Amel

Trekking ke Lembah Cilengkrang

3 posts in this topic

Halooo...udah ada yang pernah ke Lembah Cilengkrang blom?? tempatnya di kota Kuningan, Jawa Barat

Ini tempat menantang banget deh buat yang hobi trekking alam, dari jalan besar kita harus naik lagi sekitar 2 kilometer ke pintu masuknya.

Tujuan utama dari trekking ini yaitu melihat pemandangan lembah yang okee banget!! soalnya lembah ini diapit sama bukit2 hijau yang subur, trus ke bawah kita bisa lihat sawah2 dan kali.

Di ujung perjalanan ada mata air panas serta air terjun yang punya nama Curug Sabuk dan Curug Sawer.

Kolam pemandian di tempat ini berasal dari air terjun tersebut dan mata air panasnya. Jadi air terjunnya masih berupa air dingin, terus di perjalanan menuju kolam pemandian, alirannya dipertemukan dengan titik2 mata air panas. Jadi deh pas masuk ke kolam pemandian, airnya jadi anget :)

Trekking ke air terjun ini makan waktu kira2 setengah jam kalau ngga berenti2, kalau capek bisa mampir di warung2 peristirahatan buat makan indomie sama beli pocari sweat hehehe!

Kalau ada yang punya pengalaman serupa, di share disini ya plisss!!!

Thanks!!!

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wow seru juga tuh sis, gue juga suka hiking tapi so far blom pernah ke Kuningan. setau gw di sana ada gunung ciremai aja, ternyata ada juga lembah cilengkrang ya..sekali2 boleh juga dicoba :) btw jauh ya dari kota kuningannya?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Itu jalur-nya udah dibikin ya?

Sering ikutan hiking pas masih kuliah, ikutan acara-acara kampus. Biasanya sih tujuan akhirnya air terjun.. Paling seru kalo medannya curam, dan mesti pake bantuan tali naek atau turunnya.. Tapi udah lama banget gak ikut kegiatan semacam gitu.. kangen :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Gulali56
      Sudah banyak memang yang menulis bahwa apply visa China itu gampang . Tetapi yang namanya sudah beli tiket pesawat pulang pergi , apply visa selalu membuat saya was was.
      Ini kali kedua saya apply visa, setelah sebelumnya apply visa Taiwan 2 tahun yang lalu. Yang bikin kuatir mungkin karena salah satunya adalah saya baru memperpanjang paspor pertengahan tahun ini.So far dengan paspor yang baru cuma ada cap Negara Singapura 2x dan Malaysia 1x.
      Untuk apply visa China sekarang tidak lagi di kedutaan RRC melainkan agen khusus yang ditunjuk yaitu di Chinese Visa Application Service Center di The East Mega Kuningan. Padahal Kedutaan RRC cuma 3 menit jalan kaki dari kantor saya. Sedangkan ke The East itu justru 10menitan.
      Pertama-tama saya mendownload form di https://www.visaforchina.org/ sebenarnya bisa sekalian isi online terus tinggal print tapi karena teman saya tidak ada internet akhirnya saya download saja dan isi manual tulisan tangan.
      Pertanyaannya tidak terlalu ribet, mungkin yang agak ‘tricky’ karena ada kolom itinerary tapi cuma dikasi jatah 5baris. Akhirnya saya tulis tanggal saya sampai di Beijing dan tanggal keluar dari Beijing.Haha.. asli culun. Maksud saya toh memang mau menyertakan itinerary di lembar terpisah.Ternyata pas di loket, dikembaliin tuh lembar itinerary yang di ketik bagus-bagus.Yang culun di aplikasi justru tak masalah.
      Jadi yang dibutuhkan untuk apply visa China itu adalah sbb:
      Form aplikasi yang sudah diisi lengkap dan di ttd. Oiya pake ukuran kertas A4 ya print nya. Foto 4x4.5cm latar belakang putih 1 lembar. Kalau saya ambil foto di Mal Ambassador lt.1,15-20menit saja harga Rp 40,000.Cukup bilang foto buat visa China ya.Orgnya sudah biasa bgt ngelayanin pembuatan foto buat visa jadi gak pake tanya ukuran foto.Iyalah daerah kuningan gudangnya kedutaan dan agen pembuat visa. Paspor asli dgn masa berlaku lbh dari 6bln dari tgl keberangkatan. Copy paspor, copy KTP Copy Ticket pesawat Copy booking hotel Saya datang jam 11.30 langsung diarahkan naik tangga ke lantai 2 pas di depan pintu masuk The East. Di lantai 2 ketemu satpam,ditanya mau ambil jalur regular atau express.Berhubung santai ya kita pakai jasa regular. Dikasi nomer urut.Baru duduk 2 menit sudah dipanggil nomer saya, karena memang saat itu kosong banget disana.
      Di loket langsung dicek kelengkapan dokumen, ternyata temen saya lupa copy passport nya untung mba petugasnya baik. Diterima
      aja tanpa embel-embel harus bayar fotocopy lagi. Langsung dikasi form pengambilan visa

