Sign in to follow this  
chime

National Museum Singapore

2 posts in this topic

Jalaner's ada yg pernah mengunjungi National museum di singapore nga ya?, soalnya sy sendiri wkt ke singapore nga sempet kesini sich, cm info yg sy dapatkan bahwa disana beberapa waktu yg lalu ada pameran The Wedding dress-200 years.

Ternyata warna busana yg dipakai menunjukkan status sosial ekonomi si pengantin dan keluarganya, mereka yg status sosialnya tinggi akan memakai busana pengantin dgn warna putih sama silver, tapi nga tau sich klu status sosialnya rendah pake warna apa ya ?

Terus ada Galerynya juga dimana sebelum memasuki galery ini kita akan dipinjamkan alat elektronik yg berfungsi sbg pemandu utk memberikan informasi yg lengkap mengenai sejarah singapore, Jadi ditiap lantai yg kita lewati akan ada kode angkanya, dan kode tersebut klu dimasukkin kedlm alat pemandu akan ada suara yg menjelaskan apa yg kita lihat ditempat tersebut. keren bgt ya :D ...

Share this post


Link to post
Share on other sites

ia saya pernah kesini. emang ada alatnya. jadi pake headphone. kalau ktemu satu titik, diketik nomornya.

nanti dari alat itu bisa kasih penjelasan tentang sejarah alat tersebut.

kalau mau liatin satu2 pake alat. bisa dari pagi sampe malam tuh.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Nindy Ratri K
      Hallo semuanya, selamat sore menjelang berbuka 
      dalam rangka memenuhi janji saya sama mas @deffa berikut saya sampaikan tabel itinerary saya selama 5D 4N singapura-johor. adapun yg jadi highlight saya kali ini sbb:
      D1: Johor
      D2: Chinatown, Chinese Garden, Universal, handerson, MBS, Garden by the Bay
      D3: Jalan nyusuri Downtown, Merlion, Orchad
      D4: Bugis, Little India, Kampong Glam
       
      pencapaiannya kali ini masih 80% dari rencana, tapi kalau nggak ada aral melintang seperti dalam perjalanan saya kemarin, saya optimis bisa 100% niih ite 
      kali ini saya nginepnya di the pod hostel, beach road. jadi titik berangkat dari beach road sana 
      semoga bisa menginspirasi dan membantu teman2 jalan2 sekalian 
       
      Waktu
      Lokasi
      Kegiatan
      Keterangan
       
       
      DAY 1
       pastikan tidak punya barang yang ditaruh di bagasi, krn ada setelah imigrasi
      15.00
      Kantor
      Sudah kumpul untuk berangkat ke bandara
      Dijemput Papa
      18.00
      Bandara Jkt
      Sudah sampai bandara
      Terminal 2D?
      18.30
      Bandara Jkt
      Persiapan dokumen dan check in
      Masuk bareng ke terminal check in
      19.00
      Bandara Jkt
      Sudah beres check in, persiapan imigrasi
      Paspor, boarding pass, pasang senyum ramah tjantik-tjantik
      19.30
      Dept Terml
      Sudah siap di terminal keberangkatan
      Makan malam, sholat,  isi air, pipis2
      21.35
      Pesawat
      Berangkat!!!
      Baca Doa, enjoy the flight
      00.25
      Pesawat
      Landing di Singapura (bukan singgah di dapur)
      Alhamdulillah
      00.40
       Changi
      Baru turun dari Pesawat
      Terminal 1
      01.00
      Changi
      Sudah selesai bersih2, siap2 tidur , Cari tempat tidur
      T1: Snooze Lounge, Transit East, Level 3, Transit Hall
       
       
      Terminal 2
      Sanctuary Lounge, Transit North Pier, opp E5, Transit Hall
      Oasis Lounge, Transit North Pier, Opp E11, Transit Hall
       
      Terminal 3
      Snooze Lounge, Transit North Mezzanine, near to Singapore Food Street, Transit Hall
       
      Terminal 4
      Snooze Lounge, Departure Transit, Level 2M, Transit Hall
       
       
      DAY 2
       
      2.00
      Changi
      Bangun, pasang penjagaan, kalo2 diusir
      Beresin barang. Yang cakep.
      2.30
      Changi
      Kalao ngga ada pemeriksaan tidur lagi
      Zzz
      6.00
      Changi
      Bangun, ganti baju yang cakep, bersih2.
       
      Operasi Skytrain: 5.00 am-2.30am
      Mandi nya di toilet ajaaahh… yang pojok (kloset jongkok) sabii
       
      6.30
      Imigrasi
      Cari yang waktunya bareng pesawat landing
      Pasang senyum dudul n manis
      7.00
      Staff Canteen
      Makan pagi (Buka jam 7.00am-9.00pm)
      Budget S$5
      8.00
      MRT
      Lewat Nicols highway
      Jam buka counter: 8.00am
      Dari Changi naik MRT, tuker di tanah Merah CG2 (jalur hijau), tuker ke biru.
      Transit di MacPherson, tuker ke orange.
      Turun di Nicoll Highway
      8.30
      The Pod
      Titip tas di hostel, dan Jalan ke Queen Street Terminal. Naik Causeway Link 2 warna kuning
       
