Sign in to follow this  
febeVBfebe

FESTIVAL MANE’E - rame2 tangkep ikan pake tangan

6 posts in this topic

Indonesia emang banyak festival2 or tradisi.

Termasuk di Sulawesi Utara di daerah kabupaten Talaud.

Disini ada tradisi tahunan bernama Festival Mane’e yg rencananya akan dijadikan pemerintah setempat untuk festival Internasional. Yg nantinya acara ini akan melibatkan para wisatawan2 asing untuk datang dan berpartisipasi.

Festival tahunan ini cukup unik sebenernya karena termasuk tradisi seperti ini, saya belum pernah juga melihat sebelumnya.

38_120_2099-300x225.jpg300x210.ratio.jpg

Tradisi Mane’e adalah aktivitas seluruh masyarakat sekitar dan tamu yg datang untuk menangkap ikan di pantai bersama-sama. Seru kan?

Jadi dalam satu pantai yg selama beberapa lama sudah dilakukan 'puasa' (supaya nelayan gak ngambil ikan disitu) jadi ikannya kekumpul banyak disitu. Hingga di panen semua bersama-sama pas festival mane’e ini..

manee.JPGdikan.jpg

Biasanya masyarakat setempat sudah menyiapkan jaring dari janur yg di anyam untuk menggiring ikan ke daratan pantai. Buat memudahkan para penangkap ikan. Ohyadi tradisi ini kita gak boleh pake alat2 moderen loh kayak saringan or semacamnya.. mayoritas orang2 tangkep ikannya pake tangan telanjang, alias gak pake alat apa2.

Belum pernah sih, tapi pastinya seru kalo rebutan tangkep ikan pake tangan. Hehehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

ueeenaakkkkkkk........ saya pengen nya makan ikan. di goreng atw bakar :)

ditambah sambal dabu-dabu nya,, pasti uenaaakkkk banget tuhhh :D

sambal dabu2? yg gimana itu mas?

khas sulawesi ya mas?? pas ni sama yg di Talaud festival mane'e. mungkin mereka makan pake sambel itu juga mungkin mas :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Canaya Tour Service
      Open Trip Festival Budaya Dieng 2017
      Yuk join Festival Dieng Culture, disini kamu bisa mengikuti beragam pertunjukkan keren seperti Jazz atas awan, menerbangkan lampion, pesta kembang api hingga melihat proses cukur rambut anak gimbal. Gak hanya itu, kamu juga bakal disuguhi berbagai pemandangan alam yang ciamik, seperti Kawah Sikidang, Batu Ratapan Angin, Telaga Warna! Kapan lagi bisa melihat sunrise tercantik di Telaga Dringo, yang katanya mirip banget seperti Ranu Kumbolo. 
      PROMO TRIP
      Daftar ber-5, diskon IDR 100.000 untuk 1 grup Daftar ber-10, diskon IDR 250.000 untuk 1 grup Daftar ber-15, diskon IDR 450.000 untuk 1 grup  
      BIAYA TRIP
      Meeting Point Jakarta : IDR 1.250.000 Meeting Point Purwokerto atau Wonosobo : IDR 1.000.000  
      ITINERARY
      3 Agustus 2017 : Pasar Senen - Purwokerto
      Seluruh peserta berkumpul di Stasiun Pasar Senen Pk 21.00 untuk registrasi dan briefing.  Berangkat bersama-sama menuju Purwokerto.
       
      DAY 1
      4 Agustus 2017 : Purwokerto - Dieng (B/L/D)
      Tiba dini hari di Purwokerto. Bagi peserta yang meeting point Purwokerto, berkumpul Pk 04.00 WIB. Perjalanan dilanjutkan dengan elf (Non AC) menuju Dieng.  Sarapan mie ongklok di Wonosobo, next stop : Gardu Pandang Tieng.
      Setibanya di Dieng, pembagian homestay dan makan siang. Setelah itu siang harinya kita akan beraktivitas di Batu Ratapan Angin, Telaga Warna Pengilon, dan Dieng Theater. Malam harinya mengikuti pertunjukkan jazz atas awan.
       
      DAY 2
      5 Agustus 2017 : Dieng Culture Festival (B/L/D)
      Sunrise Telaga Dringo. Menikmati matahari terbit di danau atas awan yang terkenal dengan mini Ranu Kumbolo. Kembali ke homestay untuk sarapan. Setelah itu jalan santai keliling desa, melihat parade seni budaya dan minum purwaceng bersama.
      Explore Kawah Sikidang dan Candi Arjuna. Malam hari pesta kembang api dan lampion terbang.
       
