deffa

Awesome 3 Days in Kyoto

54 posts in this topic

Hola Deffa Here !!!

Pasti sudah nunggu lanjutan cerita perjalanan saya ke Kansai Jepang 7-11 Maret 2016 lalu kan, setelah Explore Osaka selama 3 hari bisa di Baca DISINI. Lanjutannya adalah Explore Kyoto selama 3 hari juga, yang sekarang masu saya ulas, yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang mau ke Kyoto juga ya.

Advice, tulisan ini akan sangat panjang, jadi persiapkan waktu untuk membaca dengan teliti karena pasti banyak hal berguna yang bisa kalian ambil dari tulisan ini loh :D

IMG_2160.JPG

DAY 1 : 9 Maret 2016

Itinerary Day 1 :

  1. J-Hoppers Kyoto Guesthouse

Saya tiba di Kyoto Station dari Osaka sekitar pukul 20.00 WIT dengan menggunakan Kansai Thru Pass jadi perjalanan ini sudah di cover Pass tersebut, info tentang Kansai Thru Pass baca DISINI

Karena sudah malam saya langsung saja menuju penginapan, yang saya booking secara online di J-Hoppers Kyoto Guesthouse. Cukup dekat dari Kyoto Station hanya sekitar 10 menitan jalan kaki saja. Saya memilih Deluxe Private Room with Shared Bathroom permalam harga nya 6000 yen. Unik nya adalah kamar nya bertipe Ryokan. Untuk pengalaman di J-Hoppers Kyoto Guesthouse baca DISINI

Spoiler

IMG_1903.JPGIMG_1908.JPGIMG_2256.JPGIMG_1914.JPGIMG_2277.JPG

Penginapan nya sangat bagus dan murah, juga staff yang baik. Lalu teman-teman baru yang gokil karena saya langsung di sambut dengan Welcome Party padahal baru kenalan loh dari berbeda negara hehehe :D

Hari pertama ini saya habis kan dengan Party di dalam Guesthouse dengan teman-teman baru sekalian menyusun itinerary untuk besok juga. Jadi hari pertama ini saya tidak keluar uang sama sekali (Untuk penginapan sudah di bayar via Online sebelum nya) :D 

DAY 2 : 10 MARET 2016

Itinerary Day 2 :

  1. Arashiyama
  2. Togetsu-kyo Bridge
  3. Tenryu-ji Zen Temple & Sogenchi Garden
  4. Path of Bamboo / Bamboo Grove
  5. Nonomiya Shrine
  6. Ohkouchi Sansou Garden
  7. Romantic Train Sagano
  8. Kameoka
  9. Kinkakuji Temple
  10. Ginkakuji Temple
  11. Philosopher's Walk
  12. Kiyomizu-dera Temple
  13. Kiyomizu-Zaka Street
  14. Yasaka Shrine
  15. Shinbashi Dori
  16. Makan Malam di Yoshinoya

Pagi di hari kedua di Kyoto ini saya terbangun sekitar pukul 07.00 WIT, langsung menuju swalayan favorit yaitu 711 / Sevel untuk membeli sarapan berupa Onigiri + Cup Noodle seharga total 400 yen. Gak tahu ya tiap kali ke Jepang sarapan saya ini terus doyan atau emang gak ada lagi yang lebih murah hahahah

IMG_1919.JPG

Setelah sarapan dan mandi persiapan hari ini kebetulan cuaca cerah, jadi saya putuskan untuk ke tempat wisata yang paling jauh terlebih dahulu yaitu di bagian Barat Kyoto adalah Arashiyama

ARASHIYAMA

Untuk menuju area Arashiyama ini saya memutuskan menggunakan Kereta saja karena lebih cepat jadi hemat waktu sekitar 15 menit, jika menggunakan bus sekitar 15 menit. Menggunakan kereta dari Kyoto Station, sebelum nya saya Top Up lagi Saldo dari ICOCA Card sebesar 2000 yen, karena jalur kereta di Kyoto untuk JR lebih cepat daripada menggunakan kereta Local yang di cover Kansai Thru Pass.

Jalur yang saya lalui adalah Kyoto Station - Saga Arashiyama seharga 240 yen di cover oleh ICOCA Card

kyoto1.jpg

Tiba di JR Saga-Arashiyama Station ini sudah cukup dekat ke beberapa tempat wisata, karena station ini sebagai patokan. Kalian harus perhatikan di sekeliling Station ini ada banyak petunjuk dan salah satunya ada Itinerary Famous Sightseeing Spot in Kyoto sangat berguna loh karena cukup mudah di pahami. Kalian ikuti itinerary ini saja sudah bisa keliling Kyoto, menarik kan

IMG_1928.JPGIMG_1929.JPG

Nah keluar dari Station tujuan saya yang pertama adalah Togetsu-kyo Bridge yang cukup populer sebagai tempat sightseeing turis. Dan kita hanya perlu waktu berjalan kaki sekitar 10 menit untuk menuju kesana dari Station ini.

TOGETSU-KYO BRIDGE

Togetsu-Kyo Bridge ini sesuai namanya ya sebuah jembatan yang sebenarnya di gunakan sehari-hari oleh penduduk Kyoto untuk menyebrang Sungai Oi atau Oi River. Kenapa jadi cukup terkenal selain sering di gunakan tempat shooting J-Dorama. Juga memang pemandangan nya sangat keren dan sayang jika di lewatkan.

Dari Saga-Arashiyama Station ini, dengan badan kalian membelakangi Station seperti poto di bawah. Kalian akan berhadapan dengan 5 jalan atau simpang lima. Pilih lah jalan yang Kedua dari Kanan atau selurusan badan (ikuti saja wisatawan lain yang berjalan ramai). Karena arah itu akan menuju sebuah plang ke petunjuk arah Togetsu-kyo. Nanti akan mentok di pertigaan ikuti petunjuk ke arah kiri untuk ke Togetsu-kyo

Spoiler

IMG_1930.JPGIMG_1934.JPGIMG_1935.JPGIMG_1940.JPG

Btw selama perjalanan ke Togetsu-Kyo Bridge ini di kiri kanan jalan banyak sekali restoran dan toko souvenir, ada beberapa restoran yang cukup menarik perhatian saya yang satu adalah Vegan & Muslim Friendly Restaurant dan juga Restoran dengan taman yang cantik di depan nya. Kalian tidak akan melewatkan ini karena searah. Ada juga toko buku yang menarik yaitu London Books

Spoiler

IMG_1932.JPGIMG_1938.JPGIMG_1933.JPG

Tidak lama tibalah di Togetsu-Kyo Bridge ya sesuai ekspektasi berupa jembatan yang di aliri sunga Oii yang cukup luas. Hal yang bisa dilakukan disini ya berfoto ria, cuma hati-hati ya karena ini esensi nya jalan raya jadi banyak kendaraan lalu lalang, dan juga jalan di arashiyama ini tidak besar.

Spoiler

IMG_1941.JPGIMG_1944.JPGIMG_1946.JPG

Oh ya tidak sengaja bertemu seorang Maiko / Geisha atau apapun lah sebutannya dengan pakaian tradisional nya, lengkap di temani seorang samurai (mungkin) yang sedang berada disini, karena aneh juga biasanya mereka hanya berada di area Gyon di tengah kota Kyoto. Sayang nya sama seperti di Gyon mereka sulit di ajak berfoto, ada yang nekat minta foto bareng. Yang setelah foto itu si Maiko raut muka nya agak kecewa atau sedih, karena pada dasarnya mereka memang tidak mau (tidak boleh) di ajak poto bareng

IMG_1943.JPG

Lalu beranjak ke tengah dari Togetsu-Kyo Bridge ini, ya harus tetap hati-hati lihat kanan kiri, karena lalu lalang dari kendaraan makin ramai. Karena kondisi saat itu pagi jadi orang sedang memulai aktifitas. Di atas jembatannya pemandangan lebih bagus lagi, kita bisa dapat background sungai dan bukit di kejauhan :D

IMG_1948.JPGIMG_1949.JPG

Sudah puas di Togetsu-Kyo Bridge ini, selama perjalanan kesini saya melewati satu temple yaitu Tenryu-ji Zen Temple dengan Sogenchi Garden nya. Saya pun putuskan kesana untuk memuaskan rasa penasaran saya.

TENRYU-JI ZEN TEMPLE & SOGENCHI GARDEN

Tidak jauh dari Togetsu-Kyo Bridge hanya sekitar 5 menit jalan kaki, dan sepanjang jalan ini tetap akan menemukan toko souvenir dan restoran serta jajanan khas Kyoto yang unik. Dan melewati Randen Arashiyama Station, jika tadi saya menggunakan rute Kansai Thru Pass keluarnya disini lebih dekat seh.

 IMG_1955.JPGIMG_1954.JPG

Tiba lah di Tenryu-Ji Zen Temple & Sogenchi Garden. Yup mereka sepaket dan satu area jadi kalian bisa berwisata di 2 tempat sekaligus. Dan ternyata di akui oleh PBB sebagai World Heritage Site loh, tambah penasaran sebagus apa ya

Apa yang kalian bayangkan jika mendengar kata Kyoto ? Pasti lah salah satu nya adalah Sakura ya kan. Yup itu juga yang membuat saya datang ke Kyoto pada waktu awal Musim Semi ini, berharap bisa bertemu dengan Mbak Sakura itu, walaupun masih belum Blooming karena baru awal musim Semi.

Namun di Tenryu-ji Zen Temple ini sudah ada yang mulai berbunga walaupun masih belum banyak, dan saya kebetulan masuk dari area parkir mobil menuju ke Temple di kiri kanan banyak sekali Pohon Sakura yang mulai berbunga. Temple nya sendiri di bagi atas beberapa, di bagian parkiran ini terdapat beberapa temple kecil untuk sebelum menuju Temple Utama di Sogenchi Garden

Spoiler

IMG_1957.JPGIMG_1958.JPGIMG_1960.JPGIMG_1961.JPG

Lalu tibalah di area Sogenchi Garden yang ditandai oleh sebuar Rumah Besar yang berfungsi sebagai Loket. Untuk harga tiket nya ada 2 macam Terpisah atau Terusan, maksudnya Terpisah Garden saja atau Temple saja, atau Terusan yang sepaket. Namun karena saya pilih yang terusan Garden + Temple seharga 600 yen

IMG_1964.JPGIMG_1966.JPG

Pertama saya masuk dari area Temple dulu walaupun sebenarnya Garden nya juga terlihat dari area Temple ini, hanya saja belum bisa menjejakkan kaki di Garden nya karena masuk ke area Temple harus lepas sepatu dan tuker dengan Sendal Khusus ala Jepang gitu. Masuk area pertama langsung ketemu dengan lukisan besar Ninja Lucu yang saya bingung siapa dia Goemon kah ? hahahaha

IMG_1967.JPG

Menyusuri area Temple ini akhirnya saya merasakan gimana seperti di Film Jepang Kolosal yang duduk rumah ala Jepang beralaskan tatami dengan pemandangan taman yang indah beserta kolam nya, suatu pemandangan yang uye banget deh. Kompleks Temple ini walaupun tidak begitu luas namun memiliki beberapa ruangan yang akhirnya menuju ke Temple Utama, Tenryu-ji Zen Temple

Spoiler

IMG_1969.JPGIMG_1974.JPGIMG_1972.JPGIMG_1976.JPGIMG_1979.JPG

Sampai di area Temple Utama Tenryu-Ji Zen Temple, saya tertarik padah sebuah Pohon Sakura yang agak lebih banyak bunga Sakura nya yang mekar daripada pohon Sakura yang lain nya di sekitar sini, kesempatan kapan lagi kan bisa dapat Sakura heheh

IMG_1982.JPGIMG_1987.JPG 

Walaupun sakuranya tidak banyak bermekaran namun lumayan lah, karena ini sudah titik akhir dari area Temple akhirnya saya putuskan keluar dan mengenakan sepatu lagi, lalu masuk lagi ke area Garden dengan tiket yang sama karena satu paket. Nah di area Garden ini bisa lebih puas menikmati taman nya, karena kita bisa berkeliling taman yang cukup luas ini dan ada area dataran Tinggi nya juga loh.

Karena baru awal musim semi jadi Pohon nya banyak yang belum berbunga walaupun sudah ada yang berbunga namun belum lebat, jadi kalau mau suasana yang bagus banget datanglah ketika puncak Musim Semi dari akhir Mei ke pertengahan April

Spoiler

IMG_1988.JPGIMG_1989.JPGIMG_1990.JPGIMG_1992.JPGIMG_1994.JPGIMG_1995.JPGIMG_1998.JPG

Puas disini saya pun lanjutkan perjalanan berikut nya masih di area Arashiyama ini yaitu ke salah satu tempat yang paling tersohor disini yaitu Path of Bamboo atau Bamboo Grove

BAMBOO GROVE

Path of Bamboo aka Bamboo Grove mulai booming bagi Wisatawan Dunia semenjak ada nya adegan di film Memoirs of Geisha salah satu nya disini. Sebenarnya hanya lah sebuah jalan yang di pinggir kiri kanan nya terdapat hutan bambu yang sangat lebat, jadi suasana nya rindang dan juga agak terkesan spooky kalau menurus saya seh heheh

Cara kesini sangat mudah, masih ingat pertigaan mentok yang sebelum ke Togetsu-kyo Bridge jika ambil arah kanan kita akan menuju ke Bamboo Grove ini. Tidak jauh kok hanya sekitar 10 menitan jalan kaki kita sudah masuk ke area Bamboo Grove. Ikuti saja petunjuk jalan nya

IMG_1940.JPGIMG_2004.JPG

Apa yang bisa dilakukan disini ? Ya kalian jalan saja terus mengikuti jalur ini sampai menemukan spot yang kalian rasa cocok untuk Foto, tapi ya ingat pasti banyak banget orang disini jadi agak sulit dapat spot yang sepi seperti di foto-foto google itu loh hehhe. Banyak juga wisatawan yang menggunakan kimono disini, kalau gak salah di area dekat stasiun Randen Arashiyama tadi ada penyewaan Kimono juga

Spoiler

IMG_2005.JPGIMG_2006.JPGIMG_2008.JPGIMG_2015.JPG

Oh ya di area Bamboo Grove ini ada satu Shrine (Kuil) cukup cantik walaupun kecil yang gak mungkin kalian lewatkan, karena posisi nya pas ada di pertigaan jalan menuju ke Ohkouchi Sansou Garden dan Romantic Train Sagano

NONOMIYA SHRINE

Yup namanya adalah Nonomiya Shrine cukup jalan saja terus dari jalan masuk Bamboo Grove kalian pasti akan bertemu shrine ini sekitar jarak 250 meter. Kuil yang kecil namun cukup ramai pengunjung nya, karena selain untuk berdoa disini juga mempunyai pemandangan yang cukup cantik untuk di abadikan loh

Spoiler

IMG_2009.JPGIMG_2010.JPGIMG_2012.JPGIMG_2011.JPG

Btw kalau kalian merhatiin poto saya di atas ini ada tiga cewek yang pake kimono cantik, salah satu nya bernama Ayaka, mayan kenalan setitik hahahaha. Mereka dari Izu or something gitu gak kedengaran jelas tapi ada nomor cantik nya hahahah

Oke lanjut, saya pernah baca satu artikel dan melihat poto scenery yang menarik dari satu tempat di area Bamboo Grove ini namanya Ohkouchi Sansou Garden dan kebetulan jalan yang saya ambil ini searah jadi saya putuskan untuk kesana.

