deffa

3 Hari di Osaka Itu Seru Loh

95 posts in this topic

 

Hola Deffa Here !!!

Akhirnya saya mulai menulis Cerita Perjalanan Explore Kansai selama 5 hari dari perjalanan saya kemarin 7-11 Maret 2016. Perjalanan yang sangat menyenangkan dan juga menegangkan. Kok menegangkan ? Karena saya harus berhadapan dengan Last Minute Call, bukan hanya sekali namun 3 kali hahahah

Yup rute perjalanan saya yaitu 2 hari di Osaka dan 2 hari di Kyoto - Nara. Jadi kali ini saya akan membahas tentang perjalanan saya ke Osaka dulu agar tidak terlalu panjang membaca nya ya. Semoga tulisan saya ini bisa menjadi informasi buat kalian nanti :D

Word of Advice tulisan ini sangat panjang semoga kalian tidak bosan membaca nya ya, tapi harus di baca dengan seksama kalau kalian mencari info yang detil loh :D

IMG_1680.JPG

DAY 1 : 7 Maret 2016

Itinerary Day 1 :

  1. Bandara Hussein Sastranegara Bandung
  2. Bandara KLIA2
  3. Makan Siang di Restoran Nyonya Colors KLIA2
  4. Bandara Kansai International Airport
  5. Menginap di Kansai International Airport

Akhirnya hari yang di nanti pun tiba setelah hasil hunting tiket promo Air Asia tahun lalu, saya mendapatkan harga tiket ini One Way Bandung - Kuala Lumpur - Osaka sebesar Rp, 1.400.000 atau 1,4 juta rupiah. Untuk pulang nya saya dari Seoul jadi nanti kita bahas itu.

Pesawat pukul 08.30 WIB berangkat dari Bandara Hussein Sastranegara Bandung menuju KLIA2 Malaysia. Saya sudah tiba di bandara sejak pukul 07.00 WIB. Karena belum sarapan saya putuskan untuk membeli roti di Circle K terdekat. Ketika mau membayar saya cek dompet, baru lah teringat Uang Yen Jepang dan Won Korea Selatan saya tidak ada. Sontak lah saya kaget dan panik.

Saya baru ingat jika uang tersebut masih tersimpan di Lemari pakaian saya di rumah. Tanpa pikir panjang saya langsung mencari Ojek untuk kembali ke rumah, jarak dari Bandara ke Rumah itu sekitar 1,5 jam dan di tambah lagi ini hari Senin. Saya hanya bisa berdoa dan minta tolong ke tukang Ojek untuk melaju dengan sangat cepat.

Di jalan menuju balik ke rumah ini saya sempatkan untuk Web Check In dan berhasil, singkat cerita, ketika saya sudah tiba lagi di bandara pukul 08.30 WIB pas, dan ketika saya tiba di dalam Bandara dari petugas bilang saya sudah tidak bisa masuk ke pesawat :

Saya : Pak mohon saya untuk naik pesawat masih ada kan

Petugas : Sudah ditutup pintu pesawat nya, sudah tidak bisa naik

Announcer : Panggilan terakhir untuk bapak Deffa Utama 

Saya : Tuh pak masih ada tuh Last Call tolong pak

Petugas : Bentar saya tanya dulu......... ok masih bisa katanya belum di tutup

Saya : Wah terima kasih banyak pak

Petugas : Ya sudah santai saja gak usah panik lagi, ditunggu kok sudah di kasih ijin 

Dan tepat pukul 08.40 WIB pesawat pun tinggal landas, dengan saya duduk di kursi di dalam pesawat dengan keringatan dan rasa panik yang masih melanda, dalam hati "Terima kasih tuhan, semoga tidak terjadi lagi kebodohan seperti ini" 

KUALA LUMPUR INTERNATIONAL AIRPORT 2

Di dalam pesawat saya pun akhirnya tertidur sebentar karena lama perjalanan ini sekitar 1 jam 30 menit. Dan ketika terbangun sudah landing di bandara KLIA2. Waktu menunjukkan pukul 11.00 WITA beda 1 jam lebih cepat dari Bandung. 

Karena penerbangan berikut nya adalah pukul 15.00 WITA tujuan Osaka Kansai International Airport jadi saya putuskan untuk mengisi perut yang sudah berteriak karena beban dari belum sarapan dan masih panik karena kejadian Last Minute Call tadi di Bandung. 

Saya pun memilih untuk makan di area Lantai 3 KLIA2 yaitu di dekat Terminal Keberangkatan. Makan di Bandara kalian pasti tahu donk yaitu Mahal. Tapi saya menemukan satu Restoran yang mempunyai menu enak dan Harga nya murah yaitu Nyonya Colors. Nasi Lemak Pandan nya cuma seharga RM 3.71 loh. Untuk review lengkap nya baca DISINI

colors.jpgcolors2.jpg

Jreng jreng disini malapetaka kembali terjadi, apa yang saya doa kan untuk tidak terjadi lagi akhirnya kejadian lagi. Dikarenakan saya terlalu santai di Restoran ini. Tidak saya sadari waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 WITA. Kalian harus tahu jika penerbangan Internasional itu maksimal Check In adalah 1 jam sebelum keberangkatan. Dan saya sudah melewati waktu Check In

Dengan kaget saya pun langsung buru-buru ke Counter Check In Air Asia, dan kondisi sedang sangat penuh. Saya bertanya kepada petugas yang ada disana 

Saya : Where can I check in my flight to Kansai ?

Petugas : What time your flight is ?

Saya : 3 pm

Petugas : Its already closed, you should checked in 1 hour before you departure

Saya : What, oh no, please can you help me there is still time before the flight

Petugas : Ok why don't you go to counter 16 over there and try to check in

Saya : Thank you

Dan untung lah saya masih bisa check in, namun saya di suruh lari karena waktu hanya tinggal 50 menit lagi. Malapetaka lagi ketika masuk area Imigrasi. Kalian harus tahu bagian Imigrasi di bandara KLIA2 ini salah satu yang terlama di dunia. Kinerja petugas Imigrasi nya lambat sekali. Jika di perhatikan 1 orang bisa sampai 5 menit untuk di periksa. Sedangkan antrian sudah mengular. Disini saya sudah Hopeless.

Namun tiba-tiba di belakang saya ada orang Indonesia juga yang bertanya :

Orang : Mas mau ke Jakarta juga ?

Saya : Gak mas saya mau ke Osaka Jepang

Orang : Oh gitu, lambat banget ya ini, padahal saya flight Lion 15.30 WITA neh bisa telat

Saya : Wah saya lebih parah mas 15.00 WITA dan sekarang udah 14.10 WITA

Orang : Ya sudah kita berdoa saja ya mas, mudah-mudahan di kasih jalan

Dan tiba-tiba saya melihat gerak-gerik petugas Imigrasi yang hendak membuka barisan baru untuk Counter di sebelah rombongan saya. Saya pun langsung dengan cepat pindah barisan dan berdiri paling depan. Pertolongan Tuhan masih ada. Saya pun melewati Imigrasi ini lebih cepat. Dan akhirnya saling tos dengan orang Indonesia yang saya ajak ngobrol

Dari Imigrasi ini saya lari sekuat tenaga, untuk menuju Gate saya di P12 yaitu paling ujung. Kalian harus tahu jarak dari Imigrasi ke Gate itu sekitar 30 menitan jalan biasa. Dan waktu sudah 14.30 WITA gak mungkin saya jalan biasa. Lari lah saya sekuat tenaga dengan menggendong Backpacke seberat 10 kg mungkin.

Tiba di area Gate sebelum di P12 di KLIA2 ini ada pengecekan Scanner lagi yang sangat ketat semua yang bematerialkan logam harus di lepas. Kacamata, Belt, Dompet dll. Akhirnya saya lepas Belt saya karena ada besi nya dan membuat celana panjang saya agak melorot. Petugas bertanya

Petugas : Terbang jam berape ?

Saya : Jam 3 pak

Petugas : Sekarang 2:57 PM. ya sudah lari lari

Saya : Iya pak terima kasih

Dengan memegang celana panjang yang kedodoran karena belum sempat memasang Belt saya pun berlari. Dari kejauhan saya sudah mendengar "Kansai Last Call, Kansai Last Call". Saya pun berteriak dari jarak sekitar 100 meter mungkin "Kansai, Kansai". Untung petugas itu mendengar dan melihat saya berlari. Dia segera menghubungi rekan nya. Dan segera membantu saya membawakan tas dan memeriksa dokumen.

15.00 WITA akhirnya saya sudah duduk di kursi Air Asia X. Dan pukul 15.10 WITA pesawat pun berangkat. Dan dalam hati "Ya Tuhan 2 kali saya melakukan kebodohan ini, semoga tidak ada yang ketiga". Perjalanan sekitar 6 jam dari KLIA2 ke Kansai International Airport, kebetulan di dekat saya juga ada orang Indonesia yag mau liburan ke Jepang jadi ada teman ngobrol.

KANSAI INTERNATIONAL AIRPORT

Selama perjalanan ini saya tidak bisa tidur antara Excited dan masih Parno akan Last Minute Call tadi. Tidak terasa ternyata sudah landing saja di Kansai International Airport sekitar pukul 22.00 WIT (beda 2 jam lebih cepat dari Indonesia). Rencana saya malam ini menginap di Bandara Kansai International Airport untuk menghemat biaya menginap semalam.

Untuk maskapai Low Cost biasanya mendarat di Gate yang agak terpisah dari Bandara jadi ketika kalian turun dari pesawat akan menggunakan semacam Shuttle Train menuju Terminal Kedatangan Bandara KIX. Sedangkan maskapai yang tidak Low Cost seperti Garuda, langsung mendarat di Gate Terminal Kedatangan.

Menginap di Bandara Kansai International Airport emang bisa ? Bisa donk dan sudah banyak yang mencoba, akhirnya saya pun merasakan nikmat nya Kursi Sofa di Bandara KIX ini saya pilih di Lantai 2 Terminal Keberangkatan. Untuk info lengkap Cara Menginap di Bandara Kansai International Airport baca DISINI

IMG_1478.JPGIMG_1477.JPG

Malam itu saya tidak bisa tidur jadi saya putuskan untuk membuat Itinerary. Heheh saya memang tipe yang Berangkat dulu Itinerary belakangan. Jadi selalu membuat itinerary ketika sudah tiba di TKP. Saya pun membeli Onigiri seharga 100 yen di Family Mart terdekat, karena sedikit lapar :D

Sekian untuk Hari Pertama yang melelahkan. Ingat jangan sampai kalian mengalami Last Minute Call ya, karena itu melelahkan Jasmani dan Rohani loh :D

PENGELUARAN DAY 1

pengeluaran day 1.jpg

 

DAY 2 : 8 MARET 2016

Itinerary Day 2 :

  1. Universal Studios Japan
  2. The Wizarding World of Harry Potter
  3. Osaka Castle
  4. Takoyaki Making
  5. J-Hopper Osaka Guesthouse

Masih di Kansai International Airport dan pukul menunjukkan 05.00 WIT, saya putuskan untuk berangkat karena menggunakan kereta pertama dari bandara KIX ini. Dan saya sebelum nya sudah membeli Kansai Thru Pass dari Indonesia secara online, yang berguna untuk menggunakan semua Transportasi umum yang ada di Kansai ini selain dari Perusahaan JR, seharga 5200 Yen untuk 3 hari penggunaan. Info lengkap cara membeli dan penggunaan nya Baca DISINI

Saya tinggal menukar bukti pembelian ke bagian Counter dari Nankai Train Railways yang berada di bandara KIX ini, dari Terminal Keberangkatan tersebut tinggal keluar saja menuju pintu utama tetap di lantai 2 dan setelah di luar akan melewati semacam jembatan. Lalu kita akan bertemu dengan semacam Gerbang di sebelah Kanan untuk menuju ke Stasiun Kereta JR dan di sebelah nya Nankai Line

IMG_1484.JPG

Sebelum nya saya ke kantor Nankai dulu untuk menukar bukti pembelian menjadi kartu Kansai Thru Pass. Karena saya yang duluan dan pertama jadi proses cukup cepat. Oh ya saya juga memutuskan untuk menggunakan kartu ICOCA yang fungsi nya di gunakan untuk semua moda Transportasi dari perusahaan JR. Di Ticket Vending Machine di dekat sini. Harga kartu nya 500 yen dan Saldo saya isi 2000 yen jadi total 2500 yen

Tapi jika kalian sudah mempunyai kartu PASMO dari kunjungan di Tokyo, tidak perlu lagi membeli kartu ICOCA karena fungsi nya sama saja dan PASMO CARD bisa di gunakan di Kansai untuk transportasi dari JR. 

