Sign in to follow this  
iwinzki

Museum Wayang Magelang - museum di kompleks hotel

3 posts in this topic

Kata orang-orang sih, jalan-jalan kemuseum itu cupu banget…

Tapi kalo museumnya ada di kompleks hotel mewah?

Hmm… makanya jangan anggap remeh museum. Museum itu keren lho, apalagi museum yang satu ini… Namanya Museum Sasana Guna Rasa Magelang. Sedikit orang menyebutnya museum Mini Wayang Nasional Magelang…

museum-wayang1.jpg

Tempatnya itu ada di kompleks hotel Pondok Tingal.

Nuansanya homy banget, sentuhannya Jawa banget deh. Bikin kamu ngerasa jadi salah satu tokoh kerajaan Jawa yang ningrat gitu. :o :o

2359232784museumwayang.jpg

Gimana enggak, disini tuh kita bakal dikelilingin ribuan koleksi wayang, buku tentang wayang, rekaman wayang, lukisan wayang…

Wahh! Tapi semuanya ditata artistic banget. Bikin gak nyesel dah datang kesini. Ilmu nambah… foto narsis sama wayang klasik juga nambah…

Share this post


Link to post
Share on other sites

wuih keren, beda dari hotel2 yang lain ya...menambah fasilitas untuk pengunjung hotelnya. jadi yang biasa fasilitasnya kolam renang atau pun tempat ngegym ini bisa jd salah satu daya tarik hotel itu sendiri

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Sari Suwito
      Sedang transit di kota Jogja dan ingin jalan-jalan murah? Tentu bisa....bisa bangeet malah. Jadi gini, beberapa waktu lalu kami ada acara keluarga di Kulon Progo, berhubung ada anggota keluarga yang mempunyai jadwal terbang beda satu hari dengan keberangkatan saya, maka jadilah kami berangkat bareng dari Kulon Progo naik taksi tetangga saya. Itung-itung hemat tenaga dan uang daripada saya harus bolak-balik Jogja-Wates-Jogja, maka saya memilih untuk menginap saja di hotel dekat bandara Adisucipto. Setelah browsing nemulah saya alamat dan nomer telepon Hotel Bandara Asri (nanti saya tulis reviewnya dech). 
       
      Sebelum ke Bandara Adisucipto saya minta taksi untuk mengantar ke hotel dan taruh barang bawaan saya di hotel.  Karena setelah selesai urusan di bandara saya berniat untuk jalan-jalan sore di kawasan Malioboro sekalian wisata museum gitu. Begitu urusan di bandara selesai, saya langsung menuju Shelter Trans Jogja dari Bandara Adisucipto, naik bus Jalur 1A lalu turun di shelter Malioboro 3 (Pasar Beringharjo/Benteng Vrederburg), lalu saya jalan kaki menuju ke Museum Sonobudoyo, tapiii sayang sekali, ternyata museum sudah tutup jam setengah empat. Jadilah saya..lanjutkan jalan kaki ke arah Jalan Rotowijayan ke museum Kereta Karaton, dan ternyata sudah tutup juga. hihihihi... 
       
      Akhirnya saya jalan kaki ke kawasang cenderamata di jalan Rotowijayan, di kawasan ini berjejer toko yang menjual souvenier, batik dan kaos dagadu. Keluar masuk toko tapi ga nemu juga yang cocok, jadi yaa sekedar cuci mata aja dech. Tak lama kemudian saya memutuskan untuk balik aja ke hotel, takut kesorean dan bus Trans Jogja penuh. Dalam perjalanan menuju shelter Trans Jogja, ketika melewati alun-alun utara ternyata ada kuda yang sedang dilatih oleh pawangnya.  Skalian numpang selfie aah... hehehe...



      Sampai juga akhirnya ke shelter Trans Jogja, dan rupanya ga penumpang ga terlalu ramai, dan masih kebagian tempat duduk. Saya turun di Shelter Jl. Solo (Maguwo) lalu jalan kaki menuju hotel. Sampai hotel setelah mandi sambil nonton tv ternyata berasa dech laparnya, jadilah saya pesan di restaurant hotel mie rebus jawa seharga tujuh belas ribu lima ratus rupiah. hihihi...lumayan...daripada harus keluar hotel lagi. Akhirnya makanan dataang.....
       
      Selesai makan, sambil nonton TV langsung tidur sampe pagi... hihihi...
       
      Pagi hari setelah selesai sarapan saya langsung berangkat ke Shelter Trans Jogja di Bandara Adisucipto untuk menuju Malioboro yang akan dilanjutkan jalan kaki ke Museum Sonobudoyo dan Museum Kereta Karaton Yogyakarta.  
       
      Museum Sonobudoyo
       
      Sekitar jam 8.20 akhirnya sampailah saya di Museum Sonobudoyo, harga tiket masuk tiga ribu rupiah saja, setelah membayar tiket dan mengisi buku tamu, saya dihampiri mbak-mbak yang menawarkan menjadi guide untuk melihat-lihat koleksi museum tapi saya tolak dengan halus. Sepertinya enakan jalan sendiri aja dech, jadi lebih leluasa untuk melihat-lihat koleksi museumnya. 

      Museum Sonobudoyo adalah museum sejarah dan kebudayaan Jawa, termasuk bangunan arsitektur klasik Jawa. Museum ini menyimpan koleksi mengenai budaya dan sejarah Jawa yang dianggap paling lengkap setelah Museum Nasional Republik Indonesia di Jakarta (Museum Gajah).  Museum Sonobudoyo terdiri dari dua unit, unit 1 terletak di Jalan Trikora No. 6 (sebelah utara alun-alun keraton Yogyakarta), sedangkan unit 2 terletak di nDalem Condrokiranan, Wijilan, di sebelah timur alun-alun Keraton Yogyakarta.
       