      DAY 3
      6 Agustus : Dieng - Jakarta (B/L)
      Pagi harinya kita akan trekking menuju Bukit Scooter untuk melihat sunrise. Setelah itu kembali ke homestay untuk sarapan.
      Menyaksikan puncak acara nya yaitu kirab budaya dan ruwatan anak gimbal di Komplek Candi Arjuna. Kemudian check out homestay, untuk persiapan pulang. Perjalanan ke Purwokerto.
      Tiba di Purwokerto, peserta drop off di stasiun dan pulang bersama menuju Jakarta. Trip berakhir.
       
      FASILITAS TERMASUK
      Akomodasi homestay di Dieng selama 2 malam (1 room 4-5 pax) Tiket Kereta Api Jakarta - Purwokerto PP (bagi yang meeting point di Jakarta) Land transport Purwokerto - Dieng Pickup transport Dieng - Telaga Dringo Retribusi dan biaya parkir Tiket VIP Dieng Festival, dengan fasilitas : T-shirt, ID Card, kain batik, purwaceng, bakar jagung, lampion, kembang api, dan ruwatan anak gimbal. Makan (B: Breakfast, L: Lunch, D: Dinner) sebanyak 8 kali Tour Leader Dokumentasi foto Tiket masuk tempat wisata  
      TIDAK TERMASUK
      Tips untuk tour guide dan driver Biaya untuk pengeluaran pribadi  
      INFO DAN PENDAFTARAN
      Whatsapp : 0812-1221-0647
      email : canayatour@gmail.com
       
      Follow us on
      Facebook : Canaya Tour Service
      Twitter : @canayatour
      Instagram : @canayatour
    • By citrariana

      Ada yang unik di Jogja menjelang hari besar Maulid Nabi yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2017 mendatang. Biasanya sebulan sebelum hari besar tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengadakan acara tahunan yang disebut sekaten. Sekaten ini akan berlangsung selama 1 bulan penuh. Pucak acara adalah gunungan, yaitu iring-iringan abdi dalem Kraton Yogyakarta yang membawa makanan yang dibentuk seperti gunung. Acara ini disebut gunungan. Acara berlangsung saat pagi hari. Berikut sekilas tentang festival sekaten di Yogyakarta.

      1.       Pasar Malam Sebulan Penuh Pasar malam memang hanya buka di malam hari. Suasana pasar malam di sekaten agak berbeda dengan pasar malam biasa. Selain lebih besar, pasar malam ini juga sangat lengkap. Bertempat di Alun-alun Utara Yogyakarta, tempat ini selalu ramai pengunjung.
      2.       Ada Wahana Bermain Untuk Anak dan Dewasa Banyak wahana bermain untuk anak. Mulai dari kereta mini hingga bom-bom car. Wahana khas pasar malam adalah tong setan dan rumah hantu. Namun wahana ini lebih diperuntukkan untuk orang dewasa. Wahana yang unik bernama “ombak banyu”. Bentuknya bulat dan digantung. Biasanya dijalankan dengan tenaga manusia yang berayun. Saat Anda menaikinya, Anda akan merasa seperti di atas ombak.
      3.       Yang Khas : Awul-Awul Bagi Anda pecinta sandang murah, ini akan menjadi surga belanja Anda. Ada banyak pedagang awul di sekaten. Bila Anda beruntung, Anda akan mendapat banyak baju bagus. Baju yang dijual disini tidak semuanya bekas. Ada baju baru juga. Biasanya baju baru ini ada sedikit cacat produksi. Cukup dengan Rp 100.000,00 dan ilmu negosiasi Anda akan mendapat baju lebih dari 5. Jangan lupa untuk mencucinya dengan air panas.
      4.       Wisata Kuliner Yang tidak kalah menarik adalah wisata kulinernya. Banyak penjual makanan disana. Dari makanan tradisional hingga modern. Yang khas disana adalah penjual gorengannya. Karena ada berbagai mancam gorengan yang dijual. Dari mendoan hingga donat. Harganya pun murah. Bila Anda beruntung, Anda akan menemukan penjual gulali. Gulali ini berwarna merah dan hijau. Penjualnya membentuk gulali semenarik mungkin. Anda juga bisa memesan bentuk yang Anda inginkan.
      5.       Sepuluh Ribu Tiga Banyak penjual sepuluh ribu tiga. Biasanya perabotan rumah tangga seperti piring dan gelas. Yang mereka jual cukup komplit. Kualitasnya tidak kalah dengan yang dijual di toko.  Ini adalah incaran anak kos dan ibu rumah tangga.
      Yuk, lingkari kalender kalian pada bulan November 2017. Sesuai dengan rancangan kalender 2017, pada bulan November akan ada festival sekaten dan puncaknya pada tanggal ! Desember 2017 dimana akan ada acara gunungan. Bila perlu, pesan tiket pesawat/kereta dari sekarang agar mendapatkan harga tiket terbaik. Anda dapat memesan tiket pesawat Xpress Air yang melayani rute perjalanan menuju Yogyakarta.
    • By kimcheeGH
       
