1. sugi efendi

    sugi efendi

  2. Jalan2

    Jalan2

  • Similar Content

    • By Sirwal San Hiksan
      Sulawesi Selatan adalah salah satu Provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Sulawesi. Makassar adalah ibu kota provinsi ini yang disebut sebagai Ujung Pandang.
      Penduduk lokal yang tinggal di Sulawesi Selatan didominasi oleh orang Bugis dan Makassar, tetapi etnis Toraja adalah suku asli dari Sulawesi Selatan. Islam adalah agama yang kebanyakan orang di Sulawesi Selatan miliki, kecuali di Toraja yang kebanyakan memiliki aluk, yang berarti "jalan". Pemerintah Indonesia telah mengakui kepercayaan animisme ini sebagai Aluk Todolo (Jalan Para Leluhur)
      Toraja masih hidup di pegunungan, berdasarkan arti nama mereka pada bahasa Bugis, "to riaja" disebut "orang-orang dari dataran tinggi". Inisiasi budaya Toraja yang populer adalah tentang upacara pemakaman menguburkan orang yang meninggal. Mereka menempatkan kematian orang-orang diukir ke tebing berbatu. Ukiran itu melambangkan orang yang mati bernama Tau-tau. Tau-tau terbuat dari kayu nangka, kayu yang kuat, kayu yang kuat, kayu yang kuat, kayu yang kuat, dan mata Tau-tau terbuat dari tulang dan tanduk kerbau.
      Di masyarakat Toraja, ritual pemakaman adalah peristiwa mahal yang diadakan untuk "selamat tinggal" orang yang meninggal. Orang yang lebih kaya dan lebih kuat, yang lebih mahal adalah pemakaman. Dalam agama Aluk, hanya bangsawan yang berhak memiliki pesta kematian yang luas yang biasanya dihadiri oleh ribuan orang dan ditahan selama berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
      Sebelum abad ke-20, suku Toraja tinggal di desa-desa otonom, di mana mereka mempraktikkan animisme dan tidak dapat disentuh dari luar masyarakat. Pada awal 1900-an, para misionaris Belanda dikonversi ke dataran tinggi Toraja ke Kristen. Setelah tahun 1970-an, Toraja dibuka untuk dunia luar dan menjadi ikon Pariwisata Indonesia.
      Oleh karena itu, tujuan wisata dari Sulawesi Selatan sebagian besar berasal dari Tanah Toraja.
      Bagaimana menuju ke sana
      Sulawesi memiliki 6 (enam) provinsi dan semua provinsi adalah penerbangan reguler yang menghubungkan berbagai kota dan kota di Indonesia. Tetapi hanya dua provinsi memiliki bandara internasional. Mereka adalah Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan dan Manado di Sulawesi Utara. Kedua bandara ini sekarang menjadi pintu gerbang ke pulau itu.
      Kuala Lumpur di Malaysia terbang dengan AirAsia 4 (empat) kali aweek. Sedangkan penerbangan internasional Manado dilayani oleh Silk Air (3 kali seminggu) dan AirAisia (juga 3 kali seminggu). Berikut detailnya
      Makassar: bandara utama di pulau itu. Ini adalah pusat dan titik distribusi penerbangan di Indonesia Timur.
      Penerbangan internasional: terbang dengan AirAsia 4 kali seminggu menghubungkan Makassar dengan Kuala Lumpur / Malaysia
      Penerbangan domestik: diterbangkan oleh berbagai maskapai penerbangan yang setiap hari menghubungkan Makassar dengan Denpasar / Bali, Jakarta, Surabaya, Jogyakarta, Bandung, Medan, Manado, Ambon, Jayapura, dll. Maskapai yang terbang ke dan dari Makassar: Garuda Indonesia, maskapai Merpati, Lion Air, Sriwijaya Air, Mandala Airlines, Celebes Air, dll
      SUMBER
    • By IVACANZA
      OPEN TRIP TOGEAN 5D4N Start Gorontalo / Ampana – Paket Wisata Trip Gabungan eksplore Taman Nasional Kepulauan Togean 5D4N, menikmati keindahan bawah laut tak terbatas, dan pulau-pulau nan cantik di sekitarnya. Destinasi ke spot-spot snorkeling dengan terumbu karang beraneka macam, berkunjung ke jembatan kayu sepanjang 1800m, dan bermain bersama ikan hiu paus. Rencanakan liburanmu ke Togean bersama kami!

       
      JADWAL TRIP
      19-23 Januari 2018 (Gorontalo) 20-24 Januari 2018 (Ampana) 16-20 Februari 2018 (Gorontalo) 17-21 Februari 2018 (Ampana) 16-20 Maret 2018 (Gorontalo) 17-21 Maret 2018 (Ampana) 27 April – 1 Mei 2018 (Gorontalo) 28 April – 2 Mei 2018 (Ampana) 11-15 Mei 2018 (Gorontalo) 10-14 Mei 2018 (Ampana) 15-19 Juni 2018 (Gorontalo) 16-20 Juni 2018 (Ampana)  
      MEETING POINT
      Bandara Gorontalo / Bandara Tanjung Api Ampana
       
      HARGA
      Start Gorontalo : Rp 2.000.000,- / Start Ampana : Rp 2.250.000,-
       
      ITINERARY
      Start Gorontalo
      Day 1 : Gorontalo – Wakai
      Berkumpul di bandara Gorontalo pukul 12:00. Makan siang di resto local sup kuning woku dan ikan belarica goring khas gorontalo biaya masing-masing. City Tour Kota Gorontalo (Situasional & Bonus), belanja camilan untuk di pulau dan makan malam untuk di kapal lanjut keberangkatan menuju Wakai dengan Kapal Ferry (estimasi waktu 10-12 jam perjalanan laut).
      Day 2 : Togean – Danau Ubur-ubur – Karina Beach
      Sekitar pukul 07.00 tiba di Wakai, dari Wakai peserta dijemput dan diantar menuju penginapan. Setelah Sarapan peserta dapat beristirahat dan bersantai di sekitar cottage/ penginapan. Setelah makan siang peserta akan diajak menuju danau ubur-ubur dan karina beach. Bermain dan mengeksplore hingga sore hari.
      Day 3 : California Reef – Reef 4 – Sera Beach – Pulau Papan
      Setelah Sarapan, Trip dilanjutkan dengan Hoping Island menuju Callifornia reef, Reef 4,dan Sera beach. Makan siang di Pantai Sera, kemudian melanjutkan trip ke Pulau Papan untuk melihat kehidupan asli masyarakat Bajo. Eksplore pulau hingga sore hari kemudian kembali ke penginapan.
      Day 4 : Snorkeling di perairan Togean – Gorontalo
      Hari terakhir di Kepulauan Togean, setelah Sarapan diajak untuk snorkeling di perairan sekitar cottage. Setelah itu peserta dipersilahkan berkemas-kemas dan bersiap-siap untuk perjalanan dari Wakai menuju Gorontalo.
      Day 5 : Gorontalo – Whaleshark Point – Pasar Tua
      Sekitar pukul 05.00 tiba di Gorontalo. Mampir untuk sarapan kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Whaleshark Point (Jika Muncul). Eksplore Whaleshark Point sampai pukul 10.00. Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Pasar Tua, Pasar khas kota gorontalo ditemani penganan dan kopi khas gorontalo (personal expense). Pembelian oleh-oleh di pasar souvenir (kalo waktu cukup) kemudian menuju Bandara Gorontalo

      Start Ampana
      Day 1 : Ampana – Kadidiri – Pulau Salaka
      Peserta dijemput pukul 11 siang di Bandara Tanjung Api Ampana, setelah itu melanjutkan perjalanan ke Togean (perjalanan 1-2 jam). Cek in Penginapan, istirahat sejenak lalu dilanjutkan aktivitas snorkeling di sekitar cottage. Sore Hari trip ke Pulau Salaka untuk menikmati Sunset
      Day 2 : Karina Beach
      Setelah sarapan peserta akan meninggalkan cottage di Kadidiri untuk menginap di Fadhila Cottage / Bolilanga. Sebelum menuju ke cottage berikutnya peserta akan diajak untuk berenang bersama ubur-ubur di Pantai Karina, serta menikmati pantai yang sangat bersih. Siang hari menuju ke cottage baru, makan siang dan istirahat. Sore hari diajak snorkeling kembali ke spot sekitar cottage lalu acara bebas.
      Day 3 : California Reef – Reef 4 – Sera Beach – Pulau Papan
      Setelah Sarapan, Trip dilanjutkan dengan Hoping Island menuju Callifornia reef, Reef 4,dan Sera beach. Makan siang di Pantai Sera, kemudian melanjutkan trip ke Pulau Papan untuk melihat kehidupan asli masyarakat Bajo. Eksplore pulau hingga sore hari kemudian kembali ke penginapan.  Makan malam dan Istirahat
      Day 4 : Wakai – Ampana
      Setelah sarapan peserta persiapan check out dari penginapan dan kembali menuju Pelabuhan Wakai. Dari Wakai melanjutkan perjalanan menuju Kota Ampana, check in hotel karena tidak ada jadwal penerbangan yang sesuai dengan kapal dari Wakai ke Ampana. Acara bebas.
      Day 5 : Ampana – Airport
      Pagi hari peserta akan diantarkan menuju Bandara, Trip Berakhir.
       
      INCLUDE
      Mobil bandara – pelabuhan PP City Tour Ferry Gorontalo / Ampana – Wakai PP (bisnis class) Island hopping boat 2N cottage tepi pantai di Pulau Kadidiri (non AC, 1 kamar 2 orang, Kamar Mandi dalam) 1N di Ampana (Untuk peserta yang start ampana) Makan selama di Kepulauan Togean  Segala perizinan Guide Lokal Dokumentasi Underwater Program tour sesuai itinerary  
      EXCLUDE
      Transportasi menuju meeting point Peralatan Snorkeling (IDR 50.000/orang) Biaya optional tour (overtime / di luar itinerary yang sudah ada) Tipping Guide  
      CONTACT PERSON
      Email : info@ivacanza.co Line @ : @ivacanza Whatsapp : 081299367326
    • By Ahmad Andi Affandi
      Dear teman teman

      Saya ada rencana untuk Trip ke Togean 4D3N rencana Jumat tgl 30 Maret - Senin 2 April 2018 (Belum Fix).  Alasan pemilihan waktu tersebut krn kondisi musim yg sdh memungkinkan utk island hopping setelah berkomunikasi dengan operator trip lokal di Ampana

      Kegiatan trip ini sifatnya private trip paket menggunakan operator lokal yg biayanya tergantung dari jumlah peserta yg ada. Minimal peserta utk private trip 6 orang lebih dari itu biaya akan menurun.


       
      Untuk trip ini ada 2 alternatif yaitu melalui Gorontalo-Ampana atau Ampana-Ampana untuk ke Taman Nasional Togeannya.

      Estimasi Biaya Trip 2Jt diluar Biaya Tiket, Estimasi biaya keseluruhan 4-4.5Jt

      Biaya Include Trip menyusul


       
      Detail Itinerary sbb:

      ITINERARY GORONTALO+TOGEAN 4D3N


       
      Hari 1: Trip Gorontalo

      Pertemuan dan Perkenalan di Bandara Gorontalo
      Trip Benteng Otanaha
      Makan Siang
      Trip Hiu Paus (WhaleShark) atau Pantai Olele*
      Ke Pelabuhan Fery
      Persiapan Berangkat ke Wakai
      Makan Malam di Kapal Fery
      Hari 2: Meet The Stingless Jellyfish  

      Tiba di Wakai
      Transfer Boat Trip. Menuju Pulau Bolilanga
      Check Inn Pulau Bolilanga Resort
      Sarapan, Kopi/Teh
      Berenang/Snorkeling Pulau Bolilanga
      Makan Siang
      Trip Snorkeling Danau Ubur-Ubur (Jellyfish)
      Trip Pantai Karina
      Sunset Program
      Makan Malam
      Hiburan dan Acara Bebas
      Hari 3: Snorkeling Day Dan Trip Pulau Papan

      Sarapan
      Trip Snorkeling California Reef
      Trip Snorkeling Atol Pulau Angkaiyo
      Makan Siang di Pantai Sera
      Trip Snorkeling Reef Lima
      Trip Pulau Papan
      Makan Malam
      Acara Bebas
      Hari 4: Trip Pulau Kabalutan – Kota Tujuan

      Sarapan dan Check Out
      Trip Seratus Pulau Kabalutan
      Makan Siang
      Menuju Ampana
      Kembali Ke Kota Tujua

       
      ITINERARY TOGEAN 4D3N

      Hari 1: Meet The Stingless Jellyfish

      Jemput Hotel atau Bandara Tanjung Api Ampana
      Transfer ke Pelabuhan Ampana
      Tiba di Wakai
      Makan Siang
      Explore Snorkeling House Reef
      Makan Malam
      Free Program
      Hari 2: Meet The Jellyfish Dan Trip Kabalutan (B/L/D)

      Sarapan
      Trip Snorkeling Pantai Karina
      Trip Snorkeling Danau Ubur-Ubur (Jellyfish)
      Makan Siang
      Trip Kampung Bajo Pulau Kabalutan
      Makan Malam
      Free Program
      Hari 3: Snorkeling Day Dan Trip Pulau Papan

      Sarapan
      Snorkeling California Reef
      Snorkeling Atol Pulau Angkaiyo
      Makan siang di Pantai Sera
      Snorkeling Reef Lima
      Sightseeing Pulau Papan
      Foto-foto di Pantai Lestari
      Menikmati Sunset di Perjalanan
      Makan Malam
      Free Program
      Hari 4: Togean – Ampana – Kota Tujuan

      Sarapan
      Check Out
      Menuju Wakai
      Transfer ke Publik Speedboat
      Tiba di Ampana
      Antar Hotel atau ke Bandara Tanjung Api
      Trip selesai

       
      Untuk sementara ini apabila teman teman berminat untuk bergabung atau sekedar bertanya boleh kontak saya.



      Terima Kasih
      Andy

      WA ; 08111-698889
    • By jajaq
      Beberapa tahun lalu, saat saya masih dinas di Manado, saya sempat mengunjungi tempat ini.
      Walau tujuannya bukan untuk jalan-jalan, namun desa Werdhi Agung sungguh menarik untuk ditengok. Tak hanya menengok kultur yang masih kental, namun juga menggali sejarah dan asal usul dari adanya kampung Bali ini.   Tulisan ini saya copy dari blog saya http://jejalanjajan.com/jejalan/ada-kampung-bali-di-ujung-sulawesi/ ------------------------------------------------------------------------------------------------------   Alunan rekaman gamelan Bali yang keluar dari sound system terdengar di belakang rumah salah satu warga Werdhi Agung ketika rombongan kami baru turun dari mobil Kijang kapsul milik kantor. Di halaman belakang itu, warga desa sedang berkumpul memandikan jenazah kemudian berdoa dipimpin Pedande. Saya bersama rombongan dari kantor mengunjungi Werdhi Agung karena salah satu kerabat rekan kantor saya meninggal. Eits jangan kira desa ini berada di pulau Dewata, tempat ini berada di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, sekitar hampir 5 jam perjalanan dari kota Manado. Yap, ada kampung Bali di ujung Sulawesi.   Pedande   Desa ini dihuni transmigran dari Bali setelah gunung Agung meletus tahun 1963. Terpisah jauh dari pulau Dewata tak membuat warga melupakan asal usulnya, begitu memasuki Werdhi Agung nuansa arsitektur Bali masih kental terasa, lengkap dengan bangunan di persimpangan jalan. Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai petani, tak heran pasokan beras se-Sulawesi Utara kebanyakan berasal dari Bolaang Mongondow.       Pura Untuk mencapai Werdhi Agung, kita harus melewati dulu Kotamobagu lalu tanya saja warga sekitar di mana letak kampung Bali. Sebenarnya ada 1 atau 2 desa lagi yang berisi warga keturunan Bali, namun saya lupa namanya, letaknya cukup jauh dari Werdhi Agung dan jalannya tidak terlalu bagus.    
      Sembahyang  
      Warga  
      Iringan Jenazah  
         
      Sesajen
    • By chrizz_msweb
      Bunaken adalah taman laut pertama di Indonesia, keindahan bawah lautnya terkenal sampai
      manca negara. Saya telah membuktikannya sendiri, selama freediving beberapa kali di
      Indonesia, yang terbaik menurut saya adalah di Bunaken.
      Sayang keindahan Indonesia ini tampaknya lebih banyak dinikmati orang asing daripada
      orang Indonesia sendiri. Terutama sejak Cina membuka penerbangan langsung ke Menado.
      Sepanjang saya di sana, hanya satu rombongan turis lokal yang saya temui. Sisanya adalah
      orang asing. Maklum kegiatan yang menarik di Bunaken adalah diving, bahkan snorkeling 
      seperti dianggap kegiatan nomor dua di sini. Mungkin olahraga diving masih terlalu mahal
      untuk ukuran kantong orang2 Indonesia.

      Karena tujuan utama saya adalah untuk freediving, susah susah gampang di Bunaken. Kapal
      dari operator diving hanya mau mengantarkan turis yang diving. Seperti nebeng turis lain
      yang diving ceritanya. Saat saya sedikit memaksa, mereka mengatakan mau mengantarkan
      tapi tetap dengan tarif diving.  Rugi, saya membawa perlengkapan seperti snorkel dan fin
      sendiri,  juga tidak memerlukan BCD atau regulator seperti orang diving.

      Tidak kehabisan akal, saya mencari penduduk lokal di warung yang bisa menyewakan kapal
      unuk snorkeling. Tak lupa juga mengajak turis lokal lain (satu-satunya rombongan turis
      lokal yang satu hotel dengan kami) untuk patungan. Mereka juga tidak diving, tentu saja
      mereka lebih senang dengan kapal penduduk lokal ini daripada kapal dari diving operator
      yang harganya gila gila an bila tidak dibarengi turis yang diving. Lumayan, kami
      mendapatkan harga 500 ribu untuk 5 orang. Tentu saja kapal nya kalah jauh dengan kapal
      dari diving operator, tapi inilah yang lebih pas di kantong.
      Banyak sekali spot yang menarik untuk snorkeling atau diving di bunaken. Keunggulan
      utamanya adalah jenis terumbu karang yang berbentuk wall. Di tempat lain jarang saya
      menemukan wall sebagus di Bunaken. Yang terbaik menurut saya adalah spot bernama Cela 
      Cela. Disebut Cela Cela karena banyak terdapat lubang atau celah di kumpulan terumbu
      karang,  di celah ini saya menemukan Lion Fish. Agak susah mengambil gambar nya,  saya
      harus sedikit masuk ke celah tersebut, dan harus berhati-hati juga jangan sampai terkena
      Lion Fish tersebut. Lion Fish memiliki racun di duri nya yang indah.
      Spot lain yang saya rekomendasikan adalah Lekuan. Di sini banyak terdapat penyu. Mereka
      suka bersarang di celah terumbu karang yang berbentuk wall. Guide kita menunjukkan ada
      penyu sedang tidur di sarangnya. Mungkin ini pengalaman sekali seumur hidup memotret
      penyu di sarang nya yang alami, biasa saya melihat penyu di perarian saja. 
      Di spot yang dangkal, lebih banyak ikan berwarna-warni. Salah satu yang menarik adalah
      Trumpet Fish berwarna kuning. Tidak setiap tempat bisa menjumpai Trumpet Fish. Tidak
      seperti Nemo (Clown Fish) yang bisa dijumpai di hampir semua tempat yang banyak Anemon
      nya.

      Sayang tidak terdapat ikan besar di Bunaken. Tidak ada Manta atau Whale Shark seperti di
      Lombok atau Kalimantan. Memang di Bunaken lebih terkenal dengan sususan terumbu karang
      nya. Namun yang menarik difoto bukan cuma ikan, banyak juga jenis tanaman yang menarik.
      Selain ikan, penyu, dan tanaman,  yang menarik difoto tentu saja turis lain yang sedang
      diving. Di Bunaken banyak orang belajar diving atau sekedar Fun Diving. Fun Diving
      adalah diving ditarik oelh instruktur, tidak perlu sertifikat, namun di kedalaman
      maksimal sekitar 6 meter.  Fun Diving inilah yang paling gampang difoto. Ingat bahwa
      semakin dalam maka cahaya matahari makin sedikit dan warna makin cenderung kebiru-
      biruan.
      Tidak banyak saya melihat turis yang freediving seperti saya. Freediving adalah kegiatan
      diving tanpa menggunakan tabung oksigen. Hanya mengandalkan fin, masker, dan kekuatan
      tahan nafas. Cara ini lebih praktis untuk saya, tidak perlu pusing memikirkan tetek
      bengek seperti safety stop, decompression time, license, dan lain lain. Dan tentunya,
      lebih bersahabat di kantong. Di kedalaman sekitar 6 meter saya menemukan kerang.
      Apa yang bisa kita nikmati di Bunaken selain pemandangan bawah laut nya ?  Jujur, tidak
      banyak. Hampir tidak ada apa-apa di sini. Bila tidak ada rencana basah-basahan, tidak
      disarankan untuk ke Bunaken. Beruntung saya mendapatkan foto sunset yang lumayan.
       
      Foto Lengkapnya : http://chrizz-photography.blogspot.co.id/2017/08/freediving-di-bunaken.html
       
       
       



    • By Endar
      Hai semua...

      Saya ada rencana ke Luwuk  31Des - 2 Jan, adakah yang bisa ditanya-tanya tentang Luwuk?
      Terima kasih,
      Salam,
      Endar
    • By Tarmizi Arl
      Apakah kamu pemburu senja? Mencintai ketenangan yang dihadirkan oleh semburat mentari kala menuju peraduannya?
      Senja sejatinya tidak hanya menarik bagi mereka yang mencintainya, melainkan bisa dengan mudah dicintai oleh siapapun. Itulah keajaiban senja. Keajaiban yang diciptakan Sang Maha Cipta sebagai bentuk pengingat umatnya untuk setidaknya meluangkan sedikit waktu menikmati keindahan alami dari rutinitas alam.
      Indonesia sendiri sudah sangat terkenal sebagai surganya penikmat sunset dengan berbagai variasi. Kamu menyukai gunung, lembah, hingga pantai bisa menikmati sunset di Indonesia tercinta ini.
      Kali ini, kita akan menelusuri tempat-tempat di Pulau Jawa yang memiliki spot terbaik untuk melihat lukisan alam berupa senja. Apakah salah satu atau beberapanya sudah pernah kalian alami?
       
      1. Bagai Terbingkai, Sunset di Istana Ratu Boko Jogja Dijamin Membuatmu Tak Henti Terpanah

      Sudah mengenal tentang Situs Ratu Boko? Situs atau Candi yang berada di Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta ini memang sudah sangat populer dan diburu oleh wisatawan. Tidak hanya karena merupakan peninggalan sejarah, namun juga karena situs ratu boko ini memiliki bentuk yang artisitik untuk difoto, apalagi saat senja tiba.
      Senja menjadi waktu terbaik datang dan menikmati peninggalan agung abad ke-8 ini. Lokasinya yang berada di atas bukit ketingian 196 mdpl menjadi alasan mengapa sunset disana berhasil memanah siapa saja yang datang.
      Jika kalian berniat datang ke Istana Ratu Boko ini bukanlah hal sulit karena berjarak hanya sekitar 18 km dari Stasiun Tugu Jogja. Jika kebetulan menggunakan angkutan umum, bisa naik Transjogja rute 1A tujuan Prambanan. Barulah kemudian harus dilanjutkan dengan naik ojek karena belum tersedia angkot yang langsung menuju lokasi.
      Tiket masuknya sendiri terbagi dalam 2 tipe yaitu sebelum jam 3 sore sebesar Rp 25 ribu dan setelah jam 3 sore sebesar Rp 100 ribu. Ya, perbedaan ini dikarenakan memang saat senja merupakan waktu paling populer sehingga dikenakan biaya jauh lebih mahal. Namun jika ingin lebih hemat maka tentu datanglah sebelum jam 3 dengan resiko harus menunggu lebih lama tentunya untuk menuju momen senja yang dinanti.
       
      2. Rasakan Betapa Indahnya Karunia Tuhan Kala Senja di Air Terjun Toroan Madura

      Sudah pernah mengenal Air Terjun Toroan? Air terjun ini terkenal karena mengalir langsung ke lautan lepas alias berlokasi di tepi pantai. Berlokasi di Desa Ketapang Daja, Kabupaten Sampang, kalian jangan sampai melewatkan mengunjungi objek wisata ini jika ke Pulau Madura. Jika melalui Jembatan Suramadu, kalian bisa mengikuti jalur Jalan Pantura Bangkalan kemudian melalui Kecamatan Ketapang kemudian hanya sekitar 4 km akan sampai di Air Terjun Toroan tersebut. Atau jika dari Kota Sampang, jaraknya sekitar 43 km.
      Air Terjun Toroan memang menyimpan sejuta pesona. Tidak hanya dari keunikannya karena langsung bermuara ke Laut Jawa, tetapi juga karena kealamian yang masih terbilang perawan. Ya, air terjun ini belum begitu banyak dikenal sehingga memang belum serius dikelola bahkan belum ada fasilitas penunjang wisata seperti toilet, dan sebagainya.
      Dengan segala kealamiannya tersebutlah yang akhirnya membuat air terjun ini semakin menawan, terutama ketika senja menjelang. Kalian bisa melihat dua mahakarya secara bersamaan yaitu air terjun bersanding dengan semburat jingga dari matahari yang bersiap menuju peraduan.
      Keindahan yang tidak hanya dapat dinikmati secara visual namun juga secara pendengaran dari riuh air terjun, burung yang berterbangan, dan suasana alam lainnya. Kolaborasi tersebut akhirnya mampu menusuk ke jiwa hingga akan terekam secara indah dalam memori siapa saja. Jadi, bagi kalian pemburu senja, jangan lewatkan melihat keagungan alam milik Air Terjun Toroan, ya !
       
      3. Pantai Buyutan di Pacitan Tak Sekedar Indah Kala Senja, Tapi Nampak Artistik nan Eksotis

      Jika kalian pemburu sunset sejati, sangat disarankan untuk menyempatkan diri ke Pantai Buyutan yang berada di Kecamatan Donorojo atau sekitar 44 km dari pusat Kota Pacitan, Jawa Timur. Ada dua pilihan untuk menikmati pantai ini yaitu dari atas tebing atau turun ke pantainya. Keduanya sama-sama mempesona. Jika dari atas, hijaunya rumput berpadu lahan pertanian akan menjadi dasar alam, sedangkan jika turun ke pantai maka putihnya pasir akan membuat terlena mata. Dan beruntungnya lagi ialah untuk turun ke pantainya kini sudah terbangun jalan sehingga tak perlu bertaruh nyawa melewati tebing.
      Yang menjadikan spesial dari pantai ini ialah keberadaan karang-karang besar dan yang paling artistik ialah sebuah karang bernama Watu Narodo. Bisa dikatakan bahwa karang satu ini menjadi landmark dari Pantai Buyutan itu sendiri.
      Menikmati keindahan pantai dengan ombaknya yang berkejaran nampak akan membuat terlena, namun tetaplah berhati-hati karena ombak yang besar khas pantai selatan selalu menghantui. Jadi tak perlu dan memang tidak disarankan untuk berenang, cukup nikmati saja keindahan yang sudah sangat mempesona.
      Tentunya kalian juga tak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas melihat langsung spot terbaik sunset di Pacitan ini. Dari pantai ini, semburat jingga akan memberikan kesan dramatis yang tak bisa ditemukan di lokasi lain. Apalagi dengan adanya Karang Watu Narodo yang akan menjadi lukisan siluet terbaik milik alam. Dijamin kalian tidak akan pernah merasa puas untuk mengabadikannya dalam jepretan foto.
       
      4. Magelang Punya Punthuk Sukmojoyo untuk Memuaskan Hasratmu Berburu Senja

      Ini dia objek wisata di Magelang yang mungkin belum banyak dikenal luas oleh wisatawan pecinta alam, Punthuk Sukmojoyo. Beralamatkan di Dusun Krinjing, Desa Giri Tengah, Kecamatan Borobudur, objek wisata alam di ketinggian 1000 mdpl ini sangat cocok bagi kalian pemburu senja ataupun fajar. Ya, karena berada di atas ketinggian membuat Punthuk Sukmojoyo dapat merekam dua fenomenal rutin sekaligus yaitu sunrise dan sunset.
      Untuk menuju puncaknya, kalian harus mendaki sekitar 20 menit. Terlihat singkat namun karena cukup curam sehingga akan cukup pula menghasilkan peluh. Siapkan fisik termasuk makanan dan minuman untuk berjaga-jaga. Tetapi, jika sudah sampai di atas puncak, maka tak ada pilihan lain selain menikmati panorama lanskap yang dihadirkan.
      Dari atas Puncak Puncak Sukmojoyo, kalian bisa melihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, bahkan termasuk Candi Borobudur. Semuanya nampak terhampar luas didepan mata. Apalagi, sudah tersedia plaza kecil seperti rumah pohon yang siap membuat puas pandangan sekaligus mempercantik foto apalagi saat sunrise dan sunset.
      Di kala senja, bentang alam yang dilapisi jingganya cahaya mentari akan membuat kalian tak ingin berkedip. Begitu luas dan siap memukau pengunjung, Jangan sia-siakan untuk mengabadikan momen tersebut karena ada banyak pilihan spot untuk menghasilkan foto dengan cerita dan kesan yang berbeda-beda.
      Jika kalian tertarik untuk datang, kalian bisa langsung menuju arah candi Borobudur lalu ambil jalan ke Amanjiwo atau Rumah Kamera. Ikutlah jalan menuju Desa Giri Tengah, kalian bisa tanya ke penduduk setempat jika bingung karena jalannya cukup banyak kelokan. Jika sudah tiba di Desa Giri Tengah dan melihat Balai desa, kalian tinggal belok kanan dan menemukan masjid, disanalah awal perjalanan kalian untuk mendaki. Kendaraan bisa kalian titipkan dimasjid karena sudah ada petugas parkirnya.
       
      5. Panorama Senja Milik Pantai Puncak Guha di Garut, Tak Kalah Memukau Mata

      Garut tidak hanya tentang kesejukan di dataran tinggi, karena Garut Selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Salah satu panorama indah yang dimiliki Garut ialah Pantai Puncak Guha. Pantai apa Puncak? Ya, begitulah nama pantai ini, dinamakan demikian karena pantai ini berbatasan langsung dengan tebing tinggi dengan kata lain wisatawan akan menikmati lautan lepas dari atas ketinggian.
      Lokasi pantai ini berada sekitar 2 km dari Pantai Rancabuaya atau sekitar 90 km dari Pusat Kota Garut. Wisatawan pada umumnya lebih mengenal Pantai Rancabuaya, padahal Pantai Puncak Guha yang berada di tepi jalan ini juga tak kalah menariknya apalagi saat senja mulai menunjukkan dirinya. Tiket masuknya sendiri hanya sebesar Rp 5ribu per orangnya.
      Sebelum benar-benar berada di puncak, pengunjung memang harus melakukan usaha lebih terlebih dahulu yaitu dengan menaiki tanjakan. Namun semua kelelahan yang mungkin dirasa akan langsung terbayar ketika sudah sampai di puncak. Luas dengan deburan ombak pantai selatan yang terkenal dahsyat.
      Sebenarnya tidak hanya panorama dari atas bukit saja yang menjadi daya tariknya melainkan juga bisa menuju goa di salah satu sisi tebing. Hanya saja karena terlalu curam, tidak semua orang berani menuju goa tersebut.
      Sebagaimana tema tulisan kali ini, maka waktu terbaik untuk datang ialah saat sore hari. Romantisme senja yang dihadirkan akan memberikan pengalaman yang spesial. Ditambah lagi, puncak Pantai Guha ini merupakan padang rumput yang luas sehingga akan memberikan pandangan yang seolah tanpa batas langsung menuju barat tepat ke peraduan sang mentari.
       
      6. Pulau Umang di Banten Menjadi Penutup Sunset-nya Pulau Jawa

      Tidak benar-benar berada di garis ter-Barat dari Pulau Jawa memang, namun cukup menyimbolkan diri sebagai penutupnya mentari di Pulau Jawa. Begitulah Pulau Umang yang berada di provinsi paling Barat Pulau Jawa, Banten.
      Masuk dalam Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Perjalanan menuju Kecamatan Sumur dapat ditempuh sekitar 6 jam dari Jakarta. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan boat menyebrang ke Pulau Umang hanya sekitar 10 menit. Untuk urusan akomodasipun tak perlu dikhawatirkan karena ada beberapa pilihan penginapan di dalam pulau umang ini.
      Menikmati keindahan pulau umang ini ada baiknya dinikmati secara penuh seharian, karena selain melihat sunset, kegiatan snorkeling juga sangat direkomendasikan mengingat keindahan biota laut yang dimiliki perairan barat jawa ini. Jika tidak ingin snorkeling pun, menikmati keindahan laut biru berpadu pasir putih juga bisa dilakukan dengan sekedar bersantai di pantai hingga momen yang ditunggu pun tiba. Ya, keindahan senja dari Pulau Umang.
      Senja di Pulau Umang ibarat magnet bagi wisatawan untuk datang. Banyak spot yang bisa kalian pilih untuk menghasilkan siluet tersendiri dari hasil kilau mentari sore. Kesemuanya menghadirkan kesan tersendiri yang akan membuat kalian tidak menyesal. Tentunya agar lebih maksimal, datanglah saat musim kemarau, ya.