• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
Reiko Shiwatari

Solo Travel to Seoul-Hiroshima-Osaka-Kyoto-Kawaguchiko-Tokyo September 2015 (10D/9N) Part 3/3

37 posts in this topic

Akhirnya saya kembali lagi dengan part3 :melambai maaf sudah menunggu lama, semoga masih berminat untuk membaca FR ini hehe.. 

 

Jumat,11 September 2015

Hari ini saya bangun pagi seperti biasa & sudah lebih fresh karena semalam tidur cepat. Hotel kali ini lumayan, ada free breakfast :makan jadi saya pun makan yang banyak supaya kenyang & irit jadi gak usah jajan2 nanti hehe.. makanannya juga enak2 & banyak macamnya untuk ukuran sarapan pagi. 

12464874_10153476040268842_1180490167_o.12465164_10153476040353842_1046483641_o.

Setelah sarapan, saya langsung check out, itu sekitar jam 7:30 pagi. Sebelumnya, saya benar2 pusing mau kemana hari ini, karena kemarin rasanya sudah terbuang 1 ahari begitu2 saja & memang capek bgt terus pusing cari koper. Antara Hakone & Kawaguchiko, hanya 2 pilihan itu tapi pusingnya sudah 7 keliling. Mau ke Hakone naik cruise & cable car tapi saya gak punya tiket terusan pasti bakalan keluar uang banyak & gak bisa ke Kawaguchiko lagi. Kalau saya pilih ke Kawaguchiko pasti gak bakal bisa ke Hakone, ya syukur2 bisa liat Fuji & liat Lake Kawaguchiko , pokoknya pilih salah 1 & korbankan yang satunya. 

Setelah searching2 informasi akrhina saya putuskan ke Kawaguchiko. Lalu saya segera check out & titip koper2 saya di front desk, saya bilang saya akan balik lagi sekitar jam 1 siang (padahal telat). Tadinya sih gak mau nitip, tapi daripada capek bawa2 barang & waktu juga terbatas ya mau gak mau nitip di hotel, kalau di locker lagi kan intinya dibawa juga barangnya (bayar juga). Lalu saya pun langsung ke Gotemba Station dan ternyata saya ditinggal bus....

Tapi tidak apa2, itu bus yang paling pertama, saya akhirnya dapat bus kedua, jam 8:10. Yang lucunya (malu2in sih), di haltenya banyak orang yang nunggu bus, anak2 sekolah semua & ada beberapa orang bule (yg saya pikir turis) saya pikir masa iya anak2 ini mau ke Kawaguchiko juga?? Karena haltenya itu benar ke Kawaguchiko. Terus di halte lain juga ada anak2 sekolah lagi. Sesaat kemudian datang bus, saya tanya sama penjaga tiket, "ini bus yg ke Kawaguchiko ya?" lalu ia jawab: "bukan, nanti yang jam 8:10" oh, jadi anak2 itu menunggu BUS SEKOLAH!!! Gubrak! :bingung untung gak naik, klo gak nanti saya jadinya ke sekolahan & bule yang tadi itu guru mereka atau siapa lah, karena ikut naik bus juga. Udah, saya nunggu lagi. Eh ada lagi yang nunggu, anak sekolah juga & datang lagi busnya, terus saya tanya lagi, "ini busnya ya?" dijawab lagi "bukan, setelah ini baru busnya" saya udah gak sabar. Dan setelah bus ini pegi sekitar jam 8:10 atau 1-2 menit sebelumnya, datanglah bus saya. "ini bus ke Kawaguchiko" orang tiket keluar dari ruangannya & bilang ke saya, saya jadi malu :tersiputernyata klo jadwalnya jam 8:10 ya jam 8:10 gak kecepetan & gak juga kelambatan. Lalu saya pun naik bus & duduk di depan sendiri & menikmati pemandangan sekitar karena perjalanan dari Gotemba ke Kawaguchiko itu 1 jam. 

Saya lihat Fujikyu HighLand, kepingin mampir bentar pulangnya karena ada Evangelion tapi akhirnya gak jadi juga karena takut ribet nanti busnya, karena tiketnya round trip jadi nanti pulangnya dari Kawaguchiko Station lagi. Sesampainya saya di Kawaguchiko saya langsung mencari Sightseeing Bus, untuk keliling2 Kawaguchiko. Saya putuskan gak jadi ke Fujiyama karena masih sekitar 1 jam perjalanan & naik bus sekitar $20 bakal habis dijalan nanti waktunya. Saya beli tiket terusan untuk Sightseeing Bus saja, sebenarnya bisa berlaku 2 hari tapi sayangnya saya cuma 1 hari (gak sampai malah) tadinya saya mau kasih ke orang lain tapi gak jadi, simpan saja buat kenang2an hehe... 

