• agoda-hemat.png

Reiko Shiwatari

Solo Travel to Seoul-Hiroshima-Osaka-Kyoto-Kawaguchiko-Tokyo September 2015 (10D/9N) Part 2/3

48 posts in this topic

Hallo, ini saya kembali lagi dengan part 2 FR saya :melambai

@deffa         @Nightrain    

@kyosash    @Jalan2

 

Selasa, 8 September 2015

Saya bangun pagi sekitar jam 5:30 lalu siap2 & beresin koper to next destination, Osaka. Seperti yang saya baca di review ryokan ini, di receptionist suka gak ada orang, jadi kalau orang mau check out harus tunggu dulu agak lama sampai orangnya datang. Saya pun turun ke bawah & ternyata benar! Gak ada orang! Itu juga sudah jam 7 lewat. Tapi untungnya gak lama orangnya datang & saya langsung check out. Kekurangan ryokan ini mereka gak terlalu bisa bahasa Inggris :( hiks... 

Ini saya foto kamar saya, lumayanlah Japanese Style Room dengan private bathroom. Ini juga ada foto beberapa makanan yang saya sempat beli kemarin & lupa saya post di part 1, hehehe...  

12087529_10153323762698842_2121632865_n.

Ini foto beberapa minuman & kue yang saya beli di Hiroshima kemarin. Kue nya enak gak terlalu manis,  Ice Green Tea Latte nya kurang manis & Milk Tea bergambar Attack On Titan lumayan enak. 

12080804_10153325288958842_716289150_n.t

Setelah check out saya pun langsung ke Hiroshima Station & kembali reservasi Shinkansen ke Osaka. Setelah saya sampai di Osaka, ternyata cuaca kurang mendukung. Langit sudah mendung & mulai gerimis. Sayapun beli payung di 7-Eleven. Karena cuaca begini & saya sudah kesel sama koper yang sudah mulai rusak, saya pun menaruh koper saya di locker di Osaka Station. Jadi dari  Shin-Osaka Station saya transfer ke Osaka Station & saya langsung ke locker sebelum melanjutkan perjalanan. Saya sudah prepare cuma bawaa ransel yang isinya baju ganti & perlengkapan mandi, payung, serta barang2  elektronik (kamera, hp, tablet). Jadi pas waktu check in di hotel nanti saya gak perlu ambil koper di locker, ambilnya besok pas mau ke Kyoto, jadi gak repot bawa2 koper & cari2 hotel ditambah hujan2an. Memang nambah biaya sih, sekitar 700 Yen/hari, setelah jam 2 pagi sudah terhitung 2 hari, jadi mau gak mau saya bayar 2 hari. 

Saya sempat bingung mau kemana dulu, akhirnya saya putuskan mau ke Osaka Castle. Sayapun beli kartu ICOCA. Gak ngerti gimana belinya, akhirnya minta tolong petugasnya. Setelah sampai di Stasiun (lupa namanya)  GPS sudah menunjukkan letak Osaka Castle yang cuma berjarak 5 menit dari stasiun. Ternyata saya salah input alamat :( Osaka Castle-nya ternyata nama hotel bukan nama tempat wisatanya, hiks.. Akhirnya saya dapat alamatnya & ternyata cukup jauh juga, sekitar 15 menit jalan kaki ditambah hujan gerimis. Pas saya sudah lihat temboknya, WOW! Akhirnya sudah dekat, tapi ternyata masih jauh di dalam. 

Singkat cerita, saya pun tiba di depan Osaka Castle & saya terpana melihatnya. Ramai, banyak pengunjung, banyak yang jual makanan juga. Rasa capek pun hilang jadinya. Saya lalu beli tiket & masuk ke dalam, di mulai dari lantai paling atas (pakai lift). Di sini juga ada untuk mencoba baju samurai & kimono/yukata, tapi harus bayar 300 Yen, ya sayapun coba juga walau di Hiroshima Castle sudah coba (karena lebih keren & lengkap di sini) :P 

Lalu setelah keluar dari castle, saya membeli beberapa oleh2 & mencoba makanan yang ada di sana. Setelah itu kira2 jam 1:30 kembali ke stasiun & pergi ke Tempozan Market Place. 
Tempozan Market Place ini semacam tempat belanja & ada beberapa permainan seperti ferris wheel & juga ada aquarium. Saya berada di situ kira2 cuma 1 jam saja. Saya sudah lapar & gak terlalu tertarik sama makanan yang ada di sana. Sambil duduk saya browsing internet untuk cari tempat makan yang lumayan terkenal atau khas Osaka hehehe...

