• agoda-hemat.png

Sari Suwito

Half Day Tour In Colmar Tropicale Berjaya Hills

35 posts in this topic

Liburan Hari Raya Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini saya merayakan Idul Adha di Malaysia. Saya berangkat H-1 sebelum Hari Raya Idul Adha, esok paginya saya ikut sholat Idul Adha di masjid. Setelah selesai sholat Idul Adha kembali ke rumah, bersalam-salaman dan menikmati kue, kami menuju ke rumah kerabat di Sungai Kertas untuk menyaksikan acara pemotongan hewan kurban. Kali ini daging kurban tidak dibagikan mentah kepada tetangga-tetangga, tetapi akan dimasak lalu mengundang tetangga untuk menikmati daging kurbannya. Jadi setelah selesai pemotongan hewan kurban, daging segera dipotong-potong untuk diolah menjadi berbagai menu masakan untuk dihidangkan pada malam harinya. 

 

Hari kedua Idul Adha adalah waktunya jalan-jalan, tujuan wisata kami adalah ke Colmar Tropicale Berjaya Hills. Colmar Tropicale merupakan model dari kota Colmar pada abad ke-16 di daerah timur laut Alsace, Perancis, juga menggabungkan desain dan arsitektur dan unsur-unsur dari desa desa kuno di sekitarnya, seperti Riquewihr, Turckheim and Kaysersberg. Realisasi desa bertema Perancis ini berasal dari wish list Perdana Menteri Malaysia ke empat yaitu Tun Dr. Mahathir bin Muhammad yang sangat terkesan pada saat kunjungannya ke wilayah Alsace. Lalu memberi gagasan kepada Tan Sri Vincent Tan, pendiri Berjaya Corporation Berhad untuk membuat replika serupa dengan Kota Colmar di Malaysia.

 

Begitu kita keluar dari toll kita sekitar 2-3km kita akan menemukan dua papan penunjuk arah ke beberapa obyek wisata dari group Berjaya Co. Bhd, untuk menuju ke Colmar Tropicale kita belok ke kanan. Tak lama kemudian kami sampai di gerbang ticketing, membayar tiket masuk seharga RM 13 untuk dewasa, dan RM 8 untuk anak-anak. 

 

Di kawasan ini di paling depan terdapat Colmar Tropicale, lalu di atasnya ada adventure park, dan paling atas ada tempat parkir untuk ke Japanese Village dan Botanical Garden. 

IMG_0981.JPG

Dari tempat parkir kita perlu menaiki 88 anak tangga sebelum kita lanjutkan berjalan kaki lagi menuju ke Botanical garden dan Japanese Village. Saya memilih untuk melihat-lihat kawasan Botanical Garden terlebih dahulu. 

 

IMG_0929.JPG

IMG_0934.JPG

Di bagian depan Botanical garden ini terdapat aneka tanaman hias dan kolam kecil. Disini juga terdapat satu restoran Jepang Ryo Zan Tei tempat untuk melepas lelah setelah berjalan menyusui Botanical Garden. 

BOTANICAL%2BGARDEN%2B%25282%2529.JPG

Menyusuri jalan setapak yang menurun kita bisa mengamati aneka tumbuhan herbal maupun tumbuhan langka lainnya. Tanaman yang menarik buat saya adalah sejenis pohon anggur tapi lupa apa nama latinnya. Ada dua jenis yaitu warna pink dan merah, sangat cantiiik...

BOTANICAL%2BGARDEN%2B%252822%2529.JPG

BOTANICAL%2BGARDEN%2B%25286%2529.JPG

Menyusuri jalan setapak yang menurun, dari kejauhan tampak bangunan Green House, saya pun melihat-lihat beberapa koleksi tanaman yang ada di dalamnya.

BOTANICAL%2BGARDEN%2B%25289%2529.JPG

BOTANICAL%2BGARDEN%2B%252813%2529.JPG

BOTANICAL%2BGARDEN%2B%252812%2529.JPG

Semakin jauh kita berjalan kita akan menuju kawasan hutan yang dihuni beberapa spesies monyet liar, bahkan dari sini pun terdengar suaranya yang bersahut-sahutan. Saya pun jadi takut dech, jadi memutuskan untuk keluar aja dari Botanical Garden.

