dinifilian

Long Weekend Bingung Ke Mana? Coba Wisata Edukasi Alam Yuk

14 posts in this topic

Yeay long weekend tinggal menghitung hari nih, udah pada punya rencana gak ke mana? Gue punya beberapa spot wisata edukasi alam yang pastinya nih bakal bikin lo semua selain lebih cinta alam juga bikin paru-paru lebih sehat. Apa aja sih?

Godong Ijo

Baru pernah denger atau udah sering ke sana? Lokasinya di Bojongsari, Depok. Disebut juga hutan kecil di tengah kota. Ada banyak zona tanaman yang harus banget lo kunjungi karena banyak manfaatnya seeperti zona tanaman pangan, tanaman obat, tanaman rempah/bumbu, tanaman industry, tanaman buah dan juga tanaman unik plus langka.

162.jpg

D’Kandang Amazing Farm

Lokasinya masih sama di Depok tapi yang di Sawangan. Lo bisa milih mau jadi petani, peternak, atau mau panen sayur organic lewat kegiatan wisata keluarga. Mau outbound atayu rafting? Bisa juga kok. Yuk ajak keluarga tercinta ke sini belajar cinta alam sekaligus refreshing.

moss-ball21.jpg

Hutan Mangrove, Pik

Sebenarnya hutan mangrove gak hanya di PIK sih. Tapi kalau lo tinggal di seputaran Jakarta, kawasan hutan mangrove PIK bisa jadi pilihan wisata edukasi alam menarik. Lo bisa belajar cara menanam bakau, plus diajarin teknik dan pelestariannya. Jadi tambah ngerti kan kalau pohon bakau di tepi pantai tuh penting banget khususnya buat masyarakat perkotaan kayak kita. Luas arealnya sekitar 99,82 hektar, dipenuhi vegetasi utama pepohonan mangrove atau bakau.

Wisata-Hutan-Mangrove-Pantai-Indah-Kapuk

Jendela Alam, Lembang

Siapa yang udah sering sampai khatam banget ke Lembang? Nah, lo udah pernah ke Jendela Alam belum? Kalau belum lo musti jajal wisata edukasi alam di sini. Ada 4 kegiatan yang bisa dicoba seperti Edukasi, Permainan, Workshop, dan Seni. Yang menarik sih pastinya permainan, tapi kalau lo mau pilih edukasi gue saranin yang berburu harta karun deh seru banget. Atau lo mau bercocok tanam terrarium, panen telur, tomat cherry, kasih makan 5 hewan (rusa, kambing etawam kuda poni, kelinci), bikin telor asin, plus bikin cincau. Sedaaap kan? Langsung aja ke Sersan Bajuri Km 4,5.

JendelaAlam1-800x543.jpg

Umbul Sidomukti

Pengen manjain mata? Dateng deh ke wisata edukasi alam umbul sidomukti. Deretan pegunungan umbul sidomukti bikin mata lo sejuk, seger banget. Kolam renang dengan air yang jernih, lereng gunung ungarannya pun kaya mata air pegunungan yang mengalir sepanjang tahun. Mau tracking? Bisa juga kok, ada river up tracking, deep valley trip hill, walking. Dan tentunya flying fox gak boleh dilewatin, bayangin lo menyebrangi lembah dengan kedalaman lebih dari 70 meter.

berenang.jpg

sumber : 5 Wisata Edukasi Alam 

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 hours ago, dinifilian said:

Yeay long weekend tinggal menghitung hari nih, udah pada punya rencana gak ke mana? Gue punya beberapa spot wisata edukasi alam yang pastinya nih bakal bikin lo semua selain lebih cinta alam juga bikin paru-paru lebih sehat. Apa aja sih?

Godong Ijo

 

Baru pernah denger atau udah sering ke sana? Lokasinya di Bojongsari, Depok. Disebut juga hutan kecil di tengah kota. Ada banyak zona tanaman yang harus banget lo kunjungi karena banyak manfaatnya seeperti zona tanaman pangan, tanaman obat, tanaman rempah/bumbu, tanaman industry, tanaman buah dan juga tanaman unik plus langka.

