Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
  • agoda-hemat.png

  • 0
kjadventure

[Open Trip] Camping Ceria Gunung Papandayan 6-8 November 2015

Question

INFORMASI
Lokasi : Gunung Papandayan, Jawa Barat
Tanggal : 6-8 November 2015
Biaya : IDR 320.000

 

KJA%20copy_zpsar7jfijk.jpg
===============================================================================
FASILITAS
INCLUDE
- Transport PP Kp.Rambutan – Garut
- Transport PP Garut – Camp David
- Tenda Kapasitas 4 orang (Sharing tenda)
- Alat Masak per tenda
- Guide
- Logistik Tim
EXCLUDE
- Item tidak disebutkan di atas
===============================================================================
SYARAT & KETENTUAN
- Meeting Point Kp.Rambutan / Terminal Guntur
- Calon Peserta diwajibkan membayar uang muka 50% maksimal H+2 setelah registrasi
- Pelunasan masksimal H-2 sebelum berangkat
- Calon Peserta yang sudah transfer DP akan langsung tercatat sebagai peserta
- Peserta yang sudah transfer dan mundur sebelum deadline. Pengambilan 50%
- Peserta yang sudah transfer dan mundur setelah deadline. Pembayaran hangus
- Apabila ada pembatalan dari pihak kami akan dikembalikan 100%
- Pendaftaran ditutup / deadline H-2 sebelum berangkat
- Tidak menerima booking tanpa DP
- Peserta dianggap mengerti dan menyetujui semua ketentuan di atas
===============================================================================
PENDAFTARAN
- Informasi kuota peserta ke nomor 0821-1074-9949
- Kirim SMS/WA/BBM pendaftaran dengan format :
Pendakian Gunung Papandayan
Nama :
No HP :
Domisili :
Meeting Point :
- Pembayaran DP minimal 50% ke Rekening Bank BCA 0354177214 a/n Muhamad Kamal maksimal H+2 setelah pendaftaran
- Bukti pembayaran kirim melalui SMS/WA ke no 0857-8111-6493/0821-1074-9949
- Peserta akan dinyatakan fix ikut apabila sudah melunasi pembayaran
- Apabila peserta tidak jadi ikut, pembayaran tidak dapat dikembalikan tetapi dapat digantikan oleh orang lain
===============================================================================
ITINERARY
Hari 1, Jumat
19.00 – 21.00 : Kumpul di Kp.Rambutan
21.00 – 03.00 : Perjalanan bus Kp.Rambutan – Garut
Hari 2, Sabtu
03.00 – 04.00 : Perjalanan menuju Cisurupan
04.00 – 05.30 : Istirahat dan Sholat Subuh di Cisurupan
05.30 – 06.30 : Perjalanan menuju Camp David
06.30 – 08.00 : Sarapan dan Persiapan Pendakian
08.00 – 11.30 : Menuju Pondok Saladah
11.30 – 13.00 : Ishoma - Dirikan tenda - Persiapan tek tok Tegal Panjang (Tentatif)
13.00 – 15.00 : Menuju Tegal Panjang
15.00 – 16.00 : Enjoy Tegal Panjang
16.00 – 18.00 : Kembali ke Pondok Saladah
18.00 – 19.00 : Ishoma
19.00 - xx.xx : Sesi curhat, modus ria, istirahat malam
Hari 3, Minggu
04.00 – 04.30 : Bangun dan persiapan ke hutan mati (sunrise)
04.30 – 05.00 : Menuju Hutan Mati
05.00 – 06.00 : Sunrise Ria
06.00 – 07.30 : Menuju Tegal Alun
07.30 – 09.00 : Enjoy Tegal Alun
09.00 – 10.00 : Kembali ke Pondok Saladah
10.00 – 12.00 : Istirahat, Masak dan persiapan turun
12.00 – 14.00 : Menuju Base Camp
14.00 – 15.00 : Istirahat dan bersih – bersih
15.00 – 17.00 : Menuju Garut
17.00 – 22.00 : Garut - Jakarta
*NOTE : Itinerary menyesuaikan kondisi di lapangan
===============================================================================
PERLENGKAPAN
Perlengkapan Tim
- Tenda (Sudah disediakan)
- Alat Masak + Bahan Bakar (Sudah disediakan)
Perlengkapan Pribadi
- Tas Carrier
- Geiter
- Kostum Treking (Baju & Celana Lapangan)
- Jaket Gunung (WAJIB)
- Sleeping Bag (WAJIB)
- Matras Biasa / Matras Aluminium (WAJIB)
- Jas Hujan / Ponco (WAJIB)
- Sepatu Outdor (WAJIB MENGGUNAKAN SEPATU)
- Sendal Gunung
- Kupluk / Topi / Slayer / Buff (WAJIB)
- Pakaian Ganti (Baju, Celana, Dalaman) (WAJIB)
- Sarung Tangan & Kaos Kaki (WAJIB)
- Alat Makan (Piring, Gelas, Sendok, Garpu, dll) (WAJIB)
- Botol Minum (WAJIB)
- Obat-Obatan Pribadi (WAJIB)
- Alat Bersih-Bersih(tisu dll) (WAJIB)
- Senter / Headlamp (WAJIB)
- Baterai Cadangan (WAJIB)
- Trash Bag Sedang (WAJIB)
- Printilan Outdor (Korek,Pisau, tali dll)
- Masker
- Trekking Pole
* Perlengkapan yang ada keterangan WAJIB harus dibawa demi keamanan dan kenyamanan peserta
===============================================================================
LOGISTIK
Logistik Tim
- Kami siapkan
Logistik Pribadi
- Buah-Buahan seperti pear, apel, pisang dll
- Cemilan seperti tango,oreo,silverqueen,coki-coki dll
- Air Minum (minimal 1 liter)

CP : 0857-8111-6493/0821-1074-9949

*Untuk transfer ke rek selain yang tercantum di atas, silahkan hubungi CP

Edited by kjadventure

Share this post


Link to post
Share on other sites

10 answers to this question

Recommended Posts

  • 0

suka pingin ikut2an naik gunung, tp udah mak2, biasanya paling lambat jalannya

apakah nanti akan ditinggal ??

ada guide nya yang paling belakang kan ?

saya biar lambat udah nyoba Sikunir, Ijen, Bromo, Baduy Dalam, Kelud,,,,

jadi selama ini pilih sama tmn2 yang sesama ibu2

mau gabung anak muda takut dicuekin,,,xixixixixi

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

Trip pindah ke tanggal 6-8 November 2015 dikarenakan Papandayan tutup dan baru dibuka secara resmi oleh BKSDA tanggal 12 Oktober

suka pingin ikut2an naik gunung, tp udah mak2, biasanya paling lambat jalannya

apakah nanti akan ditinggal ??

ada guide nya yang paling belakang kan ?

saya biar lambat udah nyoba Sikunir, Ijen, Bromo, Baduy Dalam, Kelud,,,,

jadi selama ini pilih sama tmn2 yang sesama ibu2

mau gabung anak muda takut dicuekin,,,xixixixixi

Tidak akan ada yang ditinggal, selalu ada Guide yang menemani jalan dan ngobrol di belakang

Share this post


Link to post
Share on other sites

  • Similar Content

    • By Atun
      Silahkan yang mau cobain naik gunung papandayan bareng boleh kontak di email, monkhaca@yahoo.com atau chat si aplikasi chatting Telegram @yrh26 nanti detail lengkapnya boleh tanya disana.
      Trip fleksibel waktunya kapan yang pasti camping 1 malam disana, cuma cari temen yang mau bareng, saya masi newbie dan temen yang lain gasuka naik gunung. Mudah mudahan aja bisa liat milky way disana.
      Yang minat, yang mau tanya aja, boleh kontak bebas. Thanks

