Sign in to follow this  
D_GUNN3R1

Oleh2 unik dari China

6 posts in this topic

Kalau Pergi ke China lebih baik beli oleh2 apa yah? soalnya di Indo sendiri kan sudah banyak dari China.

Dulu ada teman yang kesana biasa beli baju atau gantungan kunci, karena dekat2 olimpiade.

Tapi sepertinya itu biasa2 aja, ada yang unik?

Tapi jangan yang mahal2 yah.

Kalau untuk yang pergi dengan travel, biasa ada mampir d pusat oleh2, ada yang jual sutra, keramik dll.

Tapi ga tau juga asli atau palsu. Jangan2 kalau beli ditempat lain lebih murah

Share this post


Link to post
Share on other sites

hehe iya nih, kalo dari china kayaknya hampir setengah yang dijual di indonesia merk sana deh. aku pernah dapet oleh-oleh nih dari temen yang abis jalan-jalan dari sana, dia beliin jam tangan. jujur aja jam tangannya mah gak beda sama yankitag biasa kita lihat di pasar kaget. tapiiii, yang bikin itu tetap istomewa adalah karna jam itu oleh-oleh dari seorang sahabat.. kayaknya apapun yang dijadiin oleh-oleh pasti yang nerima seneng. minimal artinya kita diinget sama yang lagi pelesiran

Share this post


Link to post
Share on other sites

hehe iya nih, kalo dari china kayaknya hampir setengah yang dijual di indonesia merk sana deh. aku pernah dapet oleh-oleh nih dari temen yang abis jalan-jalan dari sana, dia beliin jam tangan. jujur aja jam tangannya mah gak beda sama yankitag biasa kita lihat di pasar kaget. tapiiii, yang bikin itu tetap istomewa adalah karna jam itu oleh-oleh dari seorang sahabat.. kayaknya apapun yang dijadiin oleh-oleh pasti yang nerima seneng. minimal artinya kita diinget sama yang lagi pelesiran

yuuppp..... apapun itu, kita sebagai yang diberikan oleh2 ya terima2 aja.... apalagi dari org yg dekat/sahabat2 kita....

kalo mau yang bagusan ya nitip sama yang lg pelesiran.... masa minta oleh2 yang harganya 100rb ke atasss??? hihihihihih....... :lol: :lol:

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah, bener ni, kalo ke cina, cari oleh2, pasti rata2 ada di Indonesia. dari gantungan kunci, tempelan dinding, hiasan, dan macem macem. kalo mau sih, bawain makanan, jarang ada soalnya. atau kalo gak, baju kekaisarannya, biasana kalo baju itu lebih murah daripada yang ada di Indonesia, semoga membantu

Share this post


Link to post
Share on other sites

yah sebaiknya oleh2 yg gak ada di indonesia tentunya yaaaa....

mungkin beberapa makanan bisa. tapi ya sebaiknya kalo oleh2 tu harus tahan lama n berbekas (maksudku tidak habis dipakai)..

sama mungkin kalo aku cewek sih.. suka dibeliin baju shanghaii.. :P:D:P:D

biar kayak ling-ling gitu.. hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

Kyknya boleh juga beli baju. Karena harga baju china rata rata lebih murah. Gadget gadget tertentu juga murah. Tapi kalau gadget kuran cocok buat oleh oleh ya

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, di newsfeed Facebook saya cukup ramai dengan artikel ini. Menurut saya, artikel tersebut sangat keren karena bertujuan untuk membuka wawasan mengapa kita nggak seharusnya minta oleh-oleh dari mereka yang akan pergi berwisata; sesuatu yang sangat lazim terjadi dalam budaya kita. Sebetulnya, sejak membaca tulisan tersebut saya kepingin banget menulis tips sejenis namun untuk versi dan sudut pandang yang berbeda, namun baru kali ini ada kesempatan untuk mewujudkan tulisan tersebut. Yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya menghindari agar tidak dimintai oleh-oleh saat kita berwisata.
       
      Pergi jalan-jalan, itu menyenangkan. Bersenang-senang di tempat wisata, itu lebih menyenangkan lagi. Mungkin yang dapat sedikit mengganggu mood hepi-hepi saat berwisata adalah adanya rengekan permintaan oleh-oleh dari teman, saudara, maupun kerabat lainnya. Memang sih nggak ada salahnya kita memberikan buah tangan untuk berbagi kegembiraan pasca traveling. Tapi kalau yang minta oleh-oleh jumlahnya satu kampung, wah bisa-bisa anggaran wisata habis untuk oleh-oleh saja. Apalagi kalau ada yang titip macam-macam dan akhirnya bikin bagasi overload. Ujung-ujungnya, lagi-lagi anggaran wisata pun terkuras. Sedih kan?
       
      Nah, bagi yang ingin menghindari dititipi oleh-oleh saat jalan-jalan, simak beberapa tips berikut ini. Secara garis besar, saya bagi tips ini dalam 2 versi: versi halus dan versi hardcore. Mari mulai dari versi halus lebih dulu.
       
