baihaki1985

Cari Pengalaman Unik di Beijing? Ini 5 Restoran Paling Aneh yang ada di Sana

7 posts in this topic

Sebagai pusat pemerintahan dari negara Cina, Bejing menjadi tempat yang sangat menarik bagi wisatawan. Berbagai aktivitas wisata pun bisa dilakukan di kota ini. Terlebih kalau ingin wisata kuliner. Variasi makanan dan tempat makan yang unik dan aneh dapat dijumpai di sini. 

Secara khusus, Beijing mempunyai beberapa restoran yang menawarkan suasana tak biasa. Hal ini pun memberikan daya tarik tersendiri, di mana konsumen tak hanya bisa menikmati makanan enak, tapi juga merasakan pengalaman makan yang unik di situ. 

House of Poo Poo

Restoran tematik yang satu ini tidak ubahnya seperti Modern Toilet yang dikenal sebagai salah satu restoran aneh di kota Taipei, Taiwan. Dan House of Poo Poo ini juga merupakan sebuah restoran dengan tema toilet. Bisa dipahami dengan mudah berkat kata poo poo bukan? :D Dan tempat ini pun mempunyai suasana yang tak jauh berbeda dengan Modern Toilet di Taipei. Bisa dibilang 11 12 lah. 

house_of_poo_poo.thumb.jpg.a1ff0603465f3

Sajian dessert di House of Poo Poo (kredit: skkap)

Grandma’s Rabbit Head Restaurant

Doyan banget dengan kuliner yang berbahan utama kepala hewan? Mungkin sajian berupa kepala sapi atau kambing sudah sangat biasa ya. Begitu pula dengan sajian kepala ayam ataupun bebek. Namun bagaimana dengan kepala kelinci? Nah makanan seperti inilah yang bisa dijumpai di restoran bernama Grandma's Rabbit Head Restaurant di kota Beijing. 

kepala_kelinci.thumb.jpg.fa4ef532d4e36c4

Sajian kepala kelinci (kredit: Tripadvisor)

Kuliner kepala kelinci ini diolah dengan bumbu-bumbu pedas ala Sichuan. Selain itu, penampilan dari makanan ini pun bakal sedikit mengintimasi. Bagaimana tidak, kepala kelinci disajikan secara utuh di piring. Dan menurut informasinya sih, enak lho ternyata kuliner kepala kelinci di tempat ini. 

Restoran ini beralamat di 48 East Third Ring Road (south of Shuangjing Subway Exit C), Chaoyang District. Mereka pun menawarkan sajian makanannya dari pukul 10 pagi hingga tengah malam. Mengenai harga dari kepala kelinci di restoran ini juga terbilang cukup murah, yakni sebesar 8 RMB per kepala. 

Guolizhuang

Nah ini benar-benar sebuah restoran yang sangat aneh. Guilizhuang merupakan sebuah restoran yang mempunyai spesialisasi dalam menawarkan menu makanan berbahan utama 'torpedo'. Nah kalau Indonesia kan 'torpedo' biasanya dibuat bakso, lain halnya dengan di Gualizhuang ini. Variasi torpedonya pun beragam dan bahkan nama menu di restoran ini pun sangat menarik. 

guolizhuang.thumb.JPG.35e5cdaab417d705b4

Sajian di Restoran Gualizhuang (kredit: Getty Images)

Beberapa menu berbahan utama di Gualizhuang antara lain The Essence of the Golden Buddha," "Phoenix Rising," "Jasmine Flowers with 1,000 Layers", "Look for the Treasure in the Desert Sand"" atau "Dragon in the Flame of Desire". Torpedo yang digunakan bisa torpedo kuda, sapi, keledai, anjing, rusa, kambing atau bahkan torpedo ular. 

Selain sajian torpedo, restoran Gualizhuang ini juga menyediakan menu kuliner lain yang cukup ekstrem. Di antaranya adalah kepala rusa hingga janin domba. Mendengar bahan utamanya, kayaknya tak semua orang bakal punya kesiapan untuk menikmati kuliner di tempat ini. 

Kiev Restaurant

Di kota Beijing, tentunya mayoritas orang-orang di sana adalah orang-orang Cina. Namun ada pula sebuah restoran di mana kita akan dilayani oleh orang-orang dari Eropa Timur. Bahkan mereka pun menggunakan atribut militer yang lengkap. Tempat tersebut bernama Kiev Restaurant. 

restoran_kiev.thumb.jpg.22b79a0a6d4ae9fe

Restoran Kiev (kredit: beijinglandscapes)

Restoran yang satu ini cukup unik, memberikan pengalaman makan seperti di sebuah barak militer. Tak hanya dilengkapi dengan para prajurit yang bertugas melayani konsumen, di sini juga menyediakan menu makanan ala Rusia. Sebagai tambahan, juga terdapat menu makanan Cina. 

Namun para pelayan di tempat ini bukanlah orang-orang dari Ukraina atau Rusia. Para pelayan di restoran ini kebanyakan adalah orang-orang Cina yang menggunakan atribut militer Ukraina. Sementara itu ada pula pertunjukan opera yang dilakukan oleh orang-orang Eropa Timur, tentunya berpakaian militer lengkap pula. Cukup unik bukan?

