deffa

Awesome 3 Days in Kyoto

54 posts in this topic

Hola Deffa Here !!!

Pasti sudah nunggu lanjutan cerita perjalanan saya ke Kansai Jepang 7-11 Maret 2016 lalu kan, setelah Explore Osaka selama 3 hari bisa di Baca DISINI. Lanjutannya adalah Explore Kyoto selama 3 hari juga, yang sekarang masu saya ulas, yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang mau ke Kyoto juga ya.

Advice, tulisan ini akan sangat panjang, jadi persiapkan waktu untuk membaca dengan teliti karena pasti banyak hal berguna yang bisa kalian ambil dari tulisan ini loh :D

IMG_2160.JPG

DAY 1 : 9 Maret 2016

Itinerary Day 1 :

  1. J-Hoppers Kyoto Guesthouse

Saya tiba di Kyoto Station dari Osaka sekitar pukul 20.00 WIT dengan menggunakan Kansai Thru Pass jadi perjalanan ini sudah di cover Pass tersebut, info tentang Kansai Thru Pass baca DISINI

Karena sudah malam saya langsung saja menuju penginapan, yang saya booking secara online di J-Hoppers Kyoto Guesthouse. Cukup dekat dari Kyoto Station hanya sekitar 10 menitan jalan kaki saja. Saya memilih Deluxe Private Room with Shared Bathroom permalam harga nya 6000 yen. Unik nya adalah kamar nya bertipe Ryokan. Untuk pengalaman di J-Hoppers Kyoto Guesthouse baca DISINI

Spoiler

IMG_1903.JPGIMG_1908.JPGIMG_2256.JPGIMG_1914.JPGIMG_2277.JPG

Penginapan nya sangat bagus dan murah, juga staff yang baik. Lalu teman-teman baru yang gokil karena saya langsung di sambut dengan Welcome Party padahal baru kenalan loh dari berbeda negara hehehe :D

Hari pertama ini saya habis kan dengan Party di dalam Guesthouse dengan teman-teman baru sekalian menyusun itinerary untuk besok juga. Jadi hari pertama ini saya tidak keluar uang sama sekali (Untuk penginapan sudah di bayar via Online sebelum nya) :D 

DAY 2 : 10 MARET 2016

Itinerary Day 2 :

  1. Arashiyama
  2. Togetsu-kyo Bridge
  3. Tenryu-ji Zen Temple & Sogenchi Garden
  4. Path of Bamboo / Bamboo Grove
  5. Nonomiya Shrine
  6. Ohkouchi Sansou Garden
  7. Romantic Train Sagano
  8. Kameoka
  9. Kinkakuji Temple
  10. Ginkakuji Temple
  11. Philosopher's Walk
  12. Kiyomizu-dera Temple
  13. Kiyomizu-Zaka Street
  14. Yasaka Shrine
  15. Shinbashi Dori
  16. Makan Malam di Yoshinoya

Pagi di hari kedua di Kyoto ini saya terbangun sekitar pukul 07.00 WIT, langsung menuju swalayan favorit yaitu 711 / Sevel untuk membeli sarapan berupa Onigiri + Cup Noodle seharga total 400 yen. Gak tahu ya tiap kali ke Jepang sarapan saya ini terus doyan atau emang gak ada lagi yang lebih murah hahahah

IMG_1919.JPG

Setelah sarapan dan mandi persiapan hari ini kebetulan cuaca cerah, jadi saya putuskan untuk ke tempat wisata yang paling jauh terlebih dahulu yaitu di bagian Barat Kyoto adalah Arashiyama

ARASHIYAMA

Untuk menuju area Arashiyama ini saya memutuskan menggunakan Kereta saja karena lebih cepat jadi hemat waktu sekitar 15 menit, jika menggunakan bus sekitar 15 menit. Menggunakan kereta dari Kyoto Station, sebelum nya saya Top Up lagi Saldo dari ICOCA Card sebesar 2000 yen, karena jalur kereta di Kyoto untuk JR lebih cepat daripada menggunakan kereta Local yang di cover Kansai Thru Pass.

Jalur yang saya lalui adalah Kyoto Station - Saga Arashiyama seharga 240 yen di cover oleh ICOCA Card

kyoto1.jpg

Tiba di JR Saga-Arashiyama Station ini sudah cukup dekat ke beberapa tempat wisata, karena station ini sebagai patokan. Kalian harus perhatikan di sekeliling Station ini ada banyak petunjuk dan salah satunya ada Itinerary Famous Sightseeing Spot in Kyoto sangat berguna loh karena cukup mudah di pahami. Kalian ikuti itinerary ini saja sudah bisa keliling Kyoto, menarik kan

IMG_1928.JPGIMG_1929.JPG

Nah keluar dari Station tujuan saya yang pertama adalah Togetsu-kyo Bridge yang cukup populer sebagai tempat sightseeing turis. Dan kita hanya perlu waktu berjalan kaki sekitar 10 menit untuk menuju kesana dari Station ini.

TOGETSU-KYO BRIDGE

Togetsu-Kyo Bridge ini sesuai namanya ya sebuah jembatan yang sebenarnya di gunakan sehari-hari oleh penduduk Kyoto untuk menyebrang Sungai Oi atau Oi River. Kenapa jadi cukup terkenal selain sering di gunakan tempat shooting J-Dorama. Juga memang pemandangan nya sangat keren dan sayang jika di lewatkan.

Dari Saga-Arashiyama Station ini, dengan badan kalian membelakangi Station seperti poto di bawah. Kalian akan berhadapan dengan 5 jalan atau simpang lima. Pilih lah jalan yang Kedua dari Kanan atau selurusan badan (ikuti saja wisatawan lain yang berjalan ramai). Karena arah itu akan menuju sebuah plang ke petunjuk arah Togetsu-kyo. Nanti akan mentok di pertigaan ikuti petunjuk ke arah kiri untuk ke Togetsu-kyo

Spoiler

IMG_1930.JPGIMG_1934.JPGIMG_1935.JPGIMG_1940.JPG

Btw selama perjalanan ke Togetsu-Kyo Bridge ini di kiri kanan jalan banyak sekali restoran dan toko souvenir, ada beberapa restoran yang cukup menarik perhatian saya yang satu adalah Vegan & Muslim Friendly Restaurant dan juga Restoran dengan taman yang cantik di depan nya. Kalian tidak akan melewatkan ini karena searah. Ada juga toko buku yang menarik yaitu London Books

Spoiler

IMG_1932.JPGIMG_1938.JPGIMG_1933.JPG

Tidak lama tibalah di Togetsu-Kyo Bridge ya sesuai ekspektasi berupa jembatan yang di aliri sunga Oii yang cukup luas. Hal yang bisa dilakukan disini ya berfoto ria, cuma hati-hati ya karena ini esensi nya jalan raya jadi banyak kendaraan lalu lalang, dan juga jalan di arashiyama ini tidak besar.

Spoiler

IMG_1941.JPGIMG_1944.JPGIMG_1946.JPG

Oh ya tidak sengaja bertemu seorang Maiko / Geisha atau apapun lah sebutannya dengan pakaian tradisional nya, lengkap di temani seorang samurai (mungkin) yang sedang berada disini, karena aneh juga biasanya mereka hanya berada di area Gyon di tengah kota Kyoto. Sayang nya sama seperti di Gyon mereka sulit di ajak berfoto, ada yang nekat minta foto bareng. Yang setelah foto itu si Maiko raut muka nya agak kecewa atau sedih, karena pada dasarnya mereka memang tidak mau (tidak boleh) di ajak poto bareng

IMG_1943.JPG

Lalu beranjak ke tengah dari Togetsu-Kyo Bridge ini, ya harus tetap hati-hati lihat kanan kiri, karena lalu lalang dari kendaraan makin ramai. Karena kondisi saat itu pagi jadi orang sedang memulai aktifitas. Di atas jembatannya pemandangan lebih bagus lagi, kita bisa dapat background sungai dan bukit di kejauhan :D

IMG_1948.JPGIMG_1949.JPG

Sudah puas di Togetsu-Kyo Bridge ini, selama perjalanan kesini saya melewati satu temple yaitu Tenryu-ji Zen Temple dengan Sogenchi Garden nya. Saya pun putuskan kesana untuk memuaskan rasa penasaran saya.

TENRYU-JI ZEN TEMPLE & SOGENCHI GARDEN

Tidak jauh dari Togetsu-Kyo Bridge hanya sekitar 5 menit jalan kaki, dan sepanjang jalan ini tetap akan menemukan toko souvenir dan restoran serta jajanan khas Kyoto yang unik. Dan melewati Randen Arashiyama Station, jika tadi saya menggunakan rute Kansai Thru Pass keluarnya disini lebih dekat seh.

 IMG_1955.JPGIMG_1954.JPG

Tiba lah di Tenryu-Ji Zen Temple & Sogenchi Garden. Yup mereka sepaket dan satu area jadi kalian bisa berwisata di 2 tempat sekaligus. Dan ternyata di akui oleh PBB sebagai World Heritage Site loh, tambah penasaran sebagus apa ya

Apa yang kalian bayangkan jika mendengar kata Kyoto ? Pasti lah salah satu nya adalah Sakura ya kan. Yup itu juga yang membuat saya datang ke Kyoto pada waktu awal Musim Semi ini, berharap bisa bertemu dengan Mbak Sakura itu, walaupun masih belum Blooming karena baru awal musim Semi.

Namun di Tenryu-ji Zen Temple ini sudah ada yang mulai berbunga walaupun masih belum banyak, dan saya kebetulan masuk dari area parkir mobil menuju ke Temple di kiri kanan banyak sekali Pohon Sakura yang mulai berbunga. Temple nya sendiri di bagi atas beberapa, di bagian parkiran ini terdapat beberapa temple kecil untuk sebelum menuju Temple Utama di Sogenchi Garden

Spoiler

IMG_1957.JPGIMG_1958.JPGIMG_1960.JPGIMG_1961.JPG

Lalu tibalah di area Sogenchi Garden yang ditandai oleh sebuar Rumah Besar yang berfungsi sebagai Loket. Untuk harga tiket nya ada 2 macam Terpisah atau Terusan, maksudnya Terpisah Garden saja atau Temple saja, atau Terusan yang sepaket. Namun karena saya pilih yang terusan Garden + Temple seharga 600 yen

IMG_1964.JPGIMG_1966.JPG

Pertama saya masuk dari area Temple dulu walaupun sebenarnya Garden nya juga terlihat dari area Temple ini, hanya saja belum bisa menjejakkan kaki di Garden nya karena masuk ke area Temple harus lepas sepatu dan tuker dengan Sendal Khusus ala Jepang gitu. Masuk area pertama langsung ketemu dengan lukisan besar Ninja Lucu yang saya bingung siapa dia Goemon kah ? hahahaha

IMG_1967.JPG

Menyusuri area Temple ini akhirnya saya merasakan gimana seperti di Film Jepang Kolosal yang duduk rumah ala Jepang beralaskan tatami dengan pemandangan taman yang indah beserta kolam nya, suatu pemandangan yang uye banget deh. Kompleks Temple ini walaupun tidak begitu luas namun memiliki beberapa ruangan yang akhirnya menuju ke Temple Utama, Tenryu-ji Zen Temple

Spoiler

IMG_1969.JPGIMG_1974.JPGIMG_1972.JPGIMG_1976.JPGIMG_1979.JPG

Sampai di area Temple Utama Tenryu-Ji Zen Temple, saya tertarik padah sebuah Pohon Sakura yang agak lebih banyak bunga Sakura nya yang mekar daripada pohon Sakura yang lain nya di sekitar sini, kesempatan kapan lagi kan bisa dapat Sakura heheh

IMG_1982.JPGIMG_1987.JPG 

Walaupun sakuranya tidak banyak bermekaran namun lumayan lah, karena ini sudah titik akhir dari area Temple akhirnya saya putuskan keluar dan mengenakan sepatu lagi, lalu masuk lagi ke area Garden dengan tiket yang sama karena satu paket. Nah di area Garden ini bisa lebih puas menikmati taman nya, karena kita bisa berkeliling taman yang cukup luas ini dan ada area dataran Tinggi nya juga loh.

