Yones deliyandra

field report Backpacker Menelusuri Vietnam dari Selatan sampai ke ujung Utara.

34 posts in this topic

IMG_6708.JPG

Hi man temans.. apa kabar?
Semoga kita semua sehat dan kuat yaa, sehingga masih diberi kesempatan untuk menikmati segala ciptaan Tuhan.
ketemu lagi dengan saya Yones, yang terdahulu saya pernah berbagi tentang perjalanan saya ke Maldives
 
Kali ini saya akan berbagi tentang perjalanan saya untuk menyusuri Vietnam dimulai dari bagian Selatan sampai ujung Utara Vietnam selama 10 hari.
Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk memenuhi 1 dari wishlist saya untuk trip keluar negeri. Saya memang memiliki beberapa wishlist untuk dalam dan luar negeri, dan apakah itu semuanya terwujud? tidak! tapi ada. Yang penting kita berani bermimpi, rangkai mimpi itu dan berusaha mewujudkannya. Apakah gampang? tidak! semuanya butuh kerja keras dan pengorbanan. Mudah-mudahan wishlist lain segera menyusul..aminn... heheh bantu amin kan dong.. biar kita bisa jalan-jalan bareng.. hehhehe aminnnnn.
Beberapa hari ini banyak sekali teman-teman saya dari Instagram dan Facebook yang meminta info dan itinerary tentang perjalanan kali ini. Saya ga enak jika membuat teman-teman terlalu lama menunggu, untuk itu saya sampaikan secara ringkas dulu ya.. untuk cerita-cerita seru dan lagi unik serta perasaan saya saat perjalanan ini, menyusulya. Soalnya butuh waktu dan ketenangan untuk bisa mengungkapkannya... heheh cielee.. jangan diejek donk... xixiix

 
Mari to the point.. hahhaha
Saya merencanakan trip kali ini fokus ke Vietnam saja, kenapa tidak ke Indochina lainnya sekaligus. Alasannya klasiknya adalah masalah waktu, dan alasan kerennya adalah saya ingin benar-benar menyelami tentang Vietnam aja, tanpa terganggu oleh bahasa lain, mata uang lain, atau budaya lain.. awas kalo bilang lebay.
Perjalanan ini kami mulai dari selatan menuju utara vietnam.
IMG_9919.PNG
 
Dari gambar peta di atas diliat, untuk selatan Vietnam kita bisa mulai dari Ho Chi Minh City (Saigon) dan berakhir di Hanoi.
Itinerary
Day 1,  30 April 2016
Berangkat dari Jakarta dengan kereta malam, ehhh pesawat malam nya si burung merah tercinta alias Air Asia. Sampai di KLIA2 tengah malam. Dan selanjutnya ritual wajib bagi backpacker adalah buka lapak.... cari spot tercantik untuk gelar lapak dan tiduuuuuur donk.
 
Day 2, 1 Mei 2016
Saya memilih penerbangan pagi atau siang untuk menuju Ho Chi Minh City, kenapa?.. alasannya adalah keamanan. Dari kabar yang beredar saya dengar dan baca kalo di Ho Chi Minh City sekarang banyak sekali scamnya, terutama di taxi dan dijalan sepi. Untuk itu saya benar-benar menghindari kedua hal itu.
Sampai di Ho Chi Mint City saat pagi sampai jam 6 sore, kita masih bisa menggunakan bus untuk menuju ke daerah distrik 1 (areanya banyak hotel backpacker dan objek wisata dikota ini). Jika sudah malam hanya ada taxi, dan itu cendrung rawan. Kalo emang punya badan gede kaya Aderai yaaa gapapa, tapi kalo badan nya ceking kaya saya... ahhhhh kaga beraniiii... mending cari amann aja dah...
Dari bandara Tan Son Airport HCMC menuju Distrik 1 bisa menaiki Bus 152. Keluar bandara dengan wajah sok pinter gitu lansung aja belok kanan, sampai keliatan Bus 152, jangan pikir panjang-panjang lansung aja naik, ga usah noleh kiri-kanan.. hahahha... harganya berapaa? 5000 dong aja kok...
Bisa turun di Ben Than Market, dan karena hotel kita di jalan Pham Ngu Lao, keluar bus belok kiri dan jalan lurus kedepan sampai ketemu jalan Pham Ngu Lao, dekeet kok yaaa.
IMG_6667.JPG
Ben Than Market
Sore ini kami di HCMC mengunjungi City hall, dan Patung paman Ho Chi Minh.. di hall ini pada sore hari akan sangat rame, dan ada beberapa pertunjukan yang bisa kita nikmati secara free... yeeeey.
GOPR1063.JPG
City hall

Sebelum pulang ke hotel, kami memesan tiket untuk ke Mui Ne esok hari di TheSinhTourist seharga 99.000 dong (sitting bus) berangkat jam 2 siang (lama perjalanan adalah 5 jam) 

Day 3, 2 Mei 2016
Pagi sampai siang berkunjung ke :
  • People Committee Hall (free)
    GOPR1063.JPG
    People Committee Hall
  • Cathedral Notre Dame  (free)
    IMG_0137.JPG
    Cathedral Notre Dame
  • Central Post Office (free)
    IMG_0132.JPG
    Central Post Office
  • Independence Palace (30.000 dong / org)
    IMG_6787.JPG
  • Ben Than Market
    IMG_6663.JPG
Siangnya kami melanjutkan perjalanan ke Mui Ne dengan bus.HCMC (Saigon) - Mui ne (lama perjalanan 5 jam) berangkat jam 2 siang sampai jam 7 malam. Sampai di Mui Ne kami menginap di Muine Hills (lansung bisa turun di dekat hotel) seharga 15$ USD/night. Kami juga lansung memesan paket Tour Muine Sunrise seharga 6$ USD dihotel.
 
Day 4, 3 Mei 2016
Jam 3 pagi bangun dan siap untuk Tour Muine.
Tour sand dunes trip ini meliputi :
  • Fairy stream
    IMG_7158.JPG
    Fairy stream
    GOPR1269.JPG
    Fairy stream
  • Fishing village
    IMG_0214.JPG
    Fishing village
  • White sand dunes
    IMG_0173.JPG
    White sand dunes
     
    IMG_0165.JPG
    White sand dunes
  • Red sand dunes.
    IMG_0443.JPG
    Red sand dunes
    GOPR1229.JPG
    Red sand dunes
Ada 2 pilihan, yaitu :
  • Pagi (menikmati sunrise matahari terbit, tour dimulai jam 4 pagi sampai jam 9 pagi)
  • Sore (menikmati sunsite matahari terbenam, tour dimulai jam 2 siang sampai jam 7 malam)
Saya memilih pagi, karena pagi lebih sejuk dan tidak terlalu panas.
Sebelum kembali ke hotel, kami sempatkan mencari tiket bus ke Dalat untuk berangkat siang ini. Ada tiket dijual di hotel dan outlet2 yang banyak disekitar hotel. Kami membeli di outlet karena lebih murah daripada beli di hotel. Kami dapat tiket bus ke Dalat 4$ / orang, berangkat jam 1 siang.
Kembali ke hotel untuk bersih dan packing.
Berangkat jam 1 siang dan jam 4 sore kami sampai di Dalat.
Di Dalat kami menginap di Duy Huang Hotel seharga Rp. 169.000 / malam. Dekat dengan pusat kota Dalat dan 10 menit jalan kaki ke pusat kota Dalat.

Day 5, 4 Mei 2016
Keliling kota Dalat.
Kami menyewa sepeda motor seharga 100.000 Dong, dan bisa sewa di depan Lotteria pusat kota Dalat.
  • Domaine De Marie (free)
    IMG_0234.JPG
    Domaine De Marie
    IMG_0239.JPG
    Domaine De Marie
  • Ligh Son Pagoda (free)
    IMG_7242.JPG
    Ligh Son Pagoda
  • City flower garden (30.000 Dong)
    GOPR1310.JPG
    City flower garden
  • Dalat Railway Station (free)
    GOPR1387.JPG
    Dalat Railway Station
  • Crazy house (40.000 Dong)
    GOPR1342.JPG
  • Dalat cathedral (Free)
  • Pasar dalat (free)
  • Dalat Lake (free)
    IMG_7374.JPG
    Dalat Lake

Day 6, 5 Mei 2016
Bersiap menuju Hanoi dengan Vietjetair.
Dari kota Dalat menuju Airport dalat bisa menggunakan suttle bus seharga 40.000 Dong lama perjalanan lebih kurang 45 menit. Sejauh 30 km.
Dalat – Hanoi di tempuh selama 2 jam.
Sampai di bandara hanoi kita lansung menuju daerah Old Quarter. (kawasan backpacker)
Menuju ke Old Quarter kami menggunakan bus kota no 17 dengan harga hanya 7.000 Dong. Selama 1,5 jam.
IMG_0297.JPG
bus kota no 17
Jika naik bus jetstar, mungkin bisa lebih cepat dengan harga 40.000 Dong.
Sampai di Old Quarter kami lansung mencari tiket Bus ke Sapa.
Awalnya kami hanya memesan tiket pergi seharga 260.000 Dong / orang.
Setelah itu kepikiran buat lansung beli tiket pulang nya juga (Sapa – Hanoi). Maka kami lansung memesan tiket pulang, dan dapat harga lebih murah yaitu 225.000 Dong / orang. Tau gini, lebih baik memesan lansung PP diawal.
Saat itu kita juga lansung memesan paket ke Halong bay untuk tanggal 8 Mei, seharga 23$ USD / orang (include kayaking), kalo tanpa kayaking hanya 18$ USD.
Berangkat ke Sapa jam 9 Malam. Dan akan sampai di Sapa esok hari jam 6 pagi.

Day 7, 6 Mei 2016
Sampai jam 6 pagi di Sapa.
Kami lansung mencari hotel yang sudah di booking, katanya tidak jauh dari Sapa Town.
Sebelum sampai di hotel Kami cari-cari paket treking 1 hari, akhirnya Kami membeli paket treking ke ibu-ibu yang sejak kami turun bus selalu mengikuti kami dan menawarkan paket treking. Mereka berpakaian tradisional suku Hmong.
IMG_7472.JPG
Bersama mama Bau
Kami memilih si ibu yang keliahatan nya baik dan lucu, yang akhirnya kami memanggilnya dengan Mama Bau.
Kami beli paket treking 1 hari ini seharga 10$ USD / orang.
IMG_7479.JPG
Treking
Treking di mulai jam 9 pagi sampai jam 4 sore, sudah termasuk makan di rumah Mama Bau.
GOPR1409.JPG
Treking bersama mama Bau

Day 8, 7 Mei 2016
Keliling sapa dengan menyewa sepeda motor seharga 100.000 Dong.
Kami mengunjungi :
  • Silver waterfal (15.000 Dong, 6 km dari Sapa town)
    GOPR1484.JPG
    Silver waterfal
  • Love waterfall and Golden Stream (40.000 Dong, 2 km dari Sapa town)
    IMG_0400.JPG
    Love waterfall and Golden Stream
     
    IMG_0389.JPG
    Love waterfall and Golden Stream
  • Sapa Church (free)
    IMG_0415.JPG
    Sapa Church
  • Sapa Town Square
    IMG_0422.JPG
    Bersama Hmong People
  • Sapa market (free)
Malam hari kami menuju Hanoi, berangkat jam 10 malam. Dan akan sampai di Hanoi esok hari jam 6 pagi.