162.jpg

D’Kandang Amazing Farm

 

Lokasinya masih sama di Depok tapi yang di Sawangan. Lo bisa milih mau jadi petani, peternak, atau mau panen sayur organic lewat kegiatan wisata keluarga. Mau outbound atayu rafting? Bisa juga kok. Yuk ajak keluarga tercinta ke sini belajar cinta alam sekaligus refreshing.

moss-ball21.jpg

Hutan Mangrove, Pik

 

Sebenarnya hutan mangrove gak hanya di PIK sih. Tapi kalau lo tinggal di seputaran Jakarta, kawasan hutan mangrove PIK bisa jadi pilihan wisata edukasi alam menarik. Lo bisa belajar cara menanam bakau, plus diajarin teknik dan pelestariannya. Jadi tambah ngerti kan kalau pohon bakau di tepi pantai tuh penting banget khususnya buat masyarakat perkotaan kayak kita. Luas arealnya sekitar 99,82 hektar, dipenuhi vegetasi utama pepohonan mangrove atau bakau.

Wisata-Hutan-Mangrove-Pantai-Indah-Kapuk

Jendela Alam, Lembang

 

Siapa yang udah sering sampai khatam banget ke Lembang? Nah, lo udah pernah ke Jendela Alam belum? Kalau belum lo musti jajal wisata edukasi alam di sini. Ada 4 kegiatan yang bisa dicoba seperti Edukasi, Permainan, Workshop, dan Seni. Yang menarik sih pastinya permainan, tapi kalau lo mau pilih edukasi gue saranin yang berburu harta karun deh seru banget. Atau lo mau bercocok tanam terrarium, panen telur, tomat cherry, kasih makan 5 hewan (rusa, kambing etawam kuda poni, kelinci), bikin telor asin, plus bikin cincau. Sedaaap kan? Langsung aja ke Sersan Bajuri Km 4,5.

JendelaAlam1-800x543.jpg

Umbul Sidomukti

 

Pengen manjain mata? Dateng deh ke wisata edukasi alam umbul sidomukti. Deretan pegunungan umbul sidomukti bikin mata lo sejuk, seger banget. Kolam renang dengan air yang jernih, lereng gunung ungarannya pun kaya mata air pegunungan yang mengalir sepanjang tahun. Mau tracking? Bisa juga kok, ada river up tracking, deep valley trip hill, walking. Dan tentunya flying fox gak boleh dilewatin, bayangin lo menyebrangi lembah dengan kedalaman lebih dari 70 meter.

berenang.jpg

sumber : 5 Wisata Edukasi Alam 

baru 1 kali ke situ, walaupun tinggal disemarang bawah

Share this post


Link to post
Share on other sites
8 hours ago, deffa said:

@dinifilian

nah jendela alam saya belum pernah tuh lembang 

sersan bajuri berarti searah ke Kampung Gajah ini

nah ayo ke sana, kan lo di bandung. :D

1 hour ago, Edy Purnomo said:

baru 1 kali ke situ, walaupun tinggal disemarang bawah

ke umbul mas?

Share this post


Link to post
Share on other sites
8 minutes ago, dinifilian said:

nah ayo ke sana, kan lo di bandung. :D

ke umbul mas?

ya tar di coba deh heheh :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
19 minutes ago, agnessantoso said:

wow boleh dicoba nih, long weekend kapan lagi yah? hmm dari blog gue yah sumbernya? wah makasih yah @dinifilian udah sharing dari blog gue. :D 

ooo blog kamu ini coba saya follow dulu :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
15 minutes ago, agnessantoso said:

thanks yah @deffa kamu juga udah gue follow yah

yup thx for the follow back :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • By Sari Suwito
      Hari sabtu kemarin saya dan teman saya (Yeni) tengah ngobrol via medsos, dan tetiba kita  berencana untuk jalan-jalan ke TWA Angke Kapuk  waktu itu jam 11.30, setelah ini dan itu kami berangkat dari rumah masing-masing dan bertemu di Halte Trans Jakarta Grogol 2 untuk lanjut ke arah pluit, kami turun di halte Pluit Village lalu naik angkot U11 dari depan Pluit village menuju perempatan muara karang kemudian dilanjutkan lagi naik U11 ke arah Gedung Sekolah Yayasan Budha Tzu Chi, lalu jalan kaki menuju TWA Angke Kapuk. 
       
