Reiko Shiwatari

Solo Travel to Seoul-Hiroshima-Osaka-Kyoto-Kawaguchiko-Tokyo September 2015 (10D/9N) Part 2/3

48 posts in this topic

Hallo, ini saya kembali lagi dengan part 2 FR saya :melambai

@deffa         @Nightrain    

@kyosash    @Jalan2

 

Selasa, 8 September 2015

Saya bangun pagi sekitar jam 5:30 lalu siap2 & beresin koper to next destination, Osaka. Seperti yang saya baca di review ryokan ini, di receptionist suka gak ada orang, jadi kalau orang mau check out harus tunggu dulu agak lama sampai orangnya datang. Saya pun turun ke bawah & ternyata benar! Gak ada orang! Itu juga sudah jam 7 lewat. Tapi untungnya gak lama orangnya datang & saya langsung check out. Kekurangan ryokan ini mereka gak terlalu bisa bahasa Inggris :( hiks... 

Ini saya foto kamar saya, lumayanlah Japanese Style Room dengan private bathroom. Ini juga ada foto beberapa makanan yang saya sempat beli kemarin & lupa saya post di part 1, hehehe...  

12087529_10153323762698842_2121632865_n.

Ini foto beberapa minuman & kue yang saya beli di Hiroshima kemarin. Kue nya enak gak terlalu manis,  Ice Green Tea Latte nya kurang manis & Milk Tea bergambar Attack On Titan lumayan enak. 

12080804_10153325288958842_716289150_n.t

Setelah check out saya pun langsung ke Hiroshima Station & kembali reservasi Shinkansen ke Osaka. Setelah saya sampai di Osaka, ternyata cuaca kurang mendukung. Langit sudah mendung & mulai gerimis. Sayapun beli payung di 7-Eleven. Karena cuaca begini & saya sudah kesel sama koper yang sudah mulai rusak, saya pun menaruh koper saya di locker di Osaka Station. Jadi dari  Shin-Osaka Station saya transfer ke Osaka Station & saya langsung ke locker sebelum melanjutkan perjalanan. Saya sudah prepare cuma bawaa ransel yang isinya baju ganti & perlengkapan mandi, payung, serta barang2  elektronik (kamera, hp, tablet). Jadi pas waktu check in di hotel nanti saya gak perlu ambil koper di locker, ambilnya besok pas mau ke Kyoto, jadi gak repot bawa2 koper & cari2 hotel ditambah hujan2an. Memang nambah biaya sih, sekitar 700 Yen/hari, setelah jam 2 pagi sudah terhitung 2 hari, jadi mau gak mau saya bayar 2 hari. 

Saya sempat bingung mau kemana dulu, akhirnya saya putuskan mau ke Osaka Castle. Sayapun beli kartu ICOCA. Gak ngerti gimana belinya, akhirnya minta tolong petugasnya. Setelah sampai di Stasiun (lupa namanya)  GPS sudah menunjukkan letak Osaka Castle yang cuma berjarak 5 menit dari stasiun. Ternyata saya salah input alamat :( Osaka Castle-nya ternyata nama hotel bukan nama tempat wisatanya, hiks.. Akhirnya saya dapat alamatnya & ternyata cukup jauh juga, sekitar 15 menit jalan kaki ditambah hujan gerimis. Pas saya sudah lihat temboknya, WOW! Akhirnya sudah dekat, tapi ternyata masih jauh di dalam. 

Singkat cerita, saya pun tiba di depan Osaka Castle & saya terpana melihatnya. Ramai, banyak pengunjung, banyak yang jual makanan juga. Rasa capek pun hilang jadinya. Saya lalu beli tiket & masuk ke dalam, di mulai dari lantai paling atas (pakai lift). Di sini juga ada untuk mencoba baju samurai & kimono/yukata, tapi harus bayar 300 Yen, ya sayapun coba juga walau di Hiroshima Castle sudah coba (karena lebih keren & lengkap di sini) :P 

Lalu setelah keluar dari castle, saya membeli beberapa oleh2 & mencoba makanan yang ada di sana. Setelah itu kira2 jam 1:30 kembali ke stasiun & pergi ke Tempozan Market Place. 
Tempozan Market Place ini semacam tempat belanja & ada beberapa permainan seperti ferris wheel & juga ada aquarium. Saya berada di situ kira2 cuma 1 jam saja. Saya sudah lapar & gak terlalu tertarik sama makanan yang ada di sana. Sambil duduk saya browsing internet untuk cari tempat makan yang lumayan terkenal atau khas Osaka hehehe...

12067110_10153325330573842_1458382804_n.
Lalu akhirnya saya putuskan saya pergi ke Universal Studio! :D Memang ada rencana mau ke sana juga, tapi ragu2 karena saya gak akan beli tiket. Tapi karena katanya ada Takoyaki Museum jadi saya berminat ke sana. Jarak dari Tempozan itu sekitar 30 menit dengan kereta & cuaca masih gerimis & semakin deras :(
Sayapun tiba di USJ. Saya melihat ada restaurant sushi (mungkin ini yang saya baca dari FR forum ini) yang ada conveyor belt & murah meriah. Tidak diragukan lagi, memang super murah! 1 piring di mulai dari 100 Yen & paling mahal sekitar 300an saja. Sushinya juga enak, fresh! :makan


Setelah makan sushi saya pun menelusuri City Walk & berfoto2 di sana (fotonya hujan2an pakai payung). :foto2Sebelum kembali ke stasiun saya mampir dulu membeli bakpao yang 'katanya' terkenal di Osaka. Setelah itu saya ke Takoyaki Museum yang sebenarnya adalah tujuan utama saya ke sini. Saya pikir ini seperti museum, ternyata cuma semacam food court yang menjual takoyaki. Semua serba takoyaki, dari yang original sampai bermacam2 rasa/saus. Sebenarnya saya sudah kenyang, tapi karena sudah berada di sini ya saya makan lagi, mencicipi takoyaki. Saya beli di tempat yang paling banyak antriannya. Yang membuat saya kaget adalah cara memesannya itu di mesin. Jadi kita masukkan uang lalu kita pilih mau yang mana. Setelah kita pilih nanti receiptnya keluar & saat sudah berada di depan (orang yang buat takoyaki) kita kasih receipt itu  & mereka langsung membuat sesuai yang kita order di mesin tadi. Saya pilih paket 12 takoyaki (sok2an beli banyak padahal gak habis) plus soup & minuman. Takoyakinya ada 3 macam, ada yang gak pakai saus, saus special & mayonaise. Untuk rasa ya lumayanlah, yang original itu unik juga rasanya hehehe.

12086879_10153322207028842_1313351477_n.12083676_10153325288563842_1654185479_n.


Setelah minta box untuk di bawa pulang saya pun kembali ke stasiun & langsung pergi ke hotel untuk check in. Hotel kali ini adalah Capsule Hotel di daerah Namba. Uniknya hotel ini kita harus check in setelah jam 5 sore karena sebelum itu mereka tutup. Kalau kita nginap lebih dari 1 malam, maka kita harus check out dulu paginya (sebelum jam 10) lalu jam 5 check in lagi. Terus barang2 kita gimana? Ya itu dia, harus dibawa keluar!!! 


Saya tiba di hotel sekitar jam 7 malam. Lobby hotel sudah penuh dengan koper2 besar. Capsule hotel ini bisa untuk pria & wanita. Yang pria berada di lantai berapa & wanita di lantai lain & mereka gak boleh pergi ke lantai itu! Dilarang makan/minum di dalam kamar (di lantai tempat kita tidur, lantai kamar mandi). Kalau mau makan/minum harus di lobby, ada beberapa bangku & meja yang disediakan & ada vending machine untuk beli minuman. Sepatu harus ditaro di dalam loker di lantai bawah (di lobby). Mereka kasih 2 kunci, 1 kunci loker sepatu & 1 kunci loker buat barang2 karena sebenarnya gak boleh bawa tas ke dalam kamar (tapi ada juga yang bawa & taro di depan kamar). Setelah melihat kamar saya yang begitu mungil ini & taro barang2 di loker saya melanjutkan perjalanan hehehe... 

12081449_10153325288558842_492369100_n.t
Hotel ini gak jauh dari Glicoman Bridge. Kira2 5 menit jalan kaki. Kondisi cuaca juga masih hujan walau gak begitu deras. Saya pun memakai jas hujan yang sempat saya beli di 7-eleven karena malas bawa payung. Dan inti dari perjalanan di Namba ini adalah belanja! Beli oleh2 yang 'katanya' khas Osaka. Saya pun membeli beberapa macam snacks (teryata enak2!).
Ternyata setelah berbelanja, saya lapar. Saya pun kembali bertanya pada Mbah Google, restaurant mana yang enak & terkenal & khas di daerah sini. Lalu setelah memilih-milih, saya pun mencoba Kushikatsu! Yaitu berupa gorengan yang ditusuk seperti sate & dicelup ke dalam saus. Yang menjadi ciri khas dari kushikatsu ini adalah cara makan & peraturannya. Dalam 1 meja panjang (seperti meja bar) hanya ada beberapa mangkok saus celup. Nah, gak perduli berapa orang yang makan & kenal atau gak, kita harus sharing saat mau mencelupkan si kushikatsu tersebut. Hiiiy, gimana kalau sudah digigit?? Bekas orang lain kan :( 
Maka dari itu, ada peraturannya disini (di tulis di menu) setiap kushikatsu yang akan dicelup ke dalam saus, tidak boleh digigit/di makan dulu. Jadi kalau habis dicelup terus kita gigit/makan gak boleh di celup lagi. Kalau masih mau sausnya, sausnya di ambil & taro di piring kita (keliatan gampang kan) tapi gak pakai sendok. Saat memesan kushikatsu, kita juga dikasih sayur kol yang dipotong lebar2 dengan tujuan supaya bisa menyendok si saus tersebut. Aneh tapi nyata, begitulah peraturan disini, tapi untuk makan disini saja antrinya puaanjaaaaaang bgt, untung saya sendiri jadi langsung hehehe...
Setelah kenyang & membawa beberapa kanton belanjaan saya pun kembali ke hotel, itu juga sudah hampir jam 10 malam.

12077384_10153322205518842_289440839_n.t12071716_10153322205323842_1072552255_n.

 

Rabu, 9 September 2015


Saya kembali lagi bangun pagi  sekitar jam 6, lalu mulai siap2 beresin tas & mengatur barang karena sudah penuh dengan snakcs :D 
Lalu sekitar jam 7:30 pagi saya check out & menuju ke Shitennoji. Sebenarnya ada tempat yang pengen bgt saya kunjungin, yaitu Open Air Museum, itu semacam museum traditional farm-nya Jepang. Tapi karena jarak dari stasiun ke museum itu harus jalan kaki lagi sekitar 15 menit (pp jadi 30 menit) & cuaca juga masih hujan, jadinya batal hiks...  :( 
Ternyata di Shitennoji itu kurang menarik, sepi pula, cuma ada beberapa orang yang sepertinya sebelum mereka berangkat kerja mereka berdoa dulu di situ. Salut juga sih, masih ada beberapa orang yang seperti itu padahal hujan juga tapi masih menyempatkan diri untuk datang & berdoa. 
Setelah dari Shitennoji saya pun kembali ke Osaka Station untuk ambil koper di lokcer. Untuk membuka locker tersebut (karena saya sudah terhitung 2 hari & kemarin baru bayar 1 hari) saya harus masukkan lagi 700 Yen lalu kuncinya baru bisa terbuka. Lalu saya langsung beresin ransel & pindahin snacks2 ke dalam koper jadi lebih ringan ranselnya. 
Singkat bgt rasanya, kurang bgt waktunya tapi saya sudah harus ke Kyoto (sesuai itinerary yang saya buat). Masih ada beberapa tempat yang belum saya explore di Osaka. Tapi ya sudahlah, setidaknya saya sudah cukup puas & senang selama berada di Osaka. 

12080849_10153322205028842_778360352_n.t12084219_10153325288568842_1468818255_n.

Saya tiba di Kyoto kira2 jam 11:30. Seperti di Osaka Station, saya pun langsung mencari locker lagi untuk taro koper :D (pisahin baju ganti lagi, bawa ransel, bawa payung, dll). Memang sebenarnya boros juga kalau setiap pindah kota harus sewa locker lagi, tapi kali ini keputusan ini adalah keputusan yang benar2 baik karena sesuatu yang gak terduga terjadi (nanti saya cerita di bawah). 