    • By kjadventure
      Lokasi : Gunung Merbabu, Jawa Tengah
      Tanggal : 10 - 11 Desember 2016
      Biaya : IDR 500.000
      Meeting Point Semarang
      Pendakian Gunung Merbabu via Suwanting & Selo merupakan jalur pendakian terindah gunung merbabu. Di kedua jalur ini terhampar luas sabana yang akan memanjakan mata para pendaki dan juga bisa menjadi objek photography karena memiliki pemandangan yang menakjubkan. Selain itu melalui jalur ini dapat dilihat beberapa gunung diantaranya Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prau, Gunung Lawu
      FASILITAS
      INCLUDE
      - Transport Semarang – Basecamp Suwanting
      - Transport Basecamp Selo - Semarang
      - Tenda Kapasitas 4 orang (Sharing tenda)
      - Alat Masak per tenda
      - Guide
      - Logistik Pendakian
      - Souvenir KJAdventure
      - Porter Tim
      - Makan selama pendakian
      EXCLUDE
      - Perlengkapan pribadi
      - Makan di luar camping
      - Porter pribadi
      SYARAT & KETENTUAN
      - Meeting Point Stasiun Tawang/Poncol Semarang (untuk yang naik kereta)
      - Meeting Point di Jatingaleh (untuk yang naik bus)
      - Calon Peserta diwajibkan membayar uang muka 50% (Rp 225.000) maksimal H+2 setelah pendaftaran
      - Pelunasan masksimal H-7 sebelum berangkat
      - Calon Peserta yang sudah transfer DP akan langsung tercatat sebagai peserta
      - Peserta yang sudah transfer dan mundur sebelum hari H, maka biaya yang sudah di transfer tidak dapat dikembalikan tetapi dapat digantikan dengan peserta lain.
      - Peserta yang sudah transfer dan mundur pada hari H. maka biaya yang sudah di transfer tidak dapat dikembalikan dan dianggap hangus.
      - Apabila ada pembatalan dari pihak kami akan dikembalikan 100%
      - Jika ada Force Majeure seperti bencana alam, politik dan lain-lain di luar kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu atau membatalkan kegiatan akan dibicarakan secara musyawarah.
      - Jika ada Force Majeure dan hasil musyawarah adalah dibatalkannya kegiatan, maka uang akan dikembalikan kecuali uang untuk transportasi.
      - Tidak menerima booking tanpa DP
      - Peserta dianggap mengerti dan menyetujui semua ketentuan di atas
      PENDAFTARAN
      - Informasi kuota peserta ke :
      CALL/SMS/WA :0821-1074-9949
      SMS/WA : 0857-8111-6493
      BBM : 584DDCF8/7E7013C7
      - Kirim SMS/WA/BBM pendaftaran dengan format :
      Pendakian Gunung Merbabu
      Nama :
      No HP :
      Domisili :
      Meeting Point :
      Email :
      - Pembayaran DP minimal 50% ke Rekening Bank BCA 0354177214 a/n Muhamad Kamal maksimal H+2 setelah pendaftaran
      - Bukti pembayaran kirim melalui SMS/WA ke no 0857-8111-6493/0821-1074-9949
      - Peserta akan dinyatakan fix ikut apabila sudah melunasi pembayaran
      - Apabila peserta tidak jadi ikut, pembayaran tidak dapat dikembalikan tetapi dapat digantikan oleh orang lain
      ITINERARY
      Hari 1, Sabtu
      05.00 – 06.30 : Kumpul di Meeting Point Stasiun Poncol/Tawang Semarang
      06.30 – 09.00 : Perjalanan ke Desa Suwanting
      09.00 – 10.00 : Repacking dan pengurusan perijinan pendakian
      10.00 – 10.30 : Basecamp – Pos Ojek
      10.30 – 11.00 : Pos Ojek – Pos 1(Lembah Lempong)
      11.00 – 11.30 : Pos 1(Lembah Lempong) – Lembah Gosong
      11.30 – 12.00 : Lembah Gosong – Lembah Cemoro
      12.00 – 13.30 : Lembah Cemoro – Pos 2(Shelter Bendera)
      13.30 – 17.00 : Pos 2(Shelter Bendera) – Dampo Awang
      17.00 – 17.30 : Dampo Awang – Pos 3 (Camp Area)
      17.30 – 00.00 : Mendirikan tenda, masak, istirahat
      Hari 2, Minggu
      03.30 – 04.00 : Persiapan Summit Attack
      04.00 – 07.00 : Summit Attack
      07.00 – 09.00 : Puncak Kentheng Songo & Triangulasi
      09.00 – 10.00 : Puncak – Sabana 2
      10.00 – 10.30 : Sabana 2 – Pos 3
      10.30 – 11.30 : Pos 3 – Sabana 1
      11.30 – 13.30 : Sabana 1 – Pos 2
      13.30 – 14.00 : Pos 2 – Pos 1
      14.00 – 17.00 : Pos 1 – Basecamp Selo
      17.00 - 19.30 : Bersih bersih dan istirahat
      19.30 – 23.00 : Basecamp Selo – Semarang, Disarankan untuk mencari tiket kereta dengan keberangkatan diatas jam 23.00 WIB.
      *NOTE : Itinerary menyesuaikan kondisi di lapangan
      PERLENGKAPAN
      Perlengkapan Tim
      - Tenda (Sudah disediakan)
      - Alat Masak + Bahan Bakar (Sudah disediakan)
      Perlengkapan Pribadi
      - Tas Carrier
      - Geiter
      - Kostum Treking (Baju & Celana Lapangan)
      - Jaket Gunung (WAJIB)
      - Sleeping Bag (WAJIB)
      - Matras Biasa / Matras Aluminium (WAJIB)
      - Jas Hujan / Ponco (WAJIB)
      - Sepatu Outdor (WAJIB MENGGUNAKAN SEPATU)
      - Sendal Gunung
      - Kupluk / Topi / Slayer / Buff (WAJIB)
      - Pakaian Ganti (Baju, Celana, Dalaman) (WAJIB)
      - Sarung Tangan & Kaos Kaki (WAJIB)
      - Alat Makan (Piring, Gelas, Sendok, Garpu, dll) (WAJIB)
      - Botol Minum (WAJIB)
      - Obat-Obatan Pribadi (WAJIB)
      - Alat Bersih-Bersih(tisu dll) (WAJIB)
      - Senter / Headlamp (WAJIB)
      - Baterai Cadangan (WAJIB)
      - Trash Bag Sedang (WAJIB)
      - Masker
      - Trekking Pole
      * Perlengkapan yang ada keterangan WAJIB harus dibawa demi keamanan dan kenyamanan peserta
      LOGISTIK
      Logistik Tim
      - Sudah disediakan
      Logistik Pribadi
      - Buah-Buahan seperti pear, apel, pisang dll
      - Cemilan seperti tango,oreo,silverqueen,coki-coki dll
      - Air Minum (minimal 1.5 liter)
      CP :
      > 0821-1074-9949 TELP/SMS/WA
      > 0857-8111-6493 TELP/SMS/WA
      BBM : 584DDCF8/7E7013C7
      Untuk tiket kereta disarankan
      1. JKT - SMG : Tawang Jaya 23:00 - 05:52
      2. SMG - JKT : Matarmaja 02:50 - 09.45
      http://www.backpackerindonesia.com/node/120090
      https://www.triptrus.com/trip/menikmati-sabana-gunung-merbabu
       

    • By vie asano
      Punya rencana untuk melakukan solo traveling? Keren! Tapi kalau masih bingung menentukan kemana destinasi yang ingin dicapai, kenapa nggak sekalian saja mencoba melakukan camping sendirian alias solo camping?
      Sekilas, camping sendirian terdengar seperti sebuah ide yang berbahaya. Sama seperti halnya solo traveling, camping sendirian membutuhkan totalitas dan komitmen untuk melakukan semuanya sendirian. Mulai dari merencanakan lokasi camping, hingga membangun dan membongkar tenda, semua harus kalian lakukan sendirian. Yes, sendirian.
      Tapi, walau terdengar berbahaya, camping sendirian juga punya banyak sisi positif. Lebih lengkapnya bisa kalian baca dalam tautan berikut: Plus Minus Camping Sendirian, Apa Saja? Jika setelah membaca tulisan tersebut kalian masih berminat untuk melakukan camping sendirian, maka langkah selanjutnya yang harus kalian lakukan adalah mengetahui tips dan trik untuk melakukan camping sendirian dengan sukses.
      Dari sekian banyak tips dan trik solo camping yang bisa kalian temukan di dunia maya, beberapa poin terpenting bisa kalian baca dibawah ini, terutama jika kalian mengaku sebagai pemula:
      *             *             *             *             *
      1. Semua Berawal Tentang Lokasi, Lokasi, dan Lokasi.

      Pentingnya memilih lokasi camping, via taringa
      Saat melakukan camping bersama teman, kalian mungkin tak terlalu memusingkan mengenai masalah lokasi. Oke, pemilihan lokasi camping itu memang penting. Namun kalian bisa sedikit lebih tenang, karena jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (yang berkaitan dengan isu lokasi seperti masalah keamanan), selalu ada teman yang bisa diajak bekerja sama menyelesaikan bermacam masalah.
      Tapi saat memutuskan untuk melakukan camping sendirian, pemilihan lokasi tak sekedar menjadi sebuah isu yang penting, melainkan isu yang penting banget! Ingat kan, saat camping sendirian kalian harus siap melakukan semuanya sendirian, termasuk menghadapi segala resiko bahaya seorang diri. Itulah sebabnya kalian perlu melakukan riset ekstra mendalam sebelum memutuskan untuk camping di sebuah lokasi.
      Jika ini adalah solo camping pertama kalian, sangat disarankan untuk camping di tempat yang pernah kalian kunjungi sebelumnya bersama teman-teman. Harapannya, resiko bahaya bisa lebih ditekan karena kalian sudah mengenal medan tersebut sebelumnya. Namun jika kalian betul-betul ingin mencoba tempat baru, setidaknya usahakan camping di lokasi yang aksesnya cukup mudah dan keamanannya cukup terjamin. Cari tahu juga apakah di sekitar lokasi tersebut ada fasilitas air bersih, cukup aman dari hewan buas, dan tentu saja bisa dijadikan tempat camping. 
      Tambahan tips dari momod: untuk pemula, bisa mulai dengan mencoba lokasi Bumi Perkemahan dulu.
      *             *             *             *             *
      2. Jangan Malas Melakukan Riset dan Tentukan Rute Perjalanan Sedetail Mungkin.

