febeVBfebe

Pabrik Go Green ! di magelang

8 posts in this topic

Hari gini masih ga cinta lingkungan? Iyuuuhhh bangettt….

sekarang ini lagi jamannya Go GREEN...

bahkan sampe

carrefour-deira-1312283229.gif.jpg

carrefour aja, tempat belanja yg temen2 sering kunjungin skg udah gak pake plastik lagi kan??? udah harus pake tas belanjaaaa !

juga nike_logo-35x35.jpg

NIKE

merk peralatan olah raga internasional, yg digandrungi anak muda, sampe banyak KWnya.. :lol: :lol: skg aja pake bahan2 yg daur ulang untuk bikin baju2 n sepatu produksi mereka...

Mau tau caranya biar bisa cinta lingkungan biar ga kena global warming? Ya daur ulang dong… Keren loh daur ulang… Bikin kreatif dan mengasah otak terus. Kalo nggak percaya, coba deh datang ke Magelang, ke tempat usaha kerajinan kaleng bekas yang namanya Karya Baru.

kerajinan-kaleng-bekas-31.jpgkerajinan-tanduk.jpg

Mungkin dari sana, kita bisa terinspirasi untuk mewujudkan daur ulang. Di Karya Baru ini, kaleng bekas rombeng disulap jadi replika hewan yang cantik loh. Bagus dan artistik banget… Hmm, pastinya jangan mau anak-cucu kita besok nggak bisa tinggal di dunia yang

damai dan rindang.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Emang carrefour mana yang bisa mempertahankan go green?

Baru sebulan aja, udah beralih ke plastik lagi...

carrefour di samsat sukarno-hatta bandung masih go green kok

kmren gw bru belanja ksana tenang mas bro :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

carrefour di samsat sukarno-hatta bandung masih go green kok

kmren gw bru belanja ksana tenang mas bro :D

Wow...

Soalnya kalo carrefour PVJ, belom pernah sekali pun ngasih pake tas belanja...

btw, itu soekarno hatta yang bekas makro bukan?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wow...

Soalnya kalo carrefour PVJ, belom pernah sekali pun ngasih pake tas belanja...

btw, itu soekarno hatta yang bekas makro bukan?

bukan itu lottemart....ini yang sebelah samsat ataw depan STSI

Share this post


Link to post
Share on other sites

Andai semua swalayan bisa seperti itu....karena carrefur di mojokerto masih menggunakan plastik tuh, cuma dia bilang dari bahan plastik ramah lingkungan. Emang ada? bukannya plastik itu ngga bisa diurai oleh tanah meski bisa di daur ulang...

Share this post


Link to post
Share on other sites

setau gw bukan cuma carrefour deh All Fresh juga sekarang plastiknya udah di ganti sama tas belanja gitu...gw juga baru tau belom lama ini nyokap abis belanja di sana :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Andai semua swalayan bisa seperti itu....karena carrefur di mojokerto masih menggunakan plastik tuh, cuma dia bilang dari bahan plastik ramah lingkungan. Emang ada? bukannya plastik itu ngga bisa diurai oleh tanah meski bisa di daur ulang...

ada beberapa plastik skg yg emang udah bisa diuraikan, tapi tetep lama.. sekitar 4 tahun. keliatan, plastiknya tipis gitu. mungkin mudah jebol kali ya hehehehe :D

tapi kalo di warung2 biasa, pastinya belum pake itu, jadi sebaiknya kalo blanja biasakan bawa tas sendiri :)

Emang carrefour mana yang bisa mempertahankan go green?

Baru sebulan aja, udah beralih ke plastik lagi...

emang carrefour mana bro yg udah sebulan balik lagi? kapan terakhir ke carrefour...