Cuaca lumayan bagus, ada matahari walau sudah mulai gerimis2 kecil. Tapi saya langsung berlanjut ke Bamboo Grove. Saya sudah terbayang2 mau naik scenic train tapi pas sampai di Saga-Arashiyama Station ternyata Saga Torokko Station itu tutup sepertinya setiap hari Rabu memang tutup, hiks...:terharu
Jadi saya berjalan kaki menuju Bamboo Groves, karena banyak turis yang ke sana juga saya ikutin mereka dari belakang hehehe... Ternyata gak begitu jauh, 5-7 menit saja sudah bisa melihat bambu2 tersebut. Saya pun menelusuri jalan yang kecil itu. Di sana ada beberapa kuil tapi saya gak mampir ke semua kuil itu karena harus bayar lagi & saya masih harus ke tempat lain setelah ini, jadi saya cuma mampir Nonomi Ya (kalau gak salah). Setelah itu saya kembali ke Saga-Arashiyama. Saya sempat salah jalan, di panah jalan ada stasiun juga gak jauh dari Nonomi Ya, saya lewat situ ternyata itu stasiun untuk scenic train, ya tutup kan. Saya pikir bisa balik ke Saga-Arashiyama dari situ, ternyata gak bisa jadi saya balik lagi ke jalan yang tadi (karena takut nyasar & udah capek, panas juga ternyata). Sebelum ke Saga-Arashiyama saya mampir dulu ke cafe, minum green tea latte &  ber-AC ria hehehe...:tersipu 
Saya pun lanjut ke Fushimi Inari. Salah satu hal yang saya suka di Fushimi Inari adalah, cari tempatna gampang! Keluar dari stasiun sudah kelihatan jadi gak usah using2 cari jalan. Karena saya belum makan dari pagi, saya duduk dulu di pinggiran & makan bakpao yang saya beli dari Osaka. Bakpaonya sudah dingin tapi untung masih enak, saya beli 2 tapi saya makan 1 saja & setelah itu langsung menuju torii2 yang sudah menanti saya :P 

12071312_10153325314383842_1833228733_n.12067837_10153325314373842_1173290673_n.
Cukup rame, tapi semakin ke dalam, semakin jauh, ya agak sepi juga. Tadinya saya mau muterin semua yang ada di peta, tapi gak jadi karena takut kejauhan. Saya berada di sini hampir 2 jam, karena sekalian bersantai & menunggu check in hotel jam 3. Lalu sekitar jam 4 saya pun menuju hotel. Hotel kali ini berada di dekat Gion, sengaja saya mencari daerah sini, jadi kalau malam tinggal jalan kaki ke Gion & hotel ini adalah ryokan. Saya sempat keputar2 cari ryokannya, ya entah saya gak bisa baca GPS nya atau memang GPS nya yang error, depan jadi belakang, kiri jadi kanan. Kira2 30 menit lah saya keputar2, saya sampai di ryokan jam 5. Di sinilah terjadi hal yang tidak terduga...:geram


Check in jam 3, saya datang jam 5, & alamat yang benar. Saya mencoba membuka pintu masuk, tapi gak kebuka juga. Saya coba pintu yang satunya gak kebuka juga. Saya ketok2, saya teriak2 "Sumimasen!!!" gak ada jawaban. Saya bingung, ini ryokan gimana sih, orangnya kemana, lagi keluar atau memang sudah gak menyewakan kamar lagi??! Ada tulisan dalam bahasa Inggirs, tapi itu adalah cara kita membuka pintu (harus digeser) saya sudah coba geser tapi memang di kunci. Saya bingung, saya cuma bisa email CS  booking.com karena saya booking dari situ. Di depan ryokan ada sebuah bar kecil seperti rumah biasa, saya pun masuk & bertanya tentang ryokan itu. Berhubung bahasa Jepang saya terbatas & pemilik bar itu juga gak bisa bahasa Inggris jadi yaaa, nyambung gak nyambung. :tercengang
Maksud ibu pemilik bar adalah kenapa saya gak coba telp, nah maksud saya HP saya ini gak bisa buat telp. Ibu itu pun mencoba telp seseorang (yang saya pikir bisa bahasa Inggris & bakal ngomong sama saya) ternyata bukan! Ibu itu cuma tanya apakah saya sudah reservasi, gubrak! Saya bilang sudah, lalu kita ke ryokan itu & mencoba ketok2 & membuka pintu tapi  masih gak ada jawaban. Setelah it kembali lagi ke bar, saya menunggu kira2 1 jam, tapi masih juga gak ada yang bukain. Mungkin ibu itu kasihan sama saya, saya dikasih minum & snacks secara gratis!! 
Lalu saya pun langsung berpikir cari cara gimana ini, saya pun kembali bertanya pada Mbah Google. Banyak hotel di sana, tapi saya gak tau harganya, takut beda sama yang ada di internet. Akhirnya saya lihat ada Capsule Hotel lagi yang gak jauh dari situ & harga murah & only 1 left! Saya pun pamit & berterima kasih kepada ibu itu hiks... jadi terharu saya :terpesona
Untunglah saya gak bawa koper, saya gak bisa bayangin saya udah capek2 bawa koper & keputar2 & endingnya gak dibukain pintu, sedih banget. Saya cuma bilang di email saya mau refund saja, karena saya sudah ke sana tapi tutup & sampai beberapa hari belum ada jawaban juga (tapi endingnya memang balik uangnya). 
Sayapun tiba di Capsule Hotel. Saya kaget, karena saya gak reservasi jadi harganya 2x lipat!! Saya bilang, tadi saya lihat harganya cuma segini.., terus mereka bilang saya reservasi online dulu sekarang & kalau sudah ada confirm ke email baru saya check in. Kira2 10 menit setelah reservasi online saya pun sudah bisa check in, huuff, lega rasanya, gak di PHP-in lagi sama hotel hehehe... Sayang bgt saya sudah buang2 waktu 1 jam lebih. 

12067866_10153322204518842_179334268_n.t
Lalu sekitar jam 6:30 saya menuju ke Kyoto International Manga Museum. Tapi sesampainya saya di sana ternyata sudah tutup, gagal lagi gagal lagi... Saya langsung mampir ke cafe & minum Milk Tea lalu langsung menuju ke Gion dengan berjalan kaki selama 30 menit lebih (karena mampir2 dulu beli oleh2 lagi & beli Bubble Tea lagi). 
Saya menelurusi sepanjang jalan di Gion Disctric, cukup rame, ya sebenarnya cuma begitu2 saja sih, gak lihat Geisha nya juga, ke kuilnya juga sudah gelap. Saya pun kembali ke hotel & kali ini agak nyasar juga karena bingung sendiri sama GPS, batre HP juga sudah mau habis, Power Bank juga sudah mati, jadi saya berharap bisa sampai hotel sebelum benar2 mati HP nya, sudah mau nyerah mau naik taksi saja tapi akhirnya sampai juga.

12071356_10153325314388842_1240177859_n.12077078_10153325314378842_1036193597_n.

 

Kamis, 10 September 2015


Seperti Capsule Hotel yang sebelumnya, gak boleh makan & minum di lantai kamar kita, & harus check out sebelum jam 10, saya pun makan sisa bakpao di lobby. Kali ini saya turun ke lobby lebih pagi, sekitar 5:30 karena saya mau ke Kiyomizudera & kalau bisa ke Kinkakuji, Ginkakuji, Imperial Palace juga (tapi kenyataannya gak jadi). 
Jam 6 saya mulai menunggu bus di halte. Kalau jalan kaki itu 20-30 menit, naik bus ya lebih cepat, tapi untuk sampai di kuilnya tetap harus jalan kaki juga. Jadi saya beli tiket bus untuk 1 hari seharga 500 Yen, saya turun di halte dekat Kiyomizudera. Masih pagi, saya sudah capek, karena jalanannya menanjak semua. Tapi daripada gak kemana2 gak ada yang jadi & ini sudah di depan mata, saya pantang menyerang, saya jalan terus. 
Setibanya di depan gerbang, sudah ada larangan dilarang makan, minum & merokok. Saya bawa air minum & ditegur oleh petugas, boleh bawa tapi jangan minum di dalam katanya. Sepi bgt di sana, tempatnya luas & memang belum jam buka sepertinya. Saya mulai mutar2 keliling tempat itu, sempat agak bingung koq beda sama yang di foto yang saya lihat di internet, koq cuma begini saja. Saya lihat sepertinya sedang ada perbaikan, saya pun memutar balik & pergi menuju tangga naik ke Love Stone. Ya, di sini ada batu cinta, konon katanya kalau kita bisa berjalan dari batu A ke batu B dengan mata tertutup & jalan lurus intinya kisah cinta kita bagus, lancar & akan dikabulkan (kalau gak salah begitu) saya coba jalan eh untung saya langsung buka mata, ternyata di depan saya sudah tangga yang tadi saya lewati, untung gak jatuh :D Itu artinya apa ya, apa kisah cinta saya gak bagus ya hehehe :P (artinya saya selamat gak jatuh dari tangga).

12083654_10153322204328842_156449777_n.t
Lalu saya pun kembali ke tempat yang sepertinya sedang diperbaiki tadi, untung seribu untung, ternyata kalau saya jalan terus ke sebelah kiri, itu ternyata pintu masuk ke Main Hall nya & memang harus beli tiket. Saya pun beli tiket & ada beberapa orang juga yang baru datang & membeli. Setelah saya melewati Main Hall, saya bisa melihat pemandangan kota Kyoto, bagus bgt!! Saya lanjut berjalan mengikuti arah panah, dan ternyata... inilah yang saya cari... 

12064431_10153322204093842_714255196_n.t
Bagus bagus baguussss bgt! :rateGak nyesal saya capek2 jalan ke sini. Ini yang paling berksesan selama di Kyoto. Karena sudah dapat yang bagus sepert ini, saya gak jadi ke Kinkakuji, Ginkakuji dll, saya menikmati tempat ini dulu. Saya turun ke bawah & melihat Main Hall nya dari bawah, benar2 beda bgt sama kuil2 yang saya kunjungin sebelumnya. 
Setelah puas berada di sana, sekitar jam 8 saya kembali ke hotel untuk beresin barang & check out karena waktu sudah mepet. Saya ingin ke Kyoto Station sepagi mungkin untuk mengejar kereta ke Gotemba. 


Singkat cerita saya sampai di Kyoto Station jam 9:30 pagi, saya mencari money changer dulu & membeli oleh2 lagi. Setelah itu saya reservasi kursi untuk ke Gotemba, saya ambil yang jam 11, jadi saya ada waktu untuk beresin koper lagi. Karena sepertinya ini bakalan ribet, perjalanan menuju Gotemba itu hampir sekitar 3 jam karena saya harus transfer di Atami & Numazu. 
Saya tiba di Gotemba Station sekitar jam 2, seperti biasa, cari locker lagi, tapi kali ini bukan ide yang bagus karena ternyata hotelnya dekat bgt, tinggal jalan lurus saja tapi ya sudah terlanjur & lockernya juga lebih murah, cuma 600 Yen. Setelah itu saya pun berjalan ke hotel, check in di mulai dari jam 3 tapi saya sampai lebih awal & untungnya dibolehkan untuk langsung check in & masuk ke kamar. 


Menurut saya, saya buang2 waktu selama di Gotemba. Karena saya melakukan kesalahan, yaitu, saya gak membaca dengan benar tentang Fuji-Hakone Pass. Saya pikir orang2 di sana pada tahu, ternyata gak. Mereka malah tanya saya mau kemana, Hakone & Fuji itu beda arah. Di itinerary yang saya susun, sebenarnya hari ini itu ke Hakone & besok ke Fuji/Kawaguciko. Tapi karena sempat hujan juga & gak ada Ticket Pass rencana itu batal.
Akhirnya saya cuma ke Gotemba Outlet untuk beli koper & makan karena saya sudah pusing & capek. Saya pun mulai bertanya2 lagi di Forum ini & akhirnya saya tahu bahwa beli Pass nya itu dari Shinjuku (kalau gak salah). 

12092600_10153322203728842_2015556546_n.

