• agoda-hemat.png

baihaki1985

Kalau Diwali Adalah Festival Penuh Cahaya, Maka Perayaan ini Dilakukan dengan Penuh Warna di India

9 posts in this topic

Seperti halnya di negara lain, sebuah perayaan atau festival menjadi ajang yang sangat menarik untuk dikunjungi para traveler. India pun terkenal dengan beberapa festival yang dilaksanakan setiap tahunnya. Festival yang paling terkenal di India tak lain adalah Diwali yang dikenal sebagai Festival Cahaya. Namun ada pula festival lain yang tak kalah menariknya di India, yakni Holi yang dikenal sebagai perayaan penuh warna. 

holi_1.JPG

Perayaan penuh warna, Festival Holi (kredit gambar: greetingseveryday)

Holi merupakan sebuah perayaan yang biasa dilakukan di India dan Nepal dan dirayakan oleh para pemeluk agama Hindu. Perayaan Holi ini dilakukan selama dua hari, dimulai pada hari munculnya bulan purnama di bulan Falgun pada penanggalan Vikram Samvat Hindu. Perayaan ini biasanya jatuh antara akhir bulan Februari hingga pertengahan bulan Maret. 

Di tahun 2016 ini, perayaan Holi bertepatan dengan tanggal 24 Maret. Sementara di tahun depan, perayaan Holi akan dilaksanakan pada tanggal 13 Maret. Hari pertama perayaan Holi ini dikenal dengan nama Chhoti Holi atau Holika Dahan. Sementara hari kedua festival Holi dikenal dengan sebutan Rangwali Holi, Dhuleti, Dhulandi atau Dhulivandan. 

Pada zaman dahulu, perayaan ini memang hanya dilakukan oleh para pemeluk agama Hindu. Namun seiring dengan perkembangan zaman, mereka yang bukan pemeluk agama Hindu pun turut menyemarakkan perayaan Holi. Tak hanya mereka yang tinggal di Benua Asia, namun juga dirayakan oleh komunitas yang berdomisili di luar Benua Asia. 

Festival Holi dilakukan oleh masyarakat India sebagai bentuk perayaan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Tak hanya itu, Festival Holi ini juga menjadi penanda berakhirnya musim dingin dan dibarengi dengan kedatangan musim semi. Festival Holi ini juga dikenal dengan sebutan Festival Warna-warni, karena pada hari itu orang-orang akan saling melemparkan tepung berwarna satu sama lain. 

holi_2.JPG

Saling melemparkan bubuk berwarna (sumber gambar: vergecampus)

Aksi saling melempar tepung berwarna itulah yang membuat Festival Holi ini jadi sebuah perayaan yang banyak dikunjungi oleh para traveler. Terlebih, mereka yang turut serta pada perayaan ini juga biasanya sekaligus merayakan pesta serta berdansa di bawah guyuran air. Sangat pas untuk mereka yang suka dengan keramaian dan bermain basah-basahan. 

Festival warna pada perayaan Holi ini memperoleh namanya dari aktivitas yang biasanya dilakukan oleh Krishna. Krishna yang dikenal sebagai reinkarnasi Dewa Wisnu merupakan sosok yang suka bermain-main dan cukup jahil. Hampir mirip dengan sosok jahil Krishna yang digambarkan dalam film kartun yang biasa ditayangkan di televisi tanah air. 

Lalu kenapa aksi yang dilakukan pada Festival Holi ini merupakan aktivitas yang biasa dilakukan oleh Krishna? Tak lain karena sosok yang berhasil mengalahkan sosok Raja Hiranyakashipu yang dikenal sebagai sosok raja setan yang berkuasa di wilayah Multan, Punjab.

holi_3.jpg

Api Holika (kredit: Wikipedia)

Perayaan Holi dimulai pada malam hari dengan dinyalakannya api unggun Holika. Orang-orang pun bakal berkumpul dan mengerubungi api unggun tersebut. Ritual ini pun berjalan dengan khusyuk, di mana orang-orang akan berdoa agar kejahatan yang ada dalam diri masing-masing akan hilang seiring dengan dinyalakannya api unggun Holika. 

