• agoda-hemat.png

Afriani

Giethoorn "Venice van Nederlands".

27 posts in this topic

                         20150517_152334.thumb.jpg.300723174e6874

Giethoorn adalah kota kecil yang sangat indah yang terletak 5 km di bagian barat daya dari wilayah Steenwijkerland. Kota ini sangat terkenal dan banyak di kunjungi oleh orang-orang terutama yang berasal dari China, South Korea, Malaysia, Singapore, termasuk saya sendiri dari Indonesia. Saat saya sampai di Giethoorn saya terkesan dengan keasriannya, keindahannya, dan keunikkan dari kota kecil nan elok ini. Perasaan itu tergambar dari senyuman yang merona seperti foto yang saya berikan di atas, itu adalah foto dimana saya berkesempatan mengunjungi Giethoorn di tahun 2015 lalu dimana di ambil di salah satu spot yang menurut saya that spot was really interesting. Sungguh saya bagaikan berada di dunia dongeng saja, rasanya seperti khayalan dan tidak ingin pulang. Begitulah yang saya rasakan ketika menginjak kota kecil nan indah ini.

Untuk mengunjungi kota indah ini, saya sarankan kepada teman-teman untuk datang pada saat musim panas, sekitar bulan July - September karena cuaca di Eropa yang sering kali berubah-ubah dan tidak menentu setiap detiknya. Percaya tau tidak ya cuaca akan berubah setiap detiknya, suka atau tidak kita harus bersiap. Memang cuaca di Eropa akhir-akhir ini sedang ekstream dan tidak menentu dikarenakan dengan pengaruh dari Global Warming itu sendiri sampai-sampai di tahun 2014 pun salju hanya turun sedikit saja di Netherlands. Sistem transportasi sangatlah gampang jika anda travelling di Netherlands karena mereka sangat amat rapi, bersih, dan sangat disiplin waktu. Sistem informasi untuk transportasi pun sangatlah terintegrasi dengan baik selain di website atau pun di applikasi pada smart phone kita. Tourist Office atau yang di kenala VVV information di tiap daerah sangatlah gampang dan bisananya berjarak 5 - 10 meter dari train station.

Selanjutnya saya akan menjelaskan sedikit tentang applikasi untuk mengakses transportasi dalam kota di Netherlands apa saja yang harus teman-teman miliki di smart phone masing-masing.

I. TRANSPORTATION SYSTEMS AND APPLICATIONS.

Pertama, teman-teman bisa mengakses atau mengunduh aplikasi seperti:

1. Aplikasi 9292 atau di website www.9292.nl ini dimana aplikasi tersebut akan memberikan kita informasi tentang lama perjalanan dan alat transportasi yang bisa kita pakai untuk sampai ke tempat tujuan kita. Bagi saya aplikasi ini sangat membantu sekali dengan dikombinasikan dengan applikasi dari ns. Berikut gambar dari aplikasi 9292 yang ada di smart phone saya:

                         5714aabc17239_9292screen.jpeg.ad9fc1aaa8                                                                 Screenshot_2016-04-18-15-23-58.thumb.png                                                                                                  
2. NS (Nederland Spoorwage) untuk kereta api seperti gambar di bawah ini:

            5714ac2665d6f_nsscreenpictures.thumb.jpg

3. Lalu saya juga memakai Map gratis bernama  Navigator. Di applikasi ini kita dapat mendowload map negara mana saja yang akan kita kunjungi sebagai persiapan di dalam perjalanan.

                                            5714cf941c861_NavigatorScreen.jpg.4eda73

Baik, saya rasa punya 3 aplikasi ini sudh cukup untuk buat teman-teman untuk mengitari Netherlands dari South to North dan kondisi untuk para traveller wanita pun saya nilai cukup aman jikalau jalan di musin panas karena di bulan-bulan ini matahari terbenam pukul 9, 10, atau 11 PM. Biasanya juga tempat-tempat rekreasi buka sampai larut malam jadi jangan takut kalau kita kehabisan waktu. So, if you have all of those applications then you are ready to go.