Karena baru awal musim semi jadi Pohon nya banyak yang belum berbunga walaupun sudah ada yang berbunga namun belum lebat, jadi kalau mau suasana yang bagus banget datanglah ketika puncak Musim Semi dari akhir Mei ke pertengahan April

Spoiler

IMG_1988.JPGIMG_1989.JPGIMG_1990.JPGIMG_1992.JPGIMG_1994.JPGIMG_1995.JPGIMG_1998.JPG

Puas disini saya pun lanjutkan perjalanan berikut nya masih di area Arashiyama ini yaitu ke salah satu tempat yang paling tersohor disini yaitu Path of Bamboo atau Bamboo Grove

BAMBOO GROVE

Path of Bamboo aka Bamboo Grove mulai booming bagi Wisatawan Dunia semenjak ada nya adegan di film Memoirs of Geisha salah satu nya disini. Sebenarnya hanya lah sebuah jalan yang di pinggir kiri kanan nya terdapat hutan bambu yang sangat lebat, jadi suasana nya rindang dan juga agak terkesan spooky kalau menurus saya seh heheh

Cara kesini sangat mudah, masih ingat pertigaan mentok yang sebelum ke Togetsu-kyo Bridge jika ambil arah kanan kita akan menuju ke Bamboo Grove ini. Tidak jauh kok hanya sekitar 10 menitan jalan kaki kita sudah masuk ke area Bamboo Grove. Ikuti saja petunjuk jalan nya

IMG_1940.JPGIMG_2004.JPG

Apa yang bisa dilakukan disini ? Ya kalian jalan saja terus mengikuti jalur ini sampai menemukan spot yang kalian rasa cocok untuk Foto, tapi ya ingat pasti banyak banget orang disini jadi agak sulit dapat spot yang sepi seperti di foto-foto google itu loh hehhe. Banyak juga wisatawan yang menggunakan kimono disini, kalau gak salah di area dekat stasiun Randen Arashiyama tadi ada penyewaan Kimono juga

Spoiler

IMG_2005.JPGIMG_2006.JPGIMG_2008.JPGIMG_2015.JPG

Oh ya di area Bamboo Grove ini ada satu Shrine (Kuil) cukup cantik walaupun kecil yang gak mungkin kalian lewatkan, karena posisi nya pas ada di pertigaan jalan menuju ke Ohkouchi Sansou Garden dan Romantic Train Sagano

NONOMIYA SHRINE

Yup namanya adalah Nonomiya Shrine cukup jalan saja terus dari jalan masuk Bamboo Grove kalian pasti akan bertemu shrine ini sekitar jarak 250 meter. Kuil yang kecil namun cukup ramai pengunjung nya, karena selain untuk berdoa disini juga mempunyai pemandangan yang cukup cantik untuk di abadikan loh

Spoiler

IMG_2009.JPGIMG_2010.JPGIMG_2012.JPGIMG_2011.JPG

Btw kalau kalian merhatiin poto saya di atas ini ada tiga cewek yang pake kimono cantik, salah satu nya bernama Ayaka, mayan kenalan setitik hahahaha. Mereka dari Izu or something gitu gak kedengaran jelas tapi ada nomor cantik nya hahahah

Oke lanjut, saya pernah baca satu artikel dan melihat poto scenery yang menarik dari satu tempat di area Bamboo Grove ini namanya Ohkouchi Sansou Garden dan kebetulan jalan yang saya ambil ini searah jadi saya putuskan untuk kesana.

OHKOUCHI SANSOU GARDEN

Kenapa saya tertarik dengan Ohkouchi Sansou Garden ini ? Pertama adalah karena jalur nya searah jadi gak repot kan, kedua karena saya pernah melihat suatu poto pemandangan dari Garden ini adalah puncak dari Arashiyama jadi viewnya keren banget, ketiga karena history dari garden ini adalah dulu nya Vila pribadi milik Bintang Film Jepang yang Legend pada masa nya yaitu Ohkouchi Denjirou

Intermezzo dikit Ohkouchi Denjirou ini salah satu Bintang Film legendaris Jepang pada tahun 1896-1962, dimana film Jepang pada jaman itu baru mulai tumbuh dan dia sering membintangi tokoh Samurai. Dan akhirnya beliau juga menjadi Sutradara film kolosal Jepang tentang Samurai dan sejarah Jepang lainnya.

IMG_2026.JPGIMG_2051.JPG

Tiket masuk nya seharga 1000 yen untuk dewasa dan 500 yen untuk anak kecil, buka tiap hari dari pukul 09.00 - 17.00 WIT. Dan tiket tersebut sudah termasuk untuk Garden dan menikmati Green Tea di dalam nanti

IMG_2027.JPG

Yap mulai menanjak, kok menanjak katanya Garden ? FYI emang betul Garden tapi garden ini di bangun di kaki gunung bagian selatan dari Gunung Ogura lebih dari 30 tahun yang lalu. Jadi ya jalan nya naik-naik ke puncak gunung deh. Tipe jalan nya disini setapak dan menanjak, jadi bagi kalian yang membawa Orang Tua atau pun Stroller Bayi agak kurang disarankan ya.

Spoiler

IMG_2028.JPGIMG_2029.JPGIMG_2031.JPG

Setelah jalan nanjak sekitar 10 menitan kita akan bertemu sebuah Rest Area dimana disini kita bisa menikmati Green Tea dan Snack secara gratis karena sudah sepaket dengan harga tiket tadi. Tempat nya unik ala-ala Jepang Kuno gitu dimana kalau di Anime, karakter utama menikmat Dango di sebuah Kedai, duduk di semacam kursi panjang beralaskan karpet merah, sambil memandangi Kebun Bunga

IMG_2032.JPG

Tapi karena cuaca saat itu 2-5 derajat celcius which is dingin banget, saya milih di dalam kedai nya saja deh, karena ada heater jadi menghangatkan badan sambil Minum Green Tea dan Snack. Lumayan menghangatkan badan udah menggigil dari jalan di Bamboo Grove neh.

Nah bagi kalian yang belum pernah minum Green Tea asli Jepang atau Ocha, jangan bayangkan Green Tea Frestea yang manis di jual di Indonesia. Ocha asli Jepang itu pahit loh dan agak sedikit kental, jadi ketika masuk ke kerongkongan kayak ada keset-keset nya gitu. Tapi biasanya memang ada pendamping nya berupa Snack Manis, biasanya Dango. Tapi kali ini semacam Waffer gitu.

IMG_2034.JPGIMG_2035.JPG

Oke udah cukup menghangatkan badan dan minum Green Tea hangat nya, lanjut lagi nanjak. Tidak jauh seh nanjak nya langsung bertemu dengan Villa Utama punya Ohkouchi Denjirou ini di sini juga terdapat Rest Area untuk kita duduk. Namun tidak ada Green Tea tapi disuguhkan pemandangan dari atas yang sangat indah

IMG_2036.JPGIMG_2037.JPG

Lanjut lagi ke atas lagi kali ini ketemu dengan semacam Kuil Kecil dan juga Rumah Penjaga Kebun ini atau mungkin Rumah Pembantu ya. Tapi kok saya lebih tertarik Rumah Pembantu ini, saya jadi ingat film Oshin kalau lihat rumah ini tinggal tambahin salju aja tuh hehehe

IMG_2040.JPGIMG_2041.JPG

Tibalah di puncak dari Ohkouchi Sansou Garden ini terdapat sebuah Gardu Pandang aka Gubug, kita bisa melihat sekeliling dari Bamboo Grove dan mostly Arashiyama dari sini wih luamayan viewnya, apalagi kalau itu Pohon Bunga lagi pada bermekaran bayangin aja deh gimana keren nya :D

Spoiler

IMG_2043.JPGIMG_2045.JPGIMG_2048.JPG

Dan akhirnya turun lagi ke bawah, di jalur menuju keluar ini kita akan ketemu dengan semacam Mini Museum atau lebih tepatnya kumpulan Diorama Foto-Foto mendiang Ohkouchi Denjirou ketika masih aktif di dunia Perfilman

IMG_2050.JPG

Sudah puas disini, saya lanjutkan ke destinasi selanjutnya yang juga searah dan tidak terlalu jauh dari sini yaitu Romantic Train Sagano

ROMANTIC TRAIN SAGANO

Yuhu ini salah satu wisata ikonik juga di Arashiyama karena kita akan menggunakan kereta wisata berupa kereta yang akan melintasi beberapa lokasi menarik dari Arashiyama. Kita memulai nya dari Torokko-Arashiyama Station. Dari Garden tadi jalan kaki sekitar 15 menit kesini dengan tetap melalui jalur Bamboo Grove

IMG_2052.JPG

Untuk harga tiket nya perorang 620 yen, dan ada waktu keberangkatannya ya karena saya dari Saga Torokko Arashiyama Station dan mau lanjut ke Kinkakuji Temple alias keluar dari area Arashiyama, jadi saya harus menuju ke Kameoka Station. Untuk info lengkap waktu keberangkatan Sagano Scenic Romantic Train cek ke SINI

sagano.jpgIMG_2053.JPG

Btw di sekitar Station ini ada beberapa restoran unik yang berisi Boneka-Boneka yang agak serem kalau saya lihat seh dan juga ada Temple juga yaitu Jojakkoji Temple. Namun saya tidak masuk kesana hanya lewat saja, mengisi waktu menunggu kereta tiba

Spoiler

IMG_2054.JPGIMG_2056.JPGIMG_2057.JPGIMG_2058.JPG

Saya pilih tempat duduk yang Open Deck alias yang  beratap kaca jadi bisa melihat pemandangan dengan leluasa, namun kekurangannya adalah karena cuaca lagi dingin banget jadi gak ada heater ya kedinginan lah. Gak papa tahan aja cuma 25 menit perjalanan kok hehhe

IMG_2059.JPGIMG_2062.JPG

Kalau gak salah Sagano Romantic Train ini ada adalam Film apa gitu saya lupa, dan fitur utama nya adalah Sightseeing melintasi jalur kereta yang melewati Jembatan, lalu Pohon Sakura dan Hozugawa River. Jikalau waktu yang tepat seperti Musim Berbunga Sakura pasti lah akan lebih bagus pemandangan nya, namun sayang nya saya dapat pemandangan Pohon Sakura yang masih kosong

Spoiler

IMG_2066.JPGIMG_2070.JPGIMG_2075.JPGIMG_2077.JPGIMG_2079.JPGIMG_2084.JPG

KAMEOKA STATION

Akhirnya tiba di Kameoka Station agak kedinginan jadi ngadem dulu menghangatkan di heater Station. Tujuan saya adalah ke JR Umahori Station harus jalan kaki sekitar 10 menit dari Kameoka Station. Sebenarnya bisa menggunakan semacam Delman yang di tarik traktor agar lebih mudah sekalian Sightseeing namun saya pilih jalan kaki sekalian menikmati pemandangan nya.

Kameoka ini benar-benar Country Side banget, alias alam Desa kalau di kita. Banyak sekali hamparan hijau dari sawah dan para petani yang masih meladang disini. Tinggal disini gak nolak saya adem banget suasana nya hehehe

Spoiler

IMG_2086.JPGIMG_2085.JPGIMG_2088.JPG

Tiba di JR Umahori Station saya langsung menuju ke Saga-Arashiyama Station dengan biaya 200 yen dan di cover oleh ICOCA Card. Lalu saya pindah ke Randen Arashiyama Station menggunakan Local Train yang di cover oleh Kansai Thru Pass karena tujuan saya kali ini ke Kinkakuji Temple

KINKAKUJI TEMPLE

Dari Randen Arashiyama Station ini saya menggunakan Local Train menuju Kinkakuji Temple yang berada di Randen Kitanohakubaicho Station. Rutenya adalah Randen Arashiyama Station - Katabiranotsuji - Kitanohakubaicho biaya 210 yen di cover oleh Kansai Thru Pass

randen.jpg

Ada yang unik menggunakan Local Train Randen ini, biasanya kan kalau menggunakan Train di Jepang ini sebelum masuk station kita akan Tap Kartu kita di mesin untuk masuk ke area station nya. Namun yang ini tidak ada, dan bayar nya langsung di masinis di atas kereta. Karena saya menggunakan Kansai Thru Pass tinggal di kasih lihat saja ke masinis dan di Pintu Keluar Randen Kitanohakubaicho Station :D

Setelah keluar dari Station ini saya baru ngeh ternyata dari station ini masih agak jauh ke Kinkakuji Temple, lalu kemudian Train Station Officer menghampiri saya karena mungkin di lihat nya saya sedang kebingungan.

A: Hello sir can i help you ?

B: Yes, i want to go to Kinkakuji Temple, how can i get there ?

A: Oh kinkakuji, you can walk from here about 20 minutes walk, or you can take bus from bus stop over there No. 205 bus about 5 minutes and     200 yen fares

B: Wow thank you very much sir, i think i'll take the bus

Gak aneh jika melihat orang Jepang yang baik membantu turis tanpa di minta, tapi saya rada kaget ketika mendengar dia Fasih dalam berbahasa Inggris, dilihat dari umur nya mungkin sudah 50 tahunan. Makasih banyak loh pak hehehe

Ya saya berjalan sedikit ke Halte bus yang memang dekat station ini, dan seketika Bus no. 205 untuk menuju Kinkakuji pun tiba. Kalian tidak akan sulit dengan rute bus di Kyoto ini karena ada map dan di tiap bus ada tulisan Latin untuk rute nya. Karena saya menggunakan Kansai Thru Pass, saya tinggal memperlihatkan kartu nya ke Supir

IMG_2092.JPGIMG_2094.JPG

Yup 5 menit sudah tiba di Bus Stop Kinkakuji Temple dan saya mengikuti arus para turis lainnya menuju ke petunjuk arah Kinkakuji Temple, dan bertemu pintu gerbang nya yang terdapat pahatan batu besar dan sebuah Map area Kinkakuji ini. Dilihat dari map area nya cukup luas karena terdapat area yang naik ke dataran tinggi juga

IMG_2097.JPGIMG_2096.JPG

Untuk tiket masuk nya cukup murah 400 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk anak kecil. Tiket masuk nya unik loh semacam kertas mantra kalau kalian pernah nonton film vampire ala cina di tv dulu hahah, namun yang ini kertasnya di kasih cap gitu. Lumayan buat oleh-oleh neh bilang aja kaligrafi hahahah. Oh ya di area ini dilarang menggunakan Tongsis dan Tripod

IMG_2102.JPGIMG_2103.JPG

Kinkaku-ji Temple arti nya adalah Temple of The Golden Pavilion atau Kuil dengan Vila (Paviliun) Emas. Juga dikenal dengan nama asli nya Rokuon-ji Temple artinya Deer Garden Temple. Merupakan kuil penganut agama Buddha. Kenapa di sebut Temple of Golden Pavilion, karena memang ditengah-tengah kompleks ini terdapat semacam Kuil yang berbentuk Vila ditengah Danau yang terbuat dari Emas loh

Spoiler

IMG_2105.JPGIMG_2109.JPGIMG_2111.JPG

Lalu mulai lah mengitari kompleks ini, terdapat beberapa rumah ala Jepang kuno dan juga terdapat juga beberapa Patung yang biasanya orang melemparkan koin ke patung tersebut, entah untuk apa saya pun iseng nyobain koin 10 yen hahahah

IMG_2113.JPGIMG_2114.JPG

Lalu tiba di area puncak dari Kompleks Kinkakuji ini kita bisa melihat ujung dari Golden Temple dan juga terdapat Rest Area, yang menyajikan Green Tea namun harus bayar lagi ya kalau gak salah 500 yen lengkap dengan snack nya

IMG_2116.JPGIMG_2117.JPG.