OHKOUCHI SANSOU GARDEN

Kenapa saya tertarik dengan Ohkouchi Sansou Garden ini ? Pertama adalah karena jalur nya searah jadi gak repot kan, kedua karena saya pernah melihat suatu poto pemandangan dari Garden ini adalah puncak dari Arashiyama jadi viewnya keren banget, ketiga karena history dari garden ini adalah dulu nya Vila pribadi milik Bintang Film Jepang yang Legend pada masa nya yaitu Ohkouchi Denjirou

Intermezzo dikit Ohkouchi Denjirou ini salah satu Bintang Film legendaris Jepang pada tahun 1896-1962, dimana film Jepang pada jaman itu baru mulai tumbuh dan dia sering membintangi tokoh Samurai. Dan akhirnya beliau juga menjadi Sutradara film kolosal Jepang tentang Samurai dan sejarah Jepang lainnya.

IMG_2026.JPGIMG_2051.JPG

Tiket masuk nya seharga 1000 yen untuk dewasa dan 500 yen untuk anak kecil, buka tiap hari dari pukul 09.00 - 17.00 WIT. Dan tiket tersebut sudah termasuk untuk Garden dan menikmati Green Tea di dalam nanti

IMG_2027.JPG

Yap mulai menanjak, kok menanjak katanya Garden ? FYI emang betul Garden tapi garden ini di bangun di kaki gunung bagian selatan dari Gunung Ogura lebih dari 30 tahun yang lalu. Jadi ya jalan nya naik-naik ke puncak gunung deh. Tipe jalan nya disini setapak dan menanjak, jadi bagi kalian yang membawa Orang Tua atau pun Stroller Bayi agak kurang disarankan ya.

Spoiler

IMG_2028.JPGIMG_2029.JPGIMG_2031.JPG

Setelah jalan nanjak sekitar 10 menitan kita akan bertemu sebuah Rest Area dimana disini kita bisa menikmati Green Tea dan Snack secara gratis karena sudah sepaket dengan harga tiket tadi. Tempat nya unik ala-ala Jepang Kuno gitu dimana kalau di Anime, karakter utama menikmat Dango di sebuah Kedai, duduk di semacam kursi panjang beralaskan karpet merah, sambil memandangi Kebun Bunga

IMG_2032.JPG

Tapi karena cuaca saat itu 2-5 derajat celcius which is dingin banget, saya milih di dalam kedai nya saja deh, karena ada heater jadi menghangatkan badan sambil Minum Green Tea dan Snack. Lumayan menghangatkan badan udah menggigil dari jalan di Bamboo Grove neh.

Nah bagi kalian yang belum pernah minum Green Tea asli Jepang atau Ocha, jangan bayangkan Green Tea Frestea yang manis di jual di Indonesia. Ocha asli Jepang itu pahit loh dan agak sedikit kental, jadi ketika masuk ke kerongkongan kayak ada keset-keset nya gitu. Tapi biasanya memang ada pendamping nya berupa Snack Manis, biasanya Dango. Tapi kali ini semacam Waffer gitu.

IMG_2034.JPGIMG_2035.JPG

Oke udah cukup menghangatkan badan dan minum Green Tea hangat nya, lanjut lagi nanjak. Tidak jauh seh nanjak nya langsung bertemu dengan Villa Utama punya Ohkouchi Denjirou ini di sini juga terdapat Rest Area untuk kita duduk. Namun tidak ada Green Tea tapi disuguhkan pemandangan dari atas yang sangat indah

IMG_2036.JPGIMG_2037.JPG

Lanjut lagi ke atas lagi kali ini ketemu dengan semacam Kuil Kecil dan juga Rumah Penjaga Kebun ini atau mungkin Rumah Pembantu ya. Tapi kok saya lebih tertarik Rumah Pembantu ini, saya jadi ingat film Oshin kalau lihat rumah ini tinggal tambahin salju aja tuh hehehe

IMG_2040.JPGIMG_2041.JPG

Tibalah di puncak dari Ohkouchi Sansou Garden ini terdapat sebuah Gardu Pandang aka Gubug, kita bisa melihat sekeliling dari Bamboo Grove dan mostly Arashiyama dari sini wih luamayan viewnya, apalagi kalau itu Pohon Bunga lagi pada bermekaran bayangin aja deh gimana keren nya :D

Spoiler

IMG_2043.JPGIMG_2045.JPGIMG_2048.JPG

Dan akhirnya turun lagi ke bawah, di jalur menuju keluar ini kita akan ketemu dengan semacam Mini Museum atau lebih tepatnya kumpulan Diorama Foto-Foto mendiang Ohkouchi Denjirou ketika masih aktif di dunia Perfilman

IMG_2050.JPG

Sudah puas disini, saya lanjutkan ke destinasi selanjutnya yang juga searah dan tidak terlalu jauh dari sini yaitu Romantic Train Sagano

ROMANTIC TRAIN SAGANO

Yuhu ini salah satu wisata ikonik juga di Arashiyama karena kita akan menggunakan kereta wisata berupa kereta yang akan melintasi beberapa lokasi menarik dari Arashiyama. Kita memulai nya dari Torokko-Arashiyama Station. Dari Garden tadi jalan kaki sekitar 15 menit kesini dengan tetap melalui jalur Bamboo Grove

IMG_2052.JPG

Untuk harga tiket nya perorang 620 yen, dan ada waktu keberangkatannya ya karena saya dari Saga Torokko Arashiyama Station dan mau lanjut ke Kinkakuji Temple alias keluar dari area Arashiyama, jadi saya harus menuju ke Kameoka Station. Untuk info lengkap waktu keberangkatan Sagano Scenic Romantic Train cek ke SINI

sagano.jpgIMG_2053.JPG

Btw di sekitar Station ini ada beberapa restoran unik yang berisi Boneka-Boneka yang agak serem kalau saya lihat seh dan juga ada Temple juga yaitu Jojakkoji Temple. Namun saya tidak masuk kesana hanya lewat saja, mengisi waktu menunggu kereta tiba

Spoiler

IMG_2054.JPGIMG_2056.JPGIMG_2057.JPGIMG_2058.JPG

Saya pilih tempat duduk yang Open Deck alias yang  beratap kaca jadi bisa melihat pemandangan dengan leluasa, namun kekurangannya adalah karena cuaca lagi dingin banget jadi gak ada heater ya kedinginan lah. Gak papa tahan aja cuma 25 menit perjalanan kok hehhe

IMG_2059.JPGIMG_2062.JPG

Kalau gak salah Sagano Romantic Train ini ada adalam Film apa gitu saya lupa, dan fitur utama nya adalah Sightseeing melintasi jalur kereta yang melewati Jembatan, lalu Pohon Sakura dan Hozugawa River. Jikalau waktu yang tepat seperti Musim Berbunga Sakura pasti lah akan lebih bagus pemandangan nya, namun sayang nya saya dapat pemandangan Pohon Sakura yang masih kosong

Spoiler

IMG_2066.JPGIMG_2070.JPGIMG_2075.JPGIMG_2077.JPGIMG_2079.JPGIMG_2084.JPG

KAMEOKA STATION

Akhirnya tiba di Kameoka Station agak kedinginan jadi ngadem dulu menghangatkan di heater Station. Tujuan saya adalah ke JR Umahori Station harus jalan kaki sekitar 10 menit dari Kameoka Station. Sebenarnya bisa menggunakan semacam Delman yang di tarik traktor agar lebih mudah sekalian Sightseeing namun saya pilih jalan kaki sekalian menikmati pemandangan nya.

Kameoka ini benar-benar Country Side banget, alias alam Desa kalau di kita. Banyak sekali hamparan hijau dari sawah dan para petani yang masih meladang disini. Tinggal disini gak nolak saya adem banget suasana nya hehehe

Spoiler

IMG_2086.JPGIMG_2085.JPGIMG_2088.JPG

Tiba di JR Umahori Station saya langsung menuju ke Saga-Arashiyama Station dengan biaya 200 yen dan di cover oleh ICOCA Card. Lalu saya pindah ke Randen Arashiyama Station menggunakan Local Train yang di cover oleh Kansai Thru Pass karena tujuan saya kali ini ke Kinkakuji Temple

KINKAKUJI TEMPLE

Dari Randen Arashiyama Station ini saya menggunakan Local Train menuju Kinkakuji Temple yang berada di Randen Kitanohakubaicho Station. Rutenya adalah Randen Arashiyama Station - Katabiranotsuji - Kitanohakubaicho biaya 210 yen di cover oleh Kansai Thru Pass

randen.jpg

Ada yang unik menggunakan Local Train Randen ini, biasanya kan kalau menggunakan Train di Jepang ini sebelum masuk station kita akan Tap Kartu kita di mesin untuk masuk ke area station nya. Namun yang ini tidak ada, dan bayar nya langsung di masinis di atas kereta. Karena saya menggunakan Kansai Thru Pass tinggal di kasih lihat saja ke masinis dan di Pintu Keluar Randen Kitanohakubaicho Station :D

Setelah keluar dari Station ini saya baru ngeh ternyata dari station ini masih agak jauh ke Kinkakuji Temple, lalu kemudian Train Station Officer menghampiri saya karena mungkin di lihat nya saya sedang kebingungan.

A: Hello sir can i help you ?

B: Yes, i want to go to Kinkakuji Temple, how can i get there ?

A: Oh kinkakuji, you can walk from here about 20 minutes walk, or you can take bus from bus stop over there No. 205 bus about 5 minutes and     200 yen fares

B: Wow thank you very much sir, i think i'll take the bus

Gak aneh jika melihat orang Jepang yang baik membantu turis tanpa di minta, tapi saya rada kaget ketika mendengar dia Fasih dalam berbahasa Inggris, dilihat dari umur nya mungkin sudah 50 tahunan. Makasih banyak loh pak hehehe

Ya saya berjalan sedikit ke Halte bus yang memang dekat station ini, dan seketika Bus no. 205 untuk menuju Kinkakuji pun tiba. Kalian tidak akan sulit dengan rute bus di Kyoto ini karena ada map dan di tiap bus ada tulisan Latin untuk rute nya. Karena saya menggunakan Kansai Thru Pass, saya tinggal memperlihatkan kartu nya ke Supir

IMG_2092.JPGIMG_2094.JPG

Yup 5 menit sudah tiba di Bus Stop Kinkakuji Temple dan saya mengikuti arus para turis lainnya menuju ke petunjuk arah Kinkakuji Temple, dan bertemu pintu gerbang nya yang terdapat pahatan batu besar dan sebuah Map area Kinkakuji ini. Dilihat dari map area nya cukup luas karena terdapat area yang naik ke dataran tinggi juga

IMG_2097.JPGIMG_2096.JPG

Untuk tiket masuk nya cukup murah 400 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk anak kecil. Tiket masuk nya unik loh semacam kertas mantra kalau kalian pernah nonton film vampire ala cina di tv dulu hahah, namun yang ini kertasnya di kasih cap gitu. Lumayan buat oleh-oleh neh bilang aja kaligrafi hahahah. Oh ya di area ini dilarang menggunakan Tongsis dan Tripod

IMG_2102.JPGIMG_2103.JPG

Kinkaku-ji Temple arti nya adalah Temple of The Golden Pavilion atau Kuil dengan Vila (Paviliun) Emas. Juga dikenal dengan nama asli nya Rokuon-ji Temple artinya Deer Garden Temple. Merupakan kuil penganut agama Buddha. Kenapa di sebut Temple of Golden Pavilion, karena memang ditengah-tengah kompleks ini terdapat semacam Kuil yang berbentuk Vila ditengah Danau yang terbuat dari Emas loh

Spoiler

IMG_2105.JPGIMG_2109.JPGIMG_2111.JPG

Lalu mulai lah mengitari kompleks ini, terdapat beberapa rumah ala Jepang kuno dan juga terdapat juga beberapa Patung yang biasanya orang melemparkan koin ke patung tersebut, entah untuk apa saya pun iseng nyobain koin 10 yen hahahah

IMG_2113.JPGIMG_2114.JPG

Lalu tiba di area puncak dari Kompleks Kinkakuji ini kita bisa melihat ujung dari Golden Temple dan juga terdapat Rest Area, yang menyajikan Green Tea namun harus bayar lagi ya kalau gak salah 500 yen lengkap dengan snack nya

IMG_2116.JPGIMG_2117.JPG.