      1. Nggak Tega Nolak Kalau Dimintai Oleh-Oleh? Pergi Diam-Diam Saja!
       

      Jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, via gofeminin 
       
      Kadang kita nggak tega untuk menolak saat dititipi oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Mau bilang secara langsung, takut menyinggung perasaan orang lain maupun dianggap sombong. Jika kalian mengalami dilema seperti itu, solusi pertama yang bisa dicoba adalah: jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, dan berangkatlah secara diam-diam. Teorinya, makin sedikit yang tahu kalian akan pergi wisata, maka makin kecil kemungkinan akan ditodong untuk memberikan oleh-oleh. Betul?
       
      2.  Hentikan Sementara Waktu Aktifitas Eksis di Media Sosial.
       

      Eksis di medsos, via wikimedia commons 
       
      Di era internet sekarang ini, rasanya nggak gaul kalau kita nggak check-in saat tengah berada di suatu tempat. Minimal, share foto-foto waktu traveling itu wajib hukumnya sebagai bukti absensi di sebuah lokasi wisata. Namun, ingat juga resiko dari eksis di medsos. Semakin banyak teman yang tahu, jangan bingung kalau tiba-tiba banyak yang nitip oleh-oleh ya. Upload foto di medsos bisa dilakukan saat kita pulang wisata kok, jadi untuk sementara tahan dulu keinginan untuk narsis dan eksis.
       
      3. Berhenti Menggunakan Telepon, Cek Email, dan Media Sosial
       
      Salah satu inti dari perjalanan wisata adalah untuk mengenal tempat baru dan menikmatinya semaksimal mungkin. Jika kalian terus menerus terhubung dengan telepon dan internet, jangan bingung jika kalian nggak bisa fokus dengan acara liburan dan malah disibukkan dengan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Bukan berarti kalian nggak boleh membawa handphone maupun terhubung dengan internet ya, hanya saja batasi intensitasnya seminimal mungkin.
       
      4. Negosiasi Itu Penting, Termasuk Negosiasi Soal Oleh-Oleh.
       
      Bagaimana jika teman terlanjur tahu kalian akan pergi berwisata? Jika kalian nggak cukup tega untuk betul-betul bilang say no to oleh-oleh padahal budget wisata terbatas, coba deh negosiasi dengan teman tersebut. Misalnya, kalian bersedia mencarikan barang yang diinginkan asalkan teman tersebut mau menitipkan sejumlah uang untuk membeli barang itu. Ingat, tetaplah jangan memaksakan diri ya! Jika waktu dan kondisi nggak memungkinkan, mau nggak mau kalian harus tega menolak permintaan tersebut. Namun, biasanya sih banyak yang langsung mundur teratur jika dimintai untuk menitipkan uang pembelian oleh-oleh, hehe.
       
      5. Berhenti Menanyakan Mau Oleh-Oleh Apa?
       
      Kadang, permintaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya berjibun disebabkan oleh blunder diri kita sendiri, yang biasanya diawali dari pertanyaan mau oleh-oleh apa kalau [isi dengan nama kalian] pergi ke [isi dengan nama tempat]? Jadi, salah satu tips untuk menghindari dititipi oleh-oleh adalah, dengan berhenti mengatakan kalimat tersebut.
       
      Dan ini versi hardcore-nya. Maksud dari hardcore ini adalah menolak dengan tegas maupun menyampaikan keberatan jika dititipi oleh-oleh, dan bukannya menghindar secara diam-diam seperti pada versi lunak.
       
      1.  Biasa Ngomong Blak-Blakan? Bisa Dong Bilang Tidak Untuk Permintaan Oleh-Oleh yang Nggak Masuk Akal.
       

      Say “no†untuk oleh-oleh yang aneh-aneh!, via flightsandfrustration 
       
      Kadang ada saja permintaan oleh-oleh yang membuat kita pusing untuk mencarinya. Bagi mereka yang nggak enak untuk menolak, bisa jadi akan mati-matian berusaha mencarikan oleh-oleh yang diinginkan oleh teman tersebut. Namun sebetulnya masalah bisa selesai jika kalian tegas menolak permintaan oleh-oleh yang nggak wajar. Asal dilakukan dengan bahasa yang tepat, nggak perlu khawatir akan menyinggung perasaan mereka kok.
       
      2. Kadang, Membatasi Jenis Oleh-Oleh yang Akan dibeli Jadi Solusi Enak Untuk Semua.
       

      Souvenir murah, via stuckattheairport 
       
      Untuk menghindari habisnya anggaran wisata untuk pembelian oleh-oleh dan juga untuk menghindari habisnya waktu untuk mencari request oleh-oleh, coba deh tegaskan jenis oleh-oleh apa yang HANYA akan kalian beli. Misalnya saja, kartu pos maupun gantungan kunci. Dengan menegaskan pilihan oleh-oleh yang akan kalian beli, kalian akan terhindar dari kewajiban menjadi tas untuk si anu, kaos untuk si itu, kue untuk si dia, dan lain sebagainya; yang akan membuat koper menggelembung dan overload. Jadi, teman maupun kerabat tetap akan mendapat oleh-oleh, hanya saja kalian yang menentukan sendiri jenis oleh-oleh tersebut.
       
      3. Last but Not Least, Tegas Sama Kuota Maksimum itu Hukumnya Wajib!
       

      Souvenir imut dari Jepang, via grrrltraveler 
       
      Maksud dari kuota maksimum disini adalah, batasi berapa batas maksimal oleh-oleh yang akan dibeli untuk si A dan si B, baik dari segi kuantitas maupun harga. Dan batasi juga kuota maksimum anggaran wisata untuk membeli oleh-oleh. Trik ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran pengeluaran oleh-oleh, dan juga membatasi jumlah oleh-oleh yang akan dibeli. Setiap kali ada yang nitip oleh-oleh, jelaskan dulu masalah kuota maksimum ini sehingga mereka bisa memahami jika kita menolak permintaan oleh-oleh dari mereka.
       
      Kunci dari menyiasati kewajiban untuk memberikan oleh-oleh saat traveling adalah ketegasan, dan juga perasaan tega. Kalian mungkin juga akan menghadapi pandangan sinis dan anggapan jika kalian sombong maupun pelit karena nggak mau membelikan oleh-oleh. Karenanya, sebisa mungkin tetap gunakan bahasa yang enak dan mudah dipahami saat menjelaskan dengan baik tentang kondisi anggaran wisata maupun padatnya itinerary sehingga terpaksa menolak permintaan oleh-oleh. 
    • By Daniel0705
      Perjalanan solo backpacker 4D3N
      Zhang jia jie terletak di provinsi hunan. Dari changsha, ibu kota provinsi hunan ke kota zhang jia jie bisa ditempuh dengan jalur darat mengunakan bus maupun kereta, dan jalur udara mengunakan pesawat terbang. Saya sendiri start dari fuzhou mengunakan pesawat sampai ke changsha lalu lanjut penerbangan ke zhang jia jie. Jika buka masa liburan seperti bulan april ini, tiket pesawat dari changsha ke zhang jia jie pp hanya 504 rmb. Pesawat yg dipakai dari changsha ke zhang jia jie adalah pesawat kecil, mungkin hanya memuat 50puluhan orang. Saran saya untuk solo backpacker adalah minimal bisa bercakap2 hal2 sederhana dalam bahasa mandarin. Saya hanya bercakap2 dalam bahasa inggris dengan petugas hostel dan lainnya harus memakai bahasa mandarin. Lalu transportasi umum dizhang jia jie juga kurang baik, karena disetiap pemberhentian bus, tidak diberi tahu sudah sampai halte mana, jadi anda harus bisa kira2 atau minimal bisa baca nama jalan disana.
      Pengeluran
      tiket taman nasional zhang jia jie 3hari 248rmb
      百龙天梯 lift outdoor sktr 78rmb
      cable car di tn zhang jia jie sktr 70rmb
      kereta listrik di tn zhang jia jie pp 50rmb
      Tiket tian men shan sekitar 258rmb
      Berikut saya bagikan foto2 saya di zhang jia jie...















    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, teman saya, seorang WNI yang menikah dengan pria Jepang, menceritakan kebingungannya mencari oleh-oleh khas Indonesia setiap kali akan berkunjung ke keluarga suaminya di Jepang. Adik saya yang menikah dengan pria Belanda pun kerap kebingungan mencari oleh-oleh untuk mertua tercinta. Dan saya rasa, teman maupun adik saya itu bukanlah satu-satunya yang kerap merasa bingung setiap kali mencari oleh-oleh khas Indonesia untuk dibawa ke luar negeri. Biasanya, yang bingung-bingung itu karena mereka terlalu memikirkan hal-hal berikut ini:
      1.Dari sekian banyak produk khas daerah di Indonesia ini, oleh-oleh apa sih yang paling merepresentasikan Indonesia?
      2.Oleh-oleh apa yang tahan dibawa untuk perjalanan jarak jauh dan memiliki kemasan yang oke namun tetap terkesan Indonesia banget?
      3.Oleh-oleh apa ya yang kira-kira disukai oleh orang diluar Indonesia, apalagi diluar wilayah Asia tenggara? Soalnya kan selera mereka mungkin saja beda dengan selera orang Indonesia atau orang Asia
      Berikut saya ingin berbagi beberapa jenis oleh-oleh khas Indonesia yang cocok dijadikan buah tangan untuk teman atau kerabat atau mungkin calon relasi bisnis yang ada di luar negeri, khususnya yang memiliki budaya yang jauh berbeda dengan Indonesia. Oleh-oleh dibawah ini berdasarkan pengalaman saya beberapa kali memberikan oleh-oleh (minimal memberikan ide) untuk mereka yang berada jauh diluar Indonesia. Saya sengaja nggak menyebut produk khas per-daerah supaya teman-teman bebas mengembangkan imajinasi dan mengeksplorasi produk khas daerah masing-masing dari ide-ide berikut ini. Untuk alternatif oleh-oleh lainnya, bisa mampir ke thread yang sudah lebih dulu ada: Oleh-oleh apa yang khas Indonesia? 
       
      1. Kopi
      Saya cinta kopi walau sebatas pecinta kopi sachetan saja. Dan bicara tentang kopi, Indonesia memiliki beberapa jenis kopi yang khas yang mungkin saja sulit ditemukan diluar negeri. Berhubung akhir-akhir ini banyak produsen kopi yang mengemas kopi Indonesia dengan kemasan yang cantik, saya rasa kopi layak banget untuk dijadikan oleh-oleh khas Indonesia.
      Tips: coba cari produk kopi khas daerah masing-masing, jadi jangan terpaku dengan merk kopi yang banyak ditemukan di supermarket. Contohnya saja Kopi  Oey Jalan Braga, termasuk oleh-oleh kopi khas dari Bandung. Saya pernah juga memberikan oleh-oleh kopi Bali untuk oleh-oleh dan rata-rata kopi Indonesia selalu diterima dengan senang hati.
       
