• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
lictan

Jembatan pelangi, Taiwan

5 posts in this topic

Ada satu jembatan di Taiwan yang unik banget. Kenapa unik> Karena jembatan ini ada lampu neon berbentuk garis yang bisa merefleksikan warna pelangi ke permukaan air saat malam. Jembatan ini tepatnya ada di Magong, Penchu County di Taiwan. Sebenernya jembatan ini di gunakan khusus buat pejalan kaki, tapi banyak menarik wisatawan karena keunikannya ini. Jembatan ini disebut juga The Xiying Rainbow Bridge. Kalau mau ke Taiwan jangan lupa ke sini. Ada yang udah pernah ke sana langsung? Bisa di share :)

xiyingrainbowbridge4.jpeg

xiyingrainbowbridge1.jpeg

Share this post


Link to post
Share on other sites

wow idenya bagus banget ini.. jembatannya jadi keliatan benar-benar menarik. Kalau di Jakarta mah sekarang ada juga tuh.. mall yang dibikin menarik banget kalau malam hari.. yaitu Taman Anggrek wkwk.. bener-bener luar mall itu isinya televisi, jadi kalau malem nyala keliatan banget, bahkan dari jarak yang sangat jauh. Dari jalan tol aja uda keliatan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

wow idenya bagus banget ini.. jembatannya jadi keliatan benar-benar menarik. Kalau di Jakarta mah sekarang ada juga tuh.. mall yang dibikin menarik banget kalau malam hari.. yaitu Taman Anggrek wkwk.. bener-bener luar mall itu isinya televisi, jadi kalau malem nyala keliatan banget, bahkan dari jarak yang sangat jauh. Dari jalan tol aja uda keliatan.

kalau mall banyak kok yang lumayan menarik hehhe tapi jembatan kita belum ada yang kayak gini ya, mungkin ntar ada yang bikin yang lebih menarik lagi :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By spiderkw
      Kemarin ane ke yogya cobain tempat yg orang orang rekomen. Ternyata asik gan. Ngurangin stres dah. Bikin ga mau pulang. Tapi apa daya isi dompet nyuruh pulang. Ini penampakannya gan
      https://www.youtube.com/watch?v=Ct1DVod-7lQ&list=PLsbimu5COJspNcUvtxmMn6nGwVPMfa8C-&index=7&t=0s
    • By spiderkw
      Kemarin ane ke yogya cobain tempat yg orang orang rekomen. Ternyata asik gan. Ngurangin stres dah. Bikin ga mau pulang. Tapi apa daya isi dompet nyuruh pulang. Ini penampakannya gan
      https://www.youtube.com/watch?v=Ct1DVod-7lQ&list=PLsbimu5COJspNcUvtxmMn6nGwVPMfa8C-&index=7&t=0s
    • By bagus hadi
      METROPOLITAN – Pemerintah Desa Cikuda di Kecamatan Parung­panjang akan meningkatkan desti­nasi wisata. Salah satunya di Bukit Dago yang terletak di Kampung Ga­rugan, RT 05. Terlebih wilayah itu begitu ramai didatangi para pelancong dari berbagai daerah.
      Sekretaris Desa Cikuda Ridwan mengatakan, objek wisata itu dikun­jungi bukan hanya wisatawan lokal, namun banyak yang datang dari Ja­karta dan Tangerang.
      “Bukit Dago bisa menjadi wisata edu­kasi keluarga. Nantinya semua ini akan dikelola dengan baik oleh pemerintah desa,” kata Ridwan saat ditemui war­tawan koran ini, kemarin.
      Menurutnya, wisatawan banyak yang berkunjung, terutama di akhir pekan. Sebab, wisata tersebut tak jauh dari pusat kota dan berbatasan langsung dengan Kota Tangerang. “Kami akan terus meningkatkan potensi yang ada karena setiap akhir pekan pengunjung selalu mem­beludak,” bebernya.
      Ridwan mengungkapkan, ke depan pengelolan akan diambil alih Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan kepengurusan dari warga. “Wahana yang ada di sini akan terus ditambah demi mendongkrak ekonomi masy­arakat,” pungkasnya.(mul/c/yok/run)   SUMBER : http://www.metropolitan.id/2019/02/tingkatkan-potensi-wisata-desa-demi-warga/
    • By Disya
      Halo, saya Disya.
      Saya sudah menjadi anggota Jalan2 Inonesia di FB sejak tahun lalu dan membaca-baca share cerita perjalanan para anggota lain.
      Dan berhubung saya sedang mengerjakan skripsi, saya ingin minta tolong anda untuk membantu mengisi kuesioner skripsi pariwisata ini. Kuesioner ini ditujukan bagi wisatawan yang pernah beriwsata ke Luar negeri sebelumnya. Mohon dibantu untuk mengisi kuesioner ini dan semoga bermanfaat untuk kita semua.
      di klik link dibawah ini.
      https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSe3HaVr12xb1H8JcCg0vgp_XOH0BrKyjIIg7a-FlCr811bEBg/viewform
       
      Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
    • By wisnoe
      Sekadar info remeh soal Taiwan
      Bahasa
      Orang Taiwan menggunakan Bahasa Mandarin. Namun di Taipei banyak yang bisa bahasa Inggris. Bila kita mengalami kesulitan dengan yang tidak bisa berbahasa Inggris, gunakan saja Bahasa Indonesia, mungkin mereka malah bisa.
      Tempat makan
      Sesuai dengan namanya, rumah makan di Taiwan pada umumnya hanya menjual makanan, kecuali di rumah makan menengah ke atas.
      Lalu minumnya bagaimana? Biasanya mereka menyediakan minuman gratis berupa air atau teh. Perhatikan sekitar, biasanya ada tempat air dan gelas-gelas yang disediakan. Minuman ini gratis dan boleh berulang (free flow).
      Kemudian, rumah makan kecil -menengah seringkali tidak menyediakan sendok. Bagi yang tidak biasa makan dengan sumpit, berlatihlah. 
      Bagi yang muslim, untuk mencari tempat makan harap googling dulu, atau kalau mau aman ke rumah makan vegetarian saja.
      Keuangan
      Beberapa tempat, baik tempat makan mau pun toko, kelas menengah  masih banyak ditemui yang belum menerima kartu kredit. Jadi kita tetap harus sedia uang tunai. Tetapi tidak perlu juga membawa bergepok-gepok Taiwan dollar dari Indonesia karena mesin ATM  banyak tersedia di sana.  Jadi bagi kalian pemegang kartu ATM, silakan melihat kartunya dan perhatikan apakah ada logo Cirrus, Visa atau Master, bila ada, anda bisa mengambil tunai dari mesin ATM di sana yang terdapat logo-logo tersebut.  Pemegang kartu ATM BCA, dikenakan biaya Rp.25.000,- untuk sekali penarikan via Cirrus. Sebaiknya kita mengambil pada pilihan maksimal, karena ambil $100 maupun $20.000  biayanya sama (Pengalaman saya, penarikan via Visa dikenakan biaya hampir Rp.80.000/ tarikan). Mengenai ratenya, sepanjang pengetahuan saya, lebih bagus daripada tempat penukaran uang di Jakarta. 
      Transportasi
      Di Taiwan sarana transportasi umum ada banyak.
      Taxi, ada yang argo dan on line (UBER). Saya tidak mengalami supir yang berusaha mengelabui penumpang dengan jalan berputar-putar, tapi mereka mengambil tip dari uang kembalian. Misal, kembalian seharusnya $20, mereka kasih ke kita $10.  Untuk daerah tujuan tertentu, ada yang tidak mau menggunakan argo, tapi menggunakan tabel jarak.
      Tarif awal tiap kota berbeda. Contoh, di Taipei berawal dari $70 sementara Kaohsiung $85.
      Bagi yang menggunakan aplikasi UBER, harap sabar menanti, karena sepertinya tidak banyak yang menjadi supir UBER.
      Bus ada yang dalam dan antar kota.
      Kereta, ada MRT di Taipei dan Kaohsiung, untuk antar kota ada yang biasa, cepat dan sangat cepat.
      Untuk yang biasa, menurut saya, kondisi gerbongnya lebih bagus di kita. Sekelas eksekutif, di sana tidak disediakan meja lipat, colokan listrik dan TV. Pilihan makanannya juga sedikit.
      Untuk tiket, MRT dan bus kota ada tiket sekali jalan (single trip), terusan 1 hari (one day pass), 3 hari (3 days pass) dan yang lebih lama lagi. Mengenai tiket ini mohon diperhatikan/ ditanyakan jenisnya, karena ada yang cuma berlaku untuk 1 jenis moda saja.
      Sementara tiket kereta antar kota sebaiknya dibeli jauh-jauh hari sebelumnya, karena bila mendadak, bisa-bisa kita hanya dapat tiket berdiri.
      Kelistrikan
      Taiwan menggunakan voltase 110. Tidak masalah bagi perangkat kita yang 220. Namun colokan di sana menggunakan model 2 strip sejajar beda panjang. Saran saya, sebaiknya kita membawa universal adaptor/traveller multi plug , karena model colokan kita 2 lubang sejajar.
      Air
      Air kran cukup aman diminum langsung, meski pihak kesehatan Taiwan menyarankan agar dimasak terlebih dahulu karena ada kekhawatiran karat pada pipa-pipa tua. Kecuali memang di kran minum (drink fountain) yang sudah pasti aman.
      Toilet
      Toilet umum di Taiwan berupa toilet kering tanpa semprotan (jetspray). Jadi bersiaplah tissue basah atau air botolan bila kita tidak terbiasa pakai tissue kering.
      Klosetnya tersedia duduk dan jongkok.
      Sementara ini dulu informasi remeh dari saya, siapa tau berguna.
       
    • By anna22
      Hiiiiii!!!
      apa kabar?? Saya ada rencana ke Taiwan utk menikmati alam dan juga musim semi disana dengan perkiraan 2 minggu (rencananya mau eksplor dr utara ke selatan). Tujuan utamanya mengunjungi tempat2 yg sakuranya sedang mekar dan taiwan lantern festival 2019. 
      Utk saat ini belum beli tiket sama sekali karena masih cari2 tiket promo. Utk rencana tanggal berpergian antara tanggal 1-14 Maret 2019. 
      Kalau ada yg tertarik join dm aja yaa..;)
    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)