Saya sempat bertanya di bagian informasi Outlet, kalau saya mau ke Hakone/Fuji itu gimana & naik apa. Mereka bilang Naik bus, tapi karena saya gak ada Ticket Pass, jadi saya harus bayar kalau turun naik bus. Lebih mahal juga apalagi kalau mau naik cruise di Lake Ashi & Ropeway di Owakudani (tapi lagi ditutup juga karena vulkanik sedang tinggi & jadi bahan pertimbangan saya gak jadi ke Hakone). Kalau bus ke Kawaguchiko itu juga ada, tapi karena sudah sore, untuk bus kembali ke Gotemba itu yang paling terakhir sekitar jam 8 & saat it sudah sekitar jam 4, perjalanan saja sudah 1 jam. Daripada buang2 uang & buang2 waktu jauh2 juga & cuma sebentar ya gak jadi saya. Setelah dari Outlet balik ke hotel & menyusun rencana buat besok. Saya sudah tepar di hotel, sekitar jam 9 saya pun langsung tidur karena besok benar2 harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Sekian FR Part 2 saya, maaf lebih panjang dari yang Part 1, tapi begitulah yang saya alami & saya rasakan :) Thanks sudah membaca FR ini! Bersambung ke Part 3 :D:melambai

 

 


 

 

12077139_10153323762678842_1859511193_n.jpg

Edited by Reiko Shiwatari
update, add link

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Reiko Shiwatari

wah seru juga perjalanan osaka dan kyoto terasa ngebut dengan waktu yang mepet ya heheheh

saya juga ada rencana ke USJ mau cobain Harry Potter tiket masuk nya berapa ya ?

oh iya soal Hakone-Fuji Pass itu waktu itu pernah di bahas kan ya mungkin kamu kurang baca ya, karena memang beda dan ada 2 jenis tiket untuk Hakone dan Fuji, tapi ya keliling Hakone gak ?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Yup! Masih Hari Rabu disini 

betul bgt itu!! Pertama x juga & sendiri, unforgettable deh pokoknya 

tapi blum puas bgt. Enak ya Mas @deffa mau ke Jepang lg. dari sini jauh sih:(  

klo kesana lagi saya mau ke Tokyo yg agak lama karena mmg belum puas. Seminggu di Tokyo mungkin baru puas. Terus harus belajar bahasanya lagi biar lebih nyambung :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa 

lumayan tuh 5 hari Udah bisa keliling2 :D 

kemarin ini di Tokyo Cuma 3 hari jadi kurang

iya yg penting dibawa enjoy aja sih. Saya sebenarnya pengen coba karaoke di Tokyo tapi berhubung gak bisa baca kanji jadi gak jadi makanya jd pengen belajar bahasanya lagi paling gak dikit2 bisa baca :D 

pengen bgt karaoke lagu2 anime hehehe itu belum kesampaian kemarin 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Iya kalau cuaca juga gak dukung repot memang mas @deffa 

untung yg gempa kemarin ini gak apa2 tenyata lumayan besar jg skalanya 

waktu ke Akihabara kemarin gak masuk ke AKB48 cafe soalnya kirain cuma seputar idol2nya gitu, gak terlalu ngefans saya 

waktu di Maid Cafe juga biasa aja :( begitu2 doang & mahal juga 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Reiko Shiwatari

thanks for tagging tapi usulan saja sebaiknya part 1,2,3 dilanjut di satu thread jadi next gampang untuk baca dari pertama dan ga berceceran :D

btw, kenapa bisa ada kejadian sudah pesen ryokan dan ngga ada orang ya ? apa waktu itu pesen langsung ke web atau lewat booking.com atau agoda ? hm biasanya Japanese cukup detail soal gini2an, aneh juga bisa kena apes sekali

 

anyway, great FR dan ditunggu yg ketiga ya

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Reiko Shiwatari

Ini bacanya aja udh keliatan banget capeknya.. hahaha..:D

Tapi tetep gak bikin kapok ya ke Jepang malah ngangenin dan susah move on.

btw.. gimana caranya sih nge post foto hasil collage tapi hasil upload nya besar besar gt? saya kok kalo upload hasilnya sll kecil

Share this post


Link to post
Share on other sites

mohon maaf, sorry, gomenasai...

saya baru buka account jalan2.com hari ini T___T

maaf ada keterlambatan dalam membalas semua comment & FR Part3. 

 

@Nightrain bikin 1 thread itu gimana ya? iya ini berceceran banget. 

booked melalui booking.com, udah beberapa x make sure jam check in bener ga, tapi memang gak dibukain pintu T___T 

 

@Gulali56, capek buanget! tapi gak bakalan kapok, pengen lagi sih iya hehe, jadi tau nanti apa yg harus lebih dipersiapkan lagi & harus lebih seru lagi :senyum

saya pake instamag buat gabungin foto2nya.

 

@Herlina.Kesuma 

@kyosash  @deffa 

ke USJ nya gak main, udah sore juga & hujan ditambah gak bakal cukup waktunya, jadi cuma mampir buat makan sushi & ke Takoyaki Museum doang :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Cayadi Budidarma
      LANJUTAN DARI PART 1 
       
      TATEYAMA KUROBE ALPINE ROUTE
      MIDAGAHARA


       
      Setelah puas main 1 jam di MIDAGAHARA kami berangkat menuju MURODO dengan HIGHLAND BUS lagi .
      Masih belum memperlihatkan keindahan sesungguhnya , selama perjalanan menuju MURODO makin membuat mata kami benar2 damai dengan pemandangan di dalam bus. SNOW WALL makin meninggi...salju makin banyak sekali, tak terasa kami sampai di MURODO station dan kami diperbolehkan turun di station nya. Beberapa saat kami mau tiba, sudah tampak sedikit orang ( hehheeh sombong sekali ya pamer keadaan sepi di sana  ) lagi berfoto-foto dan berjalan sepanjang SNOW WALL . Ingin rasanya ikut bersama-sama mereka. Namun bus turun pada tempat yang disediakan . Tidak bisa seperti di sini ..tinggal stoopp BANG !!! Turun di pinggir / tengah jalan hahaha.... Masuk ke station tak sabar langsung mencari arah menuju SNOW WALK ....dan bergegaslah kami menuju SNOW WALK untuk melihat SNOW WALL yang menurut mereka hanya satu-satunya di dunia ???  Entah ...

       
       
       
      Namun FYI , snow wall ini hanya ada kira-kira bulan FEBUARI sd akhir JUNI , coba kalian cek di website lebih lanjut . SEBELUM FEB mungkin jalur SNOW WALK ini tidak dibuka karena terlalu extrem cuacanya dan badai salju . Jika kita perginya akhir JUni , SNOW WALL ini sudah mencair dan kita hanya bisa melihat pemandangan hijau-hijau saja. Jadi harus benar-benar di cek SNOW WALL kapan dibuka sebelum mengatur perjalanan ke sini. Karena menurut saya SNOW WALL inilah yang paling AMAZING dalam trip ini.
      KUROBE ALPINE route mungkin buka dari awal tahun sampai akhir NOVEMBER , namun  SNOW WALL ini hanya beberapa bulan saja adanya. So jangan salah waktu pergi ke sini.
      Di sini juga ada dibuat tempat seluncuran es..dimana anak-anak saya sangat gembira memakai papan luncur yang tidak banyak disediakan , namun sekali lagi karena pengunjung saat itu sedikit kami sangat puas memakai dan bermain seluncur es ini. Bahkan saya juga sangat-sangat tergoda untuk bermain 3x seluncur di sini.
      Lama kami bermain disini , dan juga lunch sekalian di MURODO ini. Tidak banyak makanan di MURODO station , hanya makanan yang berat yaitu RAMEN yang dibeli vouchernya melalui vending machine seperti banyak beredar di JAPAN. Namun kehangatan kuah RAMEN dapat membuat kami nyaman dan bermain keluar snow wall dan bermain seluncuran lagi  
      Oh ya...jangan lupa cobain bakpao yang dijual di dalam MURODO station...enak banget !!!
      Setelah puas bermain seluncuran , dan anak-anak saya sampai sepatu basah...( so jangan lupa bawa kaos kaki dan baju cadangan kalo mau main seluncuran ) ..KAMI LUPA BAWA !!! HAIIZZZ, so dalam perjalanan setelahnya di DAIKANBO kami jemur KAOS KAKI DAN SEPATU !!! 

       
       
      MENUJU DAIKANBO dengan tunnel bus menembus gunung selama 10 menit juga cukup membuat kita merasa wah...Konon seluruh track transportasi di sini merupakan projek tersulit yang JAPAN pernah buat . Mereka sebenarnya buat semua jalur transportasi ini untuk mengangkut pekerja dan material untuk membangun KUROBE DAM di next station sesudah KUROBEDAIRA ini. Setelah DAM jadi , mereka memanfaatkan jalur ini untuk pariwisata ...CLEVER ! 
       
      ***** BARU SADAR , kayanya foto-foto yang posisi berdiri tidak bisa diupload ya , ADMIN ??....;) 

       

       


       

       
      MURODO _ DAIKANBO ( TUNNEL BUS ) 
       
      Masuk tunnel pakai bus cuma 10 menit, sampai di DAIKANBO station, lalu kami ke,luar sebentar ke taman kecil yang view nya juga indah , sambil anak-anak bersantai jemur kaos kaki dan sepatu yang basah karena main seluncuran es. Enak juga nongkrong di taman tersebut sambil ngopi KAPAL API ...halah....
      Namun sinar matahari cukup terik walaupun udara dingin, yang membuat kulit kami terbakar ...( so jangan lupa bawa sun block )...dan kami tak bawa !!! HAIZZ
       



      Sesudah kaos kaki cukup kering :) kami lanjut naik ropeway turun ke kurobedaira - lanjut dengan kurobe cable car ke KUROBEKO. Waktu kira-kira sudah jam 14 an saat itu . Saya tidak perhatikan persis.
       

       
       
      Tiba di KUROBEKO, dalam hati saya sudah selesai lah journey ini...namun ternyata setelah keluar terowongan...OALAAAA...view dari KUROBEKO jalan kaki sampai KUROBE DAM tak kalah membuat saya bersemangat kembali .....AMAZING melihat DAM besar ini ....sebelahnya air yang begitu banyak dan luas, namun sebelahnya terlihat sungai kering . Menurut info di web, akhir tahun sekitar Oktober / November saat tertentu kita bisa menyaksikan atraksi bendungan ini dibuka dan melihat air super dahsyat dialirkan ke bagian sebelah nya .
      Disediakan beberapa tempat untuk observasi , bisa juga kita naik tangga untuk mendaki ke puncak bendungan ini . Biasa nya mereka observasi aliran air bendungan waktu dibuka dari tempat ini.
      Jadi kalau kita ke kurobe alpine route ini hanya 1x, kita tidak bisa melihat semua atraksi yang disediakan. Kita harus memilih mau liat snow wall atau lihat air bendungan saat dibuka. Atau pergi 2x....hahhaha. Hajar !!!
      Di sini sebelum masuk terowongan untuk kembali dari Kurobedam ke Ogizawa ada tempat2 duduk menghadap view danau nya...Indah sekali , namun saat itu masih kadang terik kadang adem...saya memutuskan untuk duduk-duduk sambil makan ice cream matcha yang lezat , dan nongkrong-nongkrong saja di kurobe dam ini . Sangat nyaman dan pengalaman yang tidak pernah saya alami sebelumnya ..nongkrong dengan view sebagus ini. Inilah enaknya back packer ( tidak ikut travel , yang dikejar-kejar waktu ..hehhehe..)

      Saking enaknya nongkrong , tak terasa hari sudah sore ...saya putuskan semua ada akhirnya , dan relakan pemandangan ini . 
       


      Kami menuju terowongan yang sangat dingin dan angin kencang selama terowongan menuju transportasi Kanden Tunnel Bus menuju OGIZAWA...BRRRRRRR...dingin loh daripada di luar nya.
      Sekitar 15 menit kami sampai di OGIZAWA ...lalu mencoba mencari loket bus menuju NAGANO.
      And....di sinilah ketegangan terjadi !!! Waktu di kurobe Dam saya masih melihat banyak turis berkeliaran , jadi saya merasa aman .....Nah waktu sampai di OGIZAWA loket bus ...nah loh...kok gerombolan pada ngumpul menuju parkiran bus ya .... WALAH mereka ternyata semua rombongan travel yang sudah ada bus tersedia !! Buru-buru saya menuju loket bus , dimana sang nenek juga tidak bisa bahasa Inggris begitu juga dengan sang sopir....DEJAVU !! Saya merasa hal ini pernah terjadi di kehidupan saya sebelumnya ....serius.
      Saya coba tanya dengan sopir ....NAGANO ???? Dia jawab geleng-geleng NO !! Shinano Omachi ..
      Waktu sudah menunjukan jam 1700 . Saya lihat map ..benar kok Shinano Imachi , tapi saya juga sadar mungkin tujuan akhir nya hanya SHINANO OMACHI , bukan ke NAGANO.
      Sang nenek penjaga loket juga berusaha menjelaskan lewat gambar schedule di papan...sambil menunjuk tulisan NAGANO jam 1805 kalau tidak salah. 
      Ok, saya langsung beli tiket last bus jam 1805 menuju NAGANO di tangan dengan OPTION TICKET , jadi free.
      Sambil menunggu ada 1 tempat duduk yang juga nyaman ..jadi saya beli kopi dari vending machine di sana untuk menurunkan tensi stress saya ....
      Bayangkan cuma ada 2 orang wanita dan 1 orang pria dan tak lama ada keluarga Indonesia juga kira-kira 6 orang yang juga kebingungan ...dan saya langsung menenangkan mereka masih ada bus terakhir ke NAGANO hahhaha , kami semua menunggu bus yang sama ke NAGANO, matahari sudah semakin hilang sinarnya. Sang penjaga loket sudah tutup jendela dan pintu dan ikut bus terakhir ke SHINANO OMACHI jam 1740 an . Tinggal kami sekeluarga dan 9 orang lainnya. Akhirnya datanglah bus terakhir ...dan saya tanyakan NAGANO ?? Yes..kata sopirnya ..langsung tanpa banyak cincong lagi kami naik ....FIUHHHHH..selamat !! 
      Bus ke NAGANO memakan waktu 1 jam 40 menit an , jadi reservasi tiket shinkansen kami dari NAGANO menuju TOYAMA sudah hangus ! Karena kami book nya jam 18 an . 
      Dalam hati saya untung pakai JR pass...kalau tidak hilang deh YEN dengan percuma . Dalam perjalanan menuju NAGANO, bus juga berhenti2 termasuk di Shinano Omachi . Dari sini lanjut duur langsung menujuu NAGANO . Waktu semakin malam  dan gelap , namun kami sempat melihat pemandangan2 juga pedesaan sepanjang perjalanan ke NAGANO station ini . Cukup puas dan menegangkan saat2 akhir. Bayangkan kalau saya nongkrong lebih lama lagi di Kurobe DAM , apakah saya bisa jadi nginep KEMPING di OGIZAWA daerah pegunungan ? Ataukah saya mengiba-ngiba pada rombongan travel untuk nebeng bus mereka ?? belum tentu mereka ke NAGANO ..hehheheheh.
      Untung Tuhan masih melindungi kami sekeluarga ...;) Tapi saya rasa kalau seandainya kita terlalu lama di Kurobe Dam , mungkin akan diiingatkan petugas di atas kali ya..... TAPI walau saya pergi lagi next trip ke sini , saya ga mau nekat lagi ....
      Bagi teman-teman saya anjurkan dari pagi berangkat ke tateyama kurobe alpine route ini, karena menurut saya 1 hari saja masih tidak cukup melihat pengalaman saya hampir ketinggalan bus terakhir menuju NAGANO. 
      Sesampainya di NAGANO station langsung saya menuju tiket office shinkansen untuk reservasi jadwal tercepat menuju TOYAMA, akhirnya dapat dan kami pulang ke TOYAMA dengan selamat. Thanks GOD
       