Lalu saya naik bus itu ke Lake Kawaguchiko & naik ropeway (untung ada yang kasih tau dari forum ini). Ternyata banyak juga yang bisa dilihat di Kawaguchiko ini, sayang gak cukup 1 hari, ada beberapa cave, museum, danau, dll. Tapi saya cuma pergi ke beberapa tempat saja karena sorenya harus ke Tokyo. Dan ternyata saya pergi ke tempat yang saya sebenarnya pengen & gak kepengen pergi, yaitu Aokigahara...

12077375_10153323745848842_607341142_n.t12064435_10153323745263842_2054340079_n.12087619_10153323745248842_761430684_n.t

Saya pikir Aokigahara itu masih jauh & dekat sama Fujiyama, tapi ternyata daerah sini juga. Saya pun tranfer bus & menunggu sekitar 30 menit untuk menuju ke sana (Sightseeing Bus nya ada 2 macam dengan jalur yang berbeda). Sebernarnya saya juga gak ke dalam hutannya banget, tapi ya itu sudah Aokigahara memang, saya pergi ke Saiko Bat Cave & Lava Cave (lupa, entah Lava Cave atau Wind Cave karena mereka berdekatan). Ngeri2 sendiri masuk ke dalam cave mana saya sendiri & yang lain minimal 2 orang & gak rame banget. Apalagi ke Saiko Bat Cave, sepi banget saya sepertinya sendirian, karena saya lihat ada orang baru keluar, saya langsung masuk ke dalam & lihat2 cepat2 cari jalan keluar. Rendah, licin, itu kondisinya, untung bawa payung jadi buat support saya jalan di dalam, pas ada rombongan yang baru masuk saya agak lega & langsung keluar. Di luar cave nya itu ya si Aokigahara, pohon2 semua, ngeri... saya langsung kembali ke toko souvenier beli beberapa oleh2 & menunggu bus karena bus nya ada 30 menit sekali & jarak dari cave 1 ke cave lain atau tempat lain lumayan jauh & kalau saya mampir2 lagi saya harus menunggu 30 menit lagi. 

Saya pun naik bus & langsung kembali ke Kawaguchiko Station & naik bus menuju Gotemba. Setibanya di Gotemba sudah hampir jam 3 & saya ambil koper saya di hotel. Perjalanan saya belum berakhir, saya masih harus ke Tokyo. Saya mencari jalan mana yang lebih cepat & dicover JR Pass & kalau bisa mampir ke Odawara & mau ke onsen (tapi gak jadi karena capek & kesorean). Jadi dari Gotemba saya berhenti di Kozu Station (sempat ketinggalan kereta) lalu lanjut ke Tokyo Station lalu ke Ueno. Di Ueno Station inilah saya merasa tersiksa, saya rasanya ingin lempar koper saya :geram karena saya bertemu dengan musuh terbesar saya, yaitu tangga.

Entah kenapa setiap jalan mencari jalur kereta ke Tawaramachi saya harus melalu tangga, ya tangga, bukan escalator bukan juga elevator. Kira2 3x saya harus naik turun tangga. Untung ada orang Jepang yang baik hati & menolong saya membawakan 1 koper saya (sampai ketemu 2x) :tersipulumayanlah hehehe.. Akhirnya saya naik kereta ke Tawaramachi menuju hotel  di Asakusa. Di luar sudah gelap, sudah jam 7 malam. Setelah check in & taro koper saya langsung mencari makan karena sudah kelaperan. Yang saya sayangkan dari hotel ini adalah, hotel ini ternyata tidak terima credit card, padahal waktu booking bisa bayar pakai kartu tapi pas check in harus cash karena beli tiketnya di mesin & tukar dengan kunci kamar. Dan yang anehnya (mungkin ini karena ada capsule hotelnya juga) setiap hari saya harus check in & check out. What??!! Saya booked kamar bukan capsule, memang dapat kamar dengan kamar mandi yang sangat kecil, jadi sudah peraturan disini, saya check in malam ini, besok pagi saya harus check out tapi gak seperti yang saya bayangkan, gak seperti di capsule hotel, barang2 kita tetap berada di kamar. Jadi yang dimaksud check out disini adalah, kalau kita keluar (jalan2 paginya) kita titip kunci & pas sore/malam kita balik ke hotel kita harus bayar lagi untuk malam ini, beli tiket lagi. Kamar masih sama, barang2 juga masih ada, jadi intinya bayar per hari. Karena kehabisan uang cash, saya tarik tunai di ATM Sevel di seberang hotel. Saya pernah baca kalau kita mau tarik uang dari ATM, kita tarik dari ATM Sevel aja, karena gak kena biaya (kena cuma dari bank kita masing2 karena bukan ATM bank kita). Gampang, praktis, gak kena biaya. 

12443473_10153475978648842_428383939_o.t

 

Sabtu, 12 September 2015

Masih pagi, kira2 jam 6 pagi, saya masih tidur di kasur, tiba2 saya merasa kasur & kamar ini goyang. Karena masih setengah sadar, saya pikir ini mimpi atau ada orang lewat di depan kamar atau hotel ini berhantu. Lalu tidak lama kemudian saya bangun & siap2 menuju Tokyo Disneyland & saya menemukan 'jawaban' dari guncangan tadi. Ada peengumuman di dalam kereta saya bahwa kereta jalur mana sedang delay karena GEMPA BUMI. What?! :tercengangya ampun, ternyata itu gempa... lumayan, 5.3 skalanya. Untung saya gak apa2, tapi bertambah juga pengalaman yang tidak terlupakan, "merasakan gempa di Jepang" lol. 

Lalu saya pun tiba di Tokyo Disneyland. Karena terbatasnya waktu (dana juga) saya pun tidak membeli tiket. Saya cuma naik kereta yang mengelilingi area tsb. Jadi naik turun kereta ke Disneyland, Disneysea & Stasiun Maihama. Saya sempat foto2 di dekat gerbang Disney tapi ditegur petugas karena saya bawa tripod, (benar ternyata tripod, monopod itu dilarang disini karena bisa menggangu/membahayakan orang lain). Saya lihat ada beberapa orang yang memakai costume Disney, entah mereka pengunjung yang bercosplay atau mereka kerja disini. 

12449488_10153475978613842_899994279_o.t

Setelah puas berkeliling dengan kereta monorail Disney, saya langsung menuju Yokohama. Saya pergi ke Ramen Museum di Shin-Yokohama. Tempatnya gak beda dengan takoyaki Museum, intinya banyak yang jual macam2 ramen, tapi tempatnya ini 1 gedung & dihias seperti sebuah kota kecil. Untuk masuk, kita harus beli tiket dulu & kalau mau makan ramen ya bayar lagi, pilih ramennya di mesin & beli tiketnya baru duduk. Karena bingung mau makan yang mana saya pilih yang rame. Untuk rasa, bolehlah, karena saya gak tau yang paling enak yang mana, tapi karena lapar ya enak2 saja. Setelah itu saya pergi ke Minamoto Mirai, masih sekitar Yokohama, tapi karena salah turun jadi saya harus jalan kaki cukup jauh & berpanas2 ria. Saya pun mampir ke cafe & minum Melon Soda Float, yummy!! 

12465250_10153475978658842_881844774_o.t12071591_10153323745243842_541150337_n.t

Ada amusement park, ada tempat game, ada shopping center juga & ada event juga, tebak jenis coca cola apa, zero sugar atau yang biasa, kita diberi 1 kaleng coca cola & mata kita ditutup lalu kita minum & tebak coca cola apa itu. Tadinya gak mau ikutan karena takut gak ngerti bahasanya, tapi banyak juga orang asing yang ikut, jadi ikut saja lumayan dapat coca cola gratis:salut

Perjalanan saya berlanjut di Shinjuku, tapi ya begitu2 saja, karena saya juga menargetkan 1 hari harus bisa 3 tempat, jadi cuma sebentar saja. Intinya juga cuma gedung2 tinggi & tempat2 belanja. Jadi saya langsung ke Shibuya. Mau ke Meijijingu Shrine tapi sudah tutup, mau ke Yoyogi juga malas jalan lagi, jadi saya jalan2 di Harajuku, sekitar Omotesando Hill. Karena lagi ada event & malam minggu juga, rame banget, banyak yang menawarkan souvenir2 gratis dari toko2 daerah situ & free gift kalau kita berbelanja. Saya gak beli apa2, tapi saya dapat minuman gratis, ice cream gratis & kipas gratis. 