      Saya submit aplikasi di hari selasa, visa bisa diambil di hari jumatnya. Yang paling oke lagi. Bayar nya pas visa jadi dan bisa pakai credit card.
      Akhirnya berhasil juga dapat visa China, padahal pas ambil pas sampai sana jam 4kurang 2menit.hehehe..
      Cuman lagi mikir aja. Betapa enaknya itu agen service visa yang di kasi hak exclusive itu. Harga single entry (reguler) yang Rp 300,000 jadi Rp 540,000. Ckckck..Kaya banget tuh agen.
      The East Building, Unit 6, 2nd Floor,
      Jl, DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E 3.2
      no.1 South Jakarta 12950, Indonesia.
      Office Hours:
      Monday – Friday
      Application Submission: 9:00AM to 3:00PM
      Payment and Passport Collection: 9:00AM-4:00PM
      The Center is closed on Saturdays, Sundays and Indonesian public holidays.
      Biaya Visa + Processing Fee
      Single Entry:
      Reguler(4hari) : 300,000 + 240,000
      Express (3hari): 300,000 + 200,000(extra fee) + 400,000
      Urgent (2hari): 300,000 + 300,000(extra fee) + 500,000
      Nah kebayang deh jadi berapa total biaya untuk entry dibawah ini.
      Double entry : Rp 450,000
      Multiple entry /6bulan : Rp 600,000
      Multiple entry/1thn: Rp 900,000

    • By Hildree Takizawa
      Suasana sejuk nan permai dengan pemandangan pepohonan pinus hijau menjadi sajian yang tersaji di sebuah danau kawasan Desa Kaduela, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Adalah Telaga Remis, danau yang menawarkan suasana ketenangan berbalut dengan keindahan yang alami.
       

       

       
      Berjarak kurang lebih 37 km atau dapat ditempuh 1 jam dari pusat Kota Kuningan, Telaga Remis memiliki lahan seluas 13 hektar untuk wilayah keseluruhan. Sedangkan luas danau atau telaganya hanya mencapai 3,25 hektar.

       

       

       
      Suasana asri bercampur dengan udara yang sejuk membuat Telaga Remis sangat pas dijadikan tempat untuk sekedar melepas kepenatan. Adanya wahana sepeda air untuk berkeliling menambah keasyikan tersendiri saat berkunjung ke area wisata yang saat ini dikelola oleh Perum kehutanan Kabupaten Kuningan ini.
       

       

       
      Buat Kalian yang menyukai aktivitas berjalan kaki, terdapat jalur khusus untuk pejalan kaki yang dibuat untuk memutari telaga ini. Lain lagi bagi penyuka hobi memancing, Telaga Remis menyimpan aneka ikan yang bisa dibawa pulang. Ikan seperti mujair dan ikan mas menjadi ikan yang mendominasi Telaga Remis.
       
      Nama Telaga Remis diambil dari dua kata yaitu telaga dan remis. Telaga berasal dari bahasa Sunda yaitu danau sedangkan remis adalah sejenis kerang bewarna kuning yang banyak hidup di sekitar telaga dan disebut remis oleh masyarakat sekitar. Namun disisi lain, terdapat mitos yang menceritakan awal terbentuknya telaga ini.
       
      Dahulu Keraton Cirebon yang dipimpin oleh Sultan Matangaji menolak untuk memberi upeti kepada Kerajaan Mataram yang seharusnya diberikan. Maka diutuslah Pangeran Selingsingan dan anak buahnya. Namun sebelum sampai tujuan, rombongan ini bertemu dengan kelompok Pangeran Purabaya dari Mataram yang ingin menagih upeti. Hingga akhirnya perang pun tak terelakkan.
      Bertempat di kaki Gunung Slamet, Pangeran Selingsingan ternyata tidak bisa menandingi ketangguhan Pangeran Purabaya dan pasukannya. Hal ini yang membuatnya mundur dan mengirim pesan kepada Sultan Matangaji.
       
      Mendengar keadaan itu, sultan mengutus menantunya yang sakti mandraguna menuju medan perang. Hal ini tidak ditolak oleh Elang Sutajaya. Demi membantu saudara-saudaranya yang tengah terdesak, dirinya berangkat membantu Pangeran Selingsingan dan memenangkan peperangan.
       
      Sampai ditujuan, Elang Sutajaya mencari Pangeran Purabaya sebagai musuh utama. Dirinya menggunakan keris sebagai senjata dan ilmu sakti untuk mengalahkan sang utusan dari Kerajaan Mataram itu. Dan tanpa ampun, keris yang menjadi senjata Elang berhasil menghunus badan Purabaya hingga terbelah menjadi dua.
      Merasa kalah, Pangeran Purabaya meminta belas kasih kepada Elang Sutajaya untuk diampuni. Dirinya merasa hanya orang biasa yang beragama islam. Namun Elang Sutajaya tak bergeming. Ia mengatakan bahwa Purabaya bukanlah muslim yang baik. Karena tidak ada muslim yang melakukan kekerasan termasuk memulai peperangan sampai membunuh.
       