hmmm harusnya carrefournya lebih tegas yaaa :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By infoana
      Sebagaimana kita telah ketahui Negara Kita Indonesia merupakan Negara yang kaya bakal kekayaan alamnya. Sungai, gunung hamparan sawah menghijau adalah sebuah bukti bakal kayanya Negara ini. 
      Tidak cuma kaya bakal Sumber kekuatan alamnya. Indonesia termasuk tenar bakal kekayaan budaya dan termasuk kerajinan tangan hasil penduduknya. Aneka kreasi penduduk Indonesia telah banyak diterima oleh penduduk di dalam maupun luar negri. 
      Hal itupula menjadi bukti bakal kreatifitas yang tak mampu terbantahkan lagi. Kita mengenal kerajinan tangan batik, lantas seni ukir kayu jepara, Kerajinan Tasikmalaya dan termasuk yang paling tenar di mata penduduk luar negeri adalah kerajinan pahat patung bali.
      Ah tetap banyak lagi kerajinan tangan khas dari berbagai area di Indonesia. Sudah semestinya kita bangga bakal anugerah yang telah dianugerahkan tuhan ini.
      Dan tersebut mari sedikit Kita mengupas berkenaan berbagai kerajinan tangan khas area yang telah tenar di mata dunia sebagai ciri khas dari Negara Indonesia.
      1.Kerajinan batik
      Kerajian tangan kain batik dibikin bersama cara melukis bersama manfaatkan alat bersifat canting dan kuas diatas kain bersama bahan lilin yang telah di awalnya dipanaskan. Hasil sistem membatik tersebut dinamakan bersama batik tulis.
      2. Kerajinan ukir
      Kerajinan ukir meliputi seni ukir kayu dan seni ukir logam. Daerah penghasil kerajinan ukir kayu di Nusantara, di antaranya adalah Jepara, Cirebon, Bali, Kalimantan, Papua, Madura, dan Sumatra.
      Kerajinan ukir logam ini terbuat dari perak, tembaga, emas, dan kuningan.
      Proses pembuatan kerajinan logam bersama manfaatkan teknik cetak atau cor, tempa, toreh, dan penyepuhan. Daerah penghasil kerajinan logam di Nusantara antara lain adalah Yogyakarta dan Jawa Tengah
      3. Kerajinan anyaman
      Kerajinan anyaman banyak kita jumpai, baik bersifat benda manfaatkan ataupun benda hias. Anyaman dibikin dari bahan alami dan bahan sintetis. 
      Bahan-bahan alami yang dipakai, antara lain adalahbambu, rotan, daun mendong, dan janur. Bahan-bahan sintetis yang digunakan, antara lain plastik, pita, dan kertas. Daerah penghasil kerajinan anyaman, antara lain Bali, Kudus, Kedu, Tasikmalaya, dan Tangerang.
      4. Kerajinan topeng
      Topeng merupakan hasil karya seni kerajinan yang mampu digunakan sebagai kepentingan perlengkapan hiasan dan tari. Kerajinan topeng kebanyakan dibikin dari bahan kayu. Adapun area penghasil kerajinan topeng di Nusantara, yaitu Yogyakarta, Cirebon, Bali, Surakarta, dan Bandung. Setiap area membawa ciri khas topeng yang berbeda.
      5. Kerajinan tenun
      Tenun merupakan hasil kerajinan area yang dibikin bersama teknik dan alat khusus. Daerah Kerajinan tenun banyak kerajinan tekstil modern di Kalimantan, Minangkabau, Sumatra Utara, NTB, NTT Lampung, Flores, Sulawesi, dan Palembang. Motif yang dibikin pun tidak serupa di tiap-tiap daerah. 
      Berbagai corak tenun dari Palembang, antara lain mawar Jepang, cantik manis, bintang berantai, nago
      besaung, dan bunga cino.
      Ada dua model tenun, yaitu tenun ikat dan lainnya yaitu tenun songket.
      Keduanya berbeda di dalam teknik dan bahan yang digunakan. Berbeda bersama tenun ikat, terhadap songket mendapat tambahan benang emas yang di tempatkan bersama manfaatkan teknik tusuk dan cukit.
      6. Kerajinan wayang
      Wayang termasuk budaya asli Indonesia, yang ceritanya berasal dari budaya Hindu India. Wayang dibikin untuk seni pementasan sekaligus sebagai hiasan. 
      Terdapatbeberapa model wayang terdiri atas wayang kulit yang terbuat dari bahan baku kulit kerbau dan wayang golek yang terbuat dari kayu. Tempat penghasil kerajinan wayang , di antaranya Bali, Yogyakarta, dan Surakarta.
      7. Kerajinan keramik
      Keramik termasuk hasil karya seni kerajinan tangan yang bahan dasarnya dari tanah. Hasil kerajinan keramik terlalu beragam, seperti vas bunga, guci, mangkuk, cangkir, dan lain-lain. Adapun area penghasil kerajinan keramik yang tenar di Indonesia, di antaranya yaitu Kasongan (Yogyakarta), Sompok, dan Mayong (Jepara). 

    • By HeryRyanto
      5 Juli 2016
      Pernah gak sih pas kalian mau ke suatu tempat, ehh jadinya malah galau?. Ini saya rasakan pas pagi-pagi mau ke Candi Borobudur. Bukan gak suka sama Candi Borobudur, cuma saya udah puas aja tiga kali ke sana dan sepertinya cuaca bakalan panas siang nanti. Udah setengah jalan, akhirnya saya memutuskan berhenti di pinggir jalan sambil buka Instagram buat nyari tempat-tempat hits seputaran Magelang. Akhirnya saya menemukan satu lokasi yang cukup menarik nih. Nama lokasinya Top Selfie Kragilan. Objek wisata yang lagi hits di social media semacam Instagram baru-baru ini. Sempet lihat-lihat beberapa foto lokasinya di akun-akun socmed dan sepertinya memang keceh. Cek google maps, putar arah dan langsung meluncur.


      Berada di Kaponan, Pakis, Magelang terletak di kaki gunung Merbabu. Letaknya yang berada di antara pegunungan membuat pesona alamnya sangat indah. Menuju ke sini kalian disuguhkan indahnya pemandangan gunung Merbabu serta perkebunan-perkebunan masyarakat sekitar dengan udara sejuk khas pegunungan. Tidak jauh kok dari pusat kota Magelang.
      Saya berangkat dari kota Jogja dengan mengendarai sepeda motor. Rute yang saya ambil melalui Jalur Muntilan/Blabak – Ketep Pass. Ambil arah Jalan Raya Magelang hingga menemui pertigaan dengan petunjuk arah kanan ke Ketep Pass. Lalu ambil arah kanan via Jalan Raya Blabak Mungkid, selanjutnya tinggal ikutin jalan hingga sampai di depan objek wisata Ketep Pass. Dari situ ambil lurus melewati jalur ke arah Kopeng, kurang lebih 4 km dari arah Ketep Pass di kiri jalan akan terlihat gapura yang bertuliskan Top Selfie Kragilan. Estimasi waktu dari kota Jogja diperkirakan 1 – 2 jam dengan mengendarai sepeda motor. Jika kalian menggunakan mobil bisa 2 jam-an lebih.
      Ada 2 jalur alternatif lagi nih menuju lokasi ini. Pertama, jika kalian dari arah Kopeng/Salatiga ikuti jalur ke arah Ketep Pass, lokasi gapura akan terlihat di sebelah kanan. Kedua, kalau kalian dari arah Boyolali ambil jalur ke arah Ketep Pass, kemudian ikuti rute seperti yang dilalui oleh jalur Muntilan/Blabak. Lagi-lagi patokan utamanya adalah Ketep Pass. Hhehe 
      Untuk ke lokasi ini sangat disarankan dengan sepeda motor, apabila menggunakan mobil kalian harus berhati-hati dikarenakan jalur mendekati Ketep Pass berkelok dan sedikit rusak. Begitupun jalur di sekitar lokasi pinus yang begitu sempit hanya berupa satu jalur kendaraan dan akan sangat menyulitkan jika berpapasan. Selain itu lahan parkir mobil juga masih terbatas.