      S$3.4 ajah
      9.20
      To JPO
      Malaysia-Johor
      Jalan ke queen street. Naik CW2 bis kuning. US$3,4
      16.00
      To SG
      Dalam perjalanan, nanti turun di Bugis lagi
       
      19.30
      SG
      Turun di terminal. Bisa ke Bugis, atau ke little india, atau ke kampong glam, bebas
       
      20.30
      Hostel
      Jalan kaki bets
      Bobok dehh
       
       
       
       
       
       
      DAY 3
       
      07.00
      Hostel
      Siap2 kita jalan
       
      08.00
      Chinatown
      Explore CT. lewat smith st.
      Naik Bis No. 961 dari Plaza Parkroyal. 8 Stop.
      Berenti di New Bridge Ctr.
      08.20
      Chinatown
      Rutenya: Buddha Tooth Relic, Sri Mariarman, Masjid Jame chulia. Belok ke Pagoda st. ada Tintin Shop Singapore, Chinatown heritage center.
       
      10.00
      Chinese Garden
      Perjalanan.
      MRT dari Chinatown. 9 Stop. Berenti di
      MRT Chinese Garden (EW25)
      11.00
      Chinese Garden
      Keliling disini. Foto2. siapkan kaki.
       
      12.30
      MRT
      Perjalanan ke vivo
      MRT Jalur Hijau. 4 stop. Turun di Buona Vista. Transit.
      MRT Jalur Kuning.
      13.30
      Vivo
      Ke Vivo City. Maksi dulu di Foodcourt
      Food Society
      14.00
      Sentosa
      Eksplore Sentosa: Bola Dunia, Merlion
       
      15.30
      Vivo
      Ke Henderson Bridge
      Naik 131 - Harbour Front Station Exit B. 14141. 5 stop. Turun di Aft Telok Blangah Hts  (14051)
      Bef Telok Blangah Hts (14059)
       
      16.30
      Henderson
      Abis foto2 disini, kita ke Supertree
       
      Naik 131. 10 stop. Turun di Intl Plaza
      Naik 400. 6 stop. Turun di Garden by the Bay
      17.15
      Supertree
      Garden By The Bay. Foto2 disini yang cakep
       
      18.30
      MBS
      Jalan kaki nyeberang. Kita audit MBS, ke Kasino. Makan Malam disini aja
      1983 A Taste of Nanyang
      Rasapura (B2)
      21.00
      Hostel
      @The Pod, Beach Road
      Naik Jalur Biru 2 Stop, Turun Bugis
      Naik Jalur Kuning 2 Stop, Turun Nicolls Highway
       
       
       
       
       
       
      DAY 4
       
      9.00
      Hostel
      YEP! BOLEH BANGUN SIANG #Paham
      Sarapan yaa, jangan lupa mandi
      Prepare for today's trip
      10.00
      Hotel Raffles
      Bisa Ekspolore sepanjang jalan selain raffles hotel, ada war memorial Park, Fountain of Wealth (Temasek Building, tp Agak ngalang), National Gallery, Supreme Court (aku mo foto disini), Parliament, Raffles Landing Site. Kalo mau eksplore Taman, ada Raffles House di Fort Canning.
      Nyeberang ke Plaza Par Royal
      Naik 107 atau 961 (3 Stop)
      Turun di Beach Rd - Opp Raffles Hotel
       
      Jalan Kaki yaa, menurut gugel 2,5 kilo, waktu tempuh 32 Menit termasuk Fountain of wealth (yang ngalang).
       
      Tanpa Fountain 1,2 kilo waktu tempuh 15 Menit.
      Jalan sante wae
       
       
       
      KURASU PLS
      Abis dari Raffless ke belakangnya. Cari Kurasu.
      Cari Odeon Tower. Lantai 2. District 6
      Kalo Skip Merlion, Naik 167 Dari Victorian Concert Hall. 8 Stop. Turun di Orchad Stn.
      11.15
      Merlion
      Foto2 lagi. Bidik esplanade, MBS dan Ferris Wheel nya
       
      12.00
      Esplanade
      Lihat2 aja. Siapa tau ada pertunjukkan yg bs ditonton.
       
      13.00
      Orchad
      Maksi di wisma Atria - Food Republic Andalan. Atau nanti cari food court lain di ion. Foto2
      Naik 36 dari The Esplanade (02061). 14 Stop. turun di  Tang Plaza (09047)
       
      14.00
      Botanic Garden
      Masuk dari Tanglin Entrance
      - Sun Garden
      - Anggrek Vanda Miss Joaquim
      Masuk dari Nassim Entrance
      - Evolution Garden (Pakis)
      - Palm Valley
      Tanglin bisa naik 174 dari Op Orchad Stn (belakangnya Ion). 5 stop. Turun di Opp Botanic
       
      Kalo mau ke Nassim, masuknya agak susye kl kendaraan umum. Naik Grab aja
      16.00
      To Bugis
      Beli jus, beli kaos2, beli egg tart buat mama. Early Dinner di belakang Bugis Street.
      Kita Naik Taksi lagi aja pake Grab. Sekitar SGD17. #mulaiborosh
       