       


    • By Cayadi Budidarma
      Hi...ini sekilas perjalanan saya dan keluarga selama 13 hari di Jepang. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang akan berkunjung ke sana .
      Bagi saya ini perjalanan kedua ke Jepang sejak 2016 lalu. Semua perjalanan saya , saya beranikan diri untuk backpacker bersama keluarga dengan bantuan info-info dari googling dan terutama forum di jalan2.com ini. Jadi saya merasa ada kewajiban khusus untukk share pengalaman saya backpacker bersama keluarga di forum ini untuk membantu teman-teman lain juga untuk memberanikan diri melalukan perjalanan tanpa tour/travel ke Jepang. Semoga bermanfaat !
      Persiapan
      Tentunya hal pertama yang saya lakukan adalah hunting tiket pesawat . Setelah berminggu-minggu terus buka web airlines, dan pergi ke berbagai macam travel fair. Akhirnya saya membeli tiket pesawat di TRAVEL juga ...hahaha. Saat itu ada travel fair yang berlangsung di JCC , namun karena saya enggan untuk kesana antri dari subuh2 ( menurut cerita kebanyakan orang ) untuk dapat tiket promo , so saya mencoba telpon salah satu travel di Jakarta , dan ternyata jawabannya " Promo di sana berlaku juga kok di kantor kami Pak ! What....????!! kabar gembira pertama datang ! Namun saya masih ragu karena harga tiket masih diluar budget Hari itu juga setelah makan siang di kantor , masuklah sms dari salah satu CC mengenai promo cash back untuk travel fair JCC yang sedang berlangsung ......what ??? Ini pertanda nih dalam hati saya hahahaha...saya berpikir , "Ok..jika cash back ini berlaku juga di kantor travel tsb , akan saya selon aja beli . Lalu saya langsung telpon lagi ke travel tsb , dan ternyata jawabannya " Ya Pak..berlaku juga kok promo CC itu ...".....Kabar gembira kedua Tanpa pikir panjang langsung saya book , dan sore itu juga saya tebus tiketnya ke kantor travel tsb yang tak jauh dari kantor saya. Akhirnya saya dapatkan tiket GARUDA INDONESIA , airlines kebanggaan Indonesia di tangan , dan dengan hati yang gembira saya kabarkan berita baik ini ke keluarga saya ..HEHEHE. Dalam pikiran saya untung juga saya tidak pergi ke travel fair , sudah jauh tempatnya , antri dari subuh, dan juga bayar lagi masuknya , nah ini tanpa antri dan mudah bisa mendapatkan promo yang sama di kantor travel tersebut . Ini menjadi pengalaman bagi saya dan saya juga bagikan ke teman-teman untuk selalu mengecek promo yang berlaku di kantor travel yang berpartisipasi di fair tersebut . 
      BTW, tiket sudah saya dapatkan kira-kira 8 bulan sebelum hari H tanggal 4 Juni 2018. Dalam rentang waktu tersebut , saya mengurus VISA JAPAN , booking hotel-hotel di AGODA dan membaca-baca google serta forum ini untuk tempat wisata di sana yang bagus-bagus serta menyusun itinerary kami . Awalnya Alpine route tidak ada di itinerary kami. Cuma Tokyo - Osaka- Kyoto - Tokyo. Namun dengan semangat membaca pengalaman2 teman-teman dan hasil googling japan-guide , serta tripadvisor , selang beberapa bulan sebelum hari H , saya menemukan Tateyama Kurobe Alpine Route yang menurut saya sangat amazing ( hanya satu-satu nya snow wall di dunia ..katanya loh ; )
      Langsung saya obrak abrik itinerary kami , saya bertekad wajib untuk ke sana ! Dan mencari tahu bagaimana, berapa harga tiketnya dan sebagainya ), bahkan saya harus meng cancel beberapa malam hotel di agoda untuk mengganti hotel baru di TOYAMA demi ke Alpine route ini.
      Singkat kata jadi lah itinerary saya seperti di judul saya di atas . Sisa beberapa bulan saya terus menggali info dan menyusun rincian ititenary yang lebih akurat , serta membeli online berbagai macam tiket yang bias dibeli secara online seperti Universal Studios beserta Express Pass 7 nya , Tiket Disneyland , dan tentunya JR PASS 14 days. Untuk tiket Alpine route , saya email ke CS pengelola web Tateyama Kurobe Alpine Route dan mereka jawab tanggal itu tidak begitu ramai, dan saya tidak perlu booking , tinggal langsung saya beli di tiket-tiket counter yang sesuai web mereka. Lagipula tiket terusan (option ticket)  9000 YEN, dari TOYAMA - ALPINE ROUTE - TOYAMA , tidak ada bisa dibeli secara online.
      So , ya sudah....saya percaya dengan jawaban orang Jepang itu . Oh ya...perjalanan kali ini saya tidak sewa WIFI JEPANG , namun langsung beli paket roaming 1 BULAN 5GB , karena saya memakai TEL*****L.
      Internet wajib selama perjalanan di Jepang , karena kita butuh HYPERDIA dan GOODLE MAPS.
      Hari demi hari persiapan akhir , sampailah pada tanggal 4 JUNI .
       
      DAY 1 Penerbangan JAKARTA - HANEDA
      Tak banyak cerita menarik di sini , karena berangkat dari Jakarta jam 23:40 dan tiba di Haneda pagi sekitar jam 7.
      Hanya sebelum itu memang tersiar kabar santer bahwa pilot GARUDA akan melakukan demo mogok kerja . Haizzz ini yang bikin deg-deg an hari-hari sebelumnya. Yah..semoga mereka bisa menyelesaikan permasalahan mereka tanpa mogok kerja deh ya.. karena ini menyangkut nama baik perusahaan dan Negara kita juga . Kalau mereka mogok , maka mereka pilot sendiri yang rugi kan kalau semua sudah tidak percaya GARUDA INDONESIA lagi. Loh..jadi curcol
      Anyway , pelayanan GA sangat baik di pesawat , pesawat juga bagus , dan flight ON TIME Maju terus Garuda Indonesia !
       
      DAY 2 TOKYO
      Sesampainya di HANEDA AIRPORT , kami langsung menukarkan JR PASS kami di bandara ( Kantor JR EAST HANEDA ) , serta tak lupa membeli tiket OPTION ( terusan ) Tateyama Kurobe Alpine Route seharga Y9000 untuk dewasa , dana anak2  Y4500. Tak lupa juga untuk melengkapi perjalanan kami , saya juga membeli PASMO CARD untuk saya beserta istri serta kedua anak saya . PASMO CARD mungkin sudah banyak yang tahu , jadi saya tak uraikan lebih lanjut.
      Namun JR pass dan PASMO ini menurut saya sudah cukup untuk melakukan perjalanan seantero JAPAN , tidak usah membeli kartu2 pass yang lain yang banyak macamnya di berbagai kota di JAPAN.
      Dengan bermodal JR PASS, kami dapat naik TOKYO MONORAIL menuju HAMAMATSUCHO secara free, dan lanjut dari sana memakai JR line menuju AKIHABARA dan sambung lagi ke daerah KAMEIDO dimana hotel kami berada. ( MY STAYS KAMEIDO )
      Dari Kameido Station ke hotel tersebut sekitar 15 menit jalan kaki , agak jauh memang buat geret2 koper sambal pakai backpack 60 liter hahhaha...namun semua perjalanan dari Haneda menuju Kameido station free dicover JR PASS. Itu kelebihannya bagi yang bisa memanfaatkan jalur JR.
      Tentunya kami tidak bisa check in , karena jam check in jam 15, so kami titip semua bagasi kami ke front desk , dan langsung menuju ROPONGGI dan malamnya ke daerah GINZA.
      2 Tahun lalu kami sudah menjelajah hampir semua TOKYO district dan FUJI HAKONE , jadi kali ini Tokyo tidak banyak yang kami rencanakan untuk kunjungi .Hanya ROPONGGI dan GINZA ini yang kami belum pernah , jadi kami memutuskan ke sana.
      ROPONGGI HILLS tak banyak yang menarik sih menurut saya , hanya untuk shopping dan melihat LABA-LABA besar di Roponggi Hills dan stasiun TV ASAHI .
      Sesudah dari GINZA, kami juga sempat pergi dan masuk ke salah satu bagian taman dari Tokyo Imperial Palace untuk sekedar menikmati dan menghabiskan waktu sore, yang mana ternyata sangat luas dan melelahkan karena ternyata kami tidak bisa melihat Imperial Palace nya sama sekali dari taman tersebut , ( kemungkinan saya salah masuk bagian dari salah satu taman istana kali ya .....) 



       





      Lelah mengitari taman, kami pulang ke hotel .
       
      DAY 2  TOKYO - TOYAMA 
      Malam sebelumnya , saya sudah reservasi ticket shinkansen TOKYO - TOYAMA , tentunya memakai JR PASS, untuk kereta sekitar jam 9 an. Namun hari kedua ini berhubung masih semangat ternyata saya dan keluarga bangun pagi sekitar jam 6 . Karena memang sengaja tidak pesan breakfast di hotel , biar cepat dan langsung kami check out sekitar jam 7 an dan membeli sarapan di luar . Sesampainya di Tokyo station , berhubung jam keberangkatan masih lama , maka saya masuk lagi ke kantor ticket shinkansen dan memajukan jam keberangkatan kami , dan ternyata memang diperbolehkan . Jadi kami berangkat ke TOYAMA lebih pagi 1 jam an. 
      Untung bagi kami , karena bisa sampai TOYAMA lebih pagi, daripada menunggu di stasiun kereta TOKYO
      Sesampainya di TOYAMA , seperti biasa kami mencari lokasi hotel kami ( APA VILLA HOTEL TOYAMA ) melalui googlemaps, dan ternyata cuma perlu 5 menit jalan dari Toyama Station. Titip koper lagi di front desk , dan langsung mencari maps kota TOYAMA dan kami langsung jalan kaki untuk explore kota TOYAMA tersebut .
      Tempat yang kami kunjungi pertama adalah TOYAMA castle dimana kami bisa masuk melihat2 ke dalam castle dan naik ke puncak castle nya . Castle ini sudah dijadikan museum dan tentunya untuk masuk harus membeli tiket.  Cukup menarik di dalamnya walaupun kecil . Pulang dari sana kami berjalan kaki melewati beberapa shrines ( kuil ) kecil sepanjang perjalanan.
      Sebenarnya kami rencanakan untuk sewa sepeda dimana banyak tempat penyewaan sepeda di TOYAMA . Selagi bingung melihat2 mesin nya dan cara menyewa sepeda , tiba2 ada seorang bapak2 ramah berkata dalam Bahasa Inggris ke saya , singkatnya " Sepertinya kamu butuh suatu kartu untuk dapat meminjam sepeda yang terparkir ini , memang kelihatannya sederhana tapi system nya yang agak sulit untuk penyewaan sepeda di TOYAMA ini " . Ternyata Bapak ini obrol punya obrol juga penduduk TOYAMA dan dia juga tidak tahu bagaimana system sewa sepeda nya untuk turis ....HAHAHA...tapi minimal bapak ini sudah ramah sekali mencoba membantu saya yang sedang mencoba pakai kartu pasmo untuk membuka kunci sepeda . WKKWKWK.....Akhirnya saya menyerah dan selama di TOYAMA menggunakan kedua kaki untuk menjelajah . 
      Makan malam kami masuk ke dalam suatu plaza , dimana beruntungnya sedang ada seorang "MAIKO" ( entah benar MAIKO atau GEIHA istilahnya ) ramah yang mau kami ajak berfoto .  
      Sesudah itu kami langsung pulang karena mau mempersiapkan fisik untuk besok kami menjelajah KUROBE ALPINE route yang mana merupakan tujuan utama kami ke JEPANG ini.