12067110_10153325330573842_1458382804_n.
Lalu akhirnya saya putuskan saya pergi ke Universal Studio! :D Memang ada rencana mau ke sana juga, tapi ragu2 karena saya gak akan beli tiket. Tapi karena katanya ada Takoyaki Museum jadi saya berminat ke sana. Jarak dari Tempozan itu sekitar 30 menit dengan kereta & cuaca masih gerimis & semakin deras :(
Sayapun tiba di USJ. Saya melihat ada restaurant sushi (mungkin ini yang saya baca dari FR forum ini) yang ada conveyor belt & murah meriah. Tidak diragukan lagi, memang super murah! 1 piring di mulai dari 100 Yen & paling mahal sekitar 300an saja. Sushinya juga enak, fresh! :makan


Setelah makan sushi saya pun menelusuri City Walk & berfoto2 di sana (fotonya hujan2an pakai payung). :foto2Sebelum kembali ke stasiun saya mampir dulu membeli bakpao yang 'katanya' terkenal di Osaka. Setelah itu saya ke Takoyaki Museum yang sebenarnya adalah tujuan utama saya ke sini. Saya pikir ini seperti museum, ternyata cuma semacam food court yang menjual takoyaki. Semua serba takoyaki, dari yang original sampai bermacam2 rasa/saus. Sebenarnya saya sudah kenyang, tapi karena sudah berada di sini ya saya makan lagi, mencicipi takoyaki. Saya beli di tempat yang paling banyak antriannya. Yang membuat saya kaget adalah cara memesannya itu di mesin. Jadi kita masukkan uang lalu kita pilih mau yang mana. Setelah kita pilih nanti receiptnya keluar & saat sudah berada di depan (orang yang buat takoyaki) kita kasih receipt itu  & mereka langsung membuat sesuai yang kita order di mesin tadi. Saya pilih paket 12 takoyaki (sok2an beli banyak padahal gak habis) plus soup & minuman. Takoyakinya ada 3 macam, ada yang gak pakai saus, saus special & mayonaise. Untuk rasa ya lumayanlah, yang original itu unik juga rasanya hehehe.

12086879_10153322207028842_1313351477_n.12083676_10153325288563842_1654185479_n.


Setelah minta box untuk di bawa pulang saya pun kembali ke stasiun & langsung pergi ke hotel untuk check in. Hotel kali ini adalah Capsule Hotel di daerah Namba. Uniknya hotel ini kita harus check in setelah jam 5 sore karena sebelum itu mereka tutup. Kalau kita nginap lebih dari 1 malam, maka kita harus check out dulu paginya (sebelum jam 10) lalu jam 5 check in lagi. Terus barang2 kita gimana? Ya itu dia, harus dibawa keluar!!! 


Saya tiba di hotel sekitar jam 7 malam. Lobby hotel sudah penuh dengan koper2 besar. Capsule hotel ini bisa untuk pria & wanita. Yang pria berada di lantai berapa & wanita di lantai lain & mereka gak boleh pergi ke lantai itu! Dilarang makan/minum di dalam kamar (di lantai tempat kita tidur, lantai kamar mandi). Kalau mau makan/minum harus di lobby, ada beberapa bangku & meja yang disediakan & ada vending machine untuk beli minuman. Sepatu harus ditaro di dalam loker di lantai bawah (di lobby). Mereka kasih 2 kunci, 1 kunci loker sepatu & 1 kunci loker buat barang2 karena sebenarnya gak boleh bawa tas ke dalam kamar (tapi ada juga yang bawa & taro di depan kamar). Setelah melihat kamar saya yang begitu mungil ini & taro barang2 di loker saya melanjutkan perjalanan hehehe... 