      17.00
      Ke Merlion
      Kita nunggu sampe dapet pertunjukkan laser sambil foto2 lagi. (btw, kalo merlionnya mau disimpen buat sore aja jugak gpp. Liat sikon aja)
      Halte Bugis Junction. Naik 130. 4 Stop. Turun di UOE Bayfront.
      18.00
      Makan Sutra
      Coba cari makanan lucuk2 disini. Nyobain makan disini. Kalo mau jajan ajaa…
      Jalan aja
      20.00
      To Hostel
      @The POD
      Op Fullerton Naik 100. 5 Stop. Turun Op Plaza Parkroyal langsung Hostelnya
       
       
       
       
       
       
      DAY 5
       
      8.30
      Hostel
      Siang lagi??? YEP! Ga dilarang bangun siang kok. Kalo mau bangun pagi juga boleh
      Siap2
      9.30
      Hostel
      Udah selesai sarapan dan beberes buat check out
      Mantepp. Tas nya titip aja dulu
      9.30
      To Little India
      Sri Veeramakaliamman Temple
      Sri Srinivasa Perumal Temple Singapore
      Tan Teng Niah
       
      Sakya Muni Buddha Gaya Temple Read more at:
       
       
      Nyeberang ke Plaza Parkroyal
      980Sembawang Int (5 stop)
      Turun di Rochor Stn ganti sama
      23Rochor Canal Rd (2 stop)
      Turun di broadway hotel
       
      11.00
      To Bugis
      Kalok2 masih ada yg mau diliat and or dibeli. Yg jelas kita jugak keliling kampong glam. Foto2 disini. Nyobain café hitz bats disini.
      Naik dari Tekka Ctr
      67Tampines Int (3 stop)
      Turun di Opp Eminent Plaza ganti ke
      133Shenton Way Ter (5 stop)
      Turun di Opp Stamford Pr Sch
       
      11.20
      Kampong Glam
      Liat2 masjid, mural2, keliling2 deh
       
      12.30
      Bugis
      Ojo lali coba Route 12
       
      13.30
      Ke Hostel
      @The POD
       
      14.00
      GO
      To airport naik MRT
      Waktu tempuh +/- 1.20"
      15.00
      Changi
      Sampe di Changi
      Cece
      16.00
      Changi
      Monggo berburu Disini. Masuk Imigrasi dulu ojo lali. Bisa pijet2 jugak, ke bioskop
      Inget, XX Take off. Perhatikan waktu boarding. Biasanya 10-30 menit sebelumnya.
      18.00
      Changi
      Makan di Staff Canteen/Mc D
       
      20.00
      Pesawat
      Take off
      Bye SG
      21.00
      Pesawat
      Landing @soetta
      Hello Jakarta dan kerjaan
      21.30
      Soetta
      Selesai ambil bagasi, markipul
      Besok jalan2 lagii yaa amu amu dan amu ummaa
    • By Sari Suwito
      Sedang transit di kota Jogja dan ingin jalan-jalan murah? Tentu bisa....bisa bangeet malah. Jadi gini, beberapa waktu lalu kami ada acara keluarga di Kulon Progo, berhubung ada anggota keluarga yang mempunyai jadwal terbang beda satu hari dengan keberangkatan saya, maka jadilah kami berangkat bareng dari Kulon Progo naik taksi tetangga saya. Itung-itung hemat tenaga dan uang daripada saya harus bolak-balik Jogja-Wates-Jogja, maka saya memilih untuk menginap saja di hotel dekat bandara Adisucipto. Setelah browsing nemulah saya alamat dan nomer telepon Hotel Bandara Asri (nanti saya tulis reviewnya dech). 
       
      Sebelum ke Bandara Adisucipto saya minta taksi untuk mengantar ke hotel dan taruh barang bawaan saya di hotel.  Karena setelah selesai urusan di bandara saya berniat untuk jalan-jalan sore di kawasan Malioboro sekalian wisata museum gitu. Begitu urusan di bandara selesai, saya langsung menuju Shelter Trans Jogja dari Bandara Adisucipto, naik bus Jalur 1A lalu turun di shelter Malioboro 3 (Pasar Beringharjo/Benteng Vrederburg), lalu saya jalan kaki menuju ke Museum Sonobudoyo, tapiii sayang sekali, ternyata museum sudah tutup jam setengah empat. Jadilah saya..lanjutkan jalan kaki ke arah Jalan Rotowijayan ke museum Kereta Karaton, dan ternyata sudah tutup juga. hihihihi... 
       
      Akhirnya saya jalan kaki ke kawasang cenderamata di jalan Rotowijayan, di kawasan ini berjejer toko yang menjual souvenier, batik dan kaos dagadu. Keluar masuk toko tapi ga nemu juga yang cocok, jadi yaa sekedar cuci mata aja dech. Tak lama kemudian saya memutuskan untuk balik aja ke hotel, takut kesorean dan bus Trans Jogja penuh. Dalam perjalanan menuju shelter Trans Jogja, ketika melewati alun-alun utara ternyata ada kuda yang sedang dilatih oleh pawangnya.  Skalian numpang selfie aah... hehehe...



      Sampai juga akhirnya ke shelter Trans Jogja, dan rupanya ga penumpang ga terlalu ramai, dan masih kebagian tempat duduk. Saya turun di Shelter Jl. Solo (Maguwo) lalu jalan kaki menuju hotel. Sampai hotel setelah mandi sambil nonton tv ternyata berasa dech laparnya, jadilah saya pesan di restaurant hotel mie rebus jawa seharga tujuh belas ribu lima ratus rupiah. hihihi...lumayan...daripada harus keluar hotel lagi. Akhirnya makanan dataang.....
       
