• agoda-hemat.png

Tarmizi Arl

YANG MUDA YANG MEMPESONA, KALIMANTAN UTARA PUNYA JAMUAN INDAH

24 posts in this topic

Sudah pada tahu kan kalau Indonesia punya provinsi baru pecahan Kalimantan Timur? Yap, Kalimantan Utara atau biasa disingkat Kaltara. Provinsi yang baru disahkan tahun 2012 lalu ini menjadi provinsi termuda Indonesia untuk saat ini. Berpenduduk lebih dari 500 ribu jiwa, Provinsi ini terdiri dari 4 Kabupetan dan 1 kota, dimana ibukota provinsinya ditetapkan di Tanjung Selor, Kabupetan Bulungan. Meskipun Tanjung Selor sebagai ibukota provinsi, namun pusat perekonomian dan jasa terbesar di sana justru berada di Kota Tarakan.

Selain sebagai provinsi termuda, Kaltara juga terkenal sebagai provinsi perbatasan. Lokasinya di ujung utara kalimantan wilayah Indonesia menjadikannya berbatasan langsung dengan Negara bagian Sarawak di sisi Barat dan Sabah di sisi Utara. Kondisi ini tentu menjadi daya tarik tersendiri sekaligus juga menjadi perhatian khusus bagi pemerintah.

Terlepas dari semua itu, provinsi ini juga memiliki pesona wisata yang bisa dijadikan alternatif baru pilihan berlibur. Meskipun belum tenar dan dikenal luas, jamuan keindahan Kaltara baik dari segi pesona alam, sosial, budaya, kuliner, dan sejenisnya tak salah untuk dikunjungi. Beberapa jamuan indah pesona Kaltara tersebut akan kita ulas berikut ini.

 

1.Putihnya Gunung Putih di Tanjung Palas

1 panoramio.jpg

via panoramio.com

Seperti namanya, gunung ini memang memiliki warna putih karena merupakan bukit kapur. Ditumbuhi pepohonan, nampak warna putih alami kapur menjadi pusat perhatian ketika melihatnya.

Lokasi Gunung Putih ini berada di Desa Gunung Putih, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, sekitar 45 menit perjalanan dari pusat Kota Tanjung Selor. Lokasinya yang tidak begitu jauh dari ibukota provinsi ini menjadikan Gunung Putih cocok dijadikan pilihan utama jika kalian mencintai wisata alam.

Sejauh ini tidak ada tarif tiket masuk untuk mendaki, namun begitu, fasilitas yang tersedia sudah cukup membantu. Terdapat anak tangga yang sudah disemen dan beberapa pondok di beberapa titik sebagai lokasi perhentian atau istrahat. Dari beberapa titik sebenarnya sudah menghadirkan pemandangan alam yang indah, namun ketika sampai di puncak tentu panoramanya akan jauh lebih luas dan membentang.

 

2. Mengenal Lebih Dekat Kayanya Budaya di Baloy Adat Tidung

2 gemadesa com.jpg

via gemadesa.com

Tiap daerah di Indonesia pasti memiliki nilai-nilai budayanya sendiri baik yang berupa benda maupun tradisi. Tak terkecuali dengan Kaltrara, di berbagai kabupetan daerahnya memiliki kekhasan budayanya, seperti Suku Tidung yang tersebar di hampir semua wilayah Kalimantan Utara hingga ke wilayah Sabah di Malaysia. Suku ini merupakan bagian kerajaan bernama sama yang dikategorikan dalam rumpun melayu karena kesemuanya memeluk agama Islam.

Lokasi terbaik mengenal lebih dekat warisan budaya Kerajaan ini ialah di Kota Tarakan, hanya sekitar 1 km dari Bandara Djuwata Tarakan. Di lokasi ini, rumah-rumah adat Tidung sangat tertata rapi termasuk arsitektur rumahnya yang masih sangat terjaga. Di wilayah dengan total luas 5 hekter tersebut (namun hanya 1,5 hektar yang menjadi area wisata), terdiri dari beberapa rumah dengan bentuk dan corak warna yang berbeda-beda. Tiket masuknya juga sangat murah yaitu hanya Rp 3.000 perorangnya.