Sayangnya tahun kemarin saat saya mengunjungi Giethoorn saya memakai mobil pribadi yang lebih cepat dari transportasi umum lainnya namun saya akan mencoba membantu teman-teman bagaimana mencapai Giethoorn dengan aplikasi 9292. Dimulai dari pengecekkan H-1 dan tergantung dari mana tena-teman akan memulai perjalanan karena saya tinggal dekat Amersfoort station maka starting point saya berangkat dari Amersfoort station. Gambar diatas untuk aplikasi 9292 dapat dilihat bahwa waktu yang di tempuh bervariasi ada yang 1, 1 jam 50 menit atau pun 2 jam lebih dan juga temen-temen bisa memilih waktu dan perjalanan yang efisien buat kalian sendiri. Karena saya tidak suka berlama-lama di jalan dan tidak mau pindah kereta atau transfer melebihi 2 kali maka saya memilih waktu berangkat pada jam 07.38 AM dan sampai di Giethoorn pada jam 09.19 AM. Oya sistem ini sangat up to date jadi saran saya untuk mengecek aplikasi 5 menit sekali karena takutnya terjadi perubahan waktu yang signifikan atau sama seperti yang terjadi di atas. Itu berarti waktu kereta tiba menjemput kita di Amersfoort station akan terlambat 2 menit. Biasanya di aplikasi akan jelas di beritahukan apa penyebabnya. Setelah itu supaya saya melihat lebih rinci maka saya membuka laman dari waktu yang saya pilih sama seperti gambar di bawah ini:

                                                     Screenshot_2016-04-18-15-24-15.thumb.png

Disana jelas terlihat bahwa saya harus berhenti di Zwolle station dan pergi ke terminal bus untuk mencari Bus dengan nomor 70 dengan yang mengarah ke Steenwijk via Zwartsluis. Beginilah situasi di stasiun Zwolle saat musim panas tiba :

                                5714d4d02b895_Zwollestation.jpg.6a7e01fd                           5714d612641b2_BusstationZwolle.jpg.cbea0

dan inilah gambar bus nya:

            5714d84b3ccd5_Bus70Steenwijk.jpg.aa96b56    atau bus langsung    5714d8796c7dd_Bus70Giethoorn.jpg.02b6adc

setelah itu kitta harus turun di halte Dominee Hylkemaweg, Giethoorn. Seperti gambar di bawah ini:

                                                                                                                        5714d97e66b92_endstop.jpg.a957c087dadcb4

 

II. THINGS TO DO WHEN YOU ARE IN GIETHOORN.

II.1. TRANSPORTATION TOOLS FOR ENJOYING GIETHOORN

setelah sampai  di halte tersebut, kita dapat menyeberang dan berjalan kira-kira 5 menit dan sampailah kita ke pemandangan yang asri dan udara yang sangat bersih seperti yang terlihat di gambar ini:

                                Giethoorn.jpg.590a405b9bc4ff662cb2b01f84

Ada 3 alat transportasi yang bisa teman-teman gunakan di kota yang ciamik nan indah ini yaitu:

1. Boat. Seperti gambar saya ini. Saya menyewa boat seharga 12 Euro untuk 1.5 jam namun itu pun jikalau teman-teman berjalan lebih ke dalam lagi karena biasanya harga sewa boat lebih mahal yang berada di dekat pintu masuk. Inilah saat saya merasakan nikmatnya naik slow boat dengan udara yang sangat segar dan bersih banget dimana jarang di temukan di Jakarta.

                          20150517_153556.thumb.jpg.6d0451657da185

2. Sepeda. Di tempat ini kita juga bisa menyewa sepeda biasa atau elektrik (bisa dilihat di link ini: https://twitter.com/SnorrenindeKop) untuk berkeliling-keliling.

                     5714de45eea70_BikerentalinGiethoorn.jpg.   or e-bicycle ->  5714dfa3bd73e_EbikeinGiethoorn.jpg.25d7a

3. By feet as same as I did.

                    20150517_150731.thumb.jpg.98d664e7ed05a5

                    20150517_150739.thumb.jpg.daf7608652fe9d

 

II.2. PLACES WHICH WE CAN VISIT.