Tidak lama di area Kinkakuji ini mungkin hanya sekitar 20 menitan saya sudah keluar lagi karena waktu mepet sudah pukul 15.30 WIT masih ada beberapa destinasi lagi yang harus di kunjungi. Kali ini tujuan saya adalah ke Ginkakuji Temple.

GINKAKUJI TEMPLE

Bagaimana cara ke Ginkakuji Temple dari Kinkakuji Temple? jawabanya adalah Naik Bus no. 204 dari Kinkakuji Bus Stop turun di Ginkakuji Michi Bus Stop, perjalanan sekitar 40 menit. Harga nya 200 yen namun karena saya menggunakan Kansai Thru Pass jadi gratis.

Dari Ginkakuji Michi Bus Stop ikuti saja lagi arus para turis yang pasti nya menuju ke Ginkakuji, atau turun dari bus langsung ambil ke arah kiri ketemu Perempatan ambil kanan lurus saja ikuti jalan akan ketemu plang Ginkakuji, jalan kaki sekitar 10 menitan. Akan ketemu plang petunjuk ke Ginkakuji ini

IMG_2124.JPG

Tiket masuk nya agak mahal sedikit dari Kinkakuji yaitu 500 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk anak kecil. Dan juga tetap tidak boleh membawa Tripod dan Tongsis ya. Waktu kunjungan dari pukul 08.30 - 17.00 WIT

IMG_2128.JPGIMG_2125.JPG

Kalau Kinkakuji adalah Golden Pavilion Temple nah Ginkakuji ini adalah adik nya yaitu Silver Pavilion. Dengan nama aslinya adalah Jisho-ji Temple. Berada di area Higashiyama Kyoto. Cukup luas juga dan hampir sama dengan Kinkakuji, di Ginkakuji juga mempunyai dataran tinggi dan danau. Serta Silver Pavilion nya juga berada di sekitar danau.

Spoiler

IMG_2138.JPGIMG_2129.JPGIMG_2130.JPGIMG_2134.JPGIMG_2140.JPG

Disini pun saya tidak berlama-lama hanya sekitar 30 menitan karena memang sudah sore dan sudah mau tutup jadi ya saya langsung lanjut ke destinasi berikut nya yang dekat sini. Yaitu Philosopher's Walk

PHILOSOPHER'S WALK

Nah tadi di jalan menuju ke gerbang Ginkakuji ini ada pertigaan, nah jalan yang ke kanan itu jalan yang kecil menyusuri sebuah selokan atau sungai. Di pinggir sungai ini di bangun jalan setapak dan taman sepanjang jalan tersebut. Di taman ini terdapat banyak Pohon Sakura, namanya Philosopher's Walk / Philosopher's Path

Spoiler

IMG_2121.JPGIMG_2145.JPGIMG_2148.JPG

Philosopher's Walk ini ketika musim Bunga Sakura mekar sangat indah sekali loh, sudah banyak foto di Google tentang jalan ini yang sederhana namun menyimpan keindahan magis yang tak ternilai seperti ini contoh nya

philosopher path2.jpg

Gila keren kan cuma jalan setapak biasa kalau datang pas waktu yang tepat jadi momen yang tak terlupakan, namun sayang saya datang pas momen yang kurang tepat, yowes gak papa lah hehehe. Lanjut ke destinasi berikut nya yaitu Kiyomizu Dera Temple

KIYOMIZU-DERA TEMPLE

Untuk menuju ke Kiyomize-Dera dari Kinkakuji ini lagi lagi Bus adalah pilihan paling tepat, memang di Kyoto ini Bus sangat cocok untuk keliling, jika kalian tidak mempunyai Kansai Thru Pass disarankan menggunakan Kyoto Bus Pass perhari hanya 500 yen.

Ok bus yang kita gunakan adalah Bus no. 100. Bus ini adalah City Tour Bus namanya RAKU BUS, bus ini khusus mengelilingi tempat wisata favorit di Kyoto seperti Kinkakuji, Kiyomizu-dera, Gion, Ginkakuji, Kyoto Station, dll untuk info lengkap rute bus no. 100 nanti saya bahas ya. Dan unik nya lagi bus ini berwarna Pink loh hahhaha. Naik dari Bus Stop yang dekat dari Gerbang Ginkakuji Temple

Spoiler

IMG_2154.JPGIMG_2150.JPGIMG_2151.JPGIMG_2153.JPG

Bus di Kyoto sekali naik harganya 200 yen jadi sayang kan kalau kalian bakalan sering menggunakan Bus jika harus bayar terus, makanya Kyoto Bus Pass atau Kansai Thru Pass berguna banget di Kyoto loh. Perjalanan dari Ginkakuji ke Kiyomizu-dera sekitar 20 menit.

Tiba di Kiyomizu-dera sekitar 17.30 WIT sudah mulai gelap sedangkan waktu tutup dari Kiyomizu-dera adalah 18.00 WIT. Jadi saya hanya ada waktu sebentar. Sepanjang jalan menuju temple nya kita akan melalui jalan yang menanjak. Dan di kiri kanan banyak Restoran dan Toko Souvenir unik khas Kyoto, lalu juga banyak dari toko-toko tersebut yang menyediakan Tester gratis loh. Kebetulan belum makan siang jadi icip icip aja agak banyakan hahaha

IMG_2155.JPGIMG_2164.JPG

Oh iya salah satu yang unik di salah satu restoran disini Pohon Sakura nya ada yang sudah berbunga mekar cukup banyak loh, lumayan dapat juga ketemu dengan Sakura Blossom heheh

IMG_2157.JPGIMG_2161.JPG

Akhirnya tiba di gerbang utama dari Kiyomizu-dera ini perjalanan dari bawah sampai ke atas ini sekitar 15 menit gak capek kok walaupun jalan nya nanjak, karena icip-icip tester kiri kanan hahaha. Pertama saya melihat Gerbang Utama temple ini gede banget ya, mungkin Temple terbesar yang pernah saya kunjungi di Jepang ini. 

IMG_2165.JPGIMG_2167.JPG

Masuk ke area dalam nya langsung menuju loket untuk membeli tiket masuk seharga 300 yen. Murah ya padahal gede begini tempatnya. Gerbang masuk utama nya sedang di renovasi jadi harus melalui jalan alternatif yang langsung menuju Temple Utama nya. Kalau dari sisi dalam Temple nya gak kerasa kalau kita sudah di dalam temple karena seperti rumah panggung besar gitu

IMG_2178.JPG

Lalu saya menuju ke area samping nya agar bisa mem foto secara keseluruhan Temple ini dan wow megah banget bangunan nya, persis seperti foto yang banyak berseliweran di Google itu. Kyoto Tower juga bisa terlihat dari kejauhan. Memang disini posisi yang pas untuk melihat Kyoto

Spoiler

IMG_2182.JPGIMG_2184.JPGIMG_2187.JPG

Turun ke bawah terdapat sebuah pancuran dimana kita bisa mengikuti ritual nya mencuci tangan dari air tersebut unik seh khasiatnya saya kurang tahu juga, dan air nya dingin heheh

IMG_2197.JPGIMG_2204.JPG

Petugas sudah memberikan pengumuman bahwa Kiyomizu-dera akan ditutup sebentar lagi melalui pengeras suara, jadi saya cepat-cepat mencari arah jalan keluar, dan ketemu Pagoda nya yang sangat gagah sayang untuk dilewatkan sekalian pulang poto bentar, karena area Pagoda tersebut yang lagi di renovasi jadi tidak bisa di masuki.

IMG_2206.JPG

Keluar dari Kiyomizu-dera ini mumpung belum gelap saya teringat teman pernah bilang kalau di area Kiyomizu-dera ini ada satu jalan yang Otentik sekali jepang nya alias Rumah ala Jepang nya asli banget, jadi sayang kalau di lewatkan namanya Kiyomizu-Zaka Street

KIYOMIZU-ZAKA STREET

Sebenarnya ketika jalan nanjak menuju ke Kiyomizu-dera ini kita akan melewati plang pertigaan ini kalau dari bawah berarti di sebelah kiri, kalau dari atas ya sebelah kanan. Jadi kalau kalian jalan turun dari atas jalan pelan saja karena tidak jauh kok dari Gerbang Kiyomizu-dera ini. 

Spoiler

IMG_2209.JPGIMG_2210.JPGIMG_2212.JPGIMG_2214.JPGIMG_2219.JPG

Karena sudah gelap jadi ya sudah pada tutup seh, disini juga kiri kanan adalah restoran dan toko souvenir cuma bangunan nya adalah ala Rumah Jepang lama. Jika di perhatikan mirip rumah ala Doraemon ya atau mungkin Naruto ya heheheh. Oh ya disini juga ketemu dengan Hello Kitty Cafe loh

Spoiler

IMG_2216.JPGIMG_2217.JPGIMG_2218.JPG

Dan ternyata Jalan Kiyomizu-Zaka Street ini tembusnya sampai ke Yasaka Shrine loh

YASAKA SHRINE

Yasaka Shrine ini sendiri sebenarnya cuma beda 1 Bus Stop dari Kiyomizu-dera jadi memang berdekatan, jadi dari Kiyomizu-zaka street ada jalan tembus langsung mengarah ke sini. Katanya juga disini suka ada Maiko / Geisha. Berharap bisa bertemu dengan para Maiko / Geisha. Namun apa daya karena sudah malam dan gelap, mungkin mereka sudah tidak ada jadi cukup kosong disini

IMG_2228.JPGIMG_2226.JPG

Masih kurang puas explore karena belum ketemu Geisha nya, saya cari lagi tempat "Mangkal" para geisha yang katanya juga ada di jalan Shinbashi Dori yang dekat juga dari sini

SHINBASHI DORI

Dari Yasaka Shrine tadi saya mengarah ke jalan Shinbashi Dori yang tidak terlalu jauh hanya sekitar 10 menitan jalan kaki saja. Mengarah ke utara, di perempatan kedua langsung ambil kiri, sudah area Shinbashi Dori, yang katanya di sini adalah juga tempat "mangkal" nya para Geisha. Maksud mangkal disini adalah mereka sering berjalan di area ini.

shinbashi dori.jpg

Dan juga Shinbashi Dori ini disebut salah satu Jalan Setapak Terindah di Kyoto. Karena jalan nya mirip Philosopher's Walk di Ginkakuji tadi di pinggir sungai / kanal Shirakawa Canal dan di tumbuhi Pohon Sakura. Namun sayang saya tidak bertemu Geisha ataupun Pohon Sakura yang sedang mekar. 

IMG_2233.JPGIMG_2242.JPG

Ini penampakan Shinbashi Dori jika sedang bagus, keren loh :D 

1609--8ba8725905d62a631e281b1aa8734a63.j

Ya sudah lah akhirnya saya putuskan untuk sudahi petualangan Kyoto hari ini dan putuskan untuk cari makan malam, karena dari tadi siang saya belum Makan loh, hanya icip icip dari tester gratis di Kiyomizu-dera. Karena saya dekat dengan Gion Shijo Station saya putuskan cari makan di Kyoto Station saja

KYOTO STATION

Dari Gion Shijo saya ke Kyoto Station dengan rute Gion-Shijo - Tofukuji - Kyoto Station dengan biaya 270 yen di cover oleh Kansai Thru Pass. Langsung saya mencari restoran favorit saya jika ke Jepang yaitu Yoshinoya. Letaknya di area luar dari Kyoto Station di pintu Barat. Kalian bisa gunakan Google Map untuk mencari nya

Hahaha saya suka banget Yoshinoya Jepang ini beda banget dengan Yoshinoya di Indonesia selain enak juga harga nya murah loh. Saya pesan menu yang sama seperti 2 tahun lalu saya ke Tokyo yaitu Beef Set seharga 630 yen. Disini juga memang serasa makan di kedai Jepang gitu dimana kita duduk memutar di tengah. Menghadap ke dapur. Pokoknya enak dan seru deh :D

Spoiler

IMG_2246.JPGIMG_2251.JPGIMG_2252.JPG

Makan sudah kenyang dan badan sudah capek banget akhirnya saya putuskan untuk pulang ke penginapan di J-Hoppers Kyoto Guesthouse sekitar 10 menit perjalanan dan langsung mandi lalu istirahat karena sudah capek banget.

Sekian cerita perjalanan di hari Kedua di Kyoto, nantikan lanjutan nya ya di Day 3:D

PENGELUARAN DAY 2

pengeluaran day 2.jpg

DAY 3 : 11 Maret 2016

Itinerary Day 3 :

  1. Fushimi Inari
  2. Nara

Bangun pagi hari ini pukul 07.00 WIT agak malas, teringat kalau ini hari terakhir menginjakkan kaki di Jepang khusus nya Kyoto pada tahun 2016 ini, yang entah kapan lagi bisa berkunjung ke kota yang sangat indah ini :(

Seperti biasa Seven Eleven / 711 adalah toko favorit di pagi hari untuk sarapan dengan menu yang sama, Onigiri + Cup Noodle seharga 400 yen. Kalau di tanya gak bosan makan itu terus tiap pagi ? Jawabannya enggak, karena Onigiri dan Cup Noodles nya banyak rasa nya. Hari ini saya coba Onigiri yang Salmon sedangkan Cup Fried Noodles nya rasa Seafood :D

IMG_2260.JPG

Rute hari ini tidak banyak dan mungkin hanya satu yaitu yang kemarin tidak sempat karena sudah malam ke Fushimi Inari dan rencana juga akan lanjut ke Nara sebentar, sebelum malam nya Flight ke Seoul Korea Selatan dari Kansai International Airport Osaka. Jadi ya hari ini agak santai dulu Check Out dari penginapan sekitar pukul 09.00 WIT. Sudah say goodbye dengan teman-teman baru juga dan foto narsis dulu hehe

IMG_2259.JPG

FUSHIMI INARI

Kalau orang awam yang belum pernah ke Kyoto ketika mendengar kata Fushimi Inari pasti langsung teringat film Memoirs Of a Geisha, karena disini adalah tempat salah satu adegan yang sangat scematic banget dimana pemeran utama berlari di sekumpulan Gate di Fushimi Inari ini.