      Pentingnya melakukan riset, via noobz
      Ingat, salah satu resiko melakukan camping sendirian adalah kalian harus melakukan semuanya sendirian, mulai dari berangkat hingga pulang nanti. Berhubung camping sendirian nggak mungkin dilakukan di tengah kota yang ramai banget (kecuali kalau kalian siap dipelototi oleh orang yang lalu lalang dan siap ditanya-tanya oleh petugas setempat), maka kalian perlu melakukan riset mendalam mengenai lokasi camping.
      Salah satu riset yang perlu dilakukan adalah riset mengenai rute menuju ke tempat camping dan sebaliknya. Catat dan ketahui dengan benar cara untuk menuju ke tempat camping, begitu juga dengan rute pulang; termasuk detail kendaraan menuju kesana atau sebaliknya. Catat alternatif cara menuju tempat camping dan sebaliknya, sehingga kalian bisa melakukan improvisasi rute jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal di luar rencana. Catat juga berbagai tempat penting yang mungkin ada di sekitar lokasi camping, seperti lokasi rumah sakit terdekat, kantor polisi terdekat, dan sejenisnya. Jika berencana membawa kendaraan sendiri, cari tahu juga lokasi parkir yang aman, atau bisakah kendaraan kalian mencapai lokasi camping.
      Semakin terpencil tempat yang akan kalian kunjungi, maka riset yang kalian lakukan pun harus makin serius. Jangan sampai semua rencana mendadak berantakan hanya karena menemukan kesulitan saat menuju lokasi camping, maupun saat hendak pulang dari sana. Lebih baik lagi jika kalian sekaligus mencari tahu kondisi topografi di sekitar tempat camping, sehingga kalian nggak akan terkaget-kaget jika ternyata lokasi camping terletak di ketinggian beberapa ribu meter dari permukaan laut.
      Selain masalah rute, riset lain yang perlu kalian lakukan adalah mengenai kondisi cuaca di sekitar lokasi camping. Bagaimana cuaca di sekitar lokasi camping? Bagaimana suhu rata-rata di sekitar lokasi? Riset mengenai hal-hal tersebut akan membantu kalian menyusun barang-barang apa saja yang perlu dibawa saat camping. Kalian juga bisa mempertimbangkan ganti lokasi camping, seandainya cuaca di lokasi yang diinginkan ternyata sedang kurang baik.
      Sebagai tambahan informasi, camping sendirian nggak berarti kalian harus 24 jam ada di dalam tenda lho. Ada baiknya kalian sekaligus mencari tahu tempat-tempat menarik lainnya yang ada di sekitar lokasi camping, yang bisa dikunjungi di siang hari. Jadi kalian nggak perlu khawatir bakalan mati gaya walau camping sendirian.
      *             *             *             *             *
      3. Tentukan Tanggal yang Tepat dan Pikirkan Durasi Waktu Camping. Ada Tips Khusus Wanita Disini.

      Pentingnya memilih tanggal yang tepat, via hiamg
      Setelah menentukan lokasi camping yang tepat dan menyusun itinerary wisata, sekarang saatnya menentukan berapa lama waktu yang akan kalian habiskan untuk camping sendirian. Jika kalian baru tahap ingin mengukur kemampuan dan kesiapan diri untuk melakukan camping sendirian, 1-3 hari mungkin rasanya cukup untuk uji coba. Namun traveler profesional umumnya menganjurkan antara 5-10 hari (atau lebih), karena pada durasi waktu itulah kalian baru akan merasakan keluar dari zona nyaman yang sesungguhnya. Tapi tetap saja semuanya kembali lagi pada waktu yang kalian miliki, dan juga kemampuan masing-masing.
      Kalian juga harus jeli dalam memilih tanggal untuk melakukan camping sendirian. Jangan langsung memutuskan pergi hanya karena punya hari libur di tanggal tersebut. Lebih baik jika kalian memilih camping saat musim panas, atau minimal saat hujan sedang jarang menyapa bumi. Kan nggak seru kalau kalian harus berjibaku sendirian di lokasi camping saat menghadapi cuaca buruk? Selain itu, camping saat cuaca tengah tak bersahabat pun akan mempertinggi resiko keamanan dan keselamatan.
      Khusus untuk para ladies yang ingin mencoba camping sendirian, sebaiknya pilih tanggal yang aman dari tamu bulanan. Walaupun saat ini sudah tersedia aneka menstrual pad maupun tampon yang praktis untuk digunakan, tetap saja pastinya ada perasaan kurang nyaman jika menghadapi tamu bulanan saat berada di tempat yang kurang familiar. Jadi intinya, pertimbangkan dengan baik masalah pemilihan tanggal camping ya!
      *             *             *             *             *
      4. Jangan Pelit Berbagi Rencana Perjalanan Pada Orang Lain.

      Berbagi rencana perjalanan pada orang lain, via usit
      Tips ini mungkin akan membuat solo traveller bingung. Memangnya aman ya membagikan rencana perjalanan pada orang lain? Bukannya justru malah mengundang bahaya jika kita mempublikasikan rencana perjalanan, apalagi jika kita pergi sendiri?
      Oke, pendapat yang menyebutkan jika “mempublikasikan rencana perjalanan = mengundang bahaya” itu mungkin ada benarnya. Tapi pendapat itu nggak sepenuhnya benar. Ya, memang benar kalian akan mengundang bahaya jika mengumumkan rencana perjalanan, khususnya jika rencana tersebut disebar di berbagai forum maupun diceritakan pada orang yang baru dikenal. Tapi jika hanya di share pada keluarga maupun teman terdekat, nggak masalah kan?
      Begitu juga saat melakukan camping sendirian. Berbagi rencana perjalanan pada keluarga maupun teman terdekat akan membantu mereka mengontrol keadaan kalian. Mereka juga akan lebih cepat mengetahui seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika itinerary kalian tidak berjalan sesuai rencana. Kalian pun sebaiknya disarankan untuk rutin menghubungi orang rumah maupun teman seandainya terjadi perubahan rute maupun perubahan itinerary. Jangan sampai orang tua atau teman terlanjur menghubungi petugas hanya karena kalian pulang lebih lambat dari jadwal ya!  
      Kesimpulannya, jangan pelit berbagi rencana perjalanan pada keluarga maupun teman terdekat, namun jagalah kerahasiaan itinerary kalian dari orang yang tidak dikenal.
      *             *             *             *             *
      5. Packing, Packing, Packing!

      Jeli dalam masalah packing, via youqueen
      Hal esensial lainnya yang perlu banget kalian ketahui sebelum melakukan camping sendirian adalah mengenai teknik packing. Sudah tahu kan, kalau camping sendirian berarti kalian harus melakukan semuanya sendiri? Kalian harus membawa barang-barang sendiri, memanggul tas, membawa tenda, hingga membawa semua perlengkapan. Semua harus kalian lakukan sendirian.
      Kecuali jika kalian memang hobi angkat berat dan punya body seperti Ade Rai, sangat disarankan untuk membawa barang seringan mungkin. Bawa juga perlengkapan multi-fungsi, dan mudah digunakan walau sendirian. Sebagai contoh, saat memilih perlengkapan masak. Walau kalian harus masak sendiri selama melakukan camping, toh kalian nggak perlu bawa panci, penggorengan, beserta kompor gas-nya secara bersamaan kan? Bisa-bisa orang akan mengira kalian lagi kabur dari rumah tuh!
      Begitu juga saat memilih perlengkapan lainnya. Coba deh lakukan browsing tentang perlengkapan apa saja yang perlu dibawa saat camping, dan siapkan versi ringkasnya yang mudah digunakan tanpa bantuan orang lain. Contohnya untuk kompor, kalian bisa membawa kompor kecil yang praktis dan ringan untuk dibawa-bawa. Begitu juga saat memilih tenda, pilih yang berukuran kecil namun cukup nyaman untuk satu orang, cukup ringan untuk dibawa, namun mudah didirikan seorang diri (contohnya tenda bentuk dome). Banyak opsi perlengkapan praktis lainnya yang bisa kalian pilih sesuai kebutuhan.
      Kalian pun harus ekstra perhitungan saat membawa bahan makanan dan air minum. Bawalah bahan makanan yang praktis dimasak (lebih baik kalau makanan kaleng) dalam jumlah yang cukup, tapi jangan berlebihan. Kalau punya jiwa petualangan lebih, boleh juga jika kalian lebih dulu mempelajari caranya agar bisa survive tanpa perlu membawa bahan makanan dari rumah. Sedangkan untuk air minum, kalian bisa membawa agak banyak jika tidak terlalu yakin apakah ada sumber air bersih di sekitar lokasi camping atau tidak.
      Jangan lupa juga membawa perlengkapan P3K dan peralatan emergency, khususnya jika kalian memiliki kondisi kesehatan tertentu.
      Tambahan lainnya, nggak ada salahnya kok membawa beberapa perlengkapan hiburan supaya nggak mati gaya. Misalnya saja, kalian bisa membawa buku bacaan, board game, gitar, radio, dan alat hiburan lainnya yang nggak merepotkan untuk dibawa. Jangan lupa juga untuk menyiapkan power bank (kalau perlu bawa beberapa buah) agar alat komunikasi kalian bisa tetap menyala sekalipun tengah berada di alam bebas.
      *             *             *             *             *
      6. Walau Nggak Suka Pakai Jaket dan Tahan Udara Dingin, Membawa Pakaian Hangat dan Selimut Itu Wajib Hukumnya.