Oh ya saya sempat membeli Onigiri lagi di Family Mart 2 buah seharga 220 yen untuk sarapan heheh

Spoiler

IMG_1481.JPGIMG_1486.JPGIMG_1488.JPGIMG_1489.JPG

Langsung menuju Nankai Line dan menggunakan Kansai Thru Pass ini. Tujuan saya adalah ke Fukushima Station jadi saya harus berkali-kali ganti Kereta di beberapa Station. Kereta pertama Nankai Airport Line  Rinku Town Station. Lalu ganti Nankai Main Line menuju Namba Station, lalu Hanshin Namba Line menuju Amagaski Station, terakhir Hanshin Main Line menuju Fukushima Station. Atau bisa coba rute berikut

Fukushima.jpg

Perjalanan dengan rute ini cukup panjang dan lama, total menghabiskan waktu sekitar 2 jam, namun karena semua di cover oleh Kansai Thru Pass jadi tidak perlu membayar lagi. Tujuan saya yang pertama ini ke penginapan untuk mandi dan menaruh tas yaitu di J-Hoppers Osaka Guesthouse

J-HOPPERS OSAKA GUESTHOUSE

Letak nya memang dekat dengan Fukushima Station namun yang JR Fukushima Station bukan yang Hanshin Fukushima Station. Karena saya di Hanshin Fukushima Station harus jalan sekitar 10 menit ke JR Fukushima Station lalu 3 menit ke penginapan nya. Cukup mudah di cari kok. Dan penginapan ini worth sekali. Untuk pengalaman menginap di J-Hoppers Osaka Guestouse baca DISINI

Semalam untuk Private Room nya seharga 6000 yen

Spoiler

IMG_1502.JPGIMG_1510.JPGIMG_1807.JPG

Setelah check in dan mandi saya pun beranjak untuk ke destinasi pertama yaitu ke Universal Studios Japan. Yup salah satu impian saya adalah bermain di Theme Park di seluruh dunia jadi salah satu nya disini, apalagi di sini ada Wizarding World of Harry Potter salah satu favorit saya.

Saya sebelum nya sudah membeli tiket Universal Studios Japan dari Indonesia membeli nya dari Jalan Tour Travel Agent seharga 7400 Yen sudah termasuk Pajak. Untuk cara pembelian nya Tiket Universal Studios Japan di Indonesia baca DISINI

Rute saya kali ini menuju UniversalCity Station karena terlalu jauh dan makan waktu jika menggunakan Hanshin Main Line (Kansai Thru Pass). Saya putuskan menggunakan JR Fukushima Station saja jadi menggunakan ICOCA,. Rute nya adalah JR Fukushima Station (JR Kansai Airport Rapid Service for KANSAI AIRPORT) - NISHIKUJO Station (JR Yumesaki Line  for SAKURAJIMA) - UNIVERSALCITY. Total seharga 160 yen

universal.jpg

UNIVERSAL STUDIOS JAPAN

Ok tiba lah di Universal Studios Japan sekitar pukul 10.00 WIT, ternyata sudah rame gak ngaruh walaupun datang pas Low Season dan Weekdays tetap saja ramai. Dari Universal City Station saja sudah mulai rame nya. Dan kebetulan hari ini di buka penjualan Annual Pass USJ sebesar 10000 yen murah banget.

IMG_1518.JPGIMG_1521.JPG

Karena saya sudah membeli tiket sebelumnya jadi tinggal masuk saja dan tidak lupa mengambil Map USJ yang luas ini. Karena gerbang utama nya sedang di renovasi jadi background nya agak kurang bagus hehe, tapi bola dunia khas Universal Studios tetap ada

IMG_1523.JPGIMG_1530.JPG

Karena disini sangat ramai jadi ya saya sudah maklum tidak akan banyak mengunjungi wahana nya, karena destinasi utama saya kesini yaitu Harry Potter jadi saya langsung antri untuk mengambil Timed Entry Ticket di dekat Gerbang masuk Harry Potter. Kebetulan dapat di pukul 12.30 WIT, jadi masih ada waktu.

Universal Studios Japan sendiri di bagi beberapa wilayah :

  1. New York
  2. Hollywood
  3. Parade
  4. San Francisco
  5. Jurassic Park
  6. Amity Village
  7. Universal Wonderland
  8. Water World

Yang pertama saya temui dari pintu masuk adalah area Hollywood disini kita bisa melihat bangunan-bangunan ala abad pertengahan dan juga beberapa Cosplay dari film-film hollywood

 IMG_1537.JPGIMG_1540.JPG

Karena bingung mau kemana, saya langsung menuju ke wahana Back To The Future. Karena ya saya pernah mengalami masa kejayaan Film ini jadi bernostalgia dulu

IMG_1547.JPGIMG_1549.JPG

Disini sebenarnya ada wahana Ride nya yang 4D tapi karena malas antri jadi saya gak ikutan, gila antri nya sampai 2 jam loh. Di sekitar sini juga ada wahana The Amazing Adventures of Spiderman berupa wahana Ride 4D yang kebetulan antrian untuk Single Ride nya tidak terlalu lama sekitar 20 menitan ya sudah saya ikut disini dulu deh

IMG_1545.JPG

Di The Amazing Adventures of Spiderman The Ride ini mirip dengan Transformer 4D Ride nya Universal Studios Singapore loh. Jadi kalian naik di semacam Jet Coaster gitu lalu menggunakan kacamata 4D untuk menonton aksi Spiderman menyelamatkan dunia melawan musuh-musuhnya. Cukup tegang karena jet coaster nya yang jungkir balik.

Sambil menunggu waktu lagi saya menghabiskan dengan berkeliling di area San Francisco. Disini ada wahana Jaws namun karena sedang di Maintenance jadi tidak buka, cukup untuk foto-foto saja deh di area Wharf nya. 

IMG_1554.JPG

Dan ternyata di USJ ini lagi demam Minions, sampai ada makanan berbentuk seperti bakpau di hias warna kuning mirip Minion, namun sayang Tidak Halal jadi saya tidak mencoba. Oh ya di area San Francisco ini banyak bangunan yang kece-kece loh untuk background foto-foto seru. Jadi jangan sampai di lewatkan ya heheheh

Spoiler

IMG_1558.JPGIMG_1559.JPGIMG_1560.JPGIMG_1566.JPGIMG_1571.JPG

Dan akhirnya Pukul 12.30 WIT pun tiba saya langsung bergegas ke Gerbang The Wizarding World of Harry Potter dan menunjukkan Timed Entry Ticket kepada petugas di persilahkan masuk. Yes akhirnya bisa merasakan dunia nya Harry Potter juga. 

IMG_1712.JPG

THE WIZARDING WORLD OF HARRY POTTER

Masuk area Harry Potter kita akan melalui jalan dengan rimbunan pohon pinus di kiri dan kanan ditemani dengan suara kodok jadi semacam kesan mistis gitu, tidak jauh kita akan bertemu dengan Weasley Flying Car, itu loh Mobil Terbang yang ada di Buku Kedua Harry Potter, pas Ron Weasley jemput (menyelamatkan) Harry di rumah nya Uncle Vernon, karena gak boleh lagi sekolah di Hogwarts. Oh ya antri ya poto nya, seperti biasa Turis dari Cina Tiongkok bikin ulah gak mau antri heheh

IMG_1577.JPGIMG_1711.JPG

Lanjut kita akan bertemu Gerbang Utama dari The Wizarding World of Harry Potter ini, kalau di Film ini adalah gerbang nya Desa Hogsmeade. Jadi yang pertama kita masuki adalah memang Desa Hogsmeade seperti yang di film nya. 

IMG_1580.JPGIMG_1584.JPG

Masuk ke Gerbang Hogsmeade kalian tidak akan pernah bisa melepaskan pandangan dari satu bentuk yang ikonik yaitu Kereta Hogwarts Express, yup kereta yang muncul di tiap Buku dan Film Harry Potter ini nongol juga disini. Lengkap dari Lokomotif sampai Gerbong nya. Bahkan di Gerbong nya kita bisa berfoto mengenakan pakaian Hogwarts dan di dalam Kompartemen khusus seperti di Film. Harga sewa dan poto nya 3000 Yen.

IMG_1590.JPGIMG_1593.JPG

Jalan lagi di dekat sini ada Zonko Jokes & Tricks Shop lalu di sebelahnya ada Honeydukes. Di dalam Zonko kalian bisa menemukan semua alat kejahilan yang sering di bawa oleh Fred & George Weasley. Seperti Puking Pastilles, Screaming yo-yo dll. Sedangkan di Honeydukes kalian akan menemukan yang paling terkenal adalah Bertie Bott's Every Flavour Beans. Dan dijual dengan harga 3000 yen

Spoiler

IMG_1597.JPGIMG_1598.JPGIMG_1602.JPGIMG_1604.JPG

Nah yang paling saaya tunggu-tunggu juga untuk datang kesini adalah mencoba Butterbeer, oh kalian penggemar Harry Potter pasti penasaran kan gimana seh rasa Butterbeer itu ? Apakah beer ? Apakah Butter ? Apakah Es Krim ? hahahah. Akhirnya saya mencoba nya dan ini momen yang sangat priceless banget dah :P

Ada stand atau lebih tepatnya Barrel Stand di depan Honeydukes ini yang menjual Butterbeer seharga 900 yen dan 1200 yen. Jika 1200 yen kalian juga mendapatkan gelas / mug khas Butterbeer seperti di film, jika 900 yen hanya menggunakan mug biasa. Saya pilih donk yang 1200 yen buat kenang-kenangan hehehe

Spoiler

IMG_1605.JPGIMG_1606.JPGIMG_1610.JPGIMG_1612.JPG

Mau tahu rasa nya kayak apa ? Bilang aja penasaran ye kan ? hahahahaha (devil smile / gak ada emot nya :P). Ok jadi gini Butterbeer ini terdiri dari 2 komposisi Butter dan Beer. Butter itu sendiri yang berada di atas seperti buih warna putih itu, rasanya manis seperti krim Susu Vanilla. Lalu untuk Beer nya rasanya berupa Root Beer yang kayak di A&W itu loh atau kalau jaman dulu Sarsaparila hahah

Pokoknya enak banget, saya minum nya pun dikit-dikit takut cepat habis hahah, biarin katro jalan-jalan sambil megang minuman. Oh ya di tempat saya bersantai sejenak sambil minum Butterbeer ini adalah Barvish Banges, disini ada Owl, yup kalian tahu kan di serial Harry Potter, Owl (burung hantu) juga memegang peranan penting. Apalagi di buku terakhir Deathly Hallows, Hedwig lah salah satu yang menyelamatkan Harry Potter

Nah disini kita bisa bertemu dengan Live Hedwig well at least ada putih-putih nya lah ya, kalo Hedwig kan Snow White banget putih semua se badan-badan hahah. Tapi gak boleh mendekat jadi poto nya harus dari jauh :D

IMG_1615.JPG

Three Broomsticks nah kalau yang ini saya tidak sempat masuk karena di sini berupa Restoran, ya mirip seperti di film dan buku seh berupa tempat makan, tapi yang unik adalah satu papan pengumuman yang bertuliksan "Have You Seen This Wizard?". Di depan restoran ini, karena seperti yang kalian bisa tebak di ambil dari film ketiga Harry Potter and The Prisoner of Azkaban yaitu ada Sirius Black disana

IMG_1617.JPGIMG_1618.JPG

Selanjut nya kita akan bertemu dengan Restoran Hog's Head. Kalau di serial nya di sini restoran underground yaitu restoran nya para penjahat atau orang-orang yang di Blacklist. Jadi kesan nya agak suram gitu.

IMG_1622.JPGIMG_1625.JPG

Nah di depan ini ada satu gedung yang unik yaitu Owl Post, yup disini tempat semua Post dari Owl di kumpulkan, banyak sekali Owl disini walaupun bukan Owl asli tapi nuansa nya seperti di kandang burung hantu. Lengkap dengan surat-surat dan lain sebagai nya. Oh ya di bagian tengah ruangan ini ada The Monster Book of Monster yang di kasih Hagrid ke Harry Potter, di sini juga dia bisa bergerak loh

Spoiler

IMG_1626.JPGIMG_1628.JPGIMG_1631.JPGIMG_1632.JPG

Oh ya di sini juga jual souvenir khas Harry Potter dan yang paling keren adalah disini jual Jubah sekolah Hogwarts dari masing-masing House Grtffindor, Slytherin, Hufflepuff, Ravenclaw. Tapi mahal banget 12000 yen 

Lanjut di depan dari Owl Post ini ketemu dengan Ollivanders Maker of Fine Wand Since 382 BC. Yup ini Ollivanders Shop yang terkenal itu, dimana Harry mendapatkan Wand pertama nya disini. Dan di sini juga ternyata ada atraksi nya loh, antrian nya tidak panjang hanya menunggu sekitar 20 menitan. 

Kita akan masuk ke Ollivanders Shop dan akan menyaksikan suatu teatrikal seorang Shopkeeper yang di tunjuk oleh Ollivanders untuk membantu kami para Murid Baru memilih Wand. Dan dalam teatrikal ini ada satu yang di panggil secara Random, untuk memilih Wand nya. Dan adegan berikut nya persis seperti pertama kali Harry memilih wand dimana ruangan menjadi berantakan karena salah Wand. 