      Mendengar nasihat yang keluar dari Elang Purabaya, Pangeran Selingsingan pun menagis tanpa henti. Hingga air matanya membentuk sebuah Telaga Remis. Sedangkan Pangeran Purabaya berubah wujud menjadi seekor Bulus atau kura-kura. Bulus tersebut diberi nama Si Mendung Purbaya.
    • By noquba
      Jawa Barat adalah provinsi yang cukup berdekatan dengan DKI Jakarta. Jawa Barat sudah biasa menjadi opsi liburan akhir pekan penduduk DKI Jakarta karena dekat dan mudah dicapai. Ada banyak sekali tempat wisata di Jawa Barat, namun tempat wisata di Jawa Barat yang mana yang bagus untuk dikunjungi?
      Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi
      Berada di pantai selatan Jawa Barat, Pantai Pelabuhan Ratu terkenal dengan pantainya yang mempunyai karakteristik ombak yang besar dan kuat, sangat cocok untuk berselancar. Di Pantai Pelabuhan Ratu dilengkapi fasilitas hotel, dari yang besar dan mewah hingga yang kecil dan murah. Sepanjang pantai kamu dapat melihat banyak restoran sea food. Masyarakat setempat juga memiliki kepercayaan akan Ratu Kidul, sang penguasa laut selatan.
      Curug Cikaso Sukabumi
      Curug Cikaso adalah air terjun besar dan indah yang berada di Sukabumi. Curug Cikaso memilki 3 air terjun yang saling berdampingan dengan ketinggian mencapai 80 meter dan lebar tebing sekitar 100 meter. Apabila matahari bersinar cerah, ada kemungkinan kamu bisa melihat pelangi kecil di air terjun ini. Lokasi wisata air terjun Curug Cikaso berada dekat dengan Pantai Ujung Genteng.
      Taman Wisata Mekarsari Bogor
      Taman Wisata Mekarsari yang berlokasi di Bogor, adalah salah satu pusat pelestarian buah tropis terbesar di dunia dengan luas 264 hektar. Selain sebagai tempat penelitian dan budi daya bibit unggul, Taman Wisata Mekarsari juga merupakan tempat wisata di Jawa Barat yang cocok untuk segala usia. Selain mempunyai koleksi tanaman yang sangat beragam, Taman Wisata Mekarsari juga dapat menjadi sarana pendidikan yang cocok bagi anak-anak, tempat hiburan keluarga, wisata kebun buah, wisata kebun sayur, dan acara perusahaan.
      Tangkuban Perahu Subang
      Indahnya wisata Gunung Tangkuban Perahu yang menjadi tujuan wisata popular di kawasan Subang, Bandung dan sekitarnya ini memiliki banyak sekali pengunung baik itu wisatawan lokal maupun asing. Selain karena namanya yang sudah terkenal karena cerita Sangkuriang, Gunung Tangkuban Perahu memang tempat wisata Subang yang sangat Indah sekali.
      Pemandian Air Panas Ciater Subang
      Wisata pemandian air panas Ciater tidaklah mahal, sehingga bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. Salah satu lokasi pemandian air panas yang terkenal di Indonesia dan di kalangan turis mancanegara yaitu Pemandian Air Panas Ciater.
      Pemandian Air Panas Ciater terletak di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Tepatnya di perbatasan antara kota Bandung dan Subang, juga bersebelahan dengan kota Lembang.
      Wisata Tracking Gunung Bongkok Purwakarta
      Mampir ke Purwakarta tidak puas rasanya kalau tidak mengunjungi Wisata Alam Gunung Bongkok. Gunung Bongkok yaitu gunung batu yang berada di Desa Cikandang, Purwakarta. Dengan ketinggian 975 mdpl, Gunung Bongkok sangat pantas untuk pendaki pemula.
      Kalau kamu akan melakukan wisata di Purwakarta, jangan lupa untuk berkunjung ke Gunung Bongkok.
      Danau Cipule dan Pulau Cinta Karawang
      Objek wisata Danau Cipule merupakan salah satu tempat wisata Karawang yang unik dan menarik. Salah satu keunikan yang menjadi daya tarik yaitu adanya gunung yang ada di tengah-tengah danau tersebut. Bahkan menjadi latar keindahan dari Danau Cipule.
      Lokasi Danau Cipule dengan pusat pemerintahan kota karawang adalah sekitar 30 KM, tetapi mengingat bahwa Karawang adalah industri dan memiliki pabrik-pabrik besar sehingga akan sedikit terasa lebih panas.
      Objek wisata di Jawa Barat sangatlah banyak, apabila kamu mempunyai kesempatan untuk berlibur maka tidak ada salahnya dicoba. Menghabiskan waktu luang tidak harus jauh hingga pergi ke mancanegara, namun juga bisa kita nikmati di lokasi yang dekat dari DKI Jakarta. Tempat wisata di Jawa Barat tidak kalah bagus dengan tempat wisata di luar negeri!
    • By Hildree Takizawa
      Kalo kita pergi ke suatu tempat pasti yang di cari adalah penginapan,apalagi kalo tempat yang kita tuju itu gak ada yang kita kenal atau pun sodara yang tinggal di sana.
       