Day 9, 8 Mei 2016
Sampai di hanoi pagi, lansung menuju hotel yang sudah di book, numpang mandi dan siap-siap menunggu untuk dijemput untuk Halong Bay trip.
Trip ke Halong bay 1 hari dimulai jam 8.30 pagi sampai jam 9 malam.
IMG_0457.JPG
Halong bay
 
GOPR1701.JPG
Halong bay
Malamnya menikmanti night market .

Day 10, 9 Mei 2016
Hanoi - KL
kembali melakukan ritual wajib yaitu dalah buka lapak.... cari spot tercantik untuk gelar lapak dan tiduuuuuur

Day 11, 10 Mei 2016
Kuala lumpur (KLIA2) To Jakarta (CGK)
Kembali ke kehidupan nyata.


Rincian Biaya Perjalanan
Rate
$1 USD = 22.100 VND
$1 USD  = 13.200 VND
1 VND = 0,6 IDR
 
Tiket pesawat
Jakarta (CGK) – Kuala Lumpur (KLIA 2) by Air Asia seharga : 439.000 IDR
Kuala Lumpur (KLIA 2) – Ho Chi Mint City by Air Asia seharga : 107 MYR (374.500 IDR)
Dalat – Hanoi by Viejet Air seharga : 675.841 IDR
Hanoi - Kuala Lumpur (KLIA 2) by Air Asia seharga : 911.979 IDR
Kuala Lumpur (KLIA 2) – Jakarta (CGK) by Air Asia seharga : 146.250 IDR
Total : 2.547.570 IDR
 
Penginapan (1 kamar isi 2 orang)
Ho Chi Minh City, 1 night (Dai Huy Huang) seharga  : 197.944 IDR
Mui Ne, 1 night (Muine Hills)seharga  : 317.655 VND (189.182 IDR)
Dalat, 2 night (Duy Huang) seharga : 338.000 IDR
Sapa, 1 night seharga : 174.271 IDR
Hanoi, 1 night seharga : $11 USD (145.200 IDR)
Total  : 1.044.597 IDR / 2 = 522.298 IDR
 
Bus antar kota
Ho Chi Minh City – Mui Ne  : 99.000 VND
Mui ne – Dalat : $4 USD (88.400 VND)
Hanoi – Sapa : 260.000 VND
Sapa – Hanoi : 225.000 VND
Total : 672.400 VND
 
Bus dalam kota
Bus dari bandara HCMC ke Distrik1 (Bus no. 152) : 5.000 VND

Suttle bus dari kota Dalat ke Dalat airport : 40.000 VND
Bus dari Hanoi airport ke Old Quarter (Bus kota no. 17) : 7.000 VND
Taxi ke Hanoi Airport dari Old Quarter : 250.000 VND / 2 = 125.000 VND
Total  : 177.000 VND
 
 
Paket tour
Tour Muine Sand Dunes : $6 USD (132.600 VND)

Sapa Treking 1 day : $10 USD (221.000 VND)
Halong Bay 1 day include kayaking : $23 USD (508.300 VND)
Total : $39 USD (861.900 VND)
 
Motor Rent
Motor Rent di Dalat 1 day : 100.000 VND

Motor Rent di Sapa 1 day : 100.000 VND
Total : 200.000 VND
 
Tiket wisata
Ho Chi Minh City
People Committee hall : free
Cathedral Notre Dame : free
Central Post Office: free
Independence Palace : 30.000 VND

Mui Ne
Fairy stream, Fishing village, white sand dunes dan red sand dunes (Tour Muine Sand Dunes)
Dalat
Domaine De Marie : free
Ligh Son Pagoda  : free
City flower garden : 30.000 VND
Dalat Railway Station  : free
Crazy house : 40.000 VND
Dalat cathedral : free
Pasar dalat : free
Sapa
SapaTreking (Sapa Treking 1 day)
Silver waterfal : 15.000 VND
Love waterfall and Golden Stream : 40.000 VND
Sapa Church : free
Sapa market : free
Hanoi
Halong Bay (Halong Bay 1 day)
Total  : 155.000 VND
 
Total                                                                                     
Pesawat + Penginapan : 3.069.868 IDR
Bus antar kota + Bus dalam kota + Paket tour + Motor Rent + Tiket wisata  : 2.066.300 VND (1.230.605 IDR)
Total Keseluruhan : 4.300.474 IDR
 
Perlu Untuk Diketahui
  • ·         Ibukota Vietnam adalah Hanoi
  • ·         Free visa untuk Warga Negara Indonesia
  • ·         Mata uang Vietnam adalah Vietnam Dong (VND)


Masih banyak cerita seru nan unik lainnya, nanti akan saya ceritakan lebih detailnya per kota selama di Vienam ini, beserta tips-tips yang mungkin akan sangat membatu...
byee byeee... bobo dulu yaaa...

Silakah kunjungi blog sederhana saya juga  yaa... http://yonesfd.blogspot.co.id/  terima kasih :kesengsem

 

kyosash, HarrisWang, itsmeu and 2 others like this

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Yones deliyandra

wow total 11 hari gile lama juga tapi seru tuh bisa ampe ke utara daerah Sapa itu

saya sering dengar kalo disana wisata alam nya bagus. Total pun cuma 4 jutaan worth banget neh

thx share nya ya saya agustus ada ke HCMC ya walaupun cuma transit 1 hari mungkin bisa dicoba, oh ya saya dengar juga sekarang emang HCMC dijulik City of Scam ya ?

Btw udah punya kaos jalan2.com belum ? PM ke saya alamat dan no hape nya mau saya kirim :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, kyosash said:

wah asyik tuh Canoe di Halong Bay, btw nice share :salut 

Iyaa seruuu banget, tapi rada takut kebalik juga canoe nya.. Karna goyang2..sibuk foto2..hehehe

1 hour ago, deffa said:

@Yones deliyandra

wow total 11 hari gile lama juga tapi seru tuh bisa ampe ke utara daerah Sapa itu

saya sering dengar kalo disana wisata alam nya bagus. Total pun cuma 4 jutaan worth banget neh

thx share nya ya saya agustus ada ke HCMC ya walaupun cuma transit 1 hari mungkin bisa dicoba, oh ya saya dengar juga sekarang emang HCMC dijulik City of Scam ya ?

Btw udah punya kaos jalan2.com belum ? PM ke saya alamat dan no hape nya mau saya kirim :D

Iyaa mas.. Saya suka banget wisata disana, bagus-bagus.. 11 hari rasanya malah masih kurang mas, saya masih hutang beberapa kota lagi.. Yang belum sempat di explore.. Hehehe

iyaa mas, di HCMC emang lebih rawan scam nya. Kalo bisa menghindari banget yang nama nya taxi dan jalanan sepi. Kalo belanja pun juga harus tega2 nawarnya.. Hahaha

wahh.. Belum dapat nih mas kaos nya.. Mau donk... Yeeeeeey asyikkk.. Ntr saya  PM ya mas alamat dan no Hp saya.. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
24 minutes ago, Yones deliyandra said:

iyaa mas, di HCMC emang lebih rawan scam nya. Kalo bisa menghindari banget yang nama nya taxi dan jalanan sepi. Kalo belanja pun juga harus tega2 nawarnya.. Hahaha

 

ya saya baca dari beberapa blog dan tripadvisor juga bilang City of Scam melekat di HCMC, tpai ya saya cuma ada waktu sekitar 6 jam an paling mau ke beberapa tempat saja :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 hours ago, deffa said:

ya saya baca dari beberapa blog dan tripadvisor juga bilang City of Scam melekat di HCMC, tpai ya saya cuma ada waktu sekitar 6 jam an paling mau ke beberapa tempat saja :D

wahh transit mau kemana bro? kepooo haha :terbang

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 hours ago, Yones deliyandra said:

wahh transit mau kemana bro? kepooo haha :terbang

ke Bangkok - Chiang Mai heheh :D

9 hours ago, Yones deliyandra said:

wahh transit mau kemana bro? kepooo haha :terbang

ke Bangkok - Chiang Mai heheh :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 20/5/2016 at 8:01 AM, deffa said:

ke Bangkok - Chiang Mai heheh

ke Bangkok - Chiang Mai heheh

Chiang Mai kereeeen yaaaaa.. saya penasaran lah sama Chiang Mai ,,,,:hiking

 

On 24/5/2016 at 11:50 AM, Ahook_ said:

Keren euyy broo... seru abiz...

hahahhahaha kan berkat masukan dari bro jugaa... hehehe :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites
13 hours ago, Yones deliyandra said:

Chiang Mai kereeeen yaaaaa.. saya penasaran lah sama Chiang Mai ,,,,:hiking

 

hahahhahaha kan berkat masukan dari bro jugaa... hehehe :tersipu

iya lebih ke wisata temple seh disana tapi wisata budaya nya juga oke :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 5/6/2016 at 9:23 AM, Paharu said:

Mas, dari Da lat ke Hanoi pesawat jam brp? tks

ada banyak jam nya kok mas, pake vietjetair (pesawat local domestik vietnam),

On 15/6/2016 at 0:26 PM, Penggalih Herlambang said:

Tanya, Kalau mau ganti simcard di vietnam pakai provider apa ya bung @Yones deliyandra?

nah kebetulan saya disana ga ada ganti simcard mas, jd sy kurang tau juga mas hehehhe:senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites

Mau tanya nih..barangkali ada pngalaman  naik open bus sinh tourist dr hcmc ke hanoi yg bs hop on hop off di berbagai kota misal mui ne, hoi an, hue, hanoi. Itu waktu beli tiketnya harus milih tanggal hop on ya??jdi pas nunjukin tiket di pool bus di kota2 tsb bs naik busnya?

Ane agustus mau solo exploring hcmc hanoi dg darat..agak keder jg dengan julukan city of scam

Yones deliyandra likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites
On Saturday, July 09, 2016 at 3:26 PM, Indra Ardiansyah said:

Mau tanya nih..barangkali ada pngalaman  naik open bus sinh tourist dr hcmc ke hanoi yg bs hop on hop off di berbagai kota misal mui ne, hoi an, hue, hanoi. Itu waktu beli tiketnya harus milih tanggal hop on ya??jdi pas nunjukin tiket di pool bus di kota2 tsb bs naik busnya?

Ane agustus mau solo exploring hcmc hanoi dg darat..agak keder jg dengan julukan city of scam

Maaf yaaa baru balas skrg... uda jalan yaaaa.. di tiap kota harusnya ada perwakilan kantor nyaà mas

On Sunday, July 10, 2016 at 0:12 AM, Nightrain said:

@Yones deliyandra

salam kenal bro dan I must say, one of the best Vietnam FR i ever read dan sangat inspiratif buat jadi bekal next trip, keep up the good work dan ditunggu lanjutan2 cerita-nya

Hehehehhe salam kenal juga bro. Thank you so much bro.. 

