Sign in to follow this  
Followers 0
ameryudha

Tempat makan recomended di Jatinangor. anak kos masuk!!

4 posts in this topic

Jatinangor adalah sebuah kota yang dipenuhi mahasiswa dan mahasiswa ganteng dan cantik. ane sebagai warga jatinangor merasa berkewajiban memberi rekomendasi kepada agan2 jalan2ers semua( ane mantan mahasiswa disono gan, hehe)

ada beberapa tempat yang direkomendasikan oleh ane. here we go:

1. Cherry's Corner

buat agan2 yang pengen makan agak mahal, bisa kesini. buka 24 jam sehari 7 hari seminggu, cherrys cornerr bisa jadi tempat makan favorit agan sama pasangan agan. disini ada wifi, sofa, tempatnya oke banget dah, harganya murah banget juga. ane suka sour n sweet chicken harganya 13ribu porsinya mantap, rasanya oke banget.

2. Simental Fapet

tempat makan ini terkenal banget di antara mahasiswa blok kanan. lokasinya di depan fakultas peternakan. makannya kesehan di tengah kebun jagung. yah agan mau bikin video klip juga monggo. harga per kali makan sekitar 8ribu, makanan favorit ane adalah ayam geprek gan, nyediain menu warteg juga, enak banget deh tempatnya.

3. Baso Mang Udin

nah , pecinta baso jatinangor mah pasti tau ini tempat. lokasinya depan ikopin ada tulisan gede. porsinya kira2 setenah porsi baso akung, harganya 7ribu. kalo basonya dibungkus nanti dikasih tulang2 sapi yang banyak dagingnya, enak bagnet deh basonya.

4. Hipotesa

buat agan2 yang tinggal di nangrok city dan gak tau ini tempat, kebangetan deh. makanan favorit ane adalah nasi dobel pake jamur ditambah ayam suir mustofa dan dadar telor pake kerupuk , minumnya pake nutrisari. kalo bulan puasa siang2 ane suka kesini. hahahahaha. hayo yang pernah di nangor, ngaku!!!

Share this post


Link to post
Share on other sites

itu makanan yang ente sebut di Hipotesa bikin ane ngiler. perut jadi keroncongan tiba2.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Waktu mahasiswa di Universitas Padjajaran Bandung, gue terbilang sering datang ke tempat ini. cherry Corner Bandung memang kecil tempatnya namun harga dan rasanya sangat menarik, bro. untuk ukuran resto kecil-minimalis, terbilang banyak makanan yang disajikannya seperti aneka snack (jajanan ringan), atau Anda yang ingin langsung menjajal masakan beratnya bisa pesan tongseng, sop buntut, dll. Harganya sendiri cukup meriah dan sangat pas di kantong mahasiswa. Hanya belasan ribu saja!

kalau ke kawasan jatinangor, pokoknya Anda harus mencobanya!

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • By Farah Supit
      Hai, mau minta saran, pendapat masukan nih buat suhu, sesepuh, dewa wisata dibandung.
      aku udah punya destinasi tapi karena ga tau persis letak posisi dan lokasinya (mengandalkan GPS saat perjalanan nanti.).
      Destinasinya :
      1. Lereng Anteng Panoramic Coffee
      2. Tangkuban Perahu
      3. The Lodge Maribaya
      4. Rumah Guguk
      5. Braga & Alun-alun kota Bandung
      Mau minta saran kemana dulu ya baiknya sesuai rute lokasinya biar ga mondar mandir bolak balik atau muter muter jalannya.
      aku dari jakarta berangkat sabtu subuh pulang minggu malam.
      sekalian kasih tau berapa lama perkiraan perjalanan dr 1 destinasi ke destinasi lainnya ya suhu
       
      mohon bantuannya dan terima kasih sebelumnya. maaf kalo ada salah2 dalam postingannya (newbie )
    • By deffa

      Hola Deffa Here!!!
      Tahu kan Bandros? Bandros adalah Bus Double Decker yang di desain khusus untuk wisata di Bandung yang dilengkapi, dengan desain menarik, pertama kali di perkenalkan pada tahun 2014 ketika Ridwan Kamil baru menjabat jadi Walikota Bandung.
      Masyarakat umum boleh menaiki Bandros ini untuk berkeliling Kota Bandung, menikmati suasana Kota Bandung dari atas Bus ini.
      Bandros pertama yang dimiliki pemkot Bandung adalah Bandros yang bernomor 01 atau Bandros 01. Namun, sudah tidak beroperasi lagi, karena sudah di gantikan bandros terbaru.

