Sign in to follow this  
itto

Kursus Kilat Wisata Budaya Yogyakarta.

4 posts in this topic

Ngomongin yogjakarta gak akan pernah ada habisnya. Selalu ada saja bahan menarik buat dibahas. Selain mengunjungi tempat-tempat wisata, para wisatawan juga bisa melakukan wisata budaya di kota pelajar ini.

Wisata budaya itu antara lain pertunjukan seni atau upacara adat. Tak sekedar menyaksikan, wisatawan diajak untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan tersebut. Sebagian besar menawarkan kursus kilat berdurasi beberapa jam. Kalau merasa tertarik dan mau lanjut, jalan2ers harus nyiapin waktu selama 3 hari.

Apa saja kursus kilat budaya yogya yang menarik buat diikuti?

1. Membuat perhiasan perak.

Salah satu tempat yang menyediakan kursus ini adalah Studio 76 di jalan purbayan. Paket kursusnya sudah termasuk makan siang dan 10 gram perak untuk bikin perhiasan.

2. Membatik

Salah satu tempatnya di Musium batik Yogyakarta

3. Menabuh gamelan

Kalau kursus yang ini di desa wisata seperti Kampung Mangunan.

4. Menulis huruf jawa

Kursus ini bisa dilakukan di keraton Jogyakarta

5. Memasak masakan tradisional

Kalau mau ikut kursus ini jalan2ers bisa pergi ke ViaVia.

6. Jemparingan

Kursus memanah dengan panah tradisional Jogjakarta. Datang aja ke Hotel Royal Ambarukmo.

7. Patehan.

Ini satu paket dengan jemparingan. Patehan adalah tradisi ritual minum teh ala sultan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah nice info bro, waktu liburan bisa untuk menambah keahlian ya...kursus menulis huruf jawa juga menarik. tapi gimana caranya Bro apalagi itu kursusnya langsung di keraton Jogyanya....prosesnya sulit ngak?

Share this post


Link to post
Share on other sites

setuju,info menarik banget nih. kapan-kapan kalo ke jogja lagi nyobain kursus kilat wisata budaya asik juga kali ya.

saya tertarik nyobain semuanya, mulai dari bikin perhiasan perak, mbatik, nulis huruf jawa,jemparingan, patehan.

kelihatannya menyenangkan sambil wisata sambil belajar juga..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Sari Suwito
      Sedang transit di kota Jogja dan ingin jalan-jalan murah? Tentu bisa....bisa bangeet malah. Jadi gini, beberapa waktu lalu kami ada acara keluarga di Kulon Progo, berhubung ada anggota keluarga yang mempunyai jadwal terbang beda satu hari dengan keberangkatan saya, maka jadilah kami berangkat bareng dari Kulon Progo naik taksi tetangga saya. Itung-itung hemat tenaga dan uang daripada saya harus bolak-balik Jogja-Wates-Jogja, maka saya memilih untuk menginap saja di hotel dekat bandara Adisucipto. Setelah browsing nemulah saya alamat dan nomer telepon Hotel Bandara Asri (nanti saya tulis reviewnya dech). 
       
      Sebelum ke Bandara Adisucipto saya minta taksi untuk mengantar ke hotel dan taruh barang bawaan saya di hotel.  Karena setelah selesai urusan di bandara saya berniat untuk jalan-jalan sore di kawasan Malioboro sekalian wisata museum gitu. Begitu urusan di bandara selesai, saya langsung menuju Shelter Trans Jogja dari Bandara Adisucipto, naik bus Jalur 1A lalu turun di shelter Malioboro 3 (Pasar Beringharjo/Benteng Vrederburg), lalu saya jalan kaki menuju ke Museum Sonobudoyo, tapiii sayang sekali, ternyata museum sudah tutup jam setengah empat. Jadilah saya..lanjutkan jalan kaki ke arah Jalan Rotowijayan ke museum Kereta Karaton, dan ternyata sudah tutup juga. hihihihi... 
       
      Akhirnya saya jalan kaki ke kawasang cenderamata di jalan Rotowijayan, di kawasan ini berjejer toko yang menjual souvenier, batik dan kaos dagadu. Keluar masuk toko tapi ga nemu juga yang cocok, jadi yaa sekedar cuci mata aja dech. Tak lama kemudian saya memutuskan untuk balik aja ke hotel, takut kesorean dan bus Trans Jogja penuh. Dalam perjalanan menuju shelter Trans Jogja, ketika melewati alun-alun utara ternyata ada kuda yang sedang dilatih oleh pawangnya.  Skalian numpang selfie aah... hehehe...



      Sampai juga akhirnya ke shelter Trans Jogja, dan rupanya ga penumpang ga terlalu ramai, dan masih kebagian tempat duduk. Saya turun di Shelter Jl. Solo (Maguwo) lalu jalan kaki menuju hotel. Sampai hotel setelah mandi sambil nonton tv ternyata berasa dech laparnya, jadilah saya pesan di restaurant hotel mie rebus jawa seharga tujuh belas ribu lima ratus rupiah. hihihi...lumayan...daripada harus keluar hotel lagi. Akhirnya makanan dataang.....
       
      Selesai makan, sambil nonton TV langsung tidur sampe pagi... hihihi...
       
      Pagi hari setelah selesai sarapan saya langsung berangkat ke Shelter Trans Jogja di Bandara Adisucipto untuk menuju Malioboro yang akan dilanjutkan jalan kaki ke Museum Sonobudoyo dan Museum Kereta Karaton Yogyakarta.  
       
      Museum Sonobudoyo
       
      Sekitar jam 8.20 akhirnya sampailah saya di Museum Sonobudoyo, harga tiket masuk tiga ribu rupiah saja, setelah membayar tiket dan mengisi buku tamu, saya dihampiri mbak-mbak yang menawarkan menjadi guide untuk melihat-lihat koleksi museum tapi saya tolak dengan halus. Sepertinya enakan jalan sendiri aja dech, jadi lebih leluasa untuk melihat-lihat koleksi museumnya. 

      Museum Sonobudoyo adalah museum sejarah dan kebudayaan Jawa, termasuk bangunan arsitektur klasik Jawa. Museum ini menyimpan koleksi mengenai budaya dan sejarah Jawa yang dianggap paling lengkap setelah Museum Nasional Republik Indonesia di Jakarta (Museum Gajah).  Museum Sonobudoyo terdiri dari dua unit, unit 1 terletak di Jalan Trikora No. 6 (sebelah utara alun-alun keraton Yogyakarta), sedangkan unit 2 terletak di nDalem Condrokiranan, Wijilan, di sebelah timur alun-alun Keraton Yogyakarta.
       

       
      Museum Sonobudoyo didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda oleh Yayasan yang bernama Java Instituut. Yayasan ini bergerak di bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Panitia pendirian museum yaitu IR. TH. Karsten, P.H.W. Sitsen dan S. Koperberg. Bangunan museum menggunakan tanah bekas "Schauten" atau tanah hadiah dari Sri Sultan HB VIII. Peresmian dilakukan oleh Sri Sultan HB VIII pada tanggal 6 November 1935.
       