       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
      DAY 3   TOYAMA - TATEYAMA KUROBE ALPINE ROUTE - NAGANO - TOYAMA
       
      Bangun pagi dengan semangat 2018, sekitar jam 5.30 , karena ini lah tujuan utama travelling kami kali ini. Untuk keberangkatan pertama dari station DENTETSU TOYAMA ( letaknya pas disebelah nya station TOYAMA , yang merupakan station pemberhentian shinkansen dari tokyo station) kalau saya tidak salah ingat sejak jam 6 pagi sudah ada . Namun setelah berberes , bangunin anak-anak yang agak susah  dan beli sarapan seadanya dulu di LAWSON dan sejenisnya yang banyak berterbaran di pelosok Jepang , maka kami sampai di station Dentetsu Toyama sekitar jam 6.30. Kami tukarkan voucher Tateyama Kurobe Options yang dibeli di kantor JR EAST HANEDA dengan tiket aslinya , dan langsung kami disuruh antri untuk naik kereta dari DENTETSU TOYAMA menuju TATEYAMA station menggunakan kereta CHIHO RAILWAYS. Tepat jam 7 pagi , kereta berangkat.
      BTW, saya anjurkan sepagi mungkin kalian berangkat dari DENTETSU TOYAMA , karena Alpine route ini really amazing dan seharian pun kita akan merasa kurang waktunya. Di akhir FR cerita ini , kalian akan tau kenapa saya bilang 1 harian pun akan kurang  ...Oh ya sehari sebelumnya juga saya sudah reservasi tiket shinkansen dari NAGANO kembali menuju TOYAMA sekitar jam 1800.
      Berikut jalur TATEYAMA KUROBE ALPINE ROUTE ( untuk lebih jelas nya kita dapat mengakses web resmi dari Alpine route ini, karena banyak alternatif yang sesuai waktu dan itinerary kita ) https://www.alpen-route.com/en/
       Namun saya mengambil jalur sesuai tiket option route 9000 YEN adults ini, yaitu dari TOYAMA - ALPINE ROUTE - NAGANO . Bisa juga tiket ini digunakan terbalik jalurnya NAGANO _ ALPINE ROUTE - TOYAMA. Namun karena sesudahnya saya ingin ke KYOTO , maka saya pilih base di TOYAMA.
      MOhon diperhatikan tiket ini hanya one way , jadi tidak bisa kembali melalui jalur yang sama menuju tempat asal. Ada juga pilihan round way TOYAMA - MURODO - KUROBEDAIRA ( KUROBE DAM ) - TOYAMA. Semua bisa kalian lihat di web resminya. Namun saya sih anjurkan ambil yang one way dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri , lalu kembali menggunakan shinkansen untuk balik ke TOYAMA atau NAGANO.

      Berikut pemandangan selama perjalanan dari dentetsu toyama ke tateyama, menggunakan TOYAMA CHIHO RAILWAY. Banyak anak-anak sekolah juga yang sedang berangkat ke sekolah saat itu yang jadi pemandangan yang menarik . Ternyata sekolah di Jepang masuknya agak siang ya..mungkin sekitar jam 8 atau 830 , karena mereka masih terlihat santai sekitar jam 730 an. Saya juga merasa masuk sekolah di Indonesia rasanya terlalu pagi jam 650 , sehingga banyak anak-anak masih mengantuk di  jam pertama pelajaran sehingga tidak efektif . IMHO .


       
       

       
      Sepanjang perjalanan disuguhi view semacam ini ...oh indahnya hidup . Mungkin bagi anak-anak sekolah di sana naik kereta dengan pemandangan seperti ini sudah biasa dan melihat saya norak berfoto-foto ...hahhaha. Namun beruntung mereka memiliki kota/ kampung halaman seindah dan sesegar udara di sini. Setelah melewati beberapa station kecil yang sudah tampak tua( tidak seperti station-station yang kita lihat selama perjalanan shinkansen maupun di tokyo ), 1 jam tepat ( di Jepang semua serba on time pas-pas-pas waktunya ) maka kami sampai di TATEYAMA station .
       
      TATEYAMA STATION - BIJODAIRA( menggunakan TATEYAMA CABLE CAR )===> mohon maaf banyak picture saya ga bisa berhasil UPLOAD ( UPLOAD FAILED ) jadi mungkin ada gambar yang penting untuk menggambarkan arah namun tidak bisa diupload , entah kenapa ...maklum agak GAPTEK nih saya...

       
      Cable car ini juga memasuki terowongan, dan lama perjalanan 7 menit kami sampai di BIJODAIRA station . Dari station sana sebenarnya saya baca di maps kita bisa menelusuri pohon pinus , dulu sebelum menuju MIDAGAHARA. Namun saya tanya ke petugas dimana track ke hutan pinus , beliau menjawab tutup dengan menyilangkan tangan di depan dada nya, dan berkata sedang tidak aman track ke hutan pinus. Saya sih percaya dengan tingkat keamanan di Jepang. Apa yang mereka bilang tidak aman pasti tidak aman , kita jangan nekat wkwkkwkw. 
      Dari station Bijodaira ada 2 jalur antrian ....jangan sampai salah ! Saya hampir mengantri di antrian yang langsung ke MURODO !!! Haizzz karena mengikuti gerombolan orang terbanyak  dan ternyata mereka gerombolan tour dari HONGKONG jadi mungkin mereka terkejar waktu jadi langsung ke MURODO. Untungnya saya berbekal map di atas , jadi tahu tujuan selanjutnya jadi langsung pindah antrian yang paling kiri ( kalau ga salah tulisannya STOP OVER )...nah ini yang transit dulu di MIDAGAHARA. Beruntungnya saya sadar kesalahan fatal ini, karena jika saya langsung ke MURODO , saya tidak diperbolehkan balik lagi ke MIDAGAHARA . Setelah liat-liat toko souvenir sebentar , kami disuruh masuk ke BUS TATEYAMA HIGHLAND BUS menuju MIDAGAHARA. 

       
       
       
       
      BUS dari BIJODAIRA ke MIDAGAHARA hanya beberapa orang saja didalamnya, serasa bus privat ( paling 10 orang hehhehe), jadi kami bebas memilih seat yang paling nyaman dan bagus untuk melihat pemandangan . Kemungkinan karena kami pergi ke sana bukan saat weekend dan high season , jadi selama perjalanan Alpine route ini kami sangat puas dan nyaman karena tidak banyak orang ... NAMUN ada kekurangannya juga tidak banyak orang ini....cerita agak membuat ciut hati menyusul hehhehe.
      Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan hijau dan puncak gunung yang ada es nya ..benar-benar seperti di ALPINE SWISS ;). Bus pakai penjelasan dari TV memakai bahasa inggris juga , dan berhenti di beberapa titik yang dianggap bagus, seperti air terjun dan 1 pohon yang dianggap penting ( saya lupa namanya ) . Perjalanan sekitar 30 menit tak terasa karena disuguhi pemandangan sebagus ini . Tibalah kami di MIDAGAHARA 1930m. Turun dari bus.......lebih AMAZING lagi view nya...dan lagi kami bisa bersentuhan langsung dengan salju yang banyak , dan bisa menginjakan kaki di atas salju dan bermain-main . VIEW nya TOP ! Di sana ada 1 station kecil dengan petugas yang menanyakan jam berapa kami mau berangkat ke MURODO , dan kami bilang 1 jam lagi ..lalu di catat oleh petugas tersebut. 1 JAM puas kami bermain salju dan foto-foto , karena memang lokasi tidak begitu luas untuk di explor karena ada pembatas tali dimana kami tidak boleh over pass.
      Setelah 1 jam berangkatlah bus
      TATEYAMA HIGHLAND BUS kami langsung menuju MURODO ( entah kenapa tidak berhenti di TENGUDAIRA sesuai map ). Namun selama perjalanan menuju MURODO kami pikir sebelumnya akan sama view nya dengan sebelumnya, namun SALAH BESAR !!! Makin ke MURODO , es bertambah banyak , view makin indah ! Dan mulai tampak SNOW WALL pendek , dan semakin menuju murodo SNOW WALL bertambah tinggi ...AMAZING !!!
       
      MAAF KUOTA UPLOAD PICTURES NYA HABIS ...HHAHAHHAA...lanjut ke topic lanjutan di lapak yang lain ! ya.... SPOILER DIKIT...

       
       
      IMG_4498.AAE



    • By Diana Megawati
      Hollaaaaa Jalan Jalaners,
      It's very looonggg time after my last post topic hehhee... Gw mau cerita nih, mau denger ? 
      Salah satu what to do list gw di tahun 2018 adalah gw mau mengunjungi negara sakura, Jepang dan Solo trip.
      Yap Jepang dan solo trip, why Japan ? why solo trip ? Jepang adalah negara yang sangat familiar sama gw, dari kecil gw paling suka nonton kartun Jepang, salah satu pilihan jurusan waktu kuliah adalah sastra Jepang, ehh udah kerja pun pernah dapat bos Jepang, dan yang tak kalah penting gw sangat tertarik dengan sejarah, makanan dan segala keunikannya. And  why SoloTrip ? Karena jujur gw pengen menikmati trip ini dengan segala cara yang gw mau (semau mau gw) #halaaahh... Dan karena Jepang itu luas, kali ini pilihan liburan gw jatuh ke daerah Kansai- Kyoto, Osaka, Kobe, Nara. So, tujuan kali ini adalah Airport Kansai Osaka atau KIX dengan periode 1-7 Juni 2018.
      Lets start !
      #1 Perburuan utama gw adalah ? YAP ! TIKET MURAH.
      Perburuan dimulai dengan membuka banyak tab di google (hahaha..) untuk membandingkan mana yang lebih worth it. Ada berbagai pilihan Airlines yang waktu itu berlomba-lomba memberikan harga promo, antara lain Air Asia, Philippines Airline, JAL, ANA dan Malaysia Airlines. Pengen murah ? Air Asia tapi tidak termasuk bagasi -fyi bagasi CGK-OSAKA-CGK sekitar 670.000 one way (SKIP), Philipines Airline ? lama transit & sampai Osaka malam hari (SKIP), JAL & ANA transit pindah bandara - CGK Narita, Haneda Osaka  no no no (SKIP) and finally pilihan gw jatuh ke Malaysia Airlines seharga 4,666 transit 2 jam di Kuala Lumpur, termasuk bagasi 30 kg, meals dan sampai Osaka jam 05.30 jadi akan lebih sedikit waktu terbuang dan lebih banyak waktu buat jalan-jalan. YES !
      #2 Bikin itinerary, iniiiii yang bikin pusinggg 7 keliling haha.. secara yaa nanti gw bakal sendirian di negeri orang, ga ngerti bahasanya kecuali arigatou dan sumimasen jadi ya hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Perlu berhari hari untuk memahami jalur transportasi termasuk kereta dan bus #sigh. Rencananya gw akan berkunjung ke Kyoto, Osaka, Nara dan Kobe, jadi itinerary awal gw bikin segala macam tempat yang mau gw datangi, untuk tempat wisata sendiri gw banyak-banyakin browsing mengenai tempat wisata di daerah Kansai dan transportasi menuju kesana. Salah satu website andalan gw https://infojepang.net, disini banyak banget informasi yang bisa kamu cari mengenai keseluruhan yang ada di Jepang. 
      #3 Persiapan, yang utama adalah persiapan mental hihi.. karena gw bakal sendiri disana dan dilarang frustasi atau stress secara namanya liburan harus happyyyyy.. untuk baju gw cuma bawa kaos dan celana simple yang ga ribet karena sedang musim panas di Jepang jadi ga perlu bawa jaket tebal. Lalu colokan/universal adaptor, ga mau sampai kehabisan baterai handphone khaaannn saayy... Untuk hotel gw memutuskan akan stay di 2 tempat aja untuk meminimalisir keribetan pindah pindah barang dll. 
      Karena tujuan pertama adalah Kyoto, gw menginap di Backpackers Hostel K's House Kyoto, 〒600-8142 Kyoto Prefecture, Kyoto, Shimogyo Ward (by google). Letaknya tidak jauh dari Shichijo Station sekitar 3 menit dan 10 menit dari Kyoto Station by walking distance. Rate-nya 487.499 by Traveloka untuk 2 malam yang artinya semalam sekitar 243.749,5, muuraaahhhh kan Gw ambil yang dorm 4 beds, shared bathroom & only female. So far, kamarnya oke bangeeeet bersih, rapi, dan didepan hostel ada cafe yang menyediakan menu sarapan 500 Yen per orang. I have no complain about it at all.

      Hotel kedua yang menjadi pilihan adalah Capsule Hotel Astil Dotonbori, 〒542-0071 Osaka Prefecture, Osaka, Chuo, Dotonbori, 2 Chome−2−2 (by google). Letaknya ngga jauh dari Stasiun Namba sekitar 3 mins by walking distance dan pas dipusat kota Dotonbori. Gw sangat sangat merekomendasikan hotel kapsul ini karena pelayanan yang luar biasa, toiletries semua tersedia sampai catokan, piyama, sandals. Setiap hari mereka memberikan semacam complimentary berupa roti sosis, mineral water, orange juice dan pilih salah satu antara masker/penutup mata/sandal sekali pake. Rate-nya 961.948 by Traveloka untuk 3 malah yang artinya per malam sekitar 320.650. Sangat sangaaaattt worth it. Satu lagi, receptionistnya bisa bahasa Inggris, Korea dan China juga jadi jangan ragu untuk bertanya bila mengalami kesulitan.