      Selain Seoul , Busan adalah kota kedua terbesar di Korea yang ada di pikiran ketika merencanakan liburan ke Korea Selatan. Busan adalah  tuan rumah Asian Games 2002 dan salah satu host untuk Piala Dunia FIFA 2002 . Jika Anda tidak tahu , pantai terbesar Korea , Haeundae  terletak di Busan dan rumah untuk department store terbesar di dunia , Shinsegae Centum City. Hal ini membuat Busan terdengar seperti yang Ibukota Korea dibandingkan  Seoul kan? Saya sudah selesai memperkenalkan Busan dan di sini adalah beberapa festival yang dapat Anda temukan jika Anda berada di Busan selama musim panas ini!
      Busan International Magic Festival
      Busan International Magic Festival akan diselenggarakan dari 4 Agustus – 7 Agustus, dan dikenal sebagai festival sihir terbesar di Asia. Festival ini akan berlangsung di pantai paling terkenal di Busan, Pantai Haeundae dan juga di Busan Citizen Hall. Diselenggarakan di Teater Haneulyeon, akan ada upacara pembukaan serta kontes magis untuk memberikan festival sedikit kegembiraan. Tahun ini, akan ada sekitar 100 “magician” dari seluruh dunia dijadwalkan untuk tampil di festival.
      Ada juga pertunjukan yang disebut “Project Performance” yang terdiri dari 4 kategori:
      Luxury  Close-Up Show:
      Merasakan pesona para penyihir dengan acara close-up terbaik.
      Magic Concert:
      Terpikat oleh ilusionis terbaik Korea Choi Hyeong-Bae akan melakukan selama 50 menit dalam pertunjukan sihir bertema konser.
      Story Telling Magic:
      Merasakan emosi yang berbeda dari para magician di pertunjukan dengan gaya musikal.
      Standing Talk Magic Show:
      Nikmati acara bersuasana meriah & berwarna-warni dari magician.
      Transportasi:
      Pantai Haeundae (Upacara Pembukaan)
      Haeundae Station (Busan Subway Jalur 2), Exit 3 atau 5.
      10 menit berjalan kaki dari stasiun.
      Busan Cinema Center (Main Events)
      Centum City Station (Busan Subway Jalur 2), Exit 6.
      Pergi 270m lurus dan belok kiri ke Centum 5-ro .
      Lanjutkan 250 m, sampai Anda melihat Busan Cinema Pusat di sebelah kanan

      2. Busan Sea Festival

      “Busan Sea Festival“pertama kali diadakan pada tahun 1996 sebagai jalan untuk mempromosikan Busan sebagai kota pelabuhan yang indah. Festival ini dimulai dari tanggal1- 8 Agustus. Akan berlangsung di Pantai Haeundae, Gwangalli Beach, Songdo Beach, Pantai Dadaepo, Songjeong Beach, serta tempat-tempat lain. Busan Sea Festival menawarkan berbagai acara budaya dan banyak acara special lainnya.
      Karena festival ini adalah festival laut umum pertama Korea, penyelenggara telah mengatur banyak program menarik seperti pertunjukan budaya, Konser Musik, Malam Salsa, Malam Tango, dan beberapa acara khusus lainnya, bersama dengan upacara pembukaan tidak boleh di lewatkan. Dengan total 6 pantai memegang acara asing-masing, mereka semua menyediakan program yang berbeda dan pertunjukan untuk segala usia. Bahkan ada juga acra  Marine Sports untuk penyandang cacat. Jangan lupa untuk datang!
      Transportasi:
      Kereta bawah tanah (Subway)
      Haeundae Station (Busan Subway Jalur 2), Exit 3 atau 5.
      – Berjalan langsung dari pintu keluar sekitar 500 m untuk tiba di Pantai Haeundae.
      Bus:
      – Dari Busan Station, naik bus 139, 140, 239, 240 atau 302 ke Haeundae.
      – Dari Busan Aiport, mengambil Bandara Bus (KAL Limousine Bus) ke Haeundae.
      – Dari Sasang Terminal, mengambil 31 Kota Bus atau 31-1 bus ke Haeundae

      SUMBER
    • By kimcheeGH
      Apakah Anda tahu apa Chi – maek itu ? Chi – maek secara harfiah berarti ayam dan bir ( maekju ) dan itu menjadi mengejutkan populer setelah debutnya dalam drama ” You Who Came from the Stars” yang dibintangi Jun Ji – Hyun dan Kim Soo – Hyun . Korea telah menikmati chi – maek dari bertahun-tahun yang lalu , namun berkat drama , menjadi internasional dikenal dunia . Festival Ayam dan Beer di Daegu bisa dikatakan salah satu yang terbesar yang ada di Korea .