      Sewaktu saya ke sana pengunjung masih rada sepi. Jadi masih sempet buat foto-foto dulu. Oh iya, saya rada gagal paham nih kenapa lokasi ini dinamakan Top Selfie. Saya coba bertanya ke salah satu pengunjung, katanya karena di sini banyak spot untuk foto-foto yang dimanfaatkan pengunjung buat berselfie. Entahlah mana yang benar.
      Numpang foto biar hits 
      Disini saya jumpai ada beberapa spot untuk foto seperti ayunan, bangunan dari bambu mirip rumah pohon, beberapa spot yang mirip di Kalibiru, flying fox mini, dan tentunya spot yang paling hits untuk berselfie yaitu jalan turunan yang menuju parkiran. Gak heran kalo pengunjung beramai-ramai mengambil foto a.k.a selfie di spot ini. Buat foto prewedding juga oke lho.
      Setelah tanya-tanya lagi, ternyata pencetus nama Top Selfie adalah warga Kragilan sendiri. Mereka bilang banyak pengunjung yang selalu memotret dengan gaya selfie di beberapa spot. Lah! Bukannya sekarang emang lagi jamannya selfie yah? 


       
      Top Selfie Kragilan

      Mereka juga yang mengelola, mengembangkan dan mempromosikan objek wisata ini hingga menjadi populer sampai sekarang lho. Mulai dari menjaga loket masuk, menjadi pemandu dan mengatur hilir mudik pengunjung. Pokoknya salut deh!
      Sebelum pulang pastinya saya kembali melewati spot yg populer ini. Setelah diamati, memang lebih banyak pengunjung yang selfie ketimbang foto beramai-ramai. Ada ada aja ya 
       
      Buat kalian yang mau socmed nya hits apalagi suka selfie, gak ada salahnya ke sini. Tiket masuk cukup Rp 2.000 saja. Tapi ingat! Selalu jaga kebersihan dimanapun kalian berada, ambil foto sewajarnya, jangan selfie berlebihan dan jangan merusak apapun ya.
      Happy Traveling!
      www.travelefty.wordpress.com 
    • By Dewi Calico
      안녕하세요..
      Tau gak Traveler Cute abis Jalan jalan manja dari mana??
      Bukan Jakarta atau pun Bandung, Tapi ini juga sebuah Kota.
      Kota itu identik dengan keramaian, banyak Mall, penuh dengan Cafe, dan ramai tempat dugem.
      Begitulah sebuah kota yang selama ini ada dalam pikiranku.
      Tapi, saat aku berkunjung ke kota ini hmmm tidak seperti itu dan itulah salah satu alasanku jatuh cinta dengan kota itu.
      Aku telah jatuh cinta dengan KOTA MAGELANG.
      Magelang tidak hanya tentang Candi Borobudur atau pun Petuk Setumbu ala AADC yang booming karena mas Rangga dan Mbak Cinta.
      Magelang itu menawarkan kenyamanan ala Pedesaan dengan status KOTA.
      Aku tidak tau bagaimana pandangan orang lain tentang Magelang, dan ini adalah tulisan berdasarkan ungkapan hatiku.
      Bulan October kemarin sangat luar biasa, saat aku berkunjung ke Magelang dan aku tidak ber expectations tentang banyak hal.
      Aku memulai perjalanan dari Ngawi,Jawa Timur dengan Naik Bus sekitar 5jam-6jam karena sedikit macet jadi lumayan lama.
      Apakah Dewi merasa lelah dan menyesali perjalanan jauh itu??
      NO !!!!....
      Aku justru sangat bahagia karena aku mendapatkan sebuah rasa nyaman di Magelang.
      Jalan raya Yogya-Magelang itu cukup besar dan nyaman, aku pikir jika memakai mobil pribadi akan sangat nyaman.
      Dua jalan kanan kiri sama sama luas, dan cukup nyaman karena tidak banyak lubang jadi misalkan sepi maybe bisa nyetir sedikit kencang.
      Perjalanan Yogya-Magelang akan disuguhi pemandangan yang memanjakan mata.
      Setelah lepas dari Yogya akan ada view sawah, gunung dan pohon kelapa.
      Aku suka itu karena perjalanan nyaman dan mataku dimanjakan dengan view yang keren.
      Masuk kota Magelang akan melihat bahwa kota ini bersih dan tertata rapi, aku pikir waahh keren juga tata kota nya.
      Di Magelang baru ada 1 Mall, tidak sebesar Mall Mall di Jakarta tapi cukup keren menurutku dan aku suka.
      Tidak banyak hotel, jika chek Traveloka maka akan tampak bahwa hotel tidak sebanyak di kota lain.
      Sistem transportation masih banyak yang memakai Angkot, dan aku sudah mencoba memakai Angkot untuk jalan jalan dengan tarif 4000 sekali jalan untuk penumpang umum(Bukan anak Sekolah).
      Di alun alun akan tampak bahwa Magelang itu Kota yang Lovable penuh cinta kasih karena alun alun dikelilingi Masjid, Gereja dan Vihara(i dont know itu Vihara atau Kelenteng, aku masih belum terlalu paham tapi orang menyebut Kelenteng).
      Bukankah itu Lovable banget seolah menggambarkan bahwa perbedaan keyakinan bukan problem untuk rasa damai di Magelang.
      Di alun alun yang tidak terlalu luas itu tapi cukup bersih, ketika sore hari sangat ramai.
      Meskipun ada 1 Mall tapi aku menilai bahwa perekonomian di Magelang ini sangat bagus karena terlihat adanya banyak toko toko.
      Oh iya untuk hotel di Magelang aku sudah menikmati di Puri Asri dan itu adalah yang termahal di Magelang dengan konsep Resort dengan view Gunung Sawah dan Sungai serta menawarkan banyak fasilitas, naahh itu akan aku tulis nanti yaaaa.
      Selain itu aku juga menikmati di Citihub Hotel dengan konsep Budget Hotel.
      Apakah di Magelang itu macet??
      NO, tidak macet yang bagaimana begitu hanya saat jam sibuk macam berangkat atau pulang kantor/sekolah akan padat di jalur utama.
      Saat malam hari juga lebih terkesan tenang banget.
      Udara di Magelang ini sejuk dan aku suka itu, aku rasa seperti di Bandung atau Malang.
      Untuk harga makanan juga terjangkau, aku makan bakso 1 mangkuk 5.000 dan saat itu aku beli 2 mangkuk hahaha murah sih jadi gak banyak mikir tentang budget makan.
      Untuk Cafe aku 2 kali masuk Cafe yang kekinian dan cukup keren juga yaaa anak muda banget konsepnya.
      Dan aku baru paham ternyata Magelang ini tembusnya ke Semarang jadi ibaratnya Magelang ini diantara Yogya dan Semarang.
      Dan now aku penasaran jalan Magelang-Semarang.
      Soal kebersihan di Magelang sih Believe Me bahwa kota ini BERSIH.
      Happy Traveling,
      Salam Dewi Calico






