Sign in to follow this  
ulie

JFC, Jember Fashion Carnaval

12 posts in this topic

Pernah denger JFC ngga?

Ya... Jember Fashion Carnaval... fashion show out door yang menggunakan di jalan raya sebagai cat walknya.... seru banget.

JFC diluncurkan pertama kali tahun 2003, tepatnya tanggal 1 Agustus 2003 bersamaan dengan ulang tahun kota Jember, meski tahun berdirinya di awali sejak 1998.

Even ini mengangkat fashion sebagai ikon pariwisata dengan tema tradisional, etnik, cultural baik lokal-nusantara maupun dunia. Dan tema yang diusung tiap tahunnya selalu berbeda dan up to date, terkadang mengikuti trend yang berlaku saat itu. Tahun 2012 merupakan tahun ke 11 dengan tema “EXTREMAGINATIONâ€.

Dengan kemasan unik, fantastic dan spektakuler, JFC telah menempati urutan ke 4 karnaval dunia setelah Mardi Grass New Orleans USA, Rio De Jeneiro & Fastnatch koln Jerman.

JFC biasa di selenggarakan di minggu pertama bulan Agustus.

Bagi jalan2ers yang ingin mengetahui penyelenggaraannya bisa akses langsung di website: http://www.jemberfashioncarnaval.com/ atau bisa langsung berkunjung ke Jember.

post-107-119671_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

hehe kirainn Jupe Fried Chicken :D

waw keren ya festivalnya saya punya temen yang tinggal di jember

di jalan ikan Paus dia pernah ke rumah saya di Bandung

dia juga pernah cerita soal carnival ini :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

hehe kirainn Jupe Fried Chicken :D

waw keren ya festivalnya saya punya temen yang tinggal di jember

di jalan ikan Paus dia pernah ke rumah saya di Bandung

dia juga pernah cerita soal carnival ini :D

haha...sama mas. saya juga pikir jupe fried chicken. soalnya baru kemarin makan di sana.

hebat ya bisa di urutan ke empat kita.

Share this post


Link to post
Share on other sites

hehe kirainn Jupe Fried Chicken :D

waw keren ya festivalnya saya punya temen yang tinggal di jember

di jalan ikan Paus dia pernah ke rumah saya di Bandung

dia juga pernah cerita soal carnival ini :D

 

hahaha..saya malah baru tau nih

Share this post


Link to post
Share on other sites

Dengar-dengar di JFC 2014 ,  tidak boleh sembarangan ngefoto.

Yang boleh ngefoto cuma yang dari majalah atau fotografer resmi JFC.

Apakah hal ini benar,  ada yang punya info ?

kata siapa thu klo event itu hanya di foto oleh fotografer dr majalah mas??

Share this post


Link to post
Share on other sites

temen2 fotografer ada yg ngajakin daftar jd fotografer jfc.  Katanya klo kaga,  ga boleh ngefoto..

Ini lagi cari info nya bener ga gosip ini.

 

Wah.... aneh juga ya...

suatu kerugian kalau suatu event malah dibatasi publikasi-nya...

Share this post


Link to post
Share on other sites

temen2 fotografer ada yg ngajakin daftar jd fotografer jfc.  Katanya klo kaga,  ga boleh ngefoto..

Ini lagi cari info nya bener ga gosip ini.

setahu sya sihh klo mau foto event JFC itu di lombakan daftar di sana melaui web atau daftar di tempat siihh oleh dinas setempat kok

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By gung

      Rentetan tanggal merah di bulan Desember sebenarnya saya males jalan2, 
      you know lah.. ini kan...musim hujan. Jalan2 ke air terjun banyak 
      tanah longsor di pegunungan, jalan2 ke pantai juga pasti diguyur hujan. 
      Tapi...tiba2 ada sms dr adik minta dijemput habis UAS, pengen merayakan 
      Maulid Nabi di kampung halaman. Yowislah...langsung saja menggelinding 
      ke kampus UNEJ. 

      Rasanya rugi banget kalo jauh2 ke Jember gak sekalian jalan2, tanpa
      ada rencana.. eh.. lha kok.. setir motor saya autopilot langsung
      berbelok arah menuju Papuma. Lho.. yg pengen jalan2 ini orangnya
      atau motornya ??

