Sign in to follow this  
nafariza

Jalan2 ke Cafe Mahika Mano di Tokyo

4 posts in this topic

Menyambung postingan saya disini kenapa kita harus jalan2 ke tokyo poin nomer 3, ini salah satu cafe/restoran unik di Tokyo yang bisa kita sambangi.

Namanya Mahika Mano, berlokasi di Sun Palace 1F 2-8-1, Musashino-shi, Tokyo Kichijojiminami town. Keunikan cafe ini adalah temanya yang sangat sangat kasual, dimana kita bisa tidur2an di dalam cafenya dengan menggunakan hammock. Biasanya tiduran pake hammock di pinggir pantai sambil menikmati matahari dan indahnya pantai/laut. Di sini, kita bisa tiduran pake hammock sambil menikmati makanan dan minuman menarik yang disajikan di cafe.

mahikatop1-600x249.jpg

Sumber Gambar

Dibuka dari jam 12siang sampe jam 8malem, menu makanan dan minuman yang disajikan sangat beragam. Kita bisa menikmati makanan berat (mulai dari kare sampai salad), dessert (mulai dari cheesecake sampai tiramisu), aneka hidangan kopi, teh, softdrink, ataupun alkohol sesuai dengan selera.

Pas banget deh Tokyo dijuluki sebagai kota pusat cafe unik.

Jalan2ers dalam waktu dekat ini mau ke Tokyo? Jangan lupa datangi cafe ini ya. :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

unik sich idenya, cm kyknya agak repot jg ya makan atau minum sambil berayun ayun gt...da gt kyknya tempatnya sumpek, ngebayangin klu sempet mkn disitu kyk bayi raksasa az hehehhe :lol: :lol: :lol:

Share this post


Link to post
Share on other sites

unik sich idenya, cm kyknya agak repot jg ya makan atau minum sambil berayun ayun gt...da gt kyknya tempatnya sumpek, ngebayangin klu sempet mkn disitu kyk bayi raksasa az hehehhe :lol: :lol: :lol:

itu kursi nya nge gantung gitu ya.....agak repot juga kalo makannya ya...tapi untuk yg wisata sh enjoy aja hehehe

hihihi, mbak dan mas ini bisa aja. kalo makan dan minum ya di kursi dan meja dong, disediain kok tempatnya. kayak gambar di bawah ini nih:

mahikatop2-600x249.jpg

Sumber Gambar

Si hammock2 ini cuma semacam arena bermain kayak di KFC ato McD buat anak2. istilahnya, kalo mau tidur ato bersantai, bisa di hammock2 ini. kalo pengen makan dan minum, ya silahkan dilakukan di tempat yg disediakan. :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Gulali56
      Showa Memorial Park atau Showa Kinen Koen adalah taman yang terletak di kota Tachikawa sekitar sejam dari kota Tokyo. Taman ini dibangun tahun 1983 untuk menghormati 50tahun masa kekaisaran Showa atau Kaisar Hirohito. Taman ini sangat luas, yaitu sekitar 160hektar yang terdiri dari berbagai macam fasilitas olahraga, wahana permainan air, ruang alam terbuka, museum dan danau.
      Taman ini salah satu spot untuk menikmati sakura di musim semi, menikmati keindahan dedaunan menguning di musim gugur maupun winter illumination di musim salju .Untuk musim panas, ada tambahan wahana permainan Rainbow pool dengan tambahan biaya masuk.

      Taman ini memiliki beberapa pintu masuk, gerbang yang paling mudah diakses transportasi publik adalah gerbang Nishi-Tachikawa yang memiliki direct access ke pintu station Nishi-Tachikawa (JR Chuo Line) . Dan gerbang Tachikawa yang dapat diakses dengan 20menit jalan kaki dari Tachikawa Station. Gerbang yang kedua ini lebih populer karena memiliki view air mancur yang cantik.