       
      Museum Sonobudoyo didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda oleh Yayasan yang bernama Java Instituut. Yayasan ini bergerak di bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Panitia pendirian museum yaitu IR. TH. Karsten, P.H.W. Sitsen dan S. Koperberg. Bangunan museum menggunakan tanah bekas "Schauten" atau tanah hadiah dari Sri Sultan HB VIII. Peresmian dilakukan oleh Sri Sultan HB VIII pada tanggal 6 November 1935.
       
      Koleksi Museum Sonobudoyo (unit 1 dan unit 2) terbagi menjadi 10 jenis, yaitu:
      Koleksi Numismatik dan Heraldika, obyek penelitiannya adalah mata uang/alat tukar yang sah, yang terdiri dari mata uang logam dan kertas. Heraldika adalah setiap tanda jasa, lambang dan pangkat resmi (termasuk cap dan stempel). Koleksi Filologi, benda koleksi yang menjadi obyek penelitian filologi, misalnya risalah kuno, tulisan tangan yang menguraikan sesuatu hal atau peristiwa.  Koleksi Keramologi adalah koleksi yang terbuat dari bahan tanah liat bakar berupa pecah belah, misalnya guci.  Koleksi seni rupa, koleksi seni yang mengekspresikan pengalaman artistik melalui obyek dua dimensi atau tiga dimensi.  Koleksi Teknologi. Benda atau kumpulan benda yang menggambarkan perkembangan teknologi. Koleksi Geologi, adalah benda yang menjadi obyek ilmu geologi, antara lain batuan, mineral, fosil dan benda-benda bentukan alam lainnya (permata, granit, andesit). Contoh: Batu Barit. Koleksi Biologi adalah benda yang menjadi objek penelitian ilmu biologi, antara lain tengkorak atau rangka manusia, tumbuh-tumbuhan dan hewan. Misalnya burung (obset) / dikeringkan. Koleksi Arkeologi adalah benda yang menjadi objek penelitian arkeologi. Benda tersebut merupakan hasil peninggalan manusia dari zaman prasejarah sampai dengan masuknya pengaruh kebudayaan barat misalnya : Cermin. Koleksi Etnografi adalah benda yang menjadi objek peneiitian ilmu etnografi, benda-benda tersebut merupakan hasil budaya atau menggambarkan identitas suatu etnis misalnya Kacip. Koleksi Historika adalah benda yang bernilai sejarah dan menjadi objek penelitian sejarah. Benda tersebut dari sejarah masuknya budaya barat sampai dengan sekarang, misalnya Senapan laras panjang, meriam.  Saya hanya mengunjungi Museum Sonobudoyo Unit 1, jadi unit 2 mungkin di lain kesempatan akan saya datangi lagi, sekalian makan gudeg di wijilan kali ya. hehehe...
       
      Oh ya, di depan bangunan Museum Sonobudoyo Unit 1 ini terdapat 2 buah meriam lho. Kedua koleksi meriam tersebut di atas berasal dari masa Sri Sultan Hamengku Buwana III. Sayangnya saya lupa untuk fotoin. hehehe...
       
      Selain meriam terdapat pula arca dan relief. Berikut beberapa koleksi yang berada di halaman pendapa : Arca Dewi Laksmi, arca Mahakala, dan Makara.



       
      Sedangkan di bagian dalam pendopo terdapat seperangkat gamelan.

      Museum ini memiliki beberapa ruang, diantaranya:
      Ruang Pengenalan
      Di atas pintu masuk menuju ke ruang pengenalan terdapat relief candrasengkala "Buta Ngrasa Esthining Lata". Ruang pengenalan berukuran 62,5 m2. Salah satu koleksi yang ada di ruang pengenalan yaitu pasren atau krobongan yang terdiri dari tempat tidur, bantal, guling, kasur, kelambu, sepasang patung loro blonyo, sepasang lampu robyong, dan sepasang lampu jlupak.

      Ruang Prasejarah
      Ruang ini menyajikan benda-benda peninggalan masa prasejarah yang menggambarkan cara hidup manusia pada masa itu meliputi berburu, mengumpulkan dan rneramu makanan. Pada tingkat selanjutnya manusia mulai bercocok tanam secara sederhana serta melakukan upacara- upacara yang berhubungan dengan religi (kepercayaan kepada roh nenek moyang, penguburan dan kesuburan).

       
      Ruang Klasik dan Peninggalan Islam
      Dalam penyajian koleksi dikelompokkan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal yaitu:
      1. Sistem Kemasyarakatan
      2. Sistem Bahasa
      3. Sistem Religi
      4. Sistem Kesenian
      5. Sistem Ilmu Pengetahuan
      6. Sistem Peralatan Hidup
      7. Sistem Mata Pencaharian Hidup 

      Patung Kepala Dewa,  dibuat dari perunggu berlapis emas. Ditemukan di Pathuk, Gunung Kidul pada tahun 1956. sebagai lambang Dewa Budha,
      Ruang Batik 
      Di ruang ini memamerkan beberapa koleksi batik. Selain itu juga terdapat proses membatik yang dimulai dari pengerjaan pola sampai proses jadi sebuah batik. Di ruang ini saya suka sekali melihat aneka motif batiknya...bagus bagus banget...



       

       
      Ruang Wayang
      Sesuai namanya, di ruangan ini memamerkan aneka jenis koleksi wayang, diantaranya ada wayang kulit dan wayang golek serta gambar tata letak pementasan wayang kulit purwa klasik.