Di Giethoorn banyak sekali yang bisa kita lihat seperti:

1. Rumah-rumah penduduk yang masih authentic sekali dengan Dutch culture.

                          5714e385878c8_HouseinGiethoorn.jpg.1b178

2. Museum De Oude Aarde yang sudah berdiri sejak 1969. Museum juga shop ini memperlihatkan dan menjual segala pernak pernik dalam bentuk batu tua. Saya sempet memaca sediikit informasi yang tertempel di display dimana batu itu sudah ditemukan 100 tahun yang lalu di daerah Afrika. Mereka percaya batu tersebut akan melindungi kita dari celaka. Sempet tertarik untuk membeli naun saya masih berpikir takut ada efek sampingnya karena kita tidak tahu menahu kan dari mana dan bagaimana di temukan. Mungkin saya bekas pesugihan di daerah Afrika sana yang dikenal dengan ilmu hitam Afrika dan juga harga batu itu sangat mahal. Kecil dan gampang pecah jadi sepertinya tidak worth it untuk di beli. Di dalam museum dan toko kita bisa membaca sejarah saat berdirinya museum ini atau kita juga bisa mengakses link berikut: http://www.deoudeaarde.nl/contents/nl/privacy.html.  Harga tiket masuk untuk orang dewasa 3.50 euro (50.000 IDR) dan untuk anak-anak sebesar 2.50 euro (37.000 IDR). Museum ini buka di bulan Maret sampai Oktober dari jam 10.00 AM sampai 06.00 PM dan antara November sampai Maret dari jam 10.00 AM sampai 05.00 PM. Untuk lebi jelasnya dapat mengakses situs ang telah saya berikan dengan mengganti bahasa ke Indonesia atau pun Inggris. It depends of your preference.

                               museum-de-oude-aarde.jpeg.2e243dea892229

3. Museum Het Olde Maat Uus. Di museum ini kita bisa melihat tipe-tipe rumah para petani yang tingall di Giethoorn seabad yang lalu.  Museu buka dari Senin sampai Sabtu dari jam 11.00 AM sampai 05.00 PM dan hari Minggu buka dari jam 12.00 AM sampai 05.00 PM. Harga tiket masuk untuk orang dewasa sebesar 4 euro (60.000 IDR) dan untuk anak-anak sebesar 1 euro (15.000 IDR). Berikut gambar dari museum tersebut:

                                ImageHandler.jpg.a4278ef769a7f81fe7c04b4        5714f29ee4cf3_Museumboerderij-t-Olde-Maa

     t-olde-maat-uus.jpg.ac57cd0f659d09d65a74     5714f3771b107_OldeMaatUusGiethoorn.jpg.b

4. Dan masih banyak galeri-galeri di dalam kompleks ini yang tidak bisa saya masuki satu-satu karena memang mahalnya harga tiket masuk ke galeri-galeri tersebut dan memakan waktu yang lama untuk mengunjunginya. But that was okay because I thought they are all pretty similar to each other.

 

III. TRAVELLING COST

1. Train ticket: Amersfoort station to Zwolle (2nd class full fare - Pergi Pulang)                                           ->        24.00 Euro

2. Bus (full fare)                                                                                                                                                          ->         6.23 Euro

3.  Renting:                                                                                                                                                                 ->       12.00 Euro                                      

      a. Boat                     12 Euro

       b. E-bicycle            30 Euro (estimation jusck check on: http://www.snorrenindekop.nl/english

4. Meals for lunch (They provide any kind of foods, sandwiches, French Fries / patat, ice cream, etc)    ->    20.00 Euro per person

 5. Tiket masuk ke museum                                                                                                                                      ->    10.00 Euro per person (Adult but not including children)

6. Souvenirs                                                                                                                                                                 ->    15.00 Euro

SUMMARIES                                                                                                                                                                 ->      87.23 Euro atau setara dengan 1,300,000 IDR.

Memang mahal kalau bepergian di Netherlands tanpa reduce fare ticket untuk kereta. Saya juga mensiasati bawa bekal saat makan siang, membatasi masuk museum-museum yang ada, menggunakan reduce fare ticket dan membeli reduce fare train ticket yang tidak terbilang mahal dan dapat dijangkau. Budget dan additional costs adalah pilihan teman-teman karena kalian lah yang tahu sejauh mana kemampua financial kalian.               

Alright, that was all about my amazing experience when I visited Giethoorn "a Venice van Nederlands". Mudah-mudahan kalian juga bisa mendapatkan kesempatan yang sama dengan saya. Happy travelling, friends.

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Keren banget, belum pernah kesini tapi udah sering intip intip thread tentang yang ini. Kali aja kesampean ke NL lagi tahun depan hahahaha

Boat nya lumayan murah juga ya, tapi itu per orang atau per boat yah? Kayaknya jalan aja juga seru sih, apalagi sambil dikit dikit berenti nge galau hahaha.

Venice nya Belanda kudu nyobain nih :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
49 minutes ago, deffa said:

@HarrisWang

hhoo lo udah pernah ke NL ajak2 dnk hahah :P 

Cuma ke Amsterdam doang, udah gitu langsung sakit hahahaha

Lagi planning tadinya October tahun ini, tapi kata teman mau di undur tahun depan aja.

Kalau udah sempat mundur mundur, udah kurang yakin nih gw Mod hahahahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
56 minutes ago, HarrisWang said:

Cuma ke Amsterdam doang, udah gitu langsung sakit hahahaha

Lagi planning tadinya October tahun ini, tapi kata teman mau di undur tahun depan aja.

Kalau udah sempat mundur mundur, udah kurang yakin nih gw Mod hahahahaha

eeaa anak nya gak kuat eropa hahaha :P

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, Nightrain said:

taon ini blom ada rencana bro @deffa karena istri lagi hamil, jadi mungkin kalo pun pergi nanti dadakan dan sekitar sini aja, haha mudah2an pertengahan taon depan lanjut lagi adventure :D

wah selamat ya untuk kehamilan istri nya heheh

ya saya juga abis dari Kansai - Seoul Maret kemarin break dulu, mulungin receh lagi heheh

mungkin taun depan mau coba sapporo :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

wah selamat ya untuk kehamilan istri nya heheh

ya saya juga abis dari Kansai - Seoul Maret kemarin break dulu, mulungin receh lagi heheh

mungkin taun depan mau coba sapporo :D

thanks bro, haha asik ya Kansai, gw blom kesampean main ke Osaka, btw kmrn sempet liat AA ada promo ke New Delhi, barangkali bisa coba pikirin next trip kesana bro karena liat Taj Mahal kan wajib juga tuh di Agra hehe biar ga bosen Japan terus :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
52 minutes ago, Nightrain said:

thanks bro, haha asik ya Kansai, gw blom kesampean main ke Osaka, btw kmrn sempet liat AA ada promo ke New Delhi, barangkali bisa coba pikirin next trip kesana bro karena liat Taj Mahal kan wajib juga tuh di Agra hehe biar ga bosen Japan terus :D

india ya memang ada seh plan kesana tapi mau abisin jepang dulu dari utara - selatan. Tinggal Sapporo dan Okinawa neh heheh :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/19/2016 at 10:05 AM, deffa said:

wah nice review @Afriani salah satu wish list saya ini huhuhu

pengen cobain ke Holland padahal ada saudara disanan

thx banget ya kebetulan ada teman mau kesana juga cari info ini

cc @Siti Rukoyah :D 

Terimakasih ya sudah mampir di review. Apply visa schengen dari kedutaan Belanda itu sepertinya gampang. Romor mengenai harus punya budget 50Juta di rekening speertinya tidak harus. Budget trip disesuaikan saja dengan lama stay dikali dengan 34 Euro (standard minimun yg di berikan oleh Belanda). Paling dikit lebihin ajan 50 euro udah sama transport itu. Yg penting selama nge-trip di sana pinter2 cari makanan kalo perlu bawa bekal yg sudah di buat di hostel/hotel. Oya disana juga banyak kok tempat makanan yg murah dan terjamin bersih dan halal (untuk teman2 yg non muslim). So, keep dreaming and it will boost your effort to pursue your dream. Kalo sudah mau kesana kasi kabar2 ya.

On 4/19/2016 at 10:11 AM, kyosash said:

wah asyik nih suasananya sambil naik sepeda:biking, nice share :rate 

Suasana bukan asik lagi tapi HACEP. heheee... Saya malah seneng jalan selain gak mahal dan bisa lebih menikmati untuk mencari spot2 untuk berfoto ria he he hee.. Thank you sudah mampir ya.

On 4/19/2016 at 10:57 AM, HarrisWang said:

Keren banget, belum pernah kesini tapi udah sering intip intip thread tentang yang ini. Kali aja kesampean ke NL lagi tahun depan hahahaha

Boat nya lumayan murah juga ya, tapi itu per orang atau per boat yah? Kayaknya jalan aja juga seru sih, apalagi sambil dikit dikit berenti nge galau hahaha.