On Monday, September 05, 2016 at 10:09 AM, ndah said:

iih jadi pengen kesono, bagus banget :senyum

Yuùk kesana kk.. :hiking

Share this post


Link to post
Share on other sites
On Wednesday, January 11, 2017 at 4:14 PM, susuhangatdingin said:

want to ask @Yones deliyandra itu dari kota dalat nya ke hanoi kan naik shuttle bus..itu ada di daerah mana kota dalat nya?apa ada penampakan bus nya?

Thx b4

Vietnam Airlines shuttle di Ngoc Phat Hotel, 40 Ho Tung Mau (sekitar 1 km dari central market) @susuhangatdingin

On Wednesday, January 11, 2017 at 5:19 PM, deffa said:

halo @Yones deliyandra apa kabar neh :D 

Haloo jugaaa kak @deffa hahaha baik kak hehehehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah bener nih info yg bermanfaat...buat referensi terbaru...  btw ga ke hoi an gan?

oya itu paket Halong bay nya $23 dimana belinya?? udah ditawar? :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, freaksthriller said:

wah bener nih info yg bermanfaat...buat referensi terbaru...  btw ga ke hoi an gan?

oya itu paket Halong bay nya $23 dimana belinya?? udah ditawar? :D

mungkin mas @Yones deliyandra bisa bantu :) 

freaksthriller likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • By denorra
      Halo jalan-jalaners! lama ajah ga sharing sharing dimari, hehehe
      Jadi 2 bulan lalu saya dapet beasiswa short course ke Belanda, eh kebetulan kok bisa dapet jadwal pembukaan keukenhof
      Saya sebenernya pernah maen ke tulip festival di melbourne. Tapiiiiiii, Tulip festival aslinya jauuuh lebih indaaaaaah. pasti temen2 yg pernah ke Keukenhof di Belanda paham, hihihi
      Sebagai avid admirer segala hal yang berhubungan sama kembang (yes I can take lotsa pics of them!), Pergi ke Keukenhof kek pergi ke surga *lebay ye
      Keukenhof adanya di kota kecil namanya Lisse, deket banget sama Leiden. Keukenhof buka kira kira 2 bulan, sekitaran maret dan april (cek website) pas musim semi
      Gimana cara kesana? Gampaaang! di Schipol ada counter khusus yang jual tiket sekaligus tiket busnya, 24,5 euro uda all in
      Keukenhof cantik abeeeeeeeeees...gamau pulaaaang:((. saya kasi foto2 aja langsung yaa












    • By elokelel

      Assalamualaikum semuanyaaa
      akhirnya memberanikan diri buat bikin FR jalan2 ke Seoul akhir April-Mei kemarin...selain berbagi pengalaman mudah-mudahan bisa sedikit membantu temen-temen yang nantinya pengen ke Korea Selatan dengan tanpa ikut Tour seperti saya ini...hihihi
      DAY 1 Jumat 29 Aprl 2016 : Hongdae
      Perjalanan dimulai,, saya start awal ke Korea Selatan sebenernya mampir ke Jepang dulu..waduhh klo inget ceritanya kenapa mesti ke Jepang dulu kaya membuka luka lama,,heheh tapi gapapa sih lumayan pengalaman yang ga terlupakan, saya dan temen-temen sebenernya rencana awal cuma pengen ke Korea Selatan aja, tiket udah di beli promo Air Asia PP, namun ditengah perjalanan Visa adik saya ditolak oleh Kedubes Korsel, jadilah saya dan adik harus putar otak gmana supaya Trip ini jadi dan bisa masuk Korsel, akhirnya setelah baca-baca beberapa Blog dan pengalaman orang2 memutuskan buat Visa Jepang dan masuk ke Korsel pake Visa Jepang, berhubung untuk pembuatan Visa Jepang harus punya tiket masuk dan keluar Jepang jadilah kita berdua (saya ikut ke Jepang karena ga mungkin ninggalin adik sendirian di Jepang) beli tiket KL-KANSAI-SEOUL dan mulai mengurus Visa Jepang. Alhamdulillah sesuai dengan pengalaman orang-orang juga ngurus Visa Jepang itu ga seribet ngurus Visa Korsel, malah petugas konsulat jepang di Bali sangat mambantu banget klo ada data yang kurang lengkap, kita diberi waktu untuk melengkapi terlebih dahulu.
      Jadi setelah Visa Jepang kita berdua di Approve ga lama kemudian selang 2 minggu ada perubahan kebijakan baru dari Korsel kalo mulai 1 Mei 2016 ga bisa lagi masuk ke Korsel pake Visa Jepang..langsung berderai air mata deh kita berdua,,,,hahahaha *lebay sedikit*
      setelah dihitung2 dan dipikir2 lagi akhirnya adik saya batal berangkat, karena pada waktu itu tiket bali dari Jepang juga udah mahal banget.,,,,mudah-mudahan dilain kesempatan adik saya bisa ke Korsel juga yaaaaa Amiiiiiiinnnnn
      Kansai-Seoul 
      Tanggal 29 April 2016 saya berangkat ke Seoul kewat Kansai International Airport naik Peach Airways...hikzzz rasanya ga mau ningglin Jepang secara cuma sebentar banget disana baru sempat Ke Osaka doank,,,sampai di Incheon kira-kira jam 14.00 waktu setempat, proses imigrasi kelar langsung cuzz naik Arex (Airport Ralrway Express) ke Uwa Guest House di daerah Hongdae, kenapa saya milih naik Arex daripada naik airport shuttle bus karena selain lebih murah (Arex 4000 won Bus 15.000 won) Arex juga berhenti di Statiun Subway Hongdae jadi ga perlu pindah kereta lagi...sampe di Hongdae kira2 jam 16.00 langsung check in dan mandi lanjut jalan2 seputaran Hongdae sampai malam (nyobain street food di Hongdae, makan kebab, window shopping) oia pas di tanggal saya dateng di Hongdae lagi ada Mapo Festival jadi banyak Performance2 di sepuratan Hongdae jadi lumayan tontonan gratis hehehehe...oia sedikit pengalaman ni karena saya solo traveler (temen2 masih di jeju) jadi pasti kemana-mana sendiri donk, dan waktu di Hongdae saya didatengin sama mbak-mbak korea gitu hehehe katanya anak kuliahan ngajak ngobrol ngalor ngidul, saya udah mulai ga enak perasaannya akhirnya mengakhiri pembicaraan takutnya itu penipuan soalnya menjurus ke diajak ke kosannya nyobain pake hanbok (pakaian tradisional korea) untungnya saya cepet nyadar dan langsung ngacirrrr...hehehe bukan bermaksud berprasangka buruk sih tapi karena jalan sendiri jadi lebih waspada aja
      berhubung hari itu saya capek banget habis flight belum sempet istirahat jadi langsung balik ke Guest House deh, lumayan yang tadinya ga bawa apa2 pulang2 bawa tentengan hahahahha..oia buat cewe2 yang suka belanja2 kosmetik kaya saya ini (hahahha) di Hongdae juga banyak toko2 kosmetik lo...dan setelah keluar masuk toko kosmetik di daerah Hongdae, Ihwa, dan Myengdong di Hongdae sama Ihwa paling banyak ngasi free sample, padahal belanjaannya paling cuma habis 4000 won donk... *hihihi
       
      oia kenapa saya milih nginep di Uwa Guest House soalnya review nya bagus, trus pas sampe sana memang sesuai bayangan banget, kamarnya enak walaupun dapet yang sekamar ber 6 tapi ga terlalu penuh, tempatnya lucu suasananya bagus, deket dari subway Hongdae (exit 2 atau 8) trs yang paling penting Stafnya baikkk banget, karena tau saya muslim jadi dia bantu saya nyari makanan halal di sekitaran guest house,,,,alhamdulillah. OIa saya bookingnya lewat Booking.com dan setelah booking dpt email konfirmasi lagi dari Uwa Guest Housenya plus petunjuk menuju Guest House dari Hongdae Station lengap disertai dengan gambar,,pokoknya ga bakal nyasar.

       
      Perkiraan Pengeluaran Hari ini : 
      Arex : 4150 won, Top Up T Money : 35.000 won, Guest House 2 malam 33.150 won, Makan Kebab 4.500 won, Belanja (lupa hehehe)
       
      DAY 2 Sabtu 30 April 2016 : YG Enetertainment, Ihwa Mural Village, Digital Media City, Haneul Park, Ehwa Women University
      hari ini dimulai dengan bangun kepagian...hehehe sebenernya bukan kepagian sih tapi kayanya emang di sini orang-orang baru mulai beraktivitas itu di atas jam 09.00 hahahaha saya yang jam 04.00 udah bangun jadi bingung sendiri mau ngapain, akhirnya siap-siap terus keluar Guest Housejam 07.00 menuju GS 25 nyari sarapan, jalanan masih sepiiiiiii banget. Berhubung masih jalan sendiri akhirnya memutuskan untuk nyari yang namanya Gedung YG Entertainment, oia sebelumnya maaf banget klo FR saya ini ga ngejelasin secara mendetail soal arah perjalanan soalnya di sana juga ngandelin Google Maps dan Apple Maps hehehe jadi begitu mau jalan baru nyari arah,,ga prepare sebelumnya, tapi alhamdulillah ga pake nyasar kok..jadi sambil sarapan sambil browsing arah menuju YG Entertainment, akhirnya nemu blog orang yang detail banget penjelasannya, jadi berbekal penjelasan dari blog itu berangkatlah saya menuju YG Entertainment 
      Hongdae-YG Entertainment (Subway Hongdae Station-Hapjeong Station cuma 1 stop) keluarnya  di exit berapa saya lupaaaa hahahaha..pokoknya sesuai ama petunjuk aja, (selama di sana saya pake aplikasi Subway Korea lengkap banget) terus jalan beberapa meter ngikutin petunjuk sampelah di Gedung YG Entertainment yang terkenal dikalangan penggemar Kpop itu hehehe...