Selanjutnya, hari kedua Festival Holi merupakan waktu yang dinanti-nanti. Orang-orang pun akan berpesta dalam sebuah festival penuh warna. Mereka pun akan saling melemparkan tepung berwarna satu sama lain. Bahkan tak sedikit pula yang membekali dirinya dengan membawa mainan senapan air. Biasanya, perang penuh warna ini akan berlangsung di jalan umum, di luar kuil bahkan di taman dan tempat terbuka lainnya. 

Di berbagai tempat, perayaan Holi pun dilakukan dengan cara yang berbeda. Bahkan termasuk tentunya adalah perayaan Holi yang dilaksanakan di negara luar Asia seperti Amerika, Jerman, Brazil, Belanda dan lain-lain. Namun sebagian besar, festival warna yang dilakukan di luar India tersebut dilaksanakan tanpa ada kaitan apapun dengan Festival Holi. Waktu pelaksanaannya pun terkadang berbeda. 

holi_4.jpg

Perayaan Festival Holi di Utah, Amerika Serikat (kredit: Wikipedia)

Tepung berwarna yang digunakan pada perayaan Holi ini merupakan bubuk yang menggunakan warna yang berasal dari tanaman. Warna-warna yang digunakan pun beragam. Mulai dari warna warna oranye, merah, hijau, kuning, biru, ungu, magenta, cokelat bahkan hitam. Dan masyarakat India pun percaya kalau bubuk berwarna yang mereka tebar akan membuat penyakit ataupun jamur yang berasal dari musim dingin menyingkir. 

holi_5.jpg

Bubuk berwarna yang dijual jelang Festival Holi (kredit: Wikipedia)

:D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Sejatinya, perayaan Holi dilaksanakan di hampir semua kota di negara India. Namun terdapat beberapa kota yang melaksanakan Festival Holi dengan cara yang berbeda. Penasaran bukan dengan pelaksanaan Festival Holi di kota-kota di India? 

Barsana

Ada hal yang berbeda dengan perayaan Holi di Desa Barsana yang terletak tak jauh dari Mathura di Uttar Pradesh. Perayaan Holi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Barsana dikenal dengan nama Lathmar Holi yang pelaksanaannya dilakukan seminggu sebelum Festival Holi secara umum. 

latmar.jpg

Lathmar Holi di Desa Barsana (kredit: Wikipedia)

Pada perayaan Holi tersebut, wanita dari Desa Barsana pun akan berbondong-bondong memenuhi jalanan dengan membawa tongkat kayu. Tongkat tersebut pun akan mereka gunakan untuk memukuli para pria. Dalam pelaksanaannya, para wanita itupun berusaha agar wajahnya tidak dikenali.

Dan masih di tempat yang sama, yakni di Desa Barsana, ada pula perayaan yang disebut dengan nama Laddoo Holi. Perayaan Laddoo Holi ini dilakukan karena Barsana merupakan tempat yang spesial untuk Krishna. Konon di Barsana lah Krishna bertemu dengan Radha. Dan di desa ini pun terdapat sebuah kuil yang didedikasikan untuk Radha. 

Pelaksanaan Laddoo Holi ini dilakukan sehari sebelum Lathmar Holi. Pada perayaan Laddoo Holi ini, masyarakat Barsana pun akan melemparkan kue laddoo, sebuah kue manis tradisional india dengan diiringi lagu spiritual yang berkaitan dengan Radha dan Krishna. 

Mathura and Vrindavan

Mathura dan Vrindavan menjadi pilihan berikutnya untuk bisa menyaksikan perayaan Holi yang semarak. Mathura dikenal sebagai tempat kelahiran Krishna, sementara Vrindavan adalah tempat Krishna menghabiskan masa kecilnya. Perayaan Holi yang dilaksanakan di kedua tempat ini dilakukan secara tradisional. Dan tempat yang paling ramai untuk saling melempar bubuk berwarna adalah di Kuil Dwarkadheesh yang ada di Mathura. 

holi vrindavan.jpg

Festival Holi di Vrindavan (sumber gambar: traveltriangle)

Anandpur Sahib

Di kota Anandpur Sahib yang merupakan wilayah dari negara bagian Punjab, ada Festival Holi yang unik dan berbeda. Festival Holi di kota Anandpur Sahib ini dilaksanakan oleh para pemeluk agama Sikh dan festival tersebut diberi nama Hola Mohalla. Festival Hola Mohalla ini pertama kali dilaksanakan di Anandpur Sahib pada tahun 1701. 

hola mohalla.jpg

Hola Mohalla di Anandpur Sahib (sumber gambar: eternaljourneys)

Di tempat ini, pelaksanaan Hola Mohalla jauh berbeda dengan Festival Holi yang dilaksanakan di tempat lain. Alih-alih saling melempar bubuk berwarna, para pemeluk agama Sikh di sini mempertunjukkan kebolehannya dalam ilmu beladiri. Setiap tahunnya, lebih dari 100 ribu pemeluk agama Sikh turut serta dalam ajang Hola Mohalla ini. Meski begitu, tentu saja aksi saling melempar bubuk juga tetap ada.

