Sign in to follow this  
mone

Itinerary Mainstream South Korea (Seoul) & Discussion All About South Korea

20 posts in this topic

Hallo semua'y,

Salam kenal dan juga ketemu lagi, pasti ada beberapa orang yang masih menunggu kelanjutan FR Korea dan Jepang yakh...

xixixixixixixixixixixi...

Ada request dari momod @deffa ini tentang itinerary 5 hari di korea selatan terutama seoul.

Hari Pertama:

-> Mapo-gu, Visit YG Entertainment, Star Empire Entertainment

-> Yeoido Hangang Park, Visit KBS, SBS

-> Hongdae Street Wisata kuliner

 

Hari Kedua:

-> Nami Island 

-> Petite France

-> Morning Calm

 

Hari Ketiga:

-> Cheongdokgung Palace

-> Bukchon Hanok Village

-> Blue House

-> Gyeongbokgung Palace

-> Gwanghwamun Square

-> Cheong gye cheon Stream

-> Dongdaemun Market

 

Hari Keempat:

-> Cheongdamdong, Visit JYP Entertainment, SM Entertainment, Cube Entertainment, FNC Entertainment

-> Gangnam, Visit kafe selebritis korea

-> Coex Mall

 

Hari Kelima:

-> Dongdaemun Market

-> Myeongdong Market

-> N Seoul Tower

-> Itaewon

 

Nah gw rasa itu cukup sich, dari itinerary yang di atas gw cuma belum pernah mengunjungi yang hari kedua. Gak tau kenapa gw males ke area itu, apa karena terlalu mainstream yakh. Mungkin nanti pada kunjungan korea yang ketiga. Apabila ada yang ingin bertanya mengenai seoul dan jeju mumpung saya masih ingat dan belum move on dari korea selatan bisa langsung comment d sini yakh.

FYI,

Post ini dibuat tepat tgl 01 Maret 2016 dimana 01 Maret itu Independence Day South Korea atau Korean Movement Day.

 

Salam Pecinta Korea.

Raymond kim:P:P:P

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
7 minutes ago, deffa said:

@mone

ok mon noted hahaha lumayan ada pegangan makasih ye :P 

Yoai mod, kalo ada yang belum jelas bisa ditanyain k gw,

ahahahahaha.

kalo arah gw apal tapi susah buat ngetik mod.

1 minute ago, kyosash said:

wah mantap nih, bisa diskusi drama korea juga donk :D  

Bisa banget mas, apalagi share drama korea terbaru. dan apapun dah tentang korea.

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 2/3/2016 at 11:29 AM, deffa said:

ngetik pake bahasa korea aja mon :P 

Jiahh ntar lw malah bningung mod gw nulis apaan...

Eh tapi kalo bisa baca hangul itu ntar bisa membantu arah loh mod, aplg pas liat d peta atau gps gtu. Terutama pas gw d jeju.

Share this post


Link to post
Share on other sites
15 hours ago, deffa said:

@mone

bisa mon gw ada guru namanya Google Translate bahahaha :P 

Jiahh kalo pake hape korea mah iya aja mod canggih. Gak tau dahh kalo hape Indonesia.

Kmren keren dahh yang gw bilang di hape korea bahasa inggris masa bisa muncul sesuai yang gw bilang d layar dia.

Mungkin kalo di sana SIRI masih bisa berfungsi dengan baik.

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, deffa said:

@mone

ya siri iphone bisa mon udah dicoba seh tapi entah betul gak hahah :P 

Kemaren sich di sana pake hape samsung mod yang punya temen dan bagus. Gak tau dahh kalo i phone.

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Suci Dwi Rahmawati
      Hi,
      info dong, ada yang mau backpacker ke korea october 2018 ini?
      Barangkali bisa travelling bareng
       
      terima kasih infonya^^
    • By deftones12
      DAY 6
      Karena menjadi hari terakhir liburan, agenda hari ini super santai. Biasanya jam 9 udah check out dari hotel, kali ini saya minta driver datang jam 12.
      Tapi jam 9 saya tetap keluar hotel, karena kita gak dapat sarapan gratis di hotel. Saya menyusuri Jalan Petitenget sambil mengagumi kafe-kafe dan butik lucu di kiri-kanan jalan. Oya, buat tambahan informasi, si Dash Hotel Seminyak ini dekat banget sama Deus Ex Machina dan Biku yang suka masuk daftar tempat makan wajib di Seminyak.
      Tapii….tujuan utama saya buat sarapan adalah….Revolver Espresso.
      Jatuh cinta banget sejak pertama kali nyobain kopi di sini waktu liburan tahun lalu. Revolver ini emang termasuk salah satu coffee shop terhits di Bali, simply because kopinya emang enak, IMO. Harga makanan dan minumannya juga masih standar, malah banyak kafe di Jakarta yang lebih mahal. Menu rekomendasi saya sih Silencer, yaitu granola dengan frozen yogurt blueberry atau acai berry dan potongan buah. Segaarrr dan kenyang!


       
      La Joya Biubiu
       
      Sebenarnya agenda utama kita di hari terakhir ini ya di La Joya Biubiu ini. Gak lain dan gak bukan adalah untuk SPA!
      Penasaran aja sih, udah beberapa kali ke Bali tapi belum pernah ngerasain spa cantik macam di majalah-majalah
      La Joya Biubiu sendiri merupakan resort dekat Pantai Balangan. Jadi perjalanan ke sini lumayan jauh dan macet ya, secara aksesnya emang cuma satu jalan doang. Apalagi waktu itu jatuhnya di hari Sabtu, makin banyak lah mobil dan bus wisata yang melewati jalan itu.
      Lokasi La Joya Biubiu lumayan ngajak blusukan sih….tapi view-nya emang keren banget!


