Ini pertama kalinya saya traveling ke luar negeri & pergi sendiri. Saya cuma bawa 1 koper carry on & 1 ransel (di dalam koper ada 2 tas kosong, semacam tas sport, untuk cadangan). Saya pergi dari tanggal 4 September 2015 - 15 September 2015. Berikut ini adalah suka duka saya selama solo travel di South Korea & Jepang (maaf kalau agak panjang,semoga gak pusing & bosan bacanya).
Jumat, 4 September 2015 Saya tinggal di USA sekarang, di Pennsylvania state tepatnya di kota Philadelphia. Jadi jadwal pesawatnya itu berangkat jam 6 pagi dari Philadelphia Airport ke San Francisco Airport. Dan layover 1,5 jam di San Francisco setelah itu ke Incheon Airport dan tiba disana hari Sabtu jam 3 sore. Tapi..., jadwal itu buyar semua karena pesawat saya delay beberapa jam & beberapa kali... Saya delay di Philadelphia Airport, semua penumpang sudah di dalam pesawat selama kurang lebih 2 jam. Padahal pesawatnya sudah mau t erbang, eh, katanya AC nya gak nyala, jadi mau dicari tahu dulu penyebabnya. Singkatnya setelah 2 jam, kami di "tendang keluar" dari pesawat karena mereka gak bisa perbaiki & menemukan kesalahannya dimana. Jadi, karena delay ini saya ketinggalan pesawat yang dari San Francisco ke Seoul & setelah itu gak ada pesawat lagi yang ke Seoul. Penumpang lain pun masih antri menunggu kepastian pesawatnya. Serasa di PHP-in sama penerbangannya. Alhasil saya telp penerbangannya (United Air) saya minta bagamannapun saya harus ke Seoul & tiba di sana hari Sabtu! Akhirnya saya dioper ke gate lain & pesawatnya itu terbang ke Washington Airport (padahal dekat tuh airport) & saya nunggu 1,5 jam. Yeay, pesawatnya ontime gak delay. Saya pun sampai di Washington Airport & langsung menuju gate ke pesawat berikutnya. Lucunya, pesawat itu tujuannya ke Narita!!! So, dari Narita lanjut ke Seoul. Kenapa jadi ke Jepang dulu?! Tapi gak apalah, yg penting sampai dulu di Seoul. Untungnya juga saya gak ada check in koper, jadi gak perlu pusingin lagi soal koper. Lalu, ternyata pesawatnya delay lagi  Dan saya pun trauma ketinggalan pesawat untuk ke Seoul karena layovernya cuma 1jam. Tapi untungnya, karena banyak penumpang yang mau ke Seoul, pesawatnya nunggu & jemput penumpang dari pesawatnya & di antar ke gatenya. Huuff, jadi amanlah saya. Saya sudah pusing bagaimana kalau saya gak jadi ke Seoul padahal sudah booking hotel& sudah bayar pocket wifi juga.
Sabtu, 5 September 2015 Akhirnya saya sampai di Incheon Airport! Tapi masalah belum berhenti di situ. Jam 10 malam tempat pengambilan pocket wifi sudah tutup. Saya tiba di sana jam 9.30 malam, jadi masih ada 30 menit untuk cari tempatnya. Berhubung gak tahu tempatnya & tanya2 orang disana pada gak tahu & ada yang gak bisa bahasa Inggris, saya terlambat. Saya WA orangnya tapi mereka gak bisa tunggu, jadi saya disuru hub officenya saja. Saya cuma rent untuk hari Sabtu & Minggu saja, karena saya cuma semalam di Seoul. Tapi waktu saya sudah terbuang 6 jam, seharusnya tiba jam 3 malah jadi jam 9 lewat, gak bisa kemana-mana juga. Saya sudah bayar $65, karena butuh deposit $50. Saya cuma mau refund uangnya saja. Akhirnya saya email offinya & mereka balas mereka akan refund dalam beberapa hari. Setelah keluar dari imigrasi, saya lihat ada counter pocket wifi jadi saya langsung rent saja disana. Bingung juga kalau sampai gak ada internet. Setelah selesai rent iternet & tukar uang saya langsung menuju stasiun kereta Incheon Airport. Sudah pada sepi, kereta yang paling cepat  menuju Seoul Station sudah gak ada. Saya naik kereta biasa. Untung ada 2 orang bule lagi beli ticketnya di mesin, jadi saya tanya mereka bagaimana caranya. Saya lihat ada kereta & orang2 masuk ke situ. Saya langsung lari padahal saya gak tahu kereta itu mau kemana. Tapi untungnya benar, kereta itu menuju ke Seoul Station. Lama juga, kira2 sekitar 45 menit sampai di Seoul Station. Lalu dari Seoul Station saya transfer ke Myeong-dong Station. Setelah sampai di Myeong-dong saya pun langsung menuju hotel.
Minggu, 6 September 2015 Saya gak bisa tidur karena jetlag, saya cuma tidur-tiduran di kasur 2 jam. Jam 6 pagi mulai siap2 menjelajahi Seoul. Untung hotel check out jam 12, jadi saya bisa taro koper & balik lagi ambil sekalian check out. Sekitar jam 6.30 pagi saya keluar hotel & jalan2 di sekitar hotel. Saya cari2 Myeong-dong Cathedral gak ketemu, padahal bagus tuh pakie GPS HP, tapi bingung jalannya, banyak jalanan kecil & gedung2 & sepertinya jalanan2 tersebut buntu, jadi ga tahu mau jalan dari mana. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke tempat lain, karena jam 10an saya harus kembali ke hotel untuk siap2. Pesawat saya untuk ke Kansai Airport jam 2 siang, jadi paling gak jam 11an saya harus sudah berangkat karena kepengen naik bus jadi bisa liat2 pemandangan.  Saya mulai "petualangan" di Seoul dari Gyeongbokgung. Jadi, selama saya pergi ke berbagai tempat ini, saya gak masuk ke dalam & beli ticket. Pertama karena masih kepagian, belum buka. Kedua, karena gak ada waktu untuk pergi ke tempat lain. Ketiga, karena irit Setelah itu saya pergi ke Changdeokgung. Saya melanjutkan perjalan ke Gwanghwamun. Sudah berasa capeknya, padahal gak terlalu jauh dari stasiun tapi kayanya jauh banget, saya sudah mau nyerah, tapi saya tetap maju   Lalu, tujuan terakhir saya ada Namdaemun Market. Saya bingung, koq sepi, saya tanya sama kasir di mini market, katanya masih terus lagi. Dengan sisa tenaga yang ada saya jalan lagi, padahal sudah arah balik ke stasiun. Pas jalan,saya liat beberapa pedangan kaki lima. Barang2nya mahal juga & gak cocok buat souvenier. Saya sudah jalan lumayan tapi gak ada keramaian pasar juga, alhasil setelah menemukan tempat di bawah ini, saya langsung balik ke hotel karena waktunya sudah mepet. Sampai di hotel saya langsung siap2. Jam 11:10 saya langsung menuju halte bus. Bus ini adalah Limousine Bus (saya pikir mewah banget, tapi ya biasa aja sih). Antrian cukup panjang, namun interval setiap bus adalah setiap 10-15 menit, jadi saya naik bus berikutnya. Harga busnya 10000 Won dengan perjalanan 1 jam menuju Incheon Airport. Tapi entah kenapa, pas bus yang berikutnya ini lebih mahal. Saya bayar 14000 Won &  perjalanan 1,5 jam!! Saya nyaris telat! 
Enak sih, liat pemandangan, mampir dulu ke Gimpo Airport, tapi waktu sudah menipis.
Saya hanya punya waktu 1 jam 15 menit untuk check in pesawat, kembalikan pocket internet, periksa security & cari gatenya.
Saya sempat bulak balik cari Asiana Air, itu sudah buang2 waktu. Dan check in antrinya panjaaang banget! Kira2 saya antri 20 menit. Tapi untungna counter internet ada persis di bagian belakang, jadi setelah check in koper (kali ini koper saya check in karena kopernya sudah mau rusak ) saya langsung kembalikan pocket internet. Prosesnya cepat, kira2 cuma 5 menit. jadi saya punya waktu kira2  45 menit sampai waktu boarding ditutup. 
Saya antri untuk screening, antrian di luarnya cepat tapi setelah masuk, panjaaaaang & lamaaaa!!! Belum lagi antri periksa passport, saya sudah gak punya waktu lagi. Saya langsung lari menuju gate, untung gak jauh. Secara waktu, saya sudah terlambat 5 menit, itu sudah waktunya pesawat lepas landas. Tapi untungnya masih banyak yg antri boarding, jadi saya selamat walaupun saya akhirnya saya gak beli apa2 selama disini gak ada oleh2 sama sekali. Harusnya tadi saya naik kereta saja, tapi malas turun naik bawa2 koper yg rodanya sudah rewel mau rusak. Saya pikir saya bisa beli oleh2 di airport, tapi yang ada malah hampir telat boarding. 
Pesawat pun menuju Kansai Airport. Walau agak sedikit terlambat, tapi tiba tepat waktu di Kansai. Setibanya saya di Kansai, saya langsung buru2 ke imigrasi, dan ternyata benar, antrinya panjang juga. Tapi gak terlalu lama juga, kira2 sekitar 15-20 menit saja & saya langsung ke tempat claim baggage. 
Setelah ambil koper, tukar uang & ambil pocket wifi, saya pun ke kantor JR untuk menukar JR Pass & reservasi untuk menuju ke Hiroshima Station. Saya cuma transfer 1x di Shin-Osaka. Saya tiba di Hiroshima Station jam 8 malam & langsung menuju ke Ryokan yang gak jauh dari situ.    Senin, 7 September 2015 Hari ini saya pergi menjelajahi Hiroshima. Saya mulai dari Miyajima Island. Jaraknya kurang lebih 30 menit dari Ryokan saya. Saya tiba di Ferry Port sekitar jam 8:30. Karena sudah ditinggal ferry yang sebelumnya, jadi saya menunggu 10 menit untuk ferry berikutnya. Mungkin karena masih pagi atau gak tahu gimana, ferry-nya sepi banget. Hanya ada beberapa orang, saya pun duduk di paling depan (tapi di dalam karena takut gak bisa berenang hehehe)   Saat ferry sudah merapat, saya pun tiba di Miyajima Island. Saya pun mulai menelusuri pulau ini. Tadinya hanya ingin 2 jam saja disini, tapi karena sudah terpukau dengan pemandangannya akhirnya saya jadi 3 jam di sini. Untungnya air laut sedang surut, jadi saya bisa turun dan lihat Itsukushima Shrine dari dekat. Setelah itu langsung saya masuk ke shrine yang gak jauh dari situ. Dan ternyata di sana sedang ada pernikahan   jadi lumayan bisa lihat sebentar & berfoto2.  Setelah itu saya kembali lagi mengitari daerah sekitar itu. Banyak juga yang bisa dilihat, banyak toko oleh2 di sana & banyak juga yang menjual makanan khas Miyajima, yaitu oyster   Saya pun mencoba beberapa macam makanan yang mengandung oyster. Beberapa di antaranya ada yang enak banget & ada yang biasa banget   Setelah itu saya lanjut menuju Five Storied Pagoda. Huaa!! Tangganya yang gak tahan! Capek juga, tapi gak sia2, sudah jauh2 ke sini ya maju terus! Kira2 jam 12:20 saya kembali ke Ferry Port & kembali lagi ke Hiroshima Station.  Karena ada sightseeing bus yang dicover oleh JR Pass, saya pun naik bus itu. Namanya Hiroshima Meipuru~pu. Halte bus tersebut berada di Entrance-nya Shinkansen. Saya langsung menuju ke Hiroshima Castle. Setibanya saya di Hiroshima Castle saya agak kaget ternyata sepi banget.  Saya pun beli tiket masuk, nothing special sih kecuali bisa mencoba baju samurai & kimono/yukata free!! (tapi gak boleh kemana2, gak boleh keluar dari karpetnya).  Singkat cerita, setelah mengitari daerah Hiroshima Castle, saya jalan kaki menuju Atomic Bomb & Peace Park. Lumayan lah, kira2 15-20 menit jalan kaki & masih sore sekitar jam 4:30. Ada sebuah monumen untuk mengenang korban2 Perang Dunia II. Ada beberapa orang Jepang yang berdoa disana, melemparkan koin & berdoa dengan cara/kepercayaan mereka. Setelah itu, saya ke Hondori Street yang berjarak 5 menit dari sana. It's shopping time!! Lumayan ada beberapa barang yang murah & sale. Tadinya saya juga mau mencoba okonomiyaki di sana, tapi karena sudah capek & sudah gelap & takut gak ada bus lagi, saya pun kembali ke halte Meipuru~pu bus di Atomic Bomb. Akhirnya saya makan okonomiyaki di Hiroshima Station. Menurut saya ini sih okono-mie-yaki, karena pake mie (bisa pake nasi juga) & porsinya banyak banget! Not too bad & not too special juga sih, biasa aja, lebih enak okonomiyaki yang biasa malah.  Setelah itu, saya kembali ke ryokan. Besok saya harus check out & menuju ke Osaka!    Bersambung ke Part 2 ya!   thanks udah mau baca field report ini  saya masih amatir dalam hal travel & membuat laporan hehehe...