Hallo, ini saya kembali lagi dengan part 2 FR saya @deffa         @Nightrain     @kyosash    @Jalan2   Selasa, 8 September 2015 Saya bangun pagi sekitar jam 5:30 lalu siap2 & beresin koper to next destination, Osaka. Seperti yang saya baca di review ryokan ini, di receptionist suka gak ada orang, jadi kalau orang mau check out harus tunggu dulu agak lama sampai orangnya datang. Saya pun turun ke bawah & ternyata benar! Gak ada orang! Itu juga sudah jam 7 lewat. Tapi untungnya gak lama orangnya datang & saya langsung check out. Kekurangan ryokan ini mereka gak terlalu bisa bahasa Inggris hiks...  Ini saya foto kamar saya, lumayanlah Japanese Style Room dengan private bathroom. Ini juga ada foto beberapa makanan yang saya sempat beli kemarin & lupa saya post di part 1, hehehe...   Ini foto beberapa minuman & kue yang saya beli di Hiroshima kemarin. Kue nya enak gak terlalu manis,  Ice Green Tea Latte nya kurang manis & Milk Tea bergambar Attack On Titan lumayan enak.  Setelah check out saya pun langsung ke Hiroshima Station & kembali reservasi Shinkansen ke Osaka. Setelah saya sampai di Osaka, ternyata cuaca kurang mendukung. Langit sudah mendung & mulai gerimis. Sayapun beli payung di 7-Eleven. Karena cuaca begini & saya sudah kesel sama koper yang sudah mulai rusak, saya pun menaruh koper saya di locker di Osaka Station. Jadi dari  Shin-Osaka Station saya transfer ke Osaka Station & saya langsung ke locker sebelum melanjutkan perjalanan. Saya sudah prepare cuma bawaa ransel yang isinya baju ganti & perlengkapan mandi, payung, serta barang2  elektronik (kamera, hp, tablet). Jadi pas waktu check in di hotel nanti saya gak perlu ambil koper di locker, ambilnya besok pas mau ke Kyoto, jadi gak repot bawa2 koper & cari2 hotel ditambah hujan2an. Memang nambah biaya sih, sekitar 700 Yen/hari, setelah jam 2 pagi sudah terhitung 2 hari, jadi mau gak mau saya bayar 2 hari.  Saya sempat bingung mau kemana dulu, akhirnya saya putuskan mau ke Osaka Castle. Sayapun beli kartu ICOCA. Gak ngerti gimana belinya, akhirnya minta tolong petugasnya. Setelah sampai di Stasiun (lupa namanya)  GPS sudah menunjukkan letak Osaka Castle yang cuma berjarak 5 menit dari stasiun. Ternyata saya salah input alamat Osaka Castle-nya ternyata nama hotel bukan nama tempat wisatanya, hiks.. Akhirnya saya dapat alamatnya & ternyata cukup jauh juga, sekitar 15 menit jalan kaki ditambah hujan gerimis. Pas saya sudah lihat temboknya, WOW! Akhirnya sudah dekat, tapi ternyata masih jauh di dalam.  Singkat cerita, saya pun tiba di depan Osaka Castle & saya terpana melihatnya. Ramai, banyak pengunjung, banyak yang jual makanan juga. Rasa capek pun hilang jadinya. Saya lalu beli tiket & masuk ke dalam, di mulai dari lantai paling atas (pakai lift). Di sini juga ada untuk mencoba baju samurai & kimono/yukata, tapi harus bayar 300 Yen, ya sayapun coba juga walau di Hiroshima Castle sudah coba (karena lebih keren & lengkap di sini)   Lalu setelah keluar dari castle, saya membeli beberapa oleh2 & mencoba makanan yang ada di sana. Setelah itu kira2 jam 1:30 kembali ke stasiun & pergi ke Tempozan Market Place. 
Tempozan Market Place ini semacam tempat belanja & ada beberapa permainan seperti ferris wheel & juga ada aquarium. Saya berada di situ kira2 cuma 1 jam saja. Saya sudah lapar & gak terlalu tertarik sama makanan yang ada di sana. Sambil duduk saya browsing internet untuk cari tempat makan yang lumayan terkenal atau khas Osaka hehehe...
Lalu akhirnya saya putuskan saya pergi ke Universal Studio!  Memang ada rencana mau ke sana juga, tapi ragu2 karena saya gak akan beli tiket. Tapi karena katanya ada Takoyaki Museum jadi saya berminat ke sana. Jarak dari Tempozan itu sekitar 30 menit dengan kereta & cuaca masih gerimis & semakin deras
Sayapun tiba di USJ. Saya melihat ada restaurant sushi (mungkin ini yang saya baca dari FR forum ini) yang ada conveyor belt & murah meriah. Tidak diragukan lagi, memang super murah! 1 piring di mulai dari 100 Yen & paling mahal sekitar 300an saja. Sushinya juga enak, fresh! 
Setelah makan sushi saya pun menelusuri City Walk & berfoto2 di sana (fotonya hujan2an pakai payung). Sebelum kembali ke stasiun saya mampir dulu membeli bakpao yang 'katanya' terkenal di Osaka. Setelah itu saya ke Takoyaki Museum yang sebenarnya adalah tujuan utama saya ke sini. Saya pikir ini seperti museum, ternyata cuma semacam food court yang menjual takoyaki. Semua serba takoyaki, dari yang original sampai bermacam2 rasa/saus. Sebenarnya saya sudah kenyang, tapi karena sudah berada di sini ya saya makan lagi, mencicipi takoyaki. Saya beli di tempat yang paling banyak antriannya. Yang membuat saya kaget adalah cara memesannya itu di mesin. Jadi kita masukkan uang lalu kita pilih mau yang mana. Setelah kita pilih nanti receiptnya keluar & saat sudah berada di depan (orang yang buat takoyaki) kita kasih receipt itu  & mereka langsung membuat sesuai yang kita order di mesin tadi. Saya pilih paket 12 takoyaki (sok2an beli banyak padahal gak habis) plus soup & minuman. Takoyakinya ada 3 macam, ada yang gak pakai saus, saus special & mayonaise. Untuk rasa ya lumayanlah, yang original itu unik juga rasanya hehehe.
Setelah minta box untuk di bawa pulang saya pun kembali ke stasiun & langsung pergi ke hotel untuk check in. Hotel kali ini adalah Capsule Hotel di daerah Namba. Uniknya hotel ini kita harus check in setelah jam 5 sore karena sebelum itu mereka tutup. Kalau kita nginap lebih dari 1 malam, maka kita harus check out dulu paginya (sebelum jam 10) lalu jam 5 check in lagi. Terus barang2 kita gimana? Ya itu dia, harus dibawa keluar!!! 
Saya tiba di hotel sekitar jam 7 malam. Lobby hotel sudah penuh dengan koper2 besar. Capsule hotel ini bisa untuk pria & wanita. Yang pria berada di lantai berapa & wanita di lantai lain & mereka gak boleh pergi ke lantai itu! Dilarang makan/minum di dalam kamar (di lantai tempat kita tidur, lantai kamar mandi). Kalau mau makan/minum harus di lobby, ada beberapa bangku & meja yang disediakan & ada vending machine untuk beli minuman. Sepatu harus ditaro di dalam loker di lantai bawah (di lobby). Mereka kasih 2 kunci, 1 kunci loker sepatu & 1 kunci loker buat barang2 karena sebenarnya gak boleh bawa tas ke dalam kamar (tapi ada juga yang bawa & taro di depan kamar). Setelah melihat kamar saya yang begitu mungil ini & taro barang2 di loker saya melanjutkan perjalanan hehehe... 
Hotel ini gak jauh dari Glicoman Bridge. Kira2 5 menit jalan kaki. Kondisi cuaca juga masih hujan walau gak begitu deras. Saya pun memakai jas hujan yang sempat saya beli di 7-eleven karena malas bawa payung. Dan inti dari perjalanan di Namba ini adalah belanja! Beli oleh2 yang 'katanya' khas Osaka. Saya pun membeli beberapa macam snacks (teryata enak2!).