      Foto-foto sebentar, karena jalan sendrian cuma ngandelin tongsis, eh ternyata lagi ada rame turis China di situ jadi ada yang bisa dimintain tolong fotoin deh hehehehe (foto-foto di upload belakangan yaaa)...karena masih sepi banget jadi di sana ga lama-lama juga, mau nungguin GD apa TOP keluar juga kayanya ga bakalan ada deh hahahah..akhirnya balik lagi menuju Ihwa Mural Village. 
      Ihwa Mural Village
      Seperti biasa saya sebelumnya udah nyari petunjuk arah ke Ihwa Mural Village dan nemu blog (thinkofseoul.blogspot.com) yang penjelasannya bagus banget, jadi dengan mengandalkan petunjuk jalan lagi berangkatlah saya ke Ihwa. Petunjuknya yang lengkap banget jadi memudahkan saya kemana-mana soalnya udah ada penjelasan naik subway turun station apa, trus ada petunjuk gambarnya juga,,hehehehe. Jadi sampe dengan selamat deh di Ihwa Mural Village, berhubung ini bukan destinasi mainstream kirain bakalan sepi dan bebas foto2 di Mural Village, eh ternyata lagi banyak anak sekolahan yang pada study tour (kayanya) jadi di sana rame banget,,,heheh spot-spot foto jadi antri...tapi emang Ihwa Mural Village ini soooooo cuteeeeeeee,salut deh sama penduduknya rumah mereka di gambarin segala macem,diwarnain, jadi keliatan lucu dan jadi tempat wisata sekarang, Ihwa Ini klo di Busan mirip Gamcheon Cultural Village kali ya...oia keluar dari subway station saya inget banget klo itu daerah kampus Seoul University of Medicine di daerah Daehakro,,gedungnya bagus deh arsitektur lama gitu,terus banyak teater juga disana, ada taman-taman yang nyaman banget...ahhh jadi kangen Seoul...di seputaran Ihwa Mural Village ini juga banyak cafe-cafe unik, tapi pada dasarnya Seoul ini isinya kayanya cafe semua...hehehe. Pokoknya klo ke Seoul wajib banget ini ya ke Ihwa  Mural Village.

      Karena jalan yang cukup menanjak dan cukup bikin kaki pegel-pegel jadi mesti siap-siap pake sepatu yang nyaman yaa..Puas di Ihwa Mural Village, lanjut ke tujuan berikutnya tadinya mau langsung ke Haneul Park, Dari Ihwa maik Subway harusnya turun di World Cup Stadium, tapi di perjalanan, malah bablas ke Digital Media City hehehehe,
      Digital Media City
      DMC ini sebenernya daerah perkantoran gitu, bukan tujuan wisata juga, cuma saya penasaran banget karena di sana ada Gedung CJ E&M, SBS, MBC, TVN..hahahah semuanya Gedung Stasiun TV, soalnya saya kan hobby banget noton Drama Korea, Variety Shownya juga jadi kali-kali aja ke sana lagi ada syuting apa gitu kek,hehehe soalnya Running Man kan sering syuting di Gedung SBS, yah walaupun ga liat syutingnya paling ngga ngerasain feelnya ehehehehe..nah kalo ke DMC ini karena tujuan dadakan banget saya ga sempet brwosing dan murni ngikutin petunjuk arah yang ada aja,,di Seoul soalnya cukup lengkap kok petunjuknya...dan alhamdulilah ga pake nyasar. Karena gedung perkantoran dan pas kesana pas jam makan siang jadi rame banget pegawai2 yang pada makan siang,,,hehehe ada yang bawa bekel trus makan di taman di deket gedung (aduhh saya jatuh cinta sama taman2 disini) ada yang makan di resto seputaran gedung...hehehe dan sinyal makan saya pun beraksi, tp ga makan di restoran sih karena cuma sendiri jadi ngandelin GS 25 atau 7 11 aja,,
      Oia disini saya ngerasain banget klo jalan pasti diliatin orang,,,ahhahahaha klo di Hongdae dan Ihwa mungkin orang-orang udah biasa kali ya liat traveler, nah di DMC yang bukan tujuan wisata pastinya mereka bingung ni.,,,,siapaaaa yaa cewe berkerudung biru jalan-jalan sendirian hahahahha...tapi udh biasa lah diliatin, disini jilbab yang saya pake sering banget jadi pertanyaan..ga di subway, ga dimana-mana klo diajak ngobrol orang sini yang bisa pake bahasa Inggris pasti deh nanyanya jilbab :)

      Baiklahh setelah puas keliling DMC...lanjut perjalanan ke Haneul Park (naik Subway dari DMC ke World Cup Stadium station cuma 1 stop kayanya)
      Haneul Park
      Perjalanan kali ini lagi-lagi terinspirasi acara variety show korea 1 night 2 days...mereka pernah ke Haneul Park ini dan pemandangannya luar biasaaaa...tamannya klo musim-musim tertentu gitu kaya padang ilalang,,,jadi kita kaya jalan menyusuri ilalang2..bagus buat foto-foto..makanya saya saranin klo ke sini jangan sendirian kaya saya...hahaha ga ada yang motoin cuuyyyyyy...hahaha ini juga tempat wisata anti mainstream yang wajib dikunjungi kalo ke Seoul ya...udah banyak reviewnya di blog-blog kok jadi ga susah juga menuju ke sananya...Keluar dari World Cup Stadium station kamu tinggal ikutin petunjuk ke arah rangkaian taman World Cup Stadium...ini sumpah deh luassss banget tamannyaaaaa...bisa-bisa kita nyasar kalo ga liat petunjuk terlebih dahulu,,,saya juga ngandelin petunjuk dari blog yaaa..biar ga bingung karena di sini banyak banget taman-tamannya... kalo masih bingung juga letak Haneul Park dimana kalian bisa langsung liat bukit yang di atasnya ada kincir anginnya...nah disitulah letak Haneul Park,,,jangan keder dulu ya liatnya..tempatnya emang tinggi...dan menuju ke sana ada 300 anak tangga yang harus dilewatin,,hahaha saya ga mau kalah sama ajumma ajumma korea yang meskipun udah tua tapi masih semangat banget hiking ke atas.Untuk yang ga mau capek-capek naik tangga ada bis juga kok menuju ke Haneul Park 2000 won sekali jalan sebenernya bukan bus juga sih..mobilnya kaya mobil golf tapi lebih gede, belinya di mesin tiket otomatis. Jadi setelah melewati 300 lebih anak tangga akhirnya saya sampai juga ke Haneul Park..sampe di atas pemandangannya bagus banget bisa liat Seoul dan Han River dari atas,,,anginnya lumayan kenceng. Berhubung hari udah lumayan sore...jadi saya memutuskan untuk ga lama2 di Haneul Park, dan emang waktu itu kaki udah pegel banget karena salah pake sepatu T_T

      Ehwa Women University
      Setelah dari Haneul park,,balik lagi ke Hostel buat mandi dan siap-siap buat perjalanan berikutnya. Berhubung ini malem minggu pasti daerah Hongdae penuh sesak sama anak2 muda yang mau hang out,,,heheheh, karena ga mau terlalu rame akhirnya saya malah milih jalan2 di seputaran Ehwa Women University aja sekalian, dari stasiun Hongdae ke Stasiun Ehwa uni juga cuma 1 stop aja....di Ehwa ini banyak juga toko2 kosmetik dan baju2 lucu pokoknya surga buat yg hobby belanja 
      Capek jalan2 di Ehwa keluar masuk toko kosmetik heheheh akhirnya pulang dengan membawa sakit lutut yang luar biasa akhirnya mampir ke apotek beli salep pain killer,,,hihihihi Sampe Guest House packing-packing karena besok udah pindah lagi ke daerah Euljiro, ketemu sama temen2 yang dari Busan (akhirnyaaaa besok ga jalan2 sendirian lagi) :)

       
      DAY 3 Minggu, 1 Mei 2016  : EVERLAND THEME PARK
      Bangun pagi-pagi banget karena semangat mau ketemu temen2 yang dari Busan...hehehehe...Waktu check out dari Uwa Guest House ternyata dibawah masih sepi banget...jadinya cuma ninggalin kunci aja di resepsionis,,,,ahhh ga bisa pamitan sama yang lainnya....mudah2an ada kesempatan mampir ke sini lagi...
      Jalan ke subwaystation sambil bawa belanjaan yang berat repot juga yaaakkk hahaha...untungnya jalannya ga terlalu jauh...sampai di Hongdae Station ternyata masih sepi banget juga jadi ga rebutan masuk subwaynya alhamdulillah....ga lama turun di Euljiro 3 udah dijemput sama temen yang sudah sampe Seoul subuh tadi dari Busan naik Mugunghwa....ahhhh senangnya jalan-jalan sendiriannya udah selesai...
      Langsung menuju Gedung Apartemen di daerah Euljiro yang udah kita sewa di airbnb.com ini pertama kalinya nyobain airbnb,,,dan alhamdulillah sesuai dengan perkiraan, gedung apartemennya emang tergolong agak tua, tapi di dalem nyaman banget, semua kebutuhan ada komplit,,kasurnya nyaman, TV gede banget, mesin cuci, microwave dll. Jadi klo mau masak makanan sendiri bisa banget...
      Setelah haha hihiii sebentar sama temen2 kita memutuskan untuk segera menuju Everland karena letak Everland yang lumayan jauh (kira2 1 jam). Kita ke Everland pake subway aja dong...hehehehe ada pilihan transportasi lainnya juga menuju Everland, kaya shuttle bus atau taksi, tapi demi menghemat biaya kita milih pake subway aja, walaupun harus turun naik beberapa stasiun....Sampai di daerah Yong in kita ganti kereta menuju Everland, klo ini keretanya lumayan kecil yah mirip2 kereta dari Vivo Citu ke Sentosa Island lah,,isinya orang-orang yang mau liburan ke Everland semua ni kayanya...hehehhe
      Akhirnya sampai juga di Everland...asiikkkkk...kita sebelumnya udah beli ticket everland di trazy.com lumayan banget dapet potongan diskon dari harga normal....masuk kawasan everland langsung ambil peta dan siap2 berpetualangan naik wahana-wahana....saya jelas langsung menuju T-Express (Roller Coaster Kayu) yang antriannya 2 jam sendiri,,,karena temen-temen ga ada yang berani akhirnya antri sendirian...hahahahha...tapi pokoknya jangan sampai ngelewatin T-Express ini lah yaaa kalo udah sampe Everland....3 menit yang bikin jantung copot dan suara habis...
      Kawasan Everland ini luas banget pemirsa...jadi ada kaya kereta gantung sendiri yang menghubungkan kawasan 1 dan kawasan lainnya,,,kalo jalan kaki bisa bikin gempor, berhubung ini hari Minggu jadi everland lagi rame banget kita ga sempet naik wahana-wahana semuanya,,yang penting saya udah cukup puas naik T-Express, sisanya kita foto-foyto di kebun bunganya,,,,oia di dalem Everland ini ada Line Store juga lhooo..bisa foto bareng Brown dan Cony :)
      Semakin sore udara di Yong in makin ga bersahabat, dingiiiinnnn banget, jadi kita memutuskan untuk ngeskip parade karena bakalan malem banget sampe Seoulnya sementara kita ngejar subway terakhir...jadi kita balik lagi ke Seoul sekitar jam 7an.... disepanjang jalan menuju seoul semuanya sukses ketiduran di subway hehehehehe

       
      DAY 4 Senin, 2 Mei 2016 : Gwanghwamun Square, Bukchon Hanok Village, Dongdaemun 
       
    • By Ahook_
      Tanggal 13 Mei 2017.

      Dari Lhasa berpindah ke Chengdu lewat jalur darat dengan menumpang kereta api yang menempuh 44 jam perjalanan. Bisa baca disini.