      saya akan memberi kan info penginapan khususnya kalo kalian jalan-jalan di kuningan dan sekitar nya;
       
      Terkadang kita sebagai pelancong pun ragu untuk datang ke tempat wisata yg di tuju apakah mempunyai akses dan akomodasi yang memadai di kawasan terebut. maka nya kadang kita berpikir panjang untuk memilih penginapan mana yang cocok dan biasanya dilihat dari lokasi nya yang mudah di jangkau dan tentu nya jarak dengan lokasi wisata yang akan di kunjungi.
       
      Tapi, hal tersebut tak perlu menjadi pertimbangan Anda bila datang ke Kuningan, Jawa Barat. Sebab, di sini penginapan bagai terpusat di sebuah kawasan, Cilimus.
      Dinas pariwisata kuningan sengaja membuat penginapan terpusat di cilimus, karena Cilimus ini memang dekat dengan banyak objek wisata di Kuningan ini.
      Dan tentu saja akan memudahkan wisatawan yang datang ke Kuningan. Dengan memilih penginapan di sekitar cilimus itu tidak akan membuat kita berpindah-pindah lokasi untuk melihat-lihat penginapan mana yang cocok.
      Kalian Cukup dengan berjalan di sepanjang kawasan Cilimus  pasti akan menemukan penginapan mana yang cocok,untuk di pilih ..hehehe sesuai budget juga .
      Kawasan Pusat penginapan di Cilimus ditandai dengan gerbang masuk kawasan Sangkanhurip, dari depan saja sudah terlihat dua sampai tiga hotel. Semakin masuk ke dalam, pilihan penginapan menjadi semakin banyak. Kalau dijumlahkan mungkin mencapai 20 penginapan.
      “Biasanya disesuaikan saja dengan budget, tetapi kalau mau penginapan dengan kelas berbintang saat ini baru ada tiga hotel saja,. yaitu : Tirta Sanita, Hotel Ayong dan Hotel Prima.


      Dari penginapan tersebut, Gunung Ciremai akan akan menjadi pemandangan menyenangkan setiap harinya.
      Saat ini kawasan Cilimus memang dikenal dengan pusatnya penginapan di Kuningan. Dari kawasan tersebut, banyak obyek wisata yang mudah dijangkau, diantaranya Taman Nasional Gunung Ciremai, Desa Wisata Cibulan, dan juga Objek Wisata Sejarah Gedung Linggarjati. 


    • By Leonardo Tirta
      Bandung, kota sejuk, indah, dan berjuta warna. Satu hal yang menjadi berbeda dari kota Bandung adalah objek wisatanya. Berbeda dengan kota lain, Bandung memiliki banyak objek wisata mulai dari wisata sejarah, alam, mall, sampai cafe2. Disini saya ingin mencoba share foto2 momen2 berharga dan tempat epic, yang saya kunjungi selama bekerja di Bandung. Sebenarnya mau manfaatin album sih, tapi entah kenapa gagal upload berulang2. Anyway here some photo that i took, hope you guys like it.
       
      Taman Jomblo (Bawah Jembatan Layang)
      Taman ini memiliki keunikan sendiri karena dibalut mural2 dan memiliki berbagai fasilitas seperti skatepark, layar tancap untuk nonton film bersama. Dinaungi flyover membuat taman ini tidak terasa panas dan mejadi muka baru dalam pemanfaatan public space.



       
      ITB
      Universitas besar dibandung ini sebenarnya memiliki banyak spot menarik untuk difoto, sayang saya blm berkesempatan untuk eksplore lebih dalam karena kendala pekerjaan dan waktu.

       
      Dago Giri
      Salah satu jalan alternatif menuju ke lembang, masih natural dan dapat melihat perbukitan sepanjang kanan kiri jalan, sangat disayangkan jalannya banyak yang rusak dikarenakan masih berlangsungnya pembangunan di depan lawangwangi

       
      Tangkuban Perahu
      Salah satu wisata yang kata orang wajib dikunjungi, saat saya kesini sayangnya tidak terlalu banyak momen yang bisa saya tangkap, sebenarnya ada 3 kawah. Tapi untuk menyusuri tempat lain saya harus membayar 100rb tambahan dikarenakan penjaga berkata itu adalah peraturan baru. Berhubung kantong anak usai kuliah yang merantau pas2 an, saya tidak sempat foto ke tempat2 lain. 