      Koleksi Museum Sonobudoyo (unit 1 dan unit 2) terbagi menjadi 10 jenis, yaitu:
      Koleksi Numismatik dan Heraldika, obyek penelitiannya adalah mata uang/alat tukar yang sah, yang terdiri dari mata uang logam dan kertas. Heraldika adalah setiap tanda jasa, lambang dan pangkat resmi (termasuk cap dan stempel). Koleksi Filologi, benda koleksi yang menjadi obyek penelitian filologi, misalnya risalah kuno, tulisan tangan yang menguraikan sesuatu hal atau peristiwa.  Koleksi Keramologi adalah koleksi yang terbuat dari bahan tanah liat bakar berupa pecah belah, misalnya guci.  Koleksi seni rupa, koleksi seni yang mengekspresikan pengalaman artistik melalui obyek dua dimensi atau tiga dimensi.  Koleksi Teknologi. Benda atau kumpulan benda yang menggambarkan perkembangan teknologi. Koleksi Geologi, adalah benda yang menjadi obyek ilmu geologi, antara lain batuan, mineral, fosil dan benda-benda bentukan alam lainnya (permata, granit, andesit). Contoh: Batu Barit. Koleksi Biologi adalah benda yang menjadi objek penelitian ilmu biologi, antara lain tengkorak atau rangka manusia, tumbuh-tumbuhan dan hewan. Misalnya burung (obset) / dikeringkan. Koleksi Arkeologi adalah benda yang menjadi objek penelitian arkeologi. Benda tersebut merupakan hasil peninggalan manusia dari zaman prasejarah sampai dengan masuknya pengaruh kebudayaan barat misalnya : Cermin. Koleksi Etnografi adalah benda yang menjadi objek peneiitian ilmu etnografi, benda-benda tersebut merupakan hasil budaya atau menggambarkan identitas suatu etnis misalnya Kacip. Koleksi Historika adalah benda yang bernilai sejarah dan menjadi objek penelitian sejarah. Benda tersebut dari sejarah masuknya budaya barat sampai dengan sekarang, misalnya Senapan laras panjang, meriam.  Saya hanya mengunjungi Museum Sonobudoyo Unit 1, jadi unit 2 mungkin di lain kesempatan akan saya datangi lagi, sekalian makan gudeg di wijilan kali ya. hehehe...
       
      Oh ya, di depan bangunan Museum Sonobudoyo Unit 1 ini terdapat 2 buah meriam lho. Kedua koleksi meriam tersebut di atas berasal dari masa Sri Sultan Hamengku Buwana III. Sayangnya saya lupa untuk fotoin. hehehe...
       
      Selain meriam terdapat pula arca dan relief. Berikut beberapa koleksi yang berada di halaman pendapa : Arca Dewi Laksmi, arca Mahakala, dan Makara.



       
      Sedangkan di bagian dalam pendopo terdapat seperangkat gamelan.

      Museum ini memiliki beberapa ruang, diantaranya:
      Ruang Pengenalan
      Di atas pintu masuk menuju ke ruang pengenalan terdapat relief candrasengkala "Buta Ngrasa Esthining Lata". Ruang pengenalan berukuran 62,5 m2. Salah satu koleksi yang ada di ruang pengenalan yaitu pasren atau krobongan yang terdiri dari tempat tidur, bantal, guling, kasur, kelambu, sepasang patung loro blonyo, sepasang lampu robyong, dan sepasang lampu jlupak.

      Ruang Prasejarah
      Ruang ini menyajikan benda-benda peninggalan masa prasejarah yang menggambarkan cara hidup manusia pada masa itu meliputi berburu, mengumpulkan dan rneramu makanan. Pada tingkat selanjutnya manusia mulai bercocok tanam secara sederhana serta melakukan upacara- upacara yang berhubungan dengan religi (kepercayaan kepada roh nenek moyang, penguburan dan kesuburan).

       
      Ruang Klasik dan Peninggalan Islam
      Dalam penyajian koleksi dikelompokkan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal yaitu:
      1. Sistem Kemasyarakatan
      2. Sistem Bahasa
      3. Sistem Religi
      4. Sistem Kesenian
      5. Sistem Ilmu Pengetahuan
      6. Sistem Peralatan Hidup
      7. Sistem Mata Pencaharian Hidup 

      Patung Kepala Dewa,  dibuat dari perunggu berlapis emas. Ditemukan di Pathuk, Gunung Kidul pada tahun 1956. sebagai lambang Dewa Budha,
      Ruang Batik 
      Di ruang ini memamerkan beberapa koleksi batik. Selain itu juga terdapat proses membatik yang dimulai dari pengerjaan pola sampai proses jadi sebuah batik. Di ruang ini saya suka sekali melihat aneka motif batiknya...bagus bagus banget...



       

       
      Ruang Wayang
      Sesuai namanya, di ruangan ini memamerkan aneka jenis koleksi wayang, diantaranya ada wayang kulit dan wayang golek serta gambar tata letak pementasan wayang kulit purwa klasik.



       
      Ruang Topeng
      Disini juga terdapat beberapa jenis topeng dari berbagai daerah. Topeng sudah mengalami sejarah perkembangan, bersamaan dengan nilai-nilai budaya dan nilai seni rupa. Topeng yang tampil dalam bentuk tradisional mempunyai fungsi sebagai sarana upacara dan pertunjukan.

       
      Ruang Jawa Tengah 
      Di ruang ini memamerkan ukiran kayu yang terkenal dari Jawa Tengah yaitu Jepara seperti gebyog patang aring. Selain itu terdapat keris dan senjata tajam lainnya dengan berbagai jenis.


      Ruang Emas
      Museum Sonobudoyo merupakan museum yang memiliki koleksi artefak emas tapi dengan beberapa alasan belum dapat dilihat oleh umum.
      Pada dasarnya artefak emas memiliki fungsi berbeda-beda, yaitu sebagai:
      1. Mata uang
      2. Perhiasan
      3. Wadah
      4. Senjata
      5. Simbol religius, dll.
      Di ruangan ini dipamerkan aneka koleksi perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari kuningan dan perak. Seperti: aneka bentuk ceret dan kendi, sendok makan, dll.




       
      Ruang Bali
      Diantara ruangan lain, ruangan ini paling istimewa, karena terdapat lampu warna biru yang byar pet gitu. hehehe...
      Koleksi ruang Bali berkaitan dengan kebudayaan Bali baik mengenai yadnya (upacara) maupun berbentuk seni lukis dan seni pahat. Di bagian terpisah terdapat Candi Bentar.
       


      Patung Penari Keris, posenya ini lho...agak-agak merinding...seperti orang mau bunuh diri yaa..

      Di bagian luar Ruang Bali terdapat Candi Bentar, di dalam komplek candi Bentar biasanya terdapat Bale Gede, yang berfungsi sebagai tempat upacara daur hidup dan untuk bermusyawarah.

       
      Ruang mainan
      Di sini dipamerkan koleksi aneka mainan tradisional dan foto-foto anak-anak yang sedang memaikan permainan tradisional.



      Setelah merasa cukup puas berkeliling museum Sonobudoyo, saya melanjutkan perjalanan berikutnya ke Museum Kereta Keraton Yogyakarta dengan berjalan kaki. Yuk, ikuti cerita selanjutnya.
       
      Museum Kereta Karaton Ngayogyakarta 
      Museum ini terletak di Jalan Rotowijayan, bisa ditempung dengan berjalan kaki dari Museum Sonobudoyo unit 1. Harga tiket masuk lima ribu rupiah, ditambah tiket ijin foto seharga seribu rupiah.

      Museum ini khusus menampung kereta-kereta kuda keraton pada masa Kerajaan Yogyakarta era Sri Sultan Hamengku Buwono ke-8. VIII.
       
        Museum kereta keraton ini memiliki 18 kereta, setiap kereta memiliki nama masing-masing, diantaranya:
      1. Kereta Nyai Jimat, 
      2. Kereta Kyai Garudayaksa, 
      3. Kereta Jaladara, 
      4. Kereta Kyai Ratapralaya, 
      5. Kereta Kyai Jetayu, 
      6. Kereta Kyai Wimanaputra, 
      7. Kereta Kyai Jongwiyat, 
      8. Kereta Kyai Harsunaba, 
      9. Kereta Bedaya Permili, 
      10. Kereta Kyai Manik Retno, 
      11. Kereta Kyai Kuthakaharjo, 
      12. Kereta Kyai Kapolitin, 
      13. Kereta Kyai Kus Gading, 
      14. Landower Kereta, 
      15. Kereta Surabaya Landower, 
      16. Wisman Landower Kereta, 
      17. Kereta Kyai Puspoko Manik 
      18. Kereta Kyai Mondrojuwolo. 
      Kereta-kereta tersebut mempunyai fungsi masing-masing, dan penggunaannya selalu dipilih berdasarkan acara yang akan diselenggarakan. Beberapa foto terpasang di dekat lokasi kereta Keraton. Jadi kita juga bisa lihat kereta ini dipakai di acara apa gitu.