      Kemaren itu, aku juga sempat galau, ingin lebih cepat sampai di Chengdu dengan memakai pesawat terbang agar bisa nyambung ke Jiu Zhai Guo. Setelah pikir, kalau mau mencoba jalur kereta api Lhasa ke Chengdu di lain kesempatan, tentu akan sangat sulit lagi. Karena, bagiku, trip ke Tibet, cukup sekali dalam seumur hidup deh. Karena itu, aku baru beli tiket kereta api Lhasa – Chengdu 1 minggu sebelum berangkat dari Jakarta.

      Aku menghabiskan 2 malam 3 hari di Chengdu dari sisa perjalanan yang aku mulai dari Bali ke Nepal kemudian Tibet. Entahlah, entah cukup atau tidak 3 hari itu. Yang jelas, aku maksimalkan 3 hari itu di Chengdu, notabene adalah ibukota dari provinsi Si Chuan. Sebenarnya ya, kota Chengdu itu diluar dari ekpektasi aku, diluar dari dugaanku. Yang menurutku sih hanya sebuah kota kecil saja, ternyata, yang ada malah lebih dari sebuah kota modern.

      2 malam di Chengdu, aku nginap di Mrs. Panda Hostel, yang terletak di Lin Jiang Middle Road. Aku pesan via agoda.com seperti biasanya, dan baru aku pesan dihari terakhir aku di Lhasa, Tibet. Keputusan untuk nginap disini boleh dikatakan sangat tepat. Letaknya yang strategis, dekat banget dengan stasiun bus Xin Nan Men dan Metro Line Xin Nan Men. Jalan kaki sekitar 5 sampai 10 menitan. Tetanggaan doang.

      Kalau mau ke Jinli Street atau ke Wu Hou temple, bus stop 182 juga dekat kok. Tidak perlu pindah bus, langsung sampai ditujuan. Paling penting adalah ketika harus ke airport, tinggal jalan kaki saja, sekitar 20 menitan lah. Kamu bisa dapatkan petunjuk arah ini di mading hostel.

      Aku bayar Rp 338.231,- untuk 2 malam di Mrs. Panda Hostel, private room dengan kamar mandi diluar. Tidak ada sarapan pagi, ada AC, Wifi yang kadang lancar, kadang lemot, padahal mereka ada beberapa ID. Ada air minum gratis. Staffnya, erhm… cewe- cewe kece sih, kebanyakan sih ramah, kecuali ada 1, ntah bosnya atau managernya, bukan tidak ramah, tapi agak jutek kelihatannya. Bisa Bahasa Inggris. Hostel ini, banyak bule dan orang Jepang. Beberapa turis lokal dari kota lain juga ada. Tempatnya sih adem,  nyaman dan bersih. Okey-lah. Tempat nongkrongnya juga ada, santai banget. Seperti biasa, setelah check out, kamu boleh titip tas kamu. 

      Aku kalau ada kesempatan ke Chengdu, aku akan balik nginap disini saja. Mau kemana – mana gampang dan dekat, termasuk ke shopping center, pusat keramaian di Chengdu. Jalan kaki sekitar 20 menit atau kamu bisa naik Metro Line, 1 kali stop saja.
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia---
       
       
    • By Gulali56
      Libur Waisak 2017 lalu, saya dan kakak saya ke Seoul. Terus terang trip kali ini saya kurang semangat, karena awal 2017, saya didiagnosa penyakit kronis yang cukup menghabiskan uang tabungan saya dan harus control ke RS tiap 2minggu sekali  Akan tetapi berhubung tiket dan hotel sudah dibayar di 2016, jadilah saya tetap pergi berlibur.
      Utk trip kali ini, saya sama sekali gak ambisius. Tiap hari baru keluar hotel jam 10pagi,semua alarm dimatikan agar istirahat cukup setiap harinya untuk menghindari  tambah sakit. Itinerary pun merupakan itinerary 3tahun yang lalu yg tidak saya cek/update lagi, karena saya lbh fokus cari data resto yg worth it saya makan dengan pantangan makan saya yg seabrek.
      Day 1:Kamis, 11 Mei 2017
      Jam 8.30 pagi saya tiba di bandara Incheon menggunakan pesawat Garuda hasil promo Garuda Travel fair Oktober 2016. First impression saya adalah airport nya nothing special malah mirip Soetta terminal 3 yg baru,.Yg pasti cuaca ternyata masih dingin menggigit dan saya dan kakak saya underdress alias cuma bawa cardigan tipis dan scarf seadanya.
      Stlh kelar imigrasi yang cukup panjang dan mengambil bagasi, kami segera mencari minimarket utk membeli T-money dan top up. Hrg kartu 6,000 won dan berdasarkan itungan kasar top up 30,000 won cukup utk seminggu.

      Kami menginap di area Hongdae yang terhubung dengan Airport Express (AREX) +/- 56menit dengan biaya 4,150 won.
      Review hotel di disini 
      Kelar proses check in dan serah terima egg (sebutan mobile wifi disana) kami istirahat dan mandi2 dulu baru sore nya keluar hotel dan mulai meng-explore Hongdae.
      Berhubung google maps tdk akurat di Korea (krn org Korea menggunakan Naver), jadi walopun py internet, kami mengandalkan peta kertas hasil ngembat di airport dan hotel.
      Area Hongdae yang paling rame, terletak di sekitar exit 9, berhubung gak yakin kalo lewat station harus tap kartu/tdk (Note :stlh hari ke-2 baru confirm antar exit/entrance dlm station tdk perlu masuk platform berbyr) jadi kami menyusuri jalan besar dari exit 3. Untung sukses gak pakai nyasar. Malah ketemu Kakao store dan museumnya. Berhubung saya familiarnya chatting platform kyk Whatsapp dan Line, terus terang gak paham karakter2nya, tapi store nya cukup lucu utk ajang foto2.

      Ketemu Daiso store yang terletak dijalan di balik Kakao store. Daiso di Korea ini mnrt kabarnya putus afiliasi dengan Daiso jepang, shg bukan toko 1 harga. Harga termurah 1,000 won. Saya nemu topi seharga 3,000 won disini. Dari segi koleksi , masih seruan Daiso jpn, plus lbh murah di Jepang yg cuma 100 yen semua brg. Oiya di Korea, jarang dikasi plastik kantongan, unlike di Jepang yg super royal, jadi siap2 aja ribet kalo belanja kebanyakan kyk saya. Mo beli kantongan , entah ngomong nya apa.
      Dpn exit 9 ada tukang2 jualan tteokbokki ,gimbap, dan odeng seharga 2500 won/pcs nya. Rata2 org sana ngemilnya di tmpt jualannya skalian mencari kehangatan dari kompor dan tempat rebus2annya. Kita cobain tteokbokki  1porsi dan dikasi minuman panas di gelas kecil. Entah apaan, rasanya kyk kaldu/kuah daging mungkin kuah dari rebus2an ya. Lumayan utk netral-in pedesnya tteokbokki.

      Berhubung tujuan awalnya mo dinner di dakgalbi di Yoogane, kita jalan lagi muter2 gak ketemu2. Akhirnya cari tourist information yg dkt exit 9, ternyata Yoogane persis diblkg gedung tourist information. Yg which is memang dari awal kita udh ngira resto nya dijalan itu, tp mata kurang awas diantara semua papan nama bertulisan korea.
      Di area depan  Yoogane  ini ternyata area yg digunakan utk street performance di Hongdae. Ada yg nyanyi solo dan ada group dancer, dengan jarak satu sama lain cuma 3meteran shg suara musik saling bercampur baur. Dan penonton terbagi2. Yg paling rame tentunya penonton group dancer, byk groupie yg masih berseragam sekolah teriak2 bikin org tambah penasaran. Jujur sih kalo diliat baik2 gak cakep2 cuman nge dance nya semangat dan kompak ala2 group2 K-pop di tv.. seru liat animo-nya.

      Yoogane (요가네) Dakgalbi, 163-11 Donggyo-dong, Mapo-gu, Seoul
      Hongik MRT Exit 9: lgsg belok kiri dari pintu exit, lurus, sampai ketemu toko H&M di sblh kiri, lalu belok kiri lagi. Restonya sktr 10meteran dari belokan. Kalo mata udh siwer, cari tourist information di dkt belokan H&M aja..
      Dakgalbi adlh daging ayam yg dimasak dengan bumbu  kimchi rasa pedas manis. Hrg seporsinya  8,000 won dan wajib beli porsi sendiri2 dgn alasan porsinya gak cukup buat berdua. cmiiw di Korae itu rata2 hrs pesen minimal 2 porsi semeja, jadi beruntunglah yg pergi ber-3.

      Kita pesen 2 porsi dakgalbi (8,000won x 2) dgn topping mozzarella cheese (2,500won) dan nasi 1 (1,000won). Meja penuh dengan free banchan, yaitu side dish nya Korea yg isinya kimchi berbagai rasa, dan botol air dingin 2lt. Serba gede yak. Sempet kesel krn berasa byk bgt. Tp ternyata abis juga.Hahaa…
      Selesai makan ternyata di luar masih rame street performance tadi, malah ketambahan ada yg jualan juga. Besok org2 ini gak pada sekolah/kerja ya? Heran. Mana makin malem, anginnya makin dingin.
      Krn sudah hampir jam 10 mlm, kami segera balik ke hotel utk istirahat.
      Day 2:Jumat, 12 Mei 2017
      Hari ini kami ke istana Gyeongbokgung. Keluar hotel baru jam 10pagi stlh sarapan dulu sekedarnya dikasi hotel yaitu muffin coklat, potongan apel, dan irisan jeruk. Somehow sih selama menginap disana cukup2 aja yg dikasi dari hotel utk tamu2nya. Mungkin kebetulan dpt tamu2 yg makan sekedarnya gak ada tamu2 maruk tebel muka.
      Dari platform Gyeongbokgung Stn, menuju istananya melalui underground yg nyambung berkepanjangan sampai keluar di exit 5. Agak semi cepet2 krn kami ngejar free tour berbhs inggris di jam 11.

      Ternyata hari ini adlh hari field trip di Seoul alias istananya penuh nuh sama anak2 sekolahan ber group2. Sisi baiknya dpt diskon 500 won dari hrg nomal tiket 3000 won. Dan serunya bisa foto2 sama anak2 ini yg pada niat2 pakai hanbok (baju tradisional korea).
      Agak susah konsen mendengarkan celotehan tour guide, krn kakak saya rempong minta di foto sama rombongan anak2 ber hanbok ini yg kyk nya tiap kesempatan hrs bergaya berlatar blkg mrk.
      Kelar tour dan kelar foto, kita segera kembali ke stasiun Gyeongbokgung utk mencari exit 2. Menuju restoran tradisional korea berupa samgeytang alias ayam ginseng. Dari exit 2 cukup lurus ikutin arah exit sambil liatin nama gang di sblh kiri. Yg cukup melegakan di Seoul ini masih mencantumkan tulisan latin nya jadi gak tll susah nyarinya.
      Stlh antri sktr 15menitan, kami berhasil mendapat seat. Restonya ternyata cukup luas, tp kalau dari luar tdk keliatan.