      Pentingnya membawa pakaian hangat, via primesurvival
      Entah kalian memilih lokasi camping di pegunungan atau di pantai, membawa jaket dan selimut itu hukumnya wajib. Bagaimanapun, camping jelas dilakukan di udara terbuka, sedangkan kita tak pernah bisa betul-betul menebak suasana hati alam, bukan? Daripada kena sakit dan akhirnya jadi repot sendiri (karena kalian harus mengurus diri sendiri di tempat yang asing), lebih baik sedia payung sebelum hujan. Betul tidak?
      Lagipula, ada keuntungan lain jika kalian berbekal jaket dan selimut. Seandainya pun kondisi cuaca di sekitar lokasi camping ternyata bersahabat, kalian bisa menggunakan jaket dan selimut untuk membantu menambah kenyamanan tidur. Misalnya saja dengan dijadikan sebagai tambahan bantal maupun tambahan alas tidur. Jadi, nggak rugi kan membawa jaket maupun selimut?
      *             *             *             *             *
      7. Jangan Malas Mengecek Semua Perlengkapan yang Akan Dibawa Camping.

      Salah satu perlengkapan camping, via gearmale
      Saat pergi camping bersama teman, kalian bisa selalu mengandalkan satu sama lain. Nggak bisa pasang tenda? Tenang, pasti ada teman lain yang bisa mengajari kita pasang tenda dengan benar (kecuali jika kalian berangkat bersama teman-teman yang juga pemula). Nggak membawa pisau serba guna? Tinggal pinjam saja pada teman yang bawa. Nggak bawa kompor? Kan bisa nebeng masak di kompor teman lainnya.
      Eh, itu hanya ilustrasi saja dan bukan untuk ditiru ya! Petualang yang baik akan selalu mempersiapkan dirinya sebaik mungkin dan berusaha agar tidak merepotkan orang lain. Tapi, jika kalian pergi sendirian, maka kalian tak hanya wajib membawa barang-barang yang dibutuhkan untuk camping. Kalian pun WAJIB mengecek lebih dulu kondisi barang yang akan dibawa, dan berlatihlah menggunakan barang tersebut hingga mahir.
      Sebagai contoh, kalian nggak cukup hanya membawa tenda untuk camping. Kalian pun harus mengecek lebih dulu kondisi tenda, apakah masih layak pakai atau tidak. Tak hanya itu, kalian juga WAJIB berlatih mendirikan tenda sendirian sampai bisa. Begitu juga saat membawa pisau, pastikan pisau tersebut dalam kondisi baik. Pokoknya, jangan sampai kalian gigit jari saat tiba di lokasi camping karena ternyata barang-barang yang telah kalian bawa tidak berfungsi dengan baik. Kan konyol banget tuh namanya.
      *             *             *             *             *
      8. Bersahabatlah dengan Petugas Setempat, dan Percayalah Kalian Akan Baik-baik Saja.

      Contoh image petugas di sebuah lokasi. Tahu kan ini dari film apa?, via peopletalk
      Kecuali jika kalian betul-betul pergi ke tempat terpencil yang ada di ujung dunia, biasanya hampir setiap lokasi memiliki petugas yang berwenang untuk menjaga keamanan lingkungan. Misalnya saja, di hutan ada penjaga hutan, di pantai ada penjaga pantai, begitu juga dengan tempat umum lainnya.
      Saat pergi camping sendirian, jangan bersikap sok misterius dengan langsung pergi menuju lokasi camping. Cari tahu dulu siapa petugas yang bewenang di sekitar lokasi camping yang kalian tuju. Atau, kalian bisa juga mencari tahu siapa penguasa setempat (seperti Kepala Desa atau RT/RW) yang bisa dihubungi jika kalian memerlukan bantuan. Bersahabatlah dengan petugas tersebut, dan mereka umumnya dengan senang hati akan membantu kalian (selama kalian berlaku sopan dan menghargai nilai-nilai setempat). Mereka juga bisa membantu mengontrol keadaan kalian, dan memberi kabar pada keluarga jika diperlukan.
      Jangan segan berkonsultasi dengan mereka mengenai informasi di sekitar lokasi camping. Begitu juga jika kalian memiliki kondisi kesehatan tertentu, tak ada salahnya berbagi informasi tersebut pada petugas setempat, sehingga mereka bisa membantu jika sekiranya terjadi sesuatu pada kalian.
      *             *             *             *             *
      9. Jangan Lengah, dan Tetaplah Peka Terhadap Perubahan Cuaca.

      Pekalah terhadap cuaca, via mpora
      Nggak ada yang bisa 100% sukses menebak kondisi alam. Sekalipun prakiraan cuaca menyebutkan jika hari itu akan 100% cerah, dalam sekali kedipan mata bisa saja cuaca buruk akan terjadi. Masalahnya, cuaca yang ringan sekalipun bisa menjadi masalah besar jika kalian berada di alam bebas, sendirian.
      Karena itulah, saat camping sendirian, jangan sampai lengah. Perhatikan terus kondisi cuaca yang ada di sekitar lokasi camping, dan sensitif-lah terhadap perubahan cuaca sekecil apapun. Jika cuaca betul-betul kelihatan mulai tidak bersahabat, atau minimal ada tanda-tanda yang kurang baik, sebaiknya kalian segera berbenah dan pergi dari lokasi camping untuk menuju tempat lain yang lebih terlindung.
      *             *             *             *             *
      10. Dan, Jangan Lupa Siapkan Copy Data Diri Ya!

      Ilustrasi camping sendirian, via cfrankie.wordpress
      Menyiapkan copy data diri mungkin terdengar sepele untuk dilakukan. Tapi percayalah, lebih baik bersiap untuk skenario terburuk, bukan? Apalagi kalau kalian pergi seorang diri, ke tempat yang masih terasa asing.
      Adapun copy data diri yang dimaksud disini adalah kumpulan informasi singkat tentang kalian yang ditulis di kertas. Isinya berupa data diri yang penting, seperti nama, alamat, golongan darah, daftar kontak darurat yang bisa dihubungi, lokasi camping, dan informasi lain yang kalian anggap penting. Copy data diri ini sebaiknya di simpan di beberapa barang bawaan kalian, seperti di dalam jaket, di dalam kendaraan, di dalam ransel, dan lain-lain.
      Kenapa sih harus repot-repot menyiapkan copy data diri? Tujuannya tentu saja untuk memudahkan orang membantu kalian seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (dan kalian tidak bisa memberikan informasi yang dibutuhkan karena satu dan lain hal, seperti saat kehilangan kesadaran). Ada baiknya copy data diri tersebut dimasukkan ke dalam wadah tahan air (seperti kantong plastik), sehingga tidak mudah rusak oleh air dan lumpur. Yah, berjaga-jaga selalu lebih baik dibanding menyesal kemudian, bukan?
      *             *             *             *             *
      Selamat melakukan solo camping!
    • By vie asano
      Punya rencana untuk pergi camping tapi bingung nyari teman untuk diajakin camping bareng? Atau sebetulnya kalian sudah punya rencana camping bareng teman, tapi mendadak teman kalian membatalkannya karena satu dan lain hal? Atau mungkin kalian merasa mengalami kesulitan mencocokkan jadwal dengan teman-teman, sehingga acara camping nggak pernah lebih dari sekedar wacana belaka?
      Jangan sedih atau kecewa dulu, ya. Memang sih, camping rame-rame itu seru. Kita bisa menghabiskan momen di ruang outdoor bersama teman-teman, memandangi langit malam berbintang sepuasnya, melakukan banyak kegilaan bersama-sama, dan banyak hal gokil lainnya yang bisa kalian lakukan jika camping bersama teman. Masalah keamanan dan potensi menghadapi bahaya pun bisa ditekan jika pergi camping bersama-sama.
      Tapi, percaya deh. Sepanjang sejarah per-camping-an, sebetulnya nggak ada aturannya kalau camping itu harus selalu dilakukan rame-rame, lho. Malah, ada baiknya kalian mencoba untuk pergi camping sendirian setidaknya sekali seumur hidup.
      Sampai disini mungkin ada yang bingung. Memang apa serunya camping sendirian? Apa nggak bakal mati gaya tuh sendirian di alam bebas tanpa ada teman? Lantas, gimana dengan faktor keamanan? Memangnya aman pergi camping sendirian?
      Santai dulu, sob. Segala sesuatu itu memang pasti ada plus dan minusnya. Begitu juga dengan camping sendirian. Sepintas sih ide itu mungkin terkesan menyeramkan dan horor. Tapi sebetulnya, camping sendirian juga banyak sisi positihnya lho. Sebelum memutuskan apakah kalian pro dan kontra dengan masalah camping sendirian, coba deh simak beberapa alasan berikut ini, dan renungkan. Kira-kira alasan ini masuk akal nggak ya?
      *             *             *             *             *
      [ Plus ]
      1. Sejenak Melarikan Diri Dari Keramaian Hidup Itu Bagus Untuk Keseimbangan Jiwa.

