Sign in to follow this  
Titi Setianingsih

MENSIASATI WISATA KILAT 2D1N DI BELITUNG

25 posts in this topic

Met malem gaeessss,,,,

 

Awalnya dikarenakan ada tiket promo Garuda pada bulan Pebruari 2015, kemudian ketika saya klik muncul harga tiket Jakarta - Tanjung Pandan Belitong tidak sampai IDR 400.000, tanpa pikir panjang saya beli 4 lembar tiket untuk tanggal 27-28 Juni 2015. Saya sengaja tidak memberi tahu suami dan anak2 tentang rencana mau pergi ke Belitong karena kepingin bikin surprise di ultah suami tgl 16 Juni. Namun ketika hari sudah semakin dekat, gak sabar hati untuk menyimpan rahasia ini, akhirnya saya kasih tahu juga bahwa hadiah ultah suami adalah jalan2 ke Belitong satu keluarga. Namun ketika dilihat tanggalnya di kalender, ternyata sudah bulan puasa ? Dan suami memutuskan untuk tidak pergi, akhirnya hanya kami bertiga yang pergi ke Belitong. :melambai

Inilah persoalannya, jalan2 bertepatan dengan bulan puasa dan hanya 2 hari. Otak saya berpikir keras, bagaimana caranya untuk menyiasati waktu yang hanya singkat ini ? Beberapa teman yang sudah pernah ke Belitong saya tanya tentang itineary 2 hari disana pada bingung, karena selama ini kalau jalan2 di Belitong minimal 3D2N, karena salah satu tempat wisata ada Kab Belitong Timur yang cukup jauh dan bisa menghabiskan waktu satu hari. Begitu juga ketika saya tanya ke travel2 yang sering buka open trip, ternyata di bulan puasa tidak buka open trip, kalaupun ada yang memaksa untuk order akan dibukakan privat Tour yang harganya tentu lebih mahal dari open trip. :terpesona

Akhirnya saya pilih pergi sendiri ke Belitong, tanpa melalui travel, bismillah. Hotel saya pesan melalui Agoda, dan saya pilih hotel BW Suitte yang sebelumnya bernama Aston, per malam IDR 700.000. Ketika sudah mendekati hari H keberangkatan saya dikasih tahu teman kuliah, kalau adik kelas ada yang di Belitong, akhirnya saya hubungi teman tsb tentang rencana berlibur ke Belitong dan alhamdullilah adik kelas bersedia menjemput di bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan. 

Begitu hari H telah tiba, kami bertiga menuju bandara Soetta Cengkareng Jakarta, pesawat terbang tepat pukul 6.50 WIB dan sampai di bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan Belitong kurang lebih pukul 7.30 WIB. :cintaindoTernyata Belitong sangat dekat dari Jakarta jika ditempuh melalui udara.

.facebook_1436402640285.jpg

Sesudah ambil bagasi, kami segera menuju pintu keluar, disitu sudah terlihat teman saya menunggu di dekat jendela. Kamipun bergegas ke mobil, dan siap berpetualang. Setelah kami ceritakan bahwa kami di Belitong hanya 2 hari, teman saya pun berpikir lama,,,,,dan menyusun rencana perjalanan seperti ini :

Hari pertama, 27 Juni 2015

1. Replika SD Muhammadiyah Gantong

SD Muhammadiyah Gantong merupakan salah satu lokasi pengambilan shooting film Laskar Pelangi, dan awalnya memang dibuat khusus untuk pembuatan film Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Biasa disebut juga SD Laskar Pelangi. Memang belum ke Belitong rasanya kalau tidak ke sini, Bagaimanapun Belitong menjadi terkenal adalah karena boomingnya film Laskar Pelangi tahun 2008 itu.  Kami berkeliling di sekitar bangunan kayu yang sudah rapuh ini, masuk ke dalam kelas dan meresapi situasi didalamnya, berpikir dan membayangkan kehidupan tokoh2 Laskar Pelangi yang masih terbelenggu keterbelakangan namun semangat untuk belajar dan memintarkan diri tiada henti. Dan hasilnya juga mengguncangkan dunia, selain Andrea Hirata juga ada lagi tokoh yang tidak asing bagi kita yakni Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok dan Yusril Ihza Mahendra. :salut

Situasi nampak gersang, mungkin karena masih jarang turun hujan, sejauh mata memandang hanya pasir, bangunan SD ini menjadi satu2nya bangunan yang ada di lokasi ini, disebelah kanan bangunan nampak bekas galian tambang timah yang sekarang jadi nampak seperti danau. Pengunjung nampak sepi, jadi menambah hikmatnya petualangan kali ini.