Karena sudah pusing dengan ramenya Harajuku, saya pun pindah ke Shibuya. Mau foto sama Hachiko & lihat Shibuya Crossing. Masih sama intinya, gedung2 & tempat berbelanja, karena sudah malam & lapar, saya gak jadi belanja jadi langsung cari restaurant. Bingung mau makan dimana, searching2 makanan yang enak tapi bingung sendiri, akhirnya makan sushi di sebuah gang kecil & ternyata... keren!!!!! Gak sia2 antri lama & cari2 tempatnya, ternyata WOW! Saya merasa wong ndeso, bingung2 sendiri gimana caranya, sampai salah tekan. Untuk harga masih terjangkau. Recommended lah! Setelah makan saya kembali ke hotel. 

12067828_10153323745258842_2001850933_n.12458550_10153476056923842_1968900025_o.

 

Minggu, 13 September 2015

Seperti kemarin, saya "check out" lagi dari hotel & kembali lagi ke Shibuya. Untuk yang beragama Kristen, kalau ingin beribadah hari Minggu di gereja di Tokyo, bisa datang ke Tokyo Baptist Chruch di Shibuya, gereja ini berbahasa Inggris, jadi gak cuma orang Jepang saja, ada orang bule juga. Di sana saya lihat beberapa orang Jepang beribadah memakai kimono, bertambah lagi pengalaman saya. 

Lalu, rencana saya hari ini adalah ke Ghibli Museum. Karena JR Pass sudah tidak bisa dipakai & batal ke Kamakura, jadi saya ke Ghibli. Saya salah stasiun, salah sih gak juga, tapi kalau ke Ghibli dari sini ribet & banyak yang gak tau. Jadi saya ke Mitaka Station, karena mereka menyediakan shuttle bus ke Ghibli. Karena kurangnya informasi, saya tidak bisa masuk ke Ghibli. Kali ini bukan karena gak ada waktu atau dana, tapi benar2 gak tau kalau Ghibli itu harus reservasi dulu, gak bisa beli tiket di tempat. Jadi kita harus planning jauh2 hari & beli tiket. Beli tiketnya itu di minimarket, saya langsung pergi ke minimarket dekat situ, saya pikir bisa beli buat besok tapi sudah habis. :terharu sudah jauh2 & butuh perjuangan ke sini tapi gak bisa masuk, ya sudahlah, saya foto2 diluar. Setelah itu saya ke Roppongi. Cukup menarik di Roppongi. Ada event juga, pertandingan basket, tapi yang membuat saya tertarik adalah museum TV Asahi. Tiket gratis & bagus buat foto2. Ada doraemon, Crayon Shinchan & berbagai program2 TV Asahi. Saya pun beli dorayaki disini hehehe...  Dan setelah keluar dari sini saya mencoba crepes, lumayanlah makan sambil melihat yang sedang bermain basket. 

Petualangan saya berlanjut di Odaiba. Aqua City, Joypolis, sampai akhirnya ketemu juga Diver City. Sempat keputar2 juga pas pulangnya. Di sini benar2 fun! Bisa foto bareng Gundam & ada yang fotoin juga hehe.. Saya juga mencoba beberapa macam jajanan, seperti Kentang goreng Calbee yang enak banget & Ikayaki yang (bagi saya) gak enak banget. :( Saya sudah cukup memborong beberapa oleh2 disini, tapi kaki saya & hati saya masih ingin berpetualang di Tokyo Dome. Saya pun langsung ke sana. Agak sedih juga, baru jam 7 tapi sudah sepi, Saya mau ke Jump Shop (tempat Majalah Shounen Jump) tapi sudah tutup, padahal mau foto bareng Naruto & Gintama :( Akhirnya yang ada belanja oleh2 lagi di Don Quijote. Tambah berat bawaan saya, lalu saya balik ke hotel. Petuangalan hari ini berakhir. 

12470858_10153476040118842_592947365_o.t

12083932_10153322207218842_2067319747_n.