      Ilustrasi camping sendirian, via zent
      Pernah merasa lelah yang berkepanjangan? Pernah merasa suntuk dengan hidupmu? Pernah merasa jenuh dengan semua hal, dan merasa mengalami hidup kebuntuan?
      Coba renungkan baik-baik. Dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap disibukkan oleh banyak rutinitas. Sekolah, pergi ke kantor, bergumul dengan banyak tugas, berjibaku dengan kemacetan kota, akrab dengan polusi, hingga potensi menghadapi konflik dengan orang lain. Belum lagi kalau kalian kerap berurusan dengan deadline ketat, merasa selalu terjebak dengan berbagai drama kehidupan, maupun merasa stuck dengan karir. Percayalah, hal-hal seperti itulah yang kerap memicu munculnya stress dan depresi, yang berujung pada kelelahan jiwa dan raga.
      Memang sih kalian bisa berkonsultasi dengan ahlinya untuk menemukan solusi dari semua stress dan depresi. Tapi sebetulnya ada cara lain yang lebih mudah, yaitu dengan pergi camping seorang diri. Jika diibaratkan, sebuah wadah yang terlalu penuh tentunya takkan bisa menampung hal-hal baru. Kalian perlu sesekali mengosongkannya agar wadah tersebut siap untuk berfungsi lagi.
      Begitu juga dengan camping sendirian. Percayalah, sesekali kita memang perlu pergi menyendiri dan menjauh dari segala keramaian. Tujuannya tentu saja untuk menemukan keseimbangan jiwa, sehingga kalian takkan merasa terlalu overload dengan segala problema kehidupan.
      *             *             *             *             *
      2. Camping Sendirian = Saat Terbaik Menemukan Dirimu Sendiri.

      Ilustrasi, via wagnersrv
      Suka atau tidak, terkadang hidup bermasyarakat itu bisa menyesakkan. Sebagai anak, kalian memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi pada orang tua dan keluarga. Saat beraktifitas di tengah masyarakat, kalian dituntut untuk mematuhi norma yang berlaku. Saat berada di lingkungan sekolah atau pekerjaan, kalian dituntut untuk bersikap sesuai porsinya, dan mematuhi aturan yang ada agar keseimbangan suasana sekolah dan kantor tetap terjaga. Hal-hal seperti itu kadang membuat kita merasa sesak. Belum lagi jika kita harus berhadapan dengan gesekan-gesekan yang membuat kita harus bernegosiasi dengan banyak hal.
      Itulah sebabnya kalian sesekali harus camping sendirian. Memang sih kalian tetap harus mematuhi aturan yang berlaku di sekitar lokasi camping. Namun saat pergi sendiri, kalian hanya perlu menjadi diri sendiri. Kalian bukanlah seorang anak, seorang teman, seorang pacar, dan bukan anggota dari kehidupan sosialmu. Kalian tak perlu berpura-pura menyukai atau membenci sesuatu hanya karena harus bersikap seperti itu. Kalian adalah kalian, apa adanya. Dengan kata lain, camping sendirian menjadi momen yang tepat untuk menemukan jati dirimu sendiri.
      *             *             *             *             *
      3. Memberi Kesempatan Pada Diri Sendiri Untuk Melakukan yang Kalian Inginkan.

      Ilustrasi, via allwallpaper
      Dalam hidup bermasyarakat, kalian harus bernegosiasi dengan banyak hal. Terkadang proses negosiasi tersebut berarti kalian harus berhenti sejenak melakukan hal-hal yang sebetulnya kalian inginkan, demi menghindari gesekan dengan orang lain.
      Sebagai contoh, pernah nggak kalian ingin melakukan sesuatu tapi ada saja halangannya. Misalnya saja, waktu kalian ingin bernyanyi sekeras mungkin, ada saja yang komplain untuk mengecilkan suara. Atau mungkin saat kalian ingin menggunakan dapur di rumah, tapi harus antri dulu karena tengah digunakan oleh orang lain. Contoh lainnya, saat kalian tengah ingin bersantai sambil menyelesaikan buku yang ingin dibaca, acara tersebut gagal karena mendadak kalian harus pergi untuk antar jemput si doi. Begitu juga jika pergi camping bersama teman, kalian harus bernegosiasi mengenai masalah lokasi, durasi lama perjalanan, hingga menyepakati aktifitas apa saja yang akan dilakukan di area camping.
      Karena itulah kalian perlu sesekali pergi camping sendirian. Disaat tak ada orang lain itulah kalian bisa bebas melakukan hal-hal yang diinginkan. Mau latihan menyanyi sepuas mungkin? Bisa. Mau santai sambil baca buku sepuas hati? Siapa yang bakalan melarang? Atau mungkin, kalian ingin menyalurkan hasrat untuk melakukan eksperimen memasak? Boleh banget. Intinya, dengan pergi camping sendirian, kalian sekaligus mendapat kesempatan untuk melakukan hal-hal yang kalian inginkan deh.
      *             *             *             *             *
      4. Karena Kamu Akan Mensyukuri Banyak Hal Saat Jauh Dari Hal-Hal Itu.

      Ilustrasi, via shutterstock
      Merasa punya orang tua yang cerewet? Merasa kalau pacarmu cemburuan dan over posesif? Atau mungkin merasa punya teman-teman yang nggak pengertian? Atau malah bisa jadi kalian kini tengah merasa bosan dengan kamarmu yang begitu-begitu saja? Bosan dengan duniamu saat ini? Bosan dengan hobimu sendiri? Well, serius sob. Itu tandanya kalian harus banget mencoba camping sendirian.
      Sebuah pepatah bijak mengatakan, jika kita nggak akan pernah tahu makna suatu hal hingga kita kehilangannya. Sejenak menjauh dari hal-hal yang selama ini terasa mengganggu dan menyebalkan itu bagus lho. Dengan cara itu, kalian mungkin saja akan menemukan sudut pandang baru yang fresh terhadap hal-hal yang selama ini kerap membuat kalian jengkel dan bosan.
      Prinsipnya sebetulnya sama dengan traveling seorang diri. Saat keluar dari zona nyaman, barulah kalian akan mengerti kalau ternyata kecerewetan orang tua itu adalah sebuah bentuk perhatian. Pacar kalian mungkin saja cemburuan, namun ternyata itu karena kalian sendiri yang kerap bermain api. Dan banyak sudut pandang lainnya yang mungkin akan kalian temukan saat jalan sendirian.
      Bedanya, jika traveling sendirian masih memungkinkan kalian untuk langsung lompat kembali ke zona nyaman saat kalian mau (misalnya, bisa langsung lari ke kafe terdekat saat rindu makanan rumahan), maka camping sendirian betul-betul menantangmu untuk keluar lebih jauh lagi dari zona nyaman. Sendirian di tengah alam akan membuat kalian lebih leluasa memikirkan banyak hal, termasuk merenungkan hal-hal yang selama ini terlihat sepele namun sebetulnya begitu berarti. Sulitnya masak sendiri akan membuat kalian kangen masakan rumah. Sinyal komunikasi yang mungkin terbatas, bisa jadi bakalan bikin kalian kangen untuk dicereweti. Bahkan, keheningan alam bisa saja bakalan bikin kalian kangen dengan riuhnya suasana perkotaan.
      Hmm, tertarik untuk mencoba?
      *             *             *             *             *
      5. Camping Sendirian Itu Bisa Dilakukan Kapan Saja, Tanpa Perlu Negosiasi Jadwal dengan Teman Lain.