      Sekitar jam 17.30 kami sampai di loket , setelah tanya jawab dengan petugas loket, petugas menyarankan lebih baik datang lagi aja besok pagi, karena sayang juga bayar tiket 25ribu tapi belum puas explore tempat wisatanya. Akhirnya kami minta ijin aja untuk numpang ke toilet, dan rupanya toilet berada di dekat mushola, dari area mushola ini kita disuguhi pemandangan yang lumayan bagus, jadilah kami sekalian foto-foto dech. 


       

      Sekitar jam 18, saya dan yeni keluar dari TWA dan berjalan kaki ke depan Gedung Tzu Chi, dan ternyata angkot U11 yang lewat itu arah ke Kapuk, jadilah kami galau gimana kita mau ke halte Trans Jakarta, kemudian yeni tanya ke dua orang cewek yang sama-sama nunggu angkutan, dia bilang ada angkutan BKTB jurusan Monas-Pluit via Stasiun Kota, tapi jam kedatangannya agak lama, yaah saya bilang mau berapa lama kita nunggu disini, keburu kemaleman nanti. Akhirnya kami naik taksi rencana mau ke Pluit Village, tapi begitu dalam perjalanan kami mengubah rencana untuk ke Green Bay Mall. Akhirnya kami makan malam di Sate Khas Senayan di sana, saya order Lontong Cap Gomeh dan Es Cincau Hijau. Lumayaaan…kenyang bangett euy.  Selesai makan kami segera pulang dengan naik angkot dari depan Green Bay Mall ke Halte Pluit. 


      Minggu pagi ternyata kami bangun kesiangan, rencana berangkat jam 7 gagal…jadilah kami berangkat agak siangan, seperti hari sebelumnya kami ketemuan di Halte Grogol 2, namun hari minggu pagi kami turun di Halte Penjaringan, kebetulan Yeni belum sempat sarapan jadi dia beli gado-gado di depan halte Penjaringan, lalu kami naik bajaj ke TWA Kapuk, ongkos bajaj 40ribu.

      Sekitar jam 10an, kami sampai di lokasi, dan langsung deh beli tiket masuk seharga 25ribu/orang. Dari loket masuk kami langsung berjalan lurus menuju arah pantai.  Di ujung jalan setapak yang terbuat dari susunan kayu di atas rawa-rawa itu terdapat satu gazebo dengan kursi bambu.  Tetapi jangan berekspektasi akan melihat pemandangan indah, karena disini hanya terdapat pemandangan alat-alat berat yang sedang digunakan untuk reklamasi pantai. Bahkan di sekitar gazebo ini baunya agak menyengat. Akhirnya kami segera pergi menuju lokasi yang lain, sebelum menuju jembatan dari arah pantai ini terdapat pasangan yang sedang pemotretan pre-wedding. Memang beberapa lokasi di TWA Angke Kapuk ini juga cocok untuk pemotretan lho. Oh ya, kalau anda membawa kamera maka anda akan dikenakan biaya sebesar 1juta.  Lumayan mahal ya…


      Di TWA Angke Kapuk ini kita bisa berjalan-jalan diantara rimbunnya hutan mangrove, menikmati suasana dan udara yang masih segar.  Walaupun begitu kalau teman-teman berjalan-jalan di jembatan pengamatan biawak saat tengah hari tetap terasa sengatan matahari,  siapkan aja topi dan kacamata hitam, atau cepet-cepet neduh dech sehabis foto-foto di jembatan. Hehehe….

      Spot berikutnya yang kami tuju adalah lokasi penanaman mangrove, di sini terdapat dua jembatan bambu di atas rawa-rawa ini jadi kami bisa berfoto di sini. 


      Setelah cukup berfoto kemudian kami melanjutkan eksplore ke jalur sepeda/lokasi pengamatan biawak.  Untuk menuju lokasi pengamatan biawak ini terdapat dua jembatan yang lumayan besar, tak lupa kami berfoto disini. 