      Hanya, yang bikin kita kaget adalah tempat spanya yang lumayan terbuka. Jadi area spa itu ada di dekat kolam renang. Walaupun berada di dalam gazebo tertutup, tapi orang-orang bebas berkeliaran di dekat situ sih, jadi bisa liat kita yang lagi pasrah di atas meja pijat.
      Tapi, overall, spanya oke. Gak sampai mind-blowing, tapi tetap lebih worth it dibandingkan spa di tempat-tempat spa biasa. Apalagi, ternyata rate Balinese message nya juga gak sampai Rp 200.000, sama dengan rate di beberapa hotel bintang 3 di Seminyak. Padahal pemandangan yang ditawarkan itu mahal banget
       
      Pantai Gunung Payung


      Setelah segar dipijat, kita pun beranjak ke tujuan berikutnya, yaitu Pantai Gunung Payung. Pantai ini letaknya tetanggaan sama Pantai Pandawa yang lebih dulu populer. Tapi, karena belum terlalu banyak yang tau soal pantai ini (yang jelas lebih sedikit daripada yang tau soal Pantai Pandawa), jadi suasananya masih sepi dan tenang.
      Tapi mungkin tahun depan bakal lain ceritanya. Karena waktu kita ke sana, udah mulai terlihat pembangunan yang sepertinya proyek hotel atau lapangan golf. Akses ke Pantai Gunung Payung juga terus diperbaiki supaya pengunjung bisa mencapai pantai dengan lebih mudah. Biaya retribusinya sendiri sekitar Rp 13 ribu per wisatawan lokal.
      Agak salah sih mengunjungi pantai ini setelah spa. Karena kita harus turun naik tangga yang jumlahnya lumayan lah bikin ngos-ngosan jadi pegel lagi deh….
      Tapi, gak masalah, karena pemandangan pantainya cantik banget. Kebalikan dengan tempat-tempat wisata lain yang kami kunjungi sebelumnya, di Pantai Gunung Payung ini hampir semua pengunjungnya adalah wisatawan lokal, walaupun jumlahnya gak banyak. Mereka udah ambil posisi untuk santai sambil nunggu sunset.
      Karena tadinya kita sempat berencana rendezvous dengan teman yang lagi di Finn’s Beach Club, kita gak lama-lama di Pantai Gunung Payung. Ternyata rencana itu gagal. Jadi nyesel gak nungguin sunset di pantai
       