      Ilustrasi perasaan bebas, via 1wallpaperhd
      Salah satu konsekuensi merencanakan acara camping rame-rame, adalah kita harus bernegosiasi jadwal dengan teman lainnya. Masih mending kalau kalian dan teman-teman berada dalam lingkup pergaulan yang sama, dan masih cukup punya waktu luang untuk kongkow bareng. Nah, gimana nasibnya kalau kalian dan teman-teman genk sebetulnya sudah jarang kumpul dan sulit untuk meluangkan waktu bersama-sama? Bisa-bisa acara camping yang dinanti-nanti takkan terwujud karena kesulitan mencari jadwal yang cocok.
      Itulah salah satu asyiknya camping sendirian. Kalian bisa pergi kapan saja kalian mau, tanpa perlu repot-repot mengatur jadwal. Kalian juga bebas mengatur sendiri durasi perjalanan yang diinginkan, cara untuk mencapai tempat tujuan, hingga bebas memilih lokasi yang diinginkan. Intinya, camping sendirian itu fleksibel banget deh!
      *             *             *             *             *
      6. Pastinya, Camping Sendirian Akan Melatih Kemandirian.

      Ilustrasi kemandirian, via backpackingstovehq
      Salah satu tujuan traveling adalah untuk keluar dari zona nyaman. Sesekali keluar dari zona nyaman itu perlu, supaya kita bisa terus melatih daya survival kita. Selain itu, keluar dari zona nyaman juga akan memberikan banyak dampak positif bagi perkembangan diri dan mental. Misalnya saja, kita jadi terlatih untuk mengambil keputusan saat mengalami hal-hal diluar rencana, dan menemukan potensi diri yang tidak disangka-sangka sebelumnya.
      Namun camping sendirian memaksa kita lebih dari itu. Kita tak hanya dipaksa untuk keluar dari zona nyaman, tapi kita juga akan didorong hingga ke tepi batas yang mungkin belum terbayangkan sebelumnya. Tak hanya harus bernegosiasi dengan kenyamanan, kita juga harus mampu bernegosiasi dengan alam dan lingkungan di sekitar lokasi camping. Kita juga akan dipaksa untuk mengambil keputusan saat terjadi hal-hal diluar dugaan, apalagi karena kita sekaligus berhubungan dengan alam yang kadang sulit untuk diduga.
      Selain itu, camping sendirian pun akan melatih kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab supaya bisa pulang kembali dengan selamat. Kita pun akan dipaksa untuk mandiri, karena mau tak mau kita harus memutuskan semuanya sendiri, mulai dari mendirikan tenda hingga membongkar tenda. Berbeda dengan saat kita wisata sendiri ke kota besar dan masih banyak orang yang mungkin akan membantu. Siapa tahu setelah camping sendirian kalian justru akan menemukan potensi diri yang tidak diduga, dan akhirnya membuat kalian semakin menghargai diri sendiri.
      *             *             *             *             *
      Ibarat dua sisi mata uang, camping sendirian juga memiliki beberapa resiko yang nggak bisa dinafikkan. Selain semua kesenangan yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa resiko yang perlu kalian ketahui sebelum memutuskan untuk pergi camping. Berikut ini beberapa diantaranya:
      *             *             *             *             *
      [ Minus ]
      1. Camping Sendirian Berarti Kalian Harus Melakukan Semuanya Sendirian.

      Ilustrasi sendirian di tengah alam, cia purevipclub
      Sesuai dengan judulnya, yaitu camping sendirian, itu berarti kalian harus siap melakukan semuanya sendirian. Bagi yang sudah terbiasa melakukan solo traveling, camping sendirian bisa dianggap sebagai variasi lain dari traveling sendirian. Kalian sudah terbiasa untuk melakukan tahap persiapan dan perjalanan seorang diri, dan sudah mengetahui resiko yang harus dihadapi saat bepergian sendiri.
      Namun camping sendirian sebetulnya lebih dari itu. Kalian betul-betul harus melakukan semuanya sendiri. Kalian harus melakukan riset mengenai lokasi, mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa, berangkat ke lokasi, mendirikan tenda (yes baby, pasang tenda pun sendirian), memasak, hingga berkemas dan pulang; semua harus kalian lakukan sendirian. Catat dan garis bawahi kata ‘semuanya’ dan ‘sendirian’, ya.
      Tapi tentu saja bukan berarti camping sendirian itu menyeramkan. Selama tahu tips dan trik-nya, kalian selalu bisa meminimalisasi resiko kok. Baca tips dan trik-nya disini: Camping Sendirian Itu Asyik Lho. Untuk Pemula, Intip Dulu Tips dan Trik-nya Disini Ya! 
      *             *             *             *             *
      2. Susah dan Senang, Semua Harus Kalian Hadapi Sendirian.

      Ilustrasi senang sendirian, via panamacandy
      Salah satu hal yang membedakan camping sendirian dengan solo traveling adalah masalah pemilihan lokasi. Camping selalu dilakukan secara outdoor, entah itu di lokasi yang memang khusus untuk camping, atau di tengah alam bebas. Itu berarti kalian mau tak mau akan bersinggungan secara langsung dengan cuaca di sekitar lokasi camping.
      Salah satu resiko terbesar yang kerap dihadapi oleh mereka yang tidur dan beraktifitas di ruang outdoor, adalah rentannya terkena berbagai penyakit. Apalagi jika kalian berangkat dalam kondisi badan yang kurang fit, potensi badan untuk nge-drop saat camping pun akan semakin besar. Saat camping bareng-bareng, kalian mungkin bisa mengandalkan teman untuk merawat dan membantu kalian. Namun saat camping sendirian, kalian harus bisa merawat diri sendiri saat terkena sakit. Ngenes nggak tuh?
      Begitu juga saat mengalami kejadian menyenangkan, kalian harus melaluinya seorang diri. Bagi yang selama ini terbiasa berbagi dengan teman atau keluarga, untuk awalnya mungkin kalian akan merasa kesepian. Bisa jadi kalian akan merasa mati gaya saat berada di alam bebas, dan akhirnya malah merasa jenuh dan ingin buru-buru pulang.
      *             *             *             *             *
      3. Kalian Pun Harus Menghadapi Berbagai Kemungkinan Bahaya Seorang Diri.

      Ilustrasi bahaya, via taringa
      Walau kalian mungkin merasa telah melakukan riset semaksimal mungkin sebelum memilih lokasi camping, tetap saja ada beberapa kemungkinan bahaya yang kadang tidak bisa ditebak. Misalnya saja, kalian harus siap menghadapi bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh cuaca yang tiba-tiba sulit untuk ditebak. Bisa jadi juga kalian akan menghadapi bahaya dari hewan liar yang ada di sekitar lokasi camping.
      Atau mungkin, kalian akan menghadapi resiko bahaya dari orang lain. Apalagi jika kalian memilih lokasi yang cukup terpencil, kalian pun harus menghadapi berbagai resiko lainnya seorang diri. Misalnya saja, menghadapi resiko tersesat atau mengalami kecelakaan ringan tanpa ada yang bisa langsung dimintai bantuan.
      Kalau pergi camping bareng-bareng, resiko bahaya tersebut akan dihadapi bersama-sama. Kalian bisa saling bahu membahu untuk mengatasi segala rintangan sehingga tidak sampai mengusik keselamatan dan keamanan kalian. Namun saat camping sendirian, semua resiko itu kalian tanggung sendiri. Siap nggak?
      *             *             *             *             *
      4. Kesimpulannya, Nggak Semua Orang Bisa dan Cocok Camping Sendiran.

      Ilustrasi camping sendirian, via jefklak
      Setelah membaca seluruh poin plus dan minus dari camping sendirian, mungkin kalian sudah bisa menyimpulkan kalau aktifitas camping sendirian itu bukan untuk semua orang. Jika kalian mengaku punya jiwa petualangan yang tinggi, selalu suka menantang diri untuk keluar dari zona nyaman, maka camping sendirian jelas menjadi aktifitas yang sangat menantang untuk dicoba.
      Namun jika kalian selama ini terbiasa untuk bergantung pada orang lain, dan bahkan kesulitan mengangkat ransel sendiri, mungkin ada baiknya kalian pikir-pikir ulang untuk melakukan camping sendirian. Nggak semua orang bisa dipaksa keluar dari zona nyaman dan menyudutkannya hingga ke batas maksimal, seperti yang akan kalian dapatkan saat camping sendirian. Jadi, kenali potensi dan kemampuan diri sendiri sebelum memutuskan untuk pergi camping sendirian atau tidak, ya!
      *             *             *             *             *
    • By rizkiaditya
      Hai..
      mungkin langsung to the point aja ya (karna nggak pinter basa basi) 
      Jadi rencana saya sama teman teman mau camping di pantai ngetun GK. Sementara baru ada 4 orang, 2 co 2 ce. mau nambah personil lagi biar makin rame.
      Ini rencanannya:
       
      5 Maret 2016
      14.30 WIB - berangkat dari daerah gamping 
      17.15 WIB - (estimasi perjalanan 2 setengah jam an) tiba di pantai ngetun trus bangun camp. santai / bebas
       
      6 Maret 2016
      5.30 WIB - lihat sunset di bukit/tebing deket pantai
      8.30 WIB - pulang
       
      Untuk perlatan camping, bisa bawa sendiri atau gabung sama kita. nanti koordinasi aja.
       
