deffa

Awesome 3 Days in Kyoto

54 posts in this topic

Hola Deffa Here !!!

Pasti sudah nunggu lanjutan cerita perjalanan saya ke Kansai Jepang 7-11 Maret 2016 lalu kan, setelah Explore Osaka selama 3 hari bisa di Baca DISINI. Lanjutannya adalah Explore Kyoto selama 3 hari juga, yang sekarang masu saya ulas, yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang mau ke Kyoto juga ya.

Advice, tulisan ini akan sangat panjang, jadi persiapkan waktu untuk membaca dengan teliti karena pasti banyak hal berguna yang bisa kalian ambil dari tulisan ini loh :D

IMG_2160.JPG

DAY 1 : 9 Maret 2016

Itinerary Day 1 :

  1. J-Hoppers Kyoto Guesthouse

Saya tiba di Kyoto Station dari Osaka sekitar pukul 20.00 WIT dengan menggunakan Kansai Thru Pass jadi perjalanan ini sudah di cover Pass tersebut, info tentang Kansai Thru Pass baca DISINI

Karena sudah malam saya langsung saja menuju penginapan, yang saya booking secara online di J-Hoppers Kyoto Guesthouse. Cukup dekat dari Kyoto Station hanya sekitar 10 menitan jalan kaki saja. Saya memilih Deluxe Private Room with Shared Bathroom permalam harga nya 6000 yen. Unik nya adalah kamar nya bertipe Ryokan. Untuk pengalaman di J-Hoppers Kyoto Guesthouse baca DISINI

Spoiler

IMG_1903.JPGIMG_1908.JPGIMG_2256.JPGIMG_1914.JPGIMG_2277.JPG

Penginapan nya sangat bagus dan murah, juga staff yang baik. Lalu teman-teman baru yang gokil karena saya langsung di sambut dengan Welcome Party padahal baru kenalan loh dari berbeda negara hehehe :D

Hari pertama ini saya habis kan dengan Party di dalam Guesthouse dengan teman-teman baru sekalian menyusun itinerary untuk besok juga. Jadi hari pertama ini saya tidak keluar uang sama sekali (Untuk penginapan sudah di bayar via Online sebelum nya) :D 

DAY 2 : 10 MARET 2016

Itinerary Day 2 :

  1. Arashiyama
  2. Togetsu-kyo Bridge
  3. Tenryu-ji Zen Temple & Sogenchi Garden
  4. Path of Bamboo / Bamboo Grove
  5. Nonomiya Shrine
  6. Ohkouchi Sansou Garden
  7. Romantic Train Sagano
  8. Kameoka
  9. Kinkakuji Temple
  10. Ginkakuji Temple
  11. Philosopher's Walk
  12. Kiyomizu-dera Temple
  13. Kiyomizu-Zaka Street
  14. Yasaka Shrine
  15. Shinbashi Dori
  16. Makan Malam di Yoshinoya

Pagi di hari kedua di Kyoto ini saya terbangun sekitar pukul 07.00 WIT, langsung menuju swalayan favorit yaitu 711 / Sevel untuk membeli sarapan berupa Onigiri + Cup Noodle seharga total 400 yen. Gak tahu ya tiap kali ke Jepang sarapan saya ini terus doyan atau emang gak ada lagi yang lebih murah hahahah

IMG_1919.JPG

Setelah sarapan dan mandi persiapan hari ini kebetulan cuaca cerah, jadi saya putuskan untuk ke tempat wisata yang paling jauh terlebih dahulu yaitu di bagian Barat Kyoto adalah Arashiyama

ARASHIYAMA

Untuk menuju area Arashiyama ini saya memutuskan menggunakan Kereta saja karena lebih cepat jadi hemat waktu sekitar 15 menit, jika menggunakan bus sekitar 15 menit. Menggunakan kereta dari Kyoto Station, sebelum nya saya Top Up lagi Saldo dari ICOCA Card sebesar 2000 yen, karena jalur kereta di Kyoto untuk JR lebih cepat daripada menggunakan kereta Local yang di cover Kansai Thru Pass.

Jalur yang saya lalui adalah Kyoto Station - Saga Arashiyama seharga 240 yen di cover oleh ICOCA Card

kyoto1.jpg

Tiba di JR Saga-Arashiyama Station ini sudah cukup dekat ke beberapa tempat wisata, karena station ini sebagai patokan. Kalian harus perhatikan di sekeliling Station ini ada banyak petunjuk dan salah satunya ada Itinerary Famous Sightseeing Spot in Kyoto sangat berguna loh karena cukup mudah di pahami. Kalian ikuti itinerary ini saja sudah bisa keliling Kyoto, menarik kan

IMG_1928.JPGIMG_1929.JPG

Nah keluar dari Station tujuan saya yang pertama adalah Togetsu-kyo Bridge yang cukup populer sebagai tempat sightseeing turis. Dan kita hanya perlu waktu berjalan kaki sekitar 10 menit untuk menuju kesana dari Station ini.

TOGETSU-KYO BRIDGE

Togetsu-Kyo Bridge ini sesuai namanya ya sebuah jembatan yang sebenarnya di gunakan sehari-hari oleh penduduk Kyoto untuk menyebrang Sungai Oi atau Oi River. Kenapa jadi cukup terkenal selain sering di gunakan tempat shooting J-Dorama. Juga memang pemandangan nya sangat keren dan sayang jika di lewatkan.

Dari Saga-Arashiyama Station ini, dengan badan kalian membelakangi Station seperti poto di bawah. Kalian akan berhadapan dengan 5 jalan atau simpang lima. Pilih lah jalan yang Kedua dari Kanan atau selurusan badan (ikuti saja wisatawan lain yang berjalan ramai). Karena arah itu akan menuju sebuah plang ke petunjuk arah Togetsu-kyo. Nanti akan mentok di pertigaan ikuti petunjuk ke arah kiri untuk ke Togetsu-kyo

Spoiler

IMG_1930.JPGIMG_1934.JPGIMG_1935.JPGIMG_1940.JPG

Btw selama perjalanan ke Togetsu-Kyo Bridge ini di kiri kanan jalan banyak sekali restoran dan toko souvenir, ada beberapa restoran yang cukup menarik perhatian saya yang satu adalah Vegan & Muslim Friendly Restaurant dan juga Restoran dengan taman yang cantik di depan nya. Kalian tidak akan melewatkan ini karena searah. Ada juga toko buku yang menarik yaitu London Books

Spoiler

IMG_1932.JPGIMG_1938.JPGIMG_1933.JPG

Tidak lama tibalah di Togetsu-Kyo Bridge ya sesuai ekspektasi berupa jembatan yang di aliri sunga Oii yang cukup luas. Hal yang bisa dilakukan disini ya berfoto ria, cuma hati-hati ya karena ini esensi nya jalan raya jadi banyak kendaraan lalu lalang, dan juga jalan di arashiyama ini tidak besar.

Spoiler

IMG_1941.JPGIMG_1944.JPGIMG_1946.JPG

Oh ya tidak sengaja bertemu seorang Maiko / Geisha atau apapun lah sebutannya dengan pakaian tradisional nya, lengkap di temani seorang samurai (mungkin) yang sedang berada disini, karena aneh juga biasanya mereka hanya berada di area Gyon di tengah kota Kyoto. Sayang nya sama seperti di Gyon mereka sulit di ajak berfoto, ada yang nekat minta foto bareng. Yang setelah foto itu si Maiko raut muka nya agak kecewa atau sedih, karena pada dasarnya mereka memang tidak mau (tidak boleh) di ajak poto bareng

IMG_1943.JPG

Lalu beranjak ke tengah dari Togetsu-Kyo Bridge ini, ya harus tetap hati-hati lihat kanan kiri, karena lalu lalang dari kendaraan makin ramai. Karena kondisi saat itu pagi jadi orang sedang memulai aktifitas. Di atas jembatannya pemandangan lebih bagus lagi, kita bisa dapat background sungai dan bukit di kejauhan :D

IMG_1948.JPGIMG_1949.JPG

Sudah puas di Togetsu-Kyo Bridge ini, selama perjalanan kesini saya melewati satu temple yaitu Tenryu-ji Zen Temple dengan Sogenchi Garden nya. Saya pun putuskan kesana untuk memuaskan rasa penasaran saya.

TENRYU-JI ZEN TEMPLE & SOGENCHI GARDEN

Tidak jauh dari Togetsu-Kyo Bridge hanya sekitar 5 menit jalan kaki, dan sepanjang jalan ini tetap akan menemukan toko souvenir dan restoran serta jajanan khas Kyoto yang unik. Dan melewati Randen Arashiyama Station, jika tadi saya menggunakan rute Kansai Thru Pass keluarnya disini lebih dekat seh.

 IMG_1955.JPGIMG_1954.JPG

Tiba lah di Tenryu-Ji Zen Temple & Sogenchi Garden. Yup mereka sepaket dan satu area jadi kalian bisa berwisata di 2 tempat sekaligus. Dan ternyata di akui oleh PBB sebagai World Heritage Site loh, tambah penasaran sebagus apa ya

Apa yang kalian bayangkan jika mendengar kata Kyoto ? Pasti lah salah satu nya adalah Sakura ya kan. Yup itu juga yang membuat saya datang ke Kyoto pada waktu awal Musim Semi ini, berharap bisa bertemu dengan Mbak Sakura itu, walaupun masih belum Blooming karena baru awal musim Semi.

Namun di Tenryu-ji Zen Temple ini sudah ada yang mulai berbunga walaupun masih belum banyak, dan saya kebetulan masuk dari area parkir mobil menuju ke Temple di kiri kanan banyak sekali Pohon Sakura yang mulai berbunga. Temple nya sendiri di bagi atas beberapa, di bagian parkiran ini terdapat beberapa temple kecil untuk sebelum menuju Temple Utama di Sogenchi Garden

Spoiler

IMG_1957.JPGIMG_1958.JPGIMG_1960.JPGIMG_1961.JPG

Lalu tibalah di area Sogenchi Garden yang ditandai oleh sebuar Rumah Besar yang berfungsi sebagai Loket. Untuk harga tiket nya ada 2 macam Terpisah atau Terusan, maksudnya Terpisah Garden saja atau Temple saja, atau Terusan yang sepaket. Namun karena saya pilih yang terusan Garden + Temple seharga 600 yen

IMG_1964.JPGIMG_1966.JPG

Pertama saya masuk dari area Temple dulu walaupun sebenarnya Garden nya juga terlihat dari area Temple ini, hanya saja belum bisa menjejakkan kaki di Garden nya karena masuk ke area Temple harus lepas sepatu dan tuker dengan Sendal Khusus ala Jepang gitu. Masuk area pertama langsung ketemu dengan lukisan besar Ninja Lucu yang saya bingung siapa dia Goemon kah ? hahahaha

IMG_1967.JPG

Menyusuri area Temple ini akhirnya saya merasakan gimana seperti di Film Jepang Kolosal yang duduk rumah ala Jepang beralaskan tatami dengan pemandangan taman yang indah beserta kolam nya, suatu pemandangan yang uye banget deh. Kompleks Temple ini walaupun tidak begitu luas namun memiliki beberapa ruangan yang akhirnya menuju ke Temple Utama, Tenryu-ji Zen Temple

Spoiler

IMG_1969.JPGIMG_1974.JPGIMG_1972.JPGIMG_1976.JPGIMG_1979.JPG

Sampai di area Temple Utama Tenryu-Ji Zen Temple, saya tertarik padah sebuah Pohon Sakura yang agak lebih banyak bunga Sakura nya yang mekar daripada pohon Sakura yang lain nya di sekitar sini, kesempatan kapan lagi kan bisa dapat Sakura heheh

IMG_1982.JPGIMG_1987.JPG 

Walaupun sakuranya tidak banyak bermekaran namun lumayan lah, karena ini sudah titik akhir dari area Temple akhirnya saya putuskan keluar dan mengenakan sepatu lagi, lalu masuk lagi ke area Garden dengan tiket yang sama karena satu paket. Nah di area Garden ini bisa lebih puas menikmati taman nya, karena kita bisa berkeliling taman yang cukup luas ini dan ada area dataran Tinggi nya juga loh.

