• agoda-hemat.png

deffa

Awesome 3 Days in Kyoto

55 posts in this topic

Hola Deffa Here !!!

Pasti sudah nunggu lanjutan cerita perjalanan saya ke Kansai Jepang 7-11 Maret 2016 lalu kan, setelah Explore Osaka selama 3 hari bisa di Baca DISINI. Lanjutannya adalah Explore Kyoto selama 3 hari juga, yang sekarang masu saya ulas, yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang mau ke Kyoto juga ya.

Advice, tulisan ini akan sangat panjang, jadi persiapkan waktu untuk membaca dengan teliti karena pasti banyak hal berguna yang bisa kalian ambil dari tulisan ini loh :D

IMG_2160.JPG

DAY 1 : 9 Maret 2016

Itinerary Day 1 :

  1. J-Hoppers Kyoto Guesthouse

Saya tiba di Kyoto Station dari Osaka sekitar pukul 20.00 WIT dengan menggunakan Kansai Thru Pass jadi perjalanan ini sudah di cover Pass tersebut, info tentang Kansai Thru Pass baca DISINI

Karena sudah malam saya langsung saja menuju penginapan, yang saya booking secara online di J-Hoppers Kyoto Guesthouse. Cukup dekat dari Kyoto Station hanya sekitar 10 menitan jalan kaki saja. Saya memilih Deluxe Private Room with Shared Bathroom permalam harga nya 6000 yen. Unik nya adalah kamar nya bertipe Ryokan. Untuk pengalaman di J-Hoppers Kyoto Guesthouse baca DISINI

Spoiler

IMG_1903.JPGIMG_1908.JPGIMG_2256.JPGIMG_1914.JPGIMG_2277.JPG

Penginapan nya sangat bagus dan murah, juga staff yang baik. Lalu teman-teman baru yang gokil karena saya langsung di sambut dengan Welcome Party padahal baru kenalan loh dari berbeda negara hehehe :D

Hari pertama ini saya habis kan dengan Party di dalam Guesthouse dengan teman-teman baru sekalian menyusun itinerary untuk besok juga. Jadi hari pertama ini saya tidak keluar uang sama sekali (Untuk penginapan sudah di bayar via Online sebelum nya) :D 

DAY 2 : 10 MARET 2016

Itinerary Day 2 :

  1. Arashiyama
  2. Togetsu-kyo Bridge
  3. Tenryu-ji Zen Temple & Sogenchi Garden
  4. Path of Bamboo / Bamboo Grove
  5. Nonomiya Shrine
  6. Ohkouchi Sansou Garden
  7. Romantic Train Sagano
  8. Kameoka
  9. Kinkakuji Temple
  10. Ginkakuji Temple
  11. Philosopher's Walk
  12. Kiyomizu-dera Temple
  13. Kiyomizu-Zaka Street
  14. Yasaka Shrine
  15. Shinbashi Dori
  16. Makan Malam di Yoshinoya

Pagi di hari kedua di Kyoto ini saya terbangun sekitar pukul 07.00 WIT, langsung menuju swalayan favorit yaitu 711 / Sevel untuk membeli sarapan berupa Onigiri + Cup Noodle seharga total 400 yen. Gak tahu ya tiap kali ke Jepang sarapan saya ini terus doyan atau emang gak ada lagi yang lebih murah hahahah

IMG_1919.JPG

Setelah sarapan dan mandi persiapan hari ini kebetulan cuaca cerah, jadi saya putuskan untuk ke tempat wisata yang paling jauh terlebih dahulu yaitu di bagian Barat Kyoto adalah Arashiyama

ARASHIYAMA

Untuk menuju area Arashiyama ini saya memutuskan menggunakan Kereta saja karena lebih cepat jadi hemat waktu sekitar 15 menit, jika menggunakan bus sekitar 15 menit. Menggunakan kereta dari Kyoto Station, sebelum nya saya Top Up lagi Saldo dari ICOCA Card sebesar 2000 yen, karena jalur kereta di Kyoto untuk JR lebih cepat daripada menggunakan kereta Local yang di cover Kansai Thru Pass.

Jalur yang saya lalui adalah Kyoto Station - Saga Arashiyama seharga 240 yen di cover oleh ICOCA Card

kyoto1.jpg

Tiba di JR Saga-Arashiyama Station ini sudah cukup dekat ke beberapa tempat wisata, karena station ini sebagai patokan. Kalian harus perhatikan di sekeliling Station ini ada banyak petunjuk dan salah satunya ada Itinerary Famous Sightseeing Spot in Kyoto sangat berguna loh karena cukup mudah di pahami. Kalian ikuti itinerary ini saja sudah bisa keliling Kyoto, menarik kan

IMG_1928.JPGIMG_1929.JPG

Nah keluar dari Station tujuan saya yang pertama adalah Togetsu-kyo Bridge yang cukup populer sebagai tempat sightseeing turis. Dan kita hanya perlu waktu berjalan kaki sekitar 10 menit untuk menuju kesana dari Station ini.

TOGETSU-KYO BRIDGE

Togetsu-Kyo Bridge ini sesuai namanya ya sebuah jembatan yang sebenarnya di gunakan sehari-hari oleh penduduk Kyoto untuk menyebrang Sungai Oi atau Oi River. Kenapa jadi cukup terkenal selain sering di gunakan tempat shooting J-Dorama. Juga memang pemandangan nya sangat keren dan sayang jika di lewatkan.

Dari Saga-Arashiyama Station ini, dengan badan kalian membelakangi Station seperti poto di bawah. Kalian akan berhadapan dengan 5 jalan atau simpang lima. Pilih lah jalan yang Kedua dari Kanan atau selurusan badan (ikuti saja wisatawan lain yang berjalan ramai). Karena arah itu akan menuju sebuah plang ke petunjuk arah Togetsu-kyo. Nanti akan mentok di pertigaan ikuti petunjuk ke arah kiri untuk ke Togetsu-kyo

Spoiler

IMG_1930.JPGIMG_1934.JPGIMG_1935.JPGIMG_1940.JPG

Btw selama perjalanan ke Togetsu-Kyo Bridge ini di kiri kanan jalan banyak sekali restoran dan toko souvenir, ada beberapa restoran yang cukup menarik perhatian saya yang satu adalah Vegan & Muslim Friendly Restaurant dan juga Restoran dengan taman yang cantik di depan nya. Kalian tidak akan melewatkan ini karena searah. Ada juga toko buku yang menarik yaitu London Books

Spoiler

IMG_1932.JPGIMG_1938.JPGIMG_1933.JPG

Tidak lama tibalah di Togetsu-Kyo Bridge ya sesuai ekspektasi berupa jembatan yang di aliri sunga Oii yang cukup luas. Hal yang bisa dilakukan disini ya berfoto ria, cuma hati-hati ya karena ini esensi nya jalan raya jadi banyak kendaraan lalu lalang, dan juga jalan di arashiyama ini tidak besar.

Spoiler

IMG_1941.JPGIMG_1944.JPGIMG_1946.JPG

Oh ya tidak sengaja bertemu seorang Maiko / Geisha atau apapun lah sebutannya dengan pakaian tradisional nya, lengkap di temani seorang samurai (mungkin) yang sedang berada disini, karena aneh juga biasanya mereka hanya berada di area Gyon di tengah kota Kyoto. Sayang nya sama seperti di Gyon mereka sulit di ajak berfoto, ada yang nekat minta foto bareng. Yang setelah foto itu si Maiko raut muka nya agak kecewa atau sedih, karena pada dasarnya mereka memang tidak mau (tidak boleh) di ajak poto bareng

IMG_1943.JPG

Lalu beranjak ke tengah dari Togetsu-Kyo Bridge ini, ya harus tetap hati-hati lihat kanan kiri, karena lalu lalang dari kendaraan makin ramai. Karena kondisi saat itu pagi jadi orang sedang memulai aktifitas. Di atas jembatannya pemandangan lebih bagus lagi, kita bisa dapat background sungai dan bukit di kejauhan :D

IMG_1948.JPGIMG_1949.JPG

Sudah puas di Togetsu-Kyo Bridge ini, selama perjalanan kesini saya melewati satu temple yaitu Tenryu-ji Zen Temple dengan Sogenchi Garden nya. Saya pun putuskan kesana untuk memuaskan rasa penasaran saya.

TENRYU-JI ZEN TEMPLE & SOGENCHI GARDEN

Tidak jauh dari Togetsu-Kyo Bridge hanya sekitar 5 menit jalan kaki, dan sepanjang jalan ini tetap akan menemukan toko souvenir dan restoran serta jajanan khas Kyoto yang unik. Dan melewati Randen Arashiyama Station, jika tadi saya menggunakan rute Kansai Thru Pass keluarnya disini lebih dekat seh.

 IMG_1955.JPGIMG_1954.JPG

Tiba lah di Tenryu-Ji Zen Temple & Sogenchi Garden. Yup mereka sepaket dan satu area jadi kalian bisa berwisata di 2 tempat sekaligus. Dan ternyata di akui oleh PBB sebagai World Heritage Site loh, tambah penasaran sebagus apa ya

Apa yang kalian bayangkan jika mendengar kata Kyoto ? Pasti lah salah satu nya adalah Sakura ya kan. Yup itu juga yang membuat saya datang ke Kyoto pada waktu awal Musim Semi ini, berharap bisa bertemu dengan Mbak Sakura itu, walaupun masih belum Blooming karena baru awal musim Semi.

Namun di Tenryu-ji Zen Temple ini sudah ada yang mulai berbunga walaupun masih belum banyak, dan saya kebetulan masuk dari area parkir mobil menuju ke Temple di kiri kanan banyak sekali Pohon Sakura yang mulai berbunga. Temple nya sendiri di bagi atas beberapa, di bagian parkiran ini terdapat beberapa temple kecil untuk sebelum menuju Temple Utama di Sogenchi Garden

Spoiler

IMG_1957.JPGIMG_1958.JPGIMG_1960.JPGIMG_1961.JPG

Lalu tibalah di area Sogenchi Garden yang ditandai oleh sebuar Rumah Besar yang berfungsi sebagai Loket. Untuk harga tiket nya ada 2 macam Terpisah atau Terusan, maksudnya Terpisah Garden saja atau Temple saja, atau Terusan yang sepaket. Namun karena saya pilih yang terusan Garden + Temple seharga 600 yen

IMG_1964.JPGIMG_1966.JPG

Pertama saya masuk dari area Temple dulu walaupun sebenarnya Garden nya juga terlihat dari area Temple ini, hanya saja belum bisa menjejakkan kaki di Garden nya karena masuk ke area Temple harus lepas sepatu dan tuker dengan Sendal Khusus ala Jepang gitu. Masuk area pertama langsung ketemu dengan lukisan besar Ninja Lucu yang saya bingung siapa dia Goemon kah ? hahahaha

IMG_1967.JPG

Menyusuri area Temple ini akhirnya saya merasakan gimana seperti di Film Jepang Kolosal yang duduk rumah ala Jepang beralaskan tatami dengan pemandangan taman yang indah beserta kolam nya, suatu pemandangan yang uye banget deh. Kompleks Temple ini walaupun tidak begitu luas namun memiliki beberapa ruangan yang akhirnya menuju ke Temple Utama, Tenryu-ji Zen Temple

Spoiler

IMG_1969.JPGIMG_1974.JPGIMG_1972.JPGIMG_1976.JPGIMG_1979.JPG

Sampai di area Temple Utama Tenryu-Ji Zen Temple, saya tertarik padah sebuah Pohon Sakura yang agak lebih banyak bunga Sakura nya yang mekar daripada pohon Sakura yang lain nya di sekitar sini, kesempatan kapan lagi kan bisa dapat Sakura heheh

IMG_1982.JPGIMG_1987.JPG 

Walaupun sakuranya tidak banyak bermekaran namun lumayan lah, karena ini sudah titik akhir dari area Temple akhirnya saya putuskan keluar dan mengenakan sepatu lagi, lalu masuk lagi ke area Garden dengan tiket yang sama karena satu paket. Nah di area Garden ini bisa lebih puas menikmati taman nya, karena kita bisa berkeliling taman yang cukup luas ini dan ada area dataran Tinggi nya juga loh.

Karena baru awal musim semi jadi Pohon nya banyak yang belum berbunga walaupun sudah ada yang berbunga namun belum lebat, jadi kalau mau suasana yang bagus banget datanglah ketika puncak Musim Semi dari akhir Mei ke pertengahan April

Spoiler

IMG_1988.JPGIMG_1989.JPGIMG_1990.JPGIMG_1992.JPGIMG_1994.JPGIMG_1995.JPGIMG_1998.JPG

Puas disini saya pun lanjutkan perjalanan berikut nya masih di area Arashiyama ini yaitu ke salah satu tempat yang paling tersohor disini yaitu Path of Bamboo atau Bamboo Grove

BAMBOO GROVE

Path of Bamboo aka Bamboo Grove mulai booming bagi Wisatawan Dunia semenjak ada nya adegan di film Memoirs of Geisha salah satu nya disini. Sebenarnya hanya lah sebuah jalan yang di pinggir kiri kanan nya terdapat hutan bambu yang sangat lebat, jadi suasana nya rindang dan juga agak terkesan spooky kalau menurus saya seh heheh

Cara kesini sangat mudah, masih ingat pertigaan mentok yang sebelum ke Togetsu-kyo Bridge jika ambil arah kanan kita akan menuju ke Bamboo Grove ini. Tidak jauh kok hanya sekitar 10 menitan jalan kaki kita sudah masuk ke area Bamboo Grove. Ikuti saja petunjuk jalan nya

IMG_1940.JPGIMG_2004.JPG

Apa yang bisa dilakukan disini ? Ya kalian jalan saja terus mengikuti jalur ini sampai menemukan spot yang kalian rasa cocok untuk Foto, tapi ya ingat pasti banyak banget orang disini jadi agak sulit dapat spot yang sepi seperti di foto-foto google itu loh hehhe. Banyak juga wisatawan yang menggunakan kimono disini, kalau gak salah di area dekat stasiun Randen Arashiyama tadi ada penyewaan Kimono juga

Spoiler

IMG_2005.JPGIMG_2006.JPGIMG_2008.JPGIMG_2015.JPG

Oh ya di area Bamboo Grove ini ada satu Shrine (Kuil) cukup cantik walaupun kecil yang gak mungkin kalian lewatkan, karena posisi nya pas ada di pertigaan jalan menuju ke Ohkouchi Sansou Garden dan Romantic Train Sagano

NONOMIYA SHRINE

Yup namanya adalah Nonomiya Shrine cukup jalan saja terus dari jalan masuk Bamboo Grove kalian pasti akan bertemu shrine ini sekitar jarak 250 meter. Kuil yang kecil namun cukup ramai pengunjung nya, karena selain untuk berdoa disini juga mempunyai pemandangan yang cukup cantik untuk di abadikan loh

Spoiler

IMG_2009.JPGIMG_2010.JPGIMG_2012.JPGIMG_2011.JPG

Btw kalau kalian merhatiin poto saya di atas ini ada tiga cewek yang pake kimono cantik, salah satu nya bernama Ayaka, mayan kenalan setitik hahahaha. Mereka dari Izu or something gitu gak kedengaran jelas tapi ada nomor cantik nya hahahah

Oke lanjut, saya pernah baca satu artikel dan melihat poto scenery yang menarik dari satu tempat di area Bamboo Grove ini namanya Ohkouchi Sansou Garden dan kebetulan jalan yang saya ambil ini searah jadi saya putuskan untuk kesana.

OHKOUCHI SANSOU GARDEN

Kenapa saya tertarik dengan Ohkouchi Sansou Garden ini ? Pertama adalah karena jalur nya searah jadi gak repot kan, kedua karena saya pernah melihat suatu poto pemandangan dari Garden ini adalah puncak dari Arashiyama jadi viewnya keren banget, ketiga karena history dari garden ini adalah dulu nya Vila pribadi milik Bintang Film Jepang yang Legend pada masa nya yaitu Ohkouchi Denjirou

Intermezzo dikit Ohkouchi Denjirou ini salah satu Bintang Film legendaris Jepang pada tahun 1896-1962, dimana film Jepang pada jaman itu baru mulai tumbuh dan dia sering membintangi tokoh Samurai. Dan akhirnya beliau juga menjadi Sutradara film kolosal Jepang tentang Samurai dan sejarah Jepang lainnya.

IMG_2026.JPGIMG_2051.JPG

Tiket masuk nya seharga 1000 yen untuk dewasa dan 500 yen untuk anak kecil, buka tiap hari dari pukul 09.00 - 17.00 WIT. Dan tiket tersebut sudah termasuk untuk Garden dan menikmati Green Tea di dalam nanti

IMG_2027.JPG

Yap mulai menanjak, kok menanjak katanya Garden ? FYI emang betul Garden tapi garden ini di bangun di kaki gunung bagian selatan dari Gunung Ogura lebih dari 30 tahun yang lalu. Jadi ya jalan nya naik-naik ke puncak gunung deh. Tipe jalan nya disini setapak dan menanjak, jadi bagi kalian yang membawa Orang Tua atau pun Stroller Bayi agak kurang disarankan ya.

Spoiler

IMG_2028.JPGIMG_2029.JPGIMG_2031.JPG

Setelah jalan nanjak sekitar 10 menitan kita akan bertemu sebuah Rest Area dimana disini kita bisa menikmati Green Tea dan Snack secara gratis karena sudah sepaket dengan harga tiket tadi. Tempat nya unik ala-ala Jepang Kuno gitu dimana kalau di Anime, karakter utama menikmat Dango di sebuah Kedai, duduk di semacam kursi panjang beralaskan karpet merah, sambil memandangi Kebun Bunga

IMG_2032.JPG

Tapi karena cuaca saat itu 2-5 derajat celcius which is dingin banget, saya milih di dalam kedai nya saja deh, karena ada heater jadi menghangatkan badan sambil Minum Green Tea dan Snack. Lumayan menghangatkan badan udah menggigil dari jalan di Bamboo Grove neh.

Nah bagi kalian yang belum pernah minum Green Tea asli Jepang atau Ocha, jangan bayangkan Green Tea Frestea yang manis di jual di Indonesia. Ocha asli Jepang itu pahit loh dan agak sedikit kental, jadi ketika masuk ke kerongkongan kayak ada keset-keset nya gitu. Tapi biasanya memang ada pendamping nya berupa Snack Manis, biasanya Dango. Tapi kali ini semacam Waffer gitu.

IMG_2034.JPGIMG_2035.JPG

Oke udah cukup menghangatkan badan dan minum Green Tea hangat nya, lanjut lagi nanjak. Tidak jauh seh nanjak nya langsung bertemu dengan Villa Utama punya Ohkouchi Denjirou ini di sini juga terdapat Rest Area untuk kita duduk. Namun tidak ada Green Tea tapi disuguhkan pemandangan dari atas yang sangat indah

IMG_2036.JPGIMG_2037.JPG

Lanjut lagi ke atas lagi kali ini ketemu dengan semacam Kuil Kecil dan juga Rumah Penjaga Kebun ini atau mungkin Rumah Pembantu ya. Tapi kok saya lebih tertarik Rumah Pembantu ini, saya jadi ingat film Oshin kalau lihat rumah ini tinggal tambahin salju aja tuh hehehe

IMG_2040.JPGIMG_2041.JPG

Tibalah di puncak dari Ohkouchi Sansou Garden ini terdapat sebuah Gardu Pandang aka Gubug, kita bisa melihat sekeliling dari Bamboo Grove dan mostly Arashiyama dari sini wih luamayan viewnya, apalagi kalau itu Pohon Bunga lagi pada bermekaran bayangin aja deh gimana keren nya :D

Spoiler

IMG_2043.JPGIMG_2045.JPGIMG_2048.JPG

Dan akhirnya turun lagi ke bawah, di jalur menuju keluar ini kita akan ketemu dengan semacam Mini Museum atau lebih tepatnya kumpulan Diorama Foto-Foto mendiang Ohkouchi Denjirou ketika masih aktif di dunia Perfilman

IMG_2050.JPG

Sudah puas disini, saya lanjutkan ke destinasi selanjutnya yang juga searah dan tidak terlalu jauh dari sini yaitu Romantic Train Sagano

ROMANTIC TRAIN SAGANO

Yuhu ini salah satu wisata ikonik juga di Arashiyama karena kita akan menggunakan kereta wisata berupa kereta yang akan melintasi beberapa lokasi menarik dari Arashiyama. Kita memulai nya dari Torokko-Arashiyama Station. Dari Garden tadi jalan kaki sekitar 15 menit kesini dengan tetap melalui jalur Bamboo Grove

IMG_2052.JPG

Untuk harga tiket nya perorang 620 yen, dan ada waktu keberangkatannya ya karena saya dari Saga Torokko Arashiyama Station dan mau lanjut ke Kinkakuji Temple alias keluar dari area Arashiyama, jadi saya harus menuju ke Kameoka Station. Untuk info lengkap waktu keberangkatan Sagano Scenic Romantic Train cek ke SINI

sagano.jpgIMG_2053.JPG

Btw di sekitar Station ini ada beberapa restoran unik yang berisi Boneka-Boneka yang agak serem kalau saya lihat seh dan juga ada Temple juga yaitu Jojakkoji Temple. Namun saya tidak masuk kesana hanya lewat saja, mengisi waktu menunggu kereta tiba

Spoiler

IMG_2054.JPGIMG_2056.JPGIMG_2057.JPGIMG_2058.JPG

Saya pilih tempat duduk yang Open Deck alias yang  beratap kaca jadi bisa melihat pemandangan dengan leluasa, namun kekurangannya adalah karena cuaca lagi dingin banget jadi gak ada heater ya kedinginan lah. Gak papa tahan aja cuma 25 menit perjalanan kok hehhe

IMG_2059.JPGIMG_2062.JPG

Kalau gak salah Sagano Romantic Train ini ada adalam Film apa gitu saya lupa, dan fitur utama nya adalah Sightseeing melintasi jalur kereta yang melewati Jembatan, lalu Pohon Sakura dan Hozugawa River. Jikalau waktu yang tepat seperti Musim Berbunga Sakura pasti lah akan lebih bagus pemandangan nya, namun sayang nya saya dapat pemandangan Pohon Sakura yang masih kosong

Spoiler

IMG_2066.JPGIMG_2070.JPGIMG_2075.JPGIMG_2077.JPGIMG_2079.JPGIMG_2084.JPG

KAMEOKA STATION

Akhirnya tiba di Kameoka Station agak kedinginan jadi ngadem dulu menghangatkan di heater Station. Tujuan saya adalah ke JR Umahori Station harus jalan kaki sekitar 10 menit dari Kameoka Station. Sebenarnya bisa menggunakan semacam Delman yang di tarik traktor agar lebih mudah sekalian Sightseeing namun saya pilih jalan kaki sekalian menikmati pemandangan nya.

Kameoka ini benar-benar Country Side banget, alias alam Desa kalau di kita. Banyak sekali hamparan hijau dari sawah dan para petani yang masih meladang disini. Tinggal disini gak nolak saya adem banget suasana nya hehehe

Spoiler

IMG_2086.JPGIMG_2085.JPGIMG_2088.JPG

Tiba di JR Umahori Station saya langsung menuju ke Saga-Arashiyama Station dengan biaya 200 yen dan di cover oleh ICOCA Card. Lalu saya pindah ke Randen Arashiyama Station menggunakan Local Train yang di cover oleh Kansai Thru Pass karena tujuan saya kali ini ke Kinkakuji Temple

KINKAKUJI TEMPLE

Dari Randen Arashiyama Station ini saya menggunakan Local Train menuju Kinkakuji Temple yang berada di Randen Kitanohakubaicho Station. Rutenya adalah Randen Arashiyama Station - Katabiranotsuji - Kitanohakubaicho biaya 210 yen di cover oleh Kansai Thru Pass

randen.jpg

Ada yang unik menggunakan Local Train Randen ini, biasanya kan kalau menggunakan Train di Jepang ini sebelum masuk station kita akan Tap Kartu kita di mesin untuk masuk ke area station nya. Namun yang ini tidak ada, dan bayar nya langsung di masinis di atas kereta. Karena saya menggunakan Kansai Thru Pass tinggal di kasih lihat saja ke masinis dan di Pintu Keluar Randen Kitanohakubaicho Station :D

Setelah keluar dari Station ini saya baru ngeh ternyata dari station ini masih agak jauh ke Kinkakuji Temple, lalu kemudian Train Station Officer menghampiri saya karena mungkin di lihat nya saya sedang kebingungan.

A: Hello sir can i help you ?

B: Yes, i want to go to Kinkakuji Temple, how can i get there ?

A: Oh kinkakuji, you can walk from here about 20 minutes walk, or you can take bus from bus stop over there No. 205 bus about 5 minutes and     200 yen fares

B: Wow thank you very much sir, i think i'll take the bus

Gak aneh jika melihat orang Jepang yang baik membantu turis tanpa di minta, tapi saya rada kaget ketika mendengar dia Fasih dalam berbahasa Inggris, dilihat dari umur nya mungkin sudah 50 tahunan. Makasih banyak loh pak hehehe

Ya saya berjalan sedikit ke Halte bus yang memang dekat station ini, dan seketika Bus no. 205 untuk menuju Kinkakuji pun tiba. Kalian tidak akan sulit dengan rute bus di Kyoto ini karena ada map dan di tiap bus ada tulisan Latin untuk rute nya. Karena saya menggunakan Kansai Thru Pass, saya tinggal memperlihatkan kartu nya ke Supir

IMG_2092.JPGIMG_2094.JPG

Yup 5 menit sudah tiba di Bus Stop Kinkakuji Temple dan saya mengikuti arus para turis lainnya menuju ke petunjuk arah Kinkakuji Temple, dan bertemu pintu gerbang nya yang terdapat pahatan batu besar dan sebuah Map area Kinkakuji ini. Dilihat dari map area nya cukup luas karena terdapat area yang naik ke dataran tinggi juga

IMG_2097.JPGIMG_2096.JPG

Untuk tiket masuk nya cukup murah 400 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk anak kecil. Tiket masuk nya unik loh semacam kertas mantra kalau kalian pernah nonton film vampire ala cina di tv dulu hahah, namun yang ini kertasnya di kasih cap gitu. Lumayan buat oleh-oleh neh bilang aja kaligrafi hahahah. Oh ya di area ini dilarang menggunakan Tongsis dan Tripod

IMG_2102.JPGIMG_2103.JPG

Kinkaku-ji Temple arti nya adalah Temple of The Golden Pavilion atau Kuil dengan Vila (Paviliun) Emas. Juga dikenal dengan nama asli nya Rokuon-ji Temple artinya Deer Garden Temple. Merupakan kuil penganut agama Buddha. Kenapa di sebut Temple of Golden Pavilion, karena memang ditengah-tengah kompleks ini terdapat semacam Kuil yang berbentuk Vila ditengah Danau yang terbuat dari Emas loh

Spoiler

IMG_2105.JPGIMG_2109.JPGIMG_2111.JPG

Lalu mulai lah mengitari kompleks ini, terdapat beberapa rumah ala Jepang kuno dan juga terdapat juga beberapa Patung yang biasanya orang melemparkan koin ke patung tersebut, entah untuk apa saya pun iseng nyobain koin 10 yen hahahah

IMG_2113.JPGIMG_2114.JPG

Lalu tiba di area puncak dari Kompleks Kinkakuji ini kita bisa melihat ujung dari Golden Temple dan juga terdapat Rest Area, yang menyajikan Green Tea namun harus bayar lagi ya kalau gak salah 500 yen lengkap dengan snack nya

IMG_2116.JPGIMG_2117.JPG.

Tidak lama di area Kinkakuji ini mungkin hanya sekitar 20 menitan saya sudah keluar lagi karena waktu mepet sudah pukul 15.30 WIT masih ada beberapa destinasi lagi yang harus di kunjungi. Kali ini tujuan saya adalah ke Ginkakuji Temple.

GINKAKUJI TEMPLE

Bagaimana cara ke Ginkakuji Temple dari Kinkakuji Temple? jawabanya adalah Naik Bus no. 204 dari Kinkakuji Bus Stop turun di Ginkakuji Michi Bus Stop, perjalanan sekitar 40 menit. Harga nya 200 yen namun karena saya menggunakan Kansai Thru Pass jadi gratis.

Dari Ginkakuji Michi Bus Stop ikuti saja lagi arus para turis yang pasti nya menuju ke Ginkakuji, atau turun dari bus langsung ambil ke arah kiri ketemu Perempatan ambil kanan lurus saja ikuti jalan akan ketemu plang Ginkakuji, jalan kaki sekitar 10 menitan. Akan ketemu plang petunjuk ke Ginkakuji ini

IMG_2124.JPG

Tiket masuk nya agak mahal sedikit dari Kinkakuji yaitu 500 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk anak kecil. Dan juga tetap tidak boleh membawa Tripod dan Tongsis ya. Waktu kunjungan dari pukul 08.30 - 17.00 WIT

IMG_2128.JPGIMG_2125.JPG

Kalau Kinkakuji adalah Golden Pavilion Temple nah Ginkakuji ini adalah adik nya yaitu Silver Pavilion. Dengan nama aslinya adalah Jisho-ji Temple. Berada di area Higashiyama Kyoto. Cukup luas juga dan hampir sama dengan Kinkakuji, di Ginkakuji juga mempunyai dataran tinggi dan danau. Serta Silver Pavilion nya juga berada di sekitar danau.

Spoiler

IMG_2138.JPGIMG_2129.JPGIMG_2130.JPGIMG_2134.JPGIMG_2140.JPG

Disini pun saya tidak berlama-lama hanya sekitar 30 menitan karena memang sudah sore dan sudah mau tutup jadi ya saya langsung lanjut ke destinasi berikut nya yang dekat sini. Yaitu Philosopher's Walk

PHILOSOPHER'S WALK

Nah tadi di jalan menuju ke gerbang Ginkakuji ini ada pertigaan, nah jalan yang ke kanan itu jalan yang kecil menyusuri sebuah selokan atau sungai. Di pinggir sungai ini di bangun jalan setapak dan taman sepanjang jalan tersebut. Di taman ini terdapat banyak Pohon Sakura, namanya Philosopher's Walk / Philosopher's Path

Spoiler

IMG_2121.JPGIMG_2145.JPGIMG_2148.JPG

Philosopher's Walk ini ketika musim Bunga Sakura mekar sangat indah sekali loh, sudah banyak foto di Google tentang jalan ini yang sederhana namun menyimpan keindahan magis yang tak ternilai seperti ini contoh nya

philosopher path2.jpg

Gila keren kan cuma jalan setapak biasa kalau datang pas waktu yang tepat jadi momen yang tak terlupakan, namun sayang saya datang pas momen yang kurang tepat, yowes gak papa lah hehehe. Lanjut ke destinasi berikut nya yaitu Kiyomizu Dera Temple

KIYOMIZU-DERA TEMPLE

Untuk menuju ke Kiyomize-Dera dari Kinkakuji ini lagi lagi Bus adalah pilihan paling tepat, memang di Kyoto ini Bus sangat cocok untuk keliling, jika kalian tidak mempunyai Kansai Thru Pass disarankan menggunakan Kyoto Bus Pass perhari hanya 500 yen.

Ok bus yang kita gunakan adalah Bus no. 100. Bus ini adalah City Tour Bus namanya RAKU BUS, bus ini khusus mengelilingi tempat wisata favorit di Kyoto seperti Kinkakuji, Kiyomizu-dera, Gion, Ginkakuji, Kyoto Station, dll untuk info lengkap rute bus no. 100 nanti saya bahas ya. Dan unik nya lagi bus ini berwarna Pink loh hahhaha. Naik dari Bus Stop yang dekat dari Gerbang Ginkakuji Temple

Spoiler

IMG_2154.JPGIMG_2150.JPGIMG_2151.JPGIMG_2153.JPG

Bus di Kyoto sekali naik harganya 200 yen jadi sayang kan kalau kalian bakalan sering menggunakan Bus jika harus bayar terus, makanya Kyoto Bus Pass atau Kansai Thru Pass berguna banget di Kyoto loh. Perjalanan dari Ginkakuji ke Kiyomizu-dera sekitar 20 menit.

Tiba di Kiyomizu-dera sekitar 17.30 WIT sudah mulai gelap sedangkan waktu tutup dari Kiyomizu-dera adalah 18.00 WIT. Jadi saya hanya ada waktu sebentar. Sepanjang jalan menuju temple nya kita akan melalui jalan yang menanjak. Dan di kiri kanan banyak Restoran dan Toko Souvenir unik khas Kyoto, lalu juga banyak dari toko-toko tersebut yang menyediakan Tester gratis loh. Kebetulan belum makan siang jadi icip icip aja agak banyakan hahaha

IMG_2155.JPGIMG_2164.JPG

Oh iya salah satu yang unik di salah satu restoran disini Pohon Sakura nya ada yang sudah berbunga mekar cukup banyak loh, lumayan dapat juga ketemu dengan Sakura Blossom heheh

IMG_2157.JPGIMG_2161.JPG

Akhirnya tiba di gerbang utama dari Kiyomizu-dera ini perjalanan dari bawah sampai ke atas ini sekitar 15 menit gak capek kok walaupun jalan nya nanjak, karena icip-icip tester kiri kanan hahaha. Pertama saya melihat Gerbang Utama temple ini gede banget ya, mungkin Temple terbesar yang pernah saya kunjungi di Jepang ini. 

IMG_2165.JPGIMG_2167.JPG

Masuk ke area dalam nya langsung menuju loket untuk membeli tiket masuk seharga 300 yen. Murah ya padahal gede begini tempatnya. Gerbang masuk utama nya sedang di renovasi jadi harus melalui jalan alternatif yang langsung menuju Temple Utama nya. Kalau dari sisi dalam Temple nya gak kerasa kalau kita sudah di dalam temple karena seperti rumah panggung besar gitu

IMG_2178.JPG

Lalu saya menuju ke area samping nya agar bisa mem foto secara keseluruhan Temple ini dan wow megah banget bangunan nya, persis seperti foto yang banyak berseliweran di Google itu. Kyoto Tower juga bisa terlihat dari kejauhan. Memang disini posisi yang pas untuk melihat Kyoto

Spoiler

IMG_2182.JPGIMG_2184.JPGIMG_2187.JPG

Turun ke bawah terdapat sebuah pancuran dimana kita bisa mengikuti ritual nya mencuci tangan dari air tersebut unik seh khasiatnya saya kurang tahu juga, dan air nya dingin heheh

IMG_2197.JPGIMG_2204.JPG

Petugas sudah memberikan pengumuman bahwa Kiyomizu-dera akan ditutup sebentar lagi melalui pengeras suara, jadi saya cepat-cepat mencari arah jalan keluar, dan ketemu Pagoda nya yang sangat gagah sayang untuk dilewatkan sekalian pulang poto bentar, karena area Pagoda tersebut yang lagi di renovasi jadi tidak bisa di masuki.

IMG_2206.JPG

Keluar dari Kiyomizu-dera ini mumpung belum gelap saya teringat teman pernah bilang kalau di area Kiyomizu-dera ini ada satu jalan yang Otentik sekali jepang nya alias Rumah ala Jepang nya asli banget, jadi sayang kalau di lewatkan namanya Kiyomizu-Zaka Street

KIYOMIZU-ZAKA STREET

Sebenarnya ketika jalan nanjak menuju ke Kiyomizu-dera ini kita akan melewati plang pertigaan ini kalau dari bawah berarti di sebelah kiri, kalau dari atas ya sebelah kanan. Jadi kalau kalian jalan turun dari atas jalan pelan saja karena tidak jauh kok dari Gerbang Kiyomizu-dera ini. 

Spoiler

IMG_2209.JPGIMG_2210.JPGIMG_2212.JPGIMG_2214.JPGIMG_2219.JPG

Karena sudah gelap jadi ya sudah pada tutup seh, disini juga kiri kanan adalah restoran dan toko souvenir cuma bangunan nya adalah ala Rumah Jepang lama. Jika di perhatikan mirip rumah ala Doraemon ya atau mungkin Naruto ya heheheh. Oh ya disini juga ketemu dengan Hello Kitty Cafe loh

Spoiler

IMG_2216.JPGIMG_2217.JPGIMG_2218.JPG

Dan ternyata Jalan Kiyomizu-Zaka Street ini tembusnya sampai ke Yasaka Shrine loh

YASAKA SHRINE

Yasaka Shrine ini sendiri sebenarnya cuma beda 1 Bus Stop dari Kiyomizu-dera jadi memang berdekatan, jadi dari Kiyomizu-zaka street ada jalan tembus langsung mengarah ke sini. Katanya juga disini suka ada Maiko / Geisha. Berharap bisa bertemu dengan para Maiko / Geisha. Namun apa daya karena sudah malam dan gelap, mungkin mereka sudah tidak ada jadi cukup kosong disini

IMG_2228.JPGIMG_2226.JPG

Masih kurang puas explore karena belum ketemu Geisha nya, saya cari lagi tempat "Mangkal" para geisha yang katanya juga ada di jalan Shinbashi Dori yang dekat juga dari sini

SHINBASHI DORI

Dari Yasaka Shrine tadi saya mengarah ke jalan Shinbashi Dori yang tidak terlalu jauh hanya sekitar 10 menitan jalan kaki saja. Mengarah ke utara, di perempatan kedua langsung ambil kiri, sudah area Shinbashi Dori, yang katanya di sini adalah juga tempat "mangkal" nya para Geisha. Maksud mangkal disini adalah mereka sering berjalan di area ini.

shinbashi dori.jpg

Dan juga Shinbashi Dori ini disebut salah satu Jalan Setapak Terindah di Kyoto. Karena jalan nya mirip Philosopher's Walk di Ginkakuji tadi di pinggir sungai / kanal Shirakawa Canal dan di tumbuhi Pohon Sakura. Namun sayang saya tidak bertemu Geisha ataupun Pohon Sakura yang sedang mekar. 

IMG_2233.JPGIMG_2242.JPG

Ini penampakan Shinbashi Dori jika sedang bagus, keren loh :D 

1609--8ba8725905d62a631e281b1aa8734a63.j

Ya sudah lah akhirnya saya putuskan untuk sudahi petualangan Kyoto hari ini dan putuskan untuk cari makan malam, karena dari tadi siang saya belum Makan loh, hanya icip icip dari tester gratis di Kiyomizu-dera. Karena saya dekat dengan Gion Shijo Station saya putuskan cari makan di Kyoto Station saja

KYOTO STATION

Dari Gion Shijo saya ke Kyoto Station dengan rute Gion-Shijo - Tofukuji - Kyoto Station dengan biaya 270 yen di cover oleh Kansai Thru Pass. Langsung saya mencari restoran favorit saya jika ke Jepang yaitu Yoshinoya. Letaknya di area luar dari Kyoto Station di pintu Barat. Kalian bisa gunakan Google Map untuk mencari nya

Hahaha saya suka banget Yoshinoya Jepang ini beda banget dengan Yoshinoya di Indonesia selain enak juga harga nya murah loh. Saya pesan menu yang sama seperti 2 tahun lalu saya ke Tokyo yaitu Beef Set seharga 630 yen. Disini juga memang serasa makan di kedai Jepang gitu dimana kita duduk memutar di tengah. Menghadap ke dapur. Pokoknya enak dan seru deh :D

Spoiler

IMG_2246.JPGIMG_2251.JPGIMG_2252.JPG

Makan sudah kenyang dan badan sudah capek banget akhirnya saya putuskan untuk pulang ke penginapan di J-Hoppers Kyoto Guesthouse sekitar 10 menit perjalanan dan langsung mandi lalu istirahat karena sudah capek banget.

Sekian cerita perjalanan di hari Kedua di Kyoto, nantikan lanjutan nya ya di Day 3:D

PENGELUARAN DAY 2

pengeluaran day 2.jpg

DAY 3 : 11 Maret 2016

Itinerary Day 3 :

  1. Fushimi Inari
  2. Nara

Bangun pagi hari ini pukul 07.00 WIT agak malas, teringat kalau ini hari terakhir menginjakkan kaki di Jepang khusus nya Kyoto pada tahun 2016 ini, yang entah kapan lagi bisa berkunjung ke kota yang sangat indah ini :(

Seperti biasa Seven Eleven / 711 adalah toko favorit di pagi hari untuk sarapan dengan menu yang sama, Onigiri + Cup Noodle seharga 400 yen. Kalau di tanya gak bosan makan itu terus tiap pagi ? Jawabannya enggak, karena Onigiri dan Cup Noodles nya banyak rasa nya. Hari ini saya coba Onigiri yang Salmon sedangkan Cup Fried Noodles nya rasa Seafood :D

IMG_2260.JPG

Rute hari ini tidak banyak dan mungkin hanya satu yaitu yang kemarin tidak sempat karena sudah malam ke Fushimi Inari dan rencana juga akan lanjut ke Nara sebentar, sebelum malam nya Flight ke Seoul Korea Selatan dari Kansai International Airport Osaka. Jadi ya hari ini agak santai dulu Check Out dari penginapan sekitar pukul 09.00 WIT. Sudah say goodbye dengan teman-teman baru juga dan foto narsis dulu hehe

IMG_2259.JPG

FUSHIMI INARI

Kalau orang awam yang belum pernah ke Kyoto ketika mendengar kata Fushimi Inari pasti langsung teringat film Memoirs Of a Geisha, karena disini adalah tempat salah satu adegan yang sangat scematic banget dimana pemeran utama berlari di sekumpulan Gate di Fushimi Inari ini.

Fushimi Inari ini adalah sebuah Shrine (Kuil) terletak di wilayah Fushimi-ku dan berada di kaki Gunung Inari. Jadi kalian bisa tahu kan nama Fushimi Inari itu dari mana asalnya. Masih berada di kawasan Kyoto, perbedaan nya dengan Kuil lain nya yang ada di Kyoto ini. Di Fushimi Inari selain ada Kuil terdapat juga gerbang-gerbang yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuka sebuah jalan atau terowongan, disebut Fushimi Inari Taisha

IMG_2331.JPG

Dari Guesthouse saya berangkat pukul 09.00 WIT jalan kaki menuju Kyoto Station untuk menuju Fushimi Inari ini dengan menggunakan JR Nara Line rute Kyoto Station - Tofukuji - Fushimi Inari Station seharga 270 yen. Di cover oleh ICOCA Pass, karena hari ini Kansai Thru Pass saya sudah habis waktu berlaku nya untuk 3 hari.

fushimi.jpg

Sesampai nya di sini saya langsung menuju ke Fushimi Inari yang gerbang nya ternyata pas di depan Stasiun ini dekat sekali kalian tidak akan terlewatkan deh. Ini penampakan gerbang nya, sudah mencirikan Fushimi Inari banget kan. Dan masuk ke Fushimi Inari ini GRATIS ya

IMG_2285.JPG

Kawasan Fushimi Inari ini sangat luas di mana terdapat kawasan Dataran Tinggi, Danau dan juga Kuil Utama. Karena waktu saya tidak begitu banyak untuk explore Fushimi Inari, saya langsung menuju ke set Memoirs of Geisha atau disebut Fushimi Inari Taisha. Letak nya ambil jalan ke arah kiri dari Gerbang Utama, menaiki beberapa tangga. 

Spoiler

IMG_2296.JPGIMG_2298.JPGIMG_2306.JPGIMG_2307.JPG

Dan setelah melewati 2 set anak tangga ketemu lah dengan Fushimi Inari Taisha ini yang dimana sudah crowded padahal baru jam 10 pagi waktu setempat. Tapi ya karena curi-curi poto akhirnya bisa juga poto di Taisha ini dengan background kosong hahahhaa. Cari timing yang pas saja dengan Tongsis = Tolong Donk Sis :P

Oh ya Fushimi Inari Taisha ini juga ada 2 set loh, set pertama Taisha yang gede lalu setelah melewati taisha gede ini kita akan bertemu Kuil kecil dan dilanjutkan dengan Taisha yang kecil. Nah lokasi nya Memoirs of a Geisha ini yang di Taisha kecil karena memang lebih bagus seh. Dan jika kalian perhatikan di bagian belakang dari palang Taisha ini ada tulisan Jepang, katanya seh Taisha yang ada di sini sebagian besar sumbangan dari Perusahaan Swasta, jadi mereka menuliskan nama Perusahaan nya disitu

Spoiler

IMG_2311.JPGIMG_2353.JPGIMG_2338.JPGIMG_2343.JPGIMG_2344.JPG

Jalan terus menyusuri Taisha ini kita akan memasuki semacam area Perbukitan nya dimana ada pilihan untuk ke Kanan ke area Kuil di atas Bukit atau ke Kiri ke area Danau. Karena saya tidak punya waktu banyak dan saya pernah baca mendaki bukit nya cukup memakan waktu lama, jadi saya putuskan untuk ke area Danau saja

IMG_2367.JPGIMG_2368.JPG

Tidak berlama-lama di area Fushimi Inari Taisha ini saya lebih tertarik di area jalan di depan Kuil ini. Karena banyak terdapat Yatai atau pedagang kaki lima yang menjual makanan khas Jepang, seperti Takoyaki, Yakitori, Dango, Okonomiyaki dll. Saya tertarik dengan Dango dan dan Okonomiyaki. Maka saya coba 1 Dango Bakar seharga 200 yen dan juga Okonomiyaki seharga 500 yen

Spoiler

IMG_2369.JPGIMG_2370.JPGIMG_2373.JPGIMG_2374.JPGIMG_2375.JPG

Area Yatai ini dimana ? Gampang kok ketika sebelum Gerbang Utama Fushimi Inari yang gede itu, ada jalan ke kiri nah disana lah para Yatai berjualan sepanjang jalan itu, harga yang di patok standar dari 200 - 500 yen kok. Untuk rasa Dango nya mirip kue Mochi kenyal-kenyal manis tapi karena di taburi bubuk ikan jadi ada rasa asin nya. Sedangkan Okonomiyaki ini sering disebut Japanese Vegetables Pancake. Karena memang berbahan dasar sayuran dan di bentuk seperti pancake, rasanya cenderung asin tapi enak kok :D

Yup sudah pukul 11.30 WIT saya putuskan untuk sudahi kunjungan di Fushimi Inari dan juga menyudahi trip Kyoto kali ini. Karena saya akan lanjut ke Nara dan ke Seoul dari Osaka.

Menurut saya Kyoto sangat menarik saya bersedia stay lebih lama mungkin seminggu disini daripada di Osaka, karena atmosfer wisata di Kyoto ini pas banget untuk saya dan kalian juga wajib untuk mencoba explore Kyoto ya. Apalagi yang suka dengan Budaya dan Alam.

PENGELUARAN DAY 3

pengeluaran day 3.jpg

Sekian Cerita Perjalanan Kyoto saya selama 3 hari Its Very Awesome. Semoga berguna dan silahkan di Share jika berkenan :D

INFO DAN TIPS TAMBAHAN

Beberapa info dan tips tambahan yang kalian harus tahu mengenai Osaka :

  1. Jika kalian ingin melihat Sakura di Kyoto sekitar Akhir Maret - Pertengahan April
  2. Penggunaan Internet Smartphone di Jepang saya sarankan gunakan Sim Card Jepang seperti B-Mobile Visitor Sim 14 hari 2500 yen KLIK
  3. Antara Kansai Thru Pass dan ICOCA Card penggunaan nya berdampingan, karena ada wilayah yang tidak di cover oleh Kansai Thru Pass, begitu pula dengan ICOCA / PASMO Card
  4. Jika tidak menggunakan Kansai Thru Pass selama di Kyoto gunakan Kyoto Bus Pass perhari 500 yen, karena akan sering menggunakan bus
  5. Selalu update tentang ramalan cuaca di Jepang, dari Smartphone karena prakiraan cuaca di Jepang cukup akurat
  6. Jika kalian tinggal di Guesthouse / Hostel cobalah ikuti Event-Event di penginapan tersebut untuk mendapatkan kenalan baru
  7. Gunakan website Hyperdia untuk mencaari rute Train untuk semua Jepang termasuk Kyoto klik DISINI
  8. Hyperdia bisa di akses via Smartphone Browser dan untuk android sudah ada aplikasi nya

Baca Juga : 3 Hari di Osaka itu Seru Loh

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, deffa said:

@Vean Tristan

solo traveling mas kalo soal poto2 ada tongsis = tolong donk sis hahaha

@HarrisWang

haha iya gue juga gak nyangka hari kedua bisa dapat semua 

cuma yang Gion dan Geisha gak dapat uy :D 

kalo Fushimi Inari memang di hari ketiga sekalian ke Nara :D 

Beda sama gw kemarin sih ya, yang sama sekali belum ada gambaran, cara mikirin kereta aja masih bingung pas sebelum pergi hahahaha

Kalau Momod kan udah kesekian kali ya, udah ada gambaran dan udah bisa mengira ngira.

Gw aja kayaknya pas ke Kiyomizu-Dera, udah langsung pulang kayaknya hahahahahahaha

Yang Kiyomizu-Zaka Street kita lewatin juga, yang ada pohon sakura 1 rame banget, sama nemu roti beras Jepang.

Suasananya asik juga di pedestrian situ, ternyata emang terkenal juga ya. Kirain kemarin itu malah sengaja "nyasar" kesitu :D 

Beef Set Yoshinoya nya ngga nahan euy, jadi pengen balik lagi makan langsung disana :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, HarrisWang said:

Beda sama gw kemarin sih ya, yang sama sekali belum ada gambaran, cara mikirin kereta aja masih bingung pas sebelum pergi hahahaha

Kalau Momod kan udah kesekian kali ya, udah ada gambaran dan udah bisa mengira ngira.

Gw aja kayaknya pas ke Kiyomizu-Dera, udah langsung pulang kayaknya hahahahahahaha

Yang Kiyomizu-Zaka Street kita lewatin juga, yang ada pohon sakura 1 rame banget, sama nemu roti beras Jepang.

Suasananya asik juga di pedestrian situ, ternyata emang terkenal juga ya. Kirain kemarin itu malah sengaja "nyasar" kesitu :D 

Beef Set Yoshinoya nya ngga nahan euy, jadi pengen balik lagi makan langsung disana :P 

ya lumayan ada pengalaman dari Tokyo 2 tahun lalu jadi gak terlalu kaget dengan Kereta di Osaka heheh

ke Kiyomizu-dera kalau di hitung waktu paling cuma 30 menit aku muter2 itu karena udah sore seh. Dan Kiyomizu-Zaka street emang bagus nya pas siang karena selain bangunan nya ala jepang kuno di situ juga banyak Tester Gratisan hahahaha

Yoi Yoshinoya di Jepang beda banget dah pokoknya worth banget gue gak makan siang cuma untuk makan di Yoshinoya malam nya hahahah. Pas di Tokyo 2 tahun lalu malah 2 kali gue makan di yoshinoya :P

2 minutes ago, kyosash said:

wah padat bener nih jadwalnya :huh:, btw as always nice share :rate 

thx u ya kalau jalan sendiri bisa di padet2 in heheh :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 minutes ago, twindry said:

berasa syuting pelem stripping kl ke kyoto dalam beberapa hari aja ya :D

 :rate di tunggu episode selanjutnya

hahaha masih banyak tuh yang skip belum lagi ke Desa Ninja yang dekat Kyoto ini Toei apa gitu memang tempat shooting film kolosal seh hahaha

Kyoto emang worth banget kalo ke Kansai mending lamain di Kyoto daripada osaka

Just now, Gempur Pranata Sumitro said:

mantep om mod,,detailnya keren @deffa.....

tapi yang tertarik dengan nomor cantik dari 3 wanita memakai kimono... :kesengsem

hahaha Nocan ada Line ada 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

@deffa yah sbnrnya gua jg lbh prefer kyoto daripada tokyo :D tapi apa boleh buat. semoga ada rejeki lagi bisa balik ke sana pas honeymoon nanti dah :senyum wakakak

 

wih udah mau honeymoon aja neh hehe

ya di Tokyo juga banyak yang seru kok buat first timer memang cocok explore Tokyo :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 minutes ago, deffa said:

wih udah mau honeymoon aja neh hehe

ya di Tokyo juga banyak yang seru kok buat first timer memang cocok explore Tokyo :D 

wakakak...kagak..kan siapa tau aja ada rezeki nya nanti :D

yah nikmati aja yg udh ada dulu ya. sekalian jadi pemacu semangat biar ada tujuan hidup hahahah:geram

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

wakakak...kagak..kan siapa tau aja ada rezeki nya nanti :D

yah nikmati aja yg udh ada dulu ya. sekalian jadi pemacu semangat biar ada tujuan hidup hahahah:geram

yoi lanjutkan dah dapat lom tiketnya november heheh 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, eka wibisono said:

@deffaWaahh..FR nya mantap. Emang Kyoto.. obyek wisatanya byk yg menarik, serasa napak tilas film "Memoirs of Geisha" hehehe...:salut

iya mba Kyoto worth banget spending time lebih lama di daerah Kansai ini

karena memang kota wisata banget :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
42 minutes ago, twindry said:

@deffa

blm dapet. :D soalnya masih mahal. btw garuda travel fair PP osaka 2,5jt kmrn gua liat di tepi iklannya mod. kali momod mau pergi lagi :ngakak

iya tapi belum tax dll ya mungkin 3,5 an masih murah tuh :D

tar sore mau cek :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".