Sign in to follow this  
D_GUNN3R1

Oleh2 unik dari China

6 posts in this topic

Kalau Pergi ke China lebih baik beli oleh2 apa yah? soalnya di Indo sendiri kan sudah banyak dari China.

Dulu ada teman yang kesana biasa beli baju atau gantungan kunci, karena dekat2 olimpiade.

Tapi sepertinya itu biasa2 aja, ada yang unik?

Tapi jangan yang mahal2 yah.

Kalau untuk yang pergi dengan travel, biasa ada mampir d pusat oleh2, ada yang jual sutra, keramik dll.

Tapi ga tau juga asli atau palsu. Jangan2 kalau beli ditempat lain lebih murah

Share this post


Link to post
Share on other sites

hehe iya nih, kalo dari china kayaknya hampir setengah yang dijual di indonesia merk sana deh. aku pernah dapet oleh-oleh nih dari temen yang abis jalan-jalan dari sana, dia beliin jam tangan. jujur aja jam tangannya mah gak beda sama yankitag biasa kita lihat di pasar kaget. tapiiii, yang bikin itu tetap istomewa adalah karna jam itu oleh-oleh dari seorang sahabat.. kayaknya apapun yang dijadiin oleh-oleh pasti yang nerima seneng. minimal artinya kita diinget sama yang lagi pelesiran

Share this post


Link to post
Share on other sites

hehe iya nih, kalo dari china kayaknya hampir setengah yang dijual di indonesia merk sana deh. aku pernah dapet oleh-oleh nih dari temen yang abis jalan-jalan dari sana, dia beliin jam tangan. jujur aja jam tangannya mah gak beda sama yankitag biasa kita lihat di pasar kaget. tapiiii, yang bikin itu tetap istomewa adalah karna jam itu oleh-oleh dari seorang sahabat.. kayaknya apapun yang dijadiin oleh-oleh pasti yang nerima seneng. minimal artinya kita diinget sama yang lagi pelesiran

yuuppp..... apapun itu, kita sebagai yang diberikan oleh2 ya terima2 aja.... apalagi dari org yg dekat/sahabat2 kita....

kalo mau yang bagusan ya nitip sama yang lg pelesiran.... masa minta oleh2 yang harganya 100rb ke atasss??? hihihihihih....... :lol: :lol:

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah, bener ni, kalo ke cina, cari oleh2, pasti rata2 ada di Indonesia. dari gantungan kunci, tempelan dinding, hiasan, dan macem macem. kalo mau sih, bawain makanan, jarang ada soalnya. atau kalo gak, baju kekaisarannya, biasana kalo baju itu lebih murah daripada yang ada di Indonesia, semoga membantu

Share this post


Link to post
Share on other sites

yah sebaiknya oleh2 yg gak ada di indonesia tentunya yaaaa....

mungkin beberapa makanan bisa. tapi ya sebaiknya kalo oleh2 tu harus tahan lama n berbekas (maksudku tidak habis dipakai)..

sama mungkin kalo aku cewek sih.. suka dibeliin baju shanghaii.. :P:D:P:D

biar kayak ling-ling gitu.. hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

Kyknya boleh juga beli baju. Karena harga baju china rata rata lebih murah. Gadget gadget tertentu juga murah. Tapi kalau gadget kuran cocok buat oleh oleh ya