Senin, 14 September 2015

Hari ini hari terakhir saya berpetualang. Pesawat saya sih masih tengah malam, tapi pagi2 saya sudah harus check out, masih banyak waktu sebenarnya tapi repot sama koper2 ini. Saya belum menjelajahi Asakusa, belum ke Tokyo Tower juga. Setelah check out saya taro barang di loker di Asakusa Station, lalu saya pergi mencari Kaminarimon. :D Lalu lanjut ke Ginza, foto di Hibiya Park, & berpetualang menuju Tokyo Imperial Palace. Jalannya cukup jauh dari Ginza Station & saya harus balik lagi ke stasiunya juga, tapi karena di Kyoto gak kesampaian jadi saya paksakan ke sini walau capek. Ternyata rame, banyak turis juga, tapi memang cuma bisa dilihat dari jauh, tapi itu sudah membuat saya senang :D

12464986_10153476040063842_1123318497_o.

Lalu setelah perjalanan jauh itu saya makan siang, salah masuk restaurant juga :( maksud hati mau makan semacam sate yakitori eh salah masuk ke tempura restaurant. Porsi memang banyak tapi untuk rasa saya gak begitu suka, makan gak habis & gak semangat. Setelah itu saya ke Akihabara!! Akrhinya ke Akiba juga! Harus! Mutlak! Sebagai seorang otaku saya wajib ke sana walau gak beli apa2 :P Saya ke Maid Cafe. 

Karena Maid Cafe yang terkenal rame & banyak dikunjungin turis itu gak ketemu, saya ketemu seorang Maid di jalan yang sedang membagikan brosur, akhirnya saya ke cafenya Maid itu. Sepi, & letaknya di lantai paling atas. Dan cukup menguras banyak uang. Saya pesan paket dessert (ice cream & minuman soda) plus foto bareng Maid (cuma 1x) & dapat souvenier. Itu sudah lebih dari 2000 Yen :terharu duduknya saja bayar 500 Yen di meja biasa, & di sofa sekitar 1000 Yen. Saya pikir bisa main & ngobrol dengan Maidnya, tapi begitu2 saja. Maidnya datang membawa ice cream & mengajak saya mengikuti gerakannnya (moe moe cute, seperti itulah) setelah itu saya ditinggal begitu saja :( entah karena Maidnya kurang fasih berbahasa Inggris atau memang servicenya cuma itu saja. Saya pergi ke beberapa Maid Cafe di beberapa Anime Convention di USA, lebih menarik & lebih murah dari ini. Lalu setelah itu saya kembali berkeliling Akihabara. 

12458686_10153476036568842_1827419307_o.

Setelah cukup puas di Akihabara saya pergi ke Ikebukuro. Ada suatu tempat yang memang sangat ingin saya kunjungi, yaitu NamjaTown. Sebuah amusement park kecil di dalam mall, tapi cukup menarik bagi saya karena saya ingin mencoba beraneka macam rasa ice cream. Saya mencoba rasa Salt of Okhotsk, Miso Noodle Ice Cream, Indian Curry, Roasted Green Tea, Homemade Ice Cream Rose & Wasabi Ice Cream. Tadinya mau coba yang Vampire (rasa garlic) tapi habis. Untuk 6 macam rasa berbeda & masing2 1 scoop saya menghabiskan 560 Yen. Dan rasanya, sangat unik! Yang paling 'gak banget' adalah Indian Curry. Untuk Miso Noodle, benar2 ada mienya kecil2, untuk Wasabi not bad lah tapi aneh juga (saya juga beli Kitkat Wasabi). Lalu saya juga mencoba Gyoza, ya lumayan enak. 

Setelah berfoto dengan maskot NamjaTown, saya pergi ke J-World, tepat 1 lantai dibawah NamjaTown. Masih amusement park tapi bertemakan anime. Karena sudah malas & capek saya gak jadi ke Tokyo Tower padahal mau ke Museum One Piece, karena disini ada One Piece juga, saya jadi beli tiket unlimited ride, mencoba berbagai macam permainan, dari rumah hantu Naruto, tembak2an One Piece & mencari bola naga dari Dragon Ball :D Benar2 senang banget, sampai lupa waktu, saya harus ambil koper & menuju Haneda.

12465023_10153476036533842_1828529406_o.

