Sign in to follow this  
Titi Setianingsih

MENSIASATI WISATA KILAT 2D1N DI BELITUNG

25 posts in this topic

Met malem gaeessss,,,,

 

Awalnya dikarenakan ada tiket promo Garuda pada bulan Pebruari 2015, kemudian ketika saya klik muncul harga tiket Jakarta - Tanjung Pandan Belitong tidak sampai IDR 400.000, tanpa pikir panjang saya beli 4 lembar tiket untuk tanggal 27-28 Juni 2015. Saya sengaja tidak memberi tahu suami dan anak2 tentang rencana mau pergi ke Belitong karena kepingin bikin surprise di ultah suami tgl 16 Juni. Namun ketika hari sudah semakin dekat, gak sabar hati untuk menyimpan rahasia ini, akhirnya saya kasih tahu juga bahwa hadiah ultah suami adalah jalan2 ke Belitong satu keluarga. Namun ketika dilihat tanggalnya di kalender, ternyata sudah bulan puasa ? Dan suami memutuskan untuk tidak pergi, akhirnya hanya kami bertiga yang pergi ke Belitong. :melambai

Inilah persoalannya, jalan2 bertepatan dengan bulan puasa dan hanya 2 hari. Otak saya berpikir keras, bagaimana caranya untuk menyiasati waktu yang hanya singkat ini ? Beberapa teman yang sudah pernah ke Belitong saya tanya tentang itineary 2 hari disana pada bingung, karena selama ini kalau jalan2 di Belitong minimal 3D2N, karena salah satu tempat wisata ada Kab Belitong Timur yang cukup jauh dan bisa menghabiskan waktu satu hari. Begitu juga ketika saya tanya ke travel2 yang sering buka open trip, ternyata di bulan puasa tidak buka open trip, kalaupun ada yang memaksa untuk order akan dibukakan privat Tour yang harganya tentu lebih mahal dari open trip. :terpesona

Akhirnya saya pilih pergi sendiri ke Belitong, tanpa melalui travel, bismillah. Hotel saya pesan melalui Agoda, dan saya pilih hotel BW Suitte yang sebelumnya bernama Aston, per malam IDR 700.000. Ketika sudah mendekati hari H keberangkatan saya dikasih tahu teman kuliah, kalau adik kelas ada yang di Belitong, akhirnya saya hubungi teman tsb tentang rencana berlibur ke Belitong dan alhamdullilah adik kelas bersedia menjemput di bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan. 

Begitu hari H telah tiba, kami bertiga menuju bandara Soetta Cengkareng Jakarta, pesawat terbang tepat pukul 6.50 WIB dan sampai di bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan Belitong kurang lebih pukul 7.30 WIB. :cintaindoTernyata Belitong sangat dekat dari Jakarta jika ditempuh melalui udara.

.facebook_1436402640285.jpg

Sesudah ambil bagasi, kami segera menuju pintu keluar, disitu sudah terlihat teman saya menunggu di dekat jendela. Kamipun bergegas ke mobil, dan siap berpetualang. Setelah kami ceritakan bahwa kami di Belitong hanya 2 hari, teman saya pun berpikir lama,,,,,dan menyusun rencana perjalanan seperti ini :

Hari pertama, 27 Juni 2015

1. Replika SD Muhammadiyah Gantong

SD Muhammadiyah Gantong merupakan salah satu lokasi pengambilan shooting film Laskar Pelangi, dan awalnya memang dibuat khusus untuk pembuatan film Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Biasa disebut juga SD Laskar Pelangi. Memang belum ke Belitong rasanya kalau tidak ke sini, Bagaimanapun Belitong menjadi terkenal adalah karena boomingnya film Laskar Pelangi tahun 2008 itu.  Kami berkeliling di sekitar bangunan kayu yang sudah rapuh ini, masuk ke dalam kelas dan meresapi situasi didalamnya, berpikir dan membayangkan kehidupan tokoh2 Laskar Pelangi yang masih terbelenggu keterbelakangan namun semangat untuk belajar dan memintarkan diri tiada henti. Dan hasilnya juga mengguncangkan dunia, selain Andrea Hirata juga ada lagi tokoh yang tidak asing bagi kita yakni Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok dan Yusril Ihza Mahendra. :salut

Situasi nampak gersang, mungkin karena masih jarang turun hujan, sejauh mata memandang hanya pasir, bangunan SD ini menjadi satu2nya bangunan yang ada di lokasi ini, disebelah kanan bangunan nampak bekas galian tambang timah yang sekarang jadi nampak seperti danau. Pengunjung nampak sepi, jadi menambah hikmatnya petualangan kali ini.

11351142_10203958263871228_4710314017510031125_n.jpg

 

 

IMG_0707.JPG

2. Museum Kata Andrea Hirata

Lokasi museum kata masih di Gantong, di Jl Laskar Pelangi no 7. Awalnya sedikit heran, apa yang mau dilihat dirumah kayu yang kecil dan terkesan berantakan ini ? Tapi begitu masuk ke beranda rumah, nuansa film Laskar Pelangi langsung terasa. Berbagai kata2 motivasi dan gambar2 tokoh Laskar Pelangi muncul di-mana2. Begitu masuk ke ruang tengah terdapat ruang baca dengan berbagai buku bacaan yang masih ada di meja.

IMG_0718.JPG

Ruang2 kamar diberi nama Sang Tokoh Laskar Pelangi, ada ruang Ikal, Lintang juga Mahar. Mereka semua bersahabat di waktu kecil, namun nasib orang tidak bisa diduga, ada yang senang dan ada yang susah, namun persahabatan mereka tidak berubah, tetap baik hingga tua.

IMG_0722.JPG

IMG_0711.JPG

IMG_0713.JPG

3. Pantai Serdang

Pantai ini masih di daerah Manggar Belitung Timur. Pantainya masih perawan, pasirnya putih, biru airnya dan biru pula langitnya, sedikit tampak awan yang menggumpal yang merupakan ciri khas langit Belitong di musim panas. Perahu nelayan yang tengah ditambatkan di pinggir pantai menambah eksotiknya pemandangan disini. Jika bermalam di Manggar, di pagi harinya bisa menikmati sunrise, karena pantai ini menghadap ke timur. Pohon2 pinus tumbuh sepanjang pantai, batangnya yang menjulang tinggi membuat kami sangat menikmati keindahannya, bersandar di pohon bekas pinus menanti si buah hati yang tengah ber-kejar2an di atas pasir putih, dan sesekali memungut kerang yang beraneka rupa. :foto2

 

IMG_0724.JPG

IMG_0749.JPG

IMG_0763.JPG

4. Masjid Baitul Rahman.

Masjid yang cukup besar dan menjadi kebanggaan masyarakat muslim Manggar. Masjid ini biasanya dijadikan sebagai tempat melepasnya calon jamaah haji di Belitung Timur. Melaksanakan shalat dzuhur di masjid ini nyaman sekali, interiornya serba kuning emas, gorden hingga cat dindingnyapun berwarna kuning.

11659251_10203958839725624_5423861824374743696_n.jpg

5. RM Fega

Rumah makan yang cukup besar dan sering menjadi persinggahan wisatawan2 baik asing dan domestik. Suasana rumah makan ini sangat asri karena banyak ditanami tanaman hias yang berbunga cantik seperti Kamboja Jepang, bunga Sepatu, bunga Kana dengan bunganya yang berwarna warni, juga ada danau yang merupakan bekas tambang timah yang sudah ditinggalkan. Oh yaa di Belitong sudah ada larangan penggalian timah karena dikhawatirkan pulau Belitong bisa tenggelam jika perut buminya di gali terus menerus. 