11351142_10203958263871228_4710314017510031125_n.jpg

 

 

IMG_0707.JPG

2. Museum Kata Andrea Hirata

Lokasi museum kata masih di Gantong, di Jl Laskar Pelangi no 7. Awalnya sedikit heran, apa yang mau dilihat dirumah kayu yang kecil dan terkesan berantakan ini ? Tapi begitu masuk ke beranda rumah, nuansa film Laskar Pelangi langsung terasa. Berbagai kata2 motivasi dan gambar2 tokoh Laskar Pelangi muncul di-mana2. Begitu masuk ke ruang tengah terdapat ruang baca dengan berbagai buku bacaan yang masih ada di meja.

IMG_0718.JPG

Ruang2 kamar diberi nama Sang Tokoh Laskar Pelangi, ada ruang Ikal, Lintang juga Mahar. Mereka semua bersahabat di waktu kecil, namun nasib orang tidak bisa diduga, ada yang senang dan ada yang susah, namun persahabatan mereka tidak berubah, tetap baik hingga tua.

IMG_0722.JPG

IMG_0711.JPG

IMG_0713.JPG

3. Pantai Serdang

Pantai ini masih di daerah Manggar Belitung Timur. Pantainya masih perawan, pasirnya putih, biru airnya dan biru pula langitnya, sedikit tampak awan yang menggumpal yang merupakan ciri khas langit Belitong di musim panas. Perahu nelayan yang tengah ditambatkan di pinggir pantai menambah eksotiknya pemandangan disini. Jika bermalam di Manggar, di pagi harinya bisa menikmati sunrise, karena pantai ini menghadap ke timur. Pohon2 pinus tumbuh sepanjang pantai, batangnya yang menjulang tinggi membuat kami sangat menikmati keindahannya, bersandar di pohon bekas pinus menanti si buah hati yang tengah ber-kejar2an di atas pasir putih, dan sesekali memungut kerang yang beraneka rupa. :foto2

 

IMG_0724.JPG

IMG_0749.JPG

IMG_0763.JPG

4. Masjid Baitul Rahman.

Masjid yang cukup besar dan menjadi kebanggaan masyarakat muslim Manggar. Masjid ini biasanya dijadikan sebagai tempat melepasnya calon jamaah haji di Belitung Timur. Melaksanakan shalat dzuhur di masjid ini nyaman sekali, interiornya serba kuning emas, gorden hingga cat dindingnyapun berwarna kuning.

11659251_10203958839725624_5423861824374743696_n.jpg

5. RM Fega

Rumah makan yang cukup besar dan sering menjadi persinggahan wisatawan2 baik asing dan domestik. Suasana rumah makan ini sangat asri karena banyak ditanami tanaman hias yang berbunga cantik seperti Kamboja Jepang, bunga Sepatu, bunga Kana dengan bunganya yang berwarna warni, juga ada danau yang merupakan bekas tambang timah yang sudah ditinggalkan. Oh yaa di Belitong sudah ada larangan penggalian timah karena dikhawatirkan pulau Belitong bisa tenggelam jika perut buminya di gali terus menerus. 

18714_10203958842005681_5106021288448090511_n.jpg

IMG_0835.JPG

IMG_0821.JPG

6. Ketika sudah hampir keluar kota Manggar, kami melihat ada tugu bergambar teko tempat air sekaligus gelasnya. Rupanya Belitong juga dikenal dengan Kota 1001 macam kopi. Jadi ingat pesan  teman saya, kalau ke Belitong jangan lupa singgah minum kopi, karena kopinya sangat enak dan khas. Namun apa daya, karena kami puasa, dan di siang hari pun kedai kopi tutup, jadi tidak bisa mencicipi kopi dahsyat itu. :terharu

11377123_10203958845445767_2963616741094500564_n.jpg

7. Bukit Berahu

Sebuah bukit yang dibawahnya terdapat pantai yang sangat indah, air lautnya hijau, dan untuk menuju ke pantai kita harus menuruni anak tangga sejumlah 90an. Karena bulan puasa, kami tidak menuruni anak tangga itu, kami cukup memandang dari atas bukit keindahan pantai beserta pasir putihnya, perahu2 nelayan yang sedang berlayar, dan pohon kelapa menjulang tinggi melambai lambai dahannya tertiup angin.