12081449_10153325288558842_492369100_n.t
Hotel ini gak jauh dari Glicoman Bridge. Kira2 5 menit jalan kaki. Kondisi cuaca juga masih hujan walau gak begitu deras. Saya pun memakai jas hujan yang sempat saya beli di 7-eleven karena malas bawa payung. Dan inti dari perjalanan di Namba ini adalah belanja! Beli oleh2 yang 'katanya' khas Osaka. Saya pun membeli beberapa macam snacks (teryata enak2!).
Ternyata setelah berbelanja, saya lapar. Saya pun kembali bertanya pada Mbah Google, restaurant mana yang enak & terkenal & khas di daerah sini. Lalu setelah memilih-milih, saya pun mencoba Kushikatsu! Yaitu berupa gorengan yang ditusuk seperti sate & dicelup ke dalam saus. Yang menjadi ciri khas dari kushikatsu ini adalah cara makan & peraturannya. Dalam 1 meja panjang (seperti meja bar) hanya ada beberapa mangkok saus celup. Nah, gak perduli berapa orang yang makan & kenal atau gak, kita harus sharing saat mau mencelupkan si kushikatsu tersebut. Hiiiy, gimana kalau sudah digigit?? Bekas orang lain kan :( 
Maka dari itu, ada peraturannya disini (di tulis di menu) setiap kushikatsu yang akan dicelup ke dalam saus, tidak boleh digigit/di makan dulu. Jadi kalau habis dicelup terus kita gigit/makan gak boleh di celup lagi. Kalau masih mau sausnya, sausnya di ambil & taro di piring kita (keliatan gampang kan) tapi gak pakai sendok. Saat memesan kushikatsu, kita juga dikasih sayur kol yang dipotong lebar2 dengan tujuan supaya bisa menyendok si saus tersebut. Aneh tapi nyata, begitulah peraturan disini, tapi untuk makan disini saja antrinya puaanjaaaaaang bgt, untung saya sendiri jadi langsung hehehe...
Setelah kenyang & membawa beberapa kanton belanjaan saya pun kembali ke hotel, itu juga sudah hampir jam 10 malam.

12077384_10153322205518842_289440839_n.t12071716_10153322205323842_1072552255_n.

 

Rabu, 9 September 2015


Saya kembali lagi bangun pagi  sekitar jam 6, lalu mulai siap2 beresin tas & mengatur barang karena sudah penuh dengan snakcs :D 
Lalu sekitar jam 7:30 pagi saya check out & menuju ke Shitennoji. Sebenarnya ada tempat yang pengen bgt saya kunjungin, yaitu Open Air Museum, itu semacam museum traditional farm-nya Jepang. Tapi karena jarak dari stasiun ke museum itu harus jalan kaki lagi sekitar 15 menit (pp jadi 30 menit) & cuaca juga masih hujan, jadinya batal hiks...  :( 
Ternyata di Shitennoji itu kurang menarik, sepi pula, cuma ada beberapa orang yang sepertinya sebelum mereka berangkat kerja mereka berdoa dulu di situ. Salut juga sih, masih ada beberapa orang yang seperti itu padahal hujan juga tapi masih menyempatkan diri untuk datang & berdoa. 
Setelah dari Shitennoji saya pun kembali ke Osaka Station untuk ambil koper di lokcer. Untuk membuka locker tersebut (karena saya sudah terhitung 2 hari & kemarin baru bayar 1 hari) saya harus masukkan lagi 700 Yen lalu kuncinya baru bisa terbuka. Lalu saya langsung beresin ransel & pindahin snacks2 ke dalam koper jadi lebih ringan ranselnya. 
Singkat bgt rasanya, kurang bgt waktunya tapi saya sudah harus ke Kyoto (sesuai itinerary yang saya buat). Masih ada beberapa tempat yang belum saya explore di Osaka. Tapi ya sudahlah, setidaknya saya sudah cukup puas & senang selama berada di Osaka. 

12080849_10153322205028842_778360352_n.t12084219_10153325288568842_1468818255_n.

Saya tiba di Kyoto kira2 jam 11:30. Seperti di Osaka Station, saya pun langsung mencari locker lagi untuk taro koper :D (pisahin baju ganti lagi, bawa ransel, bawa payung, dll). Memang sebenarnya boros juga kalau setiap pindah kota harus sewa locker lagi, tapi kali ini keputusan ini adalah keputusan yang benar2 baik karena sesuatu yang gak terduga terjadi (nanti saya cerita di bawah). 