      Oh ya, kereta-kereta ini buatan Eropa lho, diantaranya Jerman dan Belanda. Bahkan sebagian besar kereta-kereta ini masih asli, belum tersentuh modifikasi meski sebagian sudah mengalami modifikasi baik dalam warna cat maupun interiornya.
       
      Terdapat beberapa kereta yang dikeramatkan, karena keistimewaan bahannya yang terbuat dari emas dan merupakan kereta Raja yang disebut sebagai kereta Kencana, bahkan sebagian kereta mungkin memiliki cerita mistis, makanya jangan sembarangan ya saat berada di tempat ini. 
       
      Saya paling suka kereta ini nich...keren dan elegan banget... *abaikan penampakan yang separo ini. hehehe...

       
      Jenis-jenis kereta di Museum Kereta Keraton:
      1. Kereta atap terbuka dan beroda dua, contohnya:  Kereta Nyai Kapolitan

      2. Kereta atap terbuka dan beroda empat, contohnya: Kerata Kyai Jongwiyat dan Landower. Oh ya saya sempat dengar kalau Landower ini berasal dari istilah dalam bahasa Inggris Land Owner (Tuan Tanah/Raja).

      3. Kereta atap tertutup dan beroda empat. Kereta ini termasuk kereta yang mewah dan sakral, contohnya: Kereta Kanjeng Nyai Jimad, Kyai Garudayaksa dan Kyai Wimanaputra.

      Kereta Kanjeng Nyai Jimad ini merupakan kereta tertua, telah berada di sini sejak tahun 1750. Kereta ini merupakan buatan Belanda. Bentuknya unik dan sangat indah seperti layaknya kereta Cinderella. Di bagian depan bawah kereta ini terdapat patung wanita menyangga kereta ini dan terdapat untaian bunga yang mengalunginya.
       
      Ada juga kereta Premili, di dalam kereta ini terdapat 4 baris kursi yang saling berhadapan, kereta ini berfungsi untuk membawa para penari keraton yang berjumlah sekitar 16 orang.

      Di dalam museum ini juga terdapat beberapa patung kuda, koleksi pakaian dan perlengkapan kusir kereta.




      Di bagian luar museum di halaman sebelah utara juga terdapat kandang kuda yang dihuni beberapa ekor kuda. Berikut beberapa suasana di halaman museum..


      Sekitar jam setengah sebelas saya keluar dari Museum Kereta Keraton lalu jalan kaki ke shuttle Trans Jogja di jalan Malioboro. Seperti sebelumnya, saya turun di shelter Jl. Solo - Maguwo lalu mampir makan siang di warung padang dulu, baru lanjut jalan kaki ke toko oleh-oleh Bakpia 25. Nah, disini saya coba beli varian baru bakpia 25 yaitu bakpia isi ubi ungu, enak juga lho rasanya. Sampai di hotel sekitar jam 12an, saya beres-beres barang bawaan dan sekitar jam 12.30 saya ke front office untuk nyerahin kunci kamar, dan request pengantaran ke bandara diundur jadi jam 2 saja. Males kelamaan di bandara ga bingung mau ngapain secara flight saya masih jam 16.10. Akhirnya jam 2 tepat saya minta diantar ke bandara, rupanya counter Air Asia sudah buka, jadi langsung aja check in dan masuk ke boarding roam. Selamat tinggal Jogjakarta....ke Jakarta aku kan kembaliiii......
      Demikianlah...field report jalan-jalan saya saat transit di kota Jogja...mungkin bisa menjadi referensi buat teman-teman yang akan transit di kota Jogja.
       
       
       
       
    • By Mukhlas Al Abrar
      Wisata Bandung - Kota Bandung memang menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia. Dari mulai wisata alam, wisata kuliner, wisata belanja, wisata budaya semua ada di sini. Udaranya yang sejuk, serta lengkapnya fasilitas yang disediakan menjadi alasan wisatawan selalu berkunjung ke Bandung. Selain itu setiap tahunnya Bandung selalu menyuguhkan objek wisata yang baru yang mampu memikat hati para wisatawan untuk datang berkunjung lagi ke kota bandung.   Apabila kamu berlibur ke Bandung, berikut 8 tempat wisata baru di Bandung dan sekitarnya yang wajib dikunjungi      1. Farmhouse Lembang 
      Pakaian dan Nuansa Ala Eropa Klasik di Farmhouse Lembang, Bandung   Berkonsepkan suasana ala Eropa, Farmhouse menjadi objek wisata baru di Bandung yang wajib dikunjungi. Beralamat di jalan Raya Lembang 108, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata ini selalu ramai di kunjungi wisatawan dalam maupun luar kota, terutama saat libur weekend. Disini kamu akan menemukan nuansa kental Eropa klasik, seperti peternakan ala Eropa, Desa Kurcaci dan masih banyak lagi. Pastikan kamera kamu selalu siap, karena setiap sudutnya bisa dijadikan objek foto yang keren.   Fasilitas yang disediakan pun terbilang lengkap seperti Mushola, Cafe hingga Toko Souvenir ada disini.
      Harga Tiket  : Rp.20.000 Lokasi          : Lihat Disini 
        2. Dusun Bambu 
      Naik Perahu di Dusun Bambu Cisarua, Bandung   Bagi kamu yang ingin rekreasi keluarga, Dusun Bambu adalah tempatnya. Beralamat di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata baru di Bandung ini mengusung konsep Back to Nature. Disini kamu bisa merasakan suasana liburan ala Desa nan Modern. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan disini seperti bersepeda, naik perahu kayu, atau sekedar bersantai bersama keluarga sambil menikmati sejuknya udara pergunungan Lembang.
      Fasilitas yang disediakan disini pun cukup lengkap. Bagi kamu yang ingin menginap, disini juga disediakan villa unik dengan konsep Cottage.
      Harga Tiket  : Rp.15.000 Lokasi          : Lihat Disini 3. Kampung Gajah Wonderland
      Rekreasi Wisata Alam Kampung Gajah Wonderland Bandung   Kampung Gajah Wonderland merupakan tempat wisata baru di Bandung. Berlamat di Jalan Sersan Bajukari KM 3.8, Cihideung, Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Di sini kamu bisa berwisata kuliner dan berwisata belanja. Selain itu tempat ini juga memiliki banyak wahana permainan, seperti ATV, Side Car, Tubby, Bumperboat, dan masih banyak lagi. Bagi kamu yang ingin ingin bermain aktivitas air, disini juga ada Waterboom. 
      Harga Tiket  : Rp.10.000 - 20.000 Lokasi          : Lihat Disini
        4. Sendang Geulis Kahuripan
      Berenang di Sendang Geulis Kahuripan Cikalong Wetan, Bandung   Sendang Geulis Kahuripan merupakan Objek wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Ganjarsari, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata yang dikenal dengan nama telaga Cikahuripan Padalarang ini merupakan sumber mata air alami. 

