nafariza

Gula Hitam dari Okinawa: Manis atau Pahit?

6 posts in this topic

Walaupun hitam, gula ini terkenal kemanisannya yang unik, manis tapi tidak terlalu manis, seperti yang bisa dirasakan di Dark Chocolate. Di Indonesia, mungkin kita hanya kenal 2 gula, gula putih dan gula merah. Lain Indonesia, lain lagi di Jepang. Ternyata, di sana ada gula hitam, alias black sugar (dalam bahasa Inggris), alias kuro sato (dalam bahasa Jepang).

IMGP4662%20Black%20sugar.JPG

Sumber Gambar

Gula hitam terkenal di Jepang itu berasal dari Okinawa, pengolahannya masih tradisional dan unik. Gula hitam mengandung banyak mineral kalium, zat besi, kalsium, potassium, magnesium, serta mineral lainnya, sehingga sering kali dikonsumsi oleh wanita2 di Jepang ketika lagi menstruasi. Kalau nenek2 di Indonesia sukanya mengunyah sirih, maka nenek2 di Jepang suka sekali mengunyah gula hitam ini. :D

Gula hitam juga terkenal di Taiwan dan China, dan banyak digunakan sebagai pemanis dari teh jahe (ginger tea). Di Jepang sendiri, gula hitam ini terkenal sebagai bahan dasar masakan Asia. Tapi tidak jarang, dimakan juga saat minum kopi atau bahkan Kit Kat. Ada KitKat rasa Gula Hitam loh. :)

5170039837_73336f1e42_m.jpg

Sumber Gambar

Tertarik mencoba? :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah kayak apa rasanya ya Bro, sama ngak kayak gula merah buatan Indonesia?, karena kalo di liat dari tekstur dan warnanya hampir sama kayak gula merah buatan Indonesia ya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah kayak apa rasanya ya Bro, sama ngak kayak gula merah buatan Indonesia?, karena kalo di liat dari tekstur dan warnanya hampir sama kayak gula merah buatan Indonesia ya :D

bentuknya mirip gula jawa ya :D

beda mas, gula jawa ato gula merah itu brown sugar. warna nya rada coklat2 karamel gitu. kalo kuro sato itu black sugar. kalo diperhatiin baik2, warna lebih gelap dari brown sugar kok.

rasanya gak semanis brown sugar juga. manis manis pahit kayak makan dark chocolate gitu deh, unik rasa manisnya. :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

bentuknya mirip gula jawa ya :D

 

bener lho, teksturnya seperti gula jawa, hmmmm....rasanya seperti "dark chocolate" wah boleh juga nih, kita jadi ngga bosen bila mengkonsumsinya karena ada sensasi pahit dalam rasa manisnya.

Indonesia punya ngga ya? apakah dark sugar juga dapat dicari di Indonesia, boleh donk. B)

Share this post


Link to post
Share on other sites

wow wow, kayanya sih menarik..jadi tertarik buat mencoba gula hitam ini nih..kalo di indonesia kok belom pernah lihat ya saya..tidak ada dijual disini atau memang jarang ada yang jual ya? kalo untuk gula merah dan gula putih sendiri saya sih lebih prefer gula merah karena lebih terasa di lidah..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By [email protected]
      Di bulan Juli 2015, waktu libur Lebaran, akhirnya rencana saya dan istri untuk berlibur ke Jepang dapat terlaksana. Di bawah ini, untuk pertama kalinya saya akan mencoba menceritakan liburan kami, semoga dapat bermanfaat… 
      Hari ke-1:
      Kami mendarat di Bandara Narita pukul 8 pagi, setelah selesai dengan urusan imigrasi dan koper-koper, saya langsung mencari kantor pos di airport untuk mengambil modem wifi sewaan yang sudah saya pesan online supaya kami dapat bisa tetap online selama di Jepang untuk menggunakan google map, mencari informasi dan tentu saja supaya tetap bisa eksis juga di Socmed selama kami berlibur di Jepang… 
      Setelah beres dengan urusan setting dan aktivasi modem wifi, kami membeli ticket Airport Limo Bus untuk jadwal berikutnya yaitu jam 11.00. Kami memutuskan untuk naik Limo Bus karena bawaan kami yang cukup banyak dan dengan Limo Bus kami diantar sampai di depan lobby hotel kami. Sekitar jam 12 kami tiba di Sunroute Ariake Hotel yang berada di daerah Odaiba dan karena waktu check ini di hotel kami jam 15.00 seperti kebanyakan hotel di Jepang, kami memutuskan untuk membeli makanan untuk lunch dulu di Lawson Mini Market yang berada di hotel kami. Di Lawson terdapat banyak pilihan makanan mulai dari roti, Sushi, Pasta dan berbagai macam Bento Set yang harganya sekitar 300 - 500 Yen.
      Setelah dapat check in ke kamar kami dan mandi untuk menyegarkan diri kami memutuskan untuk berjalan-jalan ke Diver City Plaza yang lokasinya hanya sekitar 20 menit dari hotel kami, 5 menit kereta + 15 menit jalan kaki. Diver City Plaza adalah sebuah mall yang terkenal dengan Patung Gundam berukuran raksasa yang tingginya hampir sama dengan mall 6 lantai tersebut. Di mall tersebut terdapat juga Gundam Cafe yang bertemakan Gundam dan menjual mainan dan merchandise bertemakan Gundam. Setiba disana kami langsung berphoto-photo ria dengan patung Gundam raksasa dan kemudian bersantai di taman yang ada di luar mall tersebut… 
      Setelah puas photo-photo Gundam dan bersantai di taman, kami meliha-lihat di mall tersebut dan akhirnya makan di food court mall tersebut dan saya langsung memilih ramen yang rasanya mantap man…  Setelah selesai makan kami kembali ke Hotel untuk beristirahat.