      Kami pesen 1 porsi samgeytang ( 15,000won) dan pajeon (15,000 won). Pajeon itu dadar telur ala Korea dgn topping seafood. Ayam ginseng nya sendiri mirip2 ayam rebusan buatan saya..wkwkwk.. krn saya dirmh ngurangin garam dan anti msg. Dgn kata lain hambar. Utk menambah rasa memang hrs racik sendiri dgn blackpepper dan garam yg disediain.  Overall sih.. ini makanan 2 biji mehong bgt… wkwkwk,mending gw ndiri yg masak.
      Yah namanya jg cari pengalaman ya.Berhubung resto ini laku bgt, rata2 org makan disini jg gak berlama2, vini vidi vici, abis makan lgsg ambil nomer meja, lalu ke kasir utk bayar.
      Gyeongbokgung Palace ~ 09:00-16:30.Tuesday closed.
      English tour: 11:00, 13:30, 15:30. Tour starts in front of Gyeongbokgung Information Center inside the Heungnyemun Gate. Tour duration: 1.5hr. No need to register first.
      Station:  of Gyeongbokgung Station (Subway Line 3) exit 5.
      Lunch at : Tosokchon Samgeytang (土俗村人參雞湯).
      Open:10:00am to 22:00pm. Address:  Jahamun-ro 5-gil, Jongno-gu, Seoul
      Station:  of Gyeongbokgung Station (Subway Line 3) exit 2. Lurus terus (170m) sampai belokan kiri gang ro 5-gil.
      Kelar makan siang, kami ke N Seoul Tower, maksud hati mo naik cable car tp ngelindur salah baca malah salah turun station yg menuju Namsan Park nya dan dengan sotoy nya jalan terus ditamannya sampai akhirnya nyerah dan balik lagi ke stasiun awal utk cari halte shuttle bus ke N seoul tower. Berhasil dpt Namsan Tour bus no.2 dari depan Chungmoro Stn entah exit brp krn kebalik2 semua bacanya.

      Krn lama nyasar dan akhirnya kelar foto2 di N seoul ,sudah hampir jam 7mlm. Pdhal rencana hari ini mo muter2 Myeongdong beli titipan kosmetik org2 yg seabrek2 .
      Dari Namsan tower kami naik bus Namsam tour no.05 dan turun di halte Myeongdong. Berhubung dikejar wkt tutup toko, kita skip dinner tp ngemil doank. Seriusan.. saya gak ngerti knp org mau2an aja terima titipan seabrek2 tanpa mark up hrg cuma ambil persenan tax free nya doank (ngomong ke diri sendiri) ya capek, ya berat ,ya ngabisin wkt yg bisa digunakan utk kuliner yg terkenal di Myeongdong ini.
      Kelar belanja pesanan udh jam 10mlm sudah mulai tutup2, saking udh capeknya, maksud hati mo ambil resto halal makanan middle east, tp salah lantai krn kebawa mba2 yg narikin tamu di gedung yg sama tp beda lantai ke Chinese restaurant. Sisi baiknya makanannya enak buat org yg telat makan kyk kita.

      Kami pesen bulgogi di hotplate. Harga 8000 won. Enak panas2 diudara dingin. Sorry foto blur krn uap panas dari hotplate nya dan keburu laper buat ngecek foto 

      Day 3: Sabtu, 13 Mei 2017
      Kali ini kami ke Suwon, luar kota Seoul. Berhubung berangkat dari Seoul udh kesiangan krn pake acara keabisan paket data dari wifi egg , jadinya mengandalkan (fakir)  free wifi di Korea yg bertebaran di stasion dan tourist information.
      Krn kepala udh pusing, instead ke objek wisata yg terkenal di Suwon yaitu fotress nya, malah ke Korean folk village nan gak jelas krn tertarik shuttle bus yg gratisan depan stasiun Suwon.

      Korean Folk Village ini asli gak jelas, tp buat penggemar K-drama yg historical, ini suka dipakai syuting film. K-drama terbaru yg saya inget ada syuting disini adalah Hwarang : The poet warrior Youth.  Tp berhubung saya itu gak ngefans2 amat,habisan tokoh utamanya mirip mantan (halah jadi curcol) jadinya gak excited2 juga.
      Tiket masuknya mayan mahal 15,000 won. Tp kelebihan folk village di sini ketimbang di Seoul, memang natural menyatu dgn alam gak ada gedung modern sama sekali. Sayangnya menjelang sore ujan deres,padahal model jalannya tanah2 , jadi akhirnya lari2 kembali ke tempat shuttle bus nunggu last bus ke Suwon Station.
      Dari Suwon kami ke Lotte world Tower krn kakak saya harus bgt beli sesuatu di Hard Rock Café Seoul.

       
      Di Lotte World Tower ada bangunan tertinggi di Seoul dan baru dibuka observation deck nya April bulan lalu. Berhubung tiket masuknya muahal bgt yaitu 27,000 won, jd cukup foto2 dari luar aja.
      Pas cari makan ,mendadak dia nyadar kalo makan mahal2 mulu 2hari kmrn, dan maksa mo murah tapi halal. Ya wasalam cuma stuck ngemil2 gimbap dan roti.

      Oiya disini ada Ghibli store juga kyk di Jpn, dan ada bus kucing dari film Totoro. Sayang mahal2 merchandise nya. Di jpn aja mahal bgt apalagi di Korea . Gak kebayang hrg merchandise nanti exhibition Ghibli di Jakarta. Entah brp kali lipat nya.
      Akhirnya balik ke Hongdae area dan tetep kekeuh mo muter2 cari resto halal nan murah. Berhubung saya udh mo collapse akhirnya maksa makan kebab yg jualan tdk  jauh dari exit 9. Krn sudah jam 10mlm ,tinggal daging ayam. Tp setidaknya bisa makan.

      Sblhnya ada jualan churros yg saya beli juga. Krn kalo capek kesel lapar, harus byk makan.
      Day 4: Minggu,14 Mei 2017
      Hari minggu ini kami ke Insadong krn stlh itu berencana mo ke istana Changdeokgung & Secret Garden Huwon yg dkt Insadong.
      Keluar dari exit 6 Anguk station, tinggal lurus saja sudah keliatan tourist information dan jalan yg mengingatkan saya kyk jalan di pasar baru Jakarta.
      Sblm belanja2 kami memutuskan foto2 di sebrang jalan yg kebetulan ada dinding batu yg mirip lokasi syuting K-drama Goblin. Wkwkwk . Sbnrnya mo lanjut ke lokasi syuting Goblin yg terletak di universitas perempuan dkt situ tp baca2 gara2 fans Goblin yg makin rusuh foto2 di area skolahan, akhirnya ditutup utk umum. Ah sayang sekali.

      Beli oleh2 sebnrnya diInsadong agak mahalan, tp sempetnya kesini ya suds dijalanin aja. Dan krn beli banyak, kakak saya susah beli dikit, dpt diskon nya lumayan juga.

      Di Insadong ini kami nyobain bubur korea  yg porsinya gede bgt. Plus beli bibimbap. Sekalian istirahat sblm memulai jalan kaki ke Changdeokgung. Dari exit Anguk tadi tinggal jalan menuju arah kebalikan dari Insadong. Sepanjang jalan sesekali byk org2 yg rental hanbok yg menuju arah istana jg. Liat2 sih memang semakin jauh dari istana, hrg sewanya lbh murah.
      Krn temen saya nyaranin ke secret garden, jadi saya ambil tiket terusan istana dan secret garden seharga 8,000 won.
      Masuk ke Huwon secret garden ini ada tour guide nya. Masuknya harus sesuai jam.. Tp basically tiap 30menit skali ada , cuman hrs liat yg tour English nya kpn. Kebetulan saya beli kedptn tur bhs Korea, berhubung dtgnya 15menit sblm tur dimulai, kita mikirnya lsg masuk aja toh gak bakal ngerti juga ,yg jaga juga gak bs bhs inggris jadi gak komen apa2 liat kita nyelonong stlh cek tiket, eh malah ketemu tur jam sblmnya yg bhs inggris.

      Well… ternyata kalo denger saran org tuh hrs specific. Harus tanya balik, kapan dia kesananya. Terus terang sih taman ini lbh mirip hutan kecil. Dan krn musim spring borderline summer, warna dedaunan nya standar ijo aja gak variatif. Sedangkan temen saya yg nyaranin itu dtgnya pas Autumn yg daunnya warna warni. So be prepared. Unless pas Autumn, mending skip aja. Wkwkw.. Plus jalan nya naik turun dan cukup luas (namanya jg hutan ).
      Krn blm sore2 amat, jadi kami pergi ke Gangnam.Kembali mengikuti saran temen, krn ga ada ide apa yg diliat di Gangnam, jadi minta yg beneran iconic. Jadilah kami ke K-star road utk melihat beruang2 Gangnamdol. Sbg bukan penggemar K-pop ini sbnrnya gak penting, tp setidaknya beruang2nya lucu.  Yg saya agak familiar sih cuma EXO dan CNBLUE yg kebetulan temen saya yg tadi nyaranin itu, hobinya nge post di socmed nya tt group ini. Pernah sekali 2kali denger di tv lagu2nya. Kalo nama2 nya jgn harap. Area ini disebut luxury road of Cheongdam, memang beda sih, dari keluar platform Station Apgujeong Rodeo Stn, sudah spt mall, rapih dan berkesan mewah. Dimana2 eskalator. Unlike stasiun2 standar lainnya. Area K-star road ini memang full deretan butik2 mewah kelas LV, dll .Tiap brand, py gedung sendiri2 walaupun cuman 2-3lantai.

      Kami berhasil berfoto dgn semua beruang yg kalo diitung sepanjang 1.5km. Krn kaki udh mo patah kebanyakan jln dari pagi, akhirnya balik ke stasiun naik bis. Bis di korea itu jauh/dkt 1,200won untungnya kalo disambung naik kereta (dlm jeda wkt 30menit) T-money hanya mengurangi 50won , krn start harga tiket kereta 1,250won. Walau setiap nama halte jarang ada tulisan latin, setidaknya di peta bus, dikasi tau halte mana saja yg ber-akses stasiun.
      Saya dan kakak saya ini adalah org2 yg suka belanja ke supermarket lokal, biasa kita cari snack local dgn harga yg relative lbh murah drpd beli snack di minimarket 24jam. Berdasarkan info org hotel kami, supermarket murah terdekat dari Hongdae adlh HomePlus yg terletak satu station dari Hongik University station. Yaitu Hapjeong. Berhubung staf hotel nya lupa exit berapa terpaksa kami cari2 sendiri sedptnya exit, untungnya dia sempet kasi tau nama gedungnya krn kami sampai sana sudah hampir jam 9mlm. Ternyata later on dari station Hapjeong ada akses lsg yaitu exit 10. Sedihnya hari itu entah knp supermarketnya tutup , tanya spg kosmetik (krn skalian mampir ke toko yg ada) dia nya susah nerangin knp jam 9 supermarketnya tutup. Dibilang hari libur ya masa supermarket hari minggu tutup. Aneh bgt. Msh misteri. Anyway akhirnya kita pulang ke Hongdae, cari makan mlm.
      Berhubung byk area blm ter eksplore, jadinya asal aja jalan2. Nemu resto ini gambarnya biri2.. semestinya tdk mengandung babi.