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Tadinya saya ingin menulis tentang panduan wisata belanja di Osaka (dan mungkin juga Nagoya), lanjutan dari panduan belanja di Tokyo dan Kyoto yang sudah saya tulis kemarin. Namun di pagi buta hari ini, tiba-tiba datang What's App dari adik yang sedang dinas ke Tokyo.
      Mbak, mau oleh-oleh apa dari Tokyo?
      Begitu katanya. Karena belum sepenuhnya bangun tidur (maklum, hari ini Jakarta dinginnnnn bangetttt), spontan saya jawab “apa aja yang ketemu di toko 100 yen dehâ€. Saya baru mau lanjut tidur lagi saat adik lagi-lagi me-WA:
      Hahaha, emangnya mau dapat oleh-oleh dari toko 100 yen? Nggak pingin yang lain, gitu?
      Hmm, selama ini saya selalu menulis tentang toko 100 yen sebagai tempat mencari oleh-oleh murah meriah (bisa dibaca disini). Tapi WA tadi membuat saya berpikir tentang oleh-oleh khas Tokyo untuk orang special, entah itu untuk atasan, pasangan, orang tua, dan lain-lain. Toko 100 yen memang layak dilirik bagi yang mencari oleh-oleh untuk satu kampung, tapi untuk orang special tentu lain lagi dong. Walau beberapa kali menulis tentang wisata ke Tokyo (termasuk panduan wisata belanja di Tokyo), namun saya belum pernah menulis tentang oleh-oleh khas Tokyo. Jadi apa saja sih oleh-oleh khas Tokyo itu?
      Adik saya lalu mengingatkan jika besok dia sudah kembali ke Jakarta. Jadi hari ini adalah hari terakhir jika ingin minta sesuatu dari Tokyo. Deadline itu berhasil membuat saya bangun dan membongkar-bongkar kembali catatan perjalanan wisata ke Tokyo tahun 2012 yang lalu, mencari inspirasi apa saja oleh-oleh yang pernah saya buru untuk orang-orang special sekaligus menyusun kembali hutang field report yang tertunda terus. Akhirnya saya menemukan beberapa list item yang pernah (setidaknya) masuk dalam daftar “oleh-oleh wajib dari Tokyo. Semoga bisa menginspirasi Jalan2ers yang sedang mencari oleh-oleh khas Tokyo (atau bagi yang mau minta oleh-oleh dari Tokyo).
      Note:
      Kali ini saya tidak akan membahas detail tentang tempat-tempat untuk belanja souvenir, karena panduan wisata belanja di Tokyo bisa dibaca disini. Saya hanya ingin berbagi ide oleh-oleh yang bisa di beli di Tokyo, baik benda khas dari Tokyo maupun oleh-oleh bernuansa Jepang lainnya.
      Makanan (snack, kue, dan sebagainya) dan minuman
      -Makanan (terutama kue) termasuk oleh-oleh yang relatif disukai oleh siapapun. Point menariknya, kue-kue di Jepang biasanya dibungkus dengan sangat cantik sehingga cocok untuk dijadikan buah tangan bagi siapapun (termasuk boss atau rekan kerja). Kue pun mudah ditemukan di berbagai area wisata, seperti Nakamise Dori, Tokyo Tower, dan lain-lain. Sedangkan jika ditanya kue khas Tokyo, Tokyo Banana adalah salah satu oleh-oleh wajib dari Tokyo.. Kue ini memiliki banyak varian, jadi nggak membosankan untuk dijadikan oleh-oleh. Tapi kalau beli Tokyo Banana, harus ekstra teliti ya. Berdasarkan pengalaman, kue ini masa kadaluarsa-nya singkat sekali. Sebaiknya beli Tokyo Banana sesaat sebelum pulang ke Indonesia, dan perhatikan tanggal kadaluarsa-nya.
      (1) Salah satu kemasan Tokyo Banana [foto: David McKelvey], (2) & (3) Varian Tokyo Banana [foto: OiMax, Jencu]
      -Alternatif lainnya, aneka makanan kering seperti senbei (snack beras khas Jepang), nori (rumput laut), furikake (abon khas Jepang), bumbu sup miso, maupun bumbu kare, juga bisa jadi alternatif oleh-oleh. Walau barang-barang ini sekarang mudah ditemukan di berbagai toko bahan makanan import, tapi disini harganya lumayan mahal. Makanan seperti ini cocok dijadikan oleh-oleh bagi pecinta makanan Jepang.
      -Yebisu Beer adalah salah satu bir yang identik dengan Tokyo karena pabrik pertamanya berdiri di kota ini (walau kini sudah pindah ke daerah Chiba). Jika berkunjung ke Museum of Yebisu Beer, di museum itu terdapat berbagai produk olahan bir Yebisu yang cocok dijadikan oleh-oleh, seperti jelly beer. Tentunya ini oleh-oleh bagi yang bisa mengkonsumsi alkohol saja.
      (4) Museum of Yebisu Beer [foto: Dushan and Miae], (5) Beer Jelly [foto: Mr Wabu]
      Majalah dan produk budaya pop lainnya
      -Di Tokyo ada beberapa distrik yang identik dengan otaku. Jadi jika punya teman yang hobi ber-otaku ria, berburu oleh-oleh di distrik tersebut bisa jadi salah satu alternatif cantik. Aneka figurin maupun doujinshi (manga/novel fan fiction yang dibuat berdasarkan sebuah karya populer) bisa jadi oleh-oleh menarik untuk otaku.
      -Miniatur Gundam official maupun aneka cemilan ala Gundam mudah ditemukan di Gundam Front Tokyo. Cocok untuk oleh-oleh bagi penggemar Gundam. Sedangkan jika ingin makan snack berlabel group idol populer AKB48 (yang identik dengan Akihabara Tokyo), dapat membeli aneka snack maupun pernak pernik tersebut di berbagai AKB48 official shop di Tokyo. Malas pergi ke official shop? Banyak kok snack maupun minuman yang memasang gambar maupun logo AKB48 dan tersedia di berbagai konbini maupun toko oleh-oleh..
      (6) Pernak pernik Gundam [foto: Coolinsights], (7) AKB48 Cafe Mug [foto: Kalleboo]
      -Majalah mungkin bukan oleh-oleh khas Tokyo, tapi bisa jadi alternatif oleh-oleh lho. Majalah trend fashion terbaru atau majalah inspirasi model rambut musim ini cocok untuk diberikan bagi teman atau saudara yang suka dengan budaya Jepang. Barangnya pun cukup mudah dicari karena bisa ditemukan di berbagai konbini dengan harga bervariasi (mulai dari ratusan yen hingga ribuan yen). Punya budget agak besar? Bisa juga membelikan photobook dari artis favorit teman/saudara.
      -Ada teman yang suka musik Jepang? Maka CD musik bisa jadi oleh-oleh yang tepat. Maklum, hanya sedikit musisi Jepang yang albumnya bisa ditemukan disini. Hanya saja harga CD di Jepang memang cukup menguras kantong. Untuk single (biasanya terdiri dari 2-3 lagu saja) harganya rata-rata mulai ¥1000, sedangkan untuk full album bisa ¥3000 ke atas. Salah satu toko CD yang pernah saya datangi (walau akhirnya nggak beli apa-apa) ada di dekat Stasiun Shibuya.
      Aneka produk budaya tradisional
      -Pernah lihat patung kucing yang mengangkat sebelah kakinya? Kucing yang disebut maneki neko itu termasuk salah satu oleh-oleh yang cocok diberikan untuk siapa saja yang memiliki bisnis karena dipercaya mendatangkan keberuntungan. Jika tertarik membeli maneki neko, tak ada tempat terbaik selain membeli langsung di kuil yang menjadi awal legenda maneki neko, yaitu Gotoku-ji Temple.
      -Banyak sekali pernak pernik budaya tradisional yang bisa dijadikan oleh-oleh, mulai dari yukata, kipas tangan, geta (sandal khas Jepang), wagasa (payung khas Jepang), hingga pedang. Salah satu tempat terbaik berburu oleh-oleh khas Jepang di Tokyo adalah Oriental Bazaar.
      (8) & (9) Maneki neko di Gotoku-ji Temple [foto: Mrhayata, Ogiyoshisan]
      Pernak-pernik lainnya
      -Tokyo punya banyak sekali tempat wisata dan uniknya rata-rata tempat wisata memiliki maskot yang lucu-lucu, seperti Tokyo Tower yang memiliki maskot bernama Noppon, Tokyo Skytree dengan karakter Sorakara sebagai maskotnya, NHK dengan Domo-kun, dan banyak lagi. Aneka maskot tersebut bisa ditemukan dalam berbagai bentuk produk, mulai dari gantungan kunci hingga makanan. Cocok dijadikan oleh-oleh khas Tokyo untuk siapa saja.
      -Set pisau masak dari Kappabashi dapat menjadi alternatif oleh-oleh menarik dari Tokyo, khususnya bagi pecinta masakan. Kotak makan khas Jepang beserta perlengkapan makannya (sumpit dan lain-lain) juga cocok dijadikan oleh-oleh.
      -Aneka jimat kuil juga bisa jadi alternatif oleh-oleh lho. Banyak kuil yang memiliki jimat dengan kemasan unik dan di klaim memiliki khasiat macam-macam. Salah satu kuil di Tokyo yang memiliki jimat berbentuk unik adalah Kanda Myojin.
      -Mug Starbuck bertuliskan TOKYO jelas menjadi salah satu oleh-oleh bagi kolektor mug Starbuck..
      (10) Domo-kun (warna coklat), maskot NHK [foto: ElCapitanBSC], (11) Amulet dari Kanda Myojin [foto: Yuiseki]
      Masih bingung memilih oleh-oleh ala Tokyo? Ada tips lain bagi yang masih galau membeli maupun meminta oleh-oleh: beli saja berbagai barang unik ala Jepang. Di Tokyo (dan Jepang) banyak sekali barang-barang biasa yang memiliki desain unik sehingga menjadi luar biasa. Misalnya saja gantungan kunci berbentuk miniatur makanan yang bisa di dapat di Kappabashi. Saya sendiri pernah membeli Akihabara Oppai Pudding untuk adik (laki-laki) dan untuk seorang teman. Hasilnya? Cukup membuat mereka terkesan. Inilah penampakan Akihabara Oppai Pudding tersebut. Seru kan? Hehe..
      Penampakan Akihabara Oppai Pudding, dari tertutup hingga full terbuka [foto: dokumen pribadi, 2012]
      *Semua pic dicari melalui Creative Commons, kecuali yang ditandai sebagai dokumen pribadi.
    • By Chans
      Share waktu jalan-jalan ke Pulau Hainan di China ya.. jadi sekarang lagi ada banyak tour-tour nawarin paket ke China, ada yang harganya lumayan murah (5jutaan) ini ke Hainan di China. Tempatnya lumayan bagus, banyak tempat-tempat yang instagrammable juga.
      Perjalanan dari Jakarta-ke bandara Haikou jam 7 malam, sampai di sana kira-kira 00.25 (waktu China yang lebih cepat 1 jam dari Jakarta), jadi perjalanan naik pesawat kira-kira 4 jam lebih. Langsung bermalam di hotel.
      Hari ke 2,  dapat makan sarapan dengan menu lumayan lengkap, ada nasi+lauk-lauknya, mie, bubur, roti dll, lalu naik bus menuju Sanya, agak lama naik bus dari Haikou ke Sanya,mungkin ditotal sekitar 5 jam-an (ada makan siang+stop buat ke toilet). Selama tour, tiap makan siang selalu dapat makan 9-10 macam menu Chinese Food.
      Di Sanya, pergi ke tempat namanya Deer Looking Back Sculpture, di sini bisa naik kereta kecil buat naik ke atas bukit dan bisa melihat pemandangan kota Sanya dari atas bukit. Dilanjutkan ke Dadong Sea dan mampir supermarket belanja makanan kecil. Di Hainan rata-rata yang dijual makanan olahan kelapa, mulai dari biskuit, permen, kopi.  Malamnya, optional tour bisa nonton show atau naik cruise, kita milih naik cruise 200 RMB ( 1RMB sekitar Rp.2.000,-). Di kapal nonton pertunjukkan tari-tarian, sulap, pertunjukkan topeng. Bisa juga naik ke atas dek buat foto-foto. 
      Hari ke 3, dibawa ke tempat yang menjual produk-produk bambu. Disini banyak produk yang menarik, seperti handuk yang bisa mengeringkan rambut sendiri (dibungkus pakai handuk 1 jam, rambut sudah kering), baju dalam yang bisa buat lampu nyala, tissue super bersih (bisa bersihin noda kecap dll sekali usap udah bersih) bisa dipakai 1 bulan jadi bisa dicuci dan dipakai lagi. Saya beli tissuenya, memang enak buat bersih-bersih, dll.
      Lalu mengunjungi tempat yang ada patung Dewi Kwan Im tertinggi di dunia, 108 meter, disini dapat makan makanan vege yang lumayan enak, tempat ini besar banget, cuma kita langsung dibawa ke tempat yang ada patung Dewi Kwan Im nya naik kereta kecil. Sorenya dibawa ke tempat yang jual Omega 3 Fish Oil. Pemandunya bisa berbahasa Indonesia, jadi penjelasan dalam bahasa Indonesia. Ada dijelasin seputar kesehatan juga, sepertinya bagus juga produk yang dijual, cuma harganya mahal dan bahannya terbuat dari hewan-hewan seperti anjing laut (tidak tega hehe).

      Hari ke 4, mengunjungi suku minoritas Yetian Minority Nationality Village, dibawa ke tempat berjualan obat Bao Fu Ling yang bagus buat luka bakar (sambil denger penjelasan produk, kita duduk sambil pakai mesin pijat di kaki, enak dipijat hehe) dan sorenya ke Desa Bali. Di sini beberapa peserta tour sempat nari dulu sama penari-penari yang didatangkan dari Indonesia.
      Hari ke 5, menuju Haikou lagi naik kereta cepat. 45 menit sudah sampai di Haikou. Haikou cuacanya lumayan dingin, kalau di Sanya dan di hari ke-3 dan ke-4 cuaca panas terik, di Haikou lebih dingin (pakai jaket 1 saja sudah cukup, walau ada peserta tour yang gak pakai jaket juga). 
      Di Haikou, pergi ke Qilou Old Street, disini yang banyak dibeli adalah pie durian (made in Vietnam). Menurut saudara yang dikasih oleh-oleh ini memang enak katanya, pantas pada beli banyak-banyak, saya gak mencicipi karena gak doyan durian.  Dari sana dibawa ke Movie Town, disini sangat banyak spot buat foto-foto. Ada 2 pintu masuk tempat disini, 1942 street dan Nanyang street.
      Di 1942 street, tempatnya kayaksetting film dengan rumah-rumah jadul yang terbuat dari kayu, disini ada studio buat foto sama Chiang Kai Shek. 
      Di Nanyang Street, tempatnya kayak setting film dengan bangunan yang lebih modern dari yang di 1942 street. Tapi dua-duanya sama bagus. Disini bisa foto studio sama mei ni yang pakai baju Shanghai (mei ni bahasa mandarinnya cewek cantik, tapi semua cewek juga dipanggil mei ni di China gak hanya yang cantik-cantik aja), fotonya nanti dicetak dan bisa diambil (yang gratis dapat ukuran kecil, yang besar bayar 20 RMB). 
      Disini waktunya agak terbatas, setelah foto-foto studio dan belanja sebentar, lalu jalan-jalan sedikit tau-tau waktu sudah habis, sudah waktunya pergi TT lihat di web nya rupanya masih banyak tempat-tempat yang bagus. Link: http://www.movietownhaikou.com