    • By Barajiwa Patria Soedarmo
      Hallo guys berjumpat lagi bersama ane sang travller super sajati alami:ngakak . Di perjalanan kali ini ane mau agan dan aganwati ke Puncak Gunung Telomoyo yang berada di Magelang, Jawa Tengah:matabelo . Seperti biasa yuk kita liat peta-nya

      Nah seperti yang bisa kita lihat Gunung Telomoyo itu berada di dekat Gunung-gunung tinggi lainnya seperti Gunung Merbabu, Gunung Ungaran, dan juga Gunung Andong:2thumbup .Gunung ini berada di ketinggian 1894m diatas permukaan laut dan juga merupakan gunung aktif:takut . Seperti biasa ane mau memperkenalkan travller yang ikut bersama ane mengintari Gunung Andong dengan motor:ngakak .
       
       
       
       
       

      Dan Inilah kita di Puncak Gunung Telomoyo
       
    • By Barajiwa Patria Soedarmo
      Hallo agan dan aganwati bertemu di trit ane lagi nih:wow :matabelo . Di perjalanan kali ini ane mau share perjalanan terbaru ane yaitu mendaki Gunung Andong yang bisa jadi puncak ke 11 ane:2thumbup :travel :wow . Gunung ini termasuk gunung pemula gan karena tinggi gunung tersebut hanya 1726 mdpl:cool . Alasan kenapa ane mendaki gunung ini karena gunung ini juga tepat untuk pendaki pemula seperti beberapa temen ane:lehuga . Kita liat dulu nyok map Gunung Andong

      Di perjalanan kali ini ane bersama 7 temen ane yang tangguh loh:najis mereka temen-temen ane satu angkatan di Univ yang sama. Langsung aja kita liat pendaki-pendaki ini:2thumbup
       
       
       
       
       
       
       

      Langsung yok gan ke ceritanya :ngacir2 :ngacir2
      Day 1, 2 Juni 2016
      Perjalanan kali ane mendaki gunung Andong dengan peralatan yang sangat lengkap bahkan sampe peralatan yang ane rasa tidak perlu dibawa malah dibawa juga keatas gunung:wakaka . Jadi perlatan yang kami bawa adalah
      Carier Ane (berhunbungan dengan konsumsi)
      1. Makanan dari roti, kue, sampe mie
      2. 2 aqua 1lt
      3. Tissue basah dan kering
      4. Doom buat 12 orang
      5. Counterpain
      6. Baju ganti
      7. Matras
      8. Kompor
      9. Trash Bag
      Dry Bag ane (buat barang-barang listrik)
      1. HP Note 3
      2. Powerbank
      3. Dompet
      4. Canon 70D
      5. 2 baterai cadangan canon 70D
      6. Mic Rode Video Go Rycote
      7. 5 Mie Goreng\
      Tas Mardha (semua alat pencahayaan)
      1. Senter
      2. Laser
      3. Lampu bolham yang bisa simpan listrik
      4. Jaket
      5. Minuman
      Carier Anang
      1. 2 Matras
      2. 2 Sleeping Bag
      3. 4 aqua 1lt
      4. Baju ganti
      Masi banyak lagi barangnya seperti tiker, nesting, dan masi banyak barang lainnya gan:2thumbup
      Perjalanan kali ini dimulai dari jam 14.30 dari Semarang dengan menggunakan mobil Rana atau sering disebut Roy:wakaka . Perjalanan dengan mobil innova yang diisi 8 orang plus barang-barang yang banyak membuat kami merasa kesempitan:mewek namun itu tidak mengendurkan semangat kami untuk mendaki :matabelo

      Baru sebentar perjalanan temen ane udah kelaparan jadilah kita berhenti sejenak di burjo deket rumah ane di Tembalang:2thumbup

      Lanjut ke perjlanan:ngacir2 , jadi perjalanan dari Semarang ke Basecamp Gunung Andong itu sekitar 2 jam :lehuga . Jalan ke Gunung Andong
      menurut ane baik-baik aja dan tidak banyak jalan jelek disana :2thumbup .

      Kami sampai di basecamp Desa Sawit jam 16.30 dan mulai siap-siap perjalanan naik jam 17.00:matabelo . Perjalanan mendaki kami mulai dengan doa agar diberi keselamatan oleh Allah SWT :2thumbup . Dan perjalananpun dimulai :ngacir2 . Awal trek ane dari desa ane rasa masi landai namun ketika sudah mulai masuk Gunung Andong perjalanan terasa semakin berat:mewek maklum gan walaupun bagi ane ini puncak ke 11 ane merasa agak lelah karena sudah lama gak naik gunung terakhir adalah gunung Kukusan yang ada di trit sebelumnya punya ane:sorry dan juga ditambah ane bawa carier yang lumyan berat plus kompor dan tenda 12 orang:cd: tapi ane lanjut gan terrrus:wakaka . Perjalanan dari jam 17.00 berlanjut sampai magrib dan malam:wow . Akhirnya kami sampai di punncak andong jam 20.00 dan kami langsung membuat tenda :cool . Ini merupakan perjalanan muncak Andong pertama bagi ane dan ternyata disana ada yang jualan :wow . Saran ane buat agan-aganwati yang mau naik andong jangan bawa barang-barang terlalu banyak karena agan bisa beli makanan di puncak Gunung Andong :2thumbup . Malam pun tiba saatnya kami membuat tenda . Setelah tenda jadi maka kami bisa makan dan bercanda gurau di dalam tenda:2thumbup

      Malam ini merupakan malam yang panjang bagi kami karena udara di Gunung Andong sangat dingin jadi kami memutuskan maen di dalam tenda sambil makan dan canda yang selalu menemani kami:wakaka . Di sela maen di tenda agan juga bisa foto kota Salatiga dan Gunung Merbabu:motret .