       
      Tahura (Taman Hutan Rakyat)
      Kawasan wisata yang cukup luas sebenarnya, dengan berbagai wisata di dalamnya, ada curug, bunker, taman main anak, dan cafe. Untuk mencapai tempat-tempat itu persiapkan diri anda berjalan kaki, atau naik ojek yang cukup mahal 1x jalan 50rb. Jadi kalo pp 100rb. 
      *Untuk foto lainnya ttg tahura, ditunggu update lagi ya

       
      Kebun teh lembang
      Terletak di sebelah kawasan tangkuban perahu, yang paling saya senang adalah... Masuknya gratis ! tinggal parkir di pinggir jalan dan anda bebas berjalan-jaan dan berfoto ria di kebun teh ini. Kebun teh ini membentang luas dari sebelah tangkuban perahu sampai perbatasan kota Subang. Jadi silahkan memilih kebun teh yang cocok untuk difoto. 2x Saya ke tempat ini menurut saya jam yang cocok adalah jam 6 pagi sampai 9 pagi, dikarenakan adanya kabut yang membuat tempat ini makin epic





       
      Hutan Pinus Cikole
      Kalo hutan pinus ini terletak sebelu memasuki daerah Tangkuban Perahu, cuman sebenarnya daerah ini lebih terkenal dengan area campnya, Berhub teman saya lagi bokek dan nda mau mengeluarkan uang sepeserpun saya dibawa melalui jalur belakang perbatasan camp ground dan hutan pinus liar. Mungkin jika anda mau lebih epic bisa meluangkan waktu ke campnya, karena ada pondok2 yang cukup lucu di dalamnya. 



       
      Balista (Balai Penelitian Tanaman Sayur)
      Seperti namanya, ini tempat riset dan penanaman sayur. Sebenarnya ini bukan tempat untuk foto2. Jadi hindari kesini di weekdays. Kalo weekend pengunjung baru diperbolehkan memasuki area. Cuman bayar 5000 rupiah anda bisa foto di tengah barisan pohon. 



    • By Sari Suwito
      Beberapa minggu lalu, mulai rame bin ngeHITS foto-foto terasiring Panyaweuyan, Argapura, Majalengka. Melihat gambar-gambar yang di posting jadi tertarik pengen lihat lokasinya. Nah, kebetulan ada mas Agun Priyatna member KJJI di Cirebon posting open trip, tapi waktu itu rencana mau ikutan open trip ke Ujung Genteng, tak lama kemudian ada teman yang ngajakin untuk ikutan open trip ke Majalengka ini, jadilah saya ikut trip ke Majalengka ini,  tapiii pas H-3 ternyata teman saya ga jadi pergi. Ya sudahlah show must go on.
       
      Pas hari H-nya, meeting point untuk trip ini di stasiun Cirebon, nah kebetulan pas sampai di Cirebon HP saya ga ada signal, susah kontak untuk tanya meeting pointnya..akhirnya daripada berpanas-panasan di luar Stasiun Cirebon akhirnya saya menghubungi Mba Eka, saya info kalau saya nunggu di kedai Roti O. Akhirnya mas Agun datang menjemput saya, rupanya teman-teman lain sudah nunggu di depan kedai makan di luar halaman stasiun Cirebon, setelah itu langsung dech kami berangkat menuju Majalengka.
       
      Perjalanan menuju Majalengka kurang lebih 2 jam, dan begitu memasuki kawasan pebukitan dengan jalan menanjak angkot yang kami sewa ga kuat nanjak...jadilah untuk mengurangi beban kami turun saja lalu naik lagi ketika jalan sudah agak landai. Akhirnya, ada pick up yang menawarkan tumpangan kepada kami dan mengantarkan kami sampai ke home stay.
       
      Sampai di home stay, tak lama kemudian datanglah beberapa polisi ke home stay, katanya demi keamanan dan ketertiban, diminta data siapa saja yang menginap di home stay ini, ya sudahlah akhirnya kami mengisi data-data untuk diserahkan ke bapak polisi tersebut. Sambil menunggu waktu ishoma, saya tak lupa saya foto-foto dulu di sekitaran home stay dech. Setelah selesai istirahat, makan siang dan sholat kami berangkat menuju curug Muara Jaya.


      Dalam perjalanan menuju curug Muara Jaya, lagi-lagi angkotnya ga kuat nanjak tapi akhirnya kami sampai di lokasi curug Muara Jaya dengan selamat. Begitu sampai, kami istirahat sebentar sambil nunggu proses pembelian tiket masuk, saya berfoto-foto dulu dech.



      Jalan akses menuju curug Muara Jaya terbilang bagus dan rapi, dilengkapi dengan pagar besi di pinggir jadi kalo capek bisa pegangan besi dech. baru setengah jalan menuju curug rupanya sudah nampak curug Muara Jaya, tak lupa untuk segera mengambil gambar dengan latar belakang curug Muara Jaya.