18714_10203958842005681_5106021288448090511_n.jpg

IMG_0835.JPG

IMG_0821.JPG

6. Ketika sudah hampir keluar kota Manggar, kami melihat ada tugu bergambar teko tempat air sekaligus gelasnya. Rupanya Belitong juga dikenal dengan Kota 1001 macam kopi. Jadi ingat pesan  teman saya, kalau ke Belitong jangan lupa singgah minum kopi, karena kopinya sangat enak dan khas. Namun apa daya, karena kami puasa, dan di siang hari pun kedai kopi tutup, jadi tidak bisa mencicipi kopi dahsyat itu. :terharu

11377123_10203958845445767_2963616741094500564_n.jpg

7. Bukit Berahu

Sebuah bukit yang dibawahnya terdapat pantai yang sangat indah, air lautnya hijau, dan untuk menuju ke pantai kita harus menuruni anak tangga sejumlah 90an. Karena bulan puasa, kami tidak menuruni anak tangga itu, kami cukup memandang dari atas bukit keindahan pantai beserta pasir putihnya, perahu2 nelayan yang sedang berlayar, dan pohon kelapa menjulang tinggi melambai lambai dahannya tertiup angin.

10412017_10203958839605621_8683148627922189588_n.jpg

IMG_0843.JPG

8. Pantai Klayar

Ddari sinilah perahu2 tertambat, perahu2 yang digunakan untuk melakukan Hoping Island atau wisata pulau. Namun kami sampai sini sudah sore sehingga tidak memungkinkan untuk menyeberang. Kami ke sini hanya akan ketemu pemilik perahu untuk membuat janji, bahwa besok pagi2 sekali atau sekitar jam 07.00 kami akan melakukan wisata pulau. Jadi kami harus janjian dulu dengan tukang perahunya, karena untuk hari2 normal, biasanya perahu mulai beroperasi jam 10 pagi dan pulang kembali sore hari.:hiking

11220136_10203958837165560_4377710586094470880_n.jpg

9. Pantai Tanjung Tinggi

Pantainya merupakan salah satu lokasi shooting Laskar Pelangi juga, dengan ciri khas batu besar dan apik tersusun rapih di sepanjang pantai. Disini juga disediakan mainan air berupa perahu karet untuk berdayung dengan sewa IDR 70.000 sepuasnya. Juga ada sepeda air dengan sewa IDR 100.000 per satu jam. Anak saya pilih main perahu karet supaya berdua bisa berada dalam satu perahu,sedangkan saya hanya menonton saja dari kejauhan. 

11027985_10203959597904578_5664035186931618302_n.jpg

 

IMG_0940.JPG

IMG_0935.JPG

10. RM Berage

Saking asyiknya berwisata air, hingga melupakan waktu bahwa sebentar lagi berbuka puasa. Tapi sebenarnya kami menunggu sunset, yang ternyata tidak bisa menikmatinya dikarenakan awan hitam sangat tebal menggantung di langit barat sana. Beruntung karena tidak turun hujan, sehingga masih terkejar menuju RM. Berage untuk santap buka puasa. Menunya tentu lebih banyak sea Food segar dengan ikan khas Belitong. :makan

 

11. Alhamdullilah puasa hari pertama di negeri Laskar Pelangi berjalan lancar, sebelum menuju hotel BW Suitte, kami sempatkan singgah ke Taman Hiburan Rakyat di pinggir pantai. Kedai makanan banyak terdapat disini, ada pula kios yang jual Batu Satam atau Batu Meteor khas Belitong. Walau perut masih kenyang, kami sempatkan masuk ke salah satu kedai untuk minum kopi. 

Ketika badan capai, yang terbayang adalah kepingin meluruskan punggung, dan menggantung kaki, kamipun buru2 menuju hotel, untuk istirahat dan esok pagi siap2 melakukan santap sahur di hotel. Tapi sebelum tidur jangan lupakan shalat yaaaaaa,,,,,

11694164_10203962712782448_6627012812291180640_n.jpg

Hari Kedua, tanggal 28 Juni 2015

Jam 3.30 kami bangun untuk makan sahur, sesudahnya kami tidak tidur lagi untuk menanti waktu shalat subuh, dan masih ada pekerjaan lagi yaitu sekalian packing2 pakaian karena pagi nya akan langsung Check out dari hotel, untuk kemudian kembali menuju Pantai Klayar dan siap menyeberang.

12. Hoping Island inilah puncak wisata kami, setibanya di pantai Klayar kami segera melakukan persiapan berlayar, menggunakan jaket pelampung untuk safety. Sewa perahu IDR 600.000 atau bisa lebih jika ukuran perahunya besar. Pagi ini alhamdullilah luar biasa cerah, kami siap menyeberang menuju pulau2 yang ada di sekitar pantai ini, ada pulau Kepala Burung karena bentuk batu2 nya menyerupai kepala burung, Pantai Batu Berlayar karena susunan batu2 nya seperti perahu layar, Pantai Pasir karena jika air laut surut di tengah2 laut itu akan terbentuk pulau pasir yang terbentang memanjang, perahu ditambatkan untuk kemudian bermain pasir dan berburu bintang laut yang biasanya sering di dapat disini. Kami menemukan 2 ekor bintang laut yang ukurannya cukup besar,,,,Subhanallah bagusnya,,,,,:nyelam

11329878_10203958835805526_7103946574257536090_n.jpg

Keuntungan jika berlayar pagi2, air laut tidak terlalu tinggi dan ombaknya hampir tidak ada sehingga kami bisa melanjutkan perjalanan ke Pulau Langkuas. Pulau ini merupakan ikon P Belitong juga karena kalau belum ke sini dianggap belum ke Belitong. Di pulau ini terdapat mercusuar yang sudah sangat tua karena merupakan peninggalan Belanda, juga ada penangkaran penyu di area mercusuar. Sayangnya kami tidak bisa naik ke mercusuar karena sedang dilakukan pengecatan, namun kami sudah cukup puas hanya foto2 di batu2 sekitar pulau Langkuas,,,,,,ruar biasaaaaaa indahnya,,,,

 

IMG_1011.JPG

IMG_0968.JPG

Berakhir sudah wisata kami di pulau ini, kami balik berlayar menuju Pantai Klayar,,,,,luasnya lautan yang kami lalui sungguh2 membuat kami sangat kecil di hadapan Allah SWT,,,Sang Pemilik Kerajaan yang Maha Indah ini,,,,,saya mah apaan tuuuuuhhhhh,,,,,bagaikan seonggok debu yang tak berguna,,,,

11058205_10203962599779623_6106931441628301437_n.jpg

12. Bermain air pasti basah, kamipun ganti pakaian untuk kemudian berangkat menuju bandara Tanjung Pandan. Sebelumnya kami mampir ke galeri souvenir khas Belitong juga ke pusat batu Satam di kediaman pengrajin batu yang sudah sangat terkenal yaitu Pak Firman Satam. Konon, Pak Firman Satam ini sudah menjadi pengrajin 26 tahun yang lalu, sebelum batu booming dia sudah bermain batu. Sangat dipercaya ceritanya, karena ternyata batu Satam ini adalah yang sering dibuat sebagai kepala Tongkat Komando para Perwira TNI. Dan saya baru tahu itu,,,,,harganya luar biasa mahal, mulai dari IDR 400.000 hingga 4.000.000 an sebutir. Saya sempat berfoto dengan Pak Firman Satam dengan memakai kalung batu berupa tasbih raksasa seharga IDR  2 Milyar. Subhanallah....siapa yang mau beli ya kalau harganya mahal begini ? Tapi ternyata Sultan Bolkiah dari Brunai pun sempat borong Batu Satam ini, dan pembayarannya dengan sebuah mobil Fortuner,,,,luar biasa Pak Firman Satam.

11693939_10203962601659670_4708784709781592134_n.jpg

11403009_10203965437250558_8073741033556534899_n.jpg

IMG_1022.JPG

Akhirnya,,,,,,,dengan rasa yang masih 1/2 puas, kami harus meninggalkan Belitong yang amazing ini, karena penerbangan kami jam 14.30. 

So, kalau kalian kepingin ke Belitong dengan waktu yang sangat singkat misal hanya akan menggunakan waktu weekend saja, tak usah khawatir,  gunakan siasat saya tadi : 

1. pergunakan waktu seefisien mungkin, jangan terlalu terlena dengan kecantikan pantai2nya disana, karena nanti waktu kalian akan habis, sementara masih banyak destinasi lain yang harus dikunjungi. 