BOTANICAL%2BGARDEN%2B%252816%2529.JPG

BOTANICAL%2BGARDEN%2B%252814%2529.JPG

Setelah keluar dari Botanical Garden, kami berjalan menuju ke Japanese Village, terlebih dahulu mampir ke toko souvenier untuk beli minuman dan beli souvenier, saya membeli magnet tempelan kulkas bergambar Colmare Tropicale, saya beli 1 pax isi 3pcs seharga RM 10.50. 

IMG_0959.JPG

Lanjut...memasuki Japanese Village kita menapaki jalan yang terbuat dari susunan batu-batu kecil di bawah rimbunnya pepohonan hutan hujan tropik. 

JAPANESE%2BVILLAGE%2B%252814%2529.JPG

 

Lalu sampailah kami lokasi di taman dengan aliran sungai yang terdapat ikan koi di dalamnya. Di taman ini juga terdapat beberapa air terjun mini, sayang gambar air terjunnya tertutup badan saya. hehehe....

JAPANESE%2BVILLAGE%2B%252817%2529.JPG

JAPANESE%2BVILLAGE%2B%252818%2529.JPG

Japanese Village terletak 3,500 kaki di atas permukaan laut, ini merupakan Japanese Village yang pertama dari jenisnya yang berada di luar Jepang. Taman ini dirancang oleh arsitek terkenal Jepang, Kaio Ariizumi dan dibangun oleh tim dari 22 pengrajin terampil dari Jepang.

JAPANESE%2BVILLAGE%2B%252822%2529.JPG

Taman ini berada dalam hutan hujan tropis yang rimbun dan memiliki fitur menarik seperti Japanese Tea House, disini tamu dapat memilih untuk berpartisipasi dalam Upacara Teh (4 sesi setiap hari) di mana kita akan belajar lebih banyak tentang budaya Jepang atau menyewa kimono untuk berfoto. 

JAPANESE%2BVILLAGE%2B%252823%2529.JPG

Setelah keluar dari Japanese Garden, kami kembali ke tempat parkir berhubung tadi sebelum berangkat lupa ga isi BBM maka kami berniat untuk naik bus shuttle untuk ke Colmare Tropicale, tapi setelah bertanya ke security ternyata bus shuttlenya sedang ada masalah atau bahkan rusak, jadi mungkin harus menunggu agak lama. 

 

Akhirnya kami bawa mobil aja langsung ke Colmar Tropicale, kami sempat berhenti sebentar di gedung parkir yang berada di bagian depan hotel, bangunan berada di sebelah The Chateau. Gedung parkirannya mirip kastil gitu dech, dari atas kita bisa berfoto dengan latar belakang bangunan Colmare Tropicale.

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

Selesai berfoto, kami lanjut menuju tempat parkir yang berada di bawah lobby hotel Colmar Tropicale, lalu naik lift menuju lobby hotel daaan...taraaaa....sampailah kami di Kota Colmar. Saatnya berfoto-foto...hehehe... 

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

Untuk mendapatkan view dari atas, kita bisa naik ke menara yang berada di ujung Colmar Tropicale ini, kita bisa naik lift atau naik tangga. Menara pandang ini terdiri dari 3 lantai, dari atas kita bisa melihat pemandangan bukit di seberang dengan beberapa bangunan bungalow di atasnya. 

 COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

Kami juga sempat menyaksikan pertunjukan tari di stage performance, pengunjung yang berminat juga boleh ikutan menari di atas panggung kok. Kalo saya sih pilih nonton dan berfoto bersama penarinya aja dech. 

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

Berikut Jadwal stage performance-nya;

COLMAR%2BTROPICALE%2B%25285%2529.jpg

Di sini juga terdapat beberapa fasilitas seperti toko souvenier, toko roti, restaurant, tempat bermain anak, 6D motion ride, dll. 

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

Berjalan ke bagian ujung luar, kita bisa menuruni tangga untuk menuju ke kanal kecil, diatas aliran kanal ini terdapat beberapa angsa hitam dan putih yang berenang-renang. Terdapat tanda larangan untuk tidak memberi makan, tapi saya melihat beberapa pengunjung memberi makan tuch. hehehe...