Udaipur

Pelaksanaan Festival Holi di Udaipur dilakukan dengan cara yang lebih elegan. Di Udaipur, para traveler pun bisa berkesempatan untuk turut serta dalam Festival Holi yang dilaksanakan oleh Keluarga Bangsawan Mewar di area City Palace. Namun tentu saja, prosesi yang dilakukan di tempat ini bukanlah Rangwali Holi, melainkan Holika Dahan. 

udaipur.jpg

Prosesi Holika Dahan di Udaipur (sumber gambar: mediaindia)

Mumbai

Sebagai kota terbesar yang ada di India, tentu saja pelaksanaan Festival Holi di Mumbai jadi pengalaman unik tersendiri. Terlebih di sini Festival Holi dilakukan di tempat kumuh Mumbai, yakni di Dharavi. Para traveler pun akan bisa terjun secara langsung dan merayakan Holi bersama dengan masyarakat miskin yang tinggal di perkampungan kumuh Dharavi. 

mumbai.jpg

Festival Holi di Mumbai (sumber gambar: happyholiwishes)

Pihak travel agent yang menyediakan fasilitas untuk merayakan Holi di Dharavi ini pun menjanjikan pelaksanaan yang aman. Dan yang terpenting, mereka menjanjikan kalau segala jenis keuntungan yang didapatkan dari acara ini akan digunakan untuk membantu kelangsungan hidup masyarakat miskin di Dharavi. 

Jaipur

Pelaksanaan Festival Holi yang unik berikutnya dilangsungkan di kota Jaipur, Rajashtan. Di kota ini, pelaksanaan Festival Holi dimeriahkan oleh kehadiran para gajah. Di sini, akan ada parade gajah yang juga diramaikan dengan hiburan lainnya seperti tari-tarian tradisional dan event lainnya. 

holi gajah.jpg

Festival Holi dengan gajah di Jaipur (kredit:nomadicfoot)

Tentu saja di Festival Holi yang ada di kota Jaipur ini juga dimeriahkan dengan aksi lembar bubuk berwarna seperti halnya di kota lain. Namun keberadaan gajah pada Festival Holi di Jaipur ini sempat mendapatkan aksi protes dari para pecinta binatang. Meski begitu, kehadiran gajah dalam Festival Holi di Jaipur masih tetap berlangsung. Namun untuk turut serta merayakan Festival Holi dengan gajah, dikenakan biaya sebesar 4000 rupee (setara 800 ribu rupiah) per orang.

Kalau ingin berpartisipasi dalam ajang Festival Holi di India, ada hal-hal yang harus diperhatikan. 

1. Safety first. Perhatikan saat akan bercampur baur dengan kelompok orang yang merayakan Festival Holi. Tak sedikit terjadi aksi pelecehan yang menimpa para traveler, utamanya para traveler wanita. 

2. Gunakan baju lama. Tentunya nggak ingin baju kesayangan rusak gara-gara warna yang tidak bisa dihilangkan bukan?

3. Lumuri tubuh dan rambut dengan minyak. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan bekas warna dengan mudah. 

4. Pakai kacamata sebagai pelindung. 

5. Jangan mudah tersinggung. Terlebih saat perayaan Holi, kita akan banyak bersinggungan dengan orang-orang asing. Jangan marah kalau mereka tiba-tiba menyemprotkan air ataupun melemparkan bubuk warna ke arah kita. 
 

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 hours ago, deffa said:

mungkin ini cikal bakal Color Run kekinian sekarang ya

iyup... bener mod

 

13 hours ago, kyosash said:

wah penuh warna nih festivalnya, tapi sepertinya repot bersih2 yah setelah selasainya  

hahahah benerrr

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now