      Airnya sangat jernih dan bersih, saking jernihnya kita bisa berfoto selfie di dalam airnya. Tak heran tempat ini begitu fenomenal di kalangan para anak muda kekinian. Fasiltas yang disediakan pun cukup lengkap seperti warung, tempat bilas dan saung tempat bersantai.
      Harga Tiket  : Rp.10.000 Lokasi          : Lihat Disini 5. Sangyang Heuleut
      Bersantai Menikmati Keindahan Sanghyang Heuleut Cipatat, Bandung   Sanghyang Heuleut merupakan objek wisata alam baru di Bandung. Tempat ini sedang hits bagi kalangan traveller. Terletak di Kecamatan Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Tempat ini merupakan sebuah danau kecil yang dikelilingi bebatuan yang berbukit. Disini kamu bisa berenang, bersantai di tepi danau atau bahkan berkemah bersama teman. Fasilitas disini memang masih sangat minim. Namun panorama alamnya sangat indah.    Harga Tiket : Gratis Lokasi : Lihat Disini   6. Curug Bubrug 
      Bersantai Sembari menikamati indahnya Curug Bubrug Parompong, Bandung   Curug ini merupakan wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Kertawangi, Kecamatan Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Objek wisata satu ini masih sangat terjaga keasriannya.  Sejuknya udara serta indahnya panorama alam Curug Bugbrug mampu membuat kamu betah berlama - lama di Curug tersebut.  Selain itu kamu bisa menyaksikan air terjun yang jatuh dari atas ke bawah membentuk sebuah kolam sedalam 3 meter. Tapi sangat disayangkan, kamu tidak bisa berenang di kolam tersebut, karena terdapat pusaran air di dalam kolamnya.   Tapi kamu tak usah kecewa, disini kamu dapat bersantai menikmati sepiring indomie dari atas saung sembari menikmati keindahan panorama alam Curug Bugbrug yang akan memanjakan mata kamu. .     Harga Tiket  : Rp.7.500 Lokasi          : Lihat Disini   7. Stone Garden
      Pemandangan Stone Garden Cipatat, Bandung   Stone Garden merupakan tempat wisata baru di Bandung yang selanjutnya wajib dikunjungi. Terletak di kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Dari atas ketinggian 900 Mdpl kamu dapat menyaksikan hamparan hijau pepohonan yang sangat indah. Puncak bukit ini sendiri mempunyai taman batu. Taman ini menjadi incaran bagi para pengunjung yang ingin berfoto selfie.   Harga Tiket  : Rp.5000 Lokasi          : Lihat Disini  8. Tebing Keraton 
      Keindahan Panorama Alam Tebing Keraton Bandung   Bagi kalangan traveller tebing ini mungkin tempat yang wajib di kunjungi. Tebing keraton merupakan objek wisata alam yang baru dan cukup populer di Bandung. Berada di atas Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Dari atas ketinggian kamu bisa menyaksikan pemandangan yang sangat indah, tampak keindahan kota Bandung begitu jelas dari atas ketinggian Tebing. Pastikan kamera kamu selalu siap karena tempat ini sangat cocok dijadikan objek foto dengan latar belakang pemandangan kota dan hamparan pepohonan nan hijau.   Harga Tiket  : Rp.11.000 Lokasi          : Lihat Disini  

      Baca Juga :8 objek wisata di lombok yang terkenal dan wajib dikunjungi

      Demikian ulasan seputar tempat wisata baru di Bandung.
    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, di newsfeed Facebook saya cukup ramai dengan artikel ini. Menurut saya, artikel tersebut sangat keren karena bertujuan untuk membuka wawasan mengapa kita nggak seharusnya minta oleh-oleh dari mereka yang akan pergi berwisata; sesuatu yang sangat lazim terjadi dalam budaya kita. Sebetulnya, sejak membaca tulisan tersebut saya kepingin banget menulis tips sejenis namun untuk versi dan sudut pandang yang berbeda, namun baru kali ini ada kesempatan untuk mewujudkan tulisan tersebut. Yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya menghindari agar tidak dimintai oleh-oleh saat kita berwisata.
       
      Pergi jalan-jalan, itu menyenangkan. Bersenang-senang di tempat wisata, itu lebih menyenangkan lagi. Mungkin yang dapat sedikit mengganggu mood hepi-hepi saat berwisata adalah adanya rengekan permintaan oleh-oleh dari teman, saudara, maupun kerabat lainnya. Memang sih nggak ada salahnya kita memberikan buah tangan untuk berbagi kegembiraan pasca traveling. Tapi kalau yang minta oleh-oleh jumlahnya satu kampung, wah bisa-bisa anggaran wisata habis untuk oleh-oleh saja. Apalagi kalau ada yang titip macam-macam dan akhirnya bikin bagasi overload. Ujung-ujungnya, lagi-lagi anggaran wisata pun terkuras. Sedih kan?
       
      Nah, bagi yang ingin menghindari dititipi oleh-oleh saat jalan-jalan, simak beberapa tips berikut ini. Secara garis besar, saya bagi tips ini dalam 2 versi: versi halus dan versi hardcore. Mari mulai dari versi halus lebih dulu.
       
      1. Nggak Tega Nolak Kalau Dimintai Oleh-Oleh? Pergi Diam-Diam Saja!
       

      Jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, via gofeminin 
       
      Kadang kita nggak tega untuk menolak saat dititipi oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Mau bilang secara langsung, takut menyinggung perasaan orang lain maupun dianggap sombong. Jika kalian mengalami dilema seperti itu, solusi pertama yang bisa dicoba adalah: jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, dan berangkatlah secara diam-diam. Teorinya, makin sedikit yang tahu kalian akan pergi wisata, maka makin kecil kemungkinan akan ditodong untuk memberikan oleh-oleh. Betul?
       
      2.  Hentikan Sementara Waktu Aktifitas Eksis di Media Sosial.
       

      Eksis di medsos, via wikimedia commons 
       
      Di era internet sekarang ini, rasanya nggak gaul kalau kita nggak check-in saat tengah berada di suatu tempat. Minimal, share foto-foto waktu traveling itu wajib hukumnya sebagai bukti absensi di sebuah lokasi wisata. Namun, ingat juga resiko dari eksis di medsos. Semakin banyak teman yang tahu, jangan bingung kalau tiba-tiba banyak yang nitip oleh-oleh ya. Upload foto di medsos bisa dilakukan saat kita pulang wisata kok, jadi untuk sementara tahan dulu keinginan untuk narsis dan eksis.
       
      3. Berhenti Menggunakan Telepon, Cek Email, dan Media Sosial
       
      Salah satu inti dari perjalanan wisata adalah untuk mengenal tempat baru dan menikmatinya semaksimal mungkin. Jika kalian terus menerus terhubung dengan telepon dan internet, jangan bingung jika kalian nggak bisa fokus dengan acara liburan dan malah disibukkan dengan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Bukan berarti kalian nggak boleh membawa handphone maupun terhubung dengan internet ya, hanya saja batasi intensitasnya seminimal mungkin.
       
      4. Negosiasi Itu Penting, Termasuk Negosiasi Soal Oleh-Oleh.
       
      Bagaimana jika teman terlanjur tahu kalian akan pergi berwisata? Jika kalian nggak cukup tega untuk betul-betul bilang say no to oleh-oleh padahal budget wisata terbatas, coba deh negosiasi dengan teman tersebut. Misalnya, kalian bersedia mencarikan barang yang diinginkan asalkan teman tersebut mau menitipkan sejumlah uang untuk membeli barang itu. Ingat, tetaplah jangan memaksakan diri ya! Jika waktu dan kondisi nggak memungkinkan, mau nggak mau kalian harus tega menolak permintaan tersebut. Namun, biasanya sih banyak yang langsung mundur teratur jika dimintai untuk menitipkan uang pembelian oleh-oleh, hehe.
       
      5. Berhenti Menanyakan Mau Oleh-Oleh Apa?
       
      Kadang, permintaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya berjibun disebabkan oleh blunder diri kita sendiri, yang biasanya diawali dari pertanyaan mau oleh-oleh apa kalau [isi dengan nama kalian] pergi ke [isi dengan nama tempat]? Jadi, salah satu tips untuk menghindari dititipi oleh-oleh adalah, dengan berhenti mengatakan kalimat tersebut.
       
      Dan ini versi hardcore-nya. Maksud dari hardcore ini adalah menolak dengan tegas maupun menyampaikan keberatan jika dititipi oleh-oleh, dan bukannya menghindar secara diam-diam seperti pada versi lunak.
       
      1.  Biasa Ngomong Blak-Blakan? Bisa Dong Bilang Tidak Untuk Permintaan Oleh-Oleh yang Nggak Masuk Akal.
       

      Say “no†untuk oleh-oleh yang aneh-aneh!, via flightsandfrustration 
       
      Kadang ada saja permintaan oleh-oleh yang membuat kita pusing untuk mencarinya. Bagi mereka yang nggak enak untuk menolak, bisa jadi akan mati-matian berusaha mencarikan oleh-oleh yang diinginkan oleh teman tersebut. Namun sebetulnya masalah bisa selesai jika kalian tegas menolak permintaan oleh-oleh yang nggak wajar. Asal dilakukan dengan bahasa yang tepat, nggak perlu khawatir akan menyinggung perasaan mereka kok.
       