      Berhubung saya kemari untuk memenuhi bucket list bersepeda di luar negeri (lebay alay) yang selalu gagal karena entah temen barengan gak bisa naik sepeda ataupun pas pergi sendiri saya nya gak pede sepedaan sendirian . Jadilah saya ke Nishi-Tachikawa gate untuk menghemat energi untuk jalan kaki , karena gerbang ini dekat dengan penyewaan sepeda.

      Biaya masuk taman untuk dewasa adalah 410yen, anak dibawah 15thn : 80yen dan orang tua 210yen. Yang harus beli di semacam loket atm.
      Ini view dari Nishi-Tachikawa gate:


       
      Harga sewa sepeda di sini:
      Usia dibawah 16thn : sewa seharian 310yen, sewa 3jam 260yen dengan overtime 30yen/30menit
      Usia 16thn keatas: sewa seharian 520yen, sewa 3jam 410yen dengan overtime 70yen/30menit.

      Saya dan teman saya memilih sewa 3jam sebesar 410yen. Waktu 3jam disini cukup untuk bersepeda santai mengelilingi taman, foto spot di beberapa tempat, makan siang dan balik lagi ke spot awal. Tapi kalau memang bawa anak kecil , saya sarankan ambil yang sewa seharian, karena sayang banget tidak menikmati area bermain khusus anak yang sudah termasuk di biaya masuk taman. Untuk anak batita yang masih muat di kursi boncengan khusus anak kecil disini tidak ada tambahan biaya.
      Cara beli tiket nya menggunakan vending machine tapi jangan kuatir ada keterangan bahasa inggris nya walau minim. Saya klik tombol biru muda 820 yen (2tiket adult for rent up to 3hr) lalu masukan uang yang diminta. 
      Setelah beli tiket , kita bisa memilih berbagai jenis sepeda. Kasi tiket nya ke paman2 penjaga sepeda yang cuma bisa Inggris "3hour back here, 3hour back here".
       


      (oiya yang sepeda tandem ini berarti sewanya untuk 2orang dewasa, misal 2x410yen utk sewa 3jam)
      Saya pilih sepeda balap yang ada speed gear nya jadi bisa mengontrol berat ringan kayuhan. Semua sepeda ada keranjang sepedanya jadi bisa taro barang bawaan disitu.
      Yang unik dari sepeda disini, sudah ada built in gembok nya. Kunci bisa ditarik kalau posisi penguncinya sudah benar. Dan dikunci ada nomer sepeda yang juga tertempel di bagian keranjang sepeda in case lupa sepedanya yang mana.

      Di taman ini, aman buat yang rada oleng kalau bersepeda (kyk saya makanya pas di Amsterdam gak pede sewa sepeda), karena selain jalur nya khusus sepeda, arahnya pun searah. Tapi tetep sih harus hati-hati, apalagi ketemu turis yang berhenti seenak udel demi berfoto di spot kece atau ber-boomerang dulu di instastory (a.k.a saya dan teman saya).

      Berhubung jalur khusus sepeda (dan malas buka peta), terkadang kita jadi tidak tahu berada dimana, karena view pejalan kaki beda. Kunci nya harus 'aware' tiap kali ada spot parkir sepeda, artinya dibalik jalan itu ada objek wisata tertentu.

       
      Di dalam taman ini banyak food stall, minimarket  maupun vending machine di spot-spot tertentu,jadi jangan takut kelaparan pas meng-explore taman ini,  tapi kalau mau irit mending bawa bekal dan duduk-duduk dibangku taman ataupun berpiknik ria dilapangan rumput nya.




      (churros seharga 300yen) ~ pecinta churros 


      (yang gundukan putih ini semacam bounce ball gitu bahannya, sebenarnya khusus buat anak kecil tapi biasanya org dewasa ikutan naik untuk ngejagain batita nya) ada satu area bisa utk anak usia sd.


      (ala-ala Machu Pitcchu)

      (track sepeda )

      (yang merah itu plosotan , orang dewasa juga muat)
       
      Sekian hasil bersepeda 3jam di Showa Memorial Park. Gegara belagu gak pake jaket, malamnya saya masuk angin dan besoknya cuma muter2 sekitar hostel... 
      Jadi be prepare ya kalau berencana bersepeda disini.
      Saya jadi kangen pengen balik lagi habis nulis artikel ini. 
       
