Afriani

Giethoorn "Venice van Nederlands".

27 posts in this topic

                         20150517_152334.thumb.jpg.300723174e6874

Giethoorn adalah kota kecil yang sangat indah yang terletak 5 km di bagian barat daya dari wilayah Steenwijkerland. Kota ini sangat terkenal dan banyak di kunjungi oleh orang-orang terutama yang berasal dari China, South Korea, Malaysia, Singapore, termasuk saya sendiri dari Indonesia. Saat saya sampai di Giethoorn saya terkesan dengan keasriannya, keindahannya, dan keunikkan dari kota kecil nan elok ini. Perasaan itu tergambar dari senyuman yang merona seperti foto yang saya berikan di atas, itu adalah foto dimana saya berkesempatan mengunjungi Giethoorn di tahun 2015 lalu dimana di ambil di salah satu spot yang menurut saya that spot was really interesting. Sungguh saya bagaikan berada di dunia dongeng saja, rasanya seperti khayalan dan tidak ingin pulang. Begitulah yang saya rasakan ketika menginjak kota kecil nan indah ini.

Untuk mengunjungi kota indah ini, saya sarankan kepada teman-teman untuk datang pada saat musim panas, sekitar bulan July - September karena cuaca di Eropa yang sering kali berubah-ubah dan tidak menentu setiap detiknya. Percaya tau tidak ya cuaca akan berubah setiap detiknya, suka atau tidak kita harus bersiap. Memang cuaca di Eropa akhir-akhir ini sedang ekstream dan tidak menentu dikarenakan dengan pengaruh dari Global Warming itu sendiri sampai-sampai di tahun 2014 pun salju hanya turun sedikit saja di Netherlands. Sistem transportasi sangatlah gampang jika anda travelling di Netherlands karena mereka sangat amat rapi, bersih, dan sangat disiplin waktu. Sistem informasi untuk transportasi pun sangatlah terintegrasi dengan baik selain di website atau pun di applikasi pada smart phone kita. Tourist Office atau yang di kenala VVV information di tiap daerah sangatlah gampang dan bisananya berjarak 5 - 10 meter dari train station.

Selanjutnya saya akan menjelaskan sedikit tentang applikasi untuk mengakses transportasi dalam kota di Netherlands apa saja yang harus teman-teman miliki di smart phone masing-masing.

I. TRANSPORTATION SYSTEMS AND APPLICATIONS.

Pertama, teman-teman bisa mengakses atau mengunduh aplikasi seperti:

1. Aplikasi 9292 atau di website www.9292.nl ini dimana aplikasi tersebut akan memberikan kita informasi tentang lama perjalanan dan alat transportasi yang bisa kita pakai untuk sampai ke tempat tujuan kita. Bagi saya aplikasi ini sangat membantu sekali dengan dikombinasikan dengan applikasi dari ns. Berikut gambar dari aplikasi 9292 yang ada di smart phone saya:

                         5714aabc17239_9292screen.jpeg.ad9fc1aaa8                                                                 Screenshot_2016-04-18-15-23-58.thumb.png                                                                                                  
2. NS (Nederland Spoorwage) untuk kereta api seperti gambar di bawah ini:

            5714ac2665d6f_nsscreenpictures.thumb.jpg

3. Lalu saya juga memakai Map gratis bernama  Navigator. Di applikasi ini kita dapat mendowload map negara mana saja yang akan kita kunjungi sebagai persiapan di dalam perjalanan.

                                            5714cf941c861_NavigatorScreen.jpg.4eda73

Baik, saya rasa punya 3 aplikasi ini sudh cukup untuk buat teman-teman untuk mengitari Netherlands dari South to North dan kondisi untuk para traveller wanita pun saya nilai cukup aman jikalau jalan di musin panas karena di bulan-bulan ini matahari terbenam pukul 9, 10, atau 11 PM. Biasanya juga tempat-tempat rekreasi buka sampai larut malam jadi jangan takut kalau kita kehabisan waktu. So, if you have all of those applications then you are ready to go.

Sayangnya tahun kemarin saat saya mengunjungi Giethoorn saya memakai mobil pribadi yang lebih cepat dari transportasi umum lainnya namun saya akan mencoba membantu teman-teman bagaimana mencapai Giethoorn dengan aplikasi 9292. Dimulai dari pengecekkan H-1 dan tergantung dari mana tena-teman akan memulai perjalanan karena saya tinggal dekat Amersfoort station maka starting point saya berangkat dari Amersfoort station. Gambar diatas untuk aplikasi 9292 dapat dilihat bahwa waktu yang di tempuh bervariasi ada yang 1, 1 jam 50 menit atau pun 2 jam lebih dan juga temen-temen bisa memilih waktu dan perjalanan yang efisien buat kalian sendiri. Karena saya tidak suka berlama-lama di jalan dan tidak mau pindah kereta atau transfer melebihi 2 kali maka saya memilih waktu berangkat pada jam 07.38 AM dan sampai di Giethoorn pada jam 09.19 AM. Oya sistem ini sangat up to date jadi saran saya untuk mengecek aplikasi 5 menit sekali karena takutnya terjadi perubahan waktu yang signifikan atau sama seperti yang terjadi di atas. Itu berarti waktu kereta tiba menjemput kita di Amersfoort station akan terlambat 2 menit. Biasanya di aplikasi akan jelas di beritahukan apa penyebabnya. Setelah itu supaya saya melihat lebih rinci maka saya membuka laman dari waktu yang saya pilih sama seperti gambar di bawah ini:

                                                     Screenshot_2016-04-18-15-24-15.thumb.png

Disana jelas terlihat bahwa saya harus berhenti di Zwolle station dan pergi ke terminal bus untuk mencari Bus dengan nomor 70 dengan yang mengarah ke Steenwijk via Zwartsluis. Beginilah situasi di stasiun Zwolle saat musim panas tiba :

                                5714d4d02b895_Zwollestation.jpg.6a7e01fd                           5714d612641b2_BusstationZwolle.jpg.cbea0

dan inilah gambar bus nya:

            5714d84b3ccd5_Bus70Steenwijk.jpg.aa96b56    atau bus langsung    5714d8796c7dd_Bus70Giethoorn.jpg.02b6adc

setelah itu kitta harus turun di halte Dominee Hylkemaweg, Giethoorn. Seperti gambar di bawah ini:

                                                                                                                        5714d97e66b92_endstop.jpg.a957c087dadcb4

 

II. THINGS TO DO WHEN YOU ARE IN GIETHOORN.

II.1. TRANSPORTATION TOOLS FOR ENJOYING GIETHOORN

setelah sampai  di halte tersebut, kita dapat menyeberang dan berjalan kira-kira 5 menit dan sampailah kita ke pemandangan yang asri dan udara yang sangat bersih seperti yang terlihat di gambar ini:

                                Giethoorn.jpg.590a405b9bc4ff662cb2b01f84

Ada 3 alat transportasi yang bisa teman-teman gunakan di kota yang ciamik nan indah ini yaitu:

1. Boat. Seperti gambar saya ini. Saya menyewa boat seharga 12 Euro untuk 1.5 jam namun itu pun jikalau teman-teman berjalan lebih ke dalam lagi karena biasanya harga sewa boat lebih mahal yang berada di dekat pintu masuk. Inilah saat saya merasakan nikmatnya naik slow boat dengan udara yang sangat segar dan bersih banget dimana jarang di temukan di Jakarta.

                          20150517_153556.thumb.jpg.6d0451657da185

2. Sepeda. Di tempat ini kita juga bisa menyewa sepeda biasa atau elektrik (bisa dilihat di link ini: https://twitter.com/SnorrenindeKop) untuk berkeliling-keliling.

                     5714de45eea70_BikerentalinGiethoorn.jpg.   or e-bicycle ->  5714dfa3bd73e_EbikeinGiethoorn.jpg.25d7a

3. By feet as same as I did.

                    20150517_150731.thumb.jpg.98d664e7ed05a5

                    20150517_150739.thumb.jpg.daf7608652fe9d

 

II.2. PLACES WHICH WE CAN VISIT.

Di Giethoorn banyak sekali yang bisa kita lihat seperti:

1. Rumah-rumah penduduk yang masih authentic sekali dengan Dutch culture.

                          5714e385878c8_HouseinGiethoorn.jpg.1b178

2. Museum De Oude Aarde yang sudah berdiri sejak 1969. Museum juga shop ini memperlihatkan dan menjual segala pernak pernik dalam bentuk batu tua. Saya sempet memaca sediikit informasi yang tertempel di display dimana batu itu sudah ditemukan 100 tahun yang lalu di daerah Afrika. Mereka percaya batu tersebut akan melindungi kita dari celaka. Sempet tertarik untuk membeli naun saya masih berpikir takut ada efek sampingnya karena kita tidak tahu menahu kan dari mana dan bagaimana di temukan. Mungkin saya bekas pesugihan di daerah Afrika sana yang dikenal dengan ilmu hitam Afrika dan juga harga batu itu sangat mahal. Kecil dan gampang pecah jadi sepertinya tidak worth it untuk di beli. Di dalam museum dan toko kita bisa membaca sejarah saat berdirinya museum ini atau kita juga bisa mengakses link berikut: http://www.deoudeaarde.nl/contents/nl/privacy.html.  Harga tiket masuk untuk orang dewasa 3.50 euro (50.000 IDR) dan untuk anak-anak sebesar 2.50 euro (37.000 IDR). Museum ini buka di bulan Maret sampai Oktober dari jam 10.00 AM sampai 06.00 PM dan antara November sampai Maret dari jam 10.00 AM sampai 05.00 PM. Untuk lebi jelasnya dapat mengakses situs ang telah saya berikan dengan mengganti bahasa ke Indonesia atau pun Inggris. It depends of your preference.

                               museum-de-oude-aarde.jpeg.2e243dea892229

3. Museum Het Olde Maat Uus. Di museum ini kita bisa melihat tipe-tipe rumah para petani yang tingall di Giethoorn seabad yang lalu.  Museu buka dari Senin sampai Sabtu dari jam 11.00 AM sampai 05.00 PM dan hari Minggu buka dari jam 12.00 AM sampai 05.00 PM. Harga tiket masuk untuk orang dewasa sebesar 4 euro (60.000 IDR) dan untuk anak-anak sebesar 1 euro (15.000 IDR). Berikut gambar dari museum tersebut:

                                ImageHandler.jpg.a4278ef769a7f81fe7c04b4        5714f29ee4cf3_Museumboerderij-t-Olde-Maa

     t-olde-maat-uus.jpg.ac57cd0f659d09d65a74     5714f3771b107_OldeMaatUusGiethoorn.jpg.b

4. Dan masih banyak galeri-galeri di dalam kompleks ini yang tidak bisa saya masuki satu-satu karena memang mahalnya harga tiket masuk ke galeri-galeri tersebut dan memakan waktu yang lama untuk mengunjunginya. But that was okay because I thought they are all pretty similar to each other.

 

III. TRAVELLING COST

1. Train ticket: Amersfoort station to Zwolle (2nd class full fare - Pergi Pulang)                                           ->        24.00 Euro

2. Bus (full fare)                                                                                                                                                          ->         6.23 Euro

3.  Renting:                                                                                                                                                                 ->       12.00 Euro                                      

      a. Boat                     12 Euro

       b. E-bicycle            30 Euro (estimation jusck check on: http://www.snorrenindekop.nl/english

4. Meals for lunch (They provide any kind of foods, sandwiches, French Fries / patat, ice cream, etc)    ->    20.00 Euro per person

 5. Tiket masuk ke museum                                                                                                                                      ->    10.00 Euro per person (Adult but not including children)

6. Souvenirs                                                                                                                                                                 ->    15.00 Euro

SUMMARIES                                                                                                                                                                 ->      87.23 Euro atau setara dengan 1,300,000 IDR.

Memang mahal kalau bepergian di Netherlands tanpa reduce fare ticket untuk kereta. Saya juga mensiasati bawa bekal saat makan siang, membatasi masuk museum-museum yang ada, menggunakan reduce fare ticket dan membeli reduce fare train ticket yang tidak terbilang mahal dan dapat dijangkau. Budget dan additional costs adalah pilihan teman-teman karena kalian lah yang tahu sejauh mana kemampua financial kalian.               

Alright, that was all about my amazing experience when I visited Giethoorn "a Venice van Nederlands". Mudah-mudahan kalian juga bisa mendapatkan kesempatan yang sama dengan saya. Happy travelling, friends.

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Keren banget, belum pernah kesini tapi udah sering intip intip thread tentang yang ini. Kali aja kesampean ke NL lagi tahun depan hahahaha

Boat nya lumayan murah juga ya, tapi itu per orang atau per boat yah? Kayaknya jalan aja juga seru sih, apalagi sambil dikit dikit berenti nge galau hahaha.

Venice nya Belanda kudu nyobain nih :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
49 minutes ago, deffa said:

@HarrisWang

hhoo lo udah pernah ke NL ajak2 dnk hahah :P 

Cuma ke Amsterdam doang, udah gitu langsung sakit hahahaha

Lagi planning tadinya October tahun ini, tapi kata teman mau di undur tahun depan aja.

Kalau udah sempat mundur mundur, udah kurang yakin nih gw Mod hahahahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
56 minutes ago, HarrisWang said:

Cuma ke Amsterdam doang, udah gitu langsung sakit hahahaha

Lagi planning tadinya October tahun ini, tapi kata teman mau di undur tahun depan aja.

Kalau udah sempat mundur mundur, udah kurang yakin nih gw Mod hahahahaha

eeaa anak nya gak kuat eropa hahaha :P

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, Nightrain said:

taon ini blom ada rencana bro @deffa karena istri lagi hamil, jadi mungkin kalo pun pergi nanti dadakan dan sekitar sini aja, haha mudah2an pertengahan taon depan lanjut lagi adventure :D

wah selamat ya untuk kehamilan istri nya heheh

ya saya juga abis dari Kansai - Seoul Maret kemarin break dulu, mulungin receh lagi heheh

mungkin taun depan mau coba sapporo :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, deffa said:

wah selamat ya untuk kehamilan istri nya heheh

ya saya juga abis dari Kansai - Seoul Maret kemarin break dulu, mulungin receh lagi heheh

mungkin taun depan mau coba sapporo :D

thanks bro, haha asik ya Kansai, gw blom kesampean main ke Osaka, btw kmrn sempet liat AA ada promo ke New Delhi, barangkali bisa coba pikirin next trip kesana bro karena liat Taj Mahal kan wajib juga tuh di Agra hehe biar ga bosen Japan terus :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
52 minutes ago, Nightrain said:

thanks bro, haha asik ya Kansai, gw blom kesampean main ke Osaka, btw kmrn sempet liat AA ada promo ke New Delhi, barangkali bisa coba pikirin next trip kesana bro karena liat Taj Mahal kan wajib juga tuh di Agra hehe biar ga bosen Japan terus :D

india ya memang ada seh plan kesana tapi mau abisin jepang dulu dari utara - selatan. Tinggal Sapporo dan Okinawa neh heheh :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/19/2016 at 10:05 AM, deffa said:

wah nice review @Afriani salah satu wish list saya ini huhuhu

pengen cobain ke Holland padahal ada saudara disanan

thx banget ya kebetulan ada teman mau kesana juga cari info ini

cc @Siti Rukoyah :D 

Terimakasih ya sudah mampir di review. Apply visa schengen dari kedutaan Belanda itu sepertinya gampang. Romor mengenai harus punya budget 50Juta di rekening speertinya tidak harus. Budget trip disesuaikan saja dengan lama stay dikali dengan 34 Euro (standard minimun yg di berikan oleh Belanda). Paling dikit lebihin ajan 50 euro udah sama transport itu. Yg penting selama nge-trip di sana pinter2 cari makanan kalo perlu bawa bekal yg sudah di buat di hostel/hotel. Oya disana juga banyak kok tempat makanan yg murah dan terjamin bersih dan halal (untuk teman2 yg non muslim). So, keep dreaming and it will boost your effort to pursue your dream. Kalo sudah mau kesana kasi kabar2 ya.

On 4/19/2016 at 10:11 AM, kyosash said:

wah asyik nih suasananya sambil naik sepeda:biking, nice share :rate 

Suasana bukan asik lagi tapi HACEP. heheee... Saya malah seneng jalan selain gak mahal dan bisa lebih menikmati untuk mencari spot2 untuk berfoto ria he he hee.. Thank you sudah mampir ya.

On 4/19/2016 at 10:57 AM, HarrisWang said:

Keren banget, belum pernah kesini tapi udah sering intip intip thread tentang yang ini. Kali aja kesampean ke NL lagi tahun depan hahahaha

Boat nya lumayan murah juga ya, tapi itu per orang atau per boat yah? Kayaknya jalan aja juga seru sih, apalagi sambil dikit dikit berenti nge galau hahaha.

Venice nya Belanda kudu nyobain nih :D 

Harus dan kudu datang kesini nih. Dijamin gak bakalan mau pulang kaya saya he hee.. Amin => saya aminkan supaya tahun depan bisa mengunjungi NL lagi. itu 12 euro udah harga 1 slow boat. Ada juga perorangan itu biasanya kudu nunggu org lain sampai 5 atau 10 org baru mereka jalan. Semacam kaya boat trip dan harganya sekitar 20 euro per orang kalo gak salah ya hehee.. soalnya mungkin sekarang udah berubah.  

19 hours ago, Nightrain said:

Beautiful place ya, mudah2an bisa kesampean mampir kesana nanti, thanks info-nya @Afriani

You are very welcome. Thank you sudah mampir dan baca cerita saya :).

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Afriani

iya pernah baca katanya minimal saldo 50 juta tuh

btw bisa bocoran gak kalo untuk backpacking agar visa schengen di terima untuk sekitar 10 hari kira2 saldo berapa ya ?

apakah 10 - 20 juta cukup ? yang penting di approve visa nya saja seh untuk kebutuhan di sana nya bisa lebih ngirit sebenarnya banyak teman dan ada saudara juga :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Tks sharenya mbak Afriani...

Semoga suatu saat bisa jalan2 kesini...

Blm ada bayangan siy...biasanya yg di masukin wishlist yg ada kawan disana

Sementara ini yg sdh undang ke mancanegara kawan di New Seattle, new Zeland / Aucland dan Jepang...

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/20/2016 at 5:36 PM, deffa said:

@Afriani

iya pernah baca katanya minimal saldo 50 juta tuh

btw bisa bocoran gak kalo untuk backpacking agar visa schengen di terima untuk sekitar 10 hari kira2 saldo berapa ya ?

apakah 10 - 20 juta cukup ? yang penting di approve visa nya saja seh untuk kebutuhan di sana nya bisa lebih ngirit sebenarnya banyak teman dan ada saudara juga :D 

Yang pentng segala dokumen yg di butuhkan di lengkapi saja. kalo bekerja ada rekomendasi dari tempat kerja kalau memang punya banyak family malah lebih gampang aaprove nya krn ada surat si pengundang ditambah budget utk berapa lama stay di NL. Kalau semuanya jelas dan mereka tidak ragu, pasti akan di approve kok. Good luck ya. Oh ya kalo stay 10 hari dengan budget 10 - 20 juta aman sepertinya. karena setau saya peraturannya untuk budget selama stay disana itu : lama waktu stay x 34 Euro berarti kalo 10 hari menjadi 10 x 34 = 340 euro. Jadi sepertinya aman, mas. yg penting jelas aja itenary, berapa lama di Belanda terus minta multi entry visa aja biar aman. Semangat yowww...

2 hours ago, Titi Setianingsih said:

Tks sharenya mbak Afriani...

Semoga suatu saat bisa jalan2 kesini...

Blm ada bayangan siy...biasanya yg di masukin wishlist yg ada kawan disana

Sementara ini yg sdh undang ke mancanegara kawan di New Seattle, new Zeland / Aucland dan Jepang...

Amin, pasti bisa kok mba. Iya saya juga masukkin wish list sebelum berangkat ke NL. sesudah disana tinggal keluarin wish list tempat2 mana aja yg mau di kunjungi. Good luck ya... Wah tempatnya2 saya belum pernah kesana tuh mba. Mudah2an bisa travelling kesana juga tahun depan, amin.

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/24/2016 at 9:48 AM, deffa said:

@Afriani

oh inti ny itinerary jelas ya

noted perhari 34 euro

multi entry visa itu untuk schengen ?

 

Yap sepertinya hal umum kalo setiap apply ke suatu negara harus dengan tujuan yg jelas. Iya segitu, coba aja di cek ke website nya Netherland embassy yg di Jakarta biar lebih jelas. Tambahin lah 16 - 20 euro untuk tiket kereta dan biaya lain2. Jadi 50 euro dikali lama stay.

Untuk multi entry klo memag ada rencana untuk ke luar dari daerah Schengen seperti Rumania, UK, dll yg tdk tergabung di schengen visa. UK termasuk European Union namun mata uang dan ijin masukknya tetap memakai cara mereka walaupun sebagian besar negara2 yg tergabung di European Union itu pakai Schengen visa. Nah kalo ada di itenary dan akan kembali lagi ke negara bagian schengen maka mereka akan kasi multi entry schengen visa begitu mas Daffa. Mudah2an membantu yaaaa.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Afriani

oohh i see jadi Multi Entry Schengen untuk jika kita misal nya ke UK karena dia tidak masuk Schengen ya

nah jika begini rute nya. masuk eropa dari Belanda terus muterin negara2 Schengan. Lalu keluar eropa via Belanda lagi. Apakah perlu Multi Entry Schengen atau tidak ? Catatan perjalanan nya tidak keluar negara Schengen

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
7 minutes ago, deffa said:

@Afriani

oohh i see jadi Multi Entry Schengen untuk jika kita misal nya ke UK karena dia tidak masuk Schengen ya

nah jika begini rute nya. masuk eropa dari Belanda terus muterin negara2 Schengan. Lalu keluar eropa via Belanda lagi. Apakah perlu Multi Entry Schengen atau tidak ? Catatan perjalanan nya tidak keluar negara Schengen

 

Tidak perlu sepertinya. Kalau sudah dpt single entry schengen visa bisa di pakai di negara2 yg  tergabung di schengen visa saja cuma kalau sudah keluar dari Belanda tidak bisa di pakai lagi. Contohnya ya: Kemungkinan Belanda akan kasih 90 hari atau 30 hari untuk turis visa krn stay nya cuma 10 hari. Utk single entry visa kalau hari yg dipakai cuma 20 hari dan masi sisa 70 hari nya lalu sudah ada cap keluar dari negara schengen seperti Belanda maka yg 70 harinya tidak bisa di pakai lagi atau hangus. Memang kita jalan kan sesuai dengan budget ya cuma sayang aja yg 70 hari gak terpakai. Krn sisa hari di visa kita dan dgn catatan masi di dalam range expired date tsb masi bisa di pakai. Kalau ada rencana lagi berkunjung ke Europe mau tidak mau harus apply lagi tp kalau dpt multi entry visa ya bisa di pakai berkali-kali asal tdk lewat masa expired date dari visa tsb.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Afriani

oo gitu ya jadi bisa ya. Saya rencana nya paling ya Belanda - France - Germany - Sweden - Belgia - Belanda aja dengan Visa Schengen Single Entry. Jadi gak keluar dari negara Schengen dan mungkin total perjalanan 10-14 hari lah :D

makasih banyak info nya mba sangat berguna. ditunggu info2 lain nya dari perjalanan nya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 hours ago, deffa said:

@Afriani

oo gitu ya jadi bisa ya. Saya rencana nya paling ya Belanda - France - Germany - Sweden - Belgia - Belanda aja dengan Visa Schengen Single Entry. Jadi gak keluar dari negara Schengen dan mungkin total perjalanan 10-14 hari lah :D

makasih banyak info nya mba sangat berguna. ditunggu info2 lain nya dari perjalanan nya :D 

Sippp :melambai. Mudah2an membantu ya mas Deffa. Di tunggu kabar baikknya utk visa schengen dan jalan2 ke Belandanya. Belanda 2 hari cukup tp German, France dan Sweden sepertinya yg harus lebih banyak spend waktu krn mereka negara nya besar apalagi German wewww.. Dari Berlin ke Leipzig bisa 7 jam naik kereta wkwkwkkk.. Baiklah. Di tunggu saja cerita ku selanjutnya. Oh ya kalo disni boleh share mengenai tips2 gak ya instead of review atau informasi selama perjalanan?. Terus cerita gimana life culture org2 yg pernah kita datangi, terus ttg technology mereka, dll? Takutnya aku salah posting mungkin di group ini hanya konsentrasi utk tempat2 wisata saja.:hiking 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/25/2016 at 4:14 PM, deffa said:

@Afriani

ya boleh banget mba silahkan aja di tulis karena semua informasi pasti berguna kok 

ada beberapa sub forum sesuai tema nya jika Teknologi ada bagian Teknologi dan yang lainnya :D 

Alright. Saya memastikan dulu mas takut2 nanti salah persepsi, Okay kalau gini kan sudah clear. Thank you ya. Sukses buat apply visa schengennya.:hiking

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Sari Suwito
      Kalau tidak salah ini kali ketiga saya mengunjungi Hatyai (pertama kali ke Hatyai tahun 2012 lalu yang kedua tahun 2013 hanya singgah sebentar sepulang dari Phuket). Di dua kali kunjungan sebelumnya saya belum sempat mengunjungi obyek wisatanya. Makanya kali ini sepulang dari Brunei Darussalam dan Kota Kinabalu, saya lanjut ke Hatyai selama dua hari. Hari pertama sampai sudah tengah hari jadi cuma istirahat di hotel dan keluar untuk makan siang dan malam saja. Hari kedua baru deh mau jalan-jalan half day tour Hatyai dan Songkhla.
      Untuk menuju obyek wisata di Hatyai dan Songkhla kita bisa menggunakan songthaew. Bagi yang pernah berkunjung ke Thailand pasti tidak asing dengan kendaran ini, sejenis pickup yang dimodifikasi dengan kursi panjang berhadapan. Untuk songthaew wisata terdapat gambar-gambar obyek wisata di bagian body mobilnya. Jadi ketika kita akan memesan kita tinggal tunjuk aja mau ke destinasi yang mana aja. Waktu itu saya naik songthaew dari depan Lee Garden Plaza, setelah nego dengan drivernya akhirnya dapat harga THB 600/orang.  
      Destinasi pertama adalah Samila Beach di Songkhla. Menempuh perjalanan sekitar 53 menit kalau lihat di google sih jaraknya sekitar 33,6 km. Dalam perjalanan menuju Songkhla saya perhatikan sedang berlangsung pembangunan jalan raya dan flyover di tepi kota Hatyai. Rupanya sejak terakhir kali saya ke Hatyai beberapa tahun lalu sekarang Hatyai sudah berbenah. Bahkan untuk imigrasi di perbatasan Malaysia - Hatyai pun sudah berubah lebih bagus. Dulu hanya seperti melewati pagar besi saja.

      Sekitar jam setengah sembilan sampailah saya di destinasi pertama di Samila Beach. Pantai dengan hamparan pasir putih dan deretan pohon cemara di pinggirnya. Di pantai ini terdapat patung putri duyung yang sedang duduk di atas batu di tepi pantai. Pagi itu tidak terlalu ramai jadi saya langsung aja deh berfoto dengan icon Golden mermaid. 

      Setelah itu saya berjalan ke arah taman yang berada di pinggir pantai. Disini terdapat patung kucing besar dan tikus. Cerita tentang patung tikus dan kucing ini bisa dibaca di batu prasasti di samping patung.

       
      Oh ya disini juga ada fasilitas kuda tunggang. Bagi yang ingin mencoba menunggang kuda, bisa menyewa kuda, harga kalau ga salah ingat THB 50/100 gitu dech.
      Di pantai ini juga terdapat kedai souvenier dan makanan/minuman. Bisa mampir sebentar untuk membeli minuman dingin dan cenderamata. Waktu itu sih saya beli air minum dan magnet kulkas. 
      Selanjutkan kami menuju destinasi berikutnya yaitu patung naga. Jaraknya tidak begitu jauh dari pantai samila, sekitar 15 menitan kali ya. Dalam perjalanan menuju lokasi saya sempat melihat ada seperti patung badan naga gitu deh. Entah apa maksudnya...mungkin ini nyambung ke kepala naga gitu ya. 


      Nah akhirnya sampailah saya di lokasi patung kepala naga. Kalau di batu prasasti sih ditulisnya The Great Serpent "Nag". Setting patungnya mirip seperti patung merlion di Singapura gitu. Dari dalam mulut naga keluar air mancur yang menyembur ke arah air laut. 

      Berdasarkan tulisan di batu prasasti ternyata patung naga ini di desain dibagi menjadi tiga bagian, bagian kepala naga sebagai simbol kecerdasan dan kebijaksanaan warga terdapat di Laem Son Orn, Suan Song Tale. Bagian perut naga simbol kekayaan kota terletak di Lan Chom Doaw, Sabua Laem Samila. Sedangkan bagian ekornya simbol karisma dan kekuatan masyarakatnya terdapat di area Samila Beach, Chalatad Road.
      Dalam perjalanan pulang dari lokasi patung kepala naga saya mampir ke Songkhla aquarium. Lokasi berada di antara patung naga dan pantai Samila. Harga tiket untuk orang asing, THB 200 untuk anak dan THB 300 untuk dewasa.

       
      Memasuki ruangan aquarium masih sepi, ya mungkin karena masih pagi banget bahkan sebagian lampu pun belum dihidupkan. Di bagian depan terdapat keterangan ekosistem di Thailand selatan, lalu di dinding terdapat entah replika atau asli ikan yang diawetkan gitu, antara lain leopard shark, spotted guitarfish, udang berukuran besar dan ikan pari. 
       
       
      Akuarium ini dibagi menjadi beberapa zona, antara lain zona A Freshwater fish, zona B Brackish fish, C marine fish dan terdapat satu tangki besar yang berisi aneka ikan (seperti di Sea World Ancol gitu dech). Kita bisa berjalan di bawah akuarium besar ini. Di jam-jam tertentu kita bisa nonton pertunjukan The Unseen Show.


      Dari Songkhla aquarium kami kembali ke Hatyai, nah dalam perjalanan kami singgah di beberapa spot wisata di kota Songkhla.
       
      Songkhla city wall 
      Saat ini hanya tersisa tembok sepanjang 114 meter, tinggi 5.5 meter dengan ketebalan 4 meter. Sebagian besar bata dan batu dinding pun sudah digunakan untuk paving jalanan kota Songkhla. 

       
      Di seberang Songkhla city wall ini terdapat Songkhla National Museum. Bangunan museum bergaya Chinese dengan dominasi warna putih dan merah. Sayangnya saat saya kesana museumnya sedang tutup. Jadi saya cuma berfoto-foto di depannya saja. Di bagian depan museum terdapat koleksi beberapa meriam tua, jangkar dan tiang kapal kali ya.

      Sebetulnya saya sempat googling kalau di Songkhla old town tedapat street art sejenis mural art gitu dech. Lalu sewaktu di pantai Samila saya sempat bilang ke driver songthaew (sambil nunjukin gambar dari google) untuk diantar ke lokasi street art di old town Songkhla. Drivernya bilang iya bisa nanti kita mampir dalam perjalanan menuju Hatyai. Tapi begitu pulang dari Songkhla city wall koq mobilnya jalan terus  tau-tau sudah masuk jalan besar arah Hatyai. Gagal deh foto-foto di mural artnya
      Dalam cuaca panas terik songthaew menuju ke arah Hatyai Municipal Park. Hatyai municipal Park ini lokasinya sekitar 5 km di pinggiran kota Hatyai. Areanya luas banget berada di perbukitan gitu. Selain lokasi wisata juga merupakan tempat ibadah para pemeluk agama Budha. 
      Saya tidak sempat main di lokasi taman-tamannya, jadi kami langsung menuju ke bagian paling atas bukit, ke kuil Four Faces Budha. 
       
      Four Faces Budha Temple (San Phra Phrom)
      Begitu memasuki area ini dekat tempat parkir songthaew terdapat dua patung gajah berwarna emas di kiri dan kanan jalan. 

      Naik sedikit ke bagian atas, terdapat patung gajah berkepala tiga disampingnya terdapat tangga dengan deretan lonceng besar di kiri kanannya.

       
      Memasuki area kuil, di bagian luar kuil four faces Budha terdapat banyak banget patung gajah berwarna emas. Di dalam kuil inilah terdapat patung four faces Budha, beberapa pemeluk agama Budha menyempatkan diri beribadah, bahkan disini terdapat para penari dan musik yang mengiringi selama ibadah. 


      Di pelataran kuil terdapat patung dewa, tempat pembakaran kertas-kertas perlengkapan ibadah gitu dech (saya ga tau apa itu namanya), lalu ada juga penjual burung-burung kecil. Sepertinya burung-burung kecil ini dibeli untuk kemudian didoakan dan kemudian dilepaskan sebagai rangkaian ibadah. 
      Oh ya disini terdapat stasiun cable car juga. Cable car ini menghubungkan antara kuil four faces Budha dengan kuil standing Budha. Bagi yang pengen nyoba bisa naik, tapi kalau saya sih kan sudah nyewa songthaew sih ga perlu lah, sayang duitnya. hahaha...
       

      Dari four faces Budha saya naik songthaew menuju ke kuil standing Budha. Nah sebelum sampai di Standing Budha Temple kami melewati bangunan Hatyai Planetarium. 

       
      Standing Budha Temple (Phra Budha Mongkol Maharaj) 
      Songthaew parkir di bagian depan kuil, lalu saya jalan kaki menuju ke bangunan kuil. Nah di samping kuil ini terdapat stasiun cable car yang terusan dari kuil Four Faces Budha tadi. 
      Saya kemudian menuju ke halaman depan kuil, di area bagian tengah kuil terdapat patung Budha berdiri berwarna emas dengan ketinggian sekitar 20 meter. Berat patung ini sekitar 200 ton. 

       
      Dari depan kuil ini kita bisa memandangi kota Hatyai, bahkan kita bisa melihat masjid besar Songkhla di sebelah kanan. 

      Di depan kuil Standing Budha ini terdapat tangga turun menuju ke area Laughing Budha dan Patung Dewi Kuan Yin. Lumayan capek juga menuruni tangga lalu disambung jalan kaki di jalanan pavingblock gitu deh saya nggah ngeh, tapi karena menuruni bukit jadi jalan agak melingkar jadi saya pun ambil jalan pintas dengan menuruni tanah yang lumayan licin sambil pegangan pepohonan.  

       
       
      Fat Laughing Budha
      Di sebelah kanan terdapat kuil pemujaan, lalu di bagian kiri terdapat patung Dewa dan diorama bergambar naga. Nah pas di ujung jalan terdapat patung Fat Laughing Budha. 

       
      Berjalan agak ke depan akan tampak mulut naga raksasa yang sekaligus berfungsi sebagai jalan untuk menuju ke area Bodhisattva Kuan Yin.  

       
      Di area ini terdapat beberapa patung disekitar bangungan utama. Sedangkan patung Dewi Kuan Yin berdiri di atas bangunan utama. Patung Dewi Kuan Yin berwarna putih menjulang setinggi 20 meter. Di sekeliling patung terdapat patung kecil-kecil berwarna putih juga. 

      Setelah merasa cukup melihat-lihat saya kembali menuju kuil Standing Budha, dan kali ini harus menaiki anak tangga yang lumayan menguras tenaga. Entah berapa kali saya berhenti karena kelelahan.  Ini efek karena penasaran dan ga baca review tentang lokasi tujuan.
      Tips: untuk lebih hemat tenaga tidak perlu menuruni/naik tangga yang di depan Standing Budha, kita bisa naik kendaraan sewaan kita untuk menuju ke area Patung Dewi Kuan Yin.  Jadi setelah foto-foto di sekeliling Standing Budha, kita kembali ke kendaraan kemudian kendaraan akan menuruni bukit menuju area patung Dewi Kuan Yin. Hemat tenaga dech. 
      Dari area Dewi Kuan Yin, kami menuju kota Hatyai. Siang itu udara lumayan panas membuat tenggorokan ikutan berasa kering dan haus. Sampai di kota Hatyai saya minta diturunkan di dekat Clock Tower. 

       
      Ini dia Songthaew yang membawa kami half day tour Hatyai + Songkhla.

       
      Di dekat Clock Tower ini terdapat pasar dan saya pun sekalian mampir untuk makan siang.
      Tadaaa menu makan siangnya....yummyyyy

       

       
      Setelah selesai makan baru deh saya berkeliling di pasar sambil beli oleh-oleh kemudian naik tuktuk untuk pulang ke hotel. Sekitar jam 3 sore saya check out dari hotel kemudian menuju ke agen bus yang tak jauh dari hotel untuk menuju ke Kuala Lumpur.
       
    • By Sari Suwito
      Kota Kinabalu atau biasa disebut KK dulunya dikenal dengan nama Jesselton. Maka tak heran jika pelabuhan tempat kami mendarat dari Labuan bernama Jesselton Point. Jesselton diambil dari nama gubernur dari Inggris yang pernah berkuasa disini yaitu Sir Charles Jessel. Oh ya, sewakatu kapal sudah mendekati pelabuhan dari dari atas kapal sudah tampak pemandangan yang menggugah selera, yaitu deretan tempat makan sea food di tepi laut. Hmmmm...jadi lapar.
      Meninggalkan pelabuhan Jesselton Point, bus berjalan melalui jalan yang berada di tepi pantai dimana sedang berlangsung pembangunan entah resort/mall. Tak lama kemudian kami memasuki wilayah Kota Kinabalu mulai tampak kemacetan di sepanjang jalan menuju ke hotel Winner, tempat kami menginap di daerah Jalan Pasar Baru – Kampung Air.  Di bawah ini view dari hotel tempat saya menginap.

       
      Setelah check ini dan beberes, sekitar jam 7 malam kami keluar untuk makan malam di Pasar Malam Sinsuran.  
       

       
      Pasar malam Sinsuran ini dekat dari penginapan kami jadi cukup berjalan kaki saja. Suasana pasar malam Sinsuran lumayan ramai pengunjung apalagi di jam makan malam seperti ini. Kedai makan lumayan berjubel. Aneka makanan bisa kita temukan disini, seperti: nasi campur, sea food, ayam panggang, ikan panggang, aneka camilan dan aneka minuman. Di Kota Kinabalu merasa sedikit lega karena makanan lumayan lebih murah dibandingkan di Brunei Darussalam.  Beli cendol di Brunei Darussalam harganya $1, di Kota Kinabalu cendol harganya RM 1. Kalo di kurs rupiah harga cendol di Brunei 3x lipat harga cendol di Kota Kinabalu. Hahaha...

      Salah satu gerai tempat kami makan malam

       
      Sudah selesai makan, tapi masih lapar mata, jadi jajan chicken wing dulu deh.

      Bagi yang mau shopping di sepanjang perjalanan dari Pasar Malam Sinsuran menuju hotel tempat kami menginap juga ada pasar malam yang menjual pakaian, aksesories dll.
                                                                                                   
      Hari kedua
      Setelah sarapan pagi kami pun berangkat menuju obyek wisata di kawasan luar Kota Kinabalu. Sekitar 1,5 jam perjalanan melintasi jalan yang menanjak, sampailah kami di Pekan Nabalu, Kota Belud. Ini merupakan salah satu spot untuk melihat gunung Kinabalu. Tapi sayang sekali sewaktu kami sampai lokasi ternyata gunung Kinabalu tertutup kabut yang lumayan tebal. Belum rejeki dech…

       

      Seperti obyek wisata pada umumnya, disini terdapat banyak gerai yang menjual aneka camilan, buah-buahan dan cenderamata. 
      Setelah menunggu beberapa saat ternyata kabutnya tak kunjung hilang. Jadi kami pun memilih untuk  melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.
       
      Fish Spa di Sungai Moroli
      Tagal Sungai Moroli, Kampung Luanti Baru, Ranau ini merupakan pemenang  Malaysia River Care Award 2006. Tagal dalam Bahasa  Kadazan Dusun berarti “dilarang memancing” di aliran sungai Moroli. Sungai sepanjang 54 km ini dihuni oleh banyak ikan yang ukurannya lumayan besar. Untuk menjaga ekosistem sungai, maka penduduk dilarang memancing, menjala ataupun menangkap ikan sepanjang tahun. Hanya di bulan Mei penduduk diberi kesempatan untuk mengambil ikan dari sungai Moroli. 
       

       
      Di lokasi ini kita bisa fish spa langsung masuk ke dalam aliran sungai. Tetapi sayangnya saat itu air sungai sedang keruh karena tadi malam hujan. Untuk keselamatan pengunjung, aliran sungai dikasih pita pembatas agar pengunjung tetap berada di tepian sungai.
      Sebelum masuk ke aliran sungai kita bisa membeli pakan ikan terlebih dahulu. Jadi nanti begitu masuk ke dalam air sungai kita bisa taburkan pakan ikan di dekat kaki kita, maka ikan akan bergerombol di sekitar kaki. Nah disaat itu ikan juga akan mematuk kaki…hiiii geliii….
       

      Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kita dilarang memegang ikan ataupun mengangkat ikan keluar dari air. 
      Sudah cukup ber-fish spa? Saatnya istirahat dengan menikmati camilan cempedak goreng,pisang goreng ataupun aneka durian yang di jual di kedai bagian depan fish spa. Harga durian mulai dari RM 6/kg.

      Dari Tagal, Kampung Luanti Baru kami melanjutkan perjalanan menuju Dataran Sayur Kundasang.

      Dataran Sayur Kundasang
      Kundasang adalah sebuah kota di distrik Ranau, Sabah. Kawasan ini dihuni oleh suku dusun asli yang merupakan salah satu kelompok penduduk asli Sabah. Daerah ini meliputi daerah pegunungan dan lembah dengan panorama yang indah. Selain itu Kundasang juga merupakan penghasil sayuran dan buah-buahan. Kita bisa membeli hasil pertanian warga Kundasang di Dataran Sayur Kundasang. Dataran sayur Kundasang ini kalau di Indonesia mirip lah seperti pasar buah dan sayur Brastagi. 

       

      Dataran sayur Kundasang terletak di pertigaan jalan, menempati area yang lumayan luas. Disini terdapat ratusan gerai yang menjual aneka sayuran dan buah-buahan. Jadi jangan heran kalau kita bakalan lapar mata ketika melihat aneka buah-buahan disini. Saya pun membeli aneka buah potong dan durian mini yang dalamnya berwarna kuning agak orens gitu.
       

      Di pertigaan jalan dan jalan lingkar yang tak jauh dari dataran sayur Kundasang terdapat dua icon sawi putih dan kol bulat sebagai symbol daerah ini merupakan daerah penghasil sayuran. Mirip di Brastagi juga sih ini. Hehehe…
       

      Sebetulanya di daerah Mesilau, Kundasang  juga terdapat Desa Dairy Farm (peternakan sapi perah), tapi kami saat itu tidak berkunjung kesana. 
      Dari Dataran Sayur Kundasang kami langsung kembali menuju Kota Kinabalu dan ternyata sepanjang perjalanan menuruni pegunungan Kinabalu cuaca hujan lebat. Kami akhirnya sampai di Kota Kinabalu sudah menjelang malam. 
       
      Hari ketiga
      Setelah sarapan pagi, merupakan waktunya free and easy. Saya berjalan-jalan di Sunday morning market lorong Pasar Baru yang berada di belakang hotel Winner, isinya ya para pelapak yang berjualan pakaian bekas / baru dan aneka aksesories. Dari sini saya berjalan menuju daerah Pasar Besar Kinabalu, saya masuk ke mall yang berlokasi di seberang Pasar Besar Kinabalu, karena masih pagi jadi belum banyak kedai yang buka, disini saya pun hanya melihat-lihat ke salah satu kedai yang menjual produk aksesories mutiara laut. Harganya lumayan mahal sih, jadi saya pun cuma melihat-lihat saja. 
      Keluar dari mall ini saya berjalan menuju ke food court Pasar Besar Kota Kinabalu, food court terletak di lantai 2. Pasar ini merupakan pasar basah (seperti pasar inpres gitu kalau di Indonesia) menjual aneka sayuran dan kebutuhan sehari-hari. Dan di bagian belakang pasar ini juga pasar ikan jadi jangan heran kalau disini suasananya ya bau amis ikan. Hehehe… 

      Walaupun begitu saya sempat memesan ABC (air buah campur) semacam es buah gitu deh. Ya ampun satu mangkuk isinya banyak banget, saya sampe ga habis.  

      Dari Pasar Besar Kinabalu kita bisa berjalan ke arah kiri, disini terdapat Philipino Market. Di pasar ini dijual aneka ikan asin, garam dan produk hasil laut lainnya. Walaupun begitu ada yang jual pakaian dan cendera mata juga koq. 
      Dari Philpino Market saya langsung kembali ke hotel untuk bersiap-siap check out.
      Setelah check out dari hotel kami makan siang di salah satu restaurant dalam perjalanan menuju ke Masjid Negeri Sabah untuk sholat Dzuhur. 
       
      Masjid Negeri Sabah
      Masjid ini terletak di Jalan Tunku Abdul Rahman, Sembulan, Kota Kinabalu. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1970 dan selesai sepenuhnya pada tahun 1975.
      Struktur bangunan masjid ini merupakan perpaduan konsep timur tengah dan modern. Kubahnya yang megah berdesain pola sarang lebah berwarna keemasan menandakan kecemerlangan Islam di negeri Sabah. Di bagian kiri dan kanan terdapat 16 tiang berkubah kecil berwarna emas. Di lilitan setiap tiang ini dihiasi dengan potongan ayat suci Al Quran dengan tinta warna emas. Masjid ini memiliki satu menara setingi 215 kaki yang konsepnya diilhami oleh masjid di Istanbul dan Isfahan, melambangkan ketinggian dan kemuliaan Islam.   

      Masjid Negeri Sabah
      Masjid ini mempunyai serambi yang luas sehingga mampu memuat sekitar lima ribu jamaah. Tempat sholat perempuan terletak di lantai dua, bisa memuat hingga lima ratus jamaah. Masjid ini juga menyediakan ruangan untuk memandikan jenazah (masih jarang kita temui di Indonesia). 
      Masjid Negeri Sabah ini memiliki halaman dan area parkir yang luas, dan ketika saya berkunjung kesana di bagian belakang masjid sedang ada pembangunan (mungkin) sarana pendukung masjid.
      Setelah selesai sholat Dzhuhur di Masjid Negeri Sabah untuk mengisi waktu sebelum menuju Bandara Kota Kinabalu, kami mampir ke Imago. 
       
      IMAGO Shopping Mall
      Imago the mall terletak di  KK Times Square, merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Kinabalu. Disini terdapat outlet produk-produk fashion branded dan restaurant franchise. Makanya tak heran jika banyak warga Brunei Darussalam yang datang ke Kota Kinabalu untuk shopping, khususnya di musim liburan sekolah atau ketika mall-mall mengadakan great sale karena tentu saja harganya lebih murah dibandingkan di Brunei. Disini juga terdapat kedai yang menjual oleh-oleh dan cenderamata. Waktu itu saya membeli magnet kulkas harga RM 4/pcs. Di lantai lower ground juga terdapat foodcourt, harganya lumayan ramah di kantong.

      Ketika saya kesini, sedang ada pertunjukan Kulintangan. Para penari juga mengajak pengunjung untuk memainkan kulintangan. 

       
      Saya menonton sampai pertunjukan selesai, kemudian di akhir pertunjukan ikut berfoto dengan salah satu penarinya.

       
      Sekitar jam empat sore kami meninggalkan imago untuk kemudian menuju ke Bandara Kota Kinabalu. Oh ya, kalau cuaca cerah Gunung Kinabalu bisa terlihat dari bagian depan Bandara lho. 

      Flight saya sebetulnya jam 8 malam, tetapi akhirnya pesawat kena delay sampai jam setengah sebelas malam, sepertinya dikarekan terjadi masalah teknis dengan pesawatnya. Jadi kami tiba di Kuala Lumpur sekitar jam setengah satu pagi.
       
      PS: Sebetulnya masih banyak lagi obyek wisata di Kota Kinabalu, tapi sayang karena keterbatasan waktu jadi belum sempat expolore pulau-pulau cantiknya. Bahkan saya pun belum sempat explore kotanya. Semoga suatu saat nanti ada kesempatan untuk kembali ke Kota Kinabalu.
       
    • By norma sofisa
      Halo apa kabar?
      Sudah lama nih, tidak menulis di Forum Jalan2.com.
      Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman berkunjung ke Lisbon, Portugal.
      Merasa 'gerah' dengan udara dingin yang melanda Rotterdam pada akhir winter tahun ini, merupakan alasan yang tepat untuk melarikan diri sejenak ke Eropa Selatan. Kali ini pilihan saya jatuh ke Lisbon, satu kota yang cukup populer, ibukota dari negara Portugal.
      Berbekal tiket dari maskapai low cost (non) kesayangan, saya pun mendarat di Lisbon. Sayangnya, hari pertama tidak seindah bayangan. Awan gelap memayungi kota dengan suhu berkisar di angka 7 hingga 15 derajat. Tidak cukup hangat, mengingat Lisbon letaknya dekat dengan sungai yang muaranya mengarah ke Samudera Atlantik. Angin yang berhembus kencang mengharuskan saya untuk tetap berjaket agar badan tetap hangat.
      Saya cukup beruntung, beberapa jam setelah itu udara kian menghangat. Saya dan travelmate pun berjalan menyusuri jalan besar menuju pusat kota. Hotel yang kami tempati cukup dekat letaknya dengan sentral Lisbon. Jika berjalan kaki, kira - kira butuh waktu 10 hingga 15 menit.
      ]
      Sesuai dengan rekomendasi pamflet wisata Lisbon, tujuan pertama saya adalah Castelo S. Jorge, sebuah kastil Moor yang dibangun di puncak bukit São Jorge, yang merupakan salah satu tujuan turis di kota Lisbon (Sumber: Wikipedia). Matahari yang bersinar cerah, menaikkan semangat saya untuk naik menyusuri tangga ke arah kastil.
      Capek?
      Pastinya! Saya cukup kaget dengan anak tangga pertama yang cukup menukik. Tak ingin kalah dengan beberapa nenek di belakang, saya pun mempercepat langkah sambil berharap anak tangga ini segera berakhir.
      Bukit São Jorge merupakan kawasan pemukiman yang padat. Setelah anak tangga tadi, saya menyusuri jalanan dengan rumah - rumah penduduk di kanan dan kirinya. Beberapa hotel dan restoran kecil pun saya jumpai. Satu hal yang menggelitik adalah banyaknya jemuran pakaian yang tergantung di balkon - balkon rumah. Geli juga ketika mendapati beberapa pakaian dalam ikut terpajang disana.

      Pemandangan mengagumkan dari Kastil São Jorge
      Tak butuh lama dan perjuangan berat untuk sampai ke atas bukit. Tangga awal tadi adalah bagian terberat, selanjutnya hanya jalanan yang menanjak hingga pintu masuk kastil.
      Sesampainya di kastil, saya langsung mengantri untuk membeli tiket. Awalnya, antrian terlihat mengular panjang dan sempat membuat malas, namun ternyata ada tiga petugas loket, sehingga waktu antri pun lumayan cepat.
      Masuk ke kastil, hampir seluruh pengunjung langsung menghambur ke arah halaman. Dari titik ini, saya dapat melihat pemandangan kota Lisbon yang cantik dari atas bukit yang mengarah ke Sungai Tagus. Tampak dari jauh, rumah bercat warna - warni dan beberapa titik yang penuh dengan orang.
      Saya menduga bahwa kastil ini dahulu dipakai juga sebagai benteng pertahanan untuk mengawasi pergerakan musuh yang datang dari arah sungai. Di beberapa titik juga ditemukan meriam - meriam tua yang tampak masih kokoh.
      Karena cuaca yang tidak terlalu panas, saya pun naik ke benteng kastil. Tangga naik cukup curam dan licin, membuat saya harus berhati - hati. Ada beberapa bagian jalan yang hanya bisa dilewati satu arah sehingga saya harus berhenti dan memberikan kesempatan pengunjung dari arah berlawanan untuk lewat.
      Pemandangan dari beberapa titik di puncak benteng kastil memang tidak diragukan lagi. Bahkan patung Jesus di seberang sungai pun bisa dilihat semakin jelas. Beberapa bangunan dari bukit sebelah pun tampak lebih dekat.
      Uniknya lagi, kastil ini memelihara beberapa ekor burung merak jantan yang bulunya sangat indah. Mereka sering berlalu lalang di dekat pengunjung. Meskipun begitu, mereka ini tidak dapat dielus atau dipegang dengan mudah. Bahkan, jika mereka sadar sedang difoto langsung deh cepat - cepat kabur. Para pengunjung tentu saja tak mau kalah. Sebelum mendapatkan foto yang bagus, mereka tidak akan menyerah untuk mengejar. Saya pun termasuk di dalamnya. Lucu kalau diingat - ingat lagi.

      Dikarenakan topografi permukaan Lisbon yang cukup bergelombang, sebagai turis kita harus siap untuk berjalan naik turun bukit. Nah, bagi kamu yang memiliki keterbatasan fisik dan tenaga, ada alternatif lain jika tidak ingin berjalan kaki mengunjungi spot - spot wisata di Lisbon, yaitu dengan membayar paket transportasi khusus dengan tram, bus, maupun tuk-tuk yang tarifnya mulai dari 12 Euro hingga 26 Euro. Dengan membayar paket tersebut, kamu bisa dengan bebas menaiki tram klasik tipikal Lisbon, yang warnanya kuning atau merah. Jika kamu memilih paket lengkap pun, kamu bisa dengan bebas menaiki tuk-tuk atau ojek bemo yang juga terafiliasi dengan penyedia jasa transportasi.
      Oh ya, berdasarkan pengalaman, jika ingin pergi suatu tempat ke tempat lain di Lisbon, sebaiknya mengikuti arahan dari Google maps. Satu pengalaman saya, karena merasa tahu jalan, tidak mengikuti Gmaps dan malah berimprovisasi. Alhasil, kami harus naik bukit lagi dan berjalan lebih jauh. Beberapa jalanan di Lisbon memang sedikit rumit, namun sangat menantang nan menarik untuk ditelusuri. Kami menyebutnya treking di tengah kota hehe..
      Lalu gimana sih kuliner dan makanan khas di Lisbon?
      Tunggu di bagian kedua ya..
      Terima kasih dan semoga bermanfaat.
      Tulisan ini bisa dibaca juga di https://wp.me/p7BvKH-6T
    • By Sari Suwito
      Melanjutkan tulisan sebelumnya setelah dua hari di Brunei, kami akan melanjutkan perjalanan ke Kota Kinabalu (Malaysia).
      Pagi-pagi kami sudah bersiap-siap untuk check out hotel kemudian kami menuju ke Terminal Feri Serasa di Muara. Jarak  menuju ke Terminal Feri Serasa sekitar 25 km, ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Oh ya,selain terminal ferry penumpang disini juga terdapat terminal peti kemas, jadi selama perjalanan kita akan sering berpapasan dengan truck container sehingga perjalanan jadi agak lambat.
      Ketika kami sampai terminal feri Serasa karena bus yang kami sewa ukuran besar jadi tidak bisa masuk ke halaman terminal, terpaksa deh kami turun di depan pintu gerbang dan membawa koper masing-masing. 
       

      Karena tidak sempat sarapan di hotel maka kami pun akhirnya sarapan di cafe yang berada di sebelah pintu kedatangan terminal feri Serasa. 
      Note: Kalau mau  naik transportasi umum /bus dari Bandar Seri Begawan bisa naik bus nomer 39 menuju ke Terminal Muara, lalu dari Terminal Muara lanjut naik bus nomer 33 menuju Terminal Feri Serasa. Ongkos bus $1 per trip.
      Sekitar jam 9 kami bersiap untuk masuk ke dalam ferry. Oh ya untuk masuk ke dalam ferry ini kita melewati imigrasi Brunei secara kami akan melakukan perjalanan menuju ke Labuan (Malaysia) yang kemudian dilanjutkan ke Kota Kinabalu. Saat itu imigrasi lengang karena hanya ada satu ferry yang akan berangkat. Setiap penumpang disuruh buka koper untuk dilihat isinya satu persatu, segala tempat kosmetik, underware organizer, handbag, semua diperiksa. Mungkin juga dikarenakan disini tidak ada mesin x-ray. 
      Setelah selesai proses imigrasi kami pun menuju ke dermaga ferry. Kami menaiki Ferry Shuttle Hope untuk menuju Labuan. Awak kapal akan menyambut kita dan menanyakan barang bawaan akan dibawa naik atau ditinggal di bawah saja? Kalau di tinggal dibawah makan petugas akan menempatkan koper kita di bagian ujung kapal dekat pintu turun dari kapal ferry. Setelah menyerahkan koper, saya naik ke lantai dua ferry.

       
      Harga ket ferry Shuttle Hope adalah $15/orang dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit. Saya memilih duduk di dalam ruangan ber-AC di lantai 2 dan ternyata ACnya dinginnya minta ampun. Oh ya sebelum ferry berlayar, di TV ditayangkan doa naik kapal terlebih dahulu. Mungkin ini sudah menjadi SOP Brunei Ferry ya, biar perjalanannya aman dan lancar.

       
      Begitu ferry sudah berlayar dari atas ferry kita bisa menikmnati angin sepoi-sepoi di geladak atau bisa juga duduk manis di ruang utama sambil nonton film box office yang diputar di TV. Di dalam ferry juga terdapai kedai makanan, kalau lapar bisa beli snack dan minuman. Di kapal ini juga terdapat toilet yang lumayan bersih, di lantai dua bagian belakang kapal.
      Seteleh beberapa saat kapal berlayar kita akan menyaksikan pemandangan begitu banyak kilang minyak di lautan Brunei, gimana negara ini ga kaya ya, itu kilang minyak di laut banyak bangeett. 
      Saya juga melihat beberapa kapal besar yang dilengkapi dengan alat berat atau crane serta helipad. Baru kali ini saya lihat kapal segede itu. Hahaha…
       
       

       
      Sekitar jam 11an, kapal ferry sudah mendekati dermaga Labuan. Dari atas ferry sudah kelihatan deh gedung terminal ferry wilayah persekutuan Labuan. 
       

       
      Setelah turun dari kapal ferry kami langsung menuju ke gedung terminal ferry lalu menuju ke mesin x-ray untuk scan barang bawaan kita kemudian menuju counter imigrasi Malaysia untuk chop paspor. Setelah selesai chop paspor kami berjalan menuju ke rumah makan untuk makan siang. Kami makan di rumah makan yang berada di depan Terminal Feri Antarbangsa Labuan sekitar 300 meter kali kami berjalan di bawah  rintik hujan.

       
      Setelah selesai makan kami segera menuju ke Terminal Feri Antarbangsa Labuan. Terminal ferry Labuan ini lumayan ramai, di bagian depan terdapat banyak stand yang menjual aneka barang dan souvenier. Karena sudah dekat dengan jadwal keberangkatan kapal, jadi kami tak perlu menunggu di boarding room, kami langsung menuju ke kapal yang sudah bersandar di dermaga. 

       
      Kami naik kapal LBN Express Tiga untuk tujuan ke Kota Kinabalu, kapal ini mempunyai dua kelas, yaitu kelas ekonomi dan kelas eksekutif. Untuk kelas eksekutif harga tiket RM 44/orang. Perjalanan menuju Kota Kinabalu memakan waktu sekitar 3,5 jam. Jadi bisa tidur dulu deh di dalam kapal, karena ini kapalnya seperti speed boat jadi kita ga bisa berdiri di geladak kapal, cukup menikmati pemandangan dari balik jendela saja. Tapi kalau kita duduk di kelas ekonomi, ga bisa deh lihat pemandangan luar karena posisi berada di lantai bawah.
      Sekitar jam setengah lima, akhirnya sampailah kami di terminal ferry Jesselton Point. Setelah semua peserta sudah turun dari kapal ferry kami pun segera keluar terminal. Rupanya bus sudah menunggu kami di sebelah kanan pintu keluar Jesselton point, setelah semua peserta naik bus, kami pun berangkat untuk menuju hotel tempat kami menginap di kawasan Lorong Pasar Baru, Kampung Air. 
       

       
      **Sebetulnya bisa juga naik bus dari Bandar Seri Begawan menuju Kota Kinabalu, tetapi jadwal keberangkatannya hanya  satu kali setiap harinya yaitu sekitar jam 8 pagi. Lama perjalanan sekitar 8 jam (kalau ga salah ya).  Kalau ada budget lebih ya paling cepat naik pesawat. Hehehe...
       
       
    • By Sari Suwito
      Hai...haiii..haiiiiii
      Widiiiih lama banget saya ga nongol di forum...
      Ok, baiklah saya akan share FR saya beberapa bulan lalu ketika melawat Brunei Darussalam. Mungkin sudah agak basi kali ya, tapi semoga bermanfaat buat teman2
      .
      Brunei Darusalam adalah sudah masuk dalam wishlist trip saya, tapi baru kesampaian di tahun 2018 ini. Brunei Darussalam merupakan negara ASEAN ke-5 yang saya kunjungi (Indonesia tidak termasuk hitungan ya).  Berhubung saya tinggal di Yogyakarta jadi saya memilih untuk terbang dengan Air Asia ke Brunei melalui Bandara Soekarno Hatta kemudian transit di Kuala Lumpur. Saya tiba di Brunei sekitar jam 8 pagi waktu setempat. Dari airport kami langsung menuju obyek wisata di kota Bandar Seri Begawan.
       

       
      Obyek wisata apa saja yang saya kunjungi selama di Brunei Darussalam? Yuk, simak catatan perjalanan saya selama di Brunei Darussalam.
      Hari Pertama
      1.The Royal Regalia Building 
      The Royal Regalia Museum atau Museum Alat Kebesaran Diraja terletak di Jalan Sultan Omar Ali Saifuddien, Bandar Seri Begawan. Bangunan museum berbentuk kubah besar yang dilengkapi dengan mozaik yang cantik dan bagian dalamnya menggunakan marmer dan karpet yang mewah. Pengunjung diwajibkan menanggalkan sepatu di luar dan hanya diperbolehkan memakai sandal yang sudah disediakan ataupun tanpa alas kaki saja kalau tidak kebagian jatah sandal. Pengunjung diwajibkan meletakkan tas, handphone, kamera dan barang bawaan lainya di loker yang sudah disediakan di bagian depan museum. Setelah itu baru kita diperbolehkan masuk ke ruangan pamer museum. 
       

       
      Museum ini memiliki beberapa galeri, antara lain;
       Royal Regalia Exhibition  Royal Exhibition Hall  Silver Jubilee Exhibition Hall   Jubilee Theatre  Constitutional Exhibition Hall  Royal Lounge  Souvenier / Refreshment Lounge           Memasuki ruangan galeri museum kita bisa melihat foto silsilah keluarga Sultan Brunei, dan di dinding tercantum nama lengkap dan gelar untuk Sultan Hassanal Bolkiah, panjang banget lho. Lalu kita berjalan menuju ke bagian koleksi pribadi Sultan Brunei yang berupa pakaian kebesaran Sultan, perhiasan, cendera mata dari negara sahabat.  
      Selanjutkan kita akan menuju ruang pamer peringatan perayaan 25 tahun pemerintahan Sultan Hassanal Bolkiah. Di ruangan ini terdapat replika kemegahan acara perayaan Silver Jubilee dengan patung manekin tanpa kepala yang menggambarkan pasukan yang mengiringi kereta yang dinaiki Sultan Hassanal Bolkiah dan di sekelilingnya terdapat poster bergambar rakyat yang menonton iringan perayaan 25 taun pemerintahan Sultan.

       
       
      2. Masjid Omar Ali Saifuddien 
      Masjid Omar Ali Saifuddien merupakan masjid kerajaan Kesultanan Brunei yang terletak di Bandar Seri Begawan, tak jauh dari The Royal Regalia Building.  Arsitektur masjid ini memadukan arsitektur Mughal Islam dan Italia, membuat masjid ini menjadi salah satu masjid yang paling mengagumkan di Asia Pasifik. 
       

      Masjid ini memiliki menara marmer dengan kubah emas, dilengkapi dengan taman yang indah dan air mancur. Di samping masjid terdapat replika perahu Mahligai Kerajaan milik Sultan yang memerintah pada abad ke-16. Bangunan ini juga digunakan sebagai panggung Musabaqah Tilawatil Quran pada akhir tahun 1960 hingga awal tahun 1970.
      Di bagian kiri masjid terdapat Perpuspaan main gate 1968, disini juga terdapat taman dan air mancur yang cocok juga untuk berfoto.
       

      Sayang sekali waktu itu kami hanya foto stop di luar masjid dan cuaca yang panas membuat kami tidak bisa berlama-lama karena kami akan melanjutkan untuk makan siang.
      Kami makan siang di restoran yang terletak di kawasan Tarindak D’Seni yang berseberangan dengan Kampong Ayer. Dari restoran  tempat kami makan siang kami bisa melihat pemandangan Kampong Ayer dan Jembatan Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha. Jembatan ini disebut juga Jembatan Sungai Kebun. Jembatan ini  menghubungkan Bandar Seri Begawan dan Kampung Sungai Kebun.
       

      Setelah selesai makan siang kami melanjutkan ke destinasi berikutnya yaitu Istana Nurul Iman.
       
      3. Istana Nurul Iman
      Istana Nurul Iman terletak di tepi sungai dengan bukit yang hijau di tepi sungai Brunei, beberapa kilometer selatan Bandar Seri Begawan. Istana Nurul Iman merupakan kediaman resmi Sultan Brunei dan keluarganya serta merupakan pusat pemerintahan Brunei. Istana Nurul Iman merupakan istana terbesar di dunia, memiliki 1.788 ruangan, termasuk 257 kamar mandi. Dan di dalamnya terdapat ballroom yang mampu menampung hingga lima ribu tamu. Di dalam istana ini juga terdapat garasi yang berisi ratusan mobil koleksi Sultan Brunei.  
       

      Istana hanya dibuka untuk umum pada hari Raya Idul Fitri, dimana Sultan akan mengadakan open house selama 3 hari.  Jadi kami hanya bisa photo stop di depan Istana saja.

       
      4. Mercu Dirgahayu 60
      Mercu Dirgahayu 60 (dalam angka arab) berwarna emas ini merupakan monument untuk memperingati hari ulang Sultan Hassanal Bolkiah ke 60 tahun. Mercu Dirgahayu 60 terletak di waterfront Kampung Ayer. 

       
      Tak jauh dari Mercu ini terdapat dermaga taxi air untuk menuju ke Kampong Ayer. Wisatawan pun bisa naik taxi air dari sini untuk berkeliling di Kampong Ayer.
       

       
      Kampong Ayer adalah perkampungan terapung yang merupakan cikal bakal Bandar Seri Begawan.  Kampong Ayer merupakan perkampungan terapung yang terbesar di dunia, luasnya sekitar 10 km persegi, terdiri 42 kampung dan dihuni oleh 20ribu orang penduduk. Kampong Ayer juga memiliki fasilitas yang lengkap seperti: air bersih, listrik, sekolah, masjid, klinik, dan fasilitas lainnya. Bagi penduduk Kampong Ayer yang memiliki mobil, mereka akan memarkir mobil mereka di tepi jalanan seberang Kampong Ayer, kemudian mereka pulang ke rumah menggunakan taxi air.
      Sebetulnya di dekat kawasan Mercu Dirgahayu 60 juga terdapat beberapa perahu yang menawarkan wisata ke kampung ayer, tapi menurut guide  harus hati-hati supaya tidak kena scam. Guide sempat menawarkan siapa yang mau keliling kampung ayer bisa dikoordinasikan.  Tapi kami memutuskan untuk segera menuju hotel supaya bisa istirahat, secara kami sudah lelah setelah perjalanan panjang dan flight di awal pagi.
    • By Sari Suwito
      Melanjutkan tulisan sebelumnya, pada hari kedua di Brunei kami mengunjungi berbagai obyek wisata di Kota Bandar Seri Begawan dan Brunei Muara.
      Setelah sarapan kami langsung menuju ke obyek wisata pertama yaitu Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah.
       
      1.Masjid Jame’ Asr  Hassanil Bolkiah
      Masjid Jame' Asr Hassanil Bolkiah merupakan satu dari dua masjid besar di Bandar Seri Begawan. Masjid besar satunya yaitu Masjid Omar Ali Saifuddien yang sudah saya kunjungi pada hari pertama di Brunei. Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah merupakan wakaf dari Sultan Hassanal Bolkiah dan menurut guide kami tidak diketahui berapa total biaya yang digelontorkan untuk membangun masjid ini karena semua biaya ditanggung oleh Sultan Brunei.  Masjid ini memiliki 29 kubah emas, 2 kubah emas besar dan 27 buah kecil. Dua puluh Sembilan kubah mengandung arti Sultan Hassanal Bolkiah yang membangun masjid ini merupakan Sultan Brunei yang ke-29. Masjid ini juga memiliki 4 menara dengan ketinggian 58 meter.

      Hari Kamis dan Jumat masjid tidak menerima kunjungan turis, jadi kami pun masuk ke masjid dengan tujuan untuk sholat dhuha. Kan setelah sholat juga bisa sambal melihat-lihat bagian dalam masjid. Oh ya di masjid ini terdapat larangan berfoto/memotret bagian dalam masjid. Jadi ya saya pun cukup menikmati keindahan bagian dalam masjid dengan lensa mata saja. 

      Tempat wudhu wanita lumayan luas dan tersedia banyak kran untuk wudhu, jadi tak perlu lah sampe antri untuk ambil wudhu. Ruang sholat wanita terletak di lantai dua, ruangannya luas dan nyaman berAC. Bahkan karpetnya tebal dan nyaman, ternyata menurut guide karpet masjid ini terbuat dari kapas berkualitas tinggi dari New Zealand dan karpetnya diproduksi di Thailand. Di dinding masjid bagian atas terdapat kaligrafi berwarna emas. Juga terdapat lampu gantung Kristal yang dilapisi emas berasal dari Austria.
      Setelah selesai sholat saya melanjutkan melihat-lihat dan berfoto di bagian luar masjid. Di bagian depan masjid terdapat pilar-pilar yang terbuat dari Blue Marble dan lmapu gantung yang cantik.  
       

      Di bagian kanan  masjid terdapat tangga melingkar berwarna putih dan terdapat escalator di bagian tengah.
      Masjid ini mempunyai taman dan tempat parkir yang luas.  Di bagian depan taman terdapat deretan pohon palem dan air mancur. 
       
      2.Darul ‘Ifta Building – Gedung Galeri Islam Brunei
      Kami hanya photo stop disini, jadi tidak masuk ke dalam gedungnya. Disini terdapat dua gedung, di gedung lama yang juga masih aktif terdapat perpustakaan Islam Brunei. Perpustakaan ini juga mengkoleksi mushaf Al Quran ukuran mini.
       

      Sedangkan gedung yang baru lebih megah dan besar masih dalam tahap penyelesaian. Rencana gedung ini akan menjadi Gedung Galeri Islam Brunei.
       

       
      3. Masjid Hassanal Bolkiah Kampung Mentiri
      Masjid Hassanal Bolkiah Kampung Mentiri terletak di Kampung Mentiri, Brunei Muara. Masjid ini dibangun atas perintah langsung dari Sultan Hassanal Bolkiah pada 10 April 2017 untuk menggantikan Masjid Rancangan Perumahan Negara Kampung Mentiri yang habis terbakar pada 5 April 2017. Pelaksanaan pembangunan Masjid Hassanal Bolkiah Kampung Mentiri dimulai pada 2 Mei 2017 dan selesai sepenuhnya pada 19 Juni 2017, jadi masa pengerjaan masjid hanya 49 hari saja. Amazing yaaa…
       

       
      Masjid Hassanal Bolkiah diresmikan oleh Sultan Hassanal Bolkiah dan sekaligus dipakai untuk sholat jumat pada tanggal 23 Juni 2017. Masjid ini bisa menampung sekitar 3500 jamaah. Masjid ini juga merupakan pusat kegiatan keagamaan, jadi di masjid ini terdapat banyak ruangan sesuai untuk peruntukannya, seperti ruang meeting/menerima tamu, ruang makan/untuk menjamu tamu, pantry dan lain-lain.
      Disini kami diijinkan berfoto/memfoto bagian dalam masjid.

       

                               
       
      4. Malay Technology Museum / Museum Teknologi Melayu
      Museum Teknologi Melayu terletak di Simpang 482, Kampung Kota Btu, Brunei Darusalam. Bangunan museum ini merupakan sumbangan dari perusahaan Royal Dutch/Shell Group pada saat kemerdekaan Negara ini pada tahun1984. Museum ini dibuka secara resmi pada tanggal 29 Februari 1988. Untuk masuk ke museum ini tidak dipungut biaya alias gratis. 
       

      Malay Technology Museum menampilkan teknologi dan diorama sejarah peradaban masyarakat melayu Brunei pada jaman dahulu.
       
      Display museum terbagi dalam galeri utama yaitu:
      1   1. Ruangan yang berisi diorama miniature bentuk rumah di Kampong Ayer pada akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20. Selain itu juga terdapat beberapa jenis perahu seperti perahu layar yang digunakan untuk pengangkutan  jarak jauh, dan menangkap ikan di pesisir laut, serta perahu gubang yang digunakan untuk transportasi antar rumah, serta perahu yang dipakai untuk menjual barang dagangan.  
          
       
           2. Ruangan yang berisi diorama teknologi tradisi masyarakat di Kampong Ayer pada jaman dahulu, seperti, menjala ikan, membuat perahu, pasar terapung, membuat perkakas rumah, menenun kain,  pandai besi tembaga, emas dan perak.
       

       
           3. Ruangan yang berada di lantai atas, berisi diorama miniatur rumah dan aktifitas masyarakat yang tinggal di daratan seperti suku Dayak dan Kadasan Dusun. Aktifitasnya antara lain: menganyam rotan, membuat gula dan mengolah sagu.

       
      Salah satu keunikan dari tangga spiral menuju ke lantai dua ini juga terdapat art work berbentuk seperti rencengan lampu.

       
      Setelah selesai berkeliling museum, kami pun melanjutkan perjalanan untuk kembali ke kota Bandar Seri Begawan. Oh ya tak jauh dari Museum Teknologi Melayu ini terdapat Museum Brunei, tapi saat itu sedang renovasi jadi kami hanya lewat saja.

      Setelah sampai di kota Bandar Seri Begawan sudah sore hari, kami menuju ke Pasar Pelbagai Barangan Gadong.
       
      5. Pasar Pelbagai Barangan Gadong
      Pasar ini seperti night market, buka mulai jam 4 sore sampai jam 8 atau 10 malam gitu. Bangunan Pasar Gadong lumayan besar, terdiri dari 3 blok dengan . Di seberang pasar ini juga terdapat seperti open air market gitu tapi sepi kalau sore. Nah disini terdapat mushola jadi kalau tiba waktu sholat maghrib pengunjung Pasar Gadong bisa sholat disini.

      Di Pasar Gadong kita bisa menemukan aneka makanan dan minuman, buah-buahan dan ada beberapa stand yang menjual pakaian. Bangunan pasar lumayan luas, bersih dan nyaman. Selain itu juga tersedia meja dan kursi jika kita ingin duduk menikmati makanan/minuman yang sudah kita beli. Kebanyakan warga Brunei yang bekerja akan mampir ke pasar ini membeli makanan untuk makan malam di rumah.

       
      Disini saya membeli aneka buah-buahan dan durian kupas. Ketika saya sedang makan buah di meja dekat penjual durian, ada sepasang suami istri yang sedang membeli durian lalu mereka numpang di meja saya untuk membuka dan meletakkan durian ke dalam kotak makanan yang sudah dibawanya. Nah sambil meletakkan durian ke kotak si bapak dan ibunya mengajak kami ngobrol, bertanya kami datang dari mana? sudah berapa lama di Brunei? Eeh, tak lama kemudian si ibunya membagi kami separuh durian (sepertinya durian musang king), kami pun berterima kasih plus  basa-basi kok banyak banget kasih duriannya. Kemudian sebelum mereka pulang mereka pun memberi kami 1 pack durian kuning. Ya Allah…rejeki nomplok nich.

       
       
      6. Shopping time di  Happy Star and The Mall
      Tujuan pertama saya yaitu mencari magnet kulkas, nah saya akhirnya menuju ke toko Happy Star, berada di deretan ruko yang tak jauh dari The Mall. 
       

       
       
      Di toko ini saya membeli magnet kulkas harga $ 10 dapat 3 pcs dan kaos I Love Brunei seharga $ 12.90. Gileee mahal banget, padahal mah bahannya juga biasa aja. Setelah selesai membeli souvenier saya pun menuju The Mall, karena memang penduduk Brunei tidak banyak jadi mall pun tidak terlalu ramai pengunjung. Saya pun cuma melihat-lihat saja, tak membeli apapun, secara harga di Brunei lumayan mahal jadi sayang uangnya lah kalau mau belanja.  
      Dari The Mall kami pun menuju ke restoaran untuk makan malam kemudian kembali ke hotel untuk beristirahat.
      Oh iya, kebetulan kami menginap di Hotel Jubilee, nah di dekat hotel terdapat Teng Yun Temple. Seperti pada umumnya kelenteng ini berwarna merah, kontras dengan bangunan di sekitarnya, bahkan di bagian belakang dan samping Teng Yun temple berdiri bangunan gedung yang megah dan tinggi. 

       
    • By Burhan Abdillah Sanjaya
      Objek wisata alam merupakan destinasi paling diminati ketika memasuki musim liburan, namun seiring memasuki era globalisasi di kota-kota besar, maka wisata alam pun mulai tersisihkan. Namun tetap saja manusia memerlukan tempat hiburan guna menjernihkan pikiran mereka setelah dibuat lelah oleh rutinitas pekerjaan maupun berbagai kegiatan sekolah. Oleh sebab itu di jaman modern seperti sekarang, pihak pemerintah telah bekerja sama bareng swasta mendirikan berbagai objek wisata buatan mengusung konsep theme park di kota-kota besar salah satu nya di kota Tangerang Banten. Tempat rekreasi Citra Raya World Of Wonders Tangerang Banten mungkin bisa dijadikan referensi wisata menyenangkan bersama keluarga maupun kerabat. Objek Wisata Tangerang ini menyediakan berbagai sarana hiburan berupa permainan seru yang dapat menghibur wisatawan.

      Selain menjadi arena bermain menyenangkan, sepertinya pihak pengelola juga menyisipkan nilai-nilai pendidikan disana. Terlihat dari sejumlah miniatur keajaiban dunia, misal disana ada miniatur candi Borobudur, Menara Pisa, Piramida, Candi Prambanan, Colloseum, Spinx, gerbang Ishtar, kuil Karnak-Ziggurat dan Mercusuar Iskandariyah. Dari miniatur tersebut setidaknya pengunjung diharapkan menyaksikan langsung bangunan-bangunan bersejarah serta budaya-budaya didalamnya.
      Terdapat juga banyak wahana permainan di Citra Raya World of Wonder Tangerang seperti Taman Satwa, Kincir Jurrasic, Cangkir Puntir, Kuda Ria, Arena Tangkas, Katak Kejut, Outdoor Playground, Perahu Tembah, Paralayang, Perahu Liberty, Rumah Angker, Sepeda Layang, Keliling Dunia, Kebat Kebit, Mobil Gladiator, Ayunan Kaisar, Kereta Minoan, Gasing Alexandria, Cinema Phartenon dan masih banyak wahana permainan lainnya.

      Keberadaan wahana permainan serta wahana edukasi yang disediakan tentu menjadi daya tarik utama wisata Banten ini, belum lagi tersedianya sejumlah fasilitas wisata disediakan untuk pengunjung yang diharapkan semakin memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga mereka betah berlama-lama ditempat wisata. Fasilitas umum tersedia disana antara lain area parkir luas, kamar mandi umum, tempat-tempat istirahat, berbagai spot-spot foto corner kekinian dan peta lokasi wisata yang tertera di depan pembayaran tiket masuk.
      Nah, bagaimana kawan-kawan jalan2.com dari informasi diatas sudah dapat gambaran dari destinasi wisata Tangerang ini kan. Supaya bisa mencoba berbagai wahana permainan dan berswafoto disana, tentunya kawan wajib mengeluarkan biaya tiket masuk terlebih dulu. Tiket masuk Citra Raya World Of Wonders Tangerang Banten dibagi menjadi dua yakni hari selasa hingga jum'at(weekday) sebesar Rp. 65.000 sedangkan tiket weekend dan musim liburan dikenakan biaya sebesar Rp. 75.000 per wisatawan.
      Jam buka Citra Raya World Of Wonders mulai buka pada pukul 10.00 WIB hingga tutup kembali pada pukul 18.00 WIB untuk weekday sedangkan weekend buka mulai pukul 09.00 WIB dan tutup kembali pada pukul 18.00 WIB. Theme park Tangerang ini berada di perumahan Citra Raya Blok KH 01Sektor 3.1, Kawasan Wisata Mardigrass Citra Raya, Cikupa, Mekar Bakti, Panongan, Kota Tangerang, Banten.