      Selesai makan, sambil nonton TV langsung tidur sampe pagi... hihihi...
       
      Pagi hari setelah selesai sarapan saya langsung berangkat ke Shelter Trans Jogja di Bandara Adisucipto untuk menuju Malioboro yang akan dilanjutkan jalan kaki ke Museum Sonobudoyo dan Museum Kereta Karaton Yogyakarta.  
       
      Museum Sonobudoyo
       
      Sekitar jam 8.20 akhirnya sampailah saya di Museum Sonobudoyo, harga tiket masuk tiga ribu rupiah saja, setelah membayar tiket dan mengisi buku tamu, saya dihampiri mbak-mbak yang menawarkan menjadi guide untuk melihat-lihat koleksi museum tapi saya tolak dengan halus. Sepertinya enakan jalan sendiri aja dech, jadi lebih leluasa untuk melihat-lihat koleksi museumnya. 

      Museum Sonobudoyo adalah museum sejarah dan kebudayaan Jawa, termasuk bangunan arsitektur klasik Jawa. Museum ini menyimpan koleksi mengenai budaya dan sejarah Jawa yang dianggap paling lengkap setelah Museum Nasional Republik Indonesia di Jakarta (Museum Gajah).  Museum Sonobudoyo terdiri dari dua unit, unit 1 terletak di Jalan Trikora No. 6 (sebelah utara alun-alun keraton Yogyakarta), sedangkan unit 2 terletak di nDalem Condrokiranan, Wijilan, di sebelah timur alun-alun Keraton Yogyakarta.
       

       
      Museum Sonobudoyo didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda oleh Yayasan yang bernama Java Instituut. Yayasan ini bergerak di bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Panitia pendirian museum yaitu IR. TH. Karsten, P.H.W. Sitsen dan S. Koperberg. Bangunan museum menggunakan tanah bekas "Schauten" atau tanah hadiah dari Sri Sultan HB VIII. Peresmian dilakukan oleh Sri Sultan HB VIII pada tanggal 6 November 1935.
       
      Koleksi Museum Sonobudoyo (unit 1 dan unit 2) terbagi menjadi 10 jenis, yaitu:
      Koleksi Numismatik dan Heraldika, obyek penelitiannya adalah mata uang/alat tukar yang sah, yang terdiri dari mata uang logam dan kertas. Heraldika adalah setiap tanda jasa, lambang dan pangkat resmi (termasuk cap dan stempel). Koleksi Filologi, benda koleksi yang menjadi obyek penelitian filologi, misalnya risalah kuno, tulisan tangan yang menguraikan sesuatu hal atau peristiwa.  Koleksi Keramologi adalah koleksi yang terbuat dari bahan tanah liat bakar berupa pecah belah, misalnya guci.  Koleksi seni rupa, koleksi seni yang mengekspresikan pengalaman artistik melalui obyek dua dimensi atau tiga dimensi.  Koleksi Teknologi. Benda atau kumpulan benda yang menggambarkan perkembangan teknologi. Koleksi Geologi, adalah benda yang menjadi obyek ilmu geologi, antara lain batuan, mineral, fosil dan benda-benda bentukan alam lainnya (permata, granit, andesit). Contoh: Batu Barit. Koleksi Biologi adalah benda yang menjadi objek penelitian ilmu biologi, antara lain tengkorak atau rangka manusia, tumbuh-tumbuhan dan hewan. Misalnya burung (obset) / dikeringkan. Koleksi Arkeologi adalah benda yang menjadi objek penelitian arkeologi. Benda tersebut merupakan hasil peninggalan manusia dari zaman prasejarah sampai dengan masuknya pengaruh kebudayaan barat misalnya : Cermin. Koleksi Etnografi adalah benda yang menjadi objek peneiitian ilmu etnografi, benda-benda tersebut merupakan hasil budaya atau menggambarkan identitas suatu etnis misalnya Kacip. Koleksi Historika adalah benda yang bernilai sejarah dan menjadi objek penelitian sejarah. Benda tersebut dari sejarah masuknya budaya barat sampai dengan sekarang, misalnya Senapan laras panjang, meriam.  Saya hanya mengunjungi Museum Sonobudoyo Unit 1, jadi unit 2 mungkin di lain kesempatan akan saya datangi lagi, sekalian makan gudeg di wijilan kali ya. hehehe...
       
      Oh ya, di depan bangunan Museum Sonobudoyo Unit 1 ini terdapat 2 buah meriam lho. Kedua koleksi meriam tersebut di atas berasal dari masa Sri Sultan Hamengku Buwana III. Sayangnya saya lupa untuk fotoin. hehehe...
       
      Selain meriam terdapat pula arca dan relief. Berikut beberapa koleksi yang berada di halaman pendapa : Arca Dewi Laksmi, arca Mahakala, dan Makara.



       
      Sedangkan di bagian dalam pendopo terdapat seperangkat gamelan.

      Museum ini memiliki beberapa ruang, diantaranya:
      Ruang Pengenalan
      Di atas pintu masuk menuju ke ruang pengenalan terdapat relief candrasengkala "Buta Ngrasa Esthining Lata". Ruang pengenalan berukuran 62,5 m2. Salah satu koleksi yang ada di ruang pengenalan yaitu pasren atau krobongan yang terdiri dari tempat tidur, bantal, guling, kasur, kelambu, sepasang patung loro blonyo, sepasang lampu robyong, dan sepasang lampu jlupak.