Dan akhirnya ketika Wand yang di pilih sudah ditemukan, dia yang di tunjuk untuk maju itu bisa mendapatkan Wand tersebut secara Gratis. Enak banget ya, padahal gue udah sengaja berdiri paling depan tapi gak di tunjuk huhu, harganya kalau beli 3.800 yen

Spoiler

IMG_1692.JPGIMG_1636.JPGIMG_1639.JPG

Keluar dari Ollivanders Wand Shop ini kalian akan langsung melihat kemegahan Hogwarts Castle dari jauh. Wuih keren abis dah, apalagi di tambah danau di sekitar nya itu loh keren juga. Tenang dan adem rasanya

IMG_1640.JPGIMG_1649.JPG

Nah di jalan menuju Hogwarts Castle ini kalian akan menemukan suatu pertunjukkan dari akademi Beauxbatons dan Durmstang Institute yang memperagakan tarian nya seperti di film Harry Potter ke empat Goblet of Fire. Bagus loh sayang jika di lewatkan

IMG_1641.JPGIMG_1646.JPG

Dari sini juga kita sudah bisa melihat kemegahan dari Hogwarts Castle, disini sebenarnya ada wahana unggulan nya yaitu Harry Potter The Ride 4DXD, namun kalian bisa bayangkan berapa lama antrian nya 1 - 2 jam ? Wah itu sih biasa, ini seh antrian nya 5 jam dan masih naik lagi. Gila gak tuh, saya pass deh. Saya pilih untuk mengelilingi Hogwarts Castle nya saja dan menelusuri ruangan dalam Castle.

IMG_1679.JPGIMG_1680.JPG

Masuk ke Castle nya dengan penerangan cukup gelap jadi kurang bagus untuk poto namun saya bisa gambarkan, disini kita akan menjelajahi dari Ruang Kelas, Ruang Kelas Potion nya Professor Snape, Ruang Poto Headmaster terdahulu, Ruang Headmaster Dumbledore lengkap dengan Pensieve nya, dan Ruang Defends Against Dark Arts Magic

Spoiler

IMG_1663.JPGIMG_1661.JPGIMG_1660.JPGIMG_1673.JPGIMG_1671.JPGIMG_1667.JPG

Gggiilllaaa puas banget muterin ini Castle, dan setelah keluar Castle ini pun kita bisa berfoto ria di dengan bendera ke 4 House of Hogwarts. Saya pilih Slytherin karena saya rasa, saya emang cocok dengan filosofi Salazhar Slytherin ahahahah

IMG_1705.JPGIMG_1704.JPG

Di dekat sini juga ada penjual Souvenir saya sempatkan untuk membeli Gantungan Kunci berbentuk Deathly Hallows, lumayan harganya 1200 yen. Sudah puas lalu saya pun putuskan untuk menyudahi kunjungan di sini, selama jalan keluar saya memilih untuk mengambil jalan Diagon Alley. Disini bisa melihat Quidditch Shop dan Wiseacres Wizarding Equipment

Spoiler

IMG_1687.JPGIMG_1693.JPGIMG_1689.JPG

Akhirnya saya keluar dari The Wizarding World of Harry Potters karena lapar saya mencoba mencari makanan ringan dan menemukan Hot Dog seharga 800 yen, dan saya makan di pinggir Wharf sambil menyaksikan wahana Jet Coaster yang sedang lewat.

IMG_1713.JPG

Dan akhirnysa saya keluar dari Universal Studios Japan sekitar pukul 16.00 WIT dan masih ada cukup waktu saya putuskan untuk menuju ke Osaka Castle. Niat hati ingin melihat Sakura semoga sudah ada yang Early Bloom. Rute yang saya lalui adalah Universal City Station - Nishikujo Station - Bentencho Station - Tanimachiyoncome Station, seharga 400 yen di cover oleh ICOCA

osaka castle.jpg

OSAKA CASTLE

Untuk menuju Osaka Castle kalian di sarankan untuk melalui Otemon Gate itu berada di area South West dari Osaka Castle jadi Station terdekat adalah Tanimachiyonchome atau Tanimachi-4-Chome. Karena jika melalui Otemon Gate ini kalian akan langsung bertemu dengan Nishinomaru Garden. Taman yang sangat cantik apalagi jika musim semi dengan bunga Sakura

IMG_1719.JPGIMG_1720.JPG

Namun sayang karena saya tiba sudah sore dan lagi Sakura belum mekar, jadi saya tidak bisa masuk kesana. Saya langsung menuju ke Tower Utama saja. Namun lagi-lagi karena sudah sore Tower Utama di tutup Puku; 17.00 WIT dan tidak bisa masuk ya sudah poto di depan saja

IMG_1729.JPGIMG_1732.JPG

Di area ini juga terdapat Museum Osaka Castle yang juga tutup pukul 17.00 WIT jadi hanya bisa di poto dari luar saja. Oh ya jika kalian mau bermain kano di sekitar Osaka Castle ini bisa loh dengan menyewa kano seharga 200 yen. Apalagi jika pas musim Sakura bagus banget pasti

IMG_1740.JPG

Dan akhirnya saya sudahi hari kedua di Osaka ini dengan berkunjung ke Osaka Castle. Namun malam nya saya sudah ada acara di penginapan saya yaitu J-Hoppers Osaka Guesthouse dimana kami akan di ajak untuk membuat Takoyaki seru tuh. Rute pulang nya saya menggunakan Kansai Thru Pass. Tanimachiyonchome Station - Hiasghiumeda Station - Umeda Hanshin Station - Fukushima Hanshin Station di cover oleh Kansai Thru Pass

tanimachi.jpg

J-HOPPERS OSAKA GUESTHOUSE

Pukul 07.00 WIT saya sudah berkumpul di Lobby Hostel bersama tamu yang lain yang mau ikut event Membuat Takoyaki bersama dan bertemu dengan Mr. Yano selaku Manager dari j-Hoppers Osaka ini yang akan mengajak saya dan beberapa tamu lain yang ikut untuk membuat Takoyaki. Ada sekitar 5 orang yang gabung dari berbagai negara, Saya, Momo Hanada dan Yuki Yamamoto dari Okayama Jepang, Andrew Voegel dari United States dan Eric Chen dari Taiwan

Spoiler

IMG_1758.JPGIMG_1753.JPGIMG_1766.JPG

Untuk cerita lengkap keseruan Acara Takoyaki ini kalian bisa baca DISINI

Untuk biaya acara Takoyaki ini perorang 600 yen

Demikian lah petualangan Hari Kedua ini yang sangat seru akan di lanjut di Hari Ketiga nanti ya, tunggu saja keseruan berikutnya :D

PENGELUARAN DAY 2

pengeluaran day 2.jpg

 

DAY 3 : 9 MARET 2016

Itinerary Day 3 :

  1. Umeda Sky Building
  2. Shitennoji Temple
  3. Shinshaibashi
  4. Daisho
  5. KitKat Store
  6. Curry House CoCo Ichibanya

Bangun pagi sekitar pukul 06.30 WIT kondisi di luar ternyata hujan, dan setelah mengecek prakiraan cuaca hari ini, Kansai Area di selimuti hujan seharian. Ya sudah jadi memang itinerary harus rubah dan mungkin akan mengecil

Saya awali dengan sarapan membeli Cup Noodles rasa Kare + Onigiri Salmon dari Seven Eleven terdekat. Seharga Cup Noodles 280 yen dan Onigiri Salmon 120 yen, total 400 yen. Memang mahal ya hanya untuk sarapan saja, ya beginilah di Jepang.

Karena hujan jadi saya agak santai pukul 07.00 WIT saya sudah ready namun saya habiskan waktu dengan mengadakan Mini Concert di Lobby Guesthouse, karena ada gitar disana. Dan kebetulan teman baru saya Eric Chen suka mendengarkan musik, dia request beberapa lagu dari saya, lalu di ikuti juga Meg dan Keiko

IMG_1807.JPG

Yang paling saya ingat ketika membawakan lagu dari Meteor Garden - Qing Fei De Yi, mereka semua tahu loh lagu ini. Eric Chen dari Taiwan jelas tahu karena F4 Meteor Garden berasal dari sana, namun Meg dan Keiko yang asli Jepang mereka juga tahu hahahaha.

Sekitar 10 lagu saya bawakan dan tidak terasa sudah pukul 10.00 WIT, saya putuskan untuk memulai perjalanan. Destinasi pertama saya putuskan ke Umeda Sky Building

UMEDA SKY BUILDING

Umeda Sky Building ini ternyata lokasi nya dekat dari J-Hoppers Osaka Guesthouse, bisa berjalan kaki sekitar 15 menitan. Dan tiket masuk nya pun bisa di beli disini lebih murah. Harga Tiket Umeda Sky Building 700 yen, namun beli di J-Hoppers Osaka Guesthouse seharga 650 yen, lumayan irit 50 yen

Saya pinjam payung dari guesthouse dan memulai perjalanan 15 menit yang butuh perjuangan, karena selain hujan, cuaca dingin nya itu sangat menyulitkan. Berkali-kali saya mampir dulu di Seven Eleven atau Family Mart terdekat untuk menghangatkan badan.

Rute untuk ke Umeda Sky Building sangat mudah kalian tinggal search di Google Maps Umeda Sky Building, dan ikutin saja petunjuknya. Namun setelah saya tiba di titik yang ditunjuk, belum menemukan Bangunan yang khas Umeda Sky Building. Malah berada di depan Hotel The Westin. Baru setelah bertanya-tanya ternyata Umeda Sky Building ini ada di area dalam dari The Westin, jadi memang harus masuk dulu

umeda.jpgIMG_1834.JPG

Umeda Sky Building adalah bangunan tertinggi ke 19 yang berada di Osaka ini. Dan mempunyai Floating Garden yang berada di Roof Top setelah lantai 46. Terdapat observation deck di lantai 40.

IMG_1833.JPGIMG_1832.JPG

Naik dari Entrance West, kalian harus menuju lantai 39 untuk membeli Tiket Masuk. Dan lanjut lagi ke lantai 46 untuk ke Floating Garden nya. Sepanjang lantai ini kalian akan menemukan maket dari Umeda Sky Building ini juga, dan ada toko souvenir, serta semacam Kuil Kecil untuk berdoa

IMG_1808.JPGIMG_1829.JPG

Tiba di lantai 46 kalian akan mulai bisa melihat betapa tinggi nya bangunan ini karena akan menaiki elevator yang beralaskan kaca, jadi kita bisa melihat ke bawah, ngeri-ngeri sedap gitu heheh. Lalu naik lagi ke Roof Top untuk menuju Floating Garden nya. Di Roof Top ini kita bisa melihat kota Osaka secara 360 derajat dan juga terdapat area Gembok Cinta loh 

Spoiler

IMG_1810.JPGIMG_1811.JPGIMG_1827.JPGIMG_1813.JPGIMG_1823.JPG

 

Namun karena hujan jadi saya tidak berlama-lama disini, angin nya juga kencang sekali. Saya putuskan untuk kembali lagi ke guesthouse untuk Check Out karena perjalanan saya dari Osaka ini akan langsung ke Kyoto, namun akan mampir dulu di beberapa destinasi terlebih dahulu. Destinasi selanjutnya ke Shitennoji Temple

SHITENNOJI TEMPLE

Saya sudah mendengar jika Shitennoji Temple ini sedang ada renovasi dan hari itu kondisi sedang hujan tapi saya tetap ingin mencoba kesana. Karena selain temple nya saya ingin coba kue Dorayaki yang khas, yang katanya ada di area Shitennoji Temple ini. Berangkat lah saya sekitar pukul 12.00 WIT dari penginapan

Rute yang saya lalui menggunakan Kansai Thru Pass menuju ke Shitennoji Temple adalah sebagai berikut : Fukushima Hanshin - Umeda Hanshin - Higashi Umeda - Shitennojimae Yuhigaoka. Total 380 yen di cover oleh Kansai Thru Pass

shitennoji.jpg

Dari Shitennojimae Yuhigaoka Station masih harus jalan kaki sekitar 10 menitan, di kala hujan itu jalan sepi seh namun dingin sangat terasa, jadi jalan pelan saja. Tapi enak seh jalan kaki di Jepang itu aman dan nyaman, jalan nya memang Pedestrian Friendly. Oh ya saya menitipkan Tas di Coin Locker di Shitennoji Station ini. Penggunaan nya sangat mudah kok tinggal ikuti saja cara nya dan ada bahasa Inggris nya dan juga harganya berbeda berdasarkan ukuran saya pilih ukuran yang sedang seharga 500 yen perhari

Untuk cara penggunaan Coin Locker di Jepang baca DISINI

Spoiler

shitennoji1.jpgIMG_1841.JPGIMG_1842.JPGIMG_1843.JPG

Tiba di Shitennoji Temple tidak ada Tiket Masuk alias GRATIS dan suasana agak sedikit sepi, dan memang terlihat sedang ada renovasi, saya masuk dari gerbang utama. Terlihat gerbang dari Shitennoji ini cukup besar dan megah, mirip gerbang nya Sensoji Temple di Asakusa Tokyo

IMG_1866.JPGIMG_1863.JPG

Masuk ke area dalam nya langsung terlihat renovasi Temple utama di tengah-tengah yang sedang di kerjakan, jadi tidak bisa masuk ke area utama nya. Namun tetap bisa mengitari area Temple lain nya. Jika tidak sedang hujan pasti lah sangat indah. Saya masuk ke area semacam taman nya ini, terdapat beberapa temple kecil yang di hiasi pohon Sakura, namun belum berbunga

IMG_1850.JPGIMG_1852.JPG

Masuk lagi ke area Temple nya yang cukup besar di mana di bagian depan nya terdapat sebuah kolam yang sangat indah, menurut info petugas, di area ini lah ada beberapa toko souvenir termasuk juga penjual Kue Dorayaki khas Sitennoji, namun di karenakan hujan dan mungkin juga weekdays hanya sedikit yang buka, dan Kue Dorayaki tidak buka. Ya tidak apalah saya menikmati keindahan Temple nya saja