Ternyata setelah berbelanja, saya lapar. Saya pun kembali bertanya pada Mbah Google, restaurant mana yang enak & terkenal & khas di daerah sini. Lalu setelah memilih-milih, saya pun mencoba Kushikatsu! Yaitu berupa gorengan yang ditusuk seperti sate & dicelup ke dalam saus. Yang menjadi ciri khas dari kushikatsu ini adalah cara makan & peraturannya. Dalam 1 meja panjang (seperti meja bar) hanya ada beberapa mangkok saus celup. Nah, gak perduli berapa orang yang makan & kenal atau gak, kita harus sharing saat mau mencelupkan si kushikatsu tersebut. Hiiiy, gimana kalau sudah digigit?? Bekas orang lain kan  
Maka dari itu, ada peraturannya disini (di tulis di menu) setiap kushikatsu yang akan dicelup ke dalam saus, tidak boleh digigit/di makan dulu. Jadi kalau habis dicelup terus kita gigit/makan gak boleh di celup lagi. Kalau masih mau sausnya, sausnya di ambil & taro di piring kita (keliatan gampang kan) tapi gak pakai sendok. Saat memesan kushikatsu, kita juga dikasih sayur kol yang dipotong lebar2 dengan tujuan supaya bisa menyendok si saus tersebut. Aneh tapi nyata, begitulah peraturan disini, tapi untuk makan disini saja antrinya puaanjaaaaaang bgt, untung saya sendiri jadi langsung hehehe...
Setelah kenyang & membawa beberapa kanton belanjaan saya pun kembali ke hotel, itu juga sudah hampir jam 10 malam.   Rabu, 9 September 2015
Saya kembali lagi bangun pagi  sekitar jam 6, lalu mulai siap2 beresin tas & mengatur barang karena sudah penuh dengan snakcs  
Lalu sekitar jam 7:30 pagi saya check out & menuju ke Shitennoji. Sebenarnya ada tempat yang pengen bgt saya kunjungin, yaitu Open Air Museum, itu semacam museum traditional farm-nya Jepang. Tapi karena jarak dari stasiun ke museum itu harus jalan kaki lagi sekitar 15 menit (pp jadi 30 menit) & cuaca juga masih hujan, jadinya batal hiks...   
Ternyata di Shitennoji itu kurang menarik, sepi pula, cuma ada beberapa orang yang sepertinya sebelum mereka berangkat kerja mereka berdoa dulu di situ. Salut juga sih, masih ada beberapa orang yang seperti itu padahal hujan juga tapi masih menyempatkan diri untuk datang & berdoa. 
Setelah dari Shitennoji saya pun kembali ke Osaka Station untuk ambil koper di lokcer. Untuk membuka locker tersebut (karena saya sudah terhitung 2 hari & kemarin baru bayar 1 hari) saya harus masukkan lagi 700 Yen lalu kuncinya baru bisa terbuka. Lalu saya langsung beresin ransel & pindahin snacks2 ke dalam koper jadi lebih ringan ranselnya. 
Singkat bgt rasanya, kurang bgt waktunya tapi saya sudah harus ke Kyoto (sesuai itinerary yang saya buat). Masih ada beberapa tempat yang belum saya explore di Osaka. Tapi ya sudahlah, setidaknya saya sudah cukup puas & senang selama berada di Osaka.  Saya tiba di Kyoto kira2 jam 11:30. Seperti di Osaka Station, saya pun langsung mencari locker lagi untuk taro koper (pisahin baju ganti lagi, bawa ransel, bawa payung, dll). Memang sebenarnya boros juga kalau setiap pindah kota harus sewa locker lagi, tapi kali ini keputusan ini adalah keputusan yang benar2 baik karena sesuatu yang gak terduga terjadi (nanti saya cerita di bawah).  Cuaca lumayan bagus, ada matahari walau sudah mulai gerimis2 kecil. Tapi saya langsung berlanjut ke Bamboo Grove. Saya sudah terbayang2 mau naik scenic train tapi pas sampai di Saga-Arashiyama Station ternyata Saga Torokko Station itu tutup sepertinya setiap hari Rabu memang tutup, hiks...
Jadi saya berjalan kaki menuju Bamboo Groves, karena banyak turis yang ke sana juga saya ikutin mereka dari belakang hehehe... Ternyata gak begitu jauh, 5-7 menit saja sudah bisa melihat bambu2 tersebut. Saya pun menelusuri jalan yang kecil itu. Di sana ada beberapa kuil tapi saya gak mampir ke semua kuil itu karena harus bayar lagi & saya masih harus ke tempat lain setelah ini, jadi saya cuma mampir Nonomi Ya (kalau gak salah). Setelah itu saya kembali ke Saga-Arashiyama. Saya sempat salah jalan, di panah jalan ada stasiun juga gak jauh dari Nonomi Ya, saya lewat situ ternyata itu stasiun untuk scenic train, ya tutup kan. Saya pikir bisa balik ke Saga-Arashiyama dari situ, ternyata gak bisa jadi saya balik lagi ke jalan yang tadi (karena takut nyasar & udah capek, panas juga ternyata). Sebelum ke Saga-Arashiyama saya mampir dulu ke cafe, minum green tea latte &  ber-AC ria hehehe... 
Saya pun lanjut ke Fushimi Inari. Salah satu hal yang saya suka di Fushimi Inari adalah, cari tempatna gampang! Keluar dari stasiun sudah kelihatan jadi gak usah using2 cari jalan. Karena saya belum makan dari pagi, saya duduk dulu di pinggiran & makan bakpao yang saya beli dari Osaka. Bakpaonya sudah dingin tapi untung masih enak, saya beli 2 tapi saya makan 1 saja & setelah itu langsung menuju torii2 yang sudah menanti saya  
Cukup rame, tapi semakin ke dalam, semakin jauh, ya agak sepi juga. Tadinya saya mau muterin semua yang ada di peta, tapi gak jadi karena takut kejauhan. Saya berada di sini hampir 2 jam, karena sekalian bersantai & menunggu check in hotel jam 3. Lalu sekitar jam 4 saya pun menuju hotel. Hotel kali ini berada di dekat Gion, sengaja saya mencari daerah sini, jadi kalau malam tinggal jalan kaki ke Gion & hotel ini adalah ryokan. Saya sempat keputar2 cari ryokannya, ya entah saya gak bisa baca GPS nya atau memang GPS nya yang error, depan jadi belakang, kiri jadi kanan. Kira2 30 menit lah saya keputar2, saya sampai di ryokan jam 5. Di sinilah terjadi hal yang tidak terduga...
Check in jam 3, saya datang jam 5, & alamat yang benar. Saya mencoba membuka pintu masuk, tapi gak kebuka juga. Saya coba pintu yang satunya gak kebuka juga. Saya ketok2, saya teriak2 "Sumimasen!!!" gak ada jawaban. Saya bingung, ini ryokan gimana sih, orangnya kemana, lagi keluar atau memang sudah gak menyewakan kamar lagi??! Ada tulisan dalam bahasa Inggirs, tapi itu adalah cara kita membuka pintu (harus digeser) saya sudah coba geser tapi memang di kunci. Saya bingung, saya cuma bisa email CS  booking.com karena saya booking dari situ. Di depan ryokan ada sebuah bar kecil seperti rumah biasa, saya pun masuk & bertanya tentang ryokan itu. Berhubung bahasa Jepang saya terbatas & pemilik bar itu juga gak bisa bahasa Inggris jadi yaaa, nyambung gak nyambung. 
Maksud ibu pemilik bar adalah kenapa saya gak coba telp, nah maksud saya HP saya ini gak bisa buat telp. Ibu itu pun mencoba telp seseorang (yang saya pikir bisa bahasa Inggris & bakal ngomong sama saya) ternyata bukan! Ibu itu cuma tanya apakah saya sudah reservasi, gubrak! Saya bilang sudah, lalu kita ke ryokan itu & mencoba ketok2 & membuka pintu tapi  masih gak ada jawaban. Setelah it kembali lagi ke bar, saya menunggu kira2 1 jam, tapi masih juga gak ada yang bukain. Mungkin ibu itu kasihan sama saya, saya dikasih minum & snacks secara gratis!! 
Lalu saya pun langsung berpikir cari cara gimana ini, saya pun kembali bertanya pada Mbah Google. Banyak hotel di sana, tapi saya gak tau harganya, takut beda sama yang ada di internet. Akhirnya saya lihat ada Capsule Hotel lagi yang gak jauh dari situ & harga murah & only 1 left! Saya pun pamit & berterima kasih kepada ibu itu hiks... jadi terharu saya 
Untunglah saya gak bawa koper, saya gak bisa bayangin saya udah capek2 bawa koper & keputar2 & endingnya gak dibukain pintu, sedih banget. Saya cuma bilang di email saya mau refund saja, karena saya sudah ke sana tapi tutup & sampai beberapa hari belum ada jawaban juga (tapi endingnya memang balik uangnya). 
Sayapun tiba di Capsule Hotel. Saya kaget, karena saya gak reservasi jadi harganya 2x lipat!! Saya bilang, tadi saya lihat harganya cuma segini.., terus mereka bilang saya reservasi online dulu sekarang & kalau sudah ada confirm ke email baru saya check in. Kira2 10 menit setelah reservasi online saya pun sudah bisa check in, huuff, lega rasanya, gak di PHP-in lagi sama hotel hehehe... Sayang bgt saya sudah buang2 waktu 1 jam lebih. 
Lalu sekitar jam 6:30 saya menuju ke Kyoto International Manga Museum. Tapi sesampainya saya di sana ternyata sudah tutup, gagal lagi gagal lagi... Saya langsung mampir ke cafe & minum Milk Tea lalu langsung menuju ke Gion dengan berjalan kaki selama 30 menit lebih (karena mampir2 dulu beli oleh2 lagi & beli Bubble Tea lagi). 
Saya menelurusi sepanjang jalan di Gion Disctric, cukup rame, ya sebenarnya cuma begitu2 saja sih, gak lihat Geisha nya juga, ke kuilnya juga sudah gelap. Saya pun kembali ke hotel & kali ini agak nyasar juga karena bingung sendiri sama GPS, batre HP juga sudah mau habis, Power Bank juga sudah mati, jadi saya berharap bisa sampai hotel sebelum benar2 mati HP nya, sudah mau nyerah mau naik taksi saja tapi akhirnya sampai juga.   Kamis, 10 September 2015
Seperti Capsule Hotel yang sebelumnya, gak boleh makan & minum di lantai kamar kita, & harus check out sebelum jam 10, saya pun makan sisa bakpao di lobby. Kali ini saya turun ke lobby lebih pagi, sekitar 5:30 karena saya mau ke Kiyomizudera & kalau bisa ke Kinkakuji, Ginkakuji, Imperial Palace juga (tapi kenyataannya gak jadi). 
Jam 6 saya mulai menunggu bus di halte. Kalau jalan kaki itu 20-30 menit, naik bus ya lebih cepat, tapi untuk sampai di kuilnya tetap harus jalan kaki juga. Jadi saya beli tiket bus untuk 1 hari seharga 500 Yen, saya turun di halte dekat Kiyomizudera. Masih pagi, saya sudah capek, karena jalanannya menanjak semua. Tapi daripada gak kemana2 gak ada yang jadi & ini sudah di depan mata, saya pantang menyerang, saya jalan terus. 
Setibanya di depan gerbang, sudah ada larangan dilarang makan, minum & merokok. Saya bawa air minum & ditegur oleh petugas, boleh bawa tapi jangan minum di dalam katanya. Sepi bgt di sana, tempatnya luas & memang belum jam buka sepertinya. Saya mulai mutar2 keliling tempat itu, sempat agak bingung koq beda sama yang di foto yang saya lihat di internet, koq cuma begini saja. Saya lihat sepertinya sedang ada perbaikan, saya pun memutar balik & pergi menuju tangga naik ke Love Stone. Ya, di sini ada batu cinta, konon katanya kalau kita bisa berjalan dari batu A ke batu B dengan mata tertutup & jalan lurus intinya kisah cinta kita bagus, lancar & akan dikabulkan (kalau gak salah begitu) saya coba jalan eh untung saya langsung buka mata, ternyata di depan saya sudah tangga yang tadi saya lewati, untung gak jatuh Itu artinya apa ya, apa kisah cinta saya gak bagus ya hehehe (artinya saya selamat gak jatuh dari tangga).
Lalu saya pun kembali ke tempat yang sepertinya sedang diperbaiki tadi, untung seribu untung, ternyata kalau saya jalan terus ke sebelah kiri, itu ternyata pintu masuk ke Main Hall nya & memang harus beli tiket. Saya pun beli tiket & ada beberapa orang juga yang baru datang & membeli. Setelah saya melewati Main Hall, saya bisa melihat pemandangan kota Kyoto, bagus bgt!! Saya lanjut berjalan mengikuti arah panah, dan ternyata... inilah yang saya cari... 
Bagus bagus baguussss bgt! Gak nyesal saya capek2 jalan ke sini. Ini yang paling berksesan selama di Kyoto. Karena sudah dapat yang bagus sepert ini, saya gak jadi ke Kinkakuji, Ginkakuji dll, saya menikmati tempat ini dulu. Saya turun ke bawah & melihat Main Hall nya dari bawah, benar2 beda bgt sama kuil2 yang saya kunjungin sebelumnya. 
Setelah puas berada di sana, sekitar jam 8 saya kembali ke hotel untuk beresin barang & check out karena waktu sudah mepet. Saya ingin ke Kyoto Station sepagi mungkin untuk mengejar kereta ke Gotemba. 
Singkat cerita saya sampai di Kyoto Station jam 9:30 pagi, saya mencari money changer dulu & membeli oleh2 lagi. Setelah itu saya reservasi kursi untuk ke Gotemba, saya ambil yang jam 11, jadi saya ada waktu untuk beresin koper lagi. Karena sepertinya ini bakalan ribet, perjalanan menuju Gotemba itu hampir sekitar 3 jam karena saya harus transfer di Atami & Numazu. 
Saya tiba di Gotemba Station sekitar jam 2, seperti biasa, cari locker lagi, tapi kali ini bukan ide yang bagus karena ternyata hotelnya dekat bgt, tinggal jalan lurus saja tapi ya sudah terlanjur & lockernya juga lebih murah, cuma 600 Yen. Setelah itu saya pun berjalan ke hotel, check in di mulai dari jam 3 tapi saya sampai lebih awal & untungnya dibolehkan untuk langsung check in & masuk ke kamar. 
Menurut saya, saya buang2 waktu selama di Gotemba. Karena saya melakukan kesalahan, yaitu, saya gak membaca dengan benar tentang Fuji-Hakone Pass. Saya pikir orang2 di sana pada tahu, ternyata gak. Mereka malah tanya saya mau kemana, Hakone & Fuji itu beda arah. Di itinerary yang saya susun, sebenarnya hari ini itu ke Hakone & besok ke Fuji/Kawaguciko. Tapi karena sempat hujan juga & gak ada Ticket Pass rencana itu batal.
Akhirnya saya cuma ke Gotemba Outlet untuk beli koper & makan karena saya sudah pusing & capek. Saya pun mulai bertanya2 lagi di Forum ini & akhirnya saya tahu bahwa beli Pass nya itu dari Shinjuku (kalau gak salah).  Saya sempat bertanya di bagian informasi Outlet, kalau saya mau ke Hakone/Fuji itu gimana & naik apa. Mereka bilang Naik bus, tapi karena saya gak ada Ticket Pass, jadi saya harus bayar kalau turun naik bus. Lebih mahal juga apalagi kalau mau naik cruise di Lake Ashi & Ropeway di Owakudani (tapi lagi ditutup juga karena vulkanik sedang tinggi & jadi bahan pertimbangan saya gak jadi ke Hakone). Kalau bus ke Kawaguchiko itu juga ada, tapi karena sudah sore, untuk bus kembali ke Gotemba itu yang paling terakhir sekitar jam 8 & saat it sudah sekitar jam 4, perjalanan saja sudah 1 jam. Daripada buang2 uang & buang2 waktu jauh2 juga & cuma sebentar ya gak jadi saya. Setelah dari Outlet balik ke hotel & menyusun rencana buat besok. Saya sudah tepar di hotel, sekitar jam 9 saya pun langsung tidur karena besok benar2 harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Sekian FR Part 2 saya, maaf lebih panjang dari yang Part 1, tapi begitulah yang saya alami & saya rasakan :) Thanks sudah membaca FR ini! Bersambung ke Part 3