2. Gunakan sewa mobil / sepeda motor supaya perjalanan lebih enak dan cepat. Ini saya ada nomor handphone rental mobil : 081331949505 atau dengan Pak Deni di nomor 081949277988. Atau di nomor 087882968778 dengan Ko Asang. Saya belum sempat cari info rental mobil /sepeda motor, karena saya diantar teman dari mulai penjemputan di bandara hingga kepulangannya. Namun untuk gambaran sewa mobil kemungkinan sama dengan daerah lain sekitar IDR 500.000 plus sopir sedang BBM kita yang isi sendiri.

3. Sedangkan untuk penginapan sebenarnya sangat banyak hostel yang murah2 sekitar IDR 200.000 per malam. Namun tergantung selera masing2, silakan dipilih sendiri tempat penginapannya.

 

Okeeeyyyyyy,,,,,selamat jalan2 ke Pulau Laskar Pelangiiiiiiii,,,,,!! 

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Titi Setianingsih

wah ke belitung pas bulan puasa ya tapi tetap bisa maen air juga hehe seru tuh

btw upload poto nya gampang kok tinggal drag poto nya ke Tulisa "Drag  Files here to attach"

setelah poto ny ake Upload ada tanda "+" di poto nya di klik biar bisa di atur posisi nya di postingan :D

poto1.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Titi Setianingsih

wah ke belitung pas bulan puasa ya tapi tetap bisa maen air juga hehe seru tuh

btw upload poto nya gampang kok tinggal drag poto nya ke Tulisa "Drag  Files here to attach"

setelah poto ny ake Upload ada tanda "+" di poto nya di klik biar bisa di atur posisi nya di postingan :D

poto1.jpg

Upload foto sizenya sekarang dibatasi ya Mod? Foto saya kadang kapasitasnya besar jadi 3 kali upload foto udah langsung max 7.32 MB. Mensiasatinya saya ambil foto dari URL di fb atau blog.

Share this post


Link to post
Share on other sites

 

heee.... bener.. bagus mba @Titi Setianingsih pantainya, :foto2

pasirnya juga bersih. walopun singkat tp seru yaa :salut

@Titi Setianingsih

wah ke belitung pas bulan puasa ya tapi tetap bisa maen air juga hehe seru tuh

btw upload poto nya gampang kok tinggal drag poto nya ke Tulisa "Drag  Files here to attach"

setelah poto ny ake Upload ada tanda "+" di poto nya di klik biar bisa di atur posisi nya di postingan :D

poto1.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Titi Setianingsih
      Saya tidak bisa berenang, dan paling takut jika melakukan wisata air. Baik itu berupa naik perahu keliling pinggiran laut, diatas danau ataupun sungai, rasanya ngeri membayangkan jika perahunya mengalami kecelakaan, maka saya yang tidak bisa berenang akan klelep dan,,,,,,,,tidak berani membayangkan kejadian pahit itu.
       
      Namun tidak diduga sama sekali, mengapa tiba2 saya berani melakukan rafting ? Yang pertama karena selalu disemangati oleh sahabat saya yang sama2 punya hobby travelling. Kedua, kebetulan mendapat guide yang bisa meyakinkan saya untuk bisa melakukan rafting, bahkan dengan bahasa sederhananya “Ibu nanti di perahu diam saja, pegangan, dan menurut apa kata pemandu, In Sya Allah bisaâ€. Dan ternyata, pemadunya juga mudah dalam menyampaikan petunjuk rafting, hanya dengan 3 macam aba2 yang mudah diingat dan dilaksanakan. Bismillah,,,,,saya siap ber-rafting,,,!!!
       
      Dan,,,,,Songa rafting menjadi pilhan kami, karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal sahabat saya. Okeeyyy,,,,sesudah memakai peralatan berrafting berupa helm, baju pelampung dan dayung, kami naik ke mobil pick up untuk menuju Sungai Pekalen, kami mengambil tracking untuk pemula. Kurang lebih 30 menit kami sampai ke lokasi, debu jalanan menuju sungai Pekalen beterbangan seiring dengan hembusan angin yang kencang, karena saat itu musim kemarau. Air sungaipun tidak terlalu deras, maklum kami pemula, jadi belum berani mengambil kelas advance dimana di kelas tersebut banyak sekali jeram2nya bahkan ada air terjun yang siap diarungi.
       
      Kami satu perahu ber 6 termasuk pemandunya, hanya berdua yang tidak bisa berenang, yaaaaa harus dicoba karena itu sudah menjadi chalenge kami. Sebentar2 kami berteriak histeris jika mendapati jeram yang cukup deras. Masing2 jeram ada namanya tergantung deras / tidaknya air sungai dan macam bebatuan yang ada di sungai itu. Jika kami temui air sungai yang tenang dan tidak berbatu, peserta dipersilahkan turun untuk bermain-main air sungai dan berenang disitu. Sesudah puas berbasah2an perjalanan dilanjutkan lagi hingga sampai ke tempat persinggahan. Di sini para pserta dipersilahkan turun dari perahu, dan istirahat di rumah bambu untuk menikmati ubi rebus dan air kepala muda. Nikmatnya luar biasa.......sesudah itu melanjutkan perjalanan yang masih separohnya.
       
      Petualangan terakhir mengambil tracking yang agak berat, sungainya banyak bebatuan dan jeramnya lumayan kencang, agak panik ketika itu, karena kulihat pemandu agak kesulitan mengendalikan jalannya perahu. Oh ya, kami diiringi oleh satu perahu lagi yang memuat tim penolong /rescue team kurang lebih ada  4 (empat) orang.
      Dan, kami menjadi paham mengapa dalam rafting ini diperlukan adanya rescue team, karena kita tidak menyangka bakal terjadi kendala dalam tracking ini. Seperti ketika kami melewati jeram terakhir itu, batu besar menghadang perahu kami, dan perahu tersangkut di bebatuan, kami pada berjatuhan ke sungai, masing-masing menyelamatkan diri. Tentu saja, saya yang tidak bisa berenang paling lama dalam berjuang menyelamatkan diri. Dan karena tubuh saya yang terlampau besar, maka pemandu agak kesulitan mengangkat tubuh saya, begitupun saya tidak bisa berusaha mengangkat tubuh saya sendiri ke atas perahu,,,,,,,,,
       
      Di tengah perjuangan saya ini, terlihat teman2 saya yang sudah berhasil naik ke perahu tidak menyia-nyiakan waktu untuk berselfie ria, berpose heboh seperti layaknya tidak terjadi musibah kecil barusan,,,,,inilah salah satu kegembiraan berrafting hahahaha (kata mereka).
      Daaaan,,,dengan susah payah akhirnya saya bisa naik perahu, alhamdulillah...dan teman2 sayapun bersorak gembira melihat saya sudah bisa didalam perahu bersama mereka kembali,,,,,foto2 selfie pun dilanjutkan kembali,,,,,,amaziiing,,,terima kasih teman2ku, terima kasih pemanduku,,,berkat kalian saya bisa menikmati rekreasi yang menantang ini,,,,,,,,SUBHANALLAH,,,!!!!
       