10412017_10203958839605621_8683148627922189588_n.jpg

IMG_0843.JPG

8. Pantai Klayar

Ddari sinilah perahu2 tertambat, perahu2 yang digunakan untuk melakukan Hoping Island atau wisata pulau. Namun kami sampai sini sudah sore sehingga tidak memungkinkan untuk menyeberang. Kami ke sini hanya akan ketemu pemilik perahu untuk membuat janji, bahwa besok pagi2 sekali atau sekitar jam 07.00 kami akan melakukan wisata pulau. Jadi kami harus janjian dulu dengan tukang perahunya, karena untuk hari2 normal, biasanya perahu mulai beroperasi jam 10 pagi dan pulang kembali sore hari.:hiking

11220136_10203958837165560_4377710586094470880_n.jpg

9. Pantai Tanjung Tinggi

Pantainya merupakan salah satu lokasi shooting Laskar Pelangi juga, dengan ciri khas batu besar dan apik tersusun rapih di sepanjang pantai. Disini juga disediakan mainan air berupa perahu karet untuk berdayung dengan sewa IDR 70.000 sepuasnya. Juga ada sepeda air dengan sewa IDR 100.000 per satu jam. Anak saya pilih main perahu karet supaya berdua bisa berada dalam satu perahu,sedangkan saya hanya menonton saja dari kejauhan. 

11027985_10203959597904578_5664035186931618302_n.jpg

 

IMG_0940.JPG

IMG_0935.JPG

10. RM Berage

Saking asyiknya berwisata air, hingga melupakan waktu bahwa sebentar lagi berbuka puasa. Tapi sebenarnya kami menunggu sunset, yang ternyata tidak bisa menikmatinya dikarenakan awan hitam sangat tebal menggantung di langit barat sana. Beruntung karena tidak turun hujan, sehingga masih terkejar menuju RM. Berage untuk santap buka puasa. Menunya tentu lebih banyak sea Food segar dengan ikan khas Belitong. :makan

 

11. Alhamdullilah puasa hari pertama di negeri Laskar Pelangi berjalan lancar, sebelum menuju hotel BW Suitte, kami sempatkan singgah ke Taman Hiburan Rakyat di pinggir pantai. Kedai makanan banyak terdapat disini, ada pula kios yang jual Batu Satam atau Batu Meteor khas Belitong. Walau perut masih kenyang, kami sempatkan masuk ke salah satu kedai untuk minum kopi. 

Ketika badan capai, yang terbayang adalah kepingin meluruskan punggung, dan menggantung kaki, kamipun buru2 menuju hotel, untuk istirahat dan esok pagi siap2 melakukan santap sahur di hotel. Tapi sebelum tidur jangan lupakan shalat yaaaaaa,,,,,

11694164_10203962712782448_6627012812291180640_n.jpg

Hari Kedua, tanggal 28 Juni 2015

Jam 3.30 kami bangun untuk makan sahur, sesudahnya kami tidak tidur lagi untuk menanti waktu shalat subuh, dan masih ada pekerjaan lagi yaitu sekalian packing2 pakaian karena pagi nya akan langsung Check out dari hotel, untuk kemudian kembali menuju Pantai Klayar dan siap menyeberang.

12. Hoping Island inilah puncak wisata kami, setibanya di pantai Klayar kami segera melakukan persiapan berlayar, menggunakan jaket pelampung untuk safety. Sewa perahu IDR 600.000 atau bisa lebih jika ukuran perahunya besar. Pagi ini alhamdullilah luar biasa cerah, kami siap menyeberang menuju pulau2 yang ada di sekitar pantai ini, ada pulau Kepala Burung karena bentuk batu2 nya menyerupai kepala burung, Pantai Batu Berlayar karena susunan batu2 nya seperti perahu layar, Pantai Pasir karena jika air laut surut di tengah2 laut itu akan terbentuk pulau pasir yang terbentang memanjang, perahu ditambatkan untuk kemudian bermain pasir dan berburu bintang laut yang biasanya sering di dapat disini. Kami menemukan 2 ekor bintang laut yang ukurannya cukup besar,,,,Subhanallah bagusnya,,,,,:nyelam

11329878_10203958835805526_7103946574257536090_n.jpg

Keuntungan jika berlayar pagi2, air laut tidak terlalu tinggi dan ombaknya hampir tidak ada sehingga kami bisa melanjutkan perjalanan ke Pulau Langkuas. Pulau ini merupakan ikon P Belitong juga karena kalau belum ke sini dianggap belum ke Belitong. Di pulau ini terdapat mercusuar yang sudah sangat tua karena merupakan peninggalan Belanda, juga ada penangkaran penyu di area mercusuar. Sayangnya kami tidak bisa naik ke mercusuar karena sedang dilakukan pengecatan, namun kami sudah cukup puas hanya foto2 di batu2 sekitar pulau Langkuas,,,,,,ruar biasaaaaaa indahnya,,,,