      2. Rokok kretek
      Walau saya anti rokok, namun saya mengakui jika rokok kretek termasuk salah satu produk khas Indonesia. Rokok kretek bisa jadi oleh-oleh khas Indonesia karena biasanya (sepanjang yang saya tahu) rokok di luar negeri (wilayah survei: Jepang dan Belanda) rata-rata tipenya mild. Biasanya mereka yang perokok berat akan suka diberikan oleh-oleh rokok kretek dari Indonesia.
       

      Foto 02:
      Salah satu merk rokok kretek Indonesia yang populer secara internasional [foto: wikimedia/creative commons]
       
      3. Sambal
      Sambal mungkin termasuk salah satu produk khas di wilayah Asia. Dan Indonesia termasuk negara yang juga mencintai sambal. Jadi kenapa nggak memberikan oleh-oleh sambal sebagai produk khas Indonesia? Tentunya pilih yang kemasannya oke dan tahan untuk dimasukkan dalam bagasi pesawat.
      Tips: jika ingin memberikan oleh-oleh sambal untuk mereka yang kurang terbiasa dengan rasa pedas, sebaiknya pilih sambal yang rasanya ringan dan tidak terlalu pedas.

      Foto 03:
      Contoh sambal dalam kemasan yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh [foto: Gunawan Kartapranata/wikimedia]
       
      4. Makanan ringan
      Brownies Amanda dan Molen Kartika Sari merupakan oleh-oleh khas Bandung yang populer. Tapi kedua jenis makanan tersebut agak sulit untuk dibawa keluar negeri (khawatir hancur jika dimasukkan dalam bagasi) sehingga kurang cocok untuk dijadikan oleh-oleh khas Indonesia. Begitu juga dengan cemilan khas Indonesia lainnya seperti kembang goyang dan batagor. Wah, bisa-bisa hancur atau basi saat dibawa untuk perjalanan jarak jauh.
      Nah, jika memang ingin membawa oleh-oleh makanan, coba deh pertimbangkan untuk membeli oleh-oleh makanan kering dan punya kemasan menarik. Misalnya saja, aneka keripik singkong pedas, keripik pisang, atau mungkin dodol garut. Atau bisa juga membeli kerupuk mentah untuk digoreng sendiri.

      Foto 04:
      Keripik pisang dalam kemasan yang cukup menarik [foto: CamilanCamilun/wikimedia]
       
      5. Bumbu khas Indonesia
      Percaya atau tidak, teman saya yang warga Jepang suka banget kalau diberi oleh-oleh bumbu pecel lho! Itu menandakan jika bumbu khas Indonesia pun bisa dan layak dijadikan oleh-oleh yang mewakili Indonesia.
       
      6. Batik dan kain khas Indonesia
      Batik merupakan kain khas Indonesia. Jadi kenapa tidak memberikan batik sebagai oleh-oleh? Jangan hanya terpaku pada kain batik meteran saja. Kalian bisa lho memberikan batik sarimbit sebagai oleh-oleh, maupun batik yang sudah diolah menjadi produk lain seperti tas dan sepatu. Intinya, cari yang praktis namun menarik. Dan kain khas Indonesia tak hanya batik. Ada ulos, songket, dan banyak lagi. Bahkan dress pantai khas Bali pun menarik untuk dijadikan oleh-oleh lho!

      Foto 05:
      Batik dalam bentuk produk fashion jadi juga cukup menarik dijadikan oleh-oleh [foto: Gunawan Kartapranata/wikimedia]
       
      7. Teh
      Selain kopi, Indonesia juga memiliki banyak teh lokal yang memiliki rasa yang khas. Coba deh jangan melirik merk-merk teh yang mainstream dan banyak ditemukan di supermarket. Carilah produk-produk teh khas daerah kalian dan jadikan itu oleh-oleh yang mewakili Indonesia.

      Foto 06:
      Contoh teh khas Indonesia [foto: Midori/wikimedia]
       
      8. Produk spa dan kecantikan
      Spa termasuk salah satu perawatan kecantikan khas Indonesia yang banyak disukai oleh warga negara asing. Berhubung saat ini sudah banyak produk spa dan kecantikan lainnya yang dikemas cantik dan bisa digunakan untuk perawatan di rumah, coba deh memberikan produk-produk tersebut sebagai oleh-oleh. Saya pribadi beberapa kali memberikan set produk body lotion/body scrub/body butter dengan wangi khas Indonesia sebagai oleh-oleh dan ternyata produk-produk spa tersebut cukup disukai lho.
       
      9. Produk seni khas daerah
      Rasanya, masing-masing daerah di Indonesia memiliki produk seni yang khas, yang menarik untuk dijadikan oleh-oleh. Sebut saja wayang golek, wayang kulit, angklung, dan lain-lain. Produk-produk ini menjadi oleh-oleh yang relatif aman untuk siapa saja karena tidak untuk dikonsumsi, alias untuk pajangan saja.
       
      10. CD musik
      Saya rasa nggak banyak yang terpikir untuk memberikan CD musik penyanyi Indonesia sebagai oleh-oleh. Saya sendiri berani mengusulkan ini berdasarkan pengalaman memberikan CD musik untuk oleh-oleh adiknya adik ipar (WN Belanda). Ceritanya, saya sedang bingung akan memberikan oleh-oleh apa. Karena saya dapat informasi jika dia pecinta musik metal, saya pun iseng-iseng memberikan CD Power Metal dan Jamrud. Dan kalian tahu endingnya bagaimana? Sekarang dia jadi fans berat Jamrud! Yay, saya dapat teman Jamers baru!
      Daftar di atas saya susun berdasarkan pengalaman pribadi. Jika teman-teman ada yang mau berbagi pengalaman aneka oleh-oleh khas Indonesia, ditunggu sharing-nya. Sebagai penutup, saya ingin berbagi tips bagi yang ingin mencari produk khas Indonesia sebagai oleh-oleh:
      1. Percaya dirilah dengan produk-produk khas Indonesia. Jangan terlalu memikirkan ini layak nggak untuk jadi oleh-oleh maupun produk ini kira-kira sesuai standar barat nggak ya, karena pemikiran seperti itulah yang akhirnya membuat kita nggak pede dengan produk dalam negeri. Kalau kita sendiri nggak pede, gimana kita bisa meyakinkan orang lain kalau produk khas Indonesia itu bagus?
      2. Berpikir sederhana. Jangan karena semangat ingin memberikan oleh-oleh yang "wah" akhirnya malah membuat kita melupakan esensi dari oleh-oleh, salah satunya untuk menyambung silahturahim dan juga memperkenalkan produk khas Indonesia. Berpikirlah sederhana dan kreatiflah, karena bisa jadi produk-produk yang kita anggap sepele dalam kehidupan sehari-hari ternyata menarik untuk dijadikan oleh-oleh. Contohnya saja sandal jepit khas Indonesia, yang konon akhirnya jadi booming gara-gara dipakai oleh bintang Korea. Keren kan?
       
      Selamat berburu oleh-oleh khas Indonesia!
       
    • By Helen Anggakusuma
      hai semua,
      baru coba nulis dan minta pendapat untuk trip ke china
      dimohon kalo ada masukan boleh sekaliii atau ada yg musti banget diliat di tempat2 ini
      18-21 APRIL - BEIJING
      DAY 1 - BEIJING
      Flight sampai beijing 18:05
      Check in - Some Rest  Qianmen Main Street Mall Strolling around the city (Nanluoguxiang Alley) DAY 2 - BEIJING
      Tian'a'men , Forbidden City, Jingshan Park National Museum of China Beijing 798 Art Zone Confucious Mansion Peking Opera Show Ticket
      DAY 3 - BEIJING
      Great Wall Qianmen Main Street Mall Bird Nest, Olympic , Museum of Performing 
      DAY 4 - BEIJING / XI AN
      Summer Palace Sackler Museum of Art Train to Xian
      DAY 5 - Xian
      Xian Terracotta Warrior Smalll Wild Goose Pagoda   Bell Tower 
      Train to Zhang Ye (ini possible ga ya kira2 dilakukan?)
       
      DAY 6 -
      Zhang Ye - Strolling around the city
       
      DAY 7 
      Daxian Mountain Enterance
      Train to Guang Yuan
       
      DAY 8 - 9 
      GuangYuan Bus to PengFeng Village Tibetan Hotel JiuZhaguo   Train to Cheng Du
       
      DAY 10 - 11
      Cheng Du
      Panda?
      DAY 12-15
      Zhangjiajie
      DAY 16-20
      Shang Hai
       
      mohon petunjuk buat map dan hostel/hotel hehe
       
      thank youuu!
       
    • By rianifitria
      Tahun lalu saya dan keluarga pergi ke China selama 10 hari - Beijing, Xi'An dan Shanghai. Berikut ini kesan2 perjalanan saya, saya harap ini bias berguna biarpun telat banget.
       
      Hari 1: Jakarta - Beijing
      Penerbangan Jakarta ke Beijing - Transit di HK (Mendarat di HK - 15.00, berangkat lagi jam 20.00). Mendarat di Beijing jam 12.55 pagi hari kedua.
       
      Hari 2:  Beijing
      Berencana mencari mainan2 dan aksesoris2 palsu gitu, jadi berangkatlah kami ke Hongqiao Pearl's Market, shopping mall yg isinya macem2 dekat Temple of Heaven.
      Kami naik subway, harganya lumayan murah antara RMB 3-6 per orang per perjalanan. Mesin tiketnya ada Bahasa Inggrisnya, jadi gak perlu google translate tulisan2 China.  Papan penunjuk arahnya juga bilingual, jadi gak repot nyari platform maupun pintu keluarnya. Dan sebelum masuk ke platform biasanya ada X-ray buat barang2 bawaan.
      Keluar di  stasiun Tiantan Dongmen – subway Line 5. Dari situ jalan ke Hongqiao Pearl's Market melewati sekitar 2-3 gedung. Ada tulisannya Inggris besar2, jadi gampang taunya. Di Hongqiao Pearl's Market, setiap lantai memiliki ke-khas-an masing2. Misalnya mainan di lt. 3, baju di lt.4 dll. Ada juga food court di basement. Harga makanannya juga lumayan ok, sekitar RMB 15-18 per porsi. Oh ya, jangan lupa tawar menawar kalau belanja disini.
      Setelah belanja dan makan, kami jalan lagi menuju National Museum of China di Tian'anmen Square. Naik subway Line 2 ke stasiun Qianmen.

      Nah disini baru mulai seru, soalnya banyak banget polisinya. Setiap pintu keluar ada penjaganya, tiap belokan ada penjaganya, naik turun tangga ada penjaganya berdiri. Keluar dari subway kami berjalan mengarah ke Forbidden City, dan kira2 50 m dari pintu keluar, ada X-ray dan pengecekan ID/passport. Jalan lagi, dan 50 m sebelom pintu samping National Museum ada lagi x-ray dan pengecekan ID.
      Masuk ke National Museumnya gratis. Di tempat ‘karcis’ mereka bakalan minta ID (sim, passport, ktp) dan ngasih 1 tiket per ID. Dari tempat karcis ngantri masuk. Adalagi X-ray plus body scanner. Setelah lewat baru deh bias masuk ke lobby National Museum.
      National Museumnya GEDE BANGET. Ada 4 lantai dan basement dan 28 ruangan pameran. Setiap ruangannya memiliki tema yg berbeda, misalnya 1 ruangan isinya kaligrafi, 1 ruangan isinya mengenai uang, 1 ruangan isinya keramik dsb. Di luar tiap ruangan ada kounter souvenir yg khas buat ruangan tsb, kalau ruangannya mengenai jade, maka yg dijual adalah suvenir2 jade. Dan hampir di tiap sayap ada mesin souvenir koin (souvenir paling murah). Di lt 1 banyak kounter souvenir yg jual hampir semua barang, jadi kalau misalnya nyesel tadi gak beli souvenir di lt 3, bias cari di lit 1.
      Mereka tutup jam 16.30 pas. Jam 16.00 kira2 para penjaganya sudah mulai mengusir orang2. Dan jam 16.30 pas, bakalan ada upacara pembubaran petugas2 museum yg lumayan militer (biarpun orang2nya gak ada yg militer). Sehabis itu penjaganya beneran bakalan ngusir semua orang dengan paksa, bahkan yg duduk2 di beranda depan museum. Boro2 foto2 di depan museum.
      Dari Museum ini kami jalan ke Qian Men Street buat makan malam. Tadinya kami mau nyari Peking Duck dari Quanjude, tapi antrinya panjang. Jadi kami pindah ke restoran kecil di jalan samping. Makanannya enak dan harganya juga lumayan, misalnya sepiring RMB30 gitu, tapi bias share 1-2 hidangan buat berempat gitu.
       
      Hari 3: Beijing
      Hari ketiga dimulai dengan HUJAN DERAS. Dan sepanjang hari HUJAN.
      Kami berangkat lagi ke Tiananmen Square untuk pergi ke Forbidden City. Naik subway line 2 – stasiun Qianmen. Harga tiket masuknya RMB 60/orang.
      Turisnya yg masuk, local maupun internasional banyaknya minta ampun. Mulai dari masuk gerbang (belom beli tiket) aja udah antri, dan penuh sesak dgn orang2 berpayung dan berjas-hujan. Seperti biasa, banyak X-ray (keluar masuk mrt, mendekati Forbidden City, gerbang masuk, gerbang tiket).
      Forbidden City itu BESAR dan LUAS luar biasa. Masalahnya semua orang berusaha berteduh di koridor2 yg ada atapnya. Jadi serasa orang2 se DKI berjubel di pintu2 dan koridor2, dan gak ada yg mau bergerak Karena mereka gak mau basah, jadi ya nutupin jalan dan pintu dan kami gak ada yg bias keluar masuk. Bener2 gak enjoy abis.
      Setelah sukses keluar dari Forbidden City kami cari makan (masih deket sama Qian Men Street).
      Dari dari sana kami menuju Temple of Heaven; Subway line 5 – Tiantan Dongmen. Nah Temple of Heaven ini terbagi 2 bagian. 1 yg taman untuk umum, kalau gak salah RMB 15 buat masuk. Disini ada pagoda2 gazebo dan warga setempat bersantai. Yg satu bagian lagi, Temple of Heaven-nya, perlu karcis terusan yg harganya RMB 35. Sayangnya yg terkenang cuma besar, basah dan licin.
       
      Dari sini kami naik subway ke Wangfujing Pedestrian Street yg katanya tempat belanja (masih nyari barang2 kw) melalui subway Line 1 stasiun Wangfujing. Hampir semua barang disini sudah harga supermarket besar dan barang2 bermerk, jadi lumayan mahal juga, dan masih belom nemu tuh barang2 kw.
       
      Hari 4 : Beijing
      Pagi hari dimulai dengan berjalan ke Bird Nest Stadium. Kami lihat2 saja dari jauh, memakai Subway Line 8 atau 15 stasiun Olympic Park.
      Dari sana kami pergi ke stasiun Dongzhimen dari Subway line 2 atau 13 untuk naik bus 916快 (ekspress) menuju The Great Wall of China, Mutianyu section. Harga busnya 12 yuan. Keluar dari platform di Dongzhimen, cari penunjuk arah ke Bus Transfer Hall dan cari bus 916快.
      Perjalanannya lumayan jauh, sekitar 2jam gitu. Sampai sana tiket masuknya RMB 45, tiket naik kereta gantung ke atas RMB 120, tiket shuttle bus ke kaki Great Wall RMB 15.
      Dan tembok besar China itu emang bener2 LUAR BIASA. Gak salah kalau masuk 7 Wonders of the World. 

      Dari jauh kelihatannya kecil dan rata, tapi begitu diatasnya ternyata lebar banget, saya rasa biar kereta kuda bias lewat diatasnya. Dan gak rata sama sekali tapi naik turun-nya sekitar 3 lantai dan ini belom naik menaranya.
      Di tiap beberapa meter bakalan ada menara benteng. Ternyata jarak antara 2 menara itu sepanjangan 2x jarak anak panah terbang. Jadi bila ada orang memanjat tembok persis diantara 2 menara, maka orang tersebut bias dipanah dari 2 sisi.
      Dan kalau berdiri diatas tembok tersebut emang bener bias melihat pemandangan sampai jauh kemana2.
      Kalau cuma ada 1 tempat di Beijing yg bias dikunjungi, saya rekomendasikan banget The Great Wall of China. Yg lain2nya gak terlalu penting setelah melihat tembok besar ini. Semua kesusahan dan kesialan2 beberapa hari lalu sebanding dengan pesona tembok China dan gak nyesel saya datang kesini.
       
      Hari 5 : Beijing
      Hari ini kami akan naik rickshaw untuk Hutong District Tour. Ini dimulai dari Hutong Tour meeting point di dekat stasiun Beihai North – subway line 6; melewati ‘daerah tua’ dan sampai ke stasiun Shichahai -Subeway line 8 dimana ada Bell and Drum Tower. Harganya sekitar RMB 80 per orang. Lumayan menarik juga bisa melihat rumah2 tua dan kesannya persis sama kaya di drama cina kuno gitu.
      Bell dan Drum Towers adalah alun2 pada jaman dahulu dan juga berfungsi sebagai penanda waktu. Jadi mereka akan berbunyi diawal dan diakhir hari. Naik keatasnya lumayan berat, tangga-nya curam dan tinggi. Satu menaranya RMB 20, kalau beli 2 sekaligus RMB 30.

      Dari sana kami pergi ke Summer Palace, di stasiun Beigongmen – subway Line 4. Kami makan mie di luar gerbangnya, rasa mie-nya khas gitu. Tarif masuknya RMB 30. Di dalam ada beberapa tempat yg bias dimasukin (seperti klenteng dll) tapi harus bayar lagi.
      Summer Palace itu taman yg dibangun disekitar danau. Banyak warga setempat yg pergi piknik disana. Kami pulangnya naik perahu untuk menyebrang balik ke pintu masuk, RMB 10.
      Malamnya kami akan terbang ke Xi’An.
       
      Disambung di p2 Xi'an dan Shanghai...
    • By Chans
      Share waktu jalan-jalan ke Pulau Hainan di China ya.. jadi sekarang lagi ada banyak tour-tour nawarin paket ke China, ada yang harganya lumayan murah (5jutaan) ini ke Hainan di China. Tempatnya lumayan bagus, banyak tempat-tempat yang instagrammable juga.
      Perjalanan dari Jakarta-ke bandara Haikou jam 7 malam, sampai di sana kira-kira 00.25 (waktu China yang lebih cepat 1 jam dari Jakarta), jadi perjalanan naik pesawat kira-kira 4 jam lebih. Langsung bermalam di hotel.
      Hari ke 2,  dapat makan sarapan dengan menu lumayan lengkap, ada nasi+lauk-lauknya, mie, bubur, roti dll, lalu naik bus menuju Sanya, agak lama naik bus dari Haikou ke Sanya,mungkin ditotal sekitar 5 jam-an (ada makan siang+stop buat ke toilet). Selama tour, tiap makan siang selalu dapat makan 9-10 macam menu Chinese Food.
      Di Sanya, pergi ke tempat namanya Deer Looking Back Sculpture, di sini bisa naik kereta kecil buat naik ke atas bukit dan bisa melihat pemandangan kota Sanya dari atas bukit. Dilanjutkan ke Dadong Sea dan mampir supermarket belanja makanan kecil. Di Hainan rata-rata yang dijual makanan olahan kelapa, mulai dari biskuit, permen, kopi.  Malamnya, optional tour bisa nonton show atau naik cruise, kita milih naik cruise 200 RMB ( 1RMB sekitar Rp.2.000,-). Di kapal nonton pertunjukkan tari-tarian, sulap, pertunjukkan topeng. Bisa juga naik ke atas dek buat foto-foto. 

      Hari ke 3, dibawa ke tempat yang menjual produk-produk bambu. Disini banyak produk yang menarik, seperti handuk yang bisa mengeringkan rambut sendiri (dibungkus pakai handuk 1 jam, rambut sudah kering), baju dalam yang bisa buat lampu nyala, tissue super bersih (bisa bersihin noda kecap dll sekali usap udah bersih) bisa dipakai 1 bulan jadi bisa dicuci dan dipakai lagi. Saya beli tissuenya, memang enak buat bersih-bersih, dll.
      Lalu mengunjungi tempat yang ada patung Dewi Kwan Im tertinggi di dunia, 108 meter, disini dapat makan makanan vege yang lumayan enak, tempat ini besar banget, cuma kita langsung dibawa ke tempat yang ada patung Dewi Kwan Im nya naik kereta kecil. Sorenya dibawa ke tempat yang jual Omega 3 Fish Oil. Pemandunya bisa berbahasa Indonesia, jadi penjelasan dalam bahasa Indonesia. Ada dijelasin seputar kesehatan juga, sepertinya bagus juga produk yang dijual, cuma harganya mahal dan bahannya terbuat dari hewan-hewan seperti anjing laut (tidak tega hehe).

      Hari ke 4, mengunjungi suku minoritas Yetian Minority Nationality Village, dibawa ke tempat berjualan obat Bao Fu Ling yang bagus buat luka bakar (sambil denger penjelasan produk, kita duduk sambil pakai mesin pijat di kaki, enak dipijat hehe) dan sorenya ke Desa Bali. Di sini beberapa peserta tour sempat nari dulu sama penari-penari yang didatangkan dari Indonesia.
      Hari ke 5, menuju Haikou lagi naik kereta cepat. 45 menit sudah sampai di Haikou. Haikou cuacanya lumayan dingin, kalau di Sanya dan di hari ke-3 dan ke-4 cuaca panas terik, di Haikou lebih dingin (pakai jaket 1 saja sudah cukup, walau ada peserta tour yang gak pakai jaket juga). 
      Di Haikou, pergi ke Qilou Old Street, disini yang banyak dibeli adalah pie durian (made in Vietnam). Menurut saudara yang dikasih oleh-oleh ini memang enak katanya, pantas pada beli banyak-banyak, saya gak mencicipi karena gak doyan durian.  Dari sana dibawa ke Movie Town, disini sangat banyak spot buat foto-foto. Ada 2 pintu masuk tempat disini, 1942 street dan Nanyang street.
      Di 1942 street, tempatnya kayaksetting film dengan rumah-rumah jadul yang terbuat dari kayu, disini ada studio buat foto sama Chiang Kai Shek. 
      Di Nanyang Street, tempatnya kayak setting film dengan bangunan yang lebih modern dari yang di 1942 street. Tapi dua-duanya sama bagus. Disini bisa foto studio sama mei ni yang pakai baju Shanghai (mei ni bahasa mandarinnya cewek cantik, tapi semua cewek juga dipanggil mei ni di China gak hanya yang cantik-cantik aja), fotonya nanti dicetak dan bisa diambil (yang gratis dapat ukuran kecil, yang besar bayar 20 RMB). 
      Disini waktunya agak terbatas, setelah foto-foto studio dan belanja sebentar, lalu jalan-jalan sedikit tau-tau waktu sudah habis, sudah waktunya pergi TT lihat di web nya rupanya masih banyak tempat-tempat yang bagus. Link: http://www.movietownhaikou.com

      Setelah dari Movie Town, dibawa ke Mall yang besar, memang China itu negara besar, jadi mallnya pun besar banget. Setelah itu makan malam dan dibawa ke airport untuk perjalanan pulang. 
      Karena kurs RMB (China Yuan) yang masih terjangkau, rasanya belanja dan makan-makan disini gak terlalu mahal.
      Next jadi mau ke China lagi, ke kota yang lainnya (kalau bisa backpacker tanpa ikut tour biar lebih puas). 
      Sekian share saya, dikit aja karena gak pinter bercerita, ada beberapa hal yang juga udah lupa hehe.
      Beberapa foto lainnya (Dari atas ke bawah: Deer Looking Back Garden, Old Street, di depan Stasiun Bullet Train, dan hotel Beauty Crown Tree).
    • By Zaza
      Halo para travellers!
      Travel Workshop Series by Polyglot Indonesia mempersembahkan :
      "SURVIVAL MANDARIN FOR TRAVELLERS"
      dimana negara China menjadi destinasi pertama kita.
      Tidak hanya membahas mengenai detil dari persiapan sebelum keberangkatan, teman-teman juga berkesempatan untuk belajar bahasa Mandarin secara langsung, yang pastinya akan berguna dalam perjalanan, cocok banget buat kamu yang backpacking tanpa guide  
      Agenda :
      1. Persiapan sebelum keberangkatan
      2. Tips dan Tricks ketika berlibur di Cina
      3. Belajar bahasa Mandarin dasar
      4. Belajar bahasa Mandarin untuk travelling
      5. Praktir bahasa Mandarin dengan tutor
      Investasi:
      Single : Rp. 250.000 / orang
      Group : Rp. 200.000 / orang
      Registrasi :
      26 November - 10 Desember 2017
      Lokasi : Jakarta
      Kirim ke : register@polyglotindonesia.org
      subject : Regstrasi Workshop Mandarin
      Format ; workshop_(tipe investasi)_Nama Lengkap
      It's limited seat, so GRAB IT FAST!
      Polyglot Indonesia,
      Speak up!
      CP : 082277398873 (Zaza)