      Kami melanjutkan berjalan menuju curug, tapi mulai gerimis, tapi tak mengurungkan niat saya untuk berfoto dari dekat.




      Setelah merasa cukup berfoto, lalu saya kembali naik dengan beberapa kali beristirahat, berasa juga capeknya menaiki anak tangga yang tak terhitung jumlahnya ini.  Akhirnya kami berkumpul di salah satu warung di bagian atas. Di area ini terdapat beberapa warung, aula, taman bermain, dan toilet.


      Ketika kami sampai di tempat parkir rupanya hujan semakin deras, dan kami tunggu beberapa saat sampai hujan reda baru dech kami lanjutkan perjalanan pulang ke home stay. Lagi-lagi mobilnya ga kuat nanjak dan harus di dorong...ketika para lelaki mendorong mobil sampai, saya menunggu teman-teman lain yang masih jalan di belakang sambil mengambil gambar pemandangan di sekitar.

      Sampai di homestay saatnya istirahat dan makan malam lalu tidur. Jadwal besok pagi adalah menikmati sunrise di Panyaweuyan, Argapura. Kami berangkat menuju lokasi sehabis sholat subuh, dan lagi-lagi mobilnya ga kuat nanjak, akhirnya diputuskan untuk menyewa pick up sampai dengan selesai mengunjungi curug Cicangkrung di yang berada di pos pendakian Berod Gunung Ciremai.
      Dengan naik pick up perjalanan lancar jayaa...akhirnya kami sampai di Panyaweuyan...matahari belum terbit tapi sudah mulai terang. Waah...saya sangat kagum dengan keindahan pemandangan alamnya...hamparan bukit bukit dengan guratan terasiring di atasnya, ada lahan yang sudah ditanami dan ada yang sedang dalam persiapan untuk ditanami. 

      Di belakang saya tampak gunung Ciremai tinggi menjulang, sedangkan di bagian depan tampak gunung Galunggung, gunung Cikuray, gunung Tampomas berada di balik bukit-bukit yang berjajar tertutup kabut pagi.





      Setelah saya selesai berfoto-foto, datanglah sarapan yang dibawakan oleh teman kami, ada surabi oncom, surabi telur, oncom goreng, bala-bala dan tahu isi. Saya memilih makan surabi oncom, ini pertama kalinya saya makan surabi oncom...wah ternyata enak banget apalagi makannya sambil lihat pemandangan indah banget.


      Tak lama setelah sarapan kami bergerak menuju meeting point untuk menunggu kendaraan yang akan membawa kami ke destinasi berikutnya. Dalam perjalanan tampak aktivitas petani yang sedang menggarap lahan, ada pedagang tengkulak sayuran yang sedang menimbang, memberi tag, menghitung, dan mencatat berat daun bawang yang sudah diikat dalam ukuran besar. Tampak juga beberapa fotografer human interest yang sedang mengabadikan gambar aktivitas ini.


      Setelah semua berkumpul dan mobil yang akan mengangkut kami datang, selanjutnya kami berangkat menuju curug Cicangkrung yang berada di Kawasan Wisata Alam Gunung Ciremai, pos pendakian Apuy / Berod. Perjalanan menuju menuju pos pendakian Apuy jalannya menanjak cukup tinggi, dan sebagian kondisi jalannya tanah berlumpur. Dalam perjalanan kami menjumpai beberapa pendaki dengan carrier di punggungnya, sepertinya mereka hendak turun, sopir mobil kami sempat menawarkan jasa untuk turun untuk ke jalan raya, tapi rupanya mereka menolak dan memilih untuk jalan kaki saja. 
      Oh ya sepanjang perjalanan menuju pos pendakian Apuy ini, kami disuguhi pemandangan cantik, di kiri kanan jalan tampak aneka tanaman sayur yang menghijau, menyegarkan mata.

      Akhirnya sampailah kami pos pendakian Apuy, wah ternyata ramai juga ada pendaki yang baru datang, ada yang sudah turun gunung, ada juga yang camping dan bersantai di atas hammock.


      Setelah selesai foto-foto di depan gerbang kami berjalan kaki menuju curug Cicangkrung atau Curug 123. Pada awalnya track yang kami lalui landai dan tanah padat, tapi setelah beberapa ratus meter kami harus melewati track yang berbatu, naik turun, dan licin. Kemudian sampailah kami di curug 3, dan ternyata curug ini keren bangett....ga sia-sia lah tracking menuju curug ini. Saya sempat beberapa terpeleset ketika masuk ke dalam aliran air ketika akan berfoto, tapi untungnya saya baik-baik saja dan tidak terluka sedikitpun.

      Selesai berfoto di curug 3, kami lanjutkan tracking menuju curug. Tracking ke curug 2 dan curug 1 ini tracknya lumayan susah, harus ekstra hati-hati, bahkan saya pun sampai berjalan sambil merambat dan jongkok karena takut terpeleset.