Spoiler

IMG_1854.JPGIMG_1856.JPGIMG_1858.JPGIMG_1859.JPGIMG_1860.JPGIMG_1862.JPG

Oh ya di dalam Temple ini juga sedang ada Biksu atau Pendeta atau apa pun sebutannya sedang berdoa.Jadi jika kalian kesini jangan ribut-ribut ya :D

Pukul 15.00 WIT saya sudahi kunjungan saya di sini dan kembali menuju Shitennojimeu Yuhigaoka Station untuk menuju destinasi berikut nya area Shopping Center Shinshaibashi

SHINSHAIBASHI

Rute saya dari Shitennoji ini ke Shinsaibashi adalah sebagai berikut : Shitennojimae Yuhigaoka - Tennoji - Shinshaibashi, sebesar 240 yen dan di cover oleh Kansai Thru Pass. Cukup dekat kan ya rute nya

shinshaibashi.jpg

Sebenarnya gak niat kesini tapi karena ada titipan untuk membeli Benang Rajut di Daisho dan sekalian mau coba Nasi Kare yang enak katanya ada di sini jadi ya saya kesini deh iseng-iseng berhadiah hahaha. Dan ternyata banyak sekali exit nya loh jadi jika tujuan kalian ke Shinshaibashi-Suji. Gunakan exit Crysta ya. Patokannya ada Uniqlo di bagian depan Gerbang Shinshaibashi nya

IMG_1869.JPGIMG_1871.JPG

Shinshaibashi ini sangat lah panjang Shopping Center Complex terbentang dari Shinshaibashi Station sampai ke Yodoyabashi Station kebayang kan berapa panjang nya. Jadi dia hanya semacam jalan mirip lorong / gang yang di kiri kanan nya terdapat banyak toko baik yang Branded atau pun biasa, bahkan ada yang Toko menjual Barang Bekas juga. Rata-rata barang Fashion disini tapi ada juga restoran kok

IMG_1874.JPGIMG_1873.JPG

Bagi cewek pasti di sini adalah Surga ya, jujur saya tidak tahu apakah disini harga nya Murah atau Mahal tidak terlalu memperhatikan dan tidak tahu juga beda nya apa ahahahha.

DAISHO JAPAN

Jadi saya langsung menuju ke Daisho saja mencari Benang Rajut. Ceileh cowok kok maenan nya rajutan hahaha. Pasti kalian yang anak Komunitas Jalan2 Indonesia atau Forum Jalan2 udah tahu donk siapa member yang doyan merajut. Yup dia lah uni Vera @kimonoku dan dalam perjalanan ke Jepang kali ini saya kebetulan di bikinin Syal Rajutan nya loh, jadi lumayan menghangatkan leher di kala dingin begini hehehe

IMG_1888.JPGIMG_1884.JPG.

Daisho Japan ini One Stop Shopping with One Fix Price yaitu harga nya semua nya sama 100 yen kurang lebih. Yup jadi saya belikan uni Vera 3 buah benang rajutan yang saya gak tahu apakah udah benar atau belum hahaha. Total 300 yen, cukup murah kan. Kemarin saya ke Jakarta di Kemang ada juga Daisho tapi semua harganya lebih tinggi Rp. 25.000 atau 220 yen.

KITKAT STORE

Beres dari Daisho eh ketemu Toko KitKat. Wah kayak nya kalau ke Jepang gak bawa KitKat Green Tea gak afdol ya, yowes saya beli satu pak KitKat Green Tea seharga 800 yen. Lumayan lah sebenarnya buat ngemil selama di kereta hehehe. 

IMG_1885.JPG

Beres dari KitKat Store saya sudah lapar soal nya sudah pukul 16.30 WIT dan belum makan siang, tapi saya sengaja seh belum makan siang karena mau mencoba Nasi Kare yang cukup terkenal di Shinshaibashi ini yaitu Curry House CoCo Ichibanya.

CURRY HOUSE COCO ICHIBANYA

Alamat nya rada bingung karena bahasa Jepang, pokok nya dari Gerbang Shinshaibashi-Suji lurus aja sekitar 300 meter (perempatan kedua) belok kanan nah dia ada di sana. Keliatan kok dan ada beberapa Plang petunjuk nya di area Shinshaibashi ini.

CoCo_ichibanya_CurryHouse1.jpg

Saya mencoba yang Shrimp and Asari Clam Curry with Cuttlefish dan dengan tingkat kepedasan Level 2 lalu kekentalan kuah karenya Mild level 3, dan juga nasi 300 gram. Oh ya disini unik setelah memilih Kare nya kita harus memilih ukuran nasi, tingkat kepedasan dan juga kekentalan dari kuah Kare nya yang tiap level nya berbeda harganya, semacam add on gitu. Jadi total 800 + 42 +63 = 905 Yen

IMG_1876.JPGIMG_1879.JPG

Ini pengalaman saya memakan Nasi Kare dan saya lakukan di Jepang. Dan saya bisa katakan ini enak banget banget banget hahah, saya nagih banget nasi Kare ini. Gak percuma saya sempatkan waktu ke Shinshaibashi ini. Rasa seafood nya yang di bakar terlebih dahulu enak banget terasa daging nya yang lembut. Lalu kuah nya itu loh di tenggorokkan hangat dan pedas nya ya tidak terlalu pedas seh tapi pas. Pokok pol deh, kalau kalian ke Jepang wajib coba Nasi Kare. Untuk review lengkap nya nanti saya tulis di topic berbeda ya :D

Oh ya saking enak nya saya akhirnya beli Beef Curry Instant nya seharga 550 yen untuk di bawa ke Indonesia. Masih belum saya makan seh karena sayang hahahaha.

Dan karena waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 WIT dan hujan pun masih mengguyur, saya sudahi kunjungan saya di Osaka kali ini, dengan mengambil train dari Shinshaibashi menuju ke Kyoto dengan menggunakan Kansai Thru Pass dengan rute sebagai berikut : Shinshaibashi - Umeda - Osaka - Kyoto. Seharga 800 yen di cover oleh Kansai Thru Pass

kyoto1.jpg

Yup demikian lah perjalanan 3 hari di Osaka ini tunggu lanjutannya perjalanan di Kyoto - Nara ya. Semoga info yang saya berikan ini berguna dan silahkan di Share jika berkenan :D

PENGELUARAN DAY 3

pengeluaran day 3.jpg

INFO DAN TIPS TAMBAHAN

Beberapa info dan tips tambahan yang kalian harus tahu mengenai Osaka :

  1. Jika kalian ingin melihat Sakura di Osaka paling bagus memang di Osaka Castle, harus di cocok kan waktu kunjungan dengan tanggal berbunga, sekitar Akhir Maret - Awal April
  2. Penggunaan Internet Smartphone di Jepang saya sarankan gunakan Sim Card Jepang seperti B-Mobile Visitor Sim 14 hari 2500 yen KLIK
  3. Antara Kansai Thru Pass dan ICOCA Card penggunaan nya berdampingan, karena ada wilayah yang tidak di cover oleh Kansai Thru Pass, begitu pula dengan ICOCA / PASMO Card
  4. Jika ingin ke Universal Studios Japan, lebih baik beli tiket di Indonesia baca caranya DISINI
  5. Jika ingin bermain di semua Wahana Ride di Universal Studios Japan termasuk Harry Potter The Ride, disarankan membeli juga tiket Express Pass agar tidak terlalu lama antri nya, namun harga tiket Express Pass dan tiket masuk Universal Studios Japan berbeda ya
  6. Selalu update tentang ramalan cuaca di Jepang, dari Smartphone karena prakiraan cuaca di Jepang cukup akurat
  7. Jika kalian tinggal di Guesthouse / Hostel cobalah ikuti Event-Event di penginapan tersebut untuk mendapatkan kenalan baru

Baca Juga : Perjalanan Unik 5 Hari di Tokyo Jepang

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, deffa said:

Dan tiba-tiba saya melihat gerak-gerik petugas Imigrasi yang hendak membuka barisan baru untuk Counter di sebelah rombongan saya. Saya pun langsung dengan cepat pindah barisan dan berdiri paling depan

HAHAHAHAHA... Gw juga ngalamin nih kemarin, Saking gesitnya pindah line, tapi hasilnya jadi pelotot pelototan sama mba mba dari Mainland wkwkwkwkwk

1 hour ago, deffa said:

Dengan memegang celana panjang yang kedodoran karena belum sempat memasang Belt saya pun berlari

:ngakak

Share this post


Link to post
Share on other sites
17 hours ago, deffa said:

Saya baru ingat jika uang tersebut masih tersimpan di Lemari pakaian saya di rumah. Tanpa pikir panjang saya langsung mencari Ojek untuk kembali ke rumah, jarak dari Bandara ke Rumah itu sekitar 1,5 jam dan di tambah lagi ini hari Senin. Saya hanya bisa berdoa dan minta tolong ke tukang Ojek untuk melaju dengan sangat cepat.

Di jalan menuju balik ke rumah ini saya sempatkan untuk Web Check In dan berhasil, singkat cerita, ketika saya sudah tiba lagi di bandara pukul 08.30 WIB pas, dan ketika saya tiba di dalam Bandara dari petugas bilang saya sudah tidak bisa masuk ke pesawat :

Mod, supir ojeknya rossi? Buset. Jam 7 nyampe bandara abis itu pulang ke rumah. Bandara - Rumah 1,5 jam. Nyampe bandara lagi 08:30 WIB :bingung berasa di ojekin ma rossi :ngakak

:salut:rate:foto2 Nice FR mod

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 minutes ago, twindry said:

Mod, supir ojeknya rossi? Buset. Jam 7 nyampe bandara abis itu pulang ke rumah. Bandara - Rumah 1,5 jam. Nyampe bandara lagi 08:30 WIB :bingung berasa di ojekin ma rossi :ngakak

:salut:rate:foto2 Nice FR mod

mungkin dia masih sodara Rossi

motornya juga Honda Matic hahah

tapi emang dahsyat itu ojek nyalip2 nya berani

tapi sesuai seh dengan harga yang dia kasih 140 ribu hahah :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
48 minutes ago, Gempur Pranata Sumitro said:

Mantep FR nya om mod,, :salut wah bisa ni sekali2 terdampar ke jepang .. hehehe

Yup bro thx dah baca

Monggo ke jepang cukup mudah kok :)

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 minutes ago, deffa said:

@mone @min0ru @Titi Setianingsih @HarrisWang @twindry

udah di update neh sampai ke hari ketiga di Osaka heheh :D 

 

Woohooo... cekidot dulu ya Mod, panjang soalnya, harus baca pelan pelan hahahaha

BTW kwalitas video dari drone nya di day 1 kurang tuh Mod, ketara bangat amatirannya bahahahahaha

 Next Gath udah harus keren Mod, karna kami mau ikut *ehh :ngeledek

Eh, ini Osaka ya wkwkwkwkwk

Gathnas deng maksudnya hahahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

@deffa

bang, kare nya bagi :makan bikin ngiler.. kayaknya bumbu karenya mantap beud itu mah. kapan gua nyusulnya ya ke osaka, kyoto, nara? :bingung

wis no way masih ada di kulkas neh gue aja sayang2 hahahah

lu kan november ke tokyo sempetin aja cari nasi kare 

kayak nya dia ada cabang di Tokyo deh :D

Just now, mone said:

daebak!!!!!

Pengen cepet2 baca, tp lg ngerjadin tugas kampus dulu ini...

 

Baca mon baca hahahaha 

Share this post


Link to post
Share on other sites
5 minutes ago, deffa said:

wis no way masih ada di kulkas neh gue aja sayang2 hahahah

lu kan november ke tokyo sempetin aja cari nasi kare 

kayak nya dia ada cabang di Tokyo deh :D

wakkaak... kelamaan exp ntar mod. sini kirim ke gua kl sayang :kesengsem november masih lama. nyobain dulu skrg. wkwkw

@mone

baca dulu lah. baca bisa abis. tugas kuliah gk abis2 mon :ngakak bisikan setan :ngeledek

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

wakkaak... kelamaan exp ntar mod. sini kirim ke gua kl sayang :kesengsem november masih lama. nyobain dulu skrg. wkwkw

 

kayak nya weekend ini deh mau gue coba

tar gue bikin review dan video nya biar lo pada ngiler hahah :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/12/2016 at 4:29 PM, deffa said:

Oh ya saking enak nya saya akhirnya beli Beef Curry Instant nya seharga 550 yen untuk di bawa ke Indonesia. Masih belum saya makan seh karena sayang hahahaha.

LOLLL 

Berarti kami kemarin termasuk beruntung ya Mod, ga ketemu hujan euy, cuma pas sore sekali, udah di kereta mau pulang ke hostel, itu juga cuma gerimis kecil, ga bikin basah :D 

On 4/12/2016 at 4:29 PM, deffa said:

Umeda Sky Building adalah bangunan tertinggi ke 19 yang berada di Osaka ini. Dan mempunyai Floating Garden yang berada di Roof Top setelah lantai 46. Terdapat observation deck di lantai 40.