      Di ujung jembatan tempat pengamatan biawah ini terdapat dataran yang lumayan panjang, rupanyaini satu deretan dengan tempat parkir bus besar, dan disampingnya terdapat semacam danau, nah kita bisa berfoto disini dengan background gedung sekolah Tzu Chi.

      Karena sudah panas-panasan sepanjang jembatan pengamatan biawak, saatnya ngadem dech, sekalian naik ke menara pengamatan burung. Menara pengamatan ini terbuat dari kayu, dengan tangga yang agak sempit untuk dua orang berjalan bersimpangan. 

      i sudah hampir pukul dua siang, dan kami sudah berasa lapar, akhirnya kami istirahat makan siang di kantin. Saya memesan lontong sayur seharga 25ribu dan air the dalam kemasan botol seharga 10ribu/botol. Untuk lontong sayur, menurut saya not recommended, lontong/ketupatnya berasa keras banget dan sayur kacangnya serta opor ayamnya rasanya agak hambar. Masih lebih enakan lontong cap gomeh yang kemarin malam saya makan dech. 
      Selesai makan, kami melanjutkan untuk menyusuri tempat penanam mangrove dan melihat tempat penginapan yang berada di atas air. Tak lupa juga untuk berfoto-foto dech.


       
      Oh ya, teman saya (Yeni) masih belum puas foto-foto di dekat mushola, jadi kami menuju ke mushola, untuk berfoto-foto di bagian luarnya. 


      Di kawasan TWA Angke Kapuk ini terdapat fasilitas penginapan dengan berbagai pilihan mulai dari camping ground ataupun semacam resort di atas air. Ada juga fasilitas penyewaan perahu untuk berkeliling danau mulai dari 100ribu/perahu. 
       