      Showa Memorial Park
      Address: 3173, Midoricho,Tachikawa-shi
      Open: 9:30 to 17:00 (March to October) , 9:30 to 18:00 (weekends and holidays between April and September) ,9:30 to 16:30 (November to February).
      Closed: December 31, January 1 and the 4th Monday of February and the following day
      Access: 20 min. walk from JR Tachikawa Station to the Tachikawa Gate. 0 min from JR Nishi-Tachikawa Station to Nishi-Tachikawa Gate.
      Admission: adult 410yen. Children: 80yen
      Website: http://www.showakinen-koen.jp/guide-english/facility-english/
       
       


    • By Gulali56
      Festival Tori no Ichi adalah festival yang dirayakan oleh rakyat Jepang setiap bulan November untuk mendoakan kesejahteraan dan keberuntungan untuk tahun depan. Biasanya dalam setahun, festival ini dirayakan 2 atau 3 kali berdasarkan perhitungan kalender China (tori = ayam). Untuk tahun 2017, Tori no Ichi jatuh pada tanggal 6, 18 dan 30 November.
      Di Tokyo sendiri, ada beberapa lokasi shrine dan temple yang cukup ramai merayakan festival ini. Yang paling ramai terletak di area Asakusa dan Shinjuku.
      Kebetulan tanggal 18 November 2017 kemarin saya menginap di Asakusa, sehingga dapat menikmati keramaian festival ini yang hanya beberapa menit dari lokasi hostel saya menginap.
      Parade di Asakusa sendiri mulai dari depan hotel Richmond yang bersebelahan dengan Don Quijote di Asakusa, bukan parade yang besar. Tapi cukup menarik di lihat. Parade nya dimulai tepat jam 11.45 sesuai jadwal yang ditempel di poster-poster.




      Selesai mengabadikan parade. Saya pun berjalan kaki menuju 2 lokasi Tori no Ichi di Asakusa, yang hanya berjarak 1.5km dari Don Quijote.
       
      1. Ootori Shrine | 鷲神社
      Address: 3-18-7 Senzoku, Taito, Tokyo
      Access: 15 min. walk from Tawaramachi Station on the Tokyo Metro Ginza Line, 7 min. walk from Iriya Station on the Tokyo Metro Hibiya Line

       
      2. Chokoku-ji Temple | 長国寺
      Address: 3-19-16 Senzoku, Taito, Tokyo
      Access: 10 min. walk from Iriya Station or Minowa Station on the Tokyo Metro Hibiya line

      Berdasarkan google maps seperti ini.

      Tidak susah mencari kedua lokasi yang merayakan festival ini, karena disekitar temple dan shrine akan digelar para penjual makanan, snack, dan permainan tradisional dan semakin dekat temple/shrine akan banyak kumpulan penjual Kumade.



      Inilah yang namanya Kumade, yang paling khas dari festival Tori no Ichi.

      Semacam jimat dari dekorasi bamboo untuk menarik keberuntungan dan kesejahteraan kita ditahun depan. Harganya dimulai dari 1,000 yen untuk ukuran sekecil tangan. Dan yang paling heboh bisa mencapai harga jutaan yen.  Kumade sendiri biasanya didekor sedemikian rupa dengan symbol-simbol penarik keberuntungan seperti Maneki neko (si kucing pembawa keberuntungan), Koban (koin oval emas), karung beras, topeng wanita yang melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran, warna-warna terang dan kuning yang artinya pembawa keuntungan untuk bisnis, dll . Karena Kumade ini adalah buatan tangan, setiap penjual memiliki design yang berbeda-beda .