      Selama di Jepang gw mengandalkan kartu sakti yang bernama ICOCA (seperti flazz atau emoney kalau di Jakarta) untuk naik kereta dan bus di Kansai jadi gw ngga perlu ribet beli tiket setiap berpergian menggunakan kereta atau bus dan juga beli Kintetsu pass 1 day untuk berkeliling Nara karena harganya lebih murah apabila dibandingkan menggunakan ICOCA. Ada hal yang harus dipelajari mengenai penggunaan ICOCA dan train pass (Kintetsu, Kansai pass, JR pass, dll) biar ga rugi dan penggunaannya bisa maksimal, nah hal ini bisa kamu cari di internet mengenai berbedaan pass pass yang lain karena kalau gw jelasin disini bisa panjang lebaaaaarrr boookkkk.. intinya lo harus banyak banyak cari tau mengenai transportasi di Jepang biar ga bingung hehehe....
      Oiya satu lagi yang ngga boleh ketinggalan, yaituu WIFI ! Gw lebih milih sewa wifi daripada beli kartu Jepang atau membuka data internasional karena lebih gampang dan ga rempong kalo nantinya ada masalah dengan akses internet. Gw sewa WIFI Router di Java Mifi by Traveloka seharga 59.000/hari dan bisa pick up di Bandara sebelum keberangkatan janjian dengan kurirnya. Internetnya lancaaarrr jayaaaa, pernah ada masalah waktu pertama kali nyampe Jepang mengenai koneksi dan itu sekitar pukul 06.00 waktu Jepang yang berarti di Jakarta pukul 04.00 pagiii dan adminnya jawabnya cepeettt, voilaaa 10 menit selesai masalahnya internet kembali lancar sampai gw balik lagi ke Jakarta. Thumbsss up !
      #4 THE DAY ! YIPPIE HOORAAAYYY....
      Start from Jakarta at 15.45 di Terminal 3 keberangkatan internasional by Malaysia Airlines (MAS) menuju Kuala Lumpur, transit sekitar 2, 5 jam dan tepat pukul 22.10 lanjut menuju Osaka. 
      Gw sempat menikmati detik - detik sunrise selama di penerbangan, that was beautiful !  serasa terbang diatas kembang gula bewarna pink  
      Selamaaaaaattttttt Pagiiiii Osakaaaa..
      Tiba di Kansai Airport, ambil bagasi lalu celingak celinguk.. pas di imigrasi ditanyain sama mbak mbak petugas di Kansai, ditanyain mau ngapain di Jepang ya gw jawab aja liburan, alone ? YES ! eh shock dia kwkkww.. gw bilang tenang gw udah ada tiket balik ke Jakarta, ga mungkin jadi gembel di Jepang. Then, gw langsung menuju JR Ticket Office caranya ikutin aja arahan menuju Railways dari terminal kedatangan. Kantornya beroperasi mulai jam 06.00, gw beli ICOCA seharga 2000 yen (isinya 1500 yen, deposit 500 yen) dan Haruka one way dari Kansai menuju Kyoto (destinasi pertama) seharga 1600 yen. ICOCA ini bisa digunakan di hampir semua railways di daerah Kansai. Belinya barengan ya antara ICOCA & Haruka biar dapat diskon Haruka. Check here for further information https://www.westjr.co.jp/global/en/ticket/icoca-haruka/. So pengeluaran pertama di Jepang senilai 3.600 Yen untuk modal selama 6 hari di Jepang.

      Perjalanan dari Kansai ke Kyoto memakan waktu sekitar 86 menit, kereta di Jepang itu sangat sangat bisa diandalkan karena ketepatan waktunya jadi ngga perlu kuatir ketinggalan atau menunggu lama. Kalian bisa dapatkan informasi mengenai jadwal kereta, line kereta dan harganya di http://hyperdia.com (don't forget to bookmark this web). Sesampainya di Kyoto Station, alamaaaak ramai sekaliii.. gw sempet diem bentar memperhatikan orang orang lalu lalang memahami keadaan, liat plang plang informasi dan mulai jalan pelan pelan singgah dulu di family mart karena hausss banget, beli mineral water seharga 110 yen (14.520 kurs 132) mehongg yeee.. dari sini gw mulai membiasakan mahalnya hidup di Jepang hahaha... Setelah masa observasi singkat usai, gw jalan kearah keluar stasiun untuk mencari coin locker.
      Gw berencana menitipkan koper gw di loker stasiun untuk mempersingkat waktu dibanding gw harus ke hotel dan titip disana. Hampir di setiap stasiun di Jepang terdapat loker penyimpanan dengan harga bervariasi mengikuti besarnya loker, mulai dari 300 yen/hari untuk loker kecil 500 yen/hari untuk loker sedang dan 800 yen/hari untuk loker yang besar. Karena semua disini serba otomatis atau do it by yourself yaa cukup tekan menu English di setiap mesin untuk tahu cara menggunakannya. Hari itu gw sewa yang 500 yen/hari mengingat koper gw yang ngga terlalu gede. Caranya? gampang banget.. pilih loker yang lampunya hijau, buka lalu masukkan koper tekan lock --> pada screen monitor tekan tanda "masukkan bagasi", pastikan nomer loker sudah benar --> bayar bisa by ICOCA/uang koin --> keluar receipt DONE ! FYI, Kalau bayar menggunakan ICOCA bisa buang receipt karena bisa mengeluarkan bagasi cukup dengan tap kembali kartu ICOCA, namun bila pembayaran menggunakan koin, simpan receipt karena nantinya untuk mengeluarkan bagasi perlu scan barcode yang ada di receipt.
       Tujuan pertama gw, cari KOPI ! ada salah satu cafe di Kyoto yang udah gw incer lewat instagramnya "Kurasu.Kyoto". Cafe ini terletak ngga jauh dari Stasiun Kyoto, cukup berjalan kaki dengan bantuan google maps, maklum setelah perjalanan panjang dengan istirahat yang minimalis gw butuh kopi untuk men-charge tubuh gw agar bugar kembali hahaha... Mocha Coffee - 550 Yen, powerbooster pagi itu, dan honestly I have to say, Its coffee is so so  (got it?) I think, this is the best morning coffee in my entire life #lebaaayyyy.. but yes, You have to try Kurasu coffee once you visit Kyoto.

       
      ------------------------------------------------------------------------------------------ eh udah jam 02.00, Lanjut besok ya------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
    • By Chans
      Share waktu jalan-jalan ke Pulau Hainan di China ya.. jadi sekarang lagi ada banyak tour-tour nawarin paket ke China, ada yang harganya lumayan murah (5jutaan) ini ke Hainan di China. Tempatnya lumayan bagus, banyak tempat-tempat yang instagrammable juga.
      Perjalanan dari Jakarta-ke bandara Haikou jam 7 malam, sampai di sana kira-kira 00.25 (waktu China yang lebih cepat 1 jam dari Jakarta), jadi perjalanan naik pesawat kira-kira 4 jam lebih. Langsung bermalam di hotel.
      Hari ke 2,  dapat makan sarapan dengan menu lumayan lengkap, ada nasi+lauk-lauknya, mie, bubur, roti dll, lalu naik bus menuju Sanya, agak lama naik bus dari Haikou ke Sanya,mungkin ditotal sekitar 5 jam-an (ada makan siang+stop buat ke toilet). Selama tour, tiap makan siang selalu dapat makan 9-10 macam menu Chinese Food.
      Di Sanya, pergi ke tempat namanya Deer Looking Back Sculpture, di sini bisa naik kereta kecil buat naik ke atas bukit dan bisa melihat pemandangan kota Sanya dari atas bukit. Dilanjutkan ke Dadong Sea dan mampir supermarket belanja makanan kecil. Di Hainan rata-rata yang dijual makanan olahan kelapa, mulai dari biskuit, permen, kopi.  Malamnya, optional tour bisa nonton show atau naik cruise, kita milih naik cruise 200 RMB ( 1RMB sekitar Rp.2.000,-). Di kapal nonton pertunjukkan tari-tarian, sulap, pertunjukkan topeng. Bisa juga naik ke atas dek buat foto-foto. 
      Hari ke 3, dibawa ke tempat yang menjual produk-produk bambu. Disini banyak produk yang menarik, seperti handuk yang bisa mengeringkan rambut sendiri (dibungkus pakai handuk 1 jam, rambut sudah kering), baju dalam yang bisa buat lampu nyala, tissue super bersih (bisa bersihin noda kecap dll sekali usap udah bersih) bisa dipakai 1 bulan jadi bisa dicuci dan dipakai lagi. Saya beli tissuenya, memang enak buat bersih-bersih, dll.
      Lalu mengunjungi tempat yang ada patung Dewi Kwan Im tertinggi di dunia, 108 meter, disini dapat makan makanan vege yang lumayan enak, tempat ini besar banget, cuma kita langsung dibawa ke tempat yang ada patung Dewi Kwan Im nya naik kereta kecil. Sorenya dibawa ke tempat yang jual Omega 3 Fish Oil. Pemandunya bisa berbahasa Indonesia, jadi penjelasan dalam bahasa Indonesia. Ada dijelasin seputar kesehatan juga, sepertinya bagus juga produk yang dijual, cuma harganya mahal dan bahannya terbuat dari hewan-hewan seperti anjing laut (tidak tega hehe).

      Hari ke 4, mengunjungi suku minoritas Yetian Minority Nationality Village, dibawa ke tempat berjualan obat Bao Fu Ling yang bagus buat luka bakar (sambil denger penjelasan produk, kita duduk sambil pakai mesin pijat di kaki, enak dipijat hehe) dan sorenya ke Desa Bali. Di sini beberapa peserta tour sempat nari dulu sama penari-penari yang didatangkan dari Indonesia.
      Hari ke 5, menuju Haikou lagi naik kereta cepat. 45 menit sudah sampai di Haikou. Haikou cuacanya lumayan dingin, kalau di Sanya dan di hari ke-3 dan ke-4 cuaca panas terik, di Haikou lebih dingin (pakai jaket 1 saja sudah cukup, walau ada peserta tour yang gak pakai jaket juga). 
      Di Haikou, pergi ke Qilou Old Street, disini yang banyak dibeli adalah pie durian (made in Vietnam). Menurut saudara yang dikasih oleh-oleh ini memang enak katanya, pantas pada beli banyak-banyak, saya gak mencicipi karena gak doyan durian.  Dari sana dibawa ke Movie Town, disini sangat banyak spot buat foto-foto. Ada 2 pintu masuk tempat disini, 1942 street dan Nanyang street.
      Di 1942 street, tempatnya kayaksetting film dengan rumah-rumah jadul yang terbuat dari kayu, disini ada studio buat foto sama Chiang Kai Shek. 
      Di Nanyang Street, tempatnya kayak setting film dengan bangunan yang lebih modern dari yang di 1942 street. Tapi dua-duanya sama bagus. Disini bisa foto studio sama mei ni yang pakai baju Shanghai (mei ni bahasa mandarinnya cewek cantik, tapi semua cewek juga dipanggil mei ni di China gak hanya yang cantik-cantik aja), fotonya nanti dicetak dan bisa diambil (yang gratis dapat ukuran kecil, yang besar bayar 20 RMB). 
      Disini waktunya agak terbatas, setelah foto-foto studio dan belanja sebentar, lalu jalan-jalan sedikit tau-tau waktu sudah habis, sudah waktunya pergi TT lihat di web nya rupanya masih banyak tempat-tempat yang bagus. Link: http://www.movietownhaikou.com

      Setelah dari Movie Town, dibawa ke Mall yang besar, memang China itu negara besar, jadi mallnya pun besar banget. Setelah itu makan malam dan dibawa ke airport untuk perjalanan pulang. 
      Karena kurs RMB (China Yuan) yang masih terjangkau, rasanya belanja dan makan-makan disini gak terlalu mahal.
      Next jadi mau ke China lagi, ke kota yang lainnya (kalau bisa backpacker tanpa ikut tour biar lebih puas). 
      Sekian share saya, dikit aja karena gak pinter bercerita, ada beberapa hal yang juga udah lupa hehe.
       