      Hari mulai sore, saatnya untuk pulang ke rumah. Ketika kami keluar dari gerbang TWA Kapuk ternyata ada angkot yang sudah mangkal dengan tujuan halte Trans Jakarta Pluit/Pluit Village dengan ongkos 8 ribu/orang.  Kami turun di Pluit Village untuk makan malam, kami memilih makan di eat and eat dengan memilih menu soto lamongan. Selesai makan, langsung kami menuju halte Trans Jakarta untuk pulang ke rumah. 
    • By zeekyuryu
      Wah udah lama nggak nulis FR di sini. Mau share ah tentang jalan2 minggu kemarin. Ya ga kemana-mana sih, orang Jakarta mainnya masih di Jakarta. Berhubung aku dari jalan2 ke Jak Ut itu udah jauh banget sih. Secara transportasi umumnya jarang gitu. Ya, tempat yang lagi rame di Jakarta, Hutan Mangrove yang ada di Pantai Indah Kapuk. Kayaknya anak jaman sekarang seneng banget kalau udah main ke sini. Mungkin emang karena di Jakarta udah jarang pemandangan alam yang masih hutan kayak di Mangrove tersebut. Oke, mari kita mulai cerita perjalanan saya dan kawan-kawan.   - Transportasi Untuk transportasi umum menuju Hutan Mangrove di PIK ini ternyata nggak sesulit yang dibayangkan. Tapi emang lama. Karena saya bukan pengendara kendaraan pribadi, maka saya dan teman2 jalan2 selalu pakai transportasi umum. Kami kumpul bareng di Halte Bus TJ Monas (janjiannya) jam 7 tapi kumpul bener2 jam 8. Dari sini, kami akan menaiki bus BKTB (Bus Kota Terintegrasi Bus TransJakarta), bus yang masih di provide trans jakarta tapi untuk jarak yang lebih jauh. Nah, katanya nih busnya khusus gitu ada tulisan BKTB tapi kemarin pulang pergi kami naik armada tj biasa tapi yang cuma 1 gerbong (?) aja dan memang agak terlihat berbeda sedikit (lebih kecil kayaknya) dari bus transjakarta biasanya. Bus datang sekitar pukul setengah 9 lewat dan itu emang lama menurut petugas. Mungkin bisa sekitar 30 hingga 60 menit sekali kali ya datengnya.    Bus pun melaju ke arah harmoni, kota tua dan kemudian mulai menuju pluit. Keluar kawasan Kota Tua, kami ditarik lagi di dalam cuma Rp 2500 saja per orang. Sekitar 1 jam kemudian, kami sampai di ujung perjalanan bus tj ini. Kami turun di depan Bunda Tzu Chi (kalau nggak salah ya tulisannya) ini kayaknya sekolah gitu. Dan dari sana, kami cuma jalan sekitar 5 menit untuk sampai di Hutan Mangrove.   Untuk jalur pulang, kami menunggu di seberang Bunda Tzu Chi (dikasih tahu petugas bus tj waktu berangkat). Nah nunggunya harus di bawah plang bertuliskan BKTB. Agak ga enak nunggunya karena nggak ada halte atau tempat duduk dan semacamnya. Mana lagi ada pembangunan jadi debunya udah pake banget campur panas. Kami sangat beruntung karena bus datang nggak lama setelah kami menunggu. Jadi kami bisa langsung naik. Nah kalau arah baliknya, tarif yang ditarik dari sini adalah Rp 6.000 per orangnya.    Kalau mau cara lain, bisa menggunakan trans jakarta yang ke arah Pluit. Dari pluit naik angkot merah U11 dan minta turun di Hutan Mangrove ini. Pengalaman sih rute itu lebih jauh dari tj ini. Dulu pernah main ke pluit Baywalk pakai rute tersebut.   Tiket Masuk   Nah, untuk tiket masuk Hutan Mangrove ini 25 ribu rupiah untuk dewasa. Peraturannya tidak boleh membawa kamera SLR atau kamera profesional. Nggak tahu pasti sih tapi kata teman, kalau mau bawa itu masuknya bayar dulu 1 juta rupiah. Waktu ke sana lagi ada beberapa foto pre wedding. Jadi kalau teman-teman mau pre wed di sini bisa menghubungi petugasnya. Tapi jangan khawatir karena kamera HP diperbolehkan. Ya kamera HP sekarang kan udah bagus-bagus jadi bisa deh mayan hasilnya bagus-bagus. Oya, di sini juga ada lahan parkir yang nyaman. Jadi yang bawa mobil maupun motor enak aja buat ke sini.    Ada apa di dalam Hutan Mangrove PIK ini?   Pertanyaan yang selalu dilontarkan untuk yang belum pernah mengunjungi suatu tempat adalah ada apa ya di dalam hutan mangrove tersebut? Hmm secara garis besar ini kayak hutan dan rawa gitu tapi ada dibagi menjadi beberapa area, ada perkemahannya, wisata airnya dan juga pengamatan burung.  Mari kita bicarakan satu-satu dulu     - Perkemahan Arean perkemahan dan juga penginapan ada di bagian depan pertama kali kita masuk. Di sini ada juga beberapa permainan outbond sederhana yang mana sudah bisa kita coba karena sudah termasuk di dalam tarif tiket masuk. Akan tetapi pas di lokasi jarang banget yang coba mainan outbond kecil-kecilan ini hehe. Selain untuk camp, di sini juga disediakan rumah-rumah pohon kecil yang lucu buat duduk-duduk. Bisa foto-foto dan ada juga pendopo lumayan besar untuk keperluan meeting atau kumpul acara apa pun. Kita juga bisa sih ngadem di situ. Hmm apa lagi, ya. Ya pokoknya ada lapangan juga mungkin buat api unggunan. Bersih kok overall kalau dilihat dari luar penginapannya dan camp nya :)   - Wisata Air Nah wisata air ini untuk temen-temen yang mau ngerasain berpetualang menyusuri sungai / rawa di sini. Yah biar kayak Amazon gitu tapi ala Indonesia. Tersedia perahu dayung biasa yang harganya 100 ribu. Kayaknya nggak bisa banyak-banyak. Maksimal 4 orang. Mau yang banyakkan ada boots untuk 6 orang seharga 300 ribu. Ada juga kayak buat yang pengen sendirian. Nah karena satu dan lain hal, aku dan temen2 nggak memutuskan untuk naik kapal ini. Kita cuma numpang foto aja di dermaganya Lalu lanjut untuk berpetualang ke lokasi lainnya di hutan Mangrove ini.    - Jembatan  Ada banyak jembatan di sini yang jadi pusat foto-foto para pengunjung. Mulai dari jembatan gantung sampai jembatan besar. Jembatan gantung ada di dekat wisata air. Kalau mau foto-foto maksimal yang naik cuma 4 orang. Ya agak ngeri juga kalau banyak-banyak karena emang bawahnya langsung rawa luas gitu hihi. Jembatan kayu juga bakal kalian temukan di berbagai spot. Jadi banyak banget spot buat foto di jembatan sini hehehe.    - Pengamatan burung Pengamatan burung di sini sebenrnya aku juga nggak sampai ujung. Karena udah panas banget jadi menyusurinya sampai jembatan besar gitu lalu balik lagi. Nanya orang sih ya emang di sana buat ngeliat burung gitu. Jalan menuju pengamatan burung ini juga menarik kok. Rindang dan juga masih natural banget. Pas buat yang suka foto-foto hehee.   - Pantai Nah menarik nih karena ada plang bertuliskan menuju pantai. Penasaran banget kan mau lihat pantai di Hutan sini kayak apa. Berjalanlah kita menuju ke sana. Ada jembatan lagi buat foto-foto. Tapi perjalanan ke sana, rawa di kiri kanan lebih kotor dari perjalanan mau ke pengamatan burung. Dan sampai ujung ternyata zonk banget. Nggak ngerti yang disebut pantai yang mana, tapi waktu ke sana, lagi ada proyek pengurukan (pantai) itu. Jadi nggak ada yang bisa dilihat deh. Hmm balik lagi kalau begitu.   - Kantin Duh kantin sebenernya adalah bagian paling penting sih di tempat yang panas kayak gini. Kita udah seneng banget karena tersedia kantin di sini, secara pas jalan dari turun bus tj sampai ke pintu masuk Hutan Mangrove, kami nggak menemukan tukang makanan sama sekali. Jadi seneng banget ketemu kantin. Sekitar setengah 1 kita ke sana dan ternyata jeng jeng nggak ada makanan berat. Kantin means snack snak doang gitu. Yang ada cuma mie instan. Karena emang nggak lihat tempat makan lain, maka jadilah mie instan jadi makanan berat pertama kami hari itu (berangkat dari pagi sarapan roti doang soalnya ) Ya udah lumayan buat ganjel perut kan yang udah lemes banget rasanya. Harganya, untuk mie goreng 15 ribu dan mie rebus 12 ribu. Untuk air mineral harganya 5 ribu. Selamat makan :D   - Wah ini salah satu yang oke di Hutan Mangrove PIK ini. Masjidnya keren deh. Masjid ada di paling depan pintu masuk. Masjidnya besar dan unik. Dari kayu-kayu gitu jadi adem banget rasanya di tengah hari bolong yang menyengat. Tapi, karena alas kaki harus dibuka dari luar, duh udah nggak bisa kalau zuhur mau fto di jembatan yang lucu itu. Panas bangeeeett. Orang-orang yang lewat sini lari-lari saking panasnya bikin sakit telapak kaki. Tapi toiletnya nggak enak. Kotor sama mukenanya kalau yang cewe, saran bawa mukena sendiri aja :)     Nah, setelah setengah hari keliling Hutan Mangrove, kami pun menyudahi perjalanan singkat kami. Sengaja dari pagi karena selain males panas-panasan, biar bisa istirahat karena lokasinya jauh dari rumah kami dan besoknya hari Senin Jalur balik kayaknya lebih cepet atau emang karena kita pada tepar tidur di dalem Bus Tj ya wkwkkwk Hmm sebagai penutup, aku kasih beberapa tips sedikit agar perjalanan ke Mangrove semakin menyenangkan dan nyaman pastinya :)     1. Berkunjung pagi Aku sih nggak tahu ini buka sampai jam berapa, tapi mungkin pagi adalah waktu terbaik mengunjungi Hutan Mangrove ini. Karena, kalau jam 12 an baru nyampe sini duh panasnya mentereng banget. Enak sih jam 10 an gitu jadi pas tengah hari tur nya udah kelar. Kebayang aja jam panas-panasnya keliling hutan, hmmm cukup melelahkan.    2. Pakai pakaian senyaman mungkin Ya perjalanan menyusuri hutan mangrove sebaiknya pakai pakaian yang nyaman, yang menyerap keringat. Selain itu, pakai juga mungkin sun glasses atau topi untuk mengurangi radiasi sinar matahari langsung. Bisa juga pakai krim sun block buat lebih terlindungi. Untuk sepatu, sebaiknya memang mengenakan sepatu sport atau sendal trekking. Hindari heels buat yang cewek karena kamu bakalan banyak menyusuri jembatan kayu yang banyak bolongnya atau selanya :)     3. Bawa bekal Nah ini sih agak menyesal karena nggak bawa bekal. Seperti yang sudah aku katakan di atas, kantin tidak menyediakan makanan berat selain mie instan. Kamu bisa bawa bekal dan makan di sana karena banyak tempat duduk yang nyaman untuk istirahat (tentunya di area kantin yah). Jangan lupa, sampah makanan harus dibuang ke tempat sampah untuk tetap menjaga keasrian tempat ini. Kalau nggak mau ribet bawa bekal nasi gitu ya bawa aja makanan pengganti lainnya kalau kuat. Terus bawa minum waktu jalan-jalan biar tetep seger dan nggak dehidrasi banget. :)   4. Tetap memamtuhi peraturan Karena ini sifatnya alam terbuka gitu, sebaiknya ikuti peraturan tertulis yang sudah ada. Ada beberapa tempat seperti jembatan yang tidak bisa dinaiki lebih dari sekian orang. Sebaiknya tetap patuh untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Selain itu, jangan jahil tangannya :) Emang sih rawanya kotor banyak sampah tapi tetep jangan ditambah lagi. Ada kewajiban kita untuk nggak merusak hutan :)   Oke kalau gitu selamat berkunjung dan berpetualang di Hutan Mangrove ya. :)
    • By Dewi Saurus
      Halooo... karena banyak permintaan untuk trip bulan Mei pada tangal tersebut, ON TRIP membuka open trip hari Kamis-Sabtu biar di Hari Senin temen-temen udah bisa kerja lagiiii..
      Harganya murah looohhh cuma 820.000 sudah ful fasilitas, dapet bonus banana boat lagi.
       