      Sampai di Papuma mmm... sdh kuduga, langit mendung & angin bertiup
      kencang. Apalagi skrg lagi tengah bulan kalender Jawa, sdh pasti 
      air laut sedang pasang. Baru sebentar main2 air terpaksa kita mesti
      berteduh di warung krn hujan rintik2 mulai mengganggu acara piknik.
      Segelas kopi pun habis bersamaan dgn habisnya tetes air hujan &
      kita putuskan utk pulang ke Pasuruan.
    • By Titi Setianingsih
      Selamat pagi jalan2er,,,   Kalau ingat Jember yang terbayang adalah Jember Fashion Carnaval  atau sering disebut JFC. Ini merupakan sebuah even karnaval busana yang setiap tahun digelar setiap bulan Agustus. Bulan Agustus 2014 saya dan teman2 ke Jember, naik kereta ekonomi dari Stasiun Senen menuju Purwokerto dulu untuk menjemput teman, dan baru pagi2 esok harinya kami menuju Jogya untuk menjemput teman juga, malam harinya sama2 ke Surabaya untuk kemudian lanjut menggunakan bus menuju Jember. Perjalanan yang melelahkan, namun mengasyikan mengingat ini kali pertama kami jalan ramai2. Jadi masih di bilang kurang pengalaman dalam urusan transportasi. 
      Kurang lebih jam 06 pagi kami sampai di Jember, dan teman kami sudah siap menjemput di terminal. Teman kami yang lain dari Purwokerto ternyata juga sudah sampai di Jember, jadi kami semua ber 6 plus nyonya rumuah jadi ber 7,,wow ramai sekali kalau ibu2 udah ngumpul.
        Begitu sampai dirumah teman, nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauknyapun sudah terhidang di gazebo depan rumahnya. Luar biasa penyambutan teman saya itu.

      Hari pertama, 24 Agustus 2014.

      1. Jember Fashion Carnaval (JFC)

      Selesai sarapan kami langsung menuju jalan raya yang kira2 akan dilewati JFC. Yaaaa karena kami dadakan saja dalam berkunjung ke Jember, sehingga kami sudah tidak kebagian tiket VIP, dan kami hanya bisa nonton di pinggir jalan bersama-sama dengan masyarakat Jember yang jumlahnya ribuan barangkali. Suasana seperti ini tidak mengganggu kebahagiaan kami ketika itu, karena saking penasarannya pingin menyaksikan kehebohan JFC dari dekat. Jalanan yang dilewati JFC ditutup sementara, jadi walaupun kami berusaha menuju tempat start didepan alun2 juga tidak bisa. Kurang lebih sebanyak 400 an peserta berkarnaval,dan terbagi dalam 8 defile yang masing-masing defile mencerminkan tren busana pada tahun yang bersangkutan. Jenis2 defile antara lain Archipelago, yang mengangkat tema busana nasional dari daerah tertentu seperti Jawa, Bali, Madura, Dayak, Papua, Sumatera  dan lain2. Juga ada defile yang mengangkat tema fashion yang sedang trend dari suatu negara atau kelompok tertentu atau peristiwa global lainnya. Biasanya masing2 defile berkompetisi untuk meraih penghargaan-penghargaan. JFC ketika itu dilakukan selama 4 hari, namun kami hanya mengambil hari terakhir karena kebetulan pas hari libur.  Tema defile hari terakhir adalah 13 TRIANGLE Dynamic In Harmony SHOW TIME, dengan catwalk sepanjang Jl. Sudarman (start), Jl. Sultan Agung, Jl. Gajah Mada , SPORT HALL (finish)
        Antrian JFC ini kurang lebih 3,6 km, tak terbayang kapan selesainya, berhubung rasa penasaran kami sudah terbayar, maka sebelum selesai JFC kami sudahi saja nontonnya, dan kami lanjutkan perjalanan menuju pantai Papuma.

