Lia Cute

TIps Jalan2 ke Belitung

14 posts in this topic

Halo temen2, kali ini saya mau share beberapa tips berguna buat temen2 yang mau jalan2 ke Belitung, pulau Laskar Pelangi. Ini sih berdasarkan pengalaman pribadi aja :)

  1. Update harga tiket pesawat pada tanggal rencana keberangkatan. Ke Belitung perbedaan harga tiketnya bisa jauh banget, kalo lg murah cuma 300 ribuan, tapi kl musim liburan bisa diatas sejuta.
  2. kalau soal penginapan tidak perlu kuatir karena banyak hotel tersedia disini, tapi tentukan hotel yang paling dekat dengan tujuan wisata kita. Soalnya jarak antara belitung barat dan timur hampir 2 jam loh...
  3. Untuk transportasi sebaiknya menyewa mobil di Belitung,soalnya disini masih minim banget kendaraan umum. Kalaupun ada cuma untuk pedagang pasar aja dan jam2nya tertentu pula
  4. Tidak ada salahnya menggunakan jasa tour guide, karena biar kita ngga nyasar2, selain itu bahasa juga penting buat komunikasi sm orang setempat loh...
  5. Jangan melewatkan kuliner sea food nya, yaitu sup ikan gangan, dan makan di pinggir pantai top banget deh :P

Okee deh..mudah2an berguna ya buat temen2 yang bakal trip ke Belitung :D

post-5-0-47311700-1354520157_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

benar Sis, belum lama ini saya ke Belitung dan jangan salah harga tiket pesawat ke Belitung di hari biasa memang sekitar 300rb sedangkan weekend sabtu dan minggu harganya beda Sis itu kalau ngak salah kemaren saya sekitar 600rb atau 700rb

Share this post


Link to post
Share on other sites

nice info Sis, ada rencana bulan maret mau liburan ke Belitung ada rekomen ngak hotel mana yang bagus

 

waktu aku ke sana nama hotelnya hotel LUX di daerah tanjung pendam, semalamnya itu sekitar 200rban hotelnya bersih Sis dan juga dekat dengan pantai tanjung pendamnya

Share this post


Link to post
Share on other sites

kadang bertanya juga sih, kenapa harga tiket di hari biasa dan weekend bedanya jauh banget ya...untungnya waktu saya kesana harganya masih standart PP cuma 1jt :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
      Tips Menulis Itinerary Untuk Syarat Apply Visa Jepang, karena baru-baru ini saya teringat akan sebuah pertanyaan di Facebook saya. Waktu itu seperti ini :
      A : Kang Deffa, nanya itu kalau Itinerary untuk Apply Visa Jepang nya di tulis lengkap gak ya ? 
      B : Gak perlu kok, yang penting inti nya saja
      A : Terus kan saya malam pertama nginap di Bandara Haneda, itu ditulis juga di bagian Tempat Tinggal ?
      B : Ya, di tulis saja tidak jadi masalah kok itu, asalkan di Malam berikut nya di tulis penginapan Fix dan alamat yang lengkap nya
      A : Ok, kang Hatur Nuhun
      B : Sami2
      Ya sedikit perbincangan tersebut membuat saya tercetus ide untuk menulis Panduan Menulis Itinerary untuk Apply Visa Jepang ini. Karena pasti bagi yang pertama kali ke Jepang masih agak bingung ya. Saya juga mengalami hal itu kok dulu pas pertama kali apply visa jepang, jadi sudah selayak nya saya bagikan tips-tips nya
      Tapi sebelum nya kalian harus tahu dulu syarat untuk Apply Visa Jepang ya.
      Dokumen-dokumen yang perlu dilengkapi dalam mengajukan permohonan Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri    
      Paspor maksimal 6 bulan sebelum masa berlaku habis Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram) Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili) Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa) Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang) Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang) Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu) Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan: Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya * Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya). Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 - 8 sebelum diserahkan di loket.
      Bagi yang termasuk dalam kategori berikut, maka Pemohon maupun anggota keluarga (suami/istri dan anak) tidak perlu melampirkan bukti keuangan (tercantum pada nomor 8). (Bila diperlukan, dokumen tambahan akan diminta untuk melengkapi atau membuktikan hal tersebut).
      Pemohon adalah karyawan perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia. Pemohon adalah karyawan BUMN. Pemohon adalah karyawan dari perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang. Pemohon adalah karyawan dari perusahaan joint venture Indonesia - Jepang, atau anak perusahaan Jepang, atau cabang dari perusahaan Jepang. Pemohon adalah karyawan dari instansi pemerintah. Pemohon adalah budayawan/ seniman yang sudah go-international; atlit yang sudah diakui ; dekan, profesor, asisten profesor dari universitas; pimpinan museum, atau lembaga penelitian pemerintah maupun swasta. *Bila aplikan ingin mengajukan permohonan visa untuk kunjungan berkali-kali (Multiple Visa), maka harus melampirkan surat penjelasan alasan keperluan kunjungan berkali-kali ke Jepang atau surat penjelasan dari pihak Pengundang.
      *Untuk visa kunjungan berkali-kali, harap melihat persyaratan visa untuk kunjungan berkali-kali.
      *Biaya Pembuatan Visa :
      Single Entry = Rp. 330.000 Multiple Entry = Rp. 660.000 Info Lengkap kunjungi Website Embassy Jepang berikut KLIK
      Panduan Penulisan Itinerary Pada Formulir Jadwal Perjalanan Pengajuan Visa Jepang
      Di syarat Dokumen yang harus di siapkan di atas pada point no. 6 terdapat syarat "Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)"
      Ini berarti kita harus menuliskan semua rute wisata yang akan kita tempuh selama kunjungan kita di Jepang, lengkap beserta Alamat tempat kita Tinggal atau Menginap. Contoh Formulir nya yang telah di download dari link di atas adalah berupa File Microsoft Word seperti ini

      01. Tulis tanggal dari awal mendarat (menginjakkan kaki) di Bandara (wilayah Jepang) lainnya
      02. Untuk bagian Tempat yang akan di kunjungi cukup Tulis Inti nya Saja misal : Tokyo : Tokyo Disneyland, Tokyo Tower.
      03. Untuk bagian Tempat Menginap, tulis lah nama Penginapan sesuai dengan Bukti Booking penginapan tersebut beserta Alamat Lengkap.
      04. Jika selama beberapa hari menginap di Penginapan yang sama, di hari berikut nya cukup tulis nama Penginapan nya saja
      05. Jika malam pertama Menginap di Bandara. Tulis Bandara tempat Menginap. Misal : Haneda Airport atau Kansai International Airport
      06. Di bagian akhir paling bawah, isi lengkap Tanggal dan Tanda Tangan Pemohon Visa
      07. Saran walaupun kalian mengisi Itinerary nya hanya Garis Besar saja, namun untuk Tempat Menginap WAJIB SESUAI dengan Bukti Booking yang diserahkan untuk Apply Visa. Note: AirBNB sekarang sudah resmi di perbolehkan di Jepang, jadi kalian boleh menyertakan booking AirBNB sebagai syarat apply visa.
      08. Jangan Dummy Booking Tiket Pesawat! Bukti Booking Tiket Pesawat Jangan Dummy Booking, karena beberapa waktu lalu, ada kasus Apply Visa Jepang dengan mengajukan syarat Bukti Pembelian Tiket Pesawat dengan Dummy Booking. Visa nya Approved. Namun ketika di imigrasi Jepang. Bermasalah, karena Bukti Booking yang diserahkan ke Embassy Jepang ketika Apply Visa, berbeda dengan Tiket yang mereka pegang (Dummy Booking menggunakan Garuda, Tiket asli menggunakan Air Asia). Akhirnya mereka di DEPORTASI.
       
      Contoh Penulisan Itinerary Formulir Jadwal Perjalanan Pengajuan Visa Jepang

       
      Demikianlah semoga berguna untuk teman-teman sekalian, walaupun sepele tapi kadang bikin bingung dan bertanya-tanya. Silahkan di share jika berkenan  
       
    • By vie asano
      Apa moda transportasi paling murah di Jepang?
      Wisatawan asing yang belum pernah pergi ke Jepang pun mungkin sudah tahu jika jawabannya adalah kereta api. Tak hanya murah, kereta api juga menjadi moda transportasi paling praktis karena jaringannya telah menjangkau berbagai sudut kota dan menghubungkan berbagai kota di seluruh Jepang. Tak heran jika kereta api menjadi moda yang paling banyak digunakan baik oleh warga Jepang dan juga wisatawan asing.
      Bicara tentang kereta api di Jepang, selalu ada banyak hal yang bisa dibahas. Mulai dari hal-hal teknis seperti jalurnya yang rumit (konon jaringan kereta api di Tokyo termasuk yang terumit di dunia), cara pembelian tiket, dan banyak lagi. Biasanya, wisatawan yang baru pertama pergi ke Jepang yang paling banyak mencari informasi seputar hal-hal teknis. Maklum, perbedaan sistem pastilah akan membuat wisatawan asing sedikit bingung dan mungkin juga terkena culture shock melihat bagaimana kereta api menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan orang Jepang. Namun diluar hal-hal teknis tersebut, sebetulnya ada hal lain yang tak kalah penting untuk diketahui oleh pengguna kereta api, yaitu etika dalam berkereta api.
      (1) Kereta di Jepang [foto: Tiseb], (2) Tipikal interior kereta di Jepang [foto: Hitachiota]
      Seberapa penting sih mengetahui etika berkereta api di Jepang? Penting banget. Saking pentingnya, beberapa common sense pun seringkali ditempel dalam bentuk poster himbauan yang mudah ditemukan di berbagai sudut stasiun maupun di dalam kereta. Wajar saja, mengingat kereta api merupakan moda transportasi favorit, masalah kenyamanan bersama merupakan hal yang tak bisa ditawar lagi. Lalu apa yang akan di dapat jika melanggar aturan maupun etika tersebut? Memang sih di Jepang tak ada sanksi maupun denda yang akan dikenakan. Paling-paling Anda akan dipelototi maupun ditegur oleh penumpang lainnya. Namun jika ingin sama-sama nyaman dalam menggunakan kereta api, tak ada salahnya kan mengetahui apa sih yang boleh dan tak boleh dilakukan di kereta api di Jepang?
      (3)(4) Contoh poster himbauan [foto: Tenaciousme]
      Bagi traveller yang ingin tahu tentang etika berkereta api di Jepang, berikut sebagian etika yang diambil dari berbagai poster di stasiun maupun kereta. Sebagian besar sebetulnya termasuk common sense yang juga berlaku di Indonesia. Bagi yang ingin mengetahui hal-hal teknis seputar kereta api, sebagian bisa dibaca disini ya.. (1) (2) (3)
      Umum
      -Ini aturan paling dasar yang wajib dipatuhi oleh semua pengguna moda transportasi masal baik di Jepang maupun di Indonesia: antrilah sebelum masuk ke dalam kereta api. Konsep antri di stasiun kereta Jepang terbilang baik karena memiliki garis antrian yang jelas. Nekat menyerobot? Siap-siap di tegur oleh penumpang lain ya!
      -Dahulukan kenyamanan bersama. Jangan melakukan hal-hal yang dapat mengganggu orang lain (baik di dalam kereta maupun di area stasiun), seperti makan makanan yang beraroma menyengat, bergerombol di area pintu kereta dan menghalangi penumpang lain, mengayunkan payung seperti bermain golf, maupun tidur bersandar di bahu orang lain.
      -Jika membawa anak-anak, pastikan anak Anda tidak melakukan aktifitas yang mengganggu orang lain seperti: berisik, menangis, menaikkan kaki ke kursi, menyalakan mainan yang berbunyi kencang, tidak membiarkan anaknya berkeliaran dalam kereta, dan sebagainya.
      -Jangan berdandan dalam kereta. Maksud dari berdandan disini bukan sekedar memakai bedak dan menggunakan lipstik, tapi berdandan lengkap mulai dai menggunakan foundation hingga blush on (biasanya dilakukan oleh gadis-gadis muda yang terlambat bangun). Hindari juga aktifitas yang mungkin mengganggu orang lain, seperti membersihkan cat kuku dengan cairan pembersih.
      -Jangan membuang sampah sembarangan di dalam kereta.
      -Dilarang merokok selama perjalanan.
      -Sakit batuk atau pilek? Gunakan masker agar virus tak menyebar pada orang lain.
      -Jangan menerobos kereta yang akan berangkat (biasanya dilakukan oleh karyawan yang terlambat mengejar kereta pagi).
      (5) Antrian sebelum naik kereta [foto: ShunEndoPhotos], (6) Tidur di bahu penumpang lain [foto: MShades]
      Seputar penggunaan alat elektronik dan masalah suara
      -Jangan menerima maupun mengangkat telepon di dalam kereta. Browsing maupun membuka email masih dimaklumi.
      -Sebaiknya ubah telepon ke silent mode sebelum masuk ke dalam kereta. Lebih baik lagi jika dimatikan, karena khawatir akan mengganggu penumpang lain yang mungkin saja menggunakan alat pacu jantung.
      -Boleh-boleh saja menggunakan earphone dan mendengarkan musik dalam kereta. Namun pastikan suara musik tidak bocor atau siap-siap diomeli pengguna kereta lainnya. Yaa, minimal dipelototi atau sekedar ditegur.
      -Jangan bicara dengan suara terlalu keras. Jika hendak mengobrol, lakukan dengan suara sepelan mungkin.
      Suasana di dalam kereta api yang relatif tenang 
      Tentang tempat duduk
      -Kereta di Jepang biasanya memiliki 2 jenis tempat duduk: tempat duduk biasa dan priority seat. Priority seat ditujukan untuk orang-orang berikut ini: ibu hamil, orang yang membawa anak kecil, penyandang cacat, orang sakit, dan orang tua. Jadi jangan duduk di priority seat kecuali terpaksa, dan dahulukan tempat duduk untuk mereka yang membutuhkan sekalipun tidak duduk di priority seat.
      -Di kereta, jangan membuka kaki terlalu lebar karena bisa mengganggu kenyamanan pengguna lainnya.
      -Duduklah di tempat duduk yang telah disediakan. Jangan duduk di lantai. Himbauan ini muncul karena banyaknya anak muda yang sengaja santai duduk di lantai kereta.
      -Jika bermaksud membaca koran dalam kereta, jangan membuka koran terlalu lebar.
      -Jangan menghabiskan area kursi penumpang untuk tidur. Biasanya ini dilakukan oleh penumpang yang pulang terlalu larut, atau bahkan sedang mabuk.
      Priority seat [foto: Ffg]
      Masalah barang bawaan
      -Jika membawa barang bawaan, letakkan di atas rak yang tersedia sekalipun Anda berdiri sepanjang perjalanan. Dengan meletakkan barang bawaan di rak, akan tersedia tempat yang lebih luas untuk pengunjung lain.
      -Seandainya barang terlalu besar untuk dinaikkan ke rak, setidaknya usahakan agar posisi barang bawaan tidak menghalangi pergerakan orang lain (terutama ke arah pintu keluar).
      Tak sulit kan mengingat do dan don't dalam berkereta api di Jepang? Gunakan saja insting Anda. Selama tidak melakukan hal-hal yang berpotensi mengganggu orang lain, biasanya semuanya akan baik-baik saja. Oya, sebetulnya masih ada lagi etika lainnya, yaitu jangan menggoda maupun memandangi orang lain terlalu lama. Dan bagi penumpang pria, hati-hati dengan tangan Anda. Jangan sampai menyentuh apalagi memegang bagian tubuh penumpang lain (khususnya wanita). Salah-salah Anda akan dianggap melakukan chikan, atau pelecehan seksual. Bagi traveller wanita yang merasa dilecehkan, Anda bisa berteriak chikan untuk menarik perhatian orang lain, atau mengadukannya pada petugas. Bisa juga menghindari chikan dengan naik gerbong khusus wanita yang hanya berlaku pada jam tertentu.
      Gerbong khusus wanita [foto: Chris_eden]
    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, di newsfeed Facebook saya cukup ramai dengan artikel ini. Menurut saya, artikel tersebut sangat keren karena bertujuan untuk membuka wawasan mengapa kita nggak seharusnya minta oleh-oleh dari mereka yang akan pergi berwisata; sesuatu yang sangat lazim terjadi dalam budaya kita. Sebetulnya, sejak membaca tulisan tersebut saya kepingin banget menulis tips sejenis namun untuk versi dan sudut pandang yang berbeda, namun baru kali ini ada kesempatan untuk mewujudkan tulisan tersebut. Yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya menghindari agar tidak dimintai oleh-oleh saat kita berwisata.
       
      Pergi jalan-jalan, itu menyenangkan. Bersenang-senang di tempat wisata, itu lebih menyenangkan lagi. Mungkin yang dapat sedikit mengganggu mood hepi-hepi saat berwisata adalah adanya rengekan permintaan oleh-oleh dari teman, saudara, maupun kerabat lainnya. Memang sih nggak ada salahnya kita memberikan buah tangan untuk berbagi kegembiraan pasca traveling. Tapi kalau yang minta oleh-oleh jumlahnya satu kampung, wah bisa-bisa anggaran wisata habis untuk oleh-oleh saja. Apalagi kalau ada yang titip macam-macam dan akhirnya bikin bagasi overload. Ujung-ujungnya, lagi-lagi anggaran wisata pun terkuras. Sedih kan?
       
      Nah, bagi yang ingin menghindari dititipi oleh-oleh saat jalan-jalan, simak beberapa tips berikut ini. Secara garis besar, saya bagi tips ini dalam 2 versi: versi halus dan versi hardcore. Mari mulai dari versi halus lebih dulu.
       
      1. Nggak Tega Nolak Kalau Dimintai Oleh-Oleh? Pergi Diam-Diam Saja!
       

      Jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, via gofeminin 
       
      Kadang kita nggak tega untuk menolak saat dititipi oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Mau bilang secara langsung, takut menyinggung perasaan orang lain maupun dianggap sombong. Jika kalian mengalami dilema seperti itu, solusi pertama yang bisa dicoba adalah: jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, dan berangkatlah secara diam-diam. Teorinya, makin sedikit yang tahu kalian akan pergi wisata, maka makin kecil kemungkinan akan ditodong untuk memberikan oleh-oleh. Betul?
       
      2.  Hentikan Sementara Waktu Aktifitas Eksis di Media Sosial.
       

      Eksis di medsos, via wikimedia commons 
       
      Di era internet sekarang ini, rasanya nggak gaul kalau kita nggak check-in saat tengah berada di suatu tempat. Minimal, share foto-foto waktu traveling itu wajib hukumnya sebagai bukti absensi di sebuah lokasi wisata. Namun, ingat juga resiko dari eksis di medsos. Semakin banyak teman yang tahu, jangan bingung kalau tiba-tiba banyak yang nitip oleh-oleh ya. Upload foto di medsos bisa dilakukan saat kita pulang wisata kok, jadi untuk sementara tahan dulu keinginan untuk narsis dan eksis.
       
      3. Berhenti Menggunakan Telepon, Cek Email, dan Media Sosial
       
      Salah satu inti dari perjalanan wisata adalah untuk mengenal tempat baru dan menikmatinya semaksimal mungkin. Jika kalian terus menerus terhubung dengan telepon dan internet, jangan bingung jika kalian nggak bisa fokus dengan acara liburan dan malah disibukkan dengan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Bukan berarti kalian nggak boleh membawa handphone maupun terhubung dengan internet ya, hanya saja batasi intensitasnya seminimal mungkin.
       
      4. Negosiasi Itu Penting, Termasuk Negosiasi Soal Oleh-Oleh.
       
      Bagaimana jika teman terlanjur tahu kalian akan pergi berwisata? Jika kalian nggak cukup tega untuk betul-betul bilang say no to oleh-oleh padahal budget wisata terbatas, coba deh negosiasi dengan teman tersebut. Misalnya, kalian bersedia mencarikan barang yang diinginkan asalkan teman tersebut mau menitipkan sejumlah uang untuk membeli barang itu. Ingat, tetaplah jangan memaksakan diri ya! Jika waktu dan kondisi nggak memungkinkan, mau nggak mau kalian harus tega menolak permintaan tersebut. Namun, biasanya sih banyak yang langsung mundur teratur jika dimintai untuk menitipkan uang pembelian oleh-oleh, hehe.
       
      5. Berhenti Menanyakan Mau Oleh-Oleh Apa?
       
      Kadang, permintaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya berjibun disebabkan oleh blunder diri kita sendiri, yang biasanya diawali dari pertanyaan mau oleh-oleh apa kalau [isi dengan nama kalian] pergi ke [isi dengan nama tempat]? Jadi, salah satu tips untuk menghindari dititipi oleh-oleh adalah, dengan berhenti mengatakan kalimat tersebut.
       
      Dan ini versi hardcore-nya. Maksud dari hardcore ini adalah menolak dengan tegas maupun menyampaikan keberatan jika dititipi oleh-oleh, dan bukannya menghindar secara diam-diam seperti pada versi lunak.
       
      1.  Biasa Ngomong Blak-Blakan? Bisa Dong Bilang Tidak Untuk Permintaan Oleh-Oleh yang Nggak Masuk Akal.
       

      Say “no†untuk oleh-oleh yang aneh-aneh!, via flightsandfrustration 
       
      Kadang ada saja permintaan oleh-oleh yang membuat kita pusing untuk mencarinya. Bagi mereka yang nggak enak untuk menolak, bisa jadi akan mati-matian berusaha mencarikan oleh-oleh yang diinginkan oleh teman tersebut. Namun sebetulnya masalah bisa selesai jika kalian tegas menolak permintaan oleh-oleh yang nggak wajar. Asal dilakukan dengan bahasa yang tepat, nggak perlu khawatir akan menyinggung perasaan mereka kok.
       
      2. Kadang, Membatasi Jenis Oleh-Oleh yang Akan dibeli Jadi Solusi Enak Untuk Semua.
       

      Souvenir murah, via stuckattheairport 
       
      Untuk menghindari habisnya anggaran wisata untuk pembelian oleh-oleh dan juga untuk menghindari habisnya waktu untuk mencari request oleh-oleh, coba deh tegaskan jenis oleh-oleh apa yang HANYA akan kalian beli. Misalnya saja, kartu pos maupun gantungan kunci. Dengan menegaskan pilihan oleh-oleh yang akan kalian beli, kalian akan terhindar dari kewajiban menjadi tas untuk si anu, kaos untuk si itu, kue untuk si dia, dan lain sebagainya; yang akan membuat koper menggelembung dan overload. Jadi, teman maupun kerabat tetap akan mendapat oleh-oleh, hanya saja kalian yang menentukan sendiri jenis oleh-oleh tersebut.
       
      3. Last but Not Least, Tegas Sama Kuota Maksimum itu Hukumnya Wajib!
       

      Souvenir imut dari Jepang, via grrrltraveler 
       
      Maksud dari kuota maksimum disini adalah, batasi berapa batas maksimal oleh-oleh yang akan dibeli untuk si A dan si B, baik dari segi kuantitas maupun harga. Dan batasi juga kuota maksimum anggaran wisata untuk membeli oleh-oleh. Trik ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran pengeluaran oleh-oleh, dan juga membatasi jumlah oleh-oleh yang akan dibeli. Setiap kali ada yang nitip oleh-oleh, jelaskan dulu masalah kuota maksimum ini sehingga mereka bisa memahami jika kita menolak permintaan oleh-oleh dari mereka.
       
      Kunci dari menyiasati kewajiban untuk memberikan oleh-oleh saat traveling adalah ketegasan, dan juga perasaan tega. Kalian mungkin juga akan menghadapi pandangan sinis dan anggapan jika kalian sombong maupun pelit karena nggak mau membelikan oleh-oleh. Karenanya, sebisa mungkin tetap gunakan bahasa yang enak dan mudah dipahami saat menjelaskan dengan baik tentang kondisi anggaran wisata maupun padatnya itinerary sehingga terpaksa menolak permintaan oleh-oleh. 
    • By deffa

      Hola Deffa Here!
      Wow, udah bulan April lagi, bagi kalian yang belum tahu, bulan April adalah salah satu bulan festival di Thailand, karena terdapat salah satu festival terbesar di Thailand bernama Songkran Festival. Songkran Festival merupakan perayaan Tahun Baru Thailand, yang biasanya berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 13-15 April setiap tahun.
      Biasanya ketika Songkran ini di isi dengan perang air atau bermain air di jalanan. Bisa dengan pistol air atau balon yang di isi air dan di lemparkan ke siapa saja yang lewat dan gak boleh marah ya, karena makna nya adalah air sebagai sumber kemakmuran. Songkran Festival ini dirayakan bersamaan hampir diseluruh Thailand. Beberapa kota favorit untuk Songkran adalah Bangkok, Pattaya, Phuket dan Koh Samui.
      Nah, bagi kalian yang mungkin baru pertama kali mengikuti Songkran ada beberapa tips yang perlu kalian tahu, sebagai berikut:
      01. Bersiap Untuk Basah!
      Bayangkan saja, kalian terjun ke area perang air, ya jelas kan basah. Pakailah baju yang cepat menyerap air. Kalau punya, pakailah Wet Suit untuk berenang, agar gak masuk angin. 
      02. Jangan Salah Kostum!
      Setahu saya, belum pernah ada yang mengikuti Songkran menggunakan Formal Attire seperti Dress dan Jas. Jadi, jangan sampai salah kostum ya. Lebih baik menggunakan Kaos dan Celana Pendek baik pria dan wanita, bisa juga menggunakan celana jeans panjang. Biasanya penduduk lokal menggunakan baju Hawaiian Style yang bercorak warna-warni, mungkin kalian juga bisa memakai nya, banyak di jual kok.
      03. Jangan Lupa Waterproof Bag!
      Jika kalian akan membawa barang-barang seperti Handphone, Dompet atau Passport, maka harus punya Waterproof Bag. Karena, sudah jelas kalian tidak akan mau barang-barang tersebut basah dan berakibat rusak (handphone terutama). Tapi, di sarankan tidak perlu membawa Passport, cukup tinggalkan di tas dalam Hotel saja.
      04. Kacamata Renang Juga Perlu Loh
      Percaya deh, kacamata renang sangat berguna sekali ketika Songkran. Karena, kebiasaan para peserta Songkran itu menembak kan air nya ke muka, jadi terkadang bisa kena mata juga. Walaupun, mungkin tidak berbahaya tapi bisa sedikit mengganggu penglihatan, jadi ya kacamata renang ini sangat berguna.
      05. Jangan Mudah Tersinggung Ya
      Anggap lah ini permainan, jangan mudah tersinggung jika kalian tiba-tiba di tembak di muka atau di lemparin balon air dari rombongan yang menggunakan mobil. Karena, itulah esensi dari festival ini, kalian harusnya juga menembak kan air ke setiap orang yang ditemui jadi jangan bengong aja ya. 
      06. Beli lah Pistol Air Yang Besar
      Ya, kalian tetap harus membeli pistol air nya karena tidak ada penyewaan untuk Pistol Air. Biasanya harganya dari 150-800 baht. Biar tambah seru beli yang Super Soaker (paling besar), agar lebih berasa Songkran-nya.
      07. Jangan Beli Air!
      Maksudnya, air untuk refill pistol nya ya bukan untuk air minum (kalau air minum kalian tetap harus beli). Pemerintah setempat biasanya sudah menempatkan di beberapa titik Tanki Air khusus untuk me-refill Pistol Air kalian. Karena, memang ada beberapa warga yang membuka stand untuk me-refill pistol air dan itu bayar.
      08. Bertemanlah Dengan Warga Lokal!
      Ya paling asik kan kalau berkunjung ke negara lain bisa dapat teman baru, apalagi warga setempat. Nah, ketika Songkran ini, berteman dengan warga lokal bisa banyak untungnya seperti cari jalan pintas untuk menyerang kerumunan dari belakang, cari tempat refill pistol air yang terdekat dan juga cari makanan murah saat lagi perang air ini. Warga Thailand cukup open minded loh, apalagi pada waktu festival ini mereka akan sangat suka di sapa dan berkenalan dengan wisatawan.
      Demikian lah 8 Tips untuk mengikuti Songkran Festival yang akan berlangsung di tanggal 13-15 April nanti. Jika kalian belum mendapatkan penginapan untuk Songkran-an di Bangkok, coba cek artikel di bawah ini ada beberapa referensi yang bagus, apalagi untuk backpackers:

      Ini Dia Aneka Hotel di Bangkok yang Bakalan Bikin Backpackers dan Instagrammer Happy Berat!
       
      Bagi kalian yang akan bersiap kesana, have fun and "gun" ya.  
    • By vie asano
      Tak semua orang suka mengenakan koper saat bepergian. Sebagian lainnya lebih suka mengenakan tas punggung (backpack) dengan berbagai alasan, salah satunya adalah untuk alasan kepraktisan. Dibanding menyeret-nyeret koper dan berpotensi akan mengalami kesulitan saat menembus kerumunan orang, tas punggung jauh lebih ringkas dan praktis karena bisa langsung dibawa kemanapun kita berpindah tempat, selama tas tersebut menempel di punggung kita. Sayangnya, tas punggung mungkin kurang ramah bagi beberapa orang, misalnya saja yang memiliki masalah tulang punggung seperti saya.
       
      Jika pada thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/15612-panduan-memilih-koper-yang-akan-digunakan-untuk-berwisata/

         
      Beberapa kriteria yang dapat dipertimbangkan sebelum membeli tas punggung
       
      Ukuran
      Untuk menjawab pertanyaan berapa ukuran ideal tas punggung yang harus saya beli?, pertimbangkan dulu hal-hal berikut ini:
      - Durasi waktu bepergian. Semakin lama kalian bepergian, tentu saja kapasitas tas punggung yang dibutuhkan akan semakin besar. Minimal, mengaculah pada rata-rata waktu wisata yang kalian habiskan. Apakah kalian termasuk wisatawan yang kerap pergi dalam waktu singkat (1-2 hari), saat akhir pekan (2-3 hari), atau lebih dari itu. Diagram berikut ini bisa menjadi panduan ukuran ideal sebuah tas punggung berdasarkan durasi waktu bepergian.
       
      - Ukuran tubuh. Menentukan ukuran tas punggung berdasarkan durasi waktu bepergian memang penting, namun itu bukan harga mati. Bisa saja ada yang suka bepergian dalam jangka panjang, namun tak membutuhkan tas ukuran besar karena tidak suka membawa banyak barang. Yang terpenting adalah, pertimbangkan apakah ukuran tas tersebut proporsional dengan ukuran tubuh atau tidak. Yang dimaksud disini bukanlah masalah tinggi badan, melainkan ukuran panjang punggung. Memilih tas yang terlalu besar dan tidak proporsional terhadap panjang punggung, selain akan menyulitkan pergerakan, juga akan membuat kalian seperti tengah digencet oleh tas tersebut dan membuat tulang punggung tidak nyaman. Berikut perbandingan ukuran tas punggung yang ideal jika dibandingkan dengan panjang punggung.
       
       
      Fitur
      - Internal Frame vs External Frame. Pilih backpack yang memiliki frame untuk membantu mendistribusikan beban pada punggung. Dewasa ini terdapat 2 jenis frame pada backpack, yaitu external frame dan internal frame. External frame merupakan tipe frame yang terlihat dari luar, sementara internal frame merupakan tipe frame yang disembunyikan dalam kantong khusus sehingga tidak terlihat dari luar.
       

       
      (kiri) External frame, (kanan) internal frame. Foto: hikinglady 
       
      Masing-masing tipe tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. External frame dapat menahan beban yang berat (>20 kg) dan dapat mendistribusikan beban dengan baik. Namun external frame dianggap berat, memiliki bentuk yang terlalu kaku, kuno, dan bagi beberapa orang, berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan karena dengan adanya external frame punggung tak langsung bersentuhan dengan tas. Sedangkan internal frame dianggap lebih seksi karena bentuknya yang tersembunyi dan memiliki tingkat stabilitas yang lebih baik karena menempel langsung pada punggung. Kelemahannya, internal frame tidak dapat menyangga berat sebesar external frame, tidak memiliki ventilasi di punggung (karena tas langsung menempel pada punggung), dan biasanya dirancang minim kompartemen sehingga menyulitkan saat loading. Namun jika waktu wisata super singkat, backpack tipe frameless bisa menjadi salah satu opsi. Pilih yang paling sesuai untuk kalian.
       
      - Strap bahu. Pilih strap bahu yang dapat di adjust panjang-pendeknya, dilapisi dengan busa agar tidak menyakiti bahu, dan pilih yang paling nyaman untuk kalian.
       
      - Tali pinggang. Sebagian berat dari tas punggung akan menekan bagian pinggang dan pinggul. Jadi, pilihlah tas yang memiliki tali di pinggang untuk membantu pinggang/pinggul dalam menahan beban dari tas. Jangan lupa pilih yang mudah untuk di adjust.
       
      - Ventilasi. Pilih tas yang memiliki bagian punggung berkontur. Selain membantu mendistribusikan beban pada punggung, juga memberikan ruang kecil diantara punggung dan tas sehingga udara dapat masuk kesela-selanya untuk mendinginkan punggung.
       
      - Kompartemen. Tas yang bagus seharusnya memiliki banyak kompartemen. Tujuannya untuk memudahkan penggunanya dalam menempatkan barang-barangnya, dan juga memudahkan akses untuk pencarian. Jika kalian berencana untuk membawa kantong tidur, pilih tas yang memiliki sleeping bag compartment.
       
      Lain-lain
      - Pilih tas punggung dengan material yang kedap air. Minimal, pilihlah tas dengan bahan yang semi-waterproof sehingga air tidak mudah menembus ke bagian dalam tas. Dan, pastikan juga jika bahan tersebut cukup cepat kering.
       
      - Ada sedikit perbedaan tipe tas punggung untuk pria dan wanita yang perlu dijadikan bahan pertimbangan. Wanita umumnya memiliki ukuran bahu yang lebih kecil dibanding pria, begitu juga dengan ukuran pinggul. Jadi bagi wanita, pilihlah tas punggung yang khusus dirancang untuk wanita (jangan memilih model unisex), dan pilih yang memiliki penahan dada yang posisinya agak ke atas (agar tidak menekan dada).
       
      - Umumnya, ada 2 model tas punggung: top loading (bukaan atas), dan side panel/zippered front panel (bukaan samping). Model top loading merupakan model yang paling standar, yaitu tas hanya bisa dibuka dari atas. Sementara side panel/zippered front panel memiliki bukaan di samping (seperti koper). Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, jadi pilih saja mana yang paling sesuai untuk kalian.
       

       
      Top loading backpack (kiri) dan front loading backpack (kanan). Foto: thewittywanderer 
       
      - Memilih tas punggung sama saja dengan memilih baju maupun sepatu. Kalian tidak tahu apakah sebuah tas cocok untuk kalian atau tidak sebelum mencobanya. Jadi jangan malas untuk mencoba saat berada di toko, dan jika perlu, isi tas dengan beberapa barang agar kalian dapat membayangkan berat dari tas yang sesungguhnya.
       
      Semoga bermanfaat!
       
    • By vie asano
      Bagi yang kerap main ke forum traveling, rasanya bunyi pengumuman seperti ini cukup familiar:
       
      Dicari, teman seperjalanan untuk pergi ke [isi dengan nama tempat favorit kalian] untuk tanggal [isi dengan tanggal yang kalian inginkan].
       
      Pengumuman seperti itu mungkin akan membuat sebagian traveller mengeryitkan sebelah mata, walau pastinya banyak yang menganggap hal tersebut sangat wajar. Yah, akui saja, nggak semua orang suka bepergian dengan orang yang nggak dikenal karena bermacam alasan. Salah satunya adalah adanya kekhawatiran nggak cocok dengan partner traveling yang akhirnya malah membuat rencana wisata jadi berantakan. Kekhawatiran itu cukup beralasan karena ternyata cukup banyak juga yang pernah mendapat “pengalaman unik†saat wisata bareng orang yang betul-betul baru. Berikut ini beberapa pengalaman dari unik dari para traveller bersama dengan partner travelling-nya yang bisa ditemukan di internet. Apakah kalian pernah mengalami hal-hal berikut ini?
       
       
      1: Bertemu Travel Partner yang Super Irit dan Super Kikir
       

      Ilustrasi facepalm, via gooverseas 
       
      Seorang traveller, yang menyebut dirinya sebagai hardcore-budget traveller, mengaku pernah berwisata dengan seorang partner yang ternyata jauh lebih kikir dari dirinya. Sang partner hampir selalu “lupa†membayar makanan yang telah dipesan, betah berlama-lama di tempat makan hanya dengan bersenjatakan minuman sebotol air mineral (sementara teman lainnya makan), nggak malu mengambil menu sarapan dari hotel untuk bekal makan seharian, dan tak sungkan untuk mencomot makanan dari partner lainnya dengan alasan “icip-icipâ€. Dia selalu mencari obyek wisata gratisan, dan menolak untuk naik kendaraan jika jarak tempuh ke sebuah obyek belum lebih dari 10 kilometer! Benar-benar partner travelling yang sukses bikin tepok jidat deh!
       
      Pesan moral:
      Memilih partner traveling itu wajib jika tak ingin mendapat partner yang “ajib†punya. Panduan untuk memilih partner travelling pernah dibagikan dalam thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/15696-jangan-asal-memilih-teman-sebagai-partner-travelling/
       
      2: Travel Partner yang Dipilih Ternyata Seorang Penipu
       

      Ilustrasi kecewa saat travelling, via squaremouth 
       
      Ini mungkin termasuk salah satu partner travelling yang paling membuat trauma. Saat kita mencari pasangan untuk travelling, salah satu tujuannya adalah untuk mencari teman berbagi pengeluaran (share cost). Namun bagaimana jika sang partner nyaris tidak membayar biaya pengeluaran apapun padahal telah menikmati fasilitas tersebut, dan yang lebih buruk, dia kabur tanpa membayar bagiannya. Seorang traveller pernah membagikan pengalamannya dalam sebuah forum, dan akhirnya disimpulkan jika hal tersebut terjadi karena tidak adanya kesepakatan di awal tentang biaya yang akan dikeluarkan dan juga karena biaya tidak dikumpulkan di awal.
       
      Pesan moral:
      Rincilah semua perkiraan biaya yang dibutuhkan dalam sebuah perjalanan bersama partner travelling, dan jika memungkinkan, biaya patungan untuk keperluan bersama (seperti sewa mobil maupun sewa alat) sebaiknya dikumpulkan di awal.
       
      3: Dikerjai oleh Travel Partner
       

      Ilustrasi minuman dengan obat bius, via thouthcatalog 
       
      Pengalaman ini dibagikan oleh seorang solo traveller, sebut saja si A, saat bepergian ke suatu wilayah di Eropa. Saat tengah berada di stasiun, dia didekati oleh traveller lain. Setelah berbincang sejenak, mereka memutuskan untuk travelling bersama-sama. Sayangnya, ternyata “partner†baru tersebut ternyata berniat buruk. Dia mencampur minuman si A dengan obat bius, dan mengambil barang-barang berharga yang dimiliki oleh A. Wah, semoga ini tidak terjadi pada traveller lain ya!
       
      Pesan moral:
      Travelling bersama partner baru memang membutuhkan kepercayaan, namun jangan sampai mengendurkan kewaspadaan kalian.
       
      4: Travel Partner Nggak Open-mind
       
      Resiko saat pergi bersama orang yang betul-betul tidak dikenal adalah adanya kemungkinan kita akan bertemu dengan orang baru yang memiliki karakter ajaib. Seorang traveller pernah berbagi pengalamannya saat bepergian bersama partner baru ke sebuah negara dimana bahasa Inggris bukan merupakan bahasa pertama mereka. Dan coba tebak, sang partner selalu mengeluhkan setiap perbedaan budaya yang mereka hadapi. Yang lebih parah, dia pernah menyerang seseorang yang tak mengerti maksud perkataannya dan menyalahkan orang tersebut karena tak bisa berbahasa Inggris!
       
      Pesan moral:
      Sekali lagi, menyeleksi partner travelling itu wajib dilakukan.
       
      5: Ribetnya Traveling Bersama Traveller Kuper, Kudet, dan yang Lebih Parah, Tukang Curhat
       

      Ilustrasi sedih, via neclintit 
       
      Seorang traveller berbagi pengalamannya saat jalan dengan partner baru (wanita). Sang partner tersebut sepertinya jarang bepergian dan tampaknya nggak terlalu mengerti tentang seluk beluk traveling. Yang lebih parah, ternyata dia selalu mellow dan membawa problem rumahnya dalam acara wisata. Mau nggak mau traveller itu pun terpaksa bertindak juga sebagai konsultan pribadi selama momen wisata alias jadi pendengar setia setiap curhatnya!
       
      6: Hygiene Freak dan Ribet
       
      Satu lagi pengalaman dari seorang traveler yang membuktikan jika menyeleksi partner travelling itu penting. Seorang traveller wanita berbagi kisahnya saat menginap dengan partner baru di sebuah hotel. Diluar dugaan, partner tersebut ternyata super higienis. Saat dia tak sengaja menggunakan handuk milik sang partner, kehebohan pun terjadi karena sang partner mendadak murka dan mempermasalahkan tentang higienitas.
       
      Masih kisah tentang partner yang sama, ternyata sang partner pun punya kebiasaan yang unik. Tak hanya freak mengenai higienitas, namun dia juga termasuk jenis nocturnal alias selalu tidur sangat larut malam (alias menjelang dini hari). Akibatnya, waktu istirahat jadi terganggu karena sang partner kerap melakukan aktifitas hingga selepas tengah malam. Dia juga termasuk ribet dengan barang bawaan. Intinya, dia seorang partner yang super ribet deh!
       
      7: Terlalu Freak dengan Itinerary
       

      Berpatokan dengan itinerary itu penting, tapi kalau terlalu freak jelas mengganggu, via danaeavia 
       
      Kadang, ada saja traveller yang terlalu terpaku dengan itinerary. Dalam batasan tertentu, berpatokan pada itinerary memang penting untuk menjaga agar jadwal berlangsung seperti yang direncanakan. Tapi jika terus menerus memastikan itinerary hingga berulang kali (padahal dia sudah mengetahui itinerary tersebut), lama kelamaan itu akan membuat traveller lain yang pergi bersamanya menjadi gerah. Hal tersebut pernah dialami oleh seorang traveller yang lantas membagikan pengalamannya dalam website pribadinya.
       
      Itu hanya sebagian saja pengalaman unik yang pernah dialami bersama partner yang betul-betul belum dikenal. Pengalaman lainnya yang cukup sering dibagikan oleh traveller adalah bertemu dengan partner yang ternyata party goers, partner yang terlalu ingin menempel di setiap aktifitas, serta partner yang mudah histeris. Namun dari semua traveller yang pernah berbagi pengalaman menyebalkan bersama partner baru, hampir semuanya mengaku nggak kapok bepergian dengan orang yang betul-betul asing dan justru menganggap pengalaman-pengalaman buruk tersebut sebagai sebuah momen yang berkesan.
       
      Nah, diantara teman-teman yang pernah pergi bersama orang yang sama sekali asing, adakah pengalaman unik yang pernah didapat? Ayo bagi ceritanya dong