 

IMG_1011.JPG

IMG_0968.JPG

Berakhir sudah wisata kami di pulau ini, kami balik berlayar menuju Pantai Klayar,,,,,luasnya lautan yang kami lalui sungguh2 membuat kami sangat kecil di hadapan Allah SWT,,,Sang Pemilik Kerajaan yang Maha Indah ini,,,,,saya mah apaan tuuuuuhhhhh,,,,,bagaikan seonggok debu yang tak berguna,,,,

11058205_10203962599779623_6106931441628301437_n.jpg

12. Bermain air pasti basah, kamipun ganti pakaian untuk kemudian berangkat menuju bandara Tanjung Pandan. Sebelumnya kami mampir ke galeri souvenir khas Belitong juga ke pusat batu Satam di kediaman pengrajin batu yang sudah sangat terkenal yaitu Pak Firman Satam. Konon, Pak Firman Satam ini sudah menjadi pengrajin 26 tahun yang lalu, sebelum batu booming dia sudah bermain batu. Sangat dipercaya ceritanya, karena ternyata batu Satam ini adalah yang sering dibuat sebagai kepala Tongkat Komando para Perwira TNI. Dan saya baru tahu itu,,,,,harganya luar biasa mahal, mulai dari IDR 400.000 hingga 4.000.000 an sebutir. Saya sempat berfoto dengan Pak Firman Satam dengan memakai kalung batu berupa tasbih raksasa seharga IDR  2 Milyar. Subhanallah....siapa yang mau beli ya kalau harganya mahal begini ? Tapi ternyata Sultan Bolkiah dari Brunai pun sempat borong Batu Satam ini, dan pembayarannya dengan sebuah mobil Fortuner,,,,luar biasa Pak Firman Satam.

11693939_10203962601659670_4708784709781592134_n.jpg

11403009_10203965437250558_8073741033556534899_n.jpg

IMG_1022.JPG

Akhirnya,,,,,,,dengan rasa yang masih 1/2 puas, kami harus meninggalkan Belitong yang amazing ini, karena penerbangan kami jam 14.30. 

So, kalau kalian kepingin ke Belitong dengan waktu yang sangat singkat misal hanya akan menggunakan waktu weekend saja, tak usah khawatir,  gunakan siasat saya tadi : 

1. pergunakan waktu seefisien mungkin, jangan terlalu terlena dengan kecantikan pantai2nya disana, karena nanti waktu kalian akan habis, sementara masih banyak destinasi lain yang harus dikunjungi. 

2. Gunakan sewa mobil / sepeda motor supaya perjalanan lebih enak dan cepat. Ini saya ada nomor handphone rental mobil : 081331949505 atau dengan Pak Deni di nomor 081949277988. Atau di nomor 087882968778 dengan Ko Asang. Saya belum sempat cari info rental mobil /sepeda motor, karena saya diantar teman dari mulai penjemputan di bandara hingga kepulangannya. Namun untuk gambaran sewa mobil kemungkinan sama dengan daerah lain sekitar IDR 500.000 plus sopir sedang BBM kita yang isi sendiri.

3. Sedangkan untuk penginapan sebenarnya sangat banyak hostel yang murah2 sekitar IDR 200.000 per malam. Namun tergantung selera masing2, silakan dipilih sendiri tempat penginapannya.

 

Okeeeyyyyyy,,,,,selamat jalan2 ke Pulau Laskar Pelangiiiiiiii,,,,,!! 

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Titi Setianingsih

wah ke belitung pas bulan puasa ya tapi tetap bisa maen air juga hehe seru tuh

btw upload poto nya gampang kok tinggal drag poto nya ke Tulisa "Drag  Files here to attach"

setelah poto ny ake Upload ada tanda "+" di poto nya di klik biar bisa di atur posisi nya di postingan :D

poto1.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Titi Setianingsih

wah ke belitung pas bulan puasa ya tapi tetap bisa maen air juga hehe seru tuh

btw upload poto nya gampang kok tinggal drag poto nya ke Tulisa "Drag  Files here to attach"

setelah poto ny ake Upload ada tanda "+" di poto nya di klik biar bisa di atur posisi nya di postingan :D

poto1.jpg

Upload foto sizenya sekarang dibatasi ya Mod? Foto saya kadang kapasitasnya besar jadi 3 kali upload foto udah langsung max 7.32 MB. Mensiasatinya saya ambil foto dari URL di fb atau blog.

Share this post


Link to post
Share on other sites

 

heee.... bener.. bagus mba @Titi Setianingsih pantainya, :foto2

pasirnya juga bersih. walopun singkat tp seru yaa :salut

@Titi Setianingsih

wah ke belitung pas bulan puasa ya tapi tetap bisa maen air juga hehe seru tuh

btw upload poto nya gampang kok tinggal drag poto nya ke Tulisa "Drag  Files here to attach"

setelah poto ny ake Upload ada tanda "+" di poto nya di klik biar bisa di atur posisi nya di postingan :D

poto1.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta
       
    • By silvia_win
      Penang, Hatyai family trip Jun 2018
      Liburan sekolah kali ini sebenarnya agak malas jalan2 berhubung dollar lagi mahal...
      Iseng browsing tiket, ketemu tiket air asia jakarta penang pp 500 rb (promo big poin) ada 3 seats (3 tiket jakarta penang pp seharga 1.5 jt), hmm lumayan lah,  lalu beli 2 tiket lagi sekitar 3 juta (sudah termasuk 1 bagasi 20 kg pp) . Kami sekeluarga berangkat ber5 dari jakarta + papa mama yang berangkat dari medan.
       
       
       
       
      Day 1 Jakarta-Penang
      Sampai di Penang booking airport taxi dari airport ke Hong Ping Hotel. (400 rb quad room)
      Setelah check in naik taxi ke mall di sekat hotel untuk lunch, di daerah komtar ada berapa mall, tapi umumnya mallnya tidak besar.
      Setelah makan siang pulang ke hotel untuk istirahat, lalu dengan petunjuk peta dari hotel saya berkeliling di objek wisata street art yang letaknya tidak jauh dari hotel. Street art berada pada jalanan kecil/ gang berupa gambar mural di dinding rumah warga yang kebanyakan adalah bangunan tua. Sepanjang jalan banyak toko2 souvenir, makanan, sewa sepeda, rumah makan, juga banyak rombongan turis. Selain gambar mural juga terdapat gambar art dari besi yang dijadikan nama jalan dengan gambar menarik. Saya menelusuri jalanan dengan mural art yang berujung ke dermaga kuno di chew jetty, dermaga yg sudah ada sejak pertengahan abad ke 19, ada beberapa jetty di sana yg masing2 mewakili marga warga yg tinggal di sana yang datang dari China. Jetty di sana dari kayu dan rumahnya adalah rumah panggung dari kayu.
      Malamnya kami makan di street food di depan hotel. Di depan hotel ada banyak street food yg buka dari sore hingga larut malam.
       
       
       
       
      Day 2 Penang tour.
      Hari ini sewa mobil untuk jalan2 di penang (rm 45/jam untuk yg 7 seats, sewa di travel dekat hotel, sebelumnya tanya di hotel katanya adanya yg 10 seats rm 60/jam), kami berangkat siang, karena paginya mama mau mcu ke rumah sakit.
      Siang saat berangkat turun hujan, supir rent car mulai promo toko souvenir, berhubung hujan saya iyain saja, mampir ke toko coklat, kopi, teh dll, yang harganya mahal... tentu saja tidak beli apa2, hanya cicip cicip saja, emang enak sih sebanding dengan harganya.
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple, vihara ini letaknya di tengah kota.
      Stop2 : Kek Lok Si temple, vihara yang terletak di daerah perbukitan, kami di drop di bagian atas, di sini  ada tempat pemujaan dan terdapat patung besar dewi Kuan Yin, dari sini juga bisa dilihat pemandangan kota penang. Setelah menikmati pemandangan, kami naik sky lift (@rm2) untuk turun ke pertengahan kompleks bangunan vihara yang terdapat objek wisata pagoda sepuluh ribu Buddha. Dari sini naik sky lift lagi turun ke parkir bawah.
      Stop 3 : Batu Ferringhi, supir mengusulkan kita ke bukit bendera yang tidak jauh dari kek lok si, tapi saya tidak berminat, sebelumnya di kek lok si sudah cukup lama  melihat pemandangan kota dari atas bukit, memang objek wisata di bukit bendera mungkin akan berbeda dengan kek lok si, tapi berhubung tidak banyak waktu saya lebih memilih pergi melihat pantai. Batu Ferringhi letaknya cukup jauh dari Kek Lok Si, perjalanan satu jam lebih, kami sampai di sana menjelang sun set, main bentar di pantai dan menikmati sun set, saya merasa pantainya biasa2 saja, pasirnya terasa agak kasar.
       