      Ruang Prasejarah
      Ruang ini menyajikan benda-benda peninggalan masa prasejarah yang menggambarkan cara hidup manusia pada masa itu meliputi berburu, mengumpulkan dan rneramu makanan. Pada tingkat selanjutnya manusia mulai bercocok tanam secara sederhana serta melakukan upacara- upacara yang berhubungan dengan religi (kepercayaan kepada roh nenek moyang, penguburan dan kesuburan).

       
      Ruang Klasik dan Peninggalan Islam
      Dalam penyajian koleksi dikelompokkan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal yaitu:
      1. Sistem Kemasyarakatan
      2. Sistem Bahasa
      3. Sistem Religi
      4. Sistem Kesenian
      5. Sistem Ilmu Pengetahuan
      6. Sistem Peralatan Hidup
      7. Sistem Mata Pencaharian Hidup 

      Patung Kepala Dewa,  dibuat dari perunggu berlapis emas. Ditemukan di Pathuk, Gunung Kidul pada tahun 1956. sebagai lambang Dewa Budha,
      Ruang Batik 
      Di ruang ini memamerkan beberapa koleksi batik. Selain itu juga terdapat proses membatik yang dimulai dari pengerjaan pola sampai proses jadi sebuah batik. Di ruang ini saya suka sekali melihat aneka motif batiknya...bagus bagus banget...



       

       
      Ruang Wayang
      Sesuai namanya, di ruangan ini memamerkan aneka jenis koleksi wayang, diantaranya ada wayang kulit dan wayang golek serta gambar tata letak pementasan wayang kulit purwa klasik.



       
      Ruang Topeng
      Disini juga terdapat beberapa jenis topeng dari berbagai daerah. Topeng sudah mengalami sejarah perkembangan, bersamaan dengan nilai-nilai budaya dan nilai seni rupa. Topeng yang tampil dalam bentuk tradisional mempunyai fungsi sebagai sarana upacara dan pertunjukan.

       
      Ruang Jawa Tengah 
      Di ruang ini memamerkan ukiran kayu yang terkenal dari Jawa Tengah yaitu Jepara seperti gebyog patang aring. Selain itu terdapat keris dan senjata tajam lainnya dengan berbagai jenis.


      Ruang Emas
      Museum Sonobudoyo merupakan museum yang memiliki koleksi artefak emas tapi dengan beberapa alasan belum dapat dilihat oleh umum.
      Pada dasarnya artefak emas memiliki fungsi berbeda-beda, yaitu sebagai:
      1. Mata uang
      2. Perhiasan
      3. Wadah
      4. Senjata
      5. Simbol religius, dll.
      Di ruangan ini dipamerkan aneka koleksi perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari kuningan dan perak. Seperti: aneka bentuk ceret dan kendi, sendok makan, dll.




       
      Ruang Bali
      Diantara ruangan lain, ruangan ini paling istimewa, karena terdapat lampu warna biru yang byar pet gitu. hehehe...
      Koleksi ruang Bali berkaitan dengan kebudayaan Bali baik mengenai yadnya (upacara) maupun berbentuk seni lukis dan seni pahat. Di bagian terpisah terdapat Candi Bentar.
       


      Patung Penari Keris, posenya ini lho...agak-agak merinding...seperti orang mau bunuh diri yaa..

      Di bagian luar Ruang Bali terdapat Candi Bentar, di dalam komplek candi Bentar biasanya terdapat Bale Gede, yang berfungsi sebagai tempat upacara daur hidup dan untuk bermusyawarah.

       
      Ruang mainan
      Di sini dipamerkan koleksi aneka mainan tradisional dan foto-foto anak-anak yang sedang memaikan permainan tradisional.



      Setelah merasa cukup puas berkeliling museum Sonobudoyo, saya melanjutkan perjalanan berikutnya ke Museum Kereta Keraton Yogyakarta dengan berjalan kaki. Yuk, ikuti cerita selanjutnya.
       
      Museum Kereta Karaton Ngayogyakarta 
      Museum ini terletak di Jalan Rotowijayan, bisa ditempung dengan berjalan kaki dari Museum Sonobudoyo unit 1. Harga tiket masuk lima ribu rupiah, ditambah tiket ijin foto seharga seribu rupiah.

      Museum ini khusus menampung kereta-kereta kuda keraton pada masa Kerajaan Yogyakarta era Sri Sultan Hamengku Buwono ke-8. VIII.
       
        Museum kereta keraton ini memiliki 18 kereta, setiap kereta memiliki nama masing-masing, diantaranya:
      1. Kereta Nyai Jimat, 
      2. Kereta Kyai Garudayaksa, 
      3. Kereta Jaladara, 
      4. Kereta Kyai Ratapralaya, 
      5. Kereta Kyai Jetayu, 
      6. Kereta Kyai Wimanaputra, 
      7. Kereta Kyai Jongwiyat, 
      8. Kereta Kyai Harsunaba, 
      9. Kereta Bedaya Permili, 
      10. Kereta Kyai Manik Retno, 
      11. Kereta Kyai Kuthakaharjo, 
      12. Kereta Kyai Kapolitin, 
      13. Kereta Kyai Kus Gading, 
      14. Landower Kereta, 
      15. Kereta Surabaya Landower, 
      16. Wisman Landower Kereta, 
      17. Kereta Kyai Puspoko Manik 
      18. Kereta Kyai Mondrojuwolo. 
      Kereta-kereta tersebut mempunyai fungsi masing-masing, dan penggunaannya selalu dipilih berdasarkan acara yang akan diselenggarakan. Beberapa foto terpasang di dekat lokasi kereta Keraton. Jadi kita juga bisa lihat kereta ini dipakai di acara apa gitu.