      Tradisi nya, setiap tahun orang-orang akan mengembalikan Kumade tahun lalu ke temple/shrine dan membeli Kumade baru untuk tahun depan. Dan tradisinya, Kumade yang baru harus lebih besar dan lebih mahal dari Kumade sebelumnya. Niscaya semakin besar Kumade nya, semakin besar keberuntungan yang didapat. Karena nya kalau mau ikutan beli, belilah dari yang kecil sehingga tahun depan bisa beli yang sedikit lebih besar dan begitu seterusnya.

      Salah satu yang menarik perhatian dalam membeli Kumade adalah Tejime. Yaitu ritual para penjual bertepuk tangan dan berseru-seru setiap kali Kumade terjual. Si pembeli pun ikutan bertepuk tangan mengikuti si penjual.  Ritual ini menandakan  Kumade telah sah dibeli dan diharapkan mendatangkan keberuntungan di tahun depan.
      Ketika pulang, Kumade pun harus dibawa menghadap ke depan agar semua keberuntungan ‘nempel’ ke si empunya Kumade.
      Puas mengitari shrine dan temple di Asakusa, saya pun mencoba ke lokasi berikutnya yaitu di Shinjuku.
      Shinjuku Hanazono Shrine | 花園神社
      Address: 5-17-3 Shinjuku, Tokyo
      Access: 3 min. walk from exit E2 of Shinjuku-sanchome Station on the Tokyo Metro Marunouchi and Fukutoshin lines or the Toei Shinjuku line. 7 min. walk from Shinjuku Station on the JR, Odakyu and Keio lines.


      Kalau saya perhatikan, Shinjuku ini lebih banyak pengunjung western nya. Dari segi besarnya shrine dan antrian orang-orang yang berdoa , lebih banyakan di Shinjuku ini. Hebatnya orang Jepang, antriannya sangat tertib dan dibantu oleh petugas yang memberhentikan antrian setiap kali antrian berada di perempatan jalan, baik jalan raya maupun jalan orang lalu lalang. Antrian ini bisa ber blok blok lho saking panjangnya.
      Tetapi kalau saya pribadi lebih suka jalan-jalan di shrine dan temple seputaran Asakusa, harga makanan pun lebih murah. Untuk waktu nya. Festival ini dimulai dari tengah malam sampai satu harian penuh. Antara siang dan malam, terus terang atmosfer nya beda-beda. Kalau malam, lampion di shrine dan temple akan menyala sehingga suasana semakin meriah. Berhubung (lagi2) kamera HP saya made in Taiwan pabrikan indo, tidak ada sinar matahari ya semakin challenge mengabadikannya. Jadi saya lebih prefer mendatangi festival ini disiang hari.
       
    • By Rizkio
      Cari temen terutama cewe (akunya juga cewe) yang mau liburan ke jepang nih. Berangkat februari 28th 2018 CGK-NAR balik March 6th 2018 NAR-CGK 
      Itinerary masi tentative, utamanya si explore tokyo aja karena cuma 6 hari hehe...
      adakah yang rencana tanggal segitu
    • By kenal1429
      Hi, All...
      Saya cowo, rencana jalan - jalan di sekitaran tokyo aja 30 - 4 Desember 2017. tadi nya berdua dengan temen.. berhubung temen cancel jadi saya jalan sendiri.. cari teman buat share cost hotel.. untuk itinerary belum ada.
    • By twindry

      Yosh!!! setelah kehilangan ide mau nulis apa lagi, akhirnya dapat wangsit juga mau nulis apa. berbekal pertanyaan2 teman sekantor saya yang akan berangkat ke jepang, maka muncullah ide untuk nulis "Do and Dont. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama di jepang". disini saya akan menjelaskan beberapa peraturan tidak tertulis yang berlaku di jepang. semoga postingan ini bisa membantu teman2 yang akan ke jepang untuk pertama kalinya ya.
       
      1. Dilarang makan / minum selama menggunakan transportasi umum
       

      source : mbah gugel
      jepang terkenal akan kebersihan lingkungannya. jangankan makan / minum, ngomong bisik2 aja sebenarnya tidak boleh selama kita berada di transportasi umum semisal subway, kereta, atopun bus.
       
      2. Ngomongnya bisik2 aja ya
       

      ssst jaga ketenangan gan
      saya juga kurang tau kenapa orang jepang semuanya diam ketika berada di dalam transportasi umum. ada yg dengerin lagu di hp pake headset, ada yang baca komik, ada yang maen game (tapi silent), dll. bahkan bus pariwisata yang saya tumpangi ke kawaguchiko aja ngak boleh ngomong kuat2. padahal bus nya untuk hepi2 loh kan. bahaha. yang jelas kalo teman2 mau ngomong di dalam bus ato subway, bisik2 aja ngomongnya. biar ngak diliatin ama seisi penumpang ato di tegur ama supir bus (kayak saya). bahkan telepon seluler pun harus di silentkan ya kalo di transportasi umum. jangankan hp bunyi, permen jatoh aja kedengaran sampai ke ujung gerbong. bahahah. tahan malu aja kalo tiba2 hp bunyi pas di dalam subway. biasa.... panggilan bisnis (jualan ke tante2) bahahah.
       
      3. No Tip
       

      source : mbah gugel
      bagi teman2 yg suka kasi salam tempel alias ngasi tip, kalo udah di jepang ngak perlu lagi ya. karena kalo ngasi tip adanya malah di teriakin ama yang dikasi. kirain uang teman2 ketinggalan.
       
      4. Habis makan beresin sendiri
       

      tuh di sediain kain pel di atas meja. buat lap muka juga oke karena sueger kainnya bahaha
      nah ini yang masih agak kurang di budaya kita. padahal bagus loh budaya ini. di jepang sehabis makan di rumah makannya, konsumen sendiri lah yang beresin meja nya. mulai dari beresin remah2an makanan yang berceceran di meja, sampai nge lap meja yang udah dipake. jadi jangan heran kalo misalnya kita lupa beresin meja dan di teriakin ama penjaga tokonya. kan malu bahaha kecuali #thepowerofsetianovXXXX bahahaha (no offense)
       
      5. Nyebrang liat kode ya
       

      begitu lampu ijo yang nyebrang kayak gini. awas kebawa arus
      bagi teman2 yang ngak peka kode2an, kalo di jepang agak peka dikit ya. meskipun bukan cuman di jepang sih. rata2 di luar negeri kita ngak bisa nyebrang sembarangan. harus di zebra cross dan ada kode ato tanda tertentu. kalo di jepang lampu warna ijo dan ada tanda bunyi dari tiang lampunya berarti kita boleh nyebrang. jangan coba2 nyebrang sewaktu lampunya merah. karena bisa tiba2 ada kendaraan yang belok ndak ngak liat kita. kecuali di jalan kecil dan jalanan agak sepi. itupun nyebrangnya kudu liat kanan kiri juga ya. daaaan tenang aja. di sini ngak ada yang kasi lampu sen kanan belok kiri. ato yang kasi lampu sen tapi ngak belok2
       
      6. Slrrrrrpp slrrrp sllrrrrrp
       

      croooott *eeh* sslllrrrrppp enaaaak
      kalo makan mie di jepang, suaranya di keluarin ngak apa2 kok. itu artinya mie yang sedang kita sedot itu rasanya mantap. mau makan ala son goku ato pun naruto ngak apa2 kecuali di rumah makan padang di indo ya. hahah malu di liatin
       
      7. Dilarang lemot

      jangan tiru kami ya karena telat naek bus nya (simak kisahnya di postingan sebelumnya)
      transportasi di jepang terkenal akan ketepatan waktunya. jadi, bagi yang suka ber leha2 harap di kurangin sedikit. karena pasti itin bakal kacau balau kalau ketinggalan kereta ato bus. masih mending frekuensi kereta ato bus nya cuman beberapa menit sekali. lah kalo sejam sekali? pesai nunggunye kalau kata orang pontianak
       
      8. ikutin arus orang di eskalator

      kanto = tokyo, yokohama, dan sekitarnya. kansai = kyoto, osaka, hiroshima, dan sekitarnya (source : mbah gugel)
      kalo ketemu eskalator di bandara, stasiun, mall, ato tempat2 umum lainnya, ikutin arus orang2 yang ada. jangan sembarangan berdiri. rata2 di jepang kita harus berdiri di sebelah kiri kalo pake eskalator. jalur kanan khusus untuk pengguna lain yang sedang terburu2. ada beberapa daerah di jepang yang berdiri di kanan dan ada pula yang di kiri. jadi ikutin arus aja ya. kecuali kalo emang lagi buru2. lari aja di sepanjang jalur kanan. ngak bakal ada yang halangin. kayak cerita perjalanan ke kawaguchiko saya kemarin.
       
      9. alat makan bukan untuk mainan
       

      source : mbah gugel
      jangan mengetuk2an alat makan ke meja ataupun piring ato mangkok
       
      10. jangan merusak alam

      pungut yang udah gugur aja ya
      kalo ke jepang pas musim semi ato gugur, bunga sakura atopun momiji nya yang masih nempel di pohon jangan di petik ya. yang boleh di ambil cuman kelopak sakura ato pun daun momiji yang sudah rontok dan jatuh ke tanah. boleh foto2 di dekat pohonnya tapi jangan di apa2in ya. pernah saya dengar kabar kalo ada turis yang sampe manjat ke atas pohon sakuranya demi dapet foto syantik *tepok jidat* untungnya bukan turis dari indonesia
       
      11. dilarang merokok sembarangan
       

      source : mbah gugel
      nah ini terapi yang baik bagi teman2 yang merokok. kalo ke jepang saya yakin rokoknya pasti agak dikurangin. karena di jepang tidak boleh merokok sembarangan. sudah di sediakan area khusus di beberapa spot khusus untuk perokok. bentuk nya kayak halte bus dan bagusnya lagi asapnya ngak sampai mengganggu pejalan kaki lain. bahkan puntung rokok pun ngak keliatan di jalan. jangankan puntungnya, abu rokok aja ngak jatuh2 ke aspal jalan. mungkin skalian di telan kali ya abu sama puntungnya. biar kayak2 limbad gitu. bahahah. padahal letaknya ada di trotoar pejalan kaki juga loh
       
      12. ijin dulu gan
       

      cari aja cosplayer di harajuku. pas weekend biasanya banyak yang nongkrong di sana
      kalo ketemu cosplayer ato orang yang berpakaian nyentrik, jangan langsung di foto ya. minta ijin dulu. kalopun ngak ngerti bahasanya, setidaknya bahasa tarzan alias bahasa tubuh adalah bahasa yang paling baik. kecuali kalo maiko atopun geisha ya. mereka memang ngak mau di foto. jadi harus ada trick2 nya.
       
      hmm. saya rasa segitu aja kira2 kode etik ato peraturan tidak tertulis yang berlaku pada umumnya di jepang. masih banyak kayaknya peraturan2 yang lain. intinya sih jangan aneh2 aja. cukup jadi turis biasanya. alay boleh tapi jangan over. tau batas juga ya. mumpung di tempat asing yang ngak seorangpun mengenal kita, alay dikit ngak apa lah ya. namanya juga liburan. hehehe. sekian aja tulisannya. kalo ada yang kurang ato salah2 CMIIW ya. see ya *melambai*
    • By Armanian
      Halo semuanya
      Saya mau mengajak trip backpacker ke jepang tgl 17 Februari - 24 Februari 2018. Yang berminat mau ikut bisa dm dan tinggalkan no hp nanti kita buat grup wa. Saya  pergi ke jepang berdua dgn tmn saya cewe, yang minat gabung silahkan. Diutamakan yang gak ribet hahaha . thanks  
      Untuk Itinerary msh bisa diatur tapi kami berencana untuk pergi ke kota Osaka di hari 1-3, Kyoto di hari 4-5, dan Tokyo di hari 6-7