IMG_1833.JPG.35746e4c71828bc7e96262c8e51IMG_1832.JPG.475a888165391f24e557f60e6a1

Kemarin ga naik sampai keatas, cuma sampai pelataran lantai 35 hahahaha

Bayar soalnya, 800 YEN kalau ngga salah :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

@HarrisWang

iya enak kalian udah pas tengah2 nya musim semi jadi mungkin hujan jarang

Umeda Sky Building tiketnya 700 yen :D

OTS 800 deh Mod, apa gw lupa ya, kemarin kalian berapa sih? @mayanurm @min0ru

Soalnya mereka doang yang naik, gw engga Mod hahahaha

momod kan beli dari Guest House ya, jadi lebih murah mungkin?

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 minutes ago, HarrisWang said:

Oh salah berarti hahahahaha..

Gw cuma sampai lantai 35 doang soalnya, yang gratisan :ngeledek

Mereka naik ke atas atas, yang bayar itu hahahaha

oh ya yang lantai 35 ada toko souvenir ya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 minutes ago, HarrisWang said:

OTS 800 deh Mod, apa gw lupa ya, kemarin kalian berapa sih? @mayanurm @min0ru

Soalnya mereka doang yang naik, gw engga Mod hahahaha

momod kan beli dari Guest House ya, jadi lebih murah mungkin?

Iya 700 kayanya, kemaren aku gratis karena pake Osaka Amazing Pass 

Btw iya itu dinginnya paraaaahhh. Kemaren nunggu sunset sampe tangan kaku, wkwkwkwk :geram

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By epinami
      Hai,

      sebenernya trip ini udah sejak April kemarin, tapi karena tugas negara dan gw harus berpindah-pindah tempat beberapa bulan terakhir, jadi baru sempat bikin field report-nya.
      Langsung aja kali yaaa... Berikut adalah highlight itinerary kemarin (Part 1 - Selcuk, Pamukkale, Cappadocia, nanti yang Istanbul akan dibahas di Part 2):
      Day 0  21 April 2017 CGK-KUL
      Day 1  22 April 2017 KUL-IST
                                           IST-ADB (Izmir)
                                           Izmir-Selcuk (Urkmez Hotel)
      Day 2  23 April 2017 Ephesus Archeological Museum
                                           Celsus Library
                                           Sirince
                                           Isa Bey Mosque
                                           St. John's Basilica
                                           Selcuk Pidecisi (makan pide)
      Day 3  24 April 2017 Selcuk-Denizli
                                           Denizli-Pamukkale
                                           Pamukkale Traverten
                                           Denizli-Goreme
      Day 4 25 April 2017 Goreme Otobus terminal-Cozy Villa Cappadocia
                                          Uchisar Castle
                                          Huzur Pide Salonu (makan pide)
      Day 5 26 April 2017 Hot Air Ballon
                                          Red Tour Cappadocia
                                          Sunset
       
      21 April 2017
      Gw berangkat dari Bandara Soetta (bareng Mba Nesa) pakai AA ke KLIA2 (lagi-lagi dapat gate E4) pukul 18.55. Awalnya sempat takut delay, karena flight sebelumnya yang ke Singapore kena delay hampir 2 jam, kan berabe kalo kita yang ke KL ikutan delay. Bayangan ribetnya ambil bagasi yang biasanya lama, pindah dari KLIA2 ke Main Terminal (KLIA1), belum antrian imigrasinya. Tapi alhamdulillah semuanya lancar. Sampai di KLIA2 pukul 22.00 waktu setempat, imigrasi lancar, antriannya pendek kok (mungkin karena memang sudah malam), bagasi juga cepet. Setelah ambil bagasi kita langsung cari stasiun kereta untuk transfer ke KLIA1, letaknya setelah dari baggage claim ke arah luar ikutin jalan aja terus, kemudian belok kanan (perhatikan baik-baik papan petunjuk, nggak susah kok nemunya) nanti gate dan loket tiketnya ada di situ. Setelah bayar RM2, kita masuk dan turun pakai eskalator. Di bawah akan ada dua jalur (KLIA Transit dan KLIA Ekspres), karena kita cuma mau ke KLIA1 naik yang mana aja sama. Jarak tempuh antar dua terminal ini nggak sampai 5 menit.
      ==================================================================================================================================
      22 April 2017

      Dari Main Terminal, kami lanjut check-in di counter Etihad. Semua lancar, paling diledek bapak2 petugas counter karena kami pakai E-visa. Nggak kebanyakan ba-bi-bu, kami langsung masuk imigrasi dan nunggu pesawat di boarding room.
       
      Perjalanan ke Atarurk total flight-nya sekitar 12 jam (7 jam Kuala Lumpu-Abu Dhabi, dan 5 jam Abu Dhabi-Istanbul), ditambah 3 jam transit.




      Kita sampai di bandara Ataturk tengah hari dengan mata ngantuk.

      Sampai di imigrasi...amburadul
      Antrian ga jelas, tapi ada petugas yang ngatur kita masuk loket berapa. Tapi imigrasi di Ataturk ini relatif lancar kok.
      Dan tiba-tiba ada yang manggil kita sambil nanya "Orang Indonesia ya?" 
      Ternyata itu Mba Ika yang janjian sama kita untuk ketemu di Istanbul. Katanya karena kita keliatan beda di antara yang lain makanya dia langsung ngenalin kita. Hahaha...
      Setelah ambil bagasi, kita cari ATM, karena sesungguhnya gw ga bawa uang cash Lira sepeser pun! Susah nyari money changer di Jakarta yang punya Lira. Ternyata bisa kok, dengan rate yang fair dari bank provider ATM kita dan biaya tarik tunai debit 25,000 IDR untuk sekali tarik. Gw sendiri pakai BNI, Mba Nesa dan Mba Ika pakai Mandiri.
      Lanjuuut kita keluar International Terminal, gw langsung ambil wi-fi pocket dari All Day Wifi (60USD untuk 10hari), bisa dipesan di mari: https://alldaywifi.com
      Kemudian kita lurus ke Domestic Terminal (keluar pintu belok kiri) untuk langsung melanjutkan perjalanan ke Izmir. Dipikir-pikir capek juga itu, hampir 24 jam sejak meninggalkan Jakarta.
      Dari Istanbul ke Izmir, kita pakai Pegasus Airlines (web-nya bisa di-cek di sini https://www.flypgs.com/en/). Sebenarnya banyak pilihan maskapai lain juga, tapi yang harganya terjangkau menurut gw bisa pilih antara Pegasus Airlines ini atau Onu Air. Dari Istanbul ke Izmir kita dapat harga 13GBP atau sekitar 190,000IDR (muraaah banget kaaan). Pesawat kita pun on time, take off pukul 16.40 dan landing 17.45 di bandara Adnan Menderes, Izmir. 


       

       
      Dari bandara (atau dalam bahasa Turki: havalimani), kita lanjut naik kereta menuju Selcuk. Stasiun kereta letaknya ada di seberang bandara, kita beli tiket kereta ke Selcuk seharga 5TYR dengan lama perjalanan sekitar 45menit.


      Awalnya kita bingung harus naik kereta yang mana, sampai akhirnya ada kakek-kakek yang kayaknya kasihan liat kita kebingungan dan kebetulan tujuan kita sama, jadi beliau nemenin kita sampai kereta tujuan akhir Denizli (kereta ini yang lewat Selcuk Gari; Gari artinya stasiun) ini lewat. Di dalam kereta ternyata cukup penuh, jadi kita duduk misah-misah.

      Gw sendiri duduk di sebelah bapak-bapak sama anaknya. Terharu banget waktu di tengah jalan si anak cowok yang masih balita ini ngasi kuenya.

      Sampai di stasiun Selcuk, hari mulai gelap (sekitar pukul 20.00 waktu itu), si kakek bahkan nganterin kita ke pintu hostel yang untungnya gak sampai 5menit jalan kaki dari stasiun. Kita menginap di Urkmez Hostel, dan disambut abang-abang resepsionis yang gantengnya ga sopan (maap ga berani ambil fotonya, belakangan kita baru tahu kalau ternyata dia masih SMA dan lagi magang di situ).
      Kita dapat kamar di lantai 3, dan ternyata hostel kita persis di depan bangunan Selcuk Efes Kent Bellegi dan semacam alun-alun pusat kotanya.



      Kita udah ga kuat ngapa-ngapain, setelah mandi dan bongkar bawaan masing-masing, kita bertiga langsung ambruk di kasur.
      ==================================================================================================================================
      23 April 2017
      Paginya, selain disuguhi sarapan, kita juga disuguhi pemandangan luar biasa dari ruang makan hostel yang terletak di lantai 6. Dari segala macam makanan yang disediakan, gw cuma berani makan kentang, keju, telur, dan buah-buahannya.



      Perut kenyang, kita langsung ke resepsionis untuk menanyakan taksi ke Celsus Library, karena dari hasil riset untuk sampai di pintu masuk yang di atas (supaya nggak bolak balik), lebih baik berangkat pakai taksi, pulangnya baru naik dolmus (sejenis angkot di sana) saat keluar pintu yang di bawah. Ternyata di resepsionis ada tiga mahasiswa asal Taiwan yang kuliah di Turki, juga sedang menunggu taksi ke arah Celsus Library. Akhirnya, kita bertiga nebeng mereka deh, lumayan biaya taksi 20TYR jadi bisa dibagi 6. Perjalanan dari pusat kota ke Ephesus paling cuma 10 menit.

      Di pintu masuk kita disambut deretan toko souvernir dan... puluhan kucing. Banyak banget kucing mondar-mandir di sini. Gw pun ngantri tiket untuk kita bertiga, sementara Mba Ika dan Mba Nesa foto-foto di pintu masuk. Harga tiket masuk Ephesus Archeological Site ini (termasuk si Celsus Library adalah 40TYR). Satu lagi yang gw sendiri kesel dan bingung: pelayanan di loket pembelian tiket ini lamanyaaaaa minta ampun (loket di tempat wisata di mana pun di Turki lho, tadinya gw kira di Ephesus ini aja, tapi bahkan nantinya di Istanbul juga begitu). Tapi mau beli Museum Pass pun masih lebih mahal dari ngeteng (kalau untuk area Ephesus dan sekitarnya), jadi yasudahlah.


      Setelah masuk gate, kita langsung disambut reruntuhan (yang mana gw sendiri nggak bisa bedain, ini lebih ke Yunani atau Romawi), dan...amphitheater. Kita foto-foto di sini, bahkan ketemu rombongan keluarga dari Indonesia yang sedang mengunjungi saudaranya yang menetap di Turki.



      Dari amphitheater ini bisa kelihatan jalan ke bawah yang ujungnya adalah Celsus Library. Jadi, setengah jam di sekitar amphitheater, kita melanjutkan foto di sepanjang 100meter jalanan yang masih juga diisi reruntuhan, dan berakhir di Celsus Library. Kita benar-benar takjub dengan arsitekturnya dan pemandangan bukit-bukit hijau di sekelilingnya juga nggak kalah bikin melongo. Jadi, sebelum kita keluar lewat jalan yang dikeliling pohon-pohon rindang, ternyata di sana ada dua amphitheater (yang di dekat pintu keluar bawah, amphitheater-nya lebih besar).









      Sebelum tengah hari kita harus kembali ke pusat kota, karena ingin mengunjungi Sirince. Rencana naik dolmus kembali ke kota pun gagal karena kita bingung naik dolmus yang mana, akhirnya kita putuskan naik taksi lagi ke terminal Selcuk (Selcuk Otogari), tarifnya sama: 20TYR.

      Turun di depan terminal Selcuk, kita ditawari para supir untuk naik dolmus ke berbagai macam jurusan. Pas gw bilang "Selcuk" salah satu dari mereka langsung menggiring kita untuk naik ke dolmus dengan tulisan Sirince di kaca depannya. Tarif dolmus dari Selcuk ke Sirince: 3.5TYR/orang. Nantinya kita akan diturunkan di tengah-tengah pasar di Sirince ini.



      Gw sendiri kurang tahu sebenernya Sirince ini seluas apa, karena kita cuma jalan-jalan di pasarnya aja. Jualannya macam-macam, dari souvernir, buah-buahan, sayuran, bunga, baju, sabun, body lotion, dan berbagai macam kafe.


      Kita bertiga ngiler waktu lihat ada yang jual buah strawberry yang gedhe-gedhe, jadilah kita patungan beli sekilo dan harganya cuma 6TYR (24rebu rupiah!!! strawberry? sekilo? manis dan gedhe-gedhe banget pula?!).

      Buat oleh-oleh gw pun beli beberapa sabun handmade dan body lotion yang terbuat dari extract buah zaitun (zaitun ini ga pernah ketinggalan kalo kita makan di manapun di Turki). Harganya per buah cuma 2TYR, borooong dah!
      Puas foto-foto dan belanja, kita naik dolmus untuk kembali ke Selcuk. Kali ini isi dolmusnya cuma kita bertiga, jadi gw sama mba Nesa pede aja makan bekal nasi pake lauk gepuk daging sapi di dalam dolmus. Sampai saat itu, kita masih menyimpan uangnya buat makan malam aja, makan siang gausah keluar duit dulu.

      Tujuan kita selanjutnya adalah Ephesus Archeological Museum, dengan harga tiket masuk 10TYR. Isi museum ini sebagian besar adalah pindahan dari Ephesus Archeological Site (mungkin diamankan biar ga diambil atau dirusak orang). Di dekat museum ini ada deretan restoran yang menjual Pide (pizza ala Turki) dan sederet toko souvernir. Gw sempat beli gelang (harganya 3TYR) dan beberapa bookmar (1TYR/pcs).