Setelah mengambil koper di Asakusa Station, saya menuju ke Haneda. Karena HP sudah low battery & pokcet wifi juga sudah mati, saya bertanya pada sepasang suami istri yang membawa2 koper seperti saya. Dan memang mereka juga mau ke Haneda, jadi saya bareng mereka. Lumayan, koper saya dibawakan oleh sang suami yang adalah orang Amerika & istrinya orang Jepang. Di kereta kita ngobrol2 mereka kaget saya pergi sendiri & bawa2 koper ini. Saya pikir, mereka ini adalah penolong saya (memang menolong saya sih) tapi ternyata masih melakukan kesalahan juga. Kita bertiga salah kereta...:tercengang:terharu

Jalur yang sama, tapi beda kereta. Kereta yang harusnya kita naik adalah langsung menuju Haneda, gak perlu transfer lagi. Tapi kereta ini harus transfer & kita sudah kelewat 1 stasiun. Tapi ya, masih gak apa2, karena saya masih dibantu, dibawain kopernya hehehe.. Lalu kami pun pindah kereta. Setibanya di Haneda, kami naik elevator. Karena di lantai 2 ada yang mau keluar saya pun keluar, ternyata saya salah. Tapi saya lihat ada tempat pengembalian pokcet wifi, jadi saya kembalikan dulu & langsung menuju ke lantai 3. Sayang sekali saya belum pamitan dengan orang tadi. Setelah saya check in koper saya & membeli beberapa oleh2 saya bertemu mereka lagi, mereka tanya kenapa tadi saya keluar di lantai 2, saya jawab dengan agak malu "saya gak tau, tapi saya lihat ada tempat pengembalian pocket wifi jadi saya kesana" :P 

Lalu kami pun berpisah. Saya menuju gate pesawat saya. Masih beberapa jam, saya sudah ngantuk & lapar juga jadi saya makan dulu di food court. Lalu saya pun boarding & setelah di dalam pesawat saya langsung tertidur & bangun2 dapat makan, tidur lagi, & tau2 sudah mau sampai, gak terasa cepat banget.:terbang Setelah trasnsit 1x di San Francisco, saya langsung menuju Philadelphia Airport. Saya pun tiba kembali di rumah dengan selamat :D :dance

12477085_10153476060843842_1517489297_o.

Begitulah pengalaman saya, suka & duka (lebih banyak sukanya sih) selama berpetualang di negeri ginseng & negeri matahari terbit ini. Mohon maaf ada kata2 / kesalahan dalam FR ini & lamanya penyusunan part3 ini. Sampai ketemu di FR lain dengan petualangan2 lain, terima kasih sudah membaca. :D 

 

 

 

12077268_10153323745253842_1141710836_n.jpg

12465504_10153475978628842_1464867850_o.jpg

12470780_10153476040168842_1257445640_o.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

asli seru @Reiko Shiwatari saya baca lagi dari PArt 1 - 3 hehehe

kamu plan ke Gibli Museum ya, nasib nya mirip saya dulu, cuma beda nya saya mau ke Fujiko Fujio Museum (satu perusahaan seh) pas mau beli tiket nya di Lawson ternyata udah Full untuk hari itu dan hari besok nya jadi emang harus jauh hari. Atau pas tiba di bandara Jepang pertama kali deh heheh

Untuk kereta ke Haneda dari Asakusa juga saya mengalami hal yang sama salah kereta hahaha. Memang ada stasiun yang harus transit dulu. Saya juga kelewatan. Dan akhir nya balik lagi ke stasiun itu dan naik yang ke Haneda :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Reiko Shiwatari wah mantap part 3 nya keluar :D . jepang memang unik ya hehe.. full of culture !! 

studio ghibli saya suka juga anime2 nya. berkelas anime nya , ada meaning hehe

FR nya kita feature di fan page ya :D, biar banyak ngebantu orang hehe

@kyosash juga pernah keliling jepang hehe

@deffa boleh juga di fitur di FP, part 1,2,3 nya .

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Jalan2 said:

@Reiko Shiwatari wah mantap part 3 nya keluar :D . jepang memang unik ya hehe.. full of culture !! 

studio ghibli saya suka juga anime2 nya. berkelas anime nya , ada meaning hehe

FR nya kita feature di fan page ya :D, biar banyak ngebantu orang hehe

@kyosash juga pernah keliling jepang hehe

@deffa boleh juga di fitur di FP, part 1,2,3 nya .

 

siap min next :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah asyik nih sempat mampir ke Ramen Museum, waktu saya kesana agak telat tibanya (Last Order), alhasil cuma lihat tampilan gedung depan doank :D  , btw as always nice share :rate 

 

On 12/31/2015, 9:43:48, Reiko Shiwatari said:

@deffa 

hahaha senasib ya :P namanya juga pertama kali soalnya masih blum pasti hari apa ke Ghiblinya. Fujiko museum itu d daerah mana? 