Fushimi Inari ini adalah sebuah Shrine (Kuil) terletak di wilayah Fushimi-ku dan berada di kaki Gunung Inari. Jadi kalian bisa tahu kan nama Fushimi Inari itu dari mana asalnya. Masih berada di kawasan Kyoto, perbedaan nya dengan Kuil lain nya yang ada di Kyoto ini. Di Fushimi Inari selain ada Kuil terdapat juga gerbang-gerbang yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuka sebuah jalan atau terowongan, disebut Fushimi Inari Taisha

IMG_2331.JPG

Dari Guesthouse saya berangkat pukul 09.00 WIT jalan kaki menuju Kyoto Station untuk menuju Fushimi Inari ini dengan menggunakan JR Nara Line rute Kyoto Station - Tofukuji - Fushimi Inari Station seharga 270 yen. Di cover oleh ICOCA Pass, karena hari ini Kansai Thru Pass saya sudah habis waktu berlaku nya untuk 3 hari.

fushimi.jpg

Sesampai nya di sini saya langsung menuju ke Fushimi Inari yang gerbang nya ternyata pas di depan Stasiun ini dekat sekali kalian tidak akan terlewatkan deh. Ini penampakan gerbang nya, sudah mencirikan Fushimi Inari banget kan. Dan masuk ke Fushimi Inari ini GRATIS ya

IMG_2285.JPG

Kawasan Fushimi Inari ini sangat luas di mana terdapat kawasan Dataran Tinggi, Danau dan juga Kuil Utama. Karena waktu saya tidak begitu banyak untuk explore Fushimi Inari, saya langsung menuju ke set Memoirs of Geisha atau disebut Fushimi Inari Taisha. Letak nya ambil jalan ke arah kiri dari Gerbang Utama, menaiki beberapa tangga. 

Spoiler

IMG_2296.JPGIMG_2298.JPGIMG_2306.JPGIMG_2307.JPG

Dan setelah melewati 2 set anak tangga ketemu lah dengan Fushimi Inari Taisha ini yang dimana sudah crowded padahal baru jam 10 pagi waktu setempat. Tapi ya karena curi-curi poto akhirnya bisa juga poto di Taisha ini dengan background kosong hahahhaa. Cari timing yang pas saja dengan Tongsis = Tolong Donk Sis :P

Oh ya Fushimi Inari Taisha ini juga ada 2 set loh, set pertama Taisha yang gede lalu setelah melewati taisha gede ini kita akan bertemu Kuil kecil dan dilanjutkan dengan Taisha yang kecil. Nah lokasi nya Memoirs of a Geisha ini yang di Taisha kecil karena memang lebih bagus seh. Dan jika kalian perhatikan di bagian belakang dari palang Taisha ini ada tulisan Jepang, katanya seh Taisha yang ada di sini sebagian besar sumbangan dari Perusahaan Swasta, jadi mereka menuliskan nama Perusahaan nya disitu

Spoiler

IMG_2311.JPGIMG_2353.JPGIMG_2338.JPGIMG_2343.JPGIMG_2344.JPG

Jalan terus menyusuri Taisha ini kita akan memasuki semacam area Perbukitan nya dimana ada pilihan untuk ke Kanan ke area Kuil di atas Bukit atau ke Kiri ke area Danau. Karena saya tidak punya waktu banyak dan saya pernah baca mendaki bukit nya cukup memakan waktu lama, jadi saya putuskan untuk ke area Danau saja

IMG_2367.JPGIMG_2368.JPG

Tidak berlama-lama di area Fushimi Inari Taisha ini saya lebih tertarik di area jalan di depan Kuil ini. Karena banyak terdapat Yatai atau pedagang kaki lima yang menjual makanan khas Jepang, seperti Takoyaki, Yakitori, Dango, Okonomiyaki dll. Saya tertarik dengan Dango dan dan Okonomiyaki. Maka saya coba 1 Dango Bakar seharga 200 yen dan juga Okonomiyaki seharga 500 yen

Spoiler

IMG_2369.JPGIMG_2370.JPGIMG_2373.JPGIMG_2374.JPGIMG_2375.JPG

Area Yatai ini dimana ? Gampang kok ketika sebelum Gerbang Utama Fushimi Inari yang gede itu, ada jalan ke kiri nah disana lah para Yatai berjualan sepanjang jalan itu, harga yang di patok standar dari 200 - 500 yen kok. Untuk rasa Dango nya mirip kue Mochi kenyal-kenyal manis tapi karena di taburi bubuk ikan jadi ada rasa asin nya. Sedangkan Okonomiyaki ini sering disebut Japanese Vegetables Pancake. Karena memang berbahan dasar sayuran dan di bentuk seperti pancake, rasanya cenderung asin tapi enak kok :D

Yup sudah pukul 11.30 WIT saya putuskan untuk sudahi kunjungan di Fushimi Inari dan juga menyudahi trip Kyoto kali ini. Karena saya akan lanjut ke Nara dan ke Seoul dari Osaka.

Menurut saya Kyoto sangat menarik saya bersedia stay lebih lama mungkin seminggu disini daripada di Osaka, karena atmosfer wisata di Kyoto ini pas banget untuk saya dan kalian juga wajib untuk mencoba explore Kyoto ya. Apalagi yang suka dengan Budaya dan Alam.

PENGELUARAN DAY 3

pengeluaran day 3.jpg

Sekian Cerita Perjalanan Kyoto saya selama 3 hari Its Very Awesome. Semoga berguna dan silahkan di Share jika berkenan :D

INFO DAN TIPS TAMBAHAN

Beberapa info dan tips tambahan yang kalian harus tahu mengenai Osaka :

  1. Jika kalian ingin melihat Sakura di Kyoto sekitar Akhir Maret - Pertengahan April
  2. Penggunaan Internet Smartphone di Jepang saya sarankan gunakan Sim Card Jepang seperti B-Mobile Visitor Sim 14 hari 2500 yen KLIK
  3. Antara Kansai Thru Pass dan ICOCA Card penggunaan nya berdampingan, karena ada wilayah yang tidak di cover oleh Kansai Thru Pass, begitu pula dengan ICOCA / PASMO Card
  4. Jika tidak menggunakan Kansai Thru Pass selama di Kyoto gunakan Kyoto Bus Pass perhari 500 yen, karena akan sering menggunakan bus
  5. Selalu update tentang ramalan cuaca di Jepang, dari Smartphone karena prakiraan cuaca di Jepang cukup akurat
  6. Jika kalian tinggal di Guesthouse / Hostel cobalah ikuti Event-Event di penginapan tersebut untuk mendapatkan kenalan baru
  7. Gunakan website Hyperdia untuk mencaari rute Train untuk semua Jepang termasuk Kyoto klik DISINI
  8. Hyperdia bisa di akses via Smartphone Browser dan untuk android sudah ada aplikasi nya

Baca Juga : 3 Hari di Osaka itu Seru Loh

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, deffa said:

@Vean Tristan

solo traveling mas kalo soal poto2 ada tongsis = tolong donk sis hahaha

@HarrisWang

haha iya gue juga gak nyangka hari kedua bisa dapat semua 

cuma yang Gion dan Geisha gak dapat uy :D 

kalo Fushimi Inari memang di hari ketiga sekalian ke Nara :D 

Beda sama gw kemarin sih ya, yang sama sekali belum ada gambaran, cara mikirin kereta aja masih bingung pas sebelum pergi hahahaha

Kalau Momod kan udah kesekian kali ya, udah ada gambaran dan udah bisa mengira ngira.

Gw aja kayaknya pas ke Kiyomizu-Dera, udah langsung pulang kayaknya hahahahahahaha

Yang Kiyomizu-Zaka Street kita lewatin juga, yang ada pohon sakura 1 rame banget, sama nemu roti beras Jepang.

Suasananya asik juga di pedestrian situ, ternyata emang terkenal juga ya. Kirain kemarin itu malah sengaja "nyasar" kesitu :D 

Beef Set Yoshinoya nya ngga nahan euy, jadi pengen balik lagi makan langsung disana :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, HarrisWang said:

Beda sama gw kemarin sih ya, yang sama sekali belum ada gambaran, cara mikirin kereta aja masih bingung pas sebelum pergi hahahaha

Kalau Momod kan udah kesekian kali ya, udah ada gambaran dan udah bisa mengira ngira.

Gw aja kayaknya pas ke Kiyomizu-Dera, udah langsung pulang kayaknya hahahahahahaha

Yang Kiyomizu-Zaka Street kita lewatin juga, yang ada pohon sakura 1 rame banget, sama nemu roti beras Jepang.

Suasananya asik juga di pedestrian situ, ternyata emang terkenal juga ya. Kirain kemarin itu malah sengaja "nyasar" kesitu :D 

Beef Set Yoshinoya nya ngga nahan euy, jadi pengen balik lagi makan langsung disana :P 

ya lumayan ada pengalaman dari Tokyo 2 tahun lalu jadi gak terlalu kaget dengan Kereta di Osaka heheh

ke Kiyomizu-dera kalau di hitung waktu paling cuma 30 menit aku muter2 itu karena udah sore seh. Dan Kiyomizu-Zaka street emang bagus nya pas siang karena selain bangunan nya ala jepang kuno di situ juga banyak Tester Gratisan hahahaha

Yoi Yoshinoya di Jepang beda banget dah pokoknya worth banget gue gak makan siang cuma untuk makan di Yoshinoya malam nya hahahah. Pas di Tokyo 2 tahun lalu malah 2 kali gue makan di yoshinoya :P

2 minutes ago, kyosash said:

wah padat bener nih jadwalnya :huh:, btw as always nice share :rate 

thx u ya kalau jalan sendiri bisa di padet2 in heheh :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 minutes ago, twindry said:

berasa syuting pelem stripping kl ke kyoto dalam beberapa hari aja ya :D

 :rate di tunggu episode selanjutnya

hahaha masih banyak tuh yang skip belum lagi ke Desa Ninja yang dekat Kyoto ini Toei apa gitu memang tempat shooting film kolosal seh hahaha

Kyoto emang worth banget kalo ke Kansai mending lamain di Kyoto daripada osaka

Just now, Gempur Pranata Sumitro said:

mantep om mod,,detailnya keren @deffa.....

tapi yang tertarik dengan nomor cantik dari 3 wanita memakai kimono... :kesengsem

hahaha Nocan ada Line ada 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

@deffa yah sbnrnya gua jg lbh prefer kyoto daripada tokyo :D tapi apa boleh buat. semoga ada rejeki lagi bisa balik ke sana pas honeymoon nanti dah :senyum wakakak

 

wih udah mau honeymoon aja neh hehe

ya di Tokyo juga banyak yang seru kok buat first timer memang cocok explore Tokyo :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 minutes ago, deffa said:

wih udah mau honeymoon aja neh hehe

ya di Tokyo juga banyak yang seru kok buat first timer memang cocok explore Tokyo :D 

wakakak...kagak..kan siapa tau aja ada rezeki nya nanti :D

yah nikmati aja yg udh ada dulu ya. sekalian jadi pemacu semangat biar ada tujuan hidup hahahah:geram

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, twindry said:

wakakak...kagak..kan siapa tau aja ada rezeki nya nanti :D

yah nikmati aja yg udh ada dulu ya. sekalian jadi pemacu semangat biar ada tujuan hidup hahahah:geram

yoi lanjutkan dah dapat lom tiketnya november heheh 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, eka wibisono said:

@deffaWaahh..FR nya mantap. Emang Kyoto.. obyek wisatanya byk yg menarik, serasa napak tilas film "Memoirs of Geisha" hehehe...:salut

iya mba Kyoto worth banget spending time lebih lama di daerah Kansai ini

karena memang kota wisata banget :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
42 minutes ago, twindry said:

@deffa

blm dapet. :D soalnya masih mahal. btw garuda travel fair PP osaka 2,5jt kmrn gua liat di tepi iklannya mod. kali momod mau pergi lagi :ngakak

iya tapi belum tax dll ya mungkin 3,5 an masih murah tuh :D

tar sore mau cek :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Sari Suwito
      Kalau tidak salah ini kali ketiga saya mengunjungi Hatyai (pertama kali ke Hatyai tahun 2012 lalu yang kedua tahun 2013 hanya singgah sebentar sepulang dari Phuket). Di dua kali kunjungan sebelumnya saya belum sempat mengunjungi obyek wisatanya. Makanya kali ini sepulang dari Brunei Darussalam dan Kota Kinabalu, saya lanjut ke Hatyai selama dua hari. Hari pertama sampai sudah tengah hari jadi cuma istirahat di hotel dan keluar untuk makan siang dan malam saja. Hari kedua baru deh mau jalan-jalan half day tour Hatyai dan Songkhla.
      Untuk menuju obyek wisata di Hatyai dan Songkhla kita bisa menggunakan songthaew. Bagi yang pernah berkunjung ke Thailand pasti tidak asing dengan kendaran ini, sejenis pickup yang dimodifikasi dengan kursi panjang berhadapan. Untuk songthaew wisata terdapat gambar-gambar obyek wisata di bagian body mobilnya. Jadi ketika kita akan memesan kita tinggal tunjuk aja mau ke destinasi yang mana aja. Waktu itu saya naik songthaew dari depan Lee Garden Plaza, setelah nego dengan drivernya akhirnya dapat harga THB 600/orang.  
      Destinasi pertama adalah Samila Beach di Songkhla. Menempuh perjalanan sekitar 53 menit kalau lihat di google sih jaraknya sekitar 33,6 km. Dalam perjalanan menuju Songkhla saya perhatikan sedang berlangsung pembangunan jalan raya dan flyover di tepi kota Hatyai. Rupanya sejak terakhir kali saya ke Hatyai beberapa tahun lalu sekarang Hatyai sudah berbenah. Bahkan untuk imigrasi di perbatasan Malaysia - Hatyai pun sudah berubah lebih bagus. Dulu hanya seperti melewati pagar besi saja.