      Dan ketika semua mulai lelah kami pun tidur dengan sempit-sempitan:wow
      Day 2, 3 Juni 2016
      Pagi jam 05.00 kami bangun untuk melihat sunrise:matabelo . Pagi sama dinginya dengan malam kemaren namun kami masi senang walaupun mata sulit untuk bangun:wakaka .

      Akhirnya pagi pun tiba dan inilah foto yang bisa diambil pada pagi itu

      Di pagi itu juga kami bisa berfoto ria:motret

      And this is Us in Full mamber :2thumbup :travel :wow
       
    • By deftones12
      Perjalanan ke Jogja-Magelang ini sebenernya akhir Maret lalu. Tapi belum ada tekad kuat untuk nulis. Mumpung sekarang lagi santai, sempet-sempetin deh.
       
      Oya, ini kali pertama saya nyumbang tulisan di forum ini, jadi maaf-maaf ya kalo kurang detil ato kurang apalah tulisannya XD
       
      Ide jalan-jalan ke Jogja terbilang spontan dari saya. Yang urusin booking-an pesawat, hotel sampe mobil rental juga saya, begitu juga itinerary. Pokoknya suami sama anak tinggal terima jadi. Kebetulan emang suka banget sih bikin-bikin itinerary…dan emang niat (sampe ngecek google maps buat mastiin waktunya hahahaha).
       
       
       
      Hari Pertama (Senin, 28 Maret 2016)
       
      Saya, suami dan anak yang masi usia 1,5 taun berangkat dari Jakarta (Halim Perdanakusuma). Kita sengaja ambil flight pagi supaya gak rugi di sana #emakemakbanget
       
      Baru pertama kali berangkat dari Halim….ternyata enak ya. Gak seriweh Soetta, dan ada nursery room di sini. Sungguh lah Soetta harus cepet-cepet berbenah.
       
      Tiba di Jogja sekitar jam setengah 10, kita udah ditunggu supir yang akan nganterin kita selama di Jogja dan Magelang. Awalnya suami agak kurang sreg pake supir, karena biasa kalo jalan-jalan ke Bali setir sendiri. Tapi ternyata itu keputusan tepat, karena dengan supir yang tau jalan-jalan tikus di Jogja waktu liburan kita juga lebih efisien.
       
      Karena kamar hotel belum siap, jadi kita memutuskan untuk isi perut dulu. Meluncurlah ke Jalan Wijilan yang terkenal dengan gudegnya itu. Kita coba Gudeg Bu Lies yang udah lumayan punya nama. Tapi, entah ya, rasanya kurang cocok buat saya. Apa mungkin lidah saya dan suami terlalu Padang ya XD
       
      Setelah isi perut, kita melanjutkan perjalanan ke Taman Sari. Sebenernya, pingin banget eksplor semua ruangan di tempat ini. Sayangnya, cuaca terik siang itu bikin si bocah rewel dan ga betah banget. Jadi kita cuma spend sekitar 15 menit di sana sebelum jalan lagi ke Keraton.
      Di Keraton kita langsung disambut salah satu staf di sana yang menawarkan jasa memandu. Karena emang belum pernah ke sana, ya kita terima aja. Lumayan informatif, dan dibantuin foto-foto juga hehehehe

       
       
      Selesai tur di Keraton, kita minta supir langsung cuss ke hotel. Untuk hari pertama ini saya pilih ke Hyatt Regency yang berada di Jl. Palagan Tentara Pelajar, ga jauh dari Monjali. Kebetulan dapet promo yang lumayan murah buat hotel sekelas Hyatt. Alasan lainnya, karena saya naksir banget sama tamannya yang luaaasss dan rindang banget. Jadi bisa ajak anak jalan-jalan keliling hotel.
       
       
       
       
      Hyatt Regency ini juga hotel yang child-friendly banget. Terbukti, di sini ada beberapa jenis kolam untuk mengakomodir semua tamu. Selain kolam anak-anak yang udah berusia 5 tahun ke atas, ada juga loh kolam untuk batita, yang airnya emang dangkal banget. Tapi, orang dewasanya juga diperlakukan  istimewa kok. Saya sempat lewatin kolam kecil macam Jacuzzi yang katanya termasuk zona tenang, jadi ga boleh tu rebut-ribut ato lari-larian di deket situ.

       
       
      Untungnya, harga dan pelayanan berbanding lurus. Overall saya puas banget di hotel ini. Salah satu yang bikin takjub adalah mereka punya nasi goreng yang enak banget! Hahahah beneran, beda banget sama nasi goreng hotel yang biasanya ga ada rasa. Nasi gorengnya lebih kayak nasi kebuli….so tasty!
       
      Malamnya kita rencana mau cari makan deket situ. Sayangnya ternyata hujan deras dari sore ga berenti-berenti. Batal deh rencana menyantap bakmi jawa. Tapi gapapa, kita jadi bisa puas main di kamar sama anak.
       
       
       
      Hari Kedua (Selasa, 29 Maret 2016)
       
      Ini adalah liburan kedua kita bareng anak yang masih bayi, jadi kita udah belajar dari pengalaman: ga usah terlalu ngoyo untuk datengin tempat-tempat wisata sebanyak mungkin. Jadi, di hari kedua ini kita jalani dengan santai. Bangun, sarapan, jalan-jalan keliling taman yang kece dan luas dan baru check out jam 12 siang.
       