Hongse Jingdian Restaurant

Lain lagi dengan suasana di Hongse Jingdian Restaurant. Restoran yang satu ini menyediakan suasana tempat makan yang tak kalah unik jika dibandingkan dengan Kiev Restaurant. Hongse Jingdian Restaurant menawarkan suasana ala revolusi Cina. Bahkan di sini pun terpampang jelas foto dari Mao Zedong yang dikenal sebagai bapak revolusi negara Cina. 

Hongse_Jingdian.thumb.JPG.8ea2211b2958d6

Hongse Jidian Restaurant (kredit: Vidachifa)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By baihaki1985
      Di Cina, Islam bukanlah sebuah agama yang asing. Penyebaran agama Islam dilakukan di negeri Cina mulai pada sekitar abad 10 Masehi. Dan sejak itu, perkembangan agama Islam di Cina secara umum pun mengalami peningkatan. Terlebih lagi di kota Beijing yang sejak dahulu memang menjadi kota yang penting di negara Cina. 
      Sebagai salah satu kota penting Cina, di Beijing pun terdapat cukup banyak masjid. Jadi, bagi para traveler muslim yang ingin berkunjung ke kota Beijing pun bakal sangat mudah untuk memperoleh fasilitas untuk beribadah. Nah, ini daftar masjid yang ada di kota Beijing. 
      Masjid Niujie
      Di Beijing, Masjid Niujie merupakan masjid tertua dan terbesar yang ada. Masjid ini dibangun pada tahun 996 Masehi pada masa pemerintahan Dinasti Liao. Bangunan masjid ini pun mengalami perluasan pada masa pemerintahan Kaisar Kangxi dari Dinasti Qing. Total masjid ini mencakup wilayah seluas 10 ribu meter persegi.

      Bagian dalam Masjid Niujie di Beijing (kredit: Flickr)
      Tak hanya usianya yang sudah tua. Bangunan masjid ini pun terbilang sangat unik. Dari luar, bangunan ini mempunyai desain arsitektur tradisional Cina. Sementara di bagian dalamnya, terdapat kombinasi kaligrafi tulisan arab dengan desain Cina. Ruang utama dari bangunan ini pun cukup luas, mencapai luas 600 meter persegi dan bisa menampung sebanyak 1000 jamaah. 
      Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, bangunan masjid Niujie ini sudah tak lagi asli seperti pada awal pembangunannya. Terdapat beberapa kali renovasi yang sudah dilakukan. Bahkan negara Republik Rakyat Tiongkok sendiri melakukan renovasi terhadap masjid ini sebanyak tiga kali, masing-masing pada tahun 1955, 1979 dan terakhir 1996. 
      Tak hanya sebagai pusat ibadah dan pengembangan agama Islam di Beijing, Masjid Niujie ini juga merupakan objek wisata yang menarik di kota Beijing. Tempat ini juga kerap dijadikan lokasi kunjungan ketika ada delegasi dari negara muslim. Wisatawan lokal ataupun asing pun juga kerap menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke sini. 
      Masjid Dongsi
      Dibandingkan dengan Masjid Niujie, ukuran dari Masjid Dongsi ini jauh lebih kecil. Selain itu desainnya pun jauh lebih sederhana. Bangunan masjid ini hanya mempunyai dua pintu gerbang, satu menara masjid, sebuah ruang ibadah serta sebuah perpustakaan. Bangunan ini sendiri dibangun dengan desain gaya Dinasti Ming. 

      Masjid Dongsi (kredit: Panoramio/Chunchunchun)
      Masjid Nandouya
      Masjid berikutnya yang bisa dikunjungi selama di kota Beijing adalah Masjid Nandouya. masjid ini berlokasi di alamat No. 4, Douban Hutong, Distrik Dongcheng. Masjid ini pun usianya sudah cukup tua, dibangun pada masa Dinasti Yuan yang memerintah Cina dari tahun 1279 hingga 1644 Masehi. Namun bangunan ini telah direlokasi berjarak sekitar 100 meter dari lokasi aslinya.

      Masjid Nandouya (kredit: chinatouradvisors)
      Tentu saja karena proses relokasi tersebut, bentuk bangunan Masjid Nandouya ini pun berbeda dengan desain bangunan aslinya. Bangunan ini dibangun dengan menggunakan bahan yang modern namun tetap menggunakan desain arsitektur tradisional Cina. Bangunan masjid ini pun bisa menampung hingga 200 jamaah.  
      Masjid Madian
      Sesuai dengan namanya, Masjid Madian ini berlokasi di Madian Street di Distrik Haidian. Masjid ini pun mempunyai usia yang cukup tua, dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Kanxi dari Dinasti Qing. Masjid ini pun mampu menampung sebanyak 500 jamaah. 
      Masjid Dewai
      Di kota Beijing, Masjid Dewai ini juga dikenal dengan nama Masjid Beijing Fayuan. Bangunan ini dibangun pada akhir masa pemerintahan Dinasti Ming. Kondisi dari masjid ini pun sangat bagus, terlebih pemerintah Cina mengalokasikan dana sebesar 10 juta RMB untuk proses renovasi bangunan masjid pada tahun 2003. 
      Saat ini, Masjid Dewai ini memiliki luas mencapai 4000 meter persegi, hampir tiga kali lipat lebih besar dibandingkan ukuran bangunan aslinya. Bangunan ini pun mempunyai desain yang memadukan antara aresitektur tradisional khas Cina dengan arsitektur Arab. 
      Masjid Beijing Dongzhimen
      Masjid yang satu ini dibangun untuk pertama kali  pada masa pemerintahan Dinasti Yuan (1271-1368 Masehi). Namun bangunan masjid tersebut direkonstruksi pada akhir masa pemerintahan Dinasti Qing (1644-1911 Masehi). 
      Masjid Haidian
      Masjid yang satu ini juga mempunyai usia tua, dibangun pertama kali pada akhir pemerintahan Dinasti Ming. Masjid ini mempunyai kebun sayuran di bagian utara dan sebuah area pemakaman di sebelah baratnya. 
      Masjid Huashi
      Masjid Huashi ini dibangun pertama kali pada tahun 1415 pada masa pemerintahan Kaisar Yongle dari Dinasti Ming. Masjid yang mempunyai ruang ibadah terbesar di Beijing ini berlokasi di Huashi Street di Distrik Dongcheng. Selain ruang ibadah, terdapat pula beberapa ruangan lain di masjid ini, yakni Stele Pavilion, Jingu Hall, Xunyue Platform dan beberapa tempat tidur. 
      Masjid Jinshifang Street
      Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Pushou ini merupakan salah satu dari empat masjid utama yang ada di Beijing. Dibangun pertama kali pada tahun 1429 Masehi, bangunan masjid ini mengalami proses rekonstruksi dan renovasi beberapa kali. 