      Oh ya, kereta-kereta ini buatan Eropa lho, diantaranya Jerman dan Belanda. Bahkan sebagian besar kereta-kereta ini masih asli, belum tersentuh modifikasi meski sebagian sudah mengalami modifikasi baik dalam warna cat maupun interiornya.
       
      Terdapat beberapa kereta yang dikeramatkan, karena keistimewaan bahannya yang terbuat dari emas dan merupakan kereta Raja yang disebut sebagai kereta Kencana, bahkan sebagian kereta mungkin memiliki cerita mistis, makanya jangan sembarangan ya saat berada di tempat ini. 
       
      Saya paling suka kereta ini nich...keren dan elegan banget... *abaikan penampakan yang separo ini. hehehe...

       
      Jenis-jenis kereta di Museum Kereta Keraton:
      1. Kereta atap terbuka dan beroda dua, contohnya:  Kereta Nyai Kapolitan

      2. Kereta atap terbuka dan beroda empat, contohnya: Kerata Kyai Jongwiyat dan Landower. Oh ya saya sempat dengar kalau Landower ini berasal dari istilah dalam bahasa Inggris Land Owner (Tuan Tanah/Raja).

      3. Kereta atap tertutup dan beroda empat. Kereta ini termasuk kereta yang mewah dan sakral, contohnya: Kereta Kanjeng Nyai Jimad, Kyai Garudayaksa dan Kyai Wimanaputra.

      Kereta Kanjeng Nyai Jimad ini merupakan kereta tertua, telah berada di sini sejak tahun 1750. Kereta ini merupakan buatan Belanda. Bentuknya unik dan sangat indah seperti layaknya kereta Cinderella. Di bagian depan bawah kereta ini terdapat patung wanita menyangga kereta ini dan terdapat untaian bunga yang mengalunginya.
       
      Ada juga kereta Premili, di dalam kereta ini terdapat 4 baris kursi yang saling berhadapan, kereta ini berfungsi untuk membawa para penari keraton yang berjumlah sekitar 16 orang.

      Di dalam museum ini juga terdapat beberapa patung kuda, koleksi pakaian dan perlengkapan kusir kereta.




      Di bagian luar museum di halaman sebelah utara juga terdapat kandang kuda yang dihuni beberapa ekor kuda. Berikut beberapa suasana di halaman museum..


      Sekitar jam setengah sebelas saya keluar dari Museum Kereta Keraton lalu jalan kaki ke shuttle Trans Jogja di jalan Malioboro. Seperti sebelumnya, saya turun di shelter Jl. Solo - Maguwo lalu mampir makan siang di warung padang dulu, baru lanjut jalan kaki ke toko oleh-oleh Bakpia 25. Nah, disini saya coba beli varian baru bakpia 25 yaitu bakpia isi ubi ungu, enak juga lho rasanya. Sampai di hotel sekitar jam 12an, saya beres-beres barang bawaan dan sekitar jam 12.30 saya ke front office untuk nyerahin kunci kamar, dan request pengantaran ke bandara diundur jadi jam 2 saja. Males kelamaan di bandara ga bingung mau ngapain secara flight saya masih jam 16.10. Akhirnya jam 2 tepat saya minta diantar ke bandara, rupanya counter Air Asia sudah buka, jadi langsung aja check in dan masuk ke boarding roam. Selamat tinggal Jogjakarta....ke Jakarta aku kan kembaliiii......
      Demikianlah...field report jalan-jalan saya saat transit di kota Jogja...mungkin bisa menjadi referensi buat teman-teman yang akan transit di kota Jogja.
       
       
       