Venice nya Belanda kudu nyobain nih :D 

Harus dan kudu datang kesini nih. Dijamin gak bakalan mau pulang kaya saya he hee.. Amin => saya aminkan supaya tahun depan bisa mengunjungi NL lagi. itu 12 euro udah harga 1 slow boat. Ada juga perorangan itu biasanya kudu nunggu org lain sampai 5 atau 10 org baru mereka jalan. Semacam kaya boat trip dan harganya sekitar 20 euro per orang kalo gak salah ya hehee.. soalnya mungkin sekarang udah berubah.  

19 hours ago, Nightrain said:

Beautiful place ya, mudah2an bisa kesampean mampir kesana nanti, thanks info-nya @Afriani

You are very welcome. Thank you sudah mampir dan baca cerita saya :).

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Afriani

iya pernah baca katanya minimal saldo 50 juta tuh

btw bisa bocoran gak kalo untuk backpacking agar visa schengen di terima untuk sekitar 10 hari kira2 saldo berapa ya ?

apakah 10 - 20 juta cukup ? yang penting di approve visa nya saja seh untuk kebutuhan di sana nya bisa lebih ngirit sebenarnya banyak teman dan ada saudara juga :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Tks sharenya mbak Afriani...

Semoga suatu saat bisa jalan2 kesini...

Blm ada bayangan siy...biasanya yg di masukin wishlist yg ada kawan disana

Sementara ini yg sdh undang ke mancanegara kawan di New Seattle, new Zeland / Aucland dan Jepang...

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/20/2016 at 5:36 PM, deffa said:

@Afriani

iya pernah baca katanya minimal saldo 50 juta tuh

btw bisa bocoran gak kalo untuk backpacking agar visa schengen di terima untuk sekitar 10 hari kira2 saldo berapa ya ?

apakah 10 - 20 juta cukup ? yang penting di approve visa nya saja seh untuk kebutuhan di sana nya bisa lebih ngirit sebenarnya banyak teman dan ada saudara juga :D 

Yang pentng segala dokumen yg di butuhkan di lengkapi saja. kalo bekerja ada rekomendasi dari tempat kerja kalau memang punya banyak family malah lebih gampang aaprove nya krn ada surat si pengundang ditambah budget utk berapa lama stay di NL. Kalau semuanya jelas dan mereka tidak ragu, pasti akan di approve kok. Good luck ya. Oh ya kalo stay 10 hari dengan budget 10 - 20 juta aman sepertinya. karena setau saya peraturannya untuk budget selama stay disana itu : lama waktu stay x 34 Euro berarti kalo 10 hari menjadi 10 x 34 = 340 euro. Jadi sepertinya aman, mas. yg penting jelas aja itenary, berapa lama di Belanda terus minta multi entry visa aja biar aman. Semangat yowww...

2 hours ago, Titi Setianingsih said:

Tks sharenya mbak Afriani...

Semoga suatu saat bisa jalan2 kesini...

Blm ada bayangan siy...biasanya yg di masukin wishlist yg ada kawan disana

Sementara ini yg sdh undang ke mancanegara kawan di New Seattle, new Zeland / Aucland dan Jepang...

Amin, pasti bisa kok mba. Iya saya juga masukkin wish list sebelum berangkat ke NL. sesudah disana tinggal keluarin wish list tempat2 mana aja yg mau di kunjungi. Good luck ya... Wah tempatnya2 saya belum pernah kesana tuh mba. Mudah2an bisa travelling kesana juga tahun depan, amin.

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/24/2016 at 9:48 AM, deffa said:

@Afriani

oh inti ny itinerary jelas ya

noted perhari 34 euro

multi entry visa itu untuk schengen ?

 

Yap sepertinya hal umum kalo setiap apply ke suatu negara harus dengan tujuan yg jelas. Iya segitu, coba aja di cek ke website nya Netherland embassy yg di Jakarta biar lebih jelas. Tambahin lah 16 - 20 euro untuk tiket kereta dan biaya lain2. Jadi 50 euro dikali lama stay.