Di bagian depan, nampak rumah berbahan kayu ulin dengan dominasi warna hitam yang merupakan rumah kepala adat. Di sampingnya terdapat jajaran rumah panggung lain yang merupakan rumah bagi keluarganya. Terdapat pula bangunan panggung kecil seperti gazebo yang difungsikan sebagai lokasi musyawarah warga. Berbeda lagi di sisi belakang yang terdapat bangunan dengan atap unik yang menjadi seperti balai desa untuk pertemuan warga dalam jumlah besar atau sebagai lokasi pementasan seni.

 

3. Dekat dengan Alam di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan di Tarakan

3 mongabaycoid.jpg

via mongabay,co.id

Masih di Kota Tarakan yang juga berada di pulau kecil bernama sama (terpisah dengan pulau utama Kalimantan), sempatkan pula ke Jalan Gajah Mada yaitu ke Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB). Lokasinya yang berada di tepi jalan besar, tidak akan menyulitkan untuk menemuinya. Selain nuansa alam khas hutan mangrovenya, di Kawasan Konservasi itu kalian akan berkenalan langsung dengan hewan khas Kalimantan yang juga dijadikan maskot Dunia Fantasi Ancol, Bekantan.

Memasuki gerbang utama KKBM ini, pengunjung akan disambut signage dan patung Bekantan. Nuansa hijau hutan juga sudah terasa dari welcome area tersebut. Tiket masuknya sendiri sangat terjangkau yaitu Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak.

Memiliki luas lahan mencapai 22 hektar, KKMB terdiri dari beberapa bagian dengan tentunya hutan mangrove sebagai areal utama karena memang selain sebagai paru-paru kota, KKMB juga penting dalam menjaga kota dari abrasi.

Jalur wisata dari bahan kayu didalam hutan mangrove sudah dibuat rapih sehingga sangat membantu pengunjung. Papan-papan informasi juga sudah terpasang sebagai pemandu dan pemberi info terkait. Tidak hanya itu, saung peristirahatan, hingga perpustakaan juga dapat ditemui di sana.

Bagi kalian yang penasaran dengan Bekantan, kalian bisa melihat langsung hewan yang menjadi ikon wisata Kota Tarakan itu bermain di pepohonan. Jumlahnya memang tidak begitu banyak, hanya sekitar 37 ekor sehingga tidak senantiasa bisa disaksikan di semua wilayah. Selain hewan unik tersebut, hewan liar lain seperti tupai, kepiting, aneka burung juga kerap dijumpai. Di salah satu sudut, terdapat pula kandang berukuran besar yang diisi oleh burung Elang Bondol, salah satu elang yang juga dilindungi.

 

4. Kehangatan nan Eksotis dari Air Terjun Semolon di Malinau

4 humas dot malina.jpg

via humas.malina.com

Beranjak ke sisi utara provinsi tepatnya di Kecamatan Mentarang, Kabupetan Malinau. Akses menuju lokasi wisata menarik ini terbilang cukup menantang karena kendaraan harus melewati jalanan tanah dan kontur lembah curam. Nuansa alam hutan juga mendominasi perjalanan yang ditempuh sekitar 2 jam dari pusat kota Malinau.

Meskipun menantang dan melelahkan, namun pesona yang dimiliki Air Terjun Semolon akan membayar itu semua. Keunikan utama dari air terjun ini ialah bentuknya yang berundak bagai terasering atau tangga. Selain itu, air terjun ini bukanlah seperti air terjun dataran tinggi yang mengalir air dingin, melainkan air hangatlah yang akan dirasakan. Hal ini karena sumber air yang mengalir ialah dari sumber air panas. Karenanya, banyak pula yang percaya bahwa air dari sini bermanfaat bagi kesehatan kulit.

Lingkungan sekitarnya masih sangat asri ditumbuhi pepohonan lebat menjadikan panoramanya sangat eksotis khas dataran tropis. Kondisi ini membuat Air Terjun Semolon sangat artistik untuk dijadikan objek foto. Tak salah jika beberapa kali para fotografer datang bahkan secara berkelompok untuk menambah koleksi foto mereka dengan objek air terjun unik satu ini.

 

5. Keindahan Pantai Batulamampu di Pulau Dua Negara, Sebatik

5 twicsy com.jpg

via twicsy.com

Pulau Sebatik memang menjadi pulau yang unik di Indonesia. Bagaimana tidak, pulau kecil di ujung utara ini menjadi pulau perbatasan yang juga wilayahnya terbagi menjadi dua. Sisi utara milik Malaysia, dan sisi Selatan masuk dalam wilayah Indonesia.