      2. Pantai Papuma

      Akhir2 ini pantai Papuma mendapat julukan sebagai salah satu pantai eksotik yang ada di Jawa Timur. Lokasinya ada di Desa Lojejer kecamatan Wuluhan kabupaten Jember, kurang lebih 30 Km dari pusat kota Jember. Kalau dari rumah teman saya bisa ditempuh kurang lebih 30 menit. Sore itu ceritanya kami hendak berburu sunset, sehingga harus buru2 meninggalkan JFC yang masih berlangsung.
          Namun begitu sampai di pantai Papuma, kami mendatangi lokasi yang kurang pas untuk melihat sunset, mentari tidak terlihat ketika kami disini, harusnya mengambil posisi agak jauh. Hanya terlihat semburat sinar matahari yang terpancar tepat mengenai batu yang paling besar di belakang saya. Tapi tak apa, pasir putih dan batu2an yang ada di sekitar pantai sudah cukup membuat kami takjub.
          Pantai Papuma merupakan pantai selatan, ombaknya dikenal sangat ganas sehingga harus hati2 dan patuh pada larangan2 yang tertulis di papan2 sepanjang pantai. Batu2 yang ada di pantai ini jika dihitung jumlahnya  ada 7 batu karang dan ada namanya yaitu Dhampar Kencana, Genteng/Kura-Kura, Kodok, Kresna, Narada, dan Kajang. Ada juga yang menyebutnya Batara Guru, Kresna, Narada, Nusa Barong, dan Kajang. Kami tidak berani mendekati batu2 itu, karena khawatir kalau ombaknya gede, meski kalau dari kejauhan terlihat dangkal.
            Jika ingin melihat ritual larung sesajen di pantai Papuma, musti kudu cari2 info dulu bulan2 apa diadakannya. Info inipun saya dapatkan dari mas2 warung sea food di pinggir pantai, katanya kalau lagi ada persembahan/larung sesajen biasanya ramai. Ritual ini merupakan tradisi warga sekitar sebagai perwujudan rasa syukur atas kelimpahan panen ikan dan sebagai bentuk permohonan agar panen ikan terjadi sepanjang tahun.

      Yaaaaa,,,jika lapar di sekitar pantai ini banyak warung2 yang jual sea food, rasanya lumayan enak. Sehabis makan kami pulang kerumah teman, karena sudah ditelpon sama teman lain yang akan ikut naik ke gunung Ijen nanti malam.  
      Hari Kedua, 25 Agustus 2014.   1. Gunung Ijen   Gunung Ijen termasuk gunung berapi yang masih aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi Jawa Timur. Ketinggian gunung ini sekitar 2.443 meter dpl dan berdampingan dengan Gunung Merapi. mengapa sampai kepingin ke Gunung Ijen ????  Adanya api biru di kawah gunung Ijen atau yang disebut blue fire, fenomena alam ini hanya ada di 2 tempat didunia dan salah satunya adalah di gunung Ijen. Subhanallah,,,
          Pintu gerbang utama ke Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen terletak di Paltuding, yang juga merupakan Pos PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam). Disini segala sesuatunya di persiapkan, mulai dari kaos tangan, baju hangat, senter, topi dll nya, jangan sampai di atas kedinginan, juga membawa air mineral secukupnya. Jika sudah siap, mulailah dengan berjalan kaki kurang lebih sekitar 3 km. Begitu melangkah dari Paltidung rasanya sudah mulai menanjak, hati sudah sedikit ciut karena ini kali pertama saya mendaki gunung. 

      Jam 01,00 ketika itu, bintang sangat banyak bertebaran di langit, cuaca sangat bagus untuk melakukan pendakian. Rombongan lain juga nampak memulai mendaki, baik turis domestik maupun mancanegara. Tahap pertama ini terasa berat, dan katanya kurang lebih 1,5 km jauhnya, kemiringannya juga lumayan curam hampir 45 derajat. 

      Ber-kali2 saya istirahat, nafas serasa mau berhenti, segera saya tarik nafas panjang dan dikeluarkan lewat mulut, dan minum air mineral seteguk. Tak disangka akhirnya sampai juga ke tempat yang agak landai, di Pos Bunder kami beristirahat lama.
         
      Selanjutnya jalanan terasa landai, namun tak di-sangka2, bau belerang sangat kuat sekali menyengat di hidung, teman saya yang asma langsung batuk2, dan ber-kali2 minum air mineral. Beruntung ketemu bapak2 pencari belerang, sehingga dikasih tips agar masker penutup hidungnya dibasahi dengan air mineral dan dipakai lagi, ini akan mengurangi bau belerang, sehingga nafas bisa normal kembali.
         
      Dan bapak2 pencari belerang itu akhirnya kami mintai tolong untuk memandu kami ke atas sambil membawakan tas kami.Ketika sampai puncak, suasana masih gelap gulita, sehingga kami tidak berani turun ke kawah, di tambah lagi badai belerang datang lagi, tapi meski tertutup belerang, dari puncak samar2 terlihat blue fire dan sangat kecil. Dan kamipun dengan kecewa buru2 turun kembali karena tidak kuat mencium bau belerang yang makin kuat menyengat. Yaaaaa,,,pendakian kami mungkin mengecewakan, tapi kepuasan juga sudah didapat manakala saya sadari bahwa saya berhasil sampai puncak Ijen. Di Pondok Bunderpun kami berhenti kembali, sudah berkurang bau belerang disini, dan rasanya sudah lega terbebas dari serangan uap belerang. Jadi paham kenapa tiba2 ada orang yang tiba2 meninggal ketika sedang mendaki gunung karena mungkin tiba2 terserang sesak napas akibat uap belerang ini. Alhamdulillah kami masih dilindungi Allah SWT,,,,,,terima kasih Allah,,,!! Dan sinar mentaripun sudah nampak di gunung sebelah, cuaca sangat cerah, namun di sisi langit yang lain masih nampak awan tebal. 
       
        Bagai kapas awan itu beterbangan di kejauhan sana,,Subhanallah,,,!! Meski kekecewaan masih menyelimuti hati saya karena tidak bisa melihat hijaunya kawah Ijen, dengan melihat keindahan awan ini hati sedikit terhibur. Dan barangkali ada hikmah tersendiri di balik ini semua.  
       
       
       

      Makin kebawah makin ramai oleh lalu lalang bapak2 pencari belerang, juga masih banyak wisatawan yang baru naik di siang bolong itu, tapi kemungkinan besar malah mereka akan menemui keindahan kawah di atas sana.
       
          Bungapun bermekaran menyambut pagi yang cerah di kawasan hutan ini. Dan begitu sampai di tempat parkir, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Probolinggo.
      2. Rafting di Songa Adventure
       
      Perjalanan ke Probolinggo dari parkiran Paltidung kurang lebih 3 jam, salut sama suami temen saya yang bawa mobil tanpa diganti yang lainnya. Salut juga sama keihlasannya mengantar kami keliling Jember-Bondowoso-Probolinggo meski istrinya (teman saya) tidak ikut serta karena ada kerjaan kantor yang harus diselesaikan.  Dan cuaca sangat mendukung perjalanan kami, meski terasa panas luar biasa namun akan lebih baik begini karena kami ke Probolinggo karena kepingin mencoba bermain rafting di Sungai Pekalen. Ini kali pertama saya bermain rafting, makanya saya ambil paket pemula saja dengan biaya : Rp. 209.000 (min. 5 orang).
      Fasilitas yang kami peroleh berupa :
      Minuman selamat datang Peralatan standar (helm, dayung, pelampung, perahu karet) Air mineral bekal pengarungan Transportasi local (shuttle service) Guide Rescue team Snack dan beverage Makan siang Asuransi Rafting trip 10 km Bismillah,,,walau agak sedikit takut, saya tetap akan mencobanya. Dari basecamp ke SUngai Pekalen lumayan jauh, kami ber5 naik mobil bak terbuka dan lengkap dengan kostum ber-rafting.      Sungai Pekalen terletak di desa Ranu Gedang, kecamatan Tiris, kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.Kali ini termasuk musim kemarau jadi airnya tidak terlalu besar, namun lumayan banyak jeramnya. Sebelum bermain,kami di brifing terlebih dahulu, ada beberapa aba2 yang harus di-ingat2 dan nanti diterapkan ketika ketemu tantangan di sungai yang akan kami lalui. Kadang mendayung kadang berhenti jika pas ketemu air yang deras, kadangpun kami harus duduk di dalam perahu karet, kadang harus pindah posisi ke kanan atau kekiri mengikuti irama situasi lapangan. Kalau tidak salah aba2nya terdiri dari : “Maju”, “Mundur”, “Stop”, “Kiri Mundur”,“Kanan Mundur”, “Pindah Kiri/Kanan/Belakang”,“Boom”. Aba2 Boom ini dilakukan apabila melewati jeram yang sangat deras dengan dinding samping yang sangat sempit. Paling mengerikan jika ketemu batu besar dan tetap harus kami lewati, entah sengaja atau tidak, perahu kami nyangkut di batu2 besar itu, dan kami panik karena harus nyebur ke air untuk menyelamatkan perahunya. Setelah perahu sudah posisi aman, kami naik kembali ke perahu dengan kondisi badan berat begini ???   
      Yaaa meski sangat panik namun resque team segera menjemput kami untuk memberikan pertolongan, dan tean2 yang bisa berenang malah disempatkan nyebur kembali ke air untuk berenang, saya tetap berada di atas perahu karena tidak berani terjun ke air meski pakai pelampung sekalipun.  Setelah puas bermain air, perjalanan dilanjutkan,karena didepan sudah ada tempat istirahat Kedung Adem namanya. Disana sudah disediakan snack berupa pisang rebus dan ubi rebus serta kelapa muda. Lega rasanya sesudah menikmati makanan tradisional ini.    
        Sesudah istirahat dan makan, perjalanan kami lanjutkan lagi, rasanya sudah tidak sabar untuk mencapai finish. Menuju finishpun masih dijumpai jeram2 yang lumayan ekstrim, namun ketegangan sudah tidak seperti yang pertama tadi.   Untuk kembali ke basecamp kami harus menyusuri jalan setapak dan dinaikkan lagi ke mobil pickup. Sesampainya di basecamp kami segera membersihkan badan dan berganti pakaian. Sesudah itu kami menikmati jamuan makan sore berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya antara lain tempe, tahu dan ikan penyet, urap dan lodeh. Bagi yang mau mencoba ke Songa Adventure tidak usah khawatir, dari jalan raya Probolinggo ada papan petunjuk besar yang terletak di pinggir jalan. Dari jalan raya ini menempuh jarak sekitar 15 km untuk sampai ke basecamp.  Begitulah keseruan kami di Jawa Timur, masih semalam lagi kami harus nginap di Jember, karena baru esok paginya kami naik kereta menuju Surabaya untuk melanjutkan penerbangan ke Jakarta by Citilink. Sedangkan teman2 kami yang dari Jogya dan Purwokerto tetap melanjutkan naik kereta menuju rumah masing2.     

      3. Wisata Kuliner di Rawon Pak Pangat Wonokromo
      Di kota Surabaya kami sempatkan singgah berkuliner ke Nasi Rawon Pak Pangat yang sangat terkenal itu. Alamatnya ada di Ruko Lotus Recency, Jalan Ketintang Baru Selatan 1 No.15, Kota Surabaya. Seporsi nasi rawon terdiri dari nasi putih dengan kuahnya yang hitam, empal suwir, taoge dan taburan bawang goreng diatasnya. Sedangkan untuk pilihan lauknya ada perkedel, telur asin, tempe goreng dan juga kerupuk udang yang selalu disandingkan saat menyantap nasi rawon. Nasi rawon disajikan dengan 3 varian berbeda yang bisa kita pilih, ada nasi rawon suwir, nasi rawon krengsengan dan nasi rawon campur. Selain hidangan rawon, warung ini juga menyediakan nasi krengsengan, nasi campur dan nasi kotak. Harganya juga cukup terjangkau kurang lebih  sekitar Rp 8.000. Sedangkan minuman yang tersedia ada sinom dan minuman standar warung pada umumnya.
          Disamping wisata kuliner juga kami sempatkan untuk bersilaturahmi ke sahabat2 kami di Surabaya, indahnya jika kita banyak punya sahabat di-mana2.  Alhamdulillah, jelang jam 17,00 kami meninggalkan Surabaya menuju Jakarta, terima kasih atas kebersamannya ya kawans. Sampai jumpa di trip selanjutnya,,,,,! Salam jalan2 Indonesia,,,,!!
    • By gung


       

      Rasanya berat hati utk meninggalkan pantai Nanggelan.
      Gimana gak berat ?? coba bayangin...
      Pantai Nanggelan ini ada dibalik gunung, jadi.. kita
      mesti jalan kaki mendaki gunung, lalu turun ke pantai.
      Nah.. kalo pulang, kita mesti mendaki gunung yg tadi
      kita lalui. Cape' deh... apalagi kemarin habis gerak
      jalan Agustusan 15 km.

      Andai saja pantai Nanggelan punya inclinator seperti
      restoran Di Mare di pantai Karma Kandara (Bali).... 
      ah.. it's gonna be easy to move on

      Perjalanan menuju Nanggelan juga gak mudah, lokasinya
      di bagian barat Taman Nasional Meru Betiri berbatasan 
      langsung dgn perkebunan PTPN Kotta Blater, desa Curah
      Nongko, kecamatan Tempurejo, kabupaten Jember. 

      Jalannya masih offroad & gak ada penunjuk jalan menuju 
      lokasi, makanya banyak pengunjung yg kesasar di area 
      perkebunan. Nah.. daripada saya kesasar juga, mendingan
      saya ngajak rekan2 blogger Jember yg sdh tau jalannya.
      Perjalanan kali ini saya naik Vega 2nd-hand yg baru saya
      beli setelah menjual Revo. Kebetulan adik saya yg kuliah 
      di UNEJ juga pengen ikutan, wah.. pasti bakalan rame nih..

      Gak hanya penggemar adventure-traveling yg datang kemari,
      ternyata disini juga jadi spot favorit para pemancing,
      bahkan di hutan saya beberapa kali bertemu dgn para 
      pemburu batu akik.



      O..iya.. tadi dlm perjalanan saya melihat papan penunjuk 
      jalan ke Watu Ondo. It's gonna be my next destination.

      Buat sampean yg mau ke pantai Nanggelan, biar gak kesasar
      sebaiknya menghubungi :
      mas Yova : 08982126126
      mas Yudha : 81259588953
      mas Aron : 081235950273
      tapi jangan lupa kasih selembar rupiah sbg ganti bensin
      & makan siang. Bawa air minum yg banyak ya... tapi sampean 
      bawa kembali botol plastik ke tempat parkir (gubug) pak Poniran.

    • By Arfian Yuda Pratama
      Gue share nih, dokumentasi traveling kmren,, smoga yg blum pernah ksini,, loe cobain ksni,,apalg snorkling nya.... top dah 
       
      Klo ke papuma jenber, mungkin bnyak yg tau... Tpi aq share yg ke pantai malang aja dah
       
      Tpi yg lenggoksono ini nih, bagi anak muda yg bawa mbil, hati hati ya,, jalan mnuju pantai ini sempit, sering papasan ama mbil yg lain,,, bnyak jg bgian pinggir jalan yg jarak tanah and aspal tinggi ,rawan nyangkut tuh ban mbil,,, jalan ke pantai ini ckup nanjak and dri jalan utana +30km...  pas sampe dsana,,, skitar jam set10 malem,, nginep dah di mbil,, . Jam 7 baru dah naik perahu ke banyu anjlok,,,  naik perahu ongkosx Rp.50.000 per kepala 3 tempat, 1banyu anjlok beach,2.bolu bolu beach, 3.spot snorkling... cukup murah lah,, perahux 50rb per orang....
       
      Cuman klo naik kapal hrus ada jam tertentu, soalx kata si juru kemudi kapal nya, klo pagi mreka msh berani soalx air msh surut, klo jam 11keatas air uda pasanh, ombak tinggi....and tunggu jam 3 bru surut..
       
      Buat tmen temen yg suka air and budget minim,,, spertinya cocoklah,,,enjoyed @malang