      Yah, demikian pengalaman liburan 6 hari saya ke Bali Utara dan Timur kemarin. Semoga bisa menambah rekomendasi tempat-tempat menarik buat yang lagi rencana liburan ke sana yaaa ^^
    • By vie asano
      Saya sudah berbagi sedikit info tentang panduan belanja di Seoul pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?. Untuk melengkapi tulisan tersebut, kali ini saya ingin sharing tips apa saja yang perlu diperhatikan agar momen belanja di Seoul terasa lebih afdol. Tips-tips tersebut saya ringkas dalam beberapa point, kurang lebih berikut isi tips-nya:
      Seputar tempat belanja
      Pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?, di bagian penjelasan tentang Dongdaemun Market, saya menulis jika Dongdaemun Market sebagai pusatnya fashion Korea yang sesungguhnya. Beragam trend fashion terkini awalnya dari Dongdaemun Market, namun bukan berarti disinilah tempat termurah untuk berbelanja fashion. Kenapa? Karena di Seoul, barang yang sama bisa dijual dengan harga yang berbeda tergantung lokasi penjualannya. Kaos seharga puluhan ribu won di daerah Apgujeong Rodeo Street bisa saja dijual seharga ribuan won di area sekitar kampus (seperti Hongdae dan Shinchon), dan bisa lebih murah lagi jika dijual di lapak temporer (berupa kios maupun truk). Dari sini ada beberapa tips yang bisa saya bagikan:
      -Jangan langsung membeli barang pertama yang dilihat, apalagi jika distrik tersebut termasuk kawasan mahal. Usahakan untuk membandingkan dulu dengan barang sejenis di toko yang ada di distrik lainnya.
      -Bagi budget traveller, disarankan untuk memilih toko yang ada di distrik level mahasiswa seperti Sinchon dan Hongdae. Banyak lho toko di sekitar kampus yang menjual barang dengan harga miring karena ketatnya persaingan antar toko.
      -Toko di pasar tradisional biasanya bisa lebih murah lagi. Namun konsekuensinya, dibutuhkan skill menawar yang cukup lihat, dan sayangnya nggak semua pedagang pasar tradisional menguasai bahasa Inggris.
      -Alternatif lainnya, belanjalah di sekitar subway (baik di luar stasiun subway maupun di subway underground shopping mall) karena harganya bisa jauh lebih murah dibanding aneka jenis tempat belanja lainnya.
      -Walau saya sebut Dongdaemun Market belum tentu memberikan harga termurah, nggak ada salahnya mencoba membandingkan 2-3 toko di Dongdaemun sebelum memutuskan untuk membeli sebuah barang karena biasanya harga termurah di area ini tetap saja lebih murah dibanding distrik mahal seperti Gangnam. Tips lainnya, belanja di toko kecil maupun lapak-lapak di Dongdaemun biasanya jauh lebih murah dibanding belanja di toko besar di Dongdaemun.
      Seputar waktu belanja
      Punya rencana untuk melakukan wisata belanja di Seoul? Berikut beberapa bocoran momen terbaik untuk belanja dan mendapatkan harga terbaik:
      -Salah satu waktu terbaik untuk belanja adalah pada akhir musim, atau biasanya di bulan Januari, April, Juli, Oktober, dan Desember (untuk department store). Memang sih Anda akan ketinggalan mode terkini di musim tersebut, namun disisi lain, pada akhir musim biasanya berbagai pusat perbelanjaan besar biasanya menggelar diskon khusus untuk menghabiskan stok barang.
      -Siapa sih yang nggak suka diskon? Bagi wisatawan yang ingin mengincar diskon belanja, periode diskon terpanjang biasanya terjadi sebelum dan sesudah Lunar New Year dan Chuseok. Sedangkan untuk kosmetik, biasanya ada diskon besar di akhir tahun.
      -Jakarta boleh punya Jakarta Great Sale. Seoul pun memiliki 2 event diskon besar-besaran, yaitu Seoul Summer Sale dan Korea Grand Sale (di musim dingin). Yang hobi berburu diskonan, jangan lewatkan kedua event diskon tersebut yah.
      Seputar tips menawar
      -Nggak menguasai bahasa Korea namun ingin mencoba tawar menawar? Biasanya sih bahasa Inggris dasar sudah cukup kok, jadi jangan terlalu takut untuk belanja di lapak tradisional yah.
      -Jika membeli di lapak pinggir jalan (seperti mobile kiosk maupun pedagang tenda), selalu usahakan untuk menawar jauh dibawah harga yang ditawarkan baru naikkan penawaran sedikit demi sedikit (misalnya bisa mulai dengan menawar setengah harga jual). Soalnya jika selisihnya tak begitu banyak, biasanya pedagang akan langsung mengiyakan padahal Anda masih bisa menawar lebih jauh lagi.
      -Sulit untuk tawar menawar? Setidaknya mintalah barang gratisan sebagai bonus. Misalnya, jika membeli 3-4 gantungan kunci, mintalah 1 untuk bonus. Atau jika membeli beberapa potong baju, minta 1 baju secara cuma-cuma, dan seterusnya. Jika pemilik toko/lapak tidak mau memberikan barang gratisan, lebih baik bersikap seolah akan pindah toko saja.
      -Tips lain bagi yang ingin berbelanja di lapak non-toko atau belanja di toko kecil. Jika Anda gagal menawar harga, pindahlah ke lapak sebelah dan sebutkan harga terakhir di toko saingan (untuk barang yang sama). Biasanya toko yang baru dimasuki akan memberikan penawaran khusus untuk Anda.
      Seputar harga dan metode pembayaran
      -Untuk metode pembayaran tak jauh beda dengan di Indonesia. Pedagang lapak kecil biasanya hanya menerima cash, sementara vendor besar menerima pembayaran menggunakan berbagai kartu kredit.
      -Jika ada keperluan dengan bank (misalnya ingin menukar uang), ingatlah selalu jam operasional biasanya antara pukul 09.30-16.30 Senin-Jumat.
      -Untuk wisatawan asing, di Seoul ada lho kebijakan Tax Refund yang berlaku di beberapa toko tertentu. Kapan-kapan akan saya bahas beserta ulasan tentang freepass khusus untuk wisatawan yang hobi shopping.
      Seputar ukuran baju
      Sudah jadi rahasia umum jika fashion menjadi barang favorit untuk diburu saat belanja ke Seoul. Berikut beberapa tips untuk membantu Anda memilih baju yang tepat:
      -Jika memang sudah berniat akan belanja baju, sebelum pergi ke Korea Selatan, ketahui dulu ukuran baju Anda dalam ukuran Korea. Biasanya ukuran ditampilkan centimeter, kecuali untuk ukuran pinggang ditampilkan dalam inchi.
      -Beda lagi dengan ukuran sepatu. Biasanya ukuran sepatu ditampilkan dalam milimeter. Jadi agar lebih pasti, sebaiknya usahakan mencoba dulu setiap barang fashion yang akan dibeli.
      -Biasanya, orang asing susah menemukan ukuran baju yang tepat di Korea Selatan (terutama untuk bigsize, karena ukuran baju Korea kecil-kecil). Bagi yang kesulitan dengan ukuran ala Korea, cobalah berbelanja di daerah Itaewon yang sangat dikenal sebagai distrik multikultural.
      ***
      Kurang lebih demikian beberapa tips yang bisa saya bagikan. Jika ada yang mau menambahkan, boleh banget. Oya, saya juga pernah berbagi info seputar shopping guide di Jepang, monggo dibaca-baca juga (lihat disini: Japan Shopping Guide: Tokyo Area, Japan Shopping Guide: Kyoto Area, Khusus Shopaholic, Panduan Dasar Wisata Belanja di Jepang)
    • By vie asano
      Saya sudah beberapa kali membahas tentang aneka kartu multifungsi yang berlaku di Korea Selatan, mulai dari T-Money (baca: Kenalan Dengan T-Money, Kartu Transit Multifungsi di Seoul 1 dan 2), T-Money M-Pass (baca: T-Money M-Pass vs T-Money, Mana Yang Lebih Oke?), serta tentang Seoul Citypass dan Seoul Citypass Plus (baca: Seoul City Pass VS Seoul Citypass Plus, Pilih Mana?). Nah, berhubung 2 hari kemarin saya fokus menulis tentang panduan wisata belanja di Seoul (baca: Shopping Guide: Belanja Dimana? dan Seoul Shopping Guide: Tips & Trick), maka kali ini saya akan menginformasikan sebuah kartu multifungsi bagi shopaholic yang memang berniat untuk wisata belanja di Seoul: Korea Pass.
      Sekilas tentang Korea Pass