      Tahun ini , festival ini akan diselenggarakan dari 27 Juli-31 Juli . Apa yang berbeda dari festival lalu-lalu  adalah ,”craft beer”akan diizinkan untuk dijual ! Di festival sebelumnya , hanya bir kaleng terjual selama acara berlangsung , namun demikian , tidak pernah gagal untuk menarik lebih dari setengah juta pengunjung setiap tahun . Berdasarkan catatan dari tahun lalu , dilaporkan bahwa lebih dari 800.000 pengunjung berpartisipasi dalam festival sementara penyelenggara mengharapkan lebih dari satu juta pengunjung tahun ini .
      Daegu Walikota Kwon Young Jin menyatakan bahwa , amandemen peraturan dan memungkinkan bir untuk menjual “craft beer” adalah untuk meniru”Oktoberfest”di German dan untuk mempromosikan kota Daegu.
      Tidak hanya i ayam dan bir , festival tahun ini akan mencakup festival musik dan festival budaya industri , daripada menghabiskan waktu hanya makan , memberikan suasana keselurahan festival yang lebih seru.

      Beriku beberapa program acara yang akan ada selama festival berlangsung:
      – Export consulting with invited big buyers, chicken brand promotion hall
      – Daegu chicken history hall
      – Let’s have chicken & beer time together
      – Pertunjukan Multimedia  dengan “lighting and laser” / Big Show (hallyu music theme)
      – Berbagai Jenis kompetisi (chicken sauce, craftbeer, and cocktail)
      – Live talk show
      – Movie on a mat
      – Baseball game cheering
      – Summer Water Road
      – Pesta Kolam “Cool Summer Night”
      Transportation:
      Bus
      – Ambil bus menuju Terminal Express Barat Daegu di Terminal Bus Express Seoul.
      – Dari terminal bus , menyeberang jalan dan berjalan daya bersama Seodaegu – ro Jalan (서대구로  ) untuk sekitar 230 meter . Mengambil bus 3-1 ( menuju selatan ) di halte Seodaegu Sekolah Dasar ( 서대구 초등학교 입구 정류장 ) .
      – Naiklah sampai melewati 9 perhentian  dan turun di halte bus Perpustakaan Duryu ( 두류 도서관 앞 정류장 ) . Terus berjalan sedikit lebih jauh ke persimpangan dan berbelok ke kanan . Festival tempat akan berada dalam pandangan Anda.
      – Dari Daegu , mengambil Blue Bus 653 , 652 , 503 dan  Bus 3-1 , 3
    • By Tarmizi Arl
      Pihak Kementrian Pariwisata Indonesia nampaknya tak main-main soal promosi wisata. Berbagai upaya publikasi baik di dalam negeri hingga luar negeri terus dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisnus dan wisman. Di dalam negeri sendiri kita bisa lihat upaya yang dilakukan salah satunya dengan membuat iklan Pesona Indonesia yang secara berkala mempromosikan daerah-daerah serta festival-festival yang akan berlangsung. Sedangkan di luar negeri, Kementrian Pariwisata terus turut serta dalam berbagai acara travel market.
      Membanggakannya lagi ternyata upaya-upaya tersebut berhasil mengangkat nama kepariwisataan bumi Pertiwi ini, seperti berhasil direbutnya tujuan Wisata Halal Dunia yang sebelumnya disematkan pada Malaysia, serta brand Wonderful Indonesia yang berhasil menerobos 50 besar mengalahkan brand Malaysia Truly Asia dan Amazing Thailand dalam Travel and Tourism Competitiveness Index World Economic Forum bulan Maret lalu.
      Semakin membaiknya kondisi kepariwisataan negeri ini tentu harus juga kita dukung. Salah satu yang bisa kita lakukan ialah merencanakan liburan atau traveling di destinasi dalam negeri. Tidak hanya untuk mengeksplore keindahan alam, tapi kalian juga bisa turut dalam berbagai event besar baik skala lokal, regional, bahkan internasional. Kedatangan kita ke tempat tujuan wisata berbarengan dengan suatu event atau festival tentu akan memberikan pengalaman yang lebih kaya.
      Jika kalian masih belum tahu apa, dimana, kapan, dan seperti apa saja festival-festival yang akan berlangsung di berbagai daerah selama tahun 2016 ini, maka artikel ini bisa membantu kalian.
       