      Kemudian kita lanjut jalan kaki ke Isa Bey Mosque.
      Di Isa Bey Mosque ini masih berfungsi sebagai masjid. Tadinya Mba Nesa mau nyoba sholat di situ, tapi karena gw sama Mba Ika gak mau ikutan (abis ribet tepat wudlu-nya, dan gw ngerasa awkward diliatin orang-orang), akhirnya dia gajadi. Setelah cuma numpang foto-foto sebentar di sini, kita lanjut ke St John's Basilica yang nggak terlalu jauh dari situ.






      Tiket masuk St John's Basilica: 10TYR. Suasananya masih mirip kayak di Celsus Library, tapi jauh lebih sepi. Sepiii bangetttt.





      Gw memutuskan buat naik sampai ke atas, ke dekat benteng-bentengnya, tapi Mba Nesa dan Mba Ika ngeluh capek jadi mereka milih nunggu di bawah. Ternyata memang bikin megap-megap buat nyampe ke atas, tapi dibayar lunas sama pemandangannya. Terus tiba-tiba Mba Ika nongol, ternyata dia pengen liat juga pemandangan kota Selcuk dari atas.

      Pas kita turun, ternyata Mba Nesa udah dapet kenalan cowok lokal (gw lupa namanya), mungkin dia kesepian ditinggal gw sama Mba Ika naik sampai ke atas. Kita berdua cuma sempat ngobrol sebentar sebelum kembali ke hostel berjalan kaki.



      Gw suka banget sama tata kota Selcuk ini, rapiii banget. Nyaman deh buat jalan kaki, apalagi dengan pemandangan di sekelilingnya.
      Kita memutuskan buat istirahat di hotel sebentar sebelum malamnya kita berencana makan pide di restoran dekat museum yang gw sebut tadi, namanya Selcuk Pidecisi (gw dapet info dari tripadvisor). Dan review-nya benar; harganya murah, pide-nya enak, pelayanannya ramah banget, bahkan kita dikasih bonus semacam kue kacang (kalau gw bilang, rasanya mirip ting-ting khas kita). Sejujurnya gw benci banget sama makanan yang namanya pizza, tapi buat pide ini pengecualian deh. Ini enak banget, karena adonannya lebih mirip tortilla, jadi bukan roti tebel kayak pizza gitu.

      Total 2 pide daging ukuran besar (harusnya cukup buat 4 orang), teh, kopi, air mineral: 28TYR
      Kita pun balik ke hostel setengah lari-lari karena kedinginan, kemudian re-packing untuk besoknya lanjut ke Pamukkale, Denizli.
      ==================================================================================================================================
      24 April 2017
      Pukul 08.00 kita udah mulai sarapan karena ngejar kereta jam 09.00. Catatan: kereta api di sini masih kayak di Indonesia, ngaret. Dari stasiun Selcuk harusnya kita berangkat jam 09.10, tapi kereta baru datang sekitan 09.30. Ditambah waktu tempuh ke Denizli 3 jam, kita sampai pukul 12.30. Harga tiket kereta Selcuk-Denizli: 16.5TYR/orang.



      Dari stasiun Denizli ke terminal Denizli, kita harus nyebrang dulu dan jalan kaki sekitar 300meter.




       
      Di terminal ini, pertama kita taruh koper di tempat penitipan barang dengan tarif 5TYR/bag. Tempat penitipan koper ini ada di lower ground, satu lantai dengan terminal dolmus (terminal bus besar ada di lantai ground). Enteng sudah bawaan kita, dan bersiap lanjut naik dolmus ke Pamukkale.

      Dari terminal Denizli ini kita naik dolmus ke North Entrance (bilang aja ke supirnya) dengan tarif 4TYR.

      Sampai di North Entrance, lanjut aja ke dalam terus nanti akan ketemu loket penjualan tiket masuk). Harga tiket masuk: 35TYR.






      Setelah beli tiket, kita masuk gate dan kemudian di situ ada dolmus lagi (ini shuttle buat yang males jalan jauh ke travertine-nya, itu lho si Cotton Castle yang tersohor itu). Sayangnya nggak gratis, tarifnya 3TYR. Shuttle ini akan berhenti di depan Ancient Pool.


      Kita bertiga memutuskan buat makan siang dulu di dalam Ancient Pool ini. Harganya lumayan, gw menghabiskan 19TYR untuk burger+french fries, yang gw makan sambil nontonin  bule-bule berenang.


      Perut kenyang, semangat deh kita jalan ke Travertenleri. Gw langsung melongo waktu ngeliat pemandangan serba putih dari kejauhan. Kita harus copot sepatu kalau mau turun ke traverten ini. Awalnya ragu-ragu takut kepleset, tapi ternyata permukaannya keset (tips: dasar yang warna putih teksturnya keset, jadi nggak akan kepleset; justru hindari dasar yang warna cokelat, itu licin, kayaknya si itu lumut)

      Kayaknya ada satu jam kita di situ, bener-bener terpesona oleh si Cotton Castle. Tapi di sini mataharinya terik banget, jangan lupa pakai sunblock. Rasanya terik (matahari), tapi dingin (angin), tapi anget (waktu kaki kita berendam di kolamnya), campur-campur deh...
      Sudah puas, kita kembali ke terminal Denizli dengan rute yang sama dengan saat berangkat. Gw nggak berani bereksperimen nyari jalan lain, karena kita udah punya tiket bus ke terminal Goreme (Cappadocia), kan nggak lucu kalau sampai ketinggalan. Dan untung banget kita masih agak sore sampai di terminal Denizli lagi, jadi gw sama Mba Ika memutuskan buat jalan-jalan di sekitar terminal (Mba Nesa nggak mau ikut, capek katanya).

      Malamnya, kita menunggu bus ke Goreme di peron 14. Bus-nya sendiri kita pakai dari agen Suha, harga tiketnya 60TYR (bisa cek di mari: http://www.suhaturizm.com.tr/). Banyak kok pilihan bus menuju Goreme (ada Metro, Kamilkoc, Pamukkale, dll). Di perjalanan, kita diberi snack berupa kue bolu dan ditawari minum 2x (malam saat mulai berangkat, dan pagi saat hampir sampai). Waktu tempuh Denizli-Goreme ini hampir 10jam, lumayan bikin pantat tepos.



      ==================================================================================================================================
      25 April 2017
      Jadi, kita sampai di terminal Goreme pukul 08.00 dan langsung disambut oleh Yasar, si empunya guesthouse yang akan kita tempati selama 2 malam di Cappadocia. Kaget juga si Yasar ini lumayan lancar bahasa Indonesia, yang ternyata dia pernah kuliah setahun di Jakarta. Kita dijemput dari terminal pakai mobil pribadi dia, gratissss (ya ampuuuun, baik bangettttt). 
      Sampai di rumahnya (yang awalnya gw heran, kok kayak rumah-rumah di drama korea, padahal ini kan di Turki), kamar belum siap (karena kita memang kepagian), jadi kita istirahat dulu di living room yang cozy banget. Dan muncul deh bininya Yasar, namanya Eva yang ternyata orang Korea. Ooookeeee, terjawab sudah kenapa ini rumah interior & eskteriornya kayak di drakor-drakor yang sering ditonton temen-temen kantor.


      Namanya guest house-nya: Cozy Villa Cappadocia. Di booking.com ada kok, atau mau hubungi langsung si Yasar bisa ke nomer WA berikut: +905437681309, dia akan meladeni dengan sangaaaaatttt ramah.

      Kita bertiga dapat dua kamar, Mba Ika+Mba Nesa satu kamar, gw sendirian dapat kamar loteng yang lucu banget macem di film-film (meskipun kamar mandinya di luar), tapi pengalaman tidur di kamar loteng gitu bener-bener unik.


      Setelah istirahat dan bongkar barang bawaan, kita bertiga berangkat ke Uchisar Castle yang masih seperjalanan kaki. Kawasan Uchisar ini nggak seramai Selcuk. Jalanannya lebih lebar tapi jarang ada mobil lewat .

      Kita foto-foto aja di sekitar Uchisar, dan cuma gw yang masuk ke dalam castle-nya dan naik sampai ke atas (yang lain ga mau, capek katanya). Emang megap-megap si pas sampai di puncak. Harga tiket masuknya 7TYR.


      Mba Ika & Mba Nesa menunggu gw dengan setia di bawah. Setelah gw turun, kita beli oleh-oleh tempelan kulkas di sekitar castle. Kemudian kita makan pide (lagi, ini jadi favorit gw banget selama di sana) di restoran yang namanya Huzur Pide Salonu. Kita diantar pake mobilnya si Yasar (di mobil ada anaknya, namanya Cinar, ngguanteng banget campuran Turki+Korea gitu), dia pun bilang ke yang punya resto kalo kita saudaranya, mungkin biar dilayani dengan baik atau dikasih diskon kali ya?


      Untuk 2 porsi besar pide dan 3 jenis minuman totalnya 38TYR. 
      Sisa hari kita habiskan dengan tiduuuuurrr, siap-siap besok subuh naik balon.
      ==================================================================================================================================
      26 April 2017
      Gw udah bangun dari pukul 3 pagi. Mandi dan siap-siap segala macem, tinggal nunggu subuh dan dijemput.

      Dan gilaaak luar biasa itu dinginnya subuh-subuh gitu. Gw gabisa diem waktu di tanah terbuka nunggu naik balon, kalau diem bawaannya menggigil. Si Yasar sampai meminjamkan syal-nya ke Mba Nesa, karena dia yang paling kedinginan (bener2 full service deh ni tuan rumah)
      Di lokasi disediakan easy breakfast macam kopi, teh, dan berbagai macam roti. Kita juga bayar tiket naik hot air balloon-nya di situ sebesar 80EUR dan akan dikasih bon tanda terima gitu.

      Sekitar pukul 5 akhirnya kita naik balon. Gw sempet deg-degan karena sejujurnya gw orang yang takut ketinggian (banget, biasanya kaki gemeteran dan bawaannya kayak ada hasrat pengen loncat kalo pas lagi di ketinggian gitu, entah kenapa).

      Tapi gw juga nggak tau kenapa, rasanya biasa aja pas balon-nya mulai take off. Beneran deh, take off-nya smooth banget, pas udah di atas juga gw ngerasa biasa aja, terpesona sama pemandangannya kali ya...
      Oh iya, di dalem balon dibagi 4 sekat, satu sekat isi 4 orang, jadi total 16 orang dalam satu balon. 



      Dalam satu balon ini kita ketemu dua orang Indonesia lain, namanya Rere dan Eka. Jadi pede dong minta-minta difotoin 
      Total penerbangan 1-1.5jam, dan ketika mendarat (justru ternyata proses landing ini yg bikin deg-degan), kita dikasih celebration (sok-sokan buka botol wine gitu deeh) dan dikasih medali.

      Pulang dari naik balon, kita lanjut ikut tour. Karena di Cappadocia ini hampir nggak ada kendaraan umum, jadi pilihannya ya sewa mobil atau ikut tour.
      Kita bertiga memilih ikut Red Tour (selain itu ada Green, Blue, dan Yellow yang biasanya dimulai dari pukul 09.00-09.30 sampai sore). Red Tour ini sendiri itinerary-nya adalah sebagai berikut: Uchisar Panorama, Goreme Open Air Museum, Cavusin Village, Avanos, Pasabag Monks Valley, Devrent Valley, Urgup Fairy Chimney, dan Avanos Pottery Workshop.
      Jeleknya gw adalah kurang memperhatikan apa yg dikasih tahu sama tour guide kalo lagi ikut tour gini, jadiii gw sendiri lupa foto ini lagi di spot yang mana...gomeeen

      Mba Nesa dan Mba Ika pun tergeletak di kamar usai tour (iyalah, udah bangun dari jam 4). Tapi entah dapat energi dari mana, gw pengen ikut rombongan 14 orang dari Indonesia yang baru datang sore itu. Mereka mau liat sunset katanya. 
      Hajarr bleeh!!! (modal SKSD, tapi yang namanya sama-sama jauh dari rumah, ketemu sodara setanah air biarpun baru kenal rasanya kok kayak udah kenal lama ya?)

      ==================================================================================================================================
      27 April 2017
      Hari ini kita akan balik ke Istanbul (kali ini ke Sabiha Gokcen) pake Pegasus lagi, penerbangan pukul 13.05. Jadi kita minta shuttle yang 10.00 untuk diantar ke bandara Nevsehir (karena letak bandara militer ini cukup jauh, jadinya nggak mungkin kita minta tolong Yasar untuk anterin lagi). Tarif shuttle ke bandara Nevsehir adal TYR25/orang.
      Tapi sebelumnya kita diantar Eva untuk beli oleh2 khas Cappadocia di toko langganan dia. Lumayan ngeborong juga kita di sana.