       
      Ruang Topeng
      Disini juga terdapat beberapa jenis topeng dari berbagai daerah. Topeng sudah mengalami sejarah perkembangan, bersamaan dengan nilai-nilai budaya dan nilai seni rupa. Topeng yang tampil dalam bentuk tradisional mempunyai fungsi sebagai sarana upacara dan pertunjukan.

       
      Ruang Jawa Tengah 
      Di ruang ini memamerkan ukiran kayu yang terkenal dari Jawa Tengah yaitu Jepara seperti gebyog patang aring. Selain itu terdapat keris dan senjata tajam lainnya dengan berbagai jenis.


      Ruang Emas
      Museum Sonobudoyo merupakan museum yang memiliki koleksi artefak emas tapi dengan beberapa alasan belum dapat dilihat oleh umum.
      Pada dasarnya artefak emas memiliki fungsi berbeda-beda, yaitu sebagai:
      1. Mata uang
      2. Perhiasan
      3. Wadah
      4. Senjata
      5. Simbol religius, dll.
      Di ruangan ini dipamerkan aneka koleksi perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari kuningan dan perak. Seperti: aneka bentuk ceret dan kendi, sendok makan, dll.




       
      Ruang Bali
      Diantara ruangan lain, ruangan ini paling istimewa, karena terdapat lampu warna biru yang byar pet gitu. hehehe...
      Koleksi ruang Bali berkaitan dengan kebudayaan Bali baik mengenai yadnya (upacara) maupun berbentuk seni lukis dan seni pahat. Di bagian terpisah terdapat Candi Bentar.
       


      Patung Penari Keris, posenya ini lho...agak-agak merinding...seperti orang mau bunuh diri yaa..

      Di bagian luar Ruang Bali terdapat Candi Bentar, di dalam komplek candi Bentar biasanya terdapat Bale Gede, yang berfungsi sebagai tempat upacara daur hidup dan untuk bermusyawarah.

       
      Ruang mainan
      Di sini dipamerkan koleksi aneka mainan tradisional dan foto-foto anak-anak yang sedang memaikan permainan tradisional.



      Setelah merasa cukup puas berkeliling museum Sonobudoyo, saya melanjutkan perjalanan berikutnya ke Museum Kereta Keraton Yogyakarta dengan berjalan kaki. Yuk, ikuti cerita selanjutnya.
       
      Museum Kereta Karaton Ngayogyakarta 
      Museum ini terletak di Jalan Rotowijayan, bisa ditempung dengan berjalan kaki dari Museum Sonobudoyo unit 1. Harga tiket masuk lima ribu rupiah, ditambah tiket ijin foto seharga seribu rupiah.

      Museum ini khusus menampung kereta-kereta kuda keraton pada masa Kerajaan Yogyakarta era Sri Sultan Hamengku Buwono ke-8. VIII.
       
        Museum kereta keraton ini memiliki 18 kereta, setiap kereta memiliki nama masing-masing, diantaranya:
      1. Kereta Nyai Jimat, 
      2. Kereta Kyai Garudayaksa, 
      3. Kereta Jaladara, 
      4. Kereta Kyai Ratapralaya, 
      5. Kereta Kyai Jetayu, 
      6. Kereta Kyai Wimanaputra, 
      7. Kereta Kyai Jongwiyat, 
      8. Kereta Kyai Harsunaba, 
      9. Kereta Bedaya Permili, 
      10. Kereta Kyai Manik Retno, 
      11. Kereta Kyai Kuthakaharjo, 
      12. Kereta Kyai Kapolitin, 
      13. Kereta Kyai Kus Gading, 
      14. Landower Kereta, 
      15. Kereta Surabaya Landower, 
      16. Wisman Landower Kereta, 
      17. Kereta Kyai Puspoko Manik 
      18. Kereta Kyai Mondrojuwolo. 
      Kereta-kereta tersebut mempunyai fungsi masing-masing, dan penggunaannya selalu dipilih berdasarkan acara yang akan diselenggarakan. Beberapa foto terpasang di dekat lokasi kereta Keraton. Jadi kita juga bisa lihat kereta ini dipakai di acara apa gitu.


      Oh ya, kereta-kereta ini buatan Eropa lho, diantaranya Jerman dan Belanda. Bahkan sebagian besar kereta-kereta ini masih asli, belum tersentuh modifikasi meski sebagian sudah mengalami modifikasi baik dalam warna cat maupun interiornya.
       
      Terdapat beberapa kereta yang dikeramatkan, karena keistimewaan bahannya yang terbuat dari emas dan merupakan kereta Raja yang disebut sebagai kereta Kencana, bahkan sebagian kereta mungkin memiliki cerita mistis, makanya jangan sembarangan ya saat berada di tempat ini. 
       
      Saya paling suka kereta ini nich...keren dan elegan banget... *abaikan penampakan yang separo ini. hehehe...

       
      Jenis-jenis kereta di Museum Kereta Keraton:
      1. Kereta atap terbuka dan beroda dua, contohnya:  Kereta Nyai Kapolitan

      2. Kereta atap terbuka dan beroda empat, contohnya: Kerata Kyai Jongwiyat dan Landower. Oh ya saya sempat dengar kalau Landower ini berasal dari istilah dalam bahasa Inggris Land Owner (Tuan Tanah/Raja).

      3. Kereta atap tertutup dan beroda empat. Kereta ini termasuk kereta yang mewah dan sakral, contohnya: Kereta Kanjeng Nyai Jimad, Kyai Garudayaksa dan Kyai Wimanaputra.