      Sebelum sampai di curug 2 ini kami menjumpai aliran air dengan kolam bening tapi dangkal, kami berhenti sebentar disini untuk foto-foto lagi. Di bagian atas aliran air ini terdapat generator pembangkit listrik sebagai sumber listrik untuk kawasan pos pendakian Apuy. 

      Kabut mulai turun jadi kami pun agak galau antara mau balik ke pos atau lanjut ke curug 2, tapi kalau di pikir-pikir sayang juga sudah sampai sini kalau ga lanjut ke curug 2 dan curug 1. Akhirnya kami lanjut lah naik ke curug 2.

      Sampailah kami di curug 2, air terjunnya lumayan bagus, tapi areanya agak sempit jadi saya pun tak berlama-lama disini hanya ambil beberapa foto lalu melanjutkan tracking ke curug 1. 

      Masih melewati track yang agak susah, akhirnya sampailah kami di curug 1. Air terjun di curug 1 ini lumayan tinggi dan memiliki kolam yang cukup luas. Di bagian depan, sebelah kanan curug juga terdapat aliran air yang mengalir dari atas bukit. Ini bisa juga menjadi spot foto yang menarik.



      Setelah puas berfoto, kami kembali ke pos pendakian Apuy lalu lanjut kembali ke home stay untuk makan siang dan bersiap-siap untuk kembali ke kota Cirebon. Sebelum kembali ke Cirebon, saya befoto-foto lagi dech di kebun yang berada di area home stay. 

      Setelah semua siap, kami berangkat ke kota Cirebon tetapi melewati jalan yang berbeda dengan rute kedatangan kami. Jalanan lebih banyak menurun, melewati kebun sayuran, tanaman padi, dan hutan bambu. Hutan bambunya lumayan luas, mungkin ada lah 1 km.

      Sekitar jam 3 sore kami sampai kota Cirebon dan ternyata hujan deras banget, sebelum diantar ke stasiun kereta kami ditraktir mba Evi makan empal gentong di krucuk. Wah rupanya rame banget pengunjungnya sampe kami harus menunggu agak lama baru bisa dapat tempat duduk. Menurut mba Eka, empal gentong ada yang pakai santan ada juga yang bening, jadi saya memilih empal gentong asam daging (dengan kuah bening). Ini adalah pertama kalinya saya makan empal gentong, ternyata rasanya mirip-mirip sop daging ya, tapi ditaburi daun kucai.

      Selesai makan, saya diantar ke stasiun Cirebon untuk kembali ke Jakarta. 
    • By Debi anwa
      Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) adalah salah satu taman nasional yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Ditetapkan pada tahun 1980, taman nasional ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia. TN Gunung Gede Pangrango terutama didirikan untuk melindungi dan mengkonservasi ekosistem dan flora pegunungan yang cantik di Jawa Barat. Dengan luas 21.975 hektare, wilayahnya terutama mencakup dua puncak gunung Gede dan Pangrango beserta tutupan hutan pegunungan di sekelilingnya. sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Gunung_Gede_Pangrango
       
      Perjalanan ini saya mulai bersama 12 teman lainya. Berawal dari jenuhnya dengan kuliah, akhirnya kita putuskan untuk bolos kuliah dan memilih liburan agar otak tidak hanya tau teori-teori saja. Kebetulan salah satu temen saya Chendwi mempunyai villa deket Cibodas Cianjur, letaknya tidak terlalu jauh dari pos pendaftaran Taman Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Setalah semuanya setuju untuk berlibur di Villa temen saya, akhirnya kita persiapkan diri dan besoknya kita berangkat.
       