Cuaca lumayan bagus, ada matahari walau sudah mulai gerimis2 kecil. Tapi saya langsung berlanjut ke Bamboo Grove. Saya sudah terbayang2 mau naik scenic train tapi pas sampai di Saga-Arashiyama Station ternyata Saga Torokko Station itu tutup sepertinya setiap hari Rabu memang tutup, hiks...:terharu
Jadi saya berjalan kaki menuju Bamboo Groves, karena banyak turis yang ke sana juga saya ikutin mereka dari belakang hehehe... Ternyata gak begitu jauh, 5-7 menit saja sudah bisa melihat bambu2 tersebut. Saya pun menelusuri jalan yang kecil itu. Di sana ada beberapa kuil tapi saya gak mampir ke semua kuil itu karena harus bayar lagi & saya masih harus ke tempat lain setelah ini, jadi saya cuma mampir Nonomi Ya (kalau gak salah). Setelah itu saya kembali ke Saga-Arashiyama. Saya sempat salah jalan, di panah jalan ada stasiun juga gak jauh dari Nonomi Ya, saya lewat situ ternyata itu stasiun untuk scenic train, ya tutup kan. Saya pikir bisa balik ke Saga-Arashiyama dari situ, ternyata gak bisa jadi saya balik lagi ke jalan yang tadi (karena takut nyasar & udah capek, panas juga ternyata). Sebelum ke Saga-Arashiyama saya mampir dulu ke cafe, minum green tea latte &  ber-AC ria hehehe...:tersipu 
Saya pun lanjut ke Fushimi Inari. Salah satu hal yang saya suka di Fushimi Inari adalah, cari tempatna gampang! Keluar dari stasiun sudah kelihatan jadi gak usah using2 cari jalan. Karena saya belum makan dari pagi, saya duduk dulu di pinggiran & makan bakpao yang saya beli dari Osaka. Bakpaonya sudah dingin tapi untung masih enak, saya beli 2 tapi saya makan 1 saja & setelah itu langsung menuju torii2 yang sudah menanti saya :P 

12071312_10153325314383842_1833228733_n.12067837_10153325314373842_1173290673_n.
Cukup rame, tapi semakin ke dalam, semakin jauh, ya agak sepi juga. Tadinya saya mau muterin semua yang ada di peta, tapi gak jadi karena takut kejauhan. Saya berada di sini hampir 2 jam, karena sekalian bersantai & menunggu check in hotel jam 3. Lalu sekitar jam 4 saya pun menuju hotel. Hotel kali ini berada di dekat Gion, sengaja saya mencari daerah sini, jadi kalau malam tinggal jalan kaki ke Gion & hotel ini adalah ryokan. Saya sempat keputar2 cari ryokannya, ya entah saya gak bisa baca GPS nya atau memang GPS nya yang error, depan jadi belakang, kiri jadi kanan. Kira2 30 menit lah saya keputar2, saya sampai di ryokan jam 5. Di sinilah terjadi hal yang tidak terduga...:geram


Check in jam 3, saya datang jam 5, & alamat yang benar. Saya mencoba membuka pintu masuk, tapi gak kebuka juga. Saya coba pintu yang satunya gak kebuka juga. Saya ketok2, saya teriak2 "Sumimasen!!!" gak ada jawaban. Saya bingung, ini ryokan gimana sih, orangnya kemana, lagi keluar atau memang sudah gak menyewakan kamar lagi??! Ada tulisan dalam bahasa Inggirs, tapi itu adalah cara kita membuka pintu (harus digeser) saya sudah coba geser tapi memang di kunci. Saya bingung, saya cuma bisa email CS  booking.com karena saya booking dari situ. Di depan ryokan ada sebuah bar kecil seperti rumah biasa, saya pun masuk & bertanya tentang ryokan itu. Berhubung bahasa Jepang saya terbatas & pemilik bar itu juga gak bisa bahasa Inggris jadi yaaa, nyambung gak nyambung. :tercengang
Maksud ibu pemilik bar adalah kenapa saya gak coba telp, nah maksud saya HP saya ini gak bisa buat telp. Ibu itu pun mencoba telp seseorang (yang saya pikir bisa bahasa Inggris & bakal ngomong sama saya) ternyata bukan! Ibu itu cuma tanya apakah saya sudah reservasi, gubrak! Saya bilang sudah, lalu kita ke ryokan itu & mencoba ketok2 & membuka pintu tapi  masih gak ada jawaban. Setelah it kembali lagi ke bar, saya menunggu kira2 1 jam, tapi masih juga gak ada yang bukain. Mungkin ibu itu kasihan sama saya, saya dikasih minum & snacks secara gratis!! 
Lalu saya pun langsung berpikir cari cara gimana ini, saya pun kembali bertanya pada Mbah Google. Banyak hotel di sana, tapi saya gak tau harganya, takut beda sama yang ada di internet. Akhirnya saya lihat ada Capsule Hotel lagi yang gak jauh dari situ & harga murah & only 1 left! Saya pun pamit & berterima kasih kepada ibu itu hiks... jadi terharu saya :terpesona
Untunglah saya gak bawa koper, saya gak bisa bayangin saya udah capek2 bawa koper & keputar2 & endingnya gak dibukain pintu, sedih banget. Saya cuma bilang di email saya mau refund saja, karena saya sudah ke sana tapi tutup & sampai beberapa hari belum ada jawaban juga (tapi endingnya memang balik uangnya). 
Sayapun tiba di Capsule Hotel. Saya kaget, karena saya gak reservasi jadi harganya 2x lipat!! Saya bilang, tadi saya lihat harganya cuma segini.., terus mereka bilang saya reservasi online dulu sekarang & kalau sudah ada confirm ke email baru saya check in. Kira2 10 menit setelah reservasi online saya pun sudah bisa check in, huuff, lega rasanya, gak di PHP-in lagi sama hotel hehehe... Sayang bgt saya sudah buang2 waktu 1 jam lebih. 