      2. Kadang, Membatasi Jenis Oleh-Oleh yang Akan dibeli Jadi Solusi Enak Untuk Semua.
       

      Souvenir murah, via stuckattheairport 
       
      Untuk menghindari habisnya anggaran wisata untuk pembelian oleh-oleh dan juga untuk menghindari habisnya waktu untuk mencari request oleh-oleh, coba deh tegaskan jenis oleh-oleh apa yang HANYA akan kalian beli. Misalnya saja, kartu pos maupun gantungan kunci. Dengan menegaskan pilihan oleh-oleh yang akan kalian beli, kalian akan terhindar dari kewajiban menjadi tas untuk si anu, kaos untuk si itu, kue untuk si dia, dan lain sebagainya; yang akan membuat koper menggelembung dan overload. Jadi, teman maupun kerabat tetap akan mendapat oleh-oleh, hanya saja kalian yang menentukan sendiri jenis oleh-oleh tersebut.
       
      3. Last but Not Least, Tegas Sama Kuota Maksimum itu Hukumnya Wajib!
       

      Souvenir imut dari Jepang, via grrrltraveler 
       
      Maksud dari kuota maksimum disini adalah, batasi berapa batas maksimal oleh-oleh yang akan dibeli untuk si A dan si B, baik dari segi kuantitas maupun harga. Dan batasi juga kuota maksimum anggaran wisata untuk membeli oleh-oleh. Trik ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran pengeluaran oleh-oleh, dan juga membatasi jumlah oleh-oleh yang akan dibeli. Setiap kali ada yang nitip oleh-oleh, jelaskan dulu masalah kuota maksimum ini sehingga mereka bisa memahami jika kita menolak permintaan oleh-oleh dari mereka.
       
      Kunci dari menyiasati kewajiban untuk memberikan oleh-oleh saat traveling adalah ketegasan, dan juga perasaan tega. Kalian mungkin juga akan menghadapi pandangan sinis dan anggapan jika kalian sombong maupun pelit karena nggak mau membelikan oleh-oleh. Karenanya, sebisa mungkin tetap gunakan bahasa yang enak dan mudah dipahami saat menjelaskan dengan baik tentang kondisi anggaran wisata maupun padatnya itinerary sehingga terpaksa menolak permintaan oleh-oleh. 
    • By vie asano

       
      Pada thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/15200-wah-ternyata-negara-negara-tujuan-wisata-populer-ini-tidak-familiar-dengan-bahasa-inggris/ saya sudah menulis tentang beberapa negara yang akan mengubah cara pandang kita terhadap bahasa Inggris. Ternyata, walau bahasa Inggris merupakan bahasa internasional, dan bahkan tak sedikit orang yang pede mengatakan jika hanya diperlukan bahasa Inggris untuk bisa menaklukkan semua tempat di seluruh dunia, pada kenyataannya bahasa Inggris hanya digunakan oleh 1/3 penduduk di planet Bumi ini. Itu berarti mayoritas orang tidak terlalu familiar atau bahkan tidak mengenal bahasa Inggris. Bagi wisatawan yang hobi melancong ke berbagai tempat, fakta di atas juga berarti besar kemungkinan akan terkena kendala bahasa saat akan berwisata ke negara lain. Khususnya jika wisatawan tersebut hanya menguasai bahasa Inggris saja sebagai bahasa asingnya.
       
      Tenang, tak perlu jadi takut untuk pergi kemana-mana. Kendala bahasa saat pergi ke negara lain memanglah sesuatu yang sulit untuk dihindari. Namun, bukan berarti tak ada cara untuk mengatasi hal tersebut. Minimal untuk mengakali agar kita nggak kesulitan untuk bertanya arah saat tersesat, maupun saat meminta pertolongan. Berikut ini beberapa tips jitu untuk mengatasi faktor kendala bahasa saat berwisata.
       
      1. Menguasai beberapa kata dasar dalam bahasa setempat
       
      Bagaimanapun, saat kita berwisata ke negara lain, salah satu cara jitu untuk mengatasi kendala bahasa tentu saja adalah dengan mempelajari bahasa nasional di negara tujuan. Jika akan pergi ke Jepang, ya belajarlah bahasa Jepang. Begitu juga jika ingin pergi ke Thailand, setidaknya usahakan untuk belajar bahasa Thailand. Namun, seandainya nggak sempat untuk mengambil kursus bahasa, atau waktu wisata terlalu singkat, setidaknya sempatkan diri untuk mencari tahu bahasa lokal dari kata-kata dasar yang mungkin saja akan kalian perlukan di tempat tujuan nanti. Berikut ini beberapa kata/kalimat sederhana yang bermanfaat untuk mengatasi kendala bahasa, silahkan dicari sendiri seperti apa bunyinya dalam bahasa negara tujuan wisata kalian.
       
      -Nama saya _____________________
      -Apa Anda dapat bicara dalam bahasa Inggris?
      -Terima kasih.
      -Tolong.
      -Maaf.
      -Maaf, saya perlu bantuan.
      -Tolong bicara pelan-pelan.
      -Dimana saya bisa menemukan bus/taksi?
      -Dimana saya bisa menemukan stasiun?
      -Dimana kantor polisi?
      -Berapa harganya?
      -Saya dari Indonesia.
      -Saya tersesat.
      -Saya lapar/tidak lapar.
      -Saya haus/tidak haus.
       
      Tambahan untuk wisatawan muslim.
      -Apakah ini mengandung alkohol?
      -Apakah ini mengandung daging babi?
      -Saya tidak bisa makan babi atau alkohol.
      -Dimana saya bisa menemukan restoran halal?
       
      Saran saya, jika tak pede untuk mengucapkan kata-kata di atas dalam bahasa lokal, teman-teman bisa mencoba mem-print kalimat-kalimat tersebut dan tunjukkan kalimat mana yang ingin kalian ucapkan pada lawan bicara saat memerlukan sesuatu.
       
      Alternatif lainnya, coba deh usahakan membeli buku percakapan untuk wisatawan dalam bahasa negara yang dituju (lebih baik lagi jika buku tersebut dilengkapi dengan huruf asli dari bahasa tersebut). Buku-buku seperti itu biasanya memiliki banyak contoh percakapan untuk berbagai situasi. Untuk keadaan darurat, teman-teman bisa mencari kalimat yang paling cocok dengan situasi yang dihadapi dan tinggal tunjukkan saja pada lawan bicara.
       
      2. Mengukur kemampuan berbahasa Inggris lawan bicara
       
      Jika seandainya karena satu dan lain hal teman-teman tetap ingin menggunakan bahasa Inggris, minimal coba deh ukur kemampuan berbahasa Inggris lawan bicara. Walau tidak semua orang dapat berbahasa Inggris, biasanya selalu saja ada satu atau dua orang yang mengerti beberapa patah kata dalam bahasa Inggris. Semakin nol kemampuan berbahasa Inggris lawan bicara, maka bicaralah dengan semakin lambat, jelas, dan gunakan kalimat yang pendek dan umum untuk dimengerti.
       
      Misalnya, alih-alih mengucapkan my bag is stolen and I need to find a police, akan lebih mudah dimengerti jika teman-teman mengatakan police saja. Dikombinasikan dengan bahasa tubuh, teman-teman bisa berharap lawan bicara akan mengerti maksud kalian.
       
      3. Jika sudah kepepet benar.
       
      Jangan ragu untuk menggunakan berbagai software penerjemah bahasa yang bisa diunduh di smartphone. Teman-teman bisa melihat daftar aplikasi apa saja yang dibutuhkan oleh wisatawan dalam thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/14383-inilah-aneka-aplikasi-penting-untuk-traveler/
      Atau, kalian bisa masuk ke berbagai situs web populer yang berkaitan dengan traveling dan menanyakan hal-hal yang ingin kalian tanyakan di forum tersebut. Kalian bisa juga mencari member yang merupakan penduduk lokal di forum itu (tentunya lebih baik jika dia dapat berbahasa Inggris) yang dapat membantu masalah kalian (misalnya, seputar menanyakan restoran di suatu kota maupun menanyakan tentang petunjuk arah, sehingga meminimalkan potensi untuk bertanya pada random orang di jalanan).
       
      Oya, walau dari tadi saya mengemukakan aneka tips untuk mengatasi kendala bahasa bagi wisatawan yang hanya bermodalkan bahasa Inggris, bukan berarti saya mengatakan jika bahasa Inggris itu tidak penting ya. Walau pada kenyataannya 2/3 penduduk di Planet Bumi ini tidak terlalu familiar dengan bahasa Inggris, masih banyak kegunaan lain dari bahasa ini bagi wisatawan:
      -Bahasa Inggris rata-rata diterima di berbagai bandara, hotel, dan pusat informasi wisata.
      -Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan oleh backpacker. Jadi, dengan menguasai bahasa Inggris, setiap kali kalian bepergian ke tempat lain, selalu ada kemungkinan menemukan wisatawan lain yang juga berbahasa Inggris.
      -Tambahan lainnya, mengenal bahasa Inggris akan membantu kita meminimalkan kemungkinan terkena masalah yang tidak diharapkan. Masih ingat dengan kasus wisatawan yang tertipu saat membeli produk elektronik di Lucky Square, Singapura?
       
      Jadi, tetaplah pede sekalipun kalian hanya menguasai bahasa Inggris ya!
       
      Lalu bagaimana jika bahasa Inggris kita pun pas-pasan, alias hanya bermodalkan bahasa Indonesia saja? Tak perlu kecil hati. Kalian tetap bisa berpetualang ke negara lain dengan bermodalkan bahasa yang paling alami, yaitu bahasa tubuh. Setiap kali kalian membutuhkan bantuan dari penduduk lokal, gunakan gesture tubuh yang sopan dan jangan sungkan untuk menunjuk maupun memperagakan maksud kalian. Jangan lupa juga untuk selalu berbekal buku notes dan pulpen. Siapa tahu akan kalian perlukan untuk menggambarkan maksud pertanyaan kalian.
       
      Semoga informasinya bermanfaat!
       
      *** 
    • By vie asano
      Dari sekian banyak tahapan persiapan yang harus dilakukan sebelum kita pergi berwisata, mungkin salah satu yang paling njelimet, paling ribet, dan paling menyebalkan untuk dilakukan, adalah berkemas alias packing. Terkadang, saking ribetnya dalam memilih dan memilah barang apa saja yang harus dibawa, urusan packing ini bisa menghabiskan waktu hingga berhari-hari dan menguras tenaga hingga air mata, khususnya jika setelah melalui serangkaian proses packing yang melelahkan, eh ternyata ada saja barang penting yang tertinggal.
      Ada banyak tips mengenai packing yang tersebar di internet. Ada yang berfokus tentang teknik dan tips untuk packing yang lebih ringan, ada yang berbagi tips seputar barang yang harus dibawa, tips packing untuk family trip (yang pernah saya bagikan juga disini: Packing Tips for Family Trip (1), dan Packing Tips for Family Trip (2)), dan banyak lagi. Saya sendiri pernah membuat thread bertema packing yang berfokus tentang tips untuk packing yang lebih ringan dan praktis, yang bisa dibaca disini: Tips dan Trick Packing Lebih Ringan dan Praktis Untuk Traveling. Nah, kali ini saya ingin fokus berbagi tips seputar menyeleksi pakaian yang harus dibawa saat wisata.
      Pakaian merupakan salah satu hal yang paling esensial untuk dibawa saat berwisata, dan juga menjadi item yang paling bikin ribet saat packing. Apalagi jika teman-teman termasuk doyan berganti-ganti gaya, bisa jadi menyeleksi pakaian yang akan dibawa untuk traveling akan jauh lebih ribet dibanding memilih pacar (ada nggak sih yang kayak begitu? Haha..). Namun berikut ini ada beberapa tips yang diharapkan dapat membantu menyeleksi item pakaian apa saja yang sebaiknya dibawa dalam sebuah perjalanan wisata. Daftarnya kira-kira sebagai berikut:
      - Pilih 2-3 warna baju dan minimal 1 warna gelap (coklat atau hitam) sehingga bisa di mix dan match dengan mudah. Untuk wanita, bisa juga dengan membawa sebuah dress/mini dress berwarna gelap yang mudah dipadupadankan dengan pakaian berwarna lain. Untuk variasi tampilan, alih-alih membawa baju dalam jumlah yang lebih banyak, lebih baik membawa beberapa aksesoris untuk di mix and match dengan beberapa baju.
       

       
      Foto 02:
      Pakaian berwarna gelap mudah dipadupadankan dengan pakaian berwarna lain maupun dengan bermacam aksesoris [foto: SUMBER]
       
      - Supaya barang bawaan lebih ringan, sebisa mungkin kurangi membawa pakaian berbahan kaos. Sebagai gantinya, pilih pakaian yang menggunakan bahan sintetik lebih baik lagi jika anti kusut- yang lebih ringan. Pilih juga pakaian dengan bahan yang ringan dan mudah kering, dan jika memungkinkan, pakaian yang saat basah pun tidak akan terlalu berat.
      - Pertimbangkan untuk membawa kain sarung maupun kain pantai setidaknya 1 pcs. Kain sarung bisa sangat multifungsi lho. Dia bisa dijadikan handuk pantai, rok, selimut cadangan, alas tempat duduk, dan banyak kegunaan lainnya. Bagian yang paling menarik, karena kain sarung mudah dicuci dan cepat kering.
      - Untuk sepatu, hindari membawa sepatu berhak tinggi seperti stilleto, kecuali jika kalian memang punya rencana menghadiri sebuah acara yang formal. Sebaiknya, pilih sepatu yang netral yang dapat digunakan untuk berbagai kesempatan (santai-semi formal), dan sebuah sepatu/alas kaki untuk acara yang betul-betul santai.
      - Kalian suka mengenakan jeans? Kalau begitu, bawa saja! Hanya, karena jeans memiliki bobot yang cukup berat, cepat bau, dan sulit kering saat dicuci, batasi hanya membawa 1 jeans saja untuk packing yang lebih ringan.
      - Kemanapun destinasi wisata kalian (pantai, gunung, kota, dan sebagainya), pertimbangkan untuk membawa scarf minimal 1. Scarf juga multifungsi lho. Scarf bisa digunakan untuk memberikan aksen pada pakaian traveling, terutama jika kalian sedikit membawa baju untuk pergi. Scarf juga bisa dijadikan bantal untuk tidur, sedikit memberikan kehangatan saat cuaca dingin, dan banyak fungsi lainnya dari scarf.
      - Seorang travel blogger pernah berbagi sebuah tips untuk menyeleksi pakaian yang harus dibawa saat traveling. Jejerkan semua pakaian yang ingin kalian bawa, dan buang setengahnya! Kecuali untuk pakaian dalam, kalian bisa membawa sedikit lebih banyak dari yang dibutuhkan.
      - Pilih baju yang bisa digunakan untuk beberapa kesempatan sekaligus. Misalnya, celana panjang yang bisa dijadikan celana pendek, gaun one-shouldered yang bisa dijadikan halter dress hingga strapless dress, serta pakaian yang bisa dikenakan dalam berbagai kesempatan seperti cuaca dingin dan hangat maupun siang dan malam, dan sejenisnya.
      - Daripada membawa mantel atau jaket tebal, sebaiknya pilih pakaian yang bisa dikenakan secara berlapis-lapis untuk mengurangi rasa dingin dan juga agar tetap tampil modis saat berwisata. Misalnya saja, kombinasi antara kaos tanpa lengan, ditambah dengan kaos lengan panjang, dan sebuah outer tipis, akan terlihat jauh lebih modis dibanding mengenakan sebuah jaket tebal; dan tentunya juga lebih ringan. Untuk inspirasi pakaian berlayer, fashion ala Jepang dan Korea bisa menjadi sebuah sumber inspirasi yang bagus.
      -Jika kalian bepergian dalam waktu yang pendek, bawa pakaian lama kalian (termasuk pakaian dalam), terutama pakaian yang sudah lama ingin kalian singkirkan dari lemari, dan buang setelah digunakan. Selain dapat mengurangi isi dalam tas setelah pulang bepergian (yang biasanya akan penuh dengan oleh-oleh), hitung-hitung kalian membersihkan koleksi pakaian lama yang karena satu dan lain hal belum sempat disingkirkan dari lemari.
      - Sebuah tips untuk menyeleksi pakaian yang akan dikenakan, adalah dengan mempertimbangkan ke-6 poin ini: kualitas, bahan yang mudah berkerut/tidak, ketebalan, transparansi, berat, dan tekstur. Idealnya, pakaian yang dipilih adalah yang tidak mudah berkerut, ringan, tidak menghabiskan banyak tempat, dan mudah dipadupadankan. Pertimbangkan juga masalah budaya dan tradisi tempat yang akan dikunjungi, serta cuaca setempat, untuk membantu teman-teman dalam memilih pakaian yang tepat untuk dibawa.
      - Berapa lama pun durasi wisata kalian, berkemaslah maksimal untuk 7 hari traveling. Jadi, sekalipun teman-teman berwisata dalam waktu 7 hari maupun 3 bulan, tetap berkemaslah dengan mempertimbangkan durasi maksimal wisata untuk 7 hari saja.
      - Dan, inilah tips terakhir. Jika kalian termasuk kerap bepergian secara rutin, ada baiknya menyiapkan satu tas khusus yang sudah berisi baju dan keperluan traveling lainnya sehingga teman-teman tak perlu lagi repot-repot menyeleksi pakaian setiap kali akan berwisata.
       
      Kira-kira ada yang mau menambahkan? Yuk, bagi-bagi tipsnya dong..
       
       
    • By vie asano
      Saya pernah menulis dalam thread
      bahwa salah satu mitos yang kerap menghampiri wisatawan adalah mitos tentang bahasa Inggris. Ada sebuah kepercayaan (dan memang sejak dari masa sekolah kita selalu diajarkan untuk percaya) jika bahasa Inggris adalah bahasa Internasional yang bisa diterima dimanapun. Karenanya, yang paling penting itu belajar bahasa Inggris. Belajar bahasa lain itu nggak penting-penting amat, karena cukup dengan menguasai bahasa Inggris kalian bisa pergi kemanapun dan diterima dimanapun.
       
      Well, faktanya, tahukah teman-teman jika di Planet Bumi ini bahasa Inggris hanya digunakan oleh kira-kira 1,8 milyar orang saja, yang berarti kira-kira hanya digunakan oleh 1/3 populasi manusia. Itu berarti 2/3 nya tidak mengerti bahasa Inggris dan tentu saja itu jumlah yang cukup banyak. Tak percaya?
       

       
      Foto 01:
      Gambar peta dunia negara yang menggunakan bahasa Inggris. Warna biru tua menggambarkan negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi, dan warna biru muda menggambarkan negara dimana bahasa Inggris jadi bahasa resmi namun bukan bahasa utama [foto: Shardz/wikimedia]
       

       
      Foto 02:
      Peta penyebaran jumlah pengguna bahasa Inggris dalam berbagai negara. Warna hijau tua menggambarkan 80-100% dan secara bertahap gradasi menuju hijau muda menunjukkan prosentase jumlah pengguna 60-80%, 40-60%, 20-40%, dan warna hijau paling muda 0-20% [foto: Wikipedia]
       
      Nah, bagi yang masih belum percaya jika bahasa Inggris tidak seinternasional yang dibayangkan, yuk mari mengintip beberapa negara berikut yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa nasionalnya, dan malahan tidak terlalu familiar dengan bahasa Inggris. Namun uniknya, negara-negara berikut termasuk populer sebagai negara tujuan wisata. Berikut daftarnya.
       
      Indonesia
       
      Saya akan mulai dari negara kita tercinta terlebih dulu. Sebagai negara yang memiliki Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa Inggris memang tidak digunakan secara luas disini. Sekalipun dewasa ini pelajaran Bahasa Inggris sudah mulai diberikan sejak usia Sekolah Dasar (dan bahkan sejak pra-sekolah), tetap saja akan sulit menemukan orang yang dapat berbahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, khususnya jika melancong ke daerah yang jauh dari pusat keramaian dan juga bukan di pusat kota besar. Pengecualian jika kalian pergi ke daerah wisata populer seperti Bali yang memang kebanyakan penduduknya (yang hidup dari pariwisata) menguasai beberapa bahasa sekaligus. Walau begitu, siapa yang bisa menyangkal jika Indonesia memang memiliki segudang obyek wisata menarik yang terus saja mengundang wisatawan asing untuk datang kemari.
       

       
      Foto 03:
      Pantai Dreamland, Bali [foto: Krismartin/wikimedia]
       
      Jepang
       
      Saat pertama mendengar jika Jepang merupakan negara yang tidak familiar dengan bahasa Inggris, saya sempat tak percaya. Masa iya negara semodern dan juga salah satu negara termaju di dunia ini nggak familiar dengan bahasa Inggris? Pada kenyataannya memang demikian. Orang Jepang, walau rata-rata akan dengan senang hati membantu wisatawan yang membutuhkan bantuan, mayoritas tidak menguasai bahasa Inggris (dan bahkan menghindar jika ditanya dalam bahasa Inggris). Yang semakin membuat wisatawan kesulitan, adalah karena Jepang memiliki bahasa nasional dan juga huruf tradisional yang khas (yaitu hiragana, katakana, kanji). Untungnya dewasa ini beberapa petunjuk jalan maupun informasi publik sudah dilengkapi dengan bahasa Inggris, sehingga wisatawan yang hanya bermodalkan bahasa Inggris nggak akan terlalu buta arah saat berwisata ke Jepang.
       

       
      Foto 04:
      Gunung Fuji di Jepang [foto: Midori/wikimedia]
       
      Thailand
       
      Thailand juga termasuk salah satu surga wisata di dunia. Seorang blogger traveling bahkan pernah mengatakan, Coba kalian pejamkan mata dan membayangkan tentang surga. Siapa tahu yang kalian bayangkan adalah Thailand, untuk menggambarkan betapa indahnya negara Thailand. Namun, walau di pusat kota dan di berbagai hotel bahasa Inggris cukup bisa diterima, lain halnya jika berwisata ke daerah pinggiran dimana penduduk lokalnya rata-rata tidak menguasai bahasa Inggris. Yang lebih mantap, adalah karena harga untuk turis dan penduduk lokal dibuat berbeda, dimana harga untuk penduduk lokal ditulis dalam bahasa Thai, sementara warga asing biasanya mendapat harga yang lebih mahal.
       

       
      Foto 05:
      Maya Beach, Thailand [foto: Diego Delso/wikimedia]
       
      Vietnam
       
      Vietnam juga termasuk salah satu negara populer untuk wisata yang tidak terlalu familiar dengan bahasa Inggris. Di pusat informasi wisata, mungkin ada beberapa yang bisa menguasai sedikit bahasa Inggris. Namun diluar itu, khususnya di daerah pinggiran, akan sangat jarang menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris.
       

       
      Foto 06:
      Lanskap Tam Coc, Vietnam [foto: [Tycho], http://shansov.net/wikimedia]
       
      Cina (kecuali Hong Kong dan Macau)
       
      Sudah jadi rahasia umum jika penduduk Cina (kecuali Hong Kong dan Macau yang memang rata-rata fasih berbahasa Inggris) rata-rata tidak menguasai bahasa Inggris. Bahkan di kota-kota besar seperti Tibet, Yunnan, dan Xian, bahasa Inggris kurang familiar disana (dan bagian yang paling menyulitkan adalah karena bahasa Cina ditulis dalam huruf Cina yang sulit dibaca oleh orang asing!). Namun bukan tak mungkin kalian akan menemukan orang yang dapat berbahasa Inggris 1-2 patah kata jika berwisata ke kota besar, walaupun tetap saja jangan berharap lebih jika berwisata ke daerah pinggiran.
       