      Bagi yang minat dan pengin join kita welcome banget. kontak by req ya.
      yang perlu diingat mungkin jalan menuju ke pantai nya agk offroad,  jadi kendaraan harus fit 
       
      berikut beberapa foto yang diambil dari http://shobek-corp.blogspot.co.id/ sebagai gambaran.


    • By kjadventure
      INFORMASI
      Lokasi : Gunung Gede, Jawa Barat
      Jalur : Cibodas
      Tanggal : 3 - 5 April 2015
      Biaya : IDR 300.000
       

      ===============================================================================FASILITAS
      INCLUDE
      - Transport PP Kp.Rambutan – Cipanas
      - Transport PP Cipanas – Basecamp Cibodas
      - Tenda Kapasitas 4 orang (Sharing tenda)
      - Alat Masak per tenda
      - Guide
      - Logistik Tim
      EXCLUDE
      - Item tidak disebutkan di atas
      ===============================================================================
      SYARAT & KETENTUAN
      - Meeting Point Kp.Rambutan / Pertigaan Cibodas
      - Calon Peserta diwajibkan membayar uang muka 50% maksimal H+2 setelah registrasi
      - Pelunasan masksimal H-2 sebelum berangkat
      - Calon Peserta yang sudah transfer DP akan langsung tercatat sebagai peserta
      - Peserta yang sudah transfer dan mundur sebelum deadline. Pengambilan 50%
      - Peserta yang sudah transfer dan mundur setelah deadline. Pembayaran hangus
      - Apabila ada pembatalan dari pihak kami akan dikembalikan 100%
      - Apabila ada kejadian yang mengakibatkan pendakian tertunda atau batal maka akan diselesaikan secara musyawarah mufakat
      - Pendaftaran ditutup / deadline H-2 sebelum berangkat
      - Tidak menerima booking tanpa DP
      - Peserta dianggap mengerti dan menyetujui semua ketentuan di atas
      ===============================================================================
      PENDAFTARAN
      - Informasi kuota peserta ke nomor 0821-1074-9949/0857-8111-6493
      - Kirim SMS/WA/BBM pendaftaran dengan format :
      Pendakian Gunung Gede
      Nama :
      No HP :
      Domisili :
      Meeting Point :
      Email :
      - Kirim Email pendaftaran dengan format :
      Subject Email : Pendakian Gunung Gede
      Content Email :
      Nama :
      No HP :
      Domisili :
      Meeting Point :
      - Pembayaran DP minimal 50% ke Rekening Bank BCA 0354177214 a/n Muhamad Kamal maksimal H+2 setelah pendaftaran
      - Bukti pembayaran kirim melalui SMS/WA ke no 0821-1074-9949/0857-8111-6493 atau email kjadventure [at] yahoo [dot] com
      - Peserta akan dinyatakan fix ikut apabila sudah melunasi pembayaran
      - Apabila peserta tidak jadi ikut, pembayaran tidak dapat dikembalikan tetapi dapat digantikan oleh orang lain
      ===============================================================================
      ITINERARY
      Hari 1, Jumat
      20.00 – 22.00 : Kumpul di Kp.Rambutan
      22.00 – 01.00 : Perjalanan bus Kp.Rambutan – Cipanas
      Hari 2, Sabtu
      01.00 – 02.00 : Perjalanan Cipanas – Cibodas
      02.00 – 05.00 : Istirahat
      05.00 – 06.00 : Bangun, Sarapan dan persiapan pendakian
      06.00 – 08.00 : Basecamp – telaga biru – panyancangan
      08.00 – 08.30 : Istirahat di panyancangan
      08.30 – 12.00 : Panyancangan – Air Panas
      12.00 – 12.30 : Istirahat
      12.30 – 15.00 : Air Panas – Kandang Badak
      15.00 – 21.00 : Mendirikan Tenda, istirahat, masak, makan, modus ria
      21.00 – 02.00 : Tidur
      Hari 3, Minggu
      02.00 – 03.00 : Bangun dan persiapan summit attack
      03.00 – 05.30 : Summit Attack
      05.30 – 06.30 : Sunrise Ria & Enjoy Puncak Gede
      06.30 – 06.45 : Turun ke Alun-Alun Surya Kencana
      06.45 – 08.00 : Enjoy Surya Kencana
      08.00 – 10.00 : Kembali ke kandang Badak
      10.00 – 13.00 : Istirahat, Masak dan persiapan turun
      13.00 – 18.00 : Kandang Badak – Basecamp
      18.00 – 18.30 : Istirahat dan bersih – bersih
      18.30 – 20.00 : Cibodas – Cipanas
      20.00 – 22.30 : Cipanas – Kp.Rambutan
      *NOTE : Itinerary menyesuaikan kondisi di lapangan
      ===============================================================================
      PERLENGKAPAN
      Perlengkapan Tim
      - Tenda (Sudah disediakan)
      - Alat Masak + Bahan Bakar (Sudah disediakan)
      Perlengkapan Pribadi
      - Tas Carrier
      - Geiter
      - Kostum Treking (Baju & Celana Lapangan)
      - Jaket Gunung (WAJIB)
      - Sleeping Bag (WAJIB)
      - Matras Biasa / Matras Aluminium (WAJIB)
      - Jas Hujan / Ponco (WAJIB)
      - Sepatu Outdor (WAJIB MENGGUNAKAN SEPATU)
      - Sendal Gunung
      - Kupluk / Topi / Slayer / Buff (WAJIB)
      - Pakaian Ganti (Baju, Celana, Dalaman) (WAJIB)
      - Sarung Tangan & Kaos Kaki (WAJIB)
      - Alat Makan (Piring, Gelas, Sendok, Garpu, dll) (WAJIB)
      - Botol Minum (WAJIB)
      - Obat-Obatan Pribadi (WAJIB)
      - Alat Bersih-Bersih(tisu dll) (WAJIB)
      - Senter / Headlamp (WAJIB)
      - Baterai Cadangan (WAJIB)
      - Trash Bag Sedang (WAJIB)
      - Printilan Outdor (Korek,Pisau, tali dll)
      - Masker
      - Trekking Pole
      * Perlengkapan yang ada keterangan WAJIB harus dibawa demi keamanan dan kenyamanan peserta
      ===============================================================================
      LOGISTIK
      Logistik Tim
      - Indomie / La Fonte
      - Kopi / Teh / Susu / Jahe / Energen
      - Sarden / Kornet
      - Roti Tawar + Selai
      - Bakso / Sossis / Nugget
      - Minyak Goreng / Kecap / Saos /Sambel
      - Beras / Sayur
      - Bumbu – Bumbuan
      Logistik Pribadi
      - Buah-Buahan seperti pear, apel, pisang dll
      - Cemilan seperti tango,oreo,silverqueen,coki-coki dll
      - Air Minum (minimal 1 liter)
      CP : 0821-1074-9949/0857-8111-6493
      *Untuk transfer ke rek selain yang tercantum di atas, silahkan hubungi CP
    • By eka wibisono
      Dengar kata Kemping,  pasti kita udah mikir yg susah-susah deh krn mesti bawa tenda,  bawa perlengkapan masak minimal, harus masak sendiri dengan menu yg simple kaya indomie, kornet, sarden. Blum lagi pusing untuk urusan “ke belakang” hehehe….  stress kalo toiletnya jorok. Kami sekeluarga udah pernah tuh  2 x ngerasain kemping “menderita” makanya  liburan sekolah tahun ini, pengen ngerasain  kemping  ala “koper”.

      Jadi lah kami pilih camping ground Tanakita yg terletak di Kadudampit, Cisaat, Sukabumi. Oh iya Tanakita ini sudah buka jg lho di daerah Ubud ,Bali. Nah Tanakita Sukabumi punya 3 lokasi camping ground. Lokasi ke-1, merupakan lokasi yg sudah lama populer namanya “Rakata”. Lokasi Rakata ini berada di dalam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Tempatnya memang luas & bisa menampung +/- 100 org. View yg didapat adalah kota Sukabumi diliat dari ketinggian. Lokasi ke 2 adalah “Rumamerah”, terletak bersebelahan dengan Rakata. Rumamerah berbentuk bangunan menyerupai villa dengan halaman luas yg menyambung ke Rakata.  Lokasi ke-3 merupakan lokasi baru yg belum lama dibuka utk umum yaitu “Tanakita Riverside”.  Kami pilih berkemping ria di Tanakita Riverside ini krn pertama liat foto lokasi, waduh sudah jatuh hati dengan lokasinya. Lokasinya private dan yg menarik berdekatan dengan sungai kecil, kebayang dong asiknya tidur dengan suara riak air sungai.