    • By kalmura
      Masih dengan negara yang sama... United Kingdom. Oke selanjutnya di part ini gw bakal memberikan sedikit pengalaman di kota southampton dan Liverpool. hmmmm mungkin banyak dari kita yg berfikir ngapain sih ke southampton. Atau dengan kota kedua yaitu liverpool... kalo kota ini jelas impian dari semua liverpudlian di seluruh penjuru dunia. Adalah mengunjungi markas dari salah satu Club sepakbola terbaik di dunia terutama di daratan britania raya. Yups... Anfield Stadium. Selain itu di kota ini terdapat sebuan band legendaris ... yaitu The Beatles. Sebuah Grup Band yang mempunyai tempat tersendiri di hati para fans nya.
      Oke melanjut ke kota yang mungkin gak banyak orang tau mengenai kota ini. Southampton. Ada apa sih disini??? Sebuah kota pelabuhan di Inggirs bagian selatan. hmm kalo mengenai sejarah dari kota ini bisa lu pada buka di mbah google aja hehehe... yang menarik dari kota ini menurut ane adalah... Titanic. yaaa kapal titanic yang legendaris yang walaupun pada saat itu mendapat banyak penghargaan namun aktor pria si om ganteng leonardo dicaprio justru tidak mampu meraih penghargaan walaupun doi sudah susah payah melukis rose yang di perankan oleh kate winslet. Ups.. Tapi bukan lukisan itu point nya. disini lah bermula perjalan Kapal Titanic yang legendaris itu.
      Sebenernya gw ke kota ini hanya one day trip aja... Ya di karenakan ada temen gw yang dulu satu kantor lagi dapet beasiswa sekolah di University Of Southampton. Oke kita mulai aja perjalanan dari London ke Southampton.
       
      london - Southampton
      Dari london gw menggunakan moda transportasi Bus, yaitu menggunakan National express. Hmmm menurut gw harga nya cukup mahal karena gw on de spot untuk beli ticketnya. harga nya 16.50 GBP. cukup mahal, hanya memakan waktu sekitar 2 jam 15 menit waktu tempuh. Dari london ticket bus bisa di beli di Victoria Station for coach (dalam bahasa inggris bus = coach). Jadi perlu di ketahui kalo Victoria Station ini cukup membingungkan. Pake GPS gw 2x salah jalan hahaha.... karena di sini ada stations buat kereta juga. Jadi untuk terminal coach nya agak berjarak 500m dari terminal kereta.
      Oke lanjut ke pembelian ticket. Ticket bisa lu beli di mesin atau di counter penjualannya. Di station ini ada beragam maskapai bus dan destinasinya. mau destinasi domestik ataupun international semua ada di terminal ini. Mulai dari Megabus, National express, eurolines dll...
      Karcis dari London ke Southampton

       
      Southampton

      Menurut gw kota ini enak... entah karena gw cuma one day trip kesini atau memang karena kota ini kota pelabuhan yang memiliki rasa tersendiri.
      Memorial of Titanic

       
      Layaknya kota-kota di Britania Raya, rivalitas sebuah club sepakbola memang cukup menjadi topic yang sangat menyenangkan. Dimana disini terdapat dua buah club English Premier League yaitu Southampton dan Pourthmouth.
       
      Stadion Kebanggaan Southampton ST. Mary's Stadium

      Hmmmm.... menurut gw sih emang gak banyak tempat wisata di southampton, tapi karena gw mw lepas kangen aja ama temen gw di sini hehehe...
      Karena otak gw gak sanggup kalo harus beasiswa di Universitas ini, ya foto disini aja udah gud lah bwt gw... hahahaa

       
      Sore harinya gw balik ke london,,, untuk melanjutkan perjalanan ke esokan hari ke Liverpool....
       
      ......... Go to Liverpool......
      Memulai perjalan melalui Victoria Coach Station... Gw mempercayakan perjalan menggunakan Megabus.. dengan harga London - Liverpool 7 GBP. Yang gw beli jauh hari sebelum berangkat. Perjalanan dari London ke Liverpool sekitar 5 jam perjalanan. Menurut gw mega bus cukup nyaman, ada colokan untuk charger hp juga... untuk seat kita bebas me duduk dimana, karena bus ini bertingkat lu pada bisa pilih aja,, siapa cepat dy dapat... hehehe
      Sampai di liverpool pemberhentian bus terakhir adalah di liverpool one station. dan letaknya di pusat kota liverpool. Dikarenakan gw nginep di YHA Liverpool, maka gw cuma jalan sekitar 500an m aja... kalo gak salah hehehe... sesampai nya di Liverpool gw disambut hujan... huft...
      Liverpool.. The Merseyside City kota tepi sungai yang legendaris...

       
      Liverpool Bis Station memang tempat yang strategis... Di depan terminal tersebut ada bangunan bernama Albert Dock yang juga menjadi icon kota liverpool. Kemudian memasuki area tersebut terdapat museom dan yaa... The beatles museum.

       
      Di sekitar area ini juga terdapat pusat perbelanjaan yaitu John Lewis.
       
      Gak lengkap memang jika berkunjung ke kota ini tanpa mampir ke Anfield stadium... Untuk menuju ke anfield melalui liverpool one bus station. dengan menunggu coach no 26 untuk berangkat. Melalui coach no 26 ini lu bisa turun di depan stadion pas. Dengan harga ticket untuk sehari adalah sebesar 4.20GBP. Jadi dalam satu hari lu bisa naik turun bus terserah kmn aja. Kemudian untuk kembali dari anfiled ke kota lu bisa menggunakan bus no 27.

       
      This is Anfiled....
      mimpi dari sekian banyak orang untuk bisa berada di sini... dan gw adalah bagian dari sedikit orang yang berkesempatan mengunjungi tempat ini.

      Yaps liverpool... Bahkan dulu gw pikir hanya ada dalam mimpi aja gw bisa ketempat ini... dan ternyata Tuhan mewujudkan salah satu mimpi gw...
       
      hmmm mungkin sekian aja dulu FR dari daratan Britania Raya....
       