      Di cek dulu yuk itinerarynya :)
       
      Hari pertama (Kamis)
      09.00 – 10.30 : Peserta berkumpul di Pelabuhan Kartini Jepara.
      10.30 – 11.00 : Berangkat menuju Pulau Karimunjawa
      14.30 : Tiba di Pulau Karimunjawa, cek in penginapan
      15.00 - 16.00 : Snorkling di Pulau Menjangan Kecil
      16.00 - 17.00 : Snorkling di Cemara
      18.00 – 19.00 : Makan malam, ramah
       
      Hari kedua (Jumat)
      06.00 - 07.00 : Sarapan pagi
      07.00 - 07.30 : Persiapan snorkling.
      08.00 - 09.30 : Snorkling di Pulau Menjangan Kecil
      09.30 - 10.00 : Snorkling di Pulau Gleyang
      12.00 - 13.00 : Makan Siang
      13.00 - 15.00 : Snorkling di Cemara
      15.00 - 17.30 : Sunset Ujung Gelam
      17.30 - 18.30 : Kembali ke Dermaga Karimunjawa
      18.30 - 19.00 : Istirahat
      19.00 - 20.00 : Makan
      20.00 : Free time, istirahat
       
      Hari ketiga (Sabtu)
      05.00 - 05.30 : Mandi persiapan pulang
      06.00 - 06.30 : Cek in kapal
      06.30 - 07.00 : Berangkat menuju Jepara
      11.30 – 11.45 : Tiba di Jepara
       