      So, jangan takut wahai para pemula perafting, walau tidak bisa berenang buktinya saya bisa menikmati nya. Ayoooo jangan tunda lagi,,,cobalah, tidak terlalu mahal kok bayarnya, ketika itu Agustus 2014 tarifnya masih Rp. 210.000 untuk pemula.  Fasilitas yang didapat berupa minuman selamat datang (welcome drink), peralatan standar (helm, dayung, pelampung, perahu karet), air mineral bekal pengarungan, transportasi lokal (shuttle service), guide, rescue team, snack dan kelapa muda, makan siang, asuransi, rafting trip 10 km
       
      Dari manapun keberangkatan kalian, tujulah Surabaya terlebih dahulu, dari Surabaya bisa menggunakan bus jurusan Probolinggo, tiket bus tidak mencapai  Rp. 50.000,-
      Selamat mencoba berrafting yaaaaa,,,,,!!! Salam Jalan2,,,,,,

    • By hildaveronica
      hallo semua, salam kenaaaaal. masih nyubi disini tp mau share cerita tentang trip ke Lampung kmaren. muehhehee
       
      Hari Minggu kmaren baru banget pulang dari Lampung. Tujuan utamanya sih sebenernya liat sunrise di atas Gunung Anak Krakatau tp iten lainnya nemu pantaaaaaaaaaaaiiiiii.
      Berangkat dr Bandung jam 3 sore nyampe Merak jam 11 malem dan langsung naik kapal Ferry sekitar 3jam-an lamanya.Rasanya rontok badan bangeet! Tp perjuangan belum selesai masih harus naik angkot lg menuju Dermaga Canti sekitar 1 jam dengan posisi duduk yg disenderin bule besar . begitu sampai Dermaga Canti hilang sudah penderitaan 14 jam perjalanan panjang tersebut. Disini deh bangganya punya Indonesia #iyainajaa   dari Dermaga Canti langsung naik kapal menuju pulau Sebuku Kecil.    sesi pertama dimulai. Gk banyak penghuni laut yg bisa diliat disini tp viewnya ituloooh emmm bangeet. Abis dr situ berangkat menuju penginapan 2jam naik kapal ke Pulau Sebesi, beres" terus berangkat lagi   sesi 2 ke Cemara Satu. Karena sore hari disini ombaknya mulai besar saya punya cerita memalukan disini, pas nyemplung sih aman" aja tiduran diatas air dan gk sadar kalo udah jauh dr kapal. mau balik gk bisa, tenaganya gk cukup buat lawan ombak hahhaa dan minta tolong sama mas" gatau siapa buat di tarik ke kapal ahhhhahhaa abis dari situ menuju Pulau Umang-Umang buat ngejar sunset. pulaunya kreeeeeen bangeeeeeeeeeeeeeet!!! pasir putih dan ahh pokonya bagus bangeet pokonya. dr situ pulang ke penginapan 2jam kapal"an again.*hari esoknya*  Iten selanjutnya mari ke Gunung Anak Krakatau demi sang sunrise, subuh" jam 3 udah naik kapal aja, sampe dan trekingnya sih gk sepanjang si kunir di Dieng, tp disini pasir semua jd agak susah naiknya dan begitu sampai puncak, Tuhaaan bagus bangeet hahhaa foto" dan turun lalu   sesi 3 menuju Lagoon Cabe.nah disini nih penghuni laut numpuk. banyaak banget dan ombaknya gk terlalu besar soalnya masih siang muehehhe. selesai snorkling sesi 3 kaki kena cium karang tercinta huhu. kaki kaya abis kdrt abis itu menuju penginapan *2jam lg* packing dan pulaaaang kembali menikmati perjalanan super panjaaaang menuju Bandung. *foto narsisnya nyelip bolehlahyaa* muehhe
       

    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018 : Santorini Day 1
      Hari 7, 11 Mei 2018
      Hari kedua yaitu hari terakhir di Santorini kami mengambil paket Day Tour yang telah disediakan oleh penginapan. Dengan harga 35 euro/pax, kami berkeliling dari barat ke timur, dari selatan ke utara.
      Sebelum mengikuti Day Tour yang dimulai pukul 10.30 kami pergi dulu ke Oia menggunakan Local Bus. Memang, sunset di Oia juga termasuk dalam paket Day Tour tetapi tentu berbeda antara suasana pagi dengan sore hari.
       
      1. Oia

      Dari Terminal Bus Fira kami menggunakan Local Bus ke Oia. Kemudian dari Main Bus Stop & Parking Lot kami berjalan menuju Oia Castle melewati large church at Nikolaou Nomikou square.

      Dari Halte Bus Utama & Tempat Parkir, berjalan kaki ke selatan 120 meter ke gereja besar di Nikolaou Nomikou square. Pergi ke barat di “jalan utama” sebagai ditunjukkan dalam peta ini. Oia Castle / Fortress memiliki pemandangan yang spektakuler.

      Kemudian kami kembali ke penginapan menggunakan Local Bus ke Terminal Bus Fira.
      2. Profitis Ilias Monastery

      Ini adalah tujuan pertama Day Tour kami yaitu Profitis Ilias Monastery yang merupakan puncak tertinggi di Santorini.

      3. Santo Wines

      Ini adalah tujuan kami yang kedua yaitu Santo Wines. Santo Wines adalah tempat dimana kita bisa mencoba semua Santorini wine, baik red wine maupun white wine. Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Jika kita tidak ingin menikmati wine, kita bisa menikmati pemandangan dan hanya sekedar berfoto-foto disana.

      4. Light House

      Ini adalah tujuan kami yang ketiga yaitu Light House. Light House berada di ujung paling selatan Santorini.

      5. Red Beach

      Ini adalah tujuan kami yang keempat yaitu Red Beach. Dinamakan Red Beach karena memiliki tebing yang berwarna merah yang merupakan hasil dari lava vulkanik.
      Pantai merah ini bisa dibilang salah satu pantai paling terkenal dan indah dari Santorini. Terletak hanya beberapa langkah dari situs kuno Akrotiri. Ukuran pantai yang kecil menciptakan suasana yang ramai dan kami memilih untuk tidak sampai ke pantai dan mengagumi pemandangan unik dari batuan vulkanik merah dan hitam dari tanjung.

      6. Perissa

      Ini adalah tujuan kami yang kelima yaitu Perissa. Perissa adalah pantai dengan pasir hitam yang ada di Santorini. Banyak orang yang berenang, berjemur atau hanya sekedar makan siang di restaurant pingggir pantai sambil menikmati suasana laut.

      7. Firostefani

      Ini adalah tujuan kami yang keenam yaitu Firostefani. Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini. Dan ini adalah kali kedua kami mengunjungi Firostefani.

      8. Oia

      Ini adalah ending dari perjalanan Day Tour kami yaitu menikmati Sunset di Oia. Kali ini kami memulai perjalanan kami dari Bus Stop pertama.

      Tentu berbeda dengan suasana pagi hari, karena lebih banyak orang yang ingin menikmati Sunset di sini. Jika kita membawa pasangan tentu akan terasa lebih romantis, bukan.

       
      Santorini adalah tempat yang indah dengan pemandangan Kaldera dan Laut biru Aegea. Siapapun yang kesana pasti akan dibuatnya takjub dengan segala keindahan pemandangan dan budayanya yang khas. Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi kami.
      Ciao, Santorini!
       
    • By PrinceJuju
      Secuil Surga tersembunyi itu bernama Air Terjun Sumber Pitu

      Berawal dari batalnya Trip ke Air terjun Madakaripura, maka terpilihlah Air terjun Sumber Pitu, Pujon Kidul Kab. Malang sebagai destinasi trip tgl 13 September 2015.
      Air terjun Sumber Pitu yang terletak di Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
      Ajakan pergi beramai-ramai dengan teman-teman kadang sulit di realisasikan karena masing-masing punya kepentingan, sehingga trip kali cukup menghubungi teman ane yg mau berangkat saja. Akhirnya fix 6 orang berangkat termasuk ane. Personel kali ini 5 cewek dan 1 cowok yakni ane sendiri. Hihihihihi….
      Untuk trip touring kali ini kami menggunakan 3 sepeda motor.
      Ditentukan meeting point jam 6.00 pagi di depan Apotek Pleret daerah Pleret, Pasuruan.
      13 September 2015
      Jam 05.45 pagi ane meluncur menuju Meeting point dan ternyata teman-teman ane sudah menunggu disana, dan 2 teman ane yg lain menunggu di Alun-alun kota Batu. Its Ok lah…
      Jam 06.00 kami berempat meluncur menuju alun-alun kota Batu menemui 2 teman ane di sana. Perjalanan pagi ini cukup dingin karena beberapa hari terakhir angin cukup kencang jadi kami tidak terlalu cepat memacu laju motor kami cukup 60-70 km/j. hehehee..
      Berkendara kurleb 45 menit kami tiba di pertigaan karanglo, kami arahkan motor menuju arah Batu. Tidak jauh dari pertigaan kami mampir warung makan untuk mengisi perut dulu. Warung ini cukup murah untuk seporsi rawon dan teh hangat hanya membayar 13rb rupiah saja. Ada bermacam-macam lauk tambahan seperti tempe tepung, dadar jagung dll pokoknya mantappphhh. Ane lupa nama warungnya, lokasi depan pertigaan mau ke kampus 2 ITN, maju dikit kanan jalan persis pojok gang.
      Setelah puas makan dan kenyang, lanjutttttttt go to Alun alun Batu….
      Jam 08.00 tepat ane udah ketemu 2 teman ane yg sudah menunggu sedari tadi, oke maaf temansss membuat kalian menunggu.. hiks.. hiks… hiks…
      Perjalanan kami lanjutkan menuju dusun Tulungrejo, Pujon kidul. Kami arahkan motor melewati Wisata Payung Batu dengan di suguhi pemandangan khas perbukitan dan café-café kecil yg biasa berjualan jagung bakar, kopi dan makanan minuman lainnya.
      Akhirnya ketemu patung sapi, kalau ke kiri menuju Wana Wisata Coban Rondo, kami terus mengikuti jalan besar kira-kira 50 meter ada pertigaan dan pangkalan ojek di kiri jalan kami belok kiri dan mengikuti jalan aspal tersebut kira-kira 3 km setelah tanjakan ada pertigaan kecil dan petunjuk arah Sumber Pitu belok kiri mengikuti jalan cor-coran.
      Dari pertigaan tersebut kurleb 500 meter ketemu loket/pos registrasi tiket masuk yg di kelola komunitas Capung Alas. Dengan membayar 10rb tiap orang, kami lanjutkan perjalanan menuju pos parkir terakhir melewati jalanan makadam dan tanah yg berdebu ** maklum musim kemarau ** perjalanan kurleb 3 km kami lalui dengan susah payah karena seharusnya menggunakan sepeda trail namun kami menggunakan sepeda motor biasa. Mobil pun bisa masuk hingga parkiran atas, dengan catatan bukan musim hujan ya...  Saran dari ane mobil dgn bemper rendah seperti sedan sebaiknya jgn di bawah ke parkiran atas, mobil seperti avanza, xenia its okelah... Bagi rombongan yg menggunakan elf long bisa jg parkir di pos registrasi / loket... Hihihihi…
      ** Sekedar info jika musim penghujan maka batas parkir terakhir adalah loket registrasi dan selanjutnya di tempuh jalan kaki. Karena jalanan licin dan lumpur berbahaya jika di paksakan naik motor / mobil ke parkiran atas. ada jasa ojek trail menuju parkiran atas kog.
      Tiba di parkiran atas, kami tempatkan motor parkir rapi tentu sebelumnya bayar parkir 5rb tiap motor. Perjalanan masih di lanjutkan dengan berjalan kaki yg menurut info 1-2 jam. Wowwww…. Cukup lama juga ya.
      Awal perjalanan melalui trek cukup datar namun setelah 100 meter, trek mulai menanjak miring 30-45 derajat di tambah kondisi jalan tanah yg berdebu, apabila kita melangkah debu mulai berterbangan. Apalagi berpapasan dengan rombongan lain dapat di pastikan debu bertambah parah ditambah orang lain yg kadang menginjak tanah dengan keras entah sengaja atau tidak semakin menambah polusi debu. Hiks.. hikss.. saran ane musti bawa masker jika kesana saat musim kemarau.
      Melewati ladang penduduk sampailah di kondisi jalan agak datar terus melangkah hingga menemukan jalanan turun lumayan ekstrim karena untuk turun tidak bisa jalan seperti biasanya musti pelan dan berpegangan akar pohon agar tidak terpeleset jatuh. Sudah mulai terdengar gemericik suara air terjun, dan setelah turunan tersebut ada air terjun tunggal yg di namai Coban Tunggal. Kami istirahat sejenak di tempat ini sembari bernarsis ria. Hehehehee…
      Setelah energi terkumpul kembali kami ambil arah kiri dari Coban Tunggal menuju tujuan kami yg sebenarnya yakni Sumber Pitu. Akses kali ini benar-benar ektrims karena jalan sempit menanjak di bantu oleh tali tambang agar tidak terjatuh. Di sarankan tidak buru-buru saat melewati medan tanjakan ini, cukup di nikmati pelan-pelan. Kurleb 15 menitan sampai di Air terjun Sumberpitu. Total lama perjalanan dari parkiran atas +- 1,5 jam jalan santai.
      Sungguh indah sekali karya Tuhan semesta alam, ane cuma bisa terdiam tidak mampu berkata-kata menikmati anugrah pemandangan sangat indah ini. Benar-benar amazingggggg…
      Pemandangan indah yg harus kita jaga dan lestarikan salah satu caranya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan.
      Mengapa dinamakan air terjun Sumber pitu karena adanya aliran air sumber dari dinding tebing sejumlah 7, sebenarnya ada 9 namun entah mengapa di namakan Sumber Pitu seharusnya Sumber Songo.. hahahahaa
      Dari Air terjun Sumberpitu masih ada 1 air terjun lagi yakni Sumber Papat. Akses dari sumber pitu ke arah kanan menanjak kurleb 100 meter, medan kali ini tanpa tali dengan kemiringan lebih dari 45 derajat jadi harus sangat berhati-hati karena salah langkah bisa terpeleset dan jatuh ke bawah.
      Dari atas pemandangan air terjun Sumber pitu sangat indah sekali cocok buat narsis / selfie /wefie dll, namun tetap berhati-hati jika berfoto ria yg penting tetap jaga keselamatan.
      Tidak lama dari spot foto-foto tadi ketemu air terjun Sumber Papat / Coban Papat, sama seperti Sumber pitu aliran air berasal dari tebing tinggi namun jumlahnya hanya 4, dan aliran air ini mengarah ke Coban Tunggal yg tadi.
       
      Setelah puas menikmati karya Tuhan yg luar biasa ini kami memutuskan turun dan balik, jalanan turun lebih susah di banding naik, karena harus pelan dan sedikit ngerem agar tidak kebablasan, di tambah jika berpapasan dengan orang lain yg hendak naik ke Sumber pitu harus ada yg mengalah minggir agar tidak terjatuh.
      Selepas dari Coban Tunggal ke arah parkiran jalan sedikit tidak berat karena turunan, namun tetap saja debu mengganggu perjalanan ke parkiran. Hehehhee…
      Perjalanan kembali ke parkiran lebih cepat dari pada berangkatnya tadi. Sampai di parkiran jam 13.30 kami putuskan istirahat di warung sekitar dan mengisi perut yg mulai keroncongan dengan Indomie seleraku.. hihihihi…. Kami diskusi untuk rute selanjutnya, mestinya kami akan menuju Omah Kayu di kawasan Paralayang namun karena fisik dan kaki sudah gempor alias capek kami putuskan menuju alun alun Batu saja. Mungkin di lain waktu kami akan mengunjungi Omah Kayu.
       
      Akhirnya jam 15.30, kami sampai di alun alun kota Batu, setelah berunding sejenak maka di putuskan kami berpisah di sini karena teman ane ada keperluan dan ane juga ada keperluan ke rumah kakak ane di Batu.
      Jam 17.30 ane meluncur balik menuju Pasuruan. Seperti biasa setiap weekend arah Surabaya selalu padat cenderung macet mulai Karanglo – Singosari – Lawang, selepas itu lancar.
      Tepat jam 20.00 ane tiba di Pasuruan dengan selamatttt…
      Oke kawansssss… terima kasih buat touringnya… lanjuttt touring lain waktu yaaaaaa…..
      Ane banyak menemukan pelajaran baru dari trip kali ini, selain berkenalan dengan teman baru asal Tulungagung. Sharing-sharing sedikit pengalaman rupanya mereka bener-bener seorang traveler Sejati dan hanya berdua saja dalam mengunjungi lokasi lokasi wisata di berbagai tempat.
      Memang benar pergi beramai-ramai itu asyik dan seru namun identik dengan ruwet karena ada yg tiba-tiba batal hingga akhirnya batal semua, saling tunggu siapa pesertanya dan lain sebagainya. Namun jika benar ingin mengunjungi suatu tempat entah solo travelling atau berdua saja tetap akan di jalani, dan banyak sekali solo travelling di luar sana yg menginspirasi karena kita di tuntut benar benar mandiri, berinteraksi dengan alam budaya yg berbeda dan masih banyak lagi.
      So.. sederhana sekali, intinya ingin pergi kemana ya pergi saja… karena pengalaman dan pelajaran yg di dapat selama travelling tidak dapat di nilai dengan mata uang.
      Enjoy Yours Travelling
      Rincian pengeluaran :
      Bensin : 20.000,- ( jika berboncengan bisa di bagi berdua )
      Parkir Sumberpitu : 5.000,-
      Tiket Masuk  : 10.000,-
      Makan Pagi : 13.000,-
      Makan mie instan dan jajan di parkiran : 8.000,-
      Makan Malam : 18.000,-
      Total : 74.000,-
      ** total pengeluaran bisa lebih hemat jika bawa bekal makanan atau makan nasi bungkus
      Akses menuju Sumberpitu, Pujon Kidul:
      - Dari Surabaya : Surabaya – Pandaan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
         Kendaraan umum ( ada 2 alternatif ) :
      Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun. Naik bus jurusan Jombang, turun terminal jombang, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Malang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun - Dari Pasuruan : Pasuruan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      - Dari Malang : Malang – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : naik angkutan menuju terminal landungsari ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      Tips berkunjung ke Air terjun Sumber Pitu :
      1. Kondisi Fisik Prima ( wajib )
      2. Bawa Baju Ganti + Celana Pendek atau Celana ¾
      3. Pakai sandal gunung / sandal khusus / sepatu khusus yg tidak licin. ( jangan pake sandal yg licin seperti crocs / sandal jepit)
      4. Bawa Minum Air mineral karena jalan menanjak dan ekstrim
      5. Bawa Masker dan Sunblock. ( jalan berdebu saat musim kemarau )
      6. Bawa Tongsis / tripod agar maksimal untuk hunting foto.
      7. Bawa kembali sampah kita dan jangan buang sampah sembarangan.
      8. Jika naik kendaraan sendiri pastikan kendaraan anda dalam kondisi fit, Mesin, Oli, tekanan Ban, Rantai motor dll.
      9. Bawa duit tunai secukupnya.
       
    • By ko Acong
      Selamat Pagi Indonesia
      Kali ini Sibocah tua nakal akan berbagi informasi untuk siapapun tentang rute Trip Silk Road. Kali ini saya mengajak rekan2 traveller lainnya nya Di berbagai komunitas Backpacker dengan Cara Share Cost murni tanpa ada embel tersembunyi, beneran terang benderang kita saling kerja sama saling berbagi suka maupun susahnya. Alhasil semuanya happy dengan Budget seperempat dari harga tur umum nya, bahkan bisa pulang Via Beijing dengan jarak Urumqi ke Beijing 4000an km. Yup kita mulai rute nya.

      Hari 01
      Kita semua menuju bandara masing masing dan berkumpul di KLIA2. Sorenya kita Terbang menuju Xian dan tiba pukul 00.05, namun di imigrasinya wow 2 jam. Keluar imigrasi biasa ngudud mencari lokasi strategis dan mengincar seseorang supaya mengantar ke Hotel kami. Tertuju lah inceran saya ke satu orang dan mulai nego harga disepakati 150 RMB 1 mobil dengan jarak 40 km menuju kota Kalo nggak salah, kami perorang bayar 45 RMB. Sekalian dalam perjalanan kami nego untuk sewa mobil seharian anter makan piknik pulang ke hotel lagi 1200 RMB pake super Van.
      Hari 02.
      Kami piknik penuh Suka ria (namun tetap ada kekecewaan sedikit namun kami berterima kasih terhadap driver), karena telah dibantu informasi yang tidak kami sadari sampali last time, yang mana bakal merugikan waktu kami yaitu tentang STASIUN KERETA API!! Ya, kami nginap di hostel Xian lupa namanya namun ini tempat sangat ok buat Backpackers, per kepala Kurang lebih 140 RMB untuk 2 malam.
      TOTAL UANG KELUAR Di Xian: 40 RMB + 140 Hostel +120 van +150 Teracota 54 RMB = 504 RMB
      Hari 03.
      Pagi 05.00 kami bergegas ke Stasiun Fast train!! Ya, pastikan nama stasiunnya, by taxi kurang lebih argo 40 RMB /mobil, perkepala 13 RMB, tiket kereta 320 RMB, fast train Xian - Zhangye paling pagi. 7 jam kemudian diatas 2000 km kami telah berpindah propinsi dari Xianyang ke Chanye.
      Setelah tiba di stasiun Fast Zhangye Xi, strategi ngudud diulang sampai ketemu orang yang Sreg dan disepakati harga anter kami ke Danxia Rainbow Mount 80 RMB, lanjut anter makan dan pulang ke hotel, cekin seharga 260 RMB, permobil 3 mobil 720 RMB jadi per kepala 72 RMB dengan di antar 3 driver Cewek tangguh.
      Nego untuk ekplor Pinshan Hu / Phinshan Canyon seharga 1500 RMB 3 mobil, perorang kena 150 RMB. Tiket Masuk Pinshan Hu 328 RMB dan ke Hanging Temple Matisi.
      Total Uang keluar: Tiket Fastrain 320 RMB + Taxi 72 RMB + 80 RMB Tiket masuk + Hotel 196 RMB 2 malam = 356 RMB
      Hari 04.
      Pagi Dijemput untuk menuju Phinshan Canyon. Catatan: Danxia platform bisa pake Bus umum namun perlu waktu ekstra dan kejar waktu, harga tidak jauh dengan sewa taxi bila isi 4 orang. Begitupun bila mau ke Phinsanhu, harus sewa taxi umum, belum ada jarak. Tur kurang lebih 270 KM, 2 tempat dengan Hanging Temple Matisi. Jadi kami sewa taxi perorang kena 150 RMB (pelayanan dan harga sebanding bintang 5). Tempat destinasi yang ditawarkan sesuai gambar “kami buta hurup dan gagu terpaksa tiket masuk pinshan canyon 328 rmb.
      Total uang keluar:  150 RMB +328 Rmb + 30 Rmb = 218 RMB
      Hari 05.
      Disilah kami sebut Mereka pejuang rumah tangga tangguh. Membawa kita ke Destinasi Cresent Lake, mobil per orang Dari Zhangye anter Ke Jiayuguan Pass dan Dunhuang City ditunggu wisata Ke Cresent Lake dan dianter ke Stasiun untuk menuju Turpan.
      Total uang keluar: 200 RMB tiket masuk cresent lake + 120 yuan naik onta 100 yuan + 200 mobil = 420 RMB
       
      Nah saya cukupkan dulu Trip Silk Road sampai dengan propinsi Gansu, perbatasan Gurun Goby ini ya dan nantikan Silk Road edisi selanjutnya
      Jumlah uang keluar: 504 + 218 + 356 +420 = 1598 RMB
      Estimasi untuk makan minum sehari 65 yuan/hari
      Rate terkini 1 RMB Rp. 2160
      Jadi Kalo Menuju Danxia Rainbow Mauntain bisa di perkirakan biayanya bila jalur Silk roadnya middle. Semoga berguna buat teman-teman traveler, dengan rute saya ini ada gambaran spot-spot yang pentingnya.
      Mohon maaf ya saya tidak ngerti cara menulis yang baik namun niat saya hanya Untuk berbagi.































    • By Nanda Hartoph Rio
      Haloo Freak
      Mumpung ada waktu senggang gue mau kasih info buat traveler yang berkunjung di raja ampat bagian utara. karna kemarin kita uda bahas ya tentang raja ampat bagian selatan. nih dia tempat yang bisa lo kunjungi kalo dah di kota waisai tapi ga semua yaaa,Cekidooooot.!
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
      Masih banyak yang pengen gue share tempat tapi waktu senggang dah abis neeh.

    • By ferlyriran
      Yeaah Maret akhirnya dateng juga... Berasa lama banget nunggu ini bulan dateng
       
      Ini bener2 pengalaman pertama solo backpacking saya. Sempet deg2an juga si emak (maklum lah ya anak cewe pergi sendirian, pikiran udah kemana-mana aja si emak ). Penantian 1th buat ke Komodo akhirnya terealisasi, anak kuliahan gak bisa express nabungnya hihi.. Disini saya akan share rincian biaya dan juga akses untuk menuju lokasi.
       
      Dapet tiket 'lumayan' murah dari Jakarta untuk menuju Lombok menggunakan Garuda Indonesia (720k) dan untuk pulangnya Labuan Bajo-Denpasar (700k) nyicipin pesawat baru nya Garuda Indonesia, Denapasar-Jakarta (500k) Air Asia.
      Tepat tanggal 1 Maret saya berangkat menuju Lombok, dan pesawat delay 15 menit euwwh Garuda kok tumben delay -__-" Perjalanan cukup lancar dan berhasil mendarat mulus di Lombok Praya International Airport. LOMBOOOKKK kangen banget sama tempat ini. Saya sengaja berangkat 1 hari sebelum hari berangkat saya pake travel menuju komodo, alasannya mau jalan2 sebentar di Lombok dan juga supaya gak buru2. Pas di pesawat saya dapet kenalan, doi mau meeting di Lombok tapi blm dapet penginapan dan akhirnya saya rekomendasiin hotel tempat saya nginep di Sendok Hotel Lombok, dan dia sreg dengan tempat yang saya rekomendasiin (walaupun blm liat langsung lokasinya). Doi langsung booking kamar via tlp pas nyampe di Bandara sehrga 250k untuk junior room, sedangkan saya dapet harga 200k krn udah booking sebelumnya di tiket.com (waktu itu dapet potongan 100k krn tiket.com lagi ada promo).
       
      Pas lagi nunggu di Bandara tiba2 ada notif email dari Kencana Adventure (travel yg saya pake untuk sailing trip), baca judul nya kok bikin was-was tapi saya tetep berpikir positif, pas buka TARAAAA kejutan datang bro.. mereka ngabarin kalau boat yang akan di pake untuk sailing trip hari senin nanti mesin nya kemasukan air laut sehingga gak bisa digunakan.. WHAT?! udah semerawut aja nih isi kepala, akhirnya saya hubungin langsung adminnya dan dia nawarin untuk refund 100% atau tetep berangkat tapi akan di transfer perjalanan darat. Saya tetep pilih berangkat dan gak mau di cancel, dalam hati bilang "gile gue udah nyampe lombok masa iya gak jadi berangkat". Walaupun ada kendala tapi Kencana Adventure ini cukup recomended sbg pilihan sailing trip, rencana awal kalau kapal nya baik2 aja saya akan singgah di Moyo, Satonda, Gili Laba, Pink Beach, P.Komdo, Rinca, Kelor dan berakhir di Labuan Bajo. Tapi berhubung jadwal jadi buyar akhirnya saya dan rombongan di transfer darat dan di lanjut dengan rute Labuan Bajo - Manta Point - Pink Beach - Pulau Kalong - Pulau Komodo - Rinca - Pulau Kelor - Labuan Bajo. FYI harga sailing trip 4H4M itu 1,750k (deck class).
       
      Review untuk Sendok Hotel : Junior room nya bersih dan lokasi juga tenang, gak mengecewakan lah dan sebanding dengan harga. Deket juga sama senggigi sekitar 10 menitan jalan, makanan di restaurant nya juga enak, staff nya ramah, samping hotel persis ada indomaret dan juga tempat makan.
      Di Lombok saya di temenin muter sama Gan @Dimaz dari forum jalan2.com , thank you gan udah mau anter ke Kuta dan Tanjung Ann, di anterin pula ke tempat nginep daerah senggigi. Thnks berat lah pokok nya
       

       
       

       
       
      Perjalanan darat menuju Labuan Bajo dimulai dari penjemputan saya di Hotel, dan ke 3 orang partner trip saya. Mereka bule semua dan gak ada orang lokal nya hikss sempet bingung juga krn bhs inggris saya gak bagus2 amat
      kita menuju kantor kencana adventure untuk dapet pengarahan perjalanan nya, habis itu kita di anter ke terminal mataram untuk melanjutkan perjalanan. Kita dipesenin Bus Dunia Mas untuk menuju Pelabuhan Sape, untuk tarif bus nya saya lupa nanya krn smua udah di urus sama travel. kita berangkat jam 3 sore dari Mataram dan sampe di pelabuhan pertama (lupa nama nya) untuk menuju ke Sumbawa, lama nyebrang nya kira2 itu 2 jam. Lumayan deh dapet pemandangan bagus selama penyebrangan.
       
       

       
       
      Lanjut perjalanan ke terimal lagi untuk transfer bus kecil. Sempet kesel banget pas transfer bus untuk melanjutkan ke pelabuhan Sape, krn mereka yang ngaku nya 'penjaga tas' di bus minta bayaran, berhubung saya bawa bule jadi si calo itu ngomong ke saya kalau minta fee krn udah taruh bawaan kita di atas bus. WTH! mau marah tapi gimana, akhirnya saya kasih 50rb untuk kami ber 5 ( kami ketemu 1 bule filipina di bis dan akhirnya bareng) awalnya mereka minta 100rb dan ga saya kasih. Yaudahlah pengalaman, next time kalau kesana ga akan kena tipu lagi.. hati2 ya guys kalo mau menuju kesana.
       
      FINALLY sampe juga di Pelabuhan Sape, tapi perjalanan masih panjang broo.. sekitar 7 jam perjalanan supaya bisa sampai Labuan Bajo, kapal fery nya nyaman banget sih untungnya, kami istirahat di ruang ber AC dan baru bisa tidur nyenyak. Gak terasa 7 jam perjalanan udah mau nyampe aja, sepanjang perjalanan pemandangannya LUAR BIASA INDAH BANGET. Ada hikmah nya juga mesin kapal kemasukan air WELCOME TO LABUAN BAJO lah pokoknya
       

       
       
      Kita dapet free peginapan di travel nya, dan baru melanjutkan perjalanan besok paginya jam 9. Nah hari yang ditunggu dateng juga, sblm berangkat kita dibagiin snorkel set dan juga fin untuk snorkeling selama tour, tapi saya sudah bawa perlatan sendiri jadi gak ambil drsana.. Oh iya kami 1 kapal hanya ber 6 loh (ketemu temen 1 lagi di fery dan akhirnya gabung), di bikin private trip sama travel nya untuk nebus kesalahan krn kapal mereka bermasalah, awalnya kami sempat pikir akan digabung dengan peserta lain dr Labuan Bajo, ternyata enggak Tempat pertama yang kami singgahi Manta Point. Pemandangan bawah lautnya AJIB bro, bening nya ga usah di raguin lagi.. Kita juga sudah di sedain makan siang sama ABK nya, masakan nya enak bangettt!! bule2 pada ketagihan buat nambah.