      Masjid Jinshifang Street (kredit: chinatouradvisors)
      Termasuk di antaranya adalah renovasi pada tahun 1982 di area seluas 1373 meter persgi. Bangunan ini mempunyai desain bergaya Ming. Sebanyak 11 ribu jamaah pun beraktivitas di masjid ini. Selain itu, kantor Xicheng Muslim Association juga berada di masjid yang beralamat di No.63 Jinshifang Street, Distrik Xicheng ini. 
      Masjid Beijing Changying
      Masjid Changying ini dibangun pada awalnya pada masa Dinasti Ming di sebuah desa bernama Changying. Namun bangunan tersebut direkonstruksi pada masa pemerintahan Dinasti QIng. Sempat menjadi masjid terbesar di pinggiran kota Beijing. 
      Dalam beberapa tahun terakhir, bangunan masjid ini juga mengalami beberapa kali renovasi. Termasuk di antaranya adalah proses renovasi ruangan khusus untuk jamaah perempuan. Jadi traveler perempuan bisa beribadah dengan nyaman di masjid yang berlokasi di Changying Minzu Village di Distrik Chaoyang ini. 
    • By baihaki1985
      Membawa oleh-oleh setelah bepergian ke tempat baru memang bukan sebuah hal yang wajib ya. Terlebih saya, jarang banget bawa oleh-oleh kalau bepergian. Namun tentunya tidak ada salahnya kalau seseorang membawa oleh-oleh yang khas dari tempat wisata yang baru saja dikunjunginya. 
      Di Cina, Beijing merupakan salah satu kota favorit para traveler dari berbagai penjuru dunia. Setiap harinya, ribuan traveler pun membanjiri ibukota negara Cina tersebut. Dan kalau ingin mencari oleh-oleh, Beijing juga menawarkan berbagai produk yang cukup menarik. 
      Sepatu Neiliansheng
      Nah, pilihan pertama untuk oleh-oleh dari Beijing adalah sepatu kungfu dari Neiliansheng. Sepatu ini memang sangat khas, karena sering muncul dalam film-film kungfu mandarin. Sementara itu, Neiliansheng merupakan salah satu brand tua yang sangat terkenal di Beijing. 

      Produk sepatu Neiliansheng (kredit:Beijingholiday)
      Toko sepatu Neiliansheng ini pertama kali didirikan pada zaman Dinasti Qing yang memerintah Cina dari tahun 1644 hingga 1911. Pendirinya adalah seorang bernama Zhao Ting. Dengan usianya yang mencapai ratusan tahun, bisa dibayangkan bukan bagaimana kualitas yang dimiliki oleh toko ini. 
      Sebagai buktinya, tokoh-tokoh terkenal Cina juga memakai produk sepatu kungfu dari Neiliansheng. Sebut saja Mao Zedong yang dikenal sebagai founding father-nya Republik Rakyat Tiongkok. Selain itu, tokoh lain yang juga dikenal menggunakan sepatu dari Neiliansheng adalah Zhou Enlai serta Deng Xiaoping. 
      Sepatu yang dibuat oleh Neiliansheng ini memang cukup unik. Dan untuk bisa memperoleh suvenir yang satu ini, bisa menuju ke alamat Dashilan 34, Qianmen yang berada di Distrik Xuanwu. 
      Cloisonné
      Cloisonné merupakan sebuah teknik tradisional Cina yang dilakukan untuk menghias barang dengan menggunakan logam. Barang-barang yang telah memperoleh hiasan Cloisonné biasa juga disebut dengan nama yang sama, Cloisonné. 

      Cloisonne Cina dalam bentuk kuda (kredit: liveauctioneers)
      Cloisonné kini bisa dijumpai dalam berbagai bentuk. Bisa pula berupa sebuah mangkuk makan, atau dapat pula yang memiliki bentuk vas bunga, piring, lentera dan lain-lain. Untuk mendapatkan oleh-oleh cloisonne ini, bisa menuju ke berbagai tempat, di antaranya adalah di Silk Market, Yaxiu Market, serta toko kerajinan di Wangfujing Street. 
      Teh melati
      Oleh-oleh teh Cina tentunya sudah menjadi hal yang umum dong. Dan salah satu variasi teh Cina yang bisa dibawa pulang setelah berjalan-jalan dari negeri Cina adalah Jasmine Tea atau teh melati. Teh jenis ini pun muncul pada masa Dinasti Song, dan setelah itu popularitasnya terus berkembang hingga masa Dinasti Qing. 
      Baju Tradisional Cina Ruifuxiang
      Seperti halnya Neiliansheng, merek Ruifuxiang juga merupakan produk yang sudah berdiri sejak lama. Ruifuxiang Silk Store nama lengkapnya, merupakan sebuah jaringan toko baju sutra di Cina bagian timur. Toko ini didirikan pertama kali oleh Meng Hongsheng pada tahun 1863 di Beijing. 