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

Setelah berfoto di dekat kanal ini saya kembali ke atas, untuk ambil gambar di bagian jembatan kastil ini, tapi sayaang saya lupa ga berfoto di depan air mancur yang ada patung burung bangaunya. hehehe...

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

Oh ya, sewaktu saya foto-foto di atas jembatan ini tiba-tiba ada cewek panggil-panggil saya, "mak cik mak cik, boleh minta tolong fotokan saya?" Saya langsung noleh, saya bilang "mba dari Jakarta? Saya juga dari Jakarta lho".  Dia jawab "Saya dari Bekasi". Lalu saya bilang, baiklah mari saya fotokan. Saya fotokan beberapa pose. Lalu kami berpisah disitu. 

 

Setelah itu kami pun kemudian memutuskan untuk pulang karena sudah mulai lapar, tapi sepertinya kami ingin makan siang di rest area Genting Sempah aja, yang lokasinya tak jauh dari terowongan genting sempah.

 

NB : 

Untuk ke Colmare Tropicale bisa juga naik Shuttle bus dari Berjaya Times Square Kuala Lumpur. 

Harga tiket (sudah termasuk tiket bus PP, tiket masuk wisata ke Japanese Village dan Botanical Garden) :
Dewasa : RM 60

Anak-anak : RM 55 

Sebaiknya membeli tiket 1 hari sebelum keberangkatan untuk menghindari full booked.  

Info lebih lanjut tentang jadwal shuttle bus silahkan baca di  http://www.colmartropicale.com.my/services.php

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

 

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

Untuk mendapatkan view dari atas, kita bisa naik ke menara yang berada di ujung Colmar Tropicale ini, kita bisa naik lift atau naik tangga. Menara pandang ini terdiri dari 3 lantai, dari atas kita bisa melihat pemandangan bukit di seberang dengan beberapa bangunan bungalow di atasnya. 

 COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

Berjalan ke bagian ujung luar, kita bisa menuruni tangga untuk menuju ke kanal kecil, diatas aliran kanal ini terdapat beberapa angsa hitam dan putih yang berenang-renang. Terdapat tanda larangan untuk tidak memberi makan, tapi saya melihat beberapa pengunjung memberi makan tuch. hehehe...

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

COLMAR%2BTROPICALE%2BBERJAYA%2BHILLS%2B%

 

suasana eropa di negeri jiran :foto2 keren... 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Mbak kalo boleh tau, kemarin pas ke sana cuacanya gimana ya? Kabut asapnya masih parah nggak sih?

sy pergi hari jumat, cuaca cerah dan tak ada kabut asap. pas hari sabtunya baru dech pas buka pintu rumah langsung keliatan kabut asap lumayan tebal.

oh ini toh berjaya hill... keren ternyata,,,

thx infonya yaaaa...buat refensi bgt ini:salut

terima kasih kembali, semoga bermanfaat :senyum

@Sari Suwito  Wah ada tambahan tempat wisata baru lg nih. Colmar Tropicale ini tempat wisata baru ya? Aku baru tau lho.

sudah lama ada koq ci, tapi memang jarang orang pergi kesana, utk first timer okelah buat tambah2 koleksi foto narsis.

tp menurut orang lokal malaysian akan bilang ooh cuma gitu doank... :ngakak

Share this post


Link to post
Share on other sites

suasana eropa di negeri jiran :foto2 keren... 

iyaaa...saya belum mampu jalan2 ke perancis...ya jadilah jalan2 ke miniatur french villagenya dulu. :ngakak

oh apakah mungkin mba @Sari Suwito ini asli nya orang malaysia heheheh

kali ini bareng keluarga ya berangkat nya mba

memang Colmar Tropicale ini masih jadi magnet yang unik emang agak jauh dari KL seh

nice info mba :D

aq aslinya orang West Prog lhoooo... :cintaindo

itu berkunjung ke rumah kerabat yg di wilayah batu caves, pengen liat suasana idul adha disana skalian liburan. 2 hari ikut pergi ke acara undangan makan2 disana. :kesengsem

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Sari Suwito asri juga ya, dan kota Colmar nya unik gitu. kayak gedung2 di disneyland gitu. castle2 haha

ini di daerah pegunungan kan ya ? jadi adem ?

iya min, lokasi memang di pebukitan "bukit tinggi" lokasi colmare tropicale dan japanese village nya beda bukit.

walaupun di bukit tapi ga berasa dinginnya, atau mungkin krn pas panas terik dan ada efek panas dr kabut asap yg menghembus ke malaysia.

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya min, lokasi memang di pebukitan "bukit tinggi" lokasi colmare tropicale dan japanese village nya beda bukit.

walaupun di bukit tapi ga berasa dinginnya, atau mungkin krn pas panas terik dan ada efek panas dr kabut asap yg menghembus ke malaysia.

 

ooo.. sore/malem doank yah baru kerasa dinginnya ? hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

ooo.. sore/malem doank yah baru kerasa dinginnya ? hehe

iya...sptnya kalo sore-pagi baru kerasa dinginnya, sebab memang area di pebukitan dgn hutan hujan tropis

oh ya saya baru ingat kalo di Malaysia juga ada nama area Bukittinggi

kira2 banyak nasi padang gak disana ya hahhaha cc @Sari Suwito @d_iis @kimonoku

ga ada nasi mod, adanya masakan perancis. hahaha....

kalo mau makan nasi, makan aja di rest area genting sempah.

wah, iniiii.. kepengen kesana deh. katanya ada hotelnya juga untuk nginep ya, mba @Sari Suwito

iya hotelnya bisa utk nginep, ada kenalan yg bbrp minggu lalu honeymoon di sana...eeh di lantai atas ada hantunya...semalaman ada bunyi spt org mindah-mindahin kursi.

ya wajar sih hotelnya berhantu, sbb kan memang tingkat huniannya ga rame jd hantu2 dr hutan2 di bukit sekitarnya pada ikutan nginep kaliii.. :ngakak

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Sari Suwito

okelah kalo makanan, nah kalo orang minang apakah udah jadi suku asli Malaysia juga ya :ngakak

ga tau dech jadi suku asli ato ga, secara mereka mendefinisikan suku melayu sendiri banyak macam...melayu jawa, melayu bugis, melayu johor, dll.

kalo yg disebut "orang asli" oleh warga malaysia adalah org2 yg masih tinggal di hutan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

ga tau dech jadi suku asli ato ga, secara mereka mendefinisikan suku melayu sendiri banyak macam...melayu jawa, melayu bugis, melayu johor, dll.

kalo yg disebut "orang asli" oleh warga malaysia adalah org2 yg masih tinggal di hutan.

oh ya kalo orang asli pernah baca seh, masih banyak di daerah kuching ya

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Daniyah Isa
      Haay, saya baru muncul lagi neeh,
      Maaf jarang-jarang main ke tempat ini, tapi kalau setiap saya jalan, dan dirasa penting untuk dibagikan sebagai petunjuk, saya akan tinggalkan jejak di web ini hehhe.
      Selain sebagai kenang-kenangan, siapa tahu, ada yang lagi cari referesi destinasi perpelancongan. Tulisan ini saya co-past dari wordpress saya, let's check this out gengss....:
      Hayhay, ini adalah kedua kalinya saya menapaki kaki di Negeri Ziran, Malaysia.
      2017 lalu, saya memilih Melaka – Kuala Lumpur untuk pelancongan pertama saya. Cerita sebelumnya bisa di click : Melancong ke Negeri Ziran (Melaka-KL 29-31 Oct 2017)
      Baiklah, kali ini saya memilih perjalanan menuju Utara Malaysia, dari Kuala Lumpur ke Pulau Penang. Tulisan ini, pengalaman pribadi saya sewaktu menjelajah di sana, jadi cukup bisa dijadikan referensi bagi kalian yang ingin menapaki kaki di negeri Ziran.
      What are we doing in Kuala Lumpur and Penang ? Let’s check it out :
      1. Hunting Foto di Icon Kuala Lumpur
      Berkunjung ke Kuala Lumpur, rasanya tidak lengkap bila tidak mengunjungi gedung iconic Menara Kembar Petronas.
      How to get there ?
      Titik terpenting untuk berpergian di Malaysia adalah KL Sentral. KL Sentral merupakan stasiun pusat dan transit terbesar di Malaysia. Untuk menuju KL Sentral, sangat mudah bila dari Bandara KLIA atau KLIA2. Kalian dapat menaiki bus dengan tarif 12RM saja, atau bisa naik kereta KLIA Ekspres dengan tarif 55RM.
      Dari KL Sentral, ambil jalur LRT dengan tujuan KLCC Stesien. Ingat, di KL Sentral harus banyak tanya ya! Karena banyak jalur kereta di KL Sentral, tidak hanya kereta lokal saja, tapi kereta ke daerah lainya, bahkan bisa menuju Thailand dan Singapore.
      Bandara KLIA/KLIA2 ⇒ Bus (12RM) ⇒ KL Sentral
      Bandara KLIA/KLIA2 ⇒ KLIA Ekspres (55RM) ⇒ KL Sentral
      Begitu sampai di KL Sentral, kalian bisa ke Mesjid Jamek- Dataran Merdeka, Menara Petronas KLCC, Batu Caves, Bukit Bintang, Central Market.
      Untuk tujuan : Mesjid Jamek-Dataran Merdeka, Central Market, Menara Petronas KLCC, kalian bisa naik LRT arah Gombak.
      Mesjid Jamek-Dataran Merdeka KL Sentral – Mesjid Jamek by LRT
      Nampak depan Masjid Jamek, Kuala Lumpur by : @daniyahisa Saya sudah dua kali ke tempat ini, untuk singgah sementara dan sholat Jama’ah pastinya. Memasuki kawasan Mesjid Jamek, baik laki-laki maupun perempuan harus dalam keadaan menutup aurat, tidak boleh berbaju ketat juga ya !
      Sebelum memasuki Mesjid kita mengisi buku tamu, dan tersedia jubah sewaan, gratis. Karena memasuki kawasan menutup aurat.
      Central Market KL Sentral – Central Market by LRT
      Pintu Masuk Central Market, Pusat Oleh-Oleh Malaysia by : @daniyahisa Area Central Market untuk Selfie by: @daniyahisa Bagi kalian yang mau belanja oleh-oleh banyak buat keluarga di rumah, sudah tak usah tenggok kanan-kiri tempat belanja mana yang akan kalian kunjungi, Central Market adalah tempat paling pas untuk berbelanja oleh-oleh dan bisa kalian tawar semurah-murahnya loh !
      Kaos bergambar icon menara kembar, pajangan rumah, hingga coklat, semua ada di sini. Tapi tetap hati-hati yaa, jangan sampai khilaf sampai lupa ongkos pulang. hehehe
      Menara Petronas KL Sentral – KLCC by LRT
      Twin Towers Petronas malam haridi Kuala Lumpur by : @daniyahisa Nah, kalau ke Kuala Lumpur, Malaysia nggak lengkap rasanya kalau nggak foto di spot ini yaa ! Jadi nanti pas turun dari LRT, kalian akan berada di loby bawah sebuah Mall.
      Keluar dari lobby tersebut, menyebrang ke arah kiri, dan cobalah tenggok ke atas. Bisa terlihat Menara kembar Petronas KLCC tower menjulang tinggi. Kenapa saya minta menengok ke atas, karena sudah 2x ke tempat ini, tapi kurang yakin, gedungnya yang mana. heheheh.