Karena baru awal musim semi jadi Pohon nya banyak yang belum berbunga walaupun sudah ada yang berbunga namun belum lebat, jadi kalau mau suasana yang bagus banget datanglah ketika puncak Musim Semi dari akhir Mei ke pertengahan April

Spoiler

IMG_1988.JPGIMG_1989.JPGIMG_1990.JPGIMG_1992.JPGIMG_1994.JPGIMG_1995.JPGIMG_1998.JPG

Puas disini saya pun lanjutkan perjalanan berikut nya masih di area Arashiyama ini yaitu ke salah satu tempat yang paling tersohor disini yaitu Path of Bamboo atau Bamboo Grove

BAMBOO GROVE

Path of Bamboo aka Bamboo Grove mulai booming bagi Wisatawan Dunia semenjak ada nya adegan di film Memoirs of Geisha salah satu nya disini. Sebenarnya hanya lah sebuah jalan yang di pinggir kiri kanan nya terdapat hutan bambu yang sangat lebat, jadi suasana nya rindang dan juga agak terkesan spooky kalau menurus saya seh heheh

Cara kesini sangat mudah, masih ingat pertigaan mentok yang sebelum ke Togetsu-kyo Bridge jika ambil arah kanan kita akan menuju ke Bamboo Grove ini. Tidak jauh kok hanya sekitar 10 menitan jalan kaki kita sudah masuk ke area Bamboo Grove. Ikuti saja petunjuk jalan nya

IMG_1940.JPGIMG_2004.JPG

Apa yang bisa dilakukan disini ? Ya kalian jalan saja terus mengikuti jalur ini sampai menemukan spot yang kalian rasa cocok untuk Foto, tapi ya ingat pasti banyak banget orang disini jadi agak sulit dapat spot yang sepi seperti di foto-foto google itu loh hehhe. Banyak juga wisatawan yang menggunakan kimono disini, kalau gak salah di area dekat stasiun Randen Arashiyama tadi ada penyewaan Kimono juga

Spoiler

IMG_2005.JPGIMG_2006.JPGIMG_2008.JPGIMG_2015.JPG

Oh ya di area Bamboo Grove ini ada satu Shrine (Kuil) cukup cantik walaupun kecil yang gak mungkin kalian lewatkan, karena posisi nya pas ada di pertigaan jalan menuju ke Ohkouchi Sansou Garden dan Romantic Train Sagano

NONOMIYA SHRINE

Yup namanya adalah Nonomiya Shrine cukup jalan saja terus dari jalan masuk Bamboo Grove kalian pasti akan bertemu shrine ini sekitar jarak 250 meter. Kuil yang kecil namun cukup ramai pengunjung nya, karena selain untuk berdoa disini juga mempunyai pemandangan yang cukup cantik untuk di abadikan loh

Spoiler

IMG_2009.JPGIMG_2010.JPGIMG_2012.JPGIMG_2011.JPG

Btw kalau kalian merhatiin poto saya di atas ini ada tiga cewek yang pake kimono cantik, salah satu nya bernama Ayaka, mayan kenalan setitik hahahaha. Mereka dari Izu or something gitu gak kedengaran jelas tapi ada nomor cantik nya hahahah

Oke lanjut, saya pernah baca satu artikel dan melihat poto scenery yang menarik dari satu tempat di area Bamboo Grove ini namanya Ohkouchi Sansou Garden dan kebetulan jalan yang saya ambil ini searah jadi saya putuskan untuk kesana.

OHKOUCHI SANSOU GARDEN

Kenapa saya tertarik dengan Ohkouchi Sansou Garden ini ? Pertama adalah karena jalur nya searah jadi gak repot kan, kedua karena saya pernah melihat suatu poto pemandangan dari Garden ini adalah puncak dari Arashiyama jadi viewnya keren banget, ketiga karena history dari garden ini adalah dulu nya Vila pribadi milik Bintang Film Jepang yang Legend pada masa nya yaitu Ohkouchi Denjirou

Intermezzo dikit Ohkouchi Denjirou ini salah satu Bintang Film legendaris Jepang pada tahun 1896-1962, dimana film Jepang pada jaman itu baru mulai tumbuh dan dia sering membintangi tokoh Samurai. Dan akhirnya beliau juga menjadi Sutradara film kolosal Jepang tentang Samurai dan sejarah Jepang lainnya.

IMG_2026.JPGIMG_2051.JPG

Tiket masuk nya seharga 1000 yen untuk dewasa dan 500 yen untuk anak kecil, buka tiap hari dari pukul 09.00 - 17.00 WIT. Dan tiket tersebut sudah termasuk untuk Garden dan menikmati Green Tea di dalam nanti

IMG_2027.JPG

Yap mulai menanjak, kok menanjak katanya Garden ? FYI emang betul Garden tapi garden ini di bangun di kaki gunung bagian selatan dari Gunung Ogura lebih dari 30 tahun yang lalu. Jadi ya jalan nya naik-naik ke puncak gunung deh. Tipe jalan nya disini setapak dan menanjak, jadi bagi kalian yang membawa Orang Tua atau pun Stroller Bayi agak kurang disarankan ya.

Spoiler

IMG_2028.JPGIMG_2029.JPGIMG_2031.JPG

Setelah jalan nanjak sekitar 10 menitan kita akan bertemu sebuah Rest Area dimana disini kita bisa menikmati Green Tea dan Snack secara gratis karena sudah sepaket dengan harga tiket tadi. Tempat nya unik ala-ala Jepang Kuno gitu dimana kalau di Anime, karakter utama menikmat Dango di sebuah Kedai, duduk di semacam kursi panjang beralaskan karpet merah, sambil memandangi Kebun Bunga

IMG_2032.JPG

Tapi karena cuaca saat itu 2-5 derajat celcius which is dingin banget, saya milih di dalam kedai nya saja deh, karena ada heater jadi menghangatkan badan sambil Minum Green Tea dan Snack. Lumayan menghangatkan badan udah menggigil dari jalan di Bamboo Grove neh.

Nah bagi kalian yang belum pernah minum Green Tea asli Jepang atau Ocha, jangan bayangkan Green Tea Frestea yang manis di jual di Indonesia. Ocha asli Jepang itu pahit loh dan agak sedikit kental, jadi ketika masuk ke kerongkongan kayak ada keset-keset nya gitu. Tapi biasanya memang ada pendamping nya berupa Snack Manis, biasanya Dango. Tapi kali ini semacam Waffer gitu.

IMG_2034.JPGIMG_2035.JPG

Oke udah cukup menghangatkan badan dan minum Green Tea hangat nya, lanjut lagi nanjak. Tidak jauh seh nanjak nya langsung bertemu dengan Villa Utama punya Ohkouchi Denjirou ini di sini juga terdapat Rest Area untuk kita duduk. Namun tidak ada Green Tea tapi disuguhkan pemandangan dari atas yang sangat indah

IMG_2036.JPGIMG_2037.JPG

Lanjut lagi ke atas lagi kali ini ketemu dengan semacam Kuil Kecil dan juga Rumah Penjaga Kebun ini atau mungkin Rumah Pembantu ya. Tapi kok saya lebih tertarik Rumah Pembantu ini, saya jadi ingat film Oshin kalau lihat rumah ini tinggal tambahin salju aja tuh hehehe

IMG_2040.JPGIMG_2041.JPG

Tibalah di puncak dari Ohkouchi Sansou Garden ini terdapat sebuah Gardu Pandang aka Gubug, kita bisa melihat sekeliling dari Bamboo Grove dan mostly Arashiyama dari sini wih luamayan viewnya, apalagi kalau itu Pohon Bunga lagi pada bermekaran bayangin aja deh gimana keren nya :D

Spoiler

IMG_2043.JPGIMG_2045.JPGIMG_2048.JPG

Dan akhirnya turun lagi ke bawah, di jalur menuju keluar ini kita akan ketemu dengan semacam Mini Museum atau lebih tepatnya kumpulan Diorama Foto-Foto mendiang Ohkouchi Denjirou ketika masih aktif di dunia Perfilman

IMG_2050.JPG

Sudah puas disini, saya lanjutkan ke destinasi selanjutnya yang juga searah dan tidak terlalu jauh dari sini yaitu Romantic Train Sagano

ROMANTIC TRAIN SAGANO

Yuhu ini salah satu wisata ikonik juga di Arashiyama karena kita akan menggunakan kereta wisata berupa kereta yang akan melintasi beberapa lokasi menarik dari Arashiyama. Kita memulai nya dari Torokko-Arashiyama Station. Dari Garden tadi jalan kaki sekitar 15 menit kesini dengan tetap melalui jalur Bamboo Grove

IMG_2052.JPG

Untuk harga tiket nya perorang 620 yen, dan ada waktu keberangkatannya ya karena saya dari Saga Torokko Arashiyama Station dan mau lanjut ke Kinkakuji Temple alias keluar dari area Arashiyama, jadi saya harus menuju ke Kameoka Station. Untuk info lengkap waktu keberangkatan Sagano Scenic Romantic Train cek ke SINI

sagano.jpgIMG_2053.JPG

Btw di sekitar Station ini ada beberapa restoran unik yang berisi Boneka-Boneka yang agak serem kalau saya lihat seh dan juga ada Temple juga yaitu Jojakkoji Temple. Namun saya tidak masuk kesana hanya lewat saja, mengisi waktu menunggu kereta tiba

Spoiler

IMG_2054.JPGIMG_2056.JPGIMG_2057.JPGIMG_2058.JPG

Saya pilih tempat duduk yang Open Deck alias yang  beratap kaca jadi bisa melihat pemandangan dengan leluasa, namun kekurangannya adalah karena cuaca lagi dingin banget jadi gak ada heater ya kedinginan lah. Gak papa tahan aja cuma 25 menit perjalanan kok hehhe

IMG_2059.JPGIMG_2062.JPG

Kalau gak salah Sagano Romantic Train ini ada adalam Film apa gitu saya lupa, dan fitur utama nya adalah Sightseeing melintasi jalur kereta yang melewati Jembatan, lalu Pohon Sakura dan Hozugawa River. Jikalau waktu yang tepat seperti Musim Berbunga Sakura pasti lah akan lebih bagus pemandangan nya, namun sayang nya saya dapat pemandangan Pohon Sakura yang masih kosong

Spoiler

IMG_2066.JPGIMG_2070.JPGIMG_2075.JPGIMG_2077.JPGIMG_2079.JPGIMG_2084.JPG

KAMEOKA STATION

Akhirnya tiba di Kameoka Station agak kedinginan jadi ngadem dulu menghangatkan di heater Station. Tujuan saya adalah ke JR Umahori Station harus jalan kaki sekitar 10 menit dari Kameoka Station. Sebenarnya bisa menggunakan semacam Delman yang di tarik traktor agar lebih mudah sekalian Sightseeing namun saya pilih jalan kaki sekalian menikmati pemandangan nya.

Kameoka ini benar-benar Country Side banget, alias alam Desa kalau di kita. Banyak sekali hamparan hijau dari sawah dan para petani yang masih meladang disini. Tinggal disini gak nolak saya adem banget suasana nya hehehe

Spoiler

IMG_2086.JPGIMG_2085.JPGIMG_2088.JPG

Tiba di JR Umahori Station saya langsung menuju ke Saga-Arashiyama Station dengan biaya 200 yen dan di cover oleh ICOCA Card. Lalu saya pindah ke Randen Arashiyama Station menggunakan Local Train yang di cover oleh Kansai Thru Pass karena tujuan saya kali ini ke Kinkakuji Temple

KINKAKUJI TEMPLE

Dari Randen Arashiyama Station ini saya menggunakan Local Train menuju Kinkakuji Temple yang berada di Randen Kitanohakubaicho Station. Rutenya adalah Randen Arashiyama Station - Katabiranotsuji - Kitanohakubaicho biaya 210 yen di cover oleh Kansai Thru Pass

randen.jpg

Ada yang unik menggunakan Local Train Randen ini, biasanya kan kalau menggunakan Train di Jepang ini sebelum masuk station kita akan Tap Kartu kita di mesin untuk masuk ke area station nya. Namun yang ini tidak ada, dan bayar nya langsung di masinis di atas kereta. Karena saya menggunakan Kansai Thru Pass tinggal di kasih lihat saja ke masinis dan di Pintu Keluar Randen Kitanohakubaicho Station :D

Setelah keluar dari Station ini saya baru ngeh ternyata dari station ini masih agak jauh ke Kinkakuji Temple, lalu kemudian Train Station Officer menghampiri saya karena mungkin di lihat nya saya sedang kebingungan.

A: Hello sir can i help you ?

B: Yes, i want to go to Kinkakuji Temple, how can i get there ?

A: Oh kinkakuji, you can walk from here about 20 minutes walk, or you can take bus from bus stop over there No. 205 bus about 5 minutes and     200 yen fares

B: Wow thank you very much sir, i think i'll take the bus

Gak aneh jika melihat orang Jepang yang baik membantu turis tanpa di minta, tapi saya rada kaget ketika mendengar dia Fasih dalam berbahasa Inggris, dilihat dari umur nya mungkin sudah 50 tahunan. Makasih banyak loh pak hehehe

Ya saya berjalan sedikit ke Halte bus yang memang dekat station ini, dan seketika Bus no. 205 untuk menuju Kinkakuji pun tiba. Kalian tidak akan sulit dengan rute bus di Kyoto ini karena ada map dan di tiap bus ada tulisan Latin untuk rute nya. Karena saya menggunakan Kansai Thru Pass, saya tinggal memperlihatkan kartu nya ke Supir

IMG_2092.JPGIMG_2094.JPG

Yup 5 menit sudah tiba di Bus Stop Kinkakuji Temple dan saya mengikuti arus para turis lainnya menuju ke petunjuk arah Kinkakuji Temple, dan bertemu pintu gerbang nya yang terdapat pahatan batu besar dan sebuah Map area Kinkakuji ini. Dilihat dari map area nya cukup luas karena terdapat area yang naik ke dataran tinggi juga

IMG_2097.JPGIMG_2096.JPG

Untuk tiket masuk nya cukup murah 400 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk anak kecil. Tiket masuk nya unik loh semacam kertas mantra kalau kalian pernah nonton film vampire ala cina di tv dulu hahah, namun yang ini kertasnya di kasih cap gitu. Lumayan buat oleh-oleh neh bilang aja kaligrafi hahahah. Oh ya di area ini dilarang menggunakan Tongsis dan Tripod

IMG_2102.JPGIMG_2103.JPG

Kinkaku-ji Temple arti nya adalah Temple of The Golden Pavilion atau Kuil dengan Vila (Paviliun) Emas. Juga dikenal dengan nama asli nya Rokuon-ji Temple artinya Deer Garden Temple. Merupakan kuil penganut agama Buddha. Kenapa di sebut Temple of Golden Pavilion, karena memang ditengah-tengah kompleks ini terdapat semacam Kuil yang berbentuk Vila ditengah Danau yang terbuat dari Emas loh

Spoiler

IMG_2105.JPGIMG_2109.JPGIMG_2111.JPG

Lalu mulai lah mengitari kompleks ini, terdapat beberapa rumah ala Jepang kuno dan juga terdapat juga beberapa Patung yang biasanya orang melemparkan koin ke patung tersebut, entah untuk apa saya pun iseng nyobain koin 10 yen hahahah

IMG_2113.JPGIMG_2114.JPG

Lalu tiba di area puncak dari Kompleks Kinkakuji ini kita bisa melihat ujung dari Golden Temple dan juga terdapat Rest Area, yang menyajikan Green Tea namun harus bayar lagi ya kalau gak salah 500 yen lengkap dengan snack nya

IMG_2116.JPGIMG_2117.JPG.