      Day 3 Penang-Hatyai
      Hari ini kami berangkat ke hatyai,  kami memesan tiket van penang hatyai pp di hotel @rm70 (dijemput di hotel penang dan didrop di hotel di hatyai). Berangkat jam 9 pagi, berhubung kami pertama dijemput, tentunya kami memilih tempat yang nyaman sesuai selera masing2. Seatnya cukup lapang dan nyaman, tidak lama kemudian perjalanan kami melewati jembatan pulau penang, jembatan yang panjangnya 13.5 km merupakan land mark penang yang pemandangannya sangat indah. Jalan dari penang ke hatyai cukup mulus, sebelum sampai di imigrasi perbatasan malaysia, supir berhenti di satu pos untuk mengisi formulir, kami perlu membayar formulir @rm2, lalu perjalanan dilanjutkan ke imigrasi malaysia keluar lalu masuk ke imigrasi thailand, dari perbatasan thailand ke kota hatyai, kami singgah di kantor travel, untuk di data mau di drop di hotel apa, di sini saya menganti jadwal kepulangan kami, di mana 2 di antara kami ingin pulang besok sore. (staff travelnya tidak masalah ganti waktu dia mencatat perubahan jadwal di catatannya). Kami lalu di drop di hotel (Siam Hotel harga 300 ribu untuk kamar ber2). Hotel ini cukup besar dan punya banyak kamar. Kami mendapat kamar di tingkat 13, pemandangan dari kamar cukup indah dengan pemandangan gunung dan kota hatyai).
      Setelah check up keluar cari makan siang, jalan kaki ke lee garden plaza hotel di mana di sini byk toko, mall, pasar dll, mall di sini tidaklah besar, kami masuk ke mall ke food court cari makan dan ke supermarket lihat2. Makanan di mall harganya sekitar 50-60 bath, makanan thailand sangat sesuai dengan selera. Setelah makan ke supermarket belanja bumbu tom yam dll, saat bayar saya menanyakan kasir di mana ada money changer, seorang pengunjung berbaik hati mengantarkan kami ke money changer yang ada di dekat sana, money changernya cukup ramai dan di sampingnya ada travel, kebetulan lagi mau cari car rental, lalu saya rent car 10 seats seharga 2000 bath (+wajib asuransi 30 bath/orang), sebenarnya kami ber7, ada yang 7 seats seharga 1700 bath, tapi saya request yg chinese speaking driver, katanya supir yang 10 seats bisa, yg 7 seats ngga bisa.
      Setelahnya saya kembali ke hotel untuk isitirahat, sorenya kami keluar untuk dinner ke lee garden plaza hotel lantai 33 buffet resto. Harga makan buffet di sini tidak mahal, dewasa @169 bath, lansia@119bath, anak kecil @69 bath. Makanannya cukup banyak dan enak + aneka kue, buah, minum, es krim. Juga pemandangan yang indah dari lantai 33 membuat kami betah lama di sini. Dari pemandangan langit terang, sun set ke langit gelap dengan lampu di bangunan kota hatyai, sungguh merupakan dinner yang berkesan bagi saya.
      Selesai dinner kami mengitari sekeliling lee garden hotel plaza yang banyak terdapat toko2, kuliner, dll. Kulinernya cukup mengiurkan tapi perut sudah kenyang cuma lihat2 dan berpikir besok baru coba.
       
       
       
       
      Day 4 Hatyai Tour
      Berhubung tidak ada sarapan di hotel, pagi saya keluar mencari sarapan, ternyata di dekat hotel ada pasar pagi, pasarnya cukup besar dan ada aneka sarapan, pemandangan menarik di pasar ada bhikkhu2 melakukan pindapata (mengumpulkan sumbangan makanan dll). Rombongan bhikkhunya cukup banyak ada juga yang usia muda juga rombongan bhikkhuni, umat yang memberikan makanan juga cukup banyak, baik penjual maupun pengunjung pasar. Saya sangat tertarik untuk mengitar lama di pasar, banyak kue2 dan barang jualan lain yang memikat, tapi berhubung waktu tidak banyak, saya membeli aneka sarapan dan buah leci, lalu pulang ke hotel membagikan sarapan dan makan sarapan. Kue2 dan sarapan yang dibeli sangat enak, makanan thailand emang cocok di lidah dan harganya pun cukup murah. Lalu bersiap2 turun ke lobi menunggu car rental yang dipesan kemarin.
      Ternyata yang datang mobil 7 seats dengan driver yang hanya bisa berbahasa thailand, saya tel tanya ke travelnya katanya yg 10 seats lagi tidak available, ya sudahlah...
      Saatnya saya memakai keahlian bahasa isyarat... : ) , pertama saya minta supirnya berhenti di 7-11, mau beli air minum, saya malas beli di pasar tadi bawanya berat, lalu dia tanya kami mau ke mana, saya jawab wat (temple).
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple : wat ini mempunyai satu patung buddha tidur di dalamnya. Setelah melihat2 saya duduk2 di kedai minum kelapa, supir mengeluarkan selembar brosur dengan foto2 tempat wisata dan menanyakan mau pergi ke mana, saya pun memilih beberapa tempat wisata yang kelihatannya besar. Berhubung mau kembali ke hotel sekitar jam 2 sebenarnya kami juga tidak berencana pergi ke banyak tempat.
      Stop 2 : Pantai samila (mermaid statue) : pantai ini terdapat patung putri duyung yang merupakan ikonnya, walau cuaca panas di sini terdapat kursi2 dan tempat teduh di bawah perpohonan di sepanjang pantai, pantainya bersih dan pasirnya halus.  Saya betah duduk agak lama dan berjalan di pasir di pantai.
      Stop 3 : 4 face Buddha (kalau tidak salah) : berhubung jalan ke sananya naik tangga, kami malas pergi, hanya singgah bentar.
      Stop 4 : Standing Buddha temple (Phraj Buddha Mongkol Maharaj) : vihara di atas bukit dengan patung besar Buddha berdiri. Di sini bisa melihat pemandangan dari atas bukit, di samping vihara ada halte cable car dan coffee shop, kami duduk2 ngopi dan melihat pemandangan kota.
      Stop 5 : Kuan Yin temple : vihara dewi kuan yin ini letaknya tidak jauh di bawah standing buddha temple, terdapat patung dewi kuan yin warna putih
      Berhubung waktu sudah siang, kami bersiap pulang ke hatyai.
      Diperjalanan ada melewati yang jual durian, saya tanya ke supir berapa harga durian di sana, katanya harganya 400 bath, cukup mahal juga harganya.
      (saya tertarik belajar bahasa thailand, sebelum pergi saya sempat belajar sedikit bahasa thai di youtube, tapi cuma bisa mencerna sedikit tentang angka dan greeting, lumayan juga bisa di pakai di pasar) 
      Ternyata perjalanan pulang ke hatyai cuma sekitar setengah jam, kami meminta supir mengantar kami makan siang, minta di antar makan tom yam kung, dia mengantarkan kami ke sebuah resto untuk makan siang, yang mana makanannya enak dan tidak mahal, yang paling berkesan tentu saja tong yam nya, juga ada lauk dari daging kelapa yang ditumis, yummy... (kalau teringat makanan thailand sering ingin balik ke thailand)
      Setelah makan siang kami kembali ke hotel, papa mama bersiap2 mau pulang ke penang duluan, berhubung mau wisata rumah sakit di penang katanya.
      Saya berjalan kaki ke travel tempat saya pesan sewa mobil, minta refund selisih harga mobil, lalu kembali ke hotel duduk2 di lobby temani ortu tunggu jemputan travel untuk kembali ke penang. Di Siam Hotel tempat kami tinggal, internetnya hanya ada di lobby, tidak ada di kamar.
       
       
       
      Saya ingat saat ini saya membaca sebuah berita ttg tim sepak bola remaja thailand yang hilang yang mana sampai saya pulangpun belum ditemukan, dan akhirnya mereka berhasil keluar dengan selamat. Sekalian saya post di sini sebuah dokumentasi ttg thai cave rescue sebagai note saya.
        https://www.youtube.com/watch?v=x_kiX0uUDNI
       
      Ada beberapa tuk-tuk (songthaew) yang stand by di hotel dan menawarin untuk mengantar jalan2, lagi malas jalan jauh, sore shopping ke mall dan toko sekitar hotel (lee garden plaza hotel) .
      Day 5 Hatyai-Penang
       Pagi mampir ke pasar pagi lagi, membeli sarapan, juga membeli pete kupas buat di bawa pulang.
      Lalu perjalanan hatyai kembali ke penang.
      Sampai di penang istirahat di hotel, sorenya jalan2 di sekitar hotel ke mural art street, chew jetty melihat sunset di sini lalu makan di food court di seberang chew jetty, food courtnya besar dan banyak makanannya.
      Day 6 Penang-Jakarta
      Pagi berangkat dari hotel ke airport, booking airport transfer dari hotel seharga rm 70 untuk mobil 10 seats. Supirnya membagikan kartu nama dan menawarkan car rental bisa dibooking untuk ke hatyai katanya, saya tanya harganya katanya tergantung hotelnya. Saya tanya harga kalau keliling penang, katanya rm30/jam... lumayanlah buat next time...
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       




    • By Hanzo Urang Ciwidey
      Izin Admin buat FR lagi meskipun ya ini perjalanan ane 3 bulan yang lalu 
       
      Berawal dari salah satu ajakan dari Hima kampus untuk menjadi petunjuk arah jalan-jalan one day trip menyelusuri cianjur selatan selama 1 hari full maka pada awal tahun 2015 ane sepakat berangkat bareng hima kampus untuk menelusuri cianjur selatan memakai motor dengan jarak yang di tempuh sekitar 200km pulang pergi.
       
      Berangkat : ciwidey-parigi-pantai jayanti-rancabuaya

       
      pulang : rancabuaya - cisewu - pangalengan - ciwidey

       
      07:00
       
      pagi2 ane langsung siap2 nyiapin motor untuk menunggu teman-teman Hima dari Bandung yang berangkat jam 5 shubuh dari sana "untuk menanggulangi macet di karenakan liburan tahun baru area ciwidey dan sekitarnya pasti macet parah".
       
      Ciwidey di pagi hari

       

       
      teman2 dari kampus sudah pada dateng

       
      Setengah jam kemudian setelah dari Hima kampus sampai di meet point dan mengecek persiapan kita dari bensin dan perlengkapan lainya kita pun berangkat, jarak yang dilalui memang termasuk unik awal-awal kita memasuki dataran tinggi melewati Perkebunan teh rancabali sampai ke perbatasan Kabupaten Bandung dan Cianjur lalu di lanjut melalui hutan-hutan kecil dan lembah2 yang di kelilingi oleh banyak air terjun sehingga kerap jalan yang kita lalui ini suka disebut jalan seribu air terjun.
       
      Armada + peralatan tempur   

       
      Kebun Teh Rancabali

       

       

       
      Pondok Datar  "pemandanganya lebih keren dari tebing keraton"   

       

       

       

       
      tugu perbatasan Kab Bandung dan Kab Cianjur "selamat datang ke jalur 1000 air terjun

       
      Air terjun dimana-mana     
       

       

       

       
      Curug Ceret "air terjun yang persis di pinggir jalan"   

       

       
       
       
      mungkin karena teman2 ane yang dari Hima kampus belum terbiasa perjalanan jauh maka kita pun beristirahat dahulu di salah satu warung baso di pinggir jalan sambil mengisi energi karena setelah jalur 1000 air terjun abis perjalanan berlanjut ke turunan hingga sampai pantai jayanti.
      Istirahat dlu bray 



       
      Perjalanan di lanjut banyak turunan bray

       
       
       
      Jam 11 pas akhirnya kita sampai juga di Cidaun kampung pesisir di cianjur selatan yang lebih terkenal dengan pantai Jayanti cuman sayang peran dari pemerintah sepertinya belum optimal sehingga fasilitas di pantai ini bisa disebut kurang memadai.
       
      Pantai Jayanti

       

       

       

       
       
       
      hanya 1 jam setengah kita di pantai jayanti ini karena tujuan utama ke rancabuaya maka perjalanan pun dilanjutan dengan menyulusuri pantai kita menuju rancabuaya , jalan yang lurus dengan disisi kanan jalan adalah pantai di sepanjang jalan menemani kita dengan jarak tempuh dari pantai jayanti ke rancabuaya selama 30 menit dan kita juga harus melintasi kabupaten cianjur karena rancabuaya masuk ke Kabupaten Garut
       

       

       

       
      Sampai juga di rancabuaya

       

       

       

       
      tidak terasa waktu sudah menunjukan sore hari.... supaya tidak kemalaman di jalan maka dengan berat hari kita pun harus berangkat pulang kali ini untuk pulang kita tidak mengambil jalan yang sama tapi jalan ke arah cisewu jam 4 kita sudah packing sudah siap2 sudah pulang.
       
      Perjalanan pulang

       

       
      Perbatasan Kab Garut - Kab Bandung "pangalengan"

       
      Kabut bray

       
      dan akhirnya setelah kurang lebih 9 jam berkendara (tidak termasuk berhenti dan main di lokasi) ane pun sampai kembali ke rumah pada jam 8 malam pengalaman yang tidak terlupakan karena dengan motor ane yang kapasitas tangki cuman 2 liter dan harus beberapa kali isi bensin tapi liburan di awal tahun 2015 sangat puas.
       
      kapan2 kalau ada yang mau one day trip lagi ane siap nemenin