      Sediiih banget waktu mau pisah sama Yasar & Eva ini  
      Pengen gituuu sebulan lagi numpang di rumah mereka #ngareppppp

      Yak, lanjutan Part 2 yang Istanbul nanti gw share di lain kesempatan ya
      Owari...
    • By Endar
      Flixbus dari Paris parkir dengan sempurna di area Sihlquai, dekat Zurich Central Station. Pagi itu udara masih dingin. Bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis, udara dingin di Carparkplatz Sihlquai tetap menusuk tulang walaupun sudah memakai jaket tebal. Padahal sudah bulan Mei.
      Zurich, kota terbesar di Swiss yang berada di tepi danau Zurich dan dekat dengan pegunungan Alpen menjadikan Zurich kota yang memiliki panorama yang menakjubkan. Tidak heran dengan kondisi ekonomi, geografi dan tentunya fasilitas yang ada, Zurich dinobatkan menjadi kota dengan kualitas hidup terbaik di dunia tahun 2006 dan 2007.
      Satu hari di Zurich tidak menyurutkan semangat untuk menjelajah kota ini. Dengan waktu yang sempit maka hal yang dapat dilakukan adalah city tour. Banyak paket yang ditawarkan dengan berbagai variasi waktu, fasilitas dan tujuan. Transportasi yang digunakan untuk city tour adalah trolley wisata dengan design klasik ditunjang dengan audio dalam delapan bahasa. Ada Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Portugis, Rusia dan Spanyol.  Dalam waktu kurang lebih dua jam dengan biaya 35 – 40 franc, trolley akan melewati area bisnis, Bahnhofstrasse yang menjadi museum penting di Zurich, sudut kota tua Zurich, Fraumunster Church yang konon mulai dibangun tahun 1100 namun baru terlihat di abad 15 dan area perkotaan lainnya.
       

      Perjalanan city tour berhenti dua kali. Biasanya berhenti di area tepi danau Zurich di kawassan dermaga publik. Kedua di jalan Stadthausquai. Terdapat fasilitas toilet umum di setiap tempat pemberhentian, tempat makan atau penjualan souvenir. Di seberang jalan Stadthausquai dengan melewati jembatan di atas sungai Limmat terdapat jalan Limmatuquai yang banyak menjual souvernir di kios-kios kecil. Kawasan ini juga merupakan pusat bisnis dengan banyak bank, toko-toko eksklusif, restaurant dan pusat perbelanjaan.
      Bila tidak puas dengan city tour, terdapat tour dengan kapal pesiar yang akan berlayar di danau Zurich. Dengan kecantikannya, danau Zurich begitu menjadi daya pikat tersendiri. Tata kota dan pemanfaatan danau yang baik menambah nilai plus untuk kota Zurich. Di seputaran danau banyak terdapat pemukian yang menjadikan danau Zurich lebih hidup.  Pemanfaatan danau Zurich sebagai tempat berolahraga air seperti perahu layar, kano  didukung fasilitas yang memadai.
       

      Transportasi di Zurich sangatlah mudah. Banyak kereta dan trem yang menjangkau hampir seluruh sudut kota. Bagi yang tinggal di Zurich dalam waktu yang singkat terdapat ZurichCARD yang merupakan paket transportasi trem, bus, kapal, kereta api dan sarana transportasi lainnya. Terdapat juga potongan harga atau bahkan tiket gratis bagi yang memiliki ZurichCARD. Namun perlu diketahui  di Zurich berlaku zona tariff sehingga tidak perlu membeli paket pada zona yang tidak dilalui. Stasiun Hauptbahnhof  (Zurich HB) menjadi pintu gerbang jika kita menggunakan kereta. Stasiun terbesar di Swiss yang juga menjadi salah satu stasiun tersibuk di dunia ini sangat lengkap. Sudah seperti pusat perbelanjaan, hampir semua kebutuhan dapat ditemukan disini. Pada waktu tertentu sering diadakan bazar makanan yang menual street food dengan harga miring.
       

      Biaya hidup di Zurich termasuk tinggi dibanding kota-kota besar lainnya di Eropa. Dengan mata uang Franc yang memiliki nilai berbeda dengan Euro, harga-harga makanan di Zurich bisa 1.5 kali lipat jika di rupiahkan. Untuk akomodasi juga termasuk tinggi, harga penginapan super standar berkisar IDR 500.000 belum termasuk sarapan.
      Perlu kejelian dalam menyusun itinerary jika memasuki Zurich ke salah satu kota tujuan. Yang menyukai wisata kota dengan suasana yang sepi dan nyaman, Zurich dapat menjadi pilihan. Namun bagi yang menyukai suasana alam, Zurich dapat menjadi trip satu hari yang berkesan.
       



    • By Endar
      Berkunjung ke Raja Ampat sudah menjadi impian banyak orang. Alam yang indah dengan pemandangan menakjubkan dari atas hingga bawah lautnya menjadikan Raja Ampat surga tersendiri bagi para traveler, diver dan juga photographer alam.
      Dengan gugusuan kepulauan di sebelah barat Kepala Burung Pulau Papua, Raja Ampat memiliki banyak pulau yang dapat dijadikan tempat menginap bila berkunjung kesana. Salah satunya pulau Arborek. Pulau kecil nan cantik ini  dapat ditempuh  kurang lebih satu jam dari Waisai, ibukota Raja Ampat.
      Banyak homestay atau penginapan di Arborek yang hampir semuanya pondok kayu beratapkan daun rumbia. Sebuah konsep ramah lingkungan yang menyatu dengan alam. Bahkan, beberapa homestay memberikan pengalaman tinggal di atas air. Kamar di homestay hanya terdapat kasur dan kelambu. Tidak ada kamar mandi privat, semuanya terpisah dan digunakan bersama-sama.

      Fasilitas di pulau Arborek sudah cukup memadai. Listrik menyala dari pukul enam sore hingga enam pagi, cukup untuk mengisi daya gadget-gadget kebutuhan traveling. Air sedikit agak asin dan tidak ada sumber air bersih disini tapi dapat digunakan untuk MCK.  Untuk sinyal agak sulit, hanya dapat menggunakan layanan SMS atau telepon dan itu pun harus berada di area dermaga jika ingin sinyal yang kuat.
      Waktu saya kesana terdapat dua dermaga. Satu lagi ditutup karena sepertinya dipergunakan khusus untuk kebutuhan salah satu homestay di Arborek. Jika pergi sendiri jangan lupa untuk mengisi buku tamu dan membaca dengan jelas aturan-aturan saat berkunjung kesini. Salah satunya,  kita tidak boleh melompat dari atas jetty, bahasa warga Arborek menyebut dermaga,  jika ingin snorkeling di sekitar dermaga Arborek.

      Menikmati pesona bawah laut di Arborek menjadi hal yang istimewa. Saat boat kita bersandar di dermaga, kita bisa melihat ikan-ikan langsung dari atas dermaga. Tentunya, air yang jernih menambah rasa tidak sabar  untuk masuk ke air. Feasibility yang bagus menjadikan kita bisa melihat jelas ikan dan terumbu karang. Jika beruntung kita bisa bertemu dengan schooling fish yang bahkan tidak terganggu dengan kehadiran manusia. Kipas laut, lili laut atau spons laut dapat kita temukan hidup sehat di tiang-tiang dermaga. Cobalah untuk snorkeling di sore hari,  sinar matahari sore akan menambah warna biota-biota laut lebih bersinar.


      Pulau Arborek tidak terlalu luas, kita dapat menikmati pesona matahari terbit dan terbenam di pulau ini. Sayang waktu saya disana pagi hari selalu mendung jadi tidak bisa menikmati matahari terbit dengan sempurna. Namun matahari terbenamnya begitu memesona. Kita dapat dengan santainya duduk di dermaga setelah snorkeling dan menikmati matahari terbenam. Setelah matahari masuk ke peraduannya, cakrawala seolah-olah menaburkan warna-warna sihir. Biru, jingga, kuning, ungu, hitam semuanya berpadu menunjukkan indahnya karya Pencipta.

      Kearifan lokal menjadikan pulau Arborek ini begitu bersahaja. Warga Arborek sepakat untuk menjaga pulau Arborek dan perairan di sekitarnya tetap lestari. Dibuatnya dua zona Kawasan Konservasi Laut Daerah menjadi bukti bagaimana warga Arborek begitu menjaga perairan mereka. Pada zona ini siapapun dilarang mengambil hasil laut. Jika kita ingin memancing, terdapat aturan tidak tertulis yang disepakati yaitu memancing diijinkan minimal 200 meter dari pinggir pantai. Jadi jika ingin memancing silakan dengan boat atau bersama perahu nelayan sampai dengan batas yang diijinkan.

      Tertarik bermalam di Arborek dan menikmati keindahannya?  Beberapa paket tour Raja Ampat menjadikan Arborek tempat bermalam. Jika berpergian sendiri, dengan kisaran IDR 350ribu sampai IDR 450ribu per orang kita sudah dapat bermalam di Arborek ditambah tiga kali makan per hari. Selain itu kita sudah bisa menejelajah Arborek di darat dan bawah lautnya.



    • By Endar
      Dinginnya pagi kota Purwokerto dan rasa lelah karena perjalanan di  bus Tangerang – Purwokerto tidak menyurutkan antusias saya untuk mendaki atap Jawa Tengah, gunung Slamet. Dengan ketinggian 3.428 mdpl, gunung yang masih aktif ini terletak di lima kabupaten, Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang. Terdapat beberapa jalur untuk mendaki yang dimulai dari kabupaten-kabupaten disekitar kaki gunung Slamet. Ada Guci dan Kaliwadas yang dimulai dari Brebes, Baturraden yang dimulai dari Purwokerto dan Brambangan yang dimulai dari Purbalingga. Saya sendiri memilih jalur Brambangan karena  sudah resmi dan paling banyak direkomendasikan.
      Kondisi cuaca di basecamp Brambangan saat itu mendung dengan kabut tipis, cuaca yang tepat untuk mendaki asal saja tidak hujan. Setelah menyusun kembali keril agar lebih nyaman dibawa dan mendaftar di basecamp, saya dan teman-teman siap untuk memulai pendakian. Jam tangan saya menunjukkan pukul 10.21 pagi saat melewati gerbang pendakian gunung Slamet. Di awal pendakian, saya disambut dengan suburnya tanah vulkanis Jawa yang ditanami sayuran khas dataran tinggi oleh penduduk sekitar. Senyum dan sapa ramah penduduk yang sedang bekerja juga menjadi penyejuk. Jalur Brambangan dimulai dengan jalan perkebunan warga yang lama kelamaan menjadi jalur setapak dengan suasana hutan khas gunung. Walaupun gunung Slamet berada di Jawa Tengah, kondisi hutannya lebih mirip dengan gunung-gunung di Jawa Barat. Jika gunung-gunung di Jawa Tengah lebih banyak hutan dengan pohon-pohon pendek dan padang rumput, Slamet berbeda. Hutan disini lebih diisi dengan pohon yang besar dan rimbun dan hampir tidak ditemukan padang rumput. Saya harus lebih berhati-hati karena perjalanan sedikit agak licin dan basah  oleh hujan tadi malam sehingga jika tidak tepat melangkah dan tidak berhati-hati akan sangat mudah terpeleset.
      Mendekati pos 1, saya bertemu dengan seorang bapak yang membawa tabung gas hijau, karung berisi semangka dan bahan-bahan jualan lainnya. Tidak terbayangkan besarnya usaha bapak itu mencari rejeki membawa beban begitu berat naik dan turun gunung. Namun dengan berat yang dibawa, bapak itu tetap menjawab dengan ramah saat disapa, suatu budaya yang saya sukai saat mendaki. Tidak lama setelah itu, saya tiba di pos 1 yang terdapat banyak pondok-pondok jajanan yang menjual 
      Mendoan – olahan tempe yang digoreng dengan tepung tapi tidak sampai kering khas Purwokerto dan sekitarnya, semangka dan minuman-minuman. Jika dalam kondisi ramai pendaki seperti saat ini maka pondok-pondok di pos-pos pendakian Slamet akan diisi oleh penjual-penjual.  Harganya pun tidak terlalu mahal jika kita bandingkan dengan usaha membawa barang jualan dari bawah. Suasana ini terjadi di beberapa pos hingga pos 7. Entah karena tersihir oleh warna merah semangka dan aroma mendoan, pada setiap pos saya berhenti untuk beristirahat dan jajan.
      Waktu menunjukkan pukul tiga sore. Saya hampir tiba di pos 4 menurut ucapan pendaki turun yang berpapasan dengan saya. Cuaca semakin mendung dan tidak lama setelah itu hujan datang, tidak deras. Saya bergegas menuju pos ke 4 dan memutuskan untuk bermalam disitu. Setelah tenda selesai didirikan saya beristirahat, memanjangkan kaki, melepas lelah sambil menikmati segarnya udara dan dingin hujan yang tidak terlalu deras. Setelah hujan reda saya menikmati secangkir teh hangat dan santap malam yang sederhana tapi terasa begitu nikmat. Damainya menikmati malam dengan suara serangga hutan dan batang pohon yang tertiup angin yang juga menjadi lagu pengantar tidur.

      Esok hari saya bangun pukul tiga pagi untuk melanjutkan perjalan ke puncak, masih ada empat pos lagi sebelum puncak. Saya membawa kamera, air minum dengan botol 1.5L, camilan pengganjal perut sebagai amunisi saya dan perlengkapan yang dibutuhkan agar beban tidak berat dan tidak cepat letih. Dalam perjalanan pagi itu saya tidak banyak istirahat begitu juga teman-teman lainnya. Menjelang pos 8 sudah mulai jarang pepohonan. Saya putuskan untuk menunggu matahari terbit sebelum pos 8. Setelah mendapatkan posisi nyaman, saya mempersiapkan kamera untuk mengabadikan suasana matahari terbit. Tidak beberapasihir yang mencipatkan keindahan yang menghipnotis itu muncul. Warna merah, jingga, ungu, kuning dan biru berpadu. Kota di kaki gunung Slamet yang ditutupi kabut dan jajaran gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu dan Lawu menambah tegas suasana matahari terbit pagi itu. Sayang sekali awan agak tebal sehingga matahari hanya muncul sebentar lalu kembali bersembunyi di balik awan.