Tidak lama di area Kinkakuji ini mungkin hanya sekitar 20 menitan saya sudah keluar lagi karena waktu mepet sudah pukul 15.30 WIT masih ada beberapa destinasi lagi yang harus di kunjungi. Kali ini tujuan saya adalah ke Ginkakuji Temple.

GINKAKUJI TEMPLE

Bagaimana cara ke Ginkakuji Temple dari Kinkakuji Temple? jawabanya adalah Naik Bus no. 204 dari Kinkakuji Bus Stop turun di Ginkakuji Michi Bus Stop, perjalanan sekitar 40 menit. Harga nya 200 yen namun karena saya menggunakan Kansai Thru Pass jadi gratis.

Dari Ginkakuji Michi Bus Stop ikuti saja lagi arus para turis yang pasti nya menuju ke Ginkakuji, atau turun dari bus langsung ambil ke arah kiri ketemu Perempatan ambil kanan lurus saja ikuti jalan akan ketemu plang Ginkakuji, jalan kaki sekitar 10 menitan. Akan ketemu plang petunjuk ke Ginkakuji ini

IMG_2124.JPG

Tiket masuk nya agak mahal sedikit dari Kinkakuji yaitu 500 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk anak kecil. Dan juga tetap tidak boleh membawa Tripod dan Tongsis ya. Waktu kunjungan dari pukul 08.30 - 17.00 WIT

IMG_2128.JPGIMG_2125.JPG

Kalau Kinkakuji adalah Golden Pavilion Temple nah Ginkakuji ini adalah adik nya yaitu Silver Pavilion. Dengan nama aslinya adalah Jisho-ji Temple. Berada di area Higashiyama Kyoto. Cukup luas juga dan hampir sama dengan Kinkakuji, di Ginkakuji juga mempunyai dataran tinggi dan danau. Serta Silver Pavilion nya juga berada di sekitar danau.

Spoiler

IMG_2138.JPGIMG_2129.JPGIMG_2130.JPGIMG_2134.JPGIMG_2140.JPG

Disini pun saya tidak berlama-lama hanya sekitar 30 menitan karena memang sudah sore dan sudah mau tutup jadi ya saya langsung lanjut ke destinasi berikut nya yang dekat sini. Yaitu Philosopher's Walk

PHILOSOPHER'S WALK

Nah tadi di jalan menuju ke gerbang Ginkakuji ini ada pertigaan, nah jalan yang ke kanan itu jalan yang kecil menyusuri sebuah selokan atau sungai. Di pinggir sungai ini di bangun jalan setapak dan taman sepanjang jalan tersebut. Di taman ini terdapat banyak Pohon Sakura, namanya Philosopher's Walk / Philosopher's Path

Spoiler

IMG_2121.JPGIMG_2145.JPGIMG_2148.JPG

Philosopher's Walk ini ketika musim Bunga Sakura mekar sangat indah sekali loh, sudah banyak foto di Google tentang jalan ini yang sederhana namun menyimpan keindahan magis yang tak ternilai seperti ini contoh nya

philosopher path2.jpg

Gila keren kan cuma jalan setapak biasa kalau datang pas waktu yang tepat jadi momen yang tak terlupakan, namun sayang saya datang pas momen yang kurang tepat, yowes gak papa lah hehehe. Lanjut ke destinasi berikut nya yaitu Kiyomizu Dera Temple

KIYOMIZU-DERA TEMPLE

Untuk menuju ke Kiyomize-Dera dari Kinkakuji ini lagi lagi Bus adalah pilihan paling tepat, memang di Kyoto ini Bus sangat cocok untuk keliling, jika kalian tidak mempunyai Kansai Thru Pass disarankan menggunakan Kyoto Bus Pass perhari hanya 500 yen.

Ok bus yang kita gunakan adalah Bus no. 100. Bus ini adalah City Tour Bus namanya RAKU BUS, bus ini khusus mengelilingi tempat wisata favorit di Kyoto seperti Kinkakuji, Kiyomizu-dera, Gion, Ginkakuji, Kyoto Station, dll untuk info lengkap rute bus no. 100 nanti saya bahas ya. Dan unik nya lagi bus ini berwarna Pink loh hahhaha. Naik dari Bus Stop yang dekat dari Gerbang Ginkakuji Temple

Spoiler

IMG_2154.JPGIMG_2150.JPGIMG_2151.JPGIMG_2153.JPG

Bus di Kyoto sekali naik harganya 200 yen jadi sayang kan kalau kalian bakalan sering menggunakan Bus jika harus bayar terus, makanya Kyoto Bus Pass atau Kansai Thru Pass berguna banget di Kyoto loh. Perjalanan dari Ginkakuji ke Kiyomizu-dera sekitar 20 menit.

Tiba di Kiyomizu-dera sekitar 17.30 WIT sudah mulai gelap sedangkan waktu tutup dari Kiyomizu-dera adalah 18.00 WIT. Jadi saya hanya ada waktu sebentar. Sepanjang jalan menuju temple nya kita akan melalui jalan yang menanjak. Dan di kiri kanan banyak Restoran dan Toko Souvenir unik khas Kyoto, lalu juga banyak dari toko-toko tersebut yang menyediakan Tester gratis loh. Kebetulan belum makan siang jadi icip icip aja agak banyakan hahaha

IMG_2155.JPGIMG_2164.JPG

Oh iya salah satu yang unik di salah satu restoran disini Pohon Sakura nya ada yang sudah berbunga mekar cukup banyak loh, lumayan dapat juga ketemu dengan Sakura Blossom heheh

IMG_2157.JPGIMG_2161.JPG

Akhirnya tiba di gerbang utama dari Kiyomizu-dera ini perjalanan dari bawah sampai ke atas ini sekitar 15 menit gak capek kok walaupun jalan nya nanjak, karena icip-icip tester kiri kanan hahaha. Pertama saya melihat Gerbang Utama temple ini gede banget ya, mungkin Temple terbesar yang pernah saya kunjungi di Jepang ini. 

IMG_2165.JPGIMG_2167.JPG

Masuk ke area dalam nya langsung menuju loket untuk membeli tiket masuk seharga 300 yen. Murah ya padahal gede begini tempatnya. Gerbang masuk utama nya sedang di renovasi jadi harus melalui jalan alternatif yang langsung menuju Temple Utama nya. Kalau dari sisi dalam Temple nya gak kerasa kalau kita sudah di dalam temple karena seperti rumah panggung besar gitu

IMG_2178.JPG

Lalu saya menuju ke area samping nya agar bisa mem foto secara keseluruhan Temple ini dan wow megah banget bangunan nya, persis seperti foto yang banyak berseliweran di Google itu. Kyoto Tower juga bisa terlihat dari kejauhan. Memang disini posisi yang pas untuk melihat Kyoto

Spoiler

IMG_2182.JPGIMG_2184.JPGIMG_2187.JPG

Turun ke bawah terdapat sebuah pancuran dimana kita bisa mengikuti ritual nya mencuci tangan dari air tersebut unik seh khasiatnya saya kurang tahu juga, dan air nya dingin heheh

IMG_2197.JPGIMG_2204.JPG

Petugas sudah memberikan pengumuman bahwa Kiyomizu-dera akan ditutup sebentar lagi melalui pengeras suara, jadi saya cepat-cepat mencari arah jalan keluar, dan ketemu Pagoda nya yang sangat gagah sayang untuk dilewatkan sekalian pulang poto bentar, karena area Pagoda tersebut yang lagi di renovasi jadi tidak bisa di masuki.

IMG_2206.JPG

Keluar dari Kiyomizu-dera ini mumpung belum gelap saya teringat teman pernah bilang kalau di area Kiyomizu-dera ini ada satu jalan yang Otentik sekali jepang nya alias Rumah ala Jepang nya asli banget, jadi sayang kalau di lewatkan namanya Kiyomizu-Zaka Street

KIYOMIZU-ZAKA STREET

Sebenarnya ketika jalan nanjak menuju ke Kiyomizu-dera ini kita akan melewati plang pertigaan ini kalau dari bawah berarti di sebelah kiri, kalau dari atas ya sebelah kanan. Jadi kalau kalian jalan turun dari atas jalan pelan saja karena tidak jauh kok dari Gerbang Kiyomizu-dera ini. 

Spoiler

IMG_2209.JPGIMG_2210.JPGIMG_2212.JPGIMG_2214.JPGIMG_2219.JPG

Karena sudah gelap jadi ya sudah pada tutup seh, disini juga kiri kanan adalah restoran dan toko souvenir cuma bangunan nya adalah ala Rumah Jepang lama. Jika di perhatikan mirip rumah ala Doraemon ya atau mungkin Naruto ya heheheh. Oh ya disini juga ketemu dengan Hello Kitty Cafe loh

Spoiler

IMG_2216.JPGIMG_2217.JPGIMG_2218.JPG

Dan ternyata Jalan Kiyomizu-Zaka Street ini tembusnya sampai ke Yasaka Shrine loh

YASAKA SHRINE

Yasaka Shrine ini sendiri sebenarnya cuma beda 1 Bus Stop dari Kiyomizu-dera jadi memang berdekatan, jadi dari Kiyomizu-zaka street ada jalan tembus langsung mengarah ke sini. Katanya juga disini suka ada Maiko / Geisha. Berharap bisa bertemu dengan para Maiko / Geisha. Namun apa daya karena sudah malam dan gelap, mungkin mereka sudah tidak ada jadi cukup kosong disini

IMG_2228.JPGIMG_2226.JPG

Masih kurang puas explore karena belum ketemu Geisha nya, saya cari lagi tempat "Mangkal" para geisha yang katanya juga ada di jalan Shinbashi Dori yang dekat juga dari sini

SHINBASHI DORI

Dari Yasaka Shrine tadi saya mengarah ke jalan Shinbashi Dori yang tidak terlalu jauh hanya sekitar 10 menitan jalan kaki saja. Mengarah ke utara, di perempatan kedua langsung ambil kiri, sudah area Shinbashi Dori, yang katanya di sini adalah juga tempat "mangkal" nya para Geisha. Maksud mangkal disini adalah mereka sering berjalan di area ini.

shinbashi dori.jpg

Dan juga Shinbashi Dori ini disebut salah satu Jalan Setapak Terindah di Kyoto. Karena jalan nya mirip Philosopher's Walk di Ginkakuji tadi di pinggir sungai / kanal Shirakawa Canal dan di tumbuhi Pohon Sakura. Namun sayang saya tidak bertemu Geisha ataupun Pohon Sakura yang sedang mekar. 

IMG_2233.JPGIMG_2242.JPG

Ini penampakan Shinbashi Dori jika sedang bagus, keren loh :D 

1609--8ba8725905d62a631e281b1aa8734a63.j

Ya sudah lah akhirnya saya putuskan untuk sudahi petualangan Kyoto hari ini dan putuskan untuk cari makan malam, karena dari tadi siang saya belum Makan loh, hanya icip icip dari tester gratis di Kiyomizu-dera. Karena saya dekat dengan Gion Shijo Station saya putuskan cari makan di Kyoto Station saja

KYOTO STATION

Dari Gion Shijo saya ke Kyoto Station dengan rute Gion-Shijo - Tofukuji - Kyoto Station dengan biaya 270 yen di cover oleh Kansai Thru Pass. Langsung saya mencari restoran favorit saya jika ke Jepang yaitu Yoshinoya. Letaknya di area luar dari Kyoto Station di pintu Barat. Kalian bisa gunakan Google Map untuk mencari nya

Hahaha saya suka banget Yoshinoya Jepang ini beda banget dengan Yoshinoya di Indonesia selain enak juga harga nya murah loh. Saya pesan menu yang sama seperti 2 tahun lalu saya ke Tokyo yaitu Beef Set seharga 630 yen. Disini juga memang serasa makan di kedai Jepang gitu dimana kita duduk memutar di tengah. Menghadap ke dapur. Pokoknya enak dan seru deh :D

Spoiler

IMG_2246.JPGIMG_2251.JPGIMG_2252.JPG

Makan sudah kenyang dan badan sudah capek banget akhirnya saya putuskan untuk pulang ke penginapan di J-Hoppers Kyoto Guesthouse sekitar 10 menit perjalanan dan langsung mandi lalu istirahat karena sudah capek banget.