      Toko Ruifuxiang di Wangfujing Street (kredit: Wikipedia)
      Produk fashion yang dijual oleh Ruifuxiang pun seluruhnya dibuat dengan menggunakan bahan kain sutra. Bahkan bendera negara Republik Rakyat Tiongkok yang dikibarkan pertama kalinya di Tiananmen Square pada tanggal 1 Oktober 1949 pun merupakan produk yang dibuat oleh toko ini. Kalau ingin cari oleh-oleh di toko ini, bisa datang ke Wangfujing Street 190.  
      Figurine Lord Rabbit
      Figurine tokoh anime mungkin sudah cukup biasa ya. Namun bagaimana dengan figurine Dewa Kelinci yang menjadi simbol khusus dalam masyarakat Beijing? Figurine yang satu ini dulunya memang dibuat sebagai salah satu sesembahan pada saat Hari Mid-Autumn. Namun saat ini, fungsinya berubah total menjadi dekorasi ataupun mainan anak. 

      Figurine Dewa Kelinci (kredit: CNTV)
      Kebiasaan untuk membuat figurine Dewa Kelinci konon dimulai pada akhir masa Dinasti Ming. Pada masa itu, patung kelinci dibuat dengan menggunakan bahan tanah liat. Tujuannya adalah untuk dijadikan objek sesembahan.
      Topeng Opera Peking
      Tentu sudah tahu dengan dengan Opera Beijing? Dalam setiap pertunjukannya, para pemain Operai Beijing selalu menggunakan topeng. Dan bagi seorang traveler, topeng opera Beijing ini bisa pula dijadikan oleh-oleh lho. Namun oleh-oleh berupa topeng opera Beijing ini terbatas pada peran 'jing' dan 'chou'. 

      Topeng Opera Peking (kredit: Reuters)
      Chou merupakan topeng yang punya ciri khas hidung berwarna putih. Sementara itu untuk pola karakter jing pada topeng opera Beijing jumlahnya cukup banyak. Sebagai contoh adalah topeng jing yang disebut dengan nama 'seluruh wajah', 'seperempat wajah' dan lain-lain. Dan untuk memperoleh suvenir ini, lagi-lagi bisa menuju ke Silk Market, Yaxiu Market atau Honggqiao Market.
      Zhongguo Jie 
      Secara literal, Zhongguo Jie mempunyai arti kata simpul Cina. Dan di negara Cina, Zhongguo Jie ini merupakan sebuah hasil kerajinan tangan yang telah berusia ratusan tahun. Berawal dari zaman Dinasti Tang dan Song (960-1279 Masehi). 