      Sekitar jam setengah sembilan sampailah saya di destinasi pertama di Samila Beach. Pantai dengan hamparan pasir putih dan deretan pohon cemara di pinggirnya. Di pantai ini terdapat patung putri duyung yang sedang duduk di atas batu di tepi pantai. Pagi itu tidak terlalu ramai jadi saya langsung aja deh berfoto dengan icon Golden mermaid. 

      Setelah itu saya berjalan ke arah taman yang berada di pinggir pantai. Disini terdapat patung kucing besar dan tikus. Cerita tentang patung tikus dan kucing ini bisa dibaca di batu prasasti di samping patung.

       
      Oh ya disini juga ada fasilitas kuda tunggang. Bagi yang ingin mencoba menunggang kuda, bisa menyewa kuda, harga kalau ga salah ingat THB 50/100 gitu dech.
      Di pantai ini juga terdapat kedai souvenier dan makanan/minuman. Bisa mampir sebentar untuk membeli minuman dingin dan cenderamata. Waktu itu sih saya beli air minum dan magnet kulkas. 
      Selanjutkan kami menuju destinasi berikutnya yaitu patung naga. Jaraknya tidak begitu jauh dari pantai samila, sekitar 15 menitan kali ya. Dalam perjalanan menuju lokasi saya sempat melihat ada seperti patung badan naga gitu deh. Entah apa maksudnya...mungkin ini nyambung ke kepala naga gitu ya. 


      Nah akhirnya sampailah saya di lokasi patung kepala naga. Kalau di batu prasasti sih ditulisnya The Great Serpent "Nag". Setting patungnya mirip seperti patung merlion di Singapura gitu. Dari dalam mulut naga keluar air mancur yang menyembur ke arah air laut. 

      Berdasarkan tulisan di batu prasasti ternyata patung naga ini di desain dibagi menjadi tiga bagian, bagian kepala naga sebagai simbol kecerdasan dan kebijaksanaan warga terdapat di Laem Son Orn, Suan Song Tale. Bagian perut naga simbol kekayaan kota terletak di Lan Chom Doaw, Sabua Laem Samila. Sedangkan bagian ekornya simbol karisma dan kekuatan masyarakatnya terdapat di area Samila Beach, Chalatad Road.
      Dalam perjalanan pulang dari lokasi patung kepala naga saya mampir ke Songkhla aquarium. Lokasi berada di antara patung naga dan pantai Samila. Harga tiket untuk orang asing, THB 200 untuk anak dan THB 300 untuk dewasa.

       
      Memasuki ruangan aquarium masih sepi, ya mungkin karena masih pagi banget bahkan sebagian lampu pun belum dihidupkan. Di bagian depan terdapat keterangan ekosistem di Thailand selatan, lalu di dinding terdapat entah replika atau asli ikan yang diawetkan gitu, antara lain leopard shark, spotted guitarfish, udang berukuran besar dan ikan pari. 
       
       
      Akuarium ini dibagi menjadi beberapa zona, antara lain zona A Freshwater fish, zona B Brackish fish, C marine fish dan terdapat satu tangki besar yang berisi aneka ikan (seperti di Sea World Ancol gitu dech). Kita bisa berjalan di bawah akuarium besar ini. Di jam-jam tertentu kita bisa nonton pertunjukan The Unseen Show.


      Dari Songkhla aquarium kami kembali ke Hatyai, nah dalam perjalanan kami singgah di beberapa spot wisata di kota Songkhla.
       
      Songkhla city wall 
      Saat ini hanya tersisa tembok sepanjang 114 meter, tinggi 5.5 meter dengan ketebalan 4 meter. Sebagian besar bata dan batu dinding pun sudah digunakan untuk paving jalanan kota Songkhla. 

       
      Di seberang Songkhla city wall ini terdapat Songkhla National Museum. Bangunan museum bergaya Chinese dengan dominasi warna putih dan merah. Sayangnya saat saya kesana museumnya sedang tutup. Jadi saya cuma berfoto-foto di depannya saja. Di bagian depan museum terdapat koleksi beberapa meriam tua, jangkar dan tiang kapal kali ya.

      Sebetulnya saya sempat googling kalau di Songkhla old town tedapat street art sejenis mural art gitu dech. Lalu sewaktu di pantai Samila saya sempat bilang ke driver songthaew (sambil nunjukin gambar dari google) untuk diantar ke lokasi street art di old town Songkhla. Drivernya bilang iya bisa nanti kita mampir dalam perjalanan menuju Hatyai. Tapi begitu pulang dari Songkhla city wall koq mobilnya jalan terus  tau-tau sudah masuk jalan besar arah Hatyai. Gagal deh foto-foto di mural artnya
      Dalam cuaca panas terik songthaew menuju ke arah Hatyai Municipal Park. Hatyai municipal Park ini lokasinya sekitar 5 km di pinggiran kota Hatyai. Areanya luas banget berada di perbukitan gitu. Selain lokasi wisata juga merupakan tempat ibadah para pemeluk agama Budha. 
      Saya tidak sempat main di lokasi taman-tamannya, jadi kami langsung menuju ke bagian paling atas bukit, ke kuil Four Faces Budha. 
       
      Four Faces Budha Temple (San Phra Phrom)
      Begitu memasuki area ini dekat tempat parkir songthaew terdapat dua patung gajah berwarna emas di kiri dan kanan jalan. 

      Naik sedikit ke bagian atas, terdapat patung gajah berkepala tiga disampingnya terdapat tangga dengan deretan lonceng besar di kiri kanannya.

       
      Memasuki area kuil, di bagian luar kuil four faces Budha terdapat banyak banget patung gajah berwarna emas. Di dalam kuil inilah terdapat patung four faces Budha, beberapa pemeluk agama Budha menyempatkan diri beribadah, bahkan disini terdapat para penari dan musik yang mengiringi selama ibadah. 


      Di pelataran kuil terdapat patung dewa, tempat pembakaran kertas-kertas perlengkapan ibadah gitu dech (saya ga tau apa itu namanya), lalu ada juga penjual burung-burung kecil. Sepertinya burung-burung kecil ini dibeli untuk kemudian didoakan dan kemudian dilepaskan sebagai rangkaian ibadah. 
      Oh ya disini terdapat stasiun cable car juga. Cable car ini menghubungkan antara kuil four faces Budha dengan kuil standing Budha. Bagi yang pengen nyoba bisa naik, tapi kalau saya sih kan sudah nyewa songthaew sih ga perlu lah, sayang duitnya. hahaha...
       

      Dari four faces Budha saya naik songthaew menuju ke kuil standing Budha. Nah sebelum sampai di Standing Budha Temple kami melewati bangunan Hatyai Planetarium. 

       
      Standing Budha Temple (Phra Budha Mongkol Maharaj) 
      Songthaew parkir di bagian depan kuil, lalu saya jalan kaki menuju ke bangunan kuil. Nah di samping kuil ini terdapat stasiun cable car yang terusan dari kuil Four Faces Budha tadi. 
      Saya kemudian menuju ke halaman depan kuil, di area bagian tengah kuil terdapat patung Budha berdiri berwarna emas dengan ketinggian sekitar 20 meter. Berat patung ini sekitar 200 ton. 

       
      Dari depan kuil ini kita bisa memandangi kota Hatyai, bahkan kita bisa melihat masjid besar Songkhla di sebelah kanan. 

      Di depan kuil Standing Budha ini terdapat tangga turun menuju ke area Laughing Budha dan Patung Dewi Kuan Yin. Lumayan capek juga menuruni tangga lalu disambung jalan kaki di jalanan pavingblock gitu deh saya nggah ngeh, tapi karena menuruni bukit jadi jalan agak melingkar jadi saya pun ambil jalan pintas dengan menuruni tanah yang lumayan licin sambil pegangan pepohonan.  

       
       
      Fat Laughing Budha
      Di sebelah kanan terdapat kuil pemujaan, lalu di bagian kiri terdapat patung Dewa dan diorama bergambar naga. Nah pas di ujung jalan terdapat patung Fat Laughing Budha. 

       
      Berjalan agak ke depan akan tampak mulut naga raksasa yang sekaligus berfungsi sebagai jalan untuk menuju ke area Bodhisattva Kuan Yin.  

       
      Di area ini terdapat beberapa patung disekitar bangungan utama. Sedangkan patung Dewi Kuan Yin berdiri di atas bangunan utama. Patung Dewi Kuan Yin berwarna putih menjulang setinggi 20 meter. Di sekeliling patung terdapat patung kecil-kecil berwarna putih juga. 

      Setelah merasa cukup melihat-lihat saya kembali menuju kuil Standing Budha, dan kali ini harus menaiki anak tangga yang lumayan menguras tenaga. Entah berapa kali saya berhenti karena kelelahan.  Ini efek karena penasaran dan ga baca review tentang lokasi tujuan.
      Tips: untuk lebih hemat tenaga tidak perlu menuruni/naik tangga yang di depan Standing Budha, kita bisa naik kendaraan sewaan kita untuk menuju ke area Patung Dewi Kuan Yin.  Jadi setelah foto-foto di sekeliling Standing Budha, kita kembali ke kendaraan kemudian kendaraan akan menuruni bukit menuju area patung Dewi Kuan Yin. Hemat tenaga dech. 
      Dari area Dewi Kuan Yin, kami menuju kota Hatyai. Siang itu udara lumayan panas membuat tenggorokan ikutan berasa kering dan haus. Sampai di kota Hatyai saya minta diturunkan di dekat Clock Tower. 

       
      Ini dia Songthaew yang membawa kami half day tour Hatyai + Songkhla.

       
      Di dekat Clock Tower ini terdapat pasar dan saya pun sekalian mampir untuk makan siang.
      Tadaaa menu makan siangnya....yummyyyy

       

       
      Setelah selesai makan baru deh saya berkeliling di pasar sambil beli oleh-oleh kemudian naik tuktuk untuk pulang ke hotel. Sekitar jam 3 sore saya check out dari hotel kemudian menuju ke agen bus yang tak jauh dari hotel untuk menuju ke Kuala Lumpur.
       
    • By Sari Suwito
      Kota Kinabalu atau biasa disebut KK dulunya dikenal dengan nama Jesselton. Maka tak heran jika pelabuhan tempat kami mendarat dari Labuan bernama Jesselton Point. Jesselton diambil dari nama gubernur dari Inggris yang pernah berkuasa disini yaitu Sir Charles Jessel. Oh ya, sewakatu kapal sudah mendekati pelabuhan dari dari atas kapal sudah tampak pemandangan yang menggugah selera, yaitu deretan tempat makan sea food di tepi laut. Hmmmm...jadi lapar.
      Meninggalkan pelabuhan Jesselton Point, bus berjalan melalui jalan yang berada di tepi pantai dimana sedang berlangsung pembangunan entah resort/mall. Tak lama kemudian kami memasuki wilayah Kota Kinabalu mulai tampak kemacetan di sepanjang jalan menuju ke hotel Winner, tempat kami menginap di daerah Jalan Pasar Baru – Kampung Air.  Di bawah ini view dari hotel tempat saya menginap.

       
      Setelah check ini dan beberes, sekitar jam 7 malam kami keluar untuk makan malam di Pasar Malam Sinsuran.  
       

       
      Pasar malam Sinsuran ini dekat dari penginapan kami jadi cukup berjalan kaki saja. Suasana pasar malam Sinsuran lumayan ramai pengunjung apalagi di jam makan malam seperti ini. Kedai makan lumayan berjubel. Aneka makanan bisa kita temukan disini, seperti: nasi campur, sea food, ayam panggang, ikan panggang, aneka camilan dan aneka minuman. Di Kota Kinabalu merasa sedikit lega karena makanan lumayan lebih murah dibandingkan di Brunei Darussalam.  Beli cendol di Brunei Darussalam harganya $1, di Kota Kinabalu cendol harganya RM 1. Kalo di kurs rupiah harga cendol di Brunei 3x lipat harga cendol di Kota Kinabalu. Hahaha...

      Salah satu gerai tempat kami makan malam

       
      Sudah selesai makan, tapi masih lapar mata, jadi jajan chicken wing dulu deh.

      Bagi yang mau shopping di sepanjang perjalanan dari Pasar Malam Sinsuran menuju hotel tempat kami menginap juga ada pasar malam yang menjual pakaian, aksesories dll.
                                                                                                   
      Hari kedua
      Setelah sarapan pagi kami pun berangkat menuju obyek wisata di kawasan luar Kota Kinabalu. Sekitar 1,5 jam perjalanan melintasi jalan yang menanjak, sampailah kami di Pekan Nabalu, Kota Belud. Ini merupakan salah satu spot untuk melihat gunung Kinabalu. Tapi sayang sekali sewaktu kami sampai lokasi ternyata gunung Kinabalu tertutup kabut yang lumayan tebal. Belum rejeki dech…

       

      Seperti obyek wisata pada umumnya, disini terdapat banyak gerai yang menjual aneka camilan, buah-buahan dan cenderamata. 
      Setelah menunggu beberapa saat ternyata kabutnya tak kunjung hilang. Jadi kami pun memilih untuk  melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.
       
      Fish Spa di Sungai Moroli
      Tagal Sungai Moroli, Kampung Luanti Baru, Ranau ini merupakan pemenang  Malaysia River Care Award 2006. Tagal dalam Bahasa  Kadazan Dusun berarti “dilarang memancing” di aliran sungai Moroli. Sungai sepanjang 54 km ini dihuni oleh banyak ikan yang ukurannya lumayan besar. Untuk menjaga ekosistem sungai, maka penduduk dilarang memancing, menjala ataupun menangkap ikan sepanjang tahun. Hanya di bulan Mei penduduk diberi kesempatan untuk mengambil ikan dari sungai Moroli. 
       