      Korea Pass merupakan sebuah kartu khusus untuk turis asing yang hobi belanja. Sebetulnya kartu ini mirip-mirip dengan T-Money dan T-Money M-Pass. Bedanya, Korea Pass menawarkan diskon khusus untuk berbelanja di berbagai tempat yang terafiliasi dengan kartu ini (detail bisa dilihat di bagian keuntungan). Tak hanya berfungsi sebagai kartu diskon, kartu ini juga bisa digunakan sebagai kartu transportasi lho. Seru kan? Oya, Korea Pass ini terdiri dari 2 tipe: Korea Pass – Basic Type dan Korea Pass - Busan. Yang akan saya bahas lebih lanjut hanya Korea Pass Basic type saja yah.
      Keuntungan membeli Korea Pass
      Di atas sebetulnya sudah disinggung jika salah satu keuntungan membeli Korea Pass adalah mendapatkan diskon di berbagai tempat yang terafiliasi oleh kartu ini. Wisatawan juga akan mendapat panduan untuk turis dan kumpulan kupon diskon saat mmbeli kartu ini. Secara lebih detail, berikut sebagian informasi besaran diskon yang bisa didapat menggunakan Korea Pass:
      Wisata dan hiburan (diskon 5-30%): N Seoul Tower, Korea House, National Museum of Korea, Nanta, 63 City, Lotte World, Drawing Show: HERO, Lotte Cinema (65 cabang), dan lain-lain.
      Belanja (diskon 5-10%): Lotte Duty Free (9 cabang), Lotte Mart (90 cabang), 7-Eleven (4000 cabang), Lotte Super, Lotte Department Store, dan lain-lain.
      Akomodasi (diskon 10-30%): Lotte Hotel (5 cabang)
      Penukaran mata uang (rate khusus antara 30-50%): Hana Bank
      Makan dan minum (diskon 10-30%): TGIF, Lotteria, Korea House, dan lain-lain.
      Kecantikan dan kesehatan (diskon 10%): Zen Hair Salon, Bella Skin Care, dan lain-lain.
      Itu baru sebagian keuntungan diskon yang bisa di dapat dengan membeli Korea Pass. Kalau semuanya ditulis, daftarnya bisa sangat panjang karena ada lebih dari 6000 tempat yang berafiliasi dengan kartu ini.
      Tambahan lain, kartu ini juga memiliki fungsi sebagai kartu transportasi. Namun fungsi sebagai kartu transportasi baru bisa diaktifkan jika saldonya diisi ulang menggunakan berbagai mesin isi ulang yang ada di stasiun subway maupun tempat lainnya (antara lain: 7-Eleven, kios khusus, dan tempat-tempat yang memasang logi “Cashbee: maupun “Mybiâ€). Jadi nominal penggunaan untuk kartu transportasi berbeda dengan nominal kartu (lihat bagian harga kartu).
      Dimana tempat membeli Korea Pass
      -Di tempat penjualan Korail yang ada di bagian Imigrasi sebelah barat dan timur di Incheon International Airport. Btw, bagi yang akan wisata ke Korea Selatan, Korail ini menarik untuk diketahui lebih lanjut lho. Kapan-kapan saya ulas terpisah yah.
      -Di Lotte Mart dan 7-Eleven di seluruh Seoul.
      -Di Korea Tourism Organization Headquarters B1. Alamatnya bisa dicek disini: Wajib Tahu: Aneka Tourist Information Center di Seoul.
      -Gimhae International Airport.
      -Khusus untuk Korea Pass: Busan Card, kartunya bisa dibeli di Lotte Mart dan 7-Eleven yangn ada di Busan, serta di Busan International Ferry Terminal dan KTX Busan Station.
      Seputar masalah harga
      Diluar tipe Korea Pass: Basic Type dan Korea Pass: Busan, kartu ini bisa dibagi dalam 2 kategori: pre-paid cards dan check cards. Pre-paid cards memiliki pilihan nominal KRW50000*, KRW100000*, KRW300000*, dan KRW500000*. Sedangkan check cards khusus bagi orang asing yang menetap di Korea dan sudah mendapat ‘Alien Registration Number.
      Prosedur refund
      Sama seperti kartu pass lainnya yang berlaku di Seoul dan Korea Selatan, Korea Pass ini juga bisa di refund lho jika sudah selesai digunakan. Jadi nggak harus menghabiskan seluruh saldo yang ada di kartu itu, karena sisa saldo bisa dikembalikan dalam bentuk tunai. Secara prinsip, berikut prosedur refund yang bisa ditempuh:
      Untuk merefund saldo dari kartu pre-paid
      -Jika nominalnya kurang dari 20% dari nominal awal kartu, refund bisa dilakukan di Global Tax Free booth dan seluruh cabang 7-Eleven yang menjual Korea Pass. Oya, untuk kategori ini tidak ada charge tambahan yang dikenakan bagi pemilik kartu.
      -Jika noinalnya lebih dari 20% dari nominal awal kartu, ada charge 5% dari sisa nominal yang akan dibebankan pada pemilik kartu. Proses refund ini hanya bisa dilakukan di Global Tax Free booth saja.
      Sedangkan jika ingin me-refund sisa deposit kartu transportasi, bisa dilakukan di 7-Eleven maupun Global Tax Free booth yang ada di seluruh Korea, dengan dipotong biaya sebesar KRW500*. Untuk Korea Pass: Busan Card, penukaran sisa deposit kartu transportasi bisa dilakukan di Busan. Tepatnya di berbagai convenience store yang berafiliasi dengan Mybi, seperti 7-Eleven, GS25, dan Family Mart. Bisa juga dilakukan di Global Tax Free Booth.
      Tambahan informasi, Global Tax Free booth terdapat di tempat-tempat berikut ini:
      [seoul] Lantai 5 Doota di Dongdaemun, kamar nomor 1007 di Hotel President, dan Incheon International Airport lantai 3 (di dekat Gate 28).
      [busan] Gimhae International Airport lantai 2.
