baihaki1985

Tempat Terpanas di Cina ini Konon Peninggalannya Monkey King Sun Go Kong Lho!

9 posts in this topic

Provinsi Xinjiang di negara Cina mungkin bukan tempat wisata paling populer di negara tersebut. Namun provinsi yang dikenal sebagai pusat agama Islam di Cina itu mempunyai corak budaya serta tempat wisata yang menarik. Salah satu tempat wisata tersebut adalah Flaming Mountain yang terletak di Gurun Taklamakan, terlebih bagi wisatawan yang suka dengan cerita Sun Go Kong

Belum pernah baca novel Journey to the West yang ditulis oleh Wu Cheng'en sih. Namun cerita tentang Biksu Tong tersebut sudah sangat populer, hadir dalam berbagai bentuk adaptasi. Termasuk dalam cerita film yang dulu ditayangkan oleh tv swasta tanah air. Bahkan cerita Dragon Ball yang dibuat oleh Akira Toriyama sedikit mengadaptasi cerita novel tersebut. 

flaming_mountain.thumb.jpg.3eb9847c76d03

Flaming Mountain di Turpan (kredit: juliatheresfeber)

Lalu apa hubungan antara Flaming Mountain dengan Sun Go Kong atau Monkey King yang jadi tokoh utama dalam cerita novel Journey to the West? Bagi yang mengikuti cerita Monkey King di televisi, tentu tahu dong kalau Sun Go Kong pernah memporak-porandakan negeri Kahyangan? 

Pada saat Sun Go Kong ngamuk di Kahyangan, konon salah satu dampaknya adalah terbentuknya Flaming Mountain ini. Go Kong pun menendang oven yang digunakan untuk membuat pil keabadian di Kahyangan. Dan akibat perbuatan itu, batu bara yang digunakan sebagai bahan bakar untuk oven itupun jatuh ke bumi dan terbentuklah Flaming Mountain ini. 

Cerita keterkaitan antara Flaming Mountain ini dengan Monkey King belum berhenti sampai di situ. Konon di zaman dulu, Flaming Mountain ini terus dalam kobaran api karena batu bara yang jatuh dari langit tersebut. Dan ratusan tahun berikutnya, saat Monkey King mengantar gurunya Biksu Tong mengambil kitab suci ke barat, gunung ini berhasil dipadamkan dengan meminjam kipas ajaib milik Putri Kipas. Mengenai kebenaran ceritanya? Who Knows? :D

thermometer_raksasa.thumb.jpg.cfcabb0ef6

Thermometer raksasa di Flaming Mountain (kredit: Avtar Singh)

Meski konon api yang menyelimuti tempat ini di zaman dulu telah padam, Flaming Mountain ini masih diliputi oleh hawa yang sangat menyengat. Bahkan tempat ini pun menjadi lokasi terpanas yang ada di negara Cina dengan suhu tertinggi mencapai 47,8 derajat Celcius. Sementara itu pada saat musim panas, suhu di tempat ini bahkan mencapai hingga 70 derajat Celcius. 

Bisa dibayangkan bukan bagaimana panasnya di tempat ini? Bahkan masak telur pun bisa dilakukan di tempat ini tanpa harus menyalakan api. Dan dengan kondisi yang ekstrem tersebut, tidak mengherankan kalau tempat ini pun jarang ditumbuhi oleh tanaman. Meski begitu, tempat ini menjadi tempat wisata yang cukup populer lho!

Alasan utamanya tak lain karena terkait cerita Monkey King yang saya tulis di atas. Bahkan di tempat ini juga terdapat patung-patung tokoh dalam cerita Journey to the West. Tentunya ada patung Monkey King dong ya. Dan sebagai tambahan, di sini juga terdapat sebuah termometer raksasa yang dibentuk seperti senjata Monkey King, yakni tongkat raksasa 

patung_monkey_king.thumb.jpg.fd32817832e

Patung Monkey King di Flaming Mountain (kredit: juliatheresfeber)

Terlepas dari cerita Monkey King, para ilmuwan mempunyai pendapat berbeda terkait fenomena panas yang sangat menyengat di tempat ini. Flaming Mountain ini merupakan salah satu cabang dari Gunung Tianshan dan terbentuk berkat pergerakan pelat tektonik permukaan bumi pada 50 juta tahun lalu. Pembakaran lapisan batu bara di bawah tanah yang terjadi secara spontan pun membuat area di sini memanas. 

Lalu apa saja aktivitas yang bisa dilakukan di tempat panas ini? Biasanya sih, para wisatawan yang datang ke tempat ini berpose di depan patung-patung yang ada di Flaming Mountain. Terlebih foto di depan termometer raksasa. Pilihan lainnya, wisatawan juga bisa naik kereta yang ditarik oleh kambing ataupun unta yang ada di sana. 

Selain itu, tak ketinggalan adalah telur panggang yang dimasak di atas pasir merupakan kuliner yang populer di sini. Telur panggang di sini pun bakal mempunyai cita rasa yang berbeda jika dibandingkan telur yang dimasak ataupun digoreng. Jadi cukup menarik untuk dicoba. 

telur_panas.thumb.jpg.367d1586d6d58eed8c

Telur panggang ala Flaming Mountain (kredit: Sina.com)

Kalau ingin menuju ke sini, bisa berangkat dari kota Urumqi yang merupakan kota terbesar sekaligus ibukota dari Provinsi Xinjiang dengan tujuan Turpan. Terdapat bus yang hilir mudik antara kedua kota ini, dari pukul 9 pagi hingga pukul 8 malam dengan internal tiap keberangkatan selama 20 menit. 

Dari kota Turpan, traveler bisa menggunakan bus untuk menuju ke Shanshan, sampai deh. Bus ini berangkat setiap 30 menit sekali, paling pagi tersedia pukul 8 sementara bus yang paling malam adalah pada pukul 8 malam. Dan untuk masuk ke area Flaming Mountain, dikenakan biaya masuk sebesar 60 RMB. 

Edited by baihaki1985

Share this post


Link to post
Share on other sites

Bezeklik Buddha Caves

Kota Turpan yang ada di Provinsi Xinjiang tak hanya mempunyai wisata Flaming Mountain. Nah kalau ingin berkunjung ke Flaming Mountain, terdapat area wisata menarik lain yang bisa didatangi dan berlokasi tak jauh dari tempat terpanas di Cina itu. Tempat yang dimaksud adalah Bezeklik Buddha Cave. 

Bezeklik_Buddha_Caves.thumb.JPG.c23556d7Bezeklik Buddha Caves (kredit:ojlefty)

Bezeklik Buddha Caves ini merupakan gua bersejarah yang lokasinya sangat berdekatan dengan Flaming Mountain. Gua ini berada pada tebing bagian barat dari Mutou Valley yang terletak di Flaming Mountain. Aslinya sih, ada sebanyak 77 gua di kompleks tempat ini. Namun dari 77 gua tersebut, kini hanya tersisa sebanyak 57 gua. 

Gua-gua yang ada di sini pun telah berusia sangat tua, mulai dari yang dibangun pada abad ke 5 Masehi hingga ada pula yang dibuat pada abad ke 14 Masehi. Dan sebagian besar gua-gua yang hingga kini masih bertahan adalah gua yang dibangun pada masa Kerajaan West Uyghur, sekitar abad ke 10 hingga abad ke 13 Masehi. 

Gua-gua yang ada di tempat ini kebanyakan mempunyai bentuk persegi panjang dengan atap melingkar. Gua-gua di sini pun biasanya terbagi menjadi empat ruangan, dan di setiap ruangan bisa dijumpai patung mural Buddha. Beberapa mural menunjukkan sosok Buddha yang dikelilingi oleh orang dari berbagai negera seperti Turki, India dan Eropa. 

Berbagai faktor menjadi penyebab kerusakan situs bersejarah ini. Termasuk di antaranya adalah persaingan antar umat beragama, tepatnya adalah pemeluk agama Buddha dengan penganut agama Islam. Seperti diketahui, Provinsi Xinjiang memang mempunyai pengaruh muslim yang sangat tinggi. Dan salah satu dampak dari persaingan umat beragama di zaman dahulu adalah kerusakan pada situs agama Buddha ini. 

Faktor lainnya adalah adanya para pencuri yang menyebabkan benda bersejarah yang dulu tersimpan di dalam gua kini sudah tak lagi ditemukan. Dan tak ketinggalan adalah aksi vandalisme yang menyebabkan mural di dalam gua mengalami berbagai jenis kerusakan. Yang paling banyak adalah adanya lubang pada bagian mata di lukisan mural.

Sempat ada aksi penyelamatan terhadap mural-mural yang tersimpan di tempat ini.  Salah satunya adalah seorang eksplorer Jerman bernama Albert von Le Coq yang berhasil menyelamatkan beberapa mural dengan kondisi terbaik. Mural-mural tersebut pun kemudian dibawa ke negara Jerman, bahkan salah satunya tertempel secara permanen di Museum of Ethnology di Berlin, yang sayangnya rusak total gara-gara perang Dunia kedua. 

Reruntuhan kota tua Jiaohe dan Gaochang

Tak jauh dari Flaming Mountain juga terdapat dua reruntuhan kota tua yang statusnya telah diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Dua reruntuhan kota tua tersebut adalah Jiaohe serta Gaochang. Kedua kota kuno ini pun sudah tak lagi dihuni oleh manusia tentunya, namun keduanya memberikan gambaran kehidupan masyarakat di zaman dulu. 

Gaochang merupakan sebuah kota oasis yang terletak di kaki Flaming Mountain dan berjarak sekitar 46 kilometer dari kota Turpan. Di zaman dulu, Gaochang yang juga dikenal dengan nama Karakhoja ini menjadi tempat persinggahan penting bagi para saudagar yang berdagang di Silk Road. Namun kini kota tua tersebut sudah tinggal menjadi reruntuhan, mengingat kota tua ini telah hancur pada abad ke 14 akibat peperangan.

kereta_keledai.thumb.jpg.8f425dc8dd72fc7Kereta keledai di Gaochang (kredit: Flickr)

Reruntuhan kota tua Gaochang ini mempunyai luas mencapai 2.200.000 meter persegi. Kota ini terbagi menjadi tiga bagian, yakni outer city, inner city serta yang terakhir adalah palace city. Masing-masing bagian pun terpisahkan oleh dinding kota yang dibangun dengan menggunakan tanah liat. Gerbang masuk kota pun hingga kini masih bisa dilihat berdiri kokoh. 

kuil_buddha_gaochang.thumb.jpg.9ac3dd3a8Reruntuhan kuil Buddha di Gaochang (kredit: Penn.museum)

Sementara itu reruntuhan kota Jiaohe dikenal sebagai salah satu keajaiban arsitektur dunia yang tersembunyi di Yarnaz Valley, berjarak sekitar 10 kilometer dari kota Turpan. Reruntuhan kota tua Jiaohe ini pun dikenal sebagai kota yang memiliki sejarah panjang 2300 tahun. Dan meski sudah berumur tua, kota ini masih mempunyai bangunan-bangunan yang terjaga dengan cukup baik. 

Kota tua ini hanya mempunyai dua gerbang kota, terletak di bagian selatan serta timur. Sayangnya, gerbang kota di bagian timur sudah rusak sejak beberapa tahun lalu. Ciri lainnya dari kota ini adalah tidak adanya dinding kota seperti yang umum dijumpai pada sebuah kota tua. Dan yang terakhir, semua bangunan yang ada di tempat ini sepenuhnya dibangun dari tanah. Memang sih ada beberapa yang menggunakan bahan kayu, namun jumlahnya sangat sedikit. 

jiaohe.thumb.jpg.2acba60a28ee7d5a9863022

Jiaohe City (kredit: Chinadiscovery)

jiaohe_city.thumb.jpg.9c29338b71f0a1cf4fReruntuhan di Jiaohe City (kredit: Lostlaowei)

Dan seperti halnya Gaochang, kota tua Jiaohe ini sudah tak lagi dihuni oleh masyarakat setempat. Kota tua ini pun secara terus menerus mengalami kerusakan terhitung sejak abad ke 8 Masehi. Dan selanjutnya, pada abad ke 14 Masehi, penghuni kota tua ini pun memutuskan untuk meninggalkan tempat ini. Dan menariknya, meski telah dicampakkan, kota tua ini masih bisa bertahan menghadapi kerasnya cuaca di area yang panas ini.

Edited by baihaki1985

Share this post


Link to post
Share on other sites

@baihaki1985

oh ini mungkin yang episode Monkey King masuk ke Gurun 9 Matahari itu ya, saking panas nya biksu Tong Sam Chong sampai pingsan

dan Sun Go Kong harus memanah beberapa Matahari nya agar turun panasnya.

Hahahah jadi mengingat seril Sun Go Kong, dulu ngikutin banget :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@baihaki1985

oh ini mungkin yang episode Monkey King masuk ke Gurun 9 Matahari itu ya, saking panas nya biksu Tong Sam Chong sampai pingsan

dan Sun Go Kong harus memanah beberapa Matahari nya agar turun panasnya.

Hahahah jadi mengingat seril Sun Go Kong, dulu ngikutin banget :D

hahaha inget bener mod... 

Share this post


Link to post
Share on other sites

btw go kong sun ini kan emg fiksi gan,masa iya beneran ada
eh tapi ane lupa di bukit apa gitu,smpe sekarang ada patung guan yin (dewi kwan im)
di atas tebing pinggir pantai,tapi noleh sebelah kiri
kl di film sun go kong tuh dewi gk tega lihat wu cing (adik seperguruan ketiga go kong)
yang nyembah2 dewi ampe kepalanya berdarah
entah patung itu emg buatan manusia atau bukan yg jelas skg patung nya ada

Share this post


Link to post
Share on other sites

btw go kong sun ini kan emg fiksi gan,masa iya beneran ada
eh tapi ane lupa di bukit apa gitu,smpe sekarang ada patung guan yin (dewi kwan im)
di atas tebing pinggir pantai,tapi noleh sebelah kiri
kl di film sun go kong tuh dewi gk tega lihat wu cing (adik seperguruan ketiga go kong)
yang nyembah2 dewi ampe kepalanya berdarah
entah patung itu emg buatan manusia atau bukan yg jelas skg patung nya ada

wah kalo benar2 ada patung nya salah satu ikon wisata menarik tuh

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By alex13200




      Di China ada kota yang namanya Xinjiang, tapi kota ini lebih terkenal dengan nama "Moguicheng" atau "Kota Iblis".
      Di daerah sini banyak tempat2 unik, seperti kastil2 dan istana yang kuno. Tetapi atraksi utama yang ada di kota ini bukan karena areanya atau kecantikan alamnya, tetapi misteri yang ada di kota itu. Anehnya di situ, kalau kita lagi jalan2 pada siang hari dan ada angin kecil, kita bisa dengar irama yang merdu seperti suara gitar dan bel. Tetapi kalau anginya lagi kenceng, kita bisa dengar suara seperti bayi nangis, raungan singa, atau gajah yang marah.
      Tetapi orang masih enggak tau dari mana asal suara2 itu. Kalau orang situ percaya bahwa suara itu dari hantu. Tapi sudah pernah pernah di teliti oleh orang ahli untuk mencari dari mana suara2 itu datang. tetapi mereka akhirnya juga tidak tau.
      Aneh kan, saya juga pasti penasaran ingin tau suara apa saja yang bisa didengar.