Tidak lama di area Kinkakuji ini mungkin hanya sekitar 20 menitan saya sudah keluar lagi karena waktu mepet sudah pukul 15.30 WIT masih ada beberapa destinasi lagi yang harus di kunjungi. Kali ini tujuan saya adalah ke Ginkakuji Temple.

GINKAKUJI TEMPLE

Bagaimana cara ke Ginkakuji Temple dari Kinkakuji Temple? jawabanya adalah Naik Bus no. 204 dari Kinkakuji Bus Stop turun di Ginkakuji Michi Bus Stop, perjalanan sekitar 40 menit. Harga nya 200 yen namun karena saya menggunakan Kansai Thru Pass jadi gratis.

Dari Ginkakuji Michi Bus Stop ikuti saja lagi arus para turis yang pasti nya menuju ke Ginkakuji, atau turun dari bus langsung ambil ke arah kiri ketemu Perempatan ambil kanan lurus saja ikuti jalan akan ketemu plang Ginkakuji, jalan kaki sekitar 10 menitan. Akan ketemu plang petunjuk ke Ginkakuji ini

IMG_2124.JPG

Tiket masuk nya agak mahal sedikit dari Kinkakuji yaitu 500 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk anak kecil. Dan juga tetap tidak boleh membawa Tripod dan Tongsis ya. Waktu kunjungan dari pukul 08.30 - 17.00 WIT

IMG_2128.JPGIMG_2125.JPG

Kalau Kinkakuji adalah Golden Pavilion Temple nah Ginkakuji ini adalah adik nya yaitu Silver Pavilion. Dengan nama aslinya adalah Jisho-ji Temple. Berada di area Higashiyama Kyoto. Cukup luas juga dan hampir sama dengan Kinkakuji, di Ginkakuji juga mempunyai dataran tinggi dan danau. Serta Silver Pavilion nya juga berada di sekitar danau.

Spoiler

IMG_2138.JPGIMG_2129.JPGIMG_2130.JPGIMG_2134.JPGIMG_2140.JPG

Disini pun saya tidak berlama-lama hanya sekitar 30 menitan karena memang sudah sore dan sudah mau tutup jadi ya saya langsung lanjut ke destinasi berikut nya yang dekat sini. Yaitu Philosopher's Walk

PHILOSOPHER'S WALK

Nah tadi di jalan menuju ke gerbang Ginkakuji ini ada pertigaan, nah jalan yang ke kanan itu jalan yang kecil menyusuri sebuah selokan atau sungai. Di pinggir sungai ini di bangun jalan setapak dan taman sepanjang jalan tersebut. Di taman ini terdapat banyak Pohon Sakura, namanya Philosopher's Walk / Philosopher's Path

Spoiler

IMG_2121.JPGIMG_2145.JPGIMG_2148.JPG

Philosopher's Walk ini ketika musim Bunga Sakura mekar sangat indah sekali loh, sudah banyak foto di Google tentang jalan ini yang sederhana namun menyimpan keindahan magis yang tak ternilai seperti ini contoh nya

philosopher path2.jpg

Gila keren kan cuma jalan setapak biasa kalau datang pas waktu yang tepat jadi momen yang tak terlupakan, namun sayang saya datang pas momen yang kurang tepat, yowes gak papa lah hehehe. Lanjut ke destinasi berikut nya yaitu Kiyomizu Dera Temple

KIYOMIZU-DERA TEMPLE

Untuk menuju ke Kiyomize-Dera dari Kinkakuji ini lagi lagi Bus adalah pilihan paling tepat, memang di Kyoto ini Bus sangat cocok untuk keliling, jika kalian tidak mempunyai Kansai Thru Pass disarankan menggunakan Kyoto Bus Pass perhari hanya 500 yen.

Ok bus yang kita gunakan adalah Bus no. 100. Bus ini adalah City Tour Bus namanya RAKU BUS, bus ini khusus mengelilingi tempat wisata favorit di Kyoto seperti Kinkakuji, Kiyomizu-dera, Gion, Ginkakuji, Kyoto Station, dll untuk info lengkap rute bus no. 100 nanti saya bahas ya. Dan unik nya lagi bus ini berwarna Pink loh hahhaha. Naik dari Bus Stop yang dekat dari Gerbang Ginkakuji Temple

Spoiler

IMG_2154.JPGIMG_2150.JPGIMG_2151.JPGIMG_2153.JPG

Bus di Kyoto sekali naik harganya 200 yen jadi sayang kan kalau kalian bakalan sering menggunakan Bus jika harus bayar terus, makanya Kyoto Bus Pass atau Kansai Thru Pass berguna banget di Kyoto loh. Perjalanan dari Ginkakuji ke Kiyomizu-dera sekitar 20 menit.

Tiba di Kiyomizu-dera sekitar 17.30 WIT sudah mulai gelap sedangkan waktu tutup dari Kiyomizu-dera adalah 18.00 WIT. Jadi saya hanya ada waktu sebentar. Sepanjang jalan menuju temple nya kita akan melalui jalan yang menanjak. Dan di kiri kanan banyak Restoran dan Toko Souvenir unik khas Kyoto, lalu juga banyak dari toko-toko tersebut yang menyediakan Tester gratis loh. Kebetulan belum makan siang jadi icip icip aja agak banyakan hahaha

IMG_2155.JPGIMG_2164.JPG

Oh iya salah satu yang unik di salah satu restoran disini Pohon Sakura nya ada yang sudah berbunga mekar cukup banyak loh, lumayan dapat juga ketemu dengan Sakura Blossom heheh

IMG_2157.JPGIMG_2161.JPG

Akhirnya tiba di gerbang utama dari Kiyomizu-dera ini perjalanan dari bawah sampai ke atas ini sekitar 15 menit gak capek kok walaupun jalan nya nanjak, karena icip-icip tester kiri kanan hahaha. Pertama saya melihat Gerbang Utama temple ini gede banget ya, mungkin Temple terbesar yang pernah saya kunjungi di Jepang ini. 

IMG_2165.JPGIMG_2167.JPG

Masuk ke area dalam nya langsung menuju loket untuk membeli tiket masuk seharga 300 yen. Murah ya padahal gede begini tempatnya. Gerbang masuk utama nya sedang di renovasi jadi harus melalui jalan alternatif yang langsung menuju Temple Utama nya. Kalau dari sisi dalam Temple nya gak kerasa kalau kita sudah di dalam temple karena seperti rumah panggung besar gitu

IMG_2178.JPG

Lalu saya menuju ke area samping nya agar bisa mem foto secara keseluruhan Temple ini dan wow megah banget bangunan nya, persis seperti foto yang banyak berseliweran di Google itu. Kyoto Tower juga bisa terlihat dari kejauhan. Memang disini posisi yang pas untuk melihat Kyoto

Spoiler

IMG_2182.JPGIMG_2184.JPGIMG_2187.JPG

Turun ke bawah terdapat sebuah pancuran dimana kita bisa mengikuti ritual nya mencuci tangan dari air tersebut unik seh khasiatnya saya kurang tahu juga, dan air nya dingin heheh

IMG_2197.JPGIMG_2204.JPG

Petugas sudah memberikan pengumuman bahwa Kiyomizu-dera akan ditutup sebentar lagi melalui pengeras suara, jadi saya cepat-cepat mencari arah jalan keluar, dan ketemu Pagoda nya yang sangat gagah sayang untuk dilewatkan sekalian pulang poto bentar, karena area Pagoda tersebut yang lagi di renovasi jadi tidak bisa di masuki.

IMG_2206.JPG

Keluar dari Kiyomizu-dera ini mumpung belum gelap saya teringat teman pernah bilang kalau di area Kiyomizu-dera ini ada satu jalan yang Otentik sekali jepang nya alias Rumah ala Jepang nya asli banget, jadi sayang kalau di lewatkan namanya Kiyomizu-Zaka Street

KIYOMIZU-ZAKA STREET

Sebenarnya ketika jalan nanjak menuju ke Kiyomizu-dera ini kita akan melewati plang pertigaan ini kalau dari bawah berarti di sebelah kiri, kalau dari atas ya sebelah kanan. Jadi kalau kalian jalan turun dari atas jalan pelan saja karena tidak jauh kok dari Gerbang Kiyomizu-dera ini. 

Spoiler

IMG_2209.JPGIMG_2210.JPGIMG_2212.JPGIMG_2214.JPGIMG_2219.JPG

Karena sudah gelap jadi ya sudah pada tutup seh, disini juga kiri kanan adalah restoran dan toko souvenir cuma bangunan nya adalah ala Rumah Jepang lama. Jika di perhatikan mirip rumah ala Doraemon ya atau mungkin Naruto ya heheheh. Oh ya disini juga ketemu dengan Hello Kitty Cafe loh

Spoiler

IMG_2216.JPGIMG_2217.JPGIMG_2218.JPG

Dan ternyata Jalan Kiyomizu-Zaka Street ini tembusnya sampai ke Yasaka Shrine loh

YASAKA SHRINE

Yasaka Shrine ini sendiri sebenarnya cuma beda 1 Bus Stop dari Kiyomizu-dera jadi memang berdekatan, jadi dari Kiyomizu-zaka street ada jalan tembus langsung mengarah ke sini. Katanya juga disini suka ada Maiko / Geisha. Berharap bisa bertemu dengan para Maiko / Geisha. Namun apa daya karena sudah malam dan gelap, mungkin mereka sudah tidak ada jadi cukup kosong disini

IMG_2228.JPGIMG_2226.JPG

Masih kurang puas explore karena belum ketemu Geisha nya, saya cari lagi tempat "Mangkal" para geisha yang katanya juga ada di jalan Shinbashi Dori yang dekat juga dari sini

SHINBASHI DORI

Dari Yasaka Shrine tadi saya mengarah ke jalan Shinbashi Dori yang tidak terlalu jauh hanya sekitar 10 menitan jalan kaki saja. Mengarah ke utara, di perempatan kedua langsung ambil kiri, sudah area Shinbashi Dori, yang katanya di sini adalah juga tempat "mangkal" nya para Geisha. Maksud mangkal disini adalah mereka sering berjalan di area ini.

shinbashi dori.jpg

Dan juga Shinbashi Dori ini disebut salah satu Jalan Setapak Terindah di Kyoto. Karena jalan nya mirip Philosopher's Walk di Ginkakuji tadi di pinggir sungai / kanal Shirakawa Canal dan di tumbuhi Pohon Sakura. Namun sayang saya tidak bertemu Geisha ataupun Pohon Sakura yang sedang mekar. 

IMG_2233.JPGIMG_2242.JPG

Ini penampakan Shinbashi Dori jika sedang bagus, keren loh :D 

1609--8ba8725905d62a631e281b1aa8734a63.j

Ya sudah lah akhirnya saya putuskan untuk sudahi petualangan Kyoto hari ini dan putuskan untuk cari makan malam, karena dari tadi siang saya belum Makan loh, hanya icip icip dari tester gratis di Kiyomizu-dera. Karena saya dekat dengan Gion Shijo Station saya putuskan cari makan di Kyoto Station saja

KYOTO STATION

Dari Gion Shijo saya ke Kyoto Station dengan rute Gion-Shijo - Tofukuji - Kyoto Station dengan biaya 270 yen di cover oleh Kansai Thru Pass. Langsung saya mencari restoran favorit saya jika ke Jepang yaitu Yoshinoya. Letaknya di area luar dari Kyoto Station di pintu Barat. Kalian bisa gunakan Google Map untuk mencari nya

Hahaha saya suka banget Yoshinoya Jepang ini beda banget dengan Yoshinoya di Indonesia selain enak juga harga nya murah loh. Saya pesan menu yang sama seperti 2 tahun lalu saya ke Tokyo yaitu Beef Set seharga 630 yen. Disini juga memang serasa makan di kedai Jepang gitu dimana kita duduk memutar di tengah. Menghadap ke dapur. Pokoknya enak dan seru deh :D

Spoiler

IMG_2246.JPGIMG_2251.JPGIMG_2252.JPG

Makan sudah kenyang dan badan sudah capek banget akhirnya saya putuskan untuk pulang ke penginapan di J-Hoppers Kyoto Guesthouse sekitar 10 menit perjalanan dan langsung mandi lalu istirahat karena sudah capek banget.