      Sekitar jam 12.30 supir kita jemput ke hotel dan kita langsung menuju Museum Ullen Sentalu. Baru tau soal museum ini sekitar beberapa bulan lalu (malu-maluin banget ya) dan langsung naksir sama foto-foto sekitarnya. Kok kayak di kastil Eropa manaaa gitu.
       
      Perjalanan menuju Kaliurang ternyata lumayan jauh, padahal kalo liat di Google Maps kayaknya ga sejauh itu hahahha Anyway, waktu sampai di Ullen Sentalu udah mulai gerimis. Jadi petugasnya suruh kita bawa payung karena area museumnya ada yang outdoor. Karena kita ga punya payung, akhirnya beli jas hujan di sana. Ga terlalu mahal sih, sekitar 5000 atau 10.000 per piece (maaf saya lupa).
       
      Saya pernah baca kalau Museum Ullen Sentalu ini sangat organized. Semua pengunjung akan dipandu keliling museum sambil dikasi informasi tentang koleksi-koleksinya. Mungkin supaya benar-benar bisa mengedukasi pengunjung dan menghindari mereka yang cuma pengen numpang eksis foto-foto bentar trus pulang (macam saya gitu XD).
       
      Guided tour di Museum Ullen Sentalu berlangsung sekitar 1 jam, dan banyak banget informasi yang bisa kita peroleh, terutama tentang sejarah Keraton Jogja dan Solo, serta kebudayaannya. Trus kita sempat dikasi minum yang katanya minuman favorit ratu atau putri kerajaan. Rasanya agak aneh di lidah saya, tapi bukannya ga enak. Cuma ga familiar aja.
       
      Oya, di museum ini juga ga bisa sembarangan foto. Guide nya akan kasi tau spot-spot mana aja yang boleh difoto. Makanya kebanyakan foto Museum Ullen Sentalu yang bisa ditemuin ya kurang lebih sama latar belakangnya.
       
       


      Selesai guided tour, kita cobain makan di restoran mereka, Beukenhof. Restorannya cantiikk banget, interiornya gaya kolonial banget. Apalagi pemandangannya juga bagus….jadi betah lama-lama di sini. Untuk harga yaa emang rada mahal, tapi worth it sama rasanya.
       
      Awalnya, setelah dari Ullen Sentalu kita sempat mau jajal Merapi Lava Tour. Tapi karena gerimisnya ga berenti-berenti akhirnya kita mutusin untuk turun lagi aja. Kasian kalo si bocah sakit gara-gara kena ujan.
       
      Waktu udah sampai di tengah kota, kita mutusin untuk beli oleh-oleh dulu, karena besok bakal nginep di Magelang. Kita dibawa ke pabrik Bakpia Pathok 25 dan beli banyak banget bakpia yang masih hangaatt. Nyaamm! Supir kita juga nyaranin kita beli batik di Rumah Batik yang emang konsepnya butik. Padahal tadinya mau beli di Malioboro aja. Tapi kata bapaknya, kalo mau dipake sendiri ya mending beli di tempat ini, kualitasnya premium. Yaa…emang siih bagus banget, tapi harganya juga ‘bagus’ hehehhe
       
      Karena si bocah udah ngantuk dan cranky berat, jadi kita minta supir untuk anter ke hotel. Untuk hari kedua ini, kita pilih hotel yang lebih budget friendly, yaitu Tjokro Style Hotel di Jl. Menteri Supeno. Alasannya, karena kita bakal check out pagi-pagi buta buat tur sunrise di Borobudur. Jadi, biar ga rugi ya pesen hotel yang murah meriah aja (no breakfast, pake promo lagi…maklum saya promo hunter :p)
       
      Tjokro Style ini bisa dibilang butik hotel yang lumayan baru. Walaupun bukan hotel mewah, tapi desainnya bagus banget dan pelayanannya juga memuaskan. Kamarnya emang sempit ya, berasa banget kalo bawa bocah. Waktu di Hyatt bisa kejar-kejaran sambil merangkak, kalo di sini ya boro-boro. Tapi nyaman banget kok. Kamar mandinya juga lumayan sempit, tapi amenities-nya lumayan lengkap. Yang agak bingung sih waktu nyari shampoo dan sabun cair. Ternyata di sini pake 2-in-1 shampoo dan sabun cair yang ditaro di tempat sabun kalo di toilet-toilet mall itu lohh (apa sih namanya? Maaf saya ga kepikiran).

       
       
      Karena ini di tengah kota, jadi mau cari makan malam gampang, tinggal jalan kaki di sekeliling hotel dan pilih aja jajanan favorit.
       
       
       
      Hari Ketiga (Rabu, 30 Maret 2016)
       
      Saking semangatnya hari ini, saya udah bangun dari jam 2 pagi. Beres-beres koper, basuh si bocah yang sebodo amat tetep tidur dan siap-siap sendiri. Karena saya pesan hotelnya online dan udah bayar, jadi proses check out ya ga perlu lama-lama. Tinggal balikin kunci dan angkut barang.
       
      Supir kita sesuai jadwal dateng jam 3 pagi dan langsung bawa kita ke Candi Borobudur. Namanya juga tengah malem buta, jalanan sepiiii banget. Paling para pedagang di pasar aja yang udah beraktivitas dan siap-siap.
       
      Kita sepakat sunrise tour lewat Manohara Hotel. Tiket masuknya emang lumayan banget ya, Rp 270.000 per orang dewasa (lokal). Kalau orang asing kayaknya lebih mahal Rp 20.000. Sempat kepikiran mau liat sunrise dari Punthuk Setumbu aja. Tapi kata temen, kalo gendong-gendong bayi nanti repot naiknya. (Walaupun manjat Candi Borobudur juga repot sih sambil gendong bayi :p).
       