      Zhongguo Jie (kredit: 91ddcc)
      Zhongguo Jie ini pun bisa dijadikan sebagai hiasan yang cukup unik. Dan simpul Cina ini sempat booming banget pada masa Dinasti Ming dan Qing. Untuk bisa memperoleh suvenir yang satu ini, bisa menemukannya baik di Silk Market, Yaxiu Market ataupun Honggiaou Market.
    • By baihaki1985
      Beijing menjadi destinasi wisata utama yang bisa dikunjungi selama berada di negara Cina. Tak hanya dikenal sebagai ibukota negara, Beijing juga menyimpan banyak destinasi wisata yang menarik. Dan tak bakal cukup waktu satu hari kalau ingin menjelajahi tempat-tempat menarik yang ada di Beijing.    Salah satu cara untuk bisa memuaskan diri pada saat berada di Beijing adalah memanfaatkan waktu sebanyak mungkin. Tak terkecuali adalah pada saat malam hari. Ditambah lagi, di Beijing juga terdapat beberapa lokasi yang justru akan sangat menarik kalau dikunjungi pada malam hari. Berikut ini adalah daftar tempat-tempat menarik tersebut.    Donghuamen Night Market   Lokasi yang pertama tentu tak lain adalah Donghuamen Night Market yang berlokasi di ujung utara Wangfujing yang ada di Distrik Dongcheng, Beijing. Tempat ini terkenal sebagai lokasi untuk berburu kuliner ekstrem. Bagi yang punya nyali, mungkin bisa mencoba beberapa jajanan pinggir jalan yang ada di tempat ini.    Kepompong ulat sutra kering (kredit:worldwanderings.)   Lalu seberapa ekstrem sih makanan yang dijual di tempat ini? Kalau di Indonesia kita dapat dengan mudah menemukan berbagai olahan belalang, maka di tempat ini variasinya akan lebih banyak. Para penjual makanan di Doanghuamen Night Market ini menawarkan berbagai makanan yang berbahan utama dari berbagai macam serangga.    Suasana di Donghuamen night market (kredit: Visitbeijing)   Sebut saja kalajengking, lipan, jangkrik ataupun kepompong ulat sutra. Semua jenis serangga tersebut disajikan sebagai makanan di tempat ini. Dan kalau ingin makanan lain, ada pula olahan berbagai macam hewan laut yang ekstrem. Seperti di antaranya adalah bintang laut, kuda laut dan lain-lain. Kebanyakan makanan yang ada di tempat ini dijual dalam kondisi kering dan tentunya siap makan.    Kalau penasaran dengan harganya, tidak terlalu mahal juga sih. Satu tusuk sate kalajengking dijual dengan harga sebesar 15 RMB. Sementara untuk sate kepompong ulat sutra dijual sebesar 15 RMB per tusuk. Harga sate lipan sedikit lebih mahal, yakni 30 RMB per tusuk. Dan kalau ingin sate kuda laut, harganya 50 RMB per tusuk.    Bird's Nest aka Stadion Nasional Beijing   Stadion yang satu ini menjadi landmark baru di kota Beijing sejak pelaksanaan Olimpiade pada tahun 2008 lalu. Sejatinya, stadion ini dibuka untuk umum pada siang hari. Namun kalaupun ingin melakukan kunjungan ke tempat ini pada malam hari, juga mempunyai daya tarik tersendiri.    Stadion Nasional Beijing di malam hari (kredit: Wikipedia)   Namun karena pada malam hari stadion sudah tutup, tentunya wisatawan tak bisa mengeksplore bagian dalam bangunan. Sebagai gantinya, traveler bisa menikmati keindahan bangunan ini dari luar. Terlebih pada malam hari, bangunan menyala terang dengan lampu warna oranyenya.    Water Cube di malam hari (kredit: Wikipedia)   Selain itu, tak jauh dari bangunan Stadion Nasional Beijing juga bisa dijumpai landmark lainnya kota Beijing. Landmark yang dimaksud adalah Water Cube atau National Aquatics Center. Seperti halnya Bird's Nest, Water Cube ini juga dibangun dalam rangka pelaksanaan Olimpiade 2008, tepatnya untuk pelaksanaan berbagai olahraga air. Selain itu, saat ini bangunan Water Cube juga menyimpan berbagai jenis arena wahana air seperti Tornado Rides, Ride House, Lazy River dan lain-lain.    Seperti Bird's Nest, kunjungan ke Water Cube ini juga sebenarnya hanya dilakukan pada siang hari. Sedangkan pada malam hari, wisatawan tak bisa menengok ke bagian dalam gedung. Sebagai gantinya, pada malam hari bangunan Water Cube ini akan terlihat sangat fantastis. Terlihat seperti sebuah boks besar yang memancarkan warna biru.    Chang’An Avenue   Lokasi berikutnya yang bisa dikunjungi pada saat ingin menikmati kota Beijing di malam hari adalah Chang’An Avenue. Jalanan yang satu ini disebut sebagai jalan raya paling panjang serta paling lebar di dunia. Tak hanya itu, Chang’An Avenue juga dikenal sebagai Jalan Raya Pertama di Cina.    Pada malam hari, pemandangan di jalan ini pun sangat menarik. Tak lain karena di sekelilingnya merupakan tempat-tempat wisata utama yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan yang berkunjung ke Beijing. Tengok saja, di tengah-tengah Chang'an Avenue, pada bagian selatan terdapat Tiananmen Square. Sementara di bagian utaranya berdiri Tiananmen Tower.    Shichahai   Nama tempat ini secara literal mempunyai arti Danau Sepuluh Kuil. Dulu, di sekitar tempat ini memang terdapat sepuluh kuil di sekeliling tiga danau. Tiga danau yang dimaksud adalah Houhai, Qianhai serta Xihai. Sementara itu kini tinggal beberapa kuil yang tersisa di area ini, di antaranya adalah  Guangji Temple, Huitong Temple, Huoshen Temple, Guangfu Guan dan lain-lain.    Shichahai di malam hari (kredit: accesschinatravel)   Shichahai ini memang merupakan salah satu area bersejarah yang ada di kota Beijing. Tempat ini pun banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik pada malam hari ataupun siang hari. Terlebih pada saat malam hari, area ini akan dibanjiri dengan berbagai lampu warna-warni yang mempercantik pemandangan.    Di area Shichahai ini juga terdapat berbagai tempat yang bisa dijadikan hang out. Terdapat banyak bar serta restoran yang berada di pinggir danau. Sembari menyantap makanan, suasana di tempat ini pun bakal sangat menyenangkan. Terlebih kalau bersama pasangan, no offense buat yang jomblo yak , bakal terasa romantis. 
    • By baihaki1985
      Berkunjung ke kota Beijing di Cina selalu memberikan pengalaman yang menarik. Tak hanya dikenal sebagai ibukota negara Cina, Beijing juga merupakan salah satu kota kuno yang telah berkembang pesat sejak dulu. Bersama dengan kota Nanjing, Luoyang dan Xian, Beijing dikenal sebagai Four Great Ancient Capitals of China. Jadi, meski saat ini telah menjadi kota yang modern, Beijing tetap mempunyai peninggalan sejarah yang terjaga dengan baik.

      Bagi para wisatawan yang berkunjung ke ada banyak tempat wisata yang bisa dijadikan daftar kunjungan. Salah satu lokasi destinasi wisata yang tak bisa ditinggalkan begitu saja adalah Tiananmen Square yang terletak di Distrik Dongcheng. Tempat ini dikenal sebagai salah satu public square terbesar dunia yang di sekelilingnya juga terdapat berbagai bangunan bersejarah. Tak heran kalau Tiananmen Square ini menjadi landmark utama kota Beijing.
       

      Tiananmen Square (kredit: Wikipedia)
      Secara total, Tiananmen Square ini mempunyai ukuran seluas 440 ribu meter persegi, dengan panjang 880 meter dan lebar 500 meter. Selain itu, Tiananmen Square ini juga kerap menjadi lokasi perayaan berbagai kegiatan kebudayaan di sejarah Cina. Selain itu, lokasi Tiananmen Square ini lokasinya bersebelahan langsung dengan Forbidden City yang dipisahkan oleh keberadaan Gerbang Tiananmen.

      Tiananmen Tower atau Tiananmen Gate

      Bangunan yang satu ini memang yang paling mencolok di Tiananmen Square. Para wisatawan yang datang ke tempat ini pun bisa dengan mudah mengenali bangunan Tiananmen Tower yang nampak berukuran besar dan dilengkapi dengan foto Mao Zedong pada bagian tengahnya. Foto ini pun diapit oleh dua plakat yang masing-masing bertuliskan kata-kata yang patriotis.

      Bangunan Tiananmen Tower ini sendiri mempunyai ketinggian 32 meter dengan panjang 66 meter dan lebar 37 meter. Bentuk bangunan ini terdiri dari dua bagian, yakni bagian platform dan tower. Di bagian platform, terdapat lima gerbang berukuran besar dan masing-masing pada masanya mempunyai kegunaannya tersendiri.
       

      Tiananmen Gate (kredit: Wikipedia)

      Bangunan ini sendiri dibangun pertama kali pada masa pemerintahan Dinasti Ming di tahun 1420. Dan seperti yang saya tuliskan di atas, Tiananmen Tower merupakan pintu masuk menuju ke Forbidden City, meski kata-kata ini sih tidak sepenuhnya benar. Tiananmen Tower ini merupakan pintu masuk menuju ke Imperial City yang menjadi lokasi dari Forbidden City.

      Dalam perjalanan waktu, bangunan Tiananmen Tower ini sempat beberapa kali mengalami perusakan dan perbaikan. Selain itu, di depan pintu gerbang utama yang terletak di bagian tengah, terdapat dua batu yang disebut dengan huabiao. Masing-masing batu tersebut mempunyai ketinggian 10 meter dan berbobot sekitar 10 ton. Selain itu, terdapat pula patung batu berbentuk singa yang dipercaya berfungsi sebagai penjaga yang mengusir roh jahat.

      Untuk berkunjung ke Tiananmen Gate ini, para wisatawan diharuskan untuk membayar sebesar 15 RMB untuk dewasa serta 5 RMB untuk mereka yang berstatus pelajar. Akses masuk ke Tiananmen Gate ini dibuka dari pukul 8:30 hingga pukul 17:00.

      Museum Nasional

      Museum Nasional Cina ini terletak di bagian timur dari Tiananmen Square dan lokasinya berseberangan dengan Balai Agung Rakyat. Seperti halnya Balai Agung Rakyat, Museum Nasional ini merupakan salah satu dari 10 bangunan besar yang dibangun pada saat perayaan ulang tahun negara Cina yang ke sepuluh di tahun 1959. Penyelesaian bangunan ini pun dilakukan secara bersamaan dengan Balai Agung Rakyat.

      Museum ini sendiri dibangun pada tahun 2003 dan merupakan gabungan dari dua museum yang sebelumnya memang sudah berdiri di lokasi yang sama. Dua museum tersebut adalah Museum Revolusi Cina dan Museum Nasional Sejarah Cina. Dan setelah proses penggabungan dua museum ini, bangunan Museum Nasional Cina terdiri dari 48 ruang pameran.

      Barang-barang yang dipamerkan di museum ini pun jumlahnya sangat banyak dengan jumlah koleksi mencapai lebih dari satu juta barang bersejarah. Bahkan di sini juga tersimpan koleksi Yuanmou Man, yang merupakan peninggalan bersejarah 1,7 juta tahun lalu. Selain itu, ada pula peninggalan lain seperti dari zaman Dinasti Qing, Dinasti Shang, Dinasti Han dan lain-lain.

      Museum ini sendiri bisa dikunjungi secara cuma-cuma. Namun setiap harinya, jumlah pengunjung museum dibatasi hanya sebanyak 3000 orang. Selain itu, kalau ada pameran khusus, para pengunjung diharuskan untuk membayar biaya masuk tertentu. Selanjutnya, museum ini dibuka dari pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Pada hari Minggu, museum ini tutup.

      Balai Agung Rakyat

      Selanjutnya, adalah Balai Agung Rakyat atau Great Hall of the People yang terletak di bagian selatan dari Tiananmen Square. Gedung ini merupakan salah satu dari 10 bangunan besar yang didirikan oleh Pemerintah Cina di tahun 1959. Pembangunan 10 bangunan besar tersebut dilakukan untuk memperingati perayaan kemerdekaan Republik Rakyat Cina yang ke sepuluh. Dan untuk menyelesaikan bangunan ini, waktu yang dibutuhkan hanya 10 bulan.
       

      Bagian dalam dari Balai Rakyat Agung atau Great Hall of the People (kredit: ABC.net)
      Bangunan ini mempunyai ukuran yangluas, mencapai 171.800 meter persegi dengan panjang 356 meter dan lebar 206,5 meter. Tinggi bangunan ini mencapai 46,5 meter. Saat ini, Balai Agung Rakyat ini pu digunakan sebagai tempat bekerja para anggota kongres. Selain itu, gedung ini juga menjadi lokasi pertemuan petinggi negara Cina kalau memperoleh kunjungan pejabat dari negara lain. Selain itu, Balai Agung Rakyat ini juga bisa dikunjungi oleh wisatawan, cukup dengan membayar tiket masuk sebesar 30 RMB.

      Zhengyangmen  Gate

      Zhengyangmen Gate ini mempunyai nama lain yakni Qianmen Gate. Nama Qianmen sendiri digunakan karena gerbang ini berada tidak jauh dari Qianmen Street serta berlokasi di bagian selatan Tiananmen Square. Tower ini mempunyai desian sangat cantik dan dulunya disebut dengan nama Lizhengmen yang mempunyai arti beautiful portal.
       

      Zhengyangmen Gate di kota Beijing (kredit: Wikipedia)
      Gerbang ini pertama kali dibangun pada tahun 1419 pada masa pemerintahan Dinasti Ming. Sempat mengalami beberapa kali kerusakan karena adanya pertempuran. Selanjutnya, pada tahun 1914, pemerintah Cina pun memperbaiki bangunan tersebut. Bangunan inipun dikenal sebagai city wall tertinggi yang ada di kota Beijing, dengan ketinggian mencapai 42 meter.

      Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat ini, bisa memilih waktu antara pukul 8:30 hingga 16:30. Selain itu, untuk akses masuknya sendiri, wisatawan diharuskan untuk membayar tiket masuk sebesar 10 RMB. Sedangkan bagi pelajar, tiketnya bisa lebih murah yakni 5 RMB.

      Monumen Pahlawan Rakyat

      Monumen Pahlawan Rakyat ini merupakan sebuah obelisk yang dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan revolusi yang berlangsung dari abad 19 hingga abad 20. Monumen yang terletak di bagian selatan Tiananmen Square ini dibangun dari mulai bulan Agustus 1952 dan akhirnya diselesaikan pada bulan Mei 1958.
       

      Monumen to the People Heroes di Tiananmen Square (kredit: Wikipedia)
      Monumen ini mempunyai ketinggian mencapai 38 meter dan didirikan di area seluas 3 ribu meter persegi. Untuk membuat bangunan monumen ini, dibutuhkan sekitar 17 ribu potong marmer dan granit yang didatangkan dari Qingdao, Shandong serta Distrik Fangshan. Total monumen ini mempunyai bobot mencapai 10 ribu ton.

      Makam Mao Zedong

      Bagi masyarakat Cina, sosok Mao Zedong merupakan tokoh yang sangat dihormati. Terlebih Mao Zedong merupakan sosok pendiri dari negara Republik Rakyat Tiongkok. Jadi tidak heran kalau di Tiananmen Square banyak lokasi yang dijadikan tempat untuk menghormati Mao Zedong. Tak hanya terpampangnya foto raksasa Mao Zedong di Tiananmen Tower, namun di Tiananmen Square juga terdapat makam Mao Zedong.

      Makam Mao Zedong ini berada di bagian timur dari Tiananmen Square. Bangunan makam Mao Zedong ini mempunyai luas mencapai 57,2 ribu meter persegi dengan ukuran 220 meter x 280 meter. Dan di atas pintu masuk menuju makam, terdapat plakat yang terbuat dari batu marmer putih bertuliskan Chairman Mao Memorial Hall.
       

      Makam Mao Ze Dong (Kredit: Wikipedia)

      Tiananmen Square sendiri menjadi tempat di mana masyarakat lokal dan para wisatawan bisa melakukan berbagai aktivitas hiburan. Tak jarang banyak orang yang menghabiskan waktunya di sini dengan sekedar berjalan-jalan, foto ataupun bermain layang-layang. Terlebih pada musim liburan, di mana Tiananmen Square bakal dipenuhi dengan bunga-bunga segar.

      Ditambah lagi, Tiananmen Square ini lokasinya berada di tengah kota Beijing. Dengan begitu, akses transportasi untuk menuju ke tempat ini pun bisa didapatkan dengan mudah. Bisa menggunakan bus umum ataupun subway. Untuk durasi waktu yang bisa dihabiskan di sini, kurang lebih satu setengah hingga dua jam nampaknya sudah cukup. Dan setelah puas menghabiskan waktu di sini, bisa melanjutkan perjalanan ke
       
    • By baihaki1985
      Tembok Besar Cina memang salah satu dari daya tarik utama dari negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT), coba pake kata Tiongkok ketimbang Cina sih, tapi rasanya kok kurang sreg yak... . Namun sangat disayangkan dong kalau hanya menghabiskan waktu kunjung ke Cina dengan mendatangi Tembok Besar Cina. Terlebih beberapa tempat wisata lain yang tak kalah menarik juga bisa dikunjungi. Terlebih tempat wisata di Cina yang lokasinya berada tidak jauh dari Tembok Besar Cina.
       
      Seperti yang diketahui, tidak hanya berlokasi di satu tempat. Tembok ini mempunyai panjang lebih dari 8 ribu kilometer. Tentunya tempat-tempat yang dilalui oleh Tembok Besar ini juga sangat banyak. Namun dari sekian banyak, hanya beberapa area yang dikenal akrab oleh para traveler. Seperti yang telah saya tulis dalam tulisan sebelumnya sih, meski memang tidak mencakup semuanya.
       
      Dan di sekitar area-area Tembok Besar tersebut, terdapat beberapa tempat wisata lain yang tak kalah menarik dan sayang untuk di-skip. Jadi, kalau kata pepatah berenang sambil minum air, asal airnya jernih lho ya hahahah. Nah, lalu tempat-tempat wisata apa saja sih yang berada tidak jauh dari Berikut ini adalah beberapa di antaranya. Kalau ada yang mau menambahkan, monggo bin silakan :)
       
      Tempat wisata dekat dengan Badaling
       
      Badaling merupakan bagian dari Tembok Besar Cina yang paling populer di mata para wisatawan. Terlebih kondisi Tembok Besar di sini juga sudah sangat baik karena telah direstorasi oleh Pemerintah Cina. Dan tempat ini juga dikenal sebagai kawasan Tembok Besar yang paling ramai dikunjungi oleh para wisatawan, baik wisatawan asing ataupun lokal.
       
      Di dekat Tembok Besar Badaling, para traveler juga bisa berkunjung ke tempat-tempat menarik lainnya. Di antaranya adalah:
       
      Ming Tombs Scenic Area
       
      Tempat yang satu ini berada sekitar 50 kilometer di arah barat laut dari Kota Beijing, tepatnya di kaki Gunung Tianshou. Di sini menjadi lokasi dari kuburan 13 kaisar Dinasti Ming yang menguasai Cina dari rentang tahun 1368 hingga 1644. Tempat ini pun dikenal sebagai lokasi pemakaman kuno yang hingga kini masih terjaga dengan baik. Terlebih di area ini juga diketahui menjadi lokasi pemakaman banyak kaisar Cina masa lalu.
       

      Tipikal arsitektur bangunan di Ming Tombs (kredit: Wikipedia)
       
      Ming Tombs Scenic Area ini pertama kali dibangun oleh kaisar pertama yakni Kaisar Zhu Di yang membangun Changling Tomb untuk dirinya pada tahun 1409. Setelah itu, para kaisar penerus dari Kaisar Zhu Di pun mengikuti langkah serupa selama 230 tahun berikutnya. Hingga akhirnya terdapat 13 kaisar Dinasti Ming yang dikuburkan di area seluas 120 kilometer persegi ini.
       
      Kuburan ketiga belas kaisar di area Ming Tombs ini mempunyai area pemakamannya masing-masing. Jarak antara satu area pemakaman dengan area pemakaman lainnya pun cukup jauh, berkisar dari 500 meter hingga 8 kilometer. Sayangnya, tak semua area pemakaman kaisar Dinasti Ming di Ming's Tomb ini bisa dikunjungi wisatawan. Pemerintah setempat hanya memperbolehkan para wisatawan untuk berkunjung ke Sacred Way, Changling Tomb, Zhaoling Tomb serta Dingling Tomb.
       

      Suasana di dalam Dingling Tomb (kredit: Wikipedia)
       
      Meski begitu, para wisatawan yang datang ke sini akan disuguhi dengan berbagai bangunan dengan desain arsitektur yang menarik. Terlebih di Dingling Tomb juga terdapat sebuah istana bawah tanah yang baru ditemukan keberadaannya pada rentang tahun 1956 dan 1958. Cukup menarik untuk dikunjungi.
       
      Sebagai tambahan, meski nama tempatnya adalah Ming Tombs, bukan berarti semua tempat yang ada di sini adalah pemakaman. Terdapat pula sebuah tempat bernama Ming Emperor Wax Palace yang dibuka sejak Agustus 1994. Di sini, para wisatawan pun bisa menyaksikan bagaimana kondisi tiruan dari Dinasti Ming di masa lalu.
       

      Ming Emperor Wax Palace (kredit: Ming Tombs)
       
      Jarak antara Ming Tombs dengan Badaling pun tidak terlalu jauh. Terlebih kedua tempat ini bisa diakses dengan menggunakan bus umum yang menghubungkannya satu sama lain. Jadi, setelah memuaskan diri untuk menyaksikan pemandangan di Tembok Besar Badaling, wisatawan bisa berlanjut untuk pergi ke Ming Tombs dengan menggunakan bus 919. Jadi, untuk beralih dari Badaling ke Ming Tombs tak butuh waktu yang lama sehingga satu hari cukup untuk berkunjung ke dua tempat ini.
       
      Museum Tembok Besar Cina
       
      Setelah menyaksikan secara langsung kondisi Tembok Besar Cina, tak ada salahnya untuk memperdalam pengetahuan tentang salah satu keajaiban dunia tersebut di Museum Tembok Besar Cina. Lokasi antara Badaling dengan Museum Tembok Besar Cina sangat berdekatan, bisa dijangkau hanya dalam hitungan menit dengan memakai kendaraan umum. Terlebih tiket masuk museum sudah include dengan tiket masuk ke Badaling, jadi sayang untuk dilewatkan bukan?
       

      Suasana di dalam Museum Tembok Besar Cina (kredit: greatwall-museum)
       
      Secara umum sih, Museum Tembok Besar Cina ini memperlihatkan kepada para pengunjung mengenai kondisi dari Tembok Besar Cina di masa lampau dan saat ini. Di sana pun dipamerkan beberapa gambar bersejarah serta menyimpan banyak peninggalan sejarah. Namun yang perlu diperhatikan, kalau berkunjung ke Badaling pada hari Minggu, maka museum ini tengah tutup.