      Pos 8 adalah batas vegetasi. Dari pos 8 hingga puncak tidak akan ditemukan pohon-pohon hanya terdapat jalur pasir berbatu. Usaha untuk melangkah semakin besar sebanding dengan sudut kemiringan. Setelah terhenti beberapa kali, meghitung langkah satu demi satu lalu berhenti lagi, tibalah saya di puncak Slamet. Saya terduduk, bersyukur dan takjub dengan pemandangan yang begitu memesona. Ke arah barat  terlihat puncak Ciremai, ke arah timur akan terlihat deretan gunung-gunung di Jawa Tengah. Cuaca yang tadinya mendung menjadi cerah. Langit biru membalut alam menjadi batas pandangan dengan hitamnya dunia diluar bumi. Saya tidak turun ke area bibir kawah karena  perjalanan mendaki dan menurun yang cukup jauh.

      Perjalanan turun tidak semudah yang dibayangkan.  Dari puncak ke tenda tidak begitu sulit karena beban yang dibawa tidak begitu banyak. Namun setelah semua perlengkapan masuk ke keril saya harus  lebih menguatkan kaki dan menjaga keseimbangan. Saya tiba kembali di basecamp Brambangan sekitar pukul empat sore. Suasana basecamp tidak seramai kemarin. Seruput teh yang saya pesan menemani gemetarnya kaki. Saya berkata cukup untuk saat itu namun rindu muncul kembali esok harinya.
       
      Tambahan info biaya:
      - Transport Bus Tangerang-Purwokerto  vv  IDR 250.000
      - Sewa mobil Purwokerto - Brambangan vv IDR 600.000
      - SImaksi IDR 5.000 per orang
      - Logistik sesuai kebutuhan
       

    • By Apriyani Indrawati
      Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh penghuni forum jalan2.com hehe saya gabung udah setahun tapi baru buka lagi hari ini x_x
      Salam kenal untuk member baru semuanyaaa dan salam hormat untuk suhu yang ada di sini 
       
      Kembali ke judul.
      Awal bulan Juli, setelah lebaran tepatnya, saya dan keluarga jalan-jalan ke Batu, Malang, Jawa Timur. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah BNS (Batu Night Spectacular). Kami berangkat pukul 07.00 wib dari Semarang, dan sampai kira-kira pukul 19.00 wib. Karena sudah malam, akhirnya sebelum sampai penginapan, kita mampir dulu ke BNS. Awalnya nggak tahu apa itu BNS *kudet dan setelah masuk, ternyata semacam taman lampion.

       
      BNS tampak depan, tapi orang-orangnya tak nampak. Gapapaaah
      Dari depan aja udah kelihatan kan ya, banyak lampu-lampu lucu gitu.
      Untuk HTMnya per orang Rp 40.000,- untuk weekend dan Rp 30.000,- untuk weekday
      Jam buka:
      15.00 – 23.00 Senin – Kamis (Weekday)
      15.00 – 24.00 Jumat – Minggu (Weekend)



      Setelah masuk, beginilah sebagian potret tempatnya *abaikan orang-orangnya
      Lokasinya dekat dengan Jatim Park 1, Jatim Park 2, dan Museum Angkut. Mereka kayak bergerombol gituloh deket-deketan . Kalau mampir ke sana, jangan kaget dengan parkirannya semacam tempat hitz yang masih diserbu banyak pengunjung. Oya, selain lampion-lampion juga ada banyak permainan (tiket bayar sendiri, kecuali pakai tiket terusan) nggak lupa juga ada pertunjukan water dancing. Yang sayang anak, recomended deh tempatnya.  Yang lain juga boleh cobain hehe. Nggak makan banyak waktu kalau mau ke tempat-tempat itu. Tapi bagiku, jajanannya mahal-mahal wkwkw *kayakemak2rumpi* tapi udah biasa lah ya tempat wisata yang memang harga jajannya lebih mahal dari aslinya.
      Untuk lebih jelasnya, kalian bisa ke link ini http://www.batunightspectacular.co.id/
      Sekian.
      Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
       
       
    • By Liaalf
      Apakah ada yang tau cara mendapatkan tiket promo ANA (all nippon airways)  atau Japan airline (JAL) untuk keberangkatan 26 maret - 01 April 2018, boleh menghubungi saya di 0812-5954-2828 (WA) , terima Kasih sebelumnya 
    • By anna22

      Finally, FR terakhir mengenai perjalanan musim dingin di Jepang Feb 2017.
      Sewaktu menyusun itin, pertamanya ingin ke Izu, Kawazu karena sudah mulai Sakura Festival. Ini kotanya dekat dari Tokyo, sekitar 2,5 jam berkereta dan tercover JR pass. Tapi mengingat saya pulang dari Kansai Airport, kok kayaknya capek yah bolak-balik. Jadi berpikir lagi, kira-kira tempat apa yang dekat dari Osaka dan tercover JR Pass. Akhirnya terpilihlah Hiroshima dan Miyajima Island. Kenapa kesana? Pertama memang penasaran dengan kota Hiroshima yang pernah dijatohi bom atom dan adanya keterkaitan sejarah dengan Indonesa. Kalo Miyajima Island dipilih karena deket sama Hiroshima dan terkenal dengan floating tori (baca:gerbang kuil yang terlihat seperti mengapung).
      Salah satu pengalaman terbaik selama di Osaka adalah gw mendapatkan guesthouse yang oke banget hanya dengan 1500 yen/malam (female dorm). Namanya adalah Kintetsu Friendly Hostel yang dekat dengan Tennoji Subway dan JR station. Ini hostel bersih banget, modern, toilet dan shower room banyak, make up room luas dan sangat dekat dari stasiun dengan lingkungan yang nyaman karena berada di Tennoji Park dan Zoo. Sayang kurang punya waktu untuk eksplor...
      Oke back to topic, di tanggal 14 feb hari terakhir yang bertepatan dengan hari valentine (pantesan kok banyak jualan coklat yaaa di sekitaran stasiun, baru sadar haha), gw pun keluyuran sendirian ke Hiroshima dan Miyajima. Jam 6 udah keluar hostel biar lgsg menuju Shin-Osaka JR stasion dan naik kereta shinkansen pagi ke Hiroshima. Belum reserved seat karena mikirnya lgsg aja di stasiun toh cuman jalan sendiri jadi pasti ada seat lah. Dan bener aja kereta pagi itu ga rame2 amat dan lebih banyak turis asing yang rame-rame. Gw liat ada beberapa grup gitu. Bukannya geer yaaaa..tapi sepanjang jalan gw berasa diliatin karena pake jilbab dan jalan sendirian haha
      Selain naik shinkansen sebenarnya bisa juga menggunakan bus umum (seperti willer express dkk). Durasi perjalanan sekitar 1,5 jam tapi ga berasa sih. Pas nyampe Hiroshima Station (yang cukup luas juga), gw menyempatkan diri ke bagian reservasi untuk memilih tempat duduk kereta pulang. Setelah itu, langsung menuju information center buat nanya2 dan ngambil brosur. Oiya, kalo pakai JR pass, kamu bisa naik bus gratis lho untuk keliling Hiroshima. Ada dua rute, tinggal pilih mau yang mana. Pokoknya Hiroshima ga ribet lah. Kalo pakai JR pass, masuk bus dari pintu depan dan supir akan meminta kita menunjukkan jr pass kita lalu doi foto (iyaaa difoto pake pocket camera gitu).
      Destinasi pertama gw adalah Peace Memorial Park, ada beberapa hal yang bisa dilihat yaitu A-Bomb Dome. Jadi ini sisa-sisa reruntuhan salah satu gedung yang pas bom atom dijatuhkan masih berdiri sampai saat ini. Terus juga adalah Children’s peace monument, ini dibangun untuk mengenang anak-anak yang menjadi korban bom. Lanjut jalan ada Hiroshima Peace Memorial Museum. Biaya masuknya cuman 200 yen. Disini ada benda-benda peninggalan atau saksi bisu dari tragedy bom atom dan juga foto2 yang sebenarnya membuat perasaan campur aduk antara haru, sedih, dan ngeri. Serunya di beberapa bagian, ada volunteer yang kebanyakan sudah nenek2 kakek2 bertugas menjelaskan benda2 atau gambar2 yang ada disana. Di salah satu foto yang lumayan besar, saat gw membaca deskripsinya, seorang nenek volunteer bertanya “Japanase?” dan gw jawab “No…no”. Dia nanya lagi “Where are you come from?” (iya volunteer ini jago bahasa Inggris untuk sekedar menjelaskan dan bercakap2 sederhana) gw pun bilang “Indonesia”…Nenek “Oooh..Indonesia…” dan dia pun mulai menjelaskan tentang foto tersebut. Ceritanya sedih banget pokoknya dengan suara si nenek yg lirih dan tanpa sadar gw menitikkan air mata (sumpah beneran). Ini sebenarnya jadi pemikiran gw sendiri sih..pada intinya Indonesia kan bisa menyatakan kemerdekaannya saat kedua kota di Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki dibom. Jepang yang sedang panik membuat pertahanan di Indonesia melemah. Peluang inilah yang diambil bangsa Indonesia untuk kuat dan berani memerdekakan diri dari penjajahan Jepang. Tapi di sisi lain, korban bom atom ini menyisakan penderitaan yang luar biasa. Meski Jepang dengan cepat bangkit dan justru menjadi salah satu Negara maju. Yaah begitulah...


      Kalo yang suka wisata sejarah, wajib deh kesini. Nah tadinya gw berencana ke Hiroshima Castle tapiiiii karena udah siang, gw memilih lanjut ke Miyajima Island. Balik lagi ke Hiroshima Station untuk menuju Miyajimaguchi dengan naik JR sanyo line selama 30 menit (tercover JR pass). Setelah sampe, jalan sedikit menuju pelabuhan untuk naik ferry selama. Kalau bingung ikuti saja orang-orang karena pasti sebagian besar akan ke Miyajima Island.  Ada dua ferry, satu yang JR, satu lagi non JR. Tentu saja gw pilih yang JR biar tercover. Harganya sih sebetulnya lumayan murah yaitu 180 yen sekali jalan. Lamanya ferry menyebrangi laut sekitar 10 menit .
      Selama ini disini, gw cuman sempet ke Itsukushima shrine dan melihat floating torii. Nah kalau lagi surut, kita bisa turun lho mendekati di gerbang kuil ini. Tapi sayang, pas gw kesana masih pasang lautnya. Apa yang gw lakukan disana menikmati pemandangan dan keluar masuk toko sama nyemil2. Ini surga jajan dan bahaya bagi pecinta jajan seperti gw hahaha… mana belom makan siang lagi. Sebenarnya masih banyak lho atraksi wisatanya di Miyajima tapi berhubung waktu terbatas dan kondisi fisik gw akibat jatoh masih belum baik, jadi gw pun memilih pulang kembali lagi ke Hiroshima Station.

      Masih ada waktu 1 jam menunggu Shinkansen kembali ke Osaka, gw pun makan sore onigiri dan lagi2 diliatin orang2 pas nunggu di ruang tunggu yang sebagian besar orang Jepang. Kayaknya jarang banget liat orang Indo atau yang pake jilbab kayak gw. Yaah gw mah cuek aja sambil ngabisin 2 biji Onigiri.
      Sehabis dari Osaka, gw lgsg ke Shinsaibashi Shopping street untuk nyari oleh2 dan juga belanja2 (hehe). Dan gw baru sadar kalo winter itu toko2 lebih cepet tutupnya jadi jam 9. Tapi ada juga sih yg 24 jam kayak Don Quixote (supermarket lengkap mirip Mustafa di Singapura) dan Matsumoto Kiyoshi (drug store lengkap). Tapi gilaaa yaa padahal udah jam 10 malam, itu di Don Quixote masih rame aja, mana gang2nya sempit banget lagi dengan orang2 belanjaannya segambreng. Padahal gw cuman beli beberapa jenis kopi aja huh..tapi yaa kapan lagi dan harganya murah kalo disini.

      Oiya gw ga sempet jalan2 di daerah namba dan dotonburi ini karena udah pernah pas tahun 2015 ke Jepang..bahkan sampe bolak balik 2 kali ke daerah ini..jadi cuman numpan lewat aja deh kali ini. Jam 11 malem pun gw baru balik menuju Hostel..udah sepiii banget dan untungnya masih dapet kereta. Begitu nyampe hostel, lgsg tepar dan tidur. Packing besok subuh aja karena udah ga sanggup hahaha..
      Yaaah sekian FR perjalanan Winter di Jepang ini…mohon maaf kalo ga seru atau kurang informatif atau fotonya2 ga bagus. Gw doakan teman2 yang niat ke Jepang semoga kesampaian dan teman2 yg ingin balik lagi ke Jepang juga tercapai hehe..
      Kalo butuh informasi bisa dm ato komen lgsg disini yaa :)
      “mata ne” (baca: sampai jumpa) ^^