Saya lupa tag 

@Nightrain @kyosash @Gulali56 

ini part3 semoga masih minat membacanya :D 

kalau Fujiko Museum itu daerah Kawaguchi, ke arah selatan.

btw, untuk Ghibli Museum, saya juga melihat beberapa orang lokal (jepang) kgk tahu bahwa tiketnya mesti reservasi dulu, alhasil jauh2 datang cuma liat tampilan luarnya aja.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

yup!! Lain x harus lebih direncanain lagi yg pastinya :D 

@Jalan2

yup!! Pasti masih banyak keunikan lainnya . Semoga nanti bener2 bisa keliling Jepang & nikmatin semua keunikannya! :D  Iya boleh2, senang Klo FR ini bisa mbantu org lain khususnya yg mau solo travel seperti saya hehe

 

@kyosash

sempat bingung juga sm museumnya entah salah info dr google atau salah lokasi soalnya dibilang closed permanently tapi ternyata buka & rame bgt. 

Masih banyak museum2 berbau mie yg mau saya kunjungi tapi kembali lagi waktu & dananya hehe soalnya ternyata dsana lebih banyak transaksi pakai uang cash :( 

ternyata orang lokal juga gak tau ya kirain saya saja malu juga tuh waktu itu udah ikut antri sm org2 eh mereka tnyata sdh punya ticket :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Menarik banget cerita'y. Hanya beberapa hari di tokyo bisa explore begitu banyak tempat. Saya cuma bisa keliling sekitaran asakusa aja.

Tapi karena tempat'y bagus jadi betah berlama2 d sana.

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 1/19/2016 at 1:24 PM, mone said:

Menarik banget cerita'y. Hanya beberapa hari di tokyo bisa explore begitu banyak tempat. Saya cuma bisa keliling sekitaran asakusa aja.

Tapi karena tempat'y bagus jadi betah berlama2 d sana.

oo mone tipe yang selow jika jalan2 ya nikmati satu tempat bisa berlama2 :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 2016. 2. 5. at 9:01 PM, deffa said:

oo mone tipe yang selow jika jalan2 ya nikmati satu tempat bisa berlama2 :D 

yoai mod, ngapaen harus ngejar banyak tempat, nama'y liburan mah enjoy aja. masih ada ntar bisa dateng lagi euy...

Share this post


Link to post
Share on other sites
20 minutes ago, mone said:

yoai mod, ngapaen harus ngejar banyak tempat, nama'y liburan mah enjoy aja. masih ada ntar bisa dateng lagi euy...

ya kalo yang punya cuti dan rekening tanpa limit kayak mone seh enak :ngakak 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 2016. 2. 5. at 9:01 PM, deffa said:

oo mone tipe yang selow jika jalan2 ya nikmati satu tempat bisa berlama2 :D 

akh momod poek berud dahh...

gw aja lagi was was takut gak balik ini duit gw.

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 17/2/2016 at 6:49 PM, deffa said:

kalo mau yang bagus nitip tamiya dnk :ngakak 

Kan lw bulan depan mau berangkat mod, gak perlu nitip kali. barang bawaan gw berat euy kmren, untung ada si itu jadi bisa d bawain. ahahahahahahahaha...

itu salah satu keuntungan mod yang laen'y lbh banyak kerugian.

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 minutes ago, mone said:

Kan lw bulan depan mau berangkat mod, gak perlu nitip kali. barang bawaan gw berat euy kmren, untung ada si itu jadi bisa d bawain. ahahahahahahahaha...

itu salah satu keuntungan mod yang laen'y lbh banyak kerugian.

jadi ada keuntungan nya 1 doank ya hahaha :ngakak 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Wanda_andiani
      Dear all, 
      Aku berencana untuk backpacker-an ke Korea di July/Aug 2019 nih selama kurang lebih 1-2 minggu. Bagi yang berminat pergi bersama, kindly DM me:) Thank you!
    • By asep saepuloh
      hallo perkenalkan saya asep dari jakarta, rencanaya saya akan berangkat ke korea pada tanggal 04 s/d 14 maret 2019 ini saya rencanaya akan mengexplore seoul busan dan jeju dengan budget pas pasan, jika budget ga memungkinkan akan ke seoul dan busan saja .. jika berminat join yuk hubungi saya di instagram @kaaseps terima kasih
    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......