       
    • By Nindy Ratri K
      Hallo,
      saya berencana pergi 5 hari 4 malam ke singapura,  rencana pengen beli Singapore Tourist Pass. tapi adanya yg 1, 2 atau 3 hari
      untuk trip 4 hari ini apakah saya bisa split 3 dan 1 yaa... dan apa memang bisa dipakai demikian? saya udah coba tanya sama penerbitnya, si EZ belum dijawab2 
      mohon kalau ada yg bisa membantu atau sumbang saran, monggo..
      terimakasih
    • By Sahat
      Buat orang-orang yang sudah pernah ke singapore atau yang akan pergi ke singapore pasti sudah terbayang dengan mahalnya "living cost" dinegara ini.  Biaya hidup di singapore cukup tinggi, dan  kalau mau makan di food court , siap-siap mengeluarkan kocek mulai dari $3-12, dan air minum mineral saja mulai dari $1.2. Dan, sudah bukan rahasia lagi kalau harga makanan di airport cenderung mahal. Apalagi di bandara Changi singapore yang selalu mendapat predikat sebagai salah satu airport terbaik di dunia. Waduh, kebayang dong, mahalnya seperti apa mau makan  di sana? Nah karena beberapa hal ini, mulailah saya berpikir untuk menekan pengeluaran makan saya di singapore yang kebetulan hanya transit saja. Kebetulan trip kali ini saya transit di singapore (saya baru saja kembali dari trip Macau-Hongkong , Field Report nya menyusul) dan budget sisa dari perjalanan macau-hongkong sudah sangat-sangat minim. Mulailah memutar otak bagaimana caranya supaya bisa makan hemat dibandara changi ini. Modal connect ke Wifi Airport Changi mulailah search-search soal keberadaan si "Staff Canteen" yang sebelum-sebelumnya sudah pernah saya dengar dan baca dari berbagai sumber. Modal browsing tersebut, mulailah saya dan tiga teman saya yang lain mengeksplore bandara changi. Kebetulan pesawat kita dari Hongkong landed di Terminal 2, dan dari info yang kita baca bahwa staff canteen ini ada di Terminal 1. Mulailah kita pergi ke terminal 1 by sky train changi.
      Berikut Deskripsi lengkapnya:
      Di bandara changi singapore terdapat food court atau canteen yang bernama "staff canteen", kali ini saya akan membahas "staff canteen" yang ada di Terminal 1. Saya tidak terlalu tau jika diterminal lain juga ada atau tidak. Untuk itu saya akan membahas yg di Terminal 1 ya. Ok. Lets do it. Untuk makan di "staff canteen" terminal 1 changi ini Saya sudah membuktikannya sendiri, jadi ini bukan sekedar teori saja. Restoran ini sebenarnya lebih dikususkan untuk staff yang bekerja di bandara changi, tetapi tidak tertutup untuk public. Restoran ini tidak dimasukkan didalam denah bandara , sehingga tidak semua orang mengetahuinya. Restoran ini berada di Terminal 1 bandara Changi. Untuk dapat mengakses restoran ini, bisa dengan melihat Block Counter Check In armada AirAsia di block 12, berjalanlah ke arah departure hall (jangan masuk ke departure hall nya), kemudian belok kanan sampai mentok. Akan ada petunjuk Staff Canteen. Tepat di samping toilet, ada lift, masuk lift dan turun ke level B1. Nah di level B1 inilah akan anda jumpai langsung restorannya. Kisaran harga makanannya di range 2 SGD- 5SGD, cukup murah kan untuk ukuran singapore. Walaupun range harga nya cukup murah, food court disini menyajikan banyak varian menu, tempatnya juga cukup nyaman, adem dan sama saja seperti restoran food court lainnya, sangat nyaman.
      JadiTunggu apalagi, lets check it out.
       









    • By F0xy.Lady
      Halo manteman jalan2.com!
      Disaat aku jalan kemana, banyak orang yg pada pergi ke Singapore. Nah kali ini mumpung sebagian besar orang udah kurang memburu Singapore,, aku justru bikin rencana backpackeran ke Singapore selama 3 hari. telat banget kan? Biariiinn!!
      Kebetulan dapet tiket promo AA pp dan udah lama banget nggak piknik neehh.
      Aku cari temen jalan maksimal 3 orang ajaa. Maaf, nggak pengen terlalu banyak...biar nggak keribetan hehehe (dari pengalaman). Kamu bisa berangkat bareng aku dari Denpasar (buat yg stay di Bali) maupun ketemuan disana aja.
      30 Nov'17 -> DPS 07.20 - SIN 09.55
      02 Des'17 -> SIN 20.45 - DPS 23.30
      Selama 3 hari di Singapore yang jelas aku nggak masuk Universal Studio dan mall-mall yaa. Sebagaian besar pengen explore nature & culture. Aku lebih suka teman yang supel, nggak rewel, nggak ngambekan, dan betah jalan-jalan pastina...ehehee
      Kalau kriteria diatas dirasa sesuai dgn jiwamu dan kamu tertarik untuk jalan bareng sama aku, silakan email ke backpackeraddict@gmail.com .
      Keuntungan yang akan kamu dapet kalo jalan bareng aku adalah foto kamu bisa nampang di travel blog ku (so what?),, nggak cuma di medsos kamu ajaa wkwkwkk..
      Estimasi budget : 1.5 - 2 jutaan (bisa kurang asal nggak shopping2)
       
      Terima kasih jalan2.com
       
    • By maipura
      Ada museum baru di Kota Solo, baru diresmikan oleh Bapak Presiden Jokowi pada tanggal 9 Agustus yang lalu. Namanya Museum Keris Nusantara. Kebetulan saya pas lagi ada di Solo minggu lalu, jadi deh kita sempatkan mampir mengunjungi Museum ini sebelum pulang kembali ke Sumatera.
      Lokasi Museum Keris ini ada di pusat kota, gak jauh dari taman Sriwedari, bersebelahan dengan stadion di Jalan Bhayangkara. Kalau lewat jln. Slamet Riyadi, pas pertigaan Sriwedari belok kiri, Museum nya ada di ujung jalan pas perempatan. Gak akan mungkin kelewatan lah. :)
      Harga tiket masuknya berapa? nah selama bulan Agustus ini, tiket masuk ke Museum Keris masih gratis, namun mulai september nanti katanya harga tiketnya Rp.6000 / orang.
      Museum ini merupakan gagasan pak Jokowi sewaktu beliau masih menjadi walikota Solo. Namun pembangunan gedung museum ini baru dimulai secara bertahap sejak tahun 2013. Gedung Museum Keris ini terdiri dari 1 basement yang dimanfaatkan sebagai tempat parkir, dan 4 lantai sebagai ruang pamer. Terdapat lift yang menyambungkan semua lantai-nya. Jadi kalau capek naek tangga, bisa naek lift.