      Krn tll nyelimpit2 lokasinya. Resto ini waiternya gak faham inggris. Hahaha keluar deh buku “touch it” yg dibagiin di station2. Intinya cuma nanya ini sapi apa babi, sambil nunjuk gambar sapi dan babi. Ternyata kambing.hahahaha… ya iyalah logonya aja biri2.
      Mo minta nasi ga ada gambar nasi. Untungnya rice masih ngerti. Tetep aja ujug2 hasil orderan, lbh2 pesen, krn gak ngerti cancel nya..
      Intinya kita makan sate kambing yg 2x lipat harga sate pak Jono Pejompongan dengan model pembakaran dimeja masing2. Uniknya rak2 utk bakar satenya bergerak terus shg sate2 dibolak balik scr otomatis dgn rak itu. Pengalaman pengalaman..
      Day 5: Senin,15 Mei 2017
      Hari ini ke Nami island, kunjungan wajib first timer org ke Seoul. Berhubung males searching cara beli tiket intercity train, jadi naik kereta biasa yg perjalannya hampir 2jam. Brgkt dari hotel baru jam 8pagi. Tiba di Gapyeong station,org2 pada antri shuttle bus , berhubung gak minat ke lokasi lain kecuali ke Nami. jadinya kita lgsg naik taxi yg jejer2 dpn station. Cukup bilang Nami. Lgsg diantar dan tarif argo nya cuma 3800won.

      Nami ini kata org2 bagusnya pas autumn dan winter, jadi kalo spring deket2 summer gini ya so so aja. Kata kakak saya mirip tebing Keraton di Bandung. Hahahah ngenyek bgt. Pdhal justru dia yg nonton film Winter Sonata dan nge fans bgt, saya sih blank.  

      Tadi awalnya pas liat petanya bakal mikir capek bgt keliling pulau ini sampai rencana mo naik unicef train yg muter2 di area pulau. Etaunya 2,5jam kelar. Udh pake acara duduk ngaso segala. Rencana mo makan siang disini batal , krn males pasti mahal, kita langsung balik . Taxi balik ke station pas 4000 won dan taxinya banyak mangkal di dpn gate masuk parkiran dermaga.
      Kali ini kami naik Intercity train (ITX) , beli tiketnya di mesin dgn satpam cuma nunjuk2 doank. Suwe nya, kakak saya krn grogian, malah masukin pecahan 50,000 won pdhal harga tiket  ber 2 cuma 10,000 an. Akhirnya ketilep deh di mesin.Hahah pdhal jam brgktnya mepet. Panik2 manggil information centre. In between lost in translation, berhasil jg duitnya dikeluarin stlh mesinnya dibuka. Dan kereta tiba 3menit kemudian.

      ITX ini enak. Hemat wkt 40menitan dari kereta biasa dan bisa tidur krn udh jelas jam berhentinya distation2 tertentu saja dan jamnya tepat.
      ITX ini turun di stasiun Yongsan di Seoul. Berhubung bingung kalo model tiket kertas gini gmn caranya mo nyambung ke kereta biasa,akhirnya pusing keluar gate tiket aja skalian. Maksud hati keluar station biar skalian bisa pake T-money lagi. Liat station Yongsan station besar, iseng nanya information centre apa ada supermarket besar disini. Ternyata ada. Horeee…
      Emart ini rada rada bingungin krn 2 lantai. Lbh bingung lagi dgn system trolley nya krn kekunci dgn trolley2 lainnya . Pk google translate gak mudeng juga. Untung dibantu sama ajumma customer yg kesian liat kita, dan kasi kita duit logam 100won utk ngelepas rantai trolley.. Ooo….

      Disini kita agak kalap liat makanan ready to eat yg murah2 jadinya lupa ke lantai satunya lagi. Pdhal saya rencana mo beli panci Happycall segala.Hahaha..
      Nasi instant disini harganya 680 won per bowl.Tinggal dimasukin ke microwave 2-3menit. Gagal translate lagi. Makan ready to meat nya dari yakitori maupun potongan ayam2 goreng berbagai rasa.Beli cookies2 lucu2 walo agak mahal dan ngabisin tempat di koper, yg penting lucu2. Intinya puas abis belanja di supermarket. Ini yg membuat saya selalu memasukan jadwal ke supermarket lokal di setiap Negara yg dikunjungin.hihihi..
      Susahnya di supermarket ini gak ada kantong plastic sama sekali tp dikasi kardus2 urus sendiri. Salah 1 yg wajib di beli tentunya banana milk yg lbh murah 50won ketimbang di minimarket.

      Pulang ke hotel utk memakan hasil belanjaan di supermarket, baru deh keliling terakhir di area Hongdae. Ketemu hongik university dan area food stall yg ramean, sayangnya gak buka tiap hari keliatannya night market di dkt sekolahan ini.

      Kelar juga deh jalan2 di Seoul di trip ini 
      Besok pagi sudah balik ke Indonesia.
       
       
    • By Ahook_
      Tanggal 4 Mei 2017.
      Aku sengaja naik kereta api ke Chengdu dari Lhasa. Perjalanan yang ditempuh sekitar 46 jam – an itu menyuguhkan pemandangan alam yang luar biasa. Terlebih ketika kereta baru mulai melaju sampai ketika kereta masih berada diatas ketinggian 2.000 m.
      Aku sempat ragu untuk mengambil rute ini, bukan karena lamanya perjalanan, lebih kepada banyaknya review yang mengatakan, semacam neraka saat ingin ke toilet. Iyalah, sepanjang 46 jam itu, yang menghabiskan 2 malam 3 hari, sudah pasti harus bolak- balik ke toilet. Kita tahu sama tahu saja, bagaimana prilaku orang lokal terhadap kebersihan yang satu ini. Nilainya NOL BESAR.

      Pemandangan sepanjang perjalanan.
      Sungguh disayangkan, Cina begitu hebat dalam hal apapun, tapi kalah telak tentang kebersihan toilet. Sudah menjadi rahasia umum, jika kamu akan mendapatkan zonk besar ketika masuk ke toilet. Aroma yang super menyengat akan menyambutmu. Dimanapun itu, termasuk sepanjang trip aku di Tibet, beberapa kali mendapatkan zonk yang tidak bisa dihindari. Karena itu, lebih baik carilah toilet alam. Itu lebih manusiawi.
      Rasa keingintahuan aku lebih besar dibandingkan dengan keraguan dan kekhawatiran akan joroknya isi toilet didalam kereta. Masa bodoh-lah. Akhirnya seminggu sebelum berangkat dari Jakarta, aku menghubungi travel agent yang mengurus perjalananku selama di Tibet, untuk membantuku membeli tiket kereta. Kenapa tidak beli online sendiri saja?
      Ya, kamu bisa online kok. Kemaren itu, waktu sudah mepet, terus jika beli online, kamu tidak bisa pilih tempat tidur. Artinya, itu secara sistem akan menentukan. Nasib baik saja, jika kamu bisa menempati bagian bawah. Kenapa harus bawah? Jelas, bagian bawah itu lebih leluasa, lebih lega, punya jendela besar, colokan listrik juga dekat dan tidak perlu memanjat.
      Setahu aku, ada pilihan untuk 4 orang dan untuk 6 orang, baik soft sleeper maupun hard sleeper, kemudian ada pilihan tempat duduk juga. Bayangi saja sendiri, kalau harus duduk selama 46 jam. Aku sendiri pilih 1 kamar isi 4 orang. Dan berdoa sekuat tenaga supaya tidak sekamar dengan orang lokal, hahaha… takut saja, kalau dia tiba- tiba bisa kencing atau eek dalam kamar. Mati gak loe kalau sampai seperti itu? Berempat juga tidak terlalu berisik jika memang harus sekamar dengan mereka. 
      Karena bantuan travel agent, aku pastikan mereka untuk membeli tiket tempat duduk bagian bawah. Bantuan itu bukan tanpa pamrih, harga tiket keretaku lebih mahal dibandingkan dengan jika beli secara online. Ya sudahlah.
      Ketika baru memasuki ruang tunggu, ya ampun, satu ruangan penuh isinya penduduk lokal, sebagian besar dari mereka adalah dari kampung gitu. Dari cara berpakaian kan bisa ditebak. Alamak, semoga saja selama 46 jam itu, aku tidak mendapatkan pengalaman seperti yang banyak orang alami.
      Kereta berangkat jam 18.20 waktu setempat, jam 17.45, penumpang baru dipersilahkan masuk ke kereta. Deg- deg- an menemaniku mencari gerbong dan nomor kamar yang tertera ditiket. Okey, interior-nya okey, bersih, tidak bau, ada wastafel, ada colokan listrik, TIDAK ADA WIFI. Disediakan air minum, aku sih bilang bersih, ada air panasnya juga.

      Tempat aku menghabiskan 44 jam selama perjalanan.
      Setelah taruh tas, hal pertama yang aku lakukan selanjutnya adalah periksa toilet. Halah… belum dibuka. Selama kereta tidak jalan, toilet tidak boleh digunakan. Kemudian, aku menanti datangnya teman sekamar lainnya, sisa 2 orang yang menempati bagian atas. Tidak muncul- muncul juga sampai kereta jalan. Yiha… artinya, malam pertama bebas. Tidur bisa nyenyak dan khawatir hal- hal aneh akan terjadi.
      Baru setelah hari kedua, entah dari stasiun mana dari kota apa, naiklah satu mama muda bawa anaknya yang berumur sekitar 3 tahun, ketok- ketok pintu. Yups, mereka menempati tempat tidur bagian atas. Pikiranku mulai kacau, mampus, bawa anak kecil lagi. Bisa- bisa, emaknya suruh anaknya pipis saja di kamar. Ya, gimana dong, sudah terlanjur baca review negatif, wajar dong kalau aku sampai parno sebegitunya.
      Dari mereka naik, menjadi teman sekamar, hingga mereka turun entah di stasiun apa keesokan harinya, tidak terjadi satu hal aneh apapun. Mereka lebih banyak berada diluar kamar, makan juga diluar, ngobrol dengan orang lokal lainnya. Mama muda ini lumayan bersih, ya, sopan juga, beretika baik. Entah mungkin dia malu karena sekamar dengan turis atau entah apa, atau mungkin dia pembawaannya seperti itu, bersih dan berbeda dengan teman- teman senegaranya.