Untuk multi entry klo memag ada rencana untuk ke luar dari daerah Schengen seperti Rumania, UK, dll yg tdk tergabung di schengen visa. UK termasuk European Union namun mata uang dan ijin masukknya tetap memakai cara mereka walaupun sebagian besar negara2 yg tergabung di European Union itu pakai Schengen visa. Nah kalo ada di itenary dan akan kembali lagi ke negara bagian schengen maka mereka akan kasi multi entry schengen visa begitu mas Daffa. Mudah2an membantu yaaaa.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Afriani

oohh i see jadi Multi Entry Schengen untuk jika kita misal nya ke UK karena dia tidak masuk Schengen ya

nah jika begini rute nya. masuk eropa dari Belanda terus muterin negara2 Schengan. Lalu keluar eropa via Belanda lagi. Apakah perlu Multi Entry Schengen atau tidak ? Catatan perjalanan nya tidak keluar negara Schengen

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
7 minutes ago, deffa said:

@Afriani

oohh i see jadi Multi Entry Schengen untuk jika kita misal nya ke UK karena dia tidak masuk Schengen ya

nah jika begini rute nya. masuk eropa dari Belanda terus muterin negara2 Schengan. Lalu keluar eropa via Belanda lagi. Apakah perlu Multi Entry Schengen atau tidak ? Catatan perjalanan nya tidak keluar negara Schengen

 

Tidak perlu sepertinya. Kalau sudah dpt single entry schengen visa bisa di pakai di negara2 yg  tergabung di schengen visa saja cuma kalau sudah keluar dari Belanda tidak bisa di pakai lagi. Contohnya ya: Kemungkinan Belanda akan kasih 90 hari atau 30 hari untuk turis visa krn stay nya cuma 10 hari. Utk single entry visa kalau hari yg dipakai cuma 20 hari dan masi sisa 70 hari nya lalu sudah ada cap keluar dari negara schengen seperti Belanda maka yg 70 harinya tidak bisa di pakai lagi atau hangus. Memang kita jalan kan sesuai dengan budget ya cuma sayang aja yg 70 hari gak terpakai. Krn sisa hari di visa kita dan dgn catatan masi di dalam range expired date tsb masi bisa di pakai. Kalau ada rencana lagi berkunjung ke Europe mau tidak mau harus apply lagi tp kalau dpt multi entry visa ya bisa di pakai berkali-kali asal tdk lewat masa expired date dari visa tsb.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Afriani

oo gitu ya jadi bisa ya. Saya rencana nya paling ya Belanda - France - Germany - Sweden - Belgia - Belanda aja dengan Visa Schengen Single Entry. Jadi gak keluar dari negara Schengen dan mungkin total perjalanan 10-14 hari lah :D

makasih banyak info nya mba sangat berguna. ditunggu info2 lain nya dari perjalanan nya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 hours ago, deffa said:

@Afriani

oo gitu ya jadi bisa ya. Saya rencana nya paling ya Belanda - France - Germany - Sweden - Belgia - Belanda aja dengan Visa Schengen Single Entry. Jadi gak keluar dari negara Schengen dan mungkin total perjalanan 10-14 hari lah :D

makasih banyak info nya mba sangat berguna. ditunggu info2 lain nya dari perjalanan nya :D 

Sippp :melambai. Mudah2an membantu ya mas Deffa. Di tunggu kabar baikknya utk visa schengen dan jalan2 ke Belandanya. Belanda 2 hari cukup tp German, France dan Sweden sepertinya yg harus lebih banyak spend waktu krn mereka negara nya besar apalagi German wewww.. Dari Berlin ke Leipzig bisa 7 jam naik kereta wkwkwkkk.. Baiklah. Di tunggu saja cerita ku selanjutnya. Oh ya kalo disni boleh share mengenai tips2 gak ya instead of review atau informasi selama perjalanan?. Terus cerita gimana life culture org2 yg pernah kita datangi, terus ttg technology mereka, dll? Takutnya aku salah posting mungkin di group ini hanya konsentrasi utk tempat2 wisata saja.:hiking 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/25/2016 at 4:14 PM, deffa said:

@Afriani

ya boleh banget mba silahkan aja di tulis karena semua informasi pasti berguna kok 

ada beberapa sub forum sesuai tema nya jika Teknologi ada bagian Teknologi dan yang lainnya :D 

Alright. Saya memastikan dulu mas takut2 nanti salah persepsi, Okay kalau gini kan sudah clear. Thank you ya. Sukses buat apply visa schengennya.:hiking

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta