda akan menikmati suasana Pulau Penyengat yang sepi, tidak ada suara mobil hanya ada beberapa motor yang lalu-lalang, penduduknya pun lebih memilih diam di dalam rumah.

Terdapat beberapa Kompleks Makam Bangsawan di Pulau ini salah satunya adalah kompleks makam Raja  Hamidah (Engku Puteri) pemegang Religa Kerajaan (alat-alat kebesaran kerajaan). Raja Hamidah adalah permaisuri Sultan Mahmud Syah III (1760-1812). 

8Makam_Raja_Hamidah.thumb.JPG.804f994d01

Sultan Mahmud Syah III adalah keturunan Sultan Riau IV dengan gelarnya Raja Haji Fisabilillah yang merupakan pahlawan nasional dalam membela tanah melayu dalam peperangan melawan Belanda. Pulau ini milik Raja Hamidah yang diberikan oleh Sultan Mahmud Syah III sebagai mahar atau mas kawin.

Terdapat pula makam Raja Ali Haji (1808-1873), seorang pahlawan nasional dalam bidang sastra dan bahasa Indonesia, pujangga terkenal dengan hasil karyanya Gurindam 12, 12 pasal syair melayu yang berisikan nasihat-nasihat. Selain itu ada makam Raja Ahmad seorang penasehat kerajaan. Raja Haji Abdullah yang Dipertuan Muda Riau-Lingga IX (1855-1858) serta Permaisurinya Tengku Aisyah.

 

 10Kompleks%2BMakam.JPG

 

12Syair%2BGurindam%2BPasal%2BSembilan.JP

 

Tak jauh dari Kompleks Makam Raja Hamidah terdapat pula Kompleks Makam Raja Jafar yang Dipertuan Muda Riau-Lingga VI (1806-1831) dan Raja Ali yang Dipertuan Muda Riau-Lingga VIII (1844-1855) anak dari Raja Jafar beserta keturunannya. Hampir seluruh keturunan Raja Riau-Lingga dimakamkan di Pulau Penyengat.

16Kompleks%2BMakam%2BRaja%2BJafar%2Bdan% 

Kompleks Makam Raja Jafar

17Makam%2BRaja%2BJafar%2B%26%2BRaja%2BAl

Makam Raja Jafar dan Raja Ali

Satu lagi peninggalan sejarah yang dapat Anda kunjungi adalah Balai Adat Melayu Indera Perkasa. Balai Adat adalah tempat penyimpanan perkakas-perkakas Raja dan Tuan Putri. Terdapat pelaminan pengantin di dalam Balai Adat ini. Selain itu di bawah bangunan Balai Adat Melayu Indera Perkasa terdapat sumur yang konon merupakan sumber mata air pertama di Pulau Penyengat.

18Balai%2BAdat%2Bmelayu%2BIndera%2BPekas

Balai Adat Melayu Indera Perkasa

19Pelaminan%2Bdi%2BBalai%2BAdat%2BIndera

Pelaminan di Balai Adat Indera Perkasa

Jika Anda sedang berada di kota Tanjung Pinang atau Batam, sempatkanlah berkunjung ke Pulau Penyengat di Kepulauan Riau.


Foto-foto lainnya:

5Kapal%2BMotor%2BKecil%2Batau%2BPompong.

Perahu Motor atau Pompong transportasi menuju Pulau Penyengat

4Becak%2BMotor.JPG

Becak Motor untuk berkeliling Pulau Penyengat

7Wajah%2Bpulau%2Bpenyengat.JPG

Wajah Pulau Penyengat

Pantai%2Bdi%2BPulau%2BPenyengat.JPG

Pantai di Pulau Penyengat

 

pulaunya rapi dan bersih ya mba :terpesonadisana dingin ato panas?

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Mulyati Asih

uwaw pelancongberjilbab sampe ke Kepulauan Riau ya

dia lebih dekat dari batam atau tanjung pinang ya ?

kebanyakan wisata kebudayaan ya, ada pantai2 cantik nyya gak disini ya

Lebih dekat ke Tanjung Pinang tinggal nyebrang sekali, tapi kalau dari Batam nyebrang 2 kali ke Tanjung Pinang dan ke Pulau Penyengat. Di tanjung pinang banyak pantai yang bagus-bagus Mod, sepi pengunjung yang datang justru orang Singapura atau Malaysia. Dari Tanjung Pinang juga bisa ke Anambas.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Lebih dekat ke Tanjung Pinang tinggal nyebrang sekali, tapi kalau dari Batam nyebrang 2 kali ke Tanjung Pinang dan ke Pulau Penyengat. Di tanjung pinang banyak pantai yang bagus-bagus Mod, sepi pengunjung yang datang justru orang Singapura atau Malaysia. Dari Tanjung Pinang juga bisa ke Anambas.

iya tuh Anambas mulai di bicarakan tapi masih sedikit yang pernah kesana

oh ya kalau gak salah di Anambas ini lagi di bangun semacam Resort keren gitu ya

Share this post


Link to post
Share on other sites

eeeaaa malah kalo ada resort lebih mahal :P

Soal itumah gak usah kahwatir resort lokal tetep ada kok, alias home stay hahhahhaha di raja ampat resort lokal juga banyak yang kelola orang papua asli tapi jauh dr spot yang dituju biasanya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Soal itumah gak usah kahwatir resort lokal tetep ada kok, alias home stay hahhahhaha di raja ampat resort lokal juga banyak yang kelola orang papua asli tapi jauh dr spot yang dituju biasanya.

iya biasanya gitu

tapi kadang jadi gak dapat ikon nya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Gulali56
      Berhubung sudah byk FR tentang Jepang, saya mau cerita tentang supermarket SEIYU saja hasil trip saya ke Tokyo mid November 2017 lalu.
      SEIYU ini adalah supermarket 24jam yang terletak di Basement floor di ASAKUSA ROX, plaza kecil yang seberang2an sama DON QUIJOTE di area ASAKUSA.
      Kebetulan berdasarkan saran temen2 saya yang bolak balik Tokyo, area Asakusa ini memang favorite mrk krn semua ada disini.
      Review hostel tempat saya menginap di Asakusa bisa di cek disini:
       
      Oke balik lagi ke SEIYU, supermarket ini unlike rata2 supermarket di Jepang, isi jualannya sama kyk supermarket di Indo, alias ada toiletries, snack2, onigiri, sushi, kue2, bhn2 mentah, dll.
      Kalau yang pernah baca2 , supermarket di Jepang itu rata2 jualannya aslik food groceries, jadi mo cari oleh2 coklat , shampoo, sabun mandi ya gak ada disitu. Nah makanya saya excited bgt nemu SEIYU ini. Walau buka 24jam, hrg2 nya bersaing dari DON QUIJOTE yang cuma sbrang gedung dan gak perlu ribet2 ngejar 5,000 yen biar dpt tax refund. Krn hrg after tax pun udh murmer. 
      Buat yang menginap di Asakusa dan di hostel nya ada dapur lengkap en mau irit. Saya sarankan belanja disini dulu buat stock makan irit kalian.
      Berikut hasil foto2 hasil kalap belanja di SEIYU:

      Sayur buat numis2... or nge sop? Adaa....                                                                                                      Buah2an memang mahal ya bok di Jpn

      Ayam fillet nya mayan nih buat 2-3x masak 400-an yen                                     Ini penting buat yg gak bawa rice cooker, ini nasi instan, masukin ke microwave bbrp menit lgsg jadi nasi pulen bisa isi 3 ataupun 5


      baik yg males motong sayur ataupun maunya makan salad tp murah, versi plastikan ini murmer dan bisa beli bumbu sachetan nya juga
       
      Jepang tuh negara yg serba inovatif dan instan, dari miso soup dan soup2 instan lainnya, dan tentunya berbagai macam mie instan cup kecil gede ada... jauh lbh murah dari minimarket 24jam kayak Lawson , 711 dll
       

      Dari roti, puding, churros , goreng2an sampai snack khas jepang dengan hrg lbh murah dari food stall dijalan2...  (rasa entah yak)
       
       
      Katanya belum afdol di Jepang, kalau blm ngerasain onigiri di supermarket2... yg ini lbh murah dari minimarket yg rata2 diatas 100yen. Yang donburi jauh lbh murah dari makan di resto2 kyk Matsuya maupun Yoshinoya..

      Yang bilang air mineral di Jpn mahal, ini isi 2literan.. cuman 68 yen or kurang dari 10rb                     Yang ini teh susu tp warna nya kyk air putih.. ajaibb.. (norakk)

        
      Dari nge bir, nge jus, nge yogurt, sampai minum kopi ataupun susu ..... yang foto kanan bawah, warna ijo (rak ke-3). Ini Green tea latte sehrg 95 yen,  enaaaakk bgt, endess...
      Nah foto2 yang dibawah ini kesukaan semua org buat oleh2, atao mo buat PO buat jastip dll? Yg suka beli oleh2 coklat, snack2 di Daiso maupun Don Quijote, cek sini dulu deh hrg nya..
       
      Buat yg suka beli KITKAT saya sarankan beli yg model bungkusan kyk gini isi 16pcs yg dlm nya  mini KITKAT yg diwrap satu2, cocok buat oleh2 grosiran buat temen2 kntr . Hrgnya 248 yen , kalo beli 2 bks malah jadi 470yen. Kalo udh model kotak kyk di jual di airport, dengan jml isi hampir sama, harganya bisa 600-800yen.
       
       

      Yang coklat2 ataupun permen2 dibwh 100 yen ini , biasa di jual di Daiso 100 yen plus tax ..

      nah kalo yg diatas ini mahal... kalo nemu di Daiso , produk sejenis dan pastinya beda merek.. mending beli di Daiso yg cuma 100yen
      Di SEIYU ini ada 2sistem cashier... ada yg self service cashier.. biasa org yg kemari krn belanjanya dikit biar cepet aja scan hrg sendiri, terus masukin uang pembayaran ke mesin. Berhubung eike org indo asli yg doyan dilayani, dan males mikir cara2 nya, ya antri yg ada mbak2 cashier nya.
           
      Disini plastik kecil free, tp yg size gedean byr 2 yen or cuma 250perak.

      Dan ini hasil belanja saya... plus tax 8% gak sampai 3,000 yen , buat makan 2hari dan oleh2 buat selusin org kntr yg ribet kalo saya kebanyakan tinggal cuti....
      Oiya keranjang kuning ini artinya saya udh bayar belanjaan saya, tinggal packing ke plastik sendiri.. no wonder org Jpn di indo pd betah.. diladenin mulukkk... 

      Selamat berbelanja di Supermarket Jepang 
       
      ROX Asakusa
      Address: 1 Chome-25-15 Asakusa, Taito, Tokyo 111-0032, Japan

       
    • By AL-Akbar
      Dimulai perjalanan dari Jakarta menuju Kendari, Kemudian kami sudah di jemput oleh orang dari penginapan 
      perjalanan dari Bandara menuju Dermaga tempat Speed Boat kami hanyak 40 Menit. orang biasa menyebut dengan lokasi By Pass Kendari
      setelah itu melanjutkan perjalanan laut sekitar 2 Jam dan sampailah kami di resort "Labengki Nirwana Resort" tempat menginap (kami mengambil paket tour full board All-in yang disediakan pihak ressort)
      Mejeng Dulu Depan Kamar:
      Setelah Istirahat Sejenak dan Makan siang kami langsung diajak Menuju "Blue Lagoon".. sekitar 15 Menit Menggunakan Speed Boat dari Resort
      setibanya di Blue Lagoon pemandangan nya sangat bagus pantai yang di kelilingi bukit dan tebing kars kars.. tapi masih bingung di mana posisi blue lagoon nya..
      Pantai Menuju Blue Lagoon:
      ternyata oh ternyata kami diajak menaiki lebih tepatnya memanjat karena terjal, belum ada jalan yang dibuat, benar benar alami manjat di bebatuan kars yang tajam (harus pakai sepatu karet, atau sandal gunung) sepatu saat itu kami di pinjamkan dari pihak resort, setelah sekitar 15-20 menit panjat memanjat akhirnya tiba juga di blue laggon
      blue lagoon:
      pagi hari berikutnya jam 5 pagi kami sudah bersiap di restorant resort untuk treking "Labengki Lovers Walk" untuk melihat Sekitar Resort dan "Teluk Cinta" teluk cinta ini unik karena pantai nya terlihat seperti bentuk Hati.
      Teluk Cinta:
      Pemandangan Dari Puncak Labengki:
      Treking ini dimulai dari bawah resto resort - puncak labengki - nyebrang kepulau sebrang itu naik kepuncak nya kemudian turun lagi dan pulang nya di jemput nyebrang menggunakan sampan
      keseluruhan sekitar 1 jam. (untuk labengki lovers walk hanya dapat dilakukan oleh tamu yang menginap di resort, bagi pengunjung umum hanya bisa naik kepuncak untuk melihat teluk cinta melalu sisi sebelah lain bukit tersebut)
      okeh setelah treking kami siap siap berangkat menuju kepulauan Sombori, (Sombori sudah memasukin Sulawesi Tengah, sedangkan Labengki di Sulawesi Tenggara) jadi antar propinsi hahah..
      perjalanan laut sekitar 1 jam naik speedboat, tiba di sombori diharuskan melapor dahulu dan membayar biaya retribusi kemudian meminta guide local untuk mendampingi selama di kepulauan sombori (gak tau berapa bayarnya karena paket kami sudah All-in)
      kantor Pemerintahan Sombori:
      setelah pelaporan selesai langsung nyebur untuk snorkling tepat di sekitar kantor ini.. kondisi peraian di labengki dan sombori landai tapi tiba-tiba langsung dalam seperti palung laut dari sekitar 1 meter bisa langsung ke puluhan meter..
      setelah puas snorkling kamu berangkat ke spot pertama yaitu "Puncak Khayangan".. 10 menit dari tempat tadi sampai lah di puncak khayangan, dari tempat kapal bersandar harus treking dengan jalur yang masih alami dan terjal sekitar 15 - 20 menit sampailah di puncak khayangan
      Puncak Khayangan:
      lanjut menuju spot ke 2 yaitu goa kristal.. sekitar 15 menit perjalanan dari sini, menuju sebuat goa yang dalamnya apabila di sorot dengan cahaya menyala mengkilat seperti kristal, sayangnya susah sekali tertangkap camera hanya bisa di nikmati dengan mata secara langsung.
      goa kristal:
      lanjut menuju spot ke-3 yaitu "Pantai Air Kiri" disebut begitu karena di pantainya ada sumber air tawar yang hanya bisa di ambil dengan tangan kiri. sekitar 15 menit perjalanan dari goa kristal. melewati perairan yang sekelilingnya perbukitan dan batuan kars serta pantai pantai dan pulau pulau kecil berpasir putih. akhirnya sampai dan pemandangan yang supeeer.. Pantai nya diapit oleh dua Lautan yang airnya bening seperti kaca.
      Pantai Air Kiri:
      lanjut menuju spot 4 yaitu goa berair, 10 menit saja perjalan dari pantai air kiri, menuju goa yang ada dimasuki oleh air laut, banyak terumbu karang besar disini, dan juga banyak sekali bintang laut
      goa berair:
      kemudian searah dengan perjalanan kembali ke resort kita mampir di spot ke-5 yaitu pantai "pasir panjang".. ini merupakan spot snorkling terbaik menurut saya karena banyak sekali jenis ikan dan terumbu karang nya dan juga di pasir panjang ada spot yang menjadi icon yaitu dua buah pohon kelapa yang sejajar dan bengkok, seperti pohon kembar. menikmati pantai di hamock yang dipasang di pohon iconic jadi hal yang harus disini heheh
      pasir panjang:
      selain menuju spot spot diatas banyak kegiatan yang dapat di lakukan di labengki, misalnya seperti Canoing, Flying Fox,  Snorking, Floating-Floating, Tidur di Hamock menikmati Suasana sampai main loncat loncat, di sini U can Snorkling Every Where keluar kamar langsung snorkling pun bisa, di peraian sekitar resort akan di jumpai Kima (kerang raksasa) karena disana adalah habitat species Kima
      Kegiatan lain:
      Sekian Sedikit cerita dari Labengki dan Sombori.. mohon maaf kalo berantakan heheh
      Note:
      * Asumsi Waktu Perjalanan diatas kami memakai Speed Boat 200pk (Kendari - Labengki - Sombori -  Kendari maupun Island Hooping)
       
    • By Yones deliyandra
      Mengunjungi mahkota bumi ini! Himalaya!
      Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Amazing Landscape to ABC Aku selalu bermimpi dan membayangkan untuk bisa datang melihat agungnya pegunungan ini, membayangkan setiap langkah melalui jalan-jalan setapak naik dan turun gunung, menyinggahi setiap desa-desa kuno, menyelami mistisnya Himalaya dan bersatu bersama kesunyian alam.
      Selama ini itu semua ada dibayanganku, setiap kali membaca buku-buku tentang perjalanan orang-orang dalam mencari tujuannya masing-masing ke tempat ini selalu membuatku merinding dan penasaran. Mereka selalu menggambarkan betapa indahnya jalur pendakian ini, betapa indahnya suara deru angina malam ketika udara dingin dan salju menghantam, betapa indahknya melihat gunung-gunung tertinggi dunia yang berselimut salju putih. Dan 23 April 2017 aku benar-benar melakukan perjalanan ini. Perjalanan yang semula hanya sebuah mimpi dan impian. Perjalanan yang rata-rata bagi kebanyakan orang di Indonesia, adalah perjalanan yang beresiko dan sedikit nekat, atau malah terlalu nekat. Kadang aku masih tidak percaya kalau akan melakukan ini. Tapi ya disinilah aku sekarang, aku telah melakukannya. Pada tulisan pertama ini, aku akan menjelaskan secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya. Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Annapurna Base Camp (ABC) 4.130 mdpl adalah salah satu jalur treking yang sangat populer bagi kebanyakan turis yang datang untuk menikmati keindahan Himalaya Nepal. Annapurna Base Camp sering menjadi tujuan para turis, selain banyak lagi jalur treking lainnya seperti Everest Base Camp (EBC), Annapurna Sircuit dan masih banyak lainnya. Annapurna Base Camp ini bisa ditempuh dalam 7-8 hari perjalanan naik dan turun, dan bisa ditempuh  secara independen yaitu tanpa menggunakan jasa tour travel ataupun guide. Aku dan temanku melakukan perjalanan treking ini secara independen ini, tanpa tour, guide dan porter. Tour adalah pihak yang menjual paket treking ini, biasanya lengkap dengan guide dan porter. Guide adalah pemandu atau penunjuk arah selama treking ini, guide bisa didapat bersamaan dengan tour atau bisa di sewa secara independen. Porter adalah pihak yang menjual jasanya untuk membawakan semua barang-barang kita selama treking. Biaya untuk guide dan porter berbeda-beda, tergantung negosiasi yang kita lakukan. Nah, berikut ringkasan perjalanan kami selama 15 hari di Nepal, termasuk treking mandiri ke Annapurna Base Camp.
        Day 1,  23 April 2017 Jakarta - Kathmandu Berangkat dari Jakarta dengan maskapai Malindo Air, kebetulan kami dapat harga promo 2.8 juta Rupiah untuk Pulang-Pergi Jakarta-Kathmandu, murah kan… hehe   Namaste Nepal dan VISA Setelah delay sekitar 2 jam, akhirnya pesawat kami berangkat dan sampai di Kathmandu pukul 11 malam. Sesampai di bandara Kathmandu kami lansung mengurus Visa, imigrasi dan bagasi. Beruntung kami sudah melakukan registrasi untuk Visa ini secara online di web imigrasi Nepal (https://www.nepalimmigration.gov.np/). Jadi kami hanya membawa kertas printout bukti kita sudah apply online, langsung melakukan pembayaran sebesar $25 USD tanpa lagi mengisi form. Setelah dapat bukti bayar, langsung ke imigrasi gate untuk mendapatkan striker Visa, dan Namaste.... Welcome to Nepal, have a nice trip, ucap petugas imigrasinya. Visa Nepal     Menuju Thamel Dari bandara menuju daerah Thamel kami menggunakan taxi dengan ongkos 500RN, harus nego dulu ya, karena biasanya mereka menawarkan sampai 800RN   Penginapan di Thamel. Karena kami sampai di Kathmandu sudah tengah malam, jadi penginapan di Thamel sudah pada tutup. Setelah menggedor salah satu pintu hostel, dapatlah kami kamar yg lumayan nyaman dengan membayar 1000Rn. Hotel Sun Way Inn di Thamel Kathmandu Day 2,  24 April 2017 Menuju Pokhara Treking Annapurna Base Camp ini di mulai di kota Pokhara, itu sekitar 8 jam perjalanan dengan bus dari Kathmandu. Kami naik bus tourist dari Thamel dengan ongkos 700Rn, bus berada di sepanjang jalan Kantipath, dan semua bus akan berangkat jam 7 pagi. Tidak masalah kita beli tiket lansung di tempat, karena kami beli tiket lansung di tempat. Tourist Bus   Interior Tourist Bus Permit ACAP dan TIMS Ini adalah izin yang wajib dimiliki oleh setiap treker, kedua Permit ini bisa di urus di Kathmandu atau Pokhara, kebetulan kami mengurusnya di Pokhara yaitu di Pokhara Tourist Service Center. Kantornya tidak jauh dari terminal bus dekat dengan kantor polisi. Jika bingung, bisa tanyakan dengan supir taxi, dan mereka akan lansung mengantarkan kita ke kantor ini.   Jenis Permit Biaya Syarat TIMS 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar ACAP 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar     Pokhara Tourist Service Center   Pokhara Tourist Service Center TIMS & ACAP permit for treking advice     Menginap di Pokhara Malam ini sebelum treking esok hari, kami istirahat dan menginap di daerah Lakeside. Disini juga kami memilah barang bawaan yang akan dibawa. Barang-barang yang tidak diperlukan, kami titipkan di hotel. Ini sangat penting, karena treking mandiri tanpa guide or porter itu, artinya kita akan membawa barang kita sendiri selama pendakian, jadi jangan sampai ini menyusahkan diri sendiri. Bawalah barang seminim mungkin dan cukup untung mendukung selama pendakian.   Day 3 - 9,  25 April 2017 – 1 May 2017 7 days Treking to Annapurna Base Camp Annapurna Base Camp Treking Map Tanggal Jalur Treking Day 1. 25 April 2017 Nayapul – Kimmrong Day 2. 26 April 2017 Kimmrong – Chommrong Day 3. 27 April 2017 Chommrong – Himalaya Day 4. 28 April 2017 Himalaya – MBC Day 5. 29 April 2017 MBC – ABC – Deurali Day 6. 30 April 2017 Deurali – Chommrong Day 7. 1 May 2017 Chommrong – Siwai   Untuk lama treking ini sebenarnya tergantung kecepatan trek yaa, jadi bisa saja lebih cepat atau lebih lama. Itu adalah trek yang kami yang lalui menyesuikan dengan kondisi dan semangat per harinya, jadi ada yang lumayan jauh, tapi ada juga yang tidak begitu jauh. Treking day 1. Nayapul – Kimmrong Dari Pokhara ke Nayapul bisa menggunakan taxi, lama perjalanan sekitar 1,5 jam dengan ongkos 1600Rn (tergantung nego yaa). Dari Nayapul ke Gandruk, info dari teman bisa menggunakan local bus atau jeeb/taxi. Rencana kami menggunakan bus, tapi karena jadwal nya tidak tentu, akhirnya kami memutuskan untuk naik jeep. Sebenarnya treking sudah bisa dimulai dari sini, tapi demi menghemat waktu dan energy, kami memilih untuk menggunakan jeep. Lama menggunakan jeep dari Nayapul ke Gandruk 1,5 jam dengan hasil tawar menawar ongkos 1300RN untuk 2 orang. 
      Disini nanti akan ada pengecekan untuk permit yang sudah kita buat.  TIMS Check Post   ACAP Check Post Dari Grandruk kami mulai treking, lumayan cape hari pertama ini, dan kami memutuskan untuk menginap di penginapan pertama di daerah Kimmrong     Treking day 2. Kimmrong – Chommrong Kimmrong menuju Chommrong jalurnya terlihat seperti jalur trekking Gunung-gunung di Indonesia, hutan-hutan dan jalan yang naik turun bukit. Tapi view nya indah banget. Hari ke dua ini bagiku sangat melelahkan walaupun sebenarnya kami bisa lebih jauh lagi, tapi karena kondisi fisik yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya kami menginap di tempat ini Chommrong.     Treking day 3. Chommrong – Himalaya
      Chommrong sudah cukup dingin, bahkan sore hari sudah turun hujan es disini. Pemandangan dari lodge kami sangat indah dan kereeen. Pegunungan Himalaya bersalju tampak luar biasa dari jendela kaca jendela kamar. Di Chommrong kami meninggalkan beberapa barang lagi, karena menurutku ransel carrier kami makin berat ajaaa. Chomrong ke Himalaya dengan jalur yang terus naik dan sudah sering hujan, jas hujan sangaat membantu.
        Treking day 4. Himalaya – MBC Dingin bangeeet. Jalur ini sudah berhadapan dengan jurang-jurang salju curam membuat kita harus extra hati-hati. Jalur sedikit landai dan naik lagi dan terus naik. Berjalan berdampingan dengan sungai deras dan gunung bersalju menbuat aku diam seribu bahasa, hanya ada pandangan takjub, suara nafas terengah-engah dan deru sungai, sesekali suara burung gagak.    

            Treking day 5. MBC – ABC – Deurali Amazing Landscape to ABC Today is big day. Hari ini aku akan sampai di peraduan mu Annapurna Base Camp. Setelah sarapan yang cukup kami bergegas untuk segera naik menuju ABC. Jalur ini benar-benar jalur terindah dan luar biasa bagi ku, seakan tak percaya aku disini sekarang. Begitu dekat dikelilingi gunung-gunung Himalaya putih bersalju, langit biru yang benar-benar bersih dilengkapi dengan cahaya matahari pagi yang menghangatkan tubuh. Allahuakbar, tak ada yang seindah ini. Terus naik perlahan, bertemu teman-teman sependakian yang bergerak turun, sementara kami terus naik naik. Semangat dari mereka terus menyemangati ku.   Aku sampai… ya aku sampai… impian aku sudah menjadi nyataa.. Berdiri disini.  Annapurna Base Camp 4.130 mdpl   Annapurna Mountain  
      Setelah puas di ABC kami mulai berjalan turun, target 2 desa di bawah untuk menginap malam ini. Cuaca di atas  jam 11 sudah mulai tidak bagus, hujan badai menemani perjalanan turun kami.   Treking day 6. Deurali – Chommrong Deurali – Himalaya – Dovan – Bamboo – Sinuwa – Chommrong. Hari ini benar-benar menguras energi bagi ku. Di Chommrong kami menginap di lodge yang sama dengan waktu kami naik. Treking day 7. Chommrong – siwai Chommrong – Jhinu – New Bridge – Kymi – Siwai. Siwai – Phokara bisa menggunakan jeep atau local bus.   Day 10, 2 May 2017 Phokara. Setelah pendakian beberapa hari, hari ini kami habiskan untuk istirahat dan membersihkan barang-barang selama pendakian.   Day 11, 3 May 2017 Phokara, disini kita menghabiskan waktu untuk jalan-jalan explore Phokara   Day 12, 4 May 2017 Phokara - Kathmandu   Day 13, 5 May 2017 Explore Kathmandu   Day 14, 6 May 2017 Explore Kathmandu   Day 15, 7 May 2017 Kathmandu - Jakarta

      Begitulah penjelasanku secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya ya.

      Bersambung...
      Silakan berkunjung di blog aku juga https://yonesfd.blogspot.co.id/2017/11/nepal-dream-come-true.html hehehehe
    • By devi admaja
      Tak terasa sudah waktunya kantor kami outing lagi , awalnya saya selaku koordinator mengajukan untuk ke luar kota Lampung dan bermaksud ke Bogor , setelah cari info kanan kiri pimpinan setuju , apa daya budget ga masuk , akhirnya kami kongkow dan beberapa dari kami (termasuk saya) belum pernah ke dufan akhirnya saya maju lagi dan setelah pjg lebar pimpinan setuju , dan budget-pun setelah dihitung bisa direalisasikan , saatnya pengajuan ke kantor pusat kami , dan setelah perjuangan , revisi , revisi & negosiasi alot dgn kepala bagian saya di pusat berhasil & begitu sampai di meja direksi , proposal saya kandas seperti kapal karam . dikarenakan dateline proposal 1 minggu lagi maka saya harus gerak cepat memutuskan mau kemana , cari info kesana kemari resort yang punya vendor outbound di Lampung , pada awalnya saya tertarik dengan Suak Sumatra , salah 1 resort baru , saya hubgi marketing officer-nya , dikarenakan jumlah ruangan yg terbatas , harga yg masih lumayan mahal (1,4jt per org per malam) dan tidak adanya vendor team building (kami harus bawa sendiri dari luar) , maka ga jadi ke Suak. Okey hari makin mepet akhirnya saya hubgi Grand Elty (LAGI) , kami sudah bekerjasama selama 3 thn berturut2 ini dan kalo cuma di seputaran resort-nya saja mungkin bisa bosan yah hahahaha. Dan dikarenakan pimpinan saya berjiwa petualang , beliau tanya kalo mw sebrang pulau bisa tdk , dan pihak BISA. Ada 2 pilihan , ke sebuku dengan durasi perjalanan 1,5jam or liat2 Gunung Anak Krakatu durasi 3jam (cuma LIAT2 doang , karena sekarang sudah tdk boleh di explore lagi , iyalah lama2 hancur diinjak2 terus). Okey setelah nego menego harga akhirnya disepakati kami akan outbound ke sebuku & snorkling disana. 
       
      Hari H-pun tiba (28102017) berangkat dari Bd.Lampung jam 7 teng teng menuju elty perjalanan 1,5jam. Sampai di elty kami drop barang2 kami. Jam 9 pagi kami berangkat menuju sebuku , perjalanan 1,5jam naik kapal. Beginilah penampakan kapalnya. 
      Kami menyew2 kapal , kapasitas kapal katanya 30 org , jumlah kami 38 org , terus terang saya juga mabok naik kapal ini , memang saat meeting dgn pihak elty sudah diberitahukan bahwa akan naik wooden  boat , tapi dlm benak saya bukan wooden boat begini hahaha , banyak teman2 yg akhirnya muntah dalam perjalanan (kondisi cuaca cerah , tapi memang ombak & angin agak besar) , saya-pun ikutan mabok jg walopun tdk sampai muntah , saya hanya kentut melulu hahahahaaa. . . selaku panitia mesti keliatan tegar gt
      Voilla...akhirnya hampir sampai...berikut penampakannya : 

       

      Berhubung mayoritas saya  mengambil view-nya pakai video maka saya  screenshot saja yah. 
      Tampak pasir putih membentang , memang pulau tak berpenghuniii, untung bawa makanan byk banget kuatir ga bisa balik karena ombak (maklum emak2 jd kuatirnya byk)  

       

      Yuk...bongkaran

       
      Namanya pulau tak berpenghuni , jangan harap ketemu cowo2 ganteng or cewe2 cantik , ketemu nenek2 aja uda syukur huehehehe... Oiya awalnya dikasi tau kalo ga ada toilet , wah mikirnya nti kencing dimana , katanya langsung aja nonkrong di laut (wah langsung mikir pantesan air laut asin) wahahahaa... Tapiii..rupanya ada kok toilet daruratnya , dan dibutuhkan usaha dlm ngambil airnya , kita mesti NIMBA dari sumur , untung aja dulu pernah belajar nimba hehehhee... Ini penampakan muka toiletnya (rumahnya yah bukan kapalnya)

      Oiya suasana-nya makin sore makin serem , uda gt air laut makin naik , dan ada beberapa temen bilang kok ada bau bangkai gt (saya tdk merasakan bau sih) , oh mungkin empu-nya pulau sudah tidak berkenan kami lama2 disitu , ya sudah akhirnya kami putuskan untuk lanjut ke spot untuk snorkling , perjalanan cuma 10 menit karena kapal cuma berbelok aja , mayoritas dari kami tdk snorkling (termasuk  saya)

      Okey setelah snorkling , kita balik lagi ke dermaga grand elty , perjalanan pulang seperti biasa lebih baik dari perjalanan pergi , yang mabok sudah tidak gitu mabok lagi , oiya beberapa dari kami dapat kelapa dugan dari penduduk asli sana (makasih yah pak :) ) , daging kelapa dugannya tuebel banget tapi lembut (sumpe nyesel ga bawa sendok pamungkas hhuhuhu). Balik k elty uda sore , dan sejauh mata memandang kami berada di laut lepas 

      Sesampai di elty kita check-in hotel 


      Dan setelah sampai kami semua istirahat untuk acara kebersamaan kami di malam hari :) 
      Sekian cerita ke pulau sebuku , bagi saya selama tinggal di Lampung semua pulau yang disebrangi pemandangannya kurleb sama , dengan hamparan pasir putih yang panjang , pepohonan hijau , terumbu karang dan air jernih berwarna hijau biru. . . Tuhan menciptakan alam dan seisinya begitu indah sampai keindahannya tiada habisnya , dari pulau 1 ke pulau yg lain. Sampai jumpa di cerita berikutnya. Thanks 
    • By siskawul
      Khao Yai, daerah ini merupakan distrik di Thailand yang belum ramai dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Thailand. Objek wisata terkenal yang ada di sini antara lain Khao Yai National Park, Primo Piazza, Palio Village, Chocolate Factory, Sunflower field, dan kafe-kafe lucu dengan design design yang instagrammable yuhu.
      Kali ini saya tidak membahas objek-objek wisata tersebut, tetapi hanya yang kemarin sempat saya kunjungi pada liburan singkat di Thailand ala kere hore. 
      Yuk capcus. 
      How to get there
      1.    Langkah pertama, kalian harus bangun dari tidur cantik kalian. Pastikan kalian bangun dan siap2 lebih pagi dari biasanya, apalagi yang berniat just one day trip seperti kami kemarin. Kemarin, kami sudah bangun pagi, siap2 lebih pagi, tapi ada tragedi pencarian kunci hostel yang nyelip dulu saat mau keluar kamar. Yihuhu banget. Ditambah juga sulitnya mencari taksi yang akan membawa kami ke mochit bus station. 
      2.    Langkah kedua, pergilah ke Mochit bus station atau yang lebih dikenal dengan Mochit 2. Kalian bisa pergi dengan BTS ke Mochit dan dilanjut naik bis. Entah bis nomor berapa kemarin sempet searching tapi karena kami tidak memakai alternatif itu jadi lupa *maaf. Berhubung kami berlima dan setelah dihitung2 harga naik BTS nyambung sama saja dengan naik taksi atau grab (lebih disarankan naik taksi meter saja, karena berdasarkan pengamatan harga, lebih murah pakai taksi meter dari pada naik grab. Oiya, taksinya nyetop di jalan aja, tapi pake meter atau argo ya).
      3.    Langkah ketiga, belilah tiket bus jurusan Pak Chong. Tiket bisa dibeli di loket bis nomor (nah yang ini berdasarkan blog walking saya, ada yg bilang ke loket 68, ada jg yang bilang loket 48). Kemarin kami mengikuti ke loket 68. Tapi loketnya tutup dan loket 69 buka dan tertulis Pak chong juga di situ. Walhasil, belilah kami tiket di situ dengan harga 150 Baht per orang. 
      4.    Langkah keempat, menujulah ke gate bis sesuai arahan penjual tiket. Kemarin kami si di gate (gate atau Line ya) 70. Masuk bis, dan menunggu sampai bis berjalan ke Pak Chong.
      Oiya, kemarin kami menunggu lamaaaa banget buat bus jalan. Kami masuk bis jam 09.00. Dan bus baru jalan jam 10.45. What a banget. Sampe laper laper deh. Penjual tiketnya bilang perjalanan dua jam. Tetapi kenyataannya, perjalanan 3 jam lebih. Huowww. Lusuh deh kami. Kayaknya kami salah ambil bis deh. Kayaknya si, kayaknya ya, jadi bus yang lewat ke Pak Chong itu ada banyak penyedia gitu, nah yang kami beli itu bukan yang terbaik. Tapi yasudahlah kami sampai juga kok ke Pak Chong. Selama perjalanan, ada berhenti-berhentinya. Bisa buat pip*s atau nyari makanan. Kami si udah males. 
      5.    Langkah kelima, setelah disampaikan di Pak Chong, bingung deh kami. Kemudian muncullah Ibu Noch yang baik hati banget mengarahkan kami bagaimana how to get to Primo Piazza impian kami.
      Jadi seturunnya kami di Pak Chong (jadi dia bukan terminal, hanya semacam terminal bayangan di mana bis-bis kadang menurunkan penumpang di situ). Bilang aja si sama supir atau kernetnya kalau kalian mau ke Khao Yai. 
      Oiya, kemarin kami blind banget turunnya di Pak Chong sebelah mana. Bilang ke kernet sama supir buat diturunkan di Pak Chong, pake Google Translate atau pake Bahasa Inggris, merekanya jawabnya pake bahasa Thailand. Kami geleng2 dan desperate. Tapi akhirnya diturunkan di tempat yang benar juga si. 
      Lanjut ke Ibu Noch, jadi dari terminal Pak Chong, alternatif transport ke Khao Yai adalah dengan sewa motor seharga 300 baht/motor/24 jam atau dengan sewa mobil seharga 2500 Baht (kata blog). Kemudian Ibu Noch menawarkan kami untuk naik Songthaew dengan harga 1500 Baht untuk dua tempat tujuan. Dengan pertimbangan waktu saat itu sudah menginjak sore, dan kami berlima, sewa motor butuh 3 motor jadi 900 Baht ditambah bensin 100 Baht per motor. Jatuhnya sama saja harganya. Ditambah pula kami bakal butuh waktu buat baca maps. Iya kalau ketemu dan akurat. Finally kami ambil tawaran dari Ibu Noch. Jug ijag ijug, ternyata lumayan jauh lho menuju ke Primo Piazza. Kami bersyukur ambil tawaran Ibu Noch. Jadi bisa ngobrol-ngobrol cantik kan di dalem songthaew sambil lihatin jalanan Khao Yai yang alus dan gede beut. 
      Ngomong ngomong Ibu Noch, beliau baik banget dan yang asoy bisa bahasa Inggris. Hamdalah. Jadi sesampainya di Pak Chong, kami nanya toilet, diarahkan di mana toilet, kami nanya tempat sholat, dijawab gak ada tempat sholat (emang gak ada si). Terus kami diberikan waktu buat belanja2 di sevel dulu sebelum meluncur ke Primo dan Palio. Seselesainya dari trip, kami juga dicarikan dan ditungguin sampai kami dapat bis ke Bangkok. Dan oh, kami dapat tiket bis ke Bangkok just 120 Baht. Yaiyuy, kami rugi 30 Baht deh. Dan setelah kami dapet bus dan mau naik bis, ibu Noch gak minta komisi atau bayaran apapun dong. Saya dan temen2 sempet pandang-pandangan. Beneran nih masih ada orang baik di tempat wisata apalagi di luar negeri begini? Beliau cuma minta dipromoin ke teman-teman yang mau ke Khao Yai. That's why saya bikin postingan ini. 
      Setelah say goodbye dan thank you sama Ibu Noch, kembalilah kami ke Bangkok dengan bahagia namun lelah. Oiya ini nomor HP Ibu Noch bisa diminta via DM ya.
      Dan, ini sekilas pandang objek-objek di Khao Yai yang kami datangi.
      Primo Piazza
      Tiket masuk: 200 Baht 
      Isinya: komplek perumahan ala Eropa gitu deh. Sebelum ke Eropa beneran, bisa lah buat pemanasan di Primo Piazza ini. Cekrek cekrek yang banyak ya, udah bayar mahal sist. Feel fotografer kalian harus lebih jeli biar bisa menangkap ke-chic-an tiap sudut Primo Piazza. 
      Di samping komplek ala Eropa, kalian bisa beri makan kambing (kambing? Iya, kambing sama kayak yang ada di kampung saya). Ada juga alpaca si. Yang seolah olah berada di Australia. Tapi pas kemarin ke sana, cuma ada sedikit alpacanya. Itu pun pada menjauh dan gak bisa kami kasih makan. 
      Palio Village
      Tiket masuk: free
      Isinya: toko-toko yang jual barang apa saja dengan konsep pertokoan layaknya Eropa (duh, kenapa lagi lagi Eropa si). Harganya mahal mahal si. Enggak cocok buat traveler kere hore macam kami. Jadi di situ kami cuma lihat lihat sebentar dan pulang. 
      Sekian catatan flashpacker kami ke Khao Yai. Kalau saya si suka sama daerahnya. Dingin, adem, banyak makanan di night marketnya (kelihatan pas kami jalan tapi kami gak brenti), dan penginepannya yang kami lihat pas perjalanan ke Primo konsepnya unik-unik. Next time kalau ke sana lagi mau nginep ahhh. InsyaaAllah 
      Semoga membantu buat teman-teman yang mau ke sana ya.
      Kap kun Kha, Kap kun Khrap










    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       









    • By Dantik
      Sepenggal percakapan antara saya dan teman saya:
      Teman: “Lah trus d amsterdam mo k mana aja? Biasa k keukenhof, volendam & zaanse schaans.”
      Saya: “Itu udh loe sebutin ”
      Teman: “Tp cm 2 hr d amsterdam?”
      Saya: “Haha... emg knp klo 2hr? Ga cukup ya?”
       
      Satu hari di Amsterdam dapat apa saja? Banyak... iya, banyak. Kecuali pas winter yah! 
      Kami tiba di Amsterdam pukul 11 malam. Naik Flixbus dari Bruxelles (Gare du Nord) ke Amsterdam Sloterdijk. Penginapan kami sebenarnya tidak terlalu jauh dari Stasiun Sloterdijk, karena salah jalan jadinya terasa jauh. Untung aja sempat ketemu orang Indonesia jg dsna, jd bisa di antar menuju ke jalan ke penginapan. Kami menginap di WOW Hostel Amsterdam. Sampe hostel langsung tepar.
       
      Pagi2 kami langsung check out, tapi barang kami titipkan di hostel. Saatnya petualangan dimulai!
       

       
      Pertama2 kami menuju Keukenhof dari statiun Sloterdijk, kami membeli Amsterdam & Region Travel Ticket seharga 1 day € 18,50.
       


       
      Dari Sloterdijk naik train ke Schiphol Airport/Plaza. Dari Schipol Airport naik Bus 858 (Arriva) turun di Keukenhof.
       





       
      Dari Keukenhof kemudian ke Volendam naik Bus 858 (Arriva) turun di Schiphol Airport. Dari Schipol Airport naik train ke Zaandijk Zaanse Schans. Dari situ jalan kaki sekitar 1km sudah sampe di Volendam.
       

       
      Dari Volendam kemudian ke Zaanse Schans naik train lagi turun di Central Station. Kemudian naik Bus 391 turun di Zaanse Schans.
       

       
      Setelah dari Zaanse Schans kemudian kembali ke Amsterdam utk city tour. Naik Bus 391 lagi turun di Central Station. Dari Central Station kita mulai city tour.
       

       
      Kemudian kami kembali ke hostel untuk mengambil barang dan lanjut ke  Stasiun Sloterdijk untuk destinasi berikutnya.
       
      Seperti itulah itinerary kami untuk one day tour Amsterdam, semoga bermanfaat.