Sekian cerita perjalanan di hari Kedua di Kyoto, nantikan lanjutan nya ya di Day 3:D

PENGELUARAN DAY 2

pengeluaran day 2.jpg

DAY 3 : 11 Maret 2016

Itinerary Day 3 :

  1. Fushimi Inari
  2. Nara

Bangun pagi hari ini pukul 07.00 WIT agak malas, teringat kalau ini hari terakhir menginjakkan kaki di Jepang khusus nya Kyoto pada tahun 2016 ini, yang entah kapan lagi bisa berkunjung ke kota yang sangat indah ini :(

Seperti biasa Seven Eleven / 711 adalah toko favorit di pagi hari untuk sarapan dengan menu yang sama, Onigiri + Cup Noodle seharga 400 yen. Kalau di tanya gak bosan makan itu terus tiap pagi ? Jawabannya enggak, karena Onigiri dan Cup Noodles nya banyak rasa nya. Hari ini saya coba Onigiri yang Salmon sedangkan Cup Fried Noodles nya rasa Seafood :D

IMG_2260.JPG

Rute hari ini tidak banyak dan mungkin hanya satu yaitu yang kemarin tidak sempat karena sudah malam ke Fushimi Inari dan rencana juga akan lanjut ke Nara sebentar, sebelum malam nya Flight ke Seoul Korea Selatan dari Kansai International Airport Osaka. Jadi ya hari ini agak santai dulu Check Out dari penginapan sekitar pukul 09.00 WIT. Sudah say goodbye dengan teman-teman baru juga dan foto narsis dulu hehe

IMG_2259.JPG

FUSHIMI INARI

Kalau orang awam yang belum pernah ke Kyoto ketika mendengar kata Fushimi Inari pasti langsung teringat film Memoirs Of a Geisha, karena disini adalah tempat salah satu adegan yang sangat scematic banget dimana pemeran utama berlari di sekumpulan Gate di Fushimi Inari ini.

Fushimi Inari ini adalah sebuah Shrine (Kuil) terletak di wilayah Fushimi-ku dan berada di kaki Gunung Inari. Jadi kalian bisa tahu kan nama Fushimi Inari itu dari mana asalnya. Masih berada di kawasan Kyoto, perbedaan nya dengan Kuil lain nya yang ada di Kyoto ini. Di Fushimi Inari selain ada Kuil terdapat juga gerbang-gerbang yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuka sebuah jalan atau terowongan, disebut Fushimi Inari Taisha

IMG_2331.JPG

Dari Guesthouse saya berangkat pukul 09.00 WIT jalan kaki menuju Kyoto Station untuk menuju Fushimi Inari ini dengan menggunakan JR Nara Line rute Kyoto Station - Tofukuji - Fushimi Inari Station seharga 270 yen. Di cover oleh ICOCA Pass, karena hari ini Kansai Thru Pass saya sudah habis waktu berlaku nya untuk 3 hari.

fushimi.jpg

Sesampai nya di sini saya langsung menuju ke Fushimi Inari yang gerbang nya ternyata pas di depan Stasiun ini dekat sekali kalian tidak akan terlewatkan deh. Ini penampakan gerbang nya, sudah mencirikan Fushimi Inari banget kan. Dan masuk ke Fushimi Inari ini GRATIS ya

IMG_2285.JPG

Kawasan Fushimi Inari ini sangat luas di mana terdapat kawasan Dataran Tinggi, Danau dan juga Kuil Utama. Karena waktu saya tidak begitu banyak untuk explore Fushimi Inari, saya langsung menuju ke set Memoirs of Geisha atau disebut Fushimi Inari Taisha. Letak nya ambil jalan ke arah kiri dari Gerbang Utama, menaiki beberapa tangga. 

Spoiler

IMG_2296.JPGIMG_2298.JPGIMG_2306.JPGIMG_2307.JPG

Dan setelah melewati 2 set anak tangga ketemu lah dengan Fushimi Inari Taisha ini yang dimana sudah crowded padahal baru jam 10 pagi waktu setempat. Tapi ya karena curi-curi poto akhirnya bisa juga poto di Taisha ini dengan background kosong hahahhaa. Cari timing yang pas saja dengan Tongsis = Tolong Donk Sis :P

Oh ya Fushimi Inari Taisha ini juga ada 2 set loh, set pertama Taisha yang gede lalu setelah melewati taisha gede ini kita akan bertemu Kuil kecil dan dilanjutkan dengan Taisha yang kecil. Nah lokasi nya Memoirs of a Geisha ini yang di Taisha kecil karena memang lebih bagus seh. Dan jika kalian perhatikan di bagian belakang dari palang Taisha ini ada tulisan Jepang, katanya seh Taisha yang ada di sini sebagian besar sumbangan dari Perusahaan Swasta, jadi mereka menuliskan nama Perusahaan nya disitu

Spoiler

IMG_2311.JPGIMG_2353.JPGIMG_2338.JPGIMG_2343.JPGIMG_2344.JPG

Jalan terus menyusuri Taisha ini kita akan memasuki semacam area Perbukitan nya dimana ada pilihan untuk ke Kanan ke area Kuil di atas Bukit atau ke Kiri ke area Danau. Karena saya tidak punya waktu banyak dan saya pernah baca mendaki bukit nya cukup memakan waktu lama, jadi saya putuskan untuk ke area Danau saja

IMG_2367.JPGIMG_2368.JPG

Tidak berlama-lama di area Fushimi Inari Taisha ini saya lebih tertarik di area jalan di depan Kuil ini. Karena banyak terdapat Yatai atau pedagang kaki lima yang menjual makanan khas Jepang, seperti Takoyaki, Yakitori, Dango, Okonomiyaki dll. Saya tertarik dengan Dango dan dan Okonomiyaki. Maka saya coba 1 Dango Bakar seharga 200 yen dan juga Okonomiyaki seharga 500 yen

Spoiler

IMG_2369.JPGIMG_2370.JPGIMG_2373.JPGIMG_2374.JPGIMG_2375.JPG

Area Yatai ini dimana ? Gampang kok ketika sebelum Gerbang Utama Fushimi Inari yang gede itu, ada jalan ke kiri nah disana lah para Yatai berjualan sepanjang jalan itu, harga yang di patok standar dari 200 - 500 yen kok. Untuk rasa Dango nya mirip kue Mochi kenyal-kenyal manis tapi karena di taburi bubuk ikan jadi ada rasa asin nya. Sedangkan Okonomiyaki ini sering disebut Japanese Vegetables Pancake. Karena memang berbahan dasar sayuran dan di bentuk seperti pancake, rasanya cenderung asin tapi enak kok :D

Yup sudah pukul 11.30 WIT saya putuskan untuk sudahi kunjungan di Fushimi Inari dan juga menyudahi trip Kyoto kali ini. Karena saya akan lanjut ke Nara dan ke Seoul dari Osaka.

Menurut saya Kyoto sangat menarik saya bersedia stay lebih lama mungkin seminggu disini daripada di Osaka, karena atmosfer wisata di Kyoto ini pas banget untuk saya dan kalian juga wajib untuk mencoba explore Kyoto ya. Apalagi yang suka dengan Budaya dan Alam.

PENGELUARAN DAY 3

pengeluaran day 3.jpg

Sekian Cerita Perjalanan Kyoto saya selama 3 hari Its Very Awesome. Semoga berguna dan silahkan di Share jika berkenan :D

INFO DAN TIPS TAMBAHAN

Beberapa info dan tips tambahan yang kalian harus tahu mengenai Osaka :

  1. Jika kalian ingin melihat Sakura di Kyoto sekitar Akhir Maret - Pertengahan April
  2. Penggunaan Internet Smartphone di Jepang saya sarankan gunakan Sim Card Jepang seperti B-Mobile Visitor Sim 14 hari 2500 yen KLIK
  3. Antara Kansai Thru Pass dan ICOCA Card penggunaan nya berdampingan, karena ada wilayah yang tidak di cover oleh Kansai Thru Pass, begitu pula dengan ICOCA / PASMO Card
  4. Jika tidak menggunakan Kansai Thru Pass selama di Kyoto gunakan Kyoto Bus Pass perhari 500 yen, karena akan sering menggunakan bus
  5. Selalu update tentang ramalan cuaca di Jepang, dari Smartphone karena prakiraan cuaca di Jepang cukup akurat
  6. Jika kalian tinggal di Guesthouse / Hostel cobalah ikuti Event-Event di penginapan tersebut untuk mendapatkan kenalan baru
  7. Gunakan website Hyperdia untuk mencaari rute Train untuk semua Jepang termasuk Kyoto klik DISINI
  8. Hyperdia bisa di akses via Smartphone Browser dan untuk android sudah ada aplikasi nya

Baca Juga : 3 Hari di Osaka itu Seru Loh

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, deffa said:

@Vean Tristan

solo traveling mas kalo soal poto2 ada tongsis = tolong donk sis hahaha

@HarrisWang

haha iya gue juga gak nyangka hari kedua bisa dapat semua 

cuma yang Gion dan Geisha gak dapat uy :D 

kalo Fushimi Inari memang di hari ketiga sekalian ke Nara :D 

Beda sama gw kemarin sih ya, yang sama sekali belum ada gambaran, cara mikirin kereta aja masih bingung pas sebelum pergi hahahaha

Kalau Momod kan udah kesekian kali ya, udah ada gambaran dan udah bisa mengira ngira.

Gw aja kayaknya pas ke Kiyomizu-Dera, udah langsung pulang kayaknya hahahahahahaha

Yang Kiyomizu-Zaka Street kita lewatin juga, yang ada pohon sakura 1 rame banget, sama nemu roti beras Jepang.

Suasananya asik juga di pedestrian situ, ternyata emang terkenal juga ya. Kirain kemarin itu malah sengaja "nyasar" kesitu :D 

Beef Set Yoshinoya nya ngga nahan euy, jadi pengen balik lagi makan langsung disana :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, HarrisWang said:

Beda sama gw kemarin sih ya, yang sama sekali belum ada gambaran, cara mikirin kereta aja masih bingung pas sebelum pergi hahahaha

Kalau Momod kan udah kesekian kali ya, udah ada gambaran dan udah bisa mengira ngira.

Gw aja kayaknya pas ke Kiyomizu-Dera, udah langsung pulang kayaknya hahahahahahaha

Yang Kiyomizu-Zaka Street kita lewatin juga, yang ada pohon sakura 1 rame banget, sama nemu roti beras Jepang.

Suasananya asik juga di pedestrian situ, ternyata emang terkenal juga ya. Kirain kemarin itu malah sengaja "nyasar" kesitu :D 

Beef Set Yoshinoya nya ngga nahan euy, jadi pengen balik lagi makan langsung disana :P 

ya lumayan ada pengalaman dari Tokyo 2 tahun lalu jadi gak terlalu kaget dengan Kereta di Osaka heheh

ke Kiyomizu-dera kalau di hitung waktu paling cuma 30 menit aku muter2 itu karena udah sore seh. Dan Kiyomizu-Zaka street emang bagus nya pas siang karena selain bangunan nya ala jepang kuno di situ juga banyak Tester Gratisan hahahaha

Yoi Yoshinoya di Jepang beda banget dah pokoknya worth banget gue gak makan siang cuma untuk makan di Yoshinoya malam nya hahahah. Pas di Tokyo 2 tahun lalu malah 2 kali gue makan di yoshinoya :P

2 minutes ago, kyosash said:

wah padat bener nih jadwalnya :huh:, btw as always nice share :rate 

thx u ya kalau jalan sendiri bisa di padet2 in heheh :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 minutes ago, twindry said:

berasa syuting pelem stripping kl ke kyoto dalam beberapa hari aja ya :D

 :rate di tunggu episode selanjutnya

hahaha masih banyak tuh yang skip belum lagi ke Desa Ninja yang dekat Kyoto ini Toei apa gitu memang tempat shooting film kolosal seh hahaha

Kyoto emang worth banget kalo ke Kansai mending lamain di Kyoto daripada osaka

Just now, Gempur Pranata Sumitro said:

mantep om mod,,detailnya keren @deffa.....

tapi yang tertarik dengan nomor cantik dari 3 wanita memakai kimono... :kesengsem

hahaha Nocan ada Line ada 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

@deffa yah sbnrnya gua jg lbh prefer kyoto daripada tokyo :D tapi apa boleh buat. semoga ada rejeki lagi bisa balik ke sana pas honeymoon nanti dah :senyum wakakak

 

wih udah mau honeymoon aja neh hehe

ya di Tokyo juga banyak yang seru kok buat first timer memang cocok explore Tokyo :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 minutes ago, deffa said:

wih udah mau honeymoon aja neh hehe

ya di Tokyo juga banyak yang seru kok buat first timer memang cocok explore Tokyo :D 

wakakak...kagak..kan siapa tau aja ada rezeki nya nanti :D

yah nikmati aja yg udh ada dulu ya. sekalian jadi pemacu semangat biar ada tujuan hidup hahahah:geram