      Kita memilih motor sebagai kendaraan untuk menemani liburan. Karena tempat tinggal kita yang berjauhan jadi Kita memilih meetpoint di Cimahi yaitu rumah temen saya Gilang, agar lebih dekat dengan tujuan. Perjalanan kita mulai jam 22.00 WIB dari Cimahi dengan rute Padalarang – Ciannjur – bogor. Kita sengaja memilih jalan malam agar tiak terkena macet. Sekitar jam 00.30 kita sudah sampai di Villa teman saya. Setibanya di Villa kita tidak langsung beristirahat melainkan meributkan tujuan wisata kita besok. Saya coba memberi masukan untuk mendaki gunung Gede Pangrango. Temen saya pertamanya tidak yakin karena diantara kita Cuma saya dan Chendwi yang mempunyai pengalaman naik gunung, lalu persiapan kita juga bukan untuk ke gunung. Tapi teman-teman saya mempunyai rasa penasaran dan terpancing juga setelah googling Gunung Gede Pangrango. Akhirnya saya memberikan masukan lagi agar pendakiannya tidak ngecamp atau pulang pergi dan biasa disebut ‘tektok’, lalu pendakian kita mulai dari malam hari. Awalnya temen-temen saya masi ragu tapi akhirnya mau juga.
      Esok paginya jam 10.00 WIB, saya dan Gilang mencoba mengurus simaksi pendakidan ke kantor pendaftaran TNGGP, karena kalo dilihat di web kalo mau mendaki ke TNGGP harus boking maksimal satu minggu sebelumnya. Karena yang mendaki tidak terlalu banyak dan masih ada kuota untuk hari ini, akhirnya kita dapat registrasi on the spot. Harga tiket masuk perorangnya cukup mahal yaitu Rp.22.500 perhari untuk hari biasa. Harga tiketnya sama dengan semeru ketika hari libur. Sekitar jam 13.30 WIB, akhirnya selesai juga masalah simaksi. Waktu yang cukup lama untuk mendapatkan simaksi karena terpotong jam istirahat dan pelayanannya yang menurut saya sangat sangat kurang oleh mba-mbanya. (tapi untuk sekarang saya tidak tahu apakah masih seperti itu.) ouh iyah, dari keduabelas teman saya, ada dua wanita dan yang ikut hanya 11 saja, satu lagi wanita tinggal di villa. Setelah beres mengurus simakasi, kita putuskan istirahat karena malamnya kita akan mendaki.
      Sehabis maghrib kita persiapkan perlengkapan makanan dan obat-obatan seadanya. untuk selama pendakian, iyah persiapkan itu saja, tidak ada persiapan alat-alat untuk mendaki hehe karena memang liburan ini sangat dadakan dan awalnya kita tidak merencanakan untuk ke gunung.
      Jam 20.00 WIB kita berangkat dari villa dengan 11 cowo dan 1 cewe. Jam 20.30 WIB kita sudah berada di pos pemeriksaan. Pemeriksaan di TNGGP sangat ketat sekali, bahkan kita hampir saja tidak jadi mendaki karena perlengkapan yang kita bawa tidak memadai, tapi kita berusaha mengobrol dan melobi bahwa kita tidak akan ngecamp, kita hanya mendaki sampai puncak lalu langsung turun. Akhirnya kita diperbolehkan mendaki.
      Jam 21.00 kita mulai pendakian kita setelah berdoa. Menurut saya pendakian Gunung Gede Pangrango melalui sangat bete dan melelahkan karena kita harus menaiki anak tangga terus sampai nanti bertemu air panas dan kandang badak. Setelah berjalan 40 menit ternyata teman saya yang cewe tidak uat lagi melanjutkan perjalanan, dia meminta untuk turun. Kebetulan ada kelompok yang baru turun, Karena keegoisan kita semua akhirnya kita titipkan temen kita kepada kelompok tersebut untuk menemaninya sampai bawah hehehe. Kita semua lanjut berjalan lagi.
      Jam 01.30 WIB kita sampai di kandang badak. ini pos peristirahatan terakhir, untuk kamu yang ingin muncak. Disinilah terjadi drama yang membuat saya merasa bersalah karena sudah mengajak teman saya mendaki malam dan tanpa persiapan matang. Kaki teman saya Rio mengalami kram dan dia memilih untuk tidak muncak, sedangkan saya tidak membawa perlatan ngecamp. Akhirnya saya mencoba menitipkan teman saya di tenda orang.  Tapi ternyata Rio tidak sendirian, Chendwi dan Lutfi bersiap menemaninya. Setelah masalah beres akhirnya kita melanjutkan lagi perjalan, tidak lama berjalan kita menemukan perimpangan jalan antara ke puncak Gede atau ke puncak Pangrango. Dan bodohnya kita, kita memilih puncak Pangrango karena lebih tingga dari puncak Gede dengan harapan mendapatkan view yang bagus diatas sana. Perjalanan menuju puncak Pangrango membutuhkan waktu yang sangat lama dibandingkan menuju puncak Gede.
      Jam 06.00 WIb akhirnya kita sampai di puncak Pangrango. Dan ternyata view puncaknya sangat garing, bila dibandingkan dengan usaha kita mendaki kepuncaknya yang sangat menguras tenaga. Untungnya ada alun-alun Mandalawangi yang viewnya lumayanlah.
      Sekian dari saya.
       
      Tips untuk mendaki ke TNGGP via Cibodas
      -          Jangan mengikuti cara saya mendaki
      -          Jangan membawa golok atau pisau karena nanti akan disita saat di pos pemeriksaan
      -          Pakailah sepatu gunung, jangan menggunakan sendal, karena banyak pendaki yang ditolak ijin mendaki karena menggunakan sendal. Tracknya juga membuat kaki sakit
      -          Bawa perlengkapan mendaki yang memadai
      -          Bawa makanan dan obatan-obatan
      Jangan lupa tetap jaga lingkungan dan jangan vandalisme.
       

      ini foto view dari puncak Pangrango, hanya ada space sekitar 3meter ruang kosong untuk melihat samudra awan.