      Penjualan tiketnya sendiri baru dibuka jam 4.00, sementara turnya dimulai jam 4.30. Dan, kita sampai di sana jam 3.30 hahahah agak terlalu antusias kayaknya berangkat jam 3.
       
      Dengan membayar harga tiket yang lumayan mahal, kita dapet senter, snack setelah tur dan souvenir. Jadi, setelah ambil senter, kita pun jalan menuju candi, bareng sama tamu-tamu lain. Ternyata harga tiket yang hampir 300 ribu itu ga bikin tur ini sepi ya. Tapi, untungnya karena udah lewat long weekend, jadi tetep ga terlalu rame.
       
      Gimana perjalanan naik ke Candi Borobudur sambil bawa bayi? Silakan tanya suami saya yang langsung ngos-ngosan dan sakit pinggang hahahaha (saya sendiri kebagian bawa turun si bocah, dan lutut langsung gemetar).
       
      Walaupun hari itu sunrise-nya kurang bagus, tapi buat saya pemandangannya tetap indah. Seneng banget bisa punya momen istimewa ini bareng anak dan suami.


       
       
      Setelah turun dari candi, kita nikmatin snack dan kopi yang udah disiapkan buat peserta sunrise tour. Rasanya so-so lah. Tapi lumayan buat ganjel perut.
       
      Waktu menunjukkan pukul 8.30 waktu kita keluar dari Manohara Hotel. Karena hotel di Magelang pastinya belum bisa buat check in, kita sepakat untuk sarapan beneran di Plataran Borobudur yang berjarak kira-kira 10 menit naik mobil.
       
      Kenapa pilih Plataran Borobudur? Karena saya naksir banget sama restoran Patio-nya hahahha Tapi ternyata emang keputusan tepat sih kita sarapan dan ngaso di tempat ini. Tempatnya enaaakk banget, tenang dan teduh. Kita sengaja minta tempat duduk sofa supaya si bocah cerewet ini bisa istirahat. Ternyata bukan cuma anak saya yang tidur, tapi suami juga hahahah


       
       
      Saya pernah nyicip makanan di Plataran Dharmawangsa di Jakarta yang emang enak banget. Dan makanan di Patio ini juga sama enaknya. Cuma, untuk muesli-nya agak aneh rasanya. Lebih enak yang saya rasain di Revolver Seminyak (kenapa jauh banget perbandingannya).
       
       
      Setelah kenyang dan refresh energi, kita keluar dari Plataran dan menuju hotel berikutnya. Supir kita sempat nanya apa mau liat-liat kerajinan perak di dekat sini. Tapi, saya udah ga sabar mau ke hotel, jadi tawarannya kita skip.
       
      Kenapa saya mau buru-buru banget ke hotel? Karena hotel yang saya pesan kali ini adalah hotel termahal yang pernah saya pesan seumur hidup: MesaStila Resort & Coffee Plantation.
       
      Sejak tau soal resort ini beberapa waktu lalu, saya langsung masukin MesaStila dalam bucket list saya. Pokoknya sekali seumur hidup harus nyobain. Untungnya bisa terwujud lumayan cepet. Karena harganya lumayan bikin mata melotot, ya saya ga mau rugi lah, kalo bisa check in sepagi mungkin dan check out sesiang mungkin hahahaha
       
      MesaStila Resort & Coffee Plantation ini terletak di Desa Losari, Magelang. Perjalanan dari Borobudur memakan waktu sekitar 1,5 jam. Konon, tadinya resort ini adalah kebun kopi milik warga lokal yang akhirnya dijual ke orang asing dan belakangan dijadiin resort.
       
      Letaknya yang terpencil emang bikin kita susah kemana-mana. Tapi, ya ngapain juga keluar resort? Di sini fasilitasnya lengkap banget. Mulai dari restoran, spa, kids club, jungle gym dan pastinya spot-spot foto yang luaass banget. Gimana ga luas, resort ini berdiri di lahan 22 hektar, di mana 11 hektarnya digunakan untuk resort, dan 11 hektarnya lagi adalah kebun kopi.


       
       
      Semua tipe kamar di sini adalah villa berbentuk joglo atau limasan yang sangat, sangat luas. Kebetulan saya pesan yang tipe Villa Arum. Kalau menurut booking.com siih luasnya 100 meter persegi. Sungguh lah ini villa gede banget. Selain tempat tidur segede alaihim, ada juga semacam dipan besar buat duduk-duduk santai, ruang tamu, meja makan, teras pribadi yang juga luas, dan kamar mandi yang gedeee. Kamar mandinya terbagi menjadi beberapa ruangan: wastafel terpisah, toilet terpisah, ruang shower yang ga terlalu besar tapi cukuplah buat mandi ekspres, dan bathtub yang udah kayak kolam renang saking gede dan dalem banget (ngisi airnya aja lama banget).
       
      Jadilah, sisa hari ketiga ini kita nikmatin di villa dan jalan-jalan di sekitar resort yang adeemm. Kalo ada tamu yang mau spa, resort ini juga menawarkan jasa babysitting (berbayar tentunya). Tapi saya ga berani nyobain spa-nya. Mahaaall kakaak! Untungnya kita dapet voucher pijat 15 menit gratis, untuk saya dan suami. Jadi ya lumayan lah hahahaha
       
       
       
      Hari Keempat (Kamis, 31 Maret 2016)
       
      Ga terasa udah hari terakhir liburan. Agak berat mau ninggalin MesaStila. Sayang, jatah cuti dan dompet menyadarkan saya untuk cepet-cepet balik.
       
      Karena ini hari terakhir, kita manfaatin sebaik-baiknya. Saya, suami dan anak jalan-jalan pagi sekaligus sesi foto-foto. Karena emang semua tempat di resort ini kece banget buat difoto. Tadinya udah gatel banget mau berenang di kolam renang yang menghadap ke lembah. Tapi sayang airnya dingin, nanti pada masuk angin malah repot.


       
       
      Yang agak disayangkan sebenernya adalah menu sarapannya. Menurut saya terlalu biasa untuk ukuran resort bintang 5. Lebih enak sarapan yang ada di Hyatt. Tapi, yasudahlah, yang penting masih terasa enak di mulut.
       
      Aktivitas yang saya tunggu-tunggu adalah tur kebun kopi yang dimulai jam 10. Ini servis gratis untuk semua tamu yang menginap. Kalo ada yang mau ikutan tur kebun kopi tapi ga mau nginep juga bisa, tapi saya kurang tau harganya. Kayanya pernah baca sekitar Rp 500.000 per orang (nanti dapet satu bungkus kopi….kalo ga salah yaa). Sebagai pecinta kopi ya tentunya saya harus, kudu, wajib ikut aktivitas ini.
       
       
      Pagi itu kita tur kebun kopi sama satu keluarga lain, jadi lumayan enak, ga terlalu rame. Di tur itu kita dijelasin panjang lebar soal jenis-jenis kopi dan diajak liat cara pembuatan kopi di MesaStila. Tentunya ada juga bagian icip-icip kopi. Dari tur ini saya juga jadi tau kalo ternyata biji kopi yang dimakan sama gula merah itu ternyata enak ya!

       
       
      Walaupun keliatannya tur kebun kopinya santai, tapi ternyata berasa juga capeknya. Apa karena saya sambil gendong bocah ya. Tapi saya puaas! Kita balik ke villa jam 11 dan siap-siap check out. Saya juga menyempatkan diri beli oleh-oleh berupa kopi robusta dan arabika yang dijual di toko hotel.
       
      Supir kita jemput jam 12 lebih dikit, dan kita meluncur kembali ke Jogja. Sebelumnya kita pikir bakal sampai di Jogja jam setengah 3. Ternyata jam 13.30 udah tiba di Jogja, sementara flight kita baru jam 15.40. Bapak supir nawarin kita mampir ke Taman Monjali. Tapi kita udah agak bosen sama taman hahahaha saya usul ke Vredeburg aja yang kemaren ga sempet didatengin. Tapi, karena letaknya di tengah kota, takutnya nanti macet ke bandara dan harus buru-buru. Jadi yasudahlah, kita langsung ke bandara sajah.
       
       
       
      Yah, demikianlah kira-kira perjalanan 4 hari 3 malam saya di Jogja dan Magelang beberapa waktu lalu. Mungkin itinerary-nya bisa kasi ide teman-teman yang juga berencana ke Jogja dengan keluarga ^^
       
       
       
    • By Carol Laurent
      Grabag salah satu Kecamatan yang berada di paling timur wilayah Kabupaten Magelang Jawa Tengah kurang lebih 60 menit perjalanan dari pusat kota Magelang, berada dikaki gunung Telomoyo dan gunung Andong membuat wilayah Grabag memiliki udara yg sejuk bahkan cenderung dingin, sawah dan ladang terbentang luas disebagian besar desa desa di sana, mayoritas penduduk adalah petani, berhubung saya pernah menetap di Grabag selama 4th dan sampai skrg msh sbg penduduk yg ber- KTP Magelang, saya ingin bercerita sedikit ttg objek wisata yg ada di Grabag.
       

       
      1. Pemandian Candi Umbul
       
      Candi Umbul adalah situs purbakala berupa pemandian air panas yang terletak di Desa Kutoharjo Kec. Grabag, menurut cerita lokasi ini sdh ada sejak zaman syailendra (ntah tahun brp ya itu )  dan sampai sekarang sisa-sia peninggalannya masih tetap dilindungi dan dijadikan salah satu objek wisata.
       
      Ada 2 buah kolam di candi umbul, kolam yang lebih besar dengan kedalaman 1,5m airnya lebih hangat dengan gelembung2 air yang keluar dari dasar kolam, oiya dasar kolamnya masih alami lho, sedangkan kolam kecil airnya lebih dingin dan tidak terlalu dalam biasanya untuk anak2 berenang, konon menurut cerita candi umbul ini merupakan tempat mandi para putri bangsawan di masa itu… Yang unik dari candi umbul adalah tidak adanya bau belerang seperti layaknya sumber air panas di objek wisata air panas lainnya.
       
      Menuju ke lokasi bs melalui Pringsurat (jln Semarang-Jogja) atau melalui Krincing nanti ada plang disetiap jalan masuknya tapi untuk sampe ke lokasi harus menggunakan kendaraan pribadi atau bisa menggunakan ojek coz ga ada angkott , untuk tiket masuk murahh terakhir saya kesana April 2014  Rp. 3.000 (kurang update jg kalo skrg brp)
       




       
      2. Air Terjun Sekar Langit
       
      Sekitar 30 menit perjalanan dari Grabag dengan menggunakan kendaraan bermotor ada objek wisata Air terjun sekar langit berada di desa Tlogorejo Kec. Grabag, Pernah dengar legenda  Jaka Tarub, seorang pemuda yang  iseng mencuri selendang seorang bidadari dari langit yang sedang mandi Nah konon kisahnya di bawah air terjun inilah sang bidadari cantik itu sedang mandi bersama bidadari-bidadari yang lain.
       

      Tiket masuk lokasi Rp. 5.000 saja, murah yaa.., dari gerbang pintu masuk kita akan berjalan kurang lebih 1 Km (ngos-ngosan jg sih) hingga mencapai air terjunnya, tp sudah dibuatkan jalan setapak hingga pengunjung lebih enaklah buat jalan, disepanjang perjalanan dari pintu masuk sampai ke Sekar Langit, mata kita akan di manjakan dengan hijaunya pohon bambu dan pohon2 lain.
       

       
      Nanti ditengan perjalanan ada sebuah jembatan yang harus kita lewati, alasnya terbuat dr bambu, agak ngeri sih kalo melewati jembatan itu tp aman kok , sampai di lokasi begitu mendengar gemuruh air yang jatuh dari ketinggian + 30 Km, semua lelah kita akan terbayarkan, so yang mau basah2an   monggo, atau yang sekedar foto2    jg boleh
       




       
       
       
      Indahnya Negeriku...