      Tapi atas prakarsa walikota Ridwan Kamil. Bandros ini masih bisa di gunakan untuk sekedar Foto-Foto dan GRATIS. Lokasinya di parkiran Polrestabes Bandung, di depan Taman Vanda, dekat Balai Kota.

      Note: Untuk naik Bandros yang aktif kalian bisa datang ke Taman Cibeunying, jalan Cilaki. Tiket perorang Rp. 25.000. Muterin beberapa spot di Kota Bandung

    • By Alfa Dolfin
      “yakin ini tempatnya…?”, tanya ku kepada driver mobil yang kami sewa saat menghentikan mobilnya.  Benar, itu plang-nya, jawabnya. “olaaaaa….kog sudah beda banget ya….pangling banget…May be kalau ngga ada plangnya aku ngga percaya kalau inilah tempat yang aku cari”.

       Masa kecil di salah kampung di Cimahi, membuat akrab dengan jajanan siomay. Meski siomay kampung yang campuran tepung kanji-nya sangat kuat, perut pun tidak menolak. Bumbu kacang “kelas” standar Plus saos sambel+kecap manis, merupakan campuran nikmat. Entah kenapa setelah puluhan tahun berlalu aku masih kangen siomay seperti ini. Lidah maupun perut pun masih welcome
       Rupanya selera ku ini turunan dari ibunda. Termasuk favorit ibunda dengan yang namanya Batagor Kingsley. Entah tahun sejak tahun kapan ibunda selalu memilih Kingsley jika ke Bandung. Atau nitip Kingsley jika akunya yang ke Bandung. Selain itu ngga mau. Pastinya sejak aku SMA sudah di ajak kenalan sama Kingsley. Ternyata aku juga nge-fans. Setiap kali ke Bandung akan berusaha mampir di jalan Veteran, lokasi Kingsley. Klop dech ibu dan anak.
       Pernah saat mengantar ibu nyekar ke makam ibunya, berarti oma-ku, di Cimahi, sebelum kembali ke Jakarta sengaja ke Bandung Cuma ingin mampir di Kingsley. Terlihat ibu-ku makan dengan lahap 1 porsi. Aku…? Hhhmmm, cukup 2 porsi saja. Meski ada menu Batagor Kuah, atau pilihan yang lain, tetap saja Batagor goreng paling cocok di lidah.

      Batagor Kingsley paling favorit  Minimal 2 porsii seperti ini.
       

      Suguhan es sekoteng....wooouwww.......Bisa kalap.....
      Kenapa kog begitu nge-fans? Apa ke-istimewa-annya? Kalau tanya sama ibu, dia akan menjawab karena saat itu tahunya ya Kingsley. Ibu belum pernah coba merek lain misalnya Abui. Maklum sudah usia dan masih kolot. Batagor tahunya ya Kingsley.
       Kalau aku? Memang pernah coba batagor abui atau pesaing lainnya. Hasilnya sama-sama enak. Cuma aku suka nongkrong di Kingsley karena terasa suasana warung yang mengingatkan masa-masa kecil doeloe. Satu lagi….ada pengamen permanan,  bukan pengamen keliling, yang selalu ada di depan Kingsley. Terasa sekali kelompok pengamen yang terdiri 3 personal bagi saya sangat istimewa.  . Sejauh aku nikmati suaranya bagus. Lagunya pun yang dinyanyikan tidak sumbang. woooowww....like it. Makan dalam suasana warung, plus di temani pengamen yang lebih cocok di sebut vokal group.

      Kingsley doeloe....bersuasana warung

      Meski makan bisa senggol-senggol-an tetap asyik

      Ini dia "pengamen" favorit ku yang biasa mangkal di depan Kingsley. Karena ada akang-akang ini lah yang bikin aku betah di Kingsley
       Namun semua itu tinggal lah cerita. Terakhir beberapa waktu lalu ke Kingsley, aku terkejut seperti di awal tulisan ini. Sudah sangat beda. Memang bagus. Manajemen Kingsley berhasil merubah citra diri-nya. Tempatnya yang semula warung menjadi lebih modern. Sudah menjadi resto berlantai 2.

      Kingsley sekarang ini. Lebih modern, lebih oke.... sayang aku kurang cocok.
       Lalu kemana 3 akang pengamen? Tidak ada. Informasinya sudah bubar. Waktu aku tunjukan foto ke supervisor Kingsley, dia menjawab tidak tahu. Rupanya orang baru. Barulah terjawab setelah aku tanyakan sama juru parkir. “yang dua ini sudah meninggal”.
       Hhhhmmmm…..aku jadi termenung sendiri. Menyadari aku ternyata tidak mudah ber-adaptasi dengan sesuatu yang baru. Aku masih rindu dan mengharapkan suasana Kingsley yang doeloe, yang masih berupa warung. Seru…jauh dari kesan modern.
       Sebelum aku mampir di Kingsley, aku sudah mengharapkan bisa mendengar senandung 3 akang pengamen tadi. Malah sudah siapkan request beberapa 3 lagu. Tentu dengan dengan kesiapan dan kerelaan imbalan di atas rata-rata. Ah…komplit kenikmatan. Menikmati batagor dalam suasana kampung, seperti masa kecil ku di Cimahi, dan suara merdu pengamen.
       Melihat kondisi sekarang, bukan negative promosi, hanya selera pribadi saja. Berarti saatnya aku harus say good bye dengan Kingsley
       
    • By inggit9393
      Cukup kaget sih, ga ada thread hanimun di bandung. hhe. 
      Ini opsi kedua saya sih untuk hanimun di bali. Kalau liat dari itin dibawah sih gak romantis2 amat sih, tapi emang kami suka explore sesuatu.
      Minta saran dong para suhu. 
      Sampe Stasiun Bandung Malam.
      Hari 1 (explore bandung selatan)
      Ciwidey 
      Kawah putih 
      Pemandian Air Panas Ciwalini
      Penangkaran Rusa Ranca Upas
      Kebun stroberry (Petik Sendiri)
      Kampung Sawah 
      Pusat Oleh2 Cibaduyut dan Pasar Baru
      Hari 2 (explore bandung utara)
      Tangkuban Perahu
      Kebun Teh
      Kampung Gajah
      Sari Ater
      Flolating Market Lembang/Farm Hause/Dusun Bambu/De Ranch
      Bosscha Observatory 
      Tebing Keraton/D’café
      Kebun Bunga Begonia
      Hari 3 (explore kota)
      Jl. braga
      Gedung Sate
      Oleh-oleh primarasa
      Factory outlet
      Please kasi saran dong explore mana kalo di kota.
      Balik ke Jkt Malam.

       Pertanyaan :
      1. Kalo liat dari itin diatas, enaknya nyari hotel di daerah mana yak ? ada advice ? hho
      2. Kalo emang ada yang gak perlu, atau gak cukup coret aja suhu.
      Mohon pencerahannya ^^

       
       
       
       
       
       
    • By Hanyptr
      haloo.. aku ada rencana ingin mengunjungi  bandung  berdua doang dari jakarta. Rencananya kesana selama 3 hari 2 malam di weekday.
      mohon sarannya dong aku kebandung antara menggunakan travel seperti daytrans atau naik kereta dr gambir kira-kira lebih efektif dan efisien yang apa ya?
      selanjutnya selama 3 hari 2 malam itu aku rencana hari pertama explore bandung kota , hari kedua ke lembang, dan hari ketiga bandung kota lagi. berhubungan aku berangkat dari jakarta menggunakan kendaraan umum. kira-kira lebih baik sewa mobil dengan supir atau cukup mengandalkan transportasi online seperti uber atau grab?
      dan kira-kira buat penginapannya lebih baik di daerah mana ya? biar enak kemana-mananya?
      Thankyouu
    • By Bima TourTravel
      Masih ada kuota ... 
      TRIP WISATA MARIBAYA LODGE - TAMAN BUNGA BEGONIA 8 JANUARI 2017
      Biaya : 200.000 / Org
      Itinerary:
      06.00 - 06.30 Meeting Poin di Plaza Semanggi , absensi ulang
      06.30 - 07.00 Perjalanan menuju Lembang Bandung
      12.00 - 13.00 Makan siang ( Exclud ) nanti dicarikan tempat makan yang sesuai budget
      13.00- 13.30 Maribaya Lodge
      13.30 - 15.00 Tiba , foto-foto, explor wisata Maribaya Lodge
      15.00-15.30 Menuju Taman Bunga Begonia
      15.30 - 17.00 Menikmati sore sejuk di Taman Bunga Begonia
      17.00 - 18.30 Jalan-jalan ke Cihampelas
      18.30 -19.30 Belanja oleh-oleh di Primarasa
      19.30 - Back To Jekardah
      Fasilitas :
      Transportasi AC Jakarta - Bandung PP
      Tiket Masuk Wisata
      Tour Leader yang Ngegemesin
      Dokumentasi
      Air Mineral
      Exclude :
      Makan Siang
      Pengeluaran Pribadi
      Grab it fast and make your reservation now!!!
      Contact Person:
      Call/Whatsapp: 081380796096
      Pin BB : 2A568A6D
      Line Official : @bimatourtravel
      Website : www.bimatourandtravel.com
      FB : Bima TourTravel
      Twitter : @BimaTourTravel
      Email ke: bimatourtravel [at] yahoo [dot] com

    • By Tarmizi Arl
      Hallo Traveler yang berbahagia dimanapun berada...
       
      Beberapa waktu lalu kita dikagetkan dengan bencana tanah longsor yang terjadi di Pangalengan, Kab.Bandung. Saya jadi teringat tentang keindahan Pangalengan yang pernah saya kunjungi awal tahun 2014 lalu. Keindahan alam kawasan Bandung selatan ini tidak usah diragukan, bahkan dalam catatan, seorang kolonial Belanda pernah menyatakan ‘Parahyangan diciptakan Tuhan dalam keadaan tersenyum’ .
      Ya... Pangalengan ini jadi salah satu bukti ‘senyum’ Tuhan di Bumi Parahyangan. Tidak hanya keindahana alam khas dataran tinggi, disini juga ada objek wisata sejarah yaitu Rumah dan makam Boscha. Berikut ini sedikit field report saya di pangalengan.
       
      Hari 1
       
      Berangkat jam 8 pagi dari Bogor dengan Bus ke Leuwi Panjang, Bandung.
      Dalam sehari, bus keberangkatan Bogor-Bandung atau Jakarta-Bandung cukup banyak dan dengan intensitas cukup sering.
      Jam 11 siang sampai di Terminal Leuwi Panjang, Bandung. Selanjutnya kalian bisa naik bus sedang dengan tarif Rp30.000 yang akan mengantarkan kalian langsung ke Pangalengan. Jarak Bandung ke Pangalengan ialah sekitar 40 km atau sekitar 2 jam perjalanan, dan jalan yang akan kalian lalui ialah jalanan berliku dan menanjak. Suasana dingin-sejuk juga akan mulai merasuk pori pori tubuh kalian ketika mulai memasuki kawasan Pangalengan.
       
      Sesampainya di Pangalengan kalian bisa mencari penginapan terlebih dahulu. Susah tidak susah sebetulnya mencari penginapan di Pangelengan, tapi saya coba kasih beberapa list penginapan yaitu Citere Resort di Jl.Raya Pintu, Pangalengan (Cp 022-5979423 ) dengan tarif kamar standar Rp275.000. Kemudian ada juga Hotel Damanaka di Jl.Raya Pangalengan.
      Sedangkan jika kalian ingin menginap di daerah perkebunan teh, salah satu penginapan yang tersedia ialah Wisma Malabar, lokasinya dekat dengan Objek Wisata Perkebunan Teh Malabar dan berdampingan dengan Rumah Bosscha. Untuk kamar di lantai 2 tarif weekdays nya Rp275.000, weekend Rp385.000, dan hari raya Rp495.000. Sedangkan kamar di lantai bawah Rp220.000 weekdays, Rp 330.000 weekend, dan Rp385.000 untuk hari raya.
      Nah, untuk kalian yang datang berombongan juga banyak wisma dan villa di sekitaran kebun teh dengan tarif Rp700.000-Rp1,2 juta per rumahnya.
       
      Penginapan sudah didapat, kalian bisa mencari sewa kendaraan agar perjalanan lebih nyaman. Kalian bisa tanyakan ke pihak penginapan atau tukang ojek disekitar sana, biasanya mereka memberikan rekomendasi penyewaaan motor/mobil.
      Jika semua sudah aman, mari lanjutkan perjalanan di tempat wisata pertama yaitu Situ Cileunca
       
      1. Situ Cileunca
       
      Situ Cileunca merupakan danau buatan (dibuat tahun 1918) yang digunakan untuk menampung air guna keperluan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Jaraknya sekitar 5 km dari Terminal dan jika kalian mau naik kendaraan umum, kalian bisa naik angkot dari terminal dengan tarif Rp3500,-
      Keindahan situ ini juga didukung oleh panorama lanskap nya yang juga indah berdampingan dan menjadi satu kesatuan. Dengan tiket masuk Rp10.000,- kalian tidak hanya bisa menikmati suasana danau, tapi juga bisa menyusuri danaunya dengan perahu. Tiket perahunya hanya Rp5.000/orang atau sekitar Rp30.000/perahu. Kalian akan dibawa mengelilingi danau dan menuju ke sebuah perkebunan arbei di salah satu sisi situ.
       

      Situ Cileunca
      (sumber gambar : www.wisatakebandung.com)
       
      Memasuki perkebunan arbei, kalian lagi lagi harus bayar Rp5000. Kalau mau petik dan makan arbei sepuasnya di kebun serta bawa pulang dengan satu keranjang kecil yang disediakan, kalian harus bayar lagi Rp5000.
       

      Naik Perahu ke Kebun Arbei
       

      Kebun Arbei
      (sumber gambar : www.gusharis.net)
       

      Buah Arbei Hasil Petikan
       
      Karena hari sudah mulai sore akhirnya kami berencana untuk kembali ke Penginapan, tapi sebelumnya kami ingin mencoba menikmati kopi luwak di Desa Margamulya.
      Oh iya,  untuk kalian yang belum dapet penginapan, ternyata di sekitar Situ ini juga ada beberapa penginapan/bungalow untuk disewakan per malam. Harganya juga relatif murah, antara Rp150.000-200.000/malam nya. Kalau mau yang sedkit berbeda, di hari libur dan banyak pengunjung, pengelola juga mengizinkan kalian untuk camping di sekitar situ.
       
      2. Ngopi Luwak Malabar
       
      Berada di Pasirmulya, Desa Margamulya, Pangalengan yang berjarak 7 km dari Situ Cileunca. Kopi luwak Malabar ini cukup menarik perhatian apalagi saat itu nama kopi luwak sedang naik daun.
      Untuk menuju lokasi bisa dibilang susah susah gampang. Di jalan Raya Pangalengan kalian bisa melihat ada petunjuk bertuliskan ‘Kopi Malabar’ 2km lagi. Tapi ketika sudah sampai perkampungan, maka kalian bisa bertanya tanya saja ke warga karena sudah tidak ada lagi papan petunjuk.
       
      Di warung kopi luwak itu, kalian bisa melihat papan bertuliskan ‘Kopi Luwak Malabar’.
      Mencicipi kopi disini, kalian akan melihat langsung proses penyeduhan kopinya. Kopinya masih dalam bentuk biji yang kemudian dimasukkan didalam mesin untuk kemudian diolah menjadi serbuk lalu diseduh.
      Secangkir kopi hangat pun sudah tersedia didepan kalian.
       

      Lokasi Kopi Luwak Malabar
      (sumber gambar : www.borealis7.wordpress.com)
       

      Kopi Luwak Malabar
      (sumber gambar : www.wisata.kompasiana.com)
       
      Ternyata Kopi disini ialah kopi arabica yang memang berasal dari kotoran luwak. Untuk satu cup kopi luwak seduhan dijual dengan harga Rp25.000 (kalo di cafe harganya bisa 200ribuan), sedangkan untuk harga 1 kg bubuk kopinya ialah 1,75 juta rupah.
      Bagaimana? Tertarik menyeruput Kopi Luwak super murah ini?
       
      Hari 2
       
      Cuaca yang sejuk mungkin akan menerlenakan kalian hingga enggan untuk memulai petualangan terlalu pagi. Tapi mengingat bahwa akan semakin nikmat menjelajahi Kebun teh di pagi hari, maka singkirkan semua rasa malas itu.
       
      3. Kebun Teh Malabar
       
      Berada sekitar 10 km dari Terminal Pangalengan, untuk menuju gerbang pekebunan kalian bisa naik angkot. Tapi untuk berkeliling dengan puas, maka sewa motor adalah pilihan paling tepat.
      Memasuki kawasan kalian harus membayar tiket Rp5000.
      Disepanjang kebun teh ini kalian bisa puas memandangi hamparan kebun teh yang begitu luas terbentang.
      Dahulunya, Perkebunan teh ini milik pemerintahan kolonialisme belanda, tapi sekarang tentunya sudah tidak lagi. Sekarang Perkebunan teh ini dikelola oleh PT.Perkebunan Nusantara VIII.
       

      Kebun Teh Pangalengan
      (sumber gambar : www.picture.maleber.net)
       
      Untuk menikmati pemandangan yang lebih memukau, cobalah naik ke arah perbukitan yang bisa kalian lalui dengan motor. Meskpin begitu, kalian harus hati- hati karena jalanan yang berkelok, berbatu, atau bahkan lumpur becek.
      Tapi sesampainya diatas bukit yang juga sudah tersedia saung/garda pandang ini, kalian bisa puas menikmati pemandangan dari atas.
      Untuk parkir motor kalian akan di tagih Rp5000,- dan hati hati juga karena bisa jadi ada saja orang yang usil minta tambahan ini itu.
       

      Memandang Perkebunan dari atas bukit
       
      Karena pemandangannya yang super indah dari atas bukit ini, kalian mungkin akan lupa waktu. Jadi mungkin agar bisa lebih nikmat, kalian bisa membawa bekal dan menikmati bersama teman-teman. Tapi jangan lupa untuk menjaga kebersihan.
       
      Kembali turun dari bukit, kalian bisa mengunjungi tempat bersejarah yaitu Makam Sir Boscha. Lokasinya dekat sekali dengan parkiran kalo kalian parkir di perkebunan teh, tinggal tanya penjaga parkirnya saja.
       
      4. Makam Sir.Bosscha
       
      Makam Bosscha ini masih berada di dalam kawasan perkebunan teh Malabar. Lantas apa keterkaitan Sir Bosscha dengan Malabar? Ternyata beliau adalah pendiri perkebunan ini.
      Menurut sejarah, beliau dilahirkan di Den Hagg, Belanda pada 15 Mei 1865 dan beliau sendirilah yang berwasiat agar dimakamkan di sini.
       

      Makam Bosscha
      (sumber gambar : www.wordpress.com)
       
      Biar kita makin pinter dan gak salah informasi, kalian bisa minta bantu penjaga makam buat ceritain sejarah Sir.Boscha atau juga pekebunan Malabar itu sendiri. Dan berdasar infomasi-infomasi yang didapat ternyata Bosscha ini ialah seorang konglomerat Belnada yang memang banyak berdedikasi di tanah parahyangan, salah satunya ya perkebunan teh Malabar ini buktinya.
       
      Kalau sudah berziarah, kalian bisa mencoba menapak tilas kembali kehidupan Bosscha di Kediamannya. Tapi sebelumnya, jika kalian yang penasaran melihat pohon teh yang sudah berumur 100 tahun alias tidak pendek seperti umumnya pohon teh yang kita lihat, kalian bisa menuju ke kawasan pohon teh yang lokasinya dekat dengan makam, kalian bisa tanya ke penjaga makam.
       
      5. Rumah Bosscha
       
      Rumah Bosscha masih berada di kawasan perkebunan teh. Kalan bisa menggunakan motor/mobil dari makam Bosscha ke rumah nya ini.
      Tidak ada tiket masuk untuk sekedar berfoto di luar rumah, tapi jika kalian ingin masuk ke dalam, maka kalian bisa memberi tip kepada guide yang akan membantu kalian.
       
      Sedikit informasi sejarah yang saya dapatkan, ternyata  peran Bosscha di Bandung nampaknya tidak bisa dianggap sepele. Beliau dikenal sebagai sosok dermawan dan berpengaruh. Bahkan Technische Hooge School (ITB saat ini) juga dibangun oleh beliau, termasuk fasilitas laboratoriumnya tak lepas dari peran beliau. Tak lepas juga yang sudah sangat kita kenal yaitu Sterrenwacht (peneropongan bintang) Bosscha di Lembang yang juga dibangun oleh beliau.
       

      Rumah Bosscha
      (sumber gambar : www.blog.maleber.net)
       
      Bosscha yang bernama lengkap Karel Albert Rudolf Bosscha ini, semasa hidupnya tinggal di Malabar hingga sedikit demi sedikit ia membangun perkebunan teh. Rumah tinggal Bosscha di Malabar inilah yang hingga sekarang masih berdiri kokoh.
      Saat ini, rumah Bosscha dijadikan sebagai Museum Bosscha yang banyak menyimpan sejarah tentang keberadaan Bosscha serta perkebunan teh yang dikelolanya.
      Arsitektur rumahnya pun sangat kental dengan nuansa kolonial, dan keberadaanya cukup menarik perhatian diantara perkebunan teh yang menghijau.
       
      Selepas menikmati keindahan lukisan Tuhan di Perkebunan Teh dan belajar banyak tentang sejarah Sor.Bosscha, tak ada salahnya untuk kalian menuju objek wisata berikutnya yang bernuansa alami-buatan yaitu Pemandian Air Panas Cibolang.
       
      6. Pemandian Air Panas Cibolang
      Pemandian air panas ini berada di Desa Wanasuka, 11 km arah tenggara pangalengan.
      Pemandian air panas yang berada di ketinggian 1400 mdpl ini akan sangat ramai dikunjungi oleh para wisatawan di hari-hari libur nasional. Jadi jika kalian datang di hari libur ke Pangalengan, mungkin tidak akan sebegitu nikmat dan nyaman datang ke pemandian ini.
      Namun, tak mengherankan jika banyak wisatawan yang datang karena memang selain kolam pemandian air panas, pengunjung akan dimanjakan oleh pemandangan alam yang sangat indah.
       

      Pemandian Air Panas Cibolang
      (sumber gambar : www.bandung.panduanwisata.com)
       
      Selanjutnya, jika kalian memiliki waktu lebih untuk berlibur, objek wisata satu ini juga tak salah untuk dicoba, namun lokasinya berada cukup jauh dari kota kabupaten pangalengan, apalagi dari Cibolang karena kalo cibolang di arah selatan, maka objek wisata ini berada di arah utara. Objk wisata yang saya maksud ialah Kampung Adat Cikondang.
       
      7. Kampung Adat Cikondang
       
      Kampung adat ini berada di Desa Lamajang, Pangelangan pastinya. Lokasinya cukup jauh dari Kota Kabupaten Pangalengan, yaitu 11 km ke arah utara.
      Tempatnya yang cukup jauh membuat kampung adat yang masih sangat memegang teguh nilai nilai adat ini tidak begitu ramai oleh pengunjung. Kebanyakan orang yang datang ialah mereka yang ingin meneliti atau memang memiliki ketertarikan tinggi terhadap kebudayaan.
      Di kampung ini kalian bisa melihat secara langsung bagaimana kehidupan masyarakat sunda, sangat menarik apalagi warganya yang sangat ramah menyapa.
       

      Kampung Cikondang
      (sumber gambar : www.wordpress.com)
       
      Bangunan fisik dan arsitektural rumah-rumah di sini sangat kental dengan nuansa permukiman sunda. Namun ternyata, bangunan asli di kampung ini telah lenyap karena kebakaran besar tahun 1942. Jejak peninggalan hanya tersisa di satu rumah adat yang kini disebut Bumi Adat. Di Bumi Adat inilah peninggalan leluhur dijaga dan dilestarikan.
      Nilai-nilai adat yang masih terus dijaga disini diantaranya ialah dilarang berbicara keras dan buang air sembarangan. Jadi buat kalian yang datang sangat penting menjaga sopan santun disini.
       
      Nampaknya Pangalengan menyimpan lebih banyak lagi keindahan yang sayang untuk dilewatkan. Tak berlebihan bukan jika saya anggap disini juga menjadi bukti senyum Tuhan di Parahyangan? Seperti catatan sang kolonial Belanda ‘Parahyangan diciptakan Tuhan dalam keadaan tersenyum’