      Setelah dari Movie Town, dibawa ke Mall yang besar, memang China itu negara besar, jadi mallnya pun besar banget. Setelah itu makan malam dan dibawa ke airport untuk perjalanan pulang. 
      Karena kurs RMB (China Yuan) yang masih terjangkau, rasanya belanja dan makan-makan disini gak terlalu mahal.
      Next jadi mau ke China lagi, ke kota yang lainnya (kalau bisa backpacker tanpa ikut tour biar lebih puas). 
      Sekian share saya, dikit aja karena gak pinter bercerita, ada beberapa hal yang juga udah lupa hehe.
       
    • By Gulali56

      Sudah banyak memang yang menulis bahwa apply visa China itu gampang . Tetapi yang namanya sudah beli tiket pesawat pulang pergi , apply visa selalu membuat saya was was.
      Ini kali kedua saya apply visa, setelah sebelumnya apply visa Taiwan 2 tahun yang lalu. Yang bikin kuatir mungkin karena salah satunya adalah saya baru memperpanjang paspor pertengahan tahun ini.So far dengan paspor yang baru cuma ada cap Negara Singapura 2x dan Malaysia 1x.
      Untuk apply visa China sekarang tidak lagi di kedutaan RRC melainkan agen khusus yang ditunjuk yaitu di Chinese Visa Application Service Center di The East Mega Kuningan. Padahal Kedutaan RRC cuma 3 menit jalan kaki dari kantor saya. Sedangkan ke The East itu justru 10menitan.
      Pertama-tama saya mendownload form di https://www.visaforchina.org/ sebenarnya bisa sekalian isi online terus tinggal print tapi karena teman saya tidak ada internet akhirnya saya download saja dan isi manual tulisan tangan.
      Pertanyaannya tidak terlalu ribet, mungkin yang agak ‘tricky’ karena ada kolom itinerary tapi cuma dikasi jatah 5baris. Akhirnya saya tulis tanggal saya sampai di Beijing dan tanggal keluar dari Beijing.Haha.. asli culun. Maksud saya toh memang mau menyertakan itinerary di lembar terpisah.Ternyata pas di loket, dikembaliin tuh lembar itinerary yang di ketik bagus-bagus.Yang culun di aplikasi justru tak masalah.
      Jadi yang dibutuhkan untuk apply visa China itu adalah sbb:
      Form aplikasi yang sudah diisi lengkap dan di ttd. Oiya pake ukuran kertas A4 ya print nya. Foto 4x4.5cm latar belakang putih 1 lembar. Kalau saya ambil foto di Mal Ambassador lt.1,15-20menit saja harga Rp 40,000.Cukup bilang foto buat visa China ya.Orgnya sudah biasa bgt ngelayanin pembuatan foto buat visa jadi gak pake tanya ukuran foto.Iyalah daerah kuningan gudangnya kedutaan dan agen pembuat visa. Paspor asli dgn masa berlaku lbh dari 6bln dari tgl keberangkatan. Copy paspor, copy KTP Copy Ticket pesawat Copy booking hotel Saya datang jam 11.30 langsung diarahkan naik tangga ke lantai 2 pas di depan pintu masuk The East. Di lantai 2 ketemu satpam,ditanya mau ambil jalur regular atau express.Berhubung santai ya kita pakai jasa regular. Dikasi nomer urut.Baru duduk 2 menit sudah dipanggil nomer saya, karena memang saat itu kosong banget disana.
      Di loket langsung dicek kelengkapan dokumen, ternyata temen saya lupa copy passport nya untung mba petugasnya baik. Diterima
      aja tanpa embel-embel harus bayar fotocopy lagi. Langsung dikasi form pengambilan visa

      Saya submit aplikasi di hari selasa, visa bisa diambil di hari jumatnya. Yang paling oke lagi. Bayar nya pas visa jadi dan bisa pakai credit card.
      Akhirnya berhasil juga dapat visa China, padahal pas ambil pas sampai sana jam 4kurang 2menit.hehehe..
      Cuman lagi mikir aja. Betapa enaknya itu agen service visa yang di kasi hak exclusive itu. Harga single entry (reguler) yang Rp 300,000 jadi Rp 540,000. Ckckck..Kaya banget tuh agen.
      The East Building, Unit 6, 2nd Floor,
      Jl, DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E 3.2
      no.1 South Jakarta 12950, Indonesia.
      Office Hours:
      Monday – Friday
      Application Submission: 9:00AM to 3:00PM
      Payment and Passport Collection: 9:00AM-4:00PM
      The Center is closed on Saturdays, Sundays and Indonesian public holidays.
      Biaya Visa + Processing Fee
      Single Entry:
      Reguler(4hari) : 300,000 + 240,000
      Express (3hari): 300,000 + 200,000(extra fee) + 400,000
      Urgent (2hari): 300,000 + 300,000(extra fee) + 500,000
      Nah kebayang deh jadi berapa total biaya untuk entry dibawah ini.
      Double entry : Rp 450,000
      Multiple entry /6bulan : Rp 600,000
      Multiple entry/1thn: Rp 900,000

    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, di newsfeed Facebook saya cukup ramai dengan artikel ini. Menurut saya, artikel tersebut sangat keren karena bertujuan untuk membuka wawasan mengapa kita nggak seharusnya minta oleh-oleh dari mereka yang akan pergi berwisata; sesuatu yang sangat lazim terjadi dalam budaya kita. Sebetulnya, sejak membaca tulisan tersebut saya kepingin banget menulis tips sejenis namun untuk versi dan sudut pandang yang berbeda, namun baru kali ini ada kesempatan untuk mewujudkan tulisan tersebut. Yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya menghindari agar tidak dimintai oleh-oleh saat kita berwisata.
       
      Pergi jalan-jalan, itu menyenangkan. Bersenang-senang di tempat wisata, itu lebih menyenangkan lagi. Mungkin yang dapat sedikit mengganggu mood hepi-hepi saat berwisata adalah adanya rengekan permintaan oleh-oleh dari teman, saudara, maupun kerabat lainnya. Memang sih nggak ada salahnya kita memberikan buah tangan untuk berbagi kegembiraan pasca traveling. Tapi kalau yang minta oleh-oleh jumlahnya satu kampung, wah bisa-bisa anggaran wisata habis untuk oleh-oleh saja. Apalagi kalau ada yang titip macam-macam dan akhirnya bikin bagasi overload. Ujung-ujungnya, lagi-lagi anggaran wisata pun terkuras. Sedih kan?
       
      Nah, bagi yang ingin menghindari dititipi oleh-oleh saat jalan-jalan, simak beberapa tips berikut ini. Secara garis besar, saya bagi tips ini dalam 2 versi: versi halus dan versi hardcore. Mari mulai dari versi halus lebih dulu.
       
      1. Nggak Tega Nolak Kalau Dimintai Oleh-Oleh? Pergi Diam-Diam Saja!
       

      Jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, via gofeminin 
       
      Kadang kita nggak tega untuk menolak saat dititipi oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Mau bilang secara langsung, takut menyinggung perasaan orang lain maupun dianggap sombong. Jika kalian mengalami dilema seperti itu, solusi pertama yang bisa dicoba adalah: jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, dan berangkatlah secara diam-diam. Teorinya, makin sedikit yang tahu kalian akan pergi wisata, maka makin kecil kemungkinan akan ditodong untuk memberikan oleh-oleh. Betul?
       
      2.  Hentikan Sementara Waktu Aktifitas Eksis di Media Sosial.
       

      Eksis di medsos, via wikimedia commons 
       
      Di era internet sekarang ini, rasanya nggak gaul kalau kita nggak check-in saat tengah berada di suatu tempat. Minimal, share foto-foto waktu traveling itu wajib hukumnya sebagai bukti absensi di sebuah lokasi wisata. Namun, ingat juga resiko dari eksis di medsos. Semakin banyak teman yang tahu, jangan bingung kalau tiba-tiba banyak yang nitip oleh-oleh ya. Upload foto di medsos bisa dilakukan saat kita pulang wisata kok, jadi untuk sementara tahan dulu keinginan untuk narsis dan eksis.
       
      3. Berhenti Menggunakan Telepon, Cek Email, dan Media Sosial
       
      Salah satu inti dari perjalanan wisata adalah untuk mengenal tempat baru dan menikmatinya semaksimal mungkin. Jika kalian terus menerus terhubung dengan telepon dan internet, jangan bingung jika kalian nggak bisa fokus dengan acara liburan dan malah disibukkan dengan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Bukan berarti kalian nggak boleh membawa handphone maupun terhubung dengan internet ya, hanya saja batasi intensitasnya seminimal mungkin.
       
      4. Negosiasi Itu Penting, Termasuk Negosiasi Soal Oleh-Oleh.
       
      Bagaimana jika teman terlanjur tahu kalian akan pergi berwisata? Jika kalian nggak cukup tega untuk betul-betul bilang say no to oleh-oleh padahal budget wisata terbatas, coba deh negosiasi dengan teman tersebut. Misalnya, kalian bersedia mencarikan barang yang diinginkan asalkan teman tersebut mau menitipkan sejumlah uang untuk membeli barang itu. Ingat, tetaplah jangan memaksakan diri ya! Jika waktu dan kondisi nggak memungkinkan, mau nggak mau kalian harus tega menolak permintaan tersebut. Namun, biasanya sih banyak yang langsung mundur teratur jika dimintai untuk menitipkan uang pembelian oleh-oleh, hehe.
       
      5. Berhenti Menanyakan Mau Oleh-Oleh Apa?
       
      Kadang, permintaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya berjibun disebabkan oleh blunder diri kita sendiri, yang biasanya diawali dari pertanyaan mau oleh-oleh apa kalau [isi dengan nama kalian] pergi ke [isi dengan nama tempat]? Jadi, salah satu tips untuk menghindari dititipi oleh-oleh adalah, dengan berhenti mengatakan kalimat tersebut.
       
      Dan ini versi hardcore-nya. Maksud dari hardcore ini adalah menolak dengan tegas maupun menyampaikan keberatan jika dititipi oleh-oleh, dan bukannya menghindar secara diam-diam seperti pada versi lunak.
       
      1.  Biasa Ngomong Blak-Blakan? Bisa Dong Bilang Tidak Untuk Permintaan Oleh-Oleh yang Nggak Masuk Akal.
       

      Say “no†untuk oleh-oleh yang aneh-aneh!, via flightsandfrustration 
       
      Kadang ada saja permintaan oleh-oleh yang membuat kita pusing untuk mencarinya. Bagi mereka yang nggak enak untuk menolak, bisa jadi akan mati-matian berusaha mencarikan oleh-oleh yang diinginkan oleh teman tersebut. Namun sebetulnya masalah bisa selesai jika kalian tegas menolak permintaan oleh-oleh yang nggak wajar. Asal dilakukan dengan bahasa yang tepat, nggak perlu khawatir akan menyinggung perasaan mereka kok.
       
      2. Kadang, Membatasi Jenis Oleh-Oleh yang Akan dibeli Jadi Solusi Enak Untuk Semua.
       

      Souvenir murah, via stuckattheairport 
       
      Untuk menghindari habisnya anggaran wisata untuk pembelian oleh-oleh dan juga untuk menghindari habisnya waktu untuk mencari request oleh-oleh, coba deh tegaskan jenis oleh-oleh apa yang HANYA akan kalian beli. Misalnya saja, kartu pos maupun gantungan kunci. Dengan menegaskan pilihan oleh-oleh yang akan kalian beli, kalian akan terhindar dari kewajiban menjadi tas untuk si anu, kaos untuk si itu, kue untuk si dia, dan lain sebagainya; yang akan membuat koper menggelembung dan overload. Jadi, teman maupun kerabat tetap akan mendapat oleh-oleh, hanya saja kalian yang menentukan sendiri jenis oleh-oleh tersebut.
       
      3. Last but Not Least, Tegas Sama Kuota Maksimum itu Hukumnya Wajib!
       

      Souvenir imut dari Jepang, via grrrltraveler 
       
      Maksud dari kuota maksimum disini adalah, batasi berapa batas maksimal oleh-oleh yang akan dibeli untuk si A dan si B, baik dari segi kuantitas maupun harga. Dan batasi juga kuota maksimum anggaran wisata untuk membeli oleh-oleh. Trik ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran pengeluaran oleh-oleh, dan juga membatasi jumlah oleh-oleh yang akan dibeli. Setiap kali ada yang nitip oleh-oleh, jelaskan dulu masalah kuota maksimum ini sehingga mereka bisa memahami jika kita menolak permintaan oleh-oleh dari mereka.
       
      Kunci dari menyiasati kewajiban untuk memberikan oleh-oleh saat traveling adalah ketegasan, dan juga perasaan tega. Kalian mungkin juga akan menghadapi pandangan sinis dan anggapan jika kalian sombong maupun pelit karena nggak mau membelikan oleh-oleh. Karenanya, sebisa mungkin tetap gunakan bahasa yang enak dan mudah dipahami saat menjelaskan dengan baik tentang kondisi anggaran wisata maupun padatnya itinerary sehingga terpaksa menolak permintaan oleh-oleh. 
    • By Daniel0705
      Perjalanan solo backpacker 4D3N
      Zhang jia jie terletak di provinsi hunan. Dari changsha, ibu kota provinsi hunan ke kota zhang jia jie bisa ditempuh dengan jalur darat mengunakan bus maupun kereta, dan jalur udara mengunakan pesawat terbang. Saya sendiri start dari fuzhou mengunakan pesawat sampai ke changsha lalu lanjut penerbangan ke zhang jia jie. Jika buka masa liburan seperti bulan april ini, tiket pesawat dari changsha ke zhang jia jie pp hanya 504 rmb. Pesawat yg dipakai dari changsha ke zhang jia jie adalah pesawat kecil, mungkin hanya memuat 50puluhan orang. Saran saya untuk solo backpacker adalah minimal bisa bercakap2 hal2 sederhana dalam bahasa mandarin. Saya hanya bercakap2 dalam bahasa inggris dengan petugas hostel dan lainnya harus memakai bahasa mandarin. Lalu transportasi umum dizhang jia jie juga kurang baik, karena disetiap pemberhentian bus, tidak diberi tahu sudah sampai halte mana, jadi anda harus bisa kira2 atau minimal bisa baca nama jalan disana.
      Pengeluran
      tiket taman nasional zhang jia jie 3hari 248rmb
      百龙天梯 lift outdoor sktr 78rmb
      cable car di tn zhang jia jie sktr 70rmb
      kereta listrik di tn zhang jia jie pp 50rmb
      Tiket tian men shan sekitar 258rmb
      Berikut saya bagikan foto2 saya di zhang jia jie...















    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, teman saya, seorang WNI yang menikah dengan pria Jepang, menceritakan kebingungannya mencari oleh-oleh khas Indonesia setiap kali akan berkunjung ke keluarga suaminya di Jepang. Adik saya yang menikah dengan pria Belanda pun kerap kebingungan mencari oleh-oleh untuk mertua tercinta. Dan saya rasa, teman maupun adik saya itu bukanlah satu-satunya yang kerap merasa bingung setiap kali mencari oleh-oleh khas Indonesia untuk dibawa ke luar negeri. Biasanya, yang bingung-bingung itu karena mereka terlalu memikirkan hal-hal berikut ini:
      1.Dari sekian banyak produk khas daerah di Indonesia ini, oleh-oleh apa sih yang paling merepresentasikan Indonesia?
      2.Oleh-oleh apa yang tahan dibawa untuk perjalanan jarak jauh dan memiliki kemasan yang oke namun tetap terkesan Indonesia banget?
      3.Oleh-oleh apa ya yang kira-kira disukai oleh orang diluar Indonesia, apalagi diluar wilayah Asia tenggara? Soalnya kan selera mereka mungkin saja beda dengan selera orang Indonesia atau orang Asia
      Berikut saya ingin berbagi beberapa jenis oleh-oleh khas Indonesia yang cocok dijadikan buah tangan untuk teman atau kerabat atau mungkin calon relasi bisnis yang ada di luar negeri, khususnya yang memiliki budaya yang jauh berbeda dengan Indonesia. Oleh-oleh dibawah ini berdasarkan pengalaman saya beberapa kali memberikan oleh-oleh (minimal memberikan ide) untuk mereka yang berada jauh diluar Indonesia. Saya sengaja nggak menyebut produk khas per-daerah supaya teman-teman bebas mengembangkan imajinasi dan mengeksplorasi produk khas daerah masing-masing dari ide-ide berikut ini. Untuk alternatif oleh-oleh lainnya, bisa mampir ke thread yang sudah lebih dulu ada: Oleh-oleh apa yang khas Indonesia? 
       
      1. Kopi
      Saya cinta kopi walau sebatas pecinta kopi sachetan saja. Dan bicara tentang kopi, Indonesia memiliki beberapa jenis kopi yang khas yang mungkin saja sulit ditemukan diluar negeri. Berhubung akhir-akhir ini banyak produsen kopi yang mengemas kopi Indonesia dengan kemasan yang cantik, saya rasa kopi layak banget untuk dijadikan oleh-oleh khas Indonesia.
      Tips: coba cari produk kopi khas daerah masing-masing, jadi jangan terpaku dengan merk kopi yang banyak ditemukan di supermarket. Contohnya saja Kopi  Oey Jalan Braga, termasuk oleh-oleh kopi khas dari Bandung. Saya pernah juga memberikan oleh-oleh kopi Bali untuk oleh-oleh dan rata-rata kopi Indonesia selalu diterima dengan senang hati.
       
      2. Rokok kretek
      Walau saya anti rokok, namun saya mengakui jika rokok kretek termasuk salah satu produk khas Indonesia. Rokok kretek bisa jadi oleh-oleh khas Indonesia karena biasanya (sepanjang yang saya tahu) rokok di luar negeri (wilayah survei: Jepang dan Belanda) rata-rata tipenya mild. Biasanya mereka yang perokok berat akan suka diberikan oleh-oleh rokok kretek dari Indonesia.
       

      Foto 02:
      Salah satu merk rokok kretek Indonesia yang populer secara internasional [foto: wikimedia/creative commons]
       
      3. Sambal
      Sambal mungkin termasuk salah satu produk khas di wilayah Asia. Dan Indonesia termasuk negara yang juga mencintai sambal. Jadi kenapa nggak memberikan oleh-oleh sambal sebagai produk khas Indonesia? Tentunya pilih yang kemasannya oke dan tahan untuk dimasukkan dalam bagasi pesawat.
      Tips: jika ingin memberikan oleh-oleh sambal untuk mereka yang kurang terbiasa dengan rasa pedas, sebaiknya pilih sambal yang rasanya ringan dan tidak terlalu pedas.

      Foto 03:
      Contoh sambal dalam kemasan yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh [foto: Gunawan Kartapranata/wikimedia]
       
      4. Makanan ringan
      Brownies Amanda dan Molen Kartika Sari merupakan oleh-oleh khas Bandung yang populer. Tapi kedua jenis makanan tersebut agak sulit untuk dibawa keluar negeri (khawatir hancur jika dimasukkan dalam bagasi) sehingga kurang cocok untuk dijadikan oleh-oleh khas Indonesia. Begitu juga dengan cemilan khas Indonesia lainnya seperti kembang goyang dan batagor. Wah, bisa-bisa hancur atau basi saat dibawa untuk perjalanan jarak jauh.
      Nah, jika memang ingin membawa oleh-oleh makanan, coba deh pertimbangkan untuk membeli oleh-oleh makanan kering dan punya kemasan menarik. Misalnya saja, aneka keripik singkong pedas, keripik pisang, atau mungkin dodol garut. Atau bisa juga membeli kerupuk mentah untuk digoreng sendiri.

      Foto 04:
      Keripik pisang dalam kemasan yang cukup menarik [foto: CamilanCamilun/wikimedia]
       
      5. Bumbu khas Indonesia
      Percaya atau tidak, teman saya yang warga Jepang suka banget kalau diberi oleh-oleh bumbu pecel lho! Itu menandakan jika bumbu khas Indonesia pun bisa dan layak dijadikan oleh-oleh yang mewakili Indonesia.
       
      6. Batik dan kain khas Indonesia
      Batik merupakan kain khas Indonesia. Jadi kenapa tidak memberikan batik sebagai oleh-oleh? Jangan hanya terpaku pada kain batik meteran saja. Kalian bisa lho memberikan batik sarimbit sebagai oleh-oleh, maupun batik yang sudah diolah menjadi produk lain seperti tas dan sepatu. Intinya, cari yang praktis namun menarik. Dan kain khas Indonesia tak hanya batik. Ada ulos, songket, dan banyak lagi. Bahkan dress pantai khas Bali pun menarik untuk dijadikan oleh-oleh lho!

      Foto 05:
      Batik dalam bentuk produk fashion jadi juga cukup menarik dijadikan oleh-oleh [foto: Gunawan Kartapranata/wikimedia]
       
      7. Teh
      Selain kopi, Indonesia juga memiliki banyak teh lokal yang memiliki rasa yang khas. Coba deh jangan melirik merk-merk teh yang mainstream dan banyak ditemukan di supermarket. Carilah produk-produk teh khas daerah kalian dan jadikan itu oleh-oleh yang mewakili Indonesia.

      Foto 06:
      Contoh teh khas Indonesia [foto: Midori/wikimedia]
       
      8. Produk spa dan kecantikan
      Spa termasuk salah satu perawatan kecantikan khas Indonesia yang banyak disukai oleh warga negara asing. Berhubung saat ini sudah banyak produk spa dan kecantikan lainnya yang dikemas cantik dan bisa digunakan untuk perawatan di rumah, coba deh memberikan produk-produk tersebut sebagai oleh-oleh. Saya pribadi beberapa kali memberikan set produk body lotion/body scrub/body butter dengan wangi khas Indonesia sebagai oleh-oleh dan ternyata produk-produk spa tersebut cukup disukai lho.
       
      9. Produk seni khas daerah
      Rasanya, masing-masing daerah di Indonesia memiliki produk seni yang khas, yang menarik untuk dijadikan oleh-oleh. Sebut saja wayang golek, wayang kulit, angklung, dan lain-lain. Produk-produk ini menjadi oleh-oleh yang relatif aman untuk siapa saja karena tidak untuk dikonsumsi, alias untuk pajangan saja.
       
      10. CD musik
      Saya rasa nggak banyak yang terpikir untuk memberikan CD musik penyanyi Indonesia sebagai oleh-oleh. Saya sendiri berani mengusulkan ini berdasarkan pengalaman memberikan CD musik untuk oleh-oleh adiknya adik ipar (WN Belanda). Ceritanya, saya sedang bingung akan memberikan oleh-oleh apa. Karena saya dapat informasi jika dia pecinta musik metal, saya pun iseng-iseng memberikan CD Power Metal dan Jamrud. Dan kalian tahu endingnya bagaimana? Sekarang dia jadi fans berat Jamrud! Yay, saya dapat teman Jamers baru!
      Daftar di atas saya susun berdasarkan pengalaman pribadi. Jika teman-teman ada yang mau berbagi pengalaman aneka oleh-oleh khas Indonesia, ditunggu sharing-nya. Sebagai penutup, saya ingin berbagi tips bagi yang ingin mencari produk khas Indonesia sebagai oleh-oleh:
      1. Percaya dirilah dengan produk-produk khas Indonesia. Jangan terlalu memikirkan ini layak nggak untuk jadi oleh-oleh maupun produk ini kira-kira sesuai standar barat nggak ya, karena pemikiran seperti itulah yang akhirnya membuat kita nggak pede dengan produk dalam negeri. Kalau kita sendiri nggak pede, gimana kita bisa meyakinkan orang lain kalau produk khas Indonesia itu bagus?
      2. Berpikir sederhana. Jangan karena semangat ingin memberikan oleh-oleh yang "wah" akhirnya malah membuat kita melupakan esensi dari oleh-oleh, salah satunya untuk menyambung silahturahim dan juga memperkenalkan produk khas Indonesia. Berpikirlah sederhana dan kreatiflah, karena bisa jadi produk-produk yang kita anggap sepele dalam kehidupan sehari-hari ternyata menarik untuk dijadikan oleh-oleh. Contohnya saja sandal jepit khas Indonesia, yang konon akhirnya jadi booming gara-gara dipakai oleh bintang Korea. Keren kan?
       
      Selamat berburu oleh-oleh khas Indonesia!
       
    • By Helen Anggakusuma
      hai semua,
      baru coba nulis dan minta pendapat untuk trip ke china
      dimohon kalo ada masukan boleh sekaliii atau ada yg musti banget diliat di tempat2 ini
      18-21 APRIL - BEIJING
      DAY 1 - BEIJING
      Flight sampai beijing 18:05
      Check in - Some Rest  Qianmen Main Street Mall Strolling around the city (Nanluoguxiang Alley) DAY 2 - BEIJING
      Tian'a'men , Forbidden City, Jingshan Park National Museum of China Beijing 798 Art Zone Confucious Mansion Peking Opera Show Ticket
      DAY 3 - BEIJING
      Great Wall Qianmen Main Street Mall Bird Nest, Olympic , Museum of Performing 
      DAY 4 - BEIJING / XI AN
      Summer Palace Sackler Museum of Art Train to Xian
      DAY 5 - Xian
      Xian Terracotta Warrior Smalll Wild Goose Pagoda   Bell Tower 
      Train to Zhang Ye (ini possible ga ya kira2 dilakukan?)
       
      DAY 6 -
      Zhang Ye - Strolling around the city
       
      DAY 7 
      Daxian Mountain Enterance
      Train to Guang Yuan
       
      DAY 8 - 9 
      GuangYuan Bus to PengFeng Village Tibetan Hotel JiuZhaguo   Train to Cheng Du
       
      DAY 10 - 11
      Cheng Du
      Panda?
      DAY 12-15
      Zhangjiajie
      DAY 16-20
      Shang Hai
       
      mohon petunjuk buat map dan hostel/hotel hehe
       
      thank youuu!