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

wakakak...kagak..kan siapa tau aja ada rezeki nya nanti :D

yah nikmati aja yg udh ada dulu ya. sekalian jadi pemacu semangat biar ada tujuan hidup hahahah:geram

yoi lanjutkan dah dapat lom tiketnya november heheh 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, eka wibisono said:

@deffaWaahh..FR nya mantap. Emang Kyoto.. obyek wisatanya byk yg menarik, serasa napak tilas film "Memoirs of Geisha" hehehe...:salut

iya mba Kyoto worth banget spending time lebih lama di daerah Kansai ini

karena memang kota wisata banget :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
42 minutes ago, twindry said:

@deffa

blm dapet. :D soalnya masih mahal. btw garuda travel fair PP osaka 2,5jt kmrn gua liat di tepi iklannya mod. kali momod mau pergi lagi :ngakak

iya tapi belum tax dll ya mungkin 3,5 an masih murah tuh :D

tar sore mau cek :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By anna22
       
      Beberapa minggu pulang dari Korea sekitar akhir November 2017, gw diultimatum sama ortu untuk tidak ke Jepang atau Korsel lagi. Lebih baik umroh atau ke negara lain. Padahal gw masih penasaran dengan musim semi di Jepang. Ya udahlah gw coba melancarkan taktik dengan mengajak ortu gw untuk jalan2 ke Jepang di musim semi 2018. Kebetulan gw agak lowong di akhir bulan April, begitu pula dengan Ibu yg sudah santai dengan pekerjaannya. Nemulah harga tiket JAL pp jakarta-narita Tokyo 5,3 jt. Menurut gw sih udah lumayan harganya, full service airlines sekaligus direct flight. Cuman memang jam keberangkatannya hanya dapat yang pagi. Ya udahlah yaaa....
      Di bulan Desember tiket pun terbeli. Setelah itu sambil menunggu urus visa (krn masih pake paspor biasa), gw pun mulai membuat itinerary dan setelah fix lanjut mencicil pesan penginapan. 
      Ortu gw bilang perjalanan ke Jepang ini inginnya sekali aja jadi gw puter otak gimana caranya bisa mendatangi tempat2 yang ok di jepang pada waktu yang tepat pula. Kebanyakan tempat2 yang didatangi berupa taman bunga dan tidak ketinggalan tentunya Tateyama Kurobe Alpine Route. 
      Oleh karena itu, pemilihan tanggal 18-27 April ini banyak dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya rute Tateyama sudah dibuka, ada festival sakura besar di Hirosaki (pengen banget kesini dari dulu), taman bunga ashikaga dan hitachi seaside juga sedang mekar, dan belum dimulainya golden week. 
      Hmmm panjang yaaa cerita awal mulanya, boleh diskip kok hehe langsung baca yg di bawah ini saja ya ^^
      18 April
      Flight jam 6.15 pagi dari Soetta Terminal 2D. Sampai di Narita jam 4 sore. Cek Imigrasi aman dan lancar tanpa tanya jawab. Setelah itu, sambil ortu istirahat, solat dan bersih2, gw ngurus sim card khusus paket data internet yang sudah dipesan melalui Klook (8 hari 4G/3 GB = Rp. 280.000). Lanjut ke JR office untuk tuker voucher JR pass walaupun baru akan aktivasi di tanggal 20. (Voucher JR pass udah dibeli di Indonesia pesan di Bobobobo). Sekalian juga beli Tateyama Kurobe Alpine Ticket seharga 9000 yen. Setelah itu beli pasmo(seperti e-money utk naik kereta, bis, beli sesuatu di vending machine, bayar di minimart, atau bayar loker)buat ortu dan isi ulang pasmo gw yg lama. 
      Setelah urusan ini itu beres, sebelum ke Shinjuku Express Bus Terminal, kami makan terlebih dahulu di Tentei Tempura dan Soba (halal certified) di lantai 4 terminal 2. Setelah perut terisi, kami ke lantai bawah untuk naik kereta menuju Shinjuku. Sebenarnya banyak pilihan kereta, tapi gw milih yang murah walaupun lama toh gak ngejar waktu juga sih hehe
      Sekitar jam 8.30 malam, sampailah di Shinjuku setelah transfer dr Nippori. Tadinya pengen mampir ke Tokyo Metropolitan Government Building, tapi ortu masih jetlag kayaknya jadi lgsg aja menunggu di terminal. Nah gw kan gak betah ya anaknya, jadi pas ngelihat ada Don Quijito, setelah memastikan waktu dan tempat naik sleeper bus ke Osaka nanti, gw pun minta izin untuk jalan2 sebentar. Bapak gw akhirnya ikut. 
      Oiya kenapa kami lgsg ke Osaka, dan menggunakan bus malam??? Selain efektif dan efisien yaitu, juga memberikan pengalaman sleeper bus ke ortu. Ternyata mereka senang karena baru pertama kali naik bis seperti itu. 
      Tepat jam 23.30, bus pun datang yang ternyata gak penuh2 amat. Setiap 2 jam sekali, bus pasti akan berhenti di rest area sekitar 20 menit untuk mempersilahkan penumpang ke toilet.
      19 April
      Tepat jam 7 pagi, sampailah kami di Willer terminal Umeda Sky Building. Setelah cuci muka dan ke toilet, kami lanjut ke penginapan untuk titip koper. Dari Umeda Sky Building, jalan kaki ke Osaka Station. Disana saya sempat ke information center untuk membeli Osaka Amazing Pass 1 day yang akan digunakan seharian ini (2500 yen) baik untuk tiket masuk lokasi wisata maupun osaka subway.
      Pilihan penginapan adalah Osaka Guesthouse Nest (selain dekat JR station =teradacho st, ada pilihan kamar untuk 3-4 orang, harga sesuai kantong juga ). 

      Setelah titip koper, kami lanjut ke Osaka Castle. Sebelum naik ke atas Castle, kami makan bekal dulu di tempat duduk yg ada di halaman depan castle. Harga tiket masuk sudah tercover OAP juga ya...



      Perjalanan dilanjutkan ke Osakako Station  untuk menuju Tempozan Giant Ferris Wheel dan Santa Maria Cruise. Ini juga sama tercover OAP. 

      Menjelang sore, kami memutuskan ke Matsuri Halal Restaurant. Sebenarnya ingin ke tempat lain, tapi terlalu jauh sedangkan kami sudah lapar. Kalau menurut kami sih rasa dan harga kurang sepadan. Rasanya biasa saja kalau dibandingkan makanan halal di resto lain yaa tapi balik lagi tergantung selera loh


      Malamnya kami ke daerah Sinsekai untuk ke Tsutenkaku Tower. Sama ini juga tercover OAP. Tadinya mau lanjut ke Namba Dotonburi tapi ortu udah ga sanggup dan mengingat juga besok akan ke Kyoto pagi2 jadilah akhirnya kami pulang ke penginapan dan istirahat.
      20 April 
      Jam 7 pagi setelah sarapan perbekalan di penginapan, kami menuju Kyoto. Hari ini JR pass sudah mulai diaktifkan. Tujuan pertama di Kyoto adalah Bamboo Forest Arashiyama. Disini kami berhenti di Jr saga arashiyama st krn pakai kereta Jr. Sekitar jam 9 sudah sampai dan kebetulan belum terlalu ramai. 1,5 jam kemudian saat kami akan kembali ke station, tiba2 makin banyak orang dan terutama anak2 sekolah ternyata banyak yang sedang study tour. 

      Di Kyoto ada penyesalan saya yaitu membeli 1 day Kyoto Bus Pass karena kami tidak memaksimalkan penggunaannya. Apalagi harganya sudah naik yaitu 600 yen huhu. Kami hanya memakai sekitar 460 yen aja. 

      Perjalanan dilanjutkan ke Kinkakuji (kuil emas). Ini juga tempatnya ramai dikunjungi orang. Dan cuaca sangat bersahabat bahkan cenderung panas terik. Inginnya minum terus. Mengingat belum makan siang, gw pun mencari resto halal terdekat dan nemu Ayam-Ya yang dekat Karasuma. Ini sebuah keputusan tepat, selain enak harganya juga bersahabat dan yang serve itu 2 perempuan Indonesia jadi nyaman untuk nanya2 menu (berhubung ortu gw suka agak bingung milih menu makan). Ada tempat solatnya pula. 

      Setelah kenyang, kami menuju Fushimi Inari Shrine dengan menggunakan kereta JR juga. 


      Untuk masuk kesini gratis dan kalau sanggup bisa sampai ke atas. Tapiiii ya kami ga sanggup jadi hanya foto2 di dekat gerbang torii saja. Udah cukup puas lah. Sama disini juga ramai dengan turis. 
      Tadinya gw merencanakan ke Nishiki Market dan Gion. Tapi ortu sudah tidak sanggup dan lelah. Pada akhirnya gw putuskan kembali ke Osaka dengan mampir ke Dotonburi sebelum pulang ke penginapan. 
      21 April

      Pagi sekitar jam 7, kami check out karena harus pindah kota, yaitu ke Kanazawa. Tercover dengan JR pass naik Thunderbird sekitar 3 jam. Sesampainya di Kanazawa kira2 jam 12an, kami check in di Good Neighbors Hostel yang hanya sekitar 5-7 menit jalan kali dari JR kanazawa station. Selain dekat, disini juga ada kamar khusus ber-3 dengan shared bathroom dan toilet. Ternyata bisa lgsg check in. Setelah istirahat sebentar, jam 1 an, kami pergi ke Kenrokuen Garden. Oiya sebenarnya saya sempat merencanakan ke Shirakawa Go, tapi tampaknya akan sangat melelahkan apalagi besok kami akan berpergian seharian jadi harus menghemat tenaga. Ya sudah akhirnya jalan2 di sekitar Kanazawa dengan 1 day city bus pass (500 yen). 

      Kira2 2 jam kami berkeliling di dalam Kenrokuen Garden ini (tiket masuk 300 yen). Dan masih ada bunga sakura tipe Kikuzakura. Lumayaaan..disini sempet nyoba eskrim berlapis emas karena tahun lalu penasaran hehe mumpung ada yang bantuin ngabisin beli deh walaupun muahaaal hiks 
      Perjalanan lanjut ke Omicho Market. Makan siangnya Seafood dan Vegetable Tempura. Pulangnya beli strawberry yang segar dan manis. 
      Nah ortu udah nyerah nih dan pengen pulang aja istirahat sedangkan gw pengen banget ke 21st Contemporary art Museum (karena tahun lalu mau kesini tapi tutup). Ya udah akhirnya gw jalan sendiri. Tapi gw cuman lihat exhibition yang di luar aja termasuk kolam renang yg terkenal itu karena gratis (haha). Tadinya mau lanjut ke daerah Chaya District (samurai district) tapi entah kenapa rasanya cape banget dan super ngantuk, sehingga gw memutuskan pulang. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. 

      Kami pun tidur cepat karena besok pagi sekali harus berangkat. 
      22 April 

      Bertepatan dengan hari Minggu, jam 6 pagi kami sudah keluar penginapan. Oiya tiket kereta cepat ke Toyama sudah reserve seat sehari sebelumnya. Lamanya hanya sekitar 25 menit. Kenapa ke Toyama? Karena ini adalah salah satu titik awal perjalanan Tateyama Kurobe Alpine Route. Kalau ga dari Toyama ya sebaliknya Nagano.
      Dari stasiun Toyama, kami menuju ke Dentetsu Toyama station yang hanya berjalan kaki ke gedung sebelah. Dari sini, tiket pass yang sudah dibeli sebelumnya diaktifkan (jadi nanti sampai Nagano station ga usah bayar apa2 lagi). Disini kami menukarkan voucher dan mendapatkan 1 pass yang tidak boleh hilang karena harus selalu ditunjukkan sebelum menaiki transportasi tertentu. 
      Ga usah bingung ketika disini ya karena mmg lagi dibuka rutenya jadi segala petunjuk jelas begitu pula dengan petugasnya helpful banget. Jadi gak akan mungkin kesasar heee
      Berikut gw kasih gambaran perjalanan ya ya: 
      Dentetsu Toyama-Tateyama (naik kereta lokal sekitar 1 jam, sebaiknya sih dapet duduk ya karena lumayan juga lama) 
      Tateyama-Bijodaira (Tateyama Cable Car). Gak lama sih ini. 
      Bijodaira-Murodo atau snow wall (Highland Bus) jadi di perjalanannya itu makin lama makin naik dan berkelak kelok, kanan kiri itu hutan dengan tumpukan salju. Lamanya naik bus ada 15 menit. Jujur gw agak mabok sih hahaha karena berkelok2nya agak esktrem dan busnya pelan.

      Begitu sampai di Murodo, kami berjalan kaki di sepanjang jalan dengan dinding salju yang saat itu paling tinggi 17 meter. Bisa juga jalan melalui jalanan berlapis salju (tapi karena gw masih trauma jatuh di tahun lalu, yg baca FR gw pada tau lah yaaa) gw pun memilih jalan di aspal heuheu. 