       
      Foto 07:
      Air terjun Jiulong di Yunnan, Cina [foto: Zhangmoon618/wikimedia]
       
      Eropa
       
      Eropa termasuk salah satu destinasi wisata populer, khususnya bagi yang mencari wisata romantis seperti pengantin baru yang sedang berbulan madu. Namun ternyata sebagian negara di Eropa memiliki bahasa masing-masing dan ada juga yang tidak terlalu familiar dengan bahasa Inggris, terutama di wilayah Eropa Barat seperti Rusia dan Prancis. Di beberapa negara, bahasa yang lebih familiar digunakan antara lain bahasa Prancis, Jerman, maupun Spanyol. Namun tak perlu khawatir karena kalian masih akan cukup mudah menemukan mereka yang dapat berbahasa Inggris di wilayah Eropa barat (terutama karena orang-orang di wilayah tersebut masih mau berusaha untuk bicara dalam bahasa Inggris sekalipun mereka tidak terlalu bisa).
       
      Itu baru sebagian negara populer saja yang saya sebut disini. Mungkin teman-teman ada yang mau menambahkan daftar negara tujuan wisata populer yang kurang familiar dengan bahasa Inggris? Namun, walau banyak negara kurang familiar dengan bahasa Inggris, jangan takut untuk pergi berwisata ke negara-negara tersebut. Masih banyak kok tips dan trik untuk mengatasi halangan bahasa, yang kapan-kapan akan saya tulis dalam kesempatan terpisah.
       
      ***
       
      *Foto-foto, kecuali foto 01 dan 02, diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
       
       
    • By vie asano
      Menurut Rick Steves, seorang travel blogger, ukuran seberapa baik seorang traveler itu bisa dilihat dari seberapa ringan barang bawaan yang dia bawa saat berwisata. Katanya, kalian tak dapat bepergian dengan berat, bahagia, dan murah. Pilih 2 diantaranya.
      Pendapat tersebut ada benarnya. Packing, atau berkemas, merupakan sebuah hal paling esensial yang pasti akan dilakukan oleh semua wisatawan. Namun packing lebih dari sekedar membawa barang-barang yang diperlukan untuk sebuah perjalanan wisata dalam satu tas, karena packing juga merupakan sebuah seni; seni untuk mengatur semua barang yang dibawa agar dapat muat ke dalam tas/koper, seni untuk menyusun daftar barang-barang yang diperlukan, dan pastinya, seni untuk menyiasati agar kita bisa membawa barang yang kita perlukan namun tanpa membuat tas terlalu penuh sesak dan kelebihan muatan. Intinya, packing merupakan salah satu seni dalam traveling; dan akui saja, traveler yang sudah sering bepergian pun belum tentu menguasai seni packing agar barang bawaan tetap memiliki berat yang minimal, namun isinya maksimal.
      Untuk tulisan kali ini, saya ingin berbagi tips packing agar traveler bisa bepergian dengan ringan. Sebetulnya sudah banyak tips sejenis di forum Jalan2 (dan saya juga pernah berbagi informasi tentang Traveling Tips for Family Trips yang bisa dibaca disini: Packing Tips for Family Trip 1 dan Packing Tips for Family Trips 2), namun kali ini saya akan fokus membahas tips untuk mengakali barang bawaan agar kita bisa bepergian dengan ringkas dan ringan. Mudah-mudahan ada beberapa poin yang bisa membantu memberikan ilham bagi Jalan2ers yang masih kerap pusing tentang urusan packing saat berwisata.
       
      1. Kunci pertama agar kita bisa bepergian dengan ringan tanpa harus ribet karena terlalu banyak membawa barang bawaan, adalah dengan menentukan batas maksimal barang yang kita bawa. Rick Steves menyarankan untuk membatasi ukuran koper yang akan kita bawa, yaitu maksimal ukuran 9 x 22 x 14 (yang bisa dibawa ke kabin); sementara tak sedikit juga yang menyarankan tips yang lebih ekstrim, yaitu cukup dengan membawa tas punggung saja. Dengan membawa koper atau tas yang berukuran kecil, kita akan dituntut untuk kreatif dan selektif terhadap barang bawaan, dan keuntungan lainnya, kita bisa bepergian dengan ringkas tanpa perlu repot membawa tas berukuran besar dan tak perlu khawatir akan kelebihan muatan.
      Lha, kalau membawa tas yang terlalu kecil, barang-barang akan muat nggak ya? Nah, disinilah pentingnya mengetahui tips untuk mengemas barang. Salah satu cara terjitu agar sebuah tas bisa memuat barang lebih banyak, adalah dengan menggulung semua baju yang akan dibawa dan bukannya menyusunnya dengan cara dilipat/ditumpuk. Menggulung baju akan membuat baju menjadi lebih ringkas dan padat dan akhirnya menghemat ruang di dalam tas.
       

       
      Foto 02:
      Dengan membatasi ukuran tas dan jumlah tas yang akan dibawa, kita nggak perlu membawa terlalu banyak tas yang akhirnya malah akan menyulitkan saat berwisata [foto: SUMBER]
       
      2. Selektif dalam memilih barang bawaan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yang paling mudah adalah dengan membuat daftar packing list barang-barang yang akan dibawa. Adapun cara lainnya adalah dengan menggelar semua barang yang akan dibawa di atas karpet, dan pegang satu persatu sambil berpikir kalau saya nggak bawa ini, bakal repot nggak ya dan bukannya kira-kira ini akan terpakai atau tidak. Pemikiran tentang seberapa penting nilai sebuah barang otomatis akan membuat kita jadi lebih selektif dalam memilih barang yang akan dibawa.
      3. Jangan ragu untuk mencuci baju selama di perjalanan. Dengan mencuci dan menyetrika baju selama berwisata, kalian tak perlu membawa banyak baju yang hanya akan memenuhi tas/koper saja. Malas mencuci? Cari saja laundry kiloan, atau mesin laundry di kota tujuan wisata kalian. Gampang kan?
      4. Jeli dalam memilih pakaian yang akan dibawa. Pilih pakaian dengan bahan yang ringan dan bisa dipakai untuk beberapa kesempatan. Misalnya saja celana panjang dengan resleting yang bisa diubah menjadi celana pendek, sehingga kalian tak perlu membawa celana pendek tambahan. Atau bisa juga membawa jaket yang bisa dimanfaatkan menjadi bantal/guling. Tips lainnya, jika bepergian ke daerah yang dingin, alih-alih membawa mantel tebal yang akan memenuhi isi koper, lebih baik mengenakan beberapa layer pakaian untuk menghangatkan badan. Tips menyeleksi pakaian ini sebetulnya ada beberapa macam, mungkin kapan-kapan akan saya ulas secara khusus dalam kesempatan lain.
      5. Jangan terlalu memikirkan skenario terburuk. Kecuali kalian bepergian ke daerah pedalaman, saat ini beberapa barang esensial mudah didapat dimana saja. Misalnya, pembalut (untuk wanita), pencukur jenggot, sabun mandi, krim muka, dan sebagainya. Jadi kalian tak perlu berubah menjadi mini market dengan membawa semua peralatan yang mungkin akan dibutuhkan nanti, karena itu hanya akan membuat tas menjadi penuh (dan tentu saja berat).
      6. Memanfaatkan kantong kemas, compression bags, ziplock bags, dan sejenisnya. Dewasa ini sudah banyak dijual plastik khusus untuk berkemas yang bisa di vakum, sehingga barang bawaan kita akan lebih ringkas, tidak berceceran, dan pastinya lebih ringan dan lebih muat banyak di dalam tas. Keuntungan lainnya, compression bags ini juga kedap air sehingga dapat melindungi barang-barang bawaan jika teman-teman akan menjelajah tempat dengan cuaca yang ekstrim. Atau, teman-teman bisa menggunakan packing cube untuk mengorganisir barang bawaan sehingga bisa memaksimalkan ruang dalam tas.
       

       
      Foto 04:
      Contoh compression bag [foto: SUMBER]
      7. Membawa toiletries dalam kemasan yang mini. Mungkin ini tips standar yang pastinya sudah banyak diketahui oleh wisatawan, namun tak ada salahnya saya tuliskan lagi disini. Ya, membawa toiletries dalam kemasan yang mini maupun kemasan travel sangat bermanfaat untuk meminimalkan bobot barang bawaan yang akan kita bawa.
       
      Kira-kira ada tambahan tips lainnya kah? Feel free to share!