      Kereta Kanjeng Nyai Jimad ini merupakan kereta tertua, telah berada di sini sejak tahun 1750. Kereta ini merupakan buatan Belanda. Bentuknya unik dan sangat indah seperti layaknya kereta Cinderella. Di bagian depan bawah kereta ini terdapat patung wanita menyangga kereta ini dan terdapat untaian bunga yang mengalunginya.
       
      Ada juga kereta Premili, di dalam kereta ini terdapat 4 baris kursi yang saling berhadapan, kereta ini berfungsi untuk membawa para penari keraton yang berjumlah sekitar 16 orang.

      Di dalam museum ini juga terdapat beberapa patung kuda, koleksi pakaian dan perlengkapan kusir kereta.




      Di bagian luar museum di halaman sebelah utara juga terdapat kandang kuda yang dihuni beberapa ekor kuda. Berikut beberapa suasana di halaman museum..


      Sekitar jam setengah sebelas saya keluar dari Museum Kereta Keraton lalu jalan kaki ke shuttle Trans Jogja di jalan Malioboro. Seperti sebelumnya, saya turun di shelter Jl. Solo - Maguwo lalu mampir makan siang di warung padang dulu, baru lanjut jalan kaki ke toko oleh-oleh Bakpia 25. Nah, disini saya coba beli varian baru bakpia 25 yaitu bakpia isi ubi ungu, enak juga lho rasanya. Sampai di hotel sekitar jam 12an, saya beres-beres barang bawaan dan sekitar jam 12.30 saya ke front office untuk nyerahin kunci kamar, dan request pengantaran ke bandara diundur jadi jam 2 saja. Males kelamaan di bandara ga bingung mau ngapain secara flight saya masih jam 16.10. Akhirnya jam 2 tepat saya minta diantar ke bandara, rupanya counter Air Asia sudah buka, jadi langsung aja check in dan masuk ke boarding roam. Selamat tinggal Jogjakarta....ke Jakarta aku kan kembaliiii......
      Demikianlah...field report jalan-jalan saya saat transit di kota Jogja...mungkin bisa menjadi referensi buat teman-teman yang akan transit di kota Jogja.
       
       
       
       
    • By maipura
      Ada museum baru di Kota Solo, baru diresmikan oleh Bapak Presiden Jokowi pada tanggal 9 Agustus yang lalu. Namanya Museum Keris Nusantara. Kebetulan saya pas lagi ada di Solo minggu lalu, jadi deh kita sempatkan mampir mengunjungi Museum ini sebelum pulang kembali ke Sumatera.
      Lokasi Museum Keris ini ada di pusat kota, gak jauh dari taman Sriwedari, bersebelahan dengan stadion di Jalan Bhayangkara. Kalau lewat jln. Slamet Riyadi, pas pertigaan Sriwedari belok kiri, Museum nya ada di ujung jalan pas perempatan. Gak akan mungkin kelewatan lah. :)
      Harga tiket masuknya berapa? nah selama bulan Agustus ini, tiket masuk ke Museum Keris masih gratis, namun mulai september nanti katanya harga tiketnya Rp.6000 / orang.
      Museum ini merupakan gagasan pak Jokowi sewaktu beliau masih menjadi walikota Solo. Namun pembangunan gedung museum ini baru dimulai secara bertahap sejak tahun 2013. Gedung Museum Keris ini terdiri dari 1 basement yang dimanfaatkan sebagai tempat parkir, dan 4 lantai sebagai ruang pamer. Terdapat lift yang menyambungkan semua lantai-nya. Jadi kalau capek naek tangga, bisa naek lift.

      Lantai 1
      Di lantai ini fungsinya sebagai lobi, soale gak ada keris yang dipajang disini. Cuman ada ruang Audio Visual di sisi sebelah kanan dan kiri dari pintu masuk. Loket pengunjung juga ada disini, disebelah kanan dari pintu masuk kemudian bagian informasi ada di sebelah kiri dari pintu masuk.
      Lantai 2
      Di lantai 2 kita mulai bisa menikmati koleksi dari Museum Keris ini. Dan saya yang gak paham sema sekali soal keris. Di lantai 2 ini kita akan paham dan mengerti lebih dalam soal keris. Karena di lantai ini disuguhkan juga informasi tentang keris dan bagian-bagian keris, apa itu pamor, jejeran, luk dsb.
      Di lantai 2 ini juga ada tempat bermain untuk anak-anak dan perpustakaan. Koleksi buku-bukunya tidak jauh dari masalah keris dan budaya baik tentang kota Solo maupun kota-kota lain di Indonesia. Tapi sepertinya koleksi bukunya perlu diperbanyak, soale rak nya masih banyak yang kosong.



       
      Lantai 3
      Lantai ini selain memajang beberapa koleksi keris ada juga diorama-diorama. Antara lain diorama pembuatan keris dan  diorama ritual saat akan membuat keris. Selain itu di dinding  ada informasi proses pembuatan keris dan rangkaian sesaji ketika akan membuat keris.


       
      Lantai 4
      nah, lantai 4 ini merupakan ruang pamer utama, disini selain keris dari tanah jawa, ada juga keris dari bali, sulawesi dan sumatera. Selain keris ada juga beberapa koleksi tombang dan parang. Karna museum ini tidak mengkhusus kan keris dari Jawa saja, namanya kan Museum Keris Nusantara. walapun memang umumnya orang mengenal keris itu dari Jawa. Tapi ternyata ada juga keris dari Sulawesi dan Sumatera.

