Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
  • agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
febeVBfebe

FESTIVAL MANE’E - rame2 tangkep ikan pake tangan

Recommended Posts

Indonesia emang banyak festival2 or tradisi.

Termasuk di Sulawesi Utara di daerah kabupaten Talaud.

Disini ada tradisi tahunan bernama Festival Mane’e yg rencananya akan dijadikan pemerintah setempat untuk festival Internasional. Yg nantinya acara ini akan melibatkan para wisatawan2 asing untuk datang dan berpartisipasi.

Festival tahunan ini cukup unik sebenernya karena termasuk tradisi seperti ini, saya belum pernah juga melihat sebelumnya.

38_120_2099-300x225.jpg300x210.ratio.jpg

Tradisi Mane’e adalah aktivitas seluruh masyarakat sekitar dan tamu yg datang untuk menangkap ikan di pantai bersama-sama. Seru kan?

Jadi dalam satu pantai yg selama beberapa lama sudah dilakukan 'puasa' (supaya nelayan gak ngambil ikan disitu) jadi ikannya kekumpul banyak disitu. Hingga di panen semua bersama-sama pas festival mane’e ini..

manee.JPGdikan.jpg

Biasanya masyarakat setempat sudah menyiapkan jaring dari janur yg di anyam untuk menggiring ikan ke daratan pantai. Buat memudahkan para penangkap ikan. Ohyadi tradisi ini kita gak boleh pake alat2 moderen loh kayak saringan or semacamnya.. mayoritas orang2 tangkep ikannya pake tangan telanjang, alias gak pake alat apa2.

Belum pernah sih, tapi pastinya seru kalo rebutan tangkep ikan pake tangan. Hehehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

ueeenaakkkkkkk........ saya pengen nya makan ikan. di goreng atw bakar :)

ditambah sambal dabu-dabu nya,, pasti uenaaakkkk banget tuhhh :D

sambal dabu2? yg gimana itu mas?

khas sulawesi ya mas?? pas ni sama yg di Talaud festival mane'e. mungkin mereka makan pake sambel itu juga mungkin mas :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By spiderkw
      Kemarin wisata kuliner kesini, terus jadi betah, cuman klo kelamaan duitnya yg ga betah. Cekidot gan
      Coba agan agan liat dweh
    • By vie asano
      Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H buat Jalan2ers yang merayakan! Taqoballahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, minal aidzin wal faidzin Mohon maaf lahir dan bathin jika selama ini ada salah-salah kata, baik yang disengaja maupun tidak.
      Setelah beberapa hari absen menulis karena mudik, saya kangen sharing-sharing info lagi di blog sederhana ini. Berhubung masih dalam suasana mudik, kali ini saya ingin sharing info festival khas Jepang yang melibatkan tradisi mudik. Eits, jangan salah. Di Jepang juga ada tradisi mudik lho. Jika di Korea tradisi mudik biasa dilakukan saat perayaan Chuseok (bisa dibaca disini: Mengenal Chuseok, Thanksgiving ala Korea Selatan) dan Seollal (Lunar New Year), maka di Jepang tradisi mudik biasa dilakukan menjelang perayaan Obon atau Obon Festival. Apakah Obon Festival itu?
      Sekilas tentang Obon Festival
      Obon Festival, biasa disebut Obon atau Bon saja, merupakan salah satu festival khas agama Budha yang bertujuan untuk menghormati arwah leluhur. Perayaan ini diangkat dari kisah Maha Maudgalyayana (Mokuren), salah seorang murid Budha yang telah kehilangan ibunya untuk selamanya. Mokuren memiliki penglihatan jika arwah sang ibu menderita, dan dia pun akhirnya bertanya pada Budha bagaimana caranya menolong sang ibu. Budha kemudian memerintahkannya melakukan beberapa ritual melalui pendeta Budha yang telah selesai menjalankan retret musim panas mereka. Mokuren menuruti perintah tersebut, dan dia lalu melihat arwah ibunya kini jauh lebih bahagia. Ritual tersebut kemudian disebarluaskan dan dilakukan oleh banyak orang, dan dikenal dengan nama Obon.
      Kapan perayaan Obon itu?
      Obon dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda di seluruh Jepang, walau biasanya berkisar antara bulan Juli dan Agustus. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya perubahan sistem penanggalan Jepang. Semula Jepang menganut kalender Bulan, namun pada periode Meiji berganti mengikuti kalender Gregorian. Akibatnya, perayaan Obon yang biasanya jatuh pada bulan ke-7 mengalami pergeseran tanggal. Ada yang tetap merayakan Obon pada tanggal ke-15 pada bulan ke-7 berdasarkan kalender bulan (disebut Kyu Bon); ada yang merayakan pada tanggal ke-15 bulan ke-7 pada kalender Matahari (disebut Shichigatsu Bon); dan ada juga yang merayakan berdasarkan pada kalender Bulan, namun perayaannya mengambil waktu tanggal 15 Agustus (disebut Hachigatsu Bon). Bon yang terakhir ini yang banyak dirayakan di seluruh Jepang, sementara Kyu Bon masih dirayakan di daerah tertentu seperti wilayah Utara area Kanto, Shikoku, Chugoku, dan Okinawa.
      Apa yang dilakukan saat perayaan Obon?
      Inti dari perayaan Obon adalah menghormati arwah leluhur. Secara singkatnya sih orang Jepang percaya jika arwah leluhur akan mengunjungi mereka pada periode perayaan Obon. Karenanya, pada perayaan Obon orang-orang akan menggantungkan lentera di depan rumah mereka untuk memandu arwah leluhur agar bisa menemukan jalan kembali ke rumah.
      Foto 01:
      Lentera di depan rumah saat perayaan Obon [foto: Katorisi/wikimedia]
      Selain menggantungkan lentera, orang Jepang juga akan mempersembahkan makanan bagi para leluhur tersebut. Makanan persembahan tersebut akan disajikan di altar rumah, maupun di kuil. Ritual lainnya adalah mengunjungi makam para leluhur untuk berdoa dan membersihkan makam. Selain itu, mereka akan menarikan bon odori (lihat pada bagian tentang bon odori). Barulah pada akhir periode Obon lentera-lentera tersebut akan dihanyutkan di sungai untuk menuntun kembali para arwah kembali ke alamnya.
      Foto 02:
      Menghanyutkan lentera pada akhir perayaan Obon [foto: JamesAlexanderJack/wikimedia]
      Tentang Bon Odori
      Perayaan Obon tak bisa dipisahkan dari Bon Odori, alias Bon Dance. Tarian ini juga relatif populer ditampilkan di berbagai matsuri yang ada di Indonesia lho. Biasanya sih salah satu lagu favorit untuk mengiringi Bon Odori ini adalah soundtrack-nya anime Chibi Maruko-chan (lupa judulnya apa). Tentunya itu untuk Bon Odori versi Indonesia yah.
      Foto 03:
      Bon Odori [foto: Jiang Dong-Qin/wikimedia]
      Bagi yang masih bingung, Bon Odori merupakan tarian yang ditampilkan pada perayaan Obon. Tarian ini terinspirasi dari luapan kegembiraan yang ditunjukkan oleh Mokuren saat mengetahui jika arwah sang ibu sudah terbebas dari penderitaan. Koreografi dan lagu yang biasa digunakan saat Bon Odori berbeda untuk setiap daerah di Jepang, namun tipikalnya tarian ini dilakukan sambil mengitari sebuah pusat (biasanya yang menjadi pusat adalah yagura/panggung kayu khusus untuk festival). Para penari (biasanya pengunjung yang akan diajak berpartisipasi) akan melakukan serangkaian gerakan sambil bergerak mengitari pusat tersebut.
      Dampak perayaan Obon bagi pariwisata Jepang
      Sampai disini mungkin ada yang bingung yah. Katanya Obon berhubungan dengan mudik? Trus mana nih bagian mudiknya?
      Nah, info ini salah satu yang wajib diketahui oleh wisatawan yang akan berkunjung ke Jepang pada periode Obon (kira-kira 13-15 Agustus). Periode Obon merupakan salah satu periode liburan populer di Jepang. Pada perayaan Obon, orang-orang akan kembali pulang ke kampung halaman untuk ikut menyambut arwah leluhur, maupun sekedar meluangkan waktu untuk kumpul bersama keluarga besar. Bahasa Indonesia-nya sih, mudik!
      Lalu apa dampaknya aktifitas mudik tersebut pada pariwisata Jepang? Tentu saja ada, karena pada masa liburan Obon dianggap sebagai peak season. Harga tiket dan akomodasi akan jauh lebih mahal dibanding low season. Dan tak heran juga jika pada masa tersebut berbagai tempat wisata akan penuh sesak, toko banyak yang tutup, dan jalanan juga lebih ramai dari biasanya. Jadi, jika ingin lebih menikmati suasana liburan, hindari pergi ke Jepang pada periode Obon yah! Sebagai penutup, untuk tahun 2014 ini traffic di Jepang diperkirakan akan mulai meningkat pada tanggal 9 Agustus (saat orang-orang mulai meninggalkan kota besar untuk kembali ke kampung halaman) dan baru berakhir pada tanggal 16-17 Agustus (saat pemudik kembali pulang ke kota besar). Namun jika sudah terlanjur ada rencana liburan ke Jepang saat periode Obon, sekalian saja nikmati suasana festival. Berkunjunglah ke berbagai kuil karena selalu ada kemeriahan pada periode Obon.
      Semoga informasinya bermanfaat!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By ibalmarwan
      Deskripsi Sail Sabang
      Sail Sabang adalah rangkaian dari Sail Indonesia seri ke-9 yang diluncurkan pertama kali di Bunaken Manado tahun 2009. Sabang sendiri menjadi lokasi dari titik nol kilometer di ujung barat NKRI. Kepulauan ini membentang lebih dari 5.000 km dengan jarak sebanding dari Swedia ke Vladivostok. Pemerintah Daerah Aceh telah melakukan berbagai persiapan menyambut perhelatan Sail Sabang termasuk membangun hotel baru yang berkolaborasi dengan Inna Group Grup. Selain itu, juga membenahi berbagai tujuan wisatawan serta mempromosikan Sail Sabang 2017 ke berbagai media.
      Selain Sail Sabang, akan ada pula Sabang Wonderful Expo dan Marine Expo yang akan digelar bersamaan dengan Sabang Expo. Acara tersebut akan menampilkan aneka festival seni dan budaya khas Aceh, kejuaraan parasut, lomba aerobatik internasional, dan kompetisi selam. Ada dua rute utama untuk berpartisipasi dalam Sail Sabang 2017. Setiap rute ditangani oleh koordinator pelayar profesional yang berpengalaman mengelola kebutuhan peserta dari awal sampai akhir, termasuk penyelesaian semua dokumen dan menjelaskan peraturan khusus saat memasuki perairan Indonesia.

       
      Rute Sail Sabang
      Saat ini tersedia tiga penerbangan mingguan dari Medan ke Bandara Sabang atau Anda bisa pergi menggunakan Feri cepat dari Banda Aceh pukul 09.30 dan 16.00 dan kembali dari Sabang (Pulau Weh) pukul 08.30 dan 14.30. Biaya perjalanan berkisar Rp 80.000,- hinggan Rp 95.000,- per orang dengan lama perjalanan satu jam.
      Ada pula feri ekonomi seharga Rp 25.000,0 per orang dengan waktu tempuh 2,5 jam. Jadwalnya dari Banda Aceh dan Pulau Weh pada pukul 08.00 dan 14.00. Terkadang waktu keberangkatan dan kedatangan berubah jadi perlu konfirmasikan jadwal dengan pihak berwenang setempat di Banda Aceh atau Pulau Weh.
       
      Sumber: Sail Sabang
    • By Canaya Tour Service
      Open Trip Festival Budaya Dieng 2017
      Yuk join Festival Dieng Culture, disini kamu bisa mengikuti beragam pertunjukkan keren seperti Jazz atas awan, menerbangkan lampion, pesta kembang api hingga melihat proses cukur rambut anak gimbal. Gak hanya itu, kamu juga bakal disuguhi berbagai pemandangan alam yang ciamik, seperti Kawah Sikidang, Batu Ratapan Angin, Telaga Warna! Kapan lagi bisa melihat sunrise tercantik di Telaga Dringo, yang katanya mirip banget seperti Ranu Kumbolo. 
      PROMO TRIP
      Daftar ber-5, diskon IDR 100.000 untuk 1 grup Daftar ber-10, diskon IDR 250.000 untuk 1 grup Daftar ber-15, diskon IDR 450.000 untuk 1 grup  
      BIAYA TRIP
      Meeting Point Jakarta : IDR 1.250.000 Meeting Point Purwokerto atau Wonosobo : IDR 1.000.000  
      ITINERARY
      3 Agustus 2017 : Pasar Senen - Purwokerto
      Seluruh peserta berkumpul di Stasiun Pasar Senen Pk 21.00 untuk registrasi dan briefing.  Berangkat bersama-sama menuju Purwokerto.
       
      DAY 1
      4 Agustus 2017 : Purwokerto - Dieng (B/L/D)
      Tiba dini hari di Purwokerto. Bagi peserta yang meeting point Purwokerto, berkumpul Pk 04.00 WIB. Perjalanan dilanjutkan dengan elf (Non AC) menuju Dieng.  Sarapan mie ongklok di Wonosobo, next stop : Gardu Pandang Tieng.
      Setibanya di Dieng, pembagian homestay dan makan siang. Setelah itu siang harinya kita akan beraktivitas di Batu Ratapan Angin, Telaga Warna Pengilon, dan Dieng Theater. Malam harinya mengikuti pertunjukkan jazz atas awan.
       
      DAY 2
      5 Agustus 2017 : Dieng Culture Festival (B/L/D)
      Sunrise Telaga Dringo. Menikmati matahari terbit di danau atas awan yang terkenal dengan mini Ranu Kumbolo. Kembali ke homestay untuk sarapan. Setelah itu jalan santai keliling desa, melihat parade seni budaya dan minum purwaceng bersama.
      Explore Kawah Sikidang dan Candi Arjuna. Malam hari pesta kembang api dan lampion terbang.
       
      DAY 3
      6 Agustus : Dieng - Jakarta (B/L)
      Pagi harinya kita akan trekking menuju Bukit Scooter untuk melihat sunrise. Setelah itu kembali ke homestay untuk sarapan.
      Menyaksikan puncak acara nya yaitu kirab budaya dan ruwatan anak gimbal di Komplek Candi Arjuna. Kemudian check out homestay, untuk persiapan pulang. Perjalanan ke Purwokerto.
      Tiba di Purwokerto, peserta drop off di stasiun dan pulang bersama menuju Jakarta. Trip berakhir.
       
      FASILITAS TERMASUK
      Akomodasi homestay di Dieng selama 2 malam (1 room 4-5 pax) Tiket Kereta Api Jakarta - Purwokerto PP (bagi yang meeting point di Jakarta) Land transport Purwokerto - Dieng Pickup transport Dieng - Telaga Dringo Retribusi dan biaya parkir Tiket VIP Dieng Festival, dengan fasilitas : T-shirt, ID Card, kain batik, purwaceng, bakar jagung, lampion, kembang api, dan ruwatan anak gimbal. Makan (B: Breakfast, L: Lunch, D: Dinner) sebanyak 8 kali Tour Leader Dokumentasi foto Tiket masuk tempat wisata  
      TIDAK TERMASUK
      Tips untuk tour guide dan driver Biaya untuk pengeluaran pribadi  
      INFO DAN PENDAFTARAN
      Whatsapp : 0812-1221-0647
      email : canayatour@gmail.com
       
      Follow us on
      Facebook : Canaya Tour Service
      Twitter : @canayatour
      Instagram : @canayatour
    • By citrariana
      Ada yang unik di Jogja menjelang hari besar Maulid Nabi yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2017 mendatang. Biasanya sebulan sebelum hari besar tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengadakan acara tahunan yang disebut sekaten. Sekaten ini akan berlangsung selama 1 bulan penuh. Pucak acara adalah gunungan, yaitu iring-iringan abdi dalem Kraton Yogyakarta yang membawa makanan yang dibentuk seperti gunung. Acara ini disebut gunungan. Acara berlangsung saat pagi hari. Berikut sekilas tentang festival sekaten di Yogyakarta.

      1.       Pasar Malam Sebulan Penuh Pasar malam memang hanya buka di malam hari. Suasana pasar malam di sekaten agak berbeda dengan pasar malam biasa. Selain lebih besar, pasar malam ini juga sangat lengkap. Bertempat di Alun-alun Utara Yogyakarta, tempat ini selalu ramai pengunjung.
      2.       Ada Wahana Bermain Untuk Anak dan Dewasa Banyak wahana bermain untuk anak. Mulai dari kereta mini hingga bom-bom car. Wahana khas pasar malam adalah tong setan dan rumah hantu. Namun wahana ini lebih diperuntukkan untuk orang dewasa. Wahana yang unik bernama “ombak banyu”. Bentuknya bulat dan digantung. Biasanya dijalankan dengan tenaga manusia yang berayun. Saat Anda menaikinya, Anda akan merasa seperti di atas ombak.
      3.       Yang Khas : Awul-Awul Bagi Anda pecinta sandang murah, ini akan menjadi surga belanja Anda. Ada banyak pedagang awul di sekaten. Bila Anda beruntung, Anda akan mendapat banyak baju bagus. Baju yang dijual disini tidak semuanya bekas. Ada baju baru juga. Biasanya baju baru ini ada sedikit cacat produksi. Cukup dengan Rp 100.000,00 dan ilmu negosiasi Anda akan mendapat baju lebih dari 5. Jangan lupa untuk mencucinya dengan air panas.
      4.       Wisata Kuliner Yang tidak kalah menarik adalah wisata kulinernya. Banyak penjual makanan disana. Dari makanan tradisional hingga modern. Yang khas disana adalah penjual gorengannya. Karena ada berbagai mancam gorengan yang dijual. Dari mendoan hingga donat. Harganya pun murah. Bila Anda beruntung, Anda akan menemukan penjual gulali. Gulali ini berwarna merah dan hijau. Penjualnya membentuk gulali semenarik mungkin. Anda juga bisa memesan bentuk yang Anda inginkan.
      5.       Sepuluh Ribu Tiga Banyak penjual sepuluh ribu tiga. Biasanya perabotan rumah tangga seperti piring dan gelas. Yang mereka jual cukup komplit. Kualitasnya tidak kalah dengan yang dijual di toko.  Ini adalah incaran anak kos dan ibu rumah tangga.
      Yuk, lingkari kalender kalian pada bulan November 2017. Sesuai dengan rancangan kalender 2017, pada bulan November akan ada festival sekaten dan puncaknya pada tanggal ! Desember 2017 dimana akan ada acara gunungan. Bila perlu, pesan tiket pesawat/kereta dari sekarang agar mendapatkan harga tiket terbaik. Anda dapat memesan tiket pesawat Xpress Air yang melayani rute perjalanan menuju Yogyakarta.
    • By kimcheeGH
      Selain Seoul , Busan adalah kota kedua terbesar di Korea yang ada di pikiran ketika merencanakan liburan ke Korea Selatan. Busan adalah  tuan rumah Asian Games 2002 dan salah satu host untuk Piala Dunia FIFA 2002 . Jika Anda tidak tahu , pantai terbesar Korea , Haeundae  terletak di Busan dan rumah untuk department store terbesar di dunia , Shinsegae Centum City. Hal ini membuat Busan terdengar seperti yang Ibukota Korea dibandingkan  Seoul kan? Saya sudah selesai memperkenalkan Busan dan di sini adalah beberapa festival yang dapat Anda temukan jika Anda berada di Busan selama musim panas ini!
      Busan International Magic Festival
      Busan International Magic Festival akan diselenggarakan dari 4 Agustus – 7 Agustus, dan dikenal sebagai festival sihir terbesar di Asia. Festival ini akan berlangsung di pantai paling terkenal di Busan, Pantai Haeundae dan juga di Busan Citizen Hall. Diselenggarakan di Teater Haneulyeon, akan ada upacara pembukaan serta kontes magis untuk memberikan festival sedikit kegembiraan. Tahun ini, akan ada sekitar 100 “magician” dari seluruh dunia dijadwalkan untuk tampil di festival.
      Ada juga pertunjukan yang disebut “Project Performance” yang terdiri dari 4 kategori:
      Luxury  Close-Up Show:
      Merasakan pesona para penyihir dengan acara close-up terbaik.
      Magic Concert:
      Terpikat oleh ilusionis terbaik Korea Choi Hyeong-Bae akan melakukan selama 50 menit dalam pertunjukan sihir bertema konser.
      Story Telling Magic:
      Merasakan emosi yang berbeda dari para magician di pertunjukan dengan gaya musikal.
      Standing Talk Magic Show:
      Nikmati acara bersuasana meriah & berwarna-warni dari magician.
      Transportasi:
      Pantai Haeundae (Upacara Pembukaan)
      Haeundae Station (Busan Subway Jalur 2), Exit 3 atau 5.
      10 menit berjalan kaki dari stasiun.
      Busan Cinema Center (Main Events)
      Centum City Station (Busan Subway Jalur 2), Exit 6.
      Pergi 270m lurus dan belok kiri ke Centum 5-ro .
      Lanjutkan 250 m, sampai Anda melihat Busan Cinema Pusat di sebelah kanan

      2. Busan Sea Festival

      “Busan Sea Festival“pertama kali diadakan pada tahun 1996 sebagai jalan untuk mempromosikan Busan sebagai kota pelabuhan yang indah. Festival ini dimulai dari tanggal1- 8 Agustus. Akan berlangsung di Pantai Haeundae, Gwangalli Beach, Songdo Beach, Pantai Dadaepo, Songjeong Beach, serta tempat-tempat lain. Busan Sea Festival menawarkan berbagai acara budaya dan banyak acara special lainnya.
      Karena festival ini adalah festival laut umum pertama Korea, penyelenggara telah mengatur banyak program menarik seperti pertunjukan budaya, Konser Musik, Malam Salsa, Malam Tango, dan beberapa acara khusus lainnya, bersama dengan upacara pembukaan tidak boleh di lewatkan. Dengan total 6 pantai memegang acara asing-masing, mereka semua menyediakan program yang berbeda dan pertunjukan untuk segala usia. Bahkan ada juga acra  Marine Sports untuk penyandang cacat. Jangan lupa untuk datang!
      Transportasi:
      Kereta bawah tanah (Subway)
      Haeundae Station (Busan Subway Jalur 2), Exit 3 atau 5.
      – Berjalan langsung dari pintu keluar sekitar 500 m untuk tiba di Pantai Haeundae.
      Bus:
      – Dari Busan Station, naik bus 139, 140, 239, 240 atau 302 ke Haeundae.
      – Dari Busan Aiport, mengambil Bandara Bus (KAL Limousine Bus) ke Haeundae.
      – Dari Sasang Terminal, mengambil 31 Kota Bus atau 31-1 bus ke Haeundae

      SUMBER
    • By kimcheeGH
      Apakah Anda tahu apa Chi – maek itu ? Chi – maek secara harfiah berarti ayam dan bir ( maekju ) dan itu menjadi mengejutkan populer setelah debutnya dalam drama ” You Who Came from the Stars” yang dibintangi Jun Ji – Hyun dan Kim Soo – Hyun . Korea telah menikmati chi – maek dari bertahun-tahun yang lalu , namun berkat drama , menjadi internasional dikenal dunia . Festival Ayam dan Beer di Daegu bisa dikatakan salah satu yang terbesar yang ada di Korea .

      Tahun ini , festival ini akan diselenggarakan dari 27 Juli-31 Juli . Apa yang berbeda dari festival lalu-lalu  adalah ,”craft beer”akan diizinkan untuk dijual ! Di festival sebelumnya , hanya bir kaleng terjual selama acara berlangsung , namun demikian , tidak pernah gagal untuk menarik lebih dari setengah juta pengunjung setiap tahun . Berdasarkan catatan dari tahun lalu , dilaporkan bahwa lebih dari 800.000 pengunjung berpartisipasi dalam festival sementara penyelenggara mengharapkan lebih dari satu juta pengunjung tahun ini .
      Daegu Walikota Kwon Young Jin menyatakan bahwa , amandemen peraturan dan memungkinkan bir untuk menjual “craft beer” adalah untuk meniru”Oktoberfest”di German dan untuk mempromosikan kota Daegu.
      Tidak hanya i ayam dan bir , festival tahun ini akan mencakup festival musik dan festival budaya industri , daripada menghabiskan waktu hanya makan , memberikan suasana keselurahan festival yang lebih seru.

      Beriku beberapa program acara yang akan ada selama festival berlangsung:
      – Export consulting with invited big buyers, chicken brand promotion hall
      – Daegu chicken history hall
      – Let’s have chicken & beer time together
      – Pertunjukan Multimedia  dengan “lighting and laser” / Big Show (hallyu music theme)
      – Berbagai Jenis kompetisi (chicken sauce, craftbeer, and cocktail)
      – Live talk show
      – Movie on a mat
      – Baseball game cheering
      – Summer Water Road
      – Pesta Kolam “Cool Summer Night”
      Transportation:
      Bus
      – Ambil bus menuju Terminal Express Barat Daegu di Terminal Bus Express Seoul.
      – Dari terminal bus , menyeberang jalan dan berjalan daya bersama Seodaegu – ro Jalan (서대구로  ) untuk sekitar 230 meter . Mengambil bus 3-1 ( menuju selatan ) di halte Seodaegu Sekolah Dasar ( 서대구 초등학교 입구 정류장 ) .
      – Naiklah sampai melewati 9 perhentian  dan turun di halte bus Perpustakaan Duryu ( 두류 도서관 앞 정류장 ) . Terus berjalan sedikit lebih jauh ke persimpangan dan berbelok ke kanan . Festival tempat akan berada dalam pandangan Anda.
      – Dari Daegu , mengambil Blue Bus 653 , 652 , 503 dan  Bus 3-1 , 3
×
×
  • Create New...