      Untuk merasakan kemping ala “koper” ini, kami dikenakan biaya Rp.550 ribu per orang (anak2 s/d umur 3 tahun free of charge). Fasilitas yang didapat adalah:
      -Tenda kapasitas 3 orang, kasur, bantal + sleeping bag
      -3x makan (makan malam, makan pagi, makan siang sebelum pulang)
       -snack 2 x (tapi kemarin kami dikasih snack 3x yaitu pisang goreng, bakwan jagung, singkong goreng), api unggun + jagung bakar.
      -air minum + kopi + teh+air panas tersedia 24 jam
      -Guide ke danau Situ Gunung & Curug Sawer (exclude tip utk guide, gak ada ketentuan sih hrs kasih tip).
      -Flying Fox
      -Kamar mandi dilengkapi dgn shower air panas & air dingin

      Perlengkapan  yg harus dibawa:
      -Sepatu kets (berguna untuk main River Tubing & trekking (kalo gak biasa pake sandal jepit))
      -handuk mandi
      -peralatan mandi
      -Snack (dari lokasi ke jalan raya +/- 1,5 km lebih)
      -Jaket & selimut kalo takut kedinginan
      -Obat masuk angin
      -Tas untuk baju sebaiknya ransel atau tas kanvas. Jangan menggunakan koper.
      -Baju ganti (sebaiknya bawa baju lebih utk anak2 krn pasti basah2an main di sungai)
       
      Contact Person & alamat kantor utk pemesanan tempat: 
      Rakata Adventure - Bp. Adam F. Taslim (HP & WA: 0878 20631 452)
      Jl. Lamandau IV No. 17, Bulungan, Kebayoran Baru
      Telp Kantor: 7243252, 7200469
       
      Akhirnya tgl. 27 Juni 2015, jam 6.30 pagi rombongan kami  meluncur dari Jakarta ke Cisaat Sukabumi via tol Ciawi. Untung juga lho kami pergi di bulan puasa krn jalanan gak macet tp sama sekali tidak ada yg berjualan makanan. Jadi untuk makan siang di hari pertama, kami pesan makan siang prasmanan di Tanakita dengan biaya Rp.40 ribu per orang.  Setelah melewati Cibadak, kami tiba di daerah Cisaat sekitar jam 10.00 pagi. Untuk menuju lokasi Tanakita Riverside, pas ketemu Kantor Polsek Cisaat, kita belok ke kiri (jl Suryakencana), ikutin jalan lurus (+/- 9 km)  sampe ketemu Polsek Kadudampit yg bersebrangan dgn terminal angkot. Berhubung rombongan kami  naik bus pariwisata, bis harus parkir di terminal angkot & kami diangkut dengan angkot ke lokasi. 
      Angkot mengantar kami sampai ke lahan parkir mobil pribadi. Nah dari lahan parkir mobil, kami harus jalan kaki di lahan yang naik turun +/- 15 menit sambil membawa tas2 kami (pantesan disarankan bawa ransel aja), yah lumayan utk pemanasan kaki hehehe..

       
      Akhirnya sampailah kami di Riverside. Waduuh bagus banget lokasinya  dilihat secara langsung, suasananya masih alami & asri, udara dingin & segar,  air sungainya  masih bening & bersih. Bangunan utk tempat makan pun dibuat menyatu dengan alam. Setelah menaruh barang2 kami, anak2 langsung deh main air di sungai. 

      Setelah makan siang, kami diajak oleh Pak Rahmat & Kang Ali untuk trekking ke Danau Situgunung  dengan menyusuri tepian sungai. Lama perjalanan +/- 1 jam lebih.  Di sepanjang perjalanan yang lumayan menguras tenaga, kami melewati hutan kecil, jalan yg naik turun, sampai akhirnya tiba di Taman Nasional Gede Pangrango.

      Nah kalo udh gak kuat jalan, disini banyak  tukang ojek tuh yg siap mengantar ke danau dgn biaya Rp.15rb. Setelah istirahat sebentar, langsung lanjut jalan lagi menuju Danau, eh ternyata di tengah perjalanan, kita bisa main flying fox dulu, gratis kok karena sudah termasuk paket nginap. Woow anak2 lah yg seneng main flying fox, sampe nambah tuh mainnya. Setelah puas flying fox, lanjut lagi jalan kaki melewati jalan berbatu2 sampe lah di Danau Situ Gunung.  Wooow, Danaunya bagus. Disediakan juga perahu utk keliling2 danau dng biaya Rp.10.000 per orang. Wah enak bgt duduk2 sambil menikmati pemandangan Danau yg tenang. Setelah puas foto2 dan menikmati pemandangan danau, waktunya jalan kaki lagi  kembali ke riverside! Nah anak2 & Akung (kakek) karena sudah gak sanggup jalan kaki lg akhirnya naik ojek  deh langsung menuju ke riverside dengan ongkos  Rp.25rb. Sisa2 “pasukan” masih semangat tuh jalan kaki krn kita mau mampir liat lokasi Rumamerah & Rakata  camping ground. Untuk jalan pulang ini, untunglah cuma jalan kaki +/-30 menit sudah sampai di lokasi riverside lagi, krn kami diajak lewat jalan besar dan ambil jalan pintas yg bisa tembus langsung ke riverside. Hehehe lumayan kaki udh berasa pegel.

      Setelah mandi sore, makan malam, ini dia acara yg ditunggu2 sama anak2, Api Unggun!  Sambiil ngobrol, kita bisa menikmati jagung bakar yg sudah disiapkan & dihibur oleh pemusik lokal. Anak2 semangat bgt deket api unggun krn bisa bakar marshmellow & sosis (marshmellow & sosis hrs bawa sendiri hehehe). Cape ngobrol, puas makan jagung tiba saatnya menikmati tidur di dalam tenda. Ternyata nyenyak lho tidurnya krn udara dingin sambil mendengar gemericik air sungai.

      Jam 6 pagi Pak Rahmat & Kang Ali sudah menyiapkan adonan pancake & telor dadar.  Acara sarapan pagi menarik lho buat anak2 krn mereka diajak buat pancake langsung di perapian. Untuk ortunya asik jg bikin langsung telor dadar dgn  topping paprika, bawang Bombay. Selain pancake & telur dadar, kita disediakan nasi kuning dgn lauk orek tempe, ayam goreng,emping & buah.

      Setelah perut sudah diisi, tanpa acara mandi pagi, jam 9 pagi, kami diajak Pak Rahmat trekking lagi ke Air Terjun Sawer. Trekking kali ini tidak sejauh trekking ke Danau, hanya jalan kaki 45 menit. Kali ini jalur yg ditempuh menuju Air Terjun melewati area belakang atas tenda kami. Jika ada yg tidak kuat jalan kaki, tersedia kok ojek yg akan bawa langsung ke gerbang lokasi air terjun dgn ongkos Rp.25 ribu. Jalur trekking tetap naik turun yg cukup bikin kaki pegel juga hehehe… 

      Tapi rasa cape terbayar lho pas liat air terjunnya. Baguuus bangeet. Lokasi air terjun masih alami tetapi sayang tidak diperbolehkan berenang di kolam air terjun karena pusaran airnya terlalu kuat. Jadi ya sudah kita foto2 aja deh dan duduk 2  sambil jajan popmie & snack. Setelah puas menikmati lokasi air terjun Sawer,  kembali lah kita ke riverside untuk mandi dan makan siang. 

       
      Sebetulnya masih ada kegiatan optional yg ingin dicoba yaitu River Tubing, tapi batal karena kami tidak membawa sepatu kets. Per orang dikenakan biaya Rp. 150 ribu. River Tubing ini adalah kegiatan menyusuri sungai dengan duduk di atas ban. Karena sungainya berbatu-batu, makanya harus pake sepatu kets supaya kaki kita gak luka kena batu. Syarat pake sepatu kets gak bisa diganggu gugat deh. Nyesel jg deh gak bisa cobain River Tubing padahal kayanya asik. Nih foto yg dicomot dari Google, kalo pengen tau kaya apa River Tubing.

      Akhirnya setelah makan siang, sekitar pukul 3 siang, tiba saatnya  rombongan kami meninggalkan lokasi riverside menuju parkiran angkot utk diantar ke parkiran bis yg akan membawa kami kembali ke Jakarta. Liburan kali ini berkesan utk kami sekeluarga deh karena benar2 bisa menikmati alam tanpa takut akan ular dan binatang berbahaya. Pokoke harus dicoba deh nginap di Tanahkita Riverside!  

       
       
×
×
  • Create New...