      Di tempat perberhentian Murodo itu ada 3 lantai, ada restoran, waiting room, jual oleh2, dan di lantai 3 paling atas ada observation desk yang ternyata menuju bukit gitu, jadi bisa main2 salju disini nih. Orang2 yg mau snow boarding juga lewat sini. Daan saat gw mau foto dengan hamparan salju, gw berpegangan erat ke tangan Bapak saking takutnya jatoh h
      Oiya jangan terlena main disini ya kawan, karena kita harus melanjutkan perjalanan. 
      Murodo-Daikanbo (Tateyama Tunnel Trolley Bus) ini menarik sih karena trolley bus ini melewati lorong yang panjang. Berhubung terminal Daikanbo ini kecil dan orangnya banyak, kami langsung ke Kurobedaira.
      Daikanbo-Kurobedaira (Tateyama Ropeway) ini kereta gantung cukup ngeri sih secara di bawahnya itu lembah/jurang.  Mana dipenuh2in gitu pas naik. Tapi untung tidak terlalu lama. Disini kami sempat ke observation deck untuk melihat pemandangan sekitar. 
      Kurobedaira-Kurobeko (Kurobe Cable car) nah dari sini jalan kaki melewati Kurobe Dam. Besar banget sih dan anginnya itu loh lumayan dingiin. Agak jalan kaki tapi diselingi foto2 juga. 

      Kurobe Dam - Ogizawa (Kanden Tunnel Trolley Bus) disini terminal untuk naik bus menuju Nagano. Karena masih termasuk pass, kami naik Alpico Express Bus ke Nagano JR station. Sekitar 1 jam perjalanan. 

      Sampai di Nagano Station, kami kembali ke Kanazawa menggunakan shinkansen sekitar 1 jam perjalanan. 
      Fyi: Tateyama Kurobe Alpine ini cukup menguras tenaga. Ada tempat2 yang harus jalan dan menanjak. Bawa makanan atau cemilan karena restoran ramai. Untuk yang muslim bisa juga bawa bekal saja karena sulit mencari halal food disana.
      23 April

      Hari ini kami pindah kota lagi menuju Aomori. Aomori itu letaknya di utara Jepang dan termasuk Tohoku Region. Untuk ke Aomori, kami harus naik shinkansen, yaitu Kanazawa-Omiya. Omiya-Shin Aomori. Nah waktu transfer di Omiya ini mepet banget cuman 6 menit, mana ada drama salah platform lgi jadilah ketinggalan kereta. Akhirnya reserve seat lagi untuk keberangkatan kereta selanjutnya yaitu 1 jam kemudian. (Kalau jalan sama ortu, gw harus selalu reserve seat). Tapi jadinya duduk agak pisah2, ya sudahlah ga apa2 yg penting cepet nyampe. Total perjalanan sekitar 5 jam. 
      Jam 1an sampailah kami di Shin-Aomori. Berhubung kami menginap dekat Aomori Station, jadi kami naik kereta lokal sekitar 6 menit. Disini kami menginap 1 malam di Iroha Ryokan yang hanya sekitar 5 menit jalan kaki dr station. Berhubung Ryokan, ya ala2 penginapan khas Jepang yang beralaskan tatami. Meski kecil, Ryokan ini bersih dan cukup lengkap. Di dalam kamar sudah disediakan cemilan, teh, kopi,air panas,handuk, dan kimono untuk tidur. Overall, ortu gw seneng banget sih nginep disini hehehe karena berasa seperti di film2 Jepang, sayang cuman semalam. 
      Setelah check in dan solat, kami lgsg berangkat lagi menuju Hirosaki. Sebenarnya ada beberapa jenis kereta, salah satunya kereta dengan waktu tempuh cukup cepat yaitu 30 menit. Tapiii waktunya tidak pas sehingga kami naik kereta lokal sekitar 45 menit (Aomori-Hirosaki). 
      Sesampainya di Hirosaki st., mampir dulu ke Information Center untuk ambil peta Hirosaki Park. Berhubung sedang festival, ada bus lgsg menuju salah satu gate, harga tiketnya 100 yen. Perjalanan naik bus sekitar 10 menit. 

      Begitu sampai di Hirosaki Park, kami piknik dulu makan siang eh sore deng tepatnya di taman yang telah disediakan. Lalu dilanjutkan dengan berkeliling taman yang luas termasuk ke Hirosaki Castle. Untuk masuk kawasan castle ada tiket masuk yaitu 300 yen. 

      Tempatnya luas banget sih dan saran saya lebih baik dateng kesini dari siang menuju malam karena ada light up illumination menjelang malam dan juga ada pasar malam. Yang saya lihat sih kebanyakan turis lokal seperti anak2 sekolah. Turis asingnya agak jarang. Kalaupun ada kebanyakan dari China dan Korea. 


      Akhirnya sekitar jam 7 malam, kami kembali ke penginapan. Seruuu, kalau disuruh ngulang kesana lagi pas musim semi, gw mau2 aja sih hahahaha

      24 April
      Seperti biasa kami check out pagi karena hari ini akan ke Tokyo, yaitu kota terakhir. Selama 3 malam 4 hari kami akan di Tokyo. Perjalanan ditempuh sekitar 4 jam. Oiya di Aomori ini terkenal dengan buah Apelnya. Untuk oleh2 bisa beli jus apel atau makanan olahan dari Apel. Jus apelnya enaaaak banget sampe Ibu saya beli beberapa botol kecil sebagai oleh2 hahahahaha
      Di Tokyo kami menginap dengan airbnb di daerah Ryogoku. Ini juga cukup nyaman dan ok tempatnya. Hostnya cepat tanggap. Berhubung akan sampai jam 1 sedangkan waktu check ini baru jam 3, tadinya niat titip koper tapi wa si host, ternyata boleh check in lebih awal..yeaay. 
      Nah sebelum ke Ryogoku pasti transfer di Akihabara. Kebetulan ada Coco Curry Halal di dekat station ini. Yaa kami melipir dulu sekalian makan siang. Enaaaaknyaaa (sorry ya yg baca ini lagi puasa hehehe)
      Sorenya hanya gw dan Bapak yang jalan karena Ibu makin parah flu dan batuknya sehingga memutuskan istirahat aja di kamar. 
      Untuk menghabiskan waktu sore dan malam, gw ngajak Bapak ke Shibuya, Harajuku dan terakhir Odaiba. Oiya jalan sama ortu itu kudu sabar dan jangan bikin mereka kelaperan! 
      25 April
      Pas bangun pagi ini, seperti biasa gw cek accuweather dan ternyata hari itu akan hujan seharian. Agak bimbang sih pergi atau enggak ke Hitachi Seaside Park. Gw pun gambling dengan berpikir mungkin kalau udah agak siangan hujannya berhenti. Untuk kesini, naik kereta dari Ueno sekitar 1,5 jam berhenti di Katsuta Station. Lalu dilanjutkan naik bus sekitar 15 menit. Ternyata oh ternyata... selama disana masih hujan disertai angin. Mana gw ga pake jaket, jadi walaupun pake payung tetep basahlah baju, celana, sepatu. Mana ada acara pake kepisah pula dengan ortu 
      Jadi ceritanya untuk menuju miharashi hill yg terdapat hamparan bunga nemophila (baby blue eyes), ada 2 cara yaitu dengan cara berjalan kaki sekitar 15 menit atau naik shuttle bis tapi bayar 300 yen sekali jalan. Nah gw lebih milih jalan dengan alasan ingin lihat taman lainnya sedangkan ortu naik bus itu. Kami pun sepakat untuk bertemu di dekat toilet (sambil menunjukkan peta). 

      Ternyata halte shuttle bus itu beda dengan arah kedatangan gw dan ada 2 toilet. Jadilah gw mencari2 dan bahkan sempat balik lagi ke pintu masuk sambil menunggu. Akhirnya gw memutuskan naik shuttle bus karena kemungkinan mereka nunggu dekat situ. Eeeh bener aja pas gw nyampe, mereka lagi duduk sambil foto2. Sempet khawatir gmn kalau sampe hilang huaaaa Alhamdulillaaah

      Nah tadinya kan setelah dari Hitachi Seaside Park, kami akan ke Ashikaga Flower Park. Tapi karena basah dan kedinginan dan kayaknya sama aja bohong kalau cuacanya ga mendukung. Akhirnya kami memutuskan pulang. Tapi sebelumnya pas di Ueno kami menyempatkan ke Ameyoko Market untuk beli cemilan dan makan malam. Sekalian pengen nyoba juga halal kebab dan ayam panggang. Herannya pas di Ueno, cuaca cerah dong. Kzl.

      Pesan moral: percayalah pada perkiraan cuaca di Jepang. Kalau memang hujan besar jangan memaksakan diri untuk berkegiatan di luar karena jadinya percuma kurang menikmati.
      26 April
      Di dalam itinerary yg gw buat, harusnya hari ini ke Kawaguchiko, tapi setelah berunding, kami memutuskan ke Ashikaga Flower Park apalagi hari ini diperkirakan cuaca cerah. 
      Ini keputusan yang sangat tepat karena ortu gw seneng banget ke taman bunga ini. Gw juga sih secara udah pernah ke Kawaguchiko, kalau kesini kan belum hehehe. 
      Untuk kesini jg sama, gw naik kereta dari Ueno ke Oyama lalu dilanjutkan dengan JR Ryomo Line menuju Ashikaga Flower Park Station. Tinggal jalan kaki 3 menit deh. Agak jauh sih ini dari tokyo, total 2 jam lah. 
      Enaknya dari pagi kesini jadi belum terlalu ramai, tapi sebenarnya bisa juga sore menjelang malam karena ada light up illumination. Harga tiket masuknya bervariasi tergantung banyaknya bunga yang sedang mekar. Saat itu harga tiketnya 1000 yen/orang. 

      Sebenarnya tempat ini lumayan luas dan banyak arena untuk duduk2 santai sambil makan siang. Ada juga restoran tapi karena kurang tahu ada halal atau tidak, kami sih bawa bekal. Seru juga makan bekal dengan pemandangan bunga warna warni. Wangi pula. Saking wanginya banyak lebah, tapi tenang aja mereka gak menyengat kok asal kita gak ganggu. 

      Bunga utama disini adalah Wisteria, ada warna putih, ungu, kuning, dan pink. Saat kami datang, yg sedang mekar adalah warna putih dan ungu. Ada 1 pohon wisteria yang paling tua dan besar loh. 

      Bagi pecinta bunga wajib sih kesini!!! Kebanyakan yang kesini orang tua, agak jarang lihat yang muda mudi hehehe. Jangan lupa mencicipi eskrim khas yg konon katanya terbuat dari bunga wisteria ungu. 

      Pulang dari sana, setelah mengantar Ibu ke apartemen, gw dan Bapak lgsg lanjut jalan lagi. Tujuannya sih belanja karena besok hari terakhir huhuhu. Sebelumnya sempat mampir ke Sensoji Temple dan Asakusa. 

      27 April
      Ini hari terakhir kami di Jepang. Meski penerbangan masih jam 6 sore, kami memutuskan hanya ke Tokyo Camii sekalian Bapak solat jumat disana. Jadilah kami leyeh2 dan baru check out jam 10. Sebelum ke Tokyo Camii, kami ke Nippori station untuk titip koper karena nantinya kami naik kereta dari Nippori untuk ke Narita. 

      Kami sampai di Tokyo Camii jam 11an dan ternyata waktu solat jumat baru mulai jam 12.45. Dan saat solat jumat tidak ada tempat menunggu untuk wanita. Alhasil saya dan Ibu kembali lagi ke Yoyogi-Uehara St untuk menunggu sambil makan bekal. Agak mepet sih pulangnya karena gw milih naik kereta biasa untuk ke Narita. Untungnya kami sudah web check in sehingga tinggal print boarding pass (secara mandiri) dan setelah itu drop bagasi. Cumaaan pas di imigrasi antriii daaaan gate kami jauuuh sekali, jadi gak sempet tuh yg namanya last minute shopping di airport. Kagak sempet, baru duduk 1 menit udah lgsg dipanggil boarding hahahaha
      Yuup sekian FR Jepang kali ini. Panjang yaaa moga2 ga pegel dan bosan bacanya hehehe. As usual kalau ada yang mau ditanyakan silahkan yaa komen atau dm juga boleh :)
       
      Apps berguna selama trip:
      -Japan Travel by Navitime. Selain menunjukkan waktu keberangkatan kereta dengan tepat, saat reserve seat shinkansen atau kereta express, bisa sambil menunjukkan ini ke petugas. Sayangnya harus ada konektivitas internet. Tapi kalau udah sebelumnya masuk ke pencarian akan tersimpan kok atau screenshoot aja.
      -Google Maps. Penting bagi yang suka nyasar dan pengen cari tempat tertentu. Akurat kok ini kalau di Jepang. 
      -google translate. Kalau mau nanya2 ke orang lokal. Atau menerjemahkan tulisan jepan.
      -Muslim Pro. Bagi yang muslim, untuk arah kiblat dan waktu solat. 
      -traveloka, booking.com, airbnb. Untuk pesan2 penginapan, tiket pesawat
      Website penting dan berguna:
      -www.japan-guide.com. Ini sih sumber no 1 bagi gw. 
      -www.halalmedia.jp. Untuk tahu resto halal dan tempat solat. 
      -forum jalan2. Ini juga penting karena banyak info keren dan menarik. 
      Note: foto2 disini diambil dengan kombinasi kamera hp dan kamera mirrorless