      Bukit Bintang KL Sental – Bukit Bintang by Monorail
      Simpang jalan Bukit Bintang Malaysia by : @daniyahisa Monorail transportasi umum yang paling tepat menuju Bukit Bintang, jika titik awal kalian dari KL Sentral. Ada apa saja di Bukit Bintang ?
      Sungei Wang Plaza (Belanja) Jalan Alor (Kuliner) Oh iyah, untuk jalur monorail kalian harus berjalan melalui mall NU Sentral yang masih satu bangunan dalam KL Sentral. Mengapa Monorail ? Karena kalau naik LRT, harus transit dulu. Tapi kalau naik monorail, kalian tidak perlu transit, dan langsung sampai di Bukit Bintang, tepatnya di depan Sungai Wang Plaza.
      Sungei Wang Plaza by : Google Images Berbahagialah kalian para wanita, di Sungai Wang Plaza, lantai dasar, terdapat VNC dengan harga miring. Saya hanya menemukan itu sih, untuk brand lain, tidak dicari lagi. Sediakan uang, dan tenaga yaa ! bila kalian benar-benar ingin berbelanja, heheh.
      Di Sungai Wang Plaza, juga terdapat toko coklat yang bisa kalian beli dengan jumlah banyak. Tapi, saya sarankan, lebih baik beli di Central Market saja, harganya lebih bersaing.
      Kalian ingin kuliner ??? Jalan Alor tempatnya. Kalian perlu jalan sebentar untuk mencari makanan yang lebih variatif. Jalan Alor seperti pasar malam pada umumnya, pedagang mulai dari Chinese food, Thai Food, Arabian Food, atau makanan khas Melayu, semuanya ada di Jalan Alor.
      Wisata Jalan Alor by : Google Images Tempat ini ramai sekali, pedagang dan pejalan kaki harus saling berbagi, terlebih lagi kalau ada mobil yang ingin lewat.
      Mohon maaf untuk kedua tempat ini saya ambil dari Google Images, karena sangat waspada di tempat keramian. Sebelumnya sempat ketemu sesama orang Indonesia yang Passport, dan dompetnya hilang di Bukit Bintang. Waduh, jadi takut-takut gimana gitu kaan!
      Duh, hati-hati di tempat keramaian dimanapun kalian berada, tetap waspada. Jaga pasport, dompet, handphone, pokoknya barang-barang berharga.
      Batu Caves Batu Caves merupakan tempat ibadah umat Hindu keturunan India yang tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia.
      Pedagang di halaman Batu Caves untuk umat Hindu beribadah by : @daniyahisa Tempat ini juga merupakan objek wisata andalan para travelers. Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan patung dewa berlapiskan emas, dengan bukit menjulang tinggi dibelakangnya.
      Patung Emas Iconic Batu Caves, Kuala Lumpur by : @daniyahisa Nampak dari ketinggian menuju gua di dalam Batu Caves by : @daniyahisa Patung Dewa Krisna dan Sapi di sisi kiri Batu Caves by : @daniyahisa Tempat ini memang sudah Hits! di time line IG yaa. Nah, mau ke sini ?
      Begini caranya jika kalian tidak menggunakan travel agent, alias ngebolang sendiri. Tetap, titik awalnya adalah KL Sentral :
      KL Sentral – Batu Caves
      Stasiun Akhir Batu Caves by : @daniyahisa Sekali perjalanan membutuhkan waktu 40 Menit, dan biaya 3.2RM (2018). Di tempat ini tidak dipungut biaya, alias gratis. Waah, senang kaan!
      2. Pulau Penang
      Setelah puas dan lelah berkutat di Kuala Lumpur, saya melanjutkan perjalanan ke sebuah Pulau yang terpisah dari daratan Malaysia, Pulau Penang. Pulau Penang terletak di sebelah utara Kuala Lumpur, membutuhkan waktu sekitar 4-5 Jam melalui jalur darat.
      How to get there ?
      Menuju ke Terminal Bersepadu Selatan (TBS) dengan titik awal KL Sentral, menggunakan kereta KLIA transit.
      KL Sentral – Terminal Bersepadu Selatan
      Biaya yang dibutuhkan sekitar 6 RM dengan lama waktu perjalanan sekitar 9 menit.
      Sampai di Terminal Bersepadu Selatan (TBS) langsung ke counter pembelian tiket bus. Beda banget loh terminalnya, pertama kali lihat terminal di Malaysia amazing banget ! padahal cuma terminal. Bersih, rapi, tertib, ada foodcourt, dan tempat oleh-oleh juga. Paling bikin amazed lagi, pembelian tiket di terminal ini benar-benar teratur. Setelah kita memilih bus dan jam keberangkatan, penumpang di data sesuai pasport bagi warga asing / IC number bagi warga Malaysia. Kalau di Jakarta, bisa dibilang seperti naik kereta keluar kota.
      Saya memilih bus seharga 33.80RM tujuan akhir Pulau Penang, terminal Sungai Ningbo. kenapa saya tebalin nama terminalnya ? biar nggak salah turun. karena kalau kalian turun di terminal Butterwoth, harus nyambung kapal very lagi. Better turun di terminal Sungai Ningbo, biar lewat Penang bridge (jembatan diatas laut menuju Pulau Penang).
      Untuk mempermudah kalian mengecheck jadwal bus, atau ingin memperkirakan harga, bisa dicheck secara online di :
      BUS KE PULAU PENANG
      Karena tenaga sudah cukup habis sewaktu di Kuala Lumpur, sampai di Pulau Penang, saya memutuskan hanya ke satu tempat wisata yang sangat wajib kalian kunjungi di Pulau Penang.
      Bukit Bendera Bukit Bendera atau Penang Hills by : @daniyahisa Bukit yang menjulang tinggi menghadap lautan Pulau Penang. Berada di atas Pulau ini, kalian akan disuguhkan pemandangan memanjakan mata. Perbukitan hijau berpadu dengan biru lautan luas dan biru langit. Wah, nggak bisa berucap deh pokoknya keren banget ! Cocok nih buat kalian penikmat senja, pecinta cakrawala.
      How to Get there ?
      KOMTAR – Bukit Bendera
      Titik awalnya adalah KOMTAR (Komplek Tun Abdul Razak) yang terletak di George Town. Sangat mudah untuk menuju titik ini, karena KOMTAR adalah menara iconic setinggi 60 lantai di Pulau Penang. Di paling atas menara KOMTAR, bisa befoto ria dengan lantai trasnparan loh ! hayoo, siapa berani ?
      Pemandangan Menara KOMTAR (menara bulat dari Hotel  by : @daniyahisa Di bawah Menara KOMTAR adalah terminal bus dalam kota. Kalian bisa naik bus dari terminal KOMTAR menuju Bukit Bendera seharga 2RM saja. Tak perlu khawatir, karena Bukit Bendera adalah tujuan akhir Bus tersebut, bisa bobo manis lah yaa di dalam bus.
      Bus Rapid Penang di pemberhentian akhir, Bukit Bendera by : @daniyaisa Sampai di Bukit Bendera, pengunjung dikenakan HTM 30RM PP termasuk kereta menuju atas bukit.
      Kereta Wisata PP 30 RM menuju ke atas Bukit Bendera Pintu Masuk Bukit Bendera, Penang Hill untuk mengantri tiket masuk by : @daniyahisa Pemandangan dari atas Bukit Bendera by : @daniyahisa Rel Kereta menuju stasiun akhir Bukit Bendera by : @daniyahisa Puas memandang lautan, langit dan daratan Malaysia yang terpisah dari sebrang, saya kembali ke Menara KOMTAR. Ada apa sih di dalam Menara iconic pulau Penang ini ? Ada berbagai mall di dalamnya. Kaos, pajangan lemari khas Pulau Penang, dan kue khas Penang. Selain kopi yang sering dicari sama para travelers, yang belum banyak orang ketahui kue khas penang, yaitu Kue Tambun.
      Biskuit Tambun khas Penang, Malaysia by : goole images Mirip seperti kue nastar dalam ukuran besar, rasa originalnya asin-asin gurih, dan masih banyak varian rasa lainya seperti keju, coklat, durian. Harganya murah kok hanya 5RM saja. Anyway, maaf yaa itu foto nyomot dari Google, karena yang punya sendiri sudah habis, hehehe.
      Ingat yaa, usahakan beli di Menara KOMTAR jika ingin harga lebih murah dan banyak. Atau kalau kalian punya banyak waktu di Penang, bisa cari pabrik yang sekaligus menyedikan cafenya, semacam Bakpia Pathok kalau ke Jogja. Kalau beli di Bandara, harganya bisa 3x lipat. Woow!!! Sayang banget kan, heheh.
      Okay, begitulah liburan singkat saya yang masih penasaran sama Kuala Lumpur dan menjelajah pulang dari Pulau Penang.
      Semoga terinspirasi yaa.
      Terima Kasih.
    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________