Sebatik sendiri merupakan pulau dan kecamatan yang masuk dalam Kabupaten Nunukan. Pulau ini memiliki peranan penting dalam kedaulatan negara sehingga penjagaan pun cukup ketat dikerahkan agar tidak lagi terjadi gesekan antar kedua negara. Namun terlepas dari itu, sebatik juga memiliki ceritanya tersendiri dari sektor kepariwisataan. Sebagai sebuah pulau kecil, tentu garis pantainya cukup panjang, tetapi satu pantai yang paling menjadi favorit ialah Pantai Batulamampu.

Pantai Batulamampu kerap menjadi pilihan objek wisata tidak hanya orang sebatik namun juga dari pulau lain termasuk Nunukan, karena pantai berpasir ini terkenal memiliki pemandangan indah dan juga masih bersih.

Kondisi pantai yang memang berombak tenang serta masih tidak begitu banyak wisatawan menjadikan berwisata di Pantai Batulamampu  bagai bersantai di pantai pribadi, tenang dan menenangkan.

 

6. Sambangi Keunikan Bentuk Arsitektur dari Museum Rumah Bundar, Kota Tarakan

6 amabeltravelcom.jpg

via amabeltravel.com

Sepintas mirip dengan rumah hobbit, begitulah bentuk rumah bundar yang merupakan museum tempat menyimpan benda-benda sejarah sisi Perang Dunia II. Beratap melengkung setengah lingkaran, bangunan museum ini sendiri sebenarnya terbilang kecil yaitu hanya berdimensi 6 x 12 meter.

Bangunan ini awalnya merupakan tempat tinggal tentara Australia di tahun 1945 pasca pendudukan Jepang. Namun kini, benda-benda sejarah perang terutama samurai, baling pesawat tempur, peralatan pasukan, serta foto-foto sejarah menjadi penghuninya.

Lokasi museum ini sendiri berada di Jalan Danau Jempang, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, atau hanya sekitar 15 menit dari Bandara Juwata. Secara persis lagi, bangunan museum unik ini berada tepat di samping kantor DPRD Kota Tarakan, sehingga tentu tidak sulit menemukannya.

 

7. Museum Kesultanan Bulungan, Tapak Tilas Kejayaan Kesultanan yang Pernah Berdiri di Kaltara

7 wisatakaltara.jpg

via wisatakaltara.com

Kembali berwisata sejarah, kali ini kita menuju Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, tidak begitu jauh dari Tanjung Selor namun memang harus menyebrangi sungai.

Kesultanan Bulungan sendiri sempat menguasai wilayah pesisir Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Malinau, Kabupetan Nunukan, hingga ke Kota Tarakan. Dalam sejarahnya, kesultanan ini berdiri di tahun 1731 dan berakhir di tahun 1958 dimana telah terjadi 13 kali pergantian raja atau sultan pemimpinnya.

Museum ini menjadi saksi bahwa di Bulungan pernah menjadi sebuah Kesultanan. Lokasi istana Kesultanan Bulungan sendiri terbakar di tahun 1964 hingga akhirnya dibangunlah museum ini di tahun yang sama, dengan kata lain bangunan museum ini ibarat duplikasi dari istana aslinya. Beberapa benda-benda kesultanan yang masih bisa terselamatkanlah yang kini menjadi pengisi dari museum ini termasuk settingan khusus yang menggambarkan nuansa kesultanan seperti singgasana raja, meja makan, dan lain sebagainya. Peninggalan berharga lain yang masih tersimpan ialah koleksi buku islam kuno yang juga tak kalah menariknya.

Bentuk arsitektur museum yang dominan warna kuning dan putih ini sejatinya sangat unik dengan ukiran khas dan mencolok di bagian atapnya. Di bagian depan juga terdapat tiga meriam yang nampak gagah seolah menjaga bangunan tersebut.

 

8. Memandang Alam dari Atas Bukit di Long Bawan, Nunukan

8 amabeltravel.jpg

via amabeltravel,com

Long Bawan merupakan nama sebuah desa di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, dan berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Sebenarnya desa ini bukanlah desa tujuan wisata, namun keindahan alamnya yang berupa kawasan pegunungan menjadikan panorama disana sangat memukau.