      "You'll Never Walk Alone"
    • By nashir
      Setelah 4 malam stay di Orchid Hostel, Hari ini kita checkout dan Pindah ke Golden Mountain Hostel yang baru aja kemarin kita booking, Karna tinggal itu satu-satunya hostel di kawasan Khaosan Road yang tersedia untuk 16 orang. Harga per malamnya Rp 180.000/orang. Kita mesen 2 Room, 1 Room Female Dormitory untuk 8 orang & 1 Room lagi Mixed Dormitory untuk 8 orang juga.   Lagi siap-siap checkout di kamar, Teh Doll nyamperin aku ngasihin Kalung Yes or No pesenan aku titipan dari P'Ian. Oh iya lupa heu. Buat apa kalung gituan? Kalau kalian mau tau buat apa kalung itu coba deh nonton film Yes or No 2 yang di peranin sama Kim (Tina) & Pie (Sushar) Dibadan kupu-kupunya bisa nyelipin gulungan kertas pesan gitu. Kalung ini bakal aku jadiin salah satu mas kawin untuk pernikahan aku nanti #uhuk (Jomblo ngebahas nikahan #SikatMang). Harganya sih lumayan 900 Bath (Rp 360.000) harga asli dibarcodenya 990 THB (mungkin lagi diskon) Jadi kalau dikasihin ke cemewew terus putus kan sayang, Soalnya kalung ini Original, Limited Edition, Gak gampang dapetinnya & gak ada KW nya haha. Jadi aku siapin buat mas kawin aja *LOL*   Kalung Yes or No Original (:     Voucher Golden Mountain Hostel Agoda 1   Voucher Golden Mountain Hostel Agoda 2   Setelah semua siap aku minta tolong ke penjaga Orchid Hostel tolong panggilin 4 Taxi, Gak lama 1 per 1 taxi pun datang. Setelah ngobrol panjang lebar antara s penjaga hostel dan 4 supir taxi akhirnya kita berangkat dan semua nyasarrr karna supir taxi gak begitu hapal jalan dan Voucher Hostel ini gak aku print, Cuman ada di handphone aku doang, cuman 1 taxi yang nyampe cepet duluan gak nyasar. Ongkos taxi yang aku naikin 103 Bath dibagi 4 orang jadi masing-masing 26 Bath.   Grup perempuan yang duluan nyampe mereka langsung checkin hostel tanpa nunjukin bukti bookingnya. Haiihh pantes aja pas aku nyampe aku jadi rada pabeulit sama s penjaga hostel yang nanyain bukti booking mereka. Gimana mereka mau nunjukin... aku sendiri aja gak punya printnannya huhu. Setelah aku tunjukin di email baru lah semua clear huh. Tapi kita gak bisa langsung masuk kamar karena masih terlalu pagi, belum bisa checkin. Akhirnya kita semua nitipin barang dulu aja menuhin lobby hostel haha Setelah itu nyari tuk-tuk ke Siam 120 Bath dibagi 5 jadi 24 Bath/Orang.     Awas Salah Focus!   Dari depan Siam kita jalan naik ke BTS National Stadium beli ticket tujuan Asoke 31 Bath. Lalu kita ke Terminal 21. Di Terminal 21 ini semacam Mall tapi tiap lantainya beda-beda konsepnya. Tiap lantai ngambil konsep 1 negara jadi tiap lantai juga toiletnya beda-beda tergantung negaranya.     Sebelum explore mall ini yang belum punya internet aku suruh register dulu di bagian Informasi, cuman nunjukin paspor doang nanti kita dapet user & password untuk login wifi berlaku 1 tahun. Karna aku masih punya akun taun lalu, jadi aku gak perlu daftar lagi tinggal login aja dan menikmati fasilitas wifi gratis di seluruh area Terminal 21.     Disini sih mau belanja bisa, cuman liat-liat / foto-foto juga oke dan makan di foodcourt sini murah banget...     Setelah semua makan kita mau nyobain MRT. iyah nyobain MRT doang tanpa ada tujuan yang jelas 5555+ Bedanya MRT sama BTS apa? kalau BTS tuh jalurnya di atas jalan nah kalau MRT dibawah tanah, Karna semuanya pingin nyobain naik MRT kita jalan dulu kebawah dikit dari Terminal 21. Udah nyampe di Station MRT kita beli koin MRT jurusan Sukhumvit - Rama 9 dengan harga 19 Bath. Oh ya bedanya lagi BTS sama MRT kalau BTS menggunakan semacam ticket kertas kalau MRT menggunakan semacam koin hitam, Keduanya sama cara pakenya tinggal di tap aja. Oh ya kalau beli ticket BTS harus pake uang koin kalau MRT bisa pake uang kertas.     Setelah semua dapet bergegas lah kita menuju MRT, cuman s teh (sebut saja Mawar nama disamarkan) ada sedikit trouble gitu, udah di tap koinnya tapi gak ngebuka-buka s pintunya. Karna aku ada di belakangnya aku cobain tap pake koin aku dan kebuka, Dia bisa masuk #eh aku kejebak gak bisa masuk TOT TOT TOT bunyi dari s mesinnya, gara-gara ini aku ditarik sama petugas huhu,-   Setelah ditanya-tanya sama petugas dalam Phasa Thai yang sedikit aku ngerti artinya tapi gak tau jawabnya apa, Aku jawab aja pake bahasa Indonesia haha. Jadi dia tanya : ini koin beli dimana, tujuan kemana? pake Phasa Thai. Aku jawab pure pake bahasa Indonesia: Mau ke Rama 9, beli koin barusan disitu cuman tadi kayaknya ke tap buat temen aku gitu. Dan koin aku langsung dia ambil terus diganti sama koin baru dan lolos deh wkwkwk Ngomong mah pake bahasa apa aja weh yang penting nyambung 5555+       Setelah naik & turun dari MRT kejadian serupa terjadi lagi. Koin nya s Teh Mawar ilang katanya gak ada, sementara yang lain semua udah pada nunggu diluar, cuman terakhir aku doang sama dia. Sebenernya aku lagi BT sama dia, kalau aku engga baik mah paduli teuing da udah aku tinggalin, cuman karna aku baik dan gak tegaan.. ya udah aku tungguin sambil dia nyari koinnya. setelah di ubek-ubek sakunya akhirnya ketemu juga tuh koin dan bisa keluar.   Karna naik MRT ini emang cuma "pingin nyobain" aja tanpa ada tujuan, gak tau deh mau kemana lagi, kalau malem sih di Rama 9 kita bisa dugem di RCA cuman karna masih siang jadi gak tau mau kemana lagi, aku belum pernah explore daerah Rama 9 cuman pernah ke RCA nya aja. Tadinya sih mau balik lagi ke Sukhumvit terus naik Taxi dari sana ke Mall Platinum, cuman karna berhubung di depan kita juga banyak taxi aku coba tanya, bisa gak nganterin kami ke Mall Platinum dan ternyata bisa. 1,2,3 taxi gampang dapetinnya giliran taxi terakhir buat aku selalu aja susah huhu. Taxi dari Rama 9 ke Mall Platinum 67 Bath dibagi 4 jadi masing-masing 17 Bath.   Sampe di Platinum kita semua gak barengan jadi mencar tanpa ada yg ngabarin meet pointnya dimana. Ya udah santai ajalah kata aku, kita belanja dulu aja. Setelah jalan dari lantai ke lantai nemu lah 1 toko jam yg lagi diskon!!! Jam nya keren-keren dan murah banget, 1 nya cuma 99 Bath aku beli 2 jadi 198 Bath. hihi lumayan (:     Udah itu kami ber 4 langsung ke Foodcourt karna aku, Bro Sendy & Bro Denny tadi belum sempet makan di Terminal 21. Aku seperti biasa makan Spicy + Pepsi di KFC 99 Bath. Lagi makan #eh ada grup nya Karin nyamperin minta dianter ke tempat belanja yang murah. wokeh tunggu aku selesai makan. Udah itu langsung aku ajak mereka ke tempat langganan aku yang waktu itu diajak kesini sama temen dari Backpacker Dunia, Teh Anna.   Oh ya penjualnya disini bisa Bahasa Indonesia loh dan orangnya friendly banget jadi bisa nawar-nawar santai pake bahasa Indonesia, kan kalau nawar-nawar pake Phasa Thai lumayan ribet juga. Yang lain sih pada ngeborong, tadinya aku juga mau ngeborong lagi tapi karna uang aku ilang 500 Bath jadi aku cuma beli gantungan gunting kuku aja 120 Bath (setelah diskon)  karna aku ngajak banyak temen-temen aku belanja disini jadi aku minta diskon dan minta bonus hihi dikasih lah masing-masing 1 gantungan kunci bentuk gajah hihi Khob Khun :)       Udah itu kita semua kumpul di lantai dasar dan mau langsung lanjut ke Chocolate Ville, setelah semua kumpul ternyata ada yang belum sempet belanja karna katanya dari tadi mereka cuman muter-muter dan gak nemuin kami. Ya udah aku ajak balik lagi mereka ke atas ke tempat tadi kami belanja. Oh ya letak toko ini dibelakang foodcourt lantai atas, Cari aja Kalaya Handicraft. Karna tadi belum sempet foto sama s tetehnya yang aku lupa namanya, Setelah pada selesai belanja aku minta foto deh ber 2 sekalian promosiin toko dia heheu.     Setelah semua belanja kirain teh bakal ada yang ngasih sesuatu buat aku gitu & ternyata engga -__- Disitu saya kadang sedih,-   Okelah kita langsung nyebrang dari Platinum nyari taxi disana, Taun lalu juga dengan rute yang sama dari sini susah banget dapetin taxi yang mau nganterin kita ke Chocolate Ville padahal waktu itu kami udah di bantu sama member Couchsurfing asli orang Thailand. Cuman mungkin kali ini aku udah mulai bisa dan terbiasa pake taxi di Thailand jadi gak terlalu susah. Seperti biasa taxi ke 1,2,3 gampang dapetinnya giliran taxi terakhir buat aku selalu aja susah dan sialnya kenapa aku harus selalu kebagian setaxi dengan s mawar #arrggHHHH!!!! Hari ini udah 3x naik taxi dan selalu kebagian sama dia, sumpah di taxi selalu debat yang bikin BT luar biasa!   Setelah nyetop belasan taxi akhirnya ada juga yang mau nganterin kami ke Chocolate Ville, karna emang Chocolate Ville cukup jauh sih. Tapi untung kami kebagian taxi terakhir yang bisa pake argo dan ongkos cuma 179 Bath dibagi 4 jadi masing-masing 45 Bath, sementara taxi yang lain gak pake argo jadi 300 Bath haha da setau aku, taun lalu juga sih sekitar segitu ongkos taxi nya, jadi aku negoin aja biar cepet (:     Setelah aku sampe di Chocolate Ville, yang udah nyampe duluan mereka lagi asik foto-foto huhu curang. Setelah di hitung-hitung jumlah orang yang ada kurang... Ada 1 taxi lagi yang belum nyampe dan setelah cukup lama nunggu akhirnya mereka sampe dan katanya dibawa nyasar sampe ke Asiatique wkwkwk Sabar yah itung-itung udah ke Asiatique duluan karna rencana kita selesai makan malam di Chocolate Ville baru mau ke Asiatique.   Oh ya Chocolate Ville tuh seperti "Eropa" nya Bangkok tempatnya super-super romantis dan selalu penuh. Jadi jangan lupa reservasi tempat dulu sebelum kesini. Waktu itu sih kita di reservasi-in via telephone sama temen Thailand kita, cuman kali ini aku udah reservasi dari jauh-jauh hari Via Email untuk 20 orang walaupun yang jadi cuman 16 orang heu.       Oh ya makan makanan disini termasuk mahal heu tapi sebanding lah dengan view tempat yang begitu amazing. Apalagi kalau kamu kesini sama pasangan beuuhhh juara. Bahkan aku punya rencana nanti kalau mau preweding pingin di photo preweding disini #hahaydeuh.   Karna katanya masih pada kenyang jadi kita semua udunan mesen beberapa loyang pizza & minuman masing-masing, Aku sih ngikut aja, jadi aku pesen Pizza bareng-bareng + Mango 110 Bath. Menu yang paling murah disini seporsi yaitu nasi goreng nanas 250 Bath, taun lalu aku nyobain dan rasanya bener-bener nikmat. jadi yang mau kesini cobain deh nanti pesen nasi goreng nanas rasanya dijamin TOP, Soalnya waktu itu pernah nyobain nasi goreng nanas di resto ala Thailand di Bandung itu beda banget lah sama disini, Kalau disini mah beneran nasi goreng nanas, disana mah nasi goreng cangkang nanas 5555+   Sambil nungguin pesenan datang semua langsung nyebar untuk foto-foto, Wuh aku ketinggalan gak ada batur, Kebetulan Denny ngeluarin Danbo nya, Ya udah aku pinjem dulu mau foto-foto sendiri aja, Jomblo & si Danbo.                           Galau banget kan pose-pose s Danbo nya? Sama dengan suasana hati s tukang foto haha (:   Pas balik lagi makanan & minuman udah siap, oke lah langsung kita lahap, hap hap hap. Karna aku masih keliatan unmood, Denny nawarin : Bro Bir ah??? Beuuhhhh aku sih belum pernah nge-bir seumur hidup aku, jangan kan minum-minum, ngeroko aja engga wkwk laki-laki macam apaan aku ini, jadi anak ko terlalu baik. *LOL* Hayuuu lah bro kagok strees yeuh ku s mawar -__-   Ada 2 pilihan antara Chang / Singha akhirnya kita putusin beli Bir Chang 85 Bath. Sidik diselidik alkoholnya 5,8% Haiih seriusan ini teh untuk pertama kalinya aku akan minum bir yang mengandung alkohol 5,8%? ahh kapan lagi... Sesuai prinsip aku aja "When You Traveling, Do Whatever The Fuck You Wanna Do! Tapi tetap ikuti aturan & adat istiadat yang berlaku" karna bir bukan masalah di Thailand, okelah aku coba #hiks minum sedikit-sedikit gak kerasa ngefek apa-apa tuh. kalau kata orang-orang sih minum minuman alkohol bisa ngilangin stress, tapi gening aku engga, masih tetep weh gini,-         Bro Sendy : iya da minumnya sedikit-sedikit, coba tambahin es batu terus langsung abisin segelas. Oke, I Try! glek glek glek abis langsung segelas mulai rada ngelayang wkwkwk #Jeprutlah   Okelah sambil sedikit menetralkan kita liat wajah yg sedang asik menikmati hidangan, gak tau kelaparan haha.     Sementara yang lain masih asik foto-foto.                 Dalam keadaan setengah sadar aku inget prinsip Do Whatever The Fuck You Wanna Do! Ah kagok edan... aku langsung lari muterin tangga naik ke atas towernya, nyampe di atas tower kepala terasa pusing puluhan keliling, mungkin karna efek alcohol dan efek kejeprutan aku yang ngapain juga lari-lari naik ke atas tower, udah tau tangganya muter-muter   Sampe atas terlihat view yang begitu indah, Bersyukur dan berterimakasih atas nikmat yang Tuhan berikan. Aku bisa merasakan keindahan tempat ini untuk ke 2xnya. Gak lupa juga aku nge-goda beberapa teman untuk datang langsung kesini lewat tulisan (:                 Semakin larut malam tempat ini semakin indah & semakin romantis ingin rasanya cepet-cepet ngajak pasangan ketempat ini #hiks sudahlah mblo focus dulu aja pada impian mu sir. OKE SIP. Turun dari tower aku lari lagi nurunin tangga muter-muter, Alhasil keluar dari tower hampir ongkek haha jeprut kan.   Setelah semua puas bermain di tempat ini kita akan melanjutkan tujuan selanjutnya yaitu Asiatique. Cuman gak tau kenapa gak jadi kesana dengan alasan udah cape dan terlalu malem, Padahal Asiatique juga semakin malam semakin indah. #ah ya sudah lah cari taxi untuk langsung balik ke hostel. Setelah yang lain mencoba tawar menawar mereka dapet harga yang cukup tinggi dan belum termasuk tol.   Ya udah biar aku aja yang cari taxi di depan CV suka ada banyak taxi yg stay & lebih murah. Dan disini aku debat lagi tuh sama s teh mawar, bukannya terima kasih udah di bantuin malah ngalonyeng. Karna cuman 3 taxi yang tersedia  jadi ada yang ber 5 ada yang ber 6. Karna beberapa orang katanya uang Bath nya udah bener-bener tinggal dikit aku sampe bilang: "Yu grup yang gak punya uang naik taxinya ber 6" wkwkwk dan aku ngikut yang ber 6, Padahal sebenernya aku masih nyimpen uang di paspor aku, cuman biar yg uangnya udah tinggal dikit lagi tenang, Aku bilang santai aja, uang aku juga udah abis hihi. Tapi yaa uang di paspor aku emang sengaja aku sediain buat backup aja, kalau-kalau ada yg kehabisan uang bisa pake uang aku dulu (Smart Travelerkan si gue ahaha)   Cuman takutnya aku malah ongkek karna pa sedek-sedek di taxi yang ber 6, jadi aku di taxi yang ber 5 aja dan bersyukur banget kali ini gak setaxi dengan s mawar yeah! Aku duduk di depan dan bilang ke supir taxi: jendelanya jangan ditutup aku sedikit drunk bisi ongkek haha. Ongkos taxinya dari Chocolate Ville sampe depan Siam 500 Bath dibagi 5 orang jadi masing-masing 100 Bath.   Dari Siam ada yang mencar balik dulu ke Orchid Hostel ngambil laundry, dan s mawar juga ngikut katanya hengponnya ketinggalan disana. Okelah kita yang mau langsung balik ke Golden Mountain Hostel 13 orang. Karna udah malem dan hari ini masih Songkran hari terakhir kita sewa 2 tuk-tuk untuk ber 13 haha kebayangkan desek-desekan nya gimana? Tuk-tuk aku sih 7 orang dan yang peot-peot semua, jadi gak begitu sempit, lah tuk-tuk 1 lagi 8 orang dan kebayakan orang-orang berisi wkwkwk nikmati saja lah.   Ongkos tuk-tuk dari depan Siam ke Golden Mountain Hostel 200 Bath dibagi 7 jadi masing-masing 29 Bath. Dan selama perjalanan menuju hostel pun kita beberapa kali kena siram haha di tuk-tuk aku sih s Denny yang jadi basah semua karna dia duduk paling ujung dan kena siram langsung air seember, Aku kebetulan di tengah jadi cuma kena cipratannya aja hihi.   Sampe hostel semua barang kita masih aja numpuk di lobby wkwk untung aja gak ada yang ilang. Setelah itu kita dibagi kamar dan ternyata jadi 3 kamar, 1 kamar untuk 8 orang female only, 1 kamar untuk 5 orang & 1 lagi untuk 3 orang. Aku ngikut yang 5 orang aja heheu. Dan kamarnya bagus banget lah super-super empuk & nyaman dan kali ini ada colokan charger di tiap tempat tidur masing-masing, jadi gak rebutan kayak waktu di Orchid huhu.   Aku tengok ke kamar yang perempuan karna liat di gambar sih bagus dan pas masuk wiih beneran bagus. Aku tanya ke semua : Gimana kamarnya?? semua dengan kompak menjawab : baguss.... Yeee syukurlah kalau semua seneng, gak salah milih hostel berarti.     Karna lapar aku, Bro Sendy, Denny & Giri langsung cari makan keluar tanpa mandi dulu. Setelah muter-muter nemu lah penjual kacang yang aku cari-cari. Kita dikasih cobain gratis dan rasanya enak banget, mau beli tapi harganya lumayan mahal jadi gak jadi beli deh wkwk #HampuraMang. Udah mentok gak ada pedagang makanan lagi, yaudah kita balik ke tempat awal makan disitu, aku mesen Fried Noodle 55 Bath. Rasanya sedikit aneh tapi yaa nikmatin we lah, laparr.. Kita udah selesai makan, Karin sama Billy baru datang ngajak ke 7eleven, Ya udah kita kesana, aku beli menuman lecy 12 Bath. Terus s Karin ngajak makan, ya udah aku ajak lagi ke tempat kita makan barusan. karna kita udah makan barusan jadi cuman ikut nongkrong doang. Karna aku masih sedikit stress sama s mawar, Giri yang sedang asik ngeroko aku minta rokonya nyobain 1 haha. Ini serius aku laki-laki gak bisa ngeroko, tiap ngisep suka batuk-batuk wkwkwk.   Di pikir-pikir dosa aku banyak banget hari ini, mulai dari lupa ibadah, minum alkohol, makan-makanan yang belum tentu halal, ngeroko, ngomongin s mawar, Ahh sudahlah Markibo (Mari Kita Bobo).   Part 6