    • By ko Acong
      Bosan mengunjungi Jepang hanya Tokyo - Kyoto - Osaka? Perlu nih piknik dengan suasana berbeda 360 derajat. Cobalah destinasi anti mainstream yaitu Alpine Route memang biaya agak mahal sedikit, namun kita akan bahagia dengan pemandangan yang tiba2 berubah dari satu spot dan lainya dan disuguhi udara yang super bersih.
      Untuk menyusuri Alpine Route kita harus bayar terpisah dari tiket JR, mau itu JR Pass, JR West ataupun JR East yaitu harus bayar option tiket nya 9000 yen, lalu tinggal duduk manis. Atau mau eceran pun ada namun akanboros 3000 yen (total 12.000 yen ).
      Bagaimana cara ke Alpine Route?
      Ini adalah jalur saya yang pasti berbeda dengan pemegang JR Pass. Dari Shinjuku Tokyo, naik Highway Bus menuju Matsumoto seharga 4500 yen selama kurang lebih 3 jam waktu tempuhnya.
      Tak lupa saya tukarkan Tourist Pass Matsumoto - Takayama - Alpine,  beli di Travel Agent di Indonesia seharga 17.500 Yen. Dengan Rincian JR Pass mencakup: Shinan-omachi - Matsumoto - Kiso Fukushima - Ena - Nagoya - Gifu - Gero - Takayama - Hida - Toyama. 
      Saya tidak beli JR Pass karena akan lebih hemat sebesar Rp 1.2 jutaan dengan Tourist Pass ini,  karena tidak ke Osaka dan pulangnya Via Narita.
      Piknik seputaran Alpine - Takayama - Matsumoto bisa mengunjungi beberapa Prefektur. Yang saya kunjungi menggunakan JR campur dengan pilihan saya yaitu Tourist Pass, berlaku untuk 5 Hari seharga 17.500 yen.
      Berikut destinasi yang saya kunjungi.
      Matsumoto:
       Saya kunjungi Kastil Matsumoto, salah satu yang terkenal di Jepang. Jinjo (lupa namanya dengan warna yang dominan pink) Salah satu perguruan tinggi melegenda Kaichi School Museum Kami kochi  sungai yang jernih: http://www.kamikochi.or.jp/ Narai Juku / Kiso Valley:
      Desa kuno yang memegang peranan penting untuk jalur distribusi perdagangan  Tokyo ke Kyoto, dari hasil pegunungan Takayama dan desa seniman keramik, serta ada satu Obat dewanya yang sangat manjur sayang saya nggak bisa bacanya: https://www.japan-guide.com/e/e6080.html
      Hida:
      Sebuah kota kecil penghasil kayu paling berkualitas dengan ahli-ahli kayunya. Pemandangan sekeliling nya indah dengan dilintasi sungai besar berasal dari pegunungan di Takayama. Dan yang paling unik ada jalan yang berjejer, serta rumah-rumah kuno dengan ada selokan kecil yang isinya ribuan ikan koi besar-besar, ini untuk menandakan bahwa dampak Bom Atom jaman Hiroshima - Nagasaki telah clear. Daerah ini menjadi terkenal karena Ikan Koi tersebut.
      https://www.google.com/destination?dest_mid=/m/02jbp_#dest_mid=/m/02jbp_&tcfs=EhoaGAoKMjAxOC0wNi0wORIKMjAxOC0wNi0xMw
      https://www.infojepang.net/info-wisata-di-takayama/
      Gero Onsen
      http://video.metrotvnews.com/kokoronotomo/5b2E9mMN-jalan-jalan-di-gero-onsen-gassho-mura
      Kota wisata yang mempunyai sungai dan onsen umum, sayang saya datang nya kepagian, coba kalau nginap di Gero atau agak sore, tentu mataku berbinar-binar dengan onsen yang nyampur cewek cowok hihihih, jangan omes ya tradisi mandi bareng di onsen merupakan suatu kehormatan bagi tradisi lokal yang menjadikan kita termasuk satu keluarga besar saat itu.
      Semuanya berdekatan dengan Prefektur Gifu, hanya dengan 17.5000 Yen kita bisa mengunjungi tempat-tempat ini semua. Bisa dari Tokyo atau dari Osaka, tentunya berbeda-beda tipe JR Pass nya. Jika ingin nyaman beda sedikit pegang lah JR Pass.
      Perjalanan Ko Acong nano nano rasanya, kurang afdol jika tanpa kendala dan berbagai hambatan, secara “si bocah tua nakal“ (yang tidak bisa Bahasa Asing, Gaptek dan segala kekurangannya).
      Kendala pertama yang menghambat perjalanan saya selama 5 hari adalah teledor nya saya dikala menukar Tourist Pass tidak dibaca. Saya beli tiket terusan Tourist Pass Alpine - Takayama - Matsumoto sudah betul, namun petugas di JR Tokyo lalai salah menempelkan ke kartu yang JR West Pass. Nah, kendalanya pas mau digunakan ditolak oleh petugas di lapangan, satu petugas ke petugas lainya tetap ditolak, sampai lebih dari 5 orang. Waduh apa daya saya sekarang secara saya bawa uang benar-benar dibatasi mutlak hanya 20.000 yen untuk uang saku selama seminggu. 
      Begitu lunglai pas lirik ada Japan Tourist Information, nah saya coba deh kesana. "Please help me talk Bahasa?????" Bengong tuh semua. Aduh kumaha atuh ieu teh wot hepen cantik. Keluar deh seorang atasannya sambil bawa HP gede sebesar buku. Mulai dia taktik tuk eh keluar suara Indonesia "apa yang bisa kami bantu?"
      Saya jawab tapi tetap ngak nyambung pake input suaranya. Nah, disini bodoh tapi pandai (bawaan sejak lahir) nya si bocah tua nakal, secara saya pernah utak atik Translate Bahasa. Ku ketik juga via abjad dan BINGO nyambung deh walau lama mereka tetap sabar.
      Sudah tahu masalahnya, langsung bikin maklumat sakti untuk kepala stasiun. Bla bla bla mohon untuk membantu  Lao ye (bos tua). Hal ini yang salah adalah Pihak JR Tokyo dan ada Catatan Contact Person Pejabat JR Pusat.
      Walau udah beres, namun tetap ada saja tiap ganti prefektur kendala terjadi lagi. Saya keluarkan jurus nakal nya sampai kepala stasiun berkenan keluar kandang nya dengan gunakan Google translate, suara dikencangkan dan heboh kan hehehehe si bocah tua nakal punya mainan baru.








      Fr Alpine2018.docx













    • By Dantik
      Hari 1, 5 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 6 Mei 2018
      Pagi ini kami berangkat dari Athena menuju Roma menggunakan Ryan Air. Perjalanan selama 2 jam berjalan tepat waktu. Ryan Air adalah budget airlines yang cukup ketat dalam masalah kabin bagasi. Hanya diperbolehkan satu tas jinjing atau backpack yang muat dibawah kursi jika tidak membeli kabin bagasi.
      Mendarat di bandara Roma Ciampino, ada 3 pilihan transportasi dari bandara menuju kota. Pertama menggunakan taksi tarif flat 30 euro. Kedua menggunakan airport shuttle bus tarif 5-6 euro. Dan yang terakhir menggunakan bus + metro tarif 1.50 euro.
      Kami menggunakan pilihan ketiga yaitu dari Ciampino Airport menggunakan bus 520 turun di Cinecitta. Kemudian naik Metro A turun di Termini Station. Metrebus tiket 24 jam harga 7 euro.

       
      1.Santa Maria Maggiore
      Dari Termini Station kami mulai mengeksplore kota Roma. Pertama kami menuju Santa Maria Maggiore, sudah mulai terlihat antrian masuk gereja pada saat itu.


      2.San Giovanni
      Kemudian kami pergi ke San Giovanni menggunakan Metro A dari Vittorio Emanuele Station turun di San Giovanni Station.

      3.Colosseo
      Dari San Giovani kami pergi ke Colosseo menggunakan Tram 3. Di sini terlihat banyak sekali wisatawan, terlihat juga antrian yang panjang. Banyak orang yang menawarkan jasa Skip The Line untuk masuk ke Colosseum. Ada 3 objek wisatawan yang bisa kita lihat di sini. Pertama Coloseum itu sendiri, kedua Arch of Constantine, dan yang ketiga Roman Forum.

      4.Piramide
      Dari Coloseum kami pergi ke Piramide menggunakan Tram 3 yang sama turun di Porta S. Paolo. Mungkin ga banyak orang yang tau kalau di Roma itu ada Piramida juga.

      5.Circo Massimo
      Dari Piramide kami kembali ke Circo Massimo menggunakan Tram 3 arah balik turun di Aventino. Circo Massimo ini adalah lahan luas yang dulunya dipakai untuk arena sirkus seperti pacuan kuda dll. Kemarin saya lihat di sini kalau sore banyak juga yang jogging. Sebelah Circo Massimo adalah Palatine Hill.

      6.Bocca della Verita
      Dari Circo Massimo kami mulai berjalan menuju Bocca della Verita. Ternyata banyak orang mengantri untuk berfoto di Bocca della Verita. Bocca della Verita nama lainnya adalah Mouth of Truth. Konon katanya jika kita memasukan tangan kita ke dalam mulut batu kuno ini dan ketahuan berbohong, maka batu ini akan menggigit tangan kita sampai putus. Sayang, kami tidak sempat mengambil foto batu itu karena antrian yang panjang.

      7.Isola Tiberina
      Dari Bocca della Verita kami berjalan lagi menuju Isola Tiberina. Isola Tiberina adalah sebuah pulau kecil di tengah sungai Tiber. Di pulau ini ada gereja San Bartolomeo dan juga taman untuk duduk-duduk di pinggir sungai.


      8.Palazzo Farnese
      Setelah makan es krim di sini kami naik Bus 280 ke Palazzo Farnese.

      9.Campo dè Fiori
      Dari Palazzo Farnese ini kami berjalan ke Campo dè Fiori. Di sini banyak sekali orang berjualan, mungkin seperti pasar kaget kali yah.

      10.Capitoline Museums & Piazza Venezia
      Lalu kami berjalan lagi ke Capitoline Museums & Piazza Venezia melalui jalan Botteghe Oscure. Ini adalah tempat terakhir yang kami kunjungi sebelum kami berangkat ke Terminal Bus Tiburtina untuk melanjutkan perjalanan kami ke Venice dengan bus malam.

       
      Itulah itinerary hari pertama kami di Roma. Kami menggunakan Metrebus tiket 24 jam harga 7 euro untuk semua transportasi kami dalam satu hari.
      Dari Terminal Bus Tiburtina kami menggunakan Bus Center ke Venice harga tiket 21 euro.
    • By Dantik
      Hello guys!
      Udah lama nih ga bikin FR. Mumpung masih seger biar ga lupa kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya di Yunani.
      Hari 1, 5 Mei 2018
      Penerbangan langsung dari Singapore – Athens memakan waktu 12 jam. Setelah sampai di Athens ada 3 pilihan transportasi dari bandara ke kota. Pertama menggunakan taksi tarif flat sekitar 38 euro, kedua menggunakan Metro 3 tarif 10 euro, ketiga menggunakan Bus X95 tarif 6 euro. Kami menggunakan Bus X95 Airport – Syntagma Square 6 euro, perjalanan sekitar 45 mnt tergantung arus lalu lintas. Kami menginap di daerah Syntagma Square.
      1.The Athenian Trilogy
      Tujuan pertama adalah The Athenian Trilogy yaitu National Library, University of Athens dan Academy of Athens. 3 neoklasik bangunan di Jalan Panepistimiou tidak jauh dari tempat kami menginap.

      2.National Archaeological Museum
      Kemudian National Archaeological Museum. Dari National Library bisa mengggunakan Trolley Bus 2,4,5,11,15. National Archaeological Museum adalah museum arkeologi yang terpenting di dunia. Tempat artefak Yunani diantaranya Patung Zeus dan Kuda dengan Joki yang terkenal itu. Tiket masuk 10 euro.

      3.Syntagma Square
      Kemudian dari National Archaelogical Museum kami kembali ke Syntagma menggunakan Trolley Bus yang sama. Di Syntagma Square kami melihat pergantian prajurit di depan Gedung Parlemen (The Tomb of The Unknown Soldier). Pergantian prajurit yang berlangsung sekitar 15 menit setiap jamnya.

      4.National Garden dan Zappeion
      Setelah itu kami berjalan melewati National Garden dan Zappeion.

      5.Panathenaic Stadium
      Kemudian menuju Panathenaic Stadium. Di Panathenaic Stadium ini kami hanya foto dari luar.

      6.Temple of Olympian Zeus
      Dari Panathenaic Stadium kami berjalan ke Temple of Olympian Zeus. Di sini kami membeli tiket kombinasi Acropolis sebesar 30 euro mencakup Temple of Olympian Zeus, Acropolis, Roman Forum and Tower of the Winds, Hadrian's Library, Ancient Agora dan Kerameikos.

      Beberapa meter dari Temple of Olympian Zeus berdiri Arch of Hadrian.
      7.Plaka
      Dari Arch of Hadrian kami menuju Acropolis. Melewati Melina Merkouri , Monument of Lysicrates / Plaka. Di sini banyak menjual souvenir dan tempat makan.