      1. International Musi Triboatton (11-15 Mei 2016)

      Rafting Musi Triboatton (via paradiso.co.id)
      Event bertaraf internasional yang akan digelar dalam waktu dekat ialah Musi Triboatton 2016. Pagelaran olahraga yang diadakan 11 hingga 15 Mei mendatang ini akan melombakan 3 cabang yaitu Rafting, Kayak, dan Dragon Boat. Karena merupakan lomba Internasional, sudah tentu lomba ini akan diikuti oleh  team mancanegara yaitu 20 team dari 12 negara peserta termasuk Indonesia. Musi Triboatton sendiri sudah terselenggara sejak tahun 2012 dan berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan hingga 10%.
      Etapa yang akan dilalui oleh peserta lomba meliputi 4 kabupaten 1 Kota yaitu Empat Lawang, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Kota Palembang dengan panjang lintasan lebih dari 500 km. Dari masing-masing etape, akan diselenggarakan berbagai acara budaya untuk memperkenalkan kebudayaan yang dimiliki Sumatera Selatan, dari mulai budaya seni rupa, budaya tutur, kuliner, dan lain sebagainya.
      Jika kalian berencana datang dan menyaksikan Musi Triboatton bisa langsung menuju berbagai daerah etape. Ada berbagai metode transportasi yang bisa dipilih namun yang paling umum ialah dengan menggunakan mobil travel.
      Jadwalnya sendiri memang dimulai dari tanggal 11 Mei dari Kabupaten Empat Lawang tepatnya di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Pendopo Barat. Namun untuk pembukaan resminya diselenggarakan pada tanggal 12 Mei di Gelanggang Remaja Kota Sekayu, Musi Banyuasin. Sedangkan untuk Penutupan acara sekaligus sebagai puncak hiburan akan dipusatkan di kawasan Benteng Kuto Besak di Kota Palembang pada tanggal 15 Mei. Tak hanya sekedar acara penutupan, wisatawan, atlet, dan kontingen juga akan diajak musi tour dengan menggunakan kapal wisata mengelilingi Sungai Musi dan mengunjungi berbagai objek wisata yang ada ditepian sungai.
       
      2. Tour de Flores (16-26 Mei 2016)

      Tour de Flores (via efekgila.com)
      Kamu berencana liburan ke Flores bulan ini? Jika iya, maka usahakan waktu liburanmu bersinggungan dengan lomba bertaraf internasional yang bertajuk Tour de Flores. Ya, jika kalian sebelumnya lebih mengenal Tour de singkarang yang sudah berhasil dalam beberapa tahun penyelenggaraanya, maka kalian sekarang juga bisa menyambangi Flores dalam event serupa.
      Penyelenggaran Tour de Flores akan terselenggara tanggal 16-26 Mei mendatang dengan acara inti perlombaan yaitu tanggal 18-23 Mei. Sebelum, selama, dan setelah perlombaan, berbagai acara penunjang promosi wisata juga dilakukan, seperti pagelaran budaya, bazaar, dan pesta rakyat. Hal tersebut tentu akan semakin memperkaya pengalaman liburan.
      Balap sepeda yang diikuti oleh 20 tim mancanegara, 2 tim nasional dan 1 tim lokal dengan total atlet 230 orang tersebut akan melalui rute sepanjang 661,5 km. Rute sepanjang itu terbagi dalam 5 etape yaitu Larantuka, Maumere. Ende, Bajawa, Ruteng, dan berakhir di Labuan Bajo.
       
      3. Festival Sabang Fair (21-25 Mei 2016)

      Sabang Fair 2015 (via lifestyle.liputan6.com)
      Berlangsung sejak tahun 2014, Festival Sabang Fair sangat laik untuk dijadikan pilihan waktu ketika memilih Sabang sebagai destinasi wisata. Pulau yang terkenal sebagai titik nol Indonesia tersebut tidak hanya mengangkat pesona alam yang dimilikinya namun juga siap disandingkan dengan budaya lokal yang kaya.
      Tahun ini, Festival Sabang Fair berlangsung dari tanggal 21 hingga 25 Mei yang berpusat di Arena Sabang, Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Dalam festival ini, selain berfokus pada kekayaan budaya Aceh, juga mengikutsertakan provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, bahkan juga beberapa negara di Asia Tenggara.
      Jika kalian tertarik datang dan menyaksikan Festival Sabang Fair, kalian bisa langsung mengikuti pementasannya sejak hari pertama di tanggal 21 Mei. Di Opening ini, penyelenggaraan berlangsung malam hari di Pentas Utama FSF Arena Sabang Fair. Sedangkan untuk Closing juga dilakukan di tempat yang sama pada tanggal 25 Mei malam.
       
      4. Bali International Dragon Boat Race and Festival (26-29 Mei 2016)

      (via indonesia.travel)
      Pertama kalinya diselenggarakan, sudah tentu Bali akan membuat event Internasional bertema Dragon Boat Race and Festival ini semarak nan meriah. Event perlombaan menggunakan perahu dayung hias ini akan diselenggarakan dengan mengambil lokasi di Danau Batur, lokasi yang tentu sangat menarik karena berada di dataran tinggi.
      Peserta dalam perlombaan ini ialah dari Asosiasi dan Klub Perahu Dayung di seluruh dunia. Lombanya terbagi menjadi 5 kategori yaitu Pria, Wanita, Campuran, Races, dan Challenge Trophy.
      Jika kebetulan kalian sedang berlibur di Bali diantara tanggal 26-29 Mei 2016 ini atau baru akan merencanakannya, maka jangan sampai melewatkan berkunjung ke Danau Batur. Lokasinya berada di Kintamani, sekitar 70 km arah utara dari Denpasar atau 2 jam perjalanan.
       
      5. Bintan Triathlon (28-29 Mei 2016)

      Bintan Triathlon (via acara-event.com)
      Jangan lewatkan mengikuti kemeriahan Bintan Triathlon jika memang kalian suka beriwsata sekaligus mengikuti keramaian suatu perhelatan besar. Hal ini tidak berlebihan karena kemeriahan olahraga berbasis perpaduan 3 cabang yaitu lari, renang, dan bersepeda ini akan diadakan di kawasan wisata Nirwana Gardens, Pulau Bintan yang artinya wisatawan tidak hanya melihat kemeriahan lomba tetapi juga dimanjakan dengan suasana pantai dan laut yang indah.
      Bintan Triathlon sendiri merupakan perlombaan tingkat internasional dimana atlet-atlet terbaik ikut mengambil bagian dalam lomba yang dibagi dalam beberapa kategori, yaitu Olymoics Distance, Sprint Distance, Youth Distance, bahkan Kids Distance.
      Pulau Bintan sendiri sudah sangat terkenal sebagai pulau pengembangan wisata yang populer di kawasan Kepulauan Riau. Pantai-pantainya yang indah dengan panorama laut biru yang luas menjadikan Bintan semakin menarik. Lokasinya yang tak jauh dari Singapura serta merupakan pulau tempatnya ibukota Provinsi Kepulauan Riau berada, menjadikan Bintan semakin menggeliat dari berbagai sektor termasuk pariwisata.
       
      6. Solo Batik Carnival (22-24 Juli 2016)

      Solo Batik Carnival (via traveling.bisnis.com)
      Solo dan Batik memang dua hal yang tak bisa dilepaskan. Kota yang berada di Jawa Tengah tersebut terkenal sebagai salah satu produsen batik di Indonesia. Karenanya menjadi sangat penting jika di Solo diadakan pula karnaval yang akan mempromosikan batik sebagai warisan bangsa.
      Solo Batik Carnival sendiri sudah terlaksana sejak 2008 silam dan berhasil menarik perhatian tidak hanya untuk pecinta batik tetapi secara umum kepada semua wisatawan.
      Tahun ini sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, event yang akan memperagakan design batik dengan modifikasi untuk kostum karnaval tersebut juga akan berlangsung di jalanan utama Kota Solo. Jalanan yang digunakan sebagai cat walk untuk para peraga ialah Jalan Slamet Riyadi hingga ke Balaikota. Para peraga tidak sekedar berjalan membawakan kostum super megah dan kreatif, tetapi juga akan diiringi dengan tarian dan musik.
       
      7. International Folk Art Festival Tenggarong (20-28 Agustus 2016)

      Erau Adat Kutai (via Kbriseoul.kr)
      Beralih ke Kalimantan tepatnya di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Di kota ini akan diselenggarakan sebuah festival besar dan meriah yaitu Folk Art Festival atau Festival Seni Tradisi yang bertaraf Internasional yang juga bersamaan dengan Erau Adat Kutai. Tahun ini penyelenggaraannya berlangsung dari tanggal 20 hingga 28 agustus.
      Kemeriahan acara ini sudah bisa tercermin dari acara serupa tahun lalu dimana ada banyak rangkaian acara, pertunjukkan seni budaya, upacara adat Kesultanan Kutai Kertanegara, lomba olahraga tradisional, lomba perahu naga, expo, dan pesta rakyat. Event ini juga akan dimeriahkan oleh peserta dari mancanegara selain dari Indonesia sendiri.
      Pelaksanaan Festival ini memang berasal dari tradisi lokal dimasa Raja Kutai Kartanegara, namun kini pelaksanannya lebih dikemas secara modern untuk mempromosikan wisata setempat.
      Apabila kalian tertarik untuk datang dan menyaksikan rangkaian acaranya, bisa langsung menuju Tenggarong. Biasanya, acara pembukaan dimulai dengan upacara adat Belulah Sultan di Kedaton Kutai Kertanegara. Acara terus berlangsung sepanjang hari hingga malam dengan ragam kegiatan.
      Menuju Tenggarong juga bukanlah hal sulit karena bisa langsung menuju Bandara Samarinda. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan mobil menuju Tenggarong selama sekitar 1,5 jam.
       
      8. Festival Internasional Layang-Layang Bali (23-25 Oktober 2016)

      Fest Layang-layang Bali (via freemagz.com)
      Masih cukup lama yaitu di bulan Oktober mendatang, Festival Layang-layang sangat direkomendasikan untuk dihadiri sekaligus berwisata di Bali. Festival ini merupakan event besar yang sudah rutin dilakukan.
      Tahun ini sendiri menurut jadwal, Festival Layang-Layang Internasional akan diselenggarakan pada 23-25 Oktober 2016 di Pantai Pandanggalak, Sanur, Denpasar. Sebagaimana namanya, tentu perlombaan ini akan diikuti oleh peserta dari luar negeri.
      Tentunya festival ini sangat menarik karena ada beragam bentuk layang-layang termasuk yang berbentuk 3 dimensi. Langit Bali akan diramaikan oleh layang-layang beraneka rupa sekaligus juga diiringi dengan gamelan dan alat musik tradisional.
      Keunikan dari festival ini juga ialah biasanya ada layang-layang yang dibuat khusus dengan ukuran raksasa. Termasuk pula layang-layang tradisional Bali yang hingga berukuran panjang 10 meter dan ekor pita hingga 100 meter. Selain Festival bertaraf Internasional, akan diselenggarakan juga Festival layang-layang untuk memperlombakan atlet lokal.
       
       
    • By jajaq
      Setelah hampir 2 tahun bermukim di Manado, kurang afdol kalau belum pernah tawaf 1 putaran di danau terbesar di pulau nyiur melambai ini. Danau Tondano yang besar tak hanya indah, namun juga menjadi sumber mata pencaharian penduduk di desa-desa pinggir danau Tondano. Airnya untuk pengairan, lalu nelayan mencari ikan, karamba-karamba untuk budidaya ikan air tawar ada disini.
         Gereja     Bungalow  Mengelilingi danau Tondano memerlukan waktu kurang lebih satu jam, belum termasuk singgah untuk makan jagung bakar dan sate kolombi (sejenis moluska yang hidup di sawah) di Boulevard Tondano atau di restoran yang ada di pinggir danau.
      Udara sejuk, langit biru, keramahan penduduk melengkapi perjalanan di atas roda dua.
      Sebelumnya saya hanya mengagumi 2 macam tenggelamnya matahari, tenggelamnya matahari di antara langit dan air laut, matahari yang hilang diantara hiruk pikuk ibukota. Sekarang bertambah satu lagi, matahari yang tenggelam pelan dibalik bukit, sisa sinarnya berpendar melewati awan dan memantul di atas air danau.
      ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
      Sedikit informasi, untuk makan di Boulevard Tondano tidak mahal. Harga standar makanan di Manado, untuk cemilan dan minum tidak akan menghabiskan lebih dari Rp. 50.000,-/ 2 orang. Jangan takut bertanya tentang harga ke penjualnya. Sedangkan untuk makan siang di restoran yang ada di pinggir danau Tondano, cukup siapkan uang sekitar Rp. 100.000,- untuk dua orang, harga sudah ada di menu.
       Karamba Ikan   Sate Kolombi (sejenis moluska) di Boulevard Tondano    Senja di Tondano    Pencari ikan    
        Senja di Desa Eris    
        masih ambil dari blog saya di http://jejalanjajan.com/satu-putaran-di-danau-tondano/
    • By Alfa Dolfin
      Kebetulan dalam tubuh ku mengalir darah Kawanua. Aku lebih suka memakai sebuatan Kawanua ketimbang Manado. Lebih mengeskpresikan sikap persahabatan, keterbukaan, senang berkawan. Tidak murni sich karena aku kelahiran Jakarta. Ortu ku, dua-dua-nyua, juga bukan dari sana. Opa ku baik dari mama n papa berasal dari bumi Kawanua mesi sejak aku lahir mereka sudah tiada. 
      Setelah berkali-kali menolak akhirnya suatu saat mendapat kesempatan pertama kali menginjak tanah leluhur. Bukan Family Visit merupakan Dive Trip. Maksudnya trip ke Manado untuk diving, nyelam, di Bunaken. Tentu tidak selalu plesiran di bawah air. Wisata atas airnya ternyata juga menarik. Problem terjadi saat harus berurusan dengan panganan, alias ransum tuk masuk ke perut. 
      Tuk urusan perut memang dari keluarga kami masih bisa di hitung pake jari menikmati masakan Kawanua. Doeloe mama ku pernah sekali masak bubur Manado. Cuma akhirnya kapok ngga mau masak lagi setelah mendapat jawaban, ngga enak.... Wah kebangetan ya aku bilang gitu. Lah mama waktu itu nanya, enak ngga bubur manado bikinannya...? sebelum jawab, aku tanya balik, "mama mau dapat jawaban jujur atau bohong?". Ya jujur dong, kata mama. Maka aku pun tanpa ragu menjawab : ngga enak ma. Singkatnya, aku sangat asing dengan masakan Kawanua. Tahunya bubur Manado dan es kacang merah. Lainnya...ah lebih baik aku ngga tahu menahu dech. Aneh-aneh...ngeri...apalagi aku penyayang doggy. Infonya disana daging doggy cukup familiar....ooooo my GOD.... hewan setia begitu di jadikan panganan...no...no.... Kebetulan aku juga tidak suka ikan. Ikan apa saja baik air tawar atau laut. Alergi berat. Sejak jaman SD. Makanya udah tuer gini ngga pinter-pinter karena bilang dibilang ngga pernah makan ikan. Padahal di Kawanua terkenal ikan Tude yang rasanya gileeeee nikmatnya. Kata yang sudah pernah lho...
      Pertanyaan sejak pertama kali tiba di sana, mau makan apa...? Karena waktu itu pergi rame-rame, ber-10, mereka pilih masakan khas setempat. wah gawat nich pasti aku cuma manyun aja. Karena ngga jamin ada es kacang merah. Benar saja. Mampir di salah satu resto dekat danau Tondano ya akhirnya aku cuma menjadi penonton setia. Saat rekan-rekan asyik menyantap aku cuma minum softdrink....n ngemil "Djarum Super". Maap ya kawan-kawan...aku smokers. Rekan-rekan membujuk ku tuk ikut menyantap, namun tetap saja aku ngga bergeming. Rasa lapar pun hilang.... Lalu makan apa? masa ngga makan selama di Manado...?
      Waktunya balik ke hotel di Tasir Ria, pinggiran kota Manado. Kami sempat melewati kota Manado. Sebenarnya selama perjalanan perut lapar...tapi ya karena ngga ada yang bisa dinikmati, ya terpaksa manyun. "stop...stop pak....", pinta ku spontan ke driver mobil yang kami sewa begitu melihat plan sebuah resto yang terkenal. eee loe mau kemana...?, tanya rekan-rekan ku heran. "sory ya sekarang giliran gw makan. Kalian khan udah tadi.... udah bernyanyi nich perut...":, sahut ku. Spontan teman-teman teriak....huuuuu......Loe aneh ya. Jauh-jauh ke sini malah cari KFC (maksudnya Kentucky Fried Chicken). Masih mimpi ada di jakarta ya...?"berisik loe yeee....gantian sekarang loe nonton gw makan...", sahut ku ngga mau kalah. Ya...lega aku berjumpa resto KFC. Akhirnya ada juga yang bisa aku makan disini..... Jadilah KFC menjadi makanan penyelamat ku di bumi Kawanua pertama kali. Bukan promosi lho....
       
      cheers
      Note : Karena kami menginap di Tasik Ria, yang infonya punya bule Prancis, menu burger menjadi pilihan utama. Kemudian, visit selanjutnya aku mengakali mencari resto atau warung orang Jawa, yang berharap lebih cocok di lidah. Tercatat 5x kali aku ke bumi Kawanua, namun sama sekali tidak pernah mengunjungi family disana. Ya karena aku memang tidak kenal...selain itu menghindari risiko di suguhi panganan yang "macem-macem".