      Koridor, bisa duduk santai menikmati pemandangan..
      Dari Lhasa, kereta berangkat tepat jam 18.20, kemudian aku harus transit di stasiun Xi Ning, bagi yang ingin melanjutkan perjalanan, kalau aku jelas, ke Chengdu. Pindah kereta, gerbong dan nomor kamar juga tetap sama seperti tiket yang telah dibeli. Jadi tidak perlu rebutan. Aku pindah kereta tepat setelah 21 jam perjalanan dari Lhasa.
      Selama perjalanan, kereta berhenti dibeberapa stasiun untuk menurunkan penumpang dan ambil penumpang baru lagi. Setelah mama muda itu turun, tidak berapa lama, naiklah satu anak muda tanpa bawa apapun.

      Ya inilah...
      Karena khawatir toiletnya banyak zonk, aku hanya banyak minum, makan pop mie dan ngemil biskuit. Tidak berani beli nasi yang dijual di kereta, pedas semua. Kalau sampai sakit perut, bisa berabe. Kalau cuma kencing saja, ya sudahlah, paling tahan napas, jangan lihat ke bawah.
      Tentang zonk yang ada di toilet, bahkan ada yang bahas, dia menemukan banyaknya zonk bertebaran diluar toilet, kenapa? Mungkin karena tidak tahan lagi, didalam toilet masih ada orang, mau tidak mau, ya eek diluar toilet. Kebayang gak sih kamu? Ini cerita orang.

      Pintu kedua, toilet.
      Yang aku alami,
      Bersyukur banget, semuanya tidak separah itu. Mendapati teman sekamar yang bersih dan tidak berisik, anaknya juga tidak rewel, tidak kencing sembarangan, tidak  buang sampah sembarangan. Toiletnya juga tidak seperti yang dialami traveler lainnya.
      Memang, ada toilet yang baunya minta ampun, tapi tidak ada zonk, ada toilet yang ada zonk-nya, tapi bukan dalam jumlah yang luar biasa, semacam muncratan atau sisa-an karena flush-nya tidak berfungsi dengan baik. Kayak seperti flush di toilet pesawat gitu. Ada juga toilet yang tidak bau dan tidak ada zonk-nya sama sekali. Jadi aku bilang, aku cukup beruntung selama 46 jam perjalanan dari Lhasa ke Chengdu dengan menumpang kereta api. Tidak ada pengalamanan seseram itu, tidak ada zonk diluar toilet. Bisa tidur nyenyak 2 malam berturut- turut, bisa kerjakan laporan dan bisa menulis artikel seperti sekarang ini.
      Cina itu hebat,
      Entah sudah berapa puluh kali kereta ini melewati terowongan, artinya, entah sudah berapa puluh kali kereta ini menembus gunung. Mereka sanggup membuat perjalanan ini menjadi perjalanan tidak terlupakan. Tidak heran, kenapa banyak traveler yang bilang, tidak salahnya untuk mencoba rute ini. Karena memang, semuanya telah diperhatikan dengan baik oleh pemerintah. Dari view yang akan disuguhkan, dari tata letak kamar tidurnya dengan desain jendelanya yang bisa mendapatkan pemandangan alam semesta yang indahnya sudah tidak bisa tertandingi lagi.

      Pemandangan sepanjang perjalanan.
      Aku,
      Puas banget dengan keputusanku mengambil rute ini. Pengalaman sekali dalam seumur hidup. Cukup sekali dalam seumur hidupku. Harga tiket kereta lebih mahal dari tiket pesawat Lhasa – Chengdu. Tapi pengalamannya, apa yang didapatkannya, jauh berbeda antara naik kereta dengan naik pesawat. Sama seperti, ketika dari Kathmandu, Nepal ke Lhasa, pengalaman itu juga cukup sekali dalam seumur hidupku. Pemandangan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata- kata ketika pilot menurunkan secara perlahan pesawat sampai berada sekitar 2000 m diatas pegunungnan Himalaya. Memang, ketika itu, tidak terlalu jelas, karena sebagian besar gugusan gunung Himalaya tertutup awan tebal. Tapi, kami semua, semua penumpang pesawat itu, bisa melihat dari dekat, puncak Everest.
      Darahku berdesir kencang, senang, seru dan tegang bercampur aduk menjadi satu. Kebayang, pesawat diturunkan secara perlahan, badan pesawat terasa sekali diguncang angin. Sambil jeprat- jepret, doa juga terus dipanjatkan. Hahahah…
      Begitu juga, saat pesawat mulai meninggalkan gugusan gunung tertinggi didunia itu dan mulai terbang naik ke ketinggian normal, apa yang didapatkan tidak kalah dengan pemandangan dari Himalaya. Terlebih lagi, ketika mulai memasuki wilayah Tibet, sungguh luar biasa Tuhan, sungguh tiada ada tandingan-Nya lagi. Tuhan sungguh maha besar. Tuhan, Sang Pencipta.
      Aku semakin tegang, saat pilot mengumumkan kalau pesawat akan segara mendarat di Lhasa. Serius, aku tegang. Biasanya kan kalau sudah diumumkan demikian, ya pesawat tinggal ambil posisi lurus dan semakin menurun. Ini tidak….
      Pesawat harus manuver dulu, pesawat dimiringkan dulu ke kiri, terus ke kanan, ya kek gitu, untuk menghindari gunung – gunung yang mengelilingi Lhasa, ya baru kemudian perlahan turun sambil badan pesawat masih dimiringkan sesuai dengan lapangan yang ada. Hingga pada akhirnya, badan pesawat benar- benar dalam posisi lurus ( entahlah, kalau istilah penerbangannya apa ), baru kemudian pesawat mendarat dengan sempurna, dengan panjang runway yang tidak seberapa itu.

      Pemandangan sepanjang perjalanan.
      Dengan demikian,
      Jalur penerbangan dari Kathmandu ke Lhasa yang diyakini sebagai penerbangan tercantik didunia dan jalur darat kereta api dari Lhasa ke Chengdu yang diyakini menjadi jalur kereta api yang menyuguhkan pemandangan alam super indah dan sebagai jalur kereta api tertinggi didunia hingga saat ini, aku telah mengalaminya. Ya, sekali lagi, cukup sekali dalam seumur hidupku. Jika punya kesempatan kedua, berarti bonus.

      Pemandangan barisan Himalaya, dari atas pesawat dari Kathmandu ke Lhasa, 
      Dan,
      Ternyata, aku sampai di Chengdu 2 jam lebih cepat dari jadwal. Artinya, hanya 44 jam saja dari Lhasa ke Chengdu. Setelah melewati beberapa gerbong kereta saat mau keluar, aku baru sadar, orang- orang yang aku temui ketika masih di ruang tunggu di Lhasa Railway Station itu ada digerbong yang pakai tempat duduk atau 4/6 hard sleeper. Itulah sebabnya, apa yang sering aku baca tentang zonk itu tidak aku alami separah itu. Karena tidak satu gerbong bareng mereka.
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By imagologi
      Kota Malang

      Kota Malang menjadi album   menarik bagi para backpacker Indonesia yang ada di penjuru dunia. Ragam wisata edukatif, wisata informatif, wisata alam, , maupun wisata modern bisa ditemukan di kota ini.
      Wisata kuliner yang berkesan di lidah dan renyah di kantong tentu juga menjadi kesan tersendiri bagi para backpacker untuk berkunjung ke Kota Malang. Kota Malang adalah kota yang berada di wilayah Propinsi Jawa Timur.
      Melimpahnya menu kunjungan wisata seperti  Alun-Alun Kota Malang, Pantai Sempu, Pantai Gatra dan tentunya ragam museum yang akan mengingatkanmu pada perjuangan masa lalu. Jangan susah move on ya
      Selain itu, Kota Malang bisa kamu hinggapi dengan ragam penginapan yang dapat membuat kamu sejenak melepas lelah pasca berwahana keliling kota.
      Kota Lumajang

      Menu favorit berikutnya berada di samping Malang yaitu, Lumajang.  Apabila kamu mengetik wisata Lumajang di search engine, akan tampil banyak aneka wisata pilihan yang bisa kamu cantumkan sebagai destinasi backpacker-anmu berikutnya.
      Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo di utara, Kabupaten Jember di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Malang di barat. Kabupaten Lumajang terletak di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. Kamu tinggal melewati Malang bagian selatan untuk kemudian menikmati perjalanan dengan rimbunnya suasana  sekitar.
      Lumajang sendiri merupakan sebuah daerah yang mempunyai segudang tempat wisata dengan panorama yang mempesona. Backpackeranmu tidak akan mengecewakan  setelah mengunjungi destinasi favorit di Kota Lumajang dan sekitarnya seperti, Puncak B 29, Kebun Teh Kertowono atau kamu mau mencicipi eloknya Ranu Kumbolo? Ditunggu ya kunjungannya.
      Kota Banyuwangi

      Segudang tempat wisata dan rantai festival tersaji apik di Banyuwangi.  Ditambah lagi adanya tempat wisata yang keren dan indah sontak membuat kabupaten yang berada di ujung timur pulau Jawa ini memiliki banyak destinasi yang bisa kamu kunjungi tanpa harus mendebarkan saku. Peta wisata Banyuwangi memiliki kontur wilayah yang begitu unik mulai dari dataran rendah hingga tinggi.
      Kontur semacam ini secara tidak langsung menciptakan banyak objek tempat wisata alam yang memukau. Pantai di kawasan ini masih sangat bersih dan jauh dari polusi sehingga sangat cocok sebagai destinasi wisata pantai untuk keluarga yang hemat namun tetap menonjolkan keindahannya. Selain pantai, Banyuwangi juga memiliki latar belakang gunung bagi kamu penggemar  suasana tenang, tercitra, dan rimbun.
      Kota Batu

      Rutinitas seringkali membuat penat dan menghambat produktivitas. Oleh karena itu, refreshing mutlak diperlukan, terutama bagi pekerja kantoran. Salah satu cara ampuh untuk menyegarkan pikiran adalah dengan pergi berlibur. Biasanya, liburan akan lebih menyenangkan jika dilakukan bersama orang terdekat, misalnya keluarga.
      Karena itu, pemilihan destinasi merupakan prioritas utama yang harus diperhatikan. Pilihlah destinasi yang bisa dinikmati oleh setiap anggota keluarga. Kota Wisata Batu adalah jawabannya. Kota yang satu ini sedang menjadi buah bibir di kalangan wisatawan berkat objek wisatanya yang unik dan beragam. Ditambah keindahan alam dan hawanya yang sejuk, membuat Kota Batu kian mempesona.
      Dalam beberapa tahun terakhir, industri pariwisata di Batu berkembang kian pesat. Beragam objek wisata yang unik dan menarik bermunculan dan berhasil menggaet gairah berkunjung para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Berkat promosi dan pengelolaan objek wisata yang baik, Batu kini menjelma menjadi primadona baru sebagai destinasi yang wajib dikunjungi bagi wisatawan, mulai dari anak-anak sampai dewasa.
      Dilansir dari imagologi.com
    • By Marilyn Dewi
      Cari teman jalan yang mau ke antara vietnam/thailand cuma bisa 21-23 juli 2017 (jumat-minggu) *belum pesen tiket
      Gak terlalu ribet soal makanan n hotel. 
      Kalo ada yang mau pergi ke salah 1 negara tsb pas tggl yang sama bisa contact line marinrinrinn ^^