Memang butuh uang ekstra untuk saat ini menuju Long bawan karena harus melalui jalur udara alias belum tersedianya jalan darat jika dari wilayah Indonesia. Ya, warga Long Bawan justru mendapatkan akses lebih mudah melalui negara Malaysia karena tersedia jalan dan bisa dilalui dengan motor sejauh 1,5 jam. Namun tersembunyinya desa ini jutsru semakin membuat alami kondisinya.

Memandang kawasan alam yang masih sealami tersebut semakin menawan ketika dilakukan dari atas perbukitan. Dari sana, pemandangan lepas berupa hamparan hijau dan pegunungan akan membuat siapa saja berdecak kagum.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wih Keren, info wisata di kalimantan masih termasuk minim. Taunya cuman berau, danau cermin, konservasi oraang hutan sama kepiting sokanya.

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
13 hours ago, enha said:

Wih Keren, info wisata di kalimantan masih termasuk minim. Taunya cuman berau, danau cermin, konservasi oraang hutan sama kepiting sokanya.

 

haha iya betul mba itu masuk Kalimantan TImur ya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 03/06/2016 at 10:55 AM, deffa said:

haha iya betul mba itu masuk Kalimantan TImur ya  

iya mod, terbatas. Makanya kalimantan selalu kalah poling pas poling lokasi Gatnas. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 hours ago, enha said:

iya mod, terbatas. Makanya kalimantan selalu kalah poling pas poling lokasi Gatnas. 

ya pengen juga seh coba ke Kalimantan untuk Gath Nas cuma kalau wisata kota nya aja kurang greget

kalau wisata alam nya jauh2 akomodasi nya mayan mahal heheh

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 17/06/2016 at 11:00 AM, deffa said:

ya pengen juga seh coba ke Kalimantan untuk Gath Nas cuma kalau wisata kota nya aja kurang greget

kalau wisata alam nya jauh2 akomodasi nya mayan mahal heheh

hehehe... makanya saya ngarepnya bisa ke kalimanan pas GATNAS biar bisa lebih hemat karena sistem sharecost dibanding pergi sendiri, tapi yah itu ke kalimantan artinya prepare waktu lebih lama karena jarak tempu . Sama dengan wil. Papua. Mau jalan sendiri ngak berani.

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, enha said:

hehehe... makanya saya ngarepnya bisa ke kalimanan pas GATNAS biar bisa lebih hemat karena sistem sharecost dibanding pergi sendiri, tapi yah itu ke kalimantan artinya prepare waktu lebih lama karena jarak tempu . Sama dengan wil. Papua. Mau jalan sendiri ngak berani.

iya waktu dan biaya nya memang harus spare lebih neh kalo kalimantan

Share this post


Link to post
Share on other sites
33 minutes ago, deffa said:

iya waktu dan biaya nya memang harus spare lebih neh kalo kalimantan

tapi tetep ngak kapok vote kalimantan buat GATNAS :senyum suatu saat pasti bisa ke sana bareng anak2 forum :dance

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 6/21/2016 at 0:10 PM, sugi efendi said:

pemandangan yang luar biasa

apalagi lihat air terjun dengan air yang jernih dan segar

sip view nya :salut

hoho setuju mas 

saya paling suka wisata air terjun 

apalagii kalau yang ke dalam2 hutan :D

@sugi efendi

Share this post


Link to post
Share on other sites
8 minutes ago, Dimas Alfarizi said:

pas di derawan pas pisan lagi drop, jadi cuma tepar. padahal udah ditawarin gratisan renang sama si paus hiu. :( sedih deehh

wah wah sayang banget tuh :(

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Dimas Alfarizi said:

iya euy.. padahal sampe Derawan udah gratis, eh disananya tevar.. :) maybe next time..

wah enak banget gratis ke Derawan, mayan mahal tuh heheh :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Dimas Alfarizi said:

iya.. sampe Berau aja udah mahal Jkt-balikpapan-berau.. belum lagi jalur daratnya ke dermaga kan sekitar 3 jam

iya lumayan biaya ke derawan ini sama dengan ke Jepang hehe :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Ayu Merriandari
      Selesai meng-explore Derawan saya punya waktu lebih dari 6 jam saat transit di Tarakan sebelum kembali ke Jakarta dengan pesawat Lion Air penerbangan pukul 19:00 waktu setempat. Tak mau bosan menunggu, dengan penuh semangat 45 saya dan 6 orang teman lainnya yang bernasib sama akhirnya memutuskan untuk menyewa mobil berikut supirnya (yang merangkap jadi guide juga) untuk menemani kita keliling kota Tarakan. Saya juga sudah membawa secarik kertas berisikan daftar tempat-tempat must see selama di Tarakan, sebelum jalan saya komunikasikan dulu ke pak Rahman (supir kami) mengenai tempat-tempat wisata tersebut, agar mendapatkan rute yang effektif untuk bisa mengunjungi hampir semua tempat2 wisata tersebut.

      1. Pasar Oleh-oleh Pelabuhan Teng Kayu
      Sekembalinya kami dari derawan, kami langsung dijemput mobil kijang untuk kembali ke bandara, tapi sebelumnya kami diajak berburu oleh-oleh dulu di pasar dekat pelabuhan Teng Kayu Tarakan. Oleh2 yang terkenal disini adalah krupuk ikan asin, saya ajah sampe beli 3kg, xixixixxi . Lanjut kami menuju bandara, karena harus men-drop dulu sebagian besar teman-teman yang akan kembali ke Jakarta dengan pesawat pagi.
       

      Sisanya, kami ber-tujuh meneruskan sewa mobil tersebut untuk putar-putar area Tarakan, sewa mobilnya ternyata cukup murah, kami mendapatkan mobil kijang dengan harga Rp.70.000/mobil/jam, sudah termasuk supir dan bensinnya, jadi kalau di sharing ber-7 masing-masing kita hanya saweran 10rb/jam nya, kalau mau kontak PIC nya inbox akuh ajah yawh #promosi Tongue Out.
       
      2. KFC alias Kaltara Fried Crab
      selanjutnya, kami diajak isi perut dulu alias makan siang, biar lebih semangath saat keliling nanti. "Ya sudah lah, kita KFC saja yah" ujar pak Rahman saat kami minta direkomendasikan tempat makan yang harus kami coba di Tarakan. Mendengarnya kami langsung manyun, yah masa fastfood? di Jakarta juga banyak pak . Ternyata, KFC yang dimaksud bukan ayam, melainkan kepiting tulang lunak alias kepiting soka yang di goreng tepung. Wuhuy, kami langsung bersorak gembira, kepiting gitu lhooooo ... sikat!!!
       
      Tidak hanya kepiting goreng, ada juga sup kepiting dan lainnya, harga paket nasi+kepiting+sup gak lebih dari 25rb an, cukup terjangkau lah yah. Rumah makannya seperti jadi satu dengan gudang produksi, banyak stereofoam yang menyimpan kepiting2 untuk siap kirim. Saat menanyakan, apakah bisa dibungkus untuk oleh2? Pramusaji menjawab bisa, tapi gak boleh lebih dari 12 jam yah ... weleh   ... tapi tempat makan ini, Kaltara Fried Crab, recommended buat dicoba!!!
       

       
      3. Kaos Borneo Indah
      salah satu teman trip agak "rewel" dan keukeuh untuk mencari souvenir kaos tarakan yang pernah dia liat dikenakan salah satu turis di bandara tadi. Akhirnya pak Rahman membawa kita ke Jalan cendrawasih ke salah satu tempat kerajinan tangan dan kaos khas Tarakan. Yang saya ingat, posisinya ada disamping hotel Paradise dan di depan Hotel Samkho. Lumayan lengkap koleksinya, dan harganya mayan cukup terjangkau dengan kualitas kaos yang ok.
       

       
      4. Kawasan konservasi mangrove dan bekantan
      Next Stop, sowan ketemuan sama BEKANTAN!!! Yeay, kita mau lihat makhluk endemik khas wilayah ini, si monyet dufan yang terkenal itu. Dengan luas 22 hektar, tempat ini menjadi taman konservasi mangrove dan bekantan di tengah pusat kota Tarakan yang paling nyaman menurut saya. Dengan biaya masuk 3000 per orang, cukup worth it mengunjungi tempat ini :)
       

       
      5. Museum Rumah Bundar
      "suka sama rumah-rumah dan kendaraan jaman dulu gak?" tanya pak Ramhan, langsung kami jawab sukaaaaaaaaaa sperti paduan suara anak-anak TK. Maka dibawalah kami ke suatu komplek perumahan penduduk, seperti perumahan militer gitu deh disebut dengan nama museum rumah bundar.  Sebenarnya sih rumahnya gak bundar-bundar amat, tapi atapnya yang seperti 1/2 lingkaran, kalau beneran bundar, bisa menggelinding donk rumah-rumah ituh .  Ditempat ini, selain bentuk rumahnya yang menjadi andalan, juga terdapat beberapa kendaraan lama yang cukup terawat, museum ini berisi peninggalan sejarah milik Belanda dan Jepang.
       

       
      6. Pantai Amal
      Pantai Amal, terdiri dari 2 buah pantai, yaitu pantai amal baru dan pantai amal lama, pantai ini terletak di Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur. Kebetulan yang saya datangi adalah pantai amal lama. Karena habis ke derawan, menurut saya pemandangan di pantai amal ini so so lah. Justru yang menarik perhatian saya adalah jenis makanan yang disajikan beberapa warung makan disini, selain seafood, juga ada yang menjual daging hewan trenggiling lho
       

       
      7. Benteng Jepang
      Hari mulai sore, tapi matahari sedang murah senyumnya sampai satu-satu dari kami ogah turun dari mobil saking panasnya. Pak Rahman masih membawa kami ke stiap spot-spot tempat wisata yang ada di kertas coret-coretan saya. Kali ini pak Rahman membawa kami ke Benteng Jepang. Bentuk bentengnya sendiri sudah tidak jelas, tapi masih banyak tempat peralatan amunisi berdiri tegak disini.
       

       
       
      8. Islamic Center Baitul Izzah
      adalah masjid terbesar di Kalimantan Timur bagian utara. Waktu pertama kali lihat saya langsung kagum, wah keren bangeth ini masjid, didepannya pun terletak kantor KUA wilayah setempat, wah, pas bangeth yah kalau mau akad nikah disini #eh
       

       
      Puas foto2 dengan latar belakang masjid ini, Pak Rahman segera mengingatkan kami untuk segera ke Bandara, ya karena salah satu teman kami ada yang harus naik pesawat di jam 4 sore nanti, jadi kami harus segera jalan untuk men-drop nya baru kemudian sight seeing lagi disekitaran bandara.
       
      9. Masjid Bandara dan Bungker Peninggalan Jepang di Bandara Juwata
      Setelah men-drop teman di bandara, waktu sudah mau masuk sholat ashar, kami sepakat untuk mencari masjid terdekat untuk ishoma. Salah satu masjid diarea bandara ini menjadi tempat persinggahan kami untuk ishoma :)
       

       
      Selanjutnya pak rahman membawa kami ke bagian samping bandara, disana terdapat beberapa pesawat kecil yang diparkir dan juga benteng jepang. Awalnya saya tidak terlalu bersemangat, kan tadi sudah lihat benteng jepang, kok ksitu lagi sih, apa bedanya?. Ternyata pak Rahman salah menginformasikan ke kami, bukan Benteng, tapi Bunker! seruuuuuuu
       

       
      10. Baloy Adat Tidung
      "Pak, daritadi kita belum liat kebudayaan sini lho, macem tari2an gitu deh pak" tanya saya ke Pak Rahman, cuma dijawab "oh iya yah, yuk kita ksini yuk" jawabnya dengan penuh senyum. Kami memasuki semacam areal tempat dengan banyak rumah adat, macam kayak di taman mini gitu deh. Ternyata itu adalah museum adat Tidung, tidung adalah nama perkampungan masyarakat asli di tarakan, wah, saya pikir itu tempat warga kepulauan tidung yang ada dipulau seribu, hehehehehehe .
      Saat kami datang, tempat itu sedang ramai karena sedang persiapan tarian penutupan untuk menandakan museum akan segera ditutup, memang waktu itu sudah mulai sore sih. Kami cukup beruntung bisa melihat dan berfoto dengan para penari-penari dengan pakaian adat lengkap ini, puas rasanya sight seeing sharian ini :)
       

       
       
      Masih banyak sebenarnya tempat wiasata di Tarakan, seperti penangkaran buaya, wahana wisata persemaian anggrek, museum kilang minyak, dll. Tapi dengan waktu hanya 6 jam an dan sudah melihat hampir semua yang ada di Tarakan rasanya sudah cukup puas untuk kami, sebelum di drop kembali ke bandara, kami puas-puaskan dulu ber-foto seperti orang gila ditengah jalan gerbang bandara Juwata, have fun with the picture yah guys