Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
  • agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
Reiko Shiwatari

Solo Travel to Seoul-Hiroshima-Osaka-Kyoto-Kawaguchiko-Tokyo September 2015 (10D/9N) Part 1/3

Recommended Posts

Ini pertama kalinya saya traveling ke luar negeri & pergi sendiri. :hiking

Saya cuma bawa 1 koper carry on & 1 ransel (di dalam koper ada 2 tas kosong, semacam tas sport, untuk cadangan).

Saya pergi dari tanggal 4 September 2015 - 15 September 2015.

Berikut ini adalah suka duka saya selama solo travel di South Korea & Jepang (maaf kalau agak panjang,semoga gak pusing & bosan bacanya).


Jumat, 4 September 2015

Saya tinggal di USA sekarang, di Pennsylvania state tepatnya di kota Philadelphia. Jadi jadwal pesawatnya itu berangkat jam 6 pagi dari Philadelphia Airport ke San Francisco Airport. Dan layover 1,5 jam di San Francisco setelah itu ke Incheon Airport dan tiba disana hari Sabtu jam 3 sore.

Tapi..., jadwal itu buyar semua karena pesawat saya delay beberapa jam & beberapa kali... :(

Saya delay di Philadelphia Airport, semua penumpang sudah di dalam pesawat selama kurang lebih 2 jam. Padahal pesawatnya sudah mau t erbang, eh, katanya AC nya gak nyala, jadi mau dicari tahu dulu penyebabnya. Singkatnya setelah 2 jam, kami di "tendang keluar" dari pesawat karena mereka gak bisa perbaiki & menemukan kesalahannya dimana. Jadi, karena delay ini saya ketinggalan pesawat yang dari San Francisco ke Seoul & setelah itu gak ada pesawat lagi yang ke Seoul. Penumpang lain pun masih antri menunggu kepastian pesawatnya. Serasa di PHP-in sama penerbangannya. Alhasil saya telp penerbangannya (United Air) saya minta bagamannapun saya harus ke Seoul & tiba di sana hari Sabtu! Akhirnya saya dioper ke gate lain & pesawatnya itu terbang ke Washington Airport (padahal dekat tuh airport) & saya nunggu 1,5 jam.

Yeay, pesawatnya ontime gak delay. Saya pun sampai di Washington Airport & langsung menuju gate ke pesawat berikutnya. Lucunya, pesawat itu tujuannya ke Narita!!! So, dari Narita lanjut ke Seoul. Kenapa jadi ke Jepang dulu?! Tapi gak apalah, yg penting sampai dulu di Seoul. Untungnya juga saya gak ada check in koper, jadi gak perlu pusingin lagi soal koper. Lalu, ternyata pesawatnya delay lagi :(  Dan saya pun trauma ketinggalan pesawat untuk ke Seoul karena layovernya cuma 1jam. Tapi untungnya, karena banyak penumpang yang mau ke Seoul, pesawatnya nunggu & jemput penumpang dari pesawatnya & di antar ke gatenya. Huuff, jadi amanlah saya. Saya sudah pusing bagaimana kalau saya gak jadi ke Seoul padahal sudah booking hotel& sudah bayar pocket wifi juga.


Sabtu, 5 September 2015

Akhirnya saya sampai di Incheon Airport! Tapi masalah belum berhenti di situ. Jam 10 malam tempat pengambilan pocket wifi sudah tutup. Saya tiba di sana jam 9.30 malam, jadi masih ada 30 menit untuk cari tempatnya. Berhubung gak tahu tempatnya & tanya2 orang disana pada gak tahu & ada yang gak bisa bahasa Inggris, saya terlambat. Saya WA orangnya tapi mereka gak bisa tunggu, jadi saya disuru hub officenya saja. Saya cuma rent untuk hari Sabtu & Minggu saja, karena saya cuma semalam di Seoul. Tapi waktu saya sudah terbuang 6 jam, seharusnya tiba jam 3 malah jadi jam 9 lewat, gak bisa kemana-mana juga. Saya sudah bayar $65, karena butuh deposit $50. Saya cuma mau refund uangnya saja. Akhirnya saya email offinya & mereka balas mereka akan refund dalam beberapa hari.

Setelah keluar dari imigrasi, saya lihat ada counter pocket wifi jadi saya langsung rent saja disana. Bingung juga kalau sampai gak ada internet. Setelah selesai rent iternet & tukar uang saya langsung menuju stasiun kereta Incheon Airport. Sudah pada sepi, kereta yang paling cepat  menuju Seoul Station sudah gak ada. Saya naik kereta biasa. Untung ada 2 orang bule lagi beli ticketnya di mesin, jadi saya tanya mereka bagaimana caranya. Saya lihat ada kereta & orang2 masuk ke situ. Saya langsung lari padahal saya gak tahu kereta itu mau kemana. :ngakak Tapi untungnya benar, kereta itu menuju ke Seoul Station. Lama juga, kira2 sekitar 45 menit sampai di Seoul Station. Lalu dari Seoul Station saya transfer ke Myeong-dong Station.

11986506_10153260361038842_3506772687129

Setelah sampai di Myeong-dong saya pun langsung menuju hotel.

12087358_10153322208478842_1055564524_n.


Minggu, 6 September 2015

Saya gak bisa tidur karena jetlag, saya cuma tidur-tiduran di kasur 2 jam. Jam 6 pagi mulai siap2 menjelajahi Seoul. Untung hotel check out jam 12, jadi saya bisa taro koper & balik lagi ambil sekalian check out. Sekitar jam 6.30 pagi saya keluar hotel & jalan2 di sekitar hotel. Saya cari2 Myeong-dong Cathedral gak ketemu, padahal bagus tuh :( pakie GPS HP, tapi bingung jalannya, banyak jalanan kecil & gedung2 & sepertinya jalanan2 tersebut buntu, jadi ga tahu mau jalan dari mana. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke tempat lain, karena jam 10an saya harus kembali ke hotel untuk siap2. Pesawat saya untuk ke Kansai Airport jam 2 siang, jadi paling gak jam 11an saya harus sudah berangkat karena kepengen naik bus jadi bisa liat2 pemandangan. 

Saya mulai "petualangan" di Seoul dari Gyeongbokgung. Jadi, selama saya pergi ke berbagai tempat ini, saya gak masuk ke dalam & beli ticket. Pertama karena masih kepagian, belum buka. Kedua, karena gak ada waktu untuk pergi ke tempat lain. Ketiga, karena irit :P

12080986_10153322208473842_1208985821_n.

Setelah itu saya pergi ke Changdeokgung.

Saya melanjutkan perjalan ke Gwanghwamun. Sudah berasa capeknya, padahal gak terlalu jauh dari stasiun tapi kayanya jauh banget, saya sudah mau nyerah, tapi saya tetap maju :D

12030910_10153303016638842_1252923283_n. 12092735_10153322208453842_1696721272_n.

Lalu, tujuan terakhir saya ada Namdaemun Market. Saya bingung, koq sepi, saya tanya sama kasir di mini market, katanya masih terus lagi. Dengan sisa tenaga yang ada saya jalan lagi, padahal sudah arah balik ke stasiun. Pas jalan,saya liat beberapa pedangan kaki lima. Barang2nya mahal juga & gak cocok buat souvenier. Saya sudah jalan lumayan tapi gak ada keramaian pasar juga, alhasil setelah menemukan tempat di bawah ini, saya langsung balik ke hotel karena waktunya sudah mepet.

10537313_10153260359358842_518089545794311998522_10153303013398842_1154454145_n.

Sampai di hotel saya langsung siap2. Jam 11:10 saya langsung menuju halte bus. Bus ini adalah Limousine Bus (saya pikir mewah banget, tapi ya biasa aja sih). Antrian cukup panjang, namun interval setiap bus adalah setiap 10-15 menit, jadi saya naik bus berikutnya. Harga busnya 10000 Won dengan perjalanan 1 jam menuju Incheon Airport. Tapi entah kenapa, pas bus yang berikutnya ini lebih mahal. Saya bayar 14000 Won &  perjalanan 1,5 jam!! Saya nyaris telat! 
Enak sih, liat pemandangan, mampir dulu ke Gimpo Airport, tapi waktu sudah menipis.
Saya hanya punya waktu 1 jam 15 menit untuk check in pesawat, kembalikan pocket internet, periksa security & cari gatenya.
Saya sempat bulak balik cari Asiana Air, itu sudah buang2 waktu. Dan check in antrinya panjaaang banget! Kira2 saya antri 20 menit. Tapi untungna counter internet ada persis di bagian belakang, jadi setelah check in koper (kali ini koper saya check in karena kopernya sudah mau rusak :( ) saya langsung kembalikan pocket internet. Prosesnya cepat, kira2 cuma 5 menit. jadi saya punya waktu kira2  45 menit sampai waktu boarding ditutup. 
Saya antri untuk screening, antrian di luarnya cepat tapi setelah masuk, panjaaaaang & lamaaaa!!! Belum lagi antri periksa passport, saya sudah gak punya waktu lagi. Saya langsung lari menuju gate, untung gak jauh. Secara waktu, saya sudah terlambat 5 menit, itu sudah waktunya pesawat lepas landas. Tapi untungnya masih banyak yg antri boarding, jadi saya selamat walaupun saya akhirnya saya gak beli apa2 selama disini :( gak ada oleh2 sama sekali. Harusnya tadi saya naik kereta saja, tapi malas turun naik bawa2 koper yg rodanya sudah rewel mau rusak. Saya pikir saya bisa beli oleh2 di airport, tapi yang ada malah hampir telat boarding. 
Pesawat pun menuju Kansai Airport. Walau agak sedikit terlambat, tapi tiba tepat waktu di Kansai. Setibanya saya di Kansai, saya langsung buru2 ke imigrasi, dan ternyata benar, antrinya panjang juga. Tapi gak terlalu lama juga, kira2 sekitar 15-20 menit saja & saya langsung ke tempat claim baggage. 
Setelah ambil koper, tukar uang & ambil pocket wifi, saya pun ke kantor JR untuk menukar JR Pass & reservasi untuk menuju ke Hiroshima Station. Saya cuma transfer 1x di Shin-Osaka. Saya tiba di Hiroshima Station jam 8 malam & langsung menuju ke Ryokan yang gak jauh dari situ. 

12064279_10153322208488842_1345815608_n.

 

Senin, 7 September 2015

Hari ini saya pergi menjelajahi Hiroshima. Saya mulai dari Miyajima Island. Jaraknya kurang lebih 30 menit dari Ryokan saya. Saya tiba di Ferry Port sekitar jam 8:30. Karena sudah ditinggal ferry yang sebelumnya, jadi saya menunggu 10 menit untuk ferry berikutnya. Mungkin karena masih pagi atau gak tahu gimana, ferry-nya sepi banget. Hanya ada beberapa orang, saya pun duduk di paling depan (tapi di dalam karena takut gak bisa berenang hehehe) :D 

Saat ferry sudah merapat, saya pun tiba di Miyajima Island. Saya pun mulai menelusuri pulau ini. Tadinya hanya ingin 2 jam saja disini, tapi karena sudah terpukau dengan pemandangannya akhirnya saya jadi 3 jam di sini.

Untungnya air laut sedang surut, jadi saya bisa turun dan lihat Itsukushima Shrine dari dekat. Setelah itu langsung saya masuk ke shrine yang gak jauh dari situ. Dan ternyata di sana sedang ada pernikahan :D  jadi lumayan bisa lihat sebentar & berfoto2. 

12080924_10153322208458842_1490495277_n.

12081621_10153322208493842_592146805_n.t12092160_10153322208518842_2098017178_n.

Setelah itu saya kembali lagi mengitari daerah sekitar itu. Banyak juga yang bisa dilihat, banyak toko oleh2 di sana & banyak juga yang menjual makanan khas Miyajima, yaitu oyster :P 

Saya pun mencoba beberapa macam makanan yang mengandung oyster. Beberapa di antaranya ada yang enak banget & ada yang biasa banget :( 

12071714_10153322208523842_281523350_n_(

Setelah itu saya lanjut menuju Five Storied Pagoda. Huaa!! Tangganya yang gak tahan! Capek juga, tapi gak sia2, sudah jauh2 ke sini ya maju terus!

Kira2 jam 12:20 saya kembali ke Ferry Port & kembali lagi ke Hiroshima Station. 

Karena ada sightseeing bus yang dicover oleh JR Pass, saya pun naik bus itu. Namanya Hiroshima Meipuru~pu. Halte bus tersebut berada di Entrance-nya Shinkansen. Saya langsung menuju ke Hiroshima Castle. Setibanya saya di Hiroshima Castle saya agak kaget ternyata sepi banget.  Saya pun beli tiket masuk, nothing special sih kecuali bisa mencoba baju samurai & kimono/yukata free!! (tapi gak boleh kemana2, gak boleh keluar dari karpetnya). 

Singkat cerita, setelah mengitari daerah Hiroshima Castle, saya jalan kaki menuju Atomic Bomb & Peace Park. Lumayan lah, kira2 15-20 menit jalan kaki & masih sore sekitar jam 4:30.

Ada sebuah monumen untuk mengenang korban2 Perang Dunia II. Ada beberapa orang Jepang yang berdoa disana, melemparkan koin & berdoa dengan cara/kepercayaan mereka.

12067316_10153322208468842_2064564230_n.12067231_10153322208513842_465532966_n.t

Setelah itu, saya ke Hondori Street yang berjarak 5 menit dari sana. It's shopping time!! Lumayan ada beberapa barang yang murah & sale. Tadinya saya juga mau mencoba okonomiyaki di sana, tapi karena sudah capek & sudah gelap & takut gak ada bus lagi, saya pun kembali ke halte Meipuru~pu bus di Atomic Bomb. Akhirnya saya makan okonomiyaki di Hiroshima Station. Menurut saya ini sih okono-mie-yaki, karena pake mie (bisa pake nasi juga) & porsinya banyak banget! Not too bad & not too special juga sih, biasa aja, lebih enak okonomiyaki yang biasa malah. 

Setelah itu, saya kembali ke ryokan. Besok saya harus check out & menuju ke Osaka! 

 

Bersambung ke Part 2 ya! :melambai 

thanks udah mau baca field report ini :P saya masih amatir dalam hal travel & membuat laporan hehehe...

 


 

 

Edited by Reiko Shiwatari
update, add link

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Reiko Shiwatari

woh ini toh ya heheh

jadi cuma 2 hari aja di seoul ya

and itu tiket pesawat yang delay ke seoul di ganti gak oleh maskapai nya ya atau beli lagi ?

wah Miyajima Island nya keren jga pas bisa dapat pernikahan dengan adat jepang 

Oh kamu tinggal di Philadelphia toh jadi sekarnag udah balik lagi kesana ?

Ditunggu lanjutannya bikin di topic baru aja tar :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Iya, dari tadi saya liat2 forum kayanya belum ke post. 

Gak sampai 2 hari malah hitungannya :(

tiketnya itu juga dpt murah. Cuma $75 multiple city. Sebenarnya harganya sekitar $1300an tapi saya punya reward dari kartu kredit yg kerjasama dgn United Air jadi reward nya bisa ditukar tiket :)

waktu saya telp CS nya & mereka kasih saya ganti rugi semacam gift card $125 untuk beli tiket kemana saja (tapi khusus United Air) atau berupa poin reward.  

Iya untung bgt saya hehehe. Saya langsung foto saya kira orang2 juga foto mereka ternyata itu keluarga pengantin :P cuek ajalah hehehe  

Iya, dari Tokyo saya langsung balik ke Philadelphia lagi. Mas Deffa sdh pernah belum kesini? :D 

yupp!! Nanti saya buat topic baru. Saya susun dulu & kumpulinI foto2nya. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Reiko Shiwatari great FR haha.. saya jadi pengen juga keliling jepang haha.. masih banyak banget yg belom. waktu itu daerah tokyo doank wkkw..

miyajima island nya keren , itu terkenal sih Toori nya. sering muncul di postcards. 

Di phili ya ? dulu saya di ohio kuliah heheh.. tapi zaman bahula haha... 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tarmizi Arl

hehehe makasi udah baca :D 

 

@Soul Seeker

hehehe, thanks ya. Sempat jetlag juga, pas sampai hotel sudah tengah malam & gak bisa tidur karena jetlag juga & saking semangatnya mau keliling2 paginya :D alhasil tidur cuma 2-3 jam aja :( 

 

@Jalan2

iyaa, nih nanti kalau ada kesempatan lagi pengen bgt kesana lagi, di Tokyo saja belum puas. Yup, di Philly, gak kesini lagi jalan2 :D ?

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

iya, sudah kembali ke aktivitas semula :D 

enak gak enak sih, tapi banyak orang Indonesia & makanan Indonesia. Jadi kalau kangen kampung halaman gampang hehehe... 

bareng keluarga, kita kerja di sini sekarang. 

siiip deh, nanti di ceritain, sama cerita tentang tempat2 yang pernah saya kunjungin selama di USA. tapi nanti itu dibagian apa ya? United States ya?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Belom ada rencana lagi sih, jauh juga hahah. kapan2 pengen juga sih kunjungin midwest area lagi, dah 11 taon wuakakaka.. everything has changed then

Share this post


Link to post
Share on other sites

Keren banget berkali2 naek pesawat dalam satu hari.

Tapi emanx sayang yakh gak bisa lama2 d seoul. Padahal banyak tempat menarik euy d sana. Hiroshima sepi mungkin karena efek radiasi kali yakh. Kan kata'y kalo mau ajuin visa dan datang k hiroshima bakal lebih d mudahkan.

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Diny Puspa Dewi
      Halloo, aku lagi cari temen prefer cewe (biar bisa sharing cost) untuk plan travelling ke jepang sekitar 21-29 maret atau 4-12 april 2020, aku belum beli tiket atau apapun karena masih tunggu promo (GATF/GOTF atau JAL/ANA) dan cari temen biar bisa bareng2 dari pergi sampe pulang, aku 1st timer ke jepang jadi itin pasti ke tempat2 main stream (flexible), yang minat boleh drop nomer WAnya biar aku buatin GC untuk info2an dan untuk yang punya info2 ttg maskapai yg lagi promo atau travel fair share juga boleh.
      thank you
    • By Wanda_andiani
      Dear all, 
      Aku berencana untuk backpacker-an ke Korea di July/Aug 2019 nih selama kurang lebih 1-2 minggu. Bagi yang berminat pergi bersama, kindly DM me:) Thank you!
    • By asep saepuloh
      hallo perkenalkan saya asep dari jakarta, rencanaya saya akan berangkat ke korea pada tanggal 04 s/d 14 maret 2019 ini saya rencanaya akan mengexplore seoul busan dan jeju dengan budget pas pasan, jika budget ga memungkinkan akan ke seoul dan busan saja .. jika berminat join yuk hubungi saya di instagram @kaaseps terima kasih
    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
×
×
  • Create New...