Sekian cerita perjalanan di hari Kedua di Kyoto, nantikan lanjutan nya ya di Day 3:D

PENGELUARAN DAY 2

pengeluaran day 2.jpg

DAY 3 : 11 Maret 2016

Itinerary Day 3 :

  1. Fushimi Inari
  2. Nara

Bangun pagi hari ini pukul 07.00 WIT agak malas, teringat kalau ini hari terakhir menginjakkan kaki di Jepang khusus nya Kyoto pada tahun 2016 ini, yang entah kapan lagi bisa berkunjung ke kota yang sangat indah ini :(

Seperti biasa Seven Eleven / 711 adalah toko favorit di pagi hari untuk sarapan dengan menu yang sama, Onigiri + Cup Noodle seharga 400 yen. Kalau di tanya gak bosan makan itu terus tiap pagi ? Jawabannya enggak, karena Onigiri dan Cup Noodles nya banyak rasa nya. Hari ini saya coba Onigiri yang Salmon sedangkan Cup Fried Noodles nya rasa Seafood :D

IMG_2260.JPG

Rute hari ini tidak banyak dan mungkin hanya satu yaitu yang kemarin tidak sempat karena sudah malam ke Fushimi Inari dan rencana juga akan lanjut ke Nara sebentar, sebelum malam nya Flight ke Seoul Korea Selatan dari Kansai International Airport Osaka. Jadi ya hari ini agak santai dulu Check Out dari penginapan sekitar pukul 09.00 WIT. Sudah say goodbye dengan teman-teman baru juga dan foto narsis dulu hehe

IMG_2259.JPG

FUSHIMI INARI

Kalau orang awam yang belum pernah ke Kyoto ketika mendengar kata Fushimi Inari pasti langsung teringat film Memoirs Of a Geisha, karena disini adalah tempat salah satu adegan yang sangat scematic banget dimana pemeran utama berlari di sekumpulan Gate di Fushimi Inari ini.

Fushimi Inari ini adalah sebuah Shrine (Kuil) terletak di wilayah Fushimi-ku dan berada di kaki Gunung Inari. Jadi kalian bisa tahu kan nama Fushimi Inari itu dari mana asalnya. Masih berada di kawasan Kyoto, perbedaan nya dengan Kuil lain nya yang ada di Kyoto ini. Di Fushimi Inari selain ada Kuil terdapat juga gerbang-gerbang yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuka sebuah jalan atau terowongan, disebut Fushimi Inari Taisha

IMG_2331.JPG

Dari Guesthouse saya berangkat pukul 09.00 WIT jalan kaki menuju Kyoto Station untuk menuju Fushimi Inari ini dengan menggunakan JR Nara Line rute Kyoto Station - Tofukuji - Fushimi Inari Station seharga 270 yen. Di cover oleh ICOCA Pass, karena hari ini Kansai Thru Pass saya sudah habis waktu berlaku nya untuk 3 hari.

fushimi.jpg

Sesampai nya di sini saya langsung menuju ke Fushimi Inari yang gerbang nya ternyata pas di depan Stasiun ini dekat sekali kalian tidak akan terlewatkan deh. Ini penampakan gerbang nya, sudah mencirikan Fushimi Inari banget kan. Dan masuk ke Fushimi Inari ini GRATIS ya

IMG_2285.JPG

Kawasan Fushimi Inari ini sangat luas di mana terdapat kawasan Dataran Tinggi, Danau dan juga Kuil Utama. Karena waktu saya tidak begitu banyak untuk explore Fushimi Inari, saya langsung menuju ke set Memoirs of Geisha atau disebut Fushimi Inari Taisha. Letak nya ambil jalan ke arah kiri dari Gerbang Utama, menaiki beberapa tangga. 

Spoiler

IMG_2296.JPGIMG_2298.JPGIMG_2306.JPGIMG_2307.JPG

Dan setelah melewati 2 set anak tangga ketemu lah dengan Fushimi Inari Taisha ini yang dimana sudah crowded padahal baru jam 10 pagi waktu setempat. Tapi ya karena curi-curi poto akhirnya bisa juga poto di Taisha ini dengan background kosong hahahhaa. Cari timing yang pas saja dengan Tongsis = Tolong Donk Sis :P

Oh ya Fushimi Inari Taisha ini juga ada 2 set loh, set pertama Taisha yang gede lalu setelah melewati taisha gede ini kita akan bertemu Kuil kecil dan dilanjutkan dengan Taisha yang kecil. Nah lokasi nya Memoirs of a Geisha ini yang di Taisha kecil karena memang lebih bagus seh. Dan jika kalian perhatikan di bagian belakang dari palang Taisha ini ada tulisan Jepang, katanya seh Taisha yang ada di sini sebagian besar sumbangan dari Perusahaan Swasta, jadi mereka menuliskan nama Perusahaan nya disitu

Spoiler

IMG_2311.JPGIMG_2353.JPGIMG_2338.JPGIMG_2343.JPGIMG_2344.JPG

Jalan terus menyusuri Taisha ini kita akan memasuki semacam area Perbukitan nya dimana ada pilihan untuk ke Kanan ke area Kuil di atas Bukit atau ke Kiri ke area Danau. Karena saya tidak punya waktu banyak dan saya pernah baca mendaki bukit nya cukup memakan waktu lama, jadi saya putuskan untuk ke area Danau saja

IMG_2367.JPGIMG_2368.JPG

Tidak berlama-lama di area Fushimi Inari Taisha ini saya lebih tertarik di area jalan di depan Kuil ini. Karena banyak terdapat Yatai atau pedagang kaki lima yang menjual makanan khas Jepang, seperti Takoyaki, Yakitori, Dango, Okonomiyaki dll. Saya tertarik dengan Dango dan dan Okonomiyaki. Maka saya coba 1 Dango Bakar seharga 200 yen dan juga Okonomiyaki seharga 500 yen

Spoiler

IMG_2369.JPGIMG_2370.JPGIMG_2373.JPGIMG_2374.JPGIMG_2375.JPG

Area Yatai ini dimana ? Gampang kok ketika sebelum Gerbang Utama Fushimi Inari yang gede itu, ada jalan ke kiri nah disana lah para Yatai berjualan sepanjang jalan itu, harga yang di patok standar dari 200 - 500 yen kok. Untuk rasa Dango nya mirip kue Mochi kenyal-kenyal manis tapi karena di taburi bubuk ikan jadi ada rasa asin nya. Sedangkan Okonomiyaki ini sering disebut Japanese Vegetables Pancake. Karena memang berbahan dasar sayuran dan di bentuk seperti pancake, rasanya cenderung asin tapi enak kok :D

Yup sudah pukul 11.30 WIT saya putuskan untuk sudahi kunjungan di Fushimi Inari dan juga menyudahi trip Kyoto kali ini. Karena saya akan lanjut ke Nara dan ke Seoul dari Osaka.

Menurut saya Kyoto sangat menarik saya bersedia stay lebih lama mungkin seminggu disini daripada di Osaka, karena atmosfer wisata di Kyoto ini pas banget untuk saya dan kalian juga wajib untuk mencoba explore Kyoto ya. Apalagi yang suka dengan Budaya dan Alam.

PENGELUARAN DAY 3

pengeluaran day 3.jpg

Sekian Cerita Perjalanan Kyoto saya selama 3 hari Its Very Awesome. Semoga berguna dan silahkan di Share jika berkenan :D

INFO DAN TIPS TAMBAHAN

Beberapa info dan tips tambahan yang kalian harus tahu mengenai Osaka :

  1. Jika kalian ingin melihat Sakura di Kyoto sekitar Akhir Maret - Pertengahan April
  2. Penggunaan Internet Smartphone di Jepang saya sarankan gunakan Sim Card Jepang seperti B-Mobile Visitor Sim 14 hari 2500 yen KLIK
  3. Antara Kansai Thru Pass dan ICOCA Card penggunaan nya berdampingan, karena ada wilayah yang tidak di cover oleh Kansai Thru Pass, begitu pula dengan ICOCA / PASMO Card
  4. Jika tidak menggunakan Kansai Thru Pass selama di Kyoto gunakan Kyoto Bus Pass perhari 500 yen, karena akan sering menggunakan bus
  5. Selalu update tentang ramalan cuaca di Jepang, dari Smartphone karena prakiraan cuaca di Jepang cukup akurat
  6. Jika kalian tinggal di Guesthouse / Hostel cobalah ikuti Event-Event di penginapan tersebut untuk mendapatkan kenalan baru
  7. Gunakan website Hyperdia untuk mencaari rute Train untuk semua Jepang termasuk Kyoto klik DISINI
  8. Hyperdia bisa di akses via Smartphone Browser dan untuk android sudah ada aplikasi nya

Baca Juga : 3 Hari di Osaka itu Seru Loh

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, deffa said:

@Vean Tristan

solo traveling mas kalo soal poto2 ada tongsis = tolong donk sis hahaha

@HarrisWang

haha iya gue juga gak nyangka hari kedua bisa dapat semua 

cuma yang Gion dan Geisha gak dapat uy :D 

kalo Fushimi Inari memang di hari ketiga sekalian ke Nara :D 

Beda sama gw kemarin sih ya, yang sama sekali belum ada gambaran, cara mikirin kereta aja masih bingung pas sebelum pergi hahahaha

Kalau Momod kan udah kesekian kali ya, udah ada gambaran dan udah bisa mengira ngira.

Gw aja kayaknya pas ke Kiyomizu-Dera, udah langsung pulang kayaknya hahahahahahaha

Yang Kiyomizu-Zaka Street kita lewatin juga, yang ada pohon sakura 1 rame banget, sama nemu roti beras Jepang.

Suasananya asik juga di pedestrian situ, ternyata emang terkenal juga ya. Kirain kemarin itu malah sengaja "nyasar" kesitu :D 

Beef Set Yoshinoya nya ngga nahan euy, jadi pengen balik lagi makan langsung disana :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, HarrisWang said:

Beda sama gw kemarin sih ya, yang sama sekali belum ada gambaran, cara mikirin kereta aja masih bingung pas sebelum pergi hahahaha

Kalau Momod kan udah kesekian kali ya, udah ada gambaran dan udah bisa mengira ngira.

Gw aja kayaknya pas ke Kiyomizu-Dera, udah langsung pulang kayaknya hahahahahahaha

Yang Kiyomizu-Zaka Street kita lewatin juga, yang ada pohon sakura 1 rame banget, sama nemu roti beras Jepang.

Suasananya asik juga di pedestrian situ, ternyata emang terkenal juga ya. Kirain kemarin itu malah sengaja "nyasar" kesitu :D 

Beef Set Yoshinoya nya ngga nahan euy, jadi pengen balik lagi makan langsung disana :P 

ya lumayan ada pengalaman dari Tokyo 2 tahun lalu jadi gak terlalu kaget dengan Kereta di Osaka heheh

ke Kiyomizu-dera kalau di hitung waktu paling cuma 30 menit aku muter2 itu karena udah sore seh. Dan Kiyomizu-Zaka street emang bagus nya pas siang karena selain bangunan nya ala jepang kuno di situ juga banyak Tester Gratisan hahahaha

Yoi Yoshinoya di Jepang beda banget dah pokoknya worth banget gue gak makan siang cuma untuk makan di Yoshinoya malam nya hahahah. Pas di Tokyo 2 tahun lalu malah 2 kali gue makan di yoshinoya :P

2 minutes ago, kyosash said:

wah padat bener nih jadwalnya :huh:, btw as always nice share :rate 

thx u ya kalau jalan sendiri bisa di padet2 in heheh :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 minutes ago, twindry said:

berasa syuting pelem stripping kl ke kyoto dalam beberapa hari aja ya :D

 :rate di tunggu episode selanjutnya

hahaha masih banyak tuh yang skip belum lagi ke Desa Ninja yang dekat Kyoto ini Toei apa gitu memang tempat shooting film kolosal seh hahaha

Kyoto emang worth banget kalo ke Kansai mending lamain di Kyoto daripada osaka

Just now, Gempur Pranata Sumitro said:

mantep om mod,,detailnya keren @deffa.....

tapi yang tertarik dengan nomor cantik dari 3 wanita memakai kimono... :kesengsem

hahaha Nocan ada Line ada 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

@deffa yah sbnrnya gua jg lbh prefer kyoto daripada tokyo :D tapi apa boleh buat. semoga ada rejeki lagi bisa balik ke sana pas honeymoon nanti dah :senyum wakakak

 

wih udah mau honeymoon aja neh hehe

ya di Tokyo juga banyak yang seru kok buat first timer memang cocok explore Tokyo :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 minutes ago, deffa said:

wih udah mau honeymoon aja neh hehe

ya di Tokyo juga banyak yang seru kok buat first timer memang cocok explore Tokyo :D 

wakakak...kagak..kan siapa tau aja ada rezeki nya nanti :D

yah nikmati aja yg udh ada dulu ya. sekalian jadi pemacu semangat biar ada tujuan hidup hahahah:geram

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

wakakak...kagak..kan siapa tau aja ada rezeki nya nanti :D

yah nikmati aja yg udh ada dulu ya. sekalian jadi pemacu semangat biar ada tujuan hidup hahahah:geram

yoi lanjutkan dah dapat lom tiketnya november heheh 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, eka wibisono said:

@deffaWaahh..FR nya mantap. Emang Kyoto.. obyek wisatanya byk yg menarik, serasa napak tilas film "Memoirs of Geisha" hehehe...:salut

iya mba Kyoto worth banget spending time lebih lama di daerah Kansai ini

karena memang kota wisata banget :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
42 minutes ago, twindry said:

@deffa

blm dapet. :D soalnya masih mahal. btw garuda travel fair PP osaka 2,5jt kmrn gua liat di tepi iklannya mod. kali momod mau pergi lagi :ngakak

iya tapi belum tax dll ya mungkin 3,5 an masih murah tuh :D

tar sore mau cek :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta
       
    • By silvia_win
      Penang, Hatyai family trip Jun 2018
      Liburan sekolah kali ini sebenarnya agak malas jalan2 berhubung dollar lagi mahal...
      Iseng browsing tiket, ketemu tiket air asia jakarta penang pp 500 rb (promo big poin) ada 3 seats (3 tiket jakarta penang pp seharga 1.5 jt), hmm lumayan lah,  lalu beli 2 tiket lagi sekitar 3 juta (sudah termasuk 1 bagasi 20 kg pp) . Kami sekeluarga berangkat ber5 dari jakarta + papa mama yang berangkat dari medan.
       
       
       
       
      Day 1 Jakarta-Penang
      Sampai di Penang booking airport taxi dari airport ke Hong Ping Hotel. (400 rb quad room)
      Setelah check in naik taxi ke mall di sekat hotel untuk lunch, di daerah komtar ada berapa mall, tapi umumnya mallnya tidak besar.
      Setelah makan siang pulang ke hotel untuk istirahat, lalu dengan petunjuk peta dari hotel saya berkeliling di objek wisata street art yang letaknya tidak jauh dari hotel. Street art berada pada jalanan kecil/ gang berupa gambar mural di dinding rumah warga yang kebanyakan adalah bangunan tua. Sepanjang jalan banyak toko2 souvenir, makanan, sewa sepeda, rumah makan, juga banyak rombongan turis. Selain gambar mural juga terdapat gambar art dari besi yang dijadikan nama jalan dengan gambar menarik. Saya menelusuri jalanan dengan mural art yang berujung ke dermaga kuno di chew jetty, dermaga yg sudah ada sejak pertengahan abad ke 19, ada beberapa jetty di sana yg masing2 mewakili marga warga yg tinggal di sana yang datang dari China. Jetty di sana dari kayu dan rumahnya adalah rumah panggung dari kayu.
      Malamnya kami makan di street food di depan hotel. Di depan hotel ada banyak street food yg buka dari sore hingga larut malam.
       
       
       
       
      Day 2 Penang tour.
      Hari ini sewa mobil untuk jalan2 di penang (rm 45/jam untuk yg 7 seats, sewa di travel dekat hotel, sebelumnya tanya di hotel katanya adanya yg 10 seats rm 60/jam), kami berangkat siang, karena paginya mama mau mcu ke rumah sakit.
      Siang saat berangkat turun hujan, supir rent car mulai promo toko souvenir, berhubung hujan saya iyain saja, mampir ke toko coklat, kopi, teh dll, yang harganya mahal... tentu saja tidak beli apa2, hanya cicip cicip saja, emang enak sih sebanding dengan harganya.
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple, vihara ini letaknya di tengah kota.
      Stop2 : Kek Lok Si temple, vihara yang terletak di daerah perbukitan, kami di drop di bagian atas, di sini  ada tempat pemujaan dan terdapat patung besar dewi Kuan Yin, dari sini juga bisa dilihat pemandangan kota penang. Setelah menikmati pemandangan, kami naik sky lift (@rm2) untuk turun ke pertengahan kompleks bangunan vihara yang terdapat objek wisata pagoda sepuluh ribu Buddha. Dari sini naik sky lift lagi turun ke parkir bawah.
      Stop 3 : Batu Ferringhi, supir mengusulkan kita ke bukit bendera yang tidak jauh dari kek lok si, tapi saya tidak berminat, sebelumnya di kek lok si sudah cukup lama  melihat pemandangan kota dari atas bukit, memang objek wisata di bukit bendera mungkin akan berbeda dengan kek lok si, tapi berhubung tidak banyak waktu saya lebih memilih pergi melihat pantai. Batu Ferringhi letaknya cukup jauh dari Kek Lok Si, perjalanan satu jam lebih, kami sampai di sana menjelang sun set, main bentar di pantai dan menikmati sun set, saya merasa pantainya biasa2 saja, pasirnya terasa agak kasar.
       
      Day 3 Penang-Hatyai
      Hari ini kami berangkat ke hatyai,  kami memesan tiket van penang hatyai pp di hotel @rm70 (dijemput di hotel penang dan didrop di hotel di hatyai). Berangkat jam 9 pagi, berhubung kami pertama dijemput, tentunya kami memilih tempat yang nyaman sesuai selera masing2. Seatnya cukup lapang dan nyaman, tidak lama kemudian perjalanan kami melewati jembatan pulau penang, jembatan yang panjangnya 13.5 km merupakan land mark penang yang pemandangannya sangat indah. Jalan dari penang ke hatyai cukup mulus, sebelum sampai di imigrasi perbatasan malaysia, supir berhenti di satu pos untuk mengisi formulir, kami perlu membayar formulir @rm2, lalu perjalanan dilanjutkan ke imigrasi malaysia keluar lalu masuk ke imigrasi thailand, dari perbatasan thailand ke kota hatyai, kami singgah di kantor travel, untuk di data mau di drop di hotel apa, di sini saya menganti jadwal kepulangan kami, di mana 2 di antara kami ingin pulang besok sore. (staff travelnya tidak masalah ganti waktu dia mencatat perubahan jadwal di catatannya). Kami lalu di drop di hotel (Siam Hotel harga 300 ribu untuk kamar ber2). Hotel ini cukup besar dan punya banyak kamar. Kami mendapat kamar di tingkat 13, pemandangan dari kamar cukup indah dengan pemandangan gunung dan kota hatyai).
      Setelah check up keluar cari makan siang, jalan kaki ke lee garden plaza hotel di mana di sini byk toko, mall, pasar dll, mall di sini tidaklah besar, kami masuk ke mall ke food court cari makan dan ke supermarket lihat2. Makanan di mall harganya sekitar 50-60 bath, makanan thailand sangat sesuai dengan selera. Setelah makan ke supermarket belanja bumbu tom yam dll, saat bayar saya menanyakan kasir di mana ada money changer, seorang pengunjung berbaik hati mengantarkan kami ke money changer yang ada di dekat sana, money changernya cukup ramai dan di sampingnya ada travel, kebetulan lagi mau cari car rental, lalu saya rent car 10 seats seharga 2000 bath (+wajib asuransi 30 bath/orang), sebenarnya kami ber7, ada yang 7 seats seharga 1700 bath, tapi saya request yg chinese speaking driver, katanya supir yang 10 seats bisa, yg 7 seats ngga bisa.
      Setelahnya saya kembali ke hotel untuk isitirahat, sorenya kami keluar untuk dinner ke lee garden plaza hotel lantai 33 buffet resto. Harga makan buffet di sini tidak mahal, dewasa @169 bath, lansia@119bath, anak kecil @69 bath. Makanannya cukup banyak dan enak + aneka kue, buah, minum, es krim. Juga pemandangan yang indah dari lantai 33 membuat kami betah lama di sini. Dari pemandangan langit terang, sun set ke langit gelap dengan lampu di bangunan kota hatyai, sungguh merupakan dinner yang berkesan bagi saya.
      Selesai dinner kami mengitari sekeliling lee garden hotel plaza yang banyak terdapat toko2, kuliner, dll. Kulinernya cukup mengiurkan tapi perut sudah kenyang cuma lihat2 dan berpikir besok baru coba.
       
       
       
       
      Day 4 Hatyai Tour
      Berhubung tidak ada sarapan di hotel, pagi saya keluar mencari sarapan, ternyata di dekat hotel ada pasar pagi, pasarnya cukup besar dan ada aneka sarapan, pemandangan menarik di pasar ada bhikkhu2 melakukan pindapata (mengumpulkan sumbangan makanan dll). Rombongan bhikkhunya cukup banyak ada juga yang usia muda juga rombongan bhikkhuni, umat yang memberikan makanan juga cukup banyak, baik penjual maupun pengunjung pasar. Saya sangat tertarik untuk mengitar lama di pasar, banyak kue2 dan barang jualan lain yang memikat, tapi berhubung waktu tidak banyak, saya membeli aneka sarapan dan buah leci, lalu pulang ke hotel membagikan sarapan dan makan sarapan. Kue2 dan sarapan yang dibeli sangat enak, makanan thailand emang cocok di lidah dan harganya pun cukup murah. Lalu bersiap2 turun ke lobi menunggu car rental yang dipesan kemarin.
      Ternyata yang datang mobil 7 seats dengan driver yang hanya bisa berbahasa thailand, saya tel tanya ke travelnya katanya yg 10 seats lagi tidak available, ya sudahlah...
      Saatnya saya memakai keahlian bahasa isyarat... : ) , pertama saya minta supirnya berhenti di 7-11, mau beli air minum, saya malas beli di pasar tadi bawanya berat, lalu dia tanya kami mau ke mana, saya jawab wat (temple).
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple : wat ini mempunyai satu patung buddha tidur di dalamnya. Setelah melihat2 saya duduk2 di kedai minum kelapa, supir mengeluarkan selembar brosur dengan foto2 tempat wisata dan menanyakan mau pergi ke mana, saya pun memilih beberapa tempat wisata yang kelihatannya besar. Berhubung mau kembali ke hotel sekitar jam 2 sebenarnya kami juga tidak berencana pergi ke banyak tempat.
      Stop 2 : Pantai samila (mermaid statue) : pantai ini terdapat patung putri duyung yang merupakan ikonnya, walau cuaca panas di sini terdapat kursi2 dan tempat teduh di bawah perpohonan di sepanjang pantai, pantainya bersih dan pasirnya halus.  Saya betah duduk agak lama dan berjalan di pasir di pantai.
      Stop 3 : 4 face Buddha (kalau tidak salah) : berhubung jalan ke sananya naik tangga, kami malas pergi, hanya singgah bentar.
      Stop 4 : Standing Buddha temple (Phraj Buddha Mongkol Maharaj) : vihara di atas bukit dengan patung besar Buddha berdiri. Di sini bisa melihat pemandangan dari atas bukit, di samping vihara ada halte cable car dan coffee shop, kami duduk2 ngopi dan melihat pemandangan kota.
      Stop 5 : Kuan Yin temple : vihara dewi kuan yin ini letaknya tidak jauh di bawah standing buddha temple, terdapat patung dewi kuan yin warna putih
      Berhubung waktu sudah siang, kami bersiap pulang ke hatyai.
      Diperjalanan ada melewati yang jual durian, saya tanya ke supir berapa harga durian di sana, katanya harganya 400 bath, cukup mahal juga harganya.
      (saya tertarik belajar bahasa thailand, sebelum pergi saya sempat belajar sedikit bahasa thai di youtube, tapi cuma bisa mencerna sedikit tentang angka dan greeting, lumayan juga bisa di pakai di pasar) 
      Ternyata perjalanan pulang ke hatyai cuma sekitar setengah jam, kami meminta supir mengantar kami makan siang, minta di antar makan tom yam kung, dia mengantarkan kami ke sebuah resto untuk makan siang, yang mana makanannya enak dan tidak mahal, yang paling berkesan tentu saja tong yam nya, juga ada lauk dari daging kelapa yang ditumis, yummy... (kalau teringat makanan thailand sering ingin balik ke thailand)
      Setelah makan siang kami kembali ke hotel, papa mama bersiap2 mau pulang ke penang duluan, berhubung mau wisata rumah sakit di penang katanya.
      Saya berjalan kaki ke travel tempat saya pesan sewa mobil, minta refund selisih harga mobil, lalu kembali ke hotel duduk2 di lobby temani ortu tunggu jemputan travel untuk kembali ke penang. Di Siam Hotel tempat kami tinggal, internetnya hanya ada di lobby, tidak ada di kamar.
       
       
       
      Saya ingat saat ini saya membaca sebuah berita ttg tim sepak bola remaja thailand yang hilang yang mana sampai saya pulangpun belum ditemukan, dan akhirnya mereka berhasil keluar dengan selamat. Sekalian saya post di sini sebuah dokumentasi ttg thai cave rescue sebagai note saya.
        https://www.youtube.com/watch?v=x_kiX0uUDNI
       
      Ada beberapa tuk-tuk (songthaew) yang stand by di hotel dan menawarin untuk mengantar jalan2, lagi malas jalan jauh, sore shopping ke mall dan toko sekitar hotel (lee garden plaza hotel) .
      Day 5 Hatyai-Penang
       Pagi mampir ke pasar pagi lagi, membeli sarapan, juga membeli pete kupas buat di bawa pulang.
      Lalu perjalanan hatyai kembali ke penang.
      Sampai di penang istirahat di hotel, sorenya jalan2 di sekitar hotel ke mural art street, chew jetty melihat sunset di sini lalu makan di food court di seberang chew jetty, food courtnya besar dan banyak makanannya.
      Day 6 Penang-Jakarta
      Pagi berangkat dari hotel ke airport, booking airport transfer dari hotel seharga rm 70 untuk mobil 10 seats. Supirnya membagikan kartu nama dan menawarkan car rental bisa dibooking untuk ke hatyai katanya, saya tanya harganya katanya tergantung hotelnya. Saya tanya harga kalau keliling penang, katanya rm30/jam... lumayanlah buat next time...
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       




    • By Hanzo Urang Ciwidey
      Izin Admin buat FR lagi meskipun ya ini perjalanan ane 3 bulan yang lalu 
       
      Berawal dari salah satu ajakan dari Hima kampus untuk menjadi petunjuk arah jalan-jalan one day trip menyelusuri cianjur selatan selama 1 hari full maka pada awal tahun 2015 ane sepakat berangkat bareng hima kampus untuk menelusuri cianjur selatan memakai motor dengan jarak yang di tempuh sekitar 200km pulang pergi.
       
      Berangkat : ciwidey-parigi-pantai jayanti-rancabuaya

       
      pulang : rancabuaya - cisewu - pangalengan - ciwidey

       
      07:00
       
      pagi2 ane langsung siap2 nyiapin motor untuk menunggu teman-teman Hima dari Bandung yang berangkat jam 5 shubuh dari sana "untuk menanggulangi macet di karenakan liburan tahun baru area ciwidey dan sekitarnya pasti macet parah".
       
      Ciwidey di pagi hari

       

       
      teman2 dari kampus sudah pada dateng

       
      Setengah jam kemudian setelah dari Hima kampus sampai di meet point dan mengecek persiapan kita dari bensin dan perlengkapan lainya kita pun berangkat, jarak yang dilalui memang termasuk unik awal-awal kita memasuki dataran tinggi melewati Perkebunan teh rancabali sampai ke perbatasan Kabupaten Bandung dan Cianjur lalu di lanjut melalui hutan-hutan kecil dan lembah2 yang di kelilingi oleh banyak air terjun sehingga kerap jalan yang kita lalui ini suka disebut jalan seribu air terjun.
       
      Armada + peralatan tempur   

       
      Kebun Teh Rancabali

       

       

       
      Pondok Datar  "pemandanganya lebih keren dari tebing keraton"   

       

       

       

       
      tugu perbatasan Kab Bandung dan Kab Cianjur "selamat datang ke jalur 1000 air terjun

       
      Air terjun dimana-mana     
       

       

       

       
      Curug Ceret "air terjun yang persis di pinggir jalan"   

       

       
       
       
      mungkin karena teman2 ane yang dari Hima kampus belum terbiasa perjalanan jauh maka kita pun beristirahat dahulu di salah satu warung baso di pinggir jalan sambil mengisi energi karena setelah jalur 1000 air terjun abis perjalanan berlanjut ke turunan hingga sampai pantai jayanti.
      Istirahat dlu bray 



       
      Perjalanan di lanjut banyak turunan bray

       
       
       
      Jam 11 pas akhirnya kita sampai juga di Cidaun kampung pesisir di cianjur selatan yang lebih terkenal dengan pantai Jayanti cuman sayang peran dari pemerintah sepertinya belum optimal sehingga fasilitas di pantai ini bisa disebut kurang memadai.
       
      Pantai Jayanti

       

       

       

       
       
       
      hanya 1 jam setengah kita di pantai jayanti ini karena tujuan utama ke rancabuaya maka perjalanan pun dilanjutan dengan menyulusuri pantai kita menuju rancabuaya , jalan yang lurus dengan disisi kanan jalan adalah pantai di sepanjang jalan menemani kita dengan jarak tempuh dari pantai jayanti ke rancabuaya selama 30 menit dan kita juga harus melintasi kabupaten cianjur karena rancabuaya masuk ke Kabupaten Garut
       

       

       

       
      Sampai juga di rancabuaya

       

       

       

       
      tidak terasa waktu sudah menunjukan sore hari.... supaya tidak kemalaman di jalan maka dengan berat hari kita pun harus berangkat pulang kali ini untuk pulang kita tidak mengambil jalan yang sama tapi jalan ke arah cisewu jam 4 kita sudah packing sudah siap2 sudah pulang.
       
      Perjalanan pulang

       

       
      Perbatasan Kab Garut - Kab Bandung "pangalengan"

       
      Kabut bray

       
      dan akhirnya setelah kurang lebih 9 jam berkendara (tidak termasuk berhenti dan main di lokasi) ane pun sampai kembali ke rumah pada jam 8 malam pengalaman yang tidak terlupakan karena dengan motor ane yang kapasitas tangki cuman 2 liter dan harus beberapa kali isi bensin tapi liburan di awal tahun 2015 sangat puas.
       
      kapan2 kalau ada yang mau one day trip lagi ane siap nemenin 
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       








    • By Mulyati Asih
      Sayup-sayup terdengar teriakan dari bangku depan mini bus yang kami tumpangi.
       
      “Sudah sampai jangan lupa ongkosnya sepuluh ribu ya,” suara mas Budi membangunkan tidur saya.
       
      Perjalanan satu jam dari Gombong ke desa Candirenggo sengaja saya manfaatkan untuk tidur, maklumlah di perjalanan sebelumnya dari Jakarta tidur saya sangat terbatas. Hujan rintik menyambut kedatangan kami ketika kaki kiri melangkah turun dari bus. Sejenak saya melihat ke sekeliling dan melirik jam tangan waktu menunjukkan pukul 06.45 pagi, kemudian berlari kecil menyusul rombongan menuju home stay.
       
      Caving atau susur goa akan dimulai pukul sepuluh, tidak hanya rombongan kami dalam kegiatan ini ada juga rombongan Patrapala (Pertamina Pecinta Alam) Cilacap. Sambil menunggu rombongan Patrapala kami duduk di teras home stay, masih cukup waktu untuk kami beristirahat dan santai. Hujan belum juga berhenti, pandangan saya tertuju pada sebuah bukit ditutupi rimbunan pohon yang kemudian baru saya ketahui di sanalah lokasi Goa Petruk. Goa Petruk dan Goa Liyah sendiri masuk dalam Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS) kabupaten Kebumen Jawa Tengah.
       
      Persiapan
       
      Ini adalah kali pertama saya, Elvi, Patricia, Louis, Mas Indar dan Apri mengikuti caving Goa Petruk dan Goa Liyah, sedangkan mas Budi justru sudah berkali-kali dan mas Budi lah yang mengajak kami sampai ke tempat ini. Masing-masing dari kami mengambil perlengkapan caving dan kini wearpack, boots sudah kami kenakan,helmet dan headlamp pun sudah menempel di kepala kami. Tidak ketinggalan kamera anti air siap mengabadikan perjalanan kami, caving diperkirakan akan berakhir pukul lima sore jadi makanan ringan dan minuman wajib dibawa dan siap memenuhi dry bag kami. Sebelum caving dimulai  mas Yos pemandu kami yang pernah bekerja sebagai crew Jejak Petualang salah satu program televisi swasta mengajak kami untuk berdoa dan menyampaikan beberapa etika yang harus dipegang teguh oleh para penelusur goa.
       
      “Baiklah sebelum caving dimulai ada etika-etika yang tidak boleh dilanggar yaitu jangan mengambil apapun kecuali foto, jangan membunuh apapun kecuali waktu dan jangan meninggalkan apapun kecuali jejak,” etika-etika yang disampaikan mas Yos sudah tidak asing lagi di telinga saya, karena etika-etika tersebut sudah menjadi motto bersama para pecinta alam.
       
      Dalam memandu kami mas Yos dibantu oleh seorang dari Mapala Trabas yang bertugas membawa perlengkapan keselamatan caving antara lain tali, tali webbing,seat harness, carabiner dan lain-lain. Semuanya sudah siap dan berjalanlah kami menuju pintu masuk Objek Wisata Goa Petruk, 21 orang dari rombongan Patrapala berjalan di depan kami.
       
      Caving Goa Petruk
       
      Di depan pintu masuk Objek Wisata Goa Petruk berdiri terbentang peta wisata Goa Petruk lengkap dengan keterangan aliran sendang (mata air), aliran sungai dan objek batu-batuan. Dari pintu masuk kami harus berjalan mengikuti tangga buatan, rindangnya pepohonan di kiri dan di kanan jalan menjadikan perjalanan terasa sejuk. Di kiri jalan terlihat air terjun kecil mengalir ke dasar jurang, di sepanjang jalan juga terdapat tempat-tempat istirahat. Lima belas menit yang melelahkan akhirnya sampai juga kami di mulut Goa Petruk.
       

      Mulut Gua Petruk
      Cahaya surya di mulut goa perlahan pudar sejauh langkah kaki kami menyusuri lorong-lorong goa. Goa  horizontal sedalam 644 meter yang secara administratif terletak di Dukuh Mandayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen Jawa Tengah ini masih sangat alami, tak ada penerangan sama sekali di dalamnya. Goa yang menyimpan banyak ornamen-ornamen berupa stalagtit,
       
      stalagmit dan flowstone yang akan terus dijaga kealamiannya. Penamaan Goa Petruk itu sendiri diambil dari nama tokoh pewayangan Petruk, konon di goa ini terdapat batu yang menyerupai hidung mancung tokoh wayang Petruk tapi karena ulah Belanda yang melakukan penambangan phosfat sehingga batu yang menyerupai hidung mancung Petruk itu patah dan sekarang sudah tidak terlihat lagi.
       
        Masuk sedikit ke dalam menelisik kegelapan kami disambut stalagtit Tirai Pintu, seolah menjadi pembatas antara dunia gelap dan dunia luar yang bercahaya. Di sini mas Yos mengajak kami untuk meresapi kegelapan, mematikan semua sumber cahaya yang kami bawa. Dalam gelap kami mensyukuri atas nikmat penglihatan dan panca indera mata yang Allah SWT berikan. Berjalan terus ke dalam melewati aliran sungai setinggi kurang lebih sepuluh sentimeter, di kanannya terdapat jalan yang sengaja ditutup oleh pagar besi. Awalnya saya mengira pagar besi itu sengaja dipasang untuk pegangan kita saat melewati aliran sungai tapi ternyata pagar besi itu sengaja untuk menutup jalan menuju lorong aliran sungai. Dalam sorotan headlamp saya terus mencari keindahan disetiap sudut goa, tak jauh dari saya berdiri ada papan bertuliskan cat merah dengan tulisan Sendang Katak. Diantara cekungan batu yang bertingkat-tingkat terdapat genangan mata air, konon dulu di tempat itu banyak kataknya sehingga dinamakan Sendang Katak.
       
      Semakin jauh berjalan, tak hanya suara gemericik aliran sungai ataupun tetesan air yang terdengar tapi bau pesing kotoran kelelawarpun mulai tercium. Di dinding goa anak-anak kelelawar bergelantungan dan beterbangan, saya berjalan cepat melewatinya. Di depan terlihat dua batu putih tinggi mencolok dalam sorotan lampu petromaks namanya batu Lukar Busono , di tengah-tengahnya dari atas mengalir air yang konon bagi yang mempercayainya air tersebut dapat membuat awet muda ataupun dapat menyembuhkan penyakit. Saat kami melewatinya ada empat orang duduk di depan batu Lukar Busono ditemani pemandu yang membawa petromaks, entahlah apa yang mereka lakukan.
       
      Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri lorong lebih dalam lebih masuk ke dalam perut bumi, aneka stalagtit, stalagmit dan flowstone mengisi setiap ruang goa. Mereka sambung menyambung tak berjedah menghiasi setiap sudut goa. Ada Flowstone Otak bentuknya bulat putih mirip sekali dengan otak, Flowstone Usus bentuknyapun eksotis sangat mirip dengan usus. Bergerak ke depan dan kami menemukan Flowstone Air Mancur. 

      Flowston otak
       
      Flowstone pada awalnya terbentuk melalui lapisan yang encer secara perlahan-lahan di dasar atau lantai gua, kemudian lapisan yang tipis tadi menebal melalui tetesan air yang membawah mineral penyusun (kalsit serta mineral karbonat lainnya) hingga menebal dan membentuk ornamen-ornamen seperti Flowstone Otak, Flowstone Usus dan Flowstone Air Mancur tadi. Sayapun harus berjalan hati-hati karena banyak stalagmit yang tumbuh di lantai goa, pertumbuhannyapun masih pendek sehingga saya tidak ingin sampai menginjaknya.
       
      Perjalanan tidak sampai di sini berikutnya kami harus berjalan melewati genangan air dari aliran sungai bawah tanah dengan ketinggian kurang dari lima puluh sentimeter. Berpegangan pada dinding goa kami harus menyeberanginya dengan hati-hati, berjalan sedikit merunduk karena atap goa yang dipenuhi stalagtit bisa mengenai kepala kita.

      Menyeberangi aliran sungai bawah laut
       
      Berjalan terus dan saya melewati papan bertuliskan Jangan Menyentuh Batu Payudara, stalagtit-stalagtit yang kami lewati maaf bentuknya mirip payudara. Sebenarnya tidak hanya Batu Payudara yang tidak boleh disentuh, semua stalagtit, stalagmit dan flowstone yang ada di dalam goa memang tidak boleh kita sentuh karena tangan kita yang didominasi oleh zat asam akan menghambat pertumbuhan stalagtit, stalagmit ataupun flowstone.  Butuh waktu bertahun-tahun lamanya untuk stalagtit, stalagmit dan flowstone tersebut tumbuh, menyentuhnya sama artinya kita menghancurkan karya indah Tuhan. Selanjutnya kami harus melewati dan menaiki celah lubang kecil untuk menuju ke tingkatan goa berikutnya, rasanya lega karena sudah tidak melewati genangan air lagi sudah bisa menghirup udara yang tidak pengap lagi. Ternyata saya keliru di depan jalan yang harus kami lewati adalah berjalan miring dan merunduk diapit antara dinding-dinding goa, celah diantara dinding-dindingnya pun sangat sempit sehingga kami harus antri untuk melewatinya.
       

      Batu Lonceng
      Tak terlihat lagi adanya stalagtit, stalagmit ataupun flowstone yang cantik, hanya ada dinding-dinding goa dengan batuan besar seolah-olah menghalangi langkah kami. Terus berjalan beriringan langkah kaki kami berikutnya menyusuri dinding goa di bawahnya ada aliran sungai mengalir.
       
      Sampai akhirnya kami menemukan genangan air atau aliran sungai yang cukup besar, di atasnya stalagtit-stalagtit menghiasi atap goa dan di sini kami harus berjalan jongkok  dengan ketinggian air kurang lebih lima puluh sentimeter. Stalagtit- stalagtit yang menggantung di atap goa bentuknya cantik-cantik dengan tetesan air menghiasi pada ujung-ujungnya dan berkilau bila tersorot lampu. Berjalan terus di ujung aliran air ini terdapat stalagtit berbentuk lonceng dengan kucuran air mengalir di pinggir-pinggirnya mirip seperti shower  dan kami cukup lama di sini untuk antri berfoto.
         
      Aliran sungai sudah kami lewati, di depan berikutnya kami harus berjalan merangkak melewati celah dinding dengan ketinggian kurang dari satu meter dan panjang kurang dari dua meter, beruntunglah medan yang ditempuh tak terlalu panjang. Pemandangan stalagtit dan stalagmit putih besar laksana pilar-pilar penyangga gedung bertingkat terbentang menyambut kami, dengan hati-hati kami melewati diantara celah-celahnya.

      Masuk dari mulut Gua Petruk dan keluar di mulut Gua Jemblongan
       
      Sorotan cahaya kini dapat kami tangkap dari kejauhan itu artinya mulut goa sudah ada di depan kami, puas berfoto-foto dalam sorotan cahaya surya berikutnya kami harus melewati atau menaiki batu-batuan besar menuju mulut Goa Jemblongan. Tak sabar rasanya ingin menghirup udara luar dan hembusan angin dari pepohonan di sekeliling mulut goa. Akhirnya bisa bernapas lega setelah satu setengah jam lamanya menyusuri lorong-lorong Goa Petruk dengan suguhan keindahan aneka stalagtit, stalagmit dan flowstone.
       
      Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Goa Liyah kami istirahat dulu di atas mulut Goa Jemblongan, meluruskan kaki sambil menikmati bekal makanan dan minuman yang kami bawa. Ramai terdengar obrolan dan candaan dari rombongan Patrapala, semuanya masih bersemangat melanjutkan perjalanan menuju Goa Liyah.
       
      Caving Goa Liyah
       
      Jarak tempuh kurang lebih satu jam dari mulut Goa Jemblongan ke Goa Liyah harus kami tempuh melewati semak belukar. Sampailah kami pada rumah penduduk dan ternyata jumlahnya hanya kurang lebih lima rumah. Beristirahat sejenak di teras salah satu rumah penduduk, di rumah yang lain pintu rumah mereka terbuka dan mereka menyediakan air minum untuk kami. Bahkan salah satu dari penduduk mempersilahkan kami memetik buah salak yang tumbuh di pekarangan rumah mereka. Dari rumah penduduk saya berjalan mengikuti sebagian rombongan belok ke kiri, rombongan yang lainnya berteriak karena kami salah jalan.
       
      “Heeey mau ke mana?” rombongan lain menegur kami yang salah jalan.
       
      Sadar bahwa kami salah jalan kemudian balik arah mengikuti langkah rombongan lainnya. Saat mencari jalan diantara rumah penduduk lagi-lagi rombongan di depan kami juga salah jalan, teriakan seorang ibu menyadarkan kami dan diikuti gelak tawa bahwa mereka pun salah jalan. Berikutnya jalanan lurus diantara semak-semak, sambil terus berjalan saya masih memikirkan rumah penduduk tadi sempat heran juga di tengah-tengah perkebunan bahkan seperti hutan jauh dari desa ada juga rumah penduduk, Patricia pun sempat kahwatir kalau anak-anak mereka sakit mereka harus jauh pergi ke desa untuk berobat.
       
      “Itu kalau malam ada anak mereka sakit gimana ya?” ujar Patricia penuh kahwatir dan tanda tanya.
       
      “Anak-anak mereka sekolahnya di mana ya?” tambah saya penasaran.
       
      Pertanyaan yang sama-sama tidak bisa kami jawab dan hanya menerka-nerka jawabannya. Di kiri jalan  terlihat bukit kars dengan batuan putih terlihat jelas, mungkin di sana ada goa tebak saya dalam hati. Terus berjalan di depan terlihat jalan setapak yang bisa dilalui motor dan mobil.

      Istirahat sebelum treking menuju mulut Gua Liyah
       
      Sambil menunggu rombongan yang tertinggal kami istirahat duduk di bawah pohon jati, kemudian melanjutkan perjalanan melewati jalan setapak sejauh kurang lebih lima puluh meter. Di kanan jalan di antara semak-semak di sanalah mulut Goa Liyah. Dari jalan memang tak terlihat sama sekali mulut goa karena terhalang oleh semak-semak, lagi-lagi pertanyaan yang dilontarkan Patricia tidak bisa saya jawab.
       
      “Siapa sih yang pertama kali menemukan ada goa di tempat ini?” tanya Patricia kagum.
       
      Tak seperti Goa Petruk dengan mulut goanya yang terbuka lebar, mulut  Goa Liyah justru sangat kecil dan kami harus antri  untuk masuk. Berjalan terus masuk lebih ke dalam kami harus melewati celah kecil berjalan miring dalam himpitan diantara dinding-dinding goa dan batu-batuan besar.

      Mulut Gua Liyah 1
       
      Terus berjalan tak ada stalagtit, stalagmit ataupun flowstone berbentuk menyerupai simbol-simbol dalam kehidupan yang kami temui, hanya ada batu-batu besar seakan menghalangi langkah kami. Batu pualam berkilau indah menempel di dinding-dinding goa, ruang goanya pun besar tak terkesan pengap. Kami harus berjalan hati-hati karena masih banyak lubang-lubang sisa penambangan phosfat yang dibiarkan terbuka begitu saja. 
       
      Jalanan yang becek dan berlumpur semakin memperlambat langkah kami, jika tak hati-hati bisa terjerembab dan jatuh ke lumpur. Itulah yang saya alami, kaki kanan saya sulit untuk melangkah karena lengket dan pekatnya lumpur yang menempel di boots dan ketika saya berusaha mengangkat kaki kiri justru badan saya tak seimbang, untunglah dengan sigap kedua tangan saya tempelkan ke lantai goa untuk menahan badan supaya tak jatuh ke lumpur. Penuh hati-hati saya berusaha menyusul rombongan.
       
      Biasanya rombongan Patrapala berjalan sangat cepat tapi di depan terlihat semuanya berhenti, penasaran juga kenapa jadi macet di jalan. Sambil mencondongkan badan saya berusaha mencari tahu ada apa di depan dan ternyata semua harus antri untuk melewati lubang kecil dan berjalan tiarap seperti cicak, hanya cara itu yang bisa dilakukan untuk bisa melewatinya.

      Melewati celah kecil
       
      Tiba giliran saya untuk melewatinya, sambil merebahkan badan dengan posisi telungkup penuh hati-hati saya menggerakkan tangan dan badan. Tak lama kemudian kepala sudah dapat saya tengadahkan, ternyata panjangnya tak mencapai dua meter. Struktur Goa Liyah memang sangat berbeda dengan Goa Petruk, stalagtit-stalagtit menggantung bentuknya besar-besar, batu-batuan besar menjadikan dinding goa seperti lorong antara gedung-gedung bertingkat di perkotaan. Rasa takjub begitu kami melewatinya dan sayang kalau tak berfoto di sana dan mengabadikannya dalam jepretan lensa, ternyata kami sudah tertinggal jauh dari rombongan Patrapala  Pertamina Cilacap dan mas Yos menghampiri kami takut kalau kami tertinggal jauh dan tak tau jalan.
       
      “Ayo kalian sudah tertinggal jauh dari rombongan Pertamina, Budi mana?” ucap mas Yos melihat kami yang hanya diam berdiri dan tak melihat mas Budi diantara kami.
       
      “Sebentar mas masih ada dua orang tertinggal dibelakang, mas Budi lagi menyusul yang di belakang,” jawab salah satu dari kami.
       
      Setelah dipastikan jumlah rombongan kami lengkap tujuh orang bergegas kami menyusul rombongan Patrapala Pertamina Cilacap yang sudah berjalan jauh. Saat kami menemukannya, mereka sedang duduk-duduk dan ternyata antri untuk menuruni tebing. Caving Goa Liyah memang lebih menantang dibandingkan Goa Petruk, di sini diperlukan peralatan keselamatan caving serta pemandu yang berpengalaman. Sebagian dari rombongan Patrapala Pertamina Cilacap sudah ada di bawah dan kini giliran perempuan yang didahulukan untuk menuruninya. Saya pun beranjak dari duduk saya dan antri di barisan perempuan.
       
      “Perempuan-perempuan duluan yang turun,” teriak salah satu dari rombongan Patrapala Pertamina Cilacap.
       
      Sambil antri saya memperhatikan cara menuruni tebing itu, dan kini giliran saya yang harus turun. Ada tiga tingkatan tebing yang harus saya lalui, dengan serius saya mendengarkan arahan dari Instruktur supaya saya tak celaka dan bisa melaluinya dengan baik.

      Rapelling di dalam Gua Liyah
      ''Pegang tali webbingnya Mba trus turun sambil ulur talinya,” jelas salah satu instruktur dari Patrapala Pertamina Cilacap.
       
       
       
      Dengan kencang saya menggenggam tali webbing kemudian mengulurnya sambil turun, di sini saya sempat panik ketika melewati bagian tali webbing yang licin sedangkan saya tidak memakai sarung tangan, tapi tali webbing tetap saya genggam kencang. Suara-suara Instruktur terus mengarahkan gerak saya.
       
      “Liat terus ke bawah dan kaki cari injakan, ya terus turun jangan lepas talinya,” teriak Instruktur mengarahkan gerak saya.
       
      Kaki saya akhirnya bisa menyentuh lantai, satu tingkatan sudah saya lalui dengan ketingginan kurang lebih tiga meter dan sudah ada satu Instruktur yang berjaga di sini siap membantu dan mengarahkan untuk langkah berikutnya.
       
      “Turun terus jangan lepas talinya, pandangan terus ke bawah liat injakan,” jelas Instruktur.
       
      Dengan hati-hati saya menuruni tebing dengan tali webbing tetap saya genggam dan kaki terus mencari injakan, sampai akhirnya kaki ini bisa menyentuh lantai dan tali webbing sudah bisa saya lepaskan. Kemudian petugas yang lain menyuruh saya berjalan ke arah tebing berikutnya yang harus saya turuni tapi kali ini tanpa tali webbing karena tingginya hanya kurang lebih satu setengah meter. Di bawahnya sudah ada petugas yang siap membantu saya.
       
      “Duduk dulu Mba, kaki kanan injak yang ini dan pegang tangan saya,” jelas petugas siap membantu saya.
       

      Menuruni bebatuan
       
        Ikuti apa yang diarahkan petugas tersebut kemudian saya duduk, kaki kanan  berusaha menyentuh cekungan dinding dan menginjaknya untuk kemudian sambil dibantu petugas saya melompat untuk menyentuh lantai. Sebagian dari rombongan Patrapala Pertamina Cilacap yang telah berhasil menuruni tebing siap melanjutkan perjalanan, saya memilih duduk sambil menunggu rombongan yang masih di atas.
       
      Tak sampai di sini, medan yang harus kami lalui berikutnya juga tak kalah menantang dan memacu adrenalin. Berjalan menyusuri dinding-dinding goa di bawahnya ada jurang terbentang, untuk bisa sampai ke bawah kami harus melewati batu-batuan yang ada di pinggir dinding goa.

      Rapelling
       
      Turun dan harus menuruni tebing lagi, saya tak bisa melihat kedalamannya dan kini kami telah berada di dalam perut bumi. Mas Yos dan beberapa Instruktur dari Patrapala Pertamina Cilacap sedang mempersiapkan peralatan keselamatan caving, beberapa orang terlihat sedang memakai seat harness dan siap untuk turun. Seperti sebelumnya perempuan-perempuan didahulukan untuk turun dan kami harus memakai seat harness dan kaos tangan terlebih dahulu. Dua orang dari Patrapala Pertamina Cilacap membantu saya memakai  seat harness,  saya  sempat gugup ini lebih sulit dari menuruni tebing sebelumnya. Bismillah memberanikan diri maju ke depan dan siap turun dan kini seat harness sudah dikaitkan ke tali. Saya simak baik-baik setiap arahan dari para Instruktur sambil berusaha tenang.
       
      “Tangan kiri pegang tali ini Mba,  posisinya selalu di depan badan dan tangan kanan pegang tali tapi posisinya di samping badan. Sekarang badannya direbahkan ke belakang posisinya seperti tidur,” beberapa Instruktur mengajari saya cara turun.
       
      Saya ikuti apa yang dikatakan para Instruktur, dan tetap ikuti arahan berikutnya.
       
      “Ya sekarang turun pelan-pelan pandangan lihat ke bawah, ulur talinya posisi tangan kanan tetap di samping dan posisi badan tetap rebah,” ucap Instruktur berkutnya.
       
      Pelan-pelan kaki kanan saya turunkan, kedua tangan berusaha mengulur tali dengan posisi badan tetap rebah. Selanjutnya kaki saya mencari pijakan ke kanan, ternyata cara ini salah dan Instruktur yang di bawah teriak memberikan arahan.
       
      “Mba, kakinya tetap lurus dan tangan kanannya ke belakang,” teriakan suara dari Instruktur di bawah.
       
      Sadar apa yang saya lakukan adalah salah cepat-cepat saya perbaiki dengan mengikuti arahan dari Instruktur tadi. 
       

      Rapelling
      Ternyata sangat mudah dan saya berhasil menuruni tebing yang tingginya kurang lebih enam meter tadi sampai ke lantai dasar. Satu persatu dari kami terutama para perempuan  telah melewatinya. Salah satu dari rombongan Patrapala Pertamina Cilacap meminta kami melanjutkan perjalanan, di depan mulut goa sudah dekat. Tak perlu menunggu rombongan yang masih ada di atas, lagi pula hari sudah sore.
       
      “Ada yang tahu jalan? kalau ada ajak yang lainnya pulang duluan,” ucap salah satu dari rombongan Patrapala Pertamina Cilacap.
       
      Saya pun bangkit dari duduk  kemudian mengikuti langkah rombongan menuju mulut goa. Jalan yang  kami lewati sangat licin, becek dan berlumpur. Dari kejauhan dalam kegelapan ada batu putih mencolok berkilau, Particia menunjuknya penuh kagum.
       
      “Lihat itu batunya putih berkilau,” tunjuk Patricia.
       
      Sepanjang jalan menuju mulut goa kami menemukan batu-batuan putih menempel di dinding berkilau bila terkena sorotan lampu, namanya batu kristal. 

      Batu kristal
       
      Sebenarnya di akhir caving masih ada satu tempat lagi yang akan kami kunjungi yaitu air terjun dalam goa. Berhubung kami harus segera pulang maka jalan menuju air terjun tersebut kami lewati begitu saja dan belok ke kiri menuju mulut goa. Suasana masih terang ketika kami sampai di mulut goa, mulut goanya sangat sempit dengan pintu teralis besi terbuka. Kurang lebih empat jam lamanya kami menyusuri Goa Liyah, mulai dari  berjalan di lumpur, berjalan tiarap melewati lubang kecil, berjalan miring diantara himpitan dinding-dinding goa sampai harus menuruni tebing yang curam. 
       
      Anda tertarik untuk mencobanya? temukan keindahan aneka stalagtit, stalagmit dan flowstone serta rasakan sensasi petualangannya. (Mulyati Asih)
       
      Terima kasih
    • By ko Acong
      Terima Kasih Thien Qung telah menjaga kami semua sehingga dalam kedaan Sehat Semua. Yuk kita lanjut napak tilas Jalur Sutra sesi 2. Setelah kami menikmati keindahan Crescent Lake terutama adanya oase alami di Gurun Gobi, waktunya kami diantar ke stasiun Dun Huang untuk pindah kabupaten yang jaraknya kurang lebih 800 km, memakai kereta sleeper train.
      Kami sepakat pakai tidur lunak, sekamar 4 tidur susun. Untuk antisipasi kebiasaan yang kurang bersahabat bagi kita, bila tidur keras 1 row isi 6 tempat tidur dan tidak berpintu. Nah, kami pakai tidur lunak, diperjalanan kami pun jadi tidur dengan nyaman,  tak terasa alarm alam membangunkan kami. Lalu kami siap2 ke restroom. 1 jam kemudian sampailah kami di stasiun Turpan.

      Ternyata kami sudah mulai memasuki daerah istimewa Tiongkok. Lalu hal pertama yang kami hadapi adalah petugas imigrasi, dengan wajah yang khas dan penuh curiga kepada kami. Oh ya, penduduk Turpan sudah berbeda jauh wajahnya,  yang mana tidak oriental lagi. Beres urusan imigrasi, kami pun mencari sarapan, dengan berbagai menu yang lumayan bersahabat dengan lidah kita dan halal.
      Setelah keluar imigrasi, nah disini lah kami mulai dikerubuti oleh para driver dengan memegang gambar-gambar destinasi wisata, sementara kami abaikan dulu, ngudud dulu, cari sasaran driver yang sreg dengan kita. Setelah terpilih, kami panggil driver tersebut ke pinggiran, dan terjadilah tawar menawar. Sambil saya tunjuk saya mau ke destinasi wisata yang ada di brochure tersebut, satu paket 5 destinasi dengan harga 300 RMB (kalau tidak salah). Kami sewa 3 mobil, jadi per kepala kena charge 90 RMB, durasi tour 8 jam dengan jarak kurang lebih 180 km sampai kami diantar ke hotel. Oh ya, jarak stasiun ke downtown kurang lebih 40 km, dan bila memakai antaran taksi 120 RMB, jadi kami mending pilih langsung sekalian tour. Semua komunikasi kami mempergunakan google translate yang ada suaranya, jadi lebih mudah berkomunikasi dengan driver.
      Pertama, kami diantar ke hotel dulu untuk check in dan bersih-bersih karena cuaca Turpan sangat panas, namun dingin sekali anginnya.
      Kedua, kami tadinya mau ke benteng gurun center kota, Bazeli Ten Thousand Buddha Monastery, namun hanya ditunjukan dan lewat karena waktu tidak mencukupi.
      Ketiga, kami diantar ke gunung api (Flaming Mountain) dan itupun hanya dilewati karena kami masih belum move on.
      Keempat, kami diantar ke gurun pasir Turkistan Shansan Countri, nah disinilah kami baru move on, karena tantangan pemandangan di depan seperti layaknya paris dakar rally. Kami ber-10 memakai kendaraan gurun pasir langsung menuju puncak gurun pasir, ternyata kami hanya diantar sampai tengah dengan harga 250 RMB per mobil.
      Setelah sampai kami main di tengah puncak, mulailah modus mereka keluar, maukah kalian kami antar ke puncak teratas gurun pasir dengan harga 400 RMB/mobil. Tentu kami semua menolak. Tapi, khusus kendaraan yang dipake saya, saya nego sampai dapat harga 200 RMB.
      Kami diantar ke basecamp, nah disini lah tantangan adrenalin kami diuji ternyata kita turun dari puncak itu langsung melompat lurus ke bawah
      bagai mobil meluncur lurus jatuh ke dasar jurang, mungkin lebih menantang dibanding naik jet coster. Setelah sampai khusus kendaraan yang dipake saya langsung naik ke puncak teratas gurun pasir. Disinilah pemandangan yang paling aduhai. Kami semua dalam keadaan bersuka ria, mulai tuh keluar semangat kita.

      Kelima, kami diantar ke musem Gaochang, begitu buka pintu mobil kami semua terkejut karena sinar matahari sangat menyengat, tapi tetap kami berfoto dulu sebentar dan tidak sanggup melanjutkan menuju gedungnya.

      Setelah sampai mobil saya tanya destinasi apa ini sebenarnya, para driver menjelaskan bahwa disinilah tempatnya suhu Gaocheng. Dalam misi menuju barat hampir menyerah dalam melaksanakan misinya dan terlihat table temperature menunjukan 41 derajat celcius berarti kalau di air setengah mateng. Wah kata driver coba tadi kalau berhenti di gunung api lebih lengkap ini ceritanya, semangat kita jadi on fire lagi.
      Lalu kita minta datang ke gunung api yang tadi sudah kita lewati, ternyata setelah turun bener-bener ini daerah panasnya bagaikan kita dengan dapur pemanggangan. Banyak relief yang menggambarkan Sun Go Kong yang menuju langit untuk meminjam kipas sakti para dewa dan Flaming Mountain yang sedang membara sekali kipas langsung hilang apinya.
      Keenam, kota Turpan sepanjang kami lihat dari kereta api tadi mungkin juga ratusan kilometer hanya terlihat gurun pasir tak terbatas. Ternyata kota Turpan adalah salah satu yang penghasil anggur dan buah-buahan serta perternakan terbesar untuk Tiongkok mainland.
      Kami semua heran, dimana datangnya kehidupan kalau tanpa air dan semua terjawab di museum Turpan Karez Underground Water System, harga tiket masuk 40 RMB. Yang dengan hanya melihat teorinya pun sudah menjawab keheranan saya, si Bocah Tua Nakal kan pinter.

      Dan jawaban keheranan saya makin terjelaskan pada esok harinya di Heavenly Lake. Tur akan dilanjut ke Grand Bazarnya Turpan, namun teman 2 orang terserang Dehidrasi. Ibarat kataa kalau mau manggang roti dikota turpan tak perlu pake oven cukup ditempel didinding disinari matahari bisa mateng tuh.

      Kami semua ingin buru-buru masuk Hotel dan Mandi. Namun setelah segar, sebagian teman-teman kabur juga tuh menikmati barbeque dan sop kambing nan lezat. Pastinya gak lupa cuci mata lah, secara disini orang-orangnya cantik dan garanteng Uhuuuiiii Prikitiwww.
      Malam terus berlalu walau jam 22.00 masih terang benderang, tapi kami harus segera tidur, mengingat esok hari harus pindah kota lagi dengan jarak tempuh 180 km menuju Heavently Lake.
      Heavently lake adalah danau raksasa dipuncak gunung diketinggian 2200 Mpdl, yang mana sejauh perjalanan kami hanya disuguhi gurun pasir nan gersang sejak dari Turpan. Namun ketika sudah sampai puncaknya dan kami tembus tunnel Kaki Gunung Himalaya, baru pemandangan berubah drastis. Sepanjang mata dimanjakan oleh pohon-pohon nan indah dan udara yang tiba-tiba bisa berubah drastis menjadi dingin menusuk tulang. Danau Thian Shan benar-benar danau yang sangat indah.

      Setelah puas didanau kami turun gunung sejauh 602 km lagi menuju Hotel. Namun ada trouble, kita berganti Hotel dan malam sudah tiba kami semua tidur.
      Nah keesokan harinya teman-teman sudah tidak tahan untuk kabur menuju Grand Bazarnya Urumgi, secara Urumgi adalah kota modern dan wisata budaya dan juga surga kuliner, sangat perlu diekplor dengan agak santai.
      Sore telah tiba kami semua akan mengakhiri napak tilah Silk Road “Middle” ini dan akan dilanjut bonus trip petualangan ektra cepat menuju Asalamuaikum Beijing. Di tunggu yah Field Reportnya
      Mohon Maaf, pasti bacanya capek kepanjangan cerita namun itu lah ceritanya apa adanya.
       






































    • By siti uko
      Hallo…
      Siti Uko disini, mau sharing keseruan kita kemarin, bersama temen2 KJJI di rafting Cisadane "Al- Nassr Rafting", dua hari sebelum puasa tepatnya tgl 04 juni 2016. HTM 200rb/0rg sudah termasuk wellcome drink, makan siang lengkap dgn minuman dingin dan kelapa muda, asuransi perjalanan dan dokumentasi 2 buah memori card, satu buat HP satu lagi buat laptop. Cukup ramah dikantong kaaan.. hehe..
      Letaknya ada di jln.raya sukabumi KM 16, sebelum pasar caringin sebelah kiri.
      Dr jakarta, keluar tol jagorawi kira2 ditempuh 10 menit perjalanan klo ga macet. Klo naik angkot nomor 02 jurusan Cicurug, ongkosnya 4000 rupiah.
      Semoga bermanfaat buat info liburan habis lebaran yak.. selamat menunaikan ibadah puasa besok.
      Salam KJJI..

      pasukan KJJI sudah siiiiiiaaaaaap...lengkap dengan baju pelampung, helm, dan dayung. sebenernya ada tiga orang diantara kami yg takut arung jeram termasuk saya sendiri, hehe.. tapi setelah dibujuk2 akhirnya mereka mau juga turun ke sungai cisadane, dengan hati yg deg2an tentunya.
       

      Ketinggiannya mencapai 3 meter sodaraaaah, dan itu yg bikin sahabat saya meni, bu rina teriak2 kaya orang kesurupanan... ahahaha.. ampun dah!
       

      Ven ven....spt nya cuma dia doang yang exited dengan arung jeram, lihat aja gaya tangannya udah bak sang juara memenangkan pertandingan dengan wajahnya yg sumringah, sementara yang lain masih dengan muka mengkerut merengut masih takuuuuuuut.. LOL

      hahaa.. spt nya mba meni sudah mulai jatuh cinta dgn arung jeram.....lihat expresinya, girang banget dah ahh..
       

      huuaaaaaaaa..,,, jantung serasa mau copot,, tapi seeerruuuuuuu!!
       

      dan akhirnya saya dan bu rina tertawa bahagia, pdhal sebelumnya sangatttt takut arung jeram... takut air...wkwkwk
       

      pemandangan disekitar camp rafting, indah sejuk dan adeeeeem... nyeeesss
       

      tempat makan siang setelah berafting ria, ada gazebo unik yang terbuat dr bambu, didepannya terdapat kolam ikan yang sangat luas, menambah asri pemandangan disekitar camp rafting
       

      terakhir.... inilah sajian makan siang dengan menu yang sangat menarik dan komplit, terdiri dari nasi putih, irisan ketimun dan tomat segar, tempe goreng, ayam goreng kampung yang ditaburi sambel peedas yg super maknyus, es teh manis, dan yang special adalah buah kelapa muda....,,, segeeeeeeerrrrr
      see you on the next trip....,,, Hollaaaaa!