12067866_10153322204518842_179334268_n.t
Lalu sekitar jam 6:30 saya menuju ke Kyoto International Manga Museum. Tapi sesampainya saya di sana ternyata sudah tutup, gagal lagi gagal lagi... Saya langsung mampir ke cafe & minum Milk Tea lalu langsung menuju ke Gion dengan berjalan kaki selama 30 menit lebih (karena mampir2 dulu beli oleh2 lagi & beli Bubble Tea lagi). 
Saya menelurusi sepanjang jalan di Gion Disctric, cukup rame, ya sebenarnya cuma begitu2 saja sih, gak lihat Geisha nya juga, ke kuilnya juga sudah gelap. Saya pun kembali ke hotel & kali ini agak nyasar juga karena bingung sendiri sama GPS, batre HP juga sudah mau habis, Power Bank juga sudah mati, jadi saya berharap bisa sampai hotel sebelum benar2 mati HP nya, sudah mau nyerah mau naik taksi saja tapi akhirnya sampai juga.

12071356_10153325314388842_1240177859_n.12077078_10153325314378842_1036193597_n.

 

Kamis, 10 September 2015


Seperti Capsule Hotel yang sebelumnya, gak boleh makan & minum di lantai kamar kita, & harus check out sebelum jam 10, saya pun makan sisa bakpao di lobby. Kali ini saya turun ke lobby lebih pagi, sekitar 5:30 karena saya mau ke Kiyomizudera & kalau bisa ke Kinkakuji, Ginkakuji, Imperial Palace juga (tapi kenyataannya gak jadi). 
Jam 6 saya mulai menunggu bus di halte. Kalau jalan kaki itu 20-30 menit, naik bus ya lebih cepat, tapi untuk sampai di kuilnya tetap harus jalan kaki juga. Jadi saya beli tiket bus untuk 1 hari seharga 500 Yen, saya turun di halte dekat Kiyomizudera. Masih pagi, saya sudah capek, karena jalanannya menanjak semua. Tapi daripada gak kemana2 gak ada yang jadi & ini sudah di depan mata, saya pantang menyerang, saya jalan terus. 
Setibanya di depan gerbang, sudah ada larangan dilarang makan, minum & merokok. Saya bawa air minum & ditegur oleh petugas, boleh bawa tapi jangan minum di dalam katanya. Sepi bgt di sana, tempatnya luas & memang belum jam buka sepertinya. Saya mulai mutar2 keliling tempat itu, sempat agak bingung koq beda sama yang di foto yang saya lihat di internet, koq cuma begini saja. Saya lihat sepertinya sedang ada perbaikan, saya pun memutar balik & pergi menuju tangga naik ke Love Stone. Ya, di sini ada batu cinta, konon katanya kalau kita bisa berjalan dari batu A ke batu B dengan mata tertutup & jalan lurus intinya kisah cinta kita bagus, lancar & akan dikabulkan (kalau gak salah begitu) saya coba jalan eh untung saya langsung buka mata, ternyata di depan saya sudah tangga yang tadi saya lewati, untung gak jatuh :D Itu artinya apa ya, apa kisah cinta saya gak bagus ya hehehe :P (artinya saya selamat gak jatuh dari tangga).

12083654_10153322204328842_156449777_n.t
Lalu saya pun kembali ke tempat yang sepertinya sedang diperbaiki tadi, untung seribu untung, ternyata kalau saya jalan terus ke sebelah kiri, itu ternyata pintu masuk ke Main Hall nya & memang harus beli tiket. Saya pun beli tiket & ada beberapa orang juga yang baru datang & membeli. Setelah saya melewati Main Hall, saya bisa melihat pemandangan kota Kyoto, bagus bgt!! Saya lanjut berjalan mengikuti arah panah, dan ternyata... inilah yang saya cari... 

12064431_10153322204093842_714255196_n.t
Bagus bagus baguussss bgt! :rateGak nyesal saya capek2 jalan ke sini. Ini yang paling berksesan selama di Kyoto. Karena sudah dapat yang bagus sepert ini, saya gak jadi ke Kinkakuji, Ginkakuji dll, saya menikmati tempat ini dulu. Saya turun ke bawah & melihat Main Hall nya dari bawah, benar2 beda bgt sama kuil2 yang saya kunjungin sebelumnya. 
Setelah puas berada di sana, sekitar jam 8 saya kembali ke hotel untuk beresin barang & check out karena waktu sudah mepet. Saya ingin ke Kyoto Station sepagi mungkin untuk mengejar kereta ke Gotemba. 


Singkat cerita saya sampai di Kyoto Station jam 9:30 pagi, saya mencari money changer dulu & membeli oleh2 lagi. Setelah itu saya reservasi kursi untuk ke Gotemba, saya ambil yang jam 11, jadi saya ada waktu untuk beresin koper lagi. Karena sepertinya ini bakalan ribet, perjalanan menuju Gotemba itu hampir sekitar 3 jam karena saya harus transfer di Atami & Numazu. 
Saya tiba di Gotemba Station sekitar jam 2, seperti biasa, cari locker lagi, tapi kali ini bukan ide yang bagus karena ternyata hotelnya dekat bgt, tinggal jalan lurus saja tapi ya sudah terlanjur & lockernya juga lebih murah, cuma 600 Yen. Setelah itu saya pun berjalan ke hotel, check in di mulai dari jam 3 tapi saya sampai lebih awal & untungnya dibolehkan untuk langsung check in & masuk ke kamar. 


Menurut saya, saya buang2 waktu selama di Gotemba. Karena saya melakukan kesalahan, yaitu, saya gak membaca dengan benar tentang Fuji-Hakone Pass. Saya pikir orang2 di sana pada tahu, ternyata gak. Mereka malah tanya saya mau kemana, Hakone & Fuji itu beda arah. Di itinerary yang saya susun, sebenarnya hari ini itu ke Hakone & besok ke Fuji/Kawaguciko. Tapi karena sempat hujan juga & gak ada Ticket Pass rencana itu batal.
Akhirnya saya cuma ke Gotemba Outlet untuk beli koper & makan karena saya sudah pusing & capek. Saya pun mulai bertanya2 lagi di Forum ini & akhirnya saya tahu bahwa beli Pass nya itu dari Shinjuku (kalau gak salah). 

12092600_10153322203728842_2015556546_n.

Saya sempat bertanya di bagian informasi Outlet, kalau saya mau ke Hakone/Fuji itu gimana & naik apa. Mereka bilang Naik bus, tapi karena saya gak ada Ticket Pass, jadi saya harus bayar kalau turun naik bus. Lebih mahal juga apalagi kalau mau naik cruise di Lake Ashi & Ropeway di Owakudani (tapi lagi ditutup juga karena vulkanik sedang tinggi & jadi bahan pertimbangan saya gak jadi ke Hakone). Kalau bus ke Kawaguchiko itu juga ada, tapi karena sudah sore, untuk bus kembali ke Gotemba itu yang paling terakhir sekitar jam 8 & saat it sudah sekitar jam 4, perjalanan saja sudah 1 jam. Daripada buang2 uang & buang2 waktu jauh2 juga & cuma sebentar ya gak jadi saya. Setelah dari Outlet balik ke hotel & menyusun rencana buat besok. Saya sudah tepar di hotel, sekitar jam 9 saya pun langsung tidur karena besok benar2 harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Sekian FR Part 2 saya, maaf lebih panjang dari yang Part 1, tapi begitulah yang saya alami & saya rasakan :) Thanks sudah membaca FR ini! Bersambung ke Part 3 :D:melambai

 

 


 

 

12077139_10153323762678842_1859511193_n.jpg

Edited by Reiko Shiwatari
update, add link

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Reiko Shiwatari

wah seru juga perjalanan osaka dan kyoto terasa ngebut dengan waktu yang mepet ya heheheh

saya juga ada rencana ke USJ mau cobain Harry Potter tiket masuk nya berapa ya ?

oh iya soal Hakone-Fuji Pass itu waktu itu pernah di bahas kan ya mungkin kamu kurang baca ya, karena memang beda dan ada 2 jenis tiket untuk Hakone dan Fuji, tapi ya keliling Hakone gak ?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Yup! Masih Hari Rabu disini 

betul bgt itu!! Pertama x juga & sendiri, unforgettable deh pokoknya 

tapi blum puas bgt. Enak ya Mas @deffa mau ke Jepang lg. dari sini jauh sih:(  

klo kesana lagi saya mau ke Tokyo yg agak lama karena mmg belum puas. Seminggu di Tokyo mungkin baru puas. Terus harus belajar bahasanya lagi biar lebih nyambung :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa 

lumayan tuh 5 hari Udah bisa keliling2 :D 

kemarin ini di Tokyo Cuma 3 hari jadi kurang

iya yg penting dibawa enjoy aja sih. Saya sebenarnya pengen coba karaoke di Tokyo tapi berhubung gak bisa baca kanji jadi gak jadi makanya jd pengen belajar bahasanya lagi paling gak dikit2 bisa baca :D 

pengen bgt karaoke lagu2 anime hehehe itu belum kesampaian kemarin 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Iya kalau cuaca juga gak dukung repot memang mas @deffa 

untung yg gempa kemarin ini gak apa2 tenyata lumayan besar jg skalanya 

waktu ke Akihabara kemarin gak masuk ke AKB48 cafe soalnya kirain cuma seputar idol2nya gitu, gak terlalu ngefans saya 

waktu di Maid Cafe juga biasa aja :( begitu2 doang & mahal juga 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Reiko Shiwatari

thanks for tagging tapi usulan saja sebaiknya part 1,2,3 dilanjut di satu thread jadi next gampang untuk baca dari pertama dan ga berceceran :D

btw, kenapa bisa ada kejadian sudah pesen ryokan dan ngga ada orang ya ? apa waktu itu pesen langsung ke web atau lewat booking.com atau agoda ? hm biasanya Japanese cukup detail soal gini2an, aneh juga bisa kena apes sekali

 

anyway, great FR dan ditunggu yg ketiga ya

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Reiko Shiwatari

Ini bacanya aja udh keliatan banget capeknya.. hahaha..:D

Tapi tetep gak bikin kapok ya ke Jepang malah ngangenin dan susah move on.

btw.. gimana caranya sih nge post foto hasil collage tapi hasil upload nya besar besar gt? saya kok kalo upload hasilnya sll kecil

Share this post


Link to post
Share on other sites

mohon maaf, sorry, gomenasai...

saya baru buka account jalan2.com hari ini T___T

maaf ada keterlambatan dalam membalas semua comment & FR Part3. 

 

@Nightrain bikin 1 thread itu gimana ya? iya ini berceceran banget. 

booked melalui booking.com, udah beberapa x make sure jam check in bener ga, tapi memang gak dibukain pintu T___T 

 

@Gulali56, capek buanget! tapi gak bakalan kapok, pengen lagi sih iya hehe, jadi tau nanti apa yg harus lebih dipersiapkan lagi & harus lebih seru lagi :senyum

saya pake instamag buat gabungin foto2nya.

 

@Herlina.Kesuma 

@kyosash  @deffa 

ke USJ nya gak main, udah sore juga & hujan ditambah gak bakal cukup waktunya, jadi cuma mampir buat makan sushi & ke Takoyaki Museum doang :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Wanda_andiani
      Dear all, 
      Aku berencana untuk backpacker-an ke Korea di July/Aug 2019 nih selama kurang lebih 1-2 minggu. Bagi yang berminat pergi bersama, kindly DM me:) Thank you!
    • By asep saepuloh
      hallo perkenalkan saya asep dari jakarta, rencanaya saya akan berangkat ke korea pada tanggal 04 s/d 14 maret 2019 ini saya rencanaya akan mengexplore seoul busan dan jeju dengan budget pas pasan, jika budget ga memungkinkan akan ke seoul dan busan saja .. jika berminat join yuk hubungi saya di instagram @kaaseps terima kasih
    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......