       
       
       

       
       
      Setelah Puas di Manta Point kita langsung menuju Pink Beach, disini kapal berenti agak ditengah dan banyak kapal kecil yg nyamperin untuk nawarin anter ke pinggir pantai tarifnya 20k. Tapi saya coba untuk snorkeling dr tengah ke pinggir pantai, dan pilihan saya tepat krn BEST SPOT FOR SNORKELING, bagus banget bawah lautnya. Lebih banyak ikan dan lebih berwarna juga. Tapi ditempat ini pula ada insiden, handphone yang udah saya kasih case, saya bawa snorkeling sampai ke pinggir laut dan awal nya baik2 aja bisa menghasilkan foto.. Pas mau balik ke kapal, tiba2 case underwater saya malah kemasukan air dan handphone udh gak bisa ketolong haha.. oleh2 dari pink beach handphone RUSAK -__-" bener2 amazing lah solo trip kali ini, LENGKAP
       

       
       
      Yasudahlah lupakan hape rusak, yang penting perjalanan happy~ Selesai di Pink Beach kita langsung ke P.Kalong untuk liat sunset sekaligus bermalam di sini, bermalem nya tetep tidur di kapal.. pengalaman pertama banget nih
      Populasi kalong disini udah gak sebanyak dlu, krn banyak diganggu supaya wisatawan bisa liat populasi mereka, jadinya mereka cari tempat lain untuk dijadiin tempat tinggal. Bermalam disini menyenangkan juga kita habisin waktu dengan ngobrol dan juga main supaya gak boring dan diakhiri dengan pembagian matras tidur.. Untungnya bawa sleeping bag jadinya bisa agak lebih empuk pas tidur hehe..
       

       
      Nah pagi2 banget kita langsung menuju lokasi utama yaitu Pulau Komodo.. nikmatin pagi di pulau tuh emang ajib banget, kerjaan sepanjang perjalanan pegang kamera dan ga mau lewatin satu momen pun hihi.. dan baru inget 1 hal, gak bawa sunblock
       

       
      Jam 7 pagi kita udah nyampe di Pulau Komodo, dan kita menajadi pengunjung pertama yang akan mulai treking.. sebelumnya kita harus bayar untuk masuk ke Taman Nasional Komodo ini, untuk wisatawan sekitar 250an dan lokal 112rb (total sama tiket masuk Rinca).. kita ditemenin sama 2 ranger krn jumlah kita 6, jadi biar ga misah.. Ranger disini bener2 ramah dan ngebantu kita.. itu sih kelebihan dateng pagi, jadi pada masih seger hhe.. kita sepakat untuk ambil yang long track supaya bisa ketemu komodo lebih banyak.. Rombongan kita termasuk yang beruntung karena bisa liat 1 komodo lagi berjemur.. dan beruntung bisa foto bareng doi
       

       
       

       
      rombongan kita~
       

       
      tracking +/- 2 jam membuat kulit jadi menghitam drastis, karena gak pake sunblock juga sih.. yang penting ketemu si komodo dan rombongan kita bene2 beruntung, krn yang lain gak ketemu komodo selain di dapur umum.. umum nya komodo pasti ada di dapur umum.. YES beruntung~~ seneng
      Setelah selesai dari sini kita langsung ke Rinca untuk liat Komodo lagi. Komodo disini lebih liar dan ekstra hati2.. tapi kita pisah jadi 2 team.. bule2 pada pilih longtrack sedangkan saya dan lili (bule filipina) ambil yang medium track.. karena kaki udah ga kuat lagi dan panas nya gak bisa kompromi.. disini kita lumayan banyak nemu komodo nya.. dan yang paling penting view dari atas itu INDAH BANGEEEET..
       

       

       
      Menuju destinasi akhir yaitu P.Kelor.. disini juga spot untuk snorkeling nya bagus.. arus nya gak kenceng dan juga dangkal banget.. saking dangkal nya takut buat nginjek terumbu karang yang ada disana.. pemandangannya sih ga usah di raguin lagi ya, udah pasti bagus
       

       
       
      YAHHHH UDAH MAU SELESAI TRIP? hikss saat nya balik ke labuan bajo nih.. berhubung kita balik nya sore jadi gelombang laut udh mulai tinggi.. jarak dari P.Kelor ke labuan bajo sekitar 1 jam.. dan kapal kita menepi dengan baik di labuan bajo.
      Sebelum berangkat trip saya sudah booking penginapan untuk di Labuan Bajo. Selesai trip saya langsung menuju penginapan dan kebetulan Lili dari filipina mau share room bareng saya krn dia belum dapet penginapan.. oh ya Craig juga ternyata memesan hotel yang sama dengan saya, akhirnya kita jalan bareng menuju ke penginapan. Nama hotelnya Blue Marlin Dive Komodo, rate per malam nya saya dapat 475k  melalui booking.com :) secara keseluruhan disini terlalu mahal untuk fasilitas yang biasa aja, kelebihannya view balkon langsung ke pelabuhan dan juga hanya 10 menit jalan dari pelabuhan. Staff hotel sekitar jam 9 sudah ga ada satupun, yang tersisa cuma satpam.. sehingga menyulitkan kami kalo butuh sesuatu. TV yang disediakan juga gak ada saluran nya deuh - - gimana bisa nonton.. tapi yaudahlah yang penting bisa istirahat.
      Makan malam kami sepakat untuk ketemu kembali ber 6 dan nyobain ikan segar di pasar ikan.. biaya makan disini sekitar 45k untuk menu lengkap dengan sayur dan sambal.. bule2 seneng banget diajak makan disini apalagi pas nyoba sambal yang luar biasa pedes nya, bikin kita ketawa semua krn liat ekspresi masing2 yang lucu karena kepedesan.. ah gak kerasa besok udah pisah sama mereka..
       
      Keesokan harinya, saya menuju bandara jam 12.00 padahal pesawat masih jam 17.00 , gapapa lah sekalian jalan2 cari oleh2.. saya dibantu pihak hotel untuk menuju ke bandara menggunakan ojek, tarif nya 20k dan cuma 15 menitan dari hotel, tapi saya minta berhenti di toko oleh2 nama nya Exotic Komodo, persis di depan bandara.. harga yang di bandrol disini lumayan sih.. terutama untuk kain tenun ikat nya.. kalau untuk kaos2 komodo nya cukup recomended krn harga nya pas dan bahan kaos nya adem.
      Pukul 15.00 baru deh masuk bandara untuk nunggu.. dan Garuda delay lagi sekitar 30 menit.. setelah nyampe di Denpasar saya stay 2 hari sebelum kembali ke jakarta.. dapet tebengan penginapan karena ada temen disana..
       
      SELESAII YEAAH berhasil juga solo trip ke Komodo.. walaupun ga tau ini disebut flashpacker atau apapun.. karena dibuat nyaman aja dengan fasilitas yang dipilih.. Semoga bisa lanjutin perjalanan yang lebih seru..
       
      Inti perjalanan nya bener2 nemu temen baru, beda budaya, beda bahasa, tapi tetep seru dan pengalaman yang ga akan di lupain. Orang sana juga sangat friendly dan lebih welcome sama orang 'lokal'. Banyak banget yang ngebantu selama perjalanan mulai dari berangkat sampai nyampe rumah lagi
       
      Rincian biaya :
      - tiket jkt - lombok 720k
      - airport tax soetta 40k
      - Damri bandara - senggigi 35k (kemarin krn di jemput jadi gak pake damri)
      - penginapan di Sendok Hotel Senggigi 200k
      - Makan malem di hotel 45k
      - Travel ke komodo termasuk biaya jalur darat+laut 1,750k (www.kencanaadventure.com)
      - penginapan di Blue Marlin Dive Komodo 475 : 2 = 237k
      - makan malem di labuan bajo 45k
      - ojek ke bandara komodo 20k
      - airport tax lupa pokoknya gak lebih dari 15k
      - tiket labuan bajo - denpasar 700k
      - tiket denpasar - jakarta 500k
      - airport tax bandara denpasar 75k
      - fee liar di terminal 10k
      - fee lain2 untuk ABK dan ranger di rinca sekitar 140k (pribadi)
      - tiket masuk rinca + komodo 112k
       
      TOTAL semua 4,699k
       
      Happy traveling, mungkin biaya ini bisa lebih hemat lagi :)