       
      Di lokasi ini kita bisa fish spa langsung masuk ke dalam aliran sungai. Tetapi sayangnya saat itu air sungai sedang keruh karena tadi malam hujan. Untuk keselamatan pengunjung, aliran sungai dikasih pita pembatas agar pengunjung tetap berada di tepian sungai.
      Sebelum masuk ke aliran sungai kita bisa membeli pakan ikan terlebih dahulu. Jadi nanti begitu masuk ke dalam air sungai kita bisa taburkan pakan ikan di dekat kaki kita, maka ikan akan bergerombol di sekitar kaki. Nah disaat itu ikan juga akan mematuk kaki…hiiii geliii….
       

      Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kita dilarang memegang ikan ataupun mengangkat ikan keluar dari air. 
      Sudah cukup ber-fish spa? Saatnya istirahat dengan menikmati camilan cempedak goreng,pisang goreng ataupun aneka durian yang di jual di kedai bagian depan fish spa. Harga durian mulai dari RM 6/kg.

      Dari Tagal, Kampung Luanti Baru kami melanjutkan perjalanan menuju Dataran Sayur Kundasang.

      Dataran Sayur Kundasang
      Kundasang adalah sebuah kota di distrik Ranau, Sabah. Kawasan ini dihuni oleh suku dusun asli yang merupakan salah satu kelompok penduduk asli Sabah. Daerah ini meliputi daerah pegunungan dan lembah dengan panorama yang indah. Selain itu Kundasang juga merupakan penghasil sayuran dan buah-buahan. Kita bisa membeli hasil pertanian warga Kundasang di Dataran Sayur Kundasang. Dataran sayur Kundasang ini kalau di Indonesia mirip lah seperti pasar buah dan sayur Brastagi. 

       

      Dataran sayur Kundasang terletak di pertigaan jalan, menempati area yang lumayan luas. Disini terdapat ratusan gerai yang menjual aneka sayuran dan buah-buahan. Jadi jangan heran kalau kita bakalan lapar mata ketika melihat aneka buah-buahan disini. Saya pun membeli aneka buah potong dan durian mini yang dalamnya berwarna kuning agak orens gitu.
       

      Di pertigaan jalan dan jalan lingkar yang tak jauh dari dataran sayur Kundasang terdapat dua icon sawi putih dan kol bulat sebagai symbol daerah ini merupakan daerah penghasil sayuran. Mirip di Brastagi juga sih ini. Hehehe…
       

      Sebetulanya di daerah Mesilau, Kundasang  juga terdapat Desa Dairy Farm (peternakan sapi perah), tapi kami saat itu tidak berkunjung kesana. 
      Dari Dataran Sayur Kundasang kami langsung kembali menuju Kota Kinabalu dan ternyata sepanjang perjalanan menuruni pegunungan Kinabalu cuaca hujan lebat. Kami akhirnya sampai di Kota Kinabalu sudah menjelang malam. 
       
      Hari ketiga
      Setelah sarapan pagi, merupakan waktunya free and easy. Saya berjalan-jalan di Sunday morning market lorong Pasar Baru yang berada di belakang hotel Winner, isinya ya para pelapak yang berjualan pakaian bekas / baru dan aneka aksesories. Dari sini saya berjalan menuju daerah Pasar Besar Kinabalu, saya masuk ke mall yang berlokasi di seberang Pasar Besar Kinabalu, karena masih pagi jadi belum banyak kedai yang buka, disini saya pun hanya melihat-lihat ke salah satu kedai yang menjual produk aksesories mutiara laut. Harganya lumayan mahal sih, jadi saya pun cuma melihat-lihat saja. 
      Keluar dari mall ini saya berjalan menuju ke food court Pasar Besar Kota Kinabalu, food court terletak di lantai 2. Pasar ini merupakan pasar basah (seperti pasar inpres gitu kalau di Indonesia) menjual aneka sayuran dan kebutuhan sehari-hari. Dan di bagian belakang pasar ini juga pasar ikan jadi jangan heran kalau disini suasananya ya bau amis ikan. Hehehe… 

      Walaupun begitu saya sempat memesan ABC (air buah campur) semacam es buah gitu deh. Ya ampun satu mangkuk isinya banyak banget, saya sampe ga habis.  

      Dari Pasar Besar Kinabalu kita bisa berjalan ke arah kiri, disini terdapat Philipino Market. Di pasar ini dijual aneka ikan asin, garam dan produk hasil laut lainnya. Walaupun begitu ada yang jual pakaian dan cendera mata juga koq. 
      Dari Philpino Market saya langsung kembali ke hotel untuk bersiap-siap check out.
      Setelah check out dari hotel kami makan siang di salah satu restaurant dalam perjalanan menuju ke Masjid Negeri Sabah untuk sholat Dzuhur. 
       
      Masjid Negeri Sabah
      Masjid ini terletak di Jalan Tunku Abdul Rahman, Sembulan, Kota Kinabalu. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1970 dan selesai sepenuhnya pada tahun 1975.
      Struktur bangunan masjid ini merupakan perpaduan konsep timur tengah dan modern. Kubahnya yang megah berdesain pola sarang lebah berwarna keemasan menandakan kecemerlangan Islam di negeri Sabah. Di bagian kiri dan kanan terdapat 16 tiang berkubah kecil berwarna emas. Di lilitan setiap tiang ini dihiasi dengan potongan ayat suci Al Quran dengan tinta warna emas. Masjid ini memiliki satu menara setingi 215 kaki yang konsepnya diilhami oleh masjid di Istanbul dan Isfahan, melambangkan ketinggian dan kemuliaan Islam.   

      Masjid Negeri Sabah
      Masjid ini mempunyai serambi yang luas sehingga mampu memuat sekitar lima ribu jamaah. Tempat sholat perempuan terletak di lantai dua, bisa memuat hingga lima ratus jamaah. Masjid ini juga menyediakan ruangan untuk memandikan jenazah (masih jarang kita temui di Indonesia). 
      Masjid Negeri Sabah ini memiliki halaman dan area parkir yang luas, dan ketika saya berkunjung kesana di bagian belakang masjid sedang ada pembangunan (mungkin) sarana pendukung masjid.
      Setelah selesai sholat Dzhuhur di Masjid Negeri Sabah untuk mengisi waktu sebelum menuju Bandara Kota Kinabalu, kami mampir ke Imago. 
       
      IMAGO Shopping Mall
      Imago the mall terletak di  KK Times Square, merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Kinabalu. Disini terdapat outlet produk-produk fashion branded dan restaurant franchise. Makanya tak heran jika banyak warga Brunei Darussalam yang datang ke Kota Kinabalu untuk shopping, khususnya di musim liburan sekolah atau ketika mall-mall mengadakan great sale karena tentu saja harganya lebih murah dibandingkan di Brunei. Disini juga terdapat kedai yang menjual oleh-oleh dan cenderamata. Waktu itu saya membeli magnet kulkas harga RM 4/pcs. Di lantai lower ground juga terdapat foodcourt, harganya lumayan ramah di kantong.

      Ketika saya kesini, sedang ada pertunjukan Kulintangan. Para penari juga mengajak pengunjung untuk memainkan kulintangan. 

       
      Saya menonton sampai pertunjukan selesai, kemudian di akhir pertunjukan ikut berfoto dengan salah satu penarinya.

       
      Sekitar jam empat sore kami meninggalkan imago untuk kemudian menuju ke Bandara Kota Kinabalu. Oh ya, kalau cuaca cerah Gunung Kinabalu bisa terlihat dari bagian depan Bandara lho. 

      Flight saya sebetulnya jam 8 malam, tetapi akhirnya pesawat kena delay sampai jam setengah sebelas malam, sepertinya dikarekan terjadi masalah teknis dengan pesawatnya. Jadi kami tiba di Kuala Lumpur sekitar jam setengah satu pagi.
       
      PS: Sebetulnya masih banyak lagi obyek wisata di Kota Kinabalu, tapi sayang karena keterbatasan waktu jadi belum sempat expolore pulau-pulau cantiknya. Bahkan saya pun belum sempat explore kotanya. Semoga suatu saat nanti ada kesempatan untuk kembali ke Kota Kinabalu.
       
    • By norma sofisa
      Halo apa kabar?
      Sudah lama nih, tidak menulis di Forum Jalan2.com.
      Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman berkunjung ke Lisbon, Portugal.
      Merasa 'gerah' dengan udara dingin yang melanda Rotterdam pada akhir winter tahun ini, merupakan alasan yang tepat untuk melarikan diri sejenak ke Eropa Selatan. Kali ini pilihan saya jatuh ke Lisbon, satu kota yang cukup populer, ibukota dari negara Portugal.
      Berbekal tiket dari maskapai low cost (non) kesayangan, saya pun mendarat di Lisbon. Sayangnya, hari pertama tidak seindah bayangan. Awan gelap memayungi kota dengan suhu berkisar di angka 7 hingga 15 derajat. Tidak cukup hangat, mengingat Lisbon letaknya dekat dengan sungai yang muaranya mengarah ke Samudera Atlantik. Angin yang berhembus kencang mengharuskan saya untuk tetap berjaket agar badan tetap hangat.
      Saya cukup beruntung, beberapa jam setelah itu udara kian menghangat. Saya dan travelmate pun berjalan menyusuri jalan besar menuju pusat kota. Hotel yang kami tempati cukup dekat letaknya dengan sentral Lisbon. Jika berjalan kaki, kira - kira butuh waktu 10 hingga 15 menit.
      ]
      Sesuai dengan rekomendasi pamflet wisata Lisbon, tujuan pertama saya adalah Castelo S. Jorge, sebuah kastil Moor yang dibangun di puncak bukit São Jorge, yang merupakan salah satu tujuan turis di kota Lisbon (Sumber: Wikipedia). Matahari yang bersinar cerah, menaikkan semangat saya untuk naik menyusuri tangga ke arah kastil.
      Capek?
      Pastinya! Saya cukup kaget dengan anak tangga pertama yang cukup menukik. Tak ingin kalah dengan beberapa nenek di belakang, saya pun mempercepat langkah sambil berharap anak tangga ini segera berakhir.
      Bukit São Jorge merupakan kawasan pemukiman yang padat. Setelah anak tangga tadi, saya menyusuri jalanan dengan rumah - rumah penduduk di kanan dan kirinya. Beberapa hotel dan restoran kecil pun saya jumpai. Satu hal yang menggelitik adalah banyaknya jemuran pakaian yang tergantung di balkon - balkon rumah. Geli juga ketika mendapati beberapa pakaian dalam ikut terpajang disana.

      Pemandangan mengagumkan dari Kastil São Jorge
      Tak butuh lama dan perjuangan berat untuk sampai ke atas bukit. Tangga awal tadi adalah bagian terberat, selanjutnya hanya jalanan yang menanjak hingga pintu masuk kastil.
      Sesampainya di kastil, saya langsung mengantri untuk membeli tiket. Awalnya, antrian terlihat mengular panjang dan sempat membuat malas, namun ternyata ada tiga petugas loket, sehingga waktu antri pun lumayan cepat.
      Masuk ke kastil, hampir seluruh pengunjung langsung menghambur ke arah halaman. Dari titik ini, saya dapat melihat pemandangan kota Lisbon yang cantik dari atas bukit yang mengarah ke Sungai Tagus. Tampak dari jauh, rumah bercat warna - warni dan beberapa titik yang penuh dengan orang.
      Saya menduga bahwa kastil ini dahulu dipakai juga sebagai benteng pertahanan untuk mengawasi pergerakan musuh yang datang dari arah sungai. Di beberapa titik juga ditemukan meriam - meriam tua yang tampak masih kokoh.
      Karena cuaca yang tidak terlalu panas, saya pun naik ke benteng kastil. Tangga naik cukup curam dan licin, membuat saya harus berhati - hati. Ada beberapa bagian jalan yang hanya bisa dilewati satu arah sehingga saya harus berhenti dan memberikan kesempatan pengunjung dari arah berlawanan untuk lewat.
      Pemandangan dari beberapa titik di puncak benteng kastil memang tidak diragukan lagi. Bahkan patung Jesus di seberang sungai pun bisa dilihat semakin jelas. Beberapa bangunan dari bukit sebelah pun tampak lebih dekat.
      Uniknya lagi, kastil ini memelihara beberapa ekor burung merak jantan yang bulunya sangat indah. Mereka sering berlalu lalang di dekat pengunjung. Meskipun begitu, mereka ini tidak dapat dielus atau dipegang dengan mudah. Bahkan, jika mereka sadar sedang difoto langsung deh cepat - cepat kabur. Para pengunjung tentu saja tak mau kalah. Sebelum mendapatkan foto yang bagus, mereka tidak akan menyerah untuk mengejar. Saya pun termasuk di dalamnya. Lucu kalau diingat - ingat lagi.

      Dikarenakan topografi permukaan Lisbon yang cukup bergelombang, sebagai turis kita harus siap untuk berjalan naik turun bukit. Nah, bagi kamu yang memiliki keterbatasan fisik dan tenaga, ada alternatif lain jika tidak ingin berjalan kaki mengunjungi spot - spot wisata di Lisbon, yaitu dengan membayar paket transportasi khusus dengan tram, bus, maupun tuk-tuk yang tarifnya mulai dari 12 Euro hingga 26 Euro. Dengan membayar paket tersebut, kamu bisa dengan bebas menaiki tram klasik tipikal Lisbon, yang warnanya kuning atau merah. Jika kamu memilih paket lengkap pun, kamu bisa dengan bebas menaiki tuk-tuk atau ojek bemo yang juga terafiliasi dengan penyedia jasa transportasi.
      Oh ya, berdasarkan pengalaman, jika ingin pergi suatu tempat ke tempat lain di Lisbon, sebaiknya mengikuti arahan dari Google maps. Satu pengalaman saya, karena merasa tahu jalan, tidak mengikuti Gmaps dan malah berimprovisasi. Alhasil, kami harus naik bukit lagi dan berjalan lebih jauh. Beberapa jalanan di Lisbon memang sedikit rumit, namun sangat menantang nan menarik untuk ditelusuri. Kami menyebutnya treking di tengah kota hehe..
      Lalu gimana sih kuliner dan makanan khas di Lisbon?
      Tunggu di bagian kedua ya..
      Terima kasih dan semoga bermanfaat.
      Tulisan ini bisa dibaca juga di https://wp.me/p7BvKH-6T
    • By Sari Suwito
      Melanjutkan tulisan sebelumnya setelah dua hari di Brunei, kami akan melanjutkan perjalanan ke Kota Kinabalu (Malaysia).
      Pagi-pagi kami sudah bersiap-siap untuk check out hotel kemudian kami menuju ke Terminal Feri Serasa di Muara. Jarak  menuju ke Terminal Feri Serasa sekitar 25 km, ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Oh ya,selain terminal ferry penumpang disini juga terdapat terminal peti kemas, jadi selama perjalanan kita akan sering berpapasan dengan truck container sehingga perjalanan jadi agak lambat.
      Ketika kami sampai terminal feri Serasa karena bus yang kami sewa ukuran besar jadi tidak bisa masuk ke halaman terminal, terpaksa deh kami turun di depan pintu gerbang dan membawa koper masing-masing. 
       

      Karena tidak sempat sarapan di hotel maka kami pun akhirnya sarapan di cafe yang berada di sebelah pintu kedatangan terminal feri Serasa. 
      Note: Kalau mau  naik transportasi umum /bus dari Bandar Seri Begawan bisa naik bus nomer 39 menuju ke Terminal Muara, lalu dari Terminal Muara lanjut naik bus nomer 33 menuju Terminal Feri Serasa. Ongkos bus $1 per trip.
      Sekitar jam 9 kami bersiap untuk masuk ke dalam ferry. Oh ya untuk masuk ke dalam ferry ini kita melewati imigrasi Brunei secara kami akan melakukan perjalanan menuju ke Labuan (Malaysia) yang kemudian dilanjutkan ke Kota Kinabalu. Saat itu imigrasi lengang karena hanya ada satu ferry yang akan berangkat. Setiap penumpang disuruh buka koper untuk dilihat isinya satu persatu, segala tempat kosmetik, underware organizer, handbag, semua diperiksa. Mungkin juga dikarenakan disini tidak ada mesin x-ray. 
      Setelah selesai proses imigrasi kami pun menuju ke dermaga ferry. Kami menaiki Ferry Shuttle Hope untuk menuju Labuan. Awak kapal akan menyambut kita dan menanyakan barang bawaan akan dibawa naik atau ditinggal di bawah saja? Kalau di tinggal dibawah makan petugas akan menempatkan koper kita di bagian ujung kapal dekat pintu turun dari kapal ferry. Setelah menyerahkan koper, saya naik ke lantai dua ferry.

       
      Harga ket ferry Shuttle Hope adalah $15/orang dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit. Saya memilih duduk di dalam ruangan ber-AC di lantai 2 dan ternyata ACnya dinginnya minta ampun. Oh ya sebelum ferry berlayar, di TV ditayangkan doa naik kapal terlebih dahulu. Mungkin ini sudah menjadi SOP Brunei Ferry ya, biar perjalanannya aman dan lancar.

       
      Begitu ferry sudah berlayar dari atas ferry kita bisa menikmnati angin sepoi-sepoi di geladak atau bisa juga duduk manis di ruang utama sambil nonton film box office yang diputar di TV. Di dalam ferry juga terdapai kedai makanan, kalau lapar bisa beli snack dan minuman. Di kapal ini juga terdapat toilet yang lumayan bersih, di lantai dua bagian belakang kapal.
      Seteleh beberapa saat kapal berlayar kita akan menyaksikan pemandangan begitu banyak kilang minyak di lautan Brunei, gimana negara ini ga kaya ya, itu kilang minyak di laut banyak bangeett. 
      Saya juga melihat beberapa kapal besar yang dilengkapi dengan alat berat atau crane serta helipad. Baru kali ini saya lihat kapal segede itu. Hahaha…
       
       

       
      Sekitar jam 11an, kapal ferry sudah mendekati dermaga Labuan. Dari atas ferry sudah kelihatan deh gedung terminal ferry wilayah persekutuan Labuan. 
       

       
      Setelah turun dari kapal ferry kami langsung menuju ke gedung terminal ferry lalu menuju ke mesin x-ray untuk scan barang bawaan kita kemudian menuju counter imigrasi Malaysia untuk chop paspor. Setelah selesai chop paspor kami berjalan menuju ke rumah makan untuk makan siang. Kami makan di rumah makan yang berada di depan Terminal Feri Antarbangsa Labuan sekitar 300 meter kali kami berjalan di bawah  rintik hujan.

       
      Setelah selesai makan kami segera menuju ke Terminal Feri Antarbangsa Labuan. Terminal ferry Labuan ini lumayan ramai, di bagian depan terdapat banyak stand yang menjual aneka barang dan souvenier. Karena sudah dekat dengan jadwal keberangkatan kapal, jadi kami tak perlu menunggu di boarding room, kami langsung menuju ke kapal yang sudah bersandar di dermaga. 

       
      Kami naik kapal LBN Express Tiga untuk tujuan ke Kota Kinabalu, kapal ini mempunyai dua kelas, yaitu kelas ekonomi dan kelas eksekutif. Untuk kelas eksekutif harga tiket RM 44/orang. Perjalanan menuju Kota Kinabalu memakan waktu sekitar 3,5 jam. Jadi bisa tidur dulu deh di dalam kapal, karena ini kapalnya seperti speed boat jadi kita ga bisa berdiri di geladak kapal, cukup menikmati pemandangan dari balik jendela saja. Tapi kalau kita duduk di kelas ekonomi, ga bisa deh lihat pemandangan luar karena posisi berada di lantai bawah.
      Sekitar jam setengah lima, akhirnya sampailah kami di terminal ferry Jesselton Point. Setelah semua peserta sudah turun dari kapal ferry kami pun segera keluar terminal. Rupanya bus sudah menunggu kami di sebelah kanan pintu keluar Jesselton point, setelah semua peserta naik bus, kami pun berangkat untuk menuju hotel tempat kami menginap di kawasan Lorong Pasar Baru, Kampung Air. 
       

       
      **Sebetulnya bisa juga naik bus dari Bandar Seri Begawan menuju Kota Kinabalu, tetapi jadwal keberangkatannya hanya  satu kali setiap harinya yaitu sekitar jam 8 pagi. Lama perjalanan sekitar 8 jam (kalau ga salah ya).  Kalau ada budget lebih ya paling cepat naik pesawat. Hehehe...
       
       
    • By Sari Suwito
      Hai...haiii..haiiiiii
      Widiiiih lama banget saya ga nongol di forum...
      Ok, baiklah saya akan share FR saya beberapa bulan lalu ketika melawat Brunei Darussalam. Mungkin sudah agak basi kali ya, tapi semoga bermanfaat buat teman2
      .
      Brunei Darusalam adalah sudah masuk dalam wishlist trip saya, tapi baru kesampaian di tahun 2018 ini. Brunei Darussalam merupakan negara ASEAN ke-5 yang saya kunjungi (Indonesia tidak termasuk hitungan ya).  Berhubung saya tinggal di Yogyakarta jadi saya memilih untuk terbang dengan Air Asia ke Brunei melalui Bandara Soekarno Hatta kemudian transit di Kuala Lumpur. Saya tiba di Brunei sekitar jam 8 pagi waktu setempat. Dari airport kami langsung menuju obyek wisata di kota Bandar Seri Begawan.
       

       
      Obyek wisata apa saja yang saya kunjungi selama di Brunei Darussalam? Yuk, simak catatan perjalanan saya selama di Brunei Darussalam.
      Hari Pertama
      1.The Royal Regalia Building 
      The Royal Regalia Museum atau Museum Alat Kebesaran Diraja terletak di Jalan Sultan Omar Ali Saifuddien, Bandar Seri Begawan. Bangunan museum berbentuk kubah besar yang dilengkapi dengan mozaik yang cantik dan bagian dalamnya menggunakan marmer dan karpet yang mewah. Pengunjung diwajibkan menanggalkan sepatu di luar dan hanya diperbolehkan memakai sandal yang sudah disediakan ataupun tanpa alas kaki saja kalau tidak kebagian jatah sandal. Pengunjung diwajibkan meletakkan tas, handphone, kamera dan barang bawaan lainya di loker yang sudah disediakan di bagian depan museum. Setelah itu baru kita diperbolehkan masuk ke ruangan pamer museum. 
       

       
      Museum ini memiliki beberapa galeri, antara lain;
       Royal Regalia Exhibition  Royal Exhibition Hall  Silver Jubilee Exhibition Hall   Jubilee Theatre  Constitutional Exhibition Hall  Royal Lounge  Souvenier / Refreshment Lounge           Memasuki ruangan galeri museum kita bisa melihat foto silsilah keluarga Sultan Brunei, dan di dinding tercantum nama lengkap dan gelar untuk Sultan Hassanal Bolkiah, panjang banget lho. Lalu kita berjalan menuju ke bagian koleksi pribadi Sultan Brunei yang berupa pakaian kebesaran Sultan, perhiasan, cendera mata dari negara sahabat.  
      Selanjutkan kita akan menuju ruang pamer peringatan perayaan 25 tahun pemerintahan Sultan Hassanal Bolkiah. Di ruangan ini terdapat replika kemegahan acara perayaan Silver Jubilee dengan patung manekin tanpa kepala yang menggambarkan pasukan yang mengiringi kereta yang dinaiki Sultan Hassanal Bolkiah dan di sekelilingnya terdapat poster bergambar rakyat yang menonton iringan perayaan 25 taun pemerintahan Sultan.

       
       
      2. Masjid Omar Ali Saifuddien 
      Masjid Omar Ali Saifuddien merupakan masjid kerajaan Kesultanan Brunei yang terletak di Bandar Seri Begawan, tak jauh dari The Royal Regalia Building.  Arsitektur masjid ini memadukan arsitektur Mughal Islam dan Italia, membuat masjid ini menjadi salah satu masjid yang paling mengagumkan di Asia Pasifik. 
       

      Masjid ini memiliki menara marmer dengan kubah emas, dilengkapi dengan taman yang indah dan air mancur. Di samping masjid terdapat replika perahu Mahligai Kerajaan milik Sultan yang memerintah pada abad ke-16. Bangunan ini juga digunakan sebagai panggung Musabaqah Tilawatil Quran pada akhir tahun 1960 hingga awal tahun 1970.
      Di bagian kiri masjid terdapat Perpuspaan main gate 1968, disini juga terdapat taman dan air mancur yang cocok juga untuk berfoto.
       

      Sayang sekali waktu itu kami hanya foto stop di luar masjid dan cuaca yang panas membuat kami tidak bisa berlama-lama karena kami akan melanjutkan untuk makan siang.
      Kami makan siang di restoran yang terletak di kawasan Tarindak D’Seni yang berseberangan dengan Kampong Ayer. Dari restoran  tempat kami makan siang kami bisa melihat pemandangan Kampong Ayer dan Jembatan Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha. Jembatan ini disebut juga Jembatan Sungai Kebun. Jembatan ini  menghubungkan Bandar Seri Begawan dan Kampung Sungai Kebun.
       

      Setelah selesai makan siang kami melanjutkan ke destinasi berikutnya yaitu Istana Nurul Iman.
       
      3. Istana Nurul Iman
      Istana Nurul Iman terletak di tepi sungai dengan bukit yang hijau di tepi sungai Brunei, beberapa kilometer selatan Bandar Seri Begawan. Istana Nurul Iman merupakan kediaman resmi Sultan Brunei dan keluarganya serta merupakan pusat pemerintahan Brunei. Istana Nurul Iman merupakan istana terbesar di dunia, memiliki 1.788 ruangan, termasuk 257 kamar mandi. Dan di dalamnya terdapat ballroom yang mampu menampung hingga lima ribu tamu. Di dalam istana ini juga terdapat garasi yang berisi ratusan mobil koleksi Sultan Brunei.  
       

      Istana hanya dibuka untuk umum pada hari Raya Idul Fitri, dimana Sultan akan mengadakan open house selama 3 hari.  Jadi kami hanya bisa photo stop di depan Istana saja.

       
      4. Mercu Dirgahayu 60
      Mercu Dirgahayu 60 (dalam angka arab) berwarna emas ini merupakan monument untuk memperingati hari ulang Sultan Hassanal Bolkiah ke 60 tahun. Mercu Dirgahayu 60 terletak di waterfront Kampung Ayer. 

       
      Tak jauh dari Mercu ini terdapat dermaga taxi air untuk menuju ke Kampong Ayer. Wisatawan pun bisa naik taxi air dari sini untuk berkeliling di Kampong Ayer.
       

       
      Kampong Ayer adalah perkampungan terapung yang merupakan cikal bakal Bandar Seri Begawan.  Kampong Ayer merupakan perkampungan terapung yang terbesar di dunia, luasnya sekitar 10 km persegi, terdiri 42 kampung dan dihuni oleh 20ribu orang penduduk. Kampong Ayer juga memiliki fasilitas yang lengkap seperti: air bersih, listrik, sekolah, masjid, klinik, dan fasilitas lainnya. Bagi penduduk Kampong Ayer yang memiliki mobil, mereka akan memarkir mobil mereka di tepi jalanan seberang Kampong Ayer, kemudian mereka pulang ke rumah menggunakan taxi air.
      Sebetulnya di dekat kawasan Mercu Dirgahayu 60 juga terdapat beberapa perahu yang menawarkan wisata ke kampung ayer, tapi menurut guide  harus hati-hati supaya tidak kena scam. Guide sempat menawarkan siapa yang mau keliling kampung ayer bisa dikoordinasikan.  Tapi kami memutuskan untuk segera menuju hotel supaya bisa istirahat, secara kami sudah lelah setelah perjalanan panjang dan flight di awal pagi.
    • By Sari Suwito
      Melanjutkan tulisan sebelumnya, pada hari kedua di Brunei kami mengunjungi berbagai obyek wisata di Kota Bandar Seri Begawan dan Brunei Muara.
      Setelah sarapan kami langsung menuju ke obyek wisata pertama yaitu Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah.
       