      Fasilitas
      1. Tiket Kapal Cepat Kartini dan Ekspress Bahari
      2. Transportasi ke penginapan dan selama wisata
      3. Asuransi
      4. Biaya penginapan homestay (1 kamar isi 3) selama 4 hari
      5. Makan selama wisata
      6. Bakar ikan atau cumi (tergantung musim) 2 x
      7. Tiket restribusi di pelabuhan Jepara
      8. Tiket restribusi di Pelabuhan besar Karimunjawa
      9. Tiket restribusi di Pelabuhan kecil Karimunjawa
      10. Tiket masuk Taman Nasional Karimunjawa untuk wisatawan lokal (restribusi snorkeling dan pulau)
      11. Biaya sandar kapal wisata di pulau-pulau dan penangkaran hiu (termasuk gratis tiket masuk di kolam hiu)
      12. Sewa kapal selama wisata 2 hari
      13. Sewa alat snorkeling dan pelampung 2 hari
      14. Dokumentasi upwater dan underwater (copy file diharapkan membawa flash disk 4 giga)
      15. Aqua selama wisata
      16. Alat alat P3K
      17. Fee pemandu lokal dari HPI
      18. Fee pemandu wisata dari ON TRIP
      19. Bonus Banana boat jika akumulasi peserta min. 10 orang
       
      Ketentuan :
      1. Harga Rp. tsb untuk minimal peserta 8 orang. Untuk peserta kurang dari 8 orang, silakan hubungi Customer Support untuk rincian harga selengkapnya.
      2. Penginapan homestay untuk isi 3 orang. (Bila ingin diisi 2 orang, tambahan biaya: Rp 50.000,- per orang ;diisi 1 orang, maka tambahan biaya: Rp 150.000,- per orang
      3. Bila ingin upgrade penginapan, silakan hubungi Customer Support untuk informasi selengkapnya.
       
      Info lebih lanjut hubungi kami via
      BBM : 7935F2C4
      SMS/WA : 085725133263
      Line : dewinurdiann
      www.ontripofficial.wordpress.com
    • By Stefanus Sanjaya
      Obyek wisata hutan mangrove atau yang nama resminya Taman Hutan Rakyat I Gusti Ngurah Rai terletak di daerah Pemogan, Denpasar Selatan, hanya 10-15 menit dari Kuta ( kalau naik motor ). Obyek wisata ini sebenarnya memiliki potensi wisata ecotourism yang besar karena di dalamnya terdapat populasi flora seperti bakau / mangrove dengan aneka fauna seperti aneka ikan, udang, kepiting bakau, biawak, burung bangau, burung camar, dan aneka spesies burung lainnya. Lokasinya sebenarnya strategis, namun karena promosinya yang minim, petunjuk jalan juga minim serta rendahnya minat wisatawan lokal terhadap wisata ecotourism, maka sangat jarang wisatawan yang berkunjung kemari. Paling hanya pasangan muda-mudi yang hendak pacaran serta pasangan pengantin yang melaksanakan foto pre wed. Untuk menuju lokasi ini, dari arah Sanur kita melalui by pass Ngurah Rai, menjelang pura Tanah Kilap akan ada pertigaan dengan petunjuk Pusat Pengujian Kendaraan bermotor belok kiri. Ikutin petunjuk itu sampai mentok akan ketemu Hutan Bakaunya.Setelah parkir motor, beli minuman dahulu karena kita akan trekking ke hutan bakau. Cukup dengan bayar HTM seharga Rp. 5.000 / orang, kita bisa memasuki hutan bakau dengan jalan setapak yang terbuat dari kayu. Jangan kuatir kalau lelah, di sepanjang perjalanan terdapat beberapa rest area untuk sekedar duduk dan minum. Di sini terdapat gardu pandang dimana kita bisa menikmati panorama hutan bakau dari ketinggian. Point of view berikutnya adalah pada rute yang bernama "Pistol Trail" dimana kita akan dibawa menembus rimbunnya hutan bakau sampai ke ujungnya yaitu laut bebas dengan view jalan toll ata laut. Kita bisa istirahat di sini sambil menikmati hembusan angin, liatin jalan toll, dan sebagai bonus liatin pesawat yang baru take off yang sangat jelas terlihat.

    • By honeybee
      Lagi kepingin banget jalan-jalan ke hutan mangrove.
      Selain di Pantai Indah Kapuk Jakarta, hutan wisata mangrove yang bagus di sekitaran pulau Jawa di mana lagi ya? Ada yang tau?
      Kalo tanya ke temen-temen, baru pada nyaranin hutan mangrove Pantai Indah Kapuk doang. Pingin cari perbandingan aja


      Thx
      :)