       

      Di lantai 4 ini saya ngobrol banyak dengan seorang bapak yang saya pikir petugas museum. Beliau berkata keris yang dipajang disini merupakan hibah dan pinjaman dari pribadi, tertulis di keterangan masing-masing keris yang dipamerkan. Dan katanya lagi masih ada sekitar 300-an lagi koleksi keris yang masih akan dipamerkan. Dan ada kabar bahwa pemerintah Belanda akan menyerahkan koleksi keris yang mereka miliki untuk kemudian disimpan dan dipamerkan di Museum Keris Nusantara ini.
      Ketika saya bertanya, koleksi yang paling tua dan mempunyai nilai sejarah paling tinggi yang mana, bapak petugas yang saya lupa tanya namanya itu menjawab.
      "semua koleksi kita disini berharga mas, baik usia maupun nilai sejarah-nya"
      "semua keris disini berusia lebih dari 100 tahun"
      "semuanya sudah di teliti terlebih dahulu oleh tim kurator kita sebelum kemudian bisa dipajang dimuseum ini"
       
      Lalu bapak itu membawa saya ke salah satu kotak tempat beberapa keris dipamerkan, lalu beliau mengatakan,
      "ini keris yang paling tua, ini diperkirakan dibuat pada jaman sebelum kerajaan Singosari"
      "pada waktu itu para pembuat keris belum mengenal cara mencampur besi untuk membentuk pamor (motif)"
      "ini bentuk awal daripada keris, masih sederhana, dan kemudian berkembang menjadi seperti sekarang ini"
       
       
      Ketika saya bertanya mana keris yang paling mahal, beliau pun mengajak saya kembali ke bagian tengah, dan mengatakan
      "ini semua keris yang mahal, semua keris-keris ini ditaksir harganya antara 3 - 15 milyar"

      Mendengar itu, gak ada komentar yang keluar dari mulut saya, cuman decak kagum yang ada.
      Obrolan santai pun terus berlanjut, kebetulan lantai 4 sudah agak sepi, sebelumnya rame dengan rombongan anak-anak SD. :). Sang bapak menjelaskan apapun yang saya tanyakan, baik itu soal keris maupun tentang Museum nya sendiri. Beliau pun sempat memperlihatkan foto nya ketika mendampingi pak Jokowi ketika pembukaan 9 Agustus yang lalu. Dan saya bener-bener bodoh gak nanya siapa namanya.
      Penasaran dengan koleksi-koleksi keris dari Museum Keris Nusantara? atau hobi dengan keris? Atau pengen dateng ke tempat Wisata yang sedikit berbeda waktu berkunjung ke Solo.
      Monggo, mampir ke Museum Keris Nusantara. :)

       
      foto-foto laen :)



       
    • By HeryRyanto
      5 Juli 2016
      Pernah gak sih pas kalian mau ke suatu tempat, ehh jadinya malah galau?. Ini saya rasakan pas pagi-pagi mau ke Candi Borobudur. Bukan gak suka sama Candi Borobudur, cuma saya udah puas aja tiga kali ke sana dan sepertinya cuaca bakalan panas siang nanti. Udah setengah jalan, akhirnya saya memutuskan berhenti di pinggir jalan sambil buka Instagram buat nyari tempat-tempat hits seputaran Magelang. Akhirnya saya menemukan satu lokasi yang cukup menarik nih. Nama lokasinya Top Selfie Kragilan. Objek wisata yang lagi hits di social media semacam Instagram baru-baru ini. Sempet lihat-lihat beberapa foto lokasinya di akun-akun socmed dan sepertinya memang keceh. Cek google maps, putar arah dan langsung meluncur.


      Berada di Kaponan, Pakis, Magelang terletak di kaki gunung Merbabu. Letaknya yang berada di antara pegunungan membuat pesona alamnya sangat indah. Menuju ke sini kalian disuguhkan indahnya pemandangan gunung Merbabu serta perkebunan-perkebunan masyarakat sekitar dengan udara sejuk khas pegunungan. Tidak jauh kok dari pusat kota Magelang.
      Saya berangkat dari kota Jogja dengan mengendarai sepeda motor. Rute yang saya ambil melalui Jalur Muntilan/Blabak – Ketep Pass. Ambil arah Jalan Raya Magelang hingga menemui pertigaan dengan petunjuk arah kanan ke Ketep Pass. Lalu ambil arah kanan via Jalan Raya Blabak Mungkid, selanjutnya tinggal ikutin jalan hingga sampai di depan objek wisata Ketep Pass. Dari situ ambil lurus melewati jalur ke arah Kopeng, kurang lebih 4 km dari arah Ketep Pass di kiri jalan akan terlihat gapura yang bertuliskan Top Selfie Kragilan. Estimasi waktu dari kota Jogja diperkirakan 1 – 2 jam dengan mengendarai sepeda motor. Jika kalian menggunakan mobil bisa 2 jam-an lebih.
      Ada 2 jalur alternatif lagi nih menuju lokasi ini. Pertama, jika kalian dari arah Kopeng/Salatiga ikuti jalur ke arah Ketep Pass, lokasi gapura akan terlihat di sebelah kanan. Kedua, kalau kalian dari arah Boyolali ambil jalur ke arah Ketep Pass, kemudian ikuti rute seperti yang dilalui oleh jalur Muntilan/Blabak. Lagi-lagi patokan utamanya adalah Ketep Pass. Hhehe 
      Untuk ke lokasi ini sangat disarankan dengan sepeda motor, apabila menggunakan mobil kalian harus berhati-hati dikarenakan jalur mendekati Ketep Pass berkelok dan sedikit rusak. Begitupun jalur di sekitar lokasi pinus yang begitu sempit hanya berupa satu jalur kendaraan dan akan sangat menyulitkan jika berpapasan. Selain itu lahan parkir mobil juga masih terbatas.


      Sewaktu saya ke sana pengunjung masih rada sepi. Jadi masih sempet buat foto-foto dulu. Oh iya, saya rada gagal paham nih kenapa lokasi ini dinamakan Top Selfie. Saya coba bertanya ke salah satu pengunjung, katanya karena di sini banyak spot untuk foto-foto yang dimanfaatkan pengunjung buat berselfie. Entahlah mana yang benar.
      Numpang foto biar hits 
      Disini saya jumpai ada beberapa spot untuk foto seperti ayunan, bangunan dari bambu mirip rumah pohon, beberapa spot yang mirip di Kalibiru, flying fox mini, dan tentunya spot yang paling hits untuk berselfie yaitu jalan turunan yang menuju parkiran. Gak heran kalo pengunjung beramai-ramai mengambil foto a.k.a selfie di spot ini. Buat foto prewedding juga oke lho.
      Setelah tanya-tanya lagi, ternyata pencetus nama Top Selfie adalah warga Kragilan sendiri. Mereka bilang banyak pengunjung yang selalu memotret dengan gaya selfie di beberapa spot. Lah! Bukannya sekarang emang lagi jamannya selfie yah? 


       
      Top Selfie Kragilan

      Mereka juga yang mengelola, mengembangkan dan mempromosikan objek wisata ini hingga menjadi populer sampai sekarang lho. Mulai dari menjaga loket masuk, menjadi pemandu dan mengatur hilir mudik pengunjung. Pokoknya salut deh!
      Sebelum pulang pastinya saya kembali melewati spot yg populer ini. Setelah diamati, memang lebih banyak pengunjung yang selfie ketimbang foto beramai-ramai. Ada ada aja ya 
       
      Buat kalian yang mau socmed nya hits apalagi suka selfie, gak ada salahnya ke sini. Tiket masuk cukup Rp 2.000 saja. Tapi ingat! Selalu jaga kebersihan dimanapun kalian berada, ambil foto sewajarnya, jangan selfie berlebihan dan jangan merusak apapun ya.
      Happy Traveling!
      www.travelefty.wordpress.com 
    • By Dewi Calico
      안녕하세요..
      Tau gak Traveler Cute abis Jalan jalan manja dari mana??
      Bukan Jakarta atau pun Bandung, Tapi ini juga sebuah Kota.
      Kota itu identik dengan keramaian, banyak Mall, penuh dengan Cafe, dan ramai tempat dugem.
      Begitulah sebuah kota yang selama ini ada dalam pikiranku.
      Tapi, saat aku berkunjung ke kota ini hmmm tidak seperti itu dan itulah salah satu alasanku jatuh cinta dengan kota itu.
      Aku telah jatuh cinta dengan KOTA MAGELANG.
      Magelang tidak hanya tentang Candi Borobudur atau pun Petuk Setumbu ala AADC yang booming karena mas Rangga dan Mbak Cinta.
      Magelang itu menawarkan kenyamanan ala Pedesaan dengan status KOTA.
      Aku tidak tau bagaimana pandangan orang lain tentang Magelang, dan ini adalah tulisan berdasarkan ungkapan hatiku.
      Bulan October kemarin sangat luar biasa, saat aku berkunjung ke Magelang dan aku tidak ber expectations tentang banyak hal.
      Aku memulai perjalanan dari Ngawi,Jawa Timur dengan Naik Bus sekitar 5jam-6jam karena sedikit macet jadi lumayan lama.
      Apakah Dewi merasa lelah dan menyesali perjalanan jauh itu??
      NO !!!!....
      Aku justru sangat bahagia karena aku mendapatkan sebuah rasa nyaman di Magelang.
      Jalan raya Yogya-Magelang itu cukup besar dan nyaman, aku pikir jika memakai mobil pribadi akan sangat nyaman.
      Dua jalan kanan kiri sama sama luas, dan cukup nyaman karena tidak banyak lubang jadi misalkan sepi maybe bisa nyetir sedikit kencang.
      Perjalanan Yogya-Magelang akan disuguhi pemandangan yang memanjakan mata.
      Setelah lepas dari Yogya akan ada view sawah, gunung dan pohon kelapa.
      Aku suka itu karena perjalanan nyaman dan mataku dimanjakan dengan view yang keren.
      Masuk kota Magelang akan melihat bahwa kota ini bersih dan tertata rapi, aku pikir waahh keren juga tata kota nya.
      Di Magelang baru ada 1 Mall, tidak sebesar Mall Mall di Jakarta tapi cukup keren menurutku dan aku suka.
      Tidak banyak hotel, jika chek Traveloka maka akan tampak bahwa hotel tidak sebanyak di kota lain.
      Sistem transportation masih banyak yang memakai Angkot, dan aku sudah mencoba memakai Angkot untuk jalan jalan dengan tarif 4000 sekali jalan untuk penumpang umum(Bukan anak Sekolah).
      Di alun alun akan tampak bahwa Magelang itu Kota yang Lovable penuh cinta kasih karena alun alun dikelilingi Masjid, Gereja dan Vihara(i dont know itu Vihara atau Kelenteng, aku masih belum terlalu paham tapi orang menyebut Kelenteng).
      Bukankah itu Lovable banget seolah menggambarkan bahwa perbedaan keyakinan bukan problem untuk rasa damai di Magelang.
      Di alun alun yang tidak terlalu luas itu tapi cukup bersih, ketika sore hari sangat ramai.
      Meskipun ada 1 Mall tapi aku menilai bahwa perekonomian di Magelang ini sangat bagus karena terlihat adanya banyak toko toko.
      Oh iya untuk hotel di Magelang aku sudah menikmati di Puri Asri dan itu adalah yang termahal di Magelang dengan konsep Resort dengan view Gunung Sawah dan Sungai serta menawarkan banyak fasilitas, naahh itu akan aku tulis nanti yaaaa.
      Selain itu aku juga menikmati di Citihub Hotel dengan konsep Budget Hotel.
      Apakah di Magelang itu macet??
      NO, tidak macet yang bagaimana begitu hanya saat jam sibuk macam berangkat atau pulang kantor/sekolah akan padat di jalur utama.
      Saat malam hari juga lebih terkesan tenang banget.
      Udara di Magelang ini sejuk dan aku suka itu, aku rasa seperti di Bandung atau Malang.
      Untuk harga makanan juga terjangkau, aku makan bakso 1 mangkuk 5.000 dan saat itu aku beli 2 mangkuk hahaha murah sih jadi gak banyak mikir tentang budget makan.
      Untuk Cafe aku 2 kali masuk Cafe yang kekinian dan cukup keren juga yaaa anak muda banget konsepnya.
      Dan aku baru paham ternyata Magelang ini tembusnya ke Semarang jadi ibaratnya Magelang ini diantara Yogya dan Semarang.
      Dan now aku penasaran jalan Magelang-Semarang.
      Soal kebersihan di Magelang sih Believe Me bahwa kota ini BERSIH.
      Happy Traveling,
      Salam Dewi Calico






    • By kimcheeGH
      Museum Seni Seoul ( Seoul Museum of Art , a.k.a SeMA) mempersembahkan "Pameran Special Animasi DreamWorks". Kesempatan untuk bertemu dengan Po dari Kung Fu Panda , bercanda dengan Shrek dan Donkey dari Shrek dan bahkan mungkin melatih naga  dari (how to train your dragon).

      Dengan pameran ini ,, SEMA memperkenalkan kepada pengunjung , dunia yang sering tidak terlihat . Kunjungi dan lihat lebih dalam proses kreatif dari Animasi DreamWorks. Menjadi pameran animasi terbesar di dunia , menampilkan seluruh proses kreatif dan behind the scene dari hit internasional tercinta seperti Shrek , Kung Fu Panda , Madagaskar , How to train your dragon , dan banyak lagi . Ada ratusan potongan gambar , dari konsep, untuk papan cerita , model karakter 3D , model set , lembaran musik untuk film, dan masker .

      Pameran Animasi Dreamworks memiliki pengalaman digital yang sangat interaktif, termasuk simulator di mana Anda dapat membuat gelombang dan poser wajah yang memungkinkan pengunjung untuk membuat ekspresi wajah dan mentransfernya ke karakter animasi . Puncak pameran besar mungkin saja apa yang akan Anda lihat di akhir pameran : simulasi naga. Perjalanan panorama interaktif di belakang Toothless , naga dari "How to train your dragon" , membawa Anda pada adrenalin berbahan bakar naik seolah-olah Anda benar-benar melaju melalui awan tinggi di langit , menghadap desa Viking Berk .

      Pameran ini berlangsung dari 30 April- Agustus 15 tahun 2016 ini. Walaupun pameran ini selalu ramai, tetapi jangan resah karena ada banyak waktu untuk mengunjunginnya sebelum pamerannya berakhir. Untuk informasi lebih lanjut bisa klik disni -> website. Websitenya hanya ada dalam bahasa korea , mempunyai teman korea dapat menolong anda akan sangat berguna untuk membaca informasi di website.
      Pameran bisa d lihat setiap hari Selasa- Jumat , pukul 10 pagi- 8 malam. Akhir pekan dan hari libur pukul 10 pagi- 7 malam. Hari Selasa di inggu ketiga bulan pameran terbuka dari 10 pagi- 10 malam, museum ini tutup pada hari Senin .Harga tiket adalah sebagai berikut : Regular ( 19 thn + ) ₩ 13.000 , Youth ( 18 yrs atau lebih muda ) 10.000 won, Anak ( 7 ~ 12 tahun ) 8.000 won .

      Untuk sampai ke Museum of Art tidak terlalu rumit jika Anda memiliki peta terpercaya . Naik kereta bawah tanah ke City Hall Station ( jalur kereta bawah tanah 1 , 2 ) dan keluar di pintu keluar 1 , 11 atau 12 adalah cara terbaik dan termudah untuk sampai ke sana . Stasiun Seodaemun ( subway line 5 ) keluar di pintu keluar 5 juga merupakan cara yang baik untuk sampai ke sana , tapi City Hall Station adalah lebih mudah untuk menavigasi ke museum ini.
    • By Barajiwa Patria Soedarmo
      Hallo guys berjumpat lagi bersama ane sang travller super sajati alami:ngakak . Di perjalanan kali ini ane mau agan dan aganwati ke Puncak Gunung Telomoyo yang berada di Magelang, Jawa Tengah:matabelo . Seperti biasa yuk kita liat peta-nya

      Nah seperti yang bisa kita lihat Gunung Telomoyo itu berada di dekat Gunung-gunung tinggi lainnya seperti Gunung Merbabu, Gunung Ungaran, dan juga Gunung Andong:2thumbup .Gunung ini berada di ketinggian 1894m diatas permukaan laut dan juga merupakan gunung aktif:takut . Seperti biasa ane mau memperkenalkan travller yang ikut bersama ane mengintari Gunung Andong dengan motor:ngakak .
       
       
       
       
       

      Dan Inilah kita di Puncak Gunung Telomoyo
       
    • By Barajiwa Patria Soedarmo
      Hallo agan dan aganwati bertemu di trit ane lagi nih:wow :matabelo . Di perjalanan kali ini ane mau share perjalanan terbaru ane yaitu mendaki Gunung Andong yang bisa jadi puncak ke 11 ane:2thumbup :travel :wow . Gunung ini termasuk gunung pemula gan karena tinggi gunung tersebut hanya 1726 mdpl:cool . Alasan kenapa ane mendaki gunung ini karena gunung ini juga tepat untuk pendaki pemula seperti beberapa temen ane:lehuga . Kita liat dulu nyok map Gunung Andong

      Di perjalanan kali ini ane bersama 7 temen ane yang tangguh loh:najis mereka temen-temen ane satu angkatan di Univ yang sama. Langsung aja kita liat pendaki-pendaki ini:2thumbup
       
       
       
       
       
       
       

      Langsung yok gan ke ceritanya :ngacir2 :ngacir2
      Day 1, 2 Juni 2016
      Perjalanan kali ane mendaki gunung Andong dengan peralatan yang sangat lengkap bahkan sampe peralatan yang ane rasa tidak perlu dibawa malah dibawa juga keatas gunung:wakaka . Jadi perlatan yang kami bawa adalah
      Carier Ane (berhunbungan dengan konsumsi)
      1. Makanan dari roti, kue, sampe mie
      2. 2 aqua 1lt
      3. Tissue basah dan kering
      4. Doom buat 12 orang
      5. Counterpain
      6. Baju ganti
      7. Matras
      8. Kompor
      9. Trash Bag
      Dry Bag ane (buat barang-barang listrik)
      1. HP Note 3
      2. Powerbank
      3. Dompet
      4. Canon 70D
      5. 2 baterai cadangan canon 70D
      6. Mic Rode Video Go Rycote
      7. 5 Mie Goreng\
      Tas Mardha (semua alat pencahayaan)
      1. Senter
      2. Laser
      3. Lampu bolham yang bisa simpan listrik
      4. Jaket
      5. Minuman
      Carier Anang
      1. 2 Matras
      2. 2 Sleeping Bag
      3. 4 aqua 1lt
      4. Baju ganti
      Masi banyak lagi barangnya seperti tiker, nesting, dan masi banyak barang lainnya gan:2thumbup
      Perjalanan kali ini dimulai dari jam 14.30 dari Semarang dengan menggunakan mobil Rana atau sering disebut Roy:wakaka . Perjalanan dengan mobil innova yang diisi 8 orang plus barang-barang yang banyak membuat kami merasa kesempitan:mewek namun itu tidak mengendurkan semangat kami untuk mendaki :matabelo

      Baru sebentar perjalanan temen ane udah kelaparan jadilah kita berhenti sejenak di burjo deket rumah ane di Tembalang:2thumbup

      Lanjut ke perjlanan:ngacir2 , jadi perjalanan dari Semarang ke Basecamp Gunung Andong itu sekitar 2 jam :lehuga . Jalan ke Gunung Andong
      menurut ane baik-baik aja dan tidak banyak jalan jelek disana :2thumbup .

      Kami sampai di basecamp Desa Sawit jam 16.30 dan mulai siap-siap perjalanan naik jam 17.00:matabelo . Perjalanan mendaki kami mulai dengan doa agar diberi keselamatan oleh Allah SWT :2thumbup . Dan perjalananpun dimulai :ngacir2 . Awal trek ane dari desa ane rasa masi landai namun ketika sudah mulai masuk Gunung Andong perjalanan terasa semakin berat:mewek maklum gan walaupun bagi ane ini puncak ke 11 ane merasa agak lelah karena sudah lama gak naik gunung terakhir adalah gunung Kukusan yang ada di trit sebelumnya punya ane:sorry dan juga ditambah ane bawa carier yang lumyan berat plus kompor dan tenda 12 orang:cd: tapi ane lanjut gan terrrus:wakaka . Perjalanan dari jam 17.00 berlanjut sampai magrib dan malam:wow . Akhirnya kami sampai di punncak andong jam 20.00 dan kami langsung membuat tenda :cool . Ini merupakan perjalanan muncak Andong pertama bagi ane dan ternyata disana ada yang jualan :wow . Saran ane buat agan-aganwati yang mau naik andong jangan bawa barang-barang terlalu banyak karena agan bisa beli makanan di puncak Gunung Andong :2thumbup . Malam pun tiba saatnya kami membuat tenda . Setelah tenda jadi maka kami bisa makan dan bercanda gurau di dalam tenda:2thumbup

      Malam ini merupakan malam yang panjang bagi kami karena udara di Gunung Andong sangat dingin jadi kami memutuskan maen di dalam tenda sambil makan dan canda yang selalu menemani kami:wakaka . Di sela maen di tenda agan juga bisa foto kota Salatiga dan Gunung Merbabu:motret .

      Dan ketika semua mulai lelah kami pun tidur dengan sempit-sempitan:wow
      Day 2, 3 Juni 2016
      Pagi jam 05.00 kami bangun untuk melihat sunrise:matabelo . Pagi sama dinginya dengan malam kemaren namun kami masi senang walaupun mata sulit untuk bangun:wakaka .

      Akhirnya pagi pun tiba dan inilah foto yang bisa diambil pada pagi itu

      Di pagi itu juga kami bisa berfoto ria:motret

      And this is Us in Full mamber :2thumbup :travel :wow