      8.Acropolis
      Dari Plaka kami menuju Acropolis. Sayang, kami tidak ke Acropolis Museum karena sudah terlanjur masuk ke pintu masuk bagian tenggara Acropolis. Masuk menggunakan tiket kombinasi yang sudah kami beli.
      Acropolis adalah tempat yang wajib dikunjungi jika kita berada di Athena. Acropolis yang berada di atas bukit melewati beberapa bagian yaitu The Ancient Theatre of Dionysos, The Stoa of Eumenes, The Odeion of Herodes Atticus.

      Setelah melewati itu semua dari pintu tenggara, akhirnya kami berada di pintu gerbang Acropolis. Propylaea merupakan pintu utama Acropolis. Di sebelah kanan Propylaea kita akan melihat kuil Athena Nike.

      Setelah masuk di sebelah kiri kita akan melihat Erechtheion. Di sebelah kanan kita akan melihat Parthenon, kuil yang terbesar dan paling termasyur di Acropolis.

      Dari Acropolis kami keluar dari pintu barat melewati bukit Areiospagos menuju Ancient Agora.
      9.Roman Forum and Tower of the Winds
      Sayang, Roman Forum and Tower of the Winds sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 

      10.Hadrian's Library
      Sayang, Hadrian's Library juga sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 

      11.Ancient Agora dan Temple of Hephaestus
      Untungnya Ancient Agora belum tutup hingga pukul 20:00. Ancient Agora adalah contoh yang paling terkenal dari agora Yunani kuno dan terletak di barat laut Acropolis. Di dalam Ancient Agora ini terdapat Temple of Hephaestus dan Stoa of Attalos.

      12.Kerameikos
      Dari Ancient Agora kami buru-buru ke Kerameikos ternyata sudah tidak bisa masuk lagi karena sudah mau tutup. Cuma bisa lihat dari luar, hiks...

      Kami kembali ke penginapan melewati Thession Station, Monastiraki Sq. / Flea Market.
      Kami menginap di Small Funny World Athens Hostel, dekat dengan jalan Ermou. Berada di tengah antara Syntagma dan Monastiraki.

       
      Itulah itinerary hari pertama kami di Athena. Menurut kami Athena bisa dikunjungi dalam satu hari. Karena area yang cukup kecil berada di tengah kota sehingga mudah dijangkau dengan berjalan kaki.
      Hari 2, 6 Mei 2018 : Roma
    • By itsmeu
      안녕하세요~~ (Annyeong haseyo, Hello)
       
      Pertama-tama,Alhamdulillah, finally, akhirnya meu menjejakkan kakinya di Korea Selatan. Setelah nabung nabung, momok visa yang menakutkan akhirnya guys, aku berangkat juga ke salah satu country goals akooh, secara basicnya ak emang anak yg doyan korea-an baik kpop/drama dr jaman full house.
      Tanpa banyak curcol lagi...FR yg sudah aku janjikan pas nulis thread malaka...check it out...
       Jadinya tanggal 28 April – 5 Mei 2018 kemarin aku dan 2 tmnku berangkat ke negeri gingseng.
      Tiket pesawat Air Asia: PP 3.78jt + bagasi 1 (20kg) = 4.28 jt
      Lokasi penginapan: BB Hostel Hongdaeline (KW hongdaeline) : 380000 won/seminggu (private bathroom,kamar isi ber3 aja)
      Sebelumnya ak kasih dulu summary itin 1 minggu di Seoul:
      28/04: Nginep di Incheon T2
      29/04: Gyeongbokgung Palace, Bukchon Hanok Village
      30/04: Ewha University dan sekitarnya, Namdaemun Market, Namsan Tower
      01/05: Nami Island, King sejong statue, kyobo bookstore, cheonggyecheon stream, Myeongdong
      02/05: Itaewon, Myeongdong dst
      03/05: Napak tilas Kpop lol (Entertainment company,kroad star, Gangnam), seoul national univ (SNUFestival)
      04/05: Pendakian gunung Acha (Achasan), DDP, Lotte mart pusat, Seullo, Hongdae street, Hangang river
      05/05: Jimjilbang/Sauna, BT21 Hongdae store dan sekitarnya, ewha lagi, siap siap perjalanan pulang
      Jujur ini itin sebenernya full banget hahaha karena ternyata jalan kaki di korea itu jauh-jauh dan di indo kebiasaan dimanjain abang ojol...kaki bengkak tapi hati bahagia no problemo
      to be continue~~
    • By ko Acong

      Berapa Biaya perjalanan saya selama seminggu sejak sari Bandung - Japan - Bandung? Berikut rinciannya:
      Tiket Pesawat CGG - Narita - CGK PP: Rp. 2.420.000,- Bus Bandung - Jakarta PP: Rp. 230.000,- Turispass Matsumoto Alpine Takayama  @17500 yen: Rp. Rp 2.275.000.- Bus Narita - Matsumoto @11.000 yen: Rp. 1.430.000.- Hostel Cabin dan Hotel 5 malam x 500.000.-: Rp 2.500.000.- (Gratisss tis dari Voucher Agoda) Bus Narita - Matsumoto seharusnya PP @12000 yen: Rp. 1.560.000,- Uang saku buat makan  minum kopi ngemil dan tiket masuk berbayar, bawa Cash 20000 yen sisa 3850 yen, terpakai 16150 yen: Rp 2.100.000.-  
      Jika tranportasinya di campur ala saya: Bus 1.430.000 + Matsumoto alpine Turispass Rp. 2.275.000 = Rp. 3.705.000 (hemat Rp 1.015.000.-)
      Note: Ada yang kasih tiket Narita - Tokyo bus, lumayan irit 2000 yen atau Rp 260.000)  
       
      Total pengeluaran Pasti semuanya Trip Tokyo, Matsumoto, Narai, Hida, Gero, Gifu, Ena, Toyama, Nagano, Nagoya, Takayama dan masih bisa ke tempat lainya adalah:
      Simulasi bila pake JR Pass perbedaannya: 27000 Yen
      Tiket Opsional Alpine Route: 9300 Yen
      Jumlah 27000 - 9300 = 36300 yen (Rp 4.720.000.-)























    • By Gulali56
      Jadi ceritanya saya ke Bali dapet promo Traveloka discount 100rb utk pesawat domestik. Gara2 gagal mulu dpt tiket murah di tahun ini, akhirnya saya memutuskan solo traveling domestic aja sekalian cari jodoh #eh..
      Rata-rata orang Indonesia ke Bali itu se-rombongan jadi bisa share cost sewa kendaraan atau kalau pergi sendiri or berdua pun pastilah sewa motor, moda transportasi termurah dan tercepat.
      Nah apa jadinya kalau ke Bali sendiri aja, mau ketempat jauh-jauh kemahalan utk sewa mobil, plus gak bisa nyetir motor kayak saya.
      Walaupun Blue bird taxi, Grab/Uber dan Gojek sudah masuk Bali, ternyata mrk itu hanya bisa beroperasi di wilayah tertentu saja (mostly seputaran Kuta-Legian-Seminyak). Dan yang pasti di Ubud dilarang.
      Padahal saya tiap kali ke Bali , kudu wajib ke Bebek Bengil cabang Ubud.  Khan pusing tuh.
      Setelah browsing kanan kiri , justru dari Traveloka juga lah ketemu alternatif bus hop on hop off di Bali. YAY..
      Namanya Kura Kura Bus. Perusahaan bus ini masih tergolong baru di Bali, baru 5 tahunan, sehingga gak banyak yang tau. 
      Jangkauan area bus nya masih sekitar yang umum2 must-to-do spot di Bali . 

      Untuk harga tiket nya cukup ekonomis one way rata-rata dibandrol Rp 20ribu kecuali ke Ubud Rp 80rb.
      Selain itu juga ada day pass nya. Untuk 1 hari (Rp 100.000), 3hari (Rp 150,000) dan 7 hari (Rp 250,000) . 
      Berhubung saya butuhnya ke Ubud, jadilah saya ambil day pass 3 hari, biar ekonomis. Beli via website nya jadi Rp 135,000.
       
      Saya menginap di Seminyak Square hotel yang terletak persis disamping Seminyak Village yang juga merupakan halte stop 2 jalur Kura Kura Bus line 3 dan 4.
      Karena saya ceritanya mau makan siang di Bebek Bengil, saya ambil keberangkatan dari DFS (terminal pusat) yang jam 11 pagi.
      Ambil line 4 dari Seminyak Village yang jam 09.56 AM. Karena bus pertama , bus nya on time.
      Sampai di DFS jam 10.40-an liat-liat T-galeria Mall dulu sekalian numpang ngadem dan ke wc.

      Bis line 5 ke Ubud , teng brgkt jam 11  dari DFS.
      Halte stop: Alaya Ubud Resort
      Terletak persis disamping resto Bebek Bengil.



      Saya tiba di Bebek Bengil jam 12.45.
      Kelar makan siang dan leyeh2 dulu di bale-bale resto ngilangin pegel2,  baru deh saya menanti bus berikutnya utk ke Puri Lukisan Museum jam 14.20
      Halte stop : Puri Lukisan Museum 
      Halte ini cocok utk yang mau ke Museum Blanco, Bukit Campuhan ataupun ke Babi Guling Bu Oka.
      Berhubung saya blm pernah ke Bukit Campuhan, jadilah saya kemari. Jalan pelan2 ke Museum Blanco dulu biar matahari gak terlalu terik.
      Apa daya krn saya gak tertarik masuk ke Museum Blanco, akhirnya saya jam 3 sore nanjak ke Bukit Campuhan , matahari berasa ada 3 biji alias masih panas pol.

      sisi bagusnya jam segini masih sepi, sisi gak bagusnya saking panasnya saya sendiri ampe ogah berhenti2 buat foto.

      Terus terang saya gak tll impress sama bukit Campuhan ini, saya malah langsung fokus ke Cafe dan Spa Karsa yang merupakan resto dan spa kecil samping pematang sawah setelah melewati Bukit gak penting ini. Sori to say ye.. Mungkin krn ga ada yg motoin, dan saya bukan tipe yg niat2 amat selfie kalo kepanasan . Terus ngapain kemari ye..

      Setelah menghabiskan satu kelapa dan foto2 di sawahnya sampai mati gaya krn matahari mulai terbenam saya pun memutuskan balik ke halte bus utk mengejar bus terakhir jam 18.55.
      Kesimpulan dari trekking dadakan ini, 2km uphill itu ditempuh +/- sejam tp pas pulang bisa +/- 30menitan..
      Karena takut ketinggalan bus, saya udh nongkrong dari sejam seblmnya di cafe seberang halte sambil ngopi2 dan numpang ke wc.

      Basically jam 18.55 itu udh gelap bgt sampai takut ketinggalan bus karena  gak keliatan.  Untungnya saya udh reserved via web, jadi nya supir bus nya sih udh tau bakal ada penumpang yg nungguin, scr saya cuma satu2nya penumpang mlm itu.

      Jam 08.30 malam akhirnya sampai juga di terminal DFS.
      Karena sudah gak kuat bermacet2 di area Seminyak, saya sambung naik gojek ke hotel. Tp nasib dapet tukang ojek org jawa alias nyasar2 muluk jd scr waktu gak beda jauh dgn misalnya saya pake Kura kura bus.. kesel... 
      Kelebihan Kura Kura Bus:
      + cukup ekonomis utk area  yang gak bisa dijangkau oleh kendaraan online.
      + bis ber-AC, ada free wi-fi dari telkomsel dan ada colokan listrik buat nge-charge selama mati gaya di bis.
      + memiliki aplikasi dan website informatif dengan pilihan bhs yang beragam dari Indonesia, Inggris, Jepang, Rusia, Korea, China
      + CS memiliki bhs inggris dan jepang yang cukup memadai .
       
      Kekurangan:
      - memakan waktu yang sangat lama apabila harus pindah line. Contoh dari seminyak village mau ke Ubud, dari  line 4 harus ke DFS utk pindah ke Line 5. Total perjalanan jadi 3jam misal dibandingkan dgn naik kendaraan direct ke tujuan yang hanya 1-1.5jam.
      - halte bis ke-2,dst biasanya hanya palang di pinggir jalan dan tidak ada tempat parkir sehingga bis tidak bisa menunggu lama
       - belum menjangkau area2 di utara Bali, ataupun area Canggu yang mulai jadi tujuan wajib turis
      - interval bis utk Ubud line 2 jam sekali, sehingga kurang flexible 
      - Aplikasi utk memonitor bis sangat tergantung gps bis maupun provider yang kadang angot2an..
       
      Kesimpulannya bis ini lumayan oke utk solo traveler yang mau ke area Nusa Dua, Jimbaran maupun Ubud.
      Sedangkan kalau tinggal /explore di area Legian-kuta-Seminyak,  lebih murah dan cepat naik ojek online saja.
       
      Kura Kura Bus
      http://kura2bus.com/
      Interval bus:
      a. Line 1 : every 90 minutes, 10 rounds per day
      b. Line 2 : every 90 minutes, 9 rounds per day
      c. Line 3 : every 20 minutes, 38 rounds per day
      d. Line 4 : every 45 minutes, 17 rounds per day
      e. Line 5 : every 2 hours, 5 rounds per day