      1.Masjid Jame’ Asr  Hassanil Bolkiah
      Masjid Jame' Asr Hassanil Bolkiah merupakan satu dari dua masjid besar di Bandar Seri Begawan. Masjid besar satunya yaitu Masjid Omar Ali Saifuddien yang sudah saya kunjungi pada hari pertama di Brunei. Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah merupakan wakaf dari Sultan Hassanal Bolkiah dan menurut guide kami tidak diketahui berapa total biaya yang digelontorkan untuk membangun masjid ini karena semua biaya ditanggung oleh Sultan Brunei.  Masjid ini memiliki 29 kubah emas, 2 kubah emas besar dan 27 buah kecil. Dua puluh Sembilan kubah mengandung arti Sultan Hassanal Bolkiah yang membangun masjid ini merupakan Sultan Brunei yang ke-29. Masjid ini juga memiliki 4 menara dengan ketinggian 58 meter.

      Hari Kamis dan Jumat masjid tidak menerima kunjungan turis, jadi kami pun masuk ke masjid dengan tujuan untuk sholat dhuha. Kan setelah sholat juga bisa sambal melihat-lihat bagian dalam masjid. Oh ya di masjid ini terdapat larangan berfoto/memotret bagian dalam masjid. Jadi ya saya pun cukup menikmati keindahan bagian dalam masjid dengan lensa mata saja. 

      Tempat wudhu wanita lumayan luas dan tersedia banyak kran untuk wudhu, jadi tak perlu lah sampe antri untuk ambil wudhu. Ruang sholat wanita terletak di lantai dua, ruangannya luas dan nyaman berAC. Bahkan karpetnya tebal dan nyaman, ternyata menurut guide karpet masjid ini terbuat dari kapas berkualitas tinggi dari New Zealand dan karpetnya diproduksi di Thailand. Di dinding masjid bagian atas terdapat kaligrafi berwarna emas. Juga terdapat lampu gantung Kristal yang dilapisi emas berasal dari Austria.
      Setelah selesai sholat saya melanjutkan melihat-lihat dan berfoto di bagian luar masjid. Di bagian depan masjid terdapat pilar-pilar yang terbuat dari Blue Marble dan lmapu gantung yang cantik.  
       

      Di bagian kanan  masjid terdapat tangga melingkar berwarna putih dan terdapat escalator di bagian tengah.
      Masjid ini mempunyai taman dan tempat parkir yang luas.  Di bagian depan taman terdapat deretan pohon palem dan air mancur. 
       
      2.Darul ‘Ifta Building – Gedung Galeri Islam Brunei
      Kami hanya photo stop disini, jadi tidak masuk ke dalam gedungnya. Disini terdapat dua gedung, di gedung lama yang juga masih aktif terdapat perpustakaan Islam Brunei. Perpustakaan ini juga mengkoleksi mushaf Al Quran ukuran mini.
       

      Sedangkan gedung yang baru lebih megah dan besar masih dalam tahap penyelesaian. Rencana gedung ini akan menjadi Gedung Galeri Islam Brunei.
       

       
      3. Masjid Hassanal Bolkiah Kampung Mentiri
      Masjid Hassanal Bolkiah Kampung Mentiri terletak di Kampung Mentiri, Brunei Muara. Masjid ini dibangun atas perintah langsung dari Sultan Hassanal Bolkiah pada 10 April 2017 untuk menggantikan Masjid Rancangan Perumahan Negara Kampung Mentiri yang habis terbakar pada 5 April 2017. Pelaksanaan pembangunan Masjid Hassanal Bolkiah Kampung Mentiri dimulai pada 2 Mei 2017 dan selesai sepenuhnya pada 19 Juni 2017, jadi masa pengerjaan masjid hanya 49 hari saja. Amazing yaaa…
       

       
      Masjid Hassanal Bolkiah diresmikan oleh Sultan Hassanal Bolkiah dan sekaligus dipakai untuk sholat jumat pada tanggal 23 Juni 2017. Masjid ini bisa menampung sekitar 3500 jamaah. Masjid ini juga merupakan pusat kegiatan keagamaan, jadi di masjid ini terdapat banyak ruangan sesuai untuk peruntukannya, seperti ruang meeting/menerima tamu, ruang makan/untuk menjamu tamu, pantry dan lain-lain.
      Disini kami diijinkan berfoto/memfoto bagian dalam masjid.

       

                               
       
      4. Malay Technology Museum / Museum Teknologi Melayu
      Museum Teknologi Melayu terletak di Simpang 482, Kampung Kota Btu, Brunei Darusalam. Bangunan museum ini merupakan sumbangan dari perusahaan Royal Dutch/Shell Group pada saat kemerdekaan Negara ini pada tahun1984. Museum ini dibuka secara resmi pada tanggal 29 Februari 1988. Untuk masuk ke museum ini tidak dipungut biaya alias gratis. 
       

      Malay Technology Museum menampilkan teknologi dan diorama sejarah peradaban masyarakat melayu Brunei pada jaman dahulu.
       
      Display museum terbagi dalam galeri utama yaitu:
      1   1. Ruangan yang berisi diorama miniature bentuk rumah di Kampong Ayer pada akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20. Selain itu juga terdapat beberapa jenis perahu seperti perahu layar yang digunakan untuk pengangkutan  jarak jauh, dan menangkap ikan di pesisir laut, serta perahu gubang yang digunakan untuk transportasi antar rumah, serta perahu yang dipakai untuk menjual barang dagangan.  
          
       
           2. Ruangan yang berisi diorama teknologi tradisi masyarakat di Kampong Ayer pada jaman dahulu, seperti, menjala ikan, membuat perahu, pasar terapung, membuat perkakas rumah, menenun kain,  pandai besi tembaga, emas dan perak.
       

       
           3. Ruangan yang berada di lantai atas, berisi diorama miniatur rumah dan aktifitas masyarakat yang tinggal di daratan seperti suku Dayak dan Kadasan Dusun. Aktifitasnya antara lain: menganyam rotan, membuat gula dan mengolah sagu.

       
      Salah satu keunikan dari tangga spiral menuju ke lantai dua ini juga terdapat art work berbentuk seperti rencengan lampu.

       
      Setelah selesai berkeliling museum, kami pun melanjutkan perjalanan untuk kembali ke kota Bandar Seri Begawan. Oh ya tak jauh dari Museum Teknologi Melayu ini terdapat Museum Brunei, tapi saat itu sedang renovasi jadi kami hanya lewat saja.

      Setelah sampai di kota Bandar Seri Begawan sudah sore hari, kami menuju ke Pasar Pelbagai Barangan Gadong.
       
      5. Pasar Pelbagai Barangan Gadong
      Pasar ini seperti night market, buka mulai jam 4 sore sampai jam 8 atau 10 malam gitu. Bangunan Pasar Gadong lumayan besar, terdiri dari 3 blok dengan . Di seberang pasar ini juga terdapat seperti open air market gitu tapi sepi kalau sore. Nah disini terdapat mushola jadi kalau tiba waktu sholat maghrib pengunjung Pasar Gadong bisa sholat disini.

      Di Pasar Gadong kita bisa menemukan aneka makanan dan minuman, buah-buahan dan ada beberapa stand yang menjual pakaian. Bangunan pasar lumayan luas, bersih dan nyaman. Selain itu juga tersedia meja dan kursi jika kita ingin duduk menikmati makanan/minuman yang sudah kita beli. Kebanyakan warga Brunei yang bekerja akan mampir ke pasar ini membeli makanan untuk makan malam di rumah.

       
      Disini saya membeli aneka buah-buahan dan durian kupas. Ketika saya sedang makan buah di meja dekat penjual durian, ada sepasang suami istri yang sedang membeli durian lalu mereka numpang di meja saya untuk membuka dan meletakkan durian ke dalam kotak makanan yang sudah dibawanya. Nah sambil meletakkan durian ke kotak si bapak dan ibunya mengajak kami ngobrol, bertanya kami datang dari mana? sudah berapa lama di Brunei? Eeh, tak lama kemudian si ibunya membagi kami separuh durian (sepertinya durian musang king), kami pun berterima kasih plus  basa-basi kok banyak banget kasih duriannya. Kemudian sebelum mereka pulang mereka pun memberi kami 1 pack durian kuning. Ya Allah…rejeki nomplok nich.

       
       
      6. Shopping time di  Happy Star and The Mall
      Tujuan pertama saya yaitu mencari magnet kulkas, nah saya akhirnya menuju ke toko Happy Star, berada di deretan ruko yang tak jauh dari The Mall. 
       

       
       
      Di toko ini saya membeli magnet kulkas harga $ 10 dapat 3 pcs dan kaos I Love Brunei seharga $ 12.90. Gileee mahal banget, padahal mah bahannya juga biasa aja. Setelah selesai membeli souvenier saya pun menuju The Mall, karena memang penduduk Brunei tidak banyak jadi mall pun tidak terlalu ramai pengunjung. Saya pun cuma melihat-lihat saja, tak membeli apapun, secara harga di Brunei lumayan mahal jadi sayang uangnya lah kalau mau belanja.  
      Dari The Mall kami pun menuju ke restoaran untuk makan malam kemudian kembali ke hotel untuk beristirahat.
      Oh iya, kebetulan kami menginap di Hotel Jubilee, nah di dekat hotel terdapat Teng Yun Temple. Seperti pada umumnya kelenteng ini berwarna merah, kontras dengan bangunan di sekitarnya, bahkan di bagian belakang dan samping Teng Yun temple berdiri bangunan gedung yang megah dan tinggi. 

       
    • By Burhan Abdillah Sanjaya
      Objek wisata alam merupakan destinasi paling diminati ketika memasuki musim liburan, namun seiring memasuki era globalisasi di kota-kota besar, maka wisata alam pun mulai tersisihkan. Namun tetap saja manusia memerlukan tempat hiburan guna menjernihkan pikiran mereka setelah dibuat lelah oleh rutinitas pekerjaan maupun berbagai kegiatan sekolah. Oleh sebab itu di jaman modern seperti sekarang, pihak pemerintah telah bekerja sama bareng swasta mendirikan berbagai objek wisata buatan mengusung konsep theme park di kota-kota besar salah satu nya di kota Tangerang Banten. Tempat rekreasi Citra Raya World Of Wonders Tangerang Banten mungkin bisa dijadikan referensi wisata menyenangkan bersama keluarga maupun kerabat. Objek Wisata Tangerang ini menyediakan berbagai sarana hiburan berupa permainan seru yang dapat menghibur wisatawan.

      Selain menjadi arena bermain menyenangkan, sepertinya pihak pengelola juga menyisipkan nilai-nilai pendidikan disana. Terlihat dari sejumlah miniatur keajaiban dunia, misal disana ada miniatur candi Borobudur, Menara Pisa, Piramida, Candi Prambanan, Colloseum, Spinx, gerbang Ishtar, kuil Karnak-Ziggurat dan Mercusuar Iskandariyah. Dari miniatur tersebut setidaknya pengunjung diharapkan menyaksikan langsung bangunan-bangunan bersejarah serta budaya-budaya didalamnya.
      Terdapat juga banyak wahana permainan di Citra Raya World of Wonder Tangerang seperti Taman Satwa, Kincir Jurrasic, Cangkir Puntir, Kuda Ria, Arena Tangkas, Katak Kejut, Outdoor Playground, Perahu Tembah, Paralayang, Perahu Liberty, Rumah Angker, Sepeda Layang, Keliling Dunia, Kebat Kebit, Mobil Gladiator, Ayunan Kaisar, Kereta Minoan, Gasing Alexandria, Cinema Phartenon dan masih banyak wahana permainan lainnya.

      Keberadaan wahana permainan serta wahana edukasi yang disediakan tentu menjadi daya tarik utama wisata Banten ini, belum lagi tersedianya sejumlah fasilitas wisata disediakan untuk pengunjung yang diharapkan semakin memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga mereka betah berlama-lama ditempat wisata. Fasilitas umum tersedia disana antara lain area parkir luas, kamar mandi umum, tempat-tempat istirahat, berbagai spot-spot foto corner kekinian dan peta lokasi wisata yang tertera di depan pembayaran tiket masuk.
      Nah, bagaimana kawan-kawan jalan2.com dari informasi diatas sudah dapat gambaran dari destinasi wisata Tangerang ini kan. Supaya bisa mencoba berbagai wahana permainan dan berswafoto disana, tentunya kawan wajib mengeluarkan biaya tiket masuk terlebih dulu. Tiket masuk Citra Raya World Of Wonders Tangerang Banten dibagi menjadi dua yakni hari selasa hingga jum'at(weekday) sebesar Rp. 65.000 sedangkan tiket weekend dan musim liburan dikenakan biaya sebesar Rp. 75.000 per wisatawan.
      Jam buka Citra Raya World Of Wonders mulai buka pada pukul 10.00 WIB hingga tutup kembali pada pukul 18.00 WIB untuk weekday sedangkan weekend buka mulai pukul 09.00 WIB dan tutup kembali pada pukul 18.00 WIB. Theme park Tangerang ini berada di perumahan Citra Raya Blok KH 01Sektor 3.1, Kawasan Wisata Mardigrass Citra Raya, Cikupa, Mekar Bakti, Panongan, Kota Tangerang, Banten.