       

       
      Hari Ke-2:
      Pagi hari ini setelah selesai breakfast, kami langsung menuju lobby hotel untuk menunggu free shuttle bus ke Tokyo Disney Sea. Kami tiba di Tokyo Disney Sea sekitar jam 10 dan disana sudah mulai ramai. Kami berkeliling area Disney Sea yang sangat besar dan terbagi menjadi 7 area besar yang memiliki tema masing-masing yaitu: Mediteranian Harbour, American Waterfront, Lost River Delta, Port Discovery, Mermaid Lagoon, Arabian Coast dan Mysterious Island. Kami hanya menghabiskan waktu sekitar 4 jam disana dikarenakan udara yang sangat panas dan hampir setiap wahana memiliki antrian yang cukup panjang. Kami hanya mencoba beberapa wahana, photo-photo, dan melihat-lihat Disney store yang menjual berbagai macam produk Disney. Bahkan tempat makan pun sangat ramai, sehingga kami hanya membeli hotdog saja untuk mengganjal perut.
      Sekitar jam 14.30 kami melanjutkan perjlanan dari Maihama Station ke Shibuya dengan kereta, perjalanan ke Shibuya memakan waktu sekitar 40 menit. Shibuya adalah salah satu stasiun tersibuk di Tokyo dan begitu kami keluar dari Shibuya Station, kami terpesona melihat keramaian pejalan kaki disana. Pemandangan yang menarik di Shibuya adalah saat lampu menyebrang jalan di perempatan berubah menjadi hijau, terlihat begitu banyak orang menyebrang perempatan tersebut secara bersamaan dengan 4 arah yang berlawanan… . Setelah puas photo-photo keramian tersebut, kami melanjutkan jalan mencari patung Hachiko yang terkenal, simbol kesetiaan anjing yang sangat setia kepada tuannya dan ternyata posisi patung Hachiko tersebut sangat dekat dengan stasiun sebagai penyayang anjing #DogsAreFamily kami langsung photo-photo dengan Hachiko tersebut. Setelah selesai photo-photo di situ, kami melanjutkan masuk ke mall dan makan di salah satu restaruant yang ada di situ dan menikmati Tempura Udon yang sangat enak…  setelah selesai makan dan melihat-lihat di mall tersebut kami memutuskan untuk kembali ke hotel dengan menggunakan kereta.
      Setelah beristirahat sebentar dan mandi, sekitar jam 8 kami meninggalkan hotel untuk pergi ke mencari makan malam dan berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari www.japan-guide.com akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke daerah Kabukicho di Shinjuku yang banyak tempat makan yang buka sampai larut malam. Kami tiba di Shinjuku Station sekitar jam 20.30 dan dengan bermodalkan google map kami langsung jalan mencari daerah Kabukicho yang ternyata hanya sekitar 5 menit jalan kaki dari Shinjuku Station. Setelah berkeliling melihat-lihat pilihan tempat makan di daerah tersebut, kami akhirnya memutuskan untuk makan di salah satu restaurant Jepang yang ada di sana, yang unik dari restaurant tersebut adalah menu makanan mereka terdapad di layar lcd touch screen yang berukuran kira-kira 20cm x 20xm yang tergantung di atas meja makan dan cara memesan makannya dengan langsung menginput pesanan kita di layar tersebut, jadi serasa lagi belanja online… hehehe… tapi sistem tersebut cukup efektif karena dapat menghemat jumlah pelayan yang harus menerima order tamu. Kami menikmati nasi goreng dan sushi di restaurant tersebut. Baru 2 hari di Jepang saya sudah merasa betah di sana karena kebersihannya, ketepatan waktu transportasinya, keramahaan orang-orangnya dan tentu saja makanannya yang enak-enak dan cocok di lidah saya… Selesai makan malam, kami kembali ke hotel untuk beristirahat karena besok pagi kami harus berangkat ke Narita Airport untuk melanjutkan perjalanan ke Okinawa.







       
      Hari ke-3:
      Pagi-pagi jam 6.30 kami sudah chek out dari hotel dan berangkat ke Narita airport dan sekitar jam 8.00 kami sudah antri untuk check ini di counter Vanilla Air di terminal 3. Kami tiba di Naha airport, Okinawa sekitar jam 13.00. Dari airport kami berangkat menggunakan Mono Rail menuju Shiritsu-byoin Mae, stasiun terdekat ke hotel kami yaitu Nikko Naha Grand Castle. Di Naha transportasi utama yang digunakan adalah Mono Rail dan hanya ada satu line sehingga sangat mudah untuk melihat petunjuknya. Yu Mono Rail beroperasi dari jam 06.00 - 23.00 dan datang setiap 10 menit Harga ticket daily pass Yu Mono Rail adalah 700 Yen dan berlaku untuk digunakan berulang kali dalam kurun waktu 24 jam.
      Setibanya di Shiritsu-byoin Mae Station, kami mengganjal perut kami dulu di Lawson yang berada dekat station karena memang kami belum sempat makan siang. Setelah makan kami melanjutkan perjalanan untuk mencapai hotel kami dengan mengguanakan direction dari Google Map. Menurut uncle Google jarak dari Lawson ke hotel kami hanya sekitar 1 km, tetapi ternyata rute perjalanan kami menuju hotel melalui beberapa tanjakan yang sangat curam… L setelah bercucuran keringat dan hampir menyerah, akhirnya kami sampai di Nikko Grand Hotel Castle yang walaupun sudah agak tua tetapi masih bagus, cukup terawat dan memenuhi standar bintang 5 J kami booking kamar disini untuk 3 malam dan telah melakukan booking lebih dari 2 bulan sebelum hari kami menginap sehingga kami mendapatkan harga promo yang sangat baik untuk hotel tersebut, lumayan lah sekali2x ngerasain menginap di hotel bintang 5 hehehe… Setelah check in kami langsung mandi dan bersiap-siap karena satu jam lagi kami harus berangkat ke Naha Port untuk ikutan Sunset Cruise Dinner yang sudah kami pesan online di Veltra.
      Sekitar jam 17.10 kami tiba di Naha Port dan setelah bertemu dengan petugas dari Veltra, kami dipersilahkan untuk naik ke Cruise dan dipersilahkan duduk di meja yang telah disiapkan untuk kami berdua… J Jam 17.30 Cruise berangkat untuk berkeliling selama 2 jam dan kami mulai sibuk mengambil photo karena pemandangan yang sangat indah. Sekitar 30 menit kemudian waitress mulai mempersiapkan makanan di meja kami. Kami memesan menu Special BBQ dan waitress tersebut sudah mulai meletakkan macam2x daging di panggangan di meja kami, tak lama kemudian kami pun mulai menikmati hidangan BBQ tersebut yang enak dan semakin terasa lezat karena pemandangan indah di sekitar kami… J Selesai makan kami meneruskan menikmati pemandangan sambil photo2x dan sekitar jam 19.00 mulailah tampak pemandangan Sunset yang sangat indah. Pemandangan Sunset yang indah selalu membuat saya bersyukur dan mengingat kebesaran Tuhan sang pencipta, How Great Thou Art… J Sekitar jam 19.30 Cruise yang kami tumpangi berlabuh dan kami pun turun dan segera mencari informasi untuk ke monorail station terdekat.
      Tujuan kami berikutnya adalah ke AEON Mall yang kami lihat saat melintas daalam perjalanan dari airport ke hotel tadi siang. AEON Mall ternyata terhubung ke Oroku Mono Rail Station. Setelah melihatdi Mall tersebut dan mendapatkan makanan untuk sarapan besok pagi kami kembali ke hotel untuk beristirahat.

       




       
      Hari ke-4:
      Hari ini tujuan utama kami adalah Aharen Beach di Tokashiki Island. Setelah mendapatkan informasi dari hotel concierge bahwa hari ini ramalan cuaca cukup baik dan tidak ada potensi typhoon, maka kami berangkat meninggalkan hotel menuju ke Tomari Port untuk naik Fast Ferry Marine Liner dengan jadwal keberangkatan jam 9.00. Setelah sampai Tomari Port kami ke kantor Marine Liner untuk membayar ticket ferry yang sudah dipesankan oleh hotel melalui telpon. Harga satu ticket round trip untuk Tomari Port – Tokashiki Island – Tomari Port adalah 4.620 Yen dan kami memesan tiket kembali untuk hari yang sama dengan jadwal keberangkatan jam 14.00. Setelah mendapatkan ticket kami langsung naik ke ferry dan memilih duduk di tempat terbuka di atas supaya dapat menikmati pemandangan yang indah dan tentu saja photo2x… J
      Jam 9.30 kami tiba di Tokashiki Port dan langsung mencari bis untuk melanjutkan perjalanan ke Aharen Beach. Biaya naik bis dari ke Tokashiki Port ke Aharen Beach JPY 350 per orang dan dalam waktu sekitar 20 menit kami telah sampai di terminal Aharen Beach. Jalan kaki dari terminal ke pantainya sangat dekat tidak sampai 5 menit, di sepanjang jalan ke pantai ada kios-kios yang menawarkan penyewaan kursi dan payung besar untuk bersantai, tikar, peralatan snorkeling dan juga penyewaan jet ski. Kami hanya menyewa payung besar dan tikar untuk bersantai. Setibanya di pantai, kami langsung merasa segar kembali karena suguhan pemandangan laut yang begitu indah, airnya terlihat sangat bersih demikian juga pantainya sehingga terlihat seperti kombinasi warna biru muda, biru tua, sedikit kehijauan dan putihnya pasir serta cerahnya biru langit… what a wonderful world… J kami menghabiskan waktu di pantai untuk menikmati pemandangan yang sangat indah tersebut, berenang merasakan segarnya air laut dan tentu saja photo2x… J Sekitar jam 12.00 kami meninggalkan untuk mandi dan kemudian makan. Saya memesan curry chicken with rice yang ternyata rasanya sangat enak, menurut saya lebih enak dari curry Melayu dan curry India. Setelah makan kami mencoba Ice Cream buatan local Okinawa yaitu merek Blue Seal dengan rasa Salt Cookie, sangat pas dinikmati di teriknya siang hari itu… J. Selesai makan kami ke terminal, jam 13.00 kami berangkat meninggalkan Aharen Beach dengan bis. Tepat jam 14.00 kami meninggalkan Tokashiki Port dengan Marine Liner Fast Ferry sambil berharap suatu hari nanti kami dapat kembali ke Tokashiki Island dan menginap disana untuk menikmati keindahan alam lainnya yang belum sempat kami kunjungi.



       
      Setibanya di Tomari Port kami langsung melanjutkan perjalanan dengan monorail dari Miebashi station ke Shuri Station dengan tujuan Shuri Castle. Dari Shuri Station kami melanjutkan perjalanan dengan Bis nomer 7 dan hanya sekitar 5 menit kami turun dari bis kemudian berjalan kaki sekitar 10 menit sampai ke Shuri Castle. Sebelum Okinawa dijadikan bagian dari Jepang sebagai Prefektur Okinawa pada tahun 1879, Shuri adalah ibukota dari Kerajaan Ryukyu dan Shuri Castle adalah pusat administrasi dan tempat tinggal keluarga Kerajaan Ryukyu. Bangunan utama (Main Hall) terlihat indah, campuran antara bangunan khas Jepang dan Cina. Tiket masuk ke Shuri Castle JPY 820 per orang dan bebas untuk melihat2x semua bangunan dan pajangan yang ada di sana.
      Setelah puas melihat-lihat kami meninggalkan Shuri Castle dan menuju Duty Free Store Galleria Okinawa yang menurut informasi adalah Duty Free Store (DFS) terbesar di Jepang. Sampai disana ternyata DFS Galleria memang sangat besar, terdiri dari 3 lantai dan menjual bermacam-macam merk top dunia, akan tetapi harga barang-barang disana tidak menarik karena menurut istri saya kurang lebih masih sama dengan harga2x di Online Shop di Jakarta… J Oleh karena itu kami hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit disana dan kemudian melanjutkan perjalanan kami ke Kokusai Dori Street.


      Kokusai Dori Street adalah jalan utama di kota Naha dan pusat keramaian, banyak toko souvenir dan tempat makan di daerah ini. Di sini juga kami menemukan patung Shisa yaitu patung binatang yang menyerupai kombinasi antara singa dan anjing dan merupakan patung tradisional penduduk Okinawa. Di sana kami makan di Sands Dinner, American Restarurant, dan memesan Okinawan Burger yang rasanya mantap benar… J Sedikit banyak kebudayaan Amerika tercampur dengan kebudayaan setempat terutama dalam hal makanan, karena Okinawa berada dibawah penguasaan Amerika sejak Perang Dunia ke-2, tahun 1945 sampai dengan 1972. Bahkan sampai sekarang, walaupun Okinawa sudah dikembalikan ke Jepang, Amerika masih diijinkan memiliki military base di sana. Setelah kami selesai menikmati Burger dan leyeh-leyeh di Sands Dinner, kami kembali ke hotel untuk beristirahat.
       

      Hari ke-5:
      Hari ini kami ikut bus tour dengan tujuan ke Kouri Island dan Ocean Expo Park termasuk Churaimi Aquarium, biaya tour 5.000 Yen/orang. Tujuan pertama adalah menuju Kouri Island Tower yang berada di Kouri Island. Perjalanan ke Kouri Island memakan waktu sekitar 1,5 jam dari Naha, dan harus menyebrang pulau melalui jembatan yang menghubungkan antara Main Island Okinawa dengan Kouri Island. Setibanya di Kouri Island kami disambut oleh pemandangan laut yang indah dan Kouri Beach yang terlihat begitu bersih dan cantik.
      Setelah sampai Kouri Ocean Tower kami diinformasikan bahwa kami punya waktu 45 menit di sana. Kami segera masuk ke Kouri Ocean Tower dan langsung melihat area Shell Museum, yang memajang ribuan macam kerang. Setelah itu kami naik ke lantai 4 dan dari situ kami dapat melihat pemandangan laut Kouri Island yang begitu indah, satu hal yang sangat menarik untuk saya adalah pemandangan jembatan yang menghubungkan Kouri Island dengan Main Island. Setelah menikmati pemandangan dan photo-photo. Dari situ kami naik lagi ke atas tower yang terbuka untuk difoto oleh fotografer di situ. Hasil foto di sana dengan background keindahan Kouri Island sangat indah dan terlihat romantis, serasa photo pre wedding jadinya hehehe… Setelah selesai photo dan mengambil hasilnya kami segera kembali ke bis dan tak lama kemudian bis kami berangkat melanjutkan perjalanan ke Ocean Expo Park yang memiliki Churaimi Aquarium sebagai atraksi utama.



      Ocean Expo Park memiliki luas lahan sekitar 72 hektar dengan berbagai macam tempat rekreasi termasuk Churaimi Aquarium yaitu Tropical Dream Center, Oceanic Culture Museum, Emerald Beach dan masih banyak lainnya. Setelah dibagikan tiket Churaimi Aquarium oleh tour leader, kami langsung masuk ke Churaimi Aquarium yang merupakan Kompleks Aquarium nomer dua terbesar di dunia. Di sana terdapat ribuan jenis penghuni laut termasuk berbagai macam batu karang. Tentu saja yang menjadi perhatian utama dari pengunjung adalah Kurashio Tank, Aquarium yang sangat besar dan di dalamnya ada Giant Whale Shark dan Manta Rays. Selain itu ada juga tanki lain yang berpenghuni Tiger Shark dan Bull Shark.
       
      Setelah puas melihat-lihat di  Churaimi Aquarium kami beristirahat sebentar sambil makan siang dan kemudian melanjutkan berkeliling Ocean Expo Park, dan ternyata pemandangan laut di sana pun sangat indah. Kami juga berjalan-jalan ke Tropical Garden untuk berlindung dari teriknya matahari dan mencari kesejukan… J Sebelum kembali ke bis, kami mampir dulu ke tempat ice cream dan menikmati mango vanilla ice cream untuk meredam panasnya udara hari itu… J Jam 4 tepat kami beserta rombongan meninggalkan Okinawa untuk kembali ke Naha.


      Di tengah-tengah perjalanan bis kami berhenti di tempat yang menjual snack-snack khas Okinawa, di tempat itu juga ada restaurant dan Ice Cream Corner. Okinawa juga terkenal akan snack yang manis-manis dan salah satu andalannya adalah snack yang menggunakan bahan dasar Yam atau Ube atau ubi ungu. Istri saya senang karena dia telah melihat iklan mengenai tempat snack ini di tv hotel dan dia sangat menyukai snack Ube… J  akhirnya kami membeli beberapa macam snack Ube dan tentu saja ice cream J kali ini kami mencoba Yamburi Ice Cream… J Dari situ, kami melanjutkan perjalanan ke Naha dan sesampainya di Naha. Kami minta diturunkan di Makishi station, karena kami ingin kembali mengexplorasi Kokusai Dori Street sebelum kembali ke hotel. Sampai di Kokusai Dori Street, kami meutuskan untuk makan terlebih dahulu, dan memilih sebuah rumah makan kecil yang menjual Okinawa Soba. Perbedaan Okinawa Soba dengan Ramen adalah di kuahnya, kalau Okinawa Soba kuahnya bening dan cara menikmati kuahnya dengan cara menyeruput dan untuk saya rasanya tidak kalah enak dengan ramen… J Selesai makan kami melanjutkan berkeliling dan akhirnya masuk ke toko yang menjual souvenir dan snack2x khas Jepang untuk mencari coklat dan jelly titipan keponakan kami. Kakak saya mengatakan bahwa coklat dan jelly tersebut di Jakarta dijual dengan harga satuan Rp. 85.000 – 90.000, ternyata di sana harganya hanya sekitar Rp. 25.000… J Setelah selesai membeli snack kami melanjutkan berkeliling di Kokusai Dori Street, kemudian kami singgah di Starbucks untuk membeli tumbler, karena memang kami koleksi tumbler Starbucks dari berbagai Negara sekalian beristirahat disitu untuk ngopi-ngopi santai sambil menikmati keramaian lalu lalang di Kokusai Dori Street… J
       
      Selesai ngopi-ngopi kami kembali ke hotel dan setelah mandi beristirahat sebentar, kami ke Sunset Lounge yang berada di lantai atas hotel  tempat kami menginap untuk menikmati malam terakhir di Okinawa. Kami menghabiskan waktu di Sunset Lounge untuk minum sambil menikmati pemandangan kota Naha dari atas, saya selalu berkata view from the Top always looks Great… J Selesai bersantai di situ kami kembali ke kamar untuk beristirahat.
       
       



       
      Hari Ke-6:
       
      Hari ini kami bangun agak siang karena kami akan kembali ke Tokyo dengan pesawat yang jam 13.45, jadi kami memutuskan menghabiskan waktu di hotel saja, sarapan, menyelesaikan packing dan bersantai. Sekitar jam 11.30 kami sudah tiba di Naha airport dan langsung check in. Kemudian sambil menunggu keberangkatan saya mencoba kopi lokal Okinawa dan membeli sushi set untuk mengganjal perut… J Akhirnya kami meninggalkan Okinawa dan tiba di Tokyo sekitar jam 16.30.
       
       

       
      Selesai urusan bagasi kami langsung menuju stasiun kereta di airport dan mendatangi kantor customer service Japan Railway (JR) untuk mengaktifkan JR Pass yang kami beli di Jakarta dan juga melakukan reserve tiket untuk Narita – Shinagawa dan Shinagawa – Kyoto. Kami berangkat dari Narita jam sekitar jam 19.00 transit dan pindah kereta di Shinagawa akhirnya tiba di Kyoto jam 23.00. Saat itu di Kyoto sedang hujan lebat oleh karena itu kami memutuskan untuk membeli Mc D yang berada di stasiun terlebih dahulu untuk di makan di hotel karena kami memang belum makan malam. Setelah membeli makanan kami mempelajari jalan ke hotel kami yang lokasinya hanya sekitar 0.5 km dari Kyoto Station. Setelah mempelejari jalan ke hotel, dikarenakan hujan belum berhenti, maka kami membeli payung terlebih dahulu dan kemudian berangkat menuju hotel. Kurang dari 10 menit kami tiba di hotel kami, Daiwa Roynet Hotel Kyoto-Hachijoguchi. Setelah check in kami langsung makan dan kemudian beristirahat.
       
      Hari ke-7:
       
      Setelah sarapan kami langsung berangkat ke Kyoto Station dengan tujuan pertama ke Fushimi Inari. Setibanya di stasiun, ternyata pagi hari ini banyak kereta yang tidak dapat beroperasi dikarenakan ada beberapa jalur bawah tanah di Kyoto yang tergenang akibat hujan typhoon kemarin. Kami jadi tidak dapat menggunakan JR Pass kami dan terpaksa membeli tiket bis. Ternyata antrian bis pagi ini cukup lumayan dikarenakan banyak kereta yang tidak beroperasi. Setelah mengantri sekitar 45 menit kami akhirnya naik bis yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 10 menit sampai akhirnya tiba di sana sekitar jam 11.00. Fushimi Inari adalah kuil Shinto, salah satu keunikannya adalah pilar-pilar yang berwarna oranye. Setelah 1 jam berkeliling dan photo-photo disana, kami memutuskan untuk makan siang. Di luar Fushimi Inari ada toko-toko souvenir dan cukup banyak tempat makan. Setelah melihat-lihat pilihan makanan di sana, kami akhirnya masuk ke salah satu tempat ramen dan makan di sana.
       




      Selesai makan kami berangkat ke Kiyomizu-dera yang merupakan kuil Budha kuno yang didirikan pada tahun 798. Kuil ini terletak di lereng bukit dan merupakan kuil yang terindah yang pernah saya lihat. Kiyomizu-dera terdiri dari banyak bangunan kuil dengan latar belakang pemandangan alam yang indah. Kami menghabiskan waktu hampir 2 jam di sana. Di sekitar Kiyomizu-dera juga banyak terdapat toko souvenir dan tempat makan
       



      Ketika Kami sedang beristirahat sebentar untuk browsing mencari informasi transportasi untuk meneruskan perjalanan, di dekat kami ada anak muda bule yang baru saja memarkirkan sepedanya. Saya kemudian mencoba bertanya ke bule tersebut dan dia sangat ramah dan menyarankan kami untuk ke Gion yang dapat dicapai dengan sekitar 15 menit berjalan kaki. Setelah mendapatkan arahan yang cukup jelas dan mengucapkan terima kasih, kami berangkat ke Gion dan perjalanan ke sana sangat tidak membosankan karena banyak toko-toko. Di perjalanan kami sempat mampir membeli snack Jepang, Bun. Tanpa terasa akhirnya kami tiba sampai di tujuan Gion terkenal sebagai distrik geisha, di sana banyak terdapat tempat makan mewah. Di sana banyak bangunan yang menggunakan material kayu tradisional. Di sana kami mencoba membeli Marble cake yang terkenal di Kyoto, Grand Marble yang teksturnya sangat lembut dan enak rasanya. Setelah puas melihat-lihat berkeliling, kami masuk ke Chinese Food restaurant untuk makan malam dan sampai dengan saat ini semua makanan yang saya makan di Jepang enak-enak semua dan cocok di lidah  untung saja selama di Jepang kami banyak berjalan kaki, sehingga tidak membuat saya yang sudah cukup besar tidak semakin mengembang… hehehe… Setelah makan malam kami kembali ke hotel untuk beristirahat.   



      Hari ke-8:
      Hari ini kami akan kembali ke Tokyo, setelah sarapan saya berjalan kaki ke Kyoto station untuk memesan seat untuk shinkansen ke Tokyo di JR Office dengan menggunakan JR Pass kami. Sampai disana sekitar jam 9 pagi tapi ternyata sudah cukup ramai, setelah antri sekitar 20 menitan saya akhirnya giliran saya dilayani dan saya langsung memesan tempat untuk 2 orang untuk Shinkansen Hikari keberangkatan jam 13.33. Setelah selesai di JR Office, kami memutuskan untuk melihat-lihat Avanti Plaza, pertokoan yang berada di seberang Kyoto Station. Setelah menghabiskan waktu sekitar 2 jam di Avanti, kami memutuskan untuk makan siang di Conselzarl, yang berada di dekat Kyoto station dan saya yang memesan Croquette Curry & Omelette Rice yang rasanya mantap dan cukup mengenyangkan  Selesai makan siang, sebelum kembali ke hotel untuk mengambil koper, kami mampir di Lawson untuk membeli tiket masuk Fujiko F. Fujio Museum atau yang lebih dikenal dengan Musium Doraeomon  untuk besok dan ternyata kami mendapatkan tiket masuk jam 16.00. Setelah mengambil koper di hotel, kami langsung ke platform tempat Shinkansen Hikari dan menunggu di sana dan sesuai jadwal, sekitar jam 13.30 kereta kami berangkat. Kami tiba di Shinagawa station di Tokyo sekitar jam 16.00, kemudian kami ke bagian locker coin untuk menyimpan koper kami terlebih dahulu. Setelah selesai menyimpan koper kami melanjutkan naik kereta ke Ginza. Setelah tiba di Ginza, karena terlalu ramai dan kami masih agak cape, kami memutuskan untuk check in ke hotel dan beristirahat. Sekitar jam 19.00 kami tiba di Sunroute Ariake Hotel, check in dan mengambil koper yang kami titipkan di Front Office. Setelah check in, kami memutuskan untuk membeli makanan di Lawson dan makan di kamar saja dan kemudian beristirahat.
       


      Hari Ke-9:
      Tujuan pertama pagi hari ini adalah ke Diver City Plaza untuk membeli oleh-oleh, karena besok pagi kami akan meninggalkan Tokyo. Sekitar jam 10.00 kami tiba di Diver City dan kami langsung mampir ke Hello Kitty Store yang cukup besar untuk membeli titipan dari teman yang koleksi barang-barang Hello Kitty. Setelah itu kami ke toko khusus snack khas Jepang dan membeli banyak Kit Kat dan Pocky untuk oleh-oleh keluarga besar kami dan kami langsung minta dipacking dalam box supaya mudah dibawa. Selesai urusan oleh-oleh, kami makan siang dan kemudian kembali ke hotel. 


       

      Setelah beristirahat sekitar 1 jam, kami berangkat menggunakan kereta dengan tujuan Kawasaki station dan dari Kawasaki Station kami naik free shuttle bus dari Fujiko F. Fujio Museum yang bergambar Doraemon dan interior di dalamnya pun bertemakan Doaremon. Fujiko F. Fujio adalah nama samaran dari tokoh manga Jepang yang sangat terkenal yaitu Fujimoto Hiroshi dan Abiko Motoo. Selain Doraemon karya mereka yang juga cukup terkenal adalah P Man dan Ninja Hatori. Kami tiba Museum Fujiko F. Fujio sekitar jam 15.30 dan langsung berbaris di antrian masuk. Tak lama kemudian antrian mulai bergerak karena pintu masuk sudah dibuka. Di dalam musium tersebut dipajang benda-benda yang terlibat dalam proses pembuatan komik-komik terkenal Fujiko F. Fujio terutama komik Doraemon dan kita dapat mendengarkan cerita-cerita terkait benda yang dipajang melalui head phone yang dibagikan di pintu masuk dengan menekan nomer sesuai dengan nomer dari pajangan yang sedang kita lihat. Di dalam arena musium tidak diperkenankan untuk mengambil photo. Setelah selesai melihat-lihat di dalam museum kami ke taman bagian luar, di bagian tersebut diperkenankan untuk photo-photo. Setelah itu kami makan-makan di Café di sana yang menjual makanan-makanan dengan bentuk-bentuk lucu bertemakan Doraemon dan rasanya pun cukup enak. Selesai makan kami melanjutkan perjalanan di ke Harajuku dengan naik kereta dari Kawasaki Station.



      Harajuku adalah nama salah satu daerah di Shibuya yang terkenal sebagai tempat berkumpulnya anak-anak muda dengan gaya pakaian yang nyentrik dan up to date. Di sana juga terdapat beberapa mall. Sampai di sana kami melihat-lihat di Tokyu Plaza, salah satu mall disana dan akhirnya menghabiskan malam terakhir kami di Jepang dengan bersantai di Beer Forrest yang berada di atap terbuka Tokyu Plaza dan memiliki suasana yang sangat cozy dan santai. Setelah bersantai di situ kami kembali ke hotel untuk packing dan beristirahat. Sampai di hotel, sebelum beristirahat saya mengepak kembali modem wifi yang kami sewa ke dalam kotaknya dan amplop paket yang sudah tertera alamat pengembalian dan memasukkan paket tersebut ke dalam kotak pos yang ada di Hotel. 


      Hari ke-10:
      Hari ini sekitar jam 4.30 kami check out dari hotel dan karena kami kuatir telat, kami terpaksa naik taxi ke Shibuya untuk mengejar kereta Narita Express. Kami berharap itu adalah terakhir kali kami naik taksi di Tokyo karena mahalnya minta ampun. Kami membayar taksi sekitar JPY 500 untuk perjalanan dari hotel kami ke Shibuya yang memakan waktu hanya sekitar 15 menit. Kami sampai Shibuya station kepagian dan masih menunggu sekitar 30 menit untuk Narita Express. Kami tiba di Narita airport sekitar jam 7 sekitar 2,5 jam kemudian berakhir lah liburan kami di Jepang. Saya berharap suatu saat kami dapat kembali ke Jepang, karena kami sangat menyukai negara ini. 
      Thanks God for such a lovely travelling experience... :) #Grateful
       
                                                                                                                 - S A Y O N A R A -
       




    • By vie asano
      Intermezzo sedikit dari ngobrolin topik-topik berbau wisata. Supaya bervariasi, kali ini saya ingin menulis seputar yang sedap-sedap saja, a.k.a wisata kuliner..

      Sebagai awal, ada yang pernah dengar tentang Marugame Seimen nggak? Yang sering pergi ke Jepang (terutama yang suka makan udon) mungkin pernah mendengar nama tersebut. Marugame Seimen merupakan nama restoran udon yang cabangnya sudah mencapai lebih dari 800 outlet di seluruh Jepang (lebih dari 60 outlet terdapat di Tokyo saja). Saat berwisata ke Tokyo tahun 2012 yang lalu (kalau nggak salah tepatnya di sekitar Tokyo Skytree), adik saya juga pernah menjajal udon yang akhirnya bikin ketagihan saking yummy-nya. Nah, bagi yang ngiler ingin mencicipi udon Marugame, nggak perlu jauh-jauh pergi ke Jepang. Setelah memiliki cabang di berbagai negara (antara lain terdapat di Vietnam, Australia, Taiwan, Hong Kong, Korea, Cina, Thailand, Hawaii, dan Rusia), saat ini cabang Marugame juga sudah ada di Indonesia dengan nama Marugame Udon & Tempura.

      ‘Perkenalan’ saya dengan udon yang menyebut dirinya sebagai the 1st authentic Japanese udon restaurant in Indonesia ini berawal kira-kira pada bulan Agustus 2013. Saat itu adik saya ngebet banget ingin makan udon yang lagi happening (pada masa itu), yang ternyata pernah dia makan juga sewaktu di Tokyo. Karena penasaran, kami sekeluarga pun meluncur ke Mall Taman Anggrek dengan tujuan utama mencicipi udon enak tersebut. Dan ternyata, rasanya memang ajib lhooo… Penasaran?

      Lokasi Marugame Udon yang kami kunjungi terdapat di lantai 3 Mall Taman Anggrek, tepatnya di depan Sky Ring. Pertama kali melihat resto ini, kesan yang muncul adalah “busyet, antriannya panjang bener!â€. Selidik punya selidik, antrian yang mengular itu terjadi karena sistem di restoran ini yang mengharuskan pengunjung untuk antri saat memesan udon. Pengunjung baru bisa mencari tempat duduk setelah mendapat pesanannya dan membayar. Jadi jika baru pertama berkunjung kemari, jangan langsung duduk, tapi antri dulu ya.








      (1) Marugame Udon & Tempura, Mall Taman Anggrek


      Lalu dimana bisa melihat menunya?

      Nah, di jalur masuk antrian, ada papan besar yang berisi aneka menu di resto tersebut. Di sebelah papan menu tersebut ada lembaran menu kecil yang bisa dipinjam oleh pengunjung. Ada menu udon, menu nasi, dan menu tempura. Terdapat juga pilihan topping yang bisa ditambahkan ke dalam menu pilihan. Setelah menentukan pilihan menu yang akan dipesan, pengunjung tinggal masuk ke jalur antrian dan akan langsung dilayani oleh petugas yang akan langsung menyiapkan menu pada saat itu juga. Menariknya, counter pemesanan tersebut menjadi satu dengan dapur (open kitchen). Jadi di sela waktu mengantri, pengunjung bisa sambil melihat proses pembuatan udon mentah, hingga proses memasak udon yang melibatkan jaring-jaring seperti untuk menangkap ikan.








      (2) Jalur antrian, (3) Papan menu di dekat jalur antrian


      Terus, menunya apa aja sih?

      Setelah saya bandingkan dengan counter Marugame yang terdapat di Jepang dan beberapa outlet di negara lain, terdapat beberapa perbedaan menu di setiap negara. Untuk menu di counter Mall Taman Anggrek ini pilihan menu udonnya terbilang beragam. Biasanya udon disajikan dengan kuah panas. Namun di Marugame Udon ini ada juga udon yang disajikan dengan kuah dingin (seperti menu asli di Jepang), yang disebut Zaru Udon. Adapun menu menarik lainnya ada Ontama Udon (udon yang disajikan dengan telur setengah matang), Mentai Kamatama Udon (udon dengan telur setengah matang dan telur ikan), Kamaage Udon (udon hangat yang disajikan dengan kuah khusus dan bisa dinikmati bersama seluruh keluarga), Niku Udon (udon dengan daging sukiyaki), Beef Curry Udon (udon dalam kuah kare), dan Tori Baitang Udon. Untuk menu nasinya, ada Sukiyaki Beef Bowl, Beef Curry Rice Bowl, serta Tendon Seafood Rice Bowl. Sedangkan untuk pilihan tempuranya sangat beragam. Favorit saya adalah Sweet Potato (ubi manis), Ebi Tempura, dan Tamago Tempura (telur rebus setengah matang yang digoreng ala tempura).

      Setelah memesan dan membayar pesanan, pengunjung baru boleh mencari tempat duduk. Jangan takut jika diawal memesan resto ini terlihat penuh. Biasanya saat kita mulai membayar, selalu saja ada tempat duduk yang kosong. Waiter pun selalu sigap mencarikan tempat duduk jika kita telah menyelesaikan proses pembayaran. Tapi sebelumnya jangan lupa mampir dulu ke meja yang menyediakan beragam bumbu tambahan, seperti bubuk cabe, irisan cabe rawit, wijen, dan sebagainya untuk ditaburkan di atas menu. Oya, jika memesan minuman ocha dingin maupun panas, boleh melakukan refill sampai kembung lho.








      (4), (5), (6) Suasana di Marugame Udon & Tempura Mall Taman Anggrek


      Ada menu yang direkomendasikan nggak?

      Banyak! Hehe.. Maklum, saya termasuk salah satu pecinta kuliner Jepang, dan selalu excited jika ada resto Jepang yang menawarkan panganan otentik. Marugame Udon adalah salah satunya. Ada beberapa menu yang pernah maupun selalu saya coba setiap kali kemari. Menu favorit pertama adalah Niku Udon. Udon yang satu ini merupakan campuran dari udon fresh khas Marugame dan daging sukiyaki. Rasa kuahnya gurih-gurih sedap. Nikmat diseruput sambil menyantap irisan daging sukiyaki yang nendang abis, apalagi sambil menggigit udon kenyal yang segar. Jika nggak mau atau sedang nggak mood makan mie, bisa menyantap menu favorit saya berikutnya: Sukiyaki Beef Bowl. Daging sukiyaki-nya sama dengan yang dicampurkan pada Niku Udon, hanya saja disini mie-nya digantikan dengan nasi. Menu ini paling enak disantap dengan cara agak diaduk hingga nasi dan dagingnya bercampur. Cuma hati-hati ya. Sukiyaki Beef Bowl dilengkapi dengan irisan jahe (warna merah dalam foto 8 & 9). Bagi yang nggak suka jahe, sebaiknya “ranjauâ€nya disingkirkan dulu sebelum mencampur nasi dan daging.








      (7) Niku Udon, (8) Sukiyaki Beef Bowl, (9) Mencampur nasi dan daging sukiyaki


      Menu enak lainnya adalah Tori Baitang Udon. Udon yang satu ini kuahnya mantap banget, kental dan terasa sekali kaldunya. Menu ini dilengkapi dengan bakso yang juga nggak kalah enak. Hanya saja sebaiknya menu ini disantap secepatnya, karena kuah kaldunya akan terasa berbeda jika kelamaan. Sedangkan jika suka kare, Beef Curry Udon di Marugame Udon ini juga mantap abis lho. Sayang saya belum pernah coba Beef Curry Rice Bowl, jadi nggak bisa membandingkan versi udon dan versi rice bowl-nya.

      Untuk gorengan, yang sempat saya foto adalah Tamago Tempura dan Ebi Tempura (sisanya keburu habis duluan, haha). Kebetulan Tamago Tempura yang saya dapat waktu itu kuning telurnya agak matang. Biasanya, kuningnya masih agak mentah, jadi langsung lumer jika dipecahkan di atas nasi. Saya coba campurkan telur setengah matang dengan Sukiyaki Beef Bowl. Gurihnya telur setengah matang bikin beef bowl makin terasa enaknya. Mantap banget!








      (10) Tempura Tamago, (11) Telur setengah matang cocok dengan rice bowl


      Ada yang makin penasaran untuk icip-icip udon yang satu ini? Saat ini Marugame Udon & Tempura tak hanya bisa ditemukan di Mall Taman Anggrek saja. Ada beberapa cabangnya yang tersebar di kota Jakarta dan Tangerang, antara lain di Gandaria City, Kota Kasablanka, Sumarecon Mall Serpong, dan outlet berikutnya akan buka di Bintaro Xchange. Untuk daftar lengkap outlet Marugame Udon di Jepang, bisa cek disini; sementara untuk alamat outlet di seluruh dunia (termasuk Indonesia) bisa cek disini. Selamat makan!

      ** Seluruh foto diambil dari koleksi pribadi, 2013.
    • By ulie
      Jalan2ers yang hobi dengan makanan asal Jepang, berikut adalah makanan Jepang yang sudah familiar di Indonesia antara lain:


      1. Sushi
      Sushi terdiri dari nasi dan diberi tambahan topping di atasnya. Topping yang biasa dipakai adalah ikan mentah atau seafood lainnya. Namun, banyak variasi masakan ini yang telah dikombinasikan dengan bahan lain.


      2. Ramen
      Makanan ini biasa disajikan dengan kuah yang menggunakan kaldu daging atau ikan. Irisan daging, rumput laut kering, kamaboko (sejenis makanan yang dibuat dari ikan) biasa digunakan sebagai topping makanan ini.


      3. Onigiri
      Atau nasi kepal adalah makanan jepang yang cukup terkenal dan mirip bentuknya seperti bacang, walaupun rasanya cukup berbeda. Makanan ini terdiri dari nasi yang dibentuk segitiga dan dibungkus dengan nori(rumput laut yang dikeringkan). Di dalam Onigiri biasa diberi isi berbagai macam makanan


      4. Tempura
      orang Indonesia mengenal tempura sebagai �udang goreng tepung� khas jepang, namun sebenarnya di jepang sendiri tempura adalah istilah untuk makanan(biasanya seafood atau sayuran) yang digoreng menggunakan tepung


      5. Dorayaki, mochi, takoyaki
      3 Kue ini mungkin adalah jenis makanan yang terkenal di Indonesia.
      Mochi adalah makanan berbahan dasar nasi yang terkenal di Indonesia, mungkin saking terkenal nya makanan ini di beberapa daerah di Indonesia ada yang memproduksi makanan ini dengan versi nya sendiri.
      Dorayaki adalah makanan jepang yang berbentuk seperti pancake apit dengan pasta kacang merah di tengahnya dan terkenal di Indonesia sebagai makanan Doraemon, salah satu tokoh kartun jepang yang terkenal di Indonesia.
      Takoyaki, makanan dari tepung yang di isi daging gurita ini cukup terkenal di Indonesia, terbukti dari makin munculnya penjual yang menjajakan makanan ini.



      ada yang mau menambahkan..silahkan :)
    • By fel_tan
      Okinawa merupakan pulau yang terletak di prefektur Okinawa dan dikenal merupakan tempat lahirnya olahraga bela diri karate.  Pulau ini luasnya 1.201,03 km persegi dan jaraknya kira-kira 640 km. Bahasa Okinawa oleh penduduk setempat disebut dengan Uchinaguchi, meskipun begitu penduduk di sana masih bisa berbahasa Jepang dengan lancar.
      Di Pulau Taketomi masih di Prefektur Okinawa, ada Pantai Kondoi yang sangat jernih dan bersih. Selain itu Okinawa juga sangat terkenal akan keamanannya karena tingkat kriminalitasnya yang rendah. Pintu-pintu rumah penduduknya saja tidak pernah dikunci. Tempat ini juga dianggap cocok untuk orang yang ingin pensiun karena 3 dari 10 manula di dunia hidup di sini.
       

       

       

    • By ryaryuu



      Sebenarnya , makanan ini merupakan salah satu percobaan dalam penelitian di jepang. mereka ingin membuktikan bahwa nasi kare yang memiliki warna biru tidak akan menimbulkan nafsu makan, bila dibandingkan dengan nasi kare warna meraj atau kuning.

      di jepang sendiri kare berasal dari india, memang bumbunya tidak selengkap bumbu kare india, tapi rasanya hampir menyerupai ( ya gak spicy banget kaya kare india). orang jepang akan sangat lahap menyantap bumbu kare yang berwarna kuning, penelitian ini akan membantu bagi orang yang memiliki nafsu makan besar untuk menurunkan nafsu makannya, selain itu juga hal ini akan sangat berguna bagi para penderita obesitas.

      Di jepang sendiri, nasi kare ini disebut sebagai nasi kare yang tidak menggugah selera. harganya 700 yen. di jual di shinjuku, mungkin di tempat lain juga ada.
    • By Jalan2
      Denger2 okinawa selalu hangat ya sepanjang taon di jepang ? wah mirip hawaii donk , katanya suasana nya jg tropical. Ada yg mau share pengalaman nya kesini ?

      ato yg tgl di jepang ??

      thakns

      rudy