      Lantai 1
      Di lantai ini fungsinya sebagai lobi, soale gak ada keris yang dipajang disini. Cuman ada ruang Audio Visual di sisi sebelah kanan dan kiri dari pintu masuk. Loket pengunjung juga ada disini, disebelah kanan dari pintu masuk kemudian bagian informasi ada di sebelah kiri dari pintu masuk.
      Lantai 2
      Di lantai 2 kita mulai bisa menikmati koleksi dari Museum Keris ini. Dan saya yang gak paham sema sekali soal keris. Di lantai 2 ini kita akan paham dan mengerti lebih dalam soal keris. Karena di lantai ini disuguhkan juga informasi tentang keris dan bagian-bagian keris, apa itu pamor, jejeran, luk dsb.
      Di lantai 2 ini juga ada tempat bermain untuk anak-anak dan perpustakaan. Koleksi buku-bukunya tidak jauh dari masalah keris dan budaya baik tentang kota Solo maupun kota-kota lain di Indonesia. Tapi sepertinya koleksi bukunya perlu diperbanyak, soale rak nya masih banyak yang kosong.



       
      Lantai 3
      Lantai ini selain memajang beberapa koleksi keris ada juga diorama-diorama. Antara lain diorama pembuatan keris dan  diorama ritual saat akan membuat keris. Selain itu di dinding  ada informasi proses pembuatan keris dan rangkaian sesaji ketika akan membuat keris.


       
      Lantai 4
      nah, lantai 4 ini merupakan ruang pamer utama, disini selain keris dari tanah jawa, ada juga keris dari bali, sulawesi dan sumatera. Selain keris ada juga beberapa koleksi tombang dan parang. Karna museum ini tidak mengkhusus kan keris dari Jawa saja, namanya kan Museum Keris Nusantara. walapun memang umumnya orang mengenal keris itu dari Jawa. Tapi ternyata ada juga keris dari Sulawesi dan Sumatera.

       

      Di lantai 4 ini saya ngobrol banyak dengan seorang bapak yang saya pikir petugas museum. Beliau berkata keris yang dipajang disini merupakan hibah dan pinjaman dari pribadi, tertulis di keterangan masing-masing keris yang dipamerkan. Dan katanya lagi masih ada sekitar 300-an lagi koleksi keris yang masih akan dipamerkan. Dan ada kabar bahwa pemerintah Belanda akan menyerahkan koleksi keris yang mereka miliki untuk kemudian disimpan dan dipamerkan di Museum Keris Nusantara ini.
      Ketika saya bertanya, koleksi yang paling tua dan mempunyai nilai sejarah paling tinggi yang mana, bapak petugas yang saya lupa tanya namanya itu menjawab.
      "semua koleksi kita disini berharga mas, baik usia maupun nilai sejarah-nya"
      "semua keris disini berusia lebih dari 100 tahun"
      "semuanya sudah di teliti terlebih dahulu oleh tim kurator kita sebelum kemudian bisa dipajang dimuseum ini"
       
      Lalu bapak itu membawa saya ke salah satu kotak tempat beberapa keris dipamerkan, lalu beliau mengatakan,
      "ini keris yang paling tua, ini diperkirakan dibuat pada jaman sebelum kerajaan Singosari"
      "pada waktu itu para pembuat keris belum mengenal cara mencampur besi untuk membentuk pamor (motif)"
      "ini bentuk awal daripada keris, masih sederhana, dan kemudian berkembang menjadi seperti sekarang ini"
       
       
      Ketika saya bertanya mana keris yang paling mahal, beliau pun mengajak saya kembali ke bagian tengah, dan mengatakan
      "ini semua keris yang mahal, semua keris-keris ini ditaksir harganya antara 3 - 15 milyar"

      Mendengar itu, gak ada komentar yang keluar dari mulut saya, cuman decak kagum yang ada.
      Obrolan santai pun terus berlanjut, kebetulan lantai 4 sudah agak sepi, sebelumnya rame dengan rombongan anak-anak SD. :). Sang bapak menjelaskan apapun yang saya tanyakan, baik itu soal keris maupun tentang Museum nya sendiri. Beliau pun sempat memperlihatkan foto nya ketika mendampingi pak Jokowi ketika pembukaan 9 Agustus yang lalu. Dan saya bener-bener bodoh gak nanya siapa namanya.
      Penasaran dengan koleksi-koleksi keris dari Museum Keris Nusantara? atau hobi dengan keris? Atau pengen dateng ke tempat Wisata yang sedikit berbeda waktu berkunjung ke Solo.
      Monggo, mampir ke Museum Keris Nusantara. :)

       
      foto-foto laen :)



       
    • By Ayusuf
      Cari temen yg punya plan ke Singapore tanggal 27 Oktober 2017
      ini first time ke singapore barangkali ada yg pengalaman yg mau nemenin?