      Demikian sekilas info tentang Korea Pass. Bagi traveller yang memang berniat untuk wisata belanja di Seoul dan kota lain di Korea Selatan, boleh mempertimbangkan untuk melirik kartu ini. Semoga informasinya bermanfaat.
    • By vie asano
      Oppa Gangnam Style
      Akhir-akhir ini putri cilik saya lagi gandrung banget dengan lagu Gangnam Style yang dipopulerkan oleh Psy. Agak telat sih, karena lagu Gangnam Style sebetulnya mencapai puncak popularitasnya beberapa waktu silam. Saking populernya, pada masa itu lagu Gangnam Style selalu terdengar setiap kali masuk ke berbagai pusat perbelanjaan, mulai dari level mini market hingga hypermarket. Pindah ke tempat lain, ketemu lagi dengan lagu Gangnam Style. Belum lagi koreografi ala naik kuda yang viral banget, sampai-sampai teman saya ada yang berpendapat “nggak gaul kalau nggak bisa nari Gangnam Styleâ€. Sayangnya saya termasuk golongan nggak gaul itu, hehe.
      Bicara soal Gangnam, sedikit intro sudah saya tulis saat menulis tentang Guryong. Namun saya rasa masih banyak yang belum ngeh apa itu Gangnam. Atau malah mungkin ada yang seperti teman saya lainnya, yang salah mengartikan Gangnam dengan Gang Enam? Daripada panjang lebar, yuk lah mari kita jalan-jalan ke Gangnam.
      Sekilas tentang Gangnam
      Gangnam adalah nama sebuah distrik yang ada di kota Seoul, ibu kota Korea Selatan. Nama Gangnam sendiri secara literal dapat diterjemahkan sebagai “di selatan sungai Hanâ€. Secara geografis, posisi persisnya distrik ini berada di bagian tenggara kota Seoul, dan wilayahnya berbatasan dengan Tancheon di sebelah timur, Songpa-gu dan Seocho-gu di sebelah barat, Seongnam-si di sebelah selatan, dan Seongdong-gu dari sungai Han di sebelah utara.
      Foto 01:
      (a.) Gangnam dilihat dari udara [foto: Brücke-Osteuropa/wikimedia], (b.) Posisi Gangnam di Seoul [foto: Kurykh/wikimedia], (c.) Pembagian wilayah di Gangnam [foto: 장길산 /wikimedia]
      Sejarah singkat
      Jauh sebelum distrik Gangnam terbentuk, tepatnya pada Periode Joseon (1392-1897), di daerah tersebut sudah ada area yang bernama Gwangju-gun dan Gwacheon-gun. Kedua daerah tersebut kemudian mulai melebur sejak dibentuknya Seoul Metropolitan Government pada tahun 1963, dan akhirnya menjadi distrik Gangnam. Saat ini, dari 25 distrik yang ada di Seoul, Gangnam merupakan distrik dengan luas area terbesar ke-3 (totalnya 39,5 kilometer persegi) dan distrik dengan populasi terbanyak ke-4 (sebanyak 527,641 jiwa per-2010). Gangnam sendiri dibagi lagi ke dalam 22 lingkungan/wilayah yang lebih kecil dan disebut dong.
      Foto 02 (a-d):
      Gangnam [foto: Duesride/wikimedia, JoopDorresteijn/wikimedia, Yoshi/wikimedia, Francisco Anzola/wikimedia]
      Oya, jangan tertukar antara Gangnam dengan Greater Gangnam Area yah. Jika menyebut nama “Gangnamâ€, berarti yang dimaksud adalah distrik Gangnam saja. Sedangkan jika yang disebut adalah Greater Gangnam Area, maka istilah itu mengacu pada distrik Gangnam dan 2 distrik lain disekitarnya (yaitu distrik Seocho dan distrik Songpa) yang membentuk area sendiri dengan luas total wilayah mencapai 120 kilometer persegi (kurang lebih 15% dari total populasi Seoul).
      Gangnam saat ini
      Saat ini, Gangnam dan Greater Gangnam Area dikenal sebagai salah satu wilayah elit di Seoul dan di Korea Selatan. Jika dibandingkan dengan kota lain, kira-kira setara dengan Beverly Hills di California serta Ginza di Jepang. Buktinya adalah harga tanah di Gangnam yang semakin melambung, bisa mencapai 3,5 kali dari rata-rata harga tanah se-Korea Selatan. Untuk perbandingan yang lebih ekstrim, harga tanah di seluruh wilayah Gangnam setara dengan harga tanah di seluruh kota Busan yang merupakan kota terbesar kedua di Korea Selatan. Jadi bisa dibayangkan kan seberapa elit kawasan Gangnam ini?
      Foto 03 (a-d):
      Gangnam [foto: Piotrus/wikimedia, Cherry Blossom OK/wikimedia, Joop/wikimedia, Francisco Anzola/wikimedia]
      Yang seru dari Gangnam
      Pertanyaannya, kenapa daerah Gangnam bisa menjadi distrik elit? Dan sebetulnya di Gangnam ada apa? Yang paling utama, Gangnam ini menjadi salah satu pusat bisnis terkemuka di Korea Selatan. Pusat bisnis ini terutama terletak di sekitar Teheranno (alias Tehran Street) yang membentang timur-barat dari Stasiun Gangnam ke Stasiun Samseong.
      Foto 04 (a-d):
      Tehran Street [foto: Pac2pac/wikimedia, Deiz/wikimedia, Patriotmissile/wikimedia, Patriotmissile/wikimedia]
      Gangnam juga menjadi rumah bagi berbagai perusahaan hiburan besar seperti SM Entertainment, Cube Entertainment, JYP Entertainment, dan banyak lagi. Gangnam juga dikenal memiliki sekolah-sekolah dengan standar pendidikan yang sangat tinggi sehingga memacu kompetensi tinggi untuk masuk ke univesitas terkemuka di Korea Selatan. Konon 6% mahasiswa di Seoul National University, salah satu universitas terbaik di Korea Selatan, berasal dari Gangnam. Prosentase siswa di Gangnam yang melanjutkan sekolah ke luar negeri pun jauh lebih besar dibanding prosentase siswa di seluruh Korea Selatan.
      Foto 05:
      (a.) Gedung SM Entertainment [foto: Michaela den/wikimedia], (b.) Gangnam University [foto: 안우ì„/wikimedia], (c.) Daemyeong Middle School di Gangnam [foto: Ins9759/wikimedia], (d.) Gangnam Library [foto: Leedors527/wikimedia]
      Selain dikenal sebagai pusat bisnis dan pendidikan, Gangnam juga dikenal sebagai pusat hiburan dan belanja. Terdapat berbagai pusat perbelanjaan kelas atas seperti Cheongdam-dong, Apgujeong, dan COEX Mall. Ingin mencoba main di kasino? Di COEX Shopping Complex ada Seven Luck Casino yang bisa dicoba. Untuk hiburan keluarga, ada COEX Aquarium. Menariknya, Gangnam juga dikenal sebagai salah satu tempatnya wisata museum, budaya, dan wisata alam lho. Beberapa museum yang bisa ditemukan disini antara lain Kimchi Field Museum dan Simone Handbag Museum. Untuk kuil, Bongeun yang lokasinya tak jauh dari COEX Mall menjadi salah satu yang terfavorit untuk dikunjungi. Sedangkan beberapa tempat bernuansa alam yang bisa dikunjungi di Gangnam ini antara lain Dosan Park, Yangjae Stream, hingga sungai Han (1, 2).
      Foto 06:
      (a.) Apjugeong [foto: Abasaa/wikimedia], (b.) COEX Mall [foto: Kanzelberger/wikimedia], (c.) Bongeunsa [foto: Gaël Chardon/wikimedia], (d.) Dosan Memorial Park [foto: Daderot/wikimedia]
      Masih banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi di Gangnam yang belum saya sebut di atas. Misalnya saja, Gangnam juga populer sebagai tempatnya restoran papan atas lho. Gangnam juga populer dengan bioskop dan toko bukunya. Belum lagi di distrik ini ada beberapa festival populer seperti Gangnam Fashion Festival, dan International Peace Marathon. Hmm, mungkin lain kali saya coba susun dalam bentuk itinerary wisata saja ya.
      Cara mengakses Gangnam
      Berniat main ke Gangnam? Salah satu cara terbaik untuk mengakses distrik ini adalah melalui Stasiun Gangnam (via Seoul Subway Line 2), dan keluar di Exit 10 atau 11. Namun distrik ini juga dilayani oleh beberapa jalur lainnya seperti Seoul Subway Line 3, Seol Subway Line 7, Seoul Subway Line 9, Bundang Line, dan Shinbundang Line.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Masih seputar yang hemat-hemat dari Korea Selatan. Dalam rangka mencicil janji tulisan yang ternyata sudah mulai menumpuk, kali ini saya ingin melunasi dulu janji tulisan tentang aneka obyek wisata gratisan di Korea Selatan. Berhubung Seoul masih menjadi kota tujuan wisata favorit dari seluruh kota yang ada di Korea Selatan, jadi yang saya sharing aneka wisata gratis yang ada di Seoul dulu yah.
      Aktifitas wisata 1: Eksplorasi distrik tertentu
      Budget untuk wisata sangat terbatas? Nggak ada budget untuk masuk ke taman bermain seperti Lotte World (1, 2, 3) maupun untuk ikutan tur seperti Seoul City Tour Bus dan Gangnam City Tour Bus? Nggak perlu sedih. Salah satu tips paling wahid bagi budget traveller agar tetap bisa menikmati suasana wisata tanpa harus jadi kere adalah…… dengan melakukan eksplorasi pada distrik/kawasan tertentu. Bahasa lainnya, jalan-jalan dan window shopping di kawasan populer di Seoul.
      Seoul punya banyak distrik yang wajib masuk dalam daftar wisata. Misalnya saja Gangnam, distrik yang dipopulerkan oleh Psy lewat lagunya yang berjudul Gangnam Style. Berfoto di depan Stasiun Gangnam sudah cukup jadi bukti Anda telah mengunjungi distrik paling elit di Seoul tersebut. Lumayan kan untuk pamer-pamer doang? Jika ingin sambil cuci mata, Apgujeong Rodeo Street dan Chungcheongdam di Gangnam terkenal akan butik kelas atas yang bisa membuat ngiler hanya dengan melihat-lihat area pajangannya saja.
      Foto 01:
      (a.) Gangnam district [foto: Duesride/wikimedia], (b-d.) Apgujeong [foto: Abasaa/wikimedia, karendotcom127/flickr, jgmarcelino/flickr]
      Distrik lain yang direkomendasikan untuk dijelajahi adalah Myeongdong, sebuah distrik fashion paling tersohor di Seoul. Kawasan populer lainnya adalah Dongdaemun yang dikenal sebagai salah satu distrik komersial terbesar dan populer sebagai surga belanja. Lalu ada Insadong yang populer sebagai distrik budaya; Hongdae yang dikenal sebagai tempatnya kehidupan malam untuk anak muda; dan Itaewon yang dipenuhi dengan berbagai toko, klub, dan restoran trendi.
      Foto 02:
      (a.) Myeongdong [foto: Adria¡n Perez/flickr], (b.) Dongdaemun [foto: Mroach/wikimedia], (c.) Insadong [foto: Nathan Wilson/wikimedia], (d.) Hongdae [foto: Michaela Den/wikimedia]
      Sedangkan jika suka dengan suasana tradisional, di Seoul juga ada beberapa kawasan yang masih terjaga suasana kuno-nya seperti Bukchon Hanok Village. Anda tidak akan dipungut biaya jika berjalan-jalan saja di kawasan yang berada di antara Gyeongbokgung Palace dan Changdeokgung Palace ini. Tiket baru diperlukan jika ingin masuk ke beberapa museum yang ada disana. Alternatif lainnya, bisa mampir dan berkunjung ke Namsangol Hanok Village.
      Foto 03 (a-d.):
      Bukchon Hanok Village [foto: Penmerahpenbiru/wikimedia, Gaël Chardon/wikimedia, Steve/wikimedia, Sakaori/wikimedia]
      Aktifitas wisata 2: Datang ke tempat wisata gratisan
      Banyak lho tempat wisata populer di Seoul yang ternyata gratis biaya tiket masuk. Salah satunya adalah The War Memorial of Korea. Tempat ini memiliki 8 area pamer yang seluruhnya gratis alias bebas tiket masuk. National Folk Museum of Korea juga bebas tiket masuk lho. Menarik dikunjungi oleh Anda-anda yang suka dengan budaya tradisional Korea. National Museum of Korea, salah satu museum nasional terbaik di Korea Selatan, juga gratis tiket masuk Anda hanya perlu membayar jika ingin pinjam alat panduan digital maupun jika ada pameran khusus.
      Aktifitas wisata 3: Ikut tour gratisan
      Sewaktu menulis tentang obyek wisata hemat di Tokyo, salah satu aktifitas yang saya rekomendasikan adalah mengikuti tour gratis menjelajahi berbagai istana kekaisaran seperti Tokyo Imperial Palace (1, 2, 3), Imperial Palace Garden (1, 2, 3), Kyoto Imperial Palace (1, 2), dan lain-lain. Nah, di Seoul juga ada tour untuk mengelilingi Cheong Wa Dae alias The Blue House (1, 2) yang merupakan kediaman Presiden Korea Selatan. Tournya gratis, namun wisatawan harus mendaftar dulu untuk bisa mengikuti tour resmi mengelilingi Cheong Wa Dae minimal 21 hari sebelum waktu yang diinginkan. Informasi tentang tour bisa baca disini.
      Masih ada lho tour gratisan lainnya di Seoul. Salah satu yang paling populer adalah Seoul Walking Tour, sebuah program wisata resmi yang dikelola oleh kota Seoul. Tour ini memiliki 9 pilihan rute untuk 7 kawasan, dan masing-masing rute akan menyinggahi tempat-tempat wisata populer dengan dipandu oleh pemandu wisata yang akan menggunakan bahasa Korea, Inggris, Jepang, ataupun Cina. Oya, tour ini sepenuhnya gratis, namun tidak termasuk dengan tiket masuk ke berbagai tempat wisata yang akan disinggahi saat tour. Informasi lebih detail saya ulas terpisah karena menarik juga nih tournya.
      Untuk alternatif tour gratisan lainnya, ada beberapa komunitas pelajar yang menyelenggarakan tour gratis. Syaratnya, Anda harus membiayai sendiri biaya pribadi seperti tiket masuk ke lokasi wisata, transportasi, dan sejenisnya. Memang sih nggak betul-betul gratis, tapi tetap jauh lebih hemat dibanding menggunakan jasa pemandu profesional. Informasi lebih lanjut bisa cek Meteor Youth dan Free Tour Seoul.
      Aktifitas wisata 4: bermain dengan alam
      Seoul memiliki banyak taman cantik yang sayang untuk dilewatkan, dan pastinya gratis tiket masuk. Misalnya saja Hangang Park, taman publik yang lokasinya tak jauh dari Hangang River, sungai yang melintasi kota Seoul. Namsan Park juga menarik untuk dikunjungi karena lokasinya yang terletak di Gunung Namsan dan juga karena faktor sejarahnya. Masuk ke taman ini sih gratis, kecuali jika ingin menggunakan fasilitas di Namsan Park seperti kereta gantung, masuk ke Maritime Aquarium, dan berbagai fasilitas lainnya. Untuk taman lainnya, ada Seoul Children's Grand Park yang juga bisa dikunjungi secara cuma-cuma, dan Olympic Park (1, 2, 3). Jika ingin lebih puas main-main dengan alamnya, kenapa nggak sekalian saja hiking? Di Seoul banyak gunung yang populer sebagai spot hiking lho, seperti Gunung Namsan.
      Aktifitas wisata 5: tempat wisata lainnya
      Namdaemun Market menjadi salah satu obyek wisata lain yang wajjib dikunjungi di Seoul. Shopping street ini menawarkan banyak benda menarik dengan harga murah meriah. Spot populer lainnya adalah Gwanghwamun Square yang terdapat di distrik Jongno. Sedangkan jika ingin jalan-jalan di malam hari, sempatkan untuk melihat-lihat Banpo Rainbow Bridge Fountain, jembatan air mancur yang konon adalah jembatan terpanjang di dunia.
      ***
      Demikian sebagian tempat wisata gratisan yang bisa saya temukan di Seoul. Saya yakin masih banyak spot gratisan lainnya di Seoul yang belum ditulis disini. Jadi kalau ada yang mau menambahkan, monggo banget.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Saya ingin melanjutkan sedikit tulisan tentang aneka kartu sakti yang berlaku di Seoul. Sebelumnya saya sudah menulis tentang T-money, yang saking panjangnya, tulisannya sampai dibagi dalam bagian 1 dan bagian 2. Sekarang saya ingin berbagi informasi tentang kartu lainnya yang biasa diperlukan oleh wisatawan asing di Seoul, yaitu T-money M-Pass dan Seoul City Pass, namun saya ingin fokus dulu pada T-Money M-Pass. Apa bedanya T-money M-Pass dan T-Money biasa? Mana yang lebih menguntungkan bagi wisatawan asing? Mari simak pembahasannya berikut ini.
      Tentang T-money M-Pass
      T-money M-Pass (selanjutnya akan saya sebut dengan M-Pass saja) merupakan singkatan dari T-money Metropolitan Pass. Kartu ini sejatinya merupakan sebuah kartu transportasi yang menawarkan kesempatan untuk naik aneka transportasi umum di Seoul secara cuma-cuma, selama sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Berbeda dengan T-money yang sifatnya lebih sebagai e-money.
      Perbedaan lainnya, M-Pass ini dijual dalam sistem paketan yang terdiri dari 1 Day Pass, 2 Day Pass, 3 Day Pass, 5 Day Pass, dan 7 Day Pass. Masing-masing paket dibandrol dengan harga yang berbeda. Makin besar paketnya, makin banyak diskon yang bisa didapat sehingga jatuhnya lebih ekonomis. Untuk lebih detailnya, lihat di bagian keuntungan dan kekurangan dari M-Pass.
      Keuntungan menggunakan M-Pass
      Alasan pertama, kartu M-Pass ini merupakan kombinasi antara free pass transportasi dan kartu T-money. Jadi seandainya pun paket yang Anda beli sudah habis masa berlakunya, kartu M-Pass ini bisa digunakan sebagai kartu T-money. Syaratnya, Anda hanya perlu untuk mengisi saldonya saja.
      Alasan kedua, karena M-Pass ini dapat digunakan juga sebagai T-money, maka Anda sekaligus bisa menggunakan kartu ini di tempat-tempat yang menerima T-money (lihat disini).
      Alasan ketiga, dengan membeli M-Pass, Anda akan mendapat kupon diskon untuk masuk ke berbagai tempat wisata. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
      -Myungdong Hanjeungmak (30%)*
      -Myungdong Mud (30%+sertifikat)*
      -Sejong Center (10%), khusus untuk performing arts*
      -Dragonhillspa (diskon KRW2000)*
      -N Seoul Tower (10%)*
      -Chongdong Theater (10%)*
      -Lotte World (10%)*
      -Sachoom Dance-Musocal (20%)*
      -diskon khusus di beberapa restoran di Myeongdong.
      -Seoul Museum of Art (gratis)
      Alasan keempat, terkadang suka ada penawaran khusus jika membeli tiket masuk ke berbagai tempat wisata menggunakan M-Pass, termasuk diskon untuk masuk ke tempat wisata lain yang belum saya tulis di atas. Info detail bisa didapat saat membeli M-Pass.
      Kekurangan dari M-Pass
      1.M-Pass ini hanya dapat digunakan maksimal 20x dalam sehari, dan hanya dapat digunakan untuk moda transportasi tertentu. Berikut daftarnya:
      -Seoul Metropolitan Rapid Transit Lines 5-8
      -Korail
      -Seoul Metropolitan City Metro Line 9
      -Korea Airport Train (Stasiun Seoul-Incheon International Airport)
      -Incheon Metro T-money M-Pass & Subway
      -Seoul Green and Blue bus
      Catat: Kartu tidak dapat digunakan untuk: Shinbundang Line (DX Line), GyeongchunLine (ITX Line), Korea Airport Express Train, dan Red Bus.
      2.Harganya relatif mahal, kecuali jika Anda berencana untuk pergi ke banyak tempat dalam durasi waktu paket pembelian M-Pass.
      3.M-Pass punya masa berlaku yang terbatas, yaitu maksimal 1 bulan sejak pembelian. Paket dihitung sejak kartu pertama diaktifkan, dan masa berlaku paket habis pada tengah malam di hari terakhir. Berbeda dengan T-money yang tidak punya masa kadaluarsa.
      Harga M-Pass
      1-Day Pass: KRW10000*
      2-Day Pass: KRW18000* (disc 10%)
      3-Day Pass: KRW25500* (disc 15%)
      5-Day Pass: KRW42500* (disc 15%)
      7-Day Pass: KRW59500* (disc 15%)
      Harga tersebut belum termasuk dengan deposit sebesar KRW4500* (refundable) dan biaya service sebesar KRW500* (non-refundable).
      Dimana bisa membeli M-Pass?
      M-Pass bisa dibeli di berbagai pusat informasi wisata di Seoul, di antaranya adalah Seoul Global Culture & Tourism Center di Myeongdong dan Gangnam Tourist Information Center. Detailnya bisa dilihat disini dan disini. Bisa juga meminta bantuan dari mobile tourist offices di Seoul. Atau jika Anda masuk ke Korea Selatan lewat Incheon International Airport, bisa membeli M-Pass di tempat-tempat berikut ini (pukul 07.00-22.00 setiap harinya):
      -Meja informasi utama yang ada di lantai kedatangan di Bandara Incheon.
      -Meja informasi utama di Bandara Incheon. Bisa hubungi nomor ini: 032-743-3270 (bagian Timur), 032-743-3272 (bagian Barat).
      Oya, saat membeli M-Pass ini Anda harus mengisi formulir khusus, karena M-Pass memang dikhususkan untuk wisatawan asing.
      Sedangkan untuk proses top-up (jika ingin menggunakan M-Pass sekaligus sebagai T-money), bisa dilakukan di tempat-tempat yang menerima top-up T-money. Bisa juga dengan melakukan top-up sendiri di berbagai stasiun. Infonya bisa dibaca disini.
      Prosedur penggunaan M-Pass
      Prosedurnya tak jauh berbeda dengan penggunaan T-money. Bisa baca di bagian ini ya.
      Prosedur refund
      Saat masa berlaku paket sudah habis dan ingin me-refund biaya deposit sebesar KRW4500* (maupun jika ingin me-refund sisa saldo jika kartu sudah digunakan sebagai T-money), proses refund bisa dilakukan di tempat-tempat berikut ini:
      -Tourist Information Center di depan Exit 5 dan 10, Lantai 1 Incheon International Airport;
      -Seoul Global Culture & Tourism Center di Myeongdong;
      -Gangnam Tourist Information Center;
      -GS25 Convenience Store.
      Kesimpulan
      Mengingat adanya batasan maksimal 20x naik aneka moda transportasi dalam waktu sehari, perlu kejelian lebih untuk mengatur itinerary wisata agar kartu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Terlebih karena ternyata tidak semua moda transportasi bisa diakses menggunakan M-Pass. Jadi saran saya, pertimbangkan baik-baik sebelum memutuskan untuk membeli M-Pass dengan selalu merujuk pada itinerary wisata Anda. Jika tidak yakin bisa memaksimalkan jadwal, atau berniat wisata secara santai saja, disarankan untuk menggunakan T-money biasa dibanding membeli M-Pass.
      ***
      Untuk ulasan tentang Seoul City Pass